Anda di halaman 1dari 14

Tumor

buli-buli adalah tumor yang didapatkan dalam buli-buli (kandung kemih) yang dapat berbentuk papiler, tumor non invasif (insitur), noduler (infiltrat), atau campuran antara bentuk papiler dan infiltrat. Tumor ini merupakan tumor superfisial. Tumor ini lama-kelamaan dapat mengadakan infiltrasi ke lamina phopria, otot, dan lemak perivesika yang kemudian menyebar langsung ke jaringan sekitar.

Kandung kemih dibagi menjadi beberapa lapisan, yaitu : Epitelium, bagian transisional dari epitel yang menjadi asal datangnya sel kanker. Lamina propria, lapisan yang terletak di bawah epitelium. Otot detrusor, lapisan otot yang tebal dan dalam terdiri dari lapisan-lapisan otot halus yang tebal yang membentuk lapisan dinding otot kantung kemih. Jaringan perivesikal lembut, lapisan terluar yang terdiri dari lemak, jaringan-jaringan, dan pembuluh darah.

keganasan

kedua terbanyak pada sistem urogenitalia setelah karsinoma prostat. Carsinoma buli buli lebih banyak menyerang pria dari pada wanita dengan perbandingan 2:1. Pada tahun 2000, di Amerika Serikat dijumpai lebih dari 53.200 kasus baru dan 12.200 kasus meninggal. Tumor tumor multipel juga sering ditemukan, kira-kira 25% klien mempunyai lebih dari satu lesi pada satu kali penegakan diagnosa.

Staging dan klasifikasi


T = pembesaran lokal tumor primer N = Pembesaran secara klinis M = Metastase jauh

Tipe

dan Lokasi

Tipe tumor didasarkan pada tipe selnya, tingkat anaplasia, dan invasi

Keganasan

buli-buli tejadi karena induksi bahan karsinogen yang banyak terdapat di sekitar kita. Beberapa faktor resiko yang mempermudah seseorang menderita karsinoma buli-buli adalah:

Pekerjaan Perokok Infeksi saluran kemih Kopi, pemanis buatan, dan obat-obatan

Kencing

campur dara yang intermitten Merasa panas waktu kencing Merasa ingin kencing Nyeri suprapubik yang konstan Panas badan dan merasa lemah Nyeri pinggang karena tekanan saraf Nyeri pda satu sisi karena hydronephrosis

P.

Laboratorium Radiologi Cystocopy dan biopsy CT scan atau MRI

Operasi
Radioterapi Kemoterapi

Infeksi

sekunder bila tumor mengalami ulserasi Retensi urine bila tumor mengadakan invasi ke bladder neck Hydronephrosis oleh karena ureter menglami oklusi

Penemuan

dan pemeriksaan dini, prognosisnya baik, tetapi bila sudah lama dan adanya metastasi ke organ lebih dalam dan lainnya prognosisnya jelek.

Nyeri akut b.d. proses penyakit (penekanan/kerusakan jaringan saraf, obstruksi jalur saraf, inflamasi). Risiko infeksi b.d. tidak adekuatnya pertahanan tubuh sekunder dan sistem imun, malnutrisi, dan prosedur invasif. Risiko kerusakan integritas kulit b.d. efek radiasi dan kemoterapi, defisit imunologik, penurunan intake nutrisi, dan anemia. Risiko kekurangan volume cairan b.d. output yang tidak normal (vomitting, diare), hipermetabolik, dan kurangnya intake. Cemas b.d. perubahan status kesehatan, sosio ekonomi, peran dan fungsi, serta bentuk interaksi.

Anda mungkin juga menyukai