Anda di halaman 1dari 5

TIPS DAN TRIK MENGHADAPI UJIAN SEPERTI MENANTI PERTEMUAN DENGAN KEKASIH

Oleh: Aulia Hidayat, SE Bagi sebagian besar mahasiswa, ujian merupakan momok yang begitu besar dan layak ditakuti. Tanyakan pada mereka, momen apa yang dikhawatirkan dalam masa kuliah? Sebagian besar menjawab hal yang berhubungan dengan ujian, entah itu midtest, UAS, maupun Ujian Komprehensif. Ketakutan akan ujian tidak pandang bulu, entah itu laki-laki atau perempuan, berbadan besar atau seadanya, abang/kakak leting atau adik leting, bahkan orang kaya ataupun miskin. Ujian masih seminggu lagi, tapi keringat mulai sering bercucuran, senyum jadi datar, makan nggak enak, ibadah susah khusyuk, ngumpul sama teman pun jadi jarang. Padahal, ujian masih seminggu lagi lho saudara-saudara. Hanya sedikit yang justru menantikan ujian layaknya menanti pertemuan dengan kekasih, yang nunggunya buat nggak sabar dan ingin dinikmati sepuasnya (positif yaa). Lalu salahkah fenomena ini terjadi pada mahasiswa? Tentu saja tidak. Namun rasanya kita semua sepakat bahwa menghadapi dan melewati ujian dengan nyaman dan penuh kenikmatan adalah hal yang jauh lebih baik. Gimana, sepakat bukan? Nah, berikut sedikit tips dan trik agar masa ujian terasa indah dan mampu dinikmati seperti masa pacaran. 1. Identifikasi aspek Kenapa di mata kuliah tertentu kita bisa jadi jago dan expert? Karena kita cinta dan suka dengan mata kuliah itu. Alasan lainnya, karena dosennya menarik, atau teman sekelasnya asik, atau wanita/pria idamannya ada di kelas yang sama, atau karena ruangnya nyaman. Begitulah umumnya. Lalu kenapa kita nggak bisa di mata kuliah lainnya? Pastinya, karena nggak ada alasan kecintaan kita pada salah satu hal di atas, atau ada beberapa aspek yang dicintai namun aspek yang lain justru sebaliknya. Misalnya, si A suka mata kuliah manajemen keuangan karena wanita idamannya ada di kelas yang sama. Supaya nggak kelihatan bodoh, dan untuk dapat nilai lebih di mata doi, dia harus paham betul manajemen keuangan. Artinya, kecintaannya pada manajemen keuangan disebabkan kegigihannya menampakkan pada wanita yang dia cintai bahwa dia bisa manajemen keuangan. Di sisi yang lain, si B suka dengan mata kuliah manajemen keuangan pada awalnya. Dia merasa itu adalah passionnya. Tapi dosennya killer, sehingga dia jadi ikutan ilfil sama mata kuliah tersebut. Intinya, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasi aspekaspek apa saja yang mempengaruhi mood kita dalam memahami mata kuliah tersebut.

2. Mengukur Skala Mood Langkah berikutnya adalah mengukur tingkat mood yang kita rasakan terhadap mata kuliah tersebut berdasarkan aspek-aspek yang telah diidentifikasi dengan skala -10 sampai 10. Semakin mendekati -10 skala mood kita berarti semakin tidak bagus, semakin mendekati 10 mood kita berarti semakin bagus. Contoh: Aspek-aspek yang mempengaruhi mood mata kuliah manajemen keuangan: No 1 2 3 4 5 6 Aspek Pandangan awal terhadap mata kuliah manajemen keuangan Penilaian subjektif terhadap dosen mata kuliah manajemen keuangan Teman sekelas mata kuliah manajemen keuangan Hubungan istimewa dengan seseorang di kelas manajemen keuangan Kenyamanan ruang kelas mata kuliah manajemen keuangan Dan lain-lain.. (Tuliskan secara spesifik) Total mood Skala -7 -6 5 0 3 0 -5

Secara umum, berdasarkan contoh di atas mood kita mengikuti mata kuliah manajemen keuangan adalah -5 atau lebih cenderung tidak suka. 3. Reframing Langkah berikutnya, adalah reframing atau mengubah sudut pandang kita untuk setiap aspek yang memiliki poin negatif menjadi positif. Artinya, untuk setiap aspek yang memiliki nilai negatif, cobalah untuk menemukan sisi positifnya. Ingat, tidak ada yang Diciptakan dengan sia-sia, pasti ada manfaat besar di balik hal yang kita pandang, dengar, dan rasakan negatif. Tugas kita adalah menemukan hal tersebut! Bawa serta imajinasi dan emosi yang dirasakan dalam situasi tersebut. Contoh: - Penyataan untuk aspek #1 (skala -7) Mata kuliah manajemen keuangan sangatlah sulit untuk dipahami dan saya tidak bisa memahaminya, apalagi perhitungan rasio-rasio keuangan. Reframing: Menguasai mata kuliah manajemen keuangan memudahkan saya dalam mencapai impian saya menjadi manajer keuangan suatu perusahaan besar (sambil mengimajinasikan diri anda adalah seorang manajer keuangan) - Pernyataan untuk aspek #2 (skala -6) Dosen mata kuliah manajemen keuangan membawakan materi dengan sangat membosankan.

Reframing: Dosen mata kuliah manajemen keuangan kelihatannya cantik, pasti anaknya juga cantik. Kalau bisa mengambil hati beliau, kesempatan buat mendekati anaknya terbuka lebar (sambil membayangkan wajah anak dosen tersebut yang cantik dan beliau dengan senang hati anda mendekati anaknya)

Lalu ukur kembali skala untuk aspek yang telah di-reframing dan totalkan kembali skala akhir. 4. Membangun Komunikasi yang apik dengan mata kuliah Setelah mood anda menjadi positif, saatnya anda membangun hubungan (rapport) dengan mata kuliah ini secara keseluruhan. Bangun komunikasi yang baik dan tulus terhadap mata kuliah ini, lalu gunakan teknik pacing and leading (mengarahkan dan memimpin). Contoh: Wahai manajemen keuangan, kamu sahabat yang baik untuk saya. Dan saya juga baik sama kamu. Nih buktinya, buku kamu saya sampulin dengan rapi (pacing), terus kamu sering-sering saya catat di buku catatan saya (sama pacar aja saya nggak main diarydiaryan tapi sama kamu iya) (pacing), dan saya tiap hari senin rela bangun pagi-pagi hanya untuk kamu (pacing). Sekarang kamu bantuin saya ya waktu ujian ngasih tau jawaban ke pikiran saya (leading). Kalau saya bisa jawab soal ujian, pasti dapat nilai bagus. Nilai yang bagus bisa kerja di perusahaan besar. Karirnya pasti bagus, sampai saya jadi manajer keuangan. Nah, kalau saya jadi manajer keuangan, saya bakalan ngajak kamu ke hotel mewah, buat presentasi di roadshow sama calon investor. Kita bakal makan enak tuh. Kapan lagi coba kita bisa makan enak di hotel mewah nggak pakek duit pribadi. Gimana, janji ya sahabatku mau ngebantu aku pas ujian nanti? Komunikasi seperti ini sama seperti teknik kita mengedukasi pikiran bawah sadar untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik yang kita inginkan. Bangun hubungan baik (rapport), pacing and leading, dan beri reward atas prestasinya. 5. Lakukan sensualisasi dan affirmasi Sebenarnya tanpa disadari hal ini sudah dilakukan kebanyakan mahasiswa namun dengan cara yang salah. Kebanyakan mahasiswa sebelum ujian justru membayangkan hal terburuk yang akan terjadi saat ujian. Aduh, gimana ya besok, belum belajar manajemen keuangan nih, pasti besok nggak bisa jawab, materinya kebanyakan lagi. Pasti ibu itu ngasih soal yang susah. Belum lagi waktu yang nggak bakalan cukup. Bisa-bisa dapat C, D, E kalau gini. Wadduhh,,, negatif bener ya? Yuk ubah sensualisasi dan affirmasi yang kita lakukan.

Sekarang, coba rileks, bernafas dengan tenang, tutup mata, buat tubuh anda serileks dan senyaman mungkin. Perlahan bayangkan hari di mana anda menjadi seorang manajer keuangan, berada di hotel termewah yang ada di kota anda, dan anda bersiap untuk presentasi kinerja keuangan perusahaan di hadapan calon investor. Lihat dengan jelas penampilan anda saat itu, baju-celana-jas-sepatu apa yang anda kenakan, beri warna dengan jelas, siapa saja yang ada di hadapan anda. Lalu dengarkan suara apa saja yang terdengar di telinga anda saat itu, kemudian munculkan aroma ruangan presentasi dan wangi parfum pakaian anda, rasakan betapa sejuknya pendingin ruangan yang membuat anda menjadi sejuk dan nyaman, sofa yang anda duduki, pointer yang anda pegang. Tersenyumlah karena setelahnya anda berhasil melakukan presentasi dengan baik dan calon investor puas atas penjelasan anda yang begitu sempurna karena anda benar-benar memahami materi dengan baik. Lalu, mundurkan sejenak imajinasi anda ke saat dimana titik pencapaian anda berawal, yaitu keberhasilan anda menyelesaikan soal ujian manajemen keuangan dengan sempurna. Sensualisasikan imajinasi diri anda berada di ruangan ujian. Lihat diri anda dengan jelas, pakaian yang anda kenakan, posisi anda duduk di kelas, siapa saja orang yang anda lihat di ruangan itu, berapa jumlah soal yang diberikan, dan mulailah mengerjakan soal satu persatu. Lalu lihatlah diri anda tersenyum lepas puas. Kemudian dengarkan ucapan lirih dari dosen pengawas yang ada di samping anda, Luar biasa, kamu menyelesaikan semua soal dengan sempurna. Lalu cium seperti apa aroma ruangan ujian, bau kertas soal dan lembar jawaban yang ada di hadapan anda. Kemudian rasakan pula bagaimana nyamannya anda duduk di kursi ujian, telapak tangan anda yang basah karena memegang pulpen terlalu lama karena jawaban anda yang begitu panjang dan itu semua benar. Imajinasikan pula dengan jelas coretan nilai pada kertas ujian anda yang anda harpakan terjadi. Lalu tersenyum dan berteriaklah dengan bahagia karena anda berhasil, dan jika anda ingin menangis haru, menangislah. Rasakan emosi yang luar biasa atas keberhasilan penting dalam hidup anda. Setelah anda puas, perlahan siapkan diri anda untuk kembali dari sensualisasi dan buka mata anda, teriakkan dengan lantang affirmasi anda sambil tersenyum: Ujian (mata kuliah apa) hari . tgl . jam .. di ruang . adalah ujian terbaik yang aku selesaikan, dimana semua soal yang diberikan terjawab dengan sempurna, dan aku mendapatkan nilai (apa yang anda inginkan) sebagai balasan atas kemampuanku. 6. Bersyukur, tambahkan rasa syukur, dan teruslah bersyukur Syukur adalah pintu keajaiban. Seberapapun kemampuan anda memahami mata kuliah tersebut saat ini, anda tetap menerima hal itu dengan ikhlas, dan senantiasa berusaha menambah kualitas pemahaman serta terus berdoa pada Allah AWT. Katakan, Alhamdulillah, terima kasih, terima kasih, terima kasih Ya Allah atas kemampuanku

memahami mata kuliah .. yang bermanfaat bagi diriku dan sesama. Rasakan perasaan damai dan tenang menyelimuti diri anda. Tips di atas hanyalah sebagian dari sekian banyak tips yang bisa mengubah ketakutan kita akan ujian menjadi kebahagiaan seolah ujian adalah pertemuan kita dengan kekasih yang kita cintai. Ketakutan yang sangat kita hindari menjadi perasaan damai dan memacu kita meningkatkan kualitas pemahaman konsep keilmuan yang ingin dikuasai. Saya sudah mempraktekkannya dan Alhamdulillah berhasil. Semoga hal ini bermanfaat dan bisa dipraktekkan oleh teman-teman. Terima kasih, Salam sukses!