Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh peran transportasi. Transportasi berperan penting dalam bidang ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan. Kelancaran proses transportasi dipengaruhi oleh kondisi

ketersediaan sarana dan prasarana transportasi. Sarana yang ada di laut, udara, dan darat memegang peranan vital dalam dalam aspek ekonomi melalui kegiatan ditribusi antar wilayah satu ke wilayah yang lain. Melalui transportasi maka masyarakat dapat menikmati hasil produksi dan merasakan pembangunan yang rata. Salah satu sarana yang umum dan banyak digunakan masyarakat adalah sarana transportasi darat. Sarana transportasi darat yang umum digunakan masyarakat. Sarana ini banyak digunakan oleh masyarakat karena biaya oprasional terjangkau dan dapat menjangkau daerah sulit. Salah satu alat transportasi tersebut adalah kendaraan. Kendaraan merupakan alat angkut yang membantu manusia dalam beraktifitas. Kendaraan ini digunakan sebagai alat angkutan barang maupun manusia. Kendaraan mengalami perkembangan seperti pada bagian mesin maupun sistem yang lain. Perkembangan mesin dilakukan untuk memperoleh performa yang besar tetapi dengan konsumsi bahan bakar efesien. Bagian mesin dengan kondisi dan performa prima perlu diperhatikan, karena terkait dengan kemampuan kendaraan saat digunakan di jalan dan membawa beban

berat. Mesin dengan kondisi dan performa prima akan menunjang kegiatan angkutan, namum sebaliknya akan berakibat aktivitas kegiatan angkutan tidak maksimal. Kendaraan yang digunakan terus menerus akan mengalami kerusakan. Kendaraan mengalami kerusukan yang umum disebakan oleh minimnya perawatan berkala, pemakaian yang tidak sesuai dengan prosedur, dan umur pemakaian kendaraan. Keruskan dimulai dengan gejala-gejala yang ringan, apabila tidak dilakukan perbaikan akan mengalami kerusakan yang berat. Dalam banyak hal gejala-gejala tersebut karena pemilik kendaraan tidak memperhatikan hal-hal yang sepele, tetapi sebenarnya memerlukan perawatan teliti. Kerusakan bisa terjadi disemua bagian kendaraan seperti pada mesin, sistem kemudi, kelistrikan, dan sistem pemindah tenaga. Toyota Kijang tahun 1984 merupakan salah satu jenis angkutan darat khusus barang (pick-up) yang umum digunakan oleh masyarakat di daerah pedesaan, untuk menunjang kegiatan ekonomi. Kendaraan ini digunakan oleh pemilik untuk mengangkut hasil pertanian dan disewakan. Hasil pertanian tersebut dijual keluar daerah lain untuk memperoleh harga jualan yang tinggi. Kendaraan ini juga disewakan kepada orang lain dengan sistem tarif perhari. Selain itu juga digunakan untuk jasa angkutan barang. Pemilik menggunakan kendaraan tersebut setiap hari. Dilihat keterangan tersebut bahwa kendaraan Toyota Kijang memiliki jam pemakaian yang lama sehingga perawatan berkala terabaikan oleh pemiliknya.

Toyota Kijang tahun 1984 ini memiliki umur pemakiaan yang lama sehingga kondisi kerusakan terjadi disetiap bagian komponen kendaraan. Bagian mesin terdapat komponen antara komponen dengan satu yang lain selalu berputar dan bergesekan, akibat dari yang ditimbulkan maka akan terjadi keausan komponen, dengan keausan tersebut maka ukuran komponen tidak sesuai dengan spesifikasi, sehingga terjadi gejala kerusakan. Gejala tersebut berupa gas buang berwarna putih yang keluar dari ujung kenalpot dan suara kasar serta jumlah oli mesin yang selalu berkurang. Penyebab gas berwarna putih tersebut diantaranya minyak pelumas yang banyak mengalir masuk ke dalam ruang bakar kemudian ikut terbakar. Hal ini dapat disebabkan karena torak, cincin-cincin torak, dinding silinder, katup-katup atau jalan-jalan katup yang rusak. Apabila tidak dilakukan perbaikan maka berakibat mesin tersebut mengalami kerusakan yang berat dan berujung tidak dapat digunakan lagi. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan overhaul, dengan tujuan mengembalikan kondisi dan performa mesin sesuai dengan spesifikasi kendaraan tersebut. Namun sistem kelengkapan mesin berupa sistem pendingin, pengapian, pelumasan, dan kelistrikan dalam kondisi kerja normal hanya saja komponen tidak lengkap. Toyota Kijang menggunakan transmisi manual, memiliki empat percepatan dan satu gigi mundur. Bagian transmisi tersebut terdapat masalah yaitu saat pemindahan gigi sulit untuk dipindahkan. Penyebab tersebut diantaranya kerusakan, keausan, penyetelan batang - batang persenling kurang tepat, dan mekanisme sinkronmes dalam bak persenling sudah rusak. Pada bagian sistem kemudi gejala kerusakan berupa terlalu

banyak gerakan bebas pada setir. Penyebab kerusakan tersebut diantaranya keausan sambungan system batang kemudi, terutama ujung dan pangkal dari batang pengikat (tie rod), keausan atau kesalahan penyetelan dari alat alat kemudi, terlalu banyak gerak bebas pada bantalan-bantalan roda depan, dan kelonggran pada roda gigi setir. Pemilik menggunakan kendaraan untuk mengangkut barang dengan melebihi kapasitas dengan tujuan menghemat waktu dan biaya konsumsi bahan bakar serta didukum usia kendaraan yang lama, sehingga menyebabkan kerusakan yang terjadi, seperti bagian chassis yang melengkung. Pada bagian panel seperti indikator putaran mesin, kecepatan kendaraan, tekanan oli, dan jumlah bahan bakar dalam kondisi mati. Pada indikator kecepatan dengan kondisi mati sehingga dikhawatirkan

kecepatan akan melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan. Indikator bahan bakar kondisi mati menyebabkan mesin mati mendadak karena jumlah bahan bakar tidak terpantau. Penyebab kerusakan indikator diantaranya kabel-kabel putus dan indiaktor rusak. Melihat kondisi kendaraan diatas, maka Toyota Kijang pada bagian mesin menjadi hal utama untuk dilakukan perbaikan. Mesin merupakan bagian terpenting yang mengerakkan kendaraan agar bisa berjalan. Mesin dengan kondisi tidak prima menyebabkan kemampuan kendaraan tidak oktimal. Perbaikan bagian mesin diperlukan agar kendaraan dapat digunakan secara layak dan oktimal.

B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat ditentukan identifikasi masalah dalam proyek akhir ini sebagai berikut : 1. Kerusakan kendaran umunnya disebabkan oleh minimnya perawatan berkala, pemakaian yang tidak sesuai dengan prosedur, dan umur pemakaian kendaraan. Kerusakan tersebut bisa terjadi disemua sistem kendaraan. 2. Pada bagian mesin mengalami gejala berupa keluar asap putih dari ujung kenalpot dan suara mesin kasar serta mengalami kebocoran oli disekitar bagian mesin. Gejala kerusakan tersebut menimbulkan performa mesin menurun sehingga aktifitas angkutan barang terganggu. 3. Sistem pemindah tenaga terdapat kerusakan seperti perpindahan gigi sulit dilakukan. 4. Pada bagian chassis dan sistem kemudi mengalami kerusakan. Bagian chassis kendaraan memiliki keruskaan berupa korosi dan chassis yang melengkung. Bagian sistem kemudi mengalami kerusakan yang

berakibat kendaraan sulit dikendalikan. Gejala kerusakan berupa gerakan bebas kemudi terlalu besar dan kendaraan sedang melaju dijalan datar roda roda depan berbelok belok. 5. Kerusakan bagian kelistriakan bodi pada bagian panel seperti indikator putaran mesin, kecepatan kendaraan, tekanan oli dan indikator jumlah bahan bakar dalam kondisi mati.

C. Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka batasan masalah yang di kaji dari proyek akhir ini di khususkan pada mesin Toyota Kijang tahun 1984 yang mengalami kerusakan. Pemilihan mesin Toyota Kijang untuk dikaji dengan alasan bahwa mesin merupakan bagian penting dalam sebuah kendaraan agar dapat berjalan dan menggerakan semua sistem pendukum agar dapat bekerja. Mesin menghasilkan tenaga yang dapat menggerakan kendaraan untuk memindahkan barang atau orang ke tempat lain. Mesin dengan kondisi normal akan tetapi sistem lain mengamali kerusakan maka kendaraan tetap bisa berjalan, namun mesin dan sistem lain mengalami kerusakan menyeluruh maka kendaraan tidak bisa berjalan. Kerusakan pada mesin Toyota Kijang berdampak pada kegiatan transportasi terganggu dan apabila dibiarkan maka mesin tidak bisa digunakan lagi. Kerusakan berupa gejala berupa keluar asap putih dari ujung kenalpot dan suara mesin kasar serta mengalami kebocoran oli disekitar bagian mesin. Bagian mesin tersebut terkait pada bagian utama mesin yang terdiri dari komponen blok silinder, kepala silinder, piston, ring piston, batang piston, mekanisme katup, dan poros engkol. Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi focus utama berupa perbaikan bagian utama mesin kendaraan Toyota Kijang tahun 1984.

D. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah diatas maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut yaitu 1. Apakah dengan dilakukan perbaikan utama mesin Toyota Kijang gejala-gejala keruskaan dapat hilang? 2. Bagaimana performa kendaraan Toyota Kijang setelah dilakukan perbaikan utama mesin ? E. Tujuan Dalam proyek akhir dengan judul perbaikan mesin Toyota Kijang tahun 1984 mempunyai tujuan yaitu : 1. Mengembalikan kondisi mesin kendaraan yang sebelumnya

mengalami kerusakan menjadi kondisi normal sesuai spesifikasi sehingga dapat digunakan secara normal dan siap pakai. 2. Mengembalikan kinerja mesin Toyota dilakukan perbaikan. 3. Mengembalikan fungsi kendaraan sebagai alat angkut barang yang sebelumnya hanya digunakan angkutan di daerah pedesaan maka dengan dilakukan perbaikan mesin tersebut dapat digunakan ke luar daerah. F. Manfaat Manfaat utama yang diperoleh setelah dilakukan perbaikan mesin pada Toyota Kijang tahun 1984 tersebut yaitu : Kijang tahun 1984 setelah

1. Pemilik kendaraan dapat menggunakan kendaraan tersebut dengan kondisi normal dan melakukan aktifitas kegiatan angkutan dengan lancar tanpa perlu khawatir akan terjadi keruskan pada saat digunkan di jalan. 2. Pemilik kendaraan tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk

melakukan perbaikan mesin di bengkel 3. Pemilik kendaraan dapat melakukan perawatan berkala yang sebelumnya tidak dilakukan karena kondisi mesin yang mengalami kerusakan yang berat.

G. Keaslian Gagasan Pengerjaan proyek ini didasari untuk mengembalikan fungsi kendaraan sebagai alat angkut barang. Kondisi mesin yang bermasalah maka kendaraan tersebut tidak bisa digunakan dengan kondisi normal, oleh karena itu perbaikan mesin perlu untuk dilakukan kendala apapun. agar dapat digunakan semestinya tanpa ada