Anda di halaman 1dari 25

HEMATOLOGI MANUSIA

OLEH : MASYITA SYAHRANI SOFYAN STB. 110206313

PEMBIMBING ANGRI NOFITRI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR 2006

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi rabbil alamin, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayahnya sehingga makalah mengenai Hematologi Manusia ini dapat terselesaikan. Tujuan utama dari penyusunan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang hematologi manusia dan sebagai pengenalan lebih awal terhadap tugas-tugas di Perguruan Tinggi khususnya Universitas Muslim Indonesia. Makalah ini terdiri dari 3 bab dan 5 pokok bahasan yang membahas tentang faal darah, histologi darah, anatomi darah, organ-oragan yang terkait dengan peredaran darah serta penyakit yang terkait dengan darah. Penyusun sangat menghargai apabila ada saran-saran yang ditujukan untuk memperbaiki isi, bahasa dan susunan dari buku ini. Hal ini akan memberikan sumbangan yang berarti bagi penulis untuk menyempurnakan makalah ini di masa yang akan datang.

Makassar, September 2006 Masyita Syahrani Sofyan

I. PENDAHULUAN
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua hewan tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah. Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah. Darah manusia bewarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni. Darah juga merupakan salah satu "vektor" dalam penularan penyakit. Salah satu contoh penyakit yang dapat ditularkan melalui darah adalah AIDS. Darah yang mengandung virus HIV dari makhluk hidup yang HIV positif dapat menular pada makhluk hidup lain melalui sentuhan antara darah dengan darah, sperma, atau cairan tubuh makhluk hidup tersebut. Oleh karena penularan penyakit dapat terjadi melalui darah, objek yang mengandung darah dianggap sebagai biohazard atau ancaman biologis.

II. PEMBAHASAN A. Histologi Darah

Darah manusia, a: eritrosit; b: neutrofil; c: eosinofil; d: limfosit Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah. 1. Korpuskula darah terdiri dari:

Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%). Sel darah merah juga disebut erythrocytes yang berasal dari kata erythro yang artinya merah dan cyte yang artinya sel, secara terus menerus diproduksi di dalam sumsum tulang dan di daur ulang di dalam limpa. Di dalam format dewasa mereka kekurangan nucleus dan kebanyakan cytoplasmic stuktur. Eritrosit lebih kecil dari discoid, fleksibel dan banayak hemoglobin. Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.

Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%) Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah. Platelets adalah fragmen cytoplasm kecil yang yang diperoleh dari sel sumsum tulang megakaryocytes. Di antara kebingungan menemukan haemopoietic sel di sumsum tulang, megakaryocytes mudah untuk mengenali dengan ukurannya yang sangat besar mereka dan dengan lobulated nucleusnya. Bit megakaryocyte cytoplasm kecil secara terus menerus diketik untuk masuk

peredaran sebagai platelets, di mana mereka adalah penting untuk darah clotting.

Sel darah putih atau leukosit (0,2%) Sel darah putih juga disebut leukocytes berasal dari kata leuko yang artinya putih dan cyte yang artinya sel, terdiri dari beberapa jenis sel yang nyata, yaitu neutrophils, eosinophils, basophils, lymphocytes dan monocytes. Pada perkembangannya neutrophils, eosinophils dan basophils di kelompokkan berdasarkan persamaan cirinya sebagai granulocytes atau polymorphonuclear leukocytes. Sedangkan lymphocytes dan monocytes dikelompokkan sebagai mononuclear leukocytes. Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia. a. Granulocytes Granulocytes, juga disebut polymorphonuclear leukocytes, memiliki grainy cytoplasm dan nucleus yang berlekuk atau memanjang. Mereka tumbuh di dalam sumsum tulang dari sel myeloblasts dan menerobos langkah-langkah myelocytes yang disebut dan metamyelocytes. Granulocytes terdiri atas neutrophils, eosinophils, dan basophils.

Neutrophils juga disebut neutrophilic granulocytes, atau polymorphonuclear neutrophilic leukocytes (PMNS) adalah leukocytes yang memiliki kadar paling tinggi, yaitu sekitar 60% dari jumlah total sel darah putih.Ukuran diameternya sekitar 12 m atau sekitar dua kali lebih besar dari sel darah merah. Nucleus dewasa neutrophils memanjang dan kurus sehingga membentuk beberapa cuping, karena itu disebut sebagai terminologi polymorphonuclear. Karakteristik yang seperti struktur nuklir ini memberikan suatu penampilan yang membedakan neutrophils. Neutrophils yang belum dewasa mempunyai suatu band-shaped inti

dan disebut " band". Neutrophils dewasa disebut " segs", yang merujuk pada inti yang terbagi-bagi. Neutrophils merupakan anti-bacterial sel yang menghancurkan sel bakteri dengan melepaskan lysosomal enzim yang disimpan di dalam granula. Neutrophils mengumpulkan dengan cepat di dalam jaringan sekeliling selama radang yang akut, dengan memindahkannya dari dalam darah. Di sana mereka mengenali bakteri sasing menggunakan zat darah penyerang kuman yang sudah berkait dengan permukaan bakteri. Zat darah penyerang kuman adalah molekul yang ditemukan di dalam plasma darah dan cairan interstitial yang dapat mengetahui antigen asing yang spesifik spesifik. Eosinophils ( eosinophilic granulocytes) normalnya berkadar kurang dari dua sampai empat persen dari jumlah total leukocytes. Granula spesifik mereka adalah eosinophilic yang keras. Eosinophils memiliki ukuran yang sama dengan neutrophils. Nucleus mereka secara khas memanjang atau memiliki dua lekukan. Fungsi eosinophils masih belum jelas, walaupun mereka diketahui untuk berkembang biak bersama-sama parasit dan alergi.

Basophils ( basophilic granulocytes) memiliki kadar kurang dari 1% dari jumlah total leukocytes. Granula spesifik mereka adalah basophilic yang keras. Seperti Eosinophils, basophils memiliki ukuran yang sama dengan neutrophils. Nucleus mereka dapat memanjang atau terbagipagi.Basophils secara fungsional serupa dengan sel penyokong jaringan, termasik radang yang mencetuskan.

b. Mononuclear Leukocytes Mononuclear leukocytes terdiri atas lymphocytes dan monocytes. Keduanya merupakan jenis sel yang bekerja sama dalam sistem imun. Monocytes adalah leukocytes yang paling besar, dan memiliki kadar sekitar 5% dari jumlah populasi sel darah putih di dalam darah. Nucleus mereka secara khas bertakik, kadang-kadang sangat bertakik, dengan bentuk menyerupai sepatu kuda.

Monocytes merupakan populasi yang secara fungsional sama sebagai jaringan macrophages. Monocytes/Macrophages menelan dan mencerna jasad renik asing, sel yang letih atau mati, dan bekas peninggalan jaringan yanglain. Mereka saling berhubungan lekat dengan lymphocytes untuk mengenali dan menghancurkan unsur asing. Kebanyakan jaringan berisi macrophages yang secara normal tinggal pada posisi diam dalam jaringan. Tetapi jumlah normal macrophages ditambah selama radang dari banyak monocytes dari darah. Lymphocytes adalah sel yang sangat kecil, berdiameter sekitar 7-9 m, dan merupakan tipe sel darah putih paling umum kedua, berisikan sekitar 30% dari jumlah populasi leukocyte di dalam darah. Lymphocytes mempunyai suatu lingkaran heterochromatic inti yang dikepung oleh suatu cytoplasm yang encer.

Lymphocytes mengalir di dalam darah, tetapi mereka secara rutin meninggalkan kapiler dan mengembara melalui jaringan penghubung. Oleh Karena Itu, lymphocytes secara normal dapat ditemui pada setiap waktu di dalam tubuh. Mereka bahkan masuk di antara jaringan epithelial, merayap antara sel epithelial. Mereka masuk kembali peredaran via saluran sistem yang mengandung getah bening.

Lymphocytes juga berpindah dari darah sebagai respon atas radang, tetapi mereka berkumpul agak lama sepanjang proses penyebab radang dibanding neutrophils. Kehadiran mereka dalam jumlah besar menandai adanya kehadiran antigen yang berlanjut. Lymphocytes menghasilkan molekul zat darah penyerang kuman yang berbeda ( satu jenis zat darah penyerang kuman spesifik tiap lymphocyte) yang menyediakan mekanisme untuk pengenalan kimia dari material asing ( membedakan diri sendiri dan non-self) dan demikian untuk menengahi dan peraturan tanggapan yang kebal Lymphocytes sangat mudah yang dikenali di dalam histological sebagai nukleus kecil " telanjang" ( cytoplasm pada umumnya tidak menyolok mata) yang terjadi disana-sini di dalam jaringan yang paling berhubungan, terutama biasanya dekat selaput lendir. Lymphocytes ditemukan sangat rapat dalam jaringan lymphoid--limpa, kelenjar getah bening, dan mucus getah bening di selaput lendir seperti amandel, appendix dan di mana mereka berkembang biak. 2. Sel plasma adalah lymphocytes yang khusus untuk pengeluaran dan produksimassal dalam sirkulasi zat antibodi. Sel plasma mempunyai cytoplasm yang lebih luas dan diisi dengan endoplasmic reticulum yang keras ( untuk menyatukan protein, secara rinci molekul zat antibodi). Cytoplasm merupakan basophilic, suatu konsekwensi menyangkut sejumlah besar ribosomes dihubungkan dengan retikulum endoplasma, dan secara khas membentuk yang pendek sesisi menonjol pada atas sisi inti itu. Heterochromatin sel plasma secara khas mencermuinkan suatu karakteristik " roda jeruji" pengaturan yang juga menopang sel plasma.

Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :


albumin bahan pembeku darah immunoglobin (antibodi) hormon berbagai jenis protein berbagai jenis garam 6

B. HEMOGLOBIN

Struktur 3-dimensi hemoglobin Hemoglobin adalah metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia. Struktur Pada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein globular. Ada beberapa protein mengandung heme, dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari.

Gugus heme Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton. Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen: Reaksi bertahap:

Hb + O2 <-> HbO2 HbO2 + O2 <-> Hb(O2)2 Hb(O2)2 + O2 <-> Hb(O2)3 Hb(O2)3 + O2 <-> Hb(O2)4

Reaksi keseluruhan:

Hb + 4O2 -> Hb(O2)4

C. Golongan darah
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.

ABO Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:

Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif. Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama Onegatif.

Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia. Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO. Frekuensi Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.

Populasi Suku pribumi Amerika Selatan Orang Vietnam Suku Aborigin di Australia Orang Jerman Suku Bengalis Suku Saami

AB

100%

45.0% 21.4% 29.1% 4.5% 44.4% 55.6% 42.8% 41.9% 11.0% 4.2% 22.0% 24.0% 38.2% 15.7% 18.2% 54.6% 4.8% 12.4%

Pewarisan Tabel pewarisan golongan darah kepada anak Ibu/Ayah O O A B AB Rhesus Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B. Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh- dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan. O A O, A B O, B O, A, B, AB O, B A, B, AB AB A, B A, B, AB A, B, AB A, B, AB

O, A O, A O, B O, A, B, AB A, B A, B, AB

Golongan darah lainnya

Diego positif yang ditemukan hanya pada orang Asia Selatan dan pribumi Amerika. 10

Dari sistem MNS didapat golongan darah M, N dan MN. Berguna untuk tes kesuburan. Duffy negatif yang ditemukan di populasi Afrika. Sistem Lutherans yang mendeskripsikan satu set 21 antigen. Dan sistem lainnya meliputi Colton, Kell, Kidd, Lewis, Landsteiner-Wiener, P, Yt atau Cartwright, XG, Scianna, Dombrock, Chido/ Rodgers, Kx, Gerbich, Cromer, Knops, Indian, Ok, Raph dan JMH.

Tabel kecocokan RBC Gol. darah resipien AB+ ABA+ AB+ BO+ OTabel kecocokan plasma Resipien AB A B O Donor harus AB manapun A atau AB manapun B atau AB manapun O, A, B atau AB manapun OOOOOOODonor harus Golongan darah manapun AO+ AO+ BO+ BB+ BAABA+

11

D. Organ-Organ Yang Dalam Peredaran Darah


Dalam peredarannya, darah memerlukan organ-organ untuk menjalankan metabolisme tubuh, antara lain: Jantung

Gambar penampang melintang jantung manusia. Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah. Permukaan Jantung Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar gumpalan tangan seorang lakilaki dewasa. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga thoracic, di balik tulang dada/sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri. Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.

12

Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara sebelah kiri dan kanan serambi (atrium) & bilik (ventrikel). Struktur Internal Jantung Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri. Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas, khususnya di aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Dua pasang rongga (bilik dan serambi bersamaan) di masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup bikuspidalis atau katup berdaun dua. Cara Kerja Jantung Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan. Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan. Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan. Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner. Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

13

2. Paru-paru Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara. Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Istilah kedokteran yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai di pulmo-, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru. Paru-paru mamalia Paru-paru mamalia bertekstur seperti spons dan tertutupi epitelium, sehingga permukaan totalnya jauh lebih besar daripada permukaan luar paru-paru itu sendiri. Paru-paru manusia adalah contoh tipikal paru-paru jenis ini. Bernapas terutama digerakkan oleh otot diafragma di bawah. Jika otot ini mengerut, ruang yang menampung paru-paru akan meluas, dan begitu pula sebaliknya. Tulang rusuk juga dapat meluas dan mengerut sedikit. Akibatnya, udara terhirup masuk dan terdorong keluar paru-paru melalui trakea dan tube bronkial atau bronchi, yang bercabang-cabang dan ujungnya merupakan alveoli, yakni kantungkantung kecil yang dikelilingi kapiler yang berisi darah. Di sini oksigen dari udara berdifusi ke dalam darah, dan kemudian dibawa oleh hemoglobin. Darah terdeoksigenisasi dari jantung mencapai paru-paru melalui arteri paruparu dan, setelah dioksigenisasi, beredar kembali melalui vena paru-paru

E. Kesehatan
Beberapa masalah kesehatan yang berkaitan dengan darah.

1. AIDS

Pita Merah seperti di atas adalah simbol solidaritas untuk orang yang positif HIV dan terkena AIDS. AIDS adalah akronim dalam bahasa Inggris dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan kumpulan berbagai gejala dan infeksi sebagai akibat dari hilangnya sistem kekebalan tubuh

14

karena infeksi dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Walaupun sudah ada penanganan untuk AIDS dan HIV, obatnya belum diketahui. Berbagai faktor yang mempengaruhi adalah kesehatan, fungsi kekebalan, layanan kesehatan, dan infeksi lain. AIDS diperkirakan muncul di Afrika Sub-Sahara pada abad ke-20 dan sekarang menjadi wabah global. WHO memperkirakan 2,8 - 3,5 juta jiwa melayang karena AIDS pada tahun 2004. Di negara-negara yang memiliki akses ke penanganan obat antiretroviral, tingkat kematian dan kejadian menurun. Namun, obat tersebut juga memiliki efek samping seperti lipodystrophy, dyslipidaemia, dan penolakan insulin. Hari AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Penularan Sejak awal wabah, tiga jalur penularan HIV sudah diketahui yaitu:

Jalur seksual, yang menjadi penyebab utama infeksi HIV. Jalur darah atau produk darah, yang terutama mengancam pemakai narkoba, orang dengan hemophilia, dan penerima transfusi darah. Jalur ibu-anak, dengan penularan pada minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat kelahiran. Awalnya, tingkat penularan jalur ini adalah 20%. Setelah ada penanganan, menurun hingga tinggal 1%

HIV juga ditemukan di air liur, air mata, dan air seni orang yang terinfeksi dengan konsentrasi virus yang sangat kecil.

2. Hemofilia
Hemofilia adalah kelainan perdarahan yang diturunkan yang disebabkan adanya kekurangan faktor pembekuan. hemofilia A timbul jika ada defek gen yang menyebabkan kurangnya faktor pembekuan VIII (FVII) sedangkan hemofilia B disebabkan kurangnya faktor pembekuan IX (FIX). hemofilia A dan B tidak dibedakan karena mempunyai tampilan klinis yang mirip dan pola pewarisan gen yang serupa. hemofilia adalah salah satu penyakit genetik tertua yang pernah dicatat. kelainan perdarahan yang diturunkan yang terjadi pada seorang laki-laki tercatat dalam berkas Talmud pada Abad Kedua. sejarah modern dari hemofilia dimulai pada tahun 1803 oleh John Otto yang menerangkan adanya anak yang menderita hemofilia, diikuti oleh Nasse pada tahun 1820 yang pertamakali mereview hemofilia. Wright pertama kali mendemonstrasikan adanya bukti suatu defek pada proses pembekuan darah pada hemofilia tahun 1893, namun faktor VIII (FVIII) belum teridentifikasi sampai pada tahun 1937 ketika Patek dan Taylor berhasil mengisolasi faktor pembekuan dari darah, yang saat itu mereka sebut sebagai faktor antihemofilia (AHF).

15

Suatu bioassay dari faktor VIII diperkenalkan pada tahun 1950. walaupun hubungan antara FVIII dan faktor von Willbrad (vWF) saat ini telah diketahui, namun hal ini tidak disadari saat itu. pada tahun 1953, kurangnya faktor VIII pada pasien dengan defisiensi vWF pertama kali diterangkan. lalu penelitian berikutnya oleh Nilson dan kawan-kawan mengindikasikan adanya interaksi antara 2 faktor pembekuan tadi. Pada tahun 1952, penyakit christmas pertama kali dideskripsikan dan nama penyakit tersebut diambil dari nama keluarga pasien pertama yang diteliti secara menyeluruh. penyakit ini sangat berbeda dari hemofilia karena pencampuran plasma pasien penyakit christmas dengan plasma pasien hemofilia menormalkan masa pembekuan (clotting time/CT) karena itu hemofilia A dan B kemudian dibedakan. Pada awal tahun 1960an, kriopresipitat adalah konsentrat yang pertama kali ada untuk terapi hemofilia. pada tahun 1970an, lyophilized intermediate-purity concentrates atau konsentrat murni liofil menengah pertama kali dibuat dari kumpulan darah donor. sejak saat itu terapi hemofilia secara dramatis berhasil meningkatkan harapan hidup penderitanya dan dapat memfasilitasi mereka untuk pembedahan dan perawatan di rumah Pada tahun 1980an, resiko tertular penyakit yang berasal dari konsentrat FVII pertamakali diketahui. kebanyakan pasien dengan hemofilia berat terinfeksi oleh penyakit hepatitis B dan hepatitis C. pada akhir tahun 1980an hampir semua pasien hemofilia berat terinfeksi hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C dan HIV. teknik virisidal terbaru kemudian ditemukan dan efektif membunuh virus-virus tersebut. standar terbaru tatalaksana hemofilia sekarang menggunakan konsentrat FVIII rekombinan sehingga dapat menghilangkan resiko tertular virus.

3. Talasemia
Talasemia merupakan jenis penyakit keturunan yang paling banyak dijumpai di Indonesia dan Italia. Enam sampai sepuluh dari setiap 100 orang Indonesia membawa gen penyakit ini. Kalau sepasang dari mereka menikah, kemungkinan untuk mempunyai anak penderita talasemia berat adalah 25%. Kelainan gen itu akan mengakibatkan kekurangan salah satu unsur pembentuk hemoglobin (Hb), sehingga produksi Hb berkurang. Bahkan diantara ketiga jenis talasemia (mayor, intermedia, dan karier), pada kasus talasemia mayor Hb sama sekali tidak diproduksi. Akibatnya, penderita akan mengalami anemia berat. Jika tidak diobati, bentuk tulang wajah berubah dan warna kulit menjadi hitam. Selama hidupnya penderita akan tergantung pada transfusi darah. Ini dapat berakibat fatal, karena efek sampingan transfusi darah terus menerus yang berupa kelebihan zat besi (Fe). Mutasi talasemia dan resistensi terhadap malaria Walaupun sepintas talasemia terlihat merugikan, penelitian menunjukkan kemungkinan bahwa pembawa sifat talasemia diuntungkan dengan memiliki

16

ketahanan lebih tinggi terhadap malaria. Hal tersebut juga menjelaskan tingginya jumlah karier di Indonesia. Secara teoritis, evolusi pembawa sifat talasemia dapat bertahan hidup lebih baik di daerah endemi malaria seperti di Indonesia. Uji talasemia pra-kelahiran Wanita hamil yang mempunyai resiko mengandung bayi talasemia dapat melakukan uji untuk melihat apakan bayinya akan mederita talasemia atau tidak. Di Indonesia, uji ini dapat dilakukan di Yayasan Geneka Lembaga Eijkman di Jakarta. Uji ini melihat komposisi gen-gen yang mengkode Hb.

4. Tekanan darah tinggi


Tekanan darah tinggi adalah kondisi medis di mana tekanan darah meningkat secara kronis. Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor resiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung dan arterial aneurysm, dan merupakan penyebab utama chronic renal failure. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah sebuah kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat secara kronik. Hipertensi terus menerus adalah salah satu faktor penyebab stroke, serangan jantung, gagal jantung dan arterial aneurysm, dan merupakan penyebab utama gagal ginjal kronik. Definisi Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai "normal". Hipertensi biasanya terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg atau ke atas, diukur di kedua lengan tiga kali dalam jangka beberapa minggu. Dalam pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit ginjal, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah di atas 130/80 mmHg harus dianggap sebagai faktor resiko dan sebaiknya diberikan perawatan. Pengendalian Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:

Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis.Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi vasokonstriksi, yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.

17

Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

Sebaliknya, jika:

Aktivitas memompa jantung berkurang Arteri mengalami pelebaran Banyak cairan keluar dari sirkulasi

Maka tekanan darah akan menurun.

5. Anemia Sel Sabit


Sel arit Anemia adalah suatu penyakit menerima warisan di mana sel darah yang merah, secara normal berbentuk cakram, menjadi bertambah cekung. Sebagai Hasilnya, fungsi sel darah merah menjadi tidak normal dan menyebabkan gumpalan darah kecil. Gumpalan ini menyebabkan penyakit yang di sebut anemia sel sabit. Sebab dan Akibat Sel arit Anemia adalah disebabkan oleh suatu jenis hemoglobin abnormal hemoglobin yang disebut S. Hemoglobin adalah suatu protein di dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Hemoglobin S mengurangi jumlah oksigen di dalam sel, mengacaukan bentuk mereka. Akibatnya, sel arit Anemia mengirimkan lebih sedikit oksigen kepada jaringan badan, dan dapat menerobos potongan yang mengganggu arus darah. Sel arit Anemia menerima warisan sebagai suatu autosomal ciri yang terpendam, yang berarti hanya terjadi pada seseorang yang telah menerima warisan hemoglobin S dari kedua-duanya orang tua. Penyakit sel arit jauh lebih umum di kelompok kesukuan tertentu, mempengaruhi kira-kira satu ke luar dari tiap-tiap 500 orang Afro-amerika. Seseorang yang menerima warisan hemoglobin S dari satu orangtua dan hemoglobin normal ( A) dari orangtua lain akan mempunyai ciri sel arit (carier). Seseorang menerima warisan hemoglobin S dari satu orangtua dan jenis hemoglobin abnormal dari orangtua lain yang lain akan mempunyai format penyakit sel arit yang lain , seperti thalassemia. Walaupun penyakit sel arit mengarah ke kelahiran, gejala pada umumnya tidak terjadi sampai setelah 4 bulan. Sel arit Anemia dapat menjadi penyakit yang mengancam. Pembuluh darah yang dihalangi dan organ/ bagian badan yang dirusak dapat menyebabkan peristiwa menyakitkan akut, atau crises. Ada beberapa jenis crises yaitu: 1.Hemolytic krisis terjadi manakala sel darah merah dirusak 2.Splenic sequestration krisis adalah ketika limpa membesar dan menjerat sel darah

18

3.Aplastic krisis menghasilkan suatu infeksi/peradangan menyebabkan sumsum tulang berhenti memproduksi sel darah merah Crises yang menyakitkan ini, yang terjadi di dalam hampir semua pasien pada beberapa titik di dalam hidup mereka, dapat bertahan jam ke hari, mempengaruhi tulang punggung, tulang panjang, dan dada. Beberapa pasien mempunyai satu peristiwa tiap tahun, sama seperti orang lain mempunyai banyak peristiwa tiap tahun. Crises dapat menjengkelkan dan menyebabkan masuk rumah sakit untuk mengendalikan rasa sakit dan cairan yang kedalam pembuluh darah. Crises yang berulang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, paru-paru, tulang, mata, dan sistem saraf pusat.

Gejala Gejala umum termasuk: 1.kepucatan 2.mata dan kulit kuning 3.kelelahan 4.sesak napas 5.detak jantung cepat 6.pubertas dan pertumbuhan yang tertunda 7.infeksi/peradangan 8.borok pada kaki yang bagian bawah 9.penyakit kuning 10.sakit tulang 11.serangan sakit abdominal 12.demam

Red blood cells, sickle cell

Red blood cells, normal

Red blood Red blood cells, multiple cells, sickle sickle cells cells

Red blood Formed cells, sickle elements of and blood pappenheimer

19

6. Leukemia
Leukemia merujuk kepada satu kelompok penyakit darah yang ditandai dengan kanker pada jaringan-jaringan yang memproduksi darah. Leukemia adalah kanker yang paling banyak menimpa kanak-kanak di negara industri. Di Britania Raya, satu dari 2000 kanak-kanak menderita penyakit ini. Pada abad ke-19, leukemia dilihat sebagai satu penyakit mematikan tunggal yang homogen, ditandai oleh penampakan sampel darah yang putih (leuko-). Namun dengan berkembangnya pemahaman proses patologi dan cytologi, dokter sekarang mampu mengenali penyakit berbeda yang banyak yang membutuhkan perawatan yang berbeda. Jenis utama Leukemia boleh dibahagikan secara klinikal dan patologikal kepada bentuk akut (mendadak) dan kronik (teruk):

Leukemia akut: penghasilan pesat sel darah muda. Ini menyebabkan tulang sumsum gagal menghasilkan sel darah dewasa. Boleh terjadi pada kanakkanak dan orang muda. Jika tidak dirawat segera, pesakit boleh meninggal dalam masa beberapa bulan ataupun minggu. Leukemia kronik: penghasilan banyak sel darah dewasa yamg tak normal. Biasanya mengambil masa beberapa bulan hingga tahun. Biasanya terjadi pada orang tua, tapi tidak mustahil pada orang muda. Selalunya diawasi untuk suatu tempoh sebelum dirawat untuk keberkesanan rawatan yang maksimum.

Leukemia juga boleh dikelaskan mengikut jenis sel tak normal yang paling banyak dijumpai dalam darah:

Jika sel limfoid yang dijangkiti, ia dipanggil leukemia limfosit. Jika sel mieloid yang dijangkiti, ia dipanggil leukemia mielogenus.

Jika dua jenis kategori ini digabungkan, terdapat empat jenis utama leukemia:

Leukemia limfosit akut (ALL), paling biasa menjangkiti kanak-kanak. Leukemia mielogenus akut (AML), lebih biasa berlaku pada orang dewasa berbanding kanak-kanak. Leukemia limfosit kronik (CLL), biasanya menjangkiti orang tua > 55 tahun, boleh juga menjangkiti orang muda.

20

Leukemia mielogenus kronik (CML), biasanya menjangkiti orang dewasa. Jenis paling jarang berlaku.

Perawatan Perawatan umum dari leukemia adalah kemoterapi, kadangkala dengan penambahan terapi radiasi. Bila kasusnya parah, transplantasi sumsum tulang kadangkala dibutuhkan. Tulang marrow yang sehat bila ditransplantasi di badan membantu membangun jaringan yang rusak oleh perawatan. Kesuksesan dari transplantasi sumsum tulang membutuhkan pemasangan tepat dari karakteristik darah. Hanya 20% pasien leukemia memiliki donor saudara kandung yang cocok. Dari mereka yang tidak mendapatkan yang cocok dari saudara, kurang dari sepertiga dapat menemukan pasangan yang cocok dari orang lain. Sebuah alternatif dari transplantasi sumsum tulang adalah transplantasi darah tali pusat dengan menggunakan sel dari tali pusat untuk menggantikan sel yang rusak oleh terapi leukemia. Proses darah tali pusat mempunyai kelebihan dibandingkan dengan transplantasi sumsum tulang karena sel-sel darah tali pusat belum diprogram untuk meneyrang jaringan asing. Proses ini telah berahsil digunakan di antara anakanak. Potensi keberhasilan di antara orang dewasa tidak begitu pasti karena sebuah tali pusat hanya mengandung sepersepuluh jumlah sel yang biasanya dipasok oleh transplantasi sumsum yang biasa.

7. Anemia
Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh. Penyebab Anemia Penyebab umum dari anemia:

Perdarahan hebat o Akut (mendadak) Kecelakaan Pembedahan Persalinan Pecah pembuluh darah

21

Kronik (menahun) Perdarahan hidung Wasir (hemoroid) Ulkus peptikum Kanker atau polip di saluran pencernaan Tumor ginjal atau kandung kemih Perdarahan menstruasi yang sangat banyak

Berkurangnya pembentukan sel darah merah o Kekurangan zat besi o Kekurangan vitamin B12 o Kekurangan asam folat o Kekurangan vitamin C o Penyakit kronik Meningkatnya penghancuran sel darah merah o Pembesaran limpa o Kerusakan mekanik pada sel darah merah o Reaksi autoimun terhadap sel darah merah o Hemoglobinuria 22ias22rnal paroksismal o Sferositosis herediter o Elliptositosis herediter o Kekurangan G6PD o Penyakit sel sabit o Penyakit hemoglobin C o Penyakit hemoglobin S-C o Penyakit hemoglobin E o Thalasemia

Gejala Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi. Anemia 22ias menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Diagnosa Pemeriksaan darah sederhana bisa menentukan adanya anemia. Persentase sel darah merah dalam volume darah total (hematokrit) dan jumlah hemoglobin dalam suatu contoh darah bisa ditentukan. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari hitung jenis darah komplit (CBC). Pengobatan menggunakan Calcium I, Beneficial, Vitality dan Vigor.

22

23