Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATA KULIAH PERALATAN TEGANGAN TINGGI KELOMPOK 3 SEMSTER 2 SESI 2 FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO INSTITUT TEKNOLOGI PADANG

Disusun oleh = 1. Candra Solinar 2. Elfi Yendri 3. Isril

NIM. 2011310118 NIM. 2011310119 NIM. 2011310120

Soal = Bab-6 : Trafo Tegangan 1. Apakah fungsi trafo tegangan dalam suatu sistem tenaga listrik 2. Sebutkan jenis-jenis trafo tegangan dan jelaskan prinsip kerja dari masing-masing jenis tersebut. 3. Jelaskan tentang galat / error yang tejadi pada trafo tegangan magnetik dan taro tegangan kapasitif 4. Jelaskan apakah faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan trafo magnetik dan trafo kapasitif 5. Apa saja pengujian yang dilakukan pada trafo tegangan dan apa saja informasi yang harus diketahui oleh pembeli taro tegangan Jawaban = 1. Fungsi Trafo tegangan dalam suatu sistem tenaga listrik yaitu = - Mentransformasikan besaran tegangan sistem dari yang tinggi ke besaran tegangan listrik yang lebih rendah sehingga dapat digunakan untuk peralatan proteksi dan pengukuran yang lebih aman, akurat dan teliti. - Mengisolasi bagian primer yang tegangannya sangat tinggi dengan bagian sekunder yang tegangannya rendah untuk digunakan sebagai sistm proteksi dan pengukuran peralatan dibagian primer. - Sebagai standarisasi besaran tegangan sekunder (100, 100/3, 110/3 dan 110 volt) untuk keperluan peralatan sisi sekunder. - Memiliki 2 kelas, yaitu kelas proteksi (3P, 6P) dan kelas pengukuran (0,1; 0,2; 0,5;1;3) 2. Trafo tegangan terbagi 2 jenis, yakni : a. Trafo tegangan magnetik (TTM) Prinsip kerja : Disebut juga Trafo tegangan induktif. Terdiri dari belitan primer dan sekunder pada inti besi yang prinsip kerjanya belitan primer menginduksikan tegangan kebelitan sekundernya.

Gambar 1. Prinsip Kerja Trafo Tegangan

E1 N 1 a E2 N 2

Dimana: a; perbandingan /rasio transformasi

N1 N 2
N1 = Jumlah belitan primer N2 = Jumlah belitan sekunder E1 = Tegangan primer E2 = Tegangan sekunder

Gambar 2. Rangkaian Ekivalen Trafo Tegangan Dimana: Im = arus eksitasi/magnetisasi Ie = arus karena rugi besi

b. Trafo tegangan kapasitif (TTK) Pada tegangan diatas 110 kV karena alasan ekonomis maka yang digunakan trafo pembagi tegangan kapasitif. Trafo tegangan ini terdiri dari rangkaian seri 2 (dua) kapasitor atau lebih yang berfungsi sebagai pembagi tegangan dari tegangan tinggi ke tegangan rendah pada primer, selanjutnya tegangan pada satu kapasitor ditransformasikan mengunakan trafo tegangan yang lebih rendah agar diperoleh tegangan sekunder. 3. Impedansi alat ukur dan jatuh tegangan pada kumparan trafo tegangan akan menimbulkan galat pengukuran, yaitu galat ratio dan galat sudut fasa. Jika impedansi beban tidak terhingga dan rugi-rugi trafo diabaikan, maka V1 sama dan sefasa dengan V2. Adanya impedansi alat ukur dan trafo membuat besaran dan sudut fasa V1 berbeda dengan V2, perbedaan besaran V1 dengan V2 menimbulkan galat ratio sedangkan perbedaan sudut fasa V1 dengan V2 menimbulkan galat sudut . Batas galat untuk berbagai kelas ketelitian pengukuran di berikan pad tebel berikut.

4. Dalam pemilihan antara trafo magnetik dan trafo kapasitif ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, diantara yang terpenting adalah penggunaannya, penempatan trafo dan biaya. 5. Pengujian tegangan tinggi yan dilakukan terhadap trafo tegangan terdiri atas uji jenis dan rutin. A. Pengujian jenis meliputi : a. Verifikasi terminal dan polaritas b. Pengujian tegangan tinggi ac pada kumparan primer dan sekunder c. Pengukuran galat d. Pengujian kenaikan suhu e. Pengujian tegangan tinggi impuls f. Pengujian tegangan tinggi ac pada kapasitor dan trafo penengah g. Pengukuran galat frekwensi h. Peyetelan jarak sela pelindung i. Pengujian fero-resonansi j. Penujian hubung singkat sisi primer B. Pengujian rutin yang terdiri dari : a. Verifikasi dan polaritas b. Pengujian tegangan tinggi ac pada kumparan primer dan sekunder d. Pengujian tegangan tinggi impuls e. Pengujian tegangan tinggi ac pada kapasitor dan trafo penengah f. Pegukuran galat frekwensi g. Penyetelan galat sela pelindung Dalam setiap pembelian trafo tegangan perlu diberikan informasi yang lengkap tentang sistem dan iklim kawasan dimana trafo tegangan akan di pasang, diantara informasi tersebut : a. Tegangan sistem dan pembumiannya b. Tingkat isolasi

c. Jumlah fasa dan hubungannya d. Frekwensi e. Perbandingan transformasi f. Kapasitas keluaran perfasa g. Kelas ketelitian h. Faktor tegangan dan tenggang waktunya i. Pembumian trafo tegangan j. Jenis pasangan dan kondisi lokasi pemasangan k. Batas dimensi l. Penggunaan