Anda di halaman 1dari 16

A.

ANALISIS DESKRIPTIF VARIABEL PENELITIAN Pada deskripsi variabel penelitian akan dijelaskan nilai minimum, maksimum, rata-rata dan standart deviasi pada masing-masing variabel penelitian, ada dua variabel, yaitu Return Saham, Nilai Kapitalisasi, Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity (DER), dan Price to Book Value (PBV) . Berikut adalah analisa deskriptif variabel penelitian selengkapnya : Tabel 1 Analisis Deskriptif
Descriptive Statistics N RETURN_SAHAM NILAI_KAPITALISA SI ROA NPM DER PBV Valid N (listwise) 75 75 75 75 75 75 75 Minimum -0.9799 Maximum 5.6667 Mean 0.582887 62706903466. 67 13.2595 0.1705 1.3205 4.0067 Std. Deviation 1.0631074 77315873981. 661 11.17435 0.11392 1.06486 2.68251

2822400000 415356000000 0.30 0.01 0.18 0.40 62.16 0.50 5.95 11.05

Sumber : Lampiran 2
Dari tabel diatas, dapat dilihat nilai rata-rata variabel Return Saham sebesar
0.582887dengan

standart deviasi sebesar 1.0631074. Rata-rata untuk Nilai Kapitalisasi

sebesar 62706920500.00 dengan standart deviasi sebesar 77315908476.226. Rata-rata untuk Return On Asset (ROA) sebesar 13.2595 dengan standart deviasi sebesar 11.17435. Rata-rata untuk Net Profit Margin ( NPM )sebesar 0.1705 dengan standart deviasi sebesar 0.11392. Rata-rata untuk Debt to Equity ( DER ) sebesar 1.3205 dengan standart deviasi sebesar 1.06486. Rata-rata untuk Price to Book Value (PBV) sebesar 4.0067 dengan standart deviasi sebesar 2.68251.

B.

ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA

Untuk menjawab hipotesis, dilakukan analisis regresi linier berganda dengan Return On Asset (ROA), Net Profit Margin ( NPM ), Debt to Equity ( DER ), dan Price to Book Value (PBV) sebagai variabel bebas dan Return Sahamsebagai variabel terikat. Berikut ini adalah hasil analisis regresi linier berganda antara Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity (DER), dan Price to Book Value (PBV) menggunakan program SPSS: B.1Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Hasil uji normalitas residual regresi antara Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity (DER), dan Price to Book Value (PBV) terhadap Return Saham menggunakan normal probability plot adalah sebagai terhadap Return Saham

berikut:

Gambar 1 Normal Probability Plot Berdasarkan Gambar di atas dapat dilihat bahwa titik-titik pada normal probability plot mengikuti garis diagonal, maka disimpulkan bahwa residual model regresi berdistribusi normal.

Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Indikasi N Kolmogorov-Smirnov Z Signifikansi Sumber : Lampiran 3 Hasil ini dapat diperkuat dengan hasil uji one sample KolmogorovSmirnov dimana nilai p value hasil ujinya adalah 0,415 yang lebih besar dari tingkat signifikan = 0,05. Maka dapat disimpulkan residual memenuhi asumsi distribusi normal. B2.Uji Multikolinieritas Multikolinieritas suatu keadaan dimana di antara variabel bebas dalam model regresi terdapat korelasi yang signifikan. Model regresi yang baik tidak mengandung multikolinieritas. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas digunakan Variance Inflation Factor (VIF). Apabila nilai tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10, maka tidak ada multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi. Dari hasil model regresi menghasilkan nilai tolerance dan VIF sebagai berikut : Tabel 3 Hasil Uji Multikolinieritas
Variabel Return On Asset (ROA) Net Profit Margin (NPM) Debt to Equity (DER) Price to Book Value (PBV) Tolerance 0.332 0.427 0.682 0.812 VIF 3.010 2.340 1.467 1.232

Residual 75 0,884 0,415

Sumber : Lampiran 3 Berdasarkan Tabel 2 di atas, dapat dilihat bahwa nilai tolerance dari 4 variabel bebas semuanya lebih besar dari 0,10, demikian pula nilai VIF lebih kecil dari 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak

mengindikasikan adanya multikolinieritas atau asumsi non multikolinieritas terpenuhi. B.3 Uji Autokorelasi Autokorelasi menunjukkan dalam sebuah model regresi linier terdapat kesalahan pengganggu pada periode waktu dengan kesalahan pada periode waktu sebelumnya. Model regresi yang baik bebas dari autokorelasi. Pendeteksian ada tidaknya autokorelasi dapat dilakukan dengan menggunakan uji Durbin Watson (DW-test). Suatu observasi dikatakan tidak terjadi autokorelasi jika nilai Durbin Watson -2 < d < 2. Berikut adalah nilai Durbin Watson yang dihasilkan dari model regresi : Tabel 4. Hasil Nilai Durbin Watson Batas Bawah -2 Sumber : Lampiran 3 Durbin-Watson 1,391 Batas Atas 2

Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai Durbin-Watson (DW) adalah 1, 391, dimana nilainya berada pada selang -2 dan 2. Sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model regresi mengindikasikan adanya autokorelasi atau asumsi bebas autokorelasi pada model terpenuhi. B.4 Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas menunjukkan adanya ketidaksamaan varians dari residual atas suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pendeteksian ada atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan scatterplot antara nilai ZPRED pada sumbu X dan ZRESID pada sumbu Y. Jika scatterplot menghasilkan titik-titik yang tidak membentuk pola-pola tertentu dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Berikut gambar scatterplot yang dihasilkan dari model regresi:

Gambar 2 Scatter Plot Uji Heteroskedastisitas Gambar 3 menunjukkan titik-titik tidak membentuk pola tertentu dan titiktitik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi, dengan demikian asumsi non heteroskedastisitas terpenuhi. Hasil di atas diperkuat dengan hasil korelasi rank spearman yaitu mengkorelasikan variabel bebas dengan nilai residual. Jika korelasi rank spearman antara variabel bebas dengan nilai residual menghasilkan nilai signifikansi > 0.05 (=5%), maka disimpulkan dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Berikut adalah hasil korelasi rank spearman: Tabel 5. Korelasi Rank Spearman Variabel Nilai Signifikansi Korelasi Rank Spearman

Return On Asset (ROA) Net Profit Margin (NPM) Debt to Equity (DER) Price to Book Value (PBV) Sumber : Lampiran 3

0,294 0.281 0,972 0,935

Berdasarkan hasil uji korelasi rank spearman diketahui bahwa korelasi antara variabel bebas dengan nilai residual semuanya tidak bersifat signifikan, sehingga asumsi non heterokedastisitas dalam model regresi telah terpenuhi.

B. Analisa Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh empat variabel, yaitu Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity (DER), dan Price to Book Value (PBV) Pengolahan data dilakukan dengan program SPSS. a. Analisis Model Berikut ini adalah hasil Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity (DER), dan Price to Book Value (PBV) terhadap Return Saham: Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Variabel Konstanta Return On Asset (ROA) Net Profit Margin (NPM) Debt to Equity (DER) Price to Book Value (PBV) R R Square (R2) F Sig. F Variabel terikat : Return Saham Sumber : Lampiran 3 Koefisien
0.001 0.004 -0.757 -0.079 0.189

terhadap Return Saham.

t
0.254 -0.506 -0.620 4.095

Sig. t
0.800 0.615 0.537 0.000

= 0,479 = 0,230 = 5,224 = 0,001

Model persamaan regresi yang dihasilkan adalah :

Return Saham = 0,001 + 0,004 Return On Asset (ROA) 0,757 Net Profit Margin (NPM) 0,079 Debt to Equity (DER) + 0,189 Price to Book Value (PBV) + e Ringkasan hasil analisis regresi pada Tabel di atas diuraikan sebagai berikut : a. Konstanta (a) Nilai konstanta (a) adalah sebesar 0,001, artinya jika semua variabel bebas sama dengan 0 maka nilai prediksi Return Saham akan sebesar 0,001. b. Koefisien regresi (bi) 1. Nilai koefisien regresi variabel Return On Asset (ROA) adalah sebesar 0,004 artinya jika Return On Asset (ROA) berubah satu satuan, maka tingkat Return Saham perusahaan akan berubah sebesar 0,004 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan/tidak berubah. Tanda positif menunjukkan hubungan yang searah antara Return On Asset (ROA)dan Return Saham perusahaan, yang berarti apabila Return On Asset (ROA) semakin besar maka tingkat Return Saham perusahaan akan meningkat pula sebesar 0,004. 2. Nilai koefisien regresi variabel Net Profit Margin (NPM)adalah sebesar -0,757 artinya jika Net Profit Margin (NPM) berubah satu satuan, maka tingkat Return Saham perusahaan akan berubah sebesar -0,757 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan/tidak berubah. Tanda negatif menunjukkan hubungan yang berlawanan arah antara Net Profit Margin (NPM) dan Return Saham perusahaan, yang berarti apabila Net Profit Margin (NPM) semakin besar maka tingkat Return Saham perusahaan akan menurun sebesar 0,757. 3. Nilai koefisien regresi variabel Debt to Equity (DER) adalah sebesar -0,079 artinya jika Debt to Equity (DER) berubah satu satuan, maka tingkat Return Saham perusahaan akan berubah sebesar -0,079 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan/tidak berubah. Tanda negatif menunjukkan hubungan yang berlawanan arah antara Debt to Equity (DER) dan Return Saham perusahaan, yang berarti apabila Debt to Equity

(DER)

semakin besar maka tingkat Return Saham perusahaan akan Price to Book Value (PBV) adalah

menurun sebesar 0,079. 4. Nilai koefisien regresi variabel sebesar 0,189 artinya jika Price to Book Value (PBV) berubah satu satuan, maka tingkat Return Saham perusahaan akan berubah sebesar 0,189 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan/tidak berubah. Tanda positif menunjukkan hubungan yang searah antara Price to Book Value (PBV) dan Return Saham perusahaan, yang berarti apabila Price to Book Value (PBV) semakin besar maka tingkat Return Saham perusahaan akan meningkat pula sebesar 0,189. c. Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,230 yang memiliki arti bahwa persentase pengaruh dari variabel Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity (DER), dan Price to Book Value (PBV) terhadap Return Saham adalah sebesar 23% dan sisanya 77% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti. d. Koefisien Korelasi Koefisien korelasi (R) sebesar 0,479 menunjukkan bahwa hubungan variabel Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity (DER), dan Price to Book Value (PBV) terhadap Return Saham adalah lemah (menjauhi 1).

b. Pembuktian Hipotesis 1. Uji F Berdasarkan hasil uji F pada analisis regresi linier berganda, diketahui nilai F hitung sebesar 5,224 dengan nilai signifkansi 0,001. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka disimpulkan factor fundamental (variabel Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity (DER), dan Price to Book Value (PBV) ) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return Saham.

2. Uji t Berdasarkan hasil uji t diketahui nilai t hitung untuk variabel Return On Asset (ROA), sebesar 0,254 dengan nilai signifikansi 0,800. Dari hasil tersebut diketahui nilai signifikansi (p-value) variabel Return On Asset (ROA) lebih besar dari tingkat signifikan = 0,05, yang berarti variabel Return On Asset (ROA) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Sehingga hipotesis penelitian yang menyatakan Return On Asset (ROA) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return Saham tidak dapat diterima. Berdasarkan hasil uji t diketahui nilai t hitung untuk variabel Net Profit Margin (NPM) sebesar -0,506 dengan nilai signifikansi 0,615. Dari hasil tersebut diketahui nilai signifikansi (p-value) variabel Net Profit Margin (NPM) lebih besar dari tingkat signifikan = 0,05, yang berarti variabel Net Profit Margin (NPM) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Sehingga hipotesis penelitian yang menyatakan Net Profit Margin (NPM) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return Saham tidak dapat diterima. Berdasarkan hasil uji t diketahui nilai t hitung untuk variabel Debt to Equity (DER), sebesar -0,620 dengan nilai signifikansi 0,537. Dari hasil tersebut diketahui nilai signifikansi (p-value) variabel Debt to Equity (DER) lebih besar dari tingkat signifikan = 0,05, yang berarti variabel Debt to Equity (DER) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Sehingga hipotesis penelitian yang menyatakan Debt to Equity (DER) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return Saham tidak dapat diterima. Berdasarkan hasil uji t diketahui nilai t hitung untuk variabel Price to Book Value (PBV) , sebesar 4,095 dengan nilai signifikansi 0,000. Dari hasil tersebut diketahui nilai signifikansi (p-value) variabel Price to Book Value (PBV) lebih kecil dari tingkat signifikan = 0,05, yang berarti variabel Price to Book Value (PBV) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Sehingga hipotesis penelitian yang menyatakan

Price to Book Value (PBV) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return Saham dapat diterima. . C. ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA Regresi Nilai Kapitalisasi Terhadap Return Saham. Untuk menjawab hipotesis, dilakukan analisis regresi linier sederhana dengan Nilai Kapitalisasi sebagai variabel bebas dan Return Saham sebagai variabel terikat. Berikut ini adalah hasil analisis regresi linier sederhana antara Nilai Kapitalisasi terhadap Return Saham. menggunakan program SPSS: B.1 Uji Asumsi Klasik Hasil uji normalitas residual regresi antara Nilai Kapitalisasi Terhadap Return Saham. pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 - 2010 menggunakan normal probability plot adalah sebagai berikut:

1. Uji Normalitas

Gambar 1 Normal Probability Plot Berdasarkan Gambar di atas dapat dilihat bahwa titik-titik pada normal probability plot mengikuti garis diagonal, maka disimpulkan bahwa residual model regresi berdistribusi normal. Tabel 7 Hasil Uji Normalitas Indikasi N Kolmogorov-Smirnov Z Signifikansi Sumber : Lampiran 4 Hasil ini dapat diperkuat dengan hasil uji one sample KolmogorovSmirnov dimana nilai p value hasil ujinya adalah 0,360 yang lebih besar dari tingkat signifikan = 0,05. Maka dapat disimpulkan residual memenuhi asumsi distribusi normal. 2. Uji Autokorelasi Autokorelasi menunjukkan dalam sebuah model regresi linier terdapat kesalahan pengganggu pada periode waktu dengan kesalahan pada periode waktu sebelumnya. Model regresi yang baik bebas dari autokorelasi. Pendeteksian ada tidaknya autokorelasi dapat dilakukan dengan menggunakan uji Durbin Watson (DW-test). Suatu observasi dikatakan tidak terjadi autokorelasi jika nilai Durbin Watson -2 < d < 2. Berikut adalah nilai Durbin Watson yang dihasilkan dari model regresi : Tabel 8. Hasil Nilai Durbin Watson Batas Bawah -2 Sumber : Lampiran 4 Durbin-Watson 1,270 Batas Atas 2 Residual 75 0,925 0,360

Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai Durbin-Watson (DW) adalah 1,270, dimana nilainya berada pada selang -2 dan 2. Sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model regresi mengindikasikan adanya autokorelasi atau asumsi bebas autokorelasi pada model terpenuhi. 3. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas menunjukkan adanya ketidaksamaan varians dari residual atas suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pendeteksian ada atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan scatterplot antara nilai ZPRED pada sumbu X dan ZRESID pada sumbu Y. Jika scatterplot menghasilkan titik-titik yang tidak membentuk pola-pola tertentu dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Berikut gambar scatterplot yang dihasilkan dari model regresi:

Gambar 2 Scatter Plot Uji Heteroskedastisitas

Gambar 3 menunjukkan titik-titik tidak membentuk pola tertentu dan titiktitik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi, dengan demikian asumsi non heteroskedastisitas terpenuhi. Hasil di atas diperkuat dengan hasil korelasi rank spearman yaitu mengkorelasikan variabel bebas dengan nilai residual. Jika korelasi rank spearman antara variabel bebas dengan nilai residual menghasilkan nilai signifikansi > 0.05 (=5%), maka disimpulkan dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Berikut adalah hasil korelasi rank spearman: Tabel 9. Korelasi Rank Spearman Variabel Nilai Kapitalisasi Sumber : Lampiran 4 Nilai Signifikansi Korelasi Rank Spearman 0,487

Berdasarkan hasil uji korelasi rank spearman diketahui bahwa korelasi antara variabel bebas dengan nilai residual semuanya tidak bersifat signifikan, sehingga asumsi non heterokedastisitas dalam model regresi telah terpenuhi.

B.2

Hasil Regresi Regresi linier sederhana antara Nilai Kapitalisasi Terhadap Return Saham

pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 - 2010 menghasilkan nilai koefisien regresi, nilai koefisien determinasi dan korelasi, serta uji F dan uji t sebagai berikut: Tabel 10 Hasil Analisis Regresi

Variabel Konstanta

Koefisien 0,421 2,576 x 10-12

Sig. t

Nilai Kapitalisasi
R R Square Variabel Terikat : Return Saham

1,630 = 0,187 = 0,035

0,107

Sumber : Lampiran 4 1. Analisis Model Model regresi linier sederhana yang dihasilkan adalah : Return Saham = 0,421 + 2,576 x 10-12 Nilai Kapitalisasi Ringkasan hasil analisis regresi linier berganda pada Tabel di atas diuraikan sebagai berikut : a. Konstanta () Nilai konstanta () adalah sebesar 0,421 artinya apabila variabel bebas Nilai Kapitalisasi konstan, maka diprediksikan Nilai Kapitalisasi terhadap Return Saham adalah sebesar 0,421. b. Koefisien regresi (i) Nilai koefisien regresi variabel Nilai Kapitalisasi adalah sebesar 2,576
x 10-12 artinya jika Nilai Kapitalisasi naik satu satuan, maka Return Saham

pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 - 2010 akan mengalami peningkatan sebesar 2,576 x 10-12. c. Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi (R Square) sebesar 0,035 yang berarti variabel Nilai Kapitalisasi pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 - 2010 mampu menjelaskan Return Saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 - 2010 sebesar 3,5%, dan sisanya sebesar 96m5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. d. Koefisien Korelasi Koefisien korelasi (R) sebesar 0,187 menunjukkan bahwa hubungan variabel Nilai Kapitalisasi terhadap Return Saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 - 2010 adalah lemah.

2. Pembuktian Hipotesis Berdasarkan dari nilai t hitung pada Tabel hasil regresi Nilai Kapitalisasi terhadap variabel Return Saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 - 2010 memiliki nilai t hitung yaitu sebesar 1,630 dengan nilai signifikansi uji t yang lebih besar dari tingkat signifikan = 0,05 yaitu 0,107. Dengan demikian Nilai Kapitalisasi secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 - 2010. Hal ini berarti peningkatan atau penurunan Nilai Kapitalisasi tidak berpengaruh besar terhadap Return Saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 - 2010. pada