Anda di halaman 1dari 6

Nama : Aditya Anggi Wijaya NIM : 07020091 DM FK-UMM

NEOPLASMA dan TUMOR

DASAR-DASAR NEOPLASMA

Pertumbuhan merupakan sifat pokok dari organ yang hidup sesuai aturan (regulasi) Organisme dewasa tidak mengadakan pertumbuhan,oleh karena pertumbuhan sel-sel baru seimbang dengan matinya sel-sel lama Keadaan tertentu, pada luka jaringan tubuh terjadi pertumbuhan sel lokal dan berhenti bila keseimbangan dan produk-produk sel sel sudah normal Pada tumor terjadi disregulasi pertumbuhan otonom, tidak terpengaruh oleh mekanisme yang mengatur pertumbuhan sel tubuh kita Disregulasi terjadi pada tumor jinak dan ganas Pada stadium dini (awal) kadang-kadang susah dibedakan dan diketahui setelah proses lanjut.

TUMOR Suatu lesi sebagai hasil pertumbuhan abnormal dari sel yang autonom, yang menetap, walaupun rangsang penyebabnya telah dihilangkan. Tumor yaitu benjolan biasanya istilah ini dipakai dalam kontek salah satu diantara empat tanda kalsik inflamasi. Tumour (benjolan) masa jaringan abnormal yang strukturnya menyerupai struktur jaringan normal tetapi tidak memiliki fungsi dan pertumbuhannya menimbulkan beban bagi tubuh. NEOPLASMA : Penyakit pertumbuhan sel-sel baru yang tidak terbatas, tidak ada koordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berfungsi fisiologis. Neoplasma adalah pertumbuhan baru tumor yang bisa concerous (bersifat kanker) atau non cancerous neoplastic. Massa neoplasma menimbulkan pembengkakan/benjolan pada jaringan tubuh yang disebut tumor. Tumor yang diklasifikasikan dalam keganasan disebut kanker.

Sel neoplasma : perubahan, sifat dan tenaga lebih banyak untuk pertumbuhan dan sedikit untuk fungsi

STRUKTUR TUMOR 1. Sel neoplastik Kelompok sel neoplastik akan menghasilkan kembali bermacam-macam bentuk pertumbuhan dan aktivitas sintetik asal sel. Tergantung pada fungsinya yang serupa dengan jaringan asal, sel akan terus menerus mensintesis dan mensekresi produk sel, seperti kolagen, musin atau keratin. Produk ini akan terakumulasi di dalam jaringan tumor yang dapat dikenal pada pemeriksaan histologi. 2. Stroma Kelompok sel neoplastik dilekatkan ke dalam dan didukung oleh anyaman jaringan ikat yang dikenal dengan stroma, yang memberikan dukungan mekanis dan nutrisi pada sel neoplastik. Stroma tumor selalu mengandung pembuluh darah yang tersebar dan menyatu dengan tumor. Tumbuhnya tumor tergantung pada kemampuannya

mempengaruhi pembuluh darah untuk perfusi. Sel tumor akan berhenti tumbuh bila benjolan telah mencapai diameter tidak lebih dari 1 2 mm.

Untuk membedakan tumor jinak dan tumor ganas selain dari ciri-ciri klinis yang paling penting mengetahui keadaan : 1. Sitologik Melihat keadaan sel tumor yaitu inti dan nukleolus, kromatin, bentuk dan besarnya selsel tumor 2. Histologik Hubungan jaringan tumor dengan jaringan sehat sekitarnya, misalnya : tumor tumbuh secara infiltratif 3. Imonohistokimia Merupakan penggabungan konsep ikatan kimia dan prinsip imunologik yang dapat menilai sifat sel. Bagaimana kaitan analisis morfologik sel dengan perubahan fungsional sel yang diperiksa secara imunokimia untuk memprediksi sifat keganasan sel tumor.

KARAKTERISTIK SEL TUMOR GANAS 1. Pemorfisme inti dan seluler : Bentuk dan ukuran sel serta inti sel bervariasi.

2. Hiperkromatik Inti sel berwarna gelap yang mengandung banyak anak inti. 3. Ratio inti sitoplasma (n/c) lebih mendekati 1 : 1 bukan 1 : 4 atau 1 : 6. Terjadi pembesaran inti. 4. Mitosis yang sangat banyak, mencerminkan aktivitas proliferasi. Tidak terorganisir untuk mitosis (disorganized).

KLASIFIKASI TUMOR 1. 2. Tumor jinak Tumor ganas

KARAKTERISTIK TUMOR JINAK DAN TUMOR GANAS Berdasarkan sifat 1. Diferensiasi Derajat morfologi menyerupai sel normal / asal dari parenkhim Jinak Ganas : baik : buruk

2. Laju Pertumbuhan Jinak : lambat

Ganas : cepat 3. Invasi lokal / kemampuan pertumbuhan infiltrat Jinak : tumbuh ekspansif yaitu mendesak jaringan sehat sekitarnya tumor Ganas : invasif dan infiltrat yaitu kemampuan menembus jaringan normal dan dan penetrasi kedalam pembuluh darah dan saluran limfe 4. Residif Jinak : tidak residif dan pembersihan meringankan serta tidak fatal kecuali pada organ vital Ganas : setelah pengangkatan dengan operasi atau radiasi sering tumbuh kembali. Sel-sel kanker yang tertinggal atau pertumbuhan baru dari tumor yang sama pada tempat yang sama, karena adanya sel-sel yang mempunyai potensi menjadi sel kanker yang sama dengan tumor yang diangkat 5. Kemampuan metastasis Jinak : tidak metastasis simpai /kapsul

Ganas : metastasis dengan cara : a. Infiltrasi Sel-sel kanker tumbuh menyerbuk ke dalam jaringan sekitarnya atau di dalam ruangan antara sel b. Limfogen Sel-sel kanker masuk ke dalam pembuluh limfe dan merupakan embolus masuk ke dalam KGB regional dan melekat pada simpainya c. Hematogen Lewat pembuluh darah : Langsung menembus pembuluh darah Menembus pembuluh limfe dulu (aliran limfe) kemudian sampai di duktus torasikus lalu masuk aliran darah Melalui saluran yang sudah ada, seperti bronkus, GI, ureter, dl tertanam dalam saluran tersebut Perkontinuitum ( kontak langsung), seperti tumor gaster menjalar ke ovarium Inokulasi (transplantasi) pada binatang percobaan Latrogen metastasis akibat manipulasi berlebihan saat operasi tumor diangkat selsel kanker tercecer kemana-mana d. Transcoelomic Rongga peritoneal pleural dan perikardial merupakan tempat yang biasa terkena metastasis transcoelomic, yang kemudian menghasilkan efusi ke dalam rongga e. Implantasi Sebagai contoh, secara tidak sengaja membuang sel tumor sewaktu melakukan operasi

SEBAB-SEBAB TERJADINYA KANKER Perubahan sel normal menjadi kanker disebut KARSINOGENESIS. Segala sesuatu yang dapat menimbulkan perubahan tersebut disebut KARSINOGEN (penyebab kanker.).

Secara skematis ada 3 golongan : 1. Faktor karsinogen yang menginduksi pertumbuhan abnormal eksogen (kimia,fisik dan biologik). 2. Faktor tuan rumah yang mengijinkan pertumbuhan abnormal bersifat endogen (genotype, jenis kelamin dan umur). Juga faktor factor imunologik, imunogenetik dan hormonal. 3. Faktor-faktor lingkungan yang dapat menimbulkan modifikasi, tapi tidak bersifat karsinogen ( makanan, obat-obatan, agenesis yang menginduksi hyperplasia, rangsangan menahun seperti fistel atau ulkus mungkin hanya sebagai promotor dalam patogenesis). FAKTOR-FAKTOR KANKER 1. Intrinsik Hormon Ca prostat, Ca payudara, Ca endometrium. Sensitifitas hormonal, pertumbuhan dipengaruhi oleh perubahan status hormonal orang yang bersangkutan. Hormon mungkin secara langsung mempengaruhi DNA dalam inti sel. 2. Status imunologik Kemampuan organisme yang lebih tinggi untuk dapat melindungi diri dengan mekanisme imunologik terhadap sel-sel kanker yang dapat terjadi akibat transformasi sel reaksi humoral ( antibody terhadap sel tumor ) dan reaksi seluler ( sel-sel kanker dihancurkan oleh sel-sel limfoid spesifik seperti T Limfosit, B Limfosit makrofag ). Juga factor-faktor ras ( bangsa ), keturunan, usia, dan jenis kelamin. 3. Ekstrinsik a. Bahan kimia : Alami : asap rokok sintetik : zat pewarna aniline (industri tekstil), zat pewarna makanan,dll YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN bersifat

b. Tenaga sinar Sinar X, sinar gamma, sinar radioaktif, dan sinar Ultra Violet ( sinar matahari) c. Virus virus onkogenik. Misal : Virus Herpes Simpleks tipe 2 : Ca Serviks Virus Hepatitis B : Ca Hati Virus Epstein Bar : Ca Nasofaring