Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK ) PERENCANAAN

URAIAN PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Maksud dan Tujuan 3. Sasaran 4. Lokasi Kegiatan 5.
URAIAN PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Maksud dan Tujuan
3. Sasaran
4. Lokasi Kegiatan
5. Sumber Pendanaan
Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun
Anggaran 20
yang dialokasikan melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan
Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Dinas
Provinsi DKI Jakarta
Tahun Anggaran 20
Organisasi SKPD
Urusan
Program
Kegiatan
Rincian Kegiatan
Kode Rekening
Harga Perkiraan Sendiri
:
:
:
:
:
:
:
(
)
6.
Nama dan Organisasi Pejabat
Pembuat Komitmen
Nama Pejabat Pembuat Komitmen:
Satuan Kerja:
DATA PENUNJANG
7.
Data Dasar
8.
Standar Tenis
9.
Studi Terdahulu
10.
Refrensi Hukum
a.
Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup;
b.
Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran;
c.
Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
d.
Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah, beserta perubahannya;
e.
Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 37 Tahun 2011 tentang Tata
Cara Pelaksanaan APBD.
RUANG LINGKUP
11.
Lingkup Kegiatan
Sesuai dengan maksud dan tujuannya, maka ruang lingkup kegiatan pekerjaan ini
adalah:
a. Tahap konsepsi perencanaan teknis, meliputi antara lain:
1)
Mengumpulkan serta mengolah data dan informasi lapangan;
2) Menyusun Program kerja yang akan digunakan sebagai dasar
perencanaan;
3)
Konsultasi dengan Dinas Terkait.
b. Tahap penyusunan prarencana teknis, meliputi antara lain:
1)
2)
3)
Membuat rencana tapak;
Membuat pra rencana;
Membuat perkiraan rencana biaya;
4) Membantu Kepala Suku Dinas Perhubungan Kabupaten Administrasi
Kepulauan Seribu mengurus advis planning/blok plan dari Dinas/Suku
Dinas Tata Ruang dan izin pendahuluan/izin prinsip/izin mendirikan
bangunan (IMB) dari Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan Provinsi
DKI Jakarta
c.
Tahap penyusunan rencana teknis pelaksanaan, meliputi antara lain:
1) Membantu konsepsi perencanaan/perancangan teknis secara keseluruhan
ditinjau dari keselarasan sistem yang terkandung didalamnya;
2) Menyiapkan sistem-sistem konstruksi/struktural bangunan dan instalasi teknis (mekanikal, elektrikal dan utilitas
2) Menyiapkan sistem-sistem konstruksi/struktural bangunan dan instalasi
teknis (mekanikal, elektrikal dan utilitas lainnya);
3) Membuat penjelasan secara garis besar bahan-bahan bangunan yang
akan dipakai;
4)
5)
Membuat perkiraan biaya pelaksanaan pembangunan;
Mengadakan penyelidikan tanah untuk pondasi.
d.
Tahap pembuatan dokumen pelaksanaan, meliputi antara lain:
1)
Membuat uraian detail mengenai rencana arsitektur, rencana struktural,
rencana utilitas lengkap dengan perhitungan-perhitungannya;
2)
3)
4)
5)
6)
Membuat dokumen persyaratan administrasi;
Membuat dokumen persyaratan umum;
Membuat dokumen spesifikasi teknis;
Membuat dokumen spesifikasi khusus;
Membuat gambar detail pelaksanaan;
7)
8)
Membuat rincian volume pekerjaan dan rencana anggaran biaya.
Membuat Kerangka Acuan Kerja untuk pelaksanaan konstruksi.
e.
Tahap Pemilihan Penyedia Barang/Jasa, meliputi antara lain:
1)
Memberikan penjelasan mengenai pekerjaan yang akan dilelangkan pada
rapat penjelasan ( aanwijzing);
2) Membantu panitia pengadaan barang/jasa dalam melakukan evaluasi
3)
penawaran;
Melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi pemilihan penyedia
barang/jasa ulang.
12.
Keluaran
Keluaran yang diinginkan dari pekerjaan Perencanaan
ini adalah detail
desain perencanaan berupa Rencana Anggaran Biaya, Kerangka Acuan Kerja,
Gambar Teknis dan dokumen lainnya yang berguna sebagai acuan dalam
pelaksanaan pembangunan
tersebut.
13.
Peralatan, Material, Personil
dan Fasilitas dari Pejabat
Pembuat Komitmen
Disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan pekerjaan.
14.
Peralatan dan Material dari
Penyedia Jasa Konsultansi
Disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan pekerjaan.
15.
Lingkup Kewenangan Penyedia
Jasa
Penyedia dapat melaksanakan pengukuran dan pengumpulan data di lokasi
pekerjaan
16.
Jangka Waktu Penyelesaian
Kegiatan
Jangka waktu penyelesaian pekerjaan selama
sejak SPMK diterbitkan.
(
)
hari kerja/bulan
17.
Personil
Jumlah Orang
No.
Posisi
Kualifikasi
Bulan
Tenaga Ahli
1.
2.
3.
Tenaga Pendukung
1.
2.
3.
18.
Jadwal Tahapan Pelaksanaan
Kegiatan
a.
Tahap konsepsi perencanaan teknis,
SPMK diterbitkan
(
)
hari kerja/bulan sejak
b. Tahap penyusunan prarencana teknis,
(
)
hari kerja/bulan
setelah tahap konsepsi perencanaan teknis
c. Tahap penyusunan rencana teknis pelaksanaan,
(
)
hari
kerja/bulan setelah tahap penyusunan prarencana teknis
d. Tahap pembuatan dokumen pelaksanaan,
(
)
hari kerja/bulan
setelah tahap penyusunan rencana teknis pelaksanaan
e. Tahap Pemilihan Penyedia Barang/Jasa, dilaksanakan pada saat proses
pemilihan penyedia konstruksi.
LAPORAN 19. Laporan Konsepsi Laporan Konsepsi Perencanaan memuat tahapan konsepsi perencanaan teknis Perencanaan
LAPORAN
19.
Laporan Konsepsi
Laporan Konsepsi Perencanaan memuat tahapan konsepsi perencanaan teknis
Perencanaan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya:
(
)
hari kerja/bulan
sejak SPMK diterbitkan sebanyak (
)
buku laporan.
20.
Laporan Pra Perencanaan
Laporan Pra Perencanaan memuat tahapan penyusunan prarencana teknis
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya:
(
)
hari kerja/bulan
sejak SPMK diterbitkan sebanyak
(
)
buku laporan.
21.
Laporan Rencana Pelaksanaan
Laporan Rencana Pelaksanaan memuat tahapan penyusunan rencana teknis
pelaksanaan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya:
(
)
hari kerja/bulan
sejak SPMK diterbitkan sebanyak
(
)
buku laporan.
22.
Laporan Pembuatan Dokumen
Laporan Pembuatan Dokumen memuat dokumen pelaksanaan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya:
(
)
hari kerja/bulan
sejak SPMK diterbitkan sebanyak
(compact disc).
(
)
buku laporan dan cakram padat
HAL- HAL LAIN
23.
Produksi Dalam Negeri
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam
wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK
dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.
24.
Persyaratan Kerjasama
Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan
kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi:
25.
Pedoman Pengumpulan Data
Lapangan
Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut:
26.
Alih Pengetahuan
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan
pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil
proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen berikut:
27.
Kualifikasi dan Klasifikasi
Penyedia
Perusahaan penyedia jasa konsultansi harus mempunyai kualifikasi bidang
dan sub bidang
,
sedangkan klasifikasinya adalah kecil/non kecil.
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat sebagai bahan acuan bagi Pelaksana Pekerjaan untuk melaksanakan kegiatan
dilapangan, dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta,
20
KEPALA SUKU DINAS
Selaku Pejabat Pembuat Komitmen
NIP