Anda di halaman 1dari 15

BAB III TUGAS KHUSUS

3.1 Judul Tugas khusus yang akan dibahas berikut ini berjudul Menghitung Efisiensi package Boiler Pada Unit Utilitas Plant PT Pusri III Palembang. 3.1.1. Latar Belakang Program pedidikan Indonesia semakin mengalami peningkatan dari zaman ke zaman, semakin banyaknya penemuan-penemuan akan hal baru terbukti menjadi sangat berperan untuk perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, kemajuan ini harus di gebrak sebagai tuntutan dari era globalisasi saat ini agar tidak terhimpit arus. Peningkatan dan kemajuan ini memacu perkembangan pemikiran bahwa proses belajar tidak hanya dilakukan di dalam ruangan kelas, namun juga harus dilakukan dengan cara pengaplikasian langsung ke lapangan sesuai dengan bidang masing-masing, salah satu bentuknya yaitu dengan diadakannya program Kerja Praktek yang telah ditetapkan sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa dalam menamatkan program kuliahnya dijenjang D3 pada Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang Maka dari itu, dalam memenuhi pelaksanaan Kerja Praktek ini, penulis lakukan pada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang pada unit Utilitas Pusri III, dengan mengambil tugas khusus mengenai Efisiensi Package Boiler, dimana untuk mengetahui sejauh bana efiensi panas pembakaran yang disuplai dari gas alam terhadap Boiler Feed Water (BFW) untuk menghasilkan steam. Steam yang dihasilkan ini berguna untuk untuk memenuhi kebutuhan steam pada pabrik ammonia, urea, serta utilitas itu sendiri. Steam ini digunakan sebagai penggerak turbin, pemanas, serta digunakan dalam proses.

3.1.2. Tujuan Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menghitung dan mengetahui efisiensi steam yang memiliki suhu 4000c dan tekanan 42,5 kg/cm3 pada package boiler pada unit utilitas Pusri III. 3.1.3. Manfaat Setelah menganalisa efisiensi steam Package Boiler pada unit utilitas pusri III, maka dapat diperoleh manfaat antara lain : Mampu menganalisa kinerja Package Boiler pada unit Utilitas Pusri III 3.1.4. Perumusan Masalah Dengan pengambilan judul di atas, penulis merumuskan masalah adalah bagaimana pengaruh umpan masuk berupa Boiler Feed Water (BFW), Natural Gas, udara serta suhu untuk dapat menghasilkan steam. 3.1.5. Tinjauan Pustaka Unit pembangkit steam dipabrik utilitas, digunakan boiler, dan ada dua jenis boiler yang dipakai di unit utilitas, yaitu: a. Waste Heat Boiler (WHB) Unit ini dimanfaatkan panas buangan dari gas Turbine generator, jadi merupakan satu rangkaian antara generator dan boiler. b. Package Boiler Unit ini merupakan suatu package yang berdiri sendiri dengan menggunakan panas langsung dari hasil pembakaran gas alam. Package Boiler dilengkapi dengan unit-unit untuk bahan kimia, satack, economizer, super heater, fan, tube boiler, steam drum, flash drum. Panas untuk penghasilan steam di Package Boiler diperoleh langsung dari hasil pembakaran gas alam pada Combustion Chamber.

Sebagai pembangkit steam digunakan suatu alat yang disebut Boiler yang berfungsi mentransfer panas yang dihasilkan dari pembakaran. Persyaratan boiler yang baik antara lain: Dapat menghasilkan jumlah steam maksimum dengan bahan baku bakar yang minimum. Cepat penyalaannya Sambungan-sambungan harus sedikit mungkin. Factor factor yang harus diperhatikan dalam pemilihan boiler: Power dan tekanan kerja yang diperlukan Bahan bakar dan air. Faktor beban yang diterima boiler.

3.2.

Data Spesifik Alat Boiler jenis ini merupakan tipe boiler yang berdiri sendiri dengan sumber

panas utama berasal dari pembakaran fuel (bahan bakar). Package Boiler yang ada di PT Pusri memiliki kapasitas (desain) sebesar 100 ton/jam. Tekanan steam yang dihasilkan adalah 42,5 kg/cm2 dan temperatur 400C. Sumber panas PB berasal dari burner (multi jet type & ring burner) dengan bahan bakar berupa gas alam.

3.3

Data-data untuk Perhitungan

Tabel 1. Data komposisi natural gas inlet package boiler tanggal 10 mei 2012 Parameter CO2 CH4 Hasil 4,5 83,96 Satuan % vol % vol

C 2 H6 C 3 H8 Iso-C4H10 n-C4H10 Iso-C5H12 n-C5H12 C6H14

6,49 3,31 0,57 0,67 0,26 0,15 0,09

% vol % vol % vol % vol %vol % vol % vol

3.3.1 Data-data Steam dan BFW (Boiler Feed Water) tanggal 10 mei 2012 Flow BFW Temperatur BFW awal Temperatur BFW akhir Flow Natural gas Temperatur Natural gas awal Temperatur natural gas akhir Flow steam Temperatur steam awal Temperatur steam akhir : 77,8 ton/jam : 250c : 1150c :4079 ton/jam : 250c : 820 0c :77,5 ton/jam : 250c :4000C

Tabel 2. Heat capacity komponen natural gas Komponen CO2 CH4 A 5,316 4,750 B x 10-2 1,428 1,200 C x 10-5 -0,8362 0,3030 D x 10-9 1,784 -2,630

C2H6 C3H8 i-C4H10 n-C4H10 i-C5H12 n-C5H12 C6H14

1,648 -0,966 -1,890 0,940 -2,273 1,618 1,657

4,124 7,279 9,936 8,873 12,434 10,85 13,19

-1,530 -3,755 -5,495 -4,380 -7,097 -5,365 -6,844

1,740 7,580 11,92 8,360 15,86 10,10 13,78

Tabel 5. Heat capacity komponen natural gas Komponen CO2 CH4 C2H6 C3H8 i-C4H10 n-C4H10 i-C5H12 n-C5H12 C6H14 a 5,316 4,75 1,648 -0,966 -1,89 0,94 -2,273 1,618 1,657 b x 10-2 1,428 1,2 4,124 7,279 9,936 0,873 12,434 10,85 13,19 c x 10-5 -0,836 0,303 -1,53 -3,755 -5,495 -4,38 -7,097 -5,365 -6,844 d x 10-9 1,784 -2,63 1,74 7,58 11,92 8,36 15,86 10,1 13,78

Tabel 6. Panas Pembakaran Komponen natural gas Komponen CO2 CH4 C2H6 C3H8 i-C4H10 %mol 4,5 83,96 6,49 3,31 0,57 Hc (Kj/mol) -983,4 -1743,73 -2489,9 -3225,0

n-C4H10 i-C5H12 n-C5H12 C6H14

0,67 0,26 0,15 0,09

-3235,9 -3937,75 -3981,24 -5055,7

3.4. Teori dan Rumus yang digunakan 3.4.1. Teori Perhitungan Bagian ini menjelaskan evaluasi kinerja boiler (melalui metode langsung dan tidak langsung termasuk contoh perhitungan efesiensi). Parameter kinerja boiler, seperti efesiensi dan rasio penguapan, berkurang terhadap waktu disebabkan buruknya pembakaran, kotornya permukaan penukar panas dan buruknya kualitas bahan bakar dan kualitas air dapat mengakibatkan buruknya kinerja boiler. Neraca panas dapat membantu menidentifikasi kehilangan panas yang dapat atau tidak dapat dihindari. Uji efesiensi boiler dapat membantu dalam menemukan penyimpangan efesiensi boiler dari efesiensi terbaik dan target area permasalahan untuk tindakan perbaikan. a. Neraca Panas Proses pembakaran dalam boiler dapat digambarkan dalam diagram alir energi. Diagram ini menggambarkan secara grafis tentang bagaimana enrgi masuk dari bahan bakar diubah menjadi aliran energi dengan berbagai kegunaan dan menjadi aliran kehilangan panas dan energi. Neraca panas merupakan keseimbangan energi total yang masuk boiler terhadap yang meninggalkan boiler dalam bentuk yang berbeda. 1. Kehilangan gas cerobong : Udara berlebih (diturukan hingga ke nilai minimum yang tergantung dari teknologi berner,operasi kontrol, dan

pemeliharaan).

Suhu gas cerobong (diturunkan dengan mengoptimalkan perawatan (pembersihan), beban, burner yang lebih baik dan teknologi boiler).

2. Kehilangan karena bahan bakar yang tidak terbakar dalam cerobong dan abu. 3. Kehilangan dari blowdown. 4. Kehilangan konveksi dan radiasi.

.b. Efesiensi Boiler Terdapat dua metode pengkajian efesiensi boiler : Metode Langsung : energi yang didapat dari fluida kerja (air dan steam) dibandingkan dengan energi yangterkandung dalam bahan bakar boiler. Metode Tidak Langsung : efesiensi merupakan perbedaan antara kehilangan dan energi yang masuk.

3.4.2. Rumus yang digunakan Tahap-tahap perhitungan : 1. Menghitung neraca massa Menghitung massa Natural gas inlet Menghitung massa udara inlet Menghitung flue gas outlet

2. Menghitung neraca panas Menghitung Q natural gas inlet Menghitung Q BFW inlet Menghitung Q udara inlet Menghitung Q panas pembakaran natural gas Menghitung Q Flue gas Menghitung Q steam

3. Menghitung efesiensi Package Boiler

3.5. Perhitungan A. a. Neraca Massa Natural Gas inlet Flow natural gas inlet Spgr natural gas udara Basis 1jam operasi Flow massa natural gas = flow Ng inlet x Spgr Ng x udara = 4079 m3 x 0,6888 x 1 kg/m3 = 2809,61 kg BM natural gas = (xi . BMi) = (0,045 x 44) + (0,8396 x 16) + (0,0649 x 30) + (0,0331 x 44) + (0,0057 x 58) + (0,0067 x 58) + (0,0085 x 72) + (0,0015 + 72) + (0,0009 x 86) = 19,9088 kg/kmol Mol natural gas = = 4079 m3/jam = 0,6888 = 1 kg/m3

=
= 141,12 kmol Reaksi reaksi yang terjadi :

1. CH4 m : 147,4 r : 147,4 s : -

2O2 294,8 294,8

CO2 147,4 147,4

2H2O 294,8 294,8

2. C2H6 + m : 6,078 r : 6,078 s : -

7/2O2 21,273 21,273

2CO2 + 12,156 12,156

3H2O 18,234 18,234

3. C3H8 + m : 2,11 r : 2,11 s : -

5O2 10,55 10,55

3CO2 + 6,33 6,33

4H2O 8,44 8,44

4. i-C4H10 + m : 0,28 r : 0,28 s : -

13/2O2 1,82 1,82

4CO2 + 1,12 1,12

5H2O 1,4 1,4

5. n-C4H10 + m : 0,32 r : 0,32 s : -

13/2O2 2,08 2,08

4CO2 + 1,28 1,28

5H2O 1,6 1,6

6. i-C5H12 + m : 0,1 r : 0,1 s : -

8O2 0,8 0,8

5CO2 + 0,5 0,5

6H2O 0,6 0,6

7. n-C5H12 + m : 0,058 r : 0,058 s : -

8O2 0,464 0,464

5CO2 + 0,29 0,29

6H2O 0,348 0,348

8. C6H14 + m : 0,029 r : 0,029 s : -

19/2O2 0,2755 0,2755

6CO2 + 0,174 0,174

7H2O 0,203 0,203

Flue gas outlet 1. CO2 Mol CO2 dari hasil reaksi = (mol CO2 reaksi 1 + 2 + 3 +..........+8) = 169,25 Kmol CO2 outlet Total = CO2 hasil reaksi + CO2 inert gas alam = 169,25 Kmol + 2,87 kmol = 172,12 Kmol Massa CO2 2. H2O Mol H2O dari hasil reaksi = (mol H2O reaksi 1 + 2 + 3 +.........+8) = 325,625 Kmol Massa H2O = 5861,25 Kg = 7573,28 Kg

Komposisi Flue gas keluar package boiler CO2 = 12 % CO = 0,07 % O2 = 3,97 % CO2 dalam Flue gas Kmol O2 dalam flue gas = x 1434,3 Kmol = x 172,12 Kmol = 1434,3

= 56,94171 Kmol Massa O2 N2 dalam Flue gas = 1822,13472 kg = CO2 dalam flue gas (O2 dalam flue Gas + CO2 outlet total) =1434,3 (56,94171 + 172,12) Kmol = 1205,2 Kmol Massa N2 = 33745,6 kg

Udara inlet mol O2 untuk pembakaran = mol O2 reaksi (1 + 2 + 3 +...........+8) = 332,0625 Kmol O2 inlet total = (O2 untuk pembakaran + O2 dalam flue gas) = 332,0625 + 56,94171 Kmol Massa O2 N2 inlet Massa N2 B. Neraca Panas Q1 (Q nautral gas inlet) T gas in T ref = 76oC = 349 K = 25oC = 298 K = 12448,13472 kg = N2 dalam flue gas = 1205,2 Kmol = 33745,6 kg

= a + bT + cT2 + dT3 Q = H = n Cp dt = n (aT + Sehingga didapat nilai : Q CO2 = 34765,08727 Q CH4 = 1592117,243 Q C2H6 = 34864,68965 Q C3H8 = 3864,68965 Q i-C4H10 = 356,598 Jadi, Q natural gas inlet = 1667760,378 Kj Q2 (Q udara inlet) T udara masuk T ref = 30oC = 303K = 25oC = 298K Q n-C4H10 = 768,64 Q i-C5H12 = 178,65 Q n-C5H12 = 537,313 Q C6H14 = 307,234 T2 + T3 + T4) (Kj)

Q = H = n Cp dt

Maka : Q O2 Q N2 = 496264,81 Kj = 1871409,83 Kj

Q udara total = Q O2 + Q N2 = 496264,81 Kj + 1871409,83 Kj = 2367674,641 Kj HHV = LHV + nH2O (Hv)H2O HHVCH4 = 983,4 + = 1064,712 Kj/mol (Hv)H2O = 40,656

x (40,656)

HHVC2H6

= 1743,73 + = 1865,7 Kj/mol

x (40,656)

HHVC3H8

= 2489,9 +
= 2652,524 Kj/mol

x (40,656)

HHVi-C4H10

= 3225 +
= 3428,28 Kj/mol

x (40,656)

HHVn-C4H10

= 3235,9 +
= 3439,18 Kj/mol

x (40,656)

HHVi-C5H12

= 3973,75 +
= 4217,686 Kj/mol

x (40,656)

HHVn-C5H12

= 3981,24 +
= 4225,1 Kj/mol

x (40,656)

HHVC6H14

= 5055,7 +
= 5340,292 Kj/mol = (xi . HHvi)

x (40,656)

HHV total

= (0,8396 x 1064,712) + (0,0649 x 1865,7) + (0,0331 x 2652,524) + (0,0057 x 3428,28) + (0,0067 x 3439,18) + (0,0026 x 4217,686) + (0,0015 x 4225,176) + (0,0015 x 4225,176) + (0,0009 x 5340,292) = 1167,49 Kj/kmol Q3 HHV total = 1167,49 kj/kmol x 141,12 kmol = 164756,18 kj

Q4 (Q flue gas)
Q = H = n Cp dt

Q CO2 Q O2 Q CO

= 53511314,7 kj = 2143434,398 kj = 0 ( karena diasusmsi % CO yang terdapat pada flue gas 0%)

Q4 Flue gas = QCO2 + QCO + QO2 = 55654749,69 kj

Q5 ( Qsteam) T steam = 400oC P steam = 43,46 kg/cm2 Massa alir steam = 77,5 ton = 77500 kg Dari steam table (superheated steam) didapat H = 3213,21 kj/kg Maka : Q=mxH = 77500 kg x 3212,21 kj/kg = 248946275 kj Q6 (Q BFW) T BFW = 115oC Flow mass BFW = 423K = 77,8 ton = 77800 kg

Dari steam table (saturated steam) didapat H = 2749,1 kj/kg Maka : Q=mxH = 77800 kg x 2749,1 kj/kg = 213879980 kj

C. Efisiensi Package Boiler =


= =

x 100 % x 100 %
x 100%

= 58,58 %

3.6.

Hasil Neraca Massa Komponen Natural gas Udara : O2 N2 Flue gas : CO2 N2 O2 H2O CO Total 49003,33 7573,28 33745,6 1822,13472 5861,25 0 49002,26472 12448,13472 33745,6 Input (kg) 2809,6 Output (kg) -

Efesiensi Package Boiler 58,58 %