P. 1
Renstra (Format2)

Renstra (Format2)

4.58

|Views: 4,863|Likes:
Dipublikasikan oleh mts alwahyu113

More info:

Published by: mts alwahyu113 on Feb 12, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2015

RENCANA STRATEGIS SMK …………………………… TAHUN 2006 - 2010

Disusun oleh:

SMK ……………… DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN TINGGI PROPINSI DKI JAKARTA 2005

BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Pemikiran Berisi gambaran yang menjadi latar belakang disusunnya rencana strategis sekolah. B. Permasalahan Berisi Tanya? rumusan masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah dengan memperhatikan kondisi eksisting yang ada, rumusan masalah menggunakan kalimat

C. Tujuan Berisi tujuan diselenggarakannya penyusunan rencana strategis sekolah.

BAB II PROFIL SEKOLAH

A. Identitas Sekolah Nama Sekolah NSS Alamat Sekolah : : : Telp. E-mail SK Pendirian (nomenklatur baru) : B. Bidang/Program Keahlian: C. Identitas Kepala Sekolah Nama Kepala Sekolah: NIP Tanggal TMT D. Data Siswa No. Program Keahlian 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah Kelas I Jumlah
Kelas Siswa

: : :

Nomor SK Pengangkatan :

Kelas II Jumlah
Kelas Siswa

Kelas III Jumlah
Kelas Siswa

Jumlah
Kelas Siswa

E. Data Tenaga Kependidikan No. 1. 2. 3. 4. Kelompok Guru Produktif Adaptif Normatif BP/BK Jumlah > S1 Jenjang Pendidikan S1 D3/D4 <D3 Jumlah

F. Data Prasarana dan Sarana No. 1. 2. Tanah Bangunan 1. Ruang Teori 2. Ruang Lab. Fisika 3. Ruang Lab. Matematika 4. Studio Gambar 5. Bengkel Konstruksi Bangunan 6. Bengkel Konstruksi Kayu 7. Bengkel Mesin Perkakas 8. Bengkel Mekanik Otomotif 9. Bengkel Listrik 10. Bengkel Elektronika 11. Ruang Perpustakaan 12. Ruang Lab. Bahasa 13. Ruang Komputer 14. Ruang Serbaguna 15. Ruang Kepala Sekolah 16. Ruang Wakil Kepala Sekolah 17. Ruang Guru 18. Ruang Tata Usaha 19. Ruang reproduksi 20. Ruang KM/WC Guru 21. Ruang Tamu 22. Ruang Pantri/Saji 23. Ruang BP/BK 24. Ruang UKS 25. Ruang OSIS 26. Ruang Koperasi 27. Ruang Kantin 28. Ruang Ibadah 29. Ruang Media Pendidikan 30. Ruang Gudang Nama Luas (meter persegi) Keterangan Bersertifikat

31. Ruang KM/WC Siswa 32. Ruang Ganti Pakaian 33. Ruang Bangsal Kendaraan 34. Menara Pompa Air 35. Ruang Diesel 36. Gardu Jaga 37. Rumah Penjaga 3. 4. 5. 6. Lapangan Olah Raga Taman Jalan Parkir Kendaraan

BAB III KAJIAN TERHADAP PROGRAM KERJA SEKOLAH A. Core Business
JENIS PRO DUK DAN JASA PRODUK YANG DITAWARKAN PROVIDER STANDAR MEASURE CORE BUSINESS

B. Core Competencies Kompetensi Profesional Sesuai program keahlian yang diselenggarakan

Kompetensi Sosial

Kompetensi Individual

C. Mandat Setiap organisasi senantiasa berhadap dengan mandat formal dan mandat informal. Mandat formal adalah mandat yang harus dilakukan oleh suatu organisasi yang datang dari organisasi di atasnya, pada umumnya mandat formal ini tertuang dalam surat-surat keputusan atau peraturan-peraturan. Mandat informal adalah mandat yang datang dari stakeholder baik eksternal maupun internal yang tidak tertuang dalam peraturan-peraturan namun berbentuk norma-norma. Mandat menegaskan apa yang harus dilakukan oleh organisasi berdasarkan tuntutan-tuntutan dari stakeholder eksternal, yang selanjutnya sebagai landasan bagi organisasi dalam menyusun misinya. Mandat formal: Mandat ini datang dari pemerintah (Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Propinsi DKI Jakarta) yang tertuang baik dalam undang-undang sistem pendidikan nasional, peraturan pemerintah maupun keputusan menteri, serta keputusan-keputusan Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi. Mandatnya berbunyi: Sekolah menengah kejuruan memperoleh mandat dari pemerintah untuk melaksanakan pendidikan dalam rangka menghasilkan tamatan menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk bekerja pada suatu bidang keahlian tertentu, mengisi kebutuhan tenaga kerja pembangunan pada masa sekarang dan masa yang akan datang, mampu berwirausaha dan berkompetisi pada pasar kerja nasional, regional dan internasional. Dsb. Mandat informal: Dari dunia usaha/industri: Berisi Harapan Kalangan industri terhadap sekolah Mandat dari masyarakat: Berisi harapan masyarakat (para orang tua siswa) terhadap sekolah. Masyarakat sekitar: Berisi harapan masyarakat sekitar terhadap sekolah , Masyarakat sekolah:

Berisi harapan masyarakat internal sekolah D. Analisa Stakeholder Berisi pihak-pihak yang berpengaruh terhadap beroperasinya sekolah, misal: 1. Dirjen Dikdasmen Departemen Pendidikan Nasional dengan leading sector Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan; 2. Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Propinsi DKI Jakarta dengan leading sektor Subdinas Pendidikan SMK; 3. Suku Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Jakarta Utara; 4. dsb. E. Visi Lembaga (Sekolah) Menjadi SMK Unggul F. Misi Berisi langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rangka mewujudkan visi di atas, misal: 5. Pengembangkan pembinaan keimanan dan ketaqwaan kepada masyarakat sekolah; 6. Pembinaan budaya unggul dan kompetisi pada masyarakat sekolah; 7. Penerapan manajemen berbasis sekolah 8. Penanaman budaya professional pada masyarakat sekolah 9. Penerapan 10. dst. G. Nilai-nilai Berisi nilai-nilai yang dipelihara dan dijunjung tinggi oleh masyarakat sekolah misal,  Profesionalitas;  Komitmen tinggi;  Kemandirian(kewirausahaan)  Berdaya kompetisi regional dan global;  Dsb. Kurikulum Berbasis Kompetensi Berstandar Nasional dan Internasional;

H. Tujuan Sekolah 11. Jangka Panjang Berisi tujuan jangka panjang sekolah ( 5 tahun ke depan) 12. Jangka Pendek Berisi serangkaian tujuan jangka pendek yang diwujudkan dalam tahunan, misal: a. Membentuk pokja/tim kecil, sebagai pionir dalam mengimplementasikan budaya professional; b. Menjaring calon siswa yang berkualitas; c. Menganalisis dan mensinkronkan kurikulum dengan tuntutan standar kompetensi nasional dan internasional; d. Meningkatkan kompetensi guru produktif dan adaptif melalui sertifikasi kompetensi; e. Dsb.

BAB IV ANALISIS Analisis dimaksudkan untuk mengetahui posisioning sekolah melalui kajian lingkungan internal dan eksternal, sehingga ditemukan isu strategis yang selanjutnya dirumuskan strategi yang tepat untuk menanggulanginya. 1. Identifikasi Lingkungan Internal Tabel 4.1. Faktor Kunci Lingkungan Internal SMK ……….Jakarta Tahun 2004 Tahun 2005 Kompetitor Faktor Kunci Sukses T S R T S R T S R Sumber Daya Manusia - Kepala Sekolah - Guru Kompeten - Komite Sekolah - Pegawai - Komitmen - Motivasi Guru - Semangat Belajar Siswa - Kekompakan warga sekolah Finansial - APBD - Iuran Pendidikan Bulanan - Unit Produksi - Sumbangan Awal Tahun - Sumbangan Masyarakat Prasarana dan Sarana - Lokasi Sekolah - Luas lahan - Ruang Teori - Lab praktek - Fasilitas praktek - Fasilitas OR - Lingkungan Rindang - Lab Bahasa Teknologi - Peralatan praktek modern - Pengembangan TI - Pengembangan CD Belajar -

1.

2.

3.

4.

5. Strategi - Manajemen Berbasis Sekolah - Pembelajaran berbasis kompe tensi - Unit Produksi - Pendidikan Sistem Ganda 6. Performa Sekolah - Hasil Monitoring Evaluasi - Lomba Kompetensi Siswa - Peringkat Hasil UN 2. Identifikasi Lingkungan Eksternal Tabel 4.2. Faktor Kunci Lingkungan Eksternal SMK 04 Jakarta Faktor Kunci Sukses Peluang Anc aman 1. Ekonomi - Dunia usaha/industri - Kemampuan masyarakat - Pertumbuhan Ekonomi - Krisis ekonomi 2. Sosial - Peluang Bursa Kerja - Kepercayaan masyarakat - Koordinasi dng Pemda - Kerjasama Dunia Usaha - Tamatan SLTP - Praktek Industri Luar N - Kompetitor sejenis 3. Politik - Stabilitas politik - Stabilitas keamanan - Otonomi daerah - Blockgrand APBN - Prog Keterampilan SMU 4. Teknologi - Peralatan praktek Probabilitas Sukses T S R Daya Atraktif T S Probabilitas Terjadi T S R Daya Rusak T S

-

modern Perkembangan Teknologi pada industri Teknologi Komputer Internet 3. Analisis Faktor Lingkungan Internal-Eksternal

Tabel 4.3. Data SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Ancaman dan Peluang) Kekuatan Peluang

Kelemahan

Ancaman

B. Matriks Penentuan Peringkat Faktor Internal (Kekuatan dan Kelemahan) Tabel 4.4. Matrik Kekuatan No. Kekuatan 1 S1 : 2 3 4 5 6 7 8 9 S2 : S3 : S4 : S5 : S6 : S7 : S8 : S9 : Vertical Blank Hirisontal Cross Total Peringkat S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 Total

Jadi peringkat untuk faktor kekuatan adalah: I II III IV V VI VII VIII

IX Tabel 4.5. Matrik Kelemahan No. 1. W1: 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. W2: W3: W4: W5: W6: W7: W8: Vertical Blank Horizontal cross Total Jadi peringkat untuk factor kelemahan: I II III IV V VI VII VIII Kelemahan W1 W2 W3 W4 W5 W6 W7 W8 Total

C. Matrik Penentuan Peringkat Faktor eksternal (Peluang dan Ancaman) Tabel 4.6. Matrik Peluang No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Peluang O1: O2: O3: O4: O5: O6: O7: O8: Vertical Blank Horizontal Cross Total O1 O2 O3 O4 O5 O6 O7 O8 Total

Jadi peringkat peluang: I II III IV V VI VII VIII

Tabel 4.7. Matrik Ancaman No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ancaman T1: T2: T3: T4: T5: T6: T7: Vertical Blank Horizontal Cross Total Jari peringkat ancaman adalah: I II III IV V VI VII T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 Total

1. Analisis Faktor Internal dengan bobot dan rating

Faktor Internal

Tabel 4. 8. TABEL IFAS Bobot x Bobot Rating Rating 0.20 0.10 0.15 0.10 0.05 0.60 0.15 0.06 0.10 0.05 0.04 0.40 1.00 -3 -2 -3 -4 -3 5 4 4 3 3 1.00 0.40 0.60 0.30 0.15 2.45 -0.45 -0.12 -0.30 -0.20 -0.12 -1.19 1.26

Prio ritas 1 2 3 4 5

Komentar

Kekuatan: -Kepala Sekolah -Pembelajaran Berbasis Kompetensi -Komitmen Guru -Manajemen Berbasis Se kolah -Pendidikan Sistem Ganda Sub total Kelemahan -Kompetensi Guru -Hasil Ujian Nasional -Peralatan Praktek -Semangat Belajar -Operasional APBD Sub total Total IFAS

1 2 3 4 5

2. Analisa Faktor Eksternal dengan bobot dan rating Tabel 4.9. Tabel EFAS Bobot x Prio Faktor Eksternal Bobot Rating Rating ritas Komentar Peluang: -Kerjasama D Usaha/D Industri -Perkembangan Teknologi -Kepercayaan Masyarakat -Otonomi Daerah -Block Grand APBN Sub Total Ancaman: -Menurunnya D.Usaha/D.Industri -Menurunnya Kemamp Masyarakat -Program Keterampilan di SMU -Stabilitas Keamanan -Kompetitor sejenis Sub Total Total EFAS 0.20 0.10 0.15 0.10 0.05 0.60 0.15 0.10 0.05 0.05 0.05 0.40 1.00 -4 -4 -2 -3 -2 5 4 4 3 3 1.00 0.40 0.60 0.30 0.15 2.45 -0.60 -0.40 -0.10 -0.15 -0.10 -1.35 1.10 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

3. Posisioning SMK Dari hasil analisis faktor internal dan eksternal di atas, diperoleh hasil perhitungan Total IFAS = 1.26 dan Total EFAS = 1.10. Selanjutnya digunakan untuk menentukan posisioning dari SMK …….. Jakarta dengan menggunakan sumbu absis dan sumbu ordinat sebagai berikut:

PELUANG TURN AROUND AGRESIF ( 1.16 , 1.10) KELEMAHAN KEKUATAN

DEFENSIF ANCAMAN Kesimpulan:

DIVERSIFIKASI

Dari gambar di atas, maka diketahui bahwa posisioning SMK ………Jakarta berada pada Kuadran I (Strategi Agresif), dengan kecenderungan mendekati sama antara KEKUATAN dan PELUANG, namun masih diperlukan juga untuk mengatasi kelemahan yang ada secara internal dan mangantisipasi ancaman walau tidak begitu signifikan.

4. Analisa SWOT Analisa Isu strategi dengan Matriks SWOT SMK ………….. Jakarta: FAKTOR INTERNAL

KEKUATAN (S)
S1: Kepala Sekolah S2: Pembelaj Berbasis Kom petensi S3: Komitmen Guru S4: Manajemen Berbasis Se kolah S5: Pendidikan Sistem Gan da COMPETITIVE ADVANTAGE (S-O) S1 – O1 S2 – O2 S4 – O3

FAKTOR EKSTERNAL

KELEMAHAN (W) W1: Kompetensi Guru W2: Hasil Ujian Nasional W3: Peralatan Praktek W4: Semangat Belajar W5: Operasional APBD

PELUANG (O) O1: Kerjasama D Usaha/D Industri O2: Perkembangan Tekno logi O3: Kepercayaan Masyara kat O4: Otonomi Daerah O5: Block Grand APBN ANCAMAN (T) T1: Menurunnya D.Usaha / D.Industri T2: Menurunnya Kemamp Masyarakat T3: Program Keterampilan di SMU T4: Stabilitas Keamanan T5: Kompetitor sejenis

MOBILIZATION (W-O) W1 – O1 W3 – O4 W4 – O2

INVESTMENT/ DIVESMENT (S-T) S1 – T1 S3 – T3 S4 – T2

DAMAGE CONTROL (W-T) W1 – T1 W2 – T5 W5 – T2

1. Area Competitive Advantage (SO) S1 – O1: Isu Strategis: Bagaimana SMK ………. Jakarta dengan kemampuan kepala sekolah mengembangkan kerjasama dengan dunia usaha / dunia industri untuk melaksanakan program pendidikan dengan standar kompetensi nasional dan internasional?

Strategi: Meningkatkan efektivitas peran majelis sekolah sebagai forum koordinasi konsultasi dan kerjasama antara sekolah dengan dunia usaha/dunia industri. S2 – O2: Isu Strategis: Bagaimana SMK …….. Jakarta mengembangkan pembelajaran berbasis kompetensi untuk materi produktif agar senantiasa relevan dengan perkembangan teknologi yang ada? Strategi: Melaksanakan/meningaktkan kerjasama dengan dunia usaha/industri sebagai institusi pasangan dalam penyusunan program dan pengendalian pembelajaran. S4 – O3: Isu Strategis: Bagaimana SMK ……….. Jakarta dengan manajemen berbasis sekolah mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga menyekolahkan anaknya ke SMK ……… Jakarta? Strategi: Menyediakaan program-program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja. 2. Area Mobilization
W1 – O1: Isu Strategis: Bagaimana SMK ……….Jakarta mengatasi kelemahan rendahnya kompetensi guru melalui kerjasama dengan dunia usaha/industri? Strategi: Menyelenggarakan program diklat peningkatan kompetensi guru kerjasama dengan dunia usaha/industri melalui program magang, W3 – O4:

Isu Strategis: Bagaimana SMK ………. Jakarta mengatasi kekurangan peralatan praktek dengan memanfaatkan peluang kebijakan otonomi daerah? Strategi: Mengajukan proposal pengadaan peralatan praktek

kepada Dinas Dikmenti

Propinsi DKI Jakarta mengacu kepada tuntutan standar kebutuhan kurikulum.
W4 – O2: Isu Strategis: Bagaimana SMK ……… Jakarta mengatasi rendahnya semangat belajar para siswa dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada?

Strategi: Mengembangkan materi-materi pembelajaran yang dikemas dalam bentuk CD, agar pembelajaran lebih menarik. 3. Area Investment/Divestment
S1 – T1: Isu Strategis: Bagaimana SMK ……..Jakarta dengan kemampuan kepala sekolah mengantisipasi lesunya dunia usaha/industri saat sekarang ini? Strategi: Meningkatkan efektivitas pembelajaran praktek di sekolah dan mengembangkan unit produksi sekolah. S3 – T3: Isu Strategis: Bagaimana SMK ……….. Jakarta dengan komitmen guru yang dimiliki mengantisipasi diselenggarakannya program keterampilan pada SMU?

Strategi:

Membangun kesadaran kepada para guru kemungkinan terjadinya kompetisi antara tamatan SMK dengan tamatan SMU program keterampilan dalam mencari pekerjaan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan komitmen bagi para guru untuk memberikan materi pembelajaran yang sebaik-baiknya. S4 – T2: Isu Strategis: Bagaiamana SMK …………. Jakarta mengembangkan manajemen berbasis sekolah untuk mengantisipasi menurunnya kemampuan masyarakat dalam membiayai pendidikan? Strategi: Memberdayakan komite sekolah untuk melakukan penggalian dana dari sumber lain yang halal, disamping memaksimalkan beroperasinya unit produksi sekolah.

4. Area Damage Control
W1 – T1: Isu Strategis: Bagaimana SMK ……… Jakarta menanggulangi rendahnya kompetensi guru dan mengantisipasi kelesuan dunia usaha? Strategi: Hal perlu dilakukan adalah mengembangkan musyawarah guru mata pelajaran inter dan antar sekolah, serta mengembangkan unit produksi sekolah sebagai wahana peningkatan kompetensi guru. W2 – T5 Isu Strategis: Bagaimana SMK ………. Jakarta menanggulangi hasil ujian nasional yang rendah dengan tidak mengabaikan kompetitor sejenis? Strategi: Meningkatkan proses pembelajaran dengan menambah jumlah jam tatap muka dan memberikan latihan-latihan soal secara efektif.

W5 – T2

Isu Strategis: Bagaimana SMK ………. Jakarta menanggulangi rendahnya dukungan dana operasional yang bersumber dari APBD dan menghadapi menurunnya kemampuan masyarakat? Strategis: Membuat analisis kebutuhan operasional pendidikan secara rasional, selanjutnya diajukan kepada Dinas Dikmenti Propinsi DKI Jakarta, disamping melakukan penggalian sumber lain pengembangan unit produksi sekolah.

5. Isu Strategi Mempertimbangkan hasil analisis strategi dengan pendekatan SWOT, sehingga dapat dirumuskan alternatif-alternatif isu dengan berbagai kemungkinan, maka rumusan isu-isu strategi yang mendesak dihadapi oleh SMK …….. Jakarta adalah: 2. Bagaimana meningkatkan kualitas kompetensi guru baik penguasaan bahasa Inggris dan kompetensi kejuruannya melalui pengembangan kerjasama dengan dunia usaha/industri? 3. Bagaimana mengembangkan proses pembelajaran produktif dengan pendekatan pembelajaran berbasis produksi (production based training) sebagai pemantapan pembelajaran berbasis kompetensi (competencies based training), bekerja sama dengan dunia usaha/industri untuk menjamin relevansinya dengan perkembangan teknologi yang ada? 4. Bagaimana menanggulangi kekurangan peralatan praktek dengan memanfaatkan peluang kerjasama industri dan otonomi daerah agar standar kebutuhan peralatan sesuai tuntutan kurikulum dan tuntutan perkembangan teknologi dapat dicapai? 1. Formula Strategi yang dapat dilakukan Mengantisipasi isu-isu strategis sebagaimana rumusan di atas, maka disusunlah formula strategi penanggulangan sebagai berikut: 5. Meningkatkan jalinan kerjasama sekolah dengan dunia usaha dan industri melalui pemberdayaan majelis sekolah sebagai wahana koordinasi, konsultasi dan kerjasama;

6. Mengembangkan program peningkatan kompetensi guru kerja sama dengan dunia usaha/industri mengacu pada tuntutan standar kompetensi baik nasional maupun internasional. 7. Mengembangkan kursus bahasa Inggris dimulai dari guru produktif kerjasama dengan lembaga yang kualifide dengan mengaplikasikan pada proses pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya; 8. Menyiapkan para guru untuk mampu melaksanakan pembelajaran berbasis produksi sebagai pemantapan dari proses pembelajaran berbasis kompetensi kerjasama dengan dunia usaha/industri yang relevan; 9. Menyusun rencana induk pengembangan sarana praktek sebagai bahan usulan pengadaan peralatan praktek siswa kepada Dinas Dikmenti Propinsi DKI Jakarta dan menggali sumber-sumber dari luar sekolah (industri). Dari serangkaian formula strategi di atas selanjutnya disusun program-program strategis operasional yang merupakan implementasi dari strategi tersebut.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Melalui perencanaan strategis kita dapat mengetahui hal-hal penting yang sesungguhnya dihadapi oleh suatu organisasi seperti pada sekolah menengah kejuruan, dengan mengkaji kekuatan dan kelemahan internal, peluang dan ancaman eksternal serta dengan mempertimbangkan mandat, misi dan nilai-nilai yang ada kita dapat merumuskan isu-isu strategis. Selanjutnya dari isu-isu strategis yang ada kita menyusun formula strategi untuk menanggulangi isu-isu tersebut, dan dari formula strategi inilah kita jabarkan ke dalam program-program strategis dengan mempertimbangkan skala prioritas berdasar sumber daya yang kita punya. Keberhasilan dari suatu perencanaan strategis tidak berhenti pada tataran konsep di atas kertas, akan tetapi diperlukan komitmen bersama dari para stakeholder dan pelaksana agar sasaran dan tujuan organisasi dapat tercapai. Perencanaan strategis tidak menggantikan program kerja yang bersifat reguler karena memiliki dasar pijakan yang berbeda. Perencanaan strategis lebih fokus terhadap masalah-masalah yang strategis yang dihadapi organisasi, sedang program kerja baik jangka panjang atau tahunan merupakan wujud pelaksanaan dari tugas pokok dan fungsi organisasi, kurang mempertimbangkan faktor-faktor kritis yang dihadapi organisasi. B. Saran-saran Demi terealisasinya rencana strategis secara implementatif di sekolah seyogyanya melibatkan segenap komponen stakeholder, sehingga komitmen yang sudah dibangun dalam proses perencanaan, dapat tetap dipelihara atas dasar tanggung jawab bersama sampai pada pelaksanaan program-program yang disusun. --SHR--

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->