Anda di halaman 1dari 7

Makalah Seminar Kerja Praktek

PERANCANGAN DAN REALISASI ANTENA MIKROSTRIP PATCH PERSEGI PADA


FREKUENSI 2.1 GHZ UNTUK 3G DI PT.LEN INDUSTRI.
Devin Fortranansi Firdaus 091344005
Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Telekomunikasi, Politeknik Negeri Bandung
JL. Gegerkalong Hilir Ds.Ciwaruga Kotak Pos 1234 40012 Bandung, Indonesia
e-mail : devina.devont@gmail.com

ABSTRAK
Kebutuhan layanan akses internet untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam
waktu singkat membuat munculnya teknologi 3G (Third Generation Technology). Untuk penggunaan
teknologi tersebut diperlukan perangkat antena yang dapat melayani frekuensi 3G. Antena
Mikrostrip yang low profile menjadikan banyaknya perusahaan melakukan penelitian dan
pengembangan untuk mendapatkan antena yang lebih efektif dan efisien. Pada laporan Kerja Praktek
kali ini telah dirancangan dan di realisasikan antena mikrostrip pada frekuensi resonansi 2.1 GHz
yang menggunakan teknik pencatuan insetfed. Bahan yang digunakan adalah FR4-epoxy dengan
impedansi imput 50 . Hasil Pengukuran menunjukan bahwa antena ini memunyai nilai VSWR 1.34
dan return loss sebesar 16.77 dB pada frekuensi 2.1 GHz. Bandwidth yang dihasilkan adalah pada
VSWR 2.
Kata kunci : insetfed, FR4-epoxy, bandwidth.
I. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi dan informasi
yang kian pesatnya, mendorong
bermunculannya teknologi dan solusi baru.
Pada awal tahun 2006, muncul teknologi baru
yang disebut 3G. 3G adalah singkatan dari
Third Generation Technology. Selain jenis
layanan yang bertambah, 3G juga
meningkatkan kemampuan layanan akses
internet sehingga memudahkan para pengguna
untuk mendapatkan informasi yang mereka
butuhkan dalam waktu yang singkat.
Untuk mendukung penggunaan teknologi
tersebut, diperlukan perangkat antena yang
dapat melayani frekuensi 3G. Antena
mikrostrip merupakan salah satu antena yang
sangat pesat perkembangannya di dalam
sistem telekomunikasi sehingga mendapatkan
banyak perhatian karena efisiensi dan
kehandalannya. Antena mikrostrip dapat
menjadi pilihan utama dalam berbagai macam
aplikasi karena kelebihannya yang low profile,
compact dan bisa beroperasi pada single, dual
maupun multi band.
Penggunaan antena mikrostrip yang terus
berkembang, menjadikan banyak perusahaan
melakukan penelitian dan pengembangan
untuk mendapatkan antena mikrostrip yang
lebih efektif dan efisien. Sehingga pada
laporan kerja praktek ini penulis akan
membahas mengenai Perancangan Dan
Realisasi Antena Mikrostrip Patch Persegi
Pada Frekuensi 2.1 Ghz Untuk Aplikasi 3G Di
PT.Len (Persero)

1.2 TUJUAN
Adapun tujuan dan kegunaan dari
pembuatan laporan Kerja Praktek ini adalah :

A. Tujuan Umum
1. Memperoleh pengalaman dari dunia kerja.
2. Merasakan persaingan di dunia industri
yang sebenarnya.
3. Belajar bekerja sama secara berkelompok
(team work), bersosialisai dan beradaptasi
dengan lingkungan kerja.


B. Tujuan Khusus
1. Merancang dan mensimulasi antena
mikrostrip dengan menggunakan software
simulator CST Studio Suite 2011 pada
titik frekuensi 2.1 GHz.
2. Mengetahui perbedaan hasil simulasi dan
hasil pabrikasi.

1.3 BATASAN MASALAH
Batasan masalah dalam pengerjaan
laporan kerja praktek ini :

inc
ref
V
V
= I
1. Perancangan dimensi antena menggunakan
bantuan software simulator CST 2011.
2. Substrat yang digunakan adalah FR-4
epoxy.
3. Spesifikasi perancangan dengan batasan
sebagai berikut:
- Frekuensi Tengah : 2.1 GHz
- VSWR : 2 : 1
- Z terminasi : 50
- Bandwidth : 50 MHz
- Pola Radiasi : Directional
4. Pengukuran menggunakan konektor SMA
to N pada antena mikrostrip.

II. DASAR TEORI
2.1 DEFINISI ANTENA
Beberapa definisi antena adalah sebagai
berikut :
A. Menurut Kamus Webster
A Usually metallic device (such as rod or
wire) for radiating or receiving radio
waves.
B. Menurut IEEE
A means for radiating or receiving radio
waves.

2.2 FUNGSI ANTENA
Antena memiliki 2 fungsi utama yaitu [1] :
1. Directional Device
Antena berfungsi untuk mengarahkan
energi atau daya elektromagnetik ke arah
tertentu.

2. Matching Device
Antena berfungsi untuk menyesuaikan
sifat-sifat atau karakteristik gelombang
elektromagnetik di ruang bebas dengan
gelombang elektromagnetik di saluran
transmisi.

2.3. PARAMETER ANTENA

1. Pola Radiasi
Pola radiasi sebuah antena didefinisikan
sebagai gambaran grafis dari sifat-sifat
pancaran antena sebagai fungsi dari koordinat
ruang. Pola radiasi antena dibedakan menjadi
3 yaitu, pola radiasi isotropis, pola radiasi
direksional, dan pola radiasi omnidireksional.

2. Return Loss Dan VSWR
Return loss merupakan besaran daya pantul
(faktor refleksi) yang disebabkan oleh tidak
match-nya beban dengan transmission line
dalam dB. Faktor refleksi secara matematis
dapat dituliskan sebagai berikut:

dimana:
I
= faktor refleksi.
ref V = tegangan yang dipantulkan
inc V = tegangan yang datang dari sumber

Hubungan antara return loss dengan faktor
refleksi dapat dituliskan sebagai berikut :
I = log 20 RL
1 0 s I s (2-2)
Voltage Standing Wave Ratio (VSWR)
didefinisikan sebagai perbandingan (ratio)
antara tegangan maksimum (V
maks
) dan
tegangan minimum (V
min
) yang terjadi pada
saluran yang tidak sesuai (match). Secara
matematis hubungan antara VSWR dan faktor
refleksi dapat dituliskan sebagai berikut:
min V
V
VSWR
maks
=

VSWR=
I
I +
1
1


3. Directivity
Menurut definisi pengarahan (directivity)
adalah perbandingan rapat daya radiasi
maksimum yang dimiliki antena ( )
max
,| u S dan
rapat daya radiasi rata- rata yang dimiliki oleh
antena tersebut ( )
av
S | u, .

4. Gain
Gain (penguatan) suatu antena merupakan
perbandingan antara intensitas radiasi
maksimum suatu antena terhadap intensitas
radiasi maksimum suatu antena referensi
dengan daya yang masuk pada kedua antena
adalah sama. Gain suatu antena memiliki
keterkaitan dengan directivity yang dinyatakan
pada persamaan berikut:
G = e.D
dimana : G = penguatan (Gain)
e = Efisiensi
D = pengarahan (directivity)

5. Polarisasi Antena
Salah satu sifat penting dari gelombang
elektromagnetik adalah polarisasi yang
menggambarkan orientasi dari medan listrik E
pada bidang tegak lurus terhadap arah rambat
gelombang. Sedangkan polarisasi antena
berarti arah gerak medan listrik dari
gelombang elektromagnetik yang dipancarkan
oleh antena pada lobe utamanya.

L
o
L
eff
A = 2
2 c

>
(

+
+
s
|
|
.
|

\
|
(

+
(

+
+
=

1
12
1
2
1
2
1
1 1 04 , 0
12
1
2
1
2
1
2 1
2 2 1
d W
W
d
d W
d
W
W
d
r r
r r
e
c c
c c
c
2
1
2
1
2
|
.
|

\
| +
=
r
o
W
c
( )
( )
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
+ +
= A
813 . 0 258 . 0
264 . 0 3 . 0
412 . 0
h
w
h
w
h L
eff
eff
c
c
d
W
cr
6. Bandwidth
Bandwidth merupakan daerah frekuensi pada
antena yang menunjukkan lebar atau
sempitnya frekuensi kerja suatu antena.
VSWR
Frequency
1.5

Gambar 3. 1 Ilustarsi bandwidth pada VSWR
2 untuk dual operation [3]

2.4 ANTENA MIKROSTRIP

Pada umumnya antena mikrostrip berbentuk
rectangular, circular, equirectangular, dan
anular, tetapi yang banyak digunakan adalah
rectangular dan circular karena lebih mudah
dianalisis.

1. Karakteristik Dasar Antenna Mikrostrip
Persegi Panjang
Antena mikrostrip seperti yang ditunjukan
pada gambar 3.3 terdiri dari tebal patch yang
sangat tipis, substrate dan groundplane.

Tampak Atas Tampak Samping

Gambar 3. 3 Struktur antena mikrostrip [6]

2. Dimensi Antenna Mikrostrip
Lebar (W) dan panjang (L) antenna mikrostrip
dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan :









3. Teknik Pencatuan Antena
3.1 Teknik Pencatuan Probe Koaxial
Pada teknik ini, pencatuan dilakukan dengan
cara melubangi patch untuk dihubungkan
dengan elemen pencatu (konektor). Penentuan
letak titik catu yang tepat menyebabkan antena
ini tidak membutuhkan rangkaian penyepadan
dalam pengaplikasiannya.

Gambar 3.4 Teknik pencatuan probe koaxial
3.2 Teknik Pencatuan Mikrostrip Line
Pada teknik ini, pencatuan dilakukan dengan
cara menghubungkan saluran pencatu dengan
patch, dimana patch dan saluran pencatu
menggunakan bahan yang sama yang
dipabrikasi dengan cara di-etching-kan.





Gambar 3.5 Teknik pencatuan mikrostrip line
Kelebihan dari teknik pencatuan mikrostrip
line adalah pabrikasi yang mudah yaitu dengan
cara menghubungkan mikrostrip ke tepi patch
secara langsung, tetapi matching impedansi
tidak sesuai atau tidak terjadi matching
impedansi seperti yang diharapkan dan akan
muncul radiasi yang tidak diinginkan dari line
pencatuan. Oleh karena itu untuk
mematchingnya digunakan insetfed atau
transformator /4.

4. Saluran Mikrostrip
Saluran mikrostrip secara keseluruhan, dapat
kita pandang sebagai sebuah saluran dengan
dielektrik homogen yang lebih besar dari satu
tetapi lebih kecil dari
r
.Konstanta dielektrik
ini disebut konstanta dielektrik efektif
(effective dielectric constant) [4].


Gambar 3. 6 Pola medan listrik pada saluran
mikrostrip
43.87 mm
34.28 mm
Untuk keperluan perancangan, bila diketahui
impedansi karakteristik Z
0
dan konstanta
dielektrik
r
c , lebar strip dapat dicari dengan
persamaan [4] :
2
8
2
2
1 2 0, 61
1 ln(2 1) ln( 1) 0.39 2
2
A
A
r
r r
e
W d
e
W
d
B B B W d
c
t c c

<

=

( | |

+ + >
( |

\ .

dengan
0
1 1 0,11
0.23
60 2 1
r r
r r
Z
A
c c
c c
| | +
= + +
|
+
\ .

r
Z
B
c
t
0
2
377
=

Bila pengaruh ketebalan konduktor
diperhitungkan, maka lebar strip seolah-olah
akan bertambah lebar, karena adanya medan
limpahan (fringing field) yang tidak dapat
diabaikan. Dengan demikian besaran W/d

diganti dengan lebar efektif, W
e
/d yaitu [5] :
1.25 2 1
1 ln
2
1.25 4 1
1 ln
2
e
W t d
W d
d d t W
d W t W
W d
d d t
t t
t
t t
| |
+ + >
|
\ .
=

| |

+ + <
|

\ .

Untuk mempermudah proses penyesuaian
impedansi dibutuhkan juga sebuah
transformator /4 . Transformator /4
merupakan sebuah saluran mikrostrip yang
panjangnya dan besarnya [5] :

Gambar 3.7 Transformator /4
III. PERANCANGAN, REALISASI DAN
PENGUKURAN
3.1. PERANCANGAN ANTENA
1. Pendahuluan
Perancangan antena mikrostrip dilakukan
dalam beberapa tahapan, tahapan-tahapan ini
dimaksudkan agar perancangan dapat
dilaksanakan secara sistematis dan kontinyu.
2. Spesifikasi Antena
Spesifikasi dari antena mikrostrip yang akan
direncanakan adalah sebagai berikut :

Frekuensi Resonansi : 2.1 GHz
Bandwidth : 50 MHz
VSWR : 2 : 1
Pola Radiasi : Directional
Impedansi : 50
Konektor : SMA

3. Karakteristik Bahan
Antena Mikrostrip yang dirancang
menggunakan material tembaga untuk patch
dan ground plane. Sedangkan untuk substrat
menggunakan FR-4 epoxy. Karakteristik
material yang akan digunakan untuk antena
mikrostrip adalah sebagai berikut :
Patch (tembaga)
- Permitivitas relative (
r
) : 1
- Permeabilitas relative (
r
) : 0.99991
- Ketebalan : 0.035 mm
Dielektrik (FR-4)
- Permitivitas relative (
r
) : 4.3
- Permeabilitas (
r
) : 1
- Ketebalan : 1.6 mm

4. Konstruksi dan Teknik Pencatuan Antena
Konstruksi antena yang dipilih pada
perancangan antena kali ini adalah antena
mikrostrip persegi yang dicatu menggunakan
teknik Insetfed dengan harapan impedansi
input mendekati 50 dan mendapatkan hasil
Return Loss dan VWSR yang lebih bagus.
5. Perancangan Awal Dimensi Antena
Pada perancangan awal, yang pertama kita
lakukan adalah merancang ukuran dari
dimensi patch dan pencatuan insetfeed line.
5.1 Dimensi Patch
Ukuran patch yang digunakan pada awal
perancangan antena mikrostrip adalah :

- Patch untuk frekuensi 2.1 GHz.


1. Lebar Patch

)(

)
(

)(




Gambar 4.2. Dimensi Patch Antena Mikrostrip
53.87 mm
54.08
mm
43.87 mm
33.11
mm
10.97 mm
5
mm
10 mm 19.377 mm
1 mm
3.1145 mm
2. Konstanta Dielektrik effektif (
e
)



5.2 Dimensi Groundplane
Dimensi minimum ground plane yang
dibutuhkan menggunakan persamaan berikut :
Lg = 6h + L [8]. Groundplane yang dipakai
adalah groundplane berbentuk persegi panjang
yang mempunyai ukuran 54.08 mm x 53.87
mm. Dimana ukuran ini lebih besar dari
panjang minimum groundplane (Lg) yaitu
sebesar 43.68 mm.

5.3 Dimensi Substrate
Dimensi substrat pada laporan kerja praktek
kali ini memiliki dimensi yang sama dengan
dimensi groundplane sebesar 54.08 mm x
53.87 mm.

5.4 Dimensi Pencatuan Insetfed
Insertfed merupakan salah satu metoda untuk
mendapatkan letak pencatuan dimana pada
posisi tersebut impedansi input pada antena
sebesar 50 untuk satu elemen. Perancangan
insetfed menggunakan persamaan :

- Menentukan harga A :

)


- Menentukan Lebar Pencatu (W) 50 :




6. Simulasi dengan CST Studio Suite 2011
Pada perancangan antena mikrostrip, penulis
menggunakan bantuan software CST Studio
Suite 2011 yang berfungsi sebagai simulator.

6.1 Hasil Simulasi
1. Dimensi Antena Hasil Simulasi







(A) (B)
Gambar 4.4 (A) Tampilan CST Studio Suite
2011 beserta pemodelan Antena Mikrostrip
(B) Dimensi Patch dan Ground Plane Antena
Mikrosrip tampak depan
Tabel 1. Dimensi Antena Hasil Simulasi
Komponen Panjang
Patch 43.87 mm x 33.11 mm
Groundplane 53.87 mm x 54.08 mm
Tinggi Substrate 1.6 mm

2. Return Loss
Pengukuran Return Loss dilakukan untuk
mengetahui dimankah frekuensi dari antena
mikrostrip ini bekerja. Hasil pengukuran
return loss dari simulasi pada CST Studio
Suite 2011 adalah sebagai berikut :
Gambar 4.5 Respon Return Loss pada
frekuensi 2,1 GHz

3. Bandwidth
Dari gambar diatas. Didapatkan bandwidth
sebesar :
F
L
= 2.0718 GHz
F
c
= 2.100 GHz
F
H
= 2.1294 GHz
BW = F
H
- F
L
= 57.6 MHz (VSWR2)

4. VSWR






Gambar 4.6 Hasil Plot VSWR menggunakan
Software CST Studio Suite 2011

Tabel 2. Hasil Simulasi Return Loss dan
VSWR
Frekuensi
(MHz)
Return Loss
(dB)
VSRW
2071 10.007 1.93
2100 20.719 1.20
2129 10.008 1.92
5. Pola Radiasi
Gambar 4.7 Plot Pola radiasi 3 Dimensi
menggunakan Simulator CST Studio Suite
a. PENGUKURAN ANTENA
Pengukuran yang dilakukan pada antena
mikrostrip ini meliputi pengukuran Return
Loss, VSWR, Bandwidth dan Gain.
1. Return Loss, VSWR dan Bandwidth
a. Frekuensi terendah (F
L
)









Gambar 4.8 Hasil Pengukuran Return Loss
dan VSWR pada Frekuensi Terendah (F
L
)

b. Frekuensi tertinggi (F
H
).







Gambar 4.9 Hasil Pengukuran Return Loss
dan VSWR pada Frekuensi Tertinggi (F
H
)
c. Frekuensi 2.1 GHz (F
C
)








Gambar 4.10 Hasil Pengukuran Return
Loss &VSWR Frekuensi 2.1 GHz (F
C
)
Tabel 3. Pengukuran Return Loss dan VSWR

Frekuensi
(MHz)
Return Loss
(dB)
VSRW
2078 10.04 1.92
2100 16.77 1.34
2158 10.12 1.91

Melihat tabel diatas, bisa didapatkan besar
bandwidth dari antena. Dengan mengetahui :
F
H
= 2158 MHz
F
L
= 2078 MHz
Sehingga
BW = F
H
- F
L
= (2158 2078) MHz = 80 MHz

- Analisis Hasil Pengukuran
Dari hasil pengukuran terlihat bahwa
frekuensi kerja antena dimulai dari 2078 MHz
sampai 2158 MHz, sedangkan pada spesifikasi
antena hasil simulasi bekerja pada frekuensi
2071 MHz sampai 2129 MHz atau frekuensi
kerja bergeser sebesar 7 MHz.

2. Pengukuran Gain
Pengukuran gain bertujuan untuk mengetahui
besarnya penguatan antena mikrostrip yang
direalisasikan dibandingkan dengan antena
pembanding. Penentuan jarak antara antena
pemancar dengan antena pembanding
berdasarkan syarat medan jauh


- Hasil Pengukuran
a. Pengukuran Antena Horn 10 dBi

Gambar 4.11 Antena Horn
G
D
= 10 dB dan P
D
= -69.5 dBm
b. Pengukuran antena mikrostrip 2.1 GHz

Gambar 3.8 Antena mikrostrip 2.1 GHz
P
Y
= -75.6 dBm
- Analisa Hasil Pengukuran
Berdasarkan hasil pengukuran kuat medan
maksimum antena referensi (P
AREF
) dan
penerima (P
AP
) maka gain dari antena
mikrostrip dapat dihitung sebagai berikut :
G
Y
(dB) = P
Y
(dBm) P
D
(dBm) + G
D
(dB)
Gain = 2.9 dB
Hasil gain yang diperoleh jauh lebih kecil
dari spesifikasi yang dirancang, yaitu 3.57 dB.

3.3 Perbandingan Spesifikasi Hasil
Perancangan Dan Realisasi

IV. PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Dari kegiatan kerja praktek serta pembuatan
laporan ini penulis telah mendapat beberapa
kesimpulan antara lain :
1. Telah direalisasikan antena mikrostrip
patch metoda insetfed frekuensi 2.1 GHz
untuk aplikasi 3G dengan substrate FR-4
epoxy 4,3 dengan nilai return loss
perancangan didapatkan 20.719 dB
sedangkan pengukuran didapatkan 16.77
dB.
2. Mengetahui perbedaan hasil simulasi dan
pabrikasi yang ditunjukan oleh tabel 4.4.
Untuk VSWR 2, bandwidth spesifikasi
yang diinginkan yaitu 50 MHz sedangkan
pada pengukuran adalah 80 MHz dari
fekuensi 2070 MHz sampai 2158 MHz.
3. Hasil pengukuran unjuk kerja antena
memiliki hasil yang berbeda dengan hasil
perancangan simulasi. Hal ini dikarenakan,
saat pengukuran dilakukan dalam suatu
ruangan yang tidak bebas pantul, sehingga
hasil pengukuran berbeda dengan hasil
simulasi.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Muchlisah, Maryam. Realisasi Antena
Mikrostrip Persegi Corner-Truncated
Untuk Aplikasi Global Positioning
System, Bandung. 2009.
[2] Balanis, Constatine A. Antenna Theory :
Analisis and Design, 2
nd
ed. Jhon Wiley
& Sons, Ltd. 1997
[3] G. Kumar and K.P. Ray. Broadband
Microstrip Antennas, London: Artech
House. 2003.
[4] Pratama, Oki A. Realisasi Antena
Mikrostrip Lingkaran dengan metoda
Stacked Parasitic Menggunakan
Substrat Acrylic Untuk Repeater GSM.
POLBAN. Bandung. 2009
[5] Lestari, Mega Suci. Realisasi Antena
Patch Polarisasi Sirkular dangan Teknik
Pesturbasi Sudut Segi Empat pada
Frekuensi 2.4 GHz. Bandung 2009
[6] C. A. Balanis. Antenna Theory-Analysis
and Design, 3
rd
ed. New York: Wiley,
2005.
[7] A. B. Simanjuntak, Diktat Kuliah Teknik
Antena, Politeknik Negeri Bandung.
2008.
[8] M.R.Jagdish and P.K.Yogesh, Design
and Development of Microstrip Patch
Array Antena. Bandung 2012
I.J.Bahl, P.Bhartia. Mikrostrip
Antenna, Artech House, pp(44-55)
1980

RIWAYAT PENULIS
Penulis dilahirkan di
Surabaya 1 April 1991,
merupakan anak kedua dari
3 bersaudara. Penulis telah
menempuh pendidikan
formal yaitu di SD ASY-
SYIFA 2 Bandung, SMPN
22 Bandung, SMA (+)
Muthahhari Bandung,
kemudian melanjutkan studi di Jurusan Teknik
Elektro Program Studi Teknik Telekomunikasi
DIV. Penulis pernah mengikuti Kerja Praktek
di PT. Len (PERSERO) pada Divisi Pusat
Teknologi dan Inovasi (PUSTEKIN).
Perancangan Realisasi
Frekuensi 2.1 GHz
Return Loss 20.719 dB 16.77 dB
VSWR 1.20 1.34
Frekuensi
Terendah 2071 MHz
2070
Mhz
Frekuensi
Tertinggi 2129 MHz
2158
MHz
Bandwidth 57.6 MHz 80 MHz
Gain 3.57 dB 1.1 dB