Anda di halaman 1dari 4

Mengasah HELP Aspek (Humanities, Etiko-Legal dan Professionalisme) Dosen : Dr. Anwar Wardy W Sp.

S Nama : Risa Maulida Widjaya NIM : 2011730094

Vignette. Dalam suatu perusahaan yang berazas Pancasila-Agama telah diadakan suatu pemilihan Pimpinan Cabang-Perusahaan secara demokratis, (persyaratan ada); hasilnya adalah dari sejumlah anggota/pegawai perusahaan (28 orang) telah memilih 2 orang suara terbanyak (sebelumnya 6 orang, namun 2 orang mengundurkan diri/ 2 dan 1 suara sebelum pemilihan; dan 2 setelah pemilihan/ 4 dan 3 suara) dengan hasil sbb Nama A 14 14 Nama B 4 4 Mundur 0 0

Hasil/% Jumlah Keterangan A=78% dan B=22% pemilih=18 yang sah

Option a. Bila saudara sebagai pemimpin perusahaan dengan hak menentukan; saudara memilih kandidat ..? Saya memilih kandidat A Alasannya yang pertama dalam menentukan sesuatu yang berhubungan dengan orang banyak harus berdasarkan hasil musyarawah, disini musyawarah yang di tunjukkan adalah melalui pemilihan pemimpin perusahaan berdasarkan pemungutan suara yang merupakan salah satu aplikasi dari system demokrasi, dimana demokrasi ini sangat di perlukan untuk mencapai hasil yang maksimal berdasarkan perolehan suara terbanyak, mengapa demikian karena? Karena hal tersebut membuktikan bahwa kinerja pada si calon yang memperoleh presentasi pemilih yang banyak lebih baik dari bebagai aspek , mungkin juga tidak hanya di nilai dari hasil kinerja nya saja tapi dari di nilai juag dari segi prilaku yang membuat dia lebih banyak di senangi atau di hargai orang orang lain. Kebijakan institusi, institusi mengarahkan, menilai kemampuan, pengambilan keputusan atau

kebijakan untuk menentukan suatu keputusan dengan atau dalam praktisi kewajiban ini biasanya merefleksikan pengharapan etik dengan kode dan etik professional. Demokrasi juga memberikan hak bagi pemilihnya untuk menentukan pilihannya sendiri tanpa bergantung kepasa orang lain. Dari hasil yang telah di dapat membuktikan bahwa presentasi si A lebih banyak pemilihnya di bandingkan si B.oleh sebab itu jika menganut pada system demokrasi si A seharusnya terpilih menjadi pemimpin perusahaan. Alasan kedua ia masih teguh dalam pendiriannya untuk tetap ikut dalam pemilihan tidak terpengaruh oleh calon-calon lain yang mengundurkan diri ini bisa menjadi bekal untuknya dalam keprofesionalan sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap hal yang sudah di amanatkan kepada nya. Selain sikap profesionalisme nya hal ini juga menunjukkan sikap yang tidak mudah merasa kecil hati atas apa yang telah di milikinya. Walaupun masih ada kandidat lain yang menjadi saingannya tetapi dia masih mempercayai kemampuan yang dimilikinya b. Bila saudara sebagai orang yang terpilih (A), dan pemimpin memilih B, apa tindakan/saran saudara kepada perusahaan. Hal pertama yang saya lakukan adalah introspeksi diri, mengapa pemimpin lebih memilih kandidat B dari pada saya? Dengan introspeksi, ini akan menjadi masukan yang berguna untuk saya pada saat nanti menjabat sebagai pemimpin perusahaan. Setelah mengetahui apa kekurangan saya, dan apa yang harus diperbaiki dari pribadi saya, langkah selanjutnya, saya akan membuktikan tanggung jawab dari emban suara yang saya peroleh dengan bekerja keras dalam memimpin suatu perusahaan. Dan saya tidak akan berkecil hati mungkin pemimpin lebih mempunyai alasan tersendiri mengapa memilih orang lain. Dalam hal ini saya akan membuktikan kinerja saya yang lebih baik lagi dan lebih memberikan konstribusi yang besar bagi perusahaan sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Juga akan memberikan masukan masukan yang masuk akal sesuai dengan apa yang saya ketahui. Kerja sama dengan berbagai kalangan dari peruhaan tersebur hal ini di lakukan untuk perkembangan perusahaan lebih baik lagi. Dalam hal ini bukan jabatan yang terpenting tetapi bagaimana kinerja kita bagi perusahaan oleh sebeb itu saya akan meningkat kemampuan yang saya miliki. Sebagai seorang mitra di dalam suatu perusahaan saya harus melakukan hal hal yang natinya dapat mengembangkan perusahaan. Saya juga bisa memberikan saran atau masukan kepada perusahaan apabila hal yang di lakukan tidak benar. Jadi, kesimpulannya walaupun perusahaan berlaku tidak adil hal itu jangan membuat kita menurukan kinerja kita tapi lebih membuktikan kemampuan yang kita miliki, dari segi apapun. Dan jangan merasa benci atau syirik kepada yang telah di pilih atau menjadi tidak mau bekerja sama hal ini malah akan memperburuk keadaan perusahaan, yang berujung pada kehancuran

perusahaan itu sendiri, karena baik pimpinan atau bawahan mempunyai tujuan yang sama bagi perusahaan yaitu mengembangkan perusahaan agar lebih baik lagi. c. Bila saudara sebagai orang yang memilih salahsatu kandidat tersebut apa saran saudara kepada pemimpin perusahaan agar memenuhi kaidah HELP. Bila saya sebagai seseorang yang memilih salah satu kandidat, saran saya kepada pemimpin perusahaan itu adalah bersikap demokratis, tidak berat sebelah (tidak memihak siapapun). Sesuai yang digariskan, pemilihan memiliki persyaratan terutama ditekankan pada aspek HELP (humanities, etiko-legal, professionalism) yang dijadikan patokan bagi pemimpin yang akan datang. Ini harus benar-benar dipertimbangkan secara focus dan teliti agar memang terpilih pemimpin yang memang benar adalah taraf kemampuannya sebagai pemimpin itu ada dan bisa mempertanggung jawabkannya. Sesuai kaedah HELP seorang pemimpin harus manusiawi harus peduli terhadap sesama tak membeda-bedakan, dan dia mempunyai etika yang memang benar-benar layaknya seorang pemimpin, juga professional dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin secara bertanggungjawab selayaknya seorang pemimpin, bisa melaksanakan hal ia sudah janjikan sebelumnya bukan hanya bicara saja dan hanya sekedar ingin dapatkan jabatan sebagai seorang pemimpin. d. Bila pemimpin memilih sesuai dengan point bApakah melanggar HELP aspek? pendapat saudara Menurut saya hal tersebut melanggar (HELP) Karena poin b menyebutkan yang terpilih adalah si A tetapi pimpinan perusahaan memilih B. hal ini sangat bertentagan dengan HELP dimana dalam HELP terdapat asas asas. Humanities Memfokuskan diri untuk mencari jalan keluar umum dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan manusia. Sehingga didapatkan suatu hasil keputusaan yang maksimal. Etiko-Legal Etik digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup, sehingga etik merefleksikan sifat, prinsip, dan standar seseorang yanag mempengaruhi perilaku professional. 1. Kebijakan institusi Institusi mengarahkan, menilai kemampuan, pengambilan keputusan atau kebijakan untuk menentukan dengan atau dalam praktisi kewajiban ini biasanya merefleksikan pengharapan etik dengan kode dan etik professional. 2. Standar Legal

Kebijakan umum, hukum negara dan pemerintah secara langsung terlibat dalam pelayanan dan mempengaruhi praktisi pelayanan professional. Kebijakan dari lembagalembaga menghasilkan perubahan dalam praktek dan tindakan kesehatan professional.

Professionalisme. Mengapa demikian? Karena pada hal ini sangat menunjukkan ketidak professional-an pemimpin atas hasil yang telah di berikan. Berdasarkan pemungutan suara kita telah mengetahui bahwa si A memiliki poin yang lebih di bandingkan si B, hal ini tidak hanya berdampak perseorangan tapi juga menyangkut orang banyak yang ada di perusahaan. Ini menunjukkan bahwa si pemimpin hanya mementingkan kepentingan nya sendiri di bandingkan kepentikan orang banyak. Ini juga berdampak buruk bagi pandangan bawahan terhadap pemimpinnya yang nantinya akan mengakibatkan si pemimpin tidak di percaya lagi oleh bawahannya.