Anda di halaman 1dari 9

TUGAS INDIVIDU

PLANKTON DAN BUDIDAYA PAKAN ALAMI


( PLANKTON-PLANKTON YANG MERUGIKAN ) Dosen : Ir. Hendry yanto M.Si

Disusun Oleh : Yogo Tri Ssaloko 10 111 0302

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK 2012

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Plankton merupakan suatu organisme yang berukuran kecil yang hidupnya terombang-ambing oleh arus di perairan bebas atau microorganisme yang hidup di dalam air. Pergerakan plankton di pengaruhi oleh arus, hidupnya melayang-layang dan gaya geraknya sangat kecil. Distribusi plankton cukup luas, mulai dari muara sungai hingga samudra, mulai dari perairan tawar hingga asin, bahkan dari perairan tropis hingga kutub. Mereka terdiri dari mahkluk-mahkluk yang hidupnya sebagai hewan (zooplankton) dan sebagai tumbuh-tumbuhan (phytoplankton) (Hutabarat dan Stewart, 1986). Bahwasanya zooplankton ialah hewan-hewan laut yang planktonik sedangkan fitoplankton terdiri dari tumbuhan laut yang bebas melayang dan hanyut dalam laut serta mampu berfotosintesis. Fitoplankton memegang peranan yang sangat penting dalam suatu perairan. Fungsi ekologisnya sebagai produser primer dan awal mata rantai dalam jaringan makanan menyebabkan fitoplankton sering dijadikan skala ukuran kesuburan suatu ekosistim. Berdasarkan struktur tropik level , pada kebanyakan ekosistim fitoplankton terutama dikomsumsi oleh zooplankton disamping larva hewan tingkat tinggi lainnya. Fitoplankton dan zooplankton memiliki kedekatan hubungan ekologis yaitu pemangsaan (grazing), selanjutnya zooplankton dikomsumsi oleh konsumner yang lebih tinggi seperti larva dan hewan muda dari berbagai organisme termasuk kepiting bakau (Scylla spp) (Nur Asia, 2002). Ukuran plankton sangat beraneka ragam, dari yang terkecil, yang disebut ultraplankton berukuran <0,0005 mm atau 5 mikron, termasuk di sini bakteri dan diatom kecil, sampai nanoplankton berukuran 6o-70 mikron, yang terlalu kecil untuk dikumpulkan dengan jaring plankton biasa dan hanya dapat dikumpulkan dengan cara mengambil sejumlah besar air laut. Nanoplankton yang terdapat di dalam air laut di endapkan, beberapa waktu kemudian dikumpulkan dari endapan di dasar atau dengan menggunakan sentrifugasi. Net plankton atau mikroplankton berukuran sampai beberapa millimeter dan dapat dikumpulkan dengan banyak macam cara (Romimohtarto, 2007).

Plankton merupakan makanan alami larva organisme perairan. Sebagai produsen utama di perairan adalah fitoplankton, sedangkan organime konsumen adalah zooplankton, larva, ikan, udang, kepiting, dan sebagainya (Dianthani Dhani, 2003). Maka dari itu kecilnya ukuran plankton tidaklah mengandung arti bahwa mereka itu adalah organisme yang kurang penting. Anggapan yang seperti itu tidaklah benar karena plankton merupakan sumber makanan bagi jenis ikan komersial penting yang hidup di perairan laut maupun tawar. Dengan kata lain kelangsungan hidup ikan tergantung pada banyak sedikitnya jumlah plankton yang ada (plankton bagian terpenting dari rantai makanan dalam ekosistem perairan). Secara tidak langsung plankton dapat dimanfaatkan oleh manusia, karena manusia sendiri mengkonsumsi ikan, dimana ikan tersebut dalam kehidupannya memanfaatkan plankton sebagai bahan makanannya. Bahan makanan yang berasal dari plankton banyak mengandung asam-asam amino esensial,mineralmineral, vitamin-vitamin, dan juga lemak serta karbohidrat. Di dalam teori dapat dikatakan bahwa plankton merupakan sumber makanan penting bagi kita. Aspek-aspek yang dapat diamati meliputi nilai kualitatif dan kuantitatif plankton. Aspek kualitatif merupakan pemahaman plankton yang berhubungan erat dengan penilaian perairan yang dapat berfungsi sebagai daerah penangkapan maupun lokasi budidaya laut serta pemahaman plankton terhadap fungsi dan tingkat kemampuan perairan sebagai pendukung kehidupan organisme perairan. Sedangkan aspek kuantitatif merupakan pemahaman mengenai jumlah jenis, komposisi, dan distribusi plankton dalam ekosistem perairan. Maka dari itu plankton merupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari dan masih banyak lagi permasalahan mengenai plankton dalam perairan yang perlu di kaji secara kualitatif maupun kuantitatif. Tidak semua plankton yang hidup dapat menguntungkan manusia, hewan, atau lingkungan sekitarnya. Ada beberapa plankton yang hidup malah memberi kerugian atau kerusakan bagi lingkungan yang di tinggalinya serta memberi dampak buruk pada mahluk hidup lainnya.

1.2. Tujuan dan Manfaat Untuk mengetahui jenis-jenis plankton yang merugikan Untuk mengetahui kerugian apa yang ditimbulkan plankton tersebut Untuk mengantisipasi cara penanggulangan serangan plankton yang merugikan
3

II. JENIS-JENIS PLANKTON DAN KERUGIANNYA

2.1. Contoh Jenis-Jenis Plankton Yang Merugikan Ada banyak sekali populasi dan jenis plankton di dunia ini. Diantara planktonplankton tersebut ada pula plankto yang merugikan atau berbahaya bagi kehidupan hewan bahkan manusia, diantaranya : Heterosigma akashiwo Gonyaulax polygramma Noctiluca scintillans Scrippsiella trochoidea Trichodesmium eryathraeum Cyanobacteria (blue green algae) Dinoflagellata (redtide) Chaetopterus variopedatus Alexandrium catenella Dinophysis acuta Nitzschia pungens Gambierdiscus toxicus Gymnodinium breve Anabaena flos-aquae Chaetoceros convolurus Gymnodinium mikimatoi Gymnodinium Sp Gyrodinium Sp. Perydinium Sp. Itu hanyalah sebagian kecil contoh plankton-plankton yang merugikan bagi lingkungan dan habitat di sekitarnya. Masih banyak sekali nama-nama plankton yang merugikan lainya.

2.2. Kerugian-Kerugian Yang Ditimbulkan Heterosigma akashiwo Adalah organisme bersel tunggal, biasanya sekitar 1/1000-inch lebar. Terlihat melalui mikroskop, itu berbentuk oval, warna kuning berbintik-bintik. Hal ini juga dilengkapi dengan sepasang flagella, pelengkap mirip rambut, yang mendorong melalui air. Alga beracun yang mekar di daerah pesisir di seluruh dunia. Species ini memiliki dua flagella dan berenang di dalam air, tetapi tidak memiliki dinding sel yang kaku sehingga dapat mengubah bentuk. Pada musim semi, sel bangkit dari sedimen laut dan berenang ke permukaan, di mana mereka berkumpul nutrisi dan sinar matahari, seperti tanaman kebun. Para ilmuwan mengatakan organisme ini tidak beracun bagi manusia dan biasanya tidak menimbulkan bahaya bagi ikan dan kehidupan laut lainnya. Tapi kadang-kadang, saat cuaca musim panas tiba lebih awal dari biasanya, Heterosigma semakin menggila. Species ini berkembang biak pada tingkat fenomenal hingga mencapai konsentrasi yang membunuh ikan, terutama salmon dan ikan lain yang terbatas pada pena bersih dan ikan liar yang makan di perairan dangkal seperti ikan yang terletak pada mulut sungai dan inlet panjang. Para peneliti berpendapat bahwa wabah tampaknya benar-benar alami, bukan disebabkan oleh pencemaran. Mekar Heterosigma telah diamati sekitar Puget Sound untuk setidaknya 40 tahun. Ada mekar besar sekitar Lummi Pulau di akhir 1960-an, dan ada membunuh ikan dalam Puget Sound pada tahun 1989, 1991 dan 1997. Cara membunuh spsies ini belum sepenuhnya dipahami. Penelitian baru-baru ini menemukan bahwa Heterosigma menghasilkan hidrogen peroksida yang mempengaruhi insang ikan dan menutup pada respirasi mereka. Blooming H. akashiwo terjadi di perairan pantai wilayah subarctic dan beriklim baik belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Species ini sering membunuh budidaya ikan, termasuk ikan salmon, kuning, dan ikan air tawar laut, dan kerusakan untuk akuakultur.

Kelompok Plankton Anoxious (Gonyaulax polygramma, Noctiluca scintillans, Scrippsiella trochoidea, Trichodesmium eryathraeum dll ). Kurang berbahaya, ledakan bisa terjadi pada kondisi tertentu,bisa berkembang sangat padat menyebabkan penurunan kadar oksigen yang drastis dan kematian massal pada ikan dan vertebrata.

Cyanobacteria (blue green algae) dan Dinoflagellata (redtide) Mekanisme toksin dalam menyerang organ tubuh adalah dengan cara menghambat proses sintesis protein pada organ tubuh yang diserang. Sebagian besar toksin plankton merugikan pada air tawar, air payau dan air laut berupa peptida siklik (cyclic peptide) diantaranya toksin microcystin dan nodularin yang paling umum dijumpai secara global di seluruh dunia. Peringkat kedua ditempati oleh golongan sitotoksik alkaloid berupa saxitoxin dari Dinoflagellata.

Chaetopterus variopedatus Chaetopterus variopedatus merupakan salah satu spesies dari filum polychaeta yang cukup merugikan. Sebab spesies ini suka mengebor atau membuat lubang saluran pada tiram, yang berakibat menurunkan kualitas tiram. Pengeboran dimulai sejak cacing muda hidup sebagai benthos. Selain itu chaetopterus dapat membentuk sekumpulan monosopecific padat yang tidak diragukan lagi dapat mempengaruhi kelimpahan dan distribusi hewan di habitatnya.

Plankton perusak sistem pernafasan ( Chaetoceros convolurus, Gymnodinium mikimatoi ) secara fisik merusak sistem pernafasan avertebrata dan ikan karena penyumbatan terutama pada saat kepadatan tinggi, hal tersebut dapat membunuh ikan karena sirkulasi oksigen ke tubuh ikan akan menjadi terhambat

Penyebab redtide (Gymnodinium Sp., Gyrodinium Sp., Perydinium Sp. ) Secara normatif red tide dapat terjadi karena adanya sumbangan hara dari daratan yang sangat tinggi, perubahan cuaca (El Nino, La Nina?), hujan yang berlebihan, atau kurangnya zooplankton (kopepoda) herbivora yang mengontrol populasi fitoplankton penyebab red tide. Peristiwa red tide menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sumber daya ikan di perairan alami, tambak, serta menghilangnya ikan-ikan dari lokasi penangkapan. Munculnya jenis-jenis plankton red tide akan menimbulkan kematian massal biota laut akibat pengurasan oksigen (anoxious), merusak dan mengganggu sistem pernapasan ikan, dan meracuni lingkungan perairan dan biota laut lainnya. Di satu sisi, pengayaan nutrien (eutrofikasi) akibat mekanisme upwelling berdampak positif bagi kesuburan suatu perairan dengan terpeliharanya sumber daya perikanan. Di sisi lain, upwelling juga dapat menyebabkan kerugian karena menimbulkan ledakan pertumbuhan (blooming) dari jenis-jenis plankton penyebab red tide.

III. UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIANNYA Pelestarian lingkungan Lingkungan adalah faktor utama yang harus di perhatikan untuk pencegahan pertumbuhan plankton yang secara tidak wajar, karena lingkungan atau habitat plankton yang merugikan biasanya di tempat-tempat yang tercemar limbah ataupun zat-zat tertentu. Oleh karena itu kelestarian lingkungan harus sangat diperhatikan agar kehidupan plankton dan biota lain tetap seimbang. penggunaan bio-cleaning agent bio cleaning agent adalah pemanfaatan biota untuk membasmi atau mengurangi biota lainnya disuatu lingkungan hidup. Contohnya menggunakan ikanikan kecil yang sumber makanannya adalah plankton ( plankton feeder ) untuk membasi plankton yang tidak diharapkan hidup di suatu perairan tertentu. Penggunaan probiotik Di dalam probiotik terdapat banyak sekali bakteri baik, pemanfaatan bakteri baik untuk menekan pertumbuhan plankton/bakteri jahat sehingga

perutmbuhannya dapat terkontrol. Penggantian air Jika plankton yang merugikan menyerang kolam-kolam ikan maka salah satu hal yang dapat di lakukan adalah menguras kolam sampai kering lalu menggantinya dengan air yang baru

IV. PENUTUP Seperti diketahui, peranan plankton sangat vital di dalam ekosistem perairan sebagai dasar dari kehidupan. Beraneka ragam organisme mikroskopik nabati yang merupakan bagian terbesar dari organisme planktonik, mampu menghasilkan bahan-bahan organik. Melalui rantai makanan bahan-bahan organik dapat mencapai organisme konsumen dalam tingkatan troffic yang lebih tinggi (ikan). Daerah perikanan tangkap potensial terdapat di perairan yang mempunyai tingkat kesuburan tinggi seperti di daerah upwelling, Namun kesuburan plankton yang berlebihan akibat adanya pengkayaan unsur-unsur hara dapat menimbulkan kematian masal pada biota laut. Adanya mikroalga beracun yang muncul di dalam perairan dapat membahayakan kehidupan organisme konsumen seperti ikan dan Avertebrata, bahkan sampai pada manusia yang kebetulan memakan produk laut yang mengandung racun yang berasal dari mikroalga