Anda di halaman 1dari 28

BAB I PENDAHULUAN

1.2 Latar Belakang Masalah Analisis keuangan sangat tergantung pada informsi yang diberikan oleh laporan keuangan perusahaan dan merupakan salah satu sumber informasi yang penting disamping informasi lainnya seperti informasi industri, kondisi perekonomian, pangsa pasar perusahaan, kualitas manajemen dan lainnya dalam hal untuk mengukur kinerja suatu perusahaan. Untuk mengukur kinerja perusahaan, investor biasanya melihat kinerja keuangan perusahaan yang tercermin dari berbagai macam rasio dan diperlukan perbandingan dengan perusahaan lain yang seringkali sulit untuk di dapat. Selama ini pengukuran kinerja manajerial jarang menggunakan pendekatan perhitungan nilai tambah terhadap biaya modal yang ditanamkan.

DLeon Inc. Adalah produsen makanan ringan lokal setelah menjalankan program ekspansi. Kampanye pemasaran besar - besaran dilakukan sebagai usaha untuk masuk pasar internasional. Tetapi penjualan belum mencapai tingkat yang diharapkan, biaya lebih tinggi daripada yang diproyeksikan dan perusahaan menanggung kerugian besar pada tahun 2005. Akibatnya, manajer, direktur, dan investor mencemaskan kelangsungan hidup perusahaan. Donna Jamison direktur sebagai asisten dari Fres Campo, direktur utama DLeon yang mendapat tugas membawa perusahaan kembali keposisi keuangan yang aman. Data proyeksi laporan keuangan tahun 2006 mencerminkan perkiraan terbaik Jamison dan Campo untuk hasil tahun 2006, dengan asumsi terdapat pendanaan baru yang dilakukan untuk membawa perusahaan melewati tanjakan . Penjualan bulanan mulai meningkat, biaya mengalami penurunan, dan kerugian yang besar pada bulan-bulan awal telah berubah menjadi sejumlah kecil laba pada bulan Desember. Jadi data tahunan terlihat lebih buruk jika dibandingkan dengan data bulanan terakhir. Kesimpulannya, kesenjangan waktu antara pengeluaran uang dan diperolehnya manfaat ternyata lebih lama daripada yang diantisipasi oleh manajer DLeon sebelumnya. Karena alasan diatas, Jaminson dan Campo melihat perusahaan masih memiliki harapan asal dapat bertahan dalam jangka pendek.

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 1

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang masalah yang dihadapi oleh Perusahaan DLeon Inc. Kami merumuskan hal-hal sebagai berikut : 1. Bagaimanakah Analisis posisi keuangan Jamison dan Perbandingannya dengan perusahaan Industri yang lain? 2. Hal apa yang harus dilakukan jamison untuk membuat keuangan perusahaan kembali sehat? 3. Tindakan Apa yang seharusnya diambil ?

1.3 Tujuan Penulisan Tujuan dari Analisis Laporan Keuangan Perusahaan DLeon Inc. adalah 1. Mengetahui posisi keuangan DLeon Inc. dan Membandingkan dengan perusahaan Industri lainnya. 2. Menidentifikasi masalah keuangan DLeon dan menentukan hal yang harus dilakukan DLeon untuk menyehatkan keuangannya kembali. 3. Menentukan tindakan yang harus diambil jamisan untuk mendapatkan dana dari investor dan menjaga kelangsungan perusahaan.

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 2

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Analisis Laporan Keuangan Sebelum mengambil keputusan maka manajer keuangan harus memahami kondisi keuangan perusahaan, untuk itu perlu dilakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan. Analisis laporan keuangan merupakan analisis mengenai kondisi keuangan keuangan perusahaan yang melibatkan Neraca dan Laba Rugi. Neraca ( balance Sheet ) merupakan laporan yang menggambarkan jumlah kekayaan (harta) , kewajiban ( hutang ) dan modal dari suatu perusahaan selama suatu periode tertentu. Neraca dapat dilihatkan sebagai persamaan berikut : Kekayaan = Hutang + Modal Sendiri Sedangkan laba-Rugi ( Income Statement ) merupakan laporan yang menggambarkan jumlah penghasilan atau pendapatan dan biaya dari suatu perusahaan pada periode tertentu. Labarugi dapat dilihatkan sebagai persamaan berikut : Laba/Rugi = Penghasilan Biaya Laporan keuangan yang baik dan akurat dapat menyediakan informasi yang berguna antara lain dalam : - Pengambilan keputusan investasi - Keputusan pemberian kredit - Penilaian aliran kas - Penilaian sumber-sumber ekonomi - Melakukan klaim terhadap sumber-sumber dana - Menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi terhadap sumber-sumber dana - Menganalisis penggunaan dana Dari sudut lain tujuan analisis Laporan Keuangan menurut Bernstein (1983) adalah sebagai berikut: 1. Screening Analisis dilakukan dengan melihat secara analitis laporan keuangan dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger 2. Forcasting Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan dimasa yang akan datang. 3. Diagnosis Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi baik dalam manajemen operasi, keuangan atau masalah lain. 4. Evaluation Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen, operasional, efisiensi dan lainlain 5. Understanding Dengan melakukan analisis laporan keuangan, informasi mentah yang dibaca dari laporan keuangan akan menjadi lebih luas dan lebih dalam.
Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc. Page 3

2.2 Macam-Macam Metode Analisis Laporan Keuangan Dalam Menganalisa laporan keuangan dapat digunakan beberapa metode diantaranya adalah Sebagai Berikut : 1. Analisis Rasio 2. Analisis Common Size 3. Analisis Du Pont 4. Analisis Cross Section 5. Analisis Time Series dan Forecasting Data Keuangan Penjelasannya sebagai berikut 1. Analisis Rasio Rasio adalah hubungan matematis antara dua kuantitas Agar memiliki arti, rasio dalam laporan keuangan harus mengacu pada hubungan yang penting secara ekonomi. Misal, karena ada hubungan yang pentingantara laba dengan aset yang digunakan untuk menghasilkan laba, maka rasio laba terhadap aset menjadi penting untuk dianalisis Analisis rasio dapat dikelompokkan ke dalam 5 macam kategori: a. Rasio Likuiditas (liquidity ratio) b. Rasio Solvabilitas (Solvency ratio) c. Rasio Aktivitas (activity ratio) d. Rasio Profitabilitas (profitability ratio) e. Rasio Pasar (market ratio) 2. Analisis Common Size Adalah analisis dengan pembacaan data-data keuangan untuk beberapa periode (untuk mencari trend-trend tertentu). Analisis common size disusun dengan cara menghitung tiap-tiap rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadi proporsi dari total penjualan (utk laporan laba-rugi) atau dari total aktiva (untuk neraca). a. Analisis common size perusahaan dianalisa dengan melihat trend yang muncul. b. Analisis common size perusahaan selanjutnya dibandingkan dengan analisis common size industri untuk melihat kekuatan dan kelemahan perusahaan. Untuk kekuatan akan diupayakan untuk dipertahankan sedang kelemahan diupayakan untuk diperbaiki. 3. Analisis Du Pont Adalah analisis yang mempertajam analisis rasio dengan memisahkan profitabilitas dengan pemanfaatan aset. a. Analisis Du Pont I: menghubungkan ROA, profit margin, dan perputaran aktiva ROA b. Analisis Du Pont II: memasukkan unsur financial leverage (hutang) Untuk menaikkan ROE dapat dilakukan dengan menaikkan ROA dan/atau menaikkan Hutang. 4. Analisis Cross Section Adalah perbandingan data keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan atau industri yg sejenis Definisi industri sejenis adalah a. Kesamaan dalam jenis bahan baku atau supplier contoh: standar klasifikasi industri listing di BEJ.
Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc. Page 4

b. Kesamaan dari sisi permintaan Kriteria pengelompokan industri didasarkan atas produk yg dihasilkan. Contoh: misal kebutuhan komunikasi, penghasil komputer PC dengan mesin fax bisa bersaing. Kamera dengan HP. c. Kesamaan dalam atribut keuangan Saham-saham yg punya kesamaan atribut bisa dimasukkan dalam satu kelompok, misal: kesamaan 5. Analisis Time Series dan Metode Peramalan Adalah analisis terhadap data historis untuk melihat tren yang mungkin timbul. a. Trend angka selanjutnya dianalisis guna mengetahui apa yang terjadi. b. Trend perusahaan sebaiknya dibandingkan dengan tren industri apakah sudah bergerak lebih baik dari trend industri. Metode Peramalan Ada 2 metode: mekanis dan non mekanis: a. Metode mekanis Menggunakan teknik-teknik yang lebih objektif seperti statistik misal menggunakan model regresi (regresi sederhana /univariate maupun regrese berganda/multivariate) b. Metode non mekanis Menggunakan teknik yang bersifat subjektif dengan menggabungkan banyak pertimbangan untuk menentukan garis tren yang dibuat dengan tangan (pendekatan visual untuk univariate) dan pendekatan analis sekuritas (multivariate). (pertimbangan bisa dari faktor industri, ekonomi, pasar dll) 2.3 Analisis Rasio Keuangan 2.3.1 Pengertian Dan Manfaat Rasio adalah indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan didapat dengan membagi suatu angka dengan angka lainnya. Agar memiliki arti, rasio dalam laporan keuangan harus mengacu pada hubungan yang penting secara ekonomi. Tujuannya adalah memberi gambaran kelemahan dan kemampuan finansial perusahaan dari tahun ketahun. Manfaat Analisa Rasio Keuangan Membantu penganalisis untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan yg bersangkutan.Untuk mengambil manfaat rasio keuangan kita memerlukan standar untuk perbandingan. Salah satu pendekatan adalah membandingkan rasio-rasio perusahaan dengan pola industri atau lini usaha di mana perusahaan secara dominan beroperasi. 2.3.2 Kategori Rasio Analisis rasio dapat dikelompokkan ke dalam 5 kategori Rasio Likuiditas (liquidity ratio), Rasio Solvabilitas (Solvency ratio), Rasio Aktivitas (activity ratio), Rasio Profitabilitas (profitability ratio) dan Rasio Pasar (market ratio) 1. Rasio Likuiditas ( Liquidity Ratio ) Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Ada 2 rasio likuiditas :
Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc. Page 5

a. Rasio Lancar (Current Ratio) Aktiva Lancar Curent Ratio = Hutang Lancar Current Ratio dapat juga dikatakan untuk mengukur sampai seberapa jauh perusahaan mampu melunasi hutang jangka pendeknya seandainya semua aktiva lancar dapat diubah menjadi kas. b. Rasio Cepat (Acid Test Ratio) Kas + Piutang Rasio Cepat = Hutang Lancar Acid test ratio mempunyai perspektif waktu lebih pendek dari Current Ratio karena aktiva yang kurang likuid merupakan komponen aktiva lancar seperti persediaan tidak diperhitungkan dalam mengukur kemampuan membayar hutang jangka pendek. 2. Rasio Leverage keuangan ( Financial Leverage Ratio ) Rasio yang mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang (menggunakan dana dari hutang / pinjaman ). Kreditur akan melihat, proporsi modal sendiri untuk menentukan margin of safety atau rasio leverage menunjukan proporsi penggunaan Hutang guna membiayai investasi, atau merupakan pembelanjaan sebagian dari aktiva dengan menggunakan Hutang, bukan dibelanjai dengan modal sendiri. Rasio leverage didesain untuk dapat memberikan beberapa ukuran kecukupan arus kas dan aktiva dapat memberikan perlindungan kepada kreditur. a. Rasio Utang Terhadap Ekuitas Total Hutang DER = Ekuitas Pemegang saham Semakin tinggi rasio hutang terhadap modal berarti semakin tinggi tingkat leverage dan semakin tinggi pula resiko para kreditur. b. Rasio Utang Terhadap Total Aset Total Hutang Debt Rasio = Total Aset c. Rasio Utang Terhadap Total Kapitalisasi Utang Jangka Panjang = Kapitalisasi d. Rasio Cakupan ( Coverage Ratio) Rasio yang menghubungkan beban keuangan perusahaan dengan kemampuannya untuk melayani atau membayarnya 1) Rasio Kelipatan Pembayaran Bunga ( Time interest earned) EBIT TIE = Beban Bunga

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 6

Semakin tinggi rasio ini, semakin besar kecenderungan perusahaan dapat membayar beban bunga tanpa kesulitan. Selain itu juga menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mengambil utang baru. 2) Rasio Cakupan EBITDA ( EBITDA Coverage Ratio) EBITDA+ Pembayaran Sewa Guna Usaha Rasio Cakupan EBITDA= Bunga+Pembayaranpokok+Pembayaransewaguna 3. Rasio Aktivitas ( Activity Ratio ) Rasio mengukur sejauh mana efisien perusahaan dalam menggunakan sumber-sumber dananya sebagaimana digariskan oleh kebijaksanaan perusahaan. Rasio ini dikenal juga sebagai rasio efisiensi, yaitu rasio yang mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset-asetnya. a. Aktivitas Piutang 3) Rasio Perputaran Piutang (Receivable Turnover) Penjualan Kredit Tahunan Rasio Perputaran Piutang = Piutang Rata-Rata 4) Periode Penagihan Rata-rata (Average collection Period) Hari dalam Setahun ACP = Perputaran Piutang Rasio ini memberitahu rata-rata jumlah hari piutang yang belum dibayar sebelum ditagih ( Lamanya rata-rata waktu perusahaan menunggu pembayaran atas penjualan). Untuk menjaga komparabiitas dengan perusahaan lainnya, piutang yang digunakan bisa saja piutang akhir tahun. b. Aktivitas Utang Utang x Hari dalam Setahun Periode Penangguhan utang Usaha = Pembelian secara kredit tahunan Karena tidak ada info jumlah pembelian kredit selama satu tahun gantinya dapat digunakan: Pembelian secara kredit tahunan = Hp.Penjualan (+)Peningkatan (Penurunan) Persediaan c. Aktivitas Persediaan 1) Rasio Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover ratio) Harga pokok Penjualan Rasio Perputaran Persediaan= Persediaan Rata-Rata Rasio ini berfungsi memberitahu kita berapa kali persediaan usaha telah berputar selama satu tahun. Untuk menjaga komparabiitas dengan perusahaan lainnya, bisa saja penjualan dan persediaan akhir yang digunakan. 2) Perputaran Persediaan dalam hari ( Inventory Turnover in days) Hari dalam Setahun ITD = Perputaran Persediaan
Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc. Page 7

Rasio ini berfungsi memberitahu kita berapa hari rata-rata sebelum persediaan diubah menjadi piutang melalui penjualan 4. Ratio Profitabilitas / Rentabilitas Rasio yang mengukur efektifitas yang ditunjukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan dan atau investasi (Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa efektif pengelolaan perusahaan sehingga menghasilkankeuntungan / rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya ) . a. Profitabilitas atas Penjualan EBIT Margin Laba bruto = Penjualan EAT Margin Laba Neto = Penjualan b. Profitabilitas atas Total Aset 1) Rasio Pengembalian atas total aset Laba Bersih ROA = Total Aset 2) Rasio Kemampuan Dasar Untuk Menghasilkan Laba EBIT BEP = Total Aset c. Rasio Pengembalian Ekuitas Biasa Laba Bersih ROE = Ekuitas Biasa 5. Rasio Pasar (Market value Rations) Sekumpulan rasio yang menghubungkan harga saham perusahaan dengan laba, arus kas dan nilai buku persahamnya. a. Rasio Harga/Laba ( Price/Earning) Menunjukkan jumlah yang rela dibayarkan oleh investor untuk setiap dolar laba yang dilaporkan Harga Persaham P/E = Laba Persaham b. Rasio Harga/Arus Kas ( Price/Cash flow ratio) Menunjukkan jumlah dolar yang akan dibayarkan investor setiap $1 arus kas Harga Persaham Rasio Harga/Arus Kas = Arus kas Persaham EAT+Penyusutan+Amortisasi Arus kas Persaham = Saham Beredar
Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc. Page 8

c. Rasio Nilai Pasar/ Nilai Buku Ekuitas Biasa Nilai Buku Persaham = Saham beredar Harga Pasar persaham Rasio nilai pasar/ nilai Buku = Nilai Buku Persaham Pada buku referesnsi yang lain (Dasar-Dasar Manajemen,Brigham&Houston) mengkategorikan / menggolongkan rasio sedikit bereda. Namun,rasio-rasio yang digunakan sama saja dengan kategori diatas. Kategori itu adalah sebagai berikut : 1. Rasio Likuiditas Adalah rasio yang menunjukkan hubungan antarakas dan aset lancar perusahaan lainnya dengan kewajiban lancarnya a. Current Rasio b. Rasio Cepat (Acid Test Ratio) 2. Rasio Manajemen Aset Adalah Rasio yang mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan mengatur asetnya. a. Rasio Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover ratio) b. Perputaran Persediaan dalam hari ( Inventory Turnover in days) c. Periode Penagihan Rata-rata ( Average Collection Period) d. Rasio Perputaran Aset Tetap Penjualan Neto Rasio Perputaran Aset Tetap = Aset Tetap bersih e. Perputaran Total Aset Penjualan Neto Perputaran Total Aset = Total Aset 3. Rasio Manajemen Utang Adalah rasio yang mengukur seberapa besar Perusahaan didanai dari utang dan seberapa besar kemampuan berusahaan untuk membayar utang dan bunganya. a. Total Utang terhadap Total Aset( Rasio Utang) Total Utang Rasio Utang = Total Aset b. Rasio Kelipatan Pembayaran Bunga ( Time interest earned) c. Rasio Cakupan EBITDA ( EBITDA Coverage Ratio) 4. Analisis Rasio Profitabilitas Adalah Sekelompok rasio yang menunjukkan kombinasi pengaruh likuiditas,manajemen aset dan utang pada hasil operasi a. Profitabilitas atas Penjualan b. Rasio Kemampuan Dasar Untuk Menghasilkan Laba c. Rasio Pengembalian atas total aset
Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc. Page 9

d. Rasio Pengembalian Ekuitas Biasa 5. Rasio Pasar (Market value Rations) Sekumpulan rasio yang menghubungkan harga saham perusahaan dengan laba,arus kas dan nilai buku persahamnya. a. Rasio Harga/Laba ( Price/Earning) b. Rasio Harga/Arus Kas ( Price/Cash flow ratio) c. Rasio Nilai Pasar/ Nilai Buku 2.4 Menyatukan Rasio Persamaan Du Pont Persamaan Du Pont adalah rumus yang menunjukkan bahwa tingkat pengembalian aset yan disebut dengan persamaan dasar dupont dan angka ini menunjukkan tingkat pengembalian aset. ROA = Margin Laba x Peputaran Total Aset Laba Bersih Penjualan ROA = x Penjualan Total Aset Total Aset Multiplier Ekuitas = Ekuitas Biasa Imbal Hasil Atas Ekuitas ROE = Margin Laba x Peputaran Total Aset x Multiplier Ekuitas Penjabaran Perhitungan ROE diatas menunjukkan bahwa margin laba,perputaran total aset dan Penggunaan utang bersama-sama menentukan pengembalian atas ekuitas. Dengan melihat penjabaran ROE diharapkan - Bagian penjualan untuk terus berusaha meningkatan penjualan - Bagian Akun biaya berusaha untuk menekan biaya. - Bagian produksi, pemasaran dan staf keuangan dapat bekerjasama dalam hal perputaran berbagai jenis aset. - Bagian Keuangan dapat menganalisis dampak dari penerapan pendanaan. 2.5 Masalah dan Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan Anlisis rasio memiliki keterbatasan yang membutuhkan perhatian dan pertimbangan lebih lanjut, berikut beberapa potensi dari masalah itu : 1. Kebanyakan perusahaan besar mengoperasikan beberapa devisi dalam industry yang berlainan, dan bagi perusahaan seperti ini akan sulit untuk mengembangkan rata-rata industry yang berarti. 2. Sebagian besar Perusahaan menginginkan hasil diatas rata-rata sehingga hanya mencapai kinerja rata-rata tidak selalu berarti sesuatu yang baik. Sebagai sasaran untuk kinerja tingkat tinggi, akan lebih baik jika berfokus pada rasio rasio pmimpin industry. 3. Inflasi telah mendistorsikan neraca banyak perusahaan, nilai tercatat seringkali sangat jauh berbeda dengan nilai sebenarnya. Inflasi mempengaruhi baik beban penyusutan maupun harga perolehan persediaan. 4. Faktor musiman juga dapat mendistorsikan analisis rasio.

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 10

5. Perusahaan dapat menggunakan teknik window dressing untuk membuat laporan keuangan terlihat lebih kuat. 6. Praktek akuntansi yang berlainan dapat mendistorsikan perbandingan. 7. Sulit mengatakan apakah suatu rasio tertentu itu baik atau buruk. 8. Suatu perusahaan mungkin memiliki beberapa rasio yang terlihat bagus dan beberapa rasio lain yang terlihat buruk sehingga membuat kita sulit membedakan secara keseluruhan apakah perusahaan tersebut kuat atau lemah. 2.6 Faktor- Faktor Kualitatif Beberapa faktor kualitatif yang dipertimbangkan oleh analis ketika mengevaluasi kemungkinan kinerja keuangan suatu perusahaan di masa depan: 1. Keterikatan pendapatan perusahaan dengan pelanggan tunggal. 2. Keterikatan Pendapatan Perusahaan pada produk utama 3. Ketergantung perusahaan pada satu pemasok 4. Prosentasi bisnis perusahaan yang berasal dari luar negeri 5. Persaingan 6. Produk baru 7. Hukum dan peraturan yang berlaku didaerah atau negara tempat perusahaan tersebut didirikan.

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 11

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Analisis Rasio Likuiditas Tahun 2006 1. Current Rasio Aktiva Lancar $ 2.680.112 Curent Ratio = = = 2,34 x Hutang Lancar $ 1.144.800 Berdasarkan data dari neraca dan laporan laba-rugi estimasi tahun 2006dan perhitungan rasionya, Angka rasio lancar perusahaan DLeon Inc. menujukkan sedikit rendah dari angka industri. Namun, angka rasio ini diharapkan ada peningkatan dari tahun 2005 1,2 kali menjadi 2,34 kali. 2. Rasio Cepat (Acid Test Ratio) Kas + Piutang $ 85.632 + $ 878.000 Rasio Cepat = = = 0,84 x Hutang Lancar $1.144.800 Berdasarkan data dari neraca estimasi tahun 2006 dan perhitungan rasionya, Angka rasio cepat perusahaan DLeon Inc. menujukkan sedikit rendah dari angka industri. Namun, angka rasio ini diharapkan ada peningkatan dari tahun lalu 0,4 kali menjadi 0,84 kali. Pada tahun 2004 angka rasio likuiditas perusahaan DLeon Inc. Berada dibawah angka rasio rata-rata industri yaitu 2,3x dan 0,8x sedangkan rasio rata-rata industri 2,7x dan 1x. Dengan aset yang paling likuid nya kas dan piutang perusahaan mampu membayar 85% dari hutangnya dan sisanya 15% perusahaan harus menjual persediaan dan pembayarannya harus segera ditagih. Bisa dikatakan perusahaan ini cukup likuid dan tidaklah terlalu berisiko. Pada tahun 2005 perusahaan meningkatkan total aset lancarnya namun didominasi oleh persediaan. Kenaikan aset lancar ini sayangnya diikuti dengan kenaikan utang lancar, sehingga rasio lancar dan rasio cepat turun drastis hingga 50% yaitu 1,2x dan 0,4x. Angka ini jauh dari rata-rata industri. Dengan aset likuidnya kas dan piutang perusahaan hanya mampu membayar 38,7% dari hutang lancarnya. Jika perusahaan mampu mengkonversi 78,5% persediaannya dalam periode ini, perusahaan baru akan mampu membayar hutang lancarnya. Perusahaan DLeon Inc. Sangat la berisiko karena aset likuid hanya mampu memenuhi 38% utangnya, meski kalau ditambah dengan aset lancar yang tidak likuid perusahaan mampu membayarnya. Namun penjualan sebesar 78,5% dari cukuplah tinggi belum lagi dihadapkan dengan tidak tertagihnya piutang. Estimasi perusahaan untuk tahun 2006 diharapkan perusahaan akan kembali meningkat sebesar tahun 2004 dengan komposisi aset, kewajiban dan modal yang berbeda. Estimasi ini didasarkan pada laporan penjualan bulanan ( yang tidak disajikan) yang terus meningkat di setiap bulannya dan biaya terus menurun setiap bulannya. Jamison mendeteksi kalau pada bulan dan tahun berjalan akan ada pola perbaikan. Jadi pada tahun 2006 jamison dan manajemen DLeon Inc. Mampu meningkatkan rasio nya sebesar tahun 2004 sehingga perusahaan dalam keadaan aman. Manajer, Kreditur dan Investor memiliki minat yang sama terhadap rasio ini. Meski dengan tujuan yang berbeda. Manajer mengunakan rasio ini untuk membantu menganalisis, mengendalikan dan memperbaiki operasi perusahaan dan tentunya manajemen menginginkan
Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc. Page 12

angka yang tinggi sebagai tanggung jawabnya terhadao perusahaan dan para pemegang saham. Kreditur memperlukan analisis ini untuk menentukan pemberian kredit dan kelonggaran pembayarannya. Angka rasio yang tinggi akan membuat para kreditur yakin untuk memberikan pinjamannya, karena aset lancarnya mampu memenuhi pembayaran utangnya. Sedangkan para pemegang saham tertarik dengan prospek efisiensi, risiko dan pertumbuhan perusahaan. Angka rasio yang tinggi akan meyakinkan para investor untuk menanamkan modalnya. 3.2 Analisis Rasio Manajemen Aset Tahun 2006 1. Rasio Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover ratio) Penjualan Rasio Perputaran Persediaan = Persediaan $ 7.035.600 = = 4,1 x $ 1.716.480 Berdasarkan data dari neraca dan laporan laba-rugi estimasi tahun 2006 dan perhitungan rasionya, Angka Rasio perputaran persediaan menunjukkan bahwa Persediaan diputar sebanyak 4,1 kali dalam tahun 2006. Angka ini rendah bila dibandingkan dengan perputaran persediaan rata-rata industri dan bila dibandingkan dengan perputaran tahun 2004 (4,7) dan 2005 (4,8). Bila dibandingkan dengan rata-rata industri ,rasio ini sangat rendah. 2. Perputaran Persediaan dalam hari ( Inventory Turnover in days) Hari dalam Setahun ITD = Perputaran Persediaan 365 = = 89 hari 4,1 Berdasarkan data dari neraca dan laporan laba-rugi estimasi tahun 2006 dan perhitungan rasionya, Angka Rasio perputaran perputaran persediaan dalam hari perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan rata-rata membutuhkan 93,5 hari untuk mengubah Persediaan menjadi kas melalui penjualan dalam tahun 2006. Dalam perhitungan hari perusahaan menunjukkan ketidak efisien nya dalam melakukan penjualan bila dibandingkan dengan perputaran persediaan rata-rata industri dalam hari dan bila dibandingkan dengan perputaran tahun 2004 dan 2005. 3. Periode Penagihan Rata-rata ( Average Collection Period) Piutang Piutang ACP = = Rata-rata penjualan perhari Penjualan tahunan/365 $ 878.000 $ 878.000 = = = 45,6 hari $ 7.035.600 : 365 $ 19.275,6 Berdasarkan data dari neraca dan laporan laba-rugi estimasi tahun 2006 dan perhitungan rasionya, Angka Rasio periode penagihan rata-rata perusahahaan menunjukkan bahwa perusahaan rata-rata membutuhkan 45,6 hari untuk menunggu
Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc. Page 13

setelah melakukan penjualan dan belum menerima kas di tahun 2006. Angka ini kurang baik, karena pada tahun sebelumnya diterima dalam 37,4 hari (2004) dan 38,2 hari (2005) meningkat sehingga kas yang seharusnya sudah diterima tertahan 7,4 hari dan berada jauh diatas rata-rata industri 32 hari. Kemungkinan besar sejumlah pelanggan terlambat pembayarannya dan pelanggan tersebut bisa jadi dalam masalah keuangan, dimana DLeon Inc. Mungkin sama sekali tidak dapat menagih piutangnya ( peningkatan resiko). 4. Rasio Perputaran Aset Tetap Penjualan Neto $ 7.035.600 Rasio Perputaran Aset Tetap = = = 8,6x Aset Tetap bersih $ 817.040 Berdasarkan data dari neraca dan laporan laba-rugi estimasi tahun 2006 dan perhitungan rasionya, angka rasio perputaran aset tetap perusahahaan adalah 8,6x menunjukan perbaikan atau peningkatan dari 6,4x di tahun 2005 serta menunjukkan bahwa DLeon Inc. Lebih intensif dari pada perusahaan lain dalam menggunakan aset tetapnya karena berada diatas dari rata-rata industri 7x. 5. Perputaran Total Aset Penjualan Neto $ 7.035.600 Perputaran Total Aset = = =2x Total Aset $ 3.497.152 Berdasarkan data dari neraca dan laporan laba rugi estimasi 2006 dan perhitungan rasionya, angka rasio perputaran total aset perusahahaan adalah 2x menunjukan penurunan dari 2,1x(2005) dan 2,3x(2004), serta menunjukkan bahwa DLeon Inc. Berada dibawah rasio rata-rata industri 2,6x, yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak menghasilkan cukup penjualan jika melihat total asetnya. Perusahaan seharusnya meningkatkan penjualan, menghapuskan beberapa aset atau gabungan dari langkah-langkah tersebut yang diambil. 3.3 Rasio Manajemen Utang 1. Total Utang terhadap Total Aset( Rasio Utang) Total Utang $ 1.544.800 Rasio Utang = = = 0,44 = 44% Total Aset $ 3.497.152 Berdasarkan data dari neraca estimasi 2006 dan perhitungan rasionya, angka rasio utang perusahaan adalah 44%, yang artinya kreditur memberikan pendanaan kepada DLeon Inc. Sebesar 44% dari total aset perusahaan. Angka ini membaik dari tahun 2005 yang sangat buruk karena 82,8% aset perusahaan didanai dengan hutang yang menjadi tanda bahaya dan membuat DLeon sangat sulit meminjam dana tanpa harus menghimpun ekuitas terlebih dahulu. Bila dibandingkan dengan rata-rata industri 50%, DLeon berada dibawahnya dan menunjukkan bahwa DLeon lebih sedikit menggunakan utang untuk mendanai aset-asetnya bila dibandingkan perusahaan lain. Dan tentunya angka ini akan memberikan kepercayaan kembali kepada kreditur untuk mengucurkan dananya dan memudahkan DLeon dalam meminjam dana.

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 14

2. Rasio Kelipatan Pembayaran Bunga ( Time interest earned) EBIT $ 492.648 TIE = = = 7,04 x Beban Bunga $ 70.008 Berdasarkan data dari Laporan Laba-Rugi estimasi 2006 dan perhitungan rasionya, angka rasio kelipatan pembayaran utang perusahaan adalah 7,04 x. Angka ini menunjukkan perbaikan dari tahun 2005 (-1x), angka rasio yang sangat buruk karena kemampuan untuk membayar utangnya sangatlah rendah dan akan membuat para kreditor melakukan tindakan hukum dan berakhir pada kebangkutan. Bila dibandingkan rasio rata-rata industri DLeon berada diatas(lebih tinggi) rata-rata industri 6,2x, sehingga kepercayaan kreditur akan kembali diperolehnya karena laba operasinya tinggi sehingga mampu memenuhi biaya bunga tahunan atas pinjamannya.( Biasanya rasio ini digunakan oleh para pemegang obligasi dan kreditur utang jangka panjang lainnya) 3. Rasio Cakupan EBITDA ( EBITDA Coverage Ratio) EBITDA+ Pembayaran Sewa Guna Usaha Rasio Cakupan EBITDA= Bunga+Pembayaranpokok+PembayaransewagunaUsaha $ 609.608 + $ 40.000 Rasio Cakupan EBITDA= = $ 649.608 = 5,9 x $ 70.008 + 0 + $ 40.000 $ 110.008 Berdasarkan data dari Laporan Laba-Rugi estimasi 2006 dan perhitungan rasionya, angka rasio Cakupan EBITDA perusahaan adalah 5,9 x. Angka ini menunjukkan perbaikan dari tahun 2005 (0,1x), angka rasio yang sangat buruk karena arus kas perusahaan untuk membayar utang-utangnya. Bila dibandingkan rasio rata-rata industri DLeon berada dibawah (lebih rendah) rata-rata industri 8x, sehingga kepercayaan pemasok dan kreditor jangka pendek masih sedikit sulit diperolehnya. Tapi dengan adanya perbaikan kemungkinan para kreditur akan memberikan kesempatan DLeon untuk membayar utang-utangnya dan tidak mempermasalahkan ke hukum. ( Biasanya rasio ini berguna untuk pemberi pinjaman jangka pendek,yang jarang sekali meminjamkan utang jangka panjang kecuali dengan jaminan). Dari perhitungan ke 3 rasio diatas dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2006, DLeon akan mengalami pola perbaikan dalam kemampaun pembayaran utang bila dibandingkan tahun 2005. Jumlah Aktiva naik lebih tinggi dari jumlah utang-utangnya, karena DLeon mendanai aktiva nya dengan menambah modal. Kepercayaan para kreditor pun akan diperolehnya kembali sehingga memudahkan perusahaan dalam mencari dana tanpa harus menghimpun ekuitas terlebih dahulu. Namun dari analisa Rasio Cakupan EBITDA DLeon masih kurang mendapat kepercayaan dari para pemberi kredit jangka pendek karena arus kas DLeon rendah dibawah rata-rata industri meski sudah ada peningkatan. Setidaknya kmasih ada kesempatan mendapatkan kepercayaan kembali. 3.4 Analisis Rasio Profitabilitas 1. Profitabilitas atas Penjualan EAT Margin Laba Neto = Penjualan
Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

$ 253.584 = $ 7.035.600
Page 15

= 0,036 = 3,6 %

Berdasarkan data dari Laporan Laba-Rugi estimasi 2006 dan perhitungan rasionya, Margin Laba Neto perusahaan adalah 3,6 x. Angka ini jauh lebih baik dari angka tahun 2005 (-2,7%) pada tahun tersebut perusahaan mengalami kerugian yang disebabkan oleh biaya yang tinggi. Biaya operasional yang kurang efisien dan tingginya hutang pada tahun 2005 yang mengakibatkan tingginya utang bunga. Bila dibandingkan dengan rasio rata-rata industri 3,5%, DLeon mampu menyamai industri-industri yang lain bahkan lebih tinggi 0,1%. 2. Rasio Kemampuan Dasar Untuk Menghasilkan Laba EBIT $ 492.648 BEP = = = 0,14 = 14% Total Aset $ 3.497.152 Berdasarkan data dari Neraca dan Laporan Laba-Rugi estimasi 2006 dan perhitungan rasionya, Rasio BEP adalah 14%. Angka ini jauh lebih baik dari angka tahun 2005 (4,6%). Bila dibandingkan dengan rasio rata-rata industri 19,1%, kemampuan DLeon dalam menghasilkan laba buruk. DLeon tidak mendapatkan tingkat pengembalian atas aset setinggi rata-rata perusahaan pengolah makanan ringkan lokal. 3. Rasio Pengembalian atas total aset EAT $ 253.584 ROA = = = 0,072 = 7,2% Total Aset $ 3.497.152 Berdasarkan data dari Neraca dan Laporan Laba-Rugi estimasi 2006 dan perhitungan rasionya, Rasio ROA adalah 7,2%. Angka ini jauh lebih baik dari angka tahun 2005 (5,6%). B0ila dibandingkan dengan rasio rata-rata industri 9,1%, DLeon masih berada jauh dibawah rata-rata industri. Ini bukan lah hal yang baik, tetapi juga tidak berarti buruk, hal ini mungkin disengaja karena kebijakan utang yang ada dan bisa juga karena tingginya biaya operasi. 4. Rasio Pengembalian Ekuitas Biasa EAT $ 253.584 ROE = = = 0,1298 =13 % Ekuitas Biasa $ 1.952.352 Berdasarkan data dari Neraca dan Laporan Laba-Rugi estimasi 2006 dan perhitungan rasionya, Rasio ROE adalah 13%. Angka ini jauh lebih baik dari angka tahun 2005(32,5%) karena pada tahun tersebut perusahaan mengalami kerugian.Bila dibandingkan dengan rata-rata industri 18,2%,DLeon masih berada jauh dibawah industri-industri yang ada. 3.5 Rasio Pasar (Market value Rations) 1. Rasio Harga/Laba ( Price/Earning) Harga Persaham $ 12,17 P/E = = = 12 x Laba Persaham $ 1,014 Berdasarkan data dari Neraca dan Laporan Laba-Rugi estimasi 2006 dan perhitungan rasionya, Rasio P/E adalah 12%. Angka ini jauh lebih baik dari angka tahun 2005(1,4%). Bila dibandingkan dengan rata-rata industri 14,2%,DLeon masih berada dibawah industri-industri yang ada. Ini menunjukkan perusahaan yang dinilai lebih
Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc. Page 16

berisiko dari pada perusahaan industri lainnya, memiliki prospek pertumbuhan kurang baik atau keduanya. 2. Rasio Harga/Arus Kas ( Price/Cash flow ratio) EAT+Penyusutan+Amortisasi Arus kas Persaham = Saham Beredar $ 253.584 + 116.960 = = 1,48 x 250.000 Harga Persaham $ 12.17 Rasio Harga/Arus Kas = = = 8,2 x Arus kas Persaham $ 1,48 Berdasarkan data dari Neraca dan Laporan Laba-Rugi estimasi 2006 dan perhitungan rasionya, Rasio harga/arus kas adalah 8,2x. Rasio DLeon berada dibawah rata-rata industri 11 kali, ini menunjukan bahwa resiko tinggi. 3. Rasio Nilai Pasar/ Nilai Buku Ekuitas Biasa Nilai Buku Persaham = Saham beredar $ 1.952.352 = = $ 7,809 250.000 Harga Pasar persaham Rasio nilai pasar/ nilai Buku = Nilai Buku Persaham $ 12,17 = = 1,56 x $ 7,809 Berdasarkan data dari Neraca dan Laporan Laba-Rugi estimasi 2006 dan perhitungan rasionya, Rasio nilai pasar/nilai buku adalah 1,56x. Rasio DLeon berada dibawah ratarata industri 2,4 kali. Dari perhitungan ketiga rasio pasar, ini menunjukkan bahwa investor menilai lebih rendah terhadap perusahaan DLeon, dapat dilihat nilai rasio ketiganya dibawah rata-rata industri. 3.6 Persamaan Du Pont ROA = Margin Laba x Peputaran Total Aset Laba Bersih Penjualan ROA = x Penjualan Total Aset 253.584 7.035.600 ROA = x = 3,6% x 2,01 = 7,24% 7.035.600 3.497.152 Perhitungan diatas menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh 3,6% atas setiap dolar penjualan dan aset diputar 2,01 kali sepanjang tahun tersebut. Oleh karena itu perusahaan memperoleh pengembalian 7,24% atas asetnya. Total Aset $ 3.497.152 Multiplier Ekuitas = = = 1,79 Ekuitas Biasa $ 1.952.352
Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc. Page 17

Imbal Hasil Atas Ekuitas ROE = ROA x Multiplier Ekuitas = 7,24 x 1,79 = 12,96% = 13% Dari persamaan terlihat bahwa ROE DLeon tergantung pada ROA dan penggunaan Leverage. ROE = Margin Laba x Peputaran Total Aset x Multiplier Ekuitas = 3,6 x 2,01 x 1,79 = 12,95% = 13% Penjabaran Perhitungan ROE diatas menunjukkan bahwa margin laba,perputaran total aset dan Penggunaan utang bersama-sama menentukan pengembalian atas ekuitas. Yang menjadi kekuatan utama perusahaan adalah dari bagian penjualan dengan indikasi rasio yang tinggi mencapai rata-rata industri. Perputaran total aset perputaran total aset perusahaan masih dibilang lemah karena berada dibawah rata-rata indsutri yang mengindikasikan perusahaan kurang memaksimalkan aset yang ada,bisa dikatakan juga aset terlalu berlebih, ini haruslah menjadi koreksi/perbaikan perusahaan. Sedangkan untuk ekuitas cukuplah baik bila dibandingkan dengan perusahaan industri, karena perusahaan lain mendanai asetnya lebih dari 50% dengan modal sendiri,dan rasio utang DLeon berada dibawah rata-rata industri yang artinya penggunaan utang DLeon lebih baik daripada Perusahan lain. Namun bila dibandingkan dengan kontribusinya untuk menghasilkan ROE, keberedaan ekuitas paling kecil sehingga perlu diadakan perbaikan. ( Koreksi akan dibahas 3.6 ) 3.7 Analisa Pengaruh Perbaikan DSO / ACP dan Penyesuaian Persediaan 3.7.1 Analisi Perbaikan DSO/ACP Dari laporan neraca dan laporan laba rugi estimasi 2006, DSO/ ACP diperoleh sebesar 45,6hari. Angka ini kurang efektif, maka Perusahaan harus memperbaiki prosedur penagihannya menjadi rata-rata industri 32hari dengan tidak mempengaruhi penjualan dan ini tentunya akan lebih baik. Kemudian pembayaran piutang yang menjadi digunakan perusahaan untuk membeli kembali sahamnya. Piutang Piutang ACP = = = 32 hari Penjualan tahunan/365 7036/365 Piutang = 32 x 19,28 = 616,85 Pengurangan Piutang = $ 878 $ 616,85 = $ 261,15 Ekuitas Baru = Ekuitas Lama- Saham yang dibeli kembali = $ 1.952 - $ 261,15 = $ 1.690,85 Ekuitas Baru $ 1.690,85 Nilai Buku Persaham = = = $ 6,76 ( BVPS lama $7,809) Saham beredar 250.000 Harga Pasar persaham $12,17 Rasio nilai pasar/nilai Buku = = = 1,8 x (Lama 1,56x) Nilai Buku Persaham $ 6,76

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 18

Sebelum Piutang Usaha Aset Lancar Lainnya Aset Tetap Bersih Total Aset Utang Ekuitas Kewajiban&Ekuitas

Neraca Disederhanakan Seseudah $ 878 Piutang Usaha $ 1.802 Aset Lancar Lainnya $ 817 Aset Tetap Bersih $ 3.407 Total Aset $ 1.545 Utang $ 1.952 Ekuitas $ 3.487 Kewajiban&Ekuitas

$ 616,85 $ 1.802 $ 81 $ 3.235,85 $ 1.545 $ 1.690,85 $ 3.235,85

Dari perhutingan diatas didapatkan nilai buku persaham yang baru setelah adanya perbaikan DSO adalah 6,76/lembar yang sebelumnya 7,089. Ini merupakan hal yang baik,karena semakin kecil BVPS (dengan asumsi harga pasar tetap) akan menaikkan angka rasio nilai pasar/buku. Angka rasio nilai pasar/buku adalah 1,8x lebih tinggi dari sebelumnya 1,56x, ini merupakan hal yang baik karena rasio yang tinggi akan menarik minat investor, meskipun masih berada dibawah rata-rata industri. Untuk laporan posisi keuangan sederhana dapat dilihat perubahan nilai piutang ( dari $ 878 menjadi 616,85 ) dan nilai ekuitas ( $ 1.952 menjadi $ 1.690,85). 3.7.2 Analisis Penyesuaian Persediaan Persediaan di neraca estimasi 2006 adalah $ 1.716.480, nilai ini dapat disesuaikan. Kenaikan Penjualan sebaiknya seiring sejalan dengan Aset perusahaan, kenaikan estimasi penjualan 2006 adalah 16,6% ( $ 6.034.000 menjadi $ 7.035.600) sedangkan Total Aset 22% ( $ 2.866.592 menjadi $ 3.497.152). Agar aset yang tersedia bisa efisien terhadap penjualan kita sesuaikan persediaannya. Sehingga dana untuk persediaan dapat digunakan untuk membeli kembali sahamnya ( mengurangi ekuitas) Jika kenaikan aktiva disesuaikan dengan penjualan adalah : Total aset Baru = $ 2.866.592 + (16,6% x $ 2.866.592) = $ 3.342.425 Selisih Total Aset = $ 3.497.152 - $ 3.342.425 = $ 154.727 Persediaan Baru = Persediaan lama - Selisih/Penyesuaian = $ 1.716.480 - $ 154.727 = $ 1.561.753 Rasio Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover ratio) $ 7.035.600 Rasio Perputaran Persediaan = = 4,5 x $ 1.561.753 Jika hanya penyesuaian persediaan yang digunakan : Ekuitas Baru = Ekuitas Lama- Saham yang dibeli kembali = $ 1.952.352 - $ 154.727 = $ 1.797.625 Penyesuaian ini jelas akan mempengaruhi profitabilitas perusahaan karena akan mengurangi penggunaan dana. Akan berpengaruh pada Rasio pengembalian atas total aset, Rasio BEP dan ROE. Namun tidak akan mempengaruhi laba bersih ( bila biaya penyimpanan persediaan diketahui atau biaya-biaya lainnya diketahui akan mempengaruhi Laba).

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 19

3.7.3 Pengaruh Perbaikan DSO dan Penyesuaian Persediaan Apabila perbaikan DSO digunakan bersama dengan Penyesuaian Persediaan akan mempengaruhi perubahan komposisi Aset dan Ekuitas dengan berbeda dengan estimasi sebelumnya. Tentunya Penyesuaian ini akan lebih menunjukkan keefektifan perusahaan dalam mengelola aset-asetnya dan penggunaan ekuitasnya, sehingga terakhir akan adanya perbaikan ROE dan harga saham. a. Ekuitas Baru =( Saham Biasa ( Kas dr DSO + Peny.Persediaan)) + Laba ditahan =( $ 1.721.176 ($ 261.150 + $ 154.727 )) + $ 231.176 =( $ 1.721.176 - $ 415.877 ) + $ 231.176 = $ 1.305.299 + $ 231.176 = $ 1.536.475 b. Rasio Kemampuan Dasar Untuk Menghasilkan Laba $ 492.648 BEP = = 0,15968 = 16% $ 3.081.275 c. Rasio Pengembalian atas total aset $ 253.584 ROA = = 0,08229 = 8,2% $ 3.081.275 d. Rasio Pengembalian Ekuitas Biasa $ 253.584 ROE = = 0,165 =16,5% $ 1.536.475 e. Rasio Nilai Pasar/ Nilai Buku $ 1.536.475 Nilai Buku Persaham = = $ 6,1459 250.000 $ 12,17 Rasio nilai pasar/ nilai Buku = = 1,98 x $ 6,1459

3.8 Tindakan Kreditur Terhadap DLeon Melihat kondisi perusahaan Dleon pada laporan akhir 2005 memang kondisi perusahaan sangat memprihatinkan. Kita sebagai Suplier dan Petugas Pinjaman bank tentu merasa riskan dengan kondisi perusahaan dan resiko kebangkrutan perusahaan seperti diambang mata. Namun, kita tidak bisa begitu saja memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan kerjasama, kita harus mempertimbangan kan hal-hal yang lain. Jika posisi kami sebagai suplier kami akan tetap melanjutakan hubungan kerjasama dengan DLeon dengan sedikit memperketat kredit,mengurangi jangka waktu pembayaran (90hari-75hari).Sedikit memperketat DLeon tidak akan membuat Dleon memilih suplier lain, karena dengan beralih belum tentu DLeon mendapatkan kelonggaran waktu yang sama, bisa jadi sebagai pelanggan baru ditempat lain hanya diberi waktu 14hari. Dan sebagai petugas bagian kredit bank, akan memberikan kesempatan untuk DLeon dengan memberi tenggang waktu/sedikit kelonggaran karena kalau kita tagih saat itu juga perusahaan mampu membayar seluruhnya.

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 20

Mungkin 2005 bisa dibilang tahun sial buat DLeon, tapi kita lihat ditahun sebelumnya(2004) DLeon adalah perusahaan yang cukup bagus bila dibandingkan dengan perusahaan lain dan mampu bersaing dengan yang lainnya. Selain itu, masalah utama DLeon sebenarnya hanyalah peningkatan Omset penjualan yang tidak sebanding dengan adanya peningkatan pendanaan,s ehingga terjadi pembekakan biaya. Ekspansi pabrik dan promosi Dleon sudah ada hasil tapi belum maksimal. Terlihat dari angka penjualan Dleon yang naik 75,8% dari pada tahun 2004 ke 2005, namun kenaikan ini tidak sebanding dengan kenaikan aset yang mencapai 100%. Seperti halnya juga data bulanan yang diperiksa jamison bahwa penjualan setiap bulannya terus meningkat sampai pada akhir tahun, hanya saja peningkatan ini digunakan menutupi biaya-biaya awal tahun, ini menunjukkan adanya perkembangan baik perusahaan. Bila melihat proyeksi/estimasi 2006 dari DLeon Inc. Ini juga bisa menjadikan bahan pertimbangan kita. DLeon inc. Mempunyai alasan yang kuat ketika membuat estimasi tersebut,dan memperhitungkan segala sesuatunya, tentunya tidak mau lagi mengalami keterpurukan. Estimasi penjualan 2006 hanya naik sekitar 17%, dengan melihat kemampuan awal dalam ekpansi nya yang mampu meningkatkan penjualan sampai pada 75,8% tentunya perusahaan akan mencapai target ini. Dengan iklan dan kantor-kantor yang baru pula membuat konsumen seiring dengan waktu akan mengerti dan mengenal produk. Pertimbangan lain adalah penanaman modal oleh para investor hingga 1,2juta, itu akan cukup membantu operasi kerja perusahaan, sehingga perusahaan terus beroperasi dan membayar bunga ataupun utangnya tepat pada waktunya. 3.9 Analisa 2005 Pada tahun 2005 perusahaan melakukan peningkatan kapasitas pabrik dan kampanye penjualan sebesar-besarnya. Namun, harpan tak sesuai dengan yang dihasilkan akibatnya perusahaan mendapatkan kerugian yang sangat besar. Jika bisa kembali ke tahun 2004 dan melakukan strategi 2005 hal yang seharusnya dilakukan DLeon adalah 1. Melakukan promosi penjualan 2. Pengadaan survey pembeli untuk mengetahui minat mereka terhadap prodruk 3. Membuat target penjualan yang tidak terlalu tinggi 4. Menyesuaikan tingkat kenaikan penjualan yang seiring dan sejalan sesuai dengan presentasi kenaikan volume penjualan. 5. Mendanai Aset-aset tersebut sebagian dari hutang dan ekuitas. Keterangan Neraca Kenaikan Laba ditahan Kebutuhana Dana Debt Ratio Total Utang Modal Sendiri

= ( Margin Laba x Penjualan) ( Deviden x Laba Bersih) = ( 2,6% x 6.034.000 ) ( 25% x ( 2,6% x 6.034.000) = $ 156.884 - $ 39.221 = $ 117.663 = Total Aset ( Total Kewajiban + Total Modal ) = 2.582.383 1.799.960 = $ 782.423 = 60% ( Total Utang / Total Aset = 60% x 2.582.383 = $ 1.549.430 = 2.582.383 - 1.549.430 = $ 1.032.953
Page 21

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

= $ 1.032.953 ( $ 460.000 + $ 321.431 ) = $ 1.032.953 $ 781.431 = $ 251.522 Tamb.Lembar Saham = $ 251.522 : $ 8,5 = 30 Lembar Curent Rasio = 2,3 x $ 1.976.170 2,3 x = $ 255.988 + $ 239.110+ w Wesel = $300.996 Utang Jangka Panjang = $ 1.549.430 Total Utang Lancar = $ 1.549.430 - $ 796.094 = $ 753.336 Berikut neraca proyeksinya Tamb. Modal/emisi
Neraca 31 Des 2004 Aset Lancar Kas Pitang Usaha Persediaan Total Aset Lancar Aset Tetap Kotor Akum.Penyusutan Aset tetap Bersih Total Aset Kewajiban Lancar Utang Usaha Wesel Tagih Akrual Total kewajiban lancar Utang Jangka panjang Total kewajiban Modal sendiri Saham Biasa Laba ditahan Total Modal Total Modal+Kewajiban Penjualan Prosentasi + Penjualan Laba bersih Deviden Debt Ratio Current Rasio Margin Laba Deviden $ 57.600 $ 351.200 $ 715.200 $ 1.124.000 $ 491.000 $ (146.200) $ 344.800 $ 1.468.800 $ $ $ $ $ $ $ $ $ 145.600 200.000 136.000 481.600 323.432 805.032 460.000 203.768 663.768 % to sales 16,78% 10,23% 20,84% 32,75% 14,31% -4,26% 10,05% Neraca sementara 2005 $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ 101.270 617.465 1.257.435 1.976.170 863.256 (257.043) 606.213 2.582.383 255.988 200.000 239.110 695.097 323.432 1.018.529 460.000 321.431 781.431 1.799.960 6.034.000 75,8% Neraca Proyeksi 31 des 2005 $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ 101.270 617.465 1.257.435 1.976.170 863.256 (257.043) 606.213 2.582.383 255.988 300.996 239.110 796.094 753.336 1.549.430 711.522 321.431 1.032.953 2.582.383

4,24% na 3,96% 14,03% na

na 5,94%

$ 1.468.800 $ 3.432.000 $ $ 87.960 22.000 54,80% 2,3x 2,60% 25%

60% 2,3x 2,60% 25% Page 22

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Laporan Laba-Rugi
Penjualan Harga pokok penjualan Beban Lain-Lain Total Biaya Operasi Diluar Penyusutan EBITDA Penyusutan EBIT Beban Bunga EBT Pajak (40%) Laba Bersih EPS DPS Nilai buku per saham Harga Saham Jumlah lembar saham beredar Tarif Pajak Pembayaran sewa guna usaha Pembayaran guna pelunasan Harga Pokok penjualan Bunga 2005 proyeksi $ 6.034.000 $ $ 5.064.225 $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ 519.988 5.584.213 449.787 (110.843) 338.944 $ (77.471) 261.473 104.589 156.884 1,2068 0,2200 7,9450 8,50 130.000 40% 40.000 0 83,9% 5% 2004 3.432.000 2.864.000 358.672 3.222.672 209.328 (18.900) 190.428 (43.828) 146.600 (58.640) 87.960 0,880 0,220 6,638 8,50 100.000 40% 40.000 0 83,9% 3,7%

3.10 Tindakan yang harus diLakukan Jamison Dari analisis keuangan yang telah diatas tindakan dan hal-hal yang harus dilakukan DLeon Inc untuk membuat keuangan kembali sehat adalah 1. Berusaha memperoleh dana agar perusahaan dapat terus beroperasi tanpa harus kekurangan modal. Yang tidak lagi bersumber dari pinjaman, karena itu akan sulit. Dengan cara menarik investor untuk menanamkan modalnya (emisi). Atau bisa juga dengan menjual aset tetap yang dinilai kurang efektif penggunaannya. 2. Merubah kebijakan Piutang yang ada menjadi lebih ketat, yang akan memperlancar penerimaan kas, Sehingga kas yang seharusnya untuk modal kerja dapat digunakan untuk membeli saham biasa dan menurunkan nilai buku saham. (3.6) 3. Menyesuaikan Persediaan barang dagang dengan kebutuhan penjualan, agar biaya produksi berkurang dan anggaran dana pun bisa dialihkan untuk hal lain. Misal membeli kembali saham kembali. (3.6) 4. Berusaha menurunkan biaya produksi, dengan cara mengefisiensikan penggunaan aset yang tersedia dan mengadakan pembelian yang lebih efektif. 5. Memerintahkan bagian penjualan untuk terus menaikkan tingkat penjualan dan memperkenalkan produk lebih dekat. Dengan Gencar melakukan promosi.

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 23

3.11 Neraca, Laporan Keuangan, Analisis Rasio 3.10.1 Neraca


Tahun Aset Kas Piutang Usaha Persediaan Total Aset Lancar Aset tetap kotor Dikurangi akumulasi penyusutan Aset tetap bersih Total Aset Kewajiban dan ekuitas Utang usaha Wesel tagih Akrual Total kewajiban lancar Utang jangka panjang Saham biasa Laba ditahan Total ekuitas Total kewajiban dan ekuitas 2006EP $ 85.632 616.850 1.561.753 $ 2006E 85.632 878.000 1.716.480 $ 2005 7.282 632.160 1.287.360 $ 2004 57.600 351.200 715.200 1.124.000 491.000 146.200 344.800 1.468.800 145.600 200.000 136.000 481.600 323.432 460.000 203.768 663.768 1.468.800

$ 2.264.235 1.197.160 380.120 $ 817.040 $ 3.081.275 $ 436.800 300.000 408.000 $ 1.144.800 400.000 1.305.299 231.176 1.536.475 $ 3.081.275

$ 2.680.112 1.197.160 380.120 $ 817.040 $ 3.497.152 $ 436.800 300.000 408.000

$ 1.926.802 1.202.950 263.160 $ 939.790 $ 2.866.592 $ 542.160 636.808 489.600

$ $ $

$ 1.144.800 400.000 1.721.176 231.176 $ 1.952.352 $ 3.497.152

$ 1.650.568 723.432 460.000 32.592 $ 92.592 $ 2.866.592

$ $

Catatan : E Menunjukkan estimasi. Data tahun 2006 merupakan data peramalan EP Menunjukkan estimasi. Data tahun 2006 merupakan data peramalan yang telah disesuaikan

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 24

3.10.2

Laporan Laba-Rugi
2006EP 7.035.600 5.875.992 550.000 6.425.993 609.608 116.960 492.648 70.008 422.640 169.056 253.584 $ $ $ $ 1,014 0,220 6,146 12,17 250.000 40% 40.000 $ $ $ $ 2006E 7.035.600 5.875.992 550.000 6.425.993 609.608 116.960 492.648 70.008 422.640 169.056 253.584 1,014 0,220 7,809 12,17 250.000 40% 40.000 $ $ $ $ 2005 6.034.000 5.528.000 519.988 6.047.988 13.988 116.960 130.948 136.012 266.960 (106.784) 160.176 1,602 0,110 4,926 2,25 100.000 40% 40.000 $ $ $ $ 2004 3.432.000 2.864.000 358.672 3.222.672 209.328 18.900 190.428 43.828 146.600 58.640 87.960 0,880 0,220 6,638 8,50 100.000 40% 40.000 -

Penjualan Harga Pokok Penjualan Beban Lain-lain Total biaya opr. Diluar peny. EBITDA Penyusutan EBIT Beban Bunga EBT Pajak (40%) Laba Bersih EPS DPS Nilai buku per saham Harga Saham Jumlah lembar saham beredar Tarif Pajak Pembayaran sewa guna usaha Pembayaran dana pelunasan

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 25

3.10.3 Analisa Rasio 2006EP Lancar Cepat Perputaran Persediaan** DSO* Perputaran aset tetap Perputaran total aset Rasio utang TIE Cakupan EBITDA Margin laba BEP ROA ROE Harga/laba Harga/arus kas Nilai pasar/nilai buku 2x 0,64 x 4,5 x 32 hari 8,6 x 2,3 x 49,8% 7,04 x 5,9 x 3,6 x 16% 8,2% 16,5% 12 x 8,2 x 1,98 x 2006E 2,34 x 0,84 x 4,1 x 45,6 hari 8,6x 2x 44% 7,04 x 5,9 x 3,6 % 14% 7,2% 13% 12 x 8,2 x 1,56 x 2005 1,2x 0,4x 4,7x 38,2 hari 6,4x 2,1x 82,8 % 0,1x 0,1x 2,7 % 4,6% 5,6% 32,5% 1,4x 5,2% 0,5x 2004 2,3x 0,8x 4,8x 37,4hari 10x 2,3x 54,8% 4,3x 3x 2,6% 13% 6% 13,3% 9,7x 8x 1,3x Rata-rata Industri 2,7x 1x 6,1x 32 hari 7x 2,6x 50% 6,2x 8x 3,5% 19,1% 9,1% 18,2% 14,2x 11x 2,4x tidak tersedia

Nilai buku per saham $ 6,1549 $ 7,809 $ 4,93 $ 6,64 Catatan :* Perhitungan Hari menggunakan 365 hari Catatan :* Tidak Menggunakan Piutang rata-rata untuk menjaga komparabilitas ** Tidak menggunakan harga pokok penjualan tapi menggunakan penjualan dan tidak menggunakan persediaan rata-rata tapi persediaan akhir, untuk menjaga komparabilitas.

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 26

BAB IV KESIMPULAN 4.1 Simpulan 1. Analisis rasio digunakan oleh tiga kelompok utama yaitu manajer,analisis kredit dan analisis saham. Walaupun dapat memberikan informasi yang berguna sehubungan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan analisis rasio memiliki keterbatasan yang membutuhkan perhatian dan pertimbangan lebih lanjut. 2. Tinggi rendahnya angka-angka rasio pada suatu perusahaan bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya, belum tentu menjadi tolak ukur baik-buruknya perkembangan suatu perusahaan. Dalam analisa rasio pengguna sebaiknya tidak hanya terpaku pada angka-angka saja, melainkan faktor kualitatif harus diperhatikan. 3. Kerugian mutlak yang dialami DLeon inc. Pada tahun 2005, sebenarnya hanyalah kerugian pada awal perluasan usaha ataupun berdirinya perusahaan. Perusahaan mengalami peningkatan penjualan yang cukup pesat namun peningkatan itu tidak seimbang dengan kenaikan asetnya. 4. DLeon mengatasi masalah keuangan perusahaan, denga cara berusaha memperoleh dana dari investor, yang bertujuan meningkatkan ekuitas perusahaan dan digunakan untuk membayar hutang serta mendanai kegiatan operasional perusahaan. 5. Upaya yang dilakukan DLeon menarik investor, mereka menyesuaikan aktiva yang ada dan memaksimalkan penggunaan aset persusahaan. Selain itu, DLeon juga berusaha memperlancar penerimaan arus kas. Dengan kedua kebijakan diatas DLeon mampu meningkatkan ROE, yang seringkali menjadi perhatian khusus para investor.

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 27

DAFTAR PUSTAKA

Van Home James C., Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan, 2012, salemba empat, Jakarta Khasmir, Pengantar Manajemen Keuangan, 2010, kencana, Jakarta Brigham F.Eguene, Houston F.Joel., Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, 2010, salemba empat, Jakarta Helfert A.Erich., Teknik Analisa Keuangan, 1997, Erlangga, Jakarta Harmono Dr., Manajemen Keuangan,2009, bumi aksara, Jakarta

Analisis Laporan Keuangan DLeon Inc.

Page 28