Anda di halaman 1dari 53

Neoplasia

Dr.Insan Sosiawan A.T,PhD Bagian Patologi Anatomi FK.Univ.YARSI

. Kelainan pertumbuhan . Literatur : pertumbuhan baru . Neoplasma : Kumpulan sel abnormal Tumbuh terus menerus,tidak terbatas Tidak terkoordinasi dengan jaringan sekitarnya Tidak berguna bagi tubuh . PA : tumor . Klinik : tonjolan/pembengkakan,mis.tumor/neoplasma,radang. . Sel normal : fungsi untuk pembiakan,kehidupan . Sel tumor : tidak berfungsi sama sekali,pembiakan berlebihan

Perangai biologik tumor :


1. Jinak (benigna) 2. Ganas (maligna)---kanker 3. Intermediate---bila dilihat dimikroskop menunjukkan ciri jelas kanker tapi secara klinis tidak berbahaya(jinak), mis. Karsinoma sel basal---hiperplasia sel basal membentuk ulkus---pada bag.kulit yg sering terkena sinar matahari---bercak hitam

Tumor ganas . Tumbuh infiltratif seperti jari-jari kepiting---kanker . Residif (kambuh) . Metastasis,melalui aliran darah (hematogen),p.limfe,lokal . Tumbuhnya cepat,mikroskopis: mitosis,normal (bipolar),abN (atipik) . Perubahan pada inti Normal: inti:sitoplasma=1:4,1:6 Tumor: inti sitoplasma=1:1,1:2

Tumor jinak . Tumbuhnya ekspansif,membentuk simpai/kapsul . Tidak residif . Tidak metastasis . Tumbuhnya lambat Tidak ada mitosis abnormal . Tidak ada perubahan inti

. Bentuk/ukuran inti berbeda-beda (pleomorfik) . Khromatin inti bertambah--hiperkromatik.

Nomenklatur :
Komponen dasar : . Parenkim : Sel neoplasia---menentukan prilaku . Stroma : Jaringan ikat P.limfe,P.darah---pemberi makan Tumor jinak : macam sel + oma mis. Jaringan ikat---fibroma tulang rawan---chondroma adenoma: tumor jinak berasal dari epitel yg berbentuk kelenjar atau berasal darikelenjar

. Papilloma: bertumbuh pada permukaan, gambaran makro/mikro seperti jari-jari Polip: permukaan mukosa Kista adenoma: bentuk kista,mis.ovarium . Tumor ganas : jaringan mesenkim----sarkoma mis. jaringan ikat----fibro sarkoma tulang rawan(chondrosit)----chondrosarkoma epitel---karsinoma jinak+maligna---limfoma maligna oma,sifatnya ganas: basalioma

. Non neoplasia,menyerupai tumor : Hamartoma: pertumbuhan tidak teratur tapi normal ada ditempat tersebut,mis.saluran empedu terdapat dalam hati(kongenital) nodul hamartoma dalam paru-paru berisi tulang rawan,bronchus,p.darah. Koristoma: pertumbuhan normal yang seharusnya tidak ada ditempat tersebut,mis.pankreas dalam-

lambung(kongenital),duodenum,usus kecil.

Asal jaringan I.Terdiri dari 1 tipe sel


parenkim A.Tumor asal dari mesenkim 1.Jar.ikat dan keturunannya

Jinak

Ganas

Fibroma Lipoma Kondroma Osteoma

Fibrosarkoma Liposarkoma Kondrosarkoma Sarkoma osteogenik

2.Endotelial dan jaringan terkait Sinovium


Mesotelium

Hemangioma Limfangioma

Meningioma
3.Sel darah dan yang terkait Sel hematopoetik Jar.limfoid 4.Otot Otot polos Otot Lurik

Angiosarkoma Limfangiosarkoma Sinovioma(sinoviosarkoma) Mesotelioma Meningioma invasif

Leukemia Limfoma ganas Leiomioma Rhabdomioma Leiomiosarkoma Rhabdomiosarkoma

B.Tumor epitel
1.Skuamosa bertingkat 2.Sel basal kulit(adneksa) 3.Lapisan epitelial kelenjar(duktus) Papiloma sel skuamosa Karsinoma sel skuamosa (Karsinoma epidermoid) Karsinoma sel basal

4.Saluran pernafasan 5.Epitel ginjal 6.Neuro ektoderm 7.Sel hati 8.Epitel Trak.urinarius(tran tisional)

Adenoma Papiloma Kista adenoma Adenoma bronchial Adenoma tubuler ginjal


Nevus pigmentosa Adenoma sel hati Papiloma sel transisional

Karsinoma bronchogenik Karsinoma sel ginjal(hipernefroma) Melanoma maligna Karsinoma hepato selular Karsinoma transisional

9.Epitel plasenta (tropoblast) 10.Epitel testikular II.Lebih dari satu tipe sel neoplasma. Tumor campur biasanya dari satu sel asal Kelenjar liur(parotis) Payudara

Mola hidatidosa

Khorio karsinoma Seminoma

Adenoma pleomorfik Fibro adenoma

Tumor campur asal kelenjar liur yg ganas. Filoides kista sarkoma (stroma)

III.Lebih dar 1 tipe sel neoplastik yg berasal dr 1 lapisan asal teratogenus


Sel totipotensial pada gonad/pada sisa embrionik
Teratoma matur Kista dermoid Teratoma imature Karsinoma terato

Faktor yang mempengaruhi penyebaran:


1. Pelepasan sel tumor Displasia----Karsinoma in situ(belum menembus membrana basalis)

membrana basalis----- p.darah/limfe 2.Jalan: rongga tubuh,darah,limfe 3. Lingkungan baru

Dampak neoplasia:
1. Posisi(penekanan) 2. Komplikasi:perdarahan : infeksi,nyeri 3. Efek sat yang dikeluarkan 4. Kerusakan jaringan normal sekitarnya

Derajat keganasan :
- Differensiasi : differensiasi baik---tumbuhnya lambat - Anaplastik : anaplastik---tumbuh cepat - Secara kasar dengan gambaran mikroskopik: ganas---infiltratif jinak---ekspansif(exophytic)

Berdasarkan mikroskopik :
. Derajat diffrensiasi . Inti sel . Banyaknya mitosis

. Tingkat I

: 75% atau lebih berdifferensiasi baik,masih menye-

rupai/berfungsi seperti sel asal. . Tingkat II : 50-75% berdiffrensiasi baik . Tingkat III : 25-50% berdiffrensiasi baik . Tingkat IV : 0-25% berdiffrensiasi baik/susah dikenali lagi. Mikroskopis tidak menentukan prognosis Radiosensitivitas tumor dapat menentukan prognosis

. Untuk prognosis,digunakan pembagian secara klinik,stadium 0-4 . Contoh: karsinoma serviks uteri Stadium 0: tumor ganas intra epitelium(kar.insitu) I: jaringan tumor hanya pada serviks II: serviks dan parametrium III: 2/3 bagian atas vagina IV: dinding pelvis dan 1/3 bagian bawah vagina

. Penetapan stadium tumor : Dasar : Gross(ukuran,tampilan) dan klinik Tujuan: Menetapkan luasnya penyebaran tumor pada suatu saat . Sistim TNM : T : ukuran tumor primer N : metastasis ke kelenjar getah bening regional M : metastasis jauh Contoh TNM tumor ovarium : TIS : Kar.in situ(pre invasif) TI : Tumor terbatas pada 1 ovarium T2 : Tumor terbatas pada ke2 ovarium T3 : Meluas ke uterus dan tuba fallopi

T4 : Meluas kejaringan sekitarnya. TX : Tidak dapat dinilai NX : Kelenjar limfe regional tidak dapat dinilai N0 : Kelenjar limfe tidak terkena(N---negatif N1 : Kelenjar limfe abN---positif M0 : Metastasis jauh tidak ada M1 : Implantasi metastasis M1a: Dalam pelvis M1b: Dalam abdomen M1c: Lebih jauh dari abdomen/pelvis

Stadium : Ia : T1N0M0 ; Iia : T3N0M0 ; III : Ada N1/M1 Ib : T2N0M0 ; Iib : T4N0M0 ; IV : Ada M1c M1a spesial : TX

Patogenisitas :
Teori asal neoplasma : 1. Teori monoklonal origin: 1 sel asal tumor mis.limfoma malignum,leukemia 2. Teori field origin : karsinogen bekerja pada sejumlah sel mis. Kulit,payudara,kolon,hati

Timbulnya kanker/karsinogenesis :
. Proses perubahan sel N menjadi ganas . Karsinogen : penyebab karsinogenesis . Karsinogenesis dipengaruhi oleh : 1. Faktor genetik penentu 2. Faktor lingkungan Faktor lain : Intensitas---hebatnya serangan waktu---berapa lama

Etiologi : 1. Faktor genetik


Dalam tubuh kita ada yang mengatur pertumbuhan(onkogen) dan anti onkogen. mis. Poliposis coli : mendelian dominant Retino blastoma : mendelian dominant Leukemia mieloid khronik : AbN kromosom philadelpia(C9,C2)

2. Faktor kimiawi . Kanker kulit------hubungannya dengan cerobong asap. . Kanker kulit------polycyclic hydrocarbon(Yamagiwa/ichikawa) . Aflatoxin------karsinoma hati,lambung

3. Penyebab fisik (radio aktif)


Bergantung pada : total radiasi berapa banyak radiasi jenis sinar densitas jaringan mis. X-ray------karsinoma kulit ultra violet-----melanoma maligna Akibat radiasi bom nuklir di Hirosima--leukemia 4. Faktor mikroorganisme(virus) Virus tertentu bersifat karsinogenik : . Replikasi: DNA virus menyerang inti sel----replikasi . Integrasi: DNA virus dan DNA sel bergabung-----transformasi sel -----ganas

DNA virus mengadakan ikatan dengan DNA sel-----susunan sel berubah. mis.hepatitis B-----tidak sembuh------hepatitis khronik -----sirosis------kanker hati Virus onkogenik DNA : . Epstein Barr virus(EBV) : karsinoma nasopharynx burkit lymphoma . Virus hepatitis B : karsinoma hati . Virus sarkoma,leukemia,karsinoma payudara.

5.Hormon
Perubahan hormonal-----hiperplasia----keganasan

. Estrogen : karsinoma payudara

. TSH : karsinoma kelenjar tiroid . Testoteron : karsinoma prostat Teori terjadinya Neoplasia : 1. Teori mutasi genetik .Semua karsinogen lingkungan yang telah diketahui memberipengaruh dengan mengubah kode genetik; mempengaruhi urutan regulasi menginduksi mutasi dalam onkogen seluler---pengaktifan .Semua sel eukariotik----mengandung sel onkogen----mutasi----gangguan kendali regulasi N. .Bisa oleh karsinogen: virus,kimia,radiasi

2. Teori virugen onkogen . Banyak genom retro virus punya gen tunggal-----masuk ke sel yang sesuai-----menginduksi transformasi maligna. . Urutan dalam onkogen seluler hampir homolog dengan virus onkogen . Sel normal membawa 1 sel onkogen tunggal,kadang-kadang homolog dengan 1 virus onkogen-----onkogen seluler sesuai---induksi kanker 3. Teori epigenetik Penyimpangan diffrensiasi----menghasilkan sel kanker yg memberi sifat embrionik untuk dapat melaksanakan replikasi aktif dan tumorigenesis.

4. Teori kegagalan sistim immune . Tumor antigen? . Apakah self effector dapat mengenal tumor sel . Imunitas terhadap tumor gagal terhadap spontan neoplasia.

Tanda-tanda sel mengalami transformasi(kanker). 1. Perubahan sifat pertumbuhan: . Terlepas dari pengendalian pengaturan Kegagalan maturasi----kemampuan replikasi lebih lama dan menumpuk. . Sel yang mengalami transformasi imortal/mampu bertahan . Daya transplantasi---- dapat dimasukkan kedalam tuan rumah yg sin-genik dengan mudah.

2. Perubahan morpologi sel mis. Fibroblas yang bertransformasi tidak berbentuk lonjong bipolar -----multipolar. 3. Perubahan kariotip mis. Kromosom philadelpia(Ph) pada leukemia mielogenik kronik (cml) meliputi translokasi/tidak ada materi genetik antara C22 dan C9-----C22 jadi lebih pendek. 4. Perubahan antigenik. . Tumor oleh virus DNA/RNA-----punya antigen kuat-----yang menginduksi antigen inti . Tumor oleh zat kimia----mempunyai antigen yg diinduksi dari sat kimia

5. Perubahan metabolik . Tidak ada penyimpangan biokimia yang diamati dalam sel kanker yang diartikan sebagai tanda pasti kanker. . Makin baik diffrensiasi sel kanker,enzim-nya makin mirip sel asal. . Makin anaplastik dan tidak berdiffrensiasi sel tumor makin besarpenyimpangan dari sistim enzim sel normal. . Semua sel anaplastik primitif mengalami konvergensi penyederhanaan pola enzim/metabolik bersama-----konvergensi biokimia tumor.

Faktor Predisposisi
1. Faktor geografis dan Ras mis. Karsinoma nasopharynx banyak pada mongoloid/cina Eropa/AS kurang Karsinoma lambung banyak pada orang Jepang Karsinoma payudara banyak pada orang Eropa/AS Karsinoma hati banyak pada orang Afrika 2. Umur : . Umur lanjut frekwensi kejadian tinggi . Karsinoma sel embrional pada anak . Karsinoma prostat pada orang tua.

3. Lingkungan: . Tempat kerja . Makanan . Kebiasaan hidup . Hubungan sex----karsinoma serviks uteri 4. Keturunan: mis. Neuroblastoma Poliposis pada usus Karsinoma payudara bilateral Tumor Wilm pada ginjal

Diagnosis : 1. Klinik : anamnesa pemeriksaan fisik 2. Radiologi : . konvensional,mis. Kar.payudara----mammografi Kar.paru . USG . CT- SCAN . MRI 3. Laboratorium : Dihubungkan dengan, mis. Enzim: acid fosfatase untuk kar.prostat Hormon: HCG untukMolahidatidosa/choriokarsinoma

.Tumor marker mis. Alfa Feto protein pada penderita kar.hati, Prostat spesifik antigen----kar.prostat .Molekular diagnosis: mis. Sel T atau sel B----reseptor dengan polymerasechain reaction(PCR). 4. Pemeriksaan Sitologi . Histologi parafin . Sitologi: dasar, perubahan patologi sel----anaplasia sel tumor kohesinya kurang dibanding sel normal--mudah terlepas.

. Misal : Pap smear------karsinoma serviks uteri


Sitologi cairan ( sputum,urin,cairan tulang ) Biopsi, aspirasi Frozen section(potong beku)

Pengobatan :
Tujuan pengobatan : Menyembuhkan Memperpanjang hidup Mengurangi penderitaan

1. Pembedahan : Kuratif Paliatif 2. Penyinaran(radioterapi) : Tergantung : radio sensitifitas tumor jumlah sinar yang diserap Pembagian tumor berdasarkan radio sensitifitas : 1. Tumor yang sangat radio sensitif : Mis. Karsinoma embrional testis Tumor dari jaringan limfoid dan hematopoetik. mis. Limfoma,multiple mieloma leukemia.

2. Tumor radio sensitif sedang : Mis. Karsinoma sel basal Tumor-tumor berdiffrensiasi buruk berasal darisemua jenis jaringan. 3. Radio resisten : Mis. Fibro sarkoma Osteogenik sarkoma Melano karsinoma Adeno karsinoma yang berdiffrensiasi baik : Adeno karsinoma payudara,pankreas, GIT

3. Pengobatan kimiawi(chemo therapy) .Alkylating agent : bekerja pada DNA sel . Mis. Triethylenthio phosphoramide(Thio-TEPA) Triethylen Melamine(TEM) .Golongan antimetabolit : mengganggu sintesa DNA Mis. 5 Fluorouracil Amethoprim(metotrexate) .Golongan hormon Mis. Karsinoma prostat Karsinoma payudara

Cara pemberian obat-obatan: . Pemberian obat-obatan dapat secara oral


. Pada pengobatan kanker,untuk menghindari obat2an merusak semua sel yang sedang membelah serta efek samping hematologik dan gastrointestinalis,maka dikenal cara lain : . Perfusi regional : bagian yg terkena kanker sementara dibebaskan dari peredaran darah umum,kemudian daerah yg terisolasi diberi obat2an kanker konsentrasi tinggi mis.v.cava inferior dan aorta abdominalis ditutup dengan kateter balon ,kemudian daerah pelvis dan tungkai diberi obat2an.

Efek samping yang dapat timbul : .thrombosis,perdarahan akibat heparinisasi cairan perfusi,keracunan/kematian akibat penghancuran tumor secara masif. . Infus intra arteri : Obat diberikan secara langsung ke arteri yang memperdarahi tumor,diberi dosis tunggal,jumlah besar atau dosis rendah infus secara perlahan-lahan dalam 24 jam. Kesulitannya, belum tentu arteri tersebut mencapai jaringan tumor.

Dampak Tumor : 1. Lokasi tumor : mendesak/menekan 2. Aktifitas fungsional : hormon kelenjar endokrin 3. Perdarahan/ Infeksi 4. Ruptur dan Infark : kista dermoid,hati

Imunologi Kanker
. Destruksi sel tumor melalui sistim imun lebih efisien tumor berada dalam suspensi. . Destruksi tumor sulit pada tumor yang padat. . Efektor sistim imun humoral dan seluler pada destruksi tumor: A. Mekanisme humoral 1. Lisis oleh antibodi dan komplemen 2. Opsonisasi melalui antibodi dan komplemen. 3. Hilangnya adhesi oleh antibodi

B. Mekanisme seluler: 1.Destruksi oleh sel T sitotoksik 2.Antibody dependent cellular cytotoxicity(ADCC) 3.Destruksi oleh makrofag yang diaktifkan 4.Destruksi oleh sel NK

Faktor-faktor yang mempengaruhi luputnya tumor


dari sistim imun: . Kinetik tumor : pada hewan yg diimunisasi,pemberian sel tumor dalam jumlah kecil akan menimbulkan tumor, dosis besar ditolak.Sel tumor tersebut dapat menyelinap dan tidak diketahui tubuh. Baru diketahui setelah tumor berkembang lanjut dan sistim imun tidak sanggup menghancurkan.

. Modulasi antigenik : antibodi dapat mengubah atau


memodulasi permukaan sel tanpa menghilangkan determinan permukaan. . Masking antigen : molekul tertentu,seperti sialomucin yang sering diikat permukaan sel tumor dapat menutupi antigen dan mencegah ikatan dengan limfosit. . Penglepasan antigen : antigen yang dilepas dan larut sirkulasi,dapat mengganggu fungsi sel T dengan mengambil tempat pada reseptor antigen. . Toleransi : virus kanker mammae pada tikus disekresi dalam air susunya,tetapi bayi tikus toleran terhadap tumor tsb.

. Limfosit yang terperangkap: limfosit spesifik terhadap tumor terperangkap dalam kelenjar getah bening. Antigen tumor yg terkumpul dalam kelenjar getahbening yg letaknya berdekatan dengan lokasi tumor, dapat menjadi toleran terhadap limfosit setempat, tapi tidak terhadap KGB yang jauh. . Faktor genetik . Produk tumor ; prostaglandin yang dihasilkan tumor sendiri dapat mengganggu fungsi sel NK,demikian pula faktor lain. . Faktor pertumbuhan : kurangnya respon satu sel terhadap lainnyaakan menghambat kerja sel lainnya.

Imuno diagnosis :
.A. Deteksi sel tumor dan produknya dengan cara imunologik : 1.Protein mieloma Bence Jones(tumor sel- plasma) 2.Alfa Feto Protein(AFP pada kanker hati) 3.Antigen karsinoembrionik(CEA pada kanker TGI) 4.Deteksi imunologik petanda sel tumor lain(enzimhormon) 5.Deteksi antigen tumor spesifik(dalam sirkulasi/dengan imunoimaging) B. Deteksi respon imun anti tumor 1.Antibodi antitumor 2.CMI anti tumor