Anda di halaman 1dari 19

PERKEMBANGAN DAN VARIABILITAS MAKLUK HIDUP Sel, merupakan unit kehidupan yang terkecil sehingga sel memenuhi syarat

untuk dapat dikatakan hidup karena ia mampu untuk mengadakan metabolism, mampu mempertahankan diri dan mampu untuk berkembang biak. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana sel dapat berkembang biak, dan proses evolusi hingga terjadinya keanekaragaman kehidupan di dunia ini. 1. SEL DAN PEMBELAHAN SEL Sel inti memegang peranan penting dalam proses pembelahan sel atau reproduksi sel. Sedangkan sitoplasma memegang peranan penting dalam dalam metabolism dan membrane berperan antara lain dalam iritabilitas, namun ketiganya tak dapat bekerja sendiri-sendiri karena mereka adalah satu unit kehidupan yang utuh. Metabolism menyebabkan protoplasma sel menjadi semakin banyak dan ini menyebabkan sel itu tumbuh menjadi besar hingga batas tertentu. Hal ini berlaku untuk semua sel baik itu berasal dari makhluk hidup bersel tunggal seperti amoeba maupun bagi makhluk hidup bersel banyak seperti manusia. Apabila telah mencapai batas maksimumnya, sel akan membelah menjadi dua sel yang baru atau akan mati. Makin besar suatu makhluk hidup, maka semakin banyak pula jumlah selnya. Dari hasil pengamatan menggunkana mikroskop terhadap berbagai jenis makhluk hidup ternyata terkihat adanya tiga macam pembelahan sel yaitu tipe amitosis, mitosis, dan meiosis.

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 1

Amitosis (Pembelahan Secara Langsung)

Pembelahan sel tipe amitosis disebut juga pembelahan sel secara langsung karena memang tidak melalui fase-fase tertentu. Proses pembelahan itu adalah sebagai berikut: a). Mula-mula terbentuk dinding baru pada sel dewasa dan inti sel mendekati dinding itu. (ada gambarnya) b). Inti membelah dua dan bergerak saling menjauhi. (ada gambarnya) c). Geerakan saling menjauhi itu di ikuti oleh dinding sel. (ada gambarnya) d). Terbentuk dua sel anak yang akan berkembang menjadi dewasa lalu membelah lagi dan seterusnya. Cara pembelahan yang sederhana ini memang hanya terjadi pada makhluk hidup yang sederhana misalnya bakteri dan ganggang (bluegreen algae). Pembelahan sel semua makhluk hidup yang lebih sempurna terjadi melalui cara mitosis.
Mitosis (Pembelahan Secara Bertahap)

Tipe pembelahan sel ini lebih kompleks daripada amitosis, atau sering disebut juga pembelahan tak langsung. Sebelum dua sel anaka terbentuk, terlebih dahulu terjadi perubahan-perubahan dalam inti sel. Perubahan tersebut melalui 5 tingkatan, yaitu:

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 2

a). Interphase: merupakan suatu fase dimana sel dalam keadaan dewasa terdapat semua kegiatan hidup, kecuali pembelahan sel. Khromatin tampak sebagai butiran-butiran yang tersebar dalam inti sel; sentrosom tampak diluar inti. b). Prophase: Sentrosom membelah menjadi dua dan bergerak berlawanan arah. Pasangan ini disebut sentriole. Khromatin berubah menjadi benang-benang yang tampak jelas, disebut khromosom. Pada akhir Prophase, khromosom ini membelah diri menjadi sepasang benang kromosom yang identik disebut khromatida. Sedangkan pada sentriole terbentuk benangbenang protoplasma yang disebut aster. c). Metaphase: pada phase ini butir nucleus yang masih Nampak pada phase prophase ternyata tidak Nampak lagi. pasangan khromosom menjadi pendek, menempatkan diri dalam bidang ekuator dengan sentriole sebagai kutub-kutubnya. d). Anaphase: pasangan khormatid mulai memisahkan diri masing-masing kea rah kutub yang berlawanan. e). Telophase: Pada phase ini masing-masing khromatid sudah benar-benar terpisah dari pasangannya dan sel mulai membelah diri menjadi dua buah sel yang identik. Sementara itu khormatid yang sebenarnya suatu khromosom anak ini kemudian mengkerut menjadi butirbutir khromatin. Nucleus dan membrane inti terbentuk kembali lalu akan kembali seperti pada tahap interphase. Contoh pada uraian diatas adalah dari sel hewan. Proses mitosis pada sel tumbuhan pada hakekatnya sama, perbedaannya terletak pada: a). Pada tumbuhan tidak terdapat sentrosom Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 3

b). Pada tingkat telophase sel tumbuhan memperlihatkan terbentuknya dinding sel yang membagi sel menjadi dua sel anak. Pada tingkat itu sel hewan memperlihatkan pembentukan membran plasma kemudian membagi diri menjadi dua sel anak. Meiosis Meiosis adalah salah satu cara sel untuk mengalami pembelahan. Ciri pembelahan secara meiosis adalah:

Terjadi di sel kelamin Jumlah sel anaknya 4 Jumlah kromosen 1/2 induknya Pembelahan terjadi 2 kali

Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. Pada meiosis, terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. Disamping itu, pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel, yaitu pembelahan I (meiosis I) dan pembelahan II (meiosis II).

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 4

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 5

2. PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP BERSEL BANYAK Yang dimaksud dengan makhluk hidup bersel banyak disini ialah tumbuhan, hewan,dan manusia. Terdapat dua tipe perkembangbiakan: A. Aseksual Terjadinya pemebentukan individu baru dari satu induk tanpa melalui hubungan atau perpaduan antara dua jenis kelamin. Terdapat beberapa cara perkembangbiakan semacam ini namun semua akan menghasilkan individu baru yang identik dengan induknya karena berasal dari satu sel induk dimana protoplasma dengan unsur-unsur penentu keturunannya juga identik. Termasuk dalam perkembangbiakan ini antara lain adalah:
a) Pembelahan kembar : Sel membelah membentuk dua sel anak yang

mempunyai jumlah sitoplasma yang sama. Hamper semua tumbuhan tingkat rendah dan hewan bersel satu berkembang biak dengan cara ini. Induknya tidak mati tetapi membentuk dua individu baru. Contohnya, Amoeba yaitu hewan bersel satu penyebab penyakit disentri, Paramecium, Bakteri, dan Spirogyra.
b) Kuncupan : Cara ini terdapat baik pada tumbuhan maupun pada hewan. Inti membelah

menjadi dua belahan yang sama , tetapi sitoplasmanya membelah tidak sama besar. Bagian yang kecil disebut kuncup. Contihnya Hydra, binatang bunga kaarng. (ada gambarnya).

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 6

c) Pembentukan spora : spora adalah sel yang kecil sekali, diliput oleh dinding sellulosa

yang keras. Spora dibentuk dari inti makhluk hidup bersel satu. Inti ini akan membelah menjadi banyak inti. Tiap inti dengan sedikit sitoplasma dan dikelilingi oleh dinding akan membentuk spora. Dengan menembus dinding sel dari sel induknya, spora dapat berkembang menjadi sel baru. Proses ini disebut sporulasi. Contohnya adalah perkembangbiakan secara sporulasi terdapat pada jamur roti
d) Perkembiakan Vegetatif : Perkembangbiakan vegetative ialah perkembanganbiakan

malalui salah satu organ tubuh makhluk hidup itu yang diberi fungsi reproduksi. Organ itu dapat akarnya, batangnya, daunnya, ataupun umbinya. Sebagian besar tumbuhan mengikuti cara ini. B. Seksual Merupakan pembentukan individu baru melalui peleburan atau perpaduan antara dua sel kelamin sehingga diperlukan dua sel induk untuk menghasilkan satu keturunan atau lebih. Cara ini berlaku baik untuk hewan maupun tumbuhan. Selama proses berlangsung, kedua inti bersatu demikian pula sitoplasmanya. Dengan cara seksual maka dapat dihasilkan banyak variasi dari sifat-sifat pada invidu baru. Contohnya tumbuhan mempunyai sifat AaBb. Dengan cara vegetative keturunannya tetap mempunyai sifat AaBb tetapi dengan seksual keturunannya dapat bervariasi menjadi AABB, AaBB, AAbb, aabb, dan seterusnya. Inilah salah satu sebab terjadinya variabilitas makhluk hidup atas dasar sifat keturunannya. Dua sel kelamin yang menjadi satu disebut gamet. Hasil peleburan dari gamet disebut zygot. Ada beberapa tipe dari perkembangbiakan seksual:
a) Konjugasi : Apabila dua sel khusus mempunyai bentuk yang sama, disebut isogamete.

Proses peleburan dua isogamete disebut konjugasi. Contonya adaalh apa yang terjadi pada tumbuhan dan hewan tingkat rendah.
b) Fertilisasi : Apabila dua sel khusus mempunyai bentuk yang tidak sama disebut

heterogamete. Proses peleburan dua heterogamete disebut fertilisasi, dan terbentuklah zygot. Contohnya pada tumbuhan dan hewan tingkat tinggi. Zygot kemudian membelah seperti individu bersel satu. Perbedaannya adalah bahwa semua sel berlekatan satu sama lainnya dan merupakan awal dari pertumbuhan dan perkembangan individu. Setiap phase pertumbuhan mengikuti pola tertentu sampai menjadi organism yang dewasa.

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 7

C. EVOLUSI Dari hasil penelitian terhadap umur batuan yang mengandung fosil atau sisa kahidupan masa lalu diperoleh suatu kenyataan bahwa pada bebatuan yang lebih tua terdapat fosil dari makhluk hidup yang sederhana; sedangkan pada batuan yang lebih muda terdapat fosil dari makhluk hidup yang lebih sempurna. Kenyataan ini menunjukan adanya perubahan yang perlahan-lahan dan terus-menerus dari makhluk hidup di muka bumi ini. Perubahan itu ternyata tidak hanya perubahan kompleksitas susunan tubuhnya tetapi juga terbentuknya berbagai variasi aau keanekaragaman kehidupan. Perubahan itu semua terjadi secara perlahan dan terus-menerus dan kita sebut sebagai evolusi. Adanya evolusi tidak hanya dapat dilihat dari penelitian fosil-fosil tetapi juga dapat dilihat dari adanya persamaan dan perbedaan embrionya atau dengan perbandingan faal tubuhnya. Namun sejarah kehidupan di bumi memang disusun berdasarkan temuan berbagai fosil yaitu sebagai berikut:
a) Zaman Azoikum, yaitu zaman sebelum ada kehidupan kira-kira lebih dari 5 ribu juta

tahun yang lalu.


b) Zaman Archezoikum atau zaman purba, bumi dalam keadaan cukup dingin, ada benua,

samudra, sungai, dan gunung. Kira-kira 2 sampai 3,5 ribu juta tahun yang lalu.
c) Zaman Proterozoikum, yaitu zaman dimana hidup binatang bersel satu atau protozoa.

Kira-kira seribu juta tahun yang lalu.


d) Zaman Pakeozoikum, disebut juga zaman primer. Kira-kira 200-600 juta tahun yang

lalu. Zaman ini terbagi dalam anak-anak zaman atau masa mulai dari yang tertua, yaitu: kambrium, ordovisian, Silurian, Devonian, karboniveros, dan Permian. Pada zaman ini terdapat binatang laut tak bertulang belakang, ikan, tumbuhan daratan, amphibi, insekta, reptile, hutan lebat dan reptile besar.
e) Zaman Mezozoikum, disebut juga zaman sekunder. Kira-kira 230-235 juta tahun yang

lalu. Terbagi dalam tiga anak zaman, yaitu: trisias (dimana terdapat reptile besar seperti dinosaurus), yuras (mulai ada burung dan binatang menyusui), kreta (mulai musnahnya dinosaurus dan ekspansi angiosperma).
f) Zaman Kenozoikum atau nezoikum atau zaman baru. Kira-kira dari 70 juta tahun yang

lalu sampai sekarang. Terbagi dalam dua zaman yaitu zaman tertier (70-10 juta tahun yang lalu) dan kuarter dari 6 juta tahun yang lalu sampai sekarang. Pada zaman tertier terdapat Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 8

perkembanagn binatang menyusui samapi ada hutan, dan buah-buahan serta kera. Zaman kuarter terbagi lagi menjadi dua: o Plaistosen atau divilium, dimana hidup manusia purba
o

Holoccen atau alluvium, dimana hidup beraneka makhluk hidup seperti yang kiata lihat

sekarang. Berikut ini akan dijelaskan mengenai beberapa teori evolusi: a) Teori Lamarck Ilmuwan Prancis inilah yang pertama membagi biologi Botani (ilmu tumbuhan) dan Zoologi (ilmu hewan). Ia mengakui adanya evolusi; menurut Lamarck evolusi itu disebabkan karena adaptasi. Sifat-sifat baru didapatnya atas pengaruh lingkungan kemudian diteruskan pada keturunannya. Contohnya, jerapah yang sekarang ini berleher panjang dahulunya berleher pendek. Karena suka makan pucuk-pucuk daun dan pucuk daun yang dibawah semakin langka maka ia selalu menjulurkan lehernya untuk meraih pucuk daun yang diatas. Maka leher jerapah lambat laun menjadi panjang. b) Teori Darwin Berbeda dengan pandanangn Lamarck, Darwin menganggap bahwa perubahan panajng leher jerapah tadi disebabkan oleh seleksi alam. Maksudnya hanya jerapah yang berleher panjang saja yang bertahan hidup; jerapah berleher pendek musnah, mungkin karena tak kebagian makanan. Gagasannya tentang evolusi ini ditulis dalam buku yang berjudul The Origin of Species by means of Natural Selection. Dalam buku ini Darwin mengemukakan dua teori pokok:
o

Species yang hidup sekarang berasal dari species yang hidup di masa lampau

o Evolusi terjadi melalui seleksi alam. Seleksi alam itu terjadi karena macam-macam sebab yang saling menunjang antara lain: Adanya variasi Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 9

Tidak ada dua individu yang mempunyai sifat-sifat yang benar-benar sama. Dalam suatu speciespun terdapat berbagai variasi, yang berarti akan selalu terbentuk varian baru dari hasil keturunannya. Over Produksi Adanya kecenderungan berkembang biak terus seingga populasinya sanagt besar. Struggle for existence Adanya perjuangan species untuk bertahan hidup. Enheritance of variations Individu-individu yang sesuai dengan lingkungannya saja yang akan dapat

mempertahankan kelangsungan hidupnya. Survival of the fittest Individu yang kuatlah yang dapat bertahan hidup. c) Teori Darwin-Wiesmann Pada zaman Darwin belum diketahui tentang khromosom dan gen sebagai asal dari sifat keturunan. Weismann melengkapi teori Darwin dengan pernyataan sebagai berikut: Evolusi merupakan masalah genetika, yaitu menyangkut masalah bagaimana diwariskannya gen-gen melalui sel-sel kelamin. Sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap factor genetika. d) Teori De Vries Botanikus Belanda ini mengungkapakn teorinya yaitu bahwa perubahan-perubahan pada evolusi itu disebabkan oleh adanya mutasi dari gen. mutasi adalah perubahan sempurna yang timbuldalam gen yang mengakibatkan perubahan sifat pada keturunannya. Ia memadukan teori mutasinya dengan teori Darwin menjadi sebagai berikut: Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 10

Organism dengan ciri pembawaan yang baru tampak dengan segera (bukan perlahanlahan). Ciri pembawaan yang baru ini merupakan hasil dari perubahan atau mutasi di dalam gen. Mutasi dapat membuat organism terpengaruh ataupun tidak terpengaruh oleh lingkungan. Sebagai hasil dari seleksi alam, organism-organisme dengan mutasi yang baik kebanyakan dapat hidup lebih lama.
Sejak hasil mutasi dapat diturunkan, perubahan-perubahan dapat diharapkan akan

berlangsung terus dan species dengan sifat yang baru akan terus terbentuk. Teori yang dapat diterima oleh para biolog saat ini adalah teori Darwin yang dimodifikasi oleh De Vries. 4. KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP A. Sistem Klasifikasi Ahli ilmu pengetahuan memperkirakan bahwa dibumi ini terdapat jutaan organism hidup. Untuk dapat mengklasifikasikan dengan seksama, harus dipikirkan adanya susunan sistematik dengan cara setiap soecies (hewan atau tumbuhan) diberi nama dengan dua kata. Kata pertama adalah nama genus dimana huruf pertamanya harus ditulis dengan huruf besar dan kata kedua adalah penunjuk spesies atau ephiteton specificum. Misalnya Homo sapiens adalah nama species yang selalu terdiri atas dua kata. Species adalah kumpulan tanaman atau hewan yang mempunyai banyak persamaan dan dapat mengadakan perkembangbiakan satu sama lain. Kumpulan dari species yang mempunyai banyak persamaan disebut familia dan seterusnya. B. Dunia tanaman dan hewan Semua organism hhidup dibagi dalam dua bagian besar, ialah dunia tanaman, dan dunia hewan. Kemudian dibagi lagi dalam phylum (divisiopada tanaman), kelas, ordo, familia, genus, species, dan ras (varietas pada tanaman). C. Dunia tanaman Divisio 1 : Thallophyta Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 11

Merupakan tanaman yang paling sederhana. Tidak mempunyai akar, batang, dan daun yang sebenarnya. Ada yang uniselluler, ada pula yang multiselluler. Thallophyta dibagi dalam 2 subdivisio:
1) Subdivisio 1 ; ganggang, dapat membuat makanan sendiri karena mempunyai khlorofil.

Dibagi dalam 4 kelas berdasarkan warna ialah ganggang biru hijau, ganggang hijau, ganggang coklat, dan ganggang merah.
2) Subdivisio 2 : jamur merupakan tanaman tingkat rendah yang tidak mempunyai

khlorophil, tidak dapat membuat makanan sendiri, hidupnya tergantung dari organism lain atau organism yang mati. Bakteri termasuk jamur. Beberapa diantaranya ada yang hidup sebagai parasit, ada pula yang hidup pada organism yang mati yang disebut saprophit. Ragi adalah jamur yang berguna bagi manusia. Begitu tanaman ragi memperbanyak diri, ia mengeluarkan sekresi kimia yang dapat merubah gula menjadi alcohol dan karbondioksida. Proses ini disebut fermentasi. Divisio 2 : Bryophyta Divisio ini adalah tanaman dengan daun-daun yang sederhana dan bagian-bagian yang menyerupai akar dan batang. Bryophyta atau lumut dibagi dalam lumut hati, dan lumut daun. Mereka semua memiliki khlorophyl. Divisio 3 : Pteridophyta Merupakan tingkatan yang lebih maju lagi. sudah mempunyai daun, batang, dan akar yang sebenarnya. Cara berkembangbiak bekum menggunakan biji tetapi masih menggunakan spora. Divisio 4 : Spermatophyta Adalah tumbuhan yang paling maju tingkatannya. Antara lain yaitu rumput-rumputan dan tanaman polongan. Berkembangbiak dengan biji, mempunyai sistem perakaran yang luas, untuk menyerap air dan mineral-mineral. Subdivisio 1 : Gymnospermae tanaman berbelahan biji terbuka. Salah satu ordo yang terpenting adalah Coniferae, suatu jenis tanaman yang menghasilkan conus. Belahan biji yang terbuka itu terdapatpada conus yang betina. Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 12

Subdivisio 2 : Angiospermae, merupakan subdivision yang paling penting tingkatannya. Kira-kira 140.000 species dalam bentuk semak, perdu, dan pohon., mempunyai organ reproduksi yang disebut bunga. Biji merupakan hasil perkembangbiakan seksual yang terdapat di dalam buah. Kelas 1 : Monokotil, adalah tanaman berbelahan biji satu. Tulang daun panjang dan sejajar atau tersusun berdekatan satu sama lain. Termasuk tanaman monokotil ialah, familia liliaceae, Orchidaceae, Iridaceae, Graminae, Palmae, dan Musaceae. Kelas 2 : Dikotil, tanaman yang termasuk dikotil ialah tanaman berbelahan biji dua. Tulang daunnya menyirip atau menjari. Termasuk tanaman dikotil adalah familia Leguminosae, Compositae, labiatae, dan Solanaceae. D. Dunia Hewan Dunia hewan terdiri atas Avertebrata yaitu hewan yang tidak mempunyai tulang punggung belakang, dan vertebrata yang mempunyai tulang belakang. Phylum 1 : Protozoa Adalah hewan bersel satu yang hanaya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Antony Van Leeuwenhoek adalah orang yang pertama-tama membuat deskripsi tentang protoplasma yang kita kenal sebagai bentuk yang sederhana dari kehidupan hewan. Protozoa ditemukan di air yang menggenang, danau, dan laut. Kelas 1 : Sarcodina, genus Amoeba adalah salah satu bentuk sederhana dari phylum Protozoa. Merupakan massa protoplasma yang tidak mempunyai bentuk tertentu. Pada waktu mencari makanan, makanan segera dikelilinginya dan dicernakan oleh vakuola makanan. Kelas 2 : Infusoria, Genus Paramaecium mempunyai rambut-rambut getar yang disebut ciciliayang meliputi bagian luar sel dan digunakan untuk bergerak. Mempunyai dua vakuola kontraktil untuk mengeluarkan sisa cairan, dan vakuola makanan untuk mencerna makanan. Kelas 3 : Mastighopora. Euglena mempunyai cambuk yang panjang disebut flagellum. Genus ini telah menimbulkan persoalan dalam klasifikasi karena mempunyai khlorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri, dan termasuk golongan tumbuhan. Tetapi

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 13

karenamempunyai mulut bergerak dengan bantuan flagellum dan tidak memiliki dinding sel, biasanya digolongkan dlam dunia hewan. Kelas 4 : Sporozoa. Ini adalah golongan parasit, ada yang hidup dalam tubuh manusia atau hewan. Kuman penyakit yang menyebabkan malaria termasuk dalam kelas ini. Phylum 2 : Porifera Phylum ini termasuk hewan bunga karang. Spons yang biasa kita pakai untuk mandi adalah binatang yang sel-sel hidupnya sudah mati dan hanya tinggal skeletnya. Spons atau hewan bunga karang adalah hewan bersel banyak dimana masing-masing sel berhubungan atau tergantung satu sama lain. Kebanyakan dari spons hidup di lautan pada air garam yang panas, tetapi beberapa hidup di danau dan sungai dengan air tawar. Phylum 3 : Coelenterata Hewan yang menarik ini sering disebut sebagai bunga laut. Misalnya ubur-ubur dapat memberikan sengatan yang parah. Di dalam air. Ubr-ubur tampak seperti mangkok yang tembus cahaya Phylum 4 : Platyhelminthen Cacing gepeng ini perkembangannya kurang maju dibandingkan dengan cacing-cacing lainnya karena saluran perncernaannya hanya mempunyai satu lubang, dimana pengambilan makanan dan pengeluaran zat-zat sisa terjadi melalui lubang tersebut. Phylum 5 : Nemathelmintes Cacing bundar ini pada umumnya adalah parasit. Saluran pencernaanya mempunyai dua lubang, ia tidak bersegmen. Tubuhnya terdiri dari tiga lapisan sel. Genus dari cacing ini adalah cacing tambang. Larva dari cacing ini hidup dalam tanah yang lembabatau panas, dan masuk ek dalam tubuh menusia melalui kulit kaki yang tipis atau bagian tubuh lain yang berhubungan dengan tanah. Phylum 6 : Annelida

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 14

Ia merupakan cacing yang kompleks dengan striktur tubuh yang maju. Contohnya adalah cacing tanah, sering melekat pada ikan dimana ikan digunakan sebagai tuan rumah(hospes). Phylum 7 : Echinodermata Termasuk Echinodermata ialah binatang laut. Mempunyai kulit yang berduri. Tubuhnya tersusun seperti roda atau binatang ayng radial simetri. Mempunyai jaringan syaraf tetapi tidak mempunyai otak. Phylum 8 : Mollusca Adalah hewan yang bertubuh lunak, terdapat di darat, laut, dan air tawar. Kira-kira 90.000 species telah diidentifikasikan. Hewan-hewan ini berbadan lunak dan tidak bersegmen. Kebanyakan mempunyai kulit pelindung. Phylum 9 : Arthopoda Species dari phylum ini paling banyak sekitar 70.000 telah diidentifikasikan. Merupakan avertebrata yang paling kompleks. Sifat-sifat dari phylum ini adalah mempunyai 3 pasang atau lebih kaki tambahan. Kelas dari phylum ini adalah Crustacea, Myriapoda, Arachnoidea, dan insekta. Kelas 1 : Crustacea. Sering disebut udang karang. Kepala dan dadanya berhubungan menjadi satu. Bernafas dengan insang. Meliputi tubuhnya terdapat kulit yang keras. Mempunyai 5 pasang kaki dan 2 pasang antena atau alat peraba. Kelas 2 : Myriapoda. Berbentuk seperti cacing, berkaki banyak. Hewan yang kecil ini mempunyai eksoskeletyang lunak. Tiap-tiap segmen dari tubuh mempunyai satu atau dua pasang kaki. Kelas 3 : Arachnoidea. Tubuhnya terdiri atas dua bagian. Bagian kepala dan dada yang menjadi satu dan bagian perut atau abdomen. Mempunyai 4 pasang kaki. Kalajengking, labalaba, kutu, dan kepiting termasuk kelas arachnoidea. Kelas 4 : Insekta. Dari phylum Anthropoda, insekta merupakan kelas yang terbesar. Termasuk kelas ini adalah lalat, nyamuk, kupu-kupu, belalang, kumbang, dan semut.

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 15

Phylum 10 : Chordata Semua hewan dari phylum ini mempunyai nothocord atau tulang belakang. Chordate dapat dibagi dalam empat sub phylum ialah : Hemichordata, Urochordata, Cephalocordata, dan Vertebrata. Dari subphylum Cephalochordata terdapat genus Amphioxus yang berbentuk lancet, menyerupai ikan dan tidak mempunyai tulang punggung yang sebenarnya. Phylum vertebrata atau Orniata merupakan subphylum yang paling dikenal dan paling dominan. Mempunyai sistem syaraf yang sudah maju perkembangannya dengan otak yang besar diliputi oleh rongga tengkorak. Mempunyai endoskelet yang terdiri atas (1) Axial skelet termasuk tengkorak dan tulang belakang dan (2) Appendecular skelet termasuk tulang bahu, pectoral, dan gelang panggul (pelvic). Dengan tambahan-tambahannya, mempunyai jantung yang beruang-ruang dan sistem sirkulasi yang sudah maju beserta darah merahnya. Terdapat sumsum tulang belakang (meduvea spinalis). Terdapat rongga-rongga badan, satu berisi sistem syaraf, satu berisi organ-organ lainnya. Pada semua vertebrata di daerah kepalanya terdapat mata, telinga, dan hidung. Manusia termasuk dalam kelas mamalia. Pembagian vertebrata ini atas dasar suhu badan, cara bernafas, mekanisme reproduksi, dan alat pelindung tubuh. Vertebrata terdiri atas lima kelas, yaitu: Kelas 1 : Pisces, hidup di air tawar atau laut. Merupakan hewan berdarah dingin dengan jantung beruang dua. Tubuhnya diliputi oleh sisik yang berlumpur, dan mempunyai skelet dari tulang. Pada suatu ketika, ikan dapat menghasilkan telur beribu-ribu. Fertilisasi yang terjadi ekstern. Ikan bernafas dengan insang, menerima oksigen yang larut dalam air. Ikan juga mempunyai gelembung udara. Gelembung ini berisi udara dan menolong ikan dalam mengapung dan menjaga keseimbangan. Kelas 2 : Amphibia. Nama ini diambil dari kenyataan bahwa hewan-hewan ini hidup dalam bentuk larva di dalam air dan sesudah dewasa dapat hidup di darat. Amphibia berdarah dingin, fertilisasi terjadi ekstern dimana telurnya diletakkan di dalam air. Dari bentuk larva kemudian berubah menjadi bentuk kecebong. Amphibian dewasa mempunyai jantung dengan 3 ruangan, dan kulit yang telanjang. Organ pernafasan berubah dari insang menjadi paruparu. Amphibian dewasa masih dapat hidup di air atau sekitarnya, tetapi kemampuan untuk hidup di darat merupakan suatu kemajuan jika dibandingkan dengan ikan. Disamping kodok

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 16

(rana), terdapat pula katak (bufo) dan Salamander. Amphibian dapat menolong mannusia dengan memakan insekta. Oleh sebagian orang, kaki kodok sering di makan. Kelas 3 ; Reptilia, adalah hewan berdarah dingin. Proses perkembangannya tidak melalui tingkatan kecebong. Beberapa ada yng hidup di air, tetapi sebagian besar hidup di darat. Fertilisasi terjadi intern, berarti di dalam tubuh hewan betina. Dalam beberapa hal ada yang melahirkan, ada melalui telur yang ditetaskan. Sepanjang hidup, reptile bernafas dengan paruparu. Jantung beruang tiga, kecuali buaya mempunyai 4 ruang. Kulit diliputi sisik. Reptile dapat menolong manusia dengan memakan insekta. Kelas 4 : Aves, merupakan kelas pertama yang berdarah panas. Suhu badannya tidak tetap, berarti tidak dipengaruhi oleh keadaan luar. Bernafas dengan paru-paru. Jantung beruang 4. Kulitnya berbulu dan kakinya bersisik. Mempunyai sayap dan paruh tidak bergigi. Kebanyakan dapat terbang. Telurnya diliputi oleh kulit telur. Kelas 5 : Mamalia, merupakan kelas paling maju dalam perkembangannya. Berdarah panas dengan jantung beruang 4. Bernafas dengan paru-paru, mempunyai rambut, dinding diaphragm, dan 7 ruas tulang leher. Ordo-ordo yang lain: Ordo 1 : Mamalia tidak bergigi misalnya Armadilo Ordo 2: Marsupialia, misalnya Kanguru yang membawa ankanya yang masih muda di dalam kantong perutnya untuk beberapa waktu. Ordo 3: mamalia yang menyerupai ikan, misalnya ikan paus dan ikan lumba-lumba. Ordo 4: Rodentia, adalah hewan pengerat misalnya tikus dan kelinci. Ordo 5: Hewan pemakan serangga, misalnya tikus mondok. Ordo 6: Mamalia bersayap, misalnya kelelawar. Ordo 7: Carnivora, adalah mamalia pemakan daging yang mempunyai gigi taring untuk mencabik jaringan. Misalnya, hariamu, beruang, singa, anjing laut, serigala, dan kucing.

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 17

Ordo 8: Mamalia berkuku. Hewan ini mempunyai gigi molar yang kuat dengan permukaan yang lebar terutama berfungsi untuk menggiling. Kebanyakan adalah, pemakan tanaman (herbivora) misalnya onta, jerapah, sapi, kuda, zebra, rhinoceros, dan gajah. Ordo 9; mamalia yang berjalan tegakmerupakan ordo yang paling maju dan disebut primata. Termasuk ordo ini ialah kera, orang utan, baboon, gorilla, simpanse, dan manusia. Perbedaan utama antara primate dan ordo-ordo lainnya dari mamalia adalah sistem syaraf yang sudah berkembang. Otak terutama cerebrum sudah berkembang. Mempunyai lima jari kaki dan tangan dengan ibu jarinya mempunyai kedudukan sedemikian rupa untuk memegang sesuatu bersama jari-jari yang lain.

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 18

Perkembangan Dan Variabilitas Makhluk Hidup 19