Anda di halaman 1dari 4

Tujuan

percobaan

Simplisia yang digunakan adalah simplisia dari apel fuji. Apa yak nama latinnya??? Antioksidan membantu tubuh dalam mengontrol proses oksidasi dan untuk mencegah atau menurunkan resiko terjadinya berbagai penyakit degeneratif. Karakter utama senyawa antioksidan adalah kemampuannya dalam menangkap radikal bebas. Aktivitas antioksidan disebabkan adanya gugus hidroksi fenolik dalam struktur molekulnya. Senyawa tersebut akan bereaksi dengan radikal bebas akan membentuk radikal baru yang distabilisasi oleh efek resonansi inti aromatik. Radikal bebas adalah molekul yang sangat reaktif karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dalam orbital luarnya sehingga dapat bereaksi dengan cara mengikat elektron molekul sel tersebut (Wijaya, 1996). Radikal bebas yang masuk kedalam tubuh didapat dari paparan sinar UV, radiasi sinar elektromagnetik, asap rokok, polusi udara, hasil pembakaran mesin mobil, pestisida, nitrogen dioksida, ozon, klorin, pencemaran bahan kimia, obatobatan, lemak teroksidasi,serta olahan yang banyak mengandung zat pewarna dan pengawet (Cooper,2001). Radikal bebas juga dapat terbentuk dimitokondria yang terdapat pada setiap sel yang bertugas memproses glukosa dan oksigen menjadi energi melalui reaksi enzimatik. Sewaktu terbentuk energi terbentuk pula radikal bebas. Radikal bebas oksigen inilah yang terbanyak ditemukan di dalam tubuh sebagai hasil sampingan dari rantai pernafasan di mitokondria (Dalimartha dan Soedibyo, 1999). Serbuk simplisia dibuat dengan mencuci buah apel fuji yang akan dipakai kemudian dipotong kecil-kecil dan dikeringkan terlebih dahulu dengan sinar matahari tetapi ditutup dengan kain hitam dengan tujuan untuk mencegah agar sinar UV dari sinar matahari tidak merusak senyawa/kandungan kimia dalam simpleks dan agar mempercepat pengeringan karena menyerap panas. Kemudian setelah dikeringkan dalam sinar matahari, dikeringkan lagi dengan oven 45OC dengan harapan agar kandungan air di dalam simpleks kurang dari 10%. Adanya kandungan air di dalam simpleks memungkinkan adanya reaksi enzimatis sehingga simpleks dikondisikan dalam keadaan kering. Sebanyak 50 gram serbuk apel fuji dimaserasi dengan pelarut etanol 95%, etanol 70% dan metanol . Tujuannya untuk membandingan pelarut manakah yang memperoleh senyawa antioksidant yang lebih baik pada teknik Maserasi. Pelarut etanol dan metanol merupakan yang dapat mengekstraksi hampir semua senyawa bahan alam yang terdapat pada tumbuhan. Hal ini dikarenakan etanol dan metanol memiliki kisaran polaritas yang panjang sehingga diharapkan semua senyawa dengan polaritas berbeda-beda dapat larut. Perbedaan persentase etanol antara 70% dan 95% adalah pada kisaran polaritasnya. Makin kecil persentase/kadar etanolnya maka kisaran polaritasnya makin kecil/menurun.

Teknik ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi karena metode ini mudah dilakukan dan tidak memerlukan alat khusus. Prinsip MASERASI dengan merendam serbuk..........

Maserasi dilakukan selama 3 jam Pendiaman selama 1 jam Fungsi pendiaman untuk mengendapkan sehingga saat penyaringan, bahan simplisia tidak ikut turun/lolos dari penyaringan atau mengganggu proses penyaringan. Pada praktikum ini tidak menggunakan metode lain seperti perkolasi, infudasi, dan penyarian berkesinambungan karena metode lain menggunakan pemanasan yang tinggi sedangkan tujuan dari praktikum adalah untuk mendapatkan senyawa antioksidan yang sifatnya tidak tahan terhadap pemanasan. Pemisahan dengan kertas saring Tujuannya untuk memisahkan bahan simplisia dengan pelarut yang sudah membawa senyawa-senyawa / sari dari bahan simplisia

Filtrat yang diperoleh digabungkan dan dievaporasi menggunakan rotary vacum evaporator hingga diperoleh ekstrak pekat dan dikeringkan dengan penangas air bersuhu 40C. Prinsip Rotary vacum evaporator : pemisahan antara senyawa dengan pelarutnya dalam kondisi tekanan yang disesuaikan dengan pelarut yang digunakan agar dapat menguap pada suhu 40OC Antioksidan mudah rusak suhu tinggi jadi digunakan rotary vacum evaporator Tekanan yang diperlukan untuk pelarut etanol suhu 40C = .... Tekanan yang diperlukan untuk pelarut etanol suhu 40C = .... Didapatkan ekstrak kental Silika Gel GF254 merupakan fase diam yang digunakan. GF merupakan gibbs fluoresense dan 254 merupakn panjang gelombang untuk dapat berflororesensi Ekstrak etanol dan metanol di lakukan KLT menggunakan campuran pelarut n-butanol, asam asetat anhidrida dan akuades.Perbandingan 5 : 1 : 4 untuk ekstrak etanol dan untuk ekstrak metanol. Penotolan cukup 1 kali karena senyawa sudah dipekatkan. Rutin sebagai pembanding Pembanding yang digunakan adalah rutin. Pemilihan rutin sebagai pembanding karena merupakan glikosida flavonoid yang aglikonnya quersetin telah diketahui terkandung dalam buah apel ...... ada ga ya??. Quersetin merupakan aglikon flavonoid yang diperoleh dari hidrolisis rutin (glikosida flavonoid) dan telah diketahui bahwa quersetin memiliki aktivitas antioksidan tinggi (Tjay dan Rahardja, 2002). Molekul quersetin mempunyai lima gugus hidroksil, jumlah ini cukup banyak pada setiap molekulnya untuk mereduksi DPPH GAMBAR SENYAWA RUTIN

Semakin banyak gugus hidroksil bebas yang dapat menyumbangkan hidrogen maka semakin banyak juga reduksi yang dapat dilakukan terhadap DPPH.

DPPH (1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL) digunakan sebagai substrat untuk mempelajari mekanisme penangkapan radikal pada antioksidant berupa fenolik, flavonoid, dan polifenol. Kemampuan ekstrak etanol .....dan pembanding rutin dapat dilihat dari berkurangnya intensitas warna ungu dari larutan DPPH yang telah ditambahkan dalam sampel dan pembanding. Berkurangnya intensitas warna larutan DPPH tersebut menunjukkan bahwa terjadi reaksi antara atom hidrogen yang dilepas oleh bahan uji dengan molekul radikal DPPH sehingga terbentuk senyawa 1,1-difenil-2-pikrilhidrazin yang stabil / DPPH-H dan berwarna kuning. Semakin besar konsentrasi bahan uji, warna kuning yang dihasilkan akan semakin kuat.

Reaksi :

(Prakash et al, 2001).


Sumber : Prakash, A., Rigelhof, F., Miller, E., 2001, Antioxidant Activity, Medalliaon Laboratories Analitycal Progress, vol 10, No.2 Senyawa antioksidan yang sebagai penangkap radikal bebas akan kehilangan H akan menjadi radikal baru yang relatif lebih stabil dan tidak berbahaya bagi tubuh karena adanya efek resonansi inti aromatik.

Aktivitas penghambatan radikal bebas DPPH ekstrak ........... ditentukan oleh berbagai senyawa antioksidan yang terdapat pada buah tersebut. Berdasarkan skrining fitokimia pada percobaan sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak ........ mengandung ............. BESERTA GAMBAR STRUKTUR KIMIA SENYAWA