Anda di halaman 1dari 16

PEMBELAJARAN VISIONER DALAM PEMBELAJARAN BIDANG STUDI

A. PENDAHULUAN Proses belajar mengajar di mana interaksi murid-guru dilaksanakan secara sadar untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditargetkan disebut sebagai ilmu keguruan. Ilmu ini bisa diklasifikasi sebagai bagian dari ilmu kependidikan. Ilmu keguruan memiliki paradigma yang berkaitan dengan pertanyaan apa dan siapa murid ?, apa dan siapa guru, apa fungsi guru? apa materi pengajaran itu?, ke mana anak akan dibawa?, apa indikator keberhasilan anak didik? bagaimana mengevaluasi keberhasilan tersebut? Ilmu keguruan yang berkembang dan dipraktekkan di tanah air kita, memandang anak didik sebagai seorang individu yang belum dewasa, memiliki pengetahuan dan keterampilan. Jadi, dalam proses interaksi guru-murid, anak didik merupakan obyek. Sedangkan guru merupakan sumber ilmu dan keterampilan, dimana kehadirannya di muka kelas merupakan suatu kondisi mutlak yang harus ada agar proses belajar mengajar berlangsung. Karena guru memegang peran yang penting dalam proses interaksi tersebut, maka guru harus dihormati dan dipatuhi. Apa yang diajarkan guru sudah tercantum dalam kurikulum atau sudah dideskripsikan dalam buku yang sudah tersedia. Pengembangan pembahasan materi sesuai dengan perkembangan lingkungan dan pembahasan teori dalam kaitan dengan realitas yang ada tidak begitu mendapatkan tekanan. Sebab pembahasan materi pelajaran terletak pada materi itu sendiri. Sebagai hasil proses belajar mengajar yang penting tidak saja anak didik memiliki kemampuan, pengetahuan, keterampilan, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana anak didik mendapatkan pengetahuan atau keterampilan tersebut. Program-program pembaharuan pendidikan, misalnya pembaharuan kurikulum atau sekolah pembangunan, yang merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, merupakan program-program yang didesain dengan acuan paradigma di atas. Sejauh ini, belum ada program-program pembaharuan pendidikan yang berhasil dalam memecahkan problem pendidikan. Mengapa? Jawaban atas pertanyaan mangapa ini bisa panjang. Misalnya, dari aspek perencanaan, hampir semua pembaharuan pendidikan tidak direncanakan secara mantap

karena kurang didasarkan pada hasil penelitian yang solid. Aspek monitoring juga lemah, hal ini ditunjukkkan dengan adanya program pembaharuan pendidikan yang berlangsung cukup lama tidak pernah dievaluasi tahu-tahu program tersebut dihentikan. Di samping itu, dan ini yang lebih penting, adalah bahwa kegagalan program-program pembaharuan pendidikan di tanah air terletak pada paradigmanya sendiri. Artinya paradigma ilmu keguruan yang diterapkan di tanah air kita ini sudah tidak bisa digunakan untuk memecahkan problem kependidikan yang kita hadapi. Dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution, Thomas Kuhn mengemukakan bahwa ilmu pengetahuan selalu mengalami perkembangan. Perkembangan ini dimulai dengan adanya "krisis", di mana kemapanan ilmu dipertanyakan. Yang kemudian diikuti dengan usaha untuk merubah secara mendasar ilmu pengetahuan tersebut dengan mempertanyakan dan mengembangkan paradigma baru. Dalam kaitan dengan pembahasan interaksi murid-guru, nampaknya krisis ilmu keguruan untuk memecahkan problema pendidikan dewasa ini patut dipertanyakan. Oleh karenanya, sudah saatnya diperlukan adanya keberanian dari para ahli, terutama mereka yang berkecimpung dalam keguruan, untuk mempertanyakan paradigma lama dan mengembangkan paradigma baru. Di zaman saat ini yang kita jalani adalah zaman Internet. Kita telah meninggalkan zaman agrikultura dan zaman industri, zaman agrikultura adalah zaman dimana orang kebanyakan mendidik diri sendiri atau hanya bekerja di rumah untuk memenuhi kebutuhan dan menuntut orang bekerja keras mencari nafkah lewat kerja fisik. Zaman industri adalah zaman dimana orang untuk memenuhi kebutuhannya harus bersekolah setinggi-tingginya dimana mereka dididik dalam keterampilan tertentu untuk persiapan bekerja dan menuntut standarisasi dan tidak menekankan pada pada kualitas talenta individual. Zaman internet adalah zaman untuk membebaskan kualitas-kualitas khusus individual yang seringkali tertindas di zaman industri. Jika sistem pendidikan tidak berubah siswa-siswa yang dengan giat bekerja meraih gelar Phd sesuai dengan keinginan orang tuanya bisa-bisa menemukan diri mereka menganggur di masa depan. Sekarang ini ada orang yang sudah melihat peluang bekerja baru yang timbul di zaman internet. Tetapi masih juga ada yang berpikir menurut jaman industri, mencari peluang bekerja dari zaman yang memudar. Yang artinya mereka masih mendaftarkan diri di fakultas-fakultas ilmu pengetahuan yang banyak

dikagumi serta diinginkan, tanpa mempertimbangkan talenta-talenta atau kualitas-kualitas mereka sendiri Yang kita hadapi saat ini adalah peralihan dari zaman industri ke zaman internet. Dimana perubahan itu membuat revolusi dalam cara-cara belajar. Sistem pendidikan yang tidak cocok dengan zaman ini-zaman internet ini-harus menyesuaikan diri dan berubah, kalau tidak maka akan ketinggalan zaman. 1 Tidak bisa dihindari, perkembangan teknologi terutama komputer berkembang sangat pesat. Mau setuju atau tidak waktu tidak akan menanti kita, perkembangan itu terasa berkembang cepat sekali. Tak terkecuali dunia pendidikan memperoleh imbas, baik positif maupun negatif. Apalagi dengan adanya tekhnologi Internet, dunia pendidikan pun mau tidak mau harus menyikapi dengan baik. Dengan Internet kita bisa memperoleh pengetahuan melalui sumber belajar tak terbatas. Kita bisa memanfaatkan sarana Internet ini untuk mencari banyak informasi sesuai kebutuhan kita. Sebagai seorang guru, bisa leluasa mencari Sumber belajar, rujukan sebagai upaya memperkaya wawasan para murid juga gurunya. Pembelajaran menjadi proses yang mudah dan cepat.2 Saat ini yang menjadi permasalahan adalah bagaimana perubahan dalam kualitas pendidikan,. peran sekolah dan guru seharusnya dalam pendidikan masa depan?. Semua itu akan dijelaskan dalam pembahasan berikut ini. B. KAJIAN LITERATUS DAN PEMBAHASAN 1. Pembelajaran Visioner Pembelajaran visioner merupakan salah satu mata rantai keilmuan dalam bidang Pembelajaran yang yang memiliki posisi yang sangat penting dan strategis. Dikatakan sangat penting dan sangat strategi sebab pembelajaran visioner merupakan linking science yang berupaya mempertautkan dunia teoritik dan praksis pembelajaran masa kini dan masa depan.
1

Wen, Sayling. Future Of Education (Masa Depan Pendidikan). Batam: Lucky Publishers, 2003, hal:63

Hary, 2007. Pendidikan Sekarang dan Masa Depan. (didownload dari http:// www. harysmk3.wordpress.com/2007/10/22/pendidikan-sekarang-dan-masa-depan.html pada tanggal September 2009 pada pukul 15.20 WIB.)

Karena posisinya yang sangat penting itulah, maka penguasaan guru akan pembelajaran yang visioner menjadi sangat mutlak diperlukan, karena kejayaan generasi yang akan datang bergantung kepada para guru dan dosen. Tanpa penguasaan yang memadai terhadap pembelajaran seorang tenaga pengajar akan mudah terperangkap dalam dua kutub masalah yang saling bertolah belakang. Penguasaan terhadap isi bidang studi tanpa dibarengi dengan kekampuan merancang pembelajaran yang memadai menyebabkan guru terperangkap kutub teoritik tanpa bisa membumikan ilmunya kepada pebelajar. Sebaliknya penguasaan berbagai keterampilan pembelajaran tanpa dibarengi dengan kemampuan merancang menyebabkan kodisi pembelajaran menjadi sebuah peristiwa rutinitas yang berjalan sangat membosankan. Untuk menjembatani kedua persoalan tersebut maka buku ini dihadirkan kepada sidang pembaca terutama para dosen, guru, tutor, widyaiswara, dan mahasiswa calon guru yang ingin melengkapi kemampuan dan keterampilan mereka berkaitan dengan pembelajaran. Walaupun buku ini lebih ditujukan kepada para dosen, guru dan mahasiswa calon guru dalam bidang pendidikan, namun berbagai landasan teori dan model-model pembelajaran yang dibahas dalam buku ini dapat dijadikan landasan bagi perancangan pembelajaran bidang studi lainnya. Ini berarti, buku ini patut dibaca juga oleh para manajer sumber daya manusia atau siapa saja yang ingin membelajarkan manusia dalam rangka pengembangan diri ke arah yang lebih profesional lagi. 2. Pendidikan Masa Depan Ciri-Ciri Pendidikan Masa Depan: a) Berfokus pada pemupukan potensi unggul SETIAP anak. b) Keseimbangan beragam kecerdasan (Kognitif, Emosi, dan Spiritual) c) Mengajarkan Life Skills d) Sistem penilaiannya berbasis portofolio dari hasil karya siswa e) Pembelajaran berbasis kehidupan nyata dan praktek di lapangan f) Guru lebih berperan sebagai motivator dan fasilitator agar anak mengembangkan minatnya masing-masing g) Pembelajaran didasarkan pada kemampuan, cara/gaya belajar, dan perkembangan psikologi anak masing-masing

3. Pendidikan yang Berorientasi pada Pengetahuan Menjadi Pengembangan ke Segala Arah Saat ini dalam dunia pendidikan di Indonesia masih menggunakan pendidikan yang berorientasi dalam pengetahuan. Ada dua teori dalam dunia pendidikan yaitu memanfaatkan pendidikan menekankan bahwa apapun yang dipelajari seseorang di sekolah harus bermanfaat bagi masyarakat nantinya, jadi yang lebih di tekankan adalah pendidikan harus praktis, yang dipelajari harus diterapkan dengan baik. Teori yang lainnya adalah teori mengembangkan potensi, jadi sasaran pendidikannya adalah mengembagkan potensi manusia sepenuhnya. Kita ketahui bersama bahwa sistem pendidikan kita masih menggunakan kurikulum. Padahal keterbatasan pendidikan kita yang paling besar adalah kurikulumnya. Siswa harus mempelajari semua pelajaran yang telah ditentukan, ada juga siswa yang dipaksa melakukan apa yang jelas bukan bidangnya sehingga berdampak nilai tidak memuaskan atau bahkan siswa tidak mau mempelajarinya. Jika para pendidik dapat menerapkan metode motivasi diri dan lebih fleksibel dalam penerapannya maka permasalahan tersebut dapat teratasi. Kita bisa mensinkronkan kedua teori tersebut seandainya pun tidak menggunakan bantuan teknologi komputer, tetapi hasilnya akan lebih maksimal dengan menggunakan teknologi komputer Sekolah bukanlah sekedar tempat pelatihan demi pekerjaan dan karier . Sekolah seharusnya mengembangkan kemampuan umum siswa, termasuk pikirannya, kemampuan mentalnya, kemampuan reflektifnya, serta kemampuan berpikirnya. Sederhananya sekolah itu mengembangkan kapasits belajarnya3 Dalam mendidik siswa hendaknya mendasarkan pemikiran kita bahwa membimbingnya menjadi seseorang yang mampu dan memiliki kapasitas belajar yang tinggi. Suatu contoh seorang siswa mendapatkan nilai fisika 85 sedangkan nilai dalam bahasa Inggrisnya adalah 40. Kecenderungan orang tua adalah memberikan dia les Bahasa inggris agar mendapat nilai yang baik tetapi tidak memberikan les fisika agar
3

Wen, Sayling. Future Of Education (Masa Depan Pendidikan). Batam: Lucky Publishers, 2003, hal:66

nilainya menjadi 100 dan nantinya dia menjadi ahli fisika atau bahkan penemu dalam fisika, dan akhirnya dia menjadi anak yang biasa-biasa saja pada umumnya. Orang tua hanya berpikir untuk memoles kekuranggan pada diri anaknya tanpa menonjolkan talenta anak tersebut Saat ini kemajuan tingkat teknologi kita semkin meningkat, dengan adanya komputer dapat memperlancar proses belajar. Jadi siswa dapat mempelajari yang praktis sambil mencurahkan potensi mereka dengan meningkatkan kapasitas belajar mereka. Dengan komputer siswa dapat mengekspor ke arah yang berbeda dan kita akan mempunyai pendidikan yang pengembangannya ke segala arah.

4. Pembelajaran Terbatas Pada Tahap Pendidikan Menjadi Pembelajaran Seumur Hidup Saat ini kebanyakan orang merasa cukup terhadap ilmu yang diterima dalam jenjang sekolah 9, 12 atau bahkan perguruan tinggi. Setelah itu mereka di hadapkan pada pekerjaan selama 40 tahun dan kemudian pensiun. Padahal saat ini masyarakat cepat sekali berubah, jadi pengetahuan selama bersekolah tidaklah cukup untuk menghadapi hidup dan bekerja. Karena itu apa yang kita pelajari bisa menjadi usang, kita harus terus belajar dan menciptakan suatu inovasi, jika tidak maka akan menghadapi resiko tergerus oleh zaman. Suatu contoh adalah perkembangan dalam perdagangan. Perkembangan dunia perdagangan sangatlah cepat. Kita ketahui saat ini sangat banyak sekali pedagang yang mengemasnya secara apik dan menarik dengan membeli sebuah merk yang kita kenal dengan franchise. Saat ini suatu pemandangan yang menjamur, dari pedagang kecil hingga pedagang besar telah menggunakannya sistem pemasaran tersebut. Mereka menangkap peluang selain barang yang diperjual belikan ternyata mereka juga menjual jasa, dan dapat dipastikan untuk dunia perdagangan yang akan menjadi sorotan akan lebih banyak cenderung menjual jasa daripada produk. Dengan adanya permasalah dalam perdagangan seperti ini sudah selayaknya kita dapat mengandalkan diri kita sendiri untuk

mengenali produk-produk tersebut, dan segera terintegrasikan dengan irama dalam masyarakat baru, dan mendapatkan konsep perdagangan baru. Banyak yang mungkin menganggur dimasa depan ketika pekerjaan tradisional diambil oleh mesin. Tetapi akan muncul perdagangan baru untuk menggantikan perdagangan yang telah hilang, jadi peluang kerja akan terus meningkat daripada berkurang. Tetapi syarat yang diperlukan adalah seseorang harus belajar seumur hidupnya. Hanya dengan demikian orang akan terhindar dari pengangguran. Dengan bantuan komputer kita dapat beralih dari pembelajaran yang terbatas dalam tahap pendidikan menjadi pembelajaran seumur hidup, atau kita dapat menggabungkan keduanya sehingga masyarakat dapat beroperasi dengan mulus.4 Menurut ahli manajemen Jepang, Konosuke matsuhita, mengemukakan Pendidikan seharusnya mengajari Anda bagaimana cara belajar dan bukan memberi instruksi tentang suatu pelajaran tertentu. Apa yang harus dipelajari tidaklah benar-benar penting. Yang penting adalah bagaimana mempelajarinya. Karena sekarang, mempunyai keterampilan belum tentu lebih baik daripada kekayaan keluarga, kekayaan bisa habis, keterampilan bisa usang. Hanya kemauan untuk belajar yang tetap tinggal selamanya dan takkan pernah usang. 5. Sekolah Masa Depan Sekolah merupakan salah satu tempat untuk memperoleh pengetahuan. Tetapi pertanyaannya apakah sekolah yang saat ini ada di Indonesia telah menyediakan jawaban atas segala pertanyaan kita? Sebelum menjawab pertannyaan tersebut seharusnya kita melihat bagaimana sarana sekolah yang ada guna mendukung untuk mendapatkan pengetahuan. Apakah hanya bersumber dari buku dan guru, atau sudah dilengkapi sengan sarana menunjang lainnya?. Sudah seharusnya sebuah sekolah melengkapi sumber belajar untuk siswa dengan berbagai sumber belajar yang beraneka ragam dan menarik siswa untuk lebih senang menambah kemampuan dan pengetahuan. Untuk mengetahui keinginan siswa akan sekolah masa depan telah diadakan survey terhadap beberapa siswa. Dan didapatkan hasil bahwa gambaran siswa akan
4

Wen, Sayling. Future Of Education (Masa Depan Pendidikan). Batam: Lucky Publishers, 2003, hal:78

sekolah masa depan adalah sekolah yang menyenangkan, sekolah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang berbadis ilmu teknologi, dibimbing dengan guru yang ramah dan menyenangkan, buku pelajaran yang menarik. Sudah seharusnya pemerintah turut andil dalam penyelenggaraan komputer dalam tiap kelas dan bukannya setiap sekolah, sehingga setiap siswa di ruang kelas manapun boleh setiap saat berpaling pada komputer sebagai alat belajar. Ini disertai dengan kurikulum sembilan tahun yang memadukan pendidikan IT komputer ke dalam bidang utama dari kurikulum tersebut. Dari kurikulum sembilan tahun mendatang, semua mata pelajaran harus dihubungkan erat dengan IT, karena disinilah letak daya integrasinya yang besar. Janganlah hendaknya pelajaran-pelajaran itu diperlakuka sebagai bidang studi yang terpisah dan dikhususkan.5 Semua keinginan para siswa dapat terpenuhi dengan pendidikan komputer. Di masa depan para guru dan siswa di ruang kelas dapat dihubungkan dengan satu sama lain dan mendiskusikan lewat komputer dan internet. Sekolah dapat mendirikan ruang kelas maya bagi siswa untuk memecahkan masalah mereka dan menyajikan pelajaran yang berbeda-beda sesuai dengan minat mereka. Menurut Tilaar Di dalam kebudayaan global dengan teknologi dengan teknologi informasi yang berkembang sangat cepat akan telah muncul generasi muda atau n-generation denga sikap yang berlainan dengan sikap generasi tua. Kebanyakan investasi yang diberikan selama ini memfokuskan untuk membangun gedung dan belum menginvestasikan untuk penyediaan teknologi komputer.Penyediaan perangkat keras hanya merupakan tahap awal dari investasi yang diperlukan. Kebutuhan selanjutnya adalah investasi sumber daya dan karya yang mampu mengoptimalkan penggunaan teknologi tersebut Oleh karena itu proyek integrasi teknologi dalam pendidikan harus disusun sebagai sebuah proyek jangka panjang yang berkesinambungan dengan memberi visi dan misi yang jelas, petunjuk operasional beserta target-target yang ingin dicapai dalam tahap-tahap yang terencana kepada para pelaku operasional pengajaran berbasis teknologi.6

Wen, Sayling. Future Of Education (Masa Depan Pendidikan). Batam: Lucky Publishers, 2003, hal:89

Pada dasarnya pendidikan melalui net hanya dilakukan sebagian saja, tetapi siswa datang ke sekolah bukan saja mendapat pengetahuan saja tetapi juga bersosialisasi karena sosialisasi merupakan proses penting dalam pembelajaran. Yang menjadi titik penting adalah bagaimana pendidikan di sekolah dan pendidikan net bisa saling melengkapi untuk meningkatkan kualitas dan keefektifan 6. Guru Masa Depan Peran guru dari dulu hingga sekarang mengalami perubahan. Peran guru pada masa lampau masih dihormati di masyarakat karena dulu guru dianggap terpenting kedua setelah orang tua. Tapi bagaimana pandangan sekarang? Dimata orang tua maupun siswa, guru tidak ada apa-apanya dibanding dengan kalangan elit masyarakatatau ahli management . Ini semua dikarenakan beberapa puluh tahun ini guru dianggap sebagai tenaga kerja murah untuk meneruskan pengetahuan. Bagaimana tidak seorang guru yang mengajar matematika misalnya menggunakan catatan yang sama sedangkan siswa siswinya diganti. Sama halnya guru menyampaikan bahan-bahan yang telah usang dan kurang up to date. Bahkan persepsi masyarakat yang beredar guru les prifat lebih populer karena melengkapi pelajaran yang kurang diajarkan di sekolah. Lalu bagaimana peran guru dalam pendidikan masa depan?. Dalam sistem pengajaran yang telah menggunakan teknologi komputer guru ditunut untuk kreatif, mempunyai kompetensi inti dan kemampuan-kemampuan khusus.adapun peran seorang guru masa depan yaitu bimbingan kurikulum, mengevaluasi bimbingan pelajaran, bimbingan dalam seni menjalani kehidupan, konseling dalam perencanaan kehidupan, pengembangan kreatifitas serta potensi7 (Wen, 2003:103). Peran guru dalam memberikan pengetahuan salah satunya dapat menggunakan cara yang mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki siswanya dan memperkecil peran guru dikelas dan memperbesar peran siswa di kelas ini menggunakan pembelajaran Pemecahan Masalah (problem solving learning) dimana pembelajaran ini guru memberikan suatu permasalahan yang meminta siswa menganalisis dam menyelesaikan
6

Romojoko. 2007. Pendidikan Masa Depan: Pendidikan Berbasis Teknologi. (didownload dari http://www.Stbellarminus.jkt.net/2007/11/15/Pendidikan-Masa-Depan.html pada tanggal 28 September 2009 pada pukul 21.00 WIB.) Wen, Sayling. Future Of Education (Masa Depan Pendidikan). Batam: Lucky Publishers, 2003, hal:203

permasalahan tersebut secara individu maupun kelompok. Siswa diberi kesempatan untuk mendiskusikan permasalah yang ada. Siswa tidak semata diharuskan untuk mengenali atau mengidentifikasi data yang benar tetapi lebih jauh dari itu dituntut untuk menganalisa data yang ada, mengkritisi, dan mengevaluasinya untuk menghasilkan sebuah karya yang berguna bagi pemecahan persoalan-persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan mereka.8 Peran guru lain seorang guru sebagai bimbingan kurikulum yaitu mengawasi kebutuhan siswa yang unik, jangan sampai siswa kecanduan terhadap dunia Net dengan cara tidak melebih-lebihkan keefektifan net. Peran guru sebagai pengevaluasi kemajuan pelajaran adalah guru mencari alasan dibalik pelajaran yang kurang efektif dan mengusulkan solusinya, hingga siswa dapat menemukan bidang serta metode pelajaran yang paling efektif dagi diri siswa tersebut. Peran guru sebagai pembimbing dalam seni menjalani kehidupan adalah selain meneruskan pengetahuan guru masih sangat perlu membimbing generasi muda dalam pertumbuhan moral, pengembangan yang menyeluruh, penangannan dalam membina hubungan, dan memupuk agama, rasa kasih sayang, dan keadilan. Peran guru dalam bidang konseling perencanaan kehidupan adalah memberi gambaran bagaimana siswa dapat memilih jalan yang akan dia tempuh dengan memberikan persepsi mereka. Jangan sampai seorang siswa saleh intelektual tetapi untuk menjalani ketertampilan hihup sangat rendah. Peran guru juga mengembangkan kreatifitas dan potensi, sebelum merancang sarana-sarana untuk merangsang potensi belajar siswa, seorang guru terlebih dahulu berusaha menemukan potensi seperti apa yang dipunyai siswa lalu menggunakan model pembelajaran yang sesuai untuk memancing daya kreatifnya. Adapun kemampuan-kemampuan guru yang harus dimiliki dalam masa depan adalah kecakapan dalam berkomunikasi, yang dimaksud dengan kemampuan berkomunikasi yaitu diterapkan terhadap siswa. Guru harus mengetahui bagaimana sifat karakteristik siswa agar dalam menangan setiap persoalan tau bagaimana mengatasinya. Hal tersebut dapat diketahui melalui kecakapan berkomunikasi. Keterampilan menggunakan komputer haruslah dimiliki oleh seorang guru sebagai alat bantu pengajaran, karena dapat membantu mencapai dua kali lipat dengan upaya separuhnya.
8

Romojoko. 2007. Pendidikan Masa Depan: Pendidikan Berbasis Teknologi. (didownload dari http://www.Stbellarminus.jkt.net/2007/11/15/Pendidikan-Masa-Depan.html pada tanggal 28 September 2009 pada pukul 21.00 WIB.)

Dengan teknologi komputer guru tidak perlu khawatir pengetahuan yang diperlukan menjadi usang. Kemampuan lainnya yang harus dimiliki oleh guru masa depan adalah dapat memberikan pengaruh positif yaitu guru dapat menjadi contoh bagi siswa didiknya sebagai tanggung jawab moral.

7. Mempersiapkan Guru untuk Masa Depan Sungguhpun sudah begitu banyak upaya dan kegiatan untuk meningkatkan mutu guru, hasil-hasil evaluasi tahap akhir siswa menunjukkan bahwa nilai mereka belum mengalami kenaikan yang berarti. Kalau kita menggunakan pola pikir linier: Penataran Guru --- Mutu Guru Meningkat --- Kualitas Kerja Guru Meningkat --- Mutu Siswa Meningkat Sudah barang tentu dapat disimpulkan bahwa penataran yang telah dilaksanakan telah berhasil meningkatkan mutu guru, tetapi belum berhasil meningkatkan mutu kerja guru, sehingga mutu siswa belum meningkat. Barangkali dilihat dari semboyan PKG: Dari Guru-Oleh Guru-Untuk Guru, tujuan PKG sudah dicapai. Mungkin semboyannya perlu diubah, menjadi: Dari Guru, Oleh Guru, Untuk Guru dan Siswa. Mengapa mutu guru telah berhasil ditingkatkan tetapi kemampuan kerja guru belum meningkat? Salah satu jawaban bisa kita kembalikan pada salah satu karakteristik kerja guru, yakni guru adalah pekerjaan yang tidak pernah mendapatkan umpan balik. Hal ini logis, karena tanpa umpan balik guru tidak tahu kualitas apa yang dikerjakan, tidak tahu di mana kelemahan dan kelebihannya, dan akibatnya guru tidak tahu mana yang perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, nampaknya di samping meneruskan kegiatan pembinaan yang telah ada selama ini, pembinaan guru diarahkan untuk mengembangkan suatu sistem dan teknik bagi guru untuk bisa mendapatkan umpan balik dari apa yang dikerjakan dalam proses belajar mengajar. Dua model peningkatan mutu yang perlu dipertimbangkan adalah a) memperkuat hidden curriculum dan b) mengembangkan teknik refleksi diri (seff-reffection). a) Hidden curriculum Hidden curriculum adalah proses penanaman nilai-nilai dan sifat-sifat pada diri siswa. Proses ini dilaksanakan lewat perilaku guru selama melaksanakan proses belajar mengajar. Untuk menanamkan sikap disiplin, guru harus memberikan contoh

bagaimana perilaku mengajar yang disiplin. Misalnya, memulai dan mengakhiri pelajaran tepat pada waktunya. Kalau guru bertujuan menanamkan kerja keras pada diri siswa, maka guru memberikan tugas-tugas yang memadai bagi siswa dan segera diperiksa dan dikembalikan kepada siswa dengan umpan balik. Pengembalian tugastugas siswa tanpa ada umpan balik pada kertas pekerjaan secara langsung akan menanamkan sifat tidak usah kerja keras. Karena siswa beranggapan kerja mereka tidak dibaca guru. Kegiatan pembinaan yang diperlukan adalah: 1. Mengkaji secara lebih mendalam makna hidden curriculum. 2. Secara sadar merancang pelaksanaan hidden curriculum. 3. Mengidentifikasi momen untuk melaksanakan hidden curriculum. b) Self-reflection Self-reflection adalah suatu kegiatan untuk mengevaluasi proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan untuk mendapatkan umpan balik dari apa yang telah dilakukan. Umpan balik tersebut antara lain berupa: a) pemahaman siswa tentang apa yang telah disampaikan, b) perilaku guru yang tidak efisien dan tidak efektif, c) perilaku guru yang efisien dan efektif, d) perilaku yang perlu diperbaiki, e) perilaku yang diinginkan oleh siswa dan, f) perilaku yang seharusnya dikerjakan. Berdasarkan self-reflection inilah guru akan memperbaiki perilaku dalam proses belajar mengajar. Paling tidak ada dua cara bagi guru untuk melakukan self-reflection, yakni: a) guru menampung pendapat siswa pada setiap akhir kuartal dan, b) guru malaksanakan action research. Cara yang pertama dilakukan lewat cara guru mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang mengungkap bagaimana perilaku selama mengajar, dan memberikan pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk dijawab oleh siswa. Berdasarkan jawaban tersebut guru akan mendapatkan gambaran diri pada waktu melaksanakan proses belajar mengajar. Action research, sebagai cara kedua, merupakan kegiatan meneliti sambil mengajar atau mengajar yang diteliti. Siapa yang mengajar dan siapa yang meneliti? Guru sendiri yang melakukan keduanya datam waktu yang sama 8. Inovasi Pendidikan

Inovasi pendidikan merupakan suatu perubahan yang baru, dan kualitatif berbeda dari hal (yang ada sebelumnya), serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan 9. Buku Masa Depan Buku-buku saat ini yang masih kita pakai adalah adalah jenis buku teks yang memuat pengetahuan yang berhubungan dengan pemikiran serta emosi manusia. Banyak kita jumpai saat ini industri surat kabar dan media lainnya lebih besar daripada industri buku, tetapi kita harus memilah-milih bahwa pengetahuan intelektual manusia dan emosi lebih penting dari sekedar informasi dan hiburan. Berkembangnya teknologi membuat alat pengajaran menjadi bermacam, yaitu menggunakan audio, audio visual, bahkan multimedia. Tetapi buku teks mempunyai sesuatu yang tak dapat digantikan yaitu ruang imajinasi. Menurut pendapat Sayling Wen media elektronik dapat merekam visual, tapi dalam hal suatu yang tak berwujud, sepertibisik dedaunan tertiup anggin di musim gugur, kenelangsaan hati, kita tidak dapat mengekspresikannya dengan cara lain selain lewat teks. Dalam membahas buku masa depan, kita berusaha melihat bagaimana dapat menerapkan teknologi multimedia yang sudah diterapkan dalam industri informasi, hiburan, maupun industri buku. Jenis buku yang akan dibahas adalah buku yang paling cocok dengan sistem produksi dan penjualan saat ini. Buku Yang mudah Dibaca, buku yang mudah dibaca dapat mudah dimengerti oleh pembacanya misalnya saja dengan menggunakan kosakata pada umumnya, dapat dibaca dengan tempo relatif cepat. Dengan membaca yang temponya relatif singkat pembaca dapat memperoleh hasil tentang kemampuan intelektualnya. Buku yang mudah akan mudah dipahami jika menggunakan ilustrasi maka orang yang membacanya akan mengingat dalam tempo yang relatif lama. Misalnya saja dalam menyampaikan nasihat secara langsung dan menggunakan sebuah alur cerita atau ilustrasi maka hasilnya akan diingat selamanya. Buku Komik buku komik dapat diartikan sebagai buku bergambar. Buku bergambar ini ternyata sangat menarik pihak pembaca sehingga membuat pembaca tidak menyadari bahwa mereka terbius oleh gambar dan alur carita. Suatu contoh adalah kisah naruto tidak akan sepopuler hingga sampai di buat film jika bacaannya bukan berupa komik. Salah satu ciri komik yaitu

dapat disampaikan lewat grafik. Buku yang disertai dengan grafik akan menjadi buku masa depan. Buku Audio ini dikemas dengan compac disk dengan efek audio. Buku Video ini populer di di cina, dapat kia jumpai buku di Indonesia telah banyak menggunakan buku video, selain membaca bukunya pembaca juga dapat melihat penulis bergerak, menyampaikan pemikiran-pemikiran yang dituangkan dalam buku tersebut. Buku Komputer, buku komputer saat ini telah banyak kita temui. Dengan sistem terpadu sebuah buku yang dikemas dalam cebuah CD. Buku komputer ini dipasarkansama dengan pemasaran buku teks pada umumnya, dengan ditambahnya buku tersebut akan mendapatkan nilai tambah mengingat sifatnya yang interaktif. Perbedaan denga buku audio adalah para pembaca bisa langsung berinteraksi dengan penulis dedangkan buku audio hanya dapat kita lihat dan dengarkan. Buku Net , buku net sangat berbeda denga buku yang lainnya. Buku net menggunakan buku elektronik yang langsung dihubungkan dengan internet, sehingga kita bisa mendownload buku-buku di internet. Dengan kemajuan teknologi ini kita bisa mempunyai banyak sekali koleksi buku dan efisien. Hal ini bertentangan dengan kebiasaan membaca kita, dan kebiasaan lama konsumen sulit diubah. Sebuah contoh pada tahun 1972, muncul jam tangan digial yang pertama. Ketika itu pabrik jam tangan Raksasa dunia di Swis khawatir. Mereka takut jika jam digital akan segera menggantikan jam tradisional . Pada saat itu konsumen dunia akan konsumsi jam tradisional 2 milyar unit. Setelah 26 tahun konsumsi dunia jam tangan digital mencapai 2 milyar unit. Hal tersebut menjadi contoh bahwa buku net takkan menggantikan buku tradisional hanya menciptakan permintaan baru. 10. Contoh Penerapan Pembelajaran Visioner Dengan berkembangnya kemajuan teknologi komputer dan didukung fasilitas internet kita sebagai tenaga pendidik seharusnya mempunyai gagasan baru dan daya kreatifitas yang dapat kita bagi terhadap siswa didik kita. Dengan membiasakan siswa terbiasa dengan komputer dan internet menambah pengetahuan bagi siswa selain pembelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Hal lain juga menjadikan siswa tidak gaptek (gagap teknologi). Sebuah contoh misalkan seorang guru membuat blog atau webside, apalagi membuat blog atau webside tanpa dikenakan biaya. Guru dapat membuat membuat

sumber belajar untuk siswa dan disampaikan lewat internet, atau bahkan juga guru bisa memberikan tugas dan panduan tugas-tugas tersebut dapat diakses melalui internet dan masih banyak lagi contoh lainnya. PENUTUP Dalam pendidikan masa depan banyak sekali perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Mulai dari peruahan kualitas pendidikan, peran sekolah, dan peran serta guru dalam pendidikan masa depan. Dengan kemajuan tingkat teknologi yang cepat maka peran teknologi komputer tidak dapat dihindari lagi. Dengan memanfaatkan teknologi komputer dan net akan lebih mempermudah bagi siswa dalam memperoleh sumber belajar dan meningkatkan daya kreatifitas siswa dalam berbagai bidang studi.

DAFTAR PUSTAKA Cicuk, 2007. Masa Depan Pendidikan. (didownload dari http://www.cicuk.wordpress.com/2007/11/15/masa-depan-pendidikan. html pada tanggal 28 September 2009 pada pukul 16.00 WIB.) Dwiyogo, D, Wasis. 2008. Pembelajaran Visioner (Online). (http://www.pembelajaranvisioner.com, diakses tanggal 28 September 2009). Hary, 2007. Pendidikan Sekarang dan Masa Depan. (didownload dari http:// www. harysmk3.wordpress.com/2007/10/22/pendidikan-sekarang-dan-masa-depan.html pada tanggal September 2009 pada pukul 15.20 WIB.)

Mastuhu, M. 2007. Sistem Pendidikan Nasional Visioner.Tangerang: Lentera Hati. PENDIDIKAN DI MASA DEPAN. Presentasi. KLUB GURU. Surabaya, 12 Januari 2008. Satria Dharma. Trends of the future. Di akses pada tanggal 16 November 2009 pada pukul 14.00 Wib. Romojoko. 2007. Pendidikan Masa Depan: Pendidikan Berbasis Teknologi. (didownload dari http://www.Stbellarminus.jkt.net/2007/11/15/Pendidikan-MasaDepan.html pada tanggal 28 September 2009 pada pukul 21.00 WIB.) Saefudin, Udin. 2008. Inovasi Pendidikan. Bandung : Alfabeta, Tilaar, H.A.R. Membenahi Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta, 2002 Universitas Negeri Malang. 2003. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Makalah, Laporan Penelitian, Edisi keempat. Malang: Biro Administrasi Akademik dan Sistem Informasi Bekerja Sama dengan Penerbit Universitas Negeri Malang. Wen, Sayling. Future Of Education (Masa Depan Pendidikan). Batam: Lucky Publishers, 2003 Zamroni. Paradigma pendidikan masa depan (didownload dari http://pakguruonline.pendidikan.net/wacana_pdd_left.html. diakses pada tanggal 28 September 2009 pada pukul 15.00)