Anda di halaman 1dari 52

Template majalah diserning.

indd 1

12/12/2011 6:26:38 PM

Know Right ,Write now !

2///////////////////////////////////////////////
Table of
Features

Content
////////////////////////////////////////////////////

06 cAMPUS CONCIENCE CORNER


kEBANGKITAN GENERASI APOLITIK
BY Perdian T., S. T., M. Div

Visi Semijurnal

10 Apa Arti KOta BAGIKU?

By Prof. Dr. Lilianny Sigit Arifin

17 Seks, Perempuan, dan Media


By Vassilisa Agata

S S S

Discerning

22 Menghitung kemampuan pembayaran hutang Indonesia


By Peter Alimin

27 Mahasiswa ujung tombak perekonomian


By Claudia P. Chandra

emijurnal Discerning adalah Semijurnal Mahasiswa Universitas Kristen Petra yang bertujuan mengembangkan ketajaman mahasiswa dalam melihat realitas masyarakat, bangsa dan dunia serta mengasah kecermatan dalam mengaitkan bidang minat dan keilmuan yang ditekuni dengan pergumulan nyata di masyarakat. emijurnal Discerning dinafasi oleh semangat untuk mengintegrasikan iman dan ilmu serta bermisi secara integratif/holistik. emijurnal Discerning rindu menghadirkan pemikiran-pemikiran mahasiswa Universitas Kristen Petra yang kritis, cerdas, serta bernas dengan wawasan dan nilainilai Kerajaan Allah sebagaimana visi Universitas Kristen Petra: Caring and Global University that Commited to Christian Values.

33 Bangsa Indonesia peduli perbatasan


By Teguh Febrianto

39 Kajian masa depan bangunan Seagames 2011


By Fransisca Wijaya

DISCERNING | Edisi 01

44 DAMPAK NEGATIF POLA PROMOSI PERGURUAN TINGGI PADA SISWA sma


By Obaja Maruli

Miscellaneous

02 TABLE OF CONTENT 03 Notes 04 eDITORIAL 50 wRITING RULES

Template majalah diserning.indd 2

12/12/2011 6:26:38 PM

Know Right ,Write now !

/////////////////////////////////////////////// 3

Notes
Tim Pengarah
Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc.,Dr. Eng. Prof. Liliani Sigit Arifin, Ph. D. Roni Anggoro, S. T., M.A. (Arch) K. B. Primasanti, S. Ip Adi Wibowo, S. T., M. T Perdian T., S. T., M. Div

KAta sambutan

////////////////////////////////////////////////////

Tim Editorial
Fransisca Wijaya (T. Sipil 09) Obaja Maruli (T. Informatika 07) Teguh F. Cai (T. Arsitektur 09) Hernando Mathias (T. Sipil 09) Stephany T (T. Arsitektur 09) Kevin Tjoanda (T. Sipil 09)

Tim Redaksional
Ketua
Stephen Yona L. (T. Arsitektur 09)

Sekretaris/Bendahara
Merlin Cecilia (IBM 10)

Humas

Elliot Cesar Tandoyo(T. Sipil 09)

Desain dan Layout

Marvin Ade (DKV 09)

Distribusi/Publikasi

Lifrandi Agan (T. Elektro 08) Imanuel F. L. (T. Informatika 08) Louis Ferdinand (T. Elektro 08)

Know Right ,Write now ! Soli Deo Gloria Kata Sambutan Ketua Redaksional Semijurnal DISCERNING

Template majalah diserning.indd 3

12/12/2011 6:26:38 PM

DISCERNING | Edisi 01

Mahasiswa adalah kaum intelektual yang harusnya sanggup memadukan kemampuan belajar sesuai bidang keilmuannya, dengan daya kritis-analitis untuk mengembangkan ideide yang segar dan kemampuannya dalam menulis. Itulah harapan terbesar kami dengan menerbitkan Semijurnal Discerning. Doa dan citacita kami adalah bahwa Semijurnal ini dapat menstimulir terbentuknya sebuah budaya baru di lingkungan Universitas Kristen Petra, sebuah budaya intelektualitas yang tidak hanya berkualitas tinggi tapi juga kritis dan tentu saja disertai kesanggupan untuk merekamnya serta menyebarkannya melalui tulisan-tulisan yang bernas dan cerdas. Memang membangkitkan budaya menulis di kalangan mahasiswa bukanlah hal yang mudah. Namun kami merasa tertantang untuk memulai sebuah movement, yang mungkin bagi banyak mahasiswa dinilai tidak populer ini, sebab kami yakin menulis erat kaitannya dengan melihat dan peduli dengan realitas. Menulis tidak pernah dimulai dengan penguasaan teknik dan trik menulis. Menulis yang baik selalu dimulai dengan melek realitas dan menyadari masalah yang sedang terjadi dengan lingkungan sekitaritulah menulis dengan hati. Dan hanya orang yang hatinya terlatih melihat realitaslah yang kelak akan menjadi pemimpin yang juga punya hati untuk memahami zamannya dan sanggup berkontribusi besar bagi bangsanya. Jikalau Universitas Kristen Petra punya semboyan yang sangat agung: Caring and Global University With the Commitment to Christian Values, maka kami menerjemahkan dan meyakini bahwa visi besar itu dapat terwujud dengan melatih dan mengajak sebanyak mungkin mahasiswanya untuk menulis. Itulah sebabnya Semijurnal Discerning ini tidak hanya dibuat demi hadirnya budaya baru, yakni budaya menulis; tapi Semijurnal ini juga rindu mengajak rekan-rekan mahasiswa sekalian untuk tajam (discern) melihat realitas lingkungan dan termasuk realitas global di tengah-tengah dunia kita Semoga edisi perdana ini dapat membawa kita satu langkah lebih maju untuk makin tajam melihat dan mencermati realitas, makin terlatih dalam menulis dan makin berani untuk menyuarakan kebenaran yang hakiki.

Know Right ,Write now !

EDitorial
Perdian Tumanan, S. T., M. Div

B B

elakangan dunia dikejutkan dengan gelombang perubahan yang digerakkan oleh kaum muda dan mahasiswa di Timur Tengah yang dikenal dengan sebutan Arab Spring. Di Amerika Serikat, demonstrasi massa di pusat keuangan Amerika, Wall Street, juga turut digerakkan oleh banyak kelompok anak muda dan mahasiswa. Tak disangkal lagi perubahan-perubahan besar nan fenomenal senantiasa didorong dan dinafasi oleh semangat kaum muda dan mahasiswa yang memang senantiasa kritis, idealis, dan berjiwa pembaharu. erbagai fenomena serta gejolak lokal dan global ini tanpa disadari ikut merangsang dan menstimulir gairah sekelompok kecil mahasiswa UK. Petra yang tergabung dalam Persekutuan Jurusan. Mereka rindu untuk turut memberi kontribusi positifnya, tidak hanya duduk diam dan memfokuskan diri pada pola ibadah vertikalis tanpa peduli pada realitas horizontal dan tidak melakukan apa-apa. Melalui kegiatan Doa dan Studi Alkitab Pengurus Persekutuan Jurusan yang telah dimulai pada semester genap tahun 2010, diskusi-diskusi informal menyikapi berbagai realitas di sekitar kampus dan masalah-masalah dalam ranah kebangsaan dan ditambah terbentuknya forum komunikasi di situs jejaring sosial bertajuk MINISTERIUM, akhirnya kerinduan ini mengerucut kepada hadirnya sebuah media yang dapat mengkristalisasikan dan mendokumentasikan semua bentuk kontribusi positif tersebut. Apalagi dalam semangat integrasi iman-ilmu dan misi holistik yang telah santer dikumandangkan sejak beberapa tahun belakangan, maka sebenarnya semijurnal ini ibarat anak yang sudah matang dalam kandungan dan siap untuk dilahirkan. Semijurnal ini merupakan buah dari kerinduan besar sekelompok

Template majalah diserning.indd 4

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:26:38 PM

Know Right ,Write now !

mahasiswa untuk turut berkontribusi positif dan konstruktif namun tetap kritis bagi universitas, masyarakat dan bangsa. Semijurnal ini juga rindu menampung dan mengangkat suara-suara serupasuara-suara murni, tulus dan jujuryang mungkin masih bersembunyi senyap di antara ribuan mahasiswa UK. Petra. Bagi kami mahasiswa bukanlah anak bawang dalam setiap gerakan pembaruan, dan suara mereka patut untuk didengar dan ditelaah. amun, Semijurnal ini sendiri bukanlah tujuan akhirnya. Terbentuknya budaya mahasiswa yang melek realitas, kritis, idealis, kreatif, konstruktif dan menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang penuh damai sejahtera kebenaran dan keadilanlah yang menjadi fokus utamanya. Ini adalah sebuah langkah awal dari Culture Making (pembentukan budaya)meminjam istilah Andy Crouch, editor senior pada majalah Christianity Todaypembentukan budaya alternatif di tengah kultur generasi muda apolitik masa kini. Dan hadirnya kader-kader pemikir dan pemimpin dari kalangan intelektual muda yang peduli realitas, berjiwa pembaru dan berintegritas, itulah mimpi terbesar kami. alam Semijurnal ini kami juga mengundang para dosen untuk turut terlibat aktif menulis dalam kolom Scholars View. Harapan kami, keteladanan dan kepedulian para dosen yang turut mengkritisi dan menyikapi realitas berdasarkan kapasitas keilmuannya dapat merangsang mahasiswa untuk berpikir konkret tentang dampak ilmu yang dipelajarinya bagi kesejahteraan masyarakat. Dan tentu pada akhirnya perkuliahan tidak lagi sekadar menjadi tempat mengisi kognitif melainkan turut mengasah afeksi yang pada puncaknya membuahkan tindakan konkret yang bermanfaat bagi banyak orang. Untuk itu kami berterima kasih kepada Ibu Prof. Lilianny Sigit Arifin, Ph. D, yang telah mengisi kolom Scholars View dalam edisi perdana ini. Besar harapan kami makin banyak Bapak/Ibu Dosen yang turut memberi kontribusinya.dalam edisi-edisi selanjutnya.

Template majalah diserning.indd 5

12/12/2011 6:26:38 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

Kebangkitan Generasi Apolitik


K
ompas, 8 September 2011 memuat sebuah artikel berjudul Wajah Belia di Jerman. Artikel ini mengulas tentang partai baru, Pirate, yang didominasi oleh kaum muda dan langsung menembus empat besar di negara bagian Berlin. Partai ini berhasil merebut 15 kursi di parlemen. Menariknya, pemilih mayoritas mereka adalah kalangan muda apolitik yang biasanya golput dan senang berseluncur di dunia maya. Fenomena partai Pirate ini mengingatkan kita dengan Arab Springs, gelombang perubahan yang terjadi di Timur Tengah. Para penggerak utamanya justru kaum muda dan mahasiswa yang apolitik, maniak situs-situs jejaring sosial dan pecinta teknologi informasi. Banyak yang mengatakan mereka adalah Facebook Generation atau Net Generation tapi ada juga yang memuji mereka sebagai Miracle Generation.
Penulis adalah Pengarah Semijurnal Discerning dan Pembina Pelayanan Mahasiswa

Perdian Tumanan, S.T., M. Div

Template majalah diserning.indd 6

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:26:40 PM

Know Right ,Write now !

Tren Generasi Apolitik


ajak pendapat yang diadakan Litbang Kompas (21/3/2011) mengulas beberapa ciri kaum muda apolitik. Mereka cenderung konsumtif, berorientasi pada diri sendiri dan tak bergairah untuk terlibat dalam organisasiorganisasi kepemudaan. Disimpulkan pula bahwa jumlah mereka cenderung makin meningkat. Survei Litbang Kompas baru-baru ini (28/10/2011) kembali menegaskan kecenderungan generasi muda yang semakin individualis dan berorientasi pada kepentingan diri, yang juga berarti semakin apolitis. Namun jangan buru-buru mendiskreditkan mereka. Kita perlu memahami mengapa mereka menjadi apolitis. Setidaknya ada dua faktor kunci yang berandil melahirkan generasi apolitik: trauma politik dan anomali politik.

T
Template majalah diserning.indd 7

Trauma Politik
hung Ju Lan, dalam buku Setelah Air Mata Kering: Masyarakat Tionghoa Pasca Peristiwa Mei 1998 (2010) menyatakan bahwa trauma

politik masa lampau adalah pemicu utama lahirnya generasi apolitik. Ia menjelaskan bagaimana kaum keturunan Tionghoa, yang mengalami trauma berkepanjangan akibat stigma komunis yang dilekatkan pada mereka, cenderung menghindarkan diri untuk membicarakan apalagi terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang berbau politik. Tidak mengherankan pula jika mereka memilih menyekolahkan anakanak mereka ke bidang-bidang yang tidak ada kaitannya dengan politik atau kenegaraan. Situasi ini diperparah dengan perlakuan-perlakuan diskriminatif yang menimbulkan perasaan sebagai outsider dan bukan bagian dari bangsa ini. Namun trauma politik seperti ini tentu tidak hanya dialami oleh warga keturunan Tionghoa. Banyak kelompok masyarakat lain, baik kelompok suku maupun kelompok agama-kepercayaan yang turut mengalami penindasan politik, seperti Papua dan Ahmadiyah. Trauma politik juga

12/12/2011 6:26:40 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

soal kepa8 tidak semata akibat hitan sejarah

diskrimasi dan stigma ideologi yang dialami kelompok tertentu. Dalam tingkatan yang lebih umum ia juga hadir tatkala berbagai kebijakan ekonomi dan hukum lebih bernuansa politis dan tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat serta menciderai rasa kemanusiaan. Dalam bukunya, Youth in a Suspect Society: Democracy or Disposability? (2006), Henry Giroux menjelaskan bagaimana politik yang berselingkuh dengan ekonomi neoliberal cenderung menghasilkan kebijakan-kebijakan opresif dan diskriminatif terhadap generasi muda. Pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan dan ketersediaan lapangan kerjasemua sarana yang mestinya dinikmati secara bebas dan menjadi indikator penting dari sebuah negara demokrasi telah tertawan oleh kepentingan ekonomi. Akibatnya tidak semua orang mendapatkan akses bebas ke sumber-sumber dasariah tersebut. Dampaknya mereka terabaikan, termarginalkan dan

menjadi sampah masyarakat (disposal).

Anomali Politik
ra reformasi yang berhasil melengserkan rezim Orde Baru merupakan buah perjuangan generasi muda dan mahasiswa. Sayangnya, sudah empat rezim berganti namun perubahan tak kunjung tiba. Amanat reformasi yang dititipkan para mahasiswa bagi para pemimpin bangsa ini untuk menghadirkan sebuah transisi politik yang berpihak pada rakyat, berubah wujud menjadi politik transaksional dan perselingkuhan keji antar lembaga negara. Praktik mafia peradilan adalah contoh nyata dikhianatinya cita-cita reformasi. Semua anomali ini tentu dapat melunturkan semangat kaum muda untuk turut berkontribusi dalam persoalan-persoalan kebangsaan. Selain itu tersandungnya sejumlah politisi muda dalam kasus korupsi sangat mungkin membuat dunia politik makin bernilai negatif di mata generasi muda masa kini.

Template majalah diserning.indd 8

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:26:40 PM

Know Right ,Write now !

Kekuatan Baru yang Menakutkan


amun yang menarik, ditunjang oleh teknologi informasi, kini generasi apolitik menjelma menjadi kekuatan baru yang amat ditakuti rezim-rezim otoritarian. Rezim-rezim ini sering salah tingkah dan tampak bodoh dengan berupaya membatasi dan memblokir komunikasi dunia maya; dunia yang paling digandrungi generasi apolitik. Namun di balik tampilan lahiriah yang apolitik, sebenarnya terdapat sebuah kebenaran paradoksal dalam diri mereka. Mereka memang pragmatis, bergerak bebas dan tak terkungkung oleh ideologi apa pun. Itu terjadi karena dunia politik memang gemar mempolitisasi ideologi dan menjadikannya slogan kosong belaka. Jika mereka memilih diam, itu bukan karena mereka tak peduli. Mereka hanya takut tercemar oleh kebusukan rezim korup yang memang enggan dan takut dengan perubahan. Bagi generasi apolitik satu-satunya ideologi yang hakiki adalah kemerdekaan hati nurani yang di-

dorong oleh rasa kemanusiaan, kebenaran dan keadilan. Dalam sebuah wawancara dengan CBS News (13/2/2011), Wael Ghonim, tokoh utama di balik revolusi Mesir mengatakan, Kita akan menang sebab kita tidak mengerti politik, sebab kita tidak mengerti permainan kotor mereka. Kita akan menang karena air mata kita keluar dari hati kita. Semakin giat sebuah rezim membentuk generasi apolitik, semakin kuat pula kemungkinan ia akan diturunkan oleh generasi yang sama. Rezim yang berikhtiar melanggengkan kekuasaannya melalui politik yang melahirkan generasi apolitik, satu saat kelak akan bertemu dengan karmanya.

Template majalah diserning.indd 9

12/12/2011 6:26:41 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

10

Prof. Dr. Lilianny Sigit Arifin


Penulis adalah Kepala LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UK. Petra

etelah lima belas tahun sejak Earth Summit tahun 1992 di Rio de Janeiro, Brazil dikumandangkan, akhirnya kita tertarik juga dengan issue global warming. Begitu banyak gerakan dan lembaga swadaya masyarakat yang dadakan muncul mengkampanyekan tentang segala sesuatu yang berbunyi green, green city sampai green building dan green AC. Tanpa mengecilkan arti semua gerakan, ada baiknya sebagai warga sebuah kota kita mempertanyakan sebetulnya sebuah kota dirancang oleh siapa? Mungkin kita sering

Template majalah diserning.indd 10

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:26:44 PM

Know Right ,Write now !

mendengar kata masterplan, namun apakah para walikota telah menempatkan arsitek sebagai master dalam pembuatan masterplan kota ? Kalau memang benar ada arsitek di belakang pembuatan masterplan yang bukan sekedar menjadi plan(baca: rencana di atas kertas) tetapi juga master dalam pengawasan pembangunan sebuah kota, maka tentu liarnya perubahan tata guna lahan dan pelanggaran-pelanggaran garis sempadan bangunan dan koefisien dasar bangunan, dan lain sebagainya tidak akan membuat kota menjadi penuh sesak dengan bangunan. Orang cenderung atau tepatnya para pengusaha cenderung melihat KOTA sebagai sebuah lahan untuk mendatangkan uang. Kota bukan lagi dilihat sebagai tempat untuk hidup, namun kota lebih sering dikaitkan dengan kesempatan untuk memperoleh

Template majalah diserning.indd 11

12/12/2011 6:26:44 PM

DISCERNING | Edisi 01

pekerjaan. Kehidupan kota yang dibanjiri dengan segala sesuatu yang diangggap modern telah mengubah makna kota menjadi sebuah kota yang menjanjikan untuk memperoleh sebuah kesenangan hidup. Bahkan lebih ironis lagi , ada orang yang berpendapat bahwa kota lebih menarik dibandingkan hidup di desa. Tanpa kita sadari pengaruh revolusi industri benar benar telah meresap dalam jantung sebuah kota. Sikap dan gaya hidup kita yang berubah dan membebek gaya hidup modern. Kota tidak pernah dibicarakan sebagai milik bersama, tetapi kota dilihat hanya sebagai aset pembangunan. Bahkan lebih serius lagi, kemajuan kota metropolitan di negara berkembang selalu saja mengikuti keberhasilan kota metropolitan di negara maju, hanya dengan alasan demi kemajuan tanpa kita pernah menyadari siapakah yang diajak maju dan maju ke mana?

11

Know Right ,Write now !

12 Akar Masalah

ebih arif bila kita menyadari bahwa global warming tidak terjadi dalam waktu satu atau dua tahun. Begitu pula dengan pertumbuhan sebuah kota bagaikan sebuah kanvas lukisan yang tidak dilukis hanya oleh seorang arsitek, tetapi perkembangan sebuah kota amat dipengaruhi oleh politikus, ekonom, dan tingkat kesadaran masyarakatnya untuk menjadi seorang warga negara yang baik. Seringkali perjalanan studi banding hanya melihat segi fisiknya saja, tetapi tidak melihat proses dan kesiapan masyarakat dari negara yang dikunjungi. Kesesakan kota sering dikaitkan dengan begitu banyaknya bangunan yang merupakan karya para arsitek. Bila kita mau membicarakan arsitektur sebagai sebuah karya yang melukai (baca ditancapkan) di bumi, maka kita harus memahami sejarah perkembangan arsitektur. Sejak ditemukannya mesin uap pada tahun 1712 oleh Thomas

Newcomen dan James Watt berhasil mengembangkannya dan merubah menjadi tenaga listrik pada tahun 1769, maka dunia mengalami perubahan besar dengan memasuki gerbang era modern. Pada jaman modernisasi inilah terjadi revolusi industri yang berdampak pada pola dan gaya hidup manusia di benua Eropa. Revolusi industri berhasil mengubah dunia menjadi serba mesin, Le Corbusier seorang bapak arsitektur modern menyebutkan era modern adalah jaman machine for living. Kesuksesan mesin yang mampu menggandakan segala sesuatu dan dapat diproduksi secara massal dengan lebih cepat. Barang pertama yang mengalami dampaknya adalah garmen produksi baju secara besar di pabrik bukan di tukang jahit. Perkembangan ini juga merambah dunia arsitektur, ditemukannya bahan baja, kaca, dan lift telah membuat dunia arsitektur berkembang bukan saja mekukis di atas bumi tetapi mengukir secara vertical, sehingga pertumbuhan bangunan-bangunan pencakar langit diang-

Template majalah diserning.indd 12

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:26:44 PM

Know Right ,Write now !

gap mengangkat martabat bukan arsitek tetapi martabat sebuah negara. Lihat saja bagaimana negaranegara maju berlomba untuk mendirikan bangunan tertinggi di dunia. Dalam era pergerakan modern, desain diangap suatu kegiatan yang terpisah dari proses produksi, dan desain merupakan bagian dari suatu produk yang bernilai kormersial. Desain semakin jauh dengan dunia seni karena dampak sistim kerja mesin dan produksi massal. Hal ini berbeda dengan konsep desain tradisional, dimana desain adalah bagian dari sebuah seni yang mempunyai dimensi sosial, desain adalah olah seni yang muncul dalam bentuk ornamen-ornamen yang mempunyai makna struktural yang kuat. John Ruskin dan William Moris adalah pelopor akhir dari gerakan art and craft yang mengatakan industrialisasi dan modernisasi telah menurunkan mutu desain. Pada era modern, kapitalisme mulai mempengaruhi semua segi kehidupan. Slogan time is money merupakan

sebuah pandangan hidup yang amat jauh dari nafas kristiani. Tuhan memberikan waktu gratis buat kita, dan kita mengeksploitasi waktu semata-mata demi uang. Sungguh saya sangat berharap melalui tulisan ini, para genreasi muda tidak terjebak dengan pemikiran modernisasi dan gegap gempitanya fasilitas di Kota. Dalam perjalanannnya, sebuah Kota identik dengan sebuah kekuasaan. Kota menjadi simbol dari beberapa kelompok yang berdiri sendiri dan sering saling bersaing dengan susunan masyarakat yang feodal. Timbullah segregasi golongan masyarakat. Di Akropolis memerintah sekelompok rakyat yang tidak bebas, yang rumahnya miskin berdesakan di dalam lingkungan yang sempit (misalnya kota Yeriko pada awal zaman tembaga itu luasnya sekitar 225 x 80 meter). Kota-kota itu lebih mudah dimengerti dengan adanya tempat perlindungan dan tempat penyimpanan barang-barang dan tempat kediaman. Cerita tentang bangsa Israel yang masuk ke Kanaan dari daerah padang stepa itu teras-

13

Template majalah diserning.indd 13

12/12/2011 6:26:44 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

kehidupan 14 ing dari waktu yangkota sampai

lama. Bagi mereka kehidupan kota nampak sebagai keangkuhan manusia (Kej. 11:1-9) dan kejahatan (19:128). Tempat-tempat pertama yang mereka kelilingi dengan tembok itu mirip dengan sebuah kota. Tempat-tempat itu semata-mata adalah tempat tinggal bagi para petani ladang. Di situ para penatua memegang tampuk pimpinan. Dengan pembentukan negara bagi bangsa Israel, barulah timbul proses urbanisasi. Bila kita sejenak mau belajar dari sejarah, maka kita akan memperoleh makna sebuah kota. Asal muasal kota adalah bentuk peralihan dari hidup petani menuju hidup kota di Timur Tengah berlalu dari dasa abad ketujuh menuju dasa abad ketiga. Hal itu penting sekali bagi tahap perkembangan kebudayaan umat manusia. Persekutuan kelompok desa yang terutama terpusat pada usaha produksi makanan itu berkembang menuju masyarakat yang berbeda dan memiliki

berbagai pekerjaan dengan kelompok jabatan baru seperti: tukang, pedagang, prajurit, pegawai, penulis, dan imam. Mereka membentuk sistem yang bertingkatan mengenai kekuasaan pengaruh dan haknya. Pada puncaknya bertumbuh sebuah pemusatan jenis kekuasaan teokratis, monarkis, atau aristokratis. Memang kita tidak dapat memutar dunia, namun Tuhan memberi kita akal budi agar kita bijaksana untuk belajar dari sebuah sejarah dan melangkah ke depan dengan lebih arif.

Sikap ke depan

\\\\\\\\\\\\\\\\

i tengah maraknya issue global warming sebenarnya sekarang kita sedang menuai dampak revolusi industri dengan berbagai macam bencana karena kemarahan bumi. Kejadian ini mendukung hipotesa Gaia yang dicetuskan oleh James E. Lovelock bahwa bumi sebagai sebuah kesatuan dapat dianggap sebagai sebuah organisme yang selalu menjaga keseimbangannya dengan menggunakan umpan

Template majalah diserning.indd 14

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:26:44 PM

Know Right ,Write now !

balik yang didapatkannya dari makhluk hidup. Jikalau dampak dari revolusi industri sangat kita rasakan, maka sebagai kaum intelektual kita pun harus mampu membaca, dampak apakah yang akan dihasilkan oleh revolusi teknologi informasi yang sekarang amat luar biasa merasuki kehidupan kita. Apakah kita siap dengan dampak revolusi informasi? Akibat revolusi ini muncullah era globalisasi. Batas-batas keberadaan orang menjadi dekat sekali secara maya. Arus informasi tidak mengenal batas negara atau bahkan lautan, pada saat yang bersamaan kita dapat memperoleh informasi yang sama. Kecanggihan arus informasi yang tidak megenal batas ruang ini akhirya juga memberikan dampak terhadap melunturnya karakteristik budaya dan nilai-nilai lokal masyarakat yang menjadi jati diri sebuah komunitas bahkan identitas sebuah negara. Oleh sebab itu tahun 1993, setahun setelah deklarasi Earth Summit, the International Union of Architecs (UIA)

\\\\

bersama dengan Ikatan Arsitek Amerika (American Institute of Architecs/ AIA) telah mengeluarkan Declaration of Independence for Sustainable Future. Dalam pendekatan sustainable bukan sekedar hijau, bukan sekedar hemat energi, tetapi ada muatan nilai lokal. Belajar dari Jepang, pada tahun 2005 telah membuat sebuah guidelines application untuk komunitas arsiteknya dalam rangka mendorong terbentuknya masyarakat yang berkelanjutan. Ada lima hal pokok yaitu longevity, symbiose, energy conservation, resource conservation and cyclicity, succession of good architectural culture.

15

Langkah kecil yang perlu komitmen

enyikapi apa arti kota bagiku? maka kita harus kembali ke elemen kota yang paling kecil yaitu rumah. Ketika orang menganggap rumah adalah miliknya sendiri, maka sulit untuk mengembangkan kota adalah tempat untuk hidup. Jika mulai saat ini setiap warganegara mulai sadar bahwa bumi

Template majalah diserning.indd 15

12/12/2011 6:26:44 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

16 pun perlu bernafas seperti kita juga perlu

DISCERNING | Edisi 01

bernafas. Maka kesadaran akan bumi yang perlu bernafas harus diwujudkan dengan langkah pertama yang nyata bahwa setiap warganegara menyediakan sejengkal tanah di rumahnya masingmasing. Dan di atas sejengkal tanah itulah kita harus berbagi hidup dengan makhluk hidup yang lain. Kalau kita tidak bisa hidup tanpa air, maka tanahpun juga perlu air. Oleh sebab itu langkah kedua buatlah kolam dengan segala isi hewan dan tumbuhannya sehingga memungkinkan kita melakukan kontak dan berbagi tempat dengan alam ciptaan Tuhan yang lainnya. Langkah ketiga, ciptakanlah ruang-ruang komunitas yang mampu mewadahi tradisi leluhur. Berikanlah apresiasi pada sejarah tanpa kita harus hidup seperti pada jaman lampau. Apresiasi terhadap tradisi akan membawa kita pada sebuah pengkayaan nilai nilai lokal para leluhur kita. Dengan langkah langkah kecil ini kita akan benar benar mampu menjaga mandat

budaya dari Allah, yaitu untuk mengusahakan dan memeliharanya ( Kejadian 2:15). Kita tidak berhak hanya memanfaatkan kota sebagai tempat untuk bekerja, tetapi kita juga harus memeliharanya. Dan akhirnya semoga sebagai warga negara kita mampu menghargai alam ciptaan Tuhan, menghargai warisan leluhur dan menjaganya demi anak cucu kita. Kita tidak memiliki bumi maka sudah sewajarnya bila kita bersyukur pada Tuhan yang telah menganugerahkan bumi kepada kita, oleh sebab itu mari kita pelihara bersama bumi ini, kota ini.

Template majalah diserning.indd 16

12/12/2011 6:26:45 PM

Know Right ,Write now !

17

Template majalah diserning.indd 17

12/12/2011 6:26:50 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

18

demi kisah seks digambarkan secara vulgar.

eksualitas itu cantik bukan? Siapapun akan tergoda untuk melakukannya. Terutama ketika ia telah dibalut dalam keindahan kata kata sastra yang mengundang selera. Potongan demi potongan adegan erotis digambarkan sedemikian rupa hingga seksualitas tak menjadi hal yang tabu. Adegan itu kini menghiasi hampir sebagian besar sastra dewasa kita. Menggelitik hati nurani kita untuk bertanya, betulkah seks tanpa komitmen itu nikmat? Adat timur kimpta mengajarkan bahwa seks adalah hal yang tabu, tidak patut diumbar kepada publik. Namun perlahan, ketabuan itu dipecahkan melalui sastra. Penulis demi penulis menggoreskan pena mereka di atas kertas, memasukkan sepotong seks menjadi ramuan penarik untuk karya mereka. Literasi menyebutkan Ayu Utami dengan Saman dan Larung adalah yang mendobrak benteng tabu tersebut . Kisah

Dan aku menamainya k****t karena serupa k****l yang kecil. Namun liang itu tidak diberinya sebuah nama. Melainkan, dengan ujung jarinya ia merogoh. Dan dengan p***snya ia menembus (Saman, Ayu Utami) Kemudian, penulis sastra lainnya pun muncul, seperti Fira Basuki, Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu yang membawakan seks dengan cara yang anggun. Muncullah istilah sastra wangi yang sarat dengan kevulgaran, serupa bacaan seks kelas rendah. Namun sastra ini, di luar dugaan, sarat akan makna. Perempuan digambarkan dalam lingkup patriariki yang kental. Sosok yang berusaha mendobrak paradigma kaku mengenai seksualitas, perkawinan, dan kehidupan melalui seksualitas. Penyampaian ini berada pada tataran sastra serius. Tak berhenti di mereka, muncullah genre Metropolis, yang dimulai dengan Indiana karya Clara Ng2 . Perempuan pun bertransformasi menjadi sosok wanita

Vassilisa Agata
Penulis adalah mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2008

Template majalah diserning.indd 18

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:26:51 PM

Know Right ,Write now !

Dinda-the-MLIF (Mom Id Like to F**k): God, darl, if I were you, I would have f**ked him already. Aku hanya bisa membalas: Im done f**cking men,

Template majalah diserning.indd 19

12/12/2011 6:26:52 PM

DISCERNING | Edisi 01

karir independen, sukses, namun kadang jatuh bangun dalam relasinya dengan makhluk bernama pria. Mereka bebas memilih pria, meniduri pria manapun, dan seks tak lagi berelasi positif dengan perkawinan. Perempuan tak terkekang patriarki. Seksualitas tak lagi diseriusi lewat sastra, tetapi juga disampaikan dengan bahasa mengalir khas budaya Jakarta. Ika Natassa dengan koleksi tiga novelnya menggambarkan dengan cerdas kehidupan seorang wanita karir yang terjebak dalam komplitnya hubungan pria dan wanita. Mulai dari kisah wanita karir dan pria karir yang tak sanggup meletakkan ego karir demi pernikahan, beralih ke pasangan yang telah bercerai namun saling merindu, serta kembali lagi dengan sosok wanita player yang telah meniduri semua lelaki yang pernah ia kencani namun selalu jatuh cinta pada sahabatnya, orang yang tidak pernah ia tiduri.

darl. I want to marry this one. (Antalogi Rasa, Ika Natassa)

19

ercermin Pada Seks Manusia selalu mencari cara untuk bersuara, tanpa bisa dikekang oleh sistem tertentu, dan sastra adalah salah satu medianya3 . Seni kontemporer yang kini tengah melanda kaum seniman Indonesia tengah membanjiri ruang publik dengan berbagai karya mengenai realitas masyarakat. Seks adalah salah satunya. Goenawan Mohamad mengatakan bahwa seni kontemporer saat ini adalah perwujudan masyarakat yang gelisah terhadap perubahan jaman, ketidakpastian, ketimpangan sosial yang mengukung mereka4 . Lantas, gelisah itu tertuang dalam sastra. Dalam kasus sastra wangi, perempuanlah yang gelisah terhadap tatanan sosial. Budaya patriarki yang dipupuk sejarah bertahun tahun silam telah menimbulkan banyak ketidakadilan bagi perempuan. Perempuan yang tidak terdukasi, manut sama suami, mendekam di rumah,

Know Right ,Write now !

kelas dua yang 20 warga mendapatkan hanya

ijin bersuara dari sang pria. Seks pun muncul reaksi akan kegelisahan perempuan. Meski tabu dan kontroversial, ia adalah bahasa universal yang dimengerti oleh semua orang. Melalui sastra yang sarat akan seks, penulis perempuan mencoba membalikkan ketimpangan yang sementara ini mendera mereka. Seperti yang diungkapkan Clara Ng, seks tak semata mata dimunculkan penulis untuk menarik pembaca5 . Melalui seks, perempuan mencoba menunjukkan eksistensi mereka. Perempuan itu ada dan mampu mengambil kendali. Hasrat yang sama juga diungkapkan oleh Helen Gurley Brown dalam karya fiksinya Sex and The Single Girl, perempuan bebas berhubungan seks dengan siapapun yang mereka senangi6. Ideologi ini kemudian terwujud dalam Cosmopolitan, the fun fearless female magazine. Helen Gurley Brown, memotivasi wanita untuk meraih apapun yang mereka inginkan, termasuk di tempat tidur7 . Seks tak hanya menjadi kekuasaan lelaki, tetapi juga perempuan8 .

Layaknya media yang lain, seks adalah sebuah media yang tak lepas dari konstruksi. Pertanyaan konstruksi realitas memunculkan ide telur dan ayam: manakah yang lebih dulu, masyarakat atau media? Apakah penggambaran seks bebas di media adalah realita yang kini dihadapi oleh perempuan saat ini kemudian terangkat ke media? Ataukah media menyentilkan ide tersebut dan kini tengah menjadi gaya hidup?

antas, bisakah kita, sebagai pembaca, turut bergabung dalam euforia ini? Hubungan seks seolah dilegalkan, tanpa dosa, dan lazim dilakukan oleh orang yang tidak menikah sekalipun. Komersialisasi kondom bertebaran di mana mana, membuat seks menjadi kegiatan yang aman. Dapatkah kita menerima seks tanpa komitmen seperti itu? Seks dalam media, tidak bisa semata mata dimaknai sebagai degradasi moral. Berangkat

Template majalah diserning.indd 20

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:26:52 PM

Know Right ,Write now !

pada konsep semiotika, setiap tanda dan lambang memiliki makna. Setiap penggambaran seks pada media, terutama sastra adalah sebuah kulit dari realita yang sedang terjadi. Maraknya seks di kalangan beberapa penulis (tentu bukan pengarang pornografi), memiliki alternatif makna sebagai ungkapan keprihatinan perempuan terhadap ketimpangan sosial. Seks tak bisa dimaknai dengan perspektif sempit. Topik mengenai seks juga membawa pembaca pada tahap yang lebih tinggi, yakni kesucian seks. Bertolak belakang dengan konsep seks yang membabi buta, ada makna ganda yang disampaikan oleh para penulis. Serbuan seks bebas selalu disertai dengan kritik dan pernyataan moral untuk membenarkan bahwa seks sesungguhnya adalah sesuatu yang sakral. Goenawan Mohamad menyebut hal ini sebagai penebusan dosa para penulis9 . Namun di sisi lain, serbuan seks bebas tersebut justru membuat pembaca menyadari betapa indahnya hubungan seks bila dilakukan hanya dengan satu orang saja. Melakukannya berkali kali hanya menurunkan nilai kesakralannya. Bukankah nilai ini yang menjadi titik ideal bagi setiap pasangan? Goenawan Mohamad juga menegaskan bahwa seks dalam kesusastraan

bukanlah serangan terhadap kehidupan seks tradisional yang tak bebas, namun justru mempertegas nilai tersebut10 . Dengan memberikan gambaran yang negatif, akan membawa pesan positif yang lebih kuat. Tentu, kita sebagai pembaca tak bisa selalu polos menerima terpaan media. Sudah menjadi tugas pembaca untuk selalu kritis, membedah kata demi kata pada media menggunakan perspektif yang benar. Dengan demikian, kritik yang termunculkan melalui seks bisa mendapatkan tujuan yang benar. Bila tidak, masyarakat sungguh sungguh terpuruk pada seks bebas tanpa aturan.

21

1 .Agus Sulton, Sastra Wangi Aroma Selangkangan, (http://oase.kompas.com/read/ 2010/04/01/ 01481963/Sastra.Wangi.Aroma. Selangkangan) 2 Seminar I Want To Be a Storyteller di Universitas Kristen Petra, 21 Oktober 2011. 3 Rinaldi Ridwan, Pengobyekan Perempuan Dalam karya Sastra, Jurnal Perempuan (http://jurnalperempuan.com/2011/06/pengobyekan-perempuan-dalam-karya-sastra/). 4 Goenawan Mohamad, Seks, Sastra, dan Kita, Sinar Harapan, 1980. 5 Seminar I Want To Be a Storyteller di Universitas Kristen Petra, 21 Oktober 2011. 6 Jennifer Benjamin, How Cosmo Change The World: The Fascinating Story of The Magazine You Know, Love, and Can't Live Without (http://www.cosmopolitan.com/about/about-us_how-cosmo-changed-the-world). 7 Ibid. 8 Agus Sulton, Sastra Wangi Aroma Selangkangan. 9 Goenawan Mohamad, Seks, Sastra, dan Kita. 10 Ibid.

Template majalah diserning.indd 21

12/12/2011 6:26:52 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

22

Peter Alimin Penulis adalah mahasiswa jurusan keuangan angkatan 2010

Template majalah diserning.indd 22

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:26:55 PM

Know Right ,Write now !

23

elakangan ini di tengah gejolak krisis global, pemerintah RI selalu menyatakan kepada pasar dan masyarakat untuk tenang-tenang saja, tidak panik, dengan menyebutkan beberapa indikator ekonomi versi pemerintah yang menyatakan bahwa Indonesia aman dan tidak terpengaruh dengan gonjangganjing ekonomi dunia. Sayangnya, indikatorindikator yang digunakan cenderung misleading atau menyesatkan. Salah satunya adalah pernyataan yang dikeluarkan oleh Agus Martowardojo, Menteri Keuangan RI. Beliau menyatakan, meskipun jumlah nominal bertambah, tapi rasio utang terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) semakin menurun dan saat ini rasio utang Indonesia jauh lebih rendah dibanding rasio utang negara maju, misalnya AS sekitar 100% (dari PDB) dan Jepang di atas 200%. Pernyataan ini mengesankan bahwa rasio hutang terhadap

PDB jauh lebih penting dibanding memperhatikan nominal yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Sayangnya, apa yang diungkapkan ini mengaburkan fakta sebenarnya bahwa PDB sama sekali tidak mencerminkan kemampuan suatu negara melakukan pembayaran hutang. Hal ini perlu kita cermati dari definisi PDB itu sendiri, yang pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha suatu negara, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi dalam suatu negara untuk periode waktu tertentu. Demikian pula dalam perhitungan PDB, yang adalah penjumlahan konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor netto, sama sekali tidak mencerminkan apapun terhadap kemampuan pembayaran utang pemerintah yang jumlahnya per Agustus 2011 mencapai

Template majalah diserning.indd 23

12/12/2011 6:26:56 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

24
Rp 1.744,34 triliun. Dari fakta tersebut, sebenarnya kita bisa melihat bahwa besaran PDB tahun 2010 yang mencapai Rp 6.422 triliun , tidak seluruhnya menjadi hak pemerintah, karena besaran itu adalah gambaran aktivitas ekonomi suatu negara. Dari angka tersebut, yang menjadi hak negara adalah pajak yang merupakan penerimaan negara untuk membiayai APBN, yang besarannya di kisaran 700-800 triliun, yang berarti tax ratio-nya hanya 11% dari PDB Indonesia. Pun, dari angka penerimaan pajak tersebut tidak seluruhnya bisa digunakan untuk pembayaran utang. Jika kita mengacu pada LKPP APBN 2010, sejumlah 344,7 triliun adalah untuk ditransfer ke daerah, dan hampir 700 triliun digunakan untuk belanja pemerintah pusat, yang sebagian besar berkutat pada pengeluaran rutin, seperti pemeliharaan alutsita dan pembayaran gaji PNS, termasuk pembayaran bunga utang pemerintah pusat yang besarnya 88 triliun per tahun. Anehnya, besaran pembiayaan APBN dari kegiatan hutang pemerintah juga besarannya hampir sama, yaitu 86,9 triliun Rupiah. Artinya, untuk membayar bunga utang saja pemerintah kita harus menerbitkan hutang baru. Ini berarti bahwa Pemerintah RI, yang di saat yang sama menyatakan bahwa hutang Indonesia sangat aman, hanya melakukan aksi gali lubang tutup lubang. Bisa dibayangkan jika pada titik tertentu, likuiditas di dunia menjadi amat ketat sehingga tidak ada yang bisa dimintai pinjaman oleh Indonesia untuk membayar bunga dan pinjaman yang jatuh tempo ini. Dengan fakta seperti ini, apakah masih relevan menggunakan perbandingan PDB dalam mengukur kemampuan pembayaran hutang Indonesia? Bukankah emas dari bumi Papua

Template majalah diserning.indd 24

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:26:56 PM

Know Right ,Write now !

25
yang diekspor yang menjadi hak PT. Freeport, ataupun berbagai kekayaan alam lainnya yang tidak lari sebagai penerimaan negara, juga masuk sebagai komponen perhitungan PDB? Kita seharusnya lebih mementingkan fakta bahwa dibandingkan kondisi hutang di tahun 2000, hutang kita sudah naik sebanyak 510,06 triliun per Agustus 2011. Kenaikan hutang yang luar biasa ini tidak terlepas dari campur tangan Kementerian Keuangan di era kepemimpinan Sri Mulyani, yang mengemas berbagai hutang baru dengan kemasan menarik, sebut saja program Obligasi Ritel Indonesia (yang sudah sampai dengan edisi ke-8, diterbitkan dengan iming-iming membantu lingkungan dan penanaman pohon) maupun utang syariah dalam bentuk Sukuk. Belum lagi kebijakan renumerasi di kementeriannya yang luar biasa besarnya, diikuti dengan renumerasi dan penerimaan PNS besar-besaran, begitu membebani anggaran negara. Hanya sebuah komitmen yang dijalankan dengan solusi yang tepatlah yang dapat memperbaiki kondisi hutang Indonesia, yang sebenarnya sangat berbahaya ini. Setiap tahun, APBN kita selalu mengalami defisit yang tidak kecil, yang tahun ini saja jumlahnya 150,8 triliun. Kita harus mengambil langkah efisiensi, dengan tidak lagi defisit tetapi menciptakan surplus, sehingga bukan pembiayaan dengan hutang yang dilakukan, tetapi mencicil hutang. Dua cara yang ditempuh yaitu meningkatkan penerimaan negara, dan efisiensi belanja negara. Penerimaan negara bisa ditingkatkan dengan berbagai cara, antara lain: renegosiasi kontrak karya yang merugikan Indonesia, seperti kasus Freeport di Papua; upaya penegakan hukum yang tegas terhadap koruptor dan bekerja sama dengan negara asing

Template majalah diserning.indd 25

12/12/2011 6:26:56 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

26
untuk membawa kembali uang negara yang disimpan di luar negeri; mengurangi tax evasion yang dilakukan oleh orang-orang superkaya melalui pembentukan payung hukum yang tegas; meningkatkan efisiensi dalam sistem perpajakan. Sementara belanja negara bisa ditekan melalui berbagai cara juga, seperti: penghapusan programprogram yang tidak terlalu penting, dan juga mengawasi penyaluran subsidi dengan maksimal (termasuk BBM bersubsidi yang seringkali dijual ke luar negeri secara ilegal). Langkah untuk menciptakan surplus pada anggaran negara melalui dua cara inilah yang juga diperjuangkan Partai Republik di Amerika Serikat sebagai solusi terhadap hutang Amerika Serikat yang juga menggunung, walau upaya ini coba dijegal oleh Partai Demokrat. Sudah seharusnya, Indonesia mengambil langkah yang sama. Sampai kapan pemerintah kita sadar bahwa yang namanya hutang suatu saat harus diselesaikan? Mari kita mewarisi anak cucu kita dengan kekayaan alam dan kemajuan Indonesia, bukan dengan hutang yang menggunung.

DISCERNING | Edisi 01

1Agus Marto: Meski Nominal Naik, Tapi Rasio Utang RI Turun , detikFinance, 14 September 2011. 2 Badan Pusat Statistik, http://www.bps.go.id/aboutus.php?id_subyek=11&tabel=1&fl=2 3 Republik Indonesia, Buku Perkembangan Utang Negara: Pinjaman dan Surat Berharga Negara edisi September 2011, h.19 4 BPS: PDB Indonesia 2010 Tembus US$700 Miliar, Vivanews, 7 Februari 2011 5 BI : Investor Tak Lihat Utang Indonesia, Neraca, 19 Juli 2011

Template majalah diserning.indd 26

12/12/2011 6:27:00 PM

Know Right ,Write now !

27

Penulis adalah mahasiswi jurusan IBM angkatan 2011

Claudia P. Chandra

Template majalah diserning.indd 27

12/12/2011 6:27:05 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

28 Lapangan Pekerjaan Untuk Sarjana

ewasa ini lapangan kerja merupakan sesuatu yang diperebutkan. Susahnya mencari pekerjaan merupakan faktor dari tingginya angka pengangguran di Indonesia. Sesuai data dari BPS (Badan Pusat Statistik) per Februari 2011, terbilang 8,1 juta orang atau 6,80 persen dari total angkatan kerja merupakan pengangguran terbuka. Banyak faktor atau pihak yang mempengaruhi fakta ini, salah satunya adalah tingkat pengangguran terdidik (Intelektual) Indonesia, khususnya dari tingkat pendidikan universitas yang mencapai 9,95 persen dari TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka).

Faktanya dari data BPS per Februari 2011 dapat disimpulkan bahwa pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sebesar 55,1 juta orang (49,53 persen), sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil. Pekerja dengan pendidikan sarjana hanya 5,5 juta orang (4,98 persen). Poinnya, lulusan sarjana yang seharusnya memiliki berbagai kompetensi dan keahlian, seakan-akan tidak dapat menjalankan tugasnya dalam membangun perekonomian. Seperti yang diungkapkan oleh penulis dalam latar belakang, disebutkan bahwa kurangnya lapangan kerja, dalam hal ini lapangan kerja bagi

Template majalah diserning.indd 28

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:27:05 PM

Know Right ,Write now !

Mahasiswa Berwirausaha

K
Template majalah diserning.indd 29

ewirausahaan atau yang populer den-

12/12/2011 6:27:05 PM

DISCERNING | Edisi 01

tenaga kerja terdidik, masih mencolok di negara kita tercinta yang masih berkembang. Sektor industri yang meraup banyak buruh (jenjang pendidikan SD ke bawah) memang masih menjadi tulang punggung untuk mengatasi masalah pengangguran. Di negara berkembang seperti Indonesia, ketersediaan lapangan kerja bagi tenaga kerja terdidik tidak cukup untuk menampung semua lulusan universitas. Apakah itu berarti dead end atau full stop? Tidak! Bukan berarti tidak ada jalan lain. Masih ada alternatif lain, BERWIRAUSAHA !

gan Entrerpreneurship memang bisa dibilang merupakan kajian klasik. Sejak beberapa tahun yang lalu kewirausahaan merupakan salah satu MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum) yang wajib bagi mahasiswa. Klasik karena sering sekali dibicarakan, dikaji, atau diseminarkan. Namun pada akhirnya banyak dipandang sebelah mata oleh para mahasiswa dengan berbagai alasan. Mengenai kewirausahaan, Hisrich-Peter (1995:10) dalam Alma (2004:26) memaparkan: Entrepreneurship is the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psychic, and social risk, and

29

Know Right ,Write now !

30 receiving the resulting rewards of mon-

etary and personal satisfaction and independence. Dapat diartikan secara sederhana bahwa seorang wirausahawan merupakan orang yang berwirausaha menciptakan sesuatu yang unik, dengan mengorbankan berbagai macam hal, dan mengambil resiko yang ada untuk mendapatkan rewards, entah menyangkut uang atau kepuasan dan kebebasan pribadi. Kebebasan pribadi merupakan suatu reward / insentif yang menarik bagi calon-calon wirausahawan terutama mahasiswa. Tapi banyak mahasiswa yang sudah takut sebelum mencoba, dengan membayangkan resiko-resiko yang harus diambil. Memang dalam berwirausaha tidak

ada security dalam hal keuangan dan posisi, dibandingkan saat menjadi pegawai. Hal ini dapat menjadi faktor penghambat, apalagi didukung dengan stereotip atau pandangan masyarakat bahwa seseorang yang bekerja di perusahaan besar itu cool, dengan setelan jas dan kemeja kantorannya. Lapangan kerja menyerap tenaga kerja yang turut menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan tingkat kesejahteraan, tidak hanya individu, melainkan kesejahteraan masyarakat. Tidak berhenti hanya sampai di situ, meningkatnya pertumbuhan ekonomi juga merupakan hasil yang menguntungkan dari kegiatan berwirausaha. Menurut Dr. (HC) Ir. Cipu-

Template majalah diserning.indd 30

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:27:05 PM

Know Right ,Write now !

tra, sampai sekarang Indonesia hanya memiliki sekitar 400.000 pengusaha atau hanya 0,18 persen dari jumlah peduduk Indonesia. Hal itu dapat dikaitkan dengan kemajuan suatu negara. Untuk dikatakan sebagai negara maju (developed country), perlu mencapai angka 2 persen. Masalahnya memang bukan hanya dari sudut pandang psikologis manusianya, melainkan sistem pendidikan yang masih mengutamakan cognitive-based juga menjadi kerikil-kerikil yang menghambat pertumbuhan jiwa entrepreneurship. Bagaimana dengan pemerintah? Sebenarnya pemerintah sudah mengusahakan berbagai macam hal untuk mendukung pertumbuhan entrepreneurship. Kepala

Mahasiswa Ujung Tombak Perekonomian Mahasiswa sering diasosiasikan sebagai

Template majalah diserning.indd 31

12/12/2011 6:27:05 PM

DISCERNING | Edisi 01

Subdirektorat Statistik Ketenagakerjaan Badan Pusat Statistik (BPS), Aden Gultom mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah telah menggenjot pendidikan keterampilan (vocational education) melalui SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) setelah melihat tingginya angka pengangguran terdidik. Selain itu pemerintah juga telah berupaya untuk menggalakkan program-program bantuan usaha, pemberian kredit, untuk meningkatkan pengusaha atau entrepreneur baru. Menurut Aden, hal itu diharapkan dapat menjadi stimulus bagi tenaga kerja terdidik untuk menciptakan lapangan usaha baru.

31

Know Right ,Write now !

32 orang muda yang memiliki daya krea-

tivitas, daya juang tinggi dan ditambah dengan pendidikan yang ada, secara general merupakan kandidat terbaik untuk seorang entrepreneur. Muda, berarti belum memiliki tanggungan yang banyak dan seharusnya mahasiswa lebih tepat menjadi The Risk-taker dibanding dengan orang-orang tua yang harus menanggung beban kehidupan keluarga dan lain-lain. Dari fakta-fakta tersebut sebenarnya dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya telah dilakukan untuk menopang entrepreneur baru. Sistem pendidikan juga

terus diperbaiki dan ditingkatkan, namun lakonnya, yaitu mahasiswa sendiri tidak boleh berpangku tangan. Harus ada upaya-upaya untuk menambah skill berwirausaha, sehingga potensi-potensi yang ada dapat dioptimalkan, diaplikasikan menjadi sesuatu yang konkret, yaitu lapangan kerja, kesejahteraan, dan pertumbuhan ekonomi.

Template majalah diserning.indd 32

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:27:05 PM

Know Right ,Write now !

33

T e g u h Fe b r i an t o
penulis adalah mahasiswa jurusan arsitektur angkatan 2009

Template majalah diserning.indd 33

12/12/2011 6:27:10 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

34

ilayah perbatasan merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap konflik, terutama sengketa dengan negara-negara tetangga. Indonesia merupakan negara kepulauan teluas wilayahnya di dunia, karena itu tidak heran wilayah Indonesia bebatasan dengan banyak negara. Banyak negara tetangga bukan hanya berarti banyak teman namun juga banyak musuh. Kemungkinan negara-negara tersebut menginginkan sebagian wilayah Indonesia sangat besar, jika menilik faktor SDA (Sumber Daya Alam) Indonesia yang melimpah. Batas laut maupun darat merupakan sesuatu yang berhaga untuk dipertahankan. Malaysia sebagai negara yang memiliki wilayah perbatasan paling luas dengan Indonesia tampak sering melakukan provokasi dengan berbagai permasalahan yang ditimbulkan. Tidak hanya dengan provokasi mi-

liter dengan kendaraan tempur, Malaysia juga sering memindah-mindah patok perbatasan. Bahkan dalam berbagai kesempatan Negeri Jiran tersebut sering menggoda dengan berbagai upaya agar wilayah NKRI dapat menjadi milik mereka dengan cara yang lebih halus, tanpa kekuatan militer atau memindah-mindah patok perbatasan. Cara halus yang dimaksud adalah pembangunan wilayah dekat perbatasan dengan Indonesia yang memiliki berbagai motivasi. Selain bertujuan menyejahterakan rakyat Malaysia sendiri, pembangunan ini dapat berfungsi sebagai godaan agar orang Indonesia di wilayah perbatasan yang merasa ditelantarkan pemerintah Indonesia mau hijrah ke negara yang katanya satu rumpun dengan Indonesia tersebut. Hal lain yang paling menguntungkan dari ulah Malaysia itu adalah kekuatan hukum Malaysia atas wilayah per-

Template majalah diserning.indd 34

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:27:11 PM

Know Right ,Write now !

35
batasan tersebut menjadi lebih kuat dimata publik internasional jika dibandingkan Indonesia, karena jelas pengaruh Malaysia lebih besar di sekitar wilayah tersebut jika dibandingkan pengaruh Indonesia. Hal ini tentu mengingatkan kita pada kasus pulau Sipadan dan Ligitan yang didapatkan Malaysia secara cumacuma. Jadi benarkah hal ini hanya persoalan godaan dari Pemerintah Malaysia ataukah memang kita sebagai bangsa Indonesia tidak memiliki kepedulian terhadap wilayah perbatasan? Bukankah kehidupan masyarakat kawasan perbatasan merupakan tanggung jawab bangsa Indonesia juga, bukan hanya persoalan provokasi negara tetangga? tampaknya Malaysia juga ingin menguasai pulau Spartley yang juga menjadi sengketa banyak negara. Cara yang digunakan Malaysia pun sama seperti dalam kasus Sipadan dan Ligitan, yaitu membangun pulau tersebut untuk memperoleh status hukum yang lebih kuat. Sebagai Negara yang memiliki ambisi besar dan memiliki wilayah perbatasan yang paling luas dengan Indonesia, maka perlu dilakukan perbandingan antara kehidupan di perbatasan Malaysia dan Indonesia. Pertama, infrastruktur jalan dari kawasan perbatasan menuju kota besar di Indonesia sebagai pusat kebudayaan tidak memadai jika dibandingkan akses menuju Malaysia. Sebagai contoh akses dari kawasan perbatasan Temajuk (desa yang tertelak diujung paling barat Kalimantan) menuju Pontianak (ibukota Kalimantan Barat sangat tidak memadai dengan memakan waktu perjalan selama 12 jam

Perbandingan Dengan Malaysia selama ini Tampaknya

Malaysia sering memprovokasi Indonesia. Namun sebetulnya bukan hanya Indonesia, karena

Template majalah diserning.indd 35

12/12/2011 6:27:11 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

36
nonstop melewati sungai dan jalan dengan tanah yang lembek. Bandingkan dengan akses dari Kuching, Negara Bagian Serawak, Malaysia ke Temajuk yang hanya membutuhkan waktu 3 jam melalui perjalanan darat! (Jawa Pos, 31 Oktober 2011) Kedua, kawasan perbatasan terasa seperti wilayah yang terisolasi dan ditelantarkan. Masih mengutip harian Jawa Pos tanggal 31 Oktober 2011, Tidak adanya listrik membuat suasana malam desa menjadi sepi. Digantikan oleh bunyi genset. Genset memang menjadi satu-satunya alat untuk mendapatkan penerangan Bayangkan betapa ironisnya keadaan ini mengingat pantai Temajuk merupakan lokasi memesona yang seharusnya dapat menarik wisatawan dan sekarang sedang diincar Malaysia karena salah satunya menyimpan keindahan sewaktu sunset (Jawa Pos, 31 Oktober 2011). Bayangkan apa yang Malaysia lakukan sehingga berhasil mendapatkan Sipadan dan Ligitan jika dibandingkan apa yang dilakukan bangsa Indonesia terhadap kawasan perbatasannya sendiri! Memang masih banyak permasalahan lain selain dua masalah yang disebutkan di atas. Namun dari dua masalah penting di atas, maka dapat diambil kesimpulan kurangnya perhatian Bangsa Indonesia terhadap kawasan perbatasan. Pembangunan yang tidak berkelanjutan tentu tidak banyak membantu dan hanya akan menambah masalah baru.

DISCERNING | Edisi 01

Pembangunan Wilayah Perbatasan Bangsa Indonesia

sepertinya tidak tertarik wilayah perbatasan. Dengan pembangunan yang pesat di kotakota besar, tampaknya wilayah perbatasan menjadi dianaktirikan. Masyarakat terlihat hanya ingin mencari untung

Template majalah diserning.indd 36

12/12/2011 6:27:11 PM

Know Right ,Write now !

37
pada wilayah yang telah maju. Perkembangan arsitektur pun tampaknya banyak bertujuan untuk pengembangan kawasan yang hanya memihak pada kebutuhan kaum menengah ke atas di kota besar, dengan konsep-konsep mewah yang akan mendatangkan keuntungan besar. Seperti yang ditulis dalam buku Arsitektur Untuk Kemanusiaaan karya Galih Widjil Pangarsa, bahwa arsitektur seperti ini lebih pantas disebut starchiteture, dan akan dapat menghasilkan biaya konstruksi sebesar 3000 USD/m2 atau seluas tempat tidur kucing. Sebenarnya pemerintahan Orde Baru telah memperhatikan masalah pengembangan wilayah perbatasan dengan mengadakan program transmigrasi. Awalnya program ini bertujuan menempatkan sekelompok masyarakat untuk mengembangkan wilayah tertentu. Namun program ini ternyata tidak dijalankan secara berkelanjutan. Wilayahwilayah tertentu masih tetap tertinggal, dan pembangunan masih berpusat di pulau Jawa. Padahal wilayah perbatasan merupakan bagian penting bagi Bangsa Indonesia. Tentu kita tidak mengharapkan wilayah perbatasan kita digerogoti sedikit demi sedikit oleh negara tetangga. Di lain pihak tampak tidak ada yang mau memulai langkah awal untuk mengembangkan wilayah perbatasan. Tidak semua orang memiliki mental baja seperti Nurmali yang secara terang-terangan membangun sebuah Pondok Merah Putih di wilayah perbatasan dan mengelola tanah menjadi perkebunan dengan ancaman helikopter-helikopter dan Polisi Diraja Malaysia (JawaPos, 19 Oktober 2011). Jadi, apakah yang harus dilakukan sebagai bangsa Indonesia berkaitan dengan wilayah perbatasan? Mungkin semuanya harus dimulai pada pilihan dan inisiatif dari dalam diri kita seba-

Template majalah diserning.indd 37

12/12/2011 6:27:11 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

38

gai bangsa Indonesia tentang pembangunan di wilayah perbatasan. Tidak hanya pemerintah, namun juga individu atau orang-orang yang merasa mampu dan tergerak hatinya untuk mau memulai langkah awal mengembangkan wilayah perbatasan. Karena itu mengapa dari wal saya menulis bangsa ? diharapkan bagi yang membaca artikel ini sadar bahwa hal ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga soal kepedulian seluruh BANGSA INDONESIA !

DISCERNING | Edisi 01

Sumber : Pangarsa, Galih Widjil.2008. Arsitektur Untuk Kemanusiaan. PT Wastu Lanas Grafika : Surabaya Camar Bulan, Kawasan di Perbatasan yang Terabaikan : DIJAJAH SINYAL SELULER MALAYSIA.Jawa Pos, 31 Oktober 2011 Ironis,Puluhan Guru Malas Mengajar. Jawa Pos, 31 Oktober 2011 Malaysia Tergiur Indahnya Sunset. Jawa Pos, 31 Oktober 2011 Nurmali, Bangun Pondok Merah Putih di Wilayah Sengketa Camar Bulan,Kalbar : Yakin Wilayah RI, Tak Takut Polisi Malaysia. Jawa Pos, 19 Oktober 2011

Template majalah diserning.indd 38

12/12/2011 6:27:12 PM

Know Right ,Write now !

39 Fransisca Wijaya
penulis adalah mahasiswi jurusan Teknik sipil Angkatan 2009

untuk menjadi tuan rumah event 2 tahun-an ini. Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah sendiri sebenarnya sudah diketahui saat Sea Games Federation Council Meeting di

Template majalah diserning.indd 39

12/12/2011 6:27:17 PM

DISCERNING | Edisi 01

alam beberapa bulan terakhir, masyarakat Indonesia mendapat sajian beritaberita mengenai persiapan Sea Games 2011. Kita patut berbangga karena Indonesia mendapatkan kehormatan

Know Right ,Write now !

40
Bangkok pada 6 September 20061. Namun baru pada Juli 2010, Presiden menetapkan Palembang sebagai host utama dan Jakarta sebagai host pendukung untuk pelaksanaan Sea Games 20112. Dalam waktu setahun, Jakarta dan khususnya Palembang harus berbenah diri mempersiapkan segala prasarana untuk mendukung kelancaran acara Sea Games 2011. Bangunan-bangunan baru mulai bermunculan, di antaranya sejumlah venue olahraga dan wisma atlet. Sayangnya persiapan Indonesia dalam membangun mulai dipertanyakan banyak pihak. Bahkan harian Jawa Pos memberikan kolom khusus Sea Games Siap atau Tidak? setiap hari di halaman utama. Tentu siapa saja yang mengikuti perkembangan berita ini menjadi bertanya-tanya, Siapkah Indonesia untuk menjadi tuan rumah Sea Games 2011? Sebagai informasi, Sea Games sendiri rencananya dimulai tanggal 11 November 2011, tapi hingga akhir Oktober 2011 masih banyak persoalan yang belum tuntas. Di antaranya belum cairnya anggaran, keterlambatan pembangunan sejumlah venue olahraga, tertundanya jadwal test event, hingga persoalan tender mebel untuk wisma atlet. Khusus untuk wisma atlet, media lebih menyoroti adanya kasus korupsi Rp 3,2 miliar untuk pembangunannya. Di tengah gegap gempitanya Palembang dalam menyambut Sea Games, sebenarnya ada satu hal penting yang patut mendapat perhatian khusus pemerintah. Bagaimanakah nasib bangunan-bangunan baru yang sudah dibangun itu setelah Sea Games berakhir? Apakah akan dialihfungsikan menjadi rusunawa (rumah susun sederhana sewa) atau rusunami (rumah susun sederhana hak milik)? Ataukah

Template majalah diserning.indd 40

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:27:17 PM

Know Right ,Write now !

41
akan direnovasi menjadi wisma-wisma PNS? Atau jangan-jangan bangunan tersebut hanya akan menjadi monumen peringatan saja. Atau lebih buruk lagi, bangunan tersebut menjadi bangunan liar dan menambah daftar panjang koleksi aset Pemerintah Kota yang kurang diberdayakan. Padahal perlu diingat, pembangunan venue olahraga dan wisma atlet Palembang telah menghabiskan sedikitnya Rp 200 miliar dari APBN3. Sangat disayangkan apabila anggaran sebanyak itu habis sia-sia menjadi bangunan liar saja. Bila kita menilik kisah pembangunan serupa, ternyata memang lebih banyak yang menjadi bangunan liar. Dalam pemberitaan Antara News, 7 Mei 2010, disebut terdapat dua venue PON di Jakabaring Sports Complex, Palembang dalam kondisi kusam dan terbengkalai karena tidak digunakan lagi. Padahal dua venue tersebut menjadi saksi sejarah pembukaan PON XVI tahun 2004. Hal yang sama bisa menjadi pembanding, bagaimanakah nasib bangunan-bangunan baru untuk Sea Games 2011 ini. Apalagi lokasi pelaksanaan Sea Games 2011 sama dengan PON XVI, yaitu di Jakabaring Sports Complex, Palembang. Kisah bangunan baru di Palembang dapat menjadi contoh dari kisah pembangunan untuk event khusus di Indonesia. Beralih fungsinya bangunan baru menjadi bangunan tidak terawat menunjukkan bahwa kurang adanya perencanaan pembangunan yang matang. Pemerintah tampaknya lebih memperhatikan aspek tujuan jangka pendek saja (yang penting pembangunan selesai dan Sea Games sukses!) dan kurang memperhatikan aspek perencanaan pembangunan (selanjutnya bangunan mau digunakan untuk apa?). Padahal perencanaan pembangunan meru-

Template majalah diserning.indd 41

12/12/2011 6:27:17 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

42
pakan hal yang sangat esensial karena dalam perencanaan dirumuskan pula tujuan yang akan dicapai. Perencanaan yang baik melibatkan kebutuhan sekarang dan masa mendatang sehingga baik tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dapat terpenuhi. Untuk mendapatkan perbandingan yang sesuai, mari kita melihat bangunan Sea Games dari Thailand saat negara tersebut menjadi tuan rumah Sea Games 2007. Thailand mengeluarkan anggaran USD 65 juta (setara Rp 585 miliar), hampir 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan anggaran Sea Games Indonesia yang hanya Rp 200 miliar. Hal ini dikarenakan Thailand membangun kompleks baru His Majesty the Kings 80th Anniversary Birthday Anniversary 5 December 2007 Sport Complex di Nakhon Ratchasima (Korat) yang menjadi pusat pelaksanaan acara Sea Games 2007. Perlu diketahui bahwa kota Korat bukanlah kota terbesar di Thailand. Luasnya hanya 37,5 km2 dengan kepadatan penduduk 4.432/km2 4, sedangkan Palembang luasnya 102,47 km2 dengan kepadatan penduduk 14.160/km2 5. Walaupun demikian, kota Korat mampu merawat kompleks olahraga yang megah tersebut dan tetap menggunakan fasilitas olahraga di sana sampai sekarang. Stadion utamanya digunakan sebagai home base Nakhon Ratchasima FC setelah acara Sea Games berakhir. Sementara venue lainnya seperti lapangan tenis dan atletik digunakan untuk turnamen-turnamen sekolah maupun profesional6. Berkaca dari semua hal di atas, ada 1 poin penting yang ingin penulis sampaikan di sini. Strategi dan koordinasi pembangunan sangat dibutuhkan sebagai pondasi bangunan event khusus seperti Sea

Template majalah diserning.indd 42

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:27:18 PM

Know Right ,Write now !

43
Games. Terutama karena bangunan Sea Games akan menjadi pusat perhatian se-Asia Tenggara selama 2 minggu saja, selanjutnya harus ada kejelasan fungsi dari bangunan tersebut. Apakah akan dikelola oleh swasta ataukah akan dialihfungsikan menjadi bangunan lain, hanya pemerintah kota yang dapat menjawabnya. Menurut penulis, salah satu solusi yang tepat adalah dengan bekerja sama dengan pihak-pihak yang terkait, entah klub sepakbola, voli, renang, atau cabang olahraga yang lain. Dengan demikian, venue-venue yang sudah ada memiliki masa depan sekaligus memberikan nilai guna bagi pihak pemkot maupun pihak klub olahraga. Pemerintah kota Palembang juga dapat mencontoh Thailand, yang mampu mempromosikan sebuah bangunan megah untuk penggunaan turnamenturnamen sekolah dan profesional. Bila ditanyakan kapan pemerintah kota harus memulai semuanya ini? Tentu seharusnya sudah sejak dimulainya Sea Games 2011. Jangan sampai slogan Sea Games Ayo, Indonesia Bisa hanya menjadi tulisan besar di spanduk saja. Semua elemen masyarakat harus meresapi bahwa Indonesia memang bisa mewujudkan masa depan bangunan Sea Games.

Endnotes: 1Website Resmi Sea Games 2011 (http://seag2011.com/en/about-seagames/) 2Opening-Closing Milik Sumsel, Sumatera Ekspres 21 Juli 2010 (http://www.sumeks.co.id/index. php?option=com_content &view=article&id=8549:opening-closing-milik-sumsel-&catid=72:berita-utama&Itemid=123) 3Wisma Atlet Palembang, Sumatera Ekspres 17 Mei 2011 (http://www.sumeks.co.id/index. php?option=com_content&view= article&id=14606:wisma-atlet palembang&catid=91:metropolis&Item id=123). 4 Nakhon Ratchasima, Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Nakhon_Ratchasima) 5Kota Palembang, Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang) 6His Majesty the Kings 80th Birthday Anniversary, 5th December 2007 Sports Complex, Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/ His_Majesty_the_Kings_80th_Birthday_Anniversary,_5th_December_2007_Sports_Complex)

Template majalah diserning.indd 43

12/12/2011 6:27:18 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

44

Di Indonesia, sudah menjadi hal yang lazim bagi lembaga pendidikan tinggi untuk berusaha keras mempromosikan sekolahnya kepada siswa-siswa SMA di berbagai tempat. Ajang kompetisi ini biasanya sudah dimulai sekitar satu semester bahkan mungkin satu setengah semester sebelum mahasiswa baru

Template majalah diserning.indd 44

DISCERNING | Edisi 01

12/12/2011 6:27:20 PM

Know Right ,Write now !

yang akan diterima dinyatakan aktif. Pelaksananya mulai dari lembaga pendidikan swasta hingga lembaga pendidikan tinggi yang dibiayai pemerintah. Sejumlah siasatpun dilakukan agar dapat menggugah minat banyak calon mahasiswa di seluruh Indonesia. Promosi di media cetak dan elektronik, penyelenggaraan lomba-lomba, presentasi ke sekolah-sekolah, dan sejumlah kegiatan kreatif lainnya. Lihat saja di iklan koran setiap hari, di antaranya pasti ada promosi terkait lembaga pendidikan tertentu (terutama mendekati waktu penerimaan mahasiswa). Ada berbagai macam informasi yang biasanya ditekankan lembaga pendidikan tinggi di Indonesia dalam presentasinya kepada calon mahasiswa, entah melalui media apapun. Segala prestasi dan potensi terbaik dari lembaga pendidikan tinggi disampaikan melaluinya. Diantaranya dari segi fasilitas fisik, misal:

Obaja Maruli

45

Penulis adalah mahasiswa Jurusan Informatika angkatan 2007

Template majalah diserning.indd 45

12/12/2011 6:27:21 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

46 netbook gratis, ruang komputer dengan

spesifikasi termutakhir, sinyal wi-fi di seluruh area kampus, AC, kemegahan gedung perkuliahan, sport center yang lengkap. Ada pula dari aspek kegiatan: keunikan proses ajar mengajar, studi banding ke luar negeri, atau seabrek kegiatan kemahasiswaan yang spektakuler. Selain itu ada juga dari segi prestasi dan pengakuan yang diraih kampus: standarisasi pendidikan secara internasional, peringkat atas penghasil karya ilmiah antar kampus, juara lomba internasional di bidang tertentu, bahkan jawara kompetisi olahraga antar kampus. Pengajar pun tak pelak jadi bahan promosi, mulai dari gelar yang dimiliki pengajar hingga kesaktian para dosen di bidang ilmunya. Servis dan fasilitas layanan pun tak ketinggalan, mulai dari kemudahan proses administrasi dan proses penerimaan, hingga garansi mendapatkan pekerjaan. Testimoni dan kisah sukses pun tanpa segan bertebaran di sana sini banyak alumnni yang telah bekerja di perusahaan

terkenal hingga alumni yang sudah menjadi pemegang jabatan-jabatan strategis. Presentasi lembaga pendidikan tinggi kepada calon mahasiswa tentu tidak salah, bahkan seringkali sangat informatif bagi para siswa SMA dan orang tua murid. Namun promosi lembaga pendidikan yang terjadi di Indonesia nampaknya tak begitu banyak yang sejalan dengan salah satu tujuan utama pendidikan yang terkenal itu, yakni memanusiakan manusia. Penyampaian informasi mengenai lembaga pendidikan tinggi yang seharusnya bersifat mulia direduksi menjadi sekedar ajang kompetisi perebutan calon mahasiswa dan prestise. Suatu awal yang buruk berpotensi besar menjadi akhir nan buruk pula. Pun jika lembaga tinggi memulai promosi kepada calon mahasiswa dengan motivasi yang tidak luhur, makin besar peluang mengakhirinya dengan kehancuran pula.

Dampak Negatif yang Muncul

DISCERNING | Edisi 01

ertama, motivasi yang tidak adiluhung dalam promosi lembaga pendidikan tinggi memicu penekanan informasi berlebihan pada hal-hal bersifat sekunder dan tampak spektakuler. Pencitraan berlebih

Template majalah diserning.indd 46

12/12/2011 6:27:21 PM

Know Right ,Write now !

pada hal-hal yang sekunder dapat berupa berupa prestise gelar, ke-glamouran suasana kampus, atau fasilitas yang tidak bersifat primer. Akhirnya calon mahasiswa memilih suatu kampus dan jurusan hanya sekedar karena menginginkan hal-hal tersebut. Suatu alasan yang patut disayangkan karena sifatnya remeh-temeh. Banyak orang di Indonesia sudah lelah dengan politik pencitraan dari politikus, masakan lembaga pendidikan tinggi malah ikut-ikutan melakukan hal yang sama? Kedua, semangat individualis yang semakin membesar dalam diri calon mahasiswa. Tiap promosi suatu lembaga pendidikan tinggi pasti menyertakan jurusan atau program pendidikan pendidikan yang ia selenggarakan. Namun promosi yang sekedar hanya ingin memaksimalkan jumlah pendaftaran calon mahasiswa dapat memicu ketidakseimbangan dalam penekanan dan penyajian informasi. Promosi semacam ini akan mempresentasikan prospek dan berbagai hal positif yang akan diraih saat lulus dari suatu jurusan peluang profesi suatu jurusan, gelar, atau prospek ekonomisnya namun lupa bahkan tidak pernah mencantumkan apa tanggung jawab dari lulusan terkait keberadaan jurusan

dan bidang ilmu tersebut di masyarakat. Presentasi semacam ini cenderung memicu calon mahasiswa untuk alih-alih bertanya, apa yang dapat saya layani bagi orang lain melalui jurusan yang akan saya ambil?, calon mahasiwa malah akan cenderung berpikir, apa yang akan saya raih melalui jurusan yang saya ambil? Informasi yang tidak seimbang telah memicu semangat individualis calon mahasiswa. Potensi ini makin memungkinkan mengingat masa usia sekolah menengah tingkat atas seringkali menjadi masa dimana para siswa mencari jati dirinya. Gempuran media seringkali memicu siswa-siswi sekolah untuk berpikir, bersikap dan bergaya hidup individualis dalam berbagai hal, termasuk dalam hal menata masa depan. Apalagi jika ditambah promosi pendidikan tinggi semacam ini yang ibarat guyuran minyak gas di atas api individualisme nan sedang membara. Ketiga, akibat promosi yang keliru, calon mahasiswa mengalami dampak-dampak negatif akibat pemenuhan individualisme saat

47

Template majalah diserning.indd 47

12/12/2011 6:27:22 PM

DISCERNING | Edisi 01

Know Right ,Write now !

lembaga pen48 memilih tinggi. Sebagai didikan

imbas dari pemaknaan yang salah dalam hal kesuksesan, banyak orang yang malah memasuki bidang ilmu yang seharusnya tidak ia masuki. Orang-orang yang salah jurusan akhirnya memaksakan diri berkiprah di bidang ilmu yang tidak seharusnya ia berada di sana. Hal ini ibarat memaksakan mata untuk mendengar dan telinga untuk mengecap. Hal ini memicu masalah baru dimana masalahmasalah makin mungkin untuk mencuat; yakni frustasi akibat kesulitan pelajaran yang ternyata tak sesuai ekpektasi, potensi kebingungan dalam menemukan makna hidup, hingga pemborosan sumber daya yang sangat berharga dari mahasiswa, entah tenaga, waktu, dan uang. Keempat, promosi yang salah berpotensi menyelewengkan tujuan mulia dari keberadaan segala bidang keilmuan. Namun demi kepentingan kemudahan penjelasan, ambilah contoh jurusan arsitektur. Akibat masuk jurusan dengan motivasi keliru, akhirnya banyak lulusan yang

hanya sekedar melakukan tugas-tugas arsitektur tanpa pernah menjadi arsitek itu sendiri. Akibat pengejaran ambisi pribadi melalui kuliah di jurusan tertentu, mahasiswa hanya bisa menjawab pertanyaan bagaimana cara melakukan, namun tak dapat menjawab persoalan mengapa. Maka tak heran jika lembaga pendidikan tinggi secara tidak langsung dapat disebut justru menghambat pembangunan di berbagai bidang kehidupan. Lantas komentar bersifat mempertanyakan pun terlontar seperti, Indonesia tidak kekurangan sarjana ekonomi tapi kok masih banyak orang yang sangat tidak sejahtera secara ekonomi? Omongan semacam ini terucap tanpa bermaksud merendahkan sarjana bidang ilmu ekonomi karena hal seperti ini bahkan bisa terjadi di bidang-bidang keilmuan yang lain pula.

Memberdayakan atau Memperdayakan ?

DISCERNING | Edisi 01

da beberapa hal yang penulis sarankan untuk memperbaiki kondisi seperti ini. Pertama, kampus dan lembaga yang mempromosikan lembaga pendidikan tinggi dapat mengevaluasi dan memper-

Template majalah diserning.indd 48

12/12/2011 6:27:22 PM

Know Right ,Write now !

Daniel Adipranata dalam Education for Nation Building: Bunga Rampai Konsultasi Nasional Pendidikan (Jakarta: Literatur Perkantas, 2009) 31.

Template majalah diserning.indd 49

12/12/2011 6:27:22 PM

DISCERNING | Edisi 01

baiki materi promosi yang dibawakan kepada calon mahasiswa. Tentunya hal ini tak dapat dilakukan tanpa introspeksi di titik awal, mengapa suatu kampus/ lembaga pendidikan tinggi menerima dan mendidik mahasiswa? Sudah selayaknya kampus adalah tempat untuk memberdayakan dan bukan memperdaya calon mahasiswa. Salah satu poin penting yang harus dipresentasikan adalah di bagian mana lembaga pendidikan tersebut dapat berkontribusi untuk mengembangkan mahasiswa itu nantinya agar dapat memenuhi panggilannya sebagai manusia di muka bumi ini. Niscaya jika kampus dan pihak yang mempromosikan memperbaiki motivasi dan materi presentasi, informasi promosi yang disajikan akan tetap bersifat membangun dan inspiratif walau sebagian dari calon mahasiswa yang mendengar tidak akan masuk ke kampus tersebut. Kedua, pemahaman serta sikap kritis dari orang tua dan siswa terhadap promosi pendidikan tinggi. Dalam hal ini kerapkali orang tua punya peran yang lebih besar. Seyogyanya jika orang tua lebih peka dalam

hal ini, kekeliruan dalam memilih kampus hanya sekedar karena fasilitas, gelar, dan hal-hal sekunder lainnya dapat dikurangi. Karena jika terjadi, perkara ini ibarat orang yang membeli televisi hanya karena menginginkan remotenya. Betapa limpahnya potensi dan sumber daya yang terbuang jika hal-hal sekunder dikatrol menjadi pertimbangan utama dalam memilih lembaga pendidikan tinggi dan jurusan yang akan dipelajari. Jika orang tua sebagai pendidik utama mengarahkan anaknya dengan baik dan sang anak pun menempatkan diri dengan tepat, maka lahirnya generasi yang menemukan makna hidup dan mampu menjalankan amanahnya di bumi adalah suatu niscaya. Melihat potensi akibat yang besar di balik promosi lembaga pendidikan tinggi, sepatutnya kita tidak menutup mata terhadap realitas ini seraya berujar dalam hati, Ah, itu kan cuma promosi...

49

Know Right ,Write now !

50 WRiting Rules
1. Asli, bukan plagiasi, bukan saduran, bukan terjemahan, bukan sekadar kompilasi, bukan rangkuman pendapat/buku orang lain . Topik yang diuraikan atau dibahas adalah sesuatu yang aktual, relevan, dan menjadi persoalan dalam lingkungan universitas dan masyarakat. Substansi yang dibahas menyangkut kepentingan umum, bu kan kepentingan komuninas tertentu dan tidak mengandung unsur SARA dan melecehkan/merendahkan kelompok/ko munitas lain. Artikel dapat memberi pencerahan bagi para pembaca Untuk penggunaan bahasa asing atau bahasa Indonesia non-baku, cukup ditulis dengan italic (huruf miring) Menggunakan bahasa Indonesia yang baku atau menurut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan dengan sistimatikan berpikir yang runtut. Naskah diketik dengan dengan font Times New Romans uku ran 10 dengan huruf judul berukuran 12. Naskah diketik pada kertas A4 dengan spasi 1,5 dan margin semua sisi hala man 3 cm. Panjang naskah 6000 karakter atau sekitar 750 kata. Definisi Opini:
a. Opini adalah paparan yang bersifat analitis-subyekif, artin ya: meskipun topik ini kurang menekankan aspek obyektifi tas masalah, penulis sangat diharapkan tetap menyertakan satu atau dua referensi dasar sebagai stand point yang menguatkan pandangan penulis. Sangat disarankan agar penulis menuliskan opininya dalam bahasa yang populer (mudah dimengerti) walaupun isinya tetap harus bermuatan ilmiah.

2.

3.

4. 5. 6.

7.

8.

DISCERNING | Edisi 01

b.

9.

Untuk aturan catatan kaki (footnotes) dan catatan akhir (end notes):
a. b. Ditulis dengan font Times New Romans ukuran 8 Contoh catatan kaki untuk pengarang buku satu orang:

Template majalah diserning.indd 50

12/12/2011 6:27:22 PM

Know Right ,Write now !

Deshi Ramadhani, Menguak Injil-injill Rahasia (Yogyakarta:Kanisius, 2007) 20 c. Contoh catatan kaki untuk pengarang buku lebih dari dua orang: Achtemeier, Paul J., et al. Introducing the New Testament: Its Literature and Theology Grand Rapids: Eerd mans, 2001. Contoh catatan kaki untuk artikel dari sebuah kamus: J. G. Millar, Land, New Dictionary of Biblical Theol ogy (eds.T. Desmond Alexander, et. al; Leicester: Inter-Varsi ty, 2000)623-627. Contoh catatan kaki untuk artikel dari sebuah jurnal: Johana E. Prawitasari, Emosi atau Persepsi Tentang Emosi, Anima, Vol. 22 no. 1 (2006) 1-16. Contoh catatan kaki untuk kutipan dari media massa (koran, majalah, buletin) Simon Saragih, Akar Persoalan Bermuara pada Arogansim Etnis Burma, Kompas (5 Oktober 2007) Contoh catatan kaki untuk kutipan dari internet Wright, N. T. Decoding Da Vinci, http://www. dur.ac.uk/stjohnscollege/ borderlands/Borderlands05.pdf (diakses pada tanggal 10 Desember 2007).

51

d.

e.

f.

g.

10. 11.

Naskah dikirimkan dalam bentuk soft-copy Microsoft Word ke alamat e-mail redaksi: discerning.petra@gmail.com Penyunting berhak untuk mengedit naskah tanpa mengu rangi makna dan mengabaikan konteks yang sudah diberikan oleh penulis Artikel yang dimuat menjadi milik redaksi DISCERNING Penulis diharapkan menyertakan foto diri, riwayat hidup dan riwayat pelayanan terkini. Kepada penulis yang artikelnya dimuat akan diberikan tanda ucapan terima kasih.

12. 13. 14.

Template majalah diserning.indd 51

12/12/2011 6:27:22 PM

DISCERNING | Edisi 01

Template majalah diserning.indd 52

12/12/2011 6:27:23 PM