Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK STIMULUS PERSEPSI

Oleh :
1. 2. 3. 4. 5. Fariz Aditya P. (0901.14201.003) Isfarayini S. (0901.14201.006) Kiki Wulandari (0901.14201.007) Ossilia Tri Susanti (0901.14201. Wahyu Arifianto (0901.14201.018)

PROGRAM STUDI S 1 ILMU KEPERAWATAN STIKES WIDYAGAMAHUSADA MALANG 2011

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK SOSIALISASI & STIMULUS PERSEPSI

Telah disahkan pada Hari Tanggal : Jumat : 26 Agustus 2011

Mengetahui, Dosen Pembimbing

Ns. Mizam Ari S. Kep. NIP. 201126

Menyetujui, Kepala Ruangan Kakak Tua Pembimbing Ruangan Kakak Tua

Kasimin Amd,K NIP. 195906271980121001

Edi Sujarwo, M.Kep. NIP. 197206221994031004

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Manusia adalah mahluk sosial yang terus menerus membutuhkan orang lain disekitarnya. Salah satu kebutuhannya adalah kebutuhan sosial untuk melakukan interaksi sesama manusia. Kebutuhan sosial yang dimaksud adalah rasa dimiliki oleh orang lain, pengakuan dari orang lain, penghargaaan orang lain, serta pernyataan diri. Interaksi yang dilakukan tidak selamanya memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh individu sehingga mungkin terjadi suatu gangguan terhadap kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain. Untuk mengatasi gangguan interaksi pada klien jiwa, terapi aktivitas kelompok sering diperlukan dalam praktek keperawatan kesehatan jiwa karena merupakan keterampilan terapeutik. Terapi aktivitas kelompok merupakan bagian dari terapi modalitas yang berupaya meningkatkan psikoterapi dengan sejumlah klien dalam waktu yang bersamaan. Untuk melakukan TAK didasarkan pada studi pendahuluan berupa presentase menurut diagnosa pasien di ruang perawatan Kakaktua dengan data sebagai berikut: 1. 68% pasien halusinasi 2. 22% pasien PK 3. 5% pasien defisiensi care self 4. 5% pasien waham Berdasarkan data diatas kami mengambil klien dengan kasus halusinasi dengan jumlah 6 orang. B. Rumusan Masalah 1. Untuk mengetahui apakah halusinasi itu

2. Untuk mengetahui tujuan dari TAK 3. Untuk mengtahui keberhasil dari proses TAK terhadap pasien

C. TUJUAN 1. Tujuan Umum Klien mampu meningkatkan hubungan interpersonal antar anggota kelompok dan memotivasi proses pikir dan afektif 2. Tujuan Khusus a. Fase 1 : Perawat mampu membantu klien untuk memperkenalkan diri mereka Perawat mampu membantu klien untuk memperkenalkan diri kepada setiap anggota TAK. b. Fase 2 : - Perawat mampu membantu klien untuk melatih bicara topic tertentu c. Fase 3 : - Perawat mampu membantu klien untuk membicarakan masalah pribadi d. Fase 4 : - Perawat mampu membatu klien untuk bekerjasama sesame anggota TAK e. Fase 5: Perawat mampu mengefaluasi kemampuan kliem dalam bersosialisasi selama TAK TAK sebelumnya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


KONSEP TAK Ada dua tujuan umum dari terapi aktivitas kelompok ini yaitu tujuan terapeutik dan tujuan rehabilitatif. Tujuan terapeutik meliputi : 1) Menggunakan kegiatan untuk memfasilitasi interaksi, 2) Mendorong sosialisasi dengan lingkungan (hubungan dengan luar diri klien), 3)Meningkatkan stimulus realitas dan respon individu, 4) Memotivasi dan mendorong fungsi kognitif dan afektif, 5) Meningkatkan rasa dimiliki, 6) Meningkatkan rasa percaya diri, 7)Belajar cara baru dalam menyelesaikan masalah. Sedangkan tujuan rehabilitatif meliputi 1) Meningkatkan kemampuan untuk ekpresi diri, 2) Meningkatkan kemampuan empati, 3) Meningkatkan keterampilan sosial, 4) Meningkatkan pola penyelesaian masalah. Beberapa aspek dari klien yang harus diperhatikan dalam penjaringan klien yang akan diberikan aktivitas kelompok adalah : 1. Aspek emosi Gelisah, curiga, merasa tidak berguna, tidak dicintai, tidak dihargai, tidak diperhatikan, merasa disisihkan, merasa terpencil, klien merasakan takut dan cemas, menyendiri, menghindar dari orang lain 2. Aspek intelektual Klien tidak ada inisiatif untuk memulai pembicaraan, jika ditanya klien menjawab seperlunya, jawaban klien sesuai dengan pertanyaan perawat 3. Aspek sosial Klien sudah dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat, klien mengatakan bersedia mengikuti therapi aktivitas, klien mau berinteraksi minimal dengan satu perawat lain ke satu klien lain

Terapi aktivitas kelompok sosialisasi dan stimulasi persepsi merupakan sebagian dari terapi aktifitas kelompok yang bisa dilaksanakan dalam praktek keperawatan jiwa. Terapi ini diharapkan dapat memacu klien untuk melakukan hubungan interpersonal yang adekuat dan mengidentifikasi secara benar stimulus persepsi eksternal. D. MASALAH KEPERAWATAN Terapi aktivitas kelompok sosialisasi & stimulasi persepsi ditujukan pada klien dengan masalah keperawatan : 1. Isolasi sosial : Menarik diri 2. Harga diri rendah 3. Gangguan persepsi sensori : Halusinasi

E. PERSIAPAN 1. Analisa situasi meliputi : waktu pelaksanaan, jumlah perawat, pembagian tugas perawat, alat bantu yang dipakai dan persiapan ruangan 2. Uraian tugas perawat (therapist) a. Leader dan Co-Leader bertugas menganalisa dan mengobservasi pola-pola kelompok membuat komunikasi untuk dalam kelompok, dinamisasi dan membantu kelompok, anggota anggota menjadi kelompok menyadari

motivator, membantu kelompok untuk menetapkan tujuan dan peraturan. Pemimpin mendiskusikan apa yang harus dilakukan selanjutnya, memotivasi kesatuan kelompok dan membantu kelompok untuk berkembang dan bergerak secara dinamis b. Fasilitator bertugas memberikan stimulus kepada anggota kelompok lain agar dapat mengikuti jalannya kegiatan dalam kelompok

c. Observer bertugas mencatat serta mengamati respon klien, jalannya aktivitas therapi, peserta yang aktif dan pasif dalam kelompok serta yang drop out (tidak dapat mengikuti kegiatan sampai selesai) 3. Proses Seleksi a. Berdasarkan observasi perilaku sehari-hari klien yang dikelola oleh perawat b. Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai prilaku klien seharihari serta kemungkinan dilakukan terapi kelompok pada klien tersebut dengan perawat ruangan c. Melakukan kontak pada klien untuk mengikuti aktivitas yang akan dilakukan 4. Program antisipasi masalah Suatu intervensi keperawatan yang dilakukan dalam mengantisipasi keadaan yang bersifat darurat atau emergensi yang dapat mempengaruhi proses pelaksanaan kegiatan therapi aktivitas kelompok. F. KEGIATAN 1. Perkenalan Kelompok perawat memperkenalkan identitas diri masing-masing dipimpin oleh leader. Leader menjelaskan peraturan kegiatan dalam kelompok. 2. Kegiatan Klien mencari pasangan yang tepat, melakukan perkenalan dengan pasangan, melakukan perkenalan di depan kelompok, melakukan perintah permainan dan memberikan jawaban atas pertanyaan dari kelompok. 3. Evaluasi Setelah mengikuti kegiatan klien dipersilahkan untuk mengemukakan perasaan dan pendapatnya tentang kegiatan 4. Terminasi/Penutup

Leader menjelaskan kembali tujuan dan manfaat kegiatan, klien menyebutkan kembali tujuan dan manfaat kegiatan. G. KRITERIA EVALUASI Presentasi jumlah klien yang mengikuti kegiatan sesuai dengan yang direncanakan : 90% dari jumlah klien mampu menyebutkan identitas dirinya 90% dari jumlah klien mampu menyebutkan identitas klien lain 80% dari jumlah klien mampu bersepon terhadap klien lain dengan 80% dari jumlah klien mampu memberikan tanggapan pada 70% dari jumlah klien mampu menterjemahkan perintah permainan 70% dari jumlah klien mampu mengikuti aturan main yang telah 50% dari jumlah klien mau mengemukakan pendapat tentang therapi

mendengarkan klien lain yang sedang berbicara pertanyaan yang diajukan -

ditentukan aktifitas kelompok yang dilakukan H. RENCANA PELAKSANAAN 1. Kriteria klien yang mengikuti terapi TAK di RS JIWA Dr. RADJIMAN WIDIODININGRAT. Klien menarik diri yang sudah mulai berinteraksi dengan beberapa klien lain Klien halusinasi yang sudah dapat mengontrol halusinasinya 2. Peserta :

3. Masalah Keperawatan

Menarik diri Harga diri rendah Halusinasi

4. Persiapan a. Analisa Situasi 1). Waktu Pelaksanaan Hari/Tanggal Waktu Alokasi Waktu : Senin, 8 Agustus 2011 : Pkl.15.00 16.00 WIB : Perkenalan dan pengarahan (5 menit) Permainan (35 menit) Ekpress feeling (15 menit) Penutup (5 menit) 2). Jumlah Perawat Mahasiswa Perawat Ruangan 3). Pembagian Tugas Leader Co-Leader Observer : Zakiyatus Sofiyah . S.Kep : Sigit Hari Saputro, S.Kep : Rifky Alfiansyah, S.Kep Ida Mustika Sari, S.Kep Fasilitator 4). Alat Bantu Alat Pemutar musik Bola : Atik Yuni Puspita Sari, S.Kep Dinda Widya Putri, S.Kep : 6 Orang : 1 orang

b. Proses Pelaksanaan 1). Perkenalan

Kelompok perawat memperkenalkan diri, urutan ditunjuk

oleh pembimbing untuk memulai menyebut nama, kemudian leader menjelaskan tujuan dan peraturan kegiatan dalam kelompok Bila akan mengemukakan perasaannya klien diminta Bila klien ingin keluar untuk minum, BAB/BAK harus Pada akhir perkenalan pemimpin mengevaluasi dengan untuk lebih dulu menunjukkan tangannnya minta ijin pada perawat kemampuan 2). Permainan Klien yang telah diseleksi dikumpulkan di tempat yang Leader sebelumnya menjelaskan cara permainan pada cukup luas dan duduk membentuk lingkaran peserta TAK dengan mengajarkan cara berkenalan dengan orang lain. Co leader memberikan sebuah bola untuk peserta TAK Co leader memutar kaset lagu dangdut untuk kemudian identifikasi terhadap perawat

menanyakan nama perawat yang ditunjuk oleh leader

berjoget sambil memutarkan bola tersebut ke peserta lain. Kemudian musik dihentikan,bagi peserta TAK yang memegang bola terakhir memilih salah satu peserta TAK untuk berkenalan sama peserta TAK yang berada di sampingnya. Selanjutnya peserta TAK berkenalan dan menanyakan identitas selengkapnya : nama, alamat, hobi, yang disukai tentang dirinya, serta ketrampilan yang dimiliki. Selanjutnya masing-masing peserta menerangkan pada kelompok identitas dirinya dan peserta TAK yang berada di sampingnya. Setelah selesai, Leader, Co leader dan motifator memotivasi klien lain untuk menanyakan sesuatu kepada

klien yang sedang disampingnya. Kemudian klien yang di sampingnya menjawab pertanyaan tersebut, setelah klien menjawab pertanyaan perawat memberikan reinforcement positif dan memperjelas apa yang dibicarakan /dijawab oleh klien. Kemudian dilemparkan kepada klien lagi sehingga klien memiliki persepsi yang positip/baik tanpa dipengaruhi oleh perawat. Kemudian dilanjutkan dengan pasangan berikutnya Selama kegiatan berlangsung observer mengamati dengan cara yang sama jalannya acara . 3). Per Review (Evaluasi Kelompok) Klien dapat mengemukakan perasaannya setelah memperkenalkan dirinya Klien mengemukakan perasaannya setelah disapa oleh Klien mengemukakan pendapat tentang kegiatan ini Klien dapat menyebutkan kembali tujuan kegiatan Leader menjelaskan kembali tentang tujuan dan manfaat klien lain dengan menyebut nama 4).Terminasi -

dari kegiatan kelompok ini 5. Antisipasi Masalah a. Penanganan klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok Memanggil klien Memberi kesempatan kepada klien tersebut untuk

menjawab sapaan perawat atau klien yang lain b. Bila klien meninggalkan permainan tanpa pamit : Panggil nama klien Tanya alasan klien meninggalkan permainan

Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan

penjelasan pada klien bahwa klien dapat melaksanakan keperluannya setelah itu klien boleh kembali lagi c. Bila ada klien lain ingin ikut Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada Katakan pada klien lain bahwa ada permainan lain yang Jika klien memaksa, beri kesempatan untuk masuk klien yang telah dipilih mungkin dapat diikuti oleh klien tersebut dengan tidak memberi peran pada permainan tersebut DAFTAR PUSTAKA Herawaty, Netty, Materi Kuliah Terapi Aktivitas Kelompok, FIK Jakarta 1999 Gail Wiscart Stuart, Sandra J. Sundeen, Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi 3, EGC, Jakarta 1995

PELAKSANAAN TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK Tanggal Pukul Tempat Jumlah peserta Metode : 8 Agustus 2011 : 11.00 13.00 WIB : Ruang Kakak Tua. :10 Orang dengan masalah klien : Menarik diri, Harga diri rendah dan halusinasi : Bermain dan bernyanyi bersama. : Leader : Co leader : Observer : Fasilitator : Zakiyatus Sofiyah. S.Kep : Sigit Hari Saputra. S.Kep : Rifky Alfiansyah, S.Kep Ida Mustika Sari, S.Kep : Atik Yuni Puspita Sari, S.Kep Dinda Widya Putri, S.Kep

Pembagian tugas anggota

JALANNYA ACARA: 1. FASE PERKENALAN - Mengumpulkan anggota di ruang Kakaktua. Perawat melakukan kontrak ulang untuk mengikuti TAK, perawat berhasil mengumpulkan sepuluh orang klien sesuai dengan rencana semula. - Leader memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan kegiatan TAK kepada klien kemudian co leader menjelaskan aturan permainan. 2. FASE KERJA - Leader sebelumnya menjelaskan cara permainan pada peserta TAK dengan mengajarkan cara berkenalan dengan orang lain. - Co leader memberikan sebuah bola untuk peserta TAK kemudian co leader memutar kaset lagu dangdut untuk berjoget sambil memutarkan bola tersebut ke peserta lain. - Kemudian musik dihentikan,bagi peserta TAK yang memegang bola terakhir memilih salah satu peserta TAK untuk berkenalan sama peserta TAK yang berada di sampingnya. Selanjutnya peserta TAK berkenalan dan menanyakan identitas selengkapnya : nama, alamat, hobby, yang disukai tentang dirinya, serta ketrampilan yang dimiliki. 3. FASE TERMINASI. - Melakukan sharing perasaan antara klien dan perawat tentang terapi aktifitas kelompok yang dilakukan. Klien : Merasa senang karena tidak melamun ,dapat mengurangi stres, terjalin keakraban,tidak membosankan,mengisi waktu luang dan klien menanyakan kapan ada acara seperti ini lagi.? Perawat : Merasa senang karena klien dapat kooperatif mengikuti kegiatan TAK. Merasa dibutuhkan oleh klien. Melakukan evaluasi :

a. Proses 90 % klien berpartisipasi aktif. 90 % Klien dapat memberikan respon verbal dan non verbal yang sesuai dengan Stimulus external. 90 % Klien mampu bekerja sama dalam kelompok. 100 %Klien mengikuti kegiatan TAK sampai dengan selesai. b. Hasil 90 % Klien mampu memperkenalkan diri /menyebutkan nama,alamat serta mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh klien lain. 80 % Klien mampu menyanyikan sebuah lagu. 50 % Klien mampu mengungkapkan manfaat kegiatan TAK. Terakhir leader menyimpulkan manfaat seluruh kegiatan dan memotifasi kepada klien untuk melakukan kegiatan serupa/yang lain bersama klien lain..