Anda di halaman 1dari 14

MO GERONTOLOGI MEDIK

Seorang Pria 70 tahun Datang ke UGD Karena Kelelahan yang Progresif, Nyeri Kedua kaki, dan Lemah Seluruh Badan KELOMPOK 14

030.07.062 030.07.093 030.08.021 030.08.025 030.08.086 030.08.087

Dewa Putu Sarirastho MS Fernando Salim Amelia Christiana Andre Ferryandri Susantio Aditya Ilham Noer Diyana

030.08.158 030.08.225 030.08.226 030.08.283 030.08.284

Maryam Shella Pratiwi Shelly Sulvitri Muhammad Azri Bin Yahaya Muhammad Ikmal Bin Hazli

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI Jakarta, 16 Desember 2010

BAB I PENDAHULUAN

Defisiensi Vitamin C adalah suatu kondisi di mana tubuh kekurangan Vitamin C, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan. Berdasarkan survei Health And Nutrition Examination, diperoleh data bahwa 41 % responden mengalami defisiensi Vitamin C. Vitamin C sangat bermanfaat sebagai antioksidan, dan juga membantu berbagai proses metabolisme dalam tubuh. Vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen dan jaringan ikat, selain itu berguna untuk menunjang fungsifungsi pembuluh darah dalam tubuh kita. Scurvy adalah gagalnya sintesis kolagen dan pembentukan osteoid karena kekurangan vitamin C. Secara anatomi, penyakit metabolik ini dapat mengenai tulang berongga misalnya tulang femur, tulang tibia, tulang humerus dan tulang vertebra. Kondisi ini menyebabkan tubuh menjadi lemas, anemia, radang gusi, dan perdarahan pada kulit.

BAB II LAPORAN KASUS

Seorang pria 70 tahun datang ke UGD karena kelelahan yang progresif, nyeri kedua kaki, dan lemah seluruh badan Seorang pria, Tn David berusia 70 tahun pensiun guru dibawa ke UGD oleh tetangganya yang melaporkan sejak 10 hari yang lalu penderita mengalami kemunduran oleh karena kelelahan yang progresif, nyeri di kedua kakinya dan lemah seluruh badan. Pada pemeriksaan fisik didapat : Keadaan umum : tampak lemah, tidak bersemangat, kaheksia, hemiparesis kiri. Kesadaran : soporo komatos BB TB Kulit Tanda vital: Denyut jantung 100 x / menit Tekanan darah 110/65 mm Hg Pernafasan 18x/menit Suhu 36,8o C : 67 kg : 1,88 m : tedapat bercak merah di sekitar folikel rambut berbentuk lingkaran

Kepala : Didapat rambut seperti gabus tutup botol Gigi geligi buruk Gusi bengkak, kemerahan

Ekstremitas atas dan bawah : a. Hemiparese kiri, dengan tonus otot berkurang b. Terdapat udem 2+ pada penekanan ekstremitas bawah

c. Pada pemeriksaan kulit ekstremitas atas dan bawah terdapat banyak ptekie dan terdapat ekimosis Darah lengkap : Hb 9.1 g/dl MCV = 88 fl Hitung jenis normal Platelet normal Waktu protrombin (PT) normal Partial prothoplastine time (PTT) normal Elektrolit (natrium, kalium,kalsium, magnesium, fosfat) dalam batas normal Fe dan feritin rendah normal B12 dan asam folat juga normal Albumin 3.0 g/dl. Pemeriksaan untuk menemukan hepatitis, hemolisis dan vaskulitis negatif. Kadar vit C di serum. Hasilnya kurang dari 0.02 mg/dl

Urinalisis terdapat infeksi saluran kemih Tinja terdapat darah Toraks foto normal, trabekula pada tulang femur dan radius/ ulna normal CTS kepala tidak terdapat lesi baru Pemerikasaan doppler ultrasonografi tungkai bawah tidak menunjukkkan adanya trombosis pada vena dalam Pada pemerikasaan endoskopi menunjukkan esofagitis ringan di peralihan esofagus-gaster, gaster dan duodenum normal Kolonoskopi menunjukkan divertikulitis kolon sigmoid dan adanya hemoroid interna. Sumber asal perdarahan tidak dapat ditemukan.

BAB III PEMBAHASAN

Identitas Pasien Nama Jenis Kelamin Umur Alamat Pendidikan Pekerjaan : Tn. David : Laki-laki : 70 tahun ::: Pensiun guru

Keluhan Utama

: Kelelahan progresif, nyeri kedua kaki, lemah seluruh badan

Riwayat Penyakit Sekarang : Hemiparesis kiri, bercak merah di sekitar folikel rambut, rambut seperti gabus tutup botol, gigi geligi buruk, gusi bengkak dan kemerahan, udem pada ekstremitas bawah, terdapat banyak ptekie dan ekimosis pada ekstremitas atas dan bawah. Infeksi saluran kemih, tinja terdapat darah, hemoroid interna, dan divertikulitis interna. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat makanan : Stroke 7 bulan yang lalu : Biasanya makan roti, keju, pasta, daging kaleng, dan minum

bir yang biasa diminum 1-2 kaleng sehari Riwayat Keluarga Riwayat Psikososial Riwayat Pengobatan : : : Aspirin 81mg oral, Lansoprazole 30 mg oral sebelum makan,

dan Hidroklorotiasid 25 mg oral. Merokok dan penggunaan obat terlarang disangkal.

Pemeriksaan Fisik: Keadaan Umum : Soporo koma

Keadaan umum : tampak lemah, tidak bersemangat, kaheksia, hemiparesis kiri. Hasil TB BB TD Nadi Pernapasan 188 cm 67 kg 110/65 mmHg 100 x/menit 18 x/menit 120/80 mmHg 60 100 x/menit 16 20 x/menit Nilai Normal 20-24,9 Keterangan BMI = 18,9 Underweight Hipotensi Normal Normal

Hasil Pemeriksaan Laboratorium : Hasil Hb MCV Hitung Jenis Albumin Na, K, Ca, Mg, Ph Fe, Ferritin B12, Asam folat Serum vit. C 9,1 g% 88 fl Normal 3,0 gram/dl Normal Normal Normal < 0,02 mg/dl 0,6 mg/dl 3,8 5,0 gram/dl Nilai Normal 12 16 g% 80-90 fl Keterangan Anemia Normal Tidak ada kelainan Hipoalbumin Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Defisiensi vit. C

Pemeriksaan Penunjang : Hasil Urinalisis Terdapat kemih Tinja Terdapat darah infeksi Keterangan saluran Kemungkinan disebabkan oleh inkontinensia urin Kemungkinan disebabkan oleh hemoroid interna

Toraks foto normal, trabekula Normal pada tulang femur dan radius/ ulna CT Scan kepala Doppler ultrasonografi tungkai bawah Tidak terdapat lesi baru

Tak ada kelainan

Tidak menunjukkkan adanya Tidak ada kelainan trombosis pada vena dalam

Endoskopi

Esofagitis ringan di peralihan esofagus-gaster, gaster dan duodenum

Esofagitis kemungkinan GERD

ringan karena

Kolonoskopi

Divertikulitis kolon sigmoid dan adanya hemoroid interna. Sumber asal perdarahan tidak dapat ditemukan.

Diverkulitis dan hemoroid interna

MASALAH Kelelahan progresif, lemah seluruh badan, soporokoma Nyeri kedua tungkai ( ini maksudnya oedem ya? Kl nyeri ke dua tungkai hipotesisinya bukan ini kan? Ptechiae dan echimoses -

HIPOTESIS Malnutrisi Defisiensi vit. C Dehidrasi DM Anemia Gagal jantung Kwashiorkor

Rapuh pembuluh darah Kekurangan faktor

pembekuan darah ( PT sama pTT normal kan? Brati faktor pembekuanya bagus kan? Gigi geligi buruk, gusi bengkak dan kemerahan Kulit bercak merah di sekitar folikel rambut, di rambut ada seperti gabus tutup botol Defisiensi vit. C Oral hygiene buruk DM Infeksi Malnutrisi Defisiensi vit. C Stroke

Hemiparesis kiri

Esofagitis interna Diverkulitis kolon Hemoroid interna Infeksi saluran kemih


Patofisiologi IMUN KAHEKSIA

Esofagitis interna Diverkulitis kolon Hemoroid interna Infeksi saluran kemih

ISK GERIATRI

HIPOALBUMINEMIA OEDEM
KONSUMSI HCT

MALNUTRISI DEF VIT C PERDARAHAN


HEMOROID INTERNA

ANEMIA GINGIVITIS
PENGGUNAAN ASPIRIN LAMA

3L
RIWAYAT STROKE

HEMIPARESIS KIRI

TD TURUN

EFEK SAMPING PADA LAMBUNG

PENGGUNAAN LANZOPRAZOL

Diagnosis : Scurvy Malnutrisi Anemia Esofagitis ringan Diverkulitis kolon sigmoid Hemoroid interna Infeksi saluran kemih

Penatalaksanaan:

Medikamentosa Vitamin C oral dosis 100-200 mg/6 jam dengan dosis maksimal 2000 mg (selama 1 minggu) ISK : Cotrimoxazole 960 mg 2 kali sehari Hemoroid interna : Diosmin 450 mg + Hesperidine 50 mg 1-3 kaplet/hari Efek Diosmin- hesperidin pada tubuh 1. Pembuluh darah Diosmin-hesperidin memperpanjang efek vasokonstriktor noradrenaline pada dinding pembuluh darah, bahkan didalam kondisi panas dan asam, serta bisa juga meningkatkan tonus venous. Aksi tersebut akhirnya bisa mengurangi venous capacitance, distensibility, dan stasis. Hal ini akan berujung pada peningkatan pengembalian vena dan mengurangi venous hyperpressure yang biasa dijumpai pada penderita chronic venous disease. Sedangkan pada tingkat mikrosirkulatori, diosminhesperidin terbukti melindungi venous valves dari perusakan yang diinduksi leukosit dan mencegah timbulnya refluks. Hal ini akan berdampak baik untuk mencegah terjadinya komplikasi pada progresi chronic venous disease. 2. Lymphatic Diosmin-hesperidin bisa memperbaiki aliran limfatik dengan meningkatkan frekuensi dan intensitas kontraksi limfatik, serta meningkatkan jumlah total functional lymphatic capillaries. Keduanya juga mampu mengurangi diameter kapiler limfatik dan tekanan intralimfatik. 3. Mikrosirkulasi Pada tingkat mikrosirkulasi, diosmin-hesperidin mengurangi permiabilitas kapiler dan meningkatkan resistensi kapiler dengan melindungi mikrosirkulasi dari proses perusakan. Obat ini juga bisa mengurangi pengeluaran dari molekul adhesi pada sel endotelial (ICAM1, VCAM1) dan pada leukosit (L-selectin, VLA-4, CD 11b), serta menghambat adhesi, migrasi, dan aktivasi leukosit pada tingkat kapiler. Hal ini akan berujung pada pengurangan pelepasan mediator inflamatori, radikal bebas dan prostaglandin (PGE2, PGF2a). Aksi proteksi dan memperkuat vena serta sistem limfatik tersebut, dikaitkan dengan efek vasculoprotective pada makro dan mikrosirkulasi. Hal ini menjelaskan bagaimana efikasi penyembuhan dan protektif dari diosmin-hesperidin pada chronic venous disease dan hemorrhoidal disease, penyakit yang dikaitkan dengan inflamasi perivascular dan edema.

Non Medikamentosa Stop minum obat yang dahulu ( trus aspirinya gmn??? Kan itu kemungkinan bt ngatasi trombus yang nyebapin di stroke 7 bulan lalu?? Pola makan dengan gizi yang seimbang

Berhenti minum bir Perbaiki oral hygiene

Prognosis Ad vitam Ad functionam Ad sanationam : Bonam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam

BAB IV TINJAUAN PUSTAKA

BAB V KESIMPULAN

Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, maka kami mendiagnosis bahwa pasien ini menderita Scurvy. Penatalaksaan terdiri dari medika mentosa dan non medikamentosa. Penatalaksanaan yang adekuat pada pasien ini akan memberikan prognosis yang baik.

BAB V DAFTAR PUSTAKA

1. Fauci , Braunwald, Kasper dkk. Harrisons principles of internal medicine.Edisi ke 17. Mc. Graw hill companies,inc : United State.2008 2. Gunawan SG, Setiabudy R, Nafrialdi, Elysabeth. Farmakologi dan Terapi. 5th ed. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2008 3. Price , Sylvia A. Wilson , Lorraine M. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Ed 6.Vol.1.Jakarta. EGC. 2005 4. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, dkk. Buku Ajar Ilmu penyakit Dalam.Ed V. Jilid III. Jakarta. Interna Publishing Pusat Penerbit

Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2009