Anda di halaman 1dari 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Pokok Bahasan Alokasi Waktu

: : : :

SMP Laboratorium Undiksha Singaraja Ilmu Pengetahuan Alam VIII/ Genap 7. Memahami Konsep dan Penerapan Getaran, Gelombang, dan Optika dalam Produk Teknologi Sehari-hari. : Alat-alat Optik : 4 JP (4 40 menit)

I. Kompetensi Dasar 7.4 Mendeskripsikan alat-alat ptik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. II. Indikator Pembelajaran 1. Menunjukkan bagian bagian dan fungsi mata sebagai alat optik dengan mengamati gambar. 2. Menggambarkan pembentukan bayangan benda pada retina. 3. Menjelaskan beberapa cacat mata dan penggunaan kaca mata. 4. Menyelidiki ciri-ciri kamera sebagai alat optik. 5. Menjelaskan konsep lup sebagai alat optik. 6. Menjelaskan cara kerja beberapa produk teknologi yang relevan, seperti : mikroskop, berbagai jenis teropong, periskop dan sebagainya. Karakter siswa yang diharapkan yaitu mandiri, jujur, disiplin, kerja sama antar kelompok, tanggung jawab, menghargai pendapat teman, dan teliti. III. Tujuan Pembelajaran Pertemuan I 1. Melalui media gambar, siswa dapat menjelaskan fungsi dari bagian-bagian mata dengan disiplin dan teliti. 2. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat mendeskripsikan proses pembentukan bayangan pada mata dengan kerja sama antar kelompok dan tanggung jawab. 3. Siswa dapat menjelaskan penggunaan kaca mata pada penderita cacat mata dengan tanggung jawab setelah pemberian informasi dari guru. Pertemuan II 4. Melalui media gambar, siswa dapat menjelaskan prinsip kerja kamera dengan mandiri dan jujur. 5. Siswa dapat menjelaskan diagram sinar pembentukan bayangan pada lup dengan menghargai pendapat teman setelah pemberian informasi dari guru dengan mandiri. 6. Melalui diskusi kelas, siswa dapat mendeskripsikan cara kerja beberapa produk teknologi (mikroskop, teropong bintang, teropong prisma, periskop) dengan disiplin dan tanggung jawab.

IV. Uraian Materi Alat-alat Optik Pertemuan I A. Mata 1. Bagian-bagian Mata

Gambar 1. Bagian-bagian Mata a. Kornea Kornea merupakan bagian mata yang bersifat tembus pandang dan berfungsi sebagai pelindung matamu. Agar tetap bening dan bersih, kornea ini dibasahi oleh air mata yang berasal dari kelenjar air mata. b. Cairan Aqueous Di belakang kornea terdapat cairan yang disebut cairan aqueous yang berfungsi untuk membiaskan cahaya yang masuk sehingga terfokus ke lensa mata. c. Iris atau Selaput Pelangi Iris terdapat di belakang kornea dan berpigmen. Pigmen ini menentukan warna pada mata seseorang. Pernahkah kamu melihat seseorang atau binatang memiliki mata berwarna biru, cokelat, atau hitam? d. Pupil Pupil terdapat di tengah-tengah iris. Pupil dapat mengecil dan membesar, seperti fungsi diafragma pada kamera. Pupil membuka dan menutup secara otomatis bergantung pada cahaya yang masuk. Jika cahaya terang, pupil akan mengecil, sedangkan ketika gelap, pupil akan membesar.

Gambar 2. Ukuran Pupil pada Keadaan Normal, Terang dan Gelap e. Retina Retina merupakan selaput yang mengandung sel-sel indera. Retina berfungsi sebagai layar, tempat terbentuknya bayangan, seperti halnya pelat film pada kamera. f. Lensa Kristalin Lensa kristalin merupakan lensa mata yang terbuat dari bahan bening, berserat, dan kenyal. Lensa mata berbeda dengan lensa kamera, tetapi memiliki fungsi yang sama. Pada kamera, untuk memfokuskan bayangan pada pelat film, lensa kamera harus dimajukan atau dimundurkan. Pada mata, untuk memfokuskan

bayangan pada retina, yaitu dengan mencembungkan atau memipihkan lensa. Daya untuk membuat lensa mata cembung dan memipih sesuai dengan jarak benda yang dilihat disebut daya akomodasi. 2. Proses Pembentukan Bayangan pada Mata Mata normal dapat melihat dengan jelas segala sesuatu yang berada pada jarak 25 cm di depan mata sampai di tak terhingga. Pada saat mata melihat sebuah benda yang dekat, lensa mata akan berkontraksi menjadi lebih cembung. Sedangkan pada saat melihat benda-benda di kejauhan, lensa mata berelaksasi sehingga lensa mata menjadi semakin pipih. Hal itu dilakukan agar bayangan benda tepat jatuh di daerah sekitar bintik kuning pada retina. Kemampuan lensa mata untuk berkontraksi dan berelaksasi disebut daya akomodasi mata. Jarak terjauh sebuah benda yang masih dapat dilihat oleh mata disebut titik jauh. Sedangkan, jarak terdekat suatu benda yang masih dapat dilihat dengan jelas oleh mata disebut titik dekat.

Gambar 3. Bayangan yang Dibentuk pada Mata

(a) (b) Gambar 4. Lensa Akan (a) Mengecil Ketika Melihat Benda Jauh dan (b) Membesar Ketika Melihat Benda Dekat B. Cacat Mata dan Penggunaan Kacamata Cacat mata dapat terjadi jika titik jauh dan titik dekat bergeser dari titik jauh dan titik dekat pada mata normal (mata emetrop). Ada tiga macam cacat mata yang disebabkan oleh bergesernya titik jauh atau titik dekat, yaitu rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), dan mata tua (presbiopi). 1. Miopi Miopi atau rabun jauh adalah salah satu jenis cacat mata yang penglihatannya tampak buram jika melihat benda-benda jauh. Hal ini disebabkan bola mata terlalu tebal. Kecilnya daya akomodasi menyebabkan berkas cahaya yang seharusnya tiba di retina berpotongan di depan retina. Dengan kata lain, bayangan berada jauh di depan retina. Untuk menolong cacat mata miopi, kamu harus menggunakan lensa yang dapat menyebarkan sinar agar bayangan tepat di retina. Lensa tersebut adalah lensa cekung atau lensa negatif yang bersifat divergen.

(a) (b) Gambar 5. Orang yang Menderita (a) Cacat Mata Miopi (b) Dapat Dibantu dengan Lensa Cekung 2. Hipermetropi Selain ada orang yang tidak dapat melihat dengan jelas benda-banda jauh, ada pula orang yang tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda dekat (lebih besar dari 25 cm). Cacat mata seperti ini disebut hipermetropi atau rabun dekat. Pada umumnya, rabun dekat disebabkan bola mata yang terlalu datar. Berkas sinar bias yang seharusnya berpotongan di retina akan berpotongan di belakang retina. Akibatnya, penglihatan menjadi buram. Cacat mata rabun dekat harus ditolong oleh lensa yang dapat mengumpulkan sinar sehingga sinar yang masuk dapat difokuskan di retina. Lensa tersebut adalah lensa cembung atau lensa positif.

(a) (b) Gambar 6. Orang yang Menderita (a) Cacat Mata Hipermetropi (b) Dapat Dibantu dengan Lensa Cembung 3. Presbiopi Presbiopi merupakan cacat mata yang lebih banyak disebabkan oleh faktor usia. Orang yang usianya sudah lanjut, daya akomodasinya semakin lemah sehingga lensa mata sukar mencembung secembung-cembungnya dan sukar memipih sepipih-pipihnya. Cacat mata presbiopi adalah cacat mata yang tidak dapat melihat benda-benda jauh atau dekat dengan jelas. Untuk menolong orang yang menderita cacat mata presbiopi, harus digunakan kacamata rangkap. Lensa kacamata rangkap terdiri atas lensa cekung untuk melihat benda-benda jauh dan lensa cembung untuk melihat benda-benda dekat.

Gambar 7. Lensa Rangkap Dapat Membantu Orang yang Memiliki Cacat Mata Presbiop

Pertemuan II C. Kamera Bagian utama kamera adalah sebuah kotak hitam kedap cahaya yang pada salah satu sisinya terdapat pelat film yang sensitif terhadap cahaya dan pada sisi depannya terdapat lubang kecil yang disebut diafragma. Diafragma adalah lubang yang besarnya dapat diatur dan berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk. Nilai diafragma ditunjukkan dengan angka dan biasanya terbalik dengan bukaannya. Dengan demikian, semakin besar angka diafragma, semakin kecil celah diafragma terbuka.

(a) (b) Gambar 8. (a) Kamera dan (b) Skema Kamera Sederhana Pada bagian depan kamera terdapat lensa optik yang terbuat dari lensa cembung. Lensa tersebut berfungsi untuk mengumpulkan cahaya sejajar dari benda sehingga terbentuk bayangan tepat di pelat film. Agar bayangan dari benda yang dekat ataupun yang jauh dapat tepat berada di pelat film maka jarak lensa ke pelat film dapat diatur ke depan atau ke belakang. Alat tersebut dinamakan dengan alat pengatur fokus. Selain pengatur fokus juga ada pengatur kecepatan membuka atau menutup layar. Pada kamera terdapat angka yang menunjukkan kecepatan pembukaan dan penutupan layar. Semakin besar angkanya, semakin cepat penutupan layar. Kecepatan besar digunakan untuk memotret benda-benda yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Terbentuknya bayangan pada pelat film dalam kamera ditunjukkan pada Gambar 9.

Gambar 9. Pembentukan Bayangan pada Kamera Perhatikan sinar-sinar istimewa dari benda pada Gambar 9. Sinar yang melalui pusat optik akan diteruskan dan sinar-sinar sejajar akan dibiaskan melalui titik fokus. Bayangan pada kamera selalu nyata, terbalik, dan diperkecil. Dari sifat bayangan tersebut, di manakah letak bendanya? Tentu harus lebih besar dari pada 2F atau di ruang III. Bayangan yang terbentuk berada di ruang II dan diperkecil. D. Lup Lup atau kaca pembesar biasanya digunakan oleh tukang reparasi arloji (jam) atau untuk melihat benda-benda kecil. Lup adalah alat optik yang paling sederhana karena hanya terdiri atas satu lensa cembung.

(b) Gambar 10. (a) Lup dan (b) Pembentukan Lup Agar mendapatkan bayangan yang sebesar-besarnya, benda harus diletakkan di antara pusat lensa (O) dan titik fokus (F) atau benda selalu di ruang satu (I) sehingga bayangan selalu berada di ruang empat (IV) dengan sifat maya, sama tegak, dan diperbesar. Perbesaran anguler (Ma) pada lup dihitung dengan membandingkan antara sudut dan sudut :

(a)

Karena benda sangat kecil, maka sudut dan juga kecil, maka perhitungan perbesaran anguler menjadi:

dengan: Ma Sn

= Perbesaran anguler = Sudut antara mata dan benda tanpa lup = Sudut antara mata dan benda dengan menggunakan lup = Jarak antara lensa dan bayangan benda dengan menggunakan lup (atau titik dekat mata) = Jarak antara lensa dan benda dengan menggunakan lup

E. Mikroskop Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda renik, misalnya bakteri atau virus. Mikroskop banyak digunakan sebagai alat penelitian. Objek yang diamati dapat diperbesar hingga ratusan kali. Para ahli teknologi menggunakan mikroskop untuk mempelajari struktur kristal suatu logam atau campuran logam. Mikroskop pun digunakan untuk mengamati rangkaian dalam chip komputer dan komponen elektronika yang sangat kecil.

Gambar 11. Mikroskop

Seperti halnya kaca pembesar, komponen utama mikroskop adalah lensa cembung. Kaca pembesar hanya menggunakan satu lensa cembung, sedangkan mikroskop menggunakan beberapa lensa cembung untuk mendapatkan bayangan yang sebesar-besarnya. Pada dasarnya, lensa ini dibagi dua, yaitu lensa okuler dan lensa objektif. Lensa okuler adalah lensa yang dekat mata pengamat, sedangkan lensa objektif adalah lensa yang dekat objek yang diamati, perhatikan Gambar 12.

Gambar 12. Perjalanan Sinar pada Mikroskop Jarak fokus lensa objektif selalu lebih kecil daripada jarak fokus lensa okuler (Fob<Fok). Benda yang diamati diletakkan di depan lensa objektif, yaitu antara titik fokus Fob dan 2Fob atau di ruang dua lensa objektif. Akibatnya, bayangan benda berada di ruang III lensa objektif, bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Bayangan dari lensa objektif harus diletakkan di ruang I lensa okuler atau di antara O dan Fok. Akibatnya, bayangan ada di ruang IV lensa okuler, bersifat maya, sama tegak, dan diperbesar. Dengan demikian, lensa okuler mikroskop dapat berfungsi sebagai lup. Perbesaran pada lensa objektif (Mob) dapat dirumuskan sebagai berikut:

dengan: Mob= Perbesaran lensa objektif Sob = Jarak benda terhadap lensa objektif Sob= Jarak bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif

Perbesaran pada lensa okuler (Mok), untuk mata berakomodasi maksimum:

dengan: Mok= Perbesaran lensa okuler Sn = Jarak benda terhadap lensa okuler Fok = Jarak titik fokus lensa okuler Untuk mata tidak berakomodasi, perbesaran lensa okulernya dapat dirumuskan sebagai berikut:

dengan: Mok = Perbesaran lensa okuler Sn = Jarak benda terhadap lensa okuler fok = Jarak titik fokus lensa okuler Perbesaran total yang terjadi pada mikroskop (M) adalah:

dengan: M = Perbesaran mikroskop Mob= Perbesaran lensa objektif Mok= Perbesaran lensa okuler F. Teleskop Teropong atau teleskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh agar tampak lebih dekat dan jelas. Ada beberapa jenis teropong, yaitu teropong bintang, teropong bumi, dan teropong prisma. Berikut ini adalah uraian tentang jenis-jenis teropong. 1. Teropong Bintang Teropong bintang sederhana terdiri dari dua buah lensa bikonveks, yaitu lensa objektif yang dekat ke benda dan lensa okuler yang dekat ke mata. Benda-benda yang diamati oleh teropong bintang adalah benda-benda yang sangat jauh (seperti bulan, planet, bintang, dan sebagainya), karena itu benda ini dianggap berada di tak terhingga. Benda di tak hingga akan dibiaskan sehingga bayangannya berada di titik fokus lensa objektif. Karena untuk mengamati benda-benda astronomi biasanya diperlukan waktu yang lama, maka diusahakan agar mata tidak berakomodasi agar tidak mudah lelah. Agar mata tidak berakomodasi, maka bayangan dari lensa objektif harus berada tepat di titik fokus lensa okuler. Hal ini menyebabkan titik fokus lensa objektif dan titik fokus lensa okuler berimpit.

Gambar 13. Pembentukan Bayangan pada Teropong Bintang Perbesaran pada teropong bintang adalah:

dengan:

M = Perbesaran teropong fob= Jarak fokus lensa objektif fok= Jarak fokus lensa okuler Panjang teropong bintang adalah:

d = Panjang teropong bintang fob= Jarak fokus lensa objektif fok= Jarak fokus lensa okuler 2. Teropong Bumi Teropong bumi adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda jauh di permukaan bumi. Prinsip kerja teropong bumi sama dengan prinsip kerja teropong bintang. Hanya saja, bayangan yang terbentuk oleh teropong bintang terbalik, dan hal ini akan menyulitkan jika objek yang diamati berada di bumi. Karena itu, pada teropong bumi ditambahkan sebuah lensa bikonveks sebagai pembalik.

dengan:

Gambar 14. Struktur Teropong Bumi Perbesaran pada teropong bumi adalah:

dengan:

M = Perbesaran teropong bumi Sob = Jarak bayangan benda pada lensa objektif fok = Jarak fokus lensa okuler Panjang teropong bumi adalah:

dengan:

d = Panjang teropong bumi Sob = Jarak bayangan benda pada lensa objektif fp = Jarak fokus lensa pembalik fok = Jarak fokus lensa okuler

3. Teropong Prisma Teropong bumi dengan lensa pembalik menjadi relatif panjang. Masalah ini dapat dipecahkan dengan menggunakan prisma sebagai pengganti lensa pembalik. Dengan demikian, teropong bumi yang menggunakan prisma sebagai pembalik disebut teropong prisma.Teropong prisma menggunakan dua buah prisma segitiga yang berfungsi sebagai cermin dengan sudut 90. Prisma ini membalikkan berkas sinar sehingga bayangan benda

yang terbentuk sama besar dan terbalik. Selain itu, dengan menggunakan dua buah prisma, panjang teropong dapat diperpendek.

(a) (b) Gambar 15. (a) Teropong Prisma (b) Pembalikan Sinar pada Prisma V. Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran 2. Metode Pembelajaran

: STAD (Student Team Achievement Division). : Diskusi Informasi, diskusi kelompok, diskusi kelas.

VI. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 40 menit) Sintak Aktifitas Guru Aktifitas Siswa Fase 1 Pembukaan (10 menit) Menyampaikan tujuan a. Memberi salam dan mengabsen a. Menanggapi salam dan memtivasi siswa guru dengan disiplin. b. Memberikan apersepsi, Anak- b. Menanggapi apersepsi anak pada bab sebelumnya kita dan motivasi guru telah mempelajari sifat-sifat dengan tanggung cahaya. Sekarang coba jawab. sebutkan sifat-sifat cahaya! Jadi c. Menyimak informasi dengan memanfaatkan sifat yang diberikan oleh cahaya tersebut keterbatasan guru dengan disiplin. penglihatan manusia dapat terbantu. c. Memberikan motivasi, Anakanak tahukah kalian disebut alat apakah yang cara kerjanya memanfaatkan prinsip pemantulan dan pembiasan cahaya? d. Prasyarat pengetahuan, Siswa mengetahui bahwa fungsi alat optik dan mengetahui alat optik merupakan alat yang memanfaatkan sifat-sifat cahaya untuk keterbatasan penglihatan manusia. e. Menyampaikan tujuan serta prosedur penilaian yang akan

diterapkan dalam pembelajaran. Kegiatan inti (60 menit) Ekplorasi (20 menit) a. Menjelaskan materi secara umum. b. Menanyakan siswa apakah siswa sudah mengerti atau belum (jika belum, maka guru memberi penekanan sekali lagi). c. Membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang. d. Membagikan LKS yang disiapkan oleh Guru pada masing-masing kelompok.

Fase 2 Menyajikan informasi

Fase 3 Mengorganisasikan siswa dalam kelompokkelompok belajar

a. Menyimak materi yang dijelaskan oleh guru dengan disiplin. b. Menanggapi pertanyaan guru dengan disiplin. c. Membentuk kelompok dengan disiplin. d. Menerima LKS dari guru dengan disiplin.

Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Elaborasi (20 menit) a. Menyuruh masing-masing a. Mengerjakan LKS kelompok untuk mengerjakan dengan bekerja sama LKS tersebut. antar kelompoknya b. Membimbing siswa dalam masing-masing. pengerjaan LKS. b. Bertanya apabila c. Menyuruh beberapa perwakilan belum mengerti kelompok untuk membacakan dengan jujur. hasil kerja mereka c. Membacakan hasil d. Memfasilitasi diskusi kelas kerja dengan teliti. d. Berdiskusi dengan disiplin dan menghargai pendapat teman.

Fase 5 Memberi evaluasi Fase 6 Memberi penghargaan

Konfirmasi (20 menit) a. Mengoreksi hasil kerja LKS dari kelompok siswa yang dikoreksi antar kelompok lain dan meluruskan pandangan siswa, memberi penekanan b. Menyuruh siswa untuk menyimpulkan hasil kerja LKS c. Memberikan quis. d. Memberikan penekanan pada materi yang belum jelas. e. Memberikan penghargaan kepada kelompok berupa penambahan nilai pada siswa yang kinerjanya bagus.

a. Memperhatikan penjelasan guru dengan disiplin. b. Menyimpulkan hasil pembelajaran dengan menghargai pendapat teman. c. Menjawab quis dengan jujur. d. Mendengarkan infomasi dengan disiplin. e. Menerima penghargaan dengan disiplin.

Kegiatan Penutup (10 menit) a. Menyuruh siswa menyimpulkan a. Menyimpulkan hasil kembali mengenai pelajaran pembelajaran dengan yang telah dipelajari. menghargai pendapat b. Memberikan informasi tentang teman. pembelajaran minggu depan dan b. Memperhatikan menyampaikan tugas individu informasi yang diberi (PR) yakni mengerjakan LKS oleh guru dengan Canggih. disiplin. c. Menyampaikan salam penutup c. Membalas salam dari guru dengan disiplin. Pertemuan II (2 40 menit) Sintak Aktifitas Guru Aktifitas Siswa Fase 1 Pembukaan (10 menit) Menyampaikan tujuan a. Memberi salam dan mengabsen a. Menanggapi salam dan memotivasi siswa guru dengan disiplin. b. Memberikan apersepsi / b. Menanggapi apersepsi motivasi, Anak-anak ketika dan motivasi guru kita merayakan ulang tahun, dengan tanggung alangkah senangnya jika jawab. perayaan ulang tahun tersebut c. Menyimak informasi didokumentasikan dengan foto. yang diberikan oleh Apakah alat yang digunakan guru dengan disiplin. untuk mengambil gambar foto tersebut? Kita sering menggunakannya, bukan? Coba sebutkan contoh lain alat optik yang dapat membantu kerja manusia! c. Prasyarat pengetahuan Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh alat optik serta menjelaskan fungsinya. d. Menyampaikan tujuan serta prosedur penilaian yang akan diterapkan dalam pembelajaran. Fase 2 Menyajikan informasi Kegiatan inti (60 menit) Ekplorasi (20 menit) a. Menjelaskan materi secara umum. b. Menanyakan siswa apakah siswa sudah mengerti atau belum (jika belum, maka guru memberi penekanan sekali lagi). c. Membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang. d. Membagikan LKS yang

Fase 3 Mengorganisasikan siswa dalam kelompokkelompok belajar

a. Menyimak materi yang dijelaskan oleh guru dengan disiplin. b. Menanggapi pertanyaan guru dengan disiplin. c. Membentuk kelompok dengan disiplin. d. Menerima LKS dari

disiapkan oleh Guru pada masing-masing kelompok. Elaborasi (20 menit) a. Menyuruh masing-masing kelompok untuk mengerjakan LKS tersebut. b. Membimbing siswa dalam pengerjaan LKS. c. Menyuruh beberapa perwakilan kelompok untuk membacakan hasil kerja mereka d. Memfasilitasi diskusi kelas

guru dengan disiplin.

Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar

a. Mengerjakan LKS dengan bekerja sama antar kelompoknya masing-masing. b. Bertanya apabila belum mengerti dengan jujur. c. Membacakan hasil kerja dengan teliti. d. Berdiskusi dengan disiplin dan menghargai pendapat teman.

Fase 5 Memberi evaluasi Fase 6 Memberi penghargaan

Konfirmasi (20 menit) a. Mengoreksi hasil kerja LKS dari kelompok siswa yang dikoreksi antar kelompok lain dan meluruskan pandangan siswa, memberi penekanan. b. Menyuruh siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran. c. Memberikan quis. d. Memberikan penekanan pada materi yang belum jelas. e. Memberikan penghargaan kepada kelompok berupa penambahan nilai pada siswa yang kinerjanya bagus. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Menyuruh siswa menyimpulkan kembali mengenai pelajaran yang telah dipelajari. b. Memberikan informasi tentang pembelajaran minggu depan dan menyampaikan tugas individu (PR) yakni mengerjakan LKS Canggih. c. Menyampaikan salam penutup

a. Memperhatikan penjelasan guru dengan disiplin. b. Menyimpulkan hasil pembelajaran dengan menghargai pendapat teman. c. Menjawab quis dengan jujur. d. Mendengarkan informasi dengan disiplin. e. Menerima penghargaan dengan disiplin.

a. Menyimpulkan hasil pembelajaran dengan menghargai pendapat teman. b. Memperhatikan informasi yang diberi oleh guru dengan disiplin. c. Membalas salam dari guru dengan disiplin.

VII.

Sumber Belajar 1. Media : power point mengenai alat-alat optik dan LKS. 2. Sumber : Buku Siswa Karim, Saeful dkk. 2008. Ilmu Pengetahuam Alam SMP dan Mts kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional halaman 308 317. Wasis dan Sugeng Yuli Irianto. 2008. Ilmu Pengetahuam Alam SMP dan Mts kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. halaman 252 259.

VIII. Penilaian Hasil Belajar a. Aspek yang dinilai : Kognitif dan afektif. b. Jenis Tagihan Kognitif : Tugas individu (PR), tugas kelompok dan quis. Afektif : Sikap melalui karakter bangsa yang diharapkan. c. Teknik Penilaian : tes lisan, tertulis. d. Bentuk Instrument : daftar pertanyaan, rubrik kognitif dan lembar observasi.

Mengetahui, Kepala SMP Lab Undiksha Singaraja

Singaraja, September 2012 Guru Mata Pelajaran IPA

Drs. I Made Resika NIP. 19630729 198411 1 004

Ni Made Dwi Lidyastuti, S.Pd NIP. 19650117 198601 2 001

Pertemuan 1 LEMBARAN KERJA SISWA

Tujuan : 1. Melalui media gambar, siswa dapat menjelaskan fungsi dari bagian-bagian mata dengan disiplin dan teliti. 2. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat mendeskripsikan proses pembentukan bayangan pada mata dengan kerja sama antar kelompok dan tanggung jawab. 3. Siswa dapat menjelaskan penggunaan kaca mata pada penderita cacat mata dengan tanggung jawab setelah pemberian informasi dari guru. Petunjuk : Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar. 1. Perhatikan gambar berikut!

Berilah keterangan pada nomor yang telah ditunjuk serta sebutkan fungsinya! 2. Apakah kamu dapat membaca suatu tulisan pada jarak 10 cm di depan matamu dengan jelas? Mengapa! 3. Pada saat kamu memeriksakan mata kamu, hasil periksaannya dituliskan dalam kategori, misalnya -1, -, -, dan lain-lain. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut? 4. Sebutkan tiga macam cacat mata. Bagaimana cara penanggulangannya?

Pertemuan 1 KUIS Tujuan : 1. Melalui media gambar, siswa dapat menjelaskan fungsi dari bagian-bagian mata dengan disiplin dan teliti. 2. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat mendeskripsikan proses pembentukan bayangan pada mata dengan kerja sama antar kelompok dan tanggung jawab. 3. Siswa dapat menjelaskan penggunaan kaca mata pada penderita cacat mata dengan tanggung jawab setelah pemberian informasi dari guru. Petunjuk : Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar. 1. Pupil adalah alat untuk mengatur cahaya pada mata. Pada kamera, fungsinya sama dengan .... a. lensa b. pelat film c. diafragma d. kotak hitam 2. Mata yang tidak bisa melihat benda dekat disebabkan lensa mata tidak dapat mencembung sehingga bayangan jatuh di belakang retina disebut .... a. mata normal b. mata hipermetropi c. mata miopi d. mata presbiop 3. Seseorang yang tidak dapat melihat benda-benda jauh karena ukuran bola mata yang terlalu tebal disebut cacat mata .... a. miopi b. hipermetropi c. emetropi d. presbiopi 4. Cacat mata presbiopi banyak disebabkan .... a. kecelakaan b. kelelahan c. usia tua d. pembawaan lahir 5. Cacat mata miopi dapat ditolong dengan kacamata .... a. berlensa cembung supaya mengumpulkan sinar b. berlensa cekung supaya dapat mengumpulkan sinar c. berlensa cembung supaya dapat menyebarkan sinar d. berlensa cekung supaya dapat menyebarkan sinar

Pertemuan 2 LEMBARAN KERJA SISWA

Tujuan : 4. Melalui media gambar, siswa dapat menjelaskan prinsip kerja kamera dengan mandiri dan jujur. 5. Siswa dapat menjelaskan diagram sinar pembentukan bayangan pada lup dengan menghargai pendapat teman setelah pemberian informasi dari guru dengan mandiri. 6. Melalui diskusi kelas, siswa dapat mendeskripsikan cara kerja beberapa produk teknologi (mikroskop, teropong bintang, teropong prisma, periskop) dengan disiplin dan tanggung jawab. Petunjuk : Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar. 1. a. Sebutkan bagian-bagian kamera yang fungsinya sama dengan bagian-bagian mata. b. Jelaskan masing-masing fungsinya 2. Gambarkan perjalanan cahaya dan bentuk bayangan pada a. kamera dan b. mata. 3. Sebuah benda diletakkan 6 cm di depan sebuah lup. Jika bayangan yang terbentuk nyata pada jarak 3 cm, tentukan perbesaran lup untuk: a. mata berakomodasi maksimum b. mata tidak berakomodasi 4. Apa perbedaan antara teropong bintang, teropong prisma, dan teropong bumi?

Pertemuan 2 KUIS Tujuan : 4. Melalui media gambar, siswa dapat menjelaskan prinsip kerja kamera dengan mandiri dan jujur. 5. Siswa dapat menjelaskan diagram sinar pembentukan bayangan pada lup dengan menghargai pendapat teman setelah pemberian informasi dari guru dengan mandiri. 6. Melalui diskusi kelas, siswa dapat mendeskripsikan cara kerja beberapa produk teknologi (mikroskop, teropong bintang, teropong prisma, periskop) dengan disiplin dan tanggung jawab. Petunjuk : Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar. 1. Berikut alat optik yang prinsip kerjanya hampir sama dengan mata adalah .... a. kacamata b. kamera c. mikroskop d. lup 2. Alat optik yang dapat melihat benda-benda renik adalah .... a. mikroskop b. lup c. kamera d. periskop 3. Agar bayangan tampak jelas pada lup, benda diletakkan antara F dan O sehingga diperoleh bayangan dengan sifat .... a. maya, diperbesar, dan tegak b. nyata, diperbesar, dan tegak c. maya, diperbesar, dan terbalik d. nyata, diperbesar, dan terbalik 4. Sebuah alat optik yang berguna untuk melihat benda-benda yang jauh agar tampak lebih dekat dan jelas adalah .... a. teleskop b. lup c. mikroskop d. mata 5. Fungsi prisma pada periskop adalah .... a. pengatur bayangan b. pembelokan bayangan c. pembesar bayangan d. pembentukan bayangan

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN AFEKTIF KELOMPOK Mata pelajaran : IPA Kelas : VIII Semester : Ganjil Klp I Nama Siswa 1 Pertemuan ke : Hari/tanggal : Pokok bahasan : Item Penilaian 2 3 Skor 4 Kategori

II

III

IV

Keterangan *) Item Penilaian: (1) Kejujuran Siswa dalam Menjawab Post Test Skor Kriteria Dapat menyelesaikan soal post tes tepat waktu secara mandiri dan tidak kerja 4 sama dengan teman lain. Kurang dapat menyelesaikan soal post tes tepat waktu secara mandiri tetapi tidak 3 kerja sama dengan teman lain. Tidak dapat menyelesaikan soal post tes tepat waktu secara mandiri tetapi tidak 2 kerja sama dengan teman lain. Tidak dapat menyelesaikan soal post tes tepat waktu secara mandiri dan juga 1 kerja sama dengan teman lain.

(2) Kerjasama Siswa dalam Kelompok Skor Kriteria 4 Dapat memberi dan menerima penjelasan dari teman sekelompoknya. 3 Dapat memberi dan tidak dapat menerima penjelasan dari teman sekelompoknya. 2 Sebagian memberi dan menerima penjelasan dari teman sekelompoknya. Tidak dapat memberi dan tidak dapat menerima penjelasan dari teman 1 sekelompoknya. (3) Tanggung Jawab dan Teliti terhadap Jawaban yang Dikemukakan Skor Kriteria Sangat tanggung jawab dan teliti terhadap jawaban yang dikemukakan dengan 4 mengacu pada sumber-sumber yang relevan. Kurang tanggung jawab dan teliti terhadap jawaban yang dikemukakan meskipun 3 sudah mengacu pada sumber-sumber yang relevan. Kurang tanggung jawab dan teliti terhadap jawaban yang dikemukakan dan tidak 2 mengacu pada sumber-sumber yang relevan. Tidak tanggung jawab dan teliti terhadap jawaban yang dikemukakan dan tidak 1 mengacu pada sumber-sumber yang relevan. (4) Sikap disiplin, hormat dan perhatian serta ketekunan siswa selama proses pembelajaran Skor Kriteria Siswa memperhatikan pelajaran dengan seksama, tidak bercanda, dan tekun 4 melaksanakan pembelajaran yang diberikan Siswa memperhatikan pelajaran dengan seksama, sedikit bercanda di kelas, dan 3 kurang tekun melaksanakan pembelajaran yang diberikan. Siswa memperhatikan pelajaran dengan seksama, membuat kegaduhan di kelas, 2 dan tidak tekun melaksanakan pembelajaran yang diberikan. Siswa kurang memperhatikan pelajaran dengan seksama, membuat kegaduhan, 1 dan tidak tekun melaksanakan pembelajaran yang diberikan. Nilai Afektif Siswa (NA) = N. Item (1) + N. Item (2) + N. Item (3) + N. Item (4) Tabel penggolongan aspek afektif (NA) Kriteria Kategori 13 < NA 17 Tinggi 9 < NA 13 Sedang 5 < NA 9 Kurang NA 5 Sangat kurang

No 1 2 3 4