Anda di halaman 1dari 4

A.

PENDAHULUAN PENGERTIAN TUMBUH KEMBANG Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolic (retensi kalsium dan nitrogen tubuh).

Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Di sini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan system organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.

B. HASIL OBSERVASI & WAWANCARA LOKASI ALAMAT JAM PAUD JUMLAH ANAK USIA ANAK JUMLAH GURU : PAUD ABIMANYU : GENDENGAN, MARGODADI, SEYEGAN, SLEMAN, YK : 07.30 10.00 WIB : 42 Anak : 2,5 4 Tahun : 4 Orang

PELAKSANAAN TUGAS

: Rabu, 17 Oktober 2012 Pukul 08.30 09.30 WIB

1. Deteksi Tumbuh Kembang yang sudah dilakukan : A. Pertumbuhan : No Kegiatan Yang Dilakukan 1 Pengukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala 2 PMT = Program Makanan Tambahan Tiap hari Bekerja sama dengan orang tua anak, bergilir. Terkadang bila ada anak ulang tahun, makanan yang dibagikan melebihi jumlah standar yang sudah disepakati. Standar = satu macam @ Rp. 1.000,3 Olah Raga Tiap hari Jumat 4 Periksa Gigi 3 bulan 1x Bekerjasama dengan Puskesmas Senam, kegiatan diluar ruang Periode 1 bulan sekali Keterangan

B. Perkembangan : No Kegiatan Yang Dilakukan 1 Ketrampilan (motorik halus) Periode Tiap hari Keterangan Menggunting, menempel, memegang pensil, meraba, 2 Motorik kasar Tiap hari Berjalan di atas titian, bermain luar ruang (berlari) 3 Kemandirian Menyesuaikan jenis kegiatan Menggosok gigi, memotong kuku, menyisir rambut, mencuci tangan, toilet training. memaku 4 Moral / Agama Menyesuaikan jenis kegiatan Pembiasaan berdoa, Sholat, Wudhu, Ikrok

2. Deteksi Tumbuh Kembang yang belum dilakukan : No 1 2 3 4 Kegiatan Pemeriksaan umur tulang Pengobatan Imunisasi Tes Kecerdasan Oleh orang tua masing- masing Dilakukan di Pos Yandu masing-masing Guru menganggap belum perlu Keterangan

3. Hal- hal lainnya No 1 Kegiatan Infaq Anak-anak Frekuensi Tiap Jumat Keterangan Dana yang terkumpul pernah dipergunakan untuk membeli pasir guna perbaikan gedung tempat PAUD berada. (Rp.

600.000,-) 2 3 Rekreasi Bantuan Dana Satu tahun sekali Satu kali Swadana Dana APBN dari pemerintah daerah pada tahun 2012 Rp. 7,2 juta untuk membeli APE (Alat Permainan Edukatif)

4. Tentang PAUD Abimanyu PAUD Abimanyu berdiri pada tahun 2009, bermula dari kepedulian Kepala Desa setempat yang prihatin melihat banyak anak-anak kecil yang tidak berkesempatan untuk mendapatkan pendidikan sebelum menginjak usia TK. PAUD ini semula menggunakan rumah kepala desa untuk melakukan berbagai kegiatannya, namun karena rumah tersebut sering ada kegiatan lain seperti : menerima tamu, hajatan dan tetangga kanan-kiri meninggal dunia sehingga kegiatan belajar-mengajar sering tertanggu karena harus libur sampai berhari-hari, maka lokasi PAUD dipindah di bekas SD yang tidak terpakai. Semakin lama PAUD ini semakin berkembang, dari jumlah anak yang beberapa saja, sekarang sudah menjadi 42 anak yang dibedakan menjadi 2 kelompok.

Kelompok A usia 2,5 sampai kurang dari 3 tahun sedangkan kelompok B usia 3 4 tahun. Dan lokasi rumah orang tua anak juga tidak hanya dari desa setempat tetapi sudah mencapai tetangga desa bahkan ada yang berasal dari daerah Tempel, yang terbilang jauh dari lokasi kegiatan PAUD. Guru yang mengajar ada empat orang yaitu Ibu Endang Ratih, Ibu Endang Rumiasih, Ibu Rianti dan Bapak Suhermanto. Bila dibandingkan dengan jumlah anak yang ada yaitu 42 orang, maka jumlah guru kurang memadai. Apalagi keempat orang guru tersebut merangkap mengurusi segala kegiatan dan urusan PAUD, seperti harus memikirkan mencari bantuan agar kegiatan PAUD tetap berjalan, bahkan para guru tidak mendapatkan kesejahteraan yang memadai, boleh dibilang mereka mengajar berlandaskan panggilan hati, pengabdian.