Anda di halaman 1dari 29

ASSALAMUALAIKUM

KELOMPOK 6
SITI NUR AISYAH HAMID WAHDANIA UMAR NURFAIZAH NURHIJRAH TIALA SYARIF AL-QADRI

HEPATITIS

History
Hepatitis virus dikenal sejak ribuan tahun lalu , sebagai penyakit kuning yaitu sejak abad ke 5 SM di Babilonia dan kemudian Hipocrates seorang tabib Yunani (460-375) yang menemukan bahwa penyakit kuning ini menular. Pada tahun 752, Paus Zaccharias menemukan bentuk bentuk dari penyakit kuning yang infeksius dan dapat menular sehingga penyakit tersebut dinamakan sebagai icterus infectiosa. Sejak tahun 1820-1892 lebih dari 50 epidemi hepatitis yang tercatat di Eropa dan beberapa diantaranya mungkin disebabkan oleh virus hepatitis A yang terjadi saat peperangan. Pada tahun 1912 Cockayne memberikan nama hepatitis infectiosa untuk bentuk penyakit kuning menular tersebut. Tahun 1923 Blummer telah berhasil membuat suatu ringkasan yang sempurna mengenai penyakit ini berdasarkan analisa 63 letupan epidemic jaundice yang terjadi di amerika Serikat antara 1912 1923. Observasi berikutnya menyatakan terdapat eksistensi dua bentuk utama virus hepatitis yaitu infectious hepatitis dan serum hepatitis. Meskipun beberapa kejadian penyakit kuning yang terjadi sejak zaman Hippocrates sangat mungkin disebabkan oleh virus hepatitis, namun baru tahun 1960 terbukti ketika ditemukan hepatitis B dan kemudian hepatitis A. Pada tahun 1950 1970 pola sereoepidemiologi penyakit ini diteliti oleh Murray,Krugman dan kawan kawan yangb menuntun kita kearah pencegahan. Tahun 1973 Feinstone SM dkk, mnemukan virus hepatitis A dengan pemeriksaan immune electron microscope pada specimen tinja dan selanjutnya dikembangkan berbagai cara pemeriksaan immunoassay yang sangat sensitive untuk mendeteksi antigen dan antibody hepatitis virus A. Tahun 1979 Provost dan Hilleman berhasil membiakkan virus hepatitis A dalam kultur sel. Replikasi dapat terjadi dalam sel epitel usus dan epitel hati. Virus hepatitis A ditemukan di tinja berasal dari empedu dan epitel usus.

Angka kejadian dari Hepatitis cukup tinggi. Di Amerika serikat (Francis DP,1984) dilaporkan bahwa setiap tahunnya ditemukan 60.000 kasus Hepatitis virus yang baru (46,7% oleh karena HBV, 30% oleh karena HAV, dan 23% oleh karena non-A dan non-B),sedangkan di Asia pasifik sekitar 20% warganya meninggal lantaran mengidap radang hati kronis. Di Indonesia Hepatitis merupakan peyebab kematian nomor tiga setelah penyakit infeksi dan paru dengan jumlah penderita mencapai 40 juta. Di Jakarta ditemukan 239 penderita Hepatitis akut (61,09% oleh karena HAV,17,5% oleh karena HBV,dan 21,34% oleh karena NANBV).

Di Indonesia sendiri kasus penyakit hepatitis ini mencapai 11 juta jiwa dari total keseluruhan penduduk Indonesia yang kebanyakan adalah mereka para penderita hepatitis B. Di Indonesia penyakit hepatitis ini banyak melanda warga miskin dengan latar belakang pendidikan, ekonomi yang rendah serta keadaan lingkungan dan tempat tinggal yang masih jauh dari kata bersih, sistem sanitasi yang kurang baik, pola makan yang tidak teratur, masalah gizi keluarga yang tidak terpenuhi dengan baik dan seimbang, penyakit menular yang semakin mengintai dan banyak faktor lainnya yang dapat memungkinkan adanya penyebab dari timbul keberagaman penyakit menular dan berbahaya, seperti salah satu contoh adalah Penyakit Hepatitis. Dari sekian banyaknya jumlah penduduk di Indonesia khususnya Jakarta yang merupakan Ibukota negara yang selalu dipadati dengan berbagai macam aktivitas, hiruk pikuk jakarta, tingkat polusi yang semakin meningkat tajam, dan tata kota yang semakin semrawut memunculkan stigma bahwa 1 dari 20 orang di Jakarta terjangkit hepatitis B dan C yang merupakan salah satu jenis hepatitis yang dapat menyebabkan kematian setelah kanker. Di Indonesia diperkirakan kasus dari penderita yang mengidap penyakit hepatitis C ini mencapai 0,5 4 % dari total keseluruhan penduduk di Indonesia atau setara dengan 1,1-8,8 juta jiwa dari total penduduk yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 220 juta jiwa. Jumlah tersebut akan semakin meningkat apabila upaya dari pencegahan tidak dilakukan sedini mungkin melalui penyuluhan maupun pemeriksaan yang lebih lanjut dan bagi masyarakat awam yang tidak mengetahui secara pasti apa itu hepatitis dan bagaimana gejala yang ditimbulkan. Pembawa virus hepatitis B dan C ini juga memungkinkan potensi penyebaran semakin luas.

PENGERTIAN
Hepatitis adalah istilah umum yang berarti radang hati. Hepa berarti berkaitan dengan hati, sementara itis berarti radang (seperti di atritis, dermatitis, dan pankreatitis).

Hepatitis A
Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A(HAV). HAV menular melalui makanan/minuman yang tercemar kotoran (tinja) dari seseorang yang terinfeksi masuk ke mulut orang lain. HAV terutama menular melalui makanan mentah atau tidak cukup dimasak, yang ditangani atau disiapkan oleh seseorang dengan hepatitis A (walaupun mungkin dia tidak mengetahui dirinya terinfeksi). Minum air atau es batu yang tercemar dengan kotoran adalah sumber infeksi lain, serta juga kerang-kerangan yang tidak cukup dimasak.

Hepatitis B
Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). HBV adalah virus nonsitopatik, yang berarti virus tersebut tidak menyebabkan kerusakan langsung pada sel hati. Sebaliknya, adalah reaksi yang bersifat menyerang oleh sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyebabkan radang dan kerusakan pada hati.

Hepatitis C
Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus ini dapat mengakibatkan infeksi seumur hidup, sirosis hati, kanker hati, kegagalan hati, dan kematian.

Agen penyebab
Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) yang merupakan virus RNA dari family enterovirus Hepatitis B,disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang merupakan virus DNA yang berkulit ganda Hepatitis C,disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV) yang merupakan virus RNA kecil terbungkus lemak

Ciri-ciri virus Hepatitis A


virus RNA serat tunggal Berat molekul 2,25-2,28x106 dalton Bentuk simetri ikosahedral HAV merupakan anggota famili pikornaviradae. HAV berukuran 278 hingga 320-nm dan mempunyai simetri kubik tidak mempunyai selubung tahan terhadap panas dan asam Hepatitis A mempunyai pravelansi yang tinggi

Deteksi HAV
Menemukan Virus dalam tinja dengan menggunakan mikroskop elektron Menemukan IgG anti-HAV dalam darah

Ciri-ciri virus hepatitis B


virus DNA yang berkulit ganda berukuran 42 nm Virus hepatitis B termasuk famili Hepadnaviridae dari genus Orthohepadnavirus. mempunyai selubung

Deteksi HBV
Menemukan Virus dalam tinja dengan menggunakan mikroskop elektron Menemukan pertanda serologi infeksi HBV Menemukan HBV DNA dengan hibridisasi atau PCR (Polymerase Chain Reaction) Menemukan pertanda infeksiHBV pada jaringan biopsi hati

Ciri-ciri virus hepatitis C


virus RNA serat tunggal diameter sekitar 30 sampai 60 nm

Penularan hepatitis A
Melalui fecal oral Virus ini juga mudah menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi Terkadang melalui hubungan seks dengan penderita.

Penularan hepatitis B
Darah dan cairan tubuh manusia yaitu kontak seksual, Penularan dari ibu ke janin dalam kandungan melalui suntikan atau transfusi darah yang tercemar virus Hepatitis B, seperti pengguna narkoba suntik, pengguna alat kesehatan (jarum, pisau, gunting) yang tidak disterilkan sempurna, tindik, tato, pisau cukur, gunting kuku yang tidak steril.

Penularan hepatitis C
Melalui darah yang jalan utama infeksinya berasal dari transfusi darah atau produk darah yang belum diskrining (pemeriksaan), saling tukar jarum suntik oleh pengguna narkoba suntik serta jarum atau alat tato dan tindik yang tidak steril.

Manifestasi klinis hepatitis A


Kelelahan
Mual dan muntah Nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di daerah hati (pada sisi kanan bawah tulang rusuk) Kehilangan nafsu makan Demam Urine berwarna gelap Nyeri otot Menguningnya kulit dan mata (jaundice).

Manifestasi klinis hepatitis B


Sakit perut Urine gelap Demam Nyeri sendi Kehilangan nafsu makan Mual dan muntah Kelemahan dan kelelahan Kulit menguning dan bagian putih mata (jaundice).

Manifestasi klinis hepatitis C


Kelelahan Demam Mual atau nafsu makan yang buruk Otot dan nyeri sendi Nyeri di daerah hati.

Pencegahan Hep.A
Pencegahan terkontaminasinya makanan, air, atau sumber-sumber lainnya oleh tinja Kebersihan seperti mencuci tangan setelah buang iar besar atau sebelum makan, penggunaan piring dan alat makan sekali pakai Vaksinasi

Pencegahan Hep.B
Imunisasi hepatitis Melakukan hubungan seksual yng sehat Tidak bergantian dalam menggunakan jarum suntik Hindari kontak dengan darah pasien yang terkena hepatitis B

Pencegahan hepatitis C
Berhubungan seksual secara sehat Menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker jika berkontak langsung dengan darah Tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian

Metode pemeriksaan
Polymerase Chain Reaction (PCR) Rapid Test SD (Standard Diagnostics) Biopsi hati

Vaksinasi dapat diberikan agar seseorang mendapatkan antibodi dari virus hepatitis A (VHA) dan virus hepatitis B (VHB). Namun, untuk hepatitis C tidak ada vaksinasi untuk mencegahnya. Walau seseorang belum terindikasi virus ini tetapi pemberian vaksin dapat mencegah virus merusak hati karena gejala hepatitis bisa saja baru muncul puluhan tahun kemudian. Pemberian vaksin khususnya perlu diberikan pada anak-anak karena kekebalan tubuh mereka lebih lemah untuk membersihkan virus hepatitis dibandingkan orang dewasa. Jika kondisi hati sudah rusak parah, pilihannya adalah melakukan pencangkokkan hati. Tetapi, ini akan sulit karena donor hati yang ada lebih sedikit dibandingkan daftar tunggu dari penderita yang membutuhkan hati. Penderita hepatitis seharusnya mengkonsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup agar tubuh mampu bertahan menghadapi virus ini dan mencegah jumlah virus semakin banyak yang akan menggeroti kesehatan penderitanya. Gizi dan istirahat yang baik juga harus dipenuhi untuk semua, karena bisa saja tanpa sepengetahuan kita, virus menulari dan menyerang hati atau liver. Tetapi, dengan kekebalan tubuh yang kuat, tubuh akan mampu menangani virus hepatitis yang membahayakan ini.

PENANGANAN

PERTANYAAN
Ratna Juwita Bonro Kenapa hepatitis C dikatakan seumur hidup?? Kenapa A dan B tidak?? =Nur Hijrah Tiala, St Nur aisyah hamid, Wahdania Umar Nirmasari Kapan awal masuk hepatitis ke Indonesia? Mengapa tidak ada vaksin untuk hepatitis? Mengapa penularan hepatitis A, B, dan C berbeda?? =wahdania umar, Syarif Alqadri, Nur Faisah Yunianti Kenapa hepatitis A bisa menular melalui makanan sedangkan B dan C tidak?? = Syarif alqadri, Nur hijrah tiala