Anda di halaman 1dari 11

Laporan praktikum II [Year]

C. Transistor Sebagai Saklar 1. Tujuan Menunjukan implementasi dari daerah cut- off dan daerah saturation transistor sebagai sakelar elektronik. 2. Teori Dasar 1. Output TTL (Transistor-Transistor Logic) Dalam elektronika, TTL berbasis pada penggunaan transistor, yang mana sebuah transistor dapat dapat dipekerjakan dalam 3 kondisi, yaitu :

a. Kondisi Aktif Kondisi Aktif adalah kondisi transistor yang dipekerjakan pada daerah linier, dan biasanya digunakan sebagai penguat (amplifier) gelombang, baik itu gelombang audio, maupun gelombang radio. Sinyal masukan yang lemah akan diperkuat oleh transistor yang berfungsi sebagai penguat dan hasilnya akan diumpankan kepada tingkat penguat berikutnya atau disalurkan ke saluran transmisi.

b. Kondisi Cut-Off Kondisi Cut-Off, adalah kondisi transistor yang dipekerjakan sebagai saklar, dimana pada kondisi cut-off, tidak ada arus yang mengalir, atau arusnya sangat kecil sekali mengalirnya baik

Laporan praktikum II [Year]

melalui kolektormaupunmelalui emiter. Karena tidak ada arus yang mengalir atau kecil sekali, maka seolah-olah kondisi transistor dalam keadaan sebuah saklar atau switch yang terputus atau (OFF).

c. Kondisi Saturasi (jenuh) Kondisi Saturasi (jenuh), adalah kondisi transistor yang dipekerjakan sebagai SWITCH atau saklar, dimana pada kondisi saturasi ini arus yang mengalir melalui kolektor dan emiter dalam keadaan yang sebesar-besarnya, sehingga dalam keadan ini transistor seolah-olah merupakan sebuah saklar atau switch yang tertutup (ON).

1. Transistor sebagai Saklar (switch) Untuk dapat meggunakan transistor sebagai saklar (switch) digital maka transistor harus dipekerjakan pada daerah Saturasi dan Cut-Off secara bergantian. Daerah saturasi untuk

mendapatkan logic-LOW dan daerah cut-off untuk mendapatkan logic-HIGH, atau sebaliknya daerah cut-off untuk mendapatkan

logic-LOW dan daerah Saturasi untuk mendapatkan logic-HIGH bergantung pada konfigurasi rangkaian transistor yang digunakan.

Laporan praktikum II [Year]

Ada 2 jenis konfigurasi yang digunakan untuk switch pada transistor yaitu : a. Common Emitter : 1. Logic HIGH, kondisi cut-off. 2. Logic LOW, kondisi saturasi. b. Common collector : 1. Logic HIGH, kondisi saturasi. 2. Logic LOW, kondisi cut-off.

2. Tegangan TTL-Level Pada umumnya level tegangan yang digunakan untuk

operasional sebuah komputer mikro seperti IBM-PC adalah TLLLevel, dimana TTL-Level dimiliki 2 level tegangan logic, yaitu : 1. Logic HIGH = + 5 V dan 2. Logic LOW = 0 V sehingga baik sinyal data maupun sinyal sinyal kontrol lainya dalam komputer mikro biasanya menggunakan TTL-Level ini sebagai tegangan Logic operasionalnya.

3. Foto Transistor Foto transistor merupakan jenis transducer foto yang dapat merubah besarnya arus listrik jika pada permukaan sensor dari foto transistor tersebut disinari cahaya, akibat adanya kuantitas cahaya inilah yang akan merubah arus listrik yang akan lewat bagian kolektor dan emiter foto transistor tersebut, kemudian arus listrik

Laporan praktikum II [Year]

yang

berubah inilah yang dimanfaatkan untuk mengetahui

keadaan dari variabel yang akan diukur. Aplikasi dari foto transistor banyak ditemukan pada

peralatan-peralatan otomatis yang cara kerjanya dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang jatuh ke permukaan sensornya. Untuk selanjutnya peralatan otomatis peka cahaya tadi dapat

dimanfaatkan sebagai alat sekuriti atau alat pengendali peka cahaya lainnya.

Berikut ini adalah salah satu bentuk rangkaian aplikasi foto transistor sebagai penggerak relay.

Gambar 2.4.1 Foto transistor sebagai detektor penggerak RLOAD (relay)

Laporan praktikum II [Year]

5. Karakteristik Foto Transistor

Gambar 2.4.2 Karakteristik foto transistor Keterangan: Gambar 2.8 di atas merupakan Family - Curve atau

kumpulan kurva yang menyatakan hubungan arus Kolektor dan tegangan Kolektor-Emiter dari foto transistor tertentu. Terlihat bahwa semakin tinggi intensitas cahaya (L) dengan jarak 1 cm dari sumber, arus Kolektor IC akan meningkat pada setiap nilai intensitas tertentu. Contoh : Untuk suatu nilai VCE tertentu, jika nilai L bertambah besar, maka arus kolektor juga akan meningkat tinggi. Hal ini menunjukkan tingkat sensitivitas foto transistor akan semakin meningkat jika intensitas cahaya yang jatuh ke permukaan semakin tinggi (semakin besar dan terang).

Laporan praktikum II [Year]

3. Alat dan Bahan yang digunakan Modul percobaan Catu daya Kabel penghubung ( Jumper ) Kabel penjepit komponen

2.4.4

Gambar Rangkaian Percobaan


VCC 12V R1 120

LED1

Q1 R2 120 2N3904

Gambar 2.4.3 Rangkaian untuk percobaan transistor sebagai saklar

Laporan praktikum II [Year]

2.4.5

Prosedur Percobaan 1. Rangkailah seperti rangkaian diatas. 2. Aktifkan rangkaian pada tegangan VIN sebesar 0 volt. Kemudian ukur tegangan VRB, VBE, VCE,Ic,dan IB lalu lengkapi tabel. 3. Aktifkan rangkaian pada tegangan VIN sebesar 5 volt. Kemudian ukur tegangan VRB, VBE, VCE,Ic,dan IB lalu lengkapi tabel. 4. Setelah melakukan langkah-langkah diatas, gantilah dengan beberapa transistor lain.(sesuai petunjuk asisten)

2.4.6

Data Hasil Pengamatan

Tabel 2.4.1 Data hasil pengamatan percobaan transistor sebagai saklar Type transistor VIN (Volt) 0 2N3904 5 4,02 0,9 0,20 97,4mA 33,4mA N VRB (Volt) 0 VBE (Volt) -3,5 VCE (Volt) 11,91 IC (mA) 0 mA IB (mA) 0 mA kondisi LED P

Laporan praktikum II [Year]

2.4.7 Analisis Percobaan 1. Transistor jenis 2N3904 tipe NPN Dik : VCC = 12 V

VIN=VBB= 0 V RB RC VBE Dit: IC.? IB.? VRB? VCE? Penye: a. VIN = 0 Volt IC = = 120 = 120 = 0,7 V (transistor silikon)

= =0A IB =

= = -0,0058 A = -5,8 mA

Laporan praktikum II [Year]

VRB = IB.RB = -5,8 . 0,12 = - 0,696 V VCE = VCC (IC.RC) = 12 (0.120) = 12 V

2. Transistor jenis 2N3904 Dik : VCC = 12 V

VIN = VBB = 5 V RB RC VBE Dit: IC.? IB.? VRB? VCE? = 120 = 120 = 0,7 V (transistor silikon)

b. VIN = 5 Volt IC =

= = 100 mA

Laporan praktikum II [Year]

IB

= = 35,83 mA

VRB = IB.RB = 35,83 . 0,12 = 4,29 V

VCE = VCC (IC.RC) = 12 (100.0,12) = 12 12 = 0V 2.4.8 Tabel perbandingan secara praktek dengan teori secara Praktek Type transistor VIN (Volt) VRB (Volt) VBE (Volt) VCE (Volt) IC (mA) IB (mA) kondisi LED

0 2N3904 5

-3,5

11,91

0 mA

0 mA

4,02

0,9

0,20

97,4mA 33,4mA

Laporan praktikum II [Year]

secara teori Type transistor VIN (Volt) 0 2N3904 5 4,29 0,7 0 100 35,83 N VRB (Volt) -0,696 VBE (Volt) 0,7 VCE (Volt) 12 IC (mA) 0 IB (mA) -5,8 kondisi LED P

2.4.9 Kesimpulan Berdasarkan perhitungan dan juga percobaan yang telah dibuat. Maka dapatlah di tarik kesimpulan: a) Transistor dapat berfungsi sebagai saklar, dan hal itu dapat dibuktikan. b) Untuk menjadi sebuah saklar, transistor harus dikondisikan dalam keadaan jenuh (on) dengan Vce mendekati O Volt dan juga dapat dikondisikan dalam keadaan off dengan Vce mendekati Vcc. c) Lampu LED akan menyala saat colektor dan emitor dalam keadaan tertutup . d) Sedangkan lampu LED akan padam saat colektor dan emitter dalam keadaan terbuka.