Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Sebagai mahasiswa program studi D3 Fisioterapi selama proses pendidikan yang mengacu pada permasalahan dalam bidang gerak dan fungsi, dapat diaplikasikan untuk melayani masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya pengalaman belajar ditatanan nyata yang salah satunya adalah program praktik Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM). Sasaran kesehatan masyarakat adalah seluruh masyarakat termasuk individu, keluarga, dan kelompok; baik yang sehat maupun yang sakit, khususnya mereka yang beresiko tinggi dalam masyarakat RW 7 Kelurahan Banyu Urip Surabaya. Praktik RBM merupakan suatu upaya rehabilitasi yang dilakukan kepada masyarakat untuk mengetahui atau mengkaji, dan mengatasi masalah-masalah dalam bidang gerak dan fungsi dengan memberikan intervensi fisioterapi. Mahasiswa fisioterapi memberikan layanan kepada individu atau kelompok individu dalam bentuk layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk memperbaiki, mengembangkan dan memelihara gerak dan kemampuan fungsi yang maksimal selama perjalanan kehidupan individu atau kelompok

masyarakat tersebut. Selama proses praktik RBM, mahasiswa program studi D3 fisioterapi STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo melalui Institusi akan bekerjasama dengan dinas kesehatan setempat dan masyarakat itu sendiri dalam menyelesaikan permasalahan gerak dan fungsi di masyarakat yang kami temukan yaitu antara lain gangguan keseimbangan, nyeri punggung bawah, pelvic floor exercise untuk ibu nifas, senam hamil, nyeri bahu, nyeri lutut, dan stroke.

1.2 1.2.1

Tujuan Tujuan Umum Mahasiswa diharapkan mampu memberikan bentuk pelayanan fisioterapi berupa pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam bidang gerak dan fungsi di masyarakat.

1.2.2 1)

Tujuan Khusus Mampu memahami dan menerapkan konsep konsep ilmu fisioterapi di masyarakat dalam bidang gerak dan fungsi pada masyarakat

2) 3)

Mengkaji masyarakat yang memiliki keluhan dan pemberdayaan diri Melaksanakan tindakan fisioterapi di masyarakat secara preventif dan kuratif

4)

Mengevaluasi tindakan fisioterapi yang diberikan kepada masyarakat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Konsep Masyarakat

2.1.1 Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul atau berinteraksi. Kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu yang bersifat continue dan terikat suatu rasa identitas bersama (Koentejaraningrat, 2012). 2.1.2 Tujuan Kesehatan Masyarakat 1) Meningkatkan sanitasi lingkungan 2) Kontrol infeksi di masyarakat 3) Pendidikan individu tentang kebersihan perorangan 4) Pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan 5) Diagnosis dini, pencegahan penyakit, dan pengembangan aspek sosisl yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standard kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya.

(Koentejaraningrat, 2012). 2.1.3 Sasaran FT RBM Sasaran kesehatan masyarakat adalah seluruh masyarakat termasuk individu, keluarga, dan kelompok, baik yang sehat maupun yang sakit, khususnya mereka yang beresiko tinggi dalam masyarakat. 2.1.4 Strategi Intervensi FT RBM Memberikan bentuk pelayanan fisioterapi berupa pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam bidang gerak dan fungsi di masyarakat. 2.1.5 Konsep Sehat Sakit Konsep ini adalah konsep yang kompleks dan multiinterpretasi. Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi sehat maupun sakit. Sehat adalah kondisi yang normal dan alami. Sehat bersifat dinamis yang statusnya terus menerus berubah. Kesehatan mempengaruhi tingkat fungsi seseorang, baik dari segi fisiologis, psikologis dan demensi sosiokultural.

2.1.5.1. Sehat menurut: 1) WHO keadaan seimbang yang sempurna, baik fisik, mental dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan. 2) Menurut Parson sehat adalah kemampuan optimal individu untuk menjalankan pera dan tugasnya secara efektrif. 3) Menurut undang-undang kesehatan RI No 23 tahun 1992, sehat adalah keadaan sejahtera tubuh, jiwa, soaial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. 2.1.5.2. Definisi Sakit Sakit adalah keadaan tidak normal/sehat, sebagai tolak ukur sakit/penyakit adalah jika terjadi perubahan dari nilai rata-rata normal yang ditetapkan. Definisi menurut: 1) Parson ketidakseimbangan fungsi normal tubuh manusia, termasuk jumlah system biologis dan kondisi penyesuaian. 2) Bauman ada criteria keadaan sakit yaitu : adnya gejala, persepsi

tentang keadaan sakit yang dirasakan dan kemampuana beraktivitas seharihari yang menurun. 3) Batasan medis mengemukan dua bukti sakit yaitu tanda dan gejala. 4) Perkins suatu keadaan tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari, baik aktivitas jasmani maupun sosial. 2.1.5.3. Rentang sehat-sakit Rentang sehat sakit adalah suatu skala ukur hipotesa untuk mengukur keadaan sehat/kesehatan seseorang. Kedudukan seseorang pada skala tersebut bersifat dinamis dan individual karena dipengaruhi oleh factor pribadi dan lingkungan. Pada skala ini sewaktu-waktu seseorang bisa berada dalam keadaan sehat, namun dilain waktu bisa bergeser keadaan sakit. 2.2 Teori Permasalahan di Bidang Fisioterapi Berdasarkan pengkajian yang kami lakukan di masyarakat, didapatkan tujuh kasus dalam lingkup fisioterapi yang meliputi :

2.2.1. Gangguan Keseimbangan 2.2.1.1. Pengertian Keseimbangan Definisi keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan pusat gravitasi pada bidang tumpu terutama ketika saat posisi tegak. Selain itu definisi keseimbangan juga memiliki definisi yakni kemampuan untuk mempertahankan tubuh dalam posisi kesetimbangan maupun dalam keadaan statik atau dinamik, serta menggunakan aktivitas otot yang minimal. Keseimbangan terbagi atas dua kelompok, yaitu keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis. 2.2.1.2. Klasifikasi Keseimbangan Postural Keseimbangan postural diklasifikasikan menjadi 2 yaitu: 1) Keseimbangan statik. Keseimbangan statik adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat memelihara keseimbangan tubuhnya pada suatu posisi tertentu selama jangka waktu tertentu. Misalnya pada anak yang menirukan patung. 2) Keseimbangan dinamik. Keseimbangan dinamik merupakan keseimbangan pada saat tubuh melakukan gerakan atau saat berdiri di atas landasan yang bergerak (dynamic standing) yang akan menempatkannya dalam kondisi yang tidak stabil, dan pada keadaan ini kebutuhanakan kontrol keseimbangan postural semakin meningkat. Misalnya keseimbangan saat berjalan, naik di atas perahu, ataupun berlari di atas treadmill. 2.2.1.3. Sistem Informasi Sensoris yang Mempengaruhi Keseimbangan Lansia Sistem informasi sensoris yang mempengaruhi keseimbangan lansia meliputi visual, vestibular, dan somatosensoris : 1) Visual Visual memegang peran penting dalam sistem sensoris. Cratty & Martin (1969) menyatakan bahwa keseimbangan akan terus berkembang sesuai umur, mata akan membantu agar tetap fokus pada titik utama untuk mempertahankan keseimbangan, dan

sebagai monitor tubuh selama melakukan gerak statik atau dinamik. Dengan informasi visual, maka tubuh dapat

menyesuaikan atau bereaksi terhadap perubahan bidang pada lingkungan aktivitas sehingga memberikan kerja otot yang sinergis untuk mempertahankan keseimbangan tubuh. 2) Sistem vestibular Komponen vestibular merupakan sistem sensoris yang berfungsi penting dalam keseimbangan, kontrol kepala, dan gerak bola mata. Reseptor sensoris vestibular berada di dalam telinga. Sistem vestibular bereaksi sangat cepat sehingga membantu mempertahankan keseimbangan tubuh dengan mengontrol otot-otot postural. 3) Somatosensoris Sistem somatosensoris terdiri dari taktil atau proprioseptif serta persepsi-kognitif. Informasi propriosepsi disalurkan ke otak melalui kolumna dorsalis medula spinalis. Impuls dari alat indra ini dari reseptor raba di kulit dan jaringan lain , serta otot di proses di korteks menjadi kesadaran akan posisi tubuh dalam ruang. 2.2.1.4. Akibat dari Gangguan Keseimbangan

2.2.2. Nyeri Punggung Bawah Pengertian Nyeri Punggung Bawah (NPB) adalah sindroma klinis yang ditandai dengan gejala utama nyeri atau perasaan tidak enak di daerah tulang punggung bagian bawah. Penyebab NPB antara lain iritasi pada saraf, otot dan lesi pada tulang, aktifitas berlebih, tekanan pada otototot serta cidera pada otot dan ligamen, proses degeneratif, kelainan kongenital, merokok, obesitas. 2.2.3. Senam Nifas Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Masa nifas

(puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil. 2.2.4. Nyeri Lutut Pengertian osteoartritis (OA, dikenal juga sebagai artritis

degeneratif, penyakit degeneratif sendi) adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujungujung tulang penyusun sendi. Pada sendi, suatu jaringan tulang rawan yang biasa disebut dengan nama kartilago biasanya menutup ujung-ujung tulang penyusun sendi. Suatu lapisan cairan yang disebut cairan synovial terletak di antara tulang-tulang tersebut dan bertindak sebagai bahan pelumas yang mencegah ujung-ujung tulang tersebut bergesekan dan saling mengikis satu sama lain. Pada kondisi kekurangan cairan synovial lapisan kartilago yang menutup ujung tulang akan bergesekan satu sama lain. Gesekan tersebut akan membuat lapisan tersebut semakin tipis dan pada akhirnya akan menimbulkan rasa nyeri. Penyebab osteoartritis bermacam-macam. Beberapa penelitian

menunjukkan adanya hubungan antara osteoarthritis dengan reaksi alergi, infeksi, dan invasi fungi. Riset lain juga menunjukkan adanya faktor genetic yang terlibat dalam penurunan penyakit ini. Namun demikian, beberapa faktor risiko terjadinya osteoartritis adalah sebagai berikut: Wanita berusia lebih dari 45 tahun Kelebihan berat badan Aktivitas fisik yang berlebihan, seperti para olahragawan dan pekerja kasar Menderita kelemahan otot paha Pernah mengalami patah tulang disekitar sendi yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat Gejala Umum 1. Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan. Pada mulanya hanya terjadi pagi hari, tetapi apabila dibiarkan akan bertambahburuk dan menimbulkan rasa sakit setiap melakukangerakan tertentu , terutama pada

waktu menopangn berat badan, namun bisa membaik bila diistirahatkan . Pada beberapa penderita , nyeri sendi dapat timbul setelah istirahat lama,misalnya duduk di kursi atau di jok mobil dalam perjalanan jauh. Terkadang juga dirasakan setelah bangun tidur di pagi hari. 2. Adanya pembengkakan/peradangan pada persendian (Heberdens dan Bouchards nodes) 3. Persendian yang sakit berwarna kemerah-merahan. 4. Kelelahan yang menyertai rasa sakit padapersendian

5. Kesulitan menggunakan persendian 6. Bunyi pada setiap persendian (crepitus). 2.2.5. Nyeri Bahu Nyeri bahu merupakan keluhan yang dirasakan pada saat aktifitas gerak terutama melibatkan sendi bahu. Keadaan seperti ini apabila dibiarkan dalam waktu yang relatif lama menjadikan bahu akan menjadi kaku dan akan memperparah sendi bahu tersebut. Faktor penyebab yang terjadi pada sendi bahu dibagi menjadi dua yaitu faktor gerak dan fungsional (movement & function) , dan faktor penyebab neurogenik. Faktor gerak dan fungsi bisa terjadi karena adanya tendinitis supraspinatus, tendonitis bisipitalis, kapsul adesiva, bursitis, ruptur pada otot. Sedangkan faktor penyebab neurologic bisa tejadi karena adanya lesi pada saraf bracialis. Etiologi dari nyeri bahu seperti adanya faktor degeneratif, trauma (fraktur dan dislokasi sendi bahu), peradangan dan adanya tumor. Tanda dan gejalanya seperti adanya nyeri disekitar bahu, kesulitan beraktivitas seperti mengankat bahu atau mengerakan bahu, adanya kaku disekitar bahu. 2.2.6. Latihan Ibu Hamil Senam hamil adalah program kebugaran yang diperuntukan bagi ibu hamil. Senam hamil memiliki prinsip-prinsip gerakan khusus yang disesuaikan dengan kondisi ibu hamil. Latihan-latihan pada senam hamil dirancang khusus untuk menyehatkan dan membugarkan ibu hamil,

mengurangi keluhan yang timbul selama kehamilan, serta mempersiapkan fisik dan psikis ibu dalam menghadapi persalinan. 2.2.7. Stroke Stroke di definisikan sebagai defisit (gangguan) fungsi sistem saraf yang terjadi mendadak dan di sebabkan oleh gangguan peredaran darah otak (Pinzon, 2010). Menurut Mulyatsih 2010 stroke adalah Brain Attack atau serangan otak sesuai dengan istilah serangan kejadian stroke hampir selalu tiba-tiba dengan gejala yang beragam. Gejala yang paling sering di temukan adalah keadaan lumpuh separuh badan dengan atau tampa penurunan kesadaran.stroke sering dihubungkan dengan keadaan stress walaupun hal ini tidak selalu ada.

2.3

Konsep Penatalaksanaan Fisioterapi Menurut Teori Berdasarkan tujuh kasus yang kami temukan di masyarakat, maka kami memutuskan untuk mengangkat 3 kasus, yang meliputi :

2.3.1. Nyeri Punggung Bawah

Nyeri punggung bawah (NPB) adalah sindroma klinis yang ditandai dengan gejala utama nyeri atau perasaan tidak enak di daerah tulang punggung bagian bawah. Penyebab NPB antara lain iritasi pada saraf, otot dan lesi pada tulang, aktifitas berlebih, tekanan pada otot-otot serta cidera pada otot dan ligamen, proses degeneratif, kelainan kongenital, merokok, obesitas

Tujuan pemberian latihan pada NPB : a. Mengurangi hiperlordosis tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh. b. Membiasakan diri untuk melakukan gerakan gerakan yang sesuai dengan gerakan ergonomis tulang punggung. Latihan ditujukan untuk : a. Mengurangi gaya yang bekerja pada tulang punggung dengan cara mengurangi berat badan. b. Memperkuat otot otot yang kurang kuat, terutama otot perut, otot pantat, dan otot punggung. c. Meregangkan otot otot yang memendek, terutama otot punggung dan otot paha bagian belakang. d. Mengurangi posisi bahu dan punggung bagian atas yang terlalu menekuk ke depan. e. Mengurangi kekakuan pada otot punggung bawah. Beberapa hal penting sebelum melakukan latihan : a. Tidak ada penyakit lain yang membahayakan bila dilakukan latihan b. Latihan dilakukan setiap hari, pagi dan sore dan selalu dimulai dengan intensitas yang ringan dan secara bertahap ditingkatkan. c. Latihan dilakukan pada dasar yang datar, dianjurkan dilantai dengan alas karpet. d. Posisi awal latihan adalah berbaring terlentang, lutut fleksi, kedua telapak kaki menempel lantai seluruhnya dan kedua lengan dan tangan rileks di samping tubuh e. Setiap latihan diulangi 5x dan bertahap dinaikkan sampai 10x, dilakukan dengan pelan pelan dan hati hati, tidak perlu tergesa gesa dan jangan terlalu banyak dengan cara mengejan. Teknik Latihan a. Pelvic tilting Tujuan : untuk menguatkan otot gluteus maksimus, mencegah hiperlordosis tulang belakang.

Teknik : posisi awal tidur terlentang diatas matras. Kedua lutut ditekuk dan kedua telapak kaki rata pada permukaan matras. Kemudian ratakan pinggang dengan menekan pinggang kebawah matras dengan mengkontraksikan otot perut dan otot pantat. Setiap kontraksi ditahan 5 hitungan kemudian rileks. Ulangi latihan ini sebanyak 10 kali.

b. Lutut ke dada Tujuan : untuk meregangkan otot punggung yang tegang dan kaku. Teknik : posisi awal tidur terlentang diatas matras. Kedua lutut ditekuk dan kedua telapak kaki rata pada permukaan matras. Kemudian tekuk satu lutut ke arah dada sejauh mungkin, dan kedua tangan membantu mendorong lutut ke arah dada. Dilakukan secara bergantian dengan kaki yang lain dengan gerakan yang sama. Setiap gerakan ditahan selama 5 hitungan, dan latihan ini diulangi sebanyak 10 kali.

c. Meregangkan tubuh bagian lateral Tujuan : untuk meregangkan otot lateral tubuh yang tegang. Teknik : dengan tangan dibawah kepala dan siku menempel pada alas, paha kanan disilangkan ke paha kiri kemudian tarik ke samping kanan dan kiri sejauh mungkin, lakukan juga dengan menyilangkan paha kiri di atas paha kanan.

d. Sit up Tujuan : untuk menguatkan otot perut dan punggung bawah Teknik : posisi awal tidur terlentang diatas matras. Kedua lutut ditekuk dan kedua telapak kaki rata pada permukaan matras. Kemudian pelan pelan menaikkan kepala dan leher sehingga dagu menyentuh dada, dan

kedua bahu juga ikut terangkat. Gerakan ini ditahan sampai 5 hitungan dan rileks. Latihan ini diulangi sebanyak 10-25 kali.

e. Hidung ke lutut Tujuan : untuk memperkuat otot perut dan meregangkan otot paha samping Teknik : posisi awal tidur terlentang diatas matras. Kedua lutut ditekuk dan kedua telapak kaki rata pada permukaan matras. Kedua lutut ditekuk dan kedua telapak kaki rata pada permukaan matras. Kemudian tekuk satu lutut ke arah dada sejauh mungkin, kedua tangan membantu mendorong lutut ke arah dada dan angkat kepala hingga dagu menyentuh dada. Dilakukan secara bergantian dengan kaki yang lain dengan gerakan yang sama. Setiap gerakan ditahan selama 5 hitungan, dan latihan ini diulangi sebanyak 10 kali.

f. Hiperekstensi sendi paha Tujuan : untuk menguatkan otot gluteus dan punggung bawah serta meregangkan otot fleksor paha Teknik : dengan posisi tengkurap, tungkai ditarik ke atas, ulangi pada kaki sebelahnya.

Pencegahan NPB 1. Waktu berdiri : Jangan memakai sepatu hak tinggi Jangan berdiri waktu yang lama, selingi dengan jongkok Bila mengambil sesuatu ditanah, jangan membungkuk, tetapi tekuklah lutut

Bila mengangkat benda berat, regangkan kedua kaki lalu tekuklah lutut dan punggung tetap tegak dan angkatlah barang tersebut sedekat mungkin dengan tubuh.

2. Waktu berjalan : berjalanlah dengan posisi tegak, rileks, dan jangan tergesa gesa

3. Waktu aktivitas : aktivitas dengan menggunakan postur yang benar 4. Waktu duduk : pilihlah tempat duduk dengan kriteria : Busa jangan terlalu lunak Punggung kursi berbentuk huruf S. Bila duduk seluruh punggung harus sebanyak mungkin kontak dengan kursi

5. Waktu tidur : waktu tidur punggung dalam keadaan mendatar (jangan pakai alas per) 6. Olahraga : Hindari olahraga yang akan meningkatkan stress pada punggung. Dianjurkan olahraga perorangan seperti renang dan jogging

2.3.2. Latihan Keseimbangan Pengertian Latihan Keseimbangan Latihan keseimbangan adalah latihan khusus yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kekuatan otot pada anggota bawah (kaki) dan untuk meningkatkan sistem vestibular/kesimbangan tubuh. Organ yang berperan dalam sistem keseimbangan tubuh adalah balance perception. Latihan keseimbangan sangat penting pada lansia (lanjut usia) karena latihan ini sangat membantu mempertahankan tubuhnya agar stabil sehingga mencegah terjatuh yang sering terjadi pada lansia. Setiap tahunnya di Amerika Serikat dilaporkan sekitar 300.000 kasus patah tulang pada hip disebabkan karena terjatuh. Latihan keseimbangan ini sangat berguna untuk memandirikan para lansia agar mengoptimalkan kemampuannya sehingga menghindari dari dampak yang terjadi yang disebabkan karena ketidakmampuannya. Otak, otot dan tulang bekerja bersama-sama menjaga keseimbangan tubuh agar tetap seimbang dan mencegah terjatuh.Ketiga organ ini merupakan sasaran yang terpenting dan harus dioptimalkan pada latihan keseimbangan.

2.2.1.5.

Tujuan Latihan Keseimbangan

Latihan keseimbangan bertujuan untuk mengasah sensitivitas sensor proprioseptif. Prinsip gerakan latihan keseimbangan cukup mudah hanya dengan duduk kemudian berdiri yang dilakukan berulang - ulang, tetapi dapat menjadi sulit bagi mereka yang keseimbangannya terganggu akan merasa seperti jatuh ketika berdiri. 2.2.1.6. Indikasi dan Kontraindikasi Latihan Keseimbangan

8.1. Indikasi : Klien yang memiliki gangguan keseimbangan 8.2. Kontraindikasi : Riwayat fraktur pada ekstremitas bawah, hipotensi ortostatik, atrofi di salah satu atau kedua tungkai. 2.2.1.7. Gerakan-gerakan dalam Latihan Keseimbangan

a. Pasien duduk dikursi dengan bersandar dan kedua tangan berada di atas paha. Kemudian pasien diminta untuk meluruskan salah satu kaki ke depan hitung satu detik ,kemudian kembali. Dilakukan hingga 5 kali dan bergantian dengan kaki satunya.

b. Pasien duduk dikursi dengan bersandar dan kedua tangan berada di atas paha. Pasien diminta untuk mengangkat salah satu kakinya ke atas dengan hitungan satu detik kemudian kembali. Dilakukan hingga 5 kali bergantian dengan kaki satunya.

c. Pasien duduk dikursi dengan bersandar dan kedua tangan berada di atas paha. Pasien diminta untuk menaruh salah satu tumitnya di depan ibu jari kaki sebelahnya. Kemudian kembali keposisi awal, dilakukan bergantian dengan kaki satunya dengan hitungan 5 kali setiap kaki.

d. Pasien duduk dikursi, tidak perlu bersandar dan kedua tangan berada di atas paha. Gerakkannya salah satu kaki di bawah masuk kearah belakang (kolong kursi). Kemudian kembali keposisi awal dan dilakukan bergantian dengan kaki satunya dengan hitungan 5 kali setiap kaki.

e. Pasien berdiri tegak di belakang kursi dengan kedua tangan berpegang pada sandaran kursi . Gerakannya pasien mengangkat salah satu

kakinya ke atas kemudian kembali posisi awal dengan hitungan 8 kali dan dilakukan bergantian dengan kaki satunya. Pengulangan sebanyak 5 kali setiap kaki.

f. Pasien berdiri tegap di belakang kursi dengan kedua tangan berpegang pada sandaran kursi . Gerakan, Pasien menekukkan lutunya kemudian kembali ke posisi awal. Dengan hitungan 5 kali.

g. Pasien berdiri tegap di belakang kursi dengan kedua tangan berpegangan pada sandaran kursi . Gerakan : berdiri dengan menumpu pada ujung ibu jari kaki 1-4 hitungan, kembali ke posisi semula dengan hitungan 5-8. Diulangi 3 kali.

h. Pasien berdiri tegap di belakang kursi (kursi berada di samping pasien) dengan salah satu tangan berpegang pada sandaran kursi . Gerakan

pasien mengangkat salah satu kaki ke samping tahan satu detik kemudian kembali. Dilakukan bergantian pada kaki satunya dengan pengulangan 5 kali setiap kaki.

i. Pasien berdiri tegap di belakang kursi (kursi berada di samping pasien) dengan salah satu tangan berpegang pada sandaran kursi . Gerakan : berjalan dengan kaki yang sejajar (tumit berada di depan ibu jari)

j. Posisi berdiri tegak, tanpa ada halangan atau bantuan di sekitar. Pasien berjalan lurus ke depan dengan salah satu tumit kaki ada di depan ujung ibu jari. Lakukan bergantian sambil berjalan.

k. Posisi berdiri tegak, tanpa ada halangan atau bantuan di sekitar. Pasien berjalan dengan posisi tangan terbuka di sampimg setinggi dada.

2.3.3. Pelvic Floor Exercise pada Ibu Nifas 2.3.3.1. Pengertian 1) Masa Nifas Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil. 2) Senam Nifas (Pelvic Floor) Senam nifas adalah latihan jasmani yang dilakukan oleh ibu-ibu setelah melahirkan setelah keadaan tubuhnya pulih dimana fungsinya

adalah untuk mengembalikan kondisi kesehatan, untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan memperbaiki regangan pada otot-otot setelah kehamilan, terutama pada otot-otot bagian punggung, dasar panggul dan perut. Senam nifas dapat di mulai 6 jam setelah melahirkan dan dalam pelaksanaanya harus dilakukan secara bertahap, sistematis dan kontinyu. 2.3.3.2. Tujuan Senam Nifas (Pelvic Floor) Senam nifas dapat dilakukan oleh ibu-ibu pasca persalinan, dimana senam nifas mempunyai tujuan untuk : 1) Membantu mencegah pembentukan bekuan (thrombosis) pada pembuluh tungkai dan membantu kemajuan ibu dari

ketergantungan peran sakit menjadi sehat dan tidak bergantung. 2) Mengencangkan otot perut, liang senggama, otot-otot sekitar vagina maupun otot-otot dasar panggul. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Memperbaiki regangan otot perut. Untuk relaksasi dasar panggul. Memperbaiki tonus otot pinggul. Memperbaiki sirkulasi darah. Memperbaiki regangan otot tungkai. Memperbaiki sikap tubuh dan punggung setelah melahirkan.

2.3.3.3. Indikasi dan Kontraindikasi Senam Nifas (Pelvic Floor) Pada setiap senam yang dilakukan oleh ibu-ibu pasca persalinan memiliki beberapa indikasi dan kontraindikasi seperti disebutkan dibawah ini : Indikasi : 1. Involusi seluruh organ tubuh 2. Dinding perut lembek dan lemas, striae gravidarum 3. Pelebaran pembuluh darah 4. Tonus dan elastisitas kulit menurun 5. Rasa sakit pada punggung Kontra indikasi :

1. Ibu yang mengalami komplikasi selama persalinan (Ibu dengan pendarahaan). 2 . Ibu yang menderita anemia. 3 . Ibu dengan kehamilan pre-eklamsi 4 . Ibu-ibu dengan kelainan-kelainan seperti ginjal atau diabetes, mereka diharuskan istirahat total sekitar 2 minggu. 5. Ibu dengan kelainan jantung dan paru-paru. Bila disuruh banyak beraktivitas tentu akan makin capek yang membuat kerja jantung makin payah 6. Ibu dengan persalinan secsio cecaria. Pada mereka yang sesar, beberapa jam setelah keluar dari kamar operasi pernapasanlah yang dilatih guna mempercepat penyembuhan luka. Sementara latihan untuk mengencangkan otot perut dan melancarkan sirkulasi darah ditungkai baru dilakukan 2-3 hari setelah ibu dapat bangun dari tempat tidur. Sedangkan pada persalinan normal, bila keadaan ibu cukup baik, semua gerakan senam bisa dilakukan. 2.3.3.4. Persiapan Senam Nifas Sebelum melakukan senam nifas, perlu melakukan beberapa persiapan agar senam yang dilakukan maksimal, persiapan tersebut seperti : 1. Mengenakan baju yang nyaman untuk olahraga 2. Minum air putih yang cukup 3. Dapat dilakukan di tempat tidur 4. Dapat diiringi musik 5. Perhatikan keadaan ibu 2.3.3.5. Pelaksanaan Senan Nifas 1) 2) Dosis Latihan : Setiap gerakan ditahan selama 5-10 detik kontraksi, diikuti rileks selama 10 detik Dilakukan sebanyak 8-12 kali. Diulangi sebanyak 4 sesi Setiap sesi istirahat selama 2 menit Dan dilakukan 3 kali perhari Latihan senam nifas :

1. Menjepit bantal Posisi tidur telentang, kedua lutut ditekuk, diantara kedua lutut diberi bantal. Gerakkan lutut seolah menjepit bantal disertai menegangkan otot-otot dasar panggul dengan cara seolah-olah menahan kencing dan berak. Latihan ini dapat dilakukan bersamaan dengan saat menghembuskan nafas

2. Kaki gunting Tidur telentang salah satu tungkai disilangkan di tungkai yang lain. Gerakkan tungkai saling merapat antara satu dengan yang lain. Bersamaan dengan hal itu kencangkan otot-otot dasar panggul seperti menahan kencing dan berak.

3. Menahan perut Posisi duduk di atas kursi dengan bantalan lunak, kedua tangan di atas paha. Kencangkan dada dan perut, sehingga badan agak condong ke depan. Bersamaan dengan hal itu kencangkan otot-otot

dasar panggul seperti menahan kencing dan berak. Latihan ini dapat dilakukan bersamaan dengan menghembuskan nafas.

4. Duduk berdiri Posisi duduk di kursi, dengan kedua tangan di atas paha. Angkat pantat dan badan hingga hampir berdiri (jangan sampai berdiri) sambil mengencangkan otot-otot dasar panggul (seperti menahan kencing dan berak) dan rapatkan kedua paha. Lakukan gerakan ini dengan cepat.