Anda di halaman 1dari 4

BAB III TEMUAN

Berdasarkan analisis dan pembahasan mengenai efektifitas pemungutan pajak reklame dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Surakarta, dapat ditemukan adanya kebaikan dan kelemahan di dalam upaya peningkatan penerimaan pajak reklame tersebut. A. Kebaikan Ada beberapa hal positif yang mendorong atau memberikan dampak yang baik kepada Dinas Pendapatan Daerah Surakarta dalam usahanya meningkatkan penerimaan pajak reklame. 1. Pada Dinas Pendapatan Daerah telah membentuk

sebuah kelompok kerja T2LPD (Tim Teknis Lapangan Pendapatan Daerah) yang mempunyai beberapa tugas dalam pendataan, penetapan dan penagihan pajak termasuk pajak reklame yang berada di setiap kecamatan. 2. Adanya pemberian tilang reklame terhadap Wajib

Pajak yang belum membayar pajak, diharapkan datang ke Dipenda untuk melunasi pajaknya. 3. Adanya pengembangan di dalam usaha penerimaan

pajak reklame, yaitu menggunakan sistem lelang dimana dahulu menggunakan sistem sewa dalam pengelolaan titik-titik reklame.

47

48

4.

Dipenda Kota Surakarta juga telah berusaha

meningkatkan kesadaran Wajib Pajak untuk membayar pajak reklame antara lain : a. memasang spanduk dan pamflet yang berisi himbauan kepada Wajib Pajak untuk memenuhi kewajiban pajaknya, b. memberikan penyuluhan-penyuluhan rutin kepada masyarakat umum mengenai arti pentingnya membayar pajak. 5. Dipenda Surakarta juga bekerjasama dengan kejaksaan dan tokoh masyarakat untuk ikut dalam usaha meningkatkan pemasukan pajak daerah termasuk pajak reklame. 6. Adanya pembinaan bagi aparat reklame, sampai saat ini aparat dinilai baik karena Wajib Pajak langsung membayar sendiri di Kantor Kas Daerah. 7. Dipenda Surakarta bersifat terbuka dan dinamis terhadap setiap perubahan yang terjadi untuk menuju pelaksanaan Otonomi Daerah. 8. Semua keberhasilan yang dicapai oleh Dipenda merupakan hasil dari koordinasi yang baik di antara seksi-seksi yang ada.

B. Kelemahan Dipenda Surakarta khususnya bagian pajak reklame memiliki banyak kendala yang harus dihadapi. Kendala-kendala itu dapat berasal dari dalam (Dipenda) atau dari luar (Wajib Pajak) antara lain : 1. kendala dari dalam :

49

a.

pada bagian pendataan masih kurang teliti di dalam

pendataan jumlah jenis reklame yang dimiliki oleh Wajib Pajak yang memiliki lebih dari satu jenis reklame, b. masih kurangnya penanganan dari Dipenda terhadap Wajib

Pajak yang tidak taat terhadap peraturan pajak reklame dengan tidak memberikan sanksi yang tegas. Setiap pemberian sanksi terhadap Wajib Pajak tidak sampai pada proses pengadilan, c. kurang sarana dan prasarana untuk membongkar reklame

yang berukuran besar, sebab reklame tersebut sudah kadaluwarsa atau pemasangannya tidak sesuai dengan peraturan, d. kurang teliti bagi para aparat monitoring reklame dalam

memeriksa reklame-reklame liar dan reklame-reklame yang sudah habis masa pajaknya. Hal ini disebabkan jumlah aparat dengan jumlah reklame tidak seimbang, karena jumlah aparat monitoring tetap tetapi pertumbuhan jumlah reklame sangat banyak dan luas. 2. kendala dari luar : a. masih banyak biro iklan dan Wajib Pajak memasang

reklame liar yang tidak melakukan ijin dan pelunasan pajak, b. banyaknya pemasangan reklame-reklame yang tidak

sesuai pada tempatnya yang menutupi reklame lain, sehingga titik reklame tersebut menjadi tidak laku, c. adanya kesulitan dalam menghubungi Wajib Pajak yang

berdomisili di luar kota,

50

d.

Adanya titik-titik lokasi yang dianggap strategis namun

hasilnya kurang memuaskan.