Anda di halaman 1dari 3

INTERVENSI KEPERAWATAN No Dx.

Keperawatan Gangguan komunikasi verbal b/d gangguan fungsi nervus VII (nervus facialis dan nervus vagus) yang ditandai dengan ; Tujuan/Sasaran Perencanaan Intervensi 1. Pantau derajat disfungsi, kemampuan pasien dalam berbicara 2. Perhatikan kesalahan dalam komunikasi dan berikan umpan balik 3. Bicara dengan nada normal dan berikan waktu pada pasien untuk berespon 4. Berikan respon pada kemampuan pasien dalam komunikasi 5. Anjurkan keluarga memperhatikan usahanya untuk tetap berkomunikasi dengan pasien. Rasional 1. Mengetahui perubahan yang terjadi dalam tahap proses komunikasi. 2. Membantu pasien merealisasikan isi atau makna yang terkandung dalam ucapannya. 3. Memfokuskan respon dapat mengakibatkan frustasi dan menyebabkan klien terpaksa, misalnya bicara kasar. 4. Mempertahankan kepercayaan diri klien dalam proses pemulihan. 5. Meningkatkan penciptaan komunikasi yang efektif pada pasien. Implementasi Membantu kemampuan pasien dalam berkomunikasi dengan bercakapcakap dengan pasien, tapi pasien mengatakan sulit untuk berbicara karena lidah terasa kaku. Memberi pertanyaan pada pasien dan pasien merespons pertanyaan dan perawat, tapi kata-kata yang diucapkan oleh pasien kurang jelas. Evaluasi Tgl. 09 2013 Januari

Komunikasi verbal kembali membaik setelah diberikan tindakan keperawatan dengan kriteria hasil : Pasien dapat DS : berbicara dengan baik Pasien mengeluh sulit Kata-kata untuk yang berbicara diucapkan jelas atau DO : dapat dimengerti Kemampuan berbicara pasien terganggu Kata-kata yang diucapkan kurang jelas.

S:Pasien mengeluh sulit untuk berbicara O : Kata-kata yang diucapkan pasien kurang jelas A : Masalah belum teratasi, pasien sulit untuk berbicara P : Lanjutkan rencana keperawatan

Kebutuhan adl dapat terpenuhi setelah diberikan tindakan keperawatan dengan kriteria hasil ; - Kebutuhan adl DS : dilakukan - Pasien sendiri tanpa mengeluh bantuan. tangan kiri dan - Pasien dapat kaki kiri melakukan lemah. aktivitas - Pasien sesuai mengeluh toleransi. lemah untuk beraktivitas. DO : - Kebutuhan ADL (makan, minum, BAB/BAK, ganti pakaian) dibantu oleh perawat dan keluarga. - Terpasang Infus RL 20 tetes/m pada tangan kiri

Gangguan pemenuhan kebutuhan ADL b/d kerusakan neuromuskuler, yang ditandai dengan ;

1. Pantau kemampuan pasien dalam beraktivitas. 2. Observasi tingkat kemampuan gerak motorik. 3. Bantu pasien dalam pemenuhan kebutuhan adl. 4. Berikan motivasi untuk memenuhi kebutuhan adl secara mandiri sesuai toleransi. 5. Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan adl pasien.

1. Mengetahui perkembangan pasien dan perencanaan intervensi. 2. Untuk mengetahui perkembangan pasien. 3. Bantuan yang diberikan agar kebutuhan adl pasien terpenuhi. 4. Untuk meningkatkan semangat pasien dalam memenuhi kebutuhan adlnya. 5. Peran serta dari keluarga akan memberikan dukungan moril pada pasien dalam keterbatasannya.

Memantau keadaan pasien, keadaan umum tampak lemah. Mengajarkan pasien untuk mengangkat tangan dan kaki kiri pasien belum mampu mengangkat tangan dan kaki kiri. Mengganti pakaian pasien dengan pakaian yang bersih dan merapikan tempat tidur pasien.

Tgl. 09 Januari 2013 : S : Tangan kiri dan kaki kiri masih lemah. O : - Kebutuhan ADL dibantu - Terpasang Infus RL 20 tetes/menit A : Masalah belum teratasi ADL dibantu P : Lanjutkan rencana tindakan keperawatan.

TD : 130/80 mmHg N : 88 xm R : 22 x/m SB : 36,8 0C