Anda di halaman 1dari 15

APLIKASI MAPLE PADA KALKULUS 1

PENGANTAR MAPLE Maple merupakan salah satu software aplikasi matematika yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam matematika dan sains. Maple juga merupakan salah satu software yang mudah untuk digunakan. Cukup dengan mengetikkan soal pada command window lalu menekan enter maka jawaban secara otomatis akan muncul. Semua orang bisa menggunakan aplikasi maple ini dengan mudah. Maple digunakan untuk menyelesaikan persoalan matematika, diantaranya yaitu pada aljabar, kalkulus, matematika diskrit, numerik dan masih banyak lagi yang lainnya. Di dalam maple terdapat fasilitas untuk membuat grafik, baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Grafik yang dihasilkan dapat dipindah ke dalam dokumen lain atau di copy paste ke dalam Microsoft word. Perintah-perintah pada maple sangat mudah dan sederhana dan dapat dipahami oleh siapa saja. Bahkan pengguna pemula sekalipun. Sehingga maple cocok digunakan tidak hanya untuk komputasi matematika melainkan juga dapat dimanfaatkan untuk proses pemahaman dan pembelajaran sains. Dengan proses perhitungan dan visualisasi grafik dalam maple akan dapat memudahkan siapa saja dalam memahami konsep-konsep dasar matematika. Ada beberapa kelebihan pada maple yaitu penggunaannya tidak hanya melakukan operasi pada matematika secara numerik tetapi juga secara simbolis. Jadi, maple juga dikenal sebagai simbolik manipulation language. Menghitung dengan program maple bisa dilakukan secara langsung. Apabila ingin menulis pernyataan matematis, ganti menu toolbar menjadi Math kemudian diakhiri dengan tanda titik-koma (;). Selanjutnya, tekan tombol (enter) untuk mengeksekusi baris yang berisi pernyataan matematis tadi dan hasilnya akan diperlihatkan dibawahnya dengan tulisan warna biru. Apabila ingin menyembunyikan output yaitu pernyataan tertulis dalam warna biru dan cukup diakhiri dengan tanda titik-dua (:) pada pernyataan yang tertulis. Dalam melakukan perkalian, yang diketik adalah tanda bintang (*) tetapi yang tampak adalah tanda titik (.). Pada perpangkatan, yang diketik adalah (^) tetapi secara otomatis yang terlihat adalah superscript. Maple juga dapat melakukan perhitungan pecahan tanpa harus mengkonversikannya ke dalam desimal telebih dahulu. Banyaknya jumlah digit pada maple tidak terbatas sebagaimana dalam kalkulator.

Variabel yang sudah digunakan, akan selalu diingat oleh Maple. Untuk menggantikan nilai variabel tersebut, cukup dengan mendefinisikan yang baru dengan cara yang sama seperti pendefenisian sebelumnya yaitu dengan menggunakan titik dua (:) dan sama dengan (=). Isi pendefenisian yang terakhirlah yang merupakan isi dari variabel tersebut. Apabila sudah banyak variabel yang digunakan dan akan dibersihkan atau dihapus seluruhnya, kita dapat melakukan dengan perintah restart. Seperti pada matematika, terdapat nilai yang tidak terdefinisi. Untuk hal tersebut, maka maple akan menampilkan pesan error. Sebelum masuk ke perintah-perintah yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah, khususnya untuk Kalkulus I, terlebih dahulu kita harus memahami lingkungan Maple. Saat pertama kali menjalankan, Maple akan langsung membuka jendela perintah (command window) dan di sebelah kiri ada tanda [>, pertanda Maple siap menerima perintah.

Aturan Dasar Setiap akhir baris perintah harus diakhiri dengan tanda titik koma (;) dan untuk eksekusi perintah digunakan tombol Enter.

Maple bersifat sensitif Arti dari sensitif adalah Maple membedakan perintah yang ditulis dengan huruf besar dan perintah yang ditulis dengan huruf kecil, secara khusus perbedaan ini hanya ada di huruf pertama perintah. Secara umum, perintah yang diawali dengan huruf besar digunakan untuk mendefinisikan atau membentuk permasalahan matematika sedangkan perintah yang diawali dengan huruf kecil digunakan untuk mencari atau menghitung nilai operasi yang kita inginkan. Contoh: perintah Diff( ) digunakan untuk membentuk turunan suatu fungsi. perintah diff( ) digunakan untuk mencari turunan suatu fungsi. Penerapan di Maple untuk , akan dicari turunan dari [> Diff(x^2,x); [> diff(x^2,x); diawali huruf besar, membentuk turunan dari. diawali huruf kecil, mencari turunan dari.

Dalam satu baris perintah bisa dimuat lebih dari satu perintah. Contoh: [> Int(x^3+1,x);

[> value(%); [> Diff(2*x^2,x); [> value(%); Daripada menuliskan tiga perintah dalam tiga baris yang berbeda, akan sangat efisien kalau dituliskan dalam satu baris saja. [> Int(x^3+1,x); value(%); Diff(2*x^2,x); value(%); Output dari Maple akan dituliskan berurutan dari atas ke bawah sesuai urutan perintah.

DASAR MAPLE Dalam Maple setiap perintah akan berbentuk perintah( ); perintah di sini menyesuaikan perintah yang digunakan. Di dalam kurung berisi permasalahan matematika, dan parameter yang diperlukan.

Memanggil Menu Help. Untuk memanggil menu Help, kita bisa gunakan pada bagian menu, yaitu bagian paling atas dan paling kanan. Atau cara yang lebih cepat, kita bisa juga memanggil Help langsung dari jendela perintah. Caranya ketikkan tanda tanya " ?" diikuti bagian yang ingin kita tanyakan. Contoh : > ? diff Perintah di atas meminta Maple menunjukkan menu Help untuk diferensial (turunan). Untuk perintah memanggil Help, kita tidak perlu menambahkan tanda titik koma " ;" diakhir perintah. > ? plot Perintah di atas untuk memanggil Help untuk plot. Jika kita tidak menambahkan bagian yang ingin kita tanyakan, artinya kita hanya mengetikkan tanda tanya, maka Maple akan membukakan Help untuk deskripsi syntak, tipe data, dan function yang ada di Maple. >?

MAPLE UNTUK KALKULUS I


FUNGSI KOMPOSISI Syntak yang digunakan adalah (f@g)(x);. f , g : sebarang fungsi x : variable Contoh: [> f:=x^2+5; [> g:=2*x^3+2*x; [> (f@g)(x); Perhatikan, hati-hati membedakan tanda perkalian x dengan variabel x.

MENGGAMBAR GRAFIK FUNGSI. Satu fungsi dalam satu sumbu koordinat XOY.

Syntak yang digunakan adalah plot( f(x) , x = a..b , y = c..d , color = warna , style = style); f(x): fungsi yang akan dibuat grafiknya. x : variabel

a..b: range sumbu X c..d : range sumbu Y * color: warna grafik, dalam bahasa inggris * style: style grafik, ada 3 macam, point(titik), line(garis), dan patch( ). * Bagian yang bertanda star ( * ) bersifat opsional, jadi boleh tidak ditambahkan. Bahkan adanya penambahan perintah range Y bisa mengakibatkan Maple tidak mengenali perintah tersebut. Inilah kelemahan Maple. Kelemahan Maple adalah tidak stabil dan manajemen memorinya kurang bagus, sehingga terkadang menghasilkan hasil komputasi yang salah atau bahkan tidak mampu menyelesaikannya. Contoh: 1. Gambarlah grafik fungsi untuk pada interval [-2,3] > plot(x^3+2,x=-2..3); > plot(x^3+2,x=-2..3,y=-8..30,color=blue,style=point); Lebih dari satu fungsi dalam satu sumbu koordinat XOY.

Syntak yang digunakan adalah plot( [f 1(x), f2(x), ... ] , x = a..b , y = c..d , color = [warna1,warna2, ... ] , style=[ style1, style2,... ] ); f1(x), f2(x), ... : fungsi pertama, fungsi kedua, dst... Contoh: 1. Butlah grafik fungsi untuk , dan pada interval [-1,3]. Warna fungsi pertama adalah biru dengan style garis, warna fungsi ke dua merah dengan style titik, dan fungsi ke tiga berwarna hijau dengan style patch. > f1(x):=x^2-3; f2(x):=2*x+3; f3(x):=x^3+1; > plot([f1(x),f2(x),f3(x)],x=-1..3,color=[blue,red,green],style=[line,point,patch]);

LIMIT. Syntak yang digunakan adalah Limit( f(x), x=a , arah );dan limit( f(x), x=a , arah ); f : formula yang akan dicari limitnya x: variabel a: titik limit, infinity untuk dan -infinity untuk arah: arah limit, left (kiri), right(kanan), real, dan complex. Bersifat opsional (pilihan), jadi boleh tidak dituliskan pada baris perintah. Contoh: 1. Carilah limit kiri dari untuk [> Limit(1/x,x=0,left) = limit(1/x,x=0,left); 2. Carilah limit dari untuk [> f(t):=(2*t^3+2*t+7)/(5*t^3+3*t^2+t); [> Limit(f(t),t=infinity) = limit(f(t),t=infinity);

FUNGSI KONTINU. Uji kontinuitas. Untuk mengetahui apakah suatu fungsi kontinu atau tidak, Maple menyediakan fasilitas iscont. Ada 3 macam, yaitu:

iscont(

Output dari Maple adalah true jika kontinu, dan false jika tidak kontinu. Contoh: [> iscont( 1/x, x=1..2 ); [> iscont( 1/x, x=-1..1 ); [> iscont( 1/x, x=0..1 ); [> iscont( 1/x, x=0..1, 'closed' ); [> iscont( 1/(x+a), x=0..1); Output Fail menunjukkan bahwa uji kontinuitas tidak bisa dijalankan karena fungsi yang diberikan tidak fixed atau tidak diberikan secara pasti. Dalam contoh di atas, nilai a tidak diberikan, sedangkan nilai amenentukan hasilnya, kontinu atau tidak.

MENCARI TITIK-TITIK DISKONTINU. Jika ternyata uji kontinuitas menghasilkan jawaban False, tentu bagian yang menarik adalah untuk mengetahui dimana titik-titik diskontinunya. Syntak yang digunakan adalah discont( f, x );. Contoh: [> discont(1/x,x); [> discont((x+1)/(1-x^2),x);

TURUNAN Turunan Eksplisit Syntak yang digunakan adalah Diff ( f(x) , x );digunakan untuk membentuk turunan dari f(x)terhadap x. Disini, turunan tergantung fungsinya, jika fungsinya adalah fungsi xmaka turunannya juga terhadap x, demikian pula jika fungsinya adalah fungsi tmaka turunannya juga terhadap t. Contoh: Akan dicari turunan dari dan [> Diff(3*x^2+2*x,x); membentuk turunan

[> diff(3*x^2+2*x,x); mencari tutrunannya [> Diff(sqrt(u^2+1),u); [> diff(sqrt(u^2+1),u);

Jika salah memasukkan parameter maka hasilnya juga akan salah. Contoh: [> Diff(x^2,t); [> diff(x^2,t); akan dianggap sebagai konstanta, sehingga turunannya adalah 0.

Turunan Implisit. Syntak yang digunakan adalah implicitdiff( f, y, x);. f : fungsi implisit y, x : variabel Perintah diatas digunakan untuk mencari , sehingga urutan penulisan adalah y dahulu, baru kemudian x. Jika akan dicari , tentu saja urutan penulisan harus dibalik, sehingga menjadi implicitdiff( f, x, y);. Perhatikan, dalam hal ini tidak ada perintah Implicitdiff (diawali dengan huruf besar). Contoh: 1. Carilah dan dari fungsi implicit xy^2+ xy= 10. [> F:=x*y^2+x*y=10; (membentuk fungsi implisit) [> implicitdiff(F,y,x); (mencari ) [> implicitdiff(F,x,y); (mencari ) 2. Carilah turunan implisit dari fungsi implicit y+ cos( xy^2) + 3x= 4. [> g:=y+cos(x*y^2)+3*x=4; (membentuk fungsi implicit [> implicitdiff(g,y,x); (mencari ) [> implicitdiff(g,x,y); (mencari ) 3. Carilah dari fungsi implisit [> H:=y^2/x^3-1=y^(3/2); [> implicitdiff(H,y,x);

NILAI EKSTRIM Nilai Maksimum Fungsi Sintak: maximize(expr, syarat); Contoh:

1. Carilah nilai maksimum fungsi y= 3x^3 2x^2 3 pada interval [0,5]. [> maximize(3*x^3-2*x^2-3, x=0..5); Jika ingin diketahui lokasi titik maksimum, maka pada baris perintah tambahkan perintah location. [> maximize(3*x^3-2*x^2-3, x=0..5, location); Jadi, titik maksimum fungsi y= 3x^3 2x^2 3 pada interval [0,5] adalah (x,y)=(5,322).

Nilai Minimum Fungsi Sintak minimize(expr, syarat); Contoh: Carilah nilai mimimum dan titik minimum fungsi y= x^2+ cos x, pada interval [0,3] [> minimize(x^2 + cos(x), x=0..3); [> minimize(x^2 + cos(x), x=0..3,location); Untuk syarat kadang bisa dihilangkan. Contoh : [> minimize(x^2-14,location); [> maximize(x^4+x^3-x-5,location); Sehingga akan dilakukan penghitungan pada interval (-,).

BEKERJA DENGAN PAKET Maple sudah menyediakan bayak paket (packages) yang bisa digunakan untuk membantu komputasi kita, karena dialamnya sudah disediakan function atau perintah yang bisa langsung digunakan. Satu paket yang ditujukan untuk kalkulus adalah paket student. Secara umum, untuk memanggil paket, digunakan perintah with(nama_paket);. > with(student);

Gradien garis. Untuk mencari gradient atau kemiringan suatu garis, Maple menyediakan perintah dengan syntax slope( persm , y, x); persm : persamaan

y, x : variabel Urutan ydan xmenentukan bagaimana fungsi tersebut dilihat. slope( persm , y

Contoh: Diberikan persaman fungsi 2y+ 4 = x 3. [> slope(2*y+4 = x-3, x, y); [> slope(2*y+4 = x-3, y, x);

Garis Singgung. Untuk melihat garis singgung suatu kurva pada suatu titik, digunakan perintah showtangent (f(x), x = a);. f(x) : fungsi x : variabel a : titik singgung Contoh: [> showtangent(x^2,x=2); [> showtangent(x^3+x+7,x=6); 4.3. Titik Potong Kurva. Syntak : intercept(persm); intercept(persm1, persm2, {x, y}); persm : persamaan persm1, persm2 : persamaan1, persamaan2 x,y : variabel Jika digunakan perintah yang pertama, secara default Maple akan menghitung titik potong pada sumbu Y, artinya dengan memasukkan nilai x=0. Contoh: [> intercept(y=x^2-4); Hasil di atas akan sama dengan hasil berikut ini. [> intercept(y=x^2-4,x=0);

Namun jika sekarang variabel y yang diberi nilai, maka hasilnya adalah sebagai berikut. [> intercept(y=x^2-4,y=0); Jika x = 3, outpunya adalah [> intercept(y=x^2-4,x=3); atau sama saja dicari nilai y saat x = 3. Perintah yang ke dua digunakan untuk mencari titik potong dua kurva. Contoh: 1. Carilah titik potong kurva y= sin x dan y= cos x [> intercept(y=sin(x),y=cos(x),{x,y}); 2. Carilah titik potong kurva antara y= x^3+ x dengan y= x [> intercept(y=x^3,y=x,{x,y}); Hati-hati menggunakan perintah yang termasuk dalam paket. Beberapa perintah yang termuat dalam paket bisa digunakan tanpa memanggil paketnya terlebih dahulu, namun beberapa perintah yang lain mengharuskan untuk memanggil paketnya terlebih dahulu. Untuk perintah slope, showtangent, dan intercept, paket student harus sudah dipanggil sebelumnya. Pemanggilan paket cukup dilakukan satu kali, pada Maple versi 7 selama belum restartmaka paketnya akan selalu siap. Jika kita melakukan restart maka harus dilakukan pemanggilan paket lagi.

LEBIH JAUH DENGAN MAPLE

Metode Pemecahan Masalah. Akan dicari turunan dari , terhadap x. Permasalahan ini jika diselesaikan dalam Maple bisa kita tuliskan sebagai berikut. [> Diff((a*x+b)/sqrt(a*x^2+b*x+c),x); Perintah diatas adalah untuk mendefinisikan permasalahan. Kemudian kita cari penyelesaiannya. [> diff((a*x+b)/sqrt(a*x^2+b*x+c),x); Pada bagian f(x) kita harus menuliskan formula yang begitu panjang. Dengan semakin panjangnya formula maka kita harus lebih teliti menuliskan formula agar permasalahan yang dibentuk sesuai dengan yang kita inginkan. Dengan demikian memperbesar kemungkinan bagi kita untuk melakukan kesalahan mendefinisikan permasalahan.

Salah satu cara yang ampuh untuk memperkecil kesalahan ini adalah dengan memecah permasalahan, yaitu kita mendefinisikan satu permasalahan menjadi beberapa tahap identifikasi. Tahap 1. Pembentukan f(x), (ingat.. gunakan tanda := ) [> f(x):=(a*x+b)/sqrt(a*x^2+b*x+c); Tahap 2. Pendefinisian permasalahan. Karena kita sudah membentuk f(x), maka untuk selanjutnya kita tinggal memanggil namanya saja. [> Diff(f(x),x); Tahap 3. Menyelesaikan masalah. [> diff(f(x),x); Dalam hal ini, f(x) hanyalah sebuah variabel yang tentu saja namanya bisa kita ganti menurut keinginan kita, misalnya diganti dengan y, atau g(t)jika fungsinya didalam t.

Menyatukan Permasalahan dengan Penyelesaian. Sebelumnya kita selalu mendefinisikan permasalahan, setelah itu baru kita cari penyelesaiannya dalam baris perintah yang berbeda. Tentunya kita ingin agar hasil komputasi di Maple mirip seperti pekerjaan manual kita. Misalnya suatu permasalahan kemudian kita ingin di sebelah kanan adalah langsung penyelesaiannya dengan diawali tanda sama dengan( = ). Hal ini bisa kita lakukan di Maple, yaitu setelah kita definisikan permasalahan, berikutnya tanpa harus ganti baris perintah, langsung kita tuliskan perintah untuk mencari hasilnya dengan dipisahkan dengan tanda sama dengan ( = ). Contoh: Akan dicari turunan dari . Untuk definisi, kita gunakan Diffdan untuk mencari turunnanya kita gunakan diff. [> Diff(2*x^4+3*x+7,x) = diff(2*x^4+3*x+7,x); Mengapa tidak kita gunakan tanda titik dua sama dengan? tanda titik dua sama dengan digunakan untuk memberi nilai suatu variabel, jadi sebelah kiri adalah sebuah variabel. Sedangkan pada bagian ini, sebelah kiri adalah sebuah operasi Maple juga. Jadi ada dua buah operasi Maple, sehingga tidak boleh kita gunakan tanda titik dua sama dengan( := ).

Definisi Derivatif Sekarang kita akan melihat gradien garis singgung dan derivatif dari sudut pandang aljabar.

Misalkan kita punya fungsi sebagai berikut. > f := x-> x^3 + 1; Pertama-tama, kita akan mencari gradien garis singgung kurva di . Untuk ini, kita

menghitung gradien tali busur yang melalui titik ( ) dan ( ), menyederhanakan ekspresinya, dan mengambil limitnya untuk mendekati 0, serta mengubahnya ke nilai (bilangan) desimal.

Gradien tali busur yang melalui titik ( ) dan ( ) adalah: > (f(2+h)-f(2))/h; Sederhanakan ekspresi tersebut: > simplify( % ); Ambil limitnya untuk mendekati 0: > limit(%,h=0); Hitung nilai tersebut sebagai bilangan desimal. > gradien_garis_singgung:=evalf(%); Apabila langkah-langkah di atas diulangi dengan membiarkan nilai diperoleh gradien garis singgung kurva di titik ( ): > (f(x + h) - f(x) )/ h; > simplify(); > limit( %, h=0); berupa variabel, maka akan

Lebih Jauh tentang Turunan (Derivatif) Fungsi Setelah mempelajari konsep limit dan turunan, sekarang kita akan membahas berbagai cara untuk menghitung turunan fungsi, bagaimana menghasilkan tabel turunan untuk melihat kecenderungan, menghitung turunan tingkat tinggi, dan membuat garis-garis singgung kurva. Seperti biasanya, jika Anda belum menjalankan Maple, jalankan Maple dan tulis perintah awal sebagai berikut. > restart; with(linalg):

Tentang Derivatif Pada bagian sebelumnya kita telah belajar bagaimana mencari derivatif melalui "jalan panjang". Sekarang kita akan menggunakan perintah Maple untuk menghitung derivatif suatu fungsi. Perintah yang digunakan adalah diff atau dengan operator D.

Perhatikan contoh di bawah ini. Mula-mula kita definikan fungsinya seperti biasa,malnya: > f := x -> sqrt(1+x^2); Untuk menghitung derivatif dengan menggunakan perintah diff diperlukan dua buah parameter, yakni fungsi dan variabel terhadap mana derivatif dilakukan. Untuk menghitung turunan fungsi di atas dapat digunakan perintah Maple sebagai berikut. > diff( f(x),x); Hasil yang sama dapat diperoleh dengan menggunakan operator derivatif D seolah-olah operator D ini bertindak sebagai fungsi sehingga cara pemaaianya sangatlah mudah. Perhatikan seksama contoh perhitungan derivatif dengan menggunakan operator D berikut ini. > D(f)(x); Masih terdapat cara lain untuk menghitung derivatif suatu fungsi pada Maple, yakni dengan menggunakan perintah Diff. Akan tetapi, perintah Diff, tidak secara langsung menghasilkan ekspresi hasil turunan, melainkan notasi seperti dalam mtematika, yakni, dan untuk menghasilkan ekspresi turunannya digunakan perintah value. Perhatikan contoh sebagai berikut untuk menghitung turunan fungsi di atas. > Diff(f(x),x); %=value(%); Jadi, Anda dapat menyimpulkan bahwa diff(f(x),x)=value(Diff(f(x),x)).

Menghitung Nilai Derivatif Oleh karena derivatif suatu fungsi adalah fungsi, maka kita dapat menghitung nilai derivatif di berbagai nilai. Dengan kata lain, kita dapat mengganti nilai pada f'(x), malnya untuk menghitung nilai f'(a). Nilai ini tidak lain adalah gradien gar singgung di titik ( ). Dalam Maple hal ini dapat dilakukan dengan setidaknya menggunakan tiga cara. Pertama, dengan menggunakan perinah diff kita masih memerlukan perintah kedua, yakni eval untuk mendapatkan hasilnya. Kedua, dengan menggunakan operator D, penulannya menjadi lebih singkat. Ketiga, dengan menghitung nilai fungsi turunan. Bandingkan ketiga cara sebagai berikut. Cara manakah yang paling nyaman dan mudah dipakai? > f := x -> x^4 + x^3 - 5*x^2 + 60; > diff( f(x), x); eval(%, x=3); > D(f)(3); > g:=x -> D(f)(x); g(3);

Derivatif Tingkat Tinggi Dengan menggunakan perintah diff atau operator D pada Maple kita dapat menghitung derivatif tingkat tinggi, malnya turunan kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Perhatikan contoh-contoh berikut ini. > f := x -> x^3+x^2+x+7; > diff(f(x),x); diff(f(x),x$2); diff(f(x),x$3); > D(f)(x); (D@@2)(f)(x); (D@@3)(f)(x); Seperti Anda lihat, jika kita gunakan perintah diff, simbol dollar ($) digunakan di belakang variabel penurunan untuk menyatakan derajad turunan yang diinginkan. Jika Anda menggunakan operator D, simbol at (@) dipakai di belakang operator tersebut untuk

menyatakan derajad turunan yang diinginkan. Kita juga dapat menghasilkan tabel berbagai tingkat turunan sebuah fungsi, seperti contoh berikut ini. > f := x -> sin(7*x); > transpose(array([seq([k,(D@@k)(f)(x)],k=0..4)])); Tabel tersebut merupakan tabel turunan ke- k fungsi f(x)=sin(7x). Perhatikan, untuk k=0

hasilnya adalah fungsi itu sendiri. Berikut adalah tabel turunan fungsi lain. > f := x -> sqrt(x); > transpose(array([seq([k,(D@@k)(f)(x)],k=0..4)]));

Fungsi-fungsi Terintegralkan Sekalipun syarat suatu fungsi diferensiabel adalah kontinyu dan kurvanya mulus, luas daerah fungsi dapat didefinisikan secara jelas sekalipun fungsinya tidak kontinyu ataupun mulus kurvanya. Fungsi-fungsi demikian diistilahkan integrable (terintegralkan) karena beberapa

alasan yang Anda ketahui dalam pembahasan berikut ini. Daerah antara kurva dan sumbu- tetap dapat digambar untuk fungsi-fungsi tak kontinyu, fungsi sepasang-sepasang, dan fungsi kontinyu yang tak diferensiabel di mana-mana. > f:= x->piecewise(x<2,-1, x<6,2-x/2, x<8,.5*x^2-6*x+18,1);

Jumlah Riemann & Konvergensi Sekarang kita akan menguji suatu skema untuk menghitung luas di bawah kurva. Idenya adalah membagi interval pada sumbumenjadi sub-subinterval kecil yang berjarak sama,

kemudian menggambar suatu persegipanjang pada setiap subinterval untuk menghampiri luas daerah pada setiap subinterval. Jumlah semua persegipanjang merupakan hampiran luas daerah di bawah kurva pada interval semula. Semakin banyak subinterval yang dipakai, hampiran yang diperoleh semakin mendekati luas sebenarnya.

Persegipanjang dan Luas Perintah Maple rightsum dapat digunakan untuk menghitung jumlah luas persegipanjang pada suatu interval dengan subinterval sejumlah yang ditentukan dan fungsi tertentu. Perintah rightbox berguna untuk menggambar kurva fungsi dan persegi-persegipanjang pada subsubinterval yang ditentukan. Perhatikan contoh di bawah ini. > f:= x->x^3-19*x^2+99*x-20; a:=1; b:=13; n:=10;