Anda di halaman 1dari 12

ANGGARAN DASAR PERSATUAN PELAJAR INDONESIA SANA'A YAMAN (PPI SANA'A-YAMAN) Bismillahirrahmanirrahim MUKADDIMAH Bahwa sesungguhnya orang-orang yang

beriman dan berilmu adalah orang yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah SWT. Dan pengejawantahan nilai-nilai keimanan dan ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim di dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bahwa pelajar sebagai tumpuan harapan umat, ikut bertanggung jawab atas terwujudnya bangsa yang berakhlak mulia dan berbudi luhur, serta bertanggung jawab atas keberhasilan pembangunan dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Sadar akan fungsi organisasi sebagai pusat penggalangan ukhuwah islamiah di kalangan Pelajar Indonesia, sekaligus membina serta mengembangkan aspirasi dan kreatifitas dalam rangka membantu pembentukan muslim yang sejahtera lahir dan batin menuju kebahagiaan dunia akhirat, maka dengan penuh rasa tanggung jawab atas terwujudnya kekeluargaan, persaudaraan, dan persatuan segenap Pelajar dalam rangka pembinaan mental dan ketertiban di segala bidang. Dengan memohon rahmat, taufiq, dan hidayah Allah SWT, untuk mencapai tujuan tersebut terbentuklah Organisasi Persatuan Pelajar Indonesia di Sana'a Yaman dengan anggaran dasar sebagai berikut:

BAB I NAMA, IDENTITAS, KEDUDUKAN DAN WAKTU Pasal 1 Nama dan Identitas 1. Organisasi ini bernama Persatuan Pelajar Indonesia di Sana'a di singkat PPI Sanaa Yaman. 2. PPI Sana'a Yaman adalah organisasi yang mewadahi kegiatan Pelajar Indonesia, di Sana'a meliputi pendidikan dan sosial. Pasal 2 Kedudukan PPI Sana'a berkedudukan di Ibu Kota Negara Yaman (Sana'a). Pasal 3 Waktu HIPMI Yaman didirikan pada hari Sabtu, 18 Agustus 2001. Kemudian nama HIPMI Yaman dirubah menjadi PPI Yaman pada hari Rabu, 1 Oktober 2008 kemudian Sanaa mendeklarasikan Independen pada hari Rabu, 15 Agustus 2012 sampai masa yang tidak ditentukan.

BAB II ASAS, SIFAT, DAN TUJUAN Pasal 4 Asas PPI Sana'a Yaman berasaskan Islam yang berpedoman dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Pasal 5 Sifat PPI Sana'a Yaman bersifat independen. Pasal 6 Tujuan Tewujudnya insan yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, beramal dan bertanggung jawab. Terbinanya ukhuwah islamiah di kalangan Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat. Terpeliharanya martabat dan derajat bangsa. Menumbuhkan kreatifitas Pelajar Indonesia di Sana'a Yaman. BAB III KEGIATAN Pasal 7 Kegiatan 1. Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan dan membina ukhuwah islamiah serta dapat menyalurkan kreatifitas. 2. Menjalin kerja sama antar anggota, masyarakat dan perwakilan RI serta organisasiorganisasi yang lain yang tidak bertentangan dengan AD/ART. 3. Mengadakan kegiatan-kegiatan yang tidak bertentangan dengan asas, identitas dan tujuan PPI Sana'a Yaman. BAB IV KEANGGOTAAN Pasal 8 Keanggotaan Anggota PPI Sana'a terdiri dari: 1. Anggota biasa. 2. Anggota kehormatan. BAB V STRUKTUR ORGANISASI DAN MASA JABATAN

1. 2. 3. 4.

Pasal 9 Struktur Struktur organisasi PPI Sana'a Yaman terdiri dari: 1. Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) 2. Dewan Pengurus PPI Sana'a Pasal 10 Masa Jabatan Masa jabatan pengurus tersebut dalam pasal 9 ayat 1 dan 2 adalah satu tahun. BAB VI PERMUSYAWARATAN & RAPAT Pasal 12 Permusyawaratan Permusyawaratan PPI Sana'a Yaman adalah: 1. Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (SMPA) 2. Musyawarah Besar (MUBES) 3. Musyawarah Luar Biasa (MLB) Pasal 13 Rapat Rapat PPI Sana'a Yaman adalah: 1. Rapat Dewan Pengurus (RDP) 2. Rapat Kerja (RAKER) 3. Rapat Khusus BAB VII KEUANGAN Pasal 14 Keuangan Keuangan PPI Sana'a Yaman diperoleh dari: 1. Infaq Wajib Tenaga Musim Haji (TEMUS HAJI) untuk Sanaa. 2. Wakaf, hibah, bantuan dan donasi lain yang tidak mengikat. 3. Usaha-usaha lain yang halal dan tidak mengikat. BAB VIII LAMBANG Pasal 15 Lambang Lambang PPI Sana'a Yaman terdiri dari Al-Qur'an, pena dan Masjid Rais berlatar belakang bendera merah putih dalam lingkaran penuh.
3

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Al-Qur'an melambangkan Islam. Pena melambangkan ciri Pelajar. Bab Yaman melambangkan ahlul fiqh dan hikmah. Bendera merah putih menunjukkan Negara Indonesia. Lingkaran penuh menunjukkan Persatuan Pelajar. Persatuan Pelajar Indonesia Sanaa adalah nama organisasi. PPI adalah singkatan. Sanaa adalah kedudukan BAB IX ATURAN PERUBAHAN

Pasal 16 Perubahan Anggaran dasar ini hanya dapat di rubah oleh MPA dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 suara. BAB X PENUTUP Pasal 17 Penutup Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini, akan di atur dalam Anggaran Rumah Tangga. Anggaran Dasar ini di tetapkan oleh Komisi A, Sabtu, 15 Desember 2012. Anggaran Dasar ini di sempurnakan dan di sahkan oleh Musyawarah Pembentukan PPI Sanaa Yaman, Sabtu, 15 Desember 2012. Anggaran Dasar ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan.

1. 2. 3. 4.

ANGGARAN RUMAH TANGGA PERSATUAN PELAJAR INDONESIA SANAA YAMAN (PPI SANAA-YAMAN) Bismillahirrahmanirrahim

BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 1. Anggota biasa adalah setiap Pelajar Indonesia yang telah mengakui deklarasi independen yang menyetujui asas, dan tujuan PPI Sana'a serta sanggup melaksanakan keputusankeputusannya. 2. Anggota kehormatan ialah setiap orang yang berkompetensi dalam bidang ilmu pengetahuan dan bukan anggota biasa yang ditetapkan dalam rapat MPA.

BAB II TATA CARA PENERIMAAN DAN PEMBERHENTIAN KEANGGOTAAN Pasal 2 Tata Cara Penerimaan 1. Anggota biasa dapat diterima melalui delegasi lembaga masing-masing. 2. Permohonan menjadi anggota ditolak, apabila terdapat alasan yang kuat baik secara syari'ah maupun organisasi. 3. Anggota kehormatan dapat diusulkan menjadi anggota kehormatan PPI Sana'a Yaman oleh pengurus PPI Sana'a dengan mempertimbangkan kesediaan yang bersangkutan. Pasal 3 Pemberhentian Keanggotaan Seorang dinyatakan berhenti dari keanggotaan PPI Yaman karena: 1. Permintaan sendiri. 2. Diberhentikan oleh keputusan PPI Sana'a atas persetujuan MPA. 3. Meninggal dunia. 4. Menjadi anggota organisasi lain yang mempunyai asas, sifat dan tujuan yang bertentangan dan merugikan PPI Sana'a Yaman. 5. Melakukan tindakan kriminal yang merugikan organisasi. BAB III HAK DAN KEWAJIBAN Pasal 4 Hak Anggota

1. Anggota biasa berhak : a. Mengemukakan pendapat dan memberikan saran dan kritik yang membangun. b. Memilih dan dipilih pengurus atau jabatan lain yang ditetapkan baginya. c. Mendapatkan pembelaan dan pelayanan. 2. Anggota kehormatan berhak menghadiri kegiatan-kegiatan PPI Sana'a Yaman atas undangan pengurus dan dapat memberikan saran-saran atau pendapat namun tidak memiliki hak suara maupun hak memilih atau dipilih. Pasal 5 Kewajiban Anggota Anggota PPI Sana'a Yaman berkewajiban: 1. Menjalankan keputusan PPI Sana'a Yaman. 2. Mendukung dan membantu segala langkah PPI Sana'a Yaman serta bertanggung jawab atas segala sesuatu yang diamanatkan kepadanya. 3. Memupuk dan memelihara ukhuwah islamiah serta persatuan nasional.

BAB IV TINGKAT KEPENGURUSAN Pasal 6 Tingkat kepengurusan PPI Sana'a Yaman terdiri dari: 1. Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) adalah perwakilan Pelajar dari setiap delegasi lembaga yang ada di Sana'a. 2. Dewan Pengurus Harian. Dewan Pengurus Harian terdiri dari: ketua Presidium, sekretaris, bendahara dan 1 ketua dari tiap-tiap departemen. BAB V PERANGKAT ORGANISASI Pasal 7 Perangkat organisasi terdiri dari: 1. Departemen Pendidikan dan Dakwah. 2. Departemen Seni, Budaya dan Olahraga. 3. Departemen Usaha dan Dana. 4. Departemen Komunikasi dan Informasi. Pasal 8 1. Departemen Pendidikan dan Dakwah adalah perangkat organisasi PPI Sana'a Yaman yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan dakwah. 2. Departemen Seni, Budaya dan Olahraga adalah perangkat organisasi PPI Sana'a Yaman yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan yang berkaitan dengan bidang pengembangan Seni, Budaya dan Olahraga.

3. Departemen Usaha dan Dana adalah perangkat organisasi PPI Sana'a Yaman yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan yang berkaitan dengan bidang usaha dan dana. 4. Departemen Komunikasi dan Informasi adalah perangkat organisasi PPI Sana'a Yaman yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan yang berkaitan dengan hubungan kemasyarakatan.

BAB VI SUSUNAN KEPENGURUSAN Pasal 9 Susunan Pengurus PPI Sana'a Yaman terdiri dari: 1. Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) terdiri dari ketua, wakil, sekretaris dan delegasi dari masing-masing lembaga. 2. Dewan Pengurus Harian (DPH) terdiri dari ketua Presidium, sekretaris, bendahara dan satu ketua dati tiap-tiap departemen.

BAB VII PERSYARATAN Pasal 10 Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA): 1. Pernah menjadi Pengurus Harian PPI Sana'a Yaman 2. Berdomisili di Yaman minimal 2 tahun 3. Belum pernah melakukan tindak criminal. Pasal 11 Ketua Dewan Pengurus PPI Sana'a Yaman: 1. Pernah menjadi Pengurus organisasi kedaerahan maupun organisasi internal kampus di Yaman minimal 1 tahun. 2. Berdomisili di Yaman minimal 2 tahun. 3. Bukan mantan Ketua Presidium PPI Sana'a Yaman. 4. Tidak merangkap jabatan ketua dari organisasi lain. Pasal 12 Pengurus 1. Untuk menjadi pengurus, seseorang wajib berdomisiili di Yaman minimal 1 bulan. 2. Anggota kehormatan tidak berhak menjadi pengurus.

BAB VIII PEMILIHAN DAN PENETAPAN PENGURUS Pasal 13 Pemilihan dan penetapan dewan pengurus PPI Sana'a Yaman sebagai berikut :
7

1. Ketua MPA dan ketua Presidium PPI Sana'a dipilih secara bergilir dari tiap-tiap lembaga. 2. Mekanisme pemilihan dengan sistem qurah yang dilakukan pada setiap tahun dalam MUBES tanpa mengikut sertakan lembaga yang telah terpilih sebelumnya. 3. Calon Ketua MPA dan ketua Presidium PPI Sana'a harus menyatakan kesiapannya melalui masing-masing lembaga sebelum MUBES. 4. Ketua MPA dan ketua Presidium PPI Sana'a hanya dipilih untuk satu periode. 5. Ketua Presidium PPI Sana'a terpilih bertugas melengkapi susunan pengurus dan membentuk departemen-departemen.

BAB IX PENGESAHAN DAN PENONAKTIFAN PENGURUS DEPARTEMEN Pasal 14 Pengesahan Pengurus: 1. Ketua MPA disahkan oleh MUBES. 2. Ketua Presidium PPI Sana'a disahkan oleh MPA. 3. Susunan dan personalia Dewan Pengurus PPI Sana'a disahkan oleh ketua Presidium PPI Sana'a. Pasal 15 Penonaktifan Pengurus: 1. Pengurus harian dapat menonaktifkan pengurus departemen melalui keputusan yang ditetapkan dalam Rapat Dewan Pengurus (RDP). 2. Ketua Presidium PPI Sana'a dapat dinonaktifkan melalui Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (SMPA). 3. Alasan penonaktifan harus sesuai dengan landasan syari'ah maupun organisasi. 4. Sebelum penonaktifan dilakukan, terlebih dahulu diberi peringatan untuk memperbaiki pelanggarannya minimal dua kali peringatan. 5. Kepengurusan departemen yang dinonaktifkan harus segera dibentuk pengurus departemen baru.

BAB X TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS Pasal 16 Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) bertugas dan berwenang : 1. Merubah dan menetapkan AD / ART organisasi. 2. Memberikan saran dan petunjuk, baik diminta ataupun tidak, untuk memelihara, meningkatkan kekuatan dan memajukan organisasi serta anggotanya. 3. Memberikan koreksi terhadap kinerja Dewan Pengurus PPI Sana'a dan mengadakan sidang evaluasi setiap 4 bullan sekali.

4. Jika keputusan atau langkah-langkah Dewan Pengurus PPI Sana'a dinilai bertentangan dengan asas, sifat dan tujuan PPI Sana'a Yaman, maka MPA berdasarkan keputusan rapat dapat membatalkan keputusan atau langkah-langkah tersebut.

Pasal 17 1. Dewan Pengurus (DP) PPI Sanaa sebagai petugas dan pelaksana harian bertugas dan berwenang: a. Memimpin jalannya organisasi sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. b. Melaksanakan program PPI Sana'a Yaman. c. Membina dan mengawasi kegiatan semua perangkat organisasi. 2. Dalam mengkoordinir dan mengelola program, DP PPI Sana'a berwenang membentuk tim kerja tetap atau sementara sesuai dengan kebutuhan.

BAB XI HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS Pasal 18 1. Pengurus berhak : a. Membuat kebijaksanaan, keputusan dan peraturan organisasi selama tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. b. Mewakili organisasi di tingkat masing-masing. 2. Pengurus berkewajiban : a. Menjaga dan menjalankan amanat organisasi. b. Mematuhi ketentuan-ketentuan organisasi dan tugas yang diamanatkan kepadanya.

BAB XII PERMUSYAWARATAN & RAPAT Pasal 19 Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (SMPA) ialah lembaga permusyawaratan tertinggi dalam PPI Sana'a Yaman yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaran Anggota (MPA) minimal sekali dalam setahun. Sidang ini dipimpin oleh ketua MPA atau yang ditunjuk dengan kesepakatan anggota. Yang berhak hadir dalam sidang SPA adalah MPA sebagaimana tertuang dalam bab VI pasal 9 ayat 1 ART. Sidang ini dianggap sah apabila dihadiri oleh 2/3 anggota SMPA yang sah. Untuk kelancaran penyelenggaraan sidang, MPA dapat membentuk panitia penyelenggara. SMPA dapat membuat rancangan tata tertib SMPA dan tata tertib MUBES. SMPA dapat diselenggarakan sewaktu-waktu jika dianggap perlu dengan ketentuan : a. Untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menyangkut keberadaan PPI Sana'a Yaman.
9

1.

2. 3. 4. 5. 6. 7.

b. Apabila Dewan Pengurus PPI Sana'a melanggar AD/ART setelah mendapat teguran dua kali dari MPA.

Pasal 20 Musyawarah Besar 1. Musyawarah Besar (MUBES) ialah musyawarah untuk memilih ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) dan ketua Presidium PPI Sana'a Yaman, mengadakan perubahan-perubahan AD/ART bila dianggap perlu serta menentukan program umum organisasi. 2. Musyawarah ini diadakan setahun sekali atau pada waktu yang dianggap perlu dengan pembentukan panitia tersendiri oleh MPA. 3. Yang berhak hadir dalam musyawarah ini adalah : a. MPA. b. Dewan Pengurus (DP) PPI Sana'a Yaman. c. Perwakilan lembaga. d. Anggota kehormatan. e. Undangan Panitia MUBES.

Pasal 21 Musyawarah Luar Biasa 1. Musyawarah Luar Biasa (MLB) adalah forum kekeluargaan yang diselenggarakan karena keadaan darurat atas usulan Majelis Permusyawaran Anggota (MPA) atau atas permintaan 2/3 plus satu dari anggota. 2. Wewenang musyawarah ini adalah: a. Meminta dan menilai laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus jika dipandang perlu. b. Mempertimbangkan dan menetapkan pengunduran diri Ketua MPA dan atau Ketua Presidium PPI Sana'a. 3. Yang berhak hadir dalam musyawarah ini adalah : a. MPA. b. Dewan Pengurus (DP) PPI Sana'a Yaman. c. Perwakilan lembaga. d. Anggota kehormatan. e. Undangan panitia MLB (Musyawarah Luar Biasa). Pasal 22 Rapat Dewan Pengurus 1. Rapat Dewan Pengurus (RDP) ialah rapat untuk membahas program-program Pengurus Harian dan pengurus departemen yang belum terlaksana dan diadakan pada waktu-waktu tertentu. 2. Rapat pengurus dibagi atas : a. Rapat pengurus pleno. b. Rapat pengurus harian.
10

c. Rapat pengurus antar departemen. 3. Yang berhak hadir dalam rapat pleno ialah : a. Majelis Permusyawaratan Anggota. b. Dewan Pengurus Harian. c. Pengurus Departemen. d. Bagian-bagian lain yang diperlukan. 4. Apabila rapat ini tidak diikuti oleh Ketua Presidium, maka hasil rapat atau keputusankeputusan rapat harus dilaporkan kepada Ketua Presidium. Dan Ketua Presidium mempunyai hak evaluasi atas keputusan-keputusan yang dianggap tidak sesuai dengan kebijakan umum PPI Sana'a Yaman. Pasal 23 Rapat Kerja Rapat Kerja (RAKER) adalah rapat untuk mengkonsolidasikan program-progam kerja selama satu tahun. Rapat Kerja ini dibagi atas : a. Rapat kerja DPH (Dewan Pengurus Harian). b. Rapat kerja departemen. Raker departemen membahas program-program departemen dan usulan inisiatif anggota untuk selanjutnya hasil keputusan disampaikan pada rapat kerja DPH. Yang berhak hadir dalam Raker DPH adalah : a. MPA. b. DPH. c. Ketua masing-masing departemen. Yang berhak hadir dalam raker departemen adalah : a. Dewan Pengurus Departemen. b. DPH PPI Sanaa Yaman.

1. 2.

3. 4.

5.

Pasal 24 Rapat khusus 1. Rapat Khusus adalah rapat untuk membahas program-program baru yang belum tercantum dalam program-program kerja dan membahas program-program yang membutuhkan keputusan dengan segera. 2. Rapat ini diadakan bila ada program-program baru yang berhubungan dengan organisasi. 3. Yang berhak hadir dalam rapat ini adalah: a. MPA. b. DPH PPI Sanaa Yaman. c. Pengurus departemen yang bersangkutan. d. Pihak-pihak lain yang terkait.

BAB XIII KESEKRETARIATAN, DANA DAN INVENTARIS Pasal 25 Kesekretariatan


11

1. Kantor kesekretariatan PPI Sanaa berada di Ibu Kota Sanaa. 2. Alokasi dana untuk kantor kesekretariatan maksimal $100 (seratus dolar Amerika). Pasal 26 Dana Dana yang masuk kedalam organisasi sebagaimana diatur dalam anggaran dasar bab VII pasal 13 ayat 1-4 AD (Anggaran Dasar) digunakan untuk memfasilitasi kegiatan organisasi dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang dan melihat situasi serta kondisi yang ada. Pasal 26 Inventaris Dalam laporan pertanggung jawaban, DPH juga melaporkan pertanggung jawaban keuangan dan inventaris DPH dan departemen.

BAB XIV PENUTUP Pasal 29 Hal-hal yang belum tercantum dalam anggaran rumah tangga ini akan diatur kemudian dan ditetapkan dalam rapat pengurus pleno. Anggaran rumah tangga ini ditetapkan oleh Komisi A, Sabtu,15 Desember 2012. Anggaran rumah tangga ini disempurnakan dan disahkan oleh Musyawarah Pembentukan PPI Sanaa Yaman, Sabtu ,15 Desember 2012. Anggaran rumah tangga ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

1. 2. 3. 4.

12