Anda di halaman 1dari 11

MODUL 6

ANGGOTA KELOMPOK: 1. NODIKA HERDA 2. FITRIN YURENSIA 3. ASSYFA SURADI 4. FEBY VIOLITA SARI 5. NOVIA DWI DEROSSA 6. RAFIKA HUSNI 7. NINING SEPTINA R 8. ASFAHANI LATIEFAH 9. IFRI SEPTI MULYA 10. ELVYANI DWIRIMA

1. SIFAT & ETIKA KEPEMIMPINAN


Kepemimpinan: Suatu proses mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan Tipe-tipe kepemimpinan:
Tipe Otokratik:
Cenderung memperlakukan bawahannya sewenangwenang kurang menghargai harkat dan martabat Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan bawahan. Pengambilan keputusan mutlak oleh atasan Pengabaian peran bawahan dalam proses pengambilan keputusan

Tipe Paternalistik:
Umumny a hanya pada lingkungan masyarakat tradisional agraris Ciri utama rasa hormat yang tinggi ditujukan para anggota masyarakat pada orang tua/yang dituakan sebagai pemimpin. Pemimpin mengutamakan sikap kebersamaan

Tipe Kharismatik
Karasteristik khas daya tarik yang sangat memikat mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya cukup besar Pemimpin karismatik seseorang yang dikagumi banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi

Tipe Laissez Faire:


Pandangan pemimpin organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang yang sudah dewasa yang tahu tujuan organisasi,sasaran yang ingin dicapai, tugas yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.

Tipe Demokratis:
pemimpin memandang perannya selaku koordinator dan interogator dari berbagai unsur & komponen organisasi Melihat kecenderungan adanya pembagian peranan sesuai dengan tingkatnya Memberlakukan manusia secara manusiawi dan menjunjung harkat dan martabat manusia

Etika profesi kepemimpinan:


Harus memiliki kelebihan Kompeten dalam melakukan kewajiban dan tugas-tugas, bersikap susila dan dewasa Mahir menyeleksi dan menentukan keputusan yang paling tepat dari sekian alternatif pemecah masalah. Harus memiliki teknik dalam menjalankan tugasnya harmonisasi dalam pelaksanaan kegiatan Mengedepankan sikap jujur, disiplin, dan dapat dipercaya Menanggapi suatu masalah dengan cepat Menghindari pemaksaan kehendak tapi menghargai pendapat orang lain Sesuai dengan keahlian /kompetensi Menyadari kesalahan dan berusaha untuk memperbaki Mengutamakan proses dialogis dalam memecahkan masalah

Pemimpin memiliki wewenang untuk mengarahkan dan menerangkan peranan/tanggung jawab seseorang. Jenis-jenis wewenang:
Wewenang struktural karena jabatan dalam organisasi Wewenang kearifan (karismatik) karena memiliki sikap & perilaku positif, pengetahuan, kemampuan,& pengalaman Wewenang moral karena memiliki integritas, bermoral baik, berada di tengah anggota terutama saat ada masalah Wewenang reputasi-> karena prestasi masa lalu Wewenang jasmaniah Karena bentuk atau penampilan fisik seseorang baik yang nyata maupun kesan yang terpantul darinya

Pemimpin yang baik menggunakan wewenang secara cerdas dan peka sehingga menjadi berwenang tanpa sewenang-wenang

Ghfh fghf bjbj

2. MANAJEMEN RESIKO
Definisi proses pengelolaan resiko yang mencakup identfikasi, evaluasi, dan pengendalian resiko yang dapat mengancam kelangsungan usahan atau aktivitas suatu organisasi/perusahaan Tujuan minimisasi kerugian dan meningkatkan kesempatan ataupun peluang Manfaat:
Dapat mencegah perusahaan dari kegagalan membantu perusahaan menghindari semaksimal mungkin biaya-biaya yang terpaksa harus dikeluarkan Mencegah pemborosan waktu dan uang Jika penaksiran resiko dilakukan akurat memaksimalkan keuntungan perusahaan

Langkah-langkah menejemen resiko:


Identifikasi resiko identifikasi resiko yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha
Salah satu aspek penting mendaftar resiko yang mungkin terjadi sebanyak mungkin cdTeknik-teknik yang dapat digunakan dalam identifikasi resiko antara lain:
Brainstorming Survei Wawancara Informasi histor Kelompok kerja Analisa resiko Pengelolaan resiko

Analisa risiko
Setelah identifikasi pengukuran resiko dengan cara melihat potensial dan probabilitas terjadinya resiko tersebut

Pengelolaan resiko
Risk avoidance: memutuskan utuk tidak beraktivitas yang mengandung risiko sama sekali Risk reducton:mengurangi kemungkinan terjadi suatu risiko artaupun dampak yang dhasilokan oleh suatu risiko Risk transfer: memindahkan risiko pada ihak lain asuransi Risk deferal: menunda aspek suatu proyek hinggga saat dimana probabilitas terjadinya risiko kecil

implementasi manajemen risiko Monitoring resik

manfaat asuransi tanggung gugat Konsultasi dan pendampingan dalam menghadapi dalam menghadapi klaim pasien Investigasi kasus dan prediksi outcome di pengadilan Penggantian resiko malpraktek Penyuluhan medikolegal Rasa aman dan perlindungan serta terhindar dari kerugian-kerugian yang mungkin timbul Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil Tujuan asuransi Tujuan ekonomis Mengalihkan atau membagi resiko-resiko yang bersifat ekonomis Tujuan sosial Asuransi yang tidak punya tujuan bisnis tetapi tujuan utamanya suatu jaminan sosial kepada masyarakat Prinsip asuransi sebagai tanggung gugat Prinsip kepentingan yang dapat diasumsikan Prinsip iktikad baik/prinsip kejujuran yang sempurna Prinsip ganti kerugian