Anda di halaman 1dari 7

PEDOMAN PENINGKATAN MUTU TENAGA AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK

Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik St. Yohanes Rasul


JAYAPURA

2012

Pedoman Peningkatan Mutu Tenaga Akademik dan non-akademik

DAFTAR ISI
Pasal 1. Pasal 2. Pasal 3. Pasal 4. Pasal 5. Pasal 6. Pasal 7. Pasal 8. 8.01 8.02 8.03 8.04 Pasal 9. 9.01 9.02 9.03 9.04 Pasal 10. Arti .......................................................................................... 2 Latar Belakang ......................................................................... 2 Maksud dan Tujuan ................................................................. 2 Ketentuan Umum .................................................................... 2 Penanggung Jawab .................................................................. 2 Dana ........................................................................................ 3 Proses Penyelenggaraan Kursus Penyegaran ........................... 3 Kursus Penyegaran Bagi Tenaga Akademik .............................. 4 Peserta ......................................................................................... 4 Waktu ........................................................................................... 4 Jenis Kursus .................................................................................. 4 Tempat Kursus .............................................................................. 5 Kursus Penyegaran Bagi Tenaga Non-Akademik ...................... 5 Peserta ......................................................................................... 5 Waktu ........................................................................................... 5 Jenis Kursus .................................................................................. 5 Tempat Kursus .............................................................................. 5 Kursus Penyegaran Bagi Religius / Imam Diosesan .................. 6

Pedoman Peningkatan Mutu Tenaga Akademik dan non-akademik

Pasal 1.

Arti

Kursus penyegaran adalah suatu kursus yang diusulkan oleh Sekolah dengan persetujuan Rapat Dewan Dosen kepada Yayasan untuk mengutus seseorang tenaga akademis atau tenaga non-akademis, agar yang bersangkutan berkembang dalam profesinya.

Pasal 2.

Latar Belakang

Latar belakang diadakannya atau ditawarkannya kursus penyegaran ini adalah : 1. Adanya kehendak untuk maju dari pada dosen ataupun karyawan untuk menjalankan tugas dengan lebih baik. 2. Kurangnya pengetahuan atau keterampilan dari karyawan yang memiliki latar belakang akademis yang tidak sesuai dengan bidang kerja. 3. Tersedianya kesempatan yang ditawarkan oleh lembaga-lembaga lain.

Pasal 3.

Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan pengadaan dan penaaran khusus penyegaran adalah : 1. Agar dosen memperbaharui semangat dan meng-up to date-kan ilmu yang dimilikinya, sehingga mampu mengajar dengan lebih baik. 2. Agar karyawan memperbaharui semangat dan meningkatkan keterampilan yang dimilikinya sehingga mampu bekerja dengan lebih baik.

Pasal 4.

Ketentuan Umum

Pelaksanaan kursus penyegaran mengikuti ketentuan-ketentuan berikut ini : 1. Perencanaan kursus penyegaran melibatkan Yayasan, pimpinan sekolah dan yang bersangkutan. 2. Perencanaan kursus penyegaran dibuat sedini mungkin agar sekolah tetap berjalan. 3. Jenis kursus hendaknya relevan dengan bidang keterlibatan dan kebutuhan yang bersangkutan. 4. Perhitungan gaji selama yang bersangkutan mengikuti kursus dilakukan sesuai dengan peraturan kepegawaian yang berlaku.

Pasal 5.

Penanggung Jawab

1. Yayasan merupakan penanggung jawab utama untuk merencanakan kursus penyegaran tenaga akademik dan tenaga non-akademik STPK St. Yohanes Rasul.

Pedoman Peningkatan Mutu Tenaga Akademik dan non-akademik

2. Ketua STPK St. Yohanes Rasul yang secara ex officio menjadi penanggung jawab eksekutif mengajukan rancangan kursus kepada Yayasan. 3. Ketua bersama dengan Dewan Harian menyusun jadwal orang-orang yang masuk dalam giliran kursus penyegaran setiap tahun dan membicarakannya dengan Puket I, bila orang tersebut merupakan tenaga akademis atau Puket II, bila yang bersangkutan merupakan tenaga non-akademis. 4. Orang yang bersangkutan sendiri secara aktif mencari informasi dan kemungkinan yang sesuai dengan bidang dan kebutuhannya. 5. Puket I membantu dosen yang hendak mengikuti kursus penyegaran dengan menyediakan informasi yang relevan. 6. Puket II membantu karyawan yang hendak mengikuti kursus dengan menyediakan informasi yang relevan.

Pasal 6.

Dana

Pendanaan kursus penyegaran diatur sebagai berikut 1. Dana yang hendak dipakai untuk kursus penyegaran sudah dicantumkan dalam RAB dalam kolom anggaran cadangan untuk kursus penyegaran berupa prakiraan. 2. Anggaran konkret diusulkan kepada Yayasan Ketika semua rencana sudah matang. 3. Yang termasuk didanai oleh sekolah ialah : kebutuhan administrasi kursus, biaya kursus, boarding dan lodging, dan uang saku selama kursus.

Pasal 7.

Proses Penyelenggaraan Kursus Penyegaran

Proses Kursus penyegaran diselenggarakan sebagai berikut 1) Perencanaan a) Pimpinan sekolah membicarakan hal tersebut dalam Rapat Dewan Harian. b) Ketua Sekolah membicarakan usulan tersebut dengan pihak Yayasan. c) Inisiatif untuk mengikuti kursus penyegaran dapat berasal dari pimpinan sekolah atau orang yang hendak mengikuti kursus. 2) Pelaksanaan a) Setelah memperoleh ijin dari Yayasan, Ketua Sekolah meminta si calon agar mendaftarkan diri mengikuti ujian kursus. b) Bila diperlukan, Ketua program studi membantu dan memperlancar pendaftaran kursus bagi karyawan lainnya. c) Pengurusan hal-hal yang menyangkut tempat tinggal dan makan minum diserahkan pada si peserta. d) Peserta mengajukan rancangan biaya boarding and lodging kepada ketua untuk dibicarakan dengan bendahara dan pihak Yayasan.

Pedoman Peningkatan Mutu Tenaga Akademik dan non-akademik

3) Evaluasi a) Peserta membuat laporan dan evaluasi tertulis kepada Ketua Sekolah tentang jalannya serta manfaat kursus dan penggunaan dana yang telah diterima. b) Tembusan laporan tersebut dibuat kepada Yayasan.

Pasal 8.

Kursus Penyegaran Bagi Tenaga Akademik

8.01 Peserta 1. Dosen purna tetap yang telah bekerja selama 5 (lima tahun) secara terus menerus hendaknya mengambil program penyegaran demi meningkatkan mutu pengajaran dan pengetahuannya. 2. Perhitungan waktu tersebut terhitung dari tanggal dikeluarkannya Surat Keputusan dari Yayasan tentang pengangkatan sebagai karyawan STPK St. Yohanes Rasul. 3. Dosen yang selesai menjalani studi lanjut baru dapat mengajukan kursus ini 5 thaun kemudian, karena studi lanjut diperhitungkan sebagai salah satu jenis kursus penyegaran.

8.02 Waktu 1. Waktu yang disediakan oleh sekolah bagi para tenaga akademik untuk mengambil kursus penyegaran lebih adalah 3 sampai 6 bulan, paling lama 1 tahun. 2. Apabila kursus itu memerlukan waktu lebih panjang, misal studi lanjut, maka hal tersebut akan ditangani secara tersendiri oleh pimpinan sekolah, sponsor dan yayasan.

8.03 Jenis Kursus Jenis-jenis kursus yang dapat diambil tenaga akademik antara lain : 1. Studi lanjut bagi dosen. 2. Kuliah padat yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan tertentu. 3. Studi banding di lembaga pendidikan / penelitian lain. 4. Penelitian pustaka secara mandiri. 5. Lokakarya atau seminar yang sesuai dengan bidang pengajaran ataui bidang kerja. 6. Kursus pengembangan keterampilan yang berguna bagi peningkatan mutu pengajaran.

Pedoman Peningkatan Mutu Tenaga Akademik dan non-akademik

8.04 Tempat Kursus 1. Pilihan pertama untuk kursus penyegaran ialah kursus-kursus yang diselenggarakan di dalam negeri. 2. Sebisa mungkin lembaga penyelenggara kursus tersebut, bersertifikat, sehingga yang bersangkutan, bila dosen, dapat memperoleh surat keterangan yang menunjang jenjang akademik. 3. Terbuka kemungkinan untuk mengusulkan mengikuti kursus di luar negeri.

Pasal 9.

Kursus Penyegaran Bagi Tenaga Non-Akademik

9.01 Peserta Yang berhak mengikuti kursus penyegaran adalah karyawan tetap yang telah bekerja di STPK St. Yohanes Rasul 4 tahun berturut-turut. 9.02 Waktu Waktu kursus penyegaran untuk karyawan diatur sedemikian : 1. Sekolah atau karyawan dapat mencari atau memilih lembaga yang menyelenggarakan kursus tidak melebihi waktu 3 bulan. 2. Karyawan dapat meninggalkan pekerjaan selama kursus, apabila lembaga kursus berada diluar jayapura. 3. Apabila lembaga penyelenggaraan kursus / pelatihan berada di wilayah Jayapura, maka waktu kursus yang dipilih hendaknya tidak menganggu waktu kerja.

9.03 Jenis Kursus Jenis kursus penyegaran untuk karyawan antara lain : 1. Kursus program komputer. 2. Kursus pelatihan lainnya yang mendukung program kerja.

9.04 Tempat Kursus 1. Karyawan dapat memilih / mencari tempat kursus penyegaran yang diselenggarakan di dalam wilayah Jayapura. 2. Terbuka kemingkinan untuk mengikuti kursus diluar wilayah Jayapura, apabila kursus tersebut dirasa lebih baik, bermutu dan menunjang bidang kerja.

Pedoman Peningkatan Mutu Tenaga Akademik dan non-akademik

Pasal 10. Kursus Penyegaran Bagi Religius / Imam Diosesan


1. Secara umum peraturan diatas juga berlaku bagi religius dan imam diosesan yang bekerja pada STPK St. Yohanes Rasul. Religius dan imam diosesan yang bekerja sebagai tenaga akademik mengikuti peraturan pada pasal 8; religius yang bekerja sebagai tenaga non-akademik mengikuti peraturan pada pasal 9. 2. Pemimpin kelompok religius atau Uskup yang menjadi atasan imam diosesan bisa menyelenggarakan program penyegaran sejenisnya, seperti tahun sabat. 3. Hal-hal yang berkenaan dengan konsekuensi dilaksanakannya perogram penyegaran yang diselenggarakan oleh pihak Tarekat atau Keuskupan dibicarakan bersama antara pimpinan Tarekat, Uskup dan Ketua Sekolah.