Anda di halaman 1dari 28

PUBLIC PARTICIPATION

THE CASE OF ORANGE COUNTY FLORIDA MANAJEMEN STRATEGIS SEKTOR PUBLIK

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI. ii DAFTAR TABEL.. iii DAFTAR LAMPIRAN. iv BAB I PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang 2 B. Tujuan dan Metode Penelitian A. Landasan Teori.. B. Model Public Participation di Orange County C. Kondisi Internal Eksternal Orange County .... D. Benchmarking Public Participation. E. QSPM dan penetapan Best Practice F. Rekomendasi Penerapan Alternatif Kebijakan. G. Rekomendasi Evaluasi Alternatif Kebijakan 3

BAB II LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN 5 5 8 9 10 15 19 21

BAB III SIMPULAN.. 23 DAFTAR PUSTAKA. 24

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Matriks QSPM.. Tabel 2.2 Conditional Checklist .. Tabel 2.3 Pendorong Public Participation Tabel 2.4 Bentuk Public Participation dalam Tahapan Pengambilan Kebijakan Tabel 2.5 Public Participation Tools berdasarkan bentuk kebijakan.

16 17 17

18 19

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I

Perbandingan Metode Public Participation

Lampiran II Instrumen BSC Evaluasi Penilaian Kinerja Penerapan Kebijakan

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

BAB I PENDAHULUAN
Kecenderungan umum yang terjadi di seluruh dunia adalah semain luas dan berkembangnya ketidakpuasan terhadap praktek demokrasi kontemporer serta menurunnya peran partisipasi warga dalam proses demokrasi (Smith dan Wales 2000). Terdapat persepsi di kalangan politisi dan pemerintah bahwa kekecewaan masyarakat terhadap lembaga perwakilan rakyat semakin hari semakin membesar seiring dengan berjalannya waktu, serta kekecewaan yang mendalam terhadap polapola lama proses keterlibatan dan partisipasi publik dalam pemerintahan (Smyth dan Reddel 2000). Berubahnya pola manajemen publik dari Old Public Administration sampai New Public Service semakin mempersempit gap antara masyarakat dengan pemerintahan, jarak yang dibentuk ini merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan kepercayaan publik. Jika pada paradigma Old Management Public, formulasi kebijakan merupakan monopoli dari legislatif/politisi, maka pada New Public Service negara harus membantu warganegara

mengartikulasikan kepentingan publik; menyediakan forum bagi dialog publik (Budi Waluyo, 2012). Cooper dkk. (2006) berpendapat, penurunan kepercayaan publik pemerintah telah meningkatkan minat untuk mengetahui lebih lanjut tentang peran keterlibatan masyarakat sebagai komponen utama dari demokrasi penting. Keterlibatan warga negara bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam meningkatkan legitimasi pemerintah, dan meningkatkan kualitas respon pemerintah. Semua ini telah menyebabkan semakin munculnya kembali ide-ide dan nilai-nilai partisipasi masyarakat dalam wacana akademis dan politik, lokalisme dan warga negara. Sebagai hasilnya, saat ini sulit untuk menemukan sebuah pemerintahan yang tidak mengaku akan mengejar peluang bagi keterlibatan masyarakat. Minat warga dalam berpartisipasi memunculkan pertanyaan penting tentang tujuan utama hal tersebut dan faktor yang mendorong perkembangannya. Dengan

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

menempatkan inisiatif partisipasi warga negara dalam perbandingan perspektif internasional, penelitian apakah budaya administrasi negara yang berbeda dan beberapa variabel lainnya berkontribusi untuk menjelaskan perbedaan inisiatif di tingkat lokal cukup penting karena di pemerintah daerah tempat di mana kekhawatiran dari 'akar rumput' atau lokalitas bersinggungan secara langsung dengan orang-orang dari pemerintahan dan negara dan di mana proses saat ini untuk memperkuat demokrasi partisipatif yang lebih jelas. A. Latar Belakang Studi Kasus Sejak tahun 1970, tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah di Amerika Serikat menurun drastis. Ketika beberapa dekade sebelumnya 3 dari 4 orang menyatakan kepercayaannya pada pemerintah, saat ini jumlahnya kurang dari satu orang. Masyarakat melihat pejabat yang mereka pilih, terutama di level negara bagian, tidak jujur, tidak peduli, dan tak ingin mendengarkan mereka. Mereka menganggap pemerintah berada di luar kendali. Di waktu yang sama, tingkat partisipasi warga dalam pemerintahan juga dipertanyakan. Dahulu, partisipasi masyarakat dianggap sebagai bekerja demi kebaikan bersama. Saat ini, masyarakat mempertanyakan keuntungan untuk pribadinya Warga tidak dipahamkan dengan baik apa kewajiban pemerintah dan kewajiban mereka begitu pula hak-haknya. Sebuah usaha yang menarik untuk menjawab permasalahan ini dilakukan pada 4 April 1995 oleh Linda W. Chapin, Kepala Daerah terpilih yang pertama dari Orange County (Daerah Orange setingkat Kabupaten) di negara bagian Florida, Amerika Serikat. Dalam pidato kemenangannya, Chapin menyatakan kesuksesan di berbagai sektor pemerintahan bergantung dari harga diri dan komitmen dari warganya. Dengan argumen bahwa keterlibatan sipil adalah hal utama dari peningkatan kualitas hidup, Chapin meluncurkan program Citizens First, suatu program yang berangkat dari kesadaran bahwa warga harus berusaha untuk meningkatkan tanggungjawabnya dalam masyarakat atas apa yang terjadi dalam wilayahnya. Tapi di sisi lain, Citizen First harus memperhatikan sisi pemerintahnya sendiri. Chapin menambahkan untuk memastikan warga mau berkontribusi, semua yang ada

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

di pemerintahan harus bersedia untuk mendengarkan terlebih dahulu dan menempatkan kebutuhan dari warga sebagai yang pertama dari tindakan-tindakan pengambilan kebijakan. Jelas bahwa Citizen First membutuhkan peningkatkan pelayanan sektor publik. Tapi, ide dari Citizens First menyadari keterbatasan dari memperlakukan warga sebagai customer atau pelanggan. Dalam hal ini, hubungan antara pemerintah dan warga tentu saja tidak bisa disamakan dengan bisnis dan pelanggan seperti di sektor swasta. Konsep Citizens First melakukan pendekatan terkait hal di atas dengan membuat perbedaan antara kepuasan pelanggan berdasarkan sektor privat dengan kepuasan warga berdasarkan model kewarganegaraan. Pelanggan, dalam sektor privat akan berupaya untuk mencari hal (barang/jasa) yang terbaik untuk dirinya sendiri. Sementara itu, warga, akan berupaya untuk fokus kepada kepentingan umum dan kepentingan jangka panjang dari suatu komunitas. Salah satu dari langkah yang pertama kali dilakukan di Orange County untuk mencapai tujuan dari Citizens First adalah Proses Perencanaan Strategis yang dilaksanakan di musim gugur tahun 1995 dan musim semi tahun 1996. Sejauh ini Citizen First hanya merupakan ide bukan suatu ketetapan yang telah tertulis dan telah dibakukan menjadi suatu kebijakan pemerintah berupa program. Ini hanya merupakan suatu awal.. B. Tujuan dan Metode Penulisan Makalah ini juga bertujuan untuk membandingkan upaya-upaya yang telah dilakukan Orange County tersebut dengan program sejenis yang dilaksanakan oleh pemerintahan daerah yang lain agar dapat dibandingkan efektivitasnya satu sama lain. Lebih jauh lagi, makalah ini ditujukan untuk mengetahui strategi yang paling tepat untuk mengarahkan masyarakat agar dapat berkontribusi sebagai warga negara yang baik dalam setiap keputusan publik. Dalam menyusun makalah ini, metode yang digunakan adalah: a. Mengidentifikasi kondisi kekinian pemerintahan Orange County dan juga kinerjanya.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

b. Mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal dari Orange County. c. Menetapkan benchmarking atas upaya penjaringan aspirasi masyarakan dan juga mencari best practicesnya. d. Menyiapkan alternatif perencanaan strategis serta menjelaskan kelemahan dan kekurangan dari masing-masing alternatif strategi yang ada. e. Merekomendasikan strategi yang spesifik, tujuan jangka panjang, kebijakan tahunan serta merekomendasikan alternatif evaluasi dan review strategi yang digunakan.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

BAB II LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN


A. Landasan Teori 1. Partisipasi masyarakat. Dalam suatu negara, penting dipastikan adanya suatu masyarakat/rakyat yang bersatu. Sebagaimana disampaikan Openheimer dan Lauterpacht, negara akan dapat disebut sebagai suatu negara yang berdaulat manakala memenuhi keempat syarat berikut yakni, memiliki wilayah, memiliki rakyat, memiliki pemerintahan yang berdaulat, serta adanya pengakuan kedaulatan oleh negara lain. Dengan demikian rakyat seharusnya memegang peranan penting dalam suatu negara. Pentingnya partisipasi warganegara juga diungkapkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) ditinjau dari segi Good Governance atau tata kelola pemerintahan yang baik. OECD menyatakan, 3 pilar dari Good Governance adalah participatory development (keterlibatan masyarakat dalam pembangunan), human rights (terjaminnya pelaksanaan hak-hak asasi manusia termasuk hak warga untuk menyampaikan pendapat), dan democratization (proses pelaksanaan kepemerintahan yang memenuhi kaidah kaidah dari, oleh dan untuk rakyat) 2. Proses Perencanaan Berbasis Masyarakat (Citizen Driven Planning Processes) Berbagai pemerintahan daerah telah menyadari bahwa mencari partisipasi warga yang aktif merupakan salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat, dan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan. Untuk ini, berbagai pemerintahan daerah telah mencoba untuk menjalankan berbagai strategi dan cara untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses penentuan prioritas dan menentukan arah strategik dari masyarakat. Ada tiga pendekatan yang dapat dilakukan untuk melaksanakan hal tersebut, yakni: a. One-Time Systemic Interventions Dalam One-Time Systemic Interventions, dilaksanakan proses pelibatan masyarakat secara aktif dengan melaksanakan suatu pertemuan yang dapat

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

mengumpulkan seluruh anggota masyarakat yang berkepentingan untuk dapat menentukan prioritas kebijakan yang akan dilaksanakan dalam pemerintahan daerah tersebut. Sebagai contoh, di Wichita, Wichita State University melaksanakan program Wichita Assembly Series untuk menyediakan forum publik yang bertujuan memecahkan masalah masalah kaum pinggiran. Format forum ini turut mencakup adanya dialog yang membangun di antara pihak yang berkepentingan dengan topik yang telah dipilih. Staf dari universitas tersebut memainkan peran sebagai pemimpin dalam mengorganisasikan, memfasilitasi dan membuat masukan yang terkait topik yang dibahas di masyarakat, masalah anakanak, pengembangan ekonomi, dan kualitas pengelolaan lingkungan. Hasil-hasil yang biasanya dicapai oleh pertemuan-pertemuan ini adalah kesadaran bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan masalah-masalah kekinian. Namun demikian, kesepakatan dari pertemuan tersebut untuk menjalankan hasil-hasil rekomendasi yang dihasilkan tidak selalu dapat dilaksanakan. b. Citywide Citizen Participation Programs Sejak tahun 1970, sejumlah kota-kota di Amerika Serikat telah mengembangkan Citywide Citizen Participation di mana partisipasi masyarakat didapatkan melalui penyebaran titik-titik pengumpulan aspirasi di tiap kota di level kecamatannya. Sehingga dalam tiap kota ada sejumlah perwakilan pengumpulan aspirasi dalam tiap pemerintahan daerah. Berikut disampaikan beberapa contoh dari Citywide Citizen Participation. 1). Dayton Di kota Dayton, dikenal adanya sebuah badan bernama Seven Priority Board. Badan ini merupakan representasi 93 asosiasi masyarakat Dayton. Ketujuh daerah yang diwakili badan yakni Downtown, Southeast, Northeast, FROC (Fair River Oaks Council), Northwest, Innerwest and Southwest. Badan ini bertugas mengidentifikasi dan menyusun prioritas kebutuhan masyarakat dan sasaran yang ingin dicapai. Badan ini memiliki akses sampai ke

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

pucuk pemerintahan kota dan turut menentukan keputusan-keputusan terkait inisiatif strategis dan pilihan apa yang akan menjadi prioritas di masa depan. Sejak berdirinya, badan ini telah mendapatkan perhatian di lingkup nasional tentang bagaimana proses pengambilan input dari warga dilaksanakan. Sistem dua arah ini telah terbukti efektif. Warga dapat secara langsung mengakses perwakilan wilayahnya baik melalui media telepon/faks ataupun datang langsung ke kantor Priority Board setempat. Pertemuan-pertemuan per-Priority Board juga rutin dilaksanakan dalam rangka menjaring aspirasi warga. 2). Portland Seperti halnya di Dayton, Portland juga memiliki program partisipasi warganya yang berbentuk District Coallition Board. Portland dilayani oleh lima Kantor Koalisi independen Non-Profit dan dua kantor yang dikelola Kantor Distrik. Kantor non-profit independen koalisi menerima hibah dari Kantor Keterlibatan Lingkungan untuk memfasilitasi partisipasi anggota dan kegiatan pencegahan kejahatan terkait untuk asosiasi lingkungan dan anggota masyarakat dalam area geografis yang ditetapkan. Dewan koalisi masing-masing terutama terdiri dari wakil-wakil dari asosiasi anggota masyarakat. Kedua kantor yang dikelola Kantor Distrik (East Portland Neighborhood Office dan North Portland Neighborhood Services) menyediakan layanan serupa dengan asosiasi lingkungan dan anggota masyarakat. c. Ad Hoc Solicitation of Citizen Input Berbagai pemerintah daerah dapat juga melaksanakan aktivitas

pengumpulan aspirasi yang bentuknya tidak komprehensif dan tidak berkelanjutan seperti 2 metode yang telah disampaikan sebelumnya. Namun demikian, metode ini juga menyediakan model yang penting untuk menjaring aspirasi masyarakat dalam perencanaan strategi. Contoh dari metode ini adalah public hearing yang dilakukan pemerintah daerah setelah menetapkan suatu perencanaan strategis. Public hearing ini akan membuat masyarakat memiliki masukan-masukan atas perencanaan strategis. Metode lainnya dari Ad Hoc Solicitation ini adalah melaksanakan survei. Survei kepada masyarakat adalah sebuah instrumen yang

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

dapat mengumpulkan pendapat masyarakat dalam waktu singkat untuk dapat mengetahui aspirasi masyarakat dalam menentukan rencana strategis ke depannya. B. Model Public Participation di Orange County Keterlibatan masyarakat dalam penentuan kebijakan publik tentu sangat diharapkan. Sama seperti di orange county, Citizen First adalah suatu ide yang dapat dianggap sebuah konsep dimana masyarakat dapat memenuhi perannya sebagai warga Negara yang ikut aktif dalam pelaksanaan kegiatan bernegara. Memberikan sumbangsih pemikiran bukan hanya pada saat pemilihan senator akan tetapi pada setiap pengambilan keputusan publik. Tujuan pelaksanaan Citizen First pada Orange County antara lain yaitu : 1) Meningkatkan keterlibatan masyarakat pada kegiatan publik. 2) Meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. 3) Meningkatkan tanggung jawab pemerintah lokal pada rakyatnya. 4) Memperkuat pelayanan umum yang utama seperti pemadam kebakaran dan keselamatan, drainase banjir dan penegakan kode. 5) Meningkatkan pelayanan transportasi. 6) Meningkatkan pelayanan hukum dan pencegahan atas kejahatan. 7) Meningkatkan lapangan kerja dan perekonomian rakyat. 8) Meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 9) Membangun area-area umum seperti taman dan community centre untuk menumbuhkan kebersamaan antara kelompok-kelompok masyarakat. 10) Mengembangkan potensi kepemudaan baik itu program intervention, prevention, dan treatment. 11) Mempertahankan dan memelihara keindahan alam yang dapat menjadi kawasan wisata. 12) Meningkatkan produktifitas dan kualitas produk komoditi orange county dalam tujuannya untuk menjadi pelaksana pemerintah lokal terbaik seAmerika Serikat.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

Terdapat beberapa program public participation yang telah berjalan di Orange County saat ini antara lain: 1) Diskusi umum dengan partisipasi masyarakat luas secara langsung. 2) Survey dengan mengirimkan pertanyaan-pertanyaan melalui email ke 10.000 penerima. 3) Program kelompok lingkungan masyarakat, membentuk hubungan dekat dengan kelompok-kelompok tersebut untuk mencari kebutuhan apa yang diinginkan oleh masyarakat. 4) The targetted communities initiativeprogram, yang ditujukan untuk komunitas masyrakat tradisional yang minoritas. 5) Program kepemudaan yang mengajak pemuda untuk bertemu langsung dengan pimpinan daerah atau pimpinan organisasi masyarakat. 6) Program menggunakan bantuan tekhnologi informasi dalam pelaksanaannya seperti pada saat survey dan meeting. 7) Penggunaan televisi lokal sebagai sarana penyampaian informasi dan aspirasi.

C. Kondisi Internal Eksternal Orange County Kondisi internal Orange County sebagai wilayah dalam Negara bagian Florida di United States dapat kita simpulkan secara sederhana sebagai berikut : 1. Orange County merupakan wilayah basis politik Partai Demokrat, partai yang memenangkan Pemilu sehingga mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah pusat. 2. Sistem pendidikan yang baik sesuai dengan standar Negara bagian di United States dan pendidikan mengenai kewarganegaraan telah ditanamkan sejak dini. 3. Tingkat pendidikan yang tinggi berimbas pada perkembangan laju informasi. Posisi media cetak lokal, dan media televisi lokal yang mendidik dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang perkembangan daerah. 4. Kesadaran masyarakat yang tinggi akan perannya sebagai warga negara. 5. Penduduk yang plural, namun mayoritas kulit putih 75% dengan campuran amerika latin 18% dan kulit hitam serta asia 7%.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

6. Terdapat lahan perkebunan yang luas, dengan komoditi unggulan buah orange. 7. Perekonomian masyarakat sebagian besar adalah perusahaan perkebunan dan wirausaha serta restaurant. 8. Memiliki keindahan alam yang menjadi daya tarik wisata. 9. Penduduk orange county didominasi oleh kaum tua. 10. Kurangnya lapangan kerja yang disediakan oleh pemerintah. 11. Rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah. Selain kondisi internal Orange County terdapat pula kondisi eksternal yaitu kondisi yang mempengaruhi kehidupan bermasyarakat secara umum yang berasal dari luar wilayah Orange County. 1. Berada dalam satu wilayah Negara bagian di florida yang terkenal dan menjadi pusat tujuan pendatang seperti Hollywood dan Miami. 2. Pemilihan umum yang berlangsung 5 tahun sekali mempengaruhi peta politik pemimpin Negara bagian/daerah. 3. Kondisi perekonomian dunia yang sedang mengalami penurunan, berimbas pada kejatuhan bisnis dan kegiatan usaha yang dilakukan masyarakat Orange County. 4. Kebijakan dari pemerintah federal yang terkadang berbeda dengan keinginan masyarakat sehingga menimbulkan ketidakpercayaan yang berkembang menjadi apatisme dan pesimisme pada pemerintah baik federal maupun.

D. Benchmarking atas public participation. Menggunakan konsep Citizen First dan Jaring Asmara yang diterapkan pada pemerintah daerah di Indonesia serta OECD Model kita mencoba mencari benchmark dan best practice yang akan digunakan. Pembandingan dapat kita lihat pada lampiran I. Benchmarking dilakukan untuk mengetahui apa saja yang harus ada dalam kebijakan. Hal-hal yang berkaitan dengan visi atau goal tujuan yang ingin dicapai serta kondisi yang diharapkan.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

Dari pembandingan metode yang telah dilakukan, kita dapat mengetahui bahwa untuk program public participation seharusnya memerlukan sebuah prinsip baku yang biasa digunakan oleh pemerintah dalam pembuatan kebijakannya. Prinsip ini menjadi sebuah tujuan dan ketentuan yang mengikat untuk sebuah metode atau bentuk kebijakan public participation yang akan diterapkan. Terdapat banyak prinsip yang tentunya menyinggung perihal hubungan kebijakan pemerintah dengan partisipasi masyarakat, akan tetapi yang paling mendekati ideal dan lebih focus adalah 10 Prinsip active Participation of Citizen in Policy making yang dibuat oleh OECD. Menurut OECD telah membuat sebuah terdapat 10 Prinsip active Participation of Citizen in Policy makin. Pemerintah yang menginginkan terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan harus menerapkan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. Commitment kepemimpinan dan komitmen yang kuat atas informasi merupakan hal yang penting. Kegiatan konsultasi dan partisipasi aktif oleh berbagai pihak meliputi eksekutif, pihak swasta serta masyarakat. 2. Hak (right) Hak atas informasi Masyarakat memiliki akses atas informasi dan memiliki wadah untuk menyampaikan umpan balik atas informasi yang dipahami. Pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin ketersediaan akses masyarakat dalam memperoleh informasi. Setiap anggota masyarakat harus diperlakukan sama dan dihargai saat memberikan feedback atau pedapat. 3. Kejelasan dalam komunikasi (clarity) Tujuan dan batasan atas aspek informasi, konsultasi, partisipasi aktif harus didefinisikan dengan jelas terkait peran dan tanggung jawab baik masyarakat maupun pemerintah dalam mengambil keputusan 4. Waktu (Time) Konsultasi dan peran active dari masyarakat harus dilakukan pada tahap sangat awal dalam penentuan kebijakan. Hal ini dimaksud agar memperluas berbagai kemugkinan solusi kebijakan, dan memperbesar keberhasilan implementasi

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

penentuan kebijakan dimana peran active masyarakat sangat menunjang pengambilan keputusan. 5. Objektivitas (Objectivity) Informasi yang akan dikonsumsi masyarakat dalam mewujudkan peran sertanya untuk penentuan kebijakan haruslah bersifat apa adanya (objectif) sehingga dalam pengambilan keputusan diharapkan relevan terhadap kondisi yang sebenarnya. 6. Sumberdaya Sumberdaya finansial, manusia, dan teknis menjadi hal yang sangat penting dan diperlukan untuk mewujudkan active participation of citizen in policy making. Hal ini akan menentukan apa-apa saja yang diperlukann untuk dikomunikasikan kepada masyarakat, seberapa besar porsi masyarakat yang dilibatkan dalam keseluruhan proses pengambilan keputusan, seberapa banyak participan yang mewakili masyarakat, bagaimana cara memilih partisipan dan bagaimana metode yang akan digunakan utuk menyerap aspirasi masyarakat. 7. Coordination Masyarakat mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginannya kepada pemerintah. Pemerintah menerima aspirasi dari masyarakat dan berupaya membuat kewajiban yang sesuai. Kebijakan tersebut kemudian dikomunikasikan kembali kepada masyarakat. Hal tersebut membutuhkan koordinasi yang baik sehingga dapat mewujudkan pengambilan keputusan terkait kebijakan yang dirasakan manfaatnya paling maksimal. 8. Akuntabilitas Pemerintah memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan masukan yang disampaikan oleh masyarakat dalam bentuk pengkomunikasian terkait

pemanfaatan masukan tersebut dalam rangka membuat kebijakan. Setiap kebijakan yang akan diambil dijelaskan oleh pemerintah kepada masyarakat dan menerima masukan atas perbaikan kebijakan yang akan diambil 9. Evaluation Pemerintah memerlukan alat untuk mengevaluasi apakah system yang digunakan untuk mengikutsertakan masyarakat dalam penentuan kebijakan sudah optimal.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

Fokusnya pada seberapa terbuka informasi kepada masyarakat, seberapa luas setiap elemen dalam masyarakat dpat ikut serta dalam menyampaikan aspirasi, dan pengidentifikasian mengenai diperlukannya perubahan atas sistem yang sedang digunakan. 10. Masyarakat yang aktif Karena penentuan kebijakan didasarkan pada suara dan pendapat masyarakat maka seberapa peduli dan aktif masyarakat menyampaikan aspirasinya akan sangat menentukan seberapa besar manfaat yang dapat diraih melalui active Participation of Citizen in Policy making. OECD juga menjelaskan mengenai suatu kerangka yang harus difokuskan dalam rangka menerapkan public participation, kerangka ini menjadi dasar dalam penerapan kebijakan. Kerangka ini akan menjadi pedoman dalam menentukan langkah seperi apa yang akan diambil pemerintah dengan membandingkan kondisi serta situasi yang ada pada Orange County nantinya. Kerangka tersebut yaitu: 1. Building legal, policy and institutional frameworks Pada tahap ini pemerintah menyiapkan aturan main yang jelas melalui pendefinisan hak-hak masyarakat terkait dengan akses informasi dan penyampaian aspirasi serta tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan. Pemerintah menjamin dari segi hukum tentang transaparansi dan keterbukaan pada berbagai aktivitas dalam rangka partisipasi publik. Pemerintah juga perlu menetapkan institusiinstitusi mana saja yag akan bertanggungjawab dalam rangka melaksanakan aktivitas partisipasi public. 2. Developing tools and practices Pada tahap ini pemerintah membuat tools-tools dalam rangka menjalin hubungan dengan masyarakat sehingga terwujud suatu skema atau metode yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan partisipasi public dalam proses penentuan kebijakan. OECD membagi bobot hubungan yang terjadi antara pemerintah dengan masyarakat menjadi sebagai berikut :

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

a. Information : One Way Relationship Pemerintah menyusun dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Masyarakat hanya bisa menerima dan menilai aktivitas pemerintah berdasarkan informasitersebut. Pada tahap ini masyarakat mungkin dapat beraspirasi tetapi pemerintah tidak memberikan wadah untuk menerima masukan atau menampung aspirasi yang timbul di masyarakat. Hubungan dengan pemeritah bersifat searah. Metode yang dapat digunakan meliputi : Penyampaian informasi laporan keuangan Memberikan informasi kepada masyarakat terkait aktivitas dan performa pemerintah Pemberian brosur/panlet, handbook, lealet Memberikan keterangan dalam bentuk brosur yang diilai pentin duntuk disampaikan kepada masyarakat Education material Berupa booklet yang memberikan pengertian kepada masyarakat ttg kebijakan pemerintah. Contoh misalkan pemerintah memberikan edukasi mengenai redenominasi mata uang sehingga diharapkan masyarakat akan mengerti kebijakan yang akan diambil. Informasi melalui media televisi, radio, internet, dan lain-lain Call centre/information centre

b. Consultation : a two-way relation Pemerintah menyediakan isu-isu yang akan dibahas, kemudian meminta pendapat masyarakat untuk menjadi masukan. Dengan melakukan ini pemerintah memberikan ruang untuk menampung dan mempertimbangkan aspirasi yang diterima. Hubungan pada tahap ini sudah bersifat 2 arah. contoh survey dan dengar pendapat draft undang-undang. Melalui hal ini pemerintah menyediakan kesempatan masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya. Metode yang dapat digunakan meliputi public hearing, diskusi panel, focus group, open hours, citizen panel, advisory comittee

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

c. Active Participation Jika pada consultation kesempatan masyarakat untuk diterima aspirasinya oleh pemerintah sebagai bahan pertimbangan hanya ketika pemerintah meminta, pada active participation hubungan lebih ditingkatkan lagi. Pada tahap ini masyarakat dianggap sebagai partner yang aktif memberi masukan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dan pemerintah menerima pendapat tersebut walaupun tidak secara aktif meminta. Masyarakat dilibatkan secara terus menerus. Dalam hal ini dimungkinkan bagi masyarakat untuk menyusun agenda pembicaraan, menyampaikan dengan inisiatif sendiri mengenai opsi-opsi kebijakan kepada pemerintah, dan meminta diadakan dialog kebijakan dengan pemerintah. Active participation mengakui kapasitas masyarakat untuk mendiskusikan dan menghasilkan opsi kebijakan secara independen. Yang perlu ditekankan adalahbahwa wewenang penetapan kebijakan secara final tetapdipegang pemerintah. Namun demikian hal seperti ini jarang diterapkan oleh Negara-negara OECD. Contoh konferensi consensus 3. Integrating information and communication technologies Negara-negara OECD memanfaatkan teknologi informasi yang senantiasa berkembang untuk menunjang penerapan tools-tools yang digunakan pemerintah guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan. Penggunaan teknologi informasi memberi manfaat membuat penerapan tool menjadi efisien sehingga lebih hemat biaya, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah, meningkatkan kualitas dan kuantitas keterlibatan masyarakat melalui media elektronik. Contoh pengunaan yang nyata adalah survey atau pooling elektronik dan penyediaan informasi melalui internet. E. QSPM dan Penetapan Alternatif Kebijakan Dengan menggunakan analisa EFE EFI yang dipadukan dalam matriks QSPM untuk pembandingan dan pemilihan model public participation kita akan berusaha memilih bentuk seperti apa yang tepat digunakan pada Orange County.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

Tabel 2.1 Matriks QSPM


Faktor Faktor Utama Strength/Kekuatan 1 Orange County merupakan wilayah yang cenderung berhaluan politik pada Partai Demokrat / Dukungan yang kuat dari pemerintah pusat 2 Pendidikan mengenai kewarganegaraan mulai ditanamkan sejak dini kepada kaum muda 3 Pemanfaatan media cetak lokal, dan media televisi lokal untuk mendidik dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang perkembangan daerah 4 Kesadaran masyarakat akan perannya sebagai warga negara. Weakness/Kelemahan 1 Rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah 2 Penduduk Orange County didominasi oleh kaum tua 3 Sedikitnya lapangan pekerjaan. 4 Masyarakat yang plural, memiliki kebutuhan pelayanan publik yang beragam juga Opportunity/Peluang 1 Berkembangnya internet yang meningkatkan keterbukaan informasi publik 2 Munculnya teori-teori kebijakan publik yang baru antara lain good governance 3 Stabilitas sosial di masyarakat 4 Pilpres di Amerika Serikat Threat/Ancaman 1 Image birokrasi yang negatif, prosesnya berlangsung lama dan berbelit-belit 2 Apatisme dan pesimisme terhadap pelaksanaan program pemerintah 3 Ketidaksesuaian antara keinginan masyarakat dengan program dari pemerintah pusat 4 Keterbatasan dana untuk mendukung pelaksanaan program pemda 6 Pergantian pemerintahan daerah Bobot 0,1 0,2 Citizen First AS TS 2 1 0,2 0,2 Alternatif strategi Jaring Asmara Engaged Citizen in Policy Making AS TS AS TS 2 1 0,2 0,2 1 2 0,1 0,4

0,1 0,2

2 3

0,2 0,6

1 1

0,1 0,2

4 2

0,4 0,4

0,2 0,05 0,05 0,1

2 3 4 1

0,4 0,15 0,2 0,1

3 1 1 3

0,6 0,05 0,05 0,3

4 2 2 1

0,8 0,1 0,1 0,1

0,2 0,08 0,05 0,05

3 1 2 1

0,6 0,08 0,1 0,05

1 3 2 2

0,2 0,24 0,1 0,1

4 2 2 1

0,8 0,16 0,1 0,05

0,12 0,15 0,2 0,1 0,05

3 1 4 1 1

0,36 0,15 0,8 0,1 0,05 4,34

3 2 2 1 2

0,36 0,3 0,4 0,1 0,1 3,6

3 2 3 2 1

0,36 0,3 0,6 0,2 0,05 5,02

Dari tabel 2.1 dan 2.2 dapat kita ambil kesimpulan bahwa model yang tepat untuk diterapkan di Orange County adalah Engaged Citizen in Policy Making by OECD. Akan tetapi model yang disampaikan oleh OECD ini masih terdapat beberapa kelemahan,diantaranya adalah; 1. Konsep yang dikemukakan OECD masih terlalu luas dan tidak kongkret. 2. Perlu menetapkan posisi Orange County dalam model Public Participation oleh OECD berada pada tahapan apa dan tipe apa. 3. Belum terdapat unsur pengawasan serta tindak lanjut evaluasi atas penerapan program 4. Membutuhkan dukungan infrastruktur dan sarana tekhnologi informasi yang baik.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

Tabel 2.2 Conditional Checklist


Prinsip-prinsip policy making from OECD Komitmen Hak Kejelasan Waktu Objektifitas Sumber daya Koordinasi Akuntabilitas Evaluasi Warga Negara yang Aktif Y x N Kondisi di Orange County Pendapat dari Chapin sebagai chairman bahwa partisipasi masyarakat mutlak dibutuhkan pada pemerintahan pemerintah menberikan jaminan kepada asyarakat atas hak memperoleh informasi aturan yang baku yang mengatur tentang hak dan kewajiban warga negara visi yang dihasilkan memuat jangka waktu pencapaian yang jelas informasi yang dihasilkan oleh pemerintah memiliki kualitas dan mudah dimengerti SDM yang berkualitas lahan pertanian yang luas koordinasi dengan CSO yang sudah terjalin lama sistem pemerintahan yang mendukung akuntabilitas pelayanan publik tidak tersedianya model evaluasi atas penerapan program kebijakan publik melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik

Pemilihan alternatif kebijakan akan dilakukan untuk menutup kelemahan yang ada diatas. Benntuk model public participation yang dikemukakan oleh OECD terdiri dari beberapa hal yang bersifat situasional atau conditional.Model OECD membagi drive atau pendorong mengapa public participation itu diharapkan, seperti pada tabel 2.3. Tabel 2.3 Pendorong Public Participation
No 1 2 3 Driver/Pendorong Memperkuat Demokrasi meningkatkan transparansi dan akuntabilitas mencapai pelayanan yang lebih baik Tipe Partisipasi Participation Informastion Consultation/ active participation 4 Membagi/mengalihkan tanggung jawab untuk keputusan kebijakan yang sulit/tidak populer 5 Penundaan pembuatan keputusan yang sulit melalui debat dan diskusi 6 Mencegah terjadinya protes masyarakat Information / consultation Consultation / active participation Information

Tidak semua kondisi yang ada pada tabel 2.3 terjadi pada Orange County, hal ini mesti kita persatukan dengan kondisi internal dan eksternal yang ada.selain itu pertanyaan apakah masyarakat diikutkan dalam setiap tahapan pengambilan kebijakan oleh pemerintah juga menjadi hal yang harus ditentukan untuk Orange County.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

Pada tabel 2.4 dibawah terlihat bentuk program atau kegiatan yang dapat dilakukan untuk public participation dalam setiap tahapan pengambilan kebijakan, Tabel 2.4 Bentuk Public Participation dalam Tahapan Pengambilan Kebijakan
Tahapan Rancangan Informasi Rencana Kerja Program Kerja RUU Penerbitan aturan Sosialisasi kebijakan Information center Evaluasi Public opinion survei Konsultasi Survei Undangan terhadap rancangan peraturan Penggunaan fokus grup dalam penyebaran informasi kebijakan Membuka layanan call centre Partisipasi Aktif Dialog publik tentang isu kebijakan Undangan pmbahasan rancangan peraturan/kebijakan Implementasi Kemitraan dengan organisasi masyarakat untuk menerapkan kebijakan atau aturan baru Evaluasi indepanden oleh organisasi masyarakat Layanan call centre

Model OECD membagi menjadi tiga tipe tindakan yang dilakukan untuk mengikut sertakan masyarakat pada pengambilan kebijakan pemerintah seperti pada tabel 2.5. Pembagian ini didasarkan pada kondisi internal dan eksternal wilayah tertentu. Tiap daerah tidak akan sama kondisi dan situasinya. Suatu kebijakan yang akan diterapkan idealnya membutuhkan sebuah riset social yang akan menetukan apakah kebijakan yang akan dikeluarkan telah sesuai dengan kondisi masyarakat.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

Tabel 2.5 Public Participation Tools berdasarkan bentuk kebijakan

No 1

Tipe Informasi

Tools Sensus Laman dan portal pemerintah TV, Radio, laporan tahunan

Konsultasi

Analisa data Email untuk CP Survey, public hearing, focus group On-line chat events Open hours Citizens pannels Advisory commitees

Participation

Citizens fora Consensus conferences Citizenz juries Public dialogue sessions On line discussions groups

F. Rekomendasi Penerapan Alternatif Kebijakan Sesuai dengan level yang disampaikan oleh OECD, bahwasanya terdapat 3 tingkatan partisipasi publik dalam kehidupan bermasyarakat yaitu informasi, konsultasi dan partisipasi. Bentuk-bentuk ini tidak semuanya dapat diaplikasikan terhadap setiap lapisan masyarakat, banyak faktor-faktor yang mempengeruhi penerapan setiap tingkatan partisipasi publik tersebut. Meskipun dari 10 prinsip yang dikemukakan oleh OECD telah terpenuhi semua, bukan berarti bahwa proses partisipasi publik pada suatu daerah sudah berada pada level yang paling tinggi yaitu level partisipasi. Kondisi sosial masyarakat pada suatu daerah sangat berpengaruh terhadap hasil dari partisipasi publik yang akan terjadi di masyarakat. Dan tidak terpungkiri bahwa mungkin setiap daerah akan

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

memiliki kebijakan-kebijakan yang ada pada tiap tingkatan partisipasi publik tergantung dari kebutuhan pemerintah pada daerah tersebut. Jika melihat pada kondisi yang ada pada Orange County, jenis-jenis kebijakan yang sudah berjalan seperti disebutkan di awal pembahasan adalah sebagai berikut: 1) Diskusi umum dengan partisipasi masyarakat luas secara langsung. (Consultation/Participation) 2) Survey dengan mengirimkan pertanyaan-pertanyaan melalui email ke 10.000 penerima. (Information/Consultation) 3) Program kelompok lingkungan masyarakat, membentuk hubungan dekat dengan kelompok-kelompok tersebut untuk mencari kebutuhan apa yang diinginkan oleh masyarakat. (Consultation) 4) The targetted communities initiativeprogram, yang ditujukan untuk komunitas masyrakat tradisional yang minoritas. (Consultation/Participation) 5) Program kepemudaan yang mengajak pemuda untuk bertemu langsung dengan pimpinan daerah atau pimpinan organisasi masyarakat. (Consultation) 6) Program menggunakan bantuan tekhnologi informasi dalam pelaksanaannya seperti pada saat survey dan meeting. (Consultation) 7) Penggunaan televisi lokal sebagai sarana penyampaian informasi dan aspirasi. (Information) Jika dilihat pada kebijakan-kebijakan yang telah diaplikasikan oleh pemerintah Orange County, maka hampir seluruhnya merupakan kebijakan yang mengarah pada tipe Konsultasi sesuai dengan tipe partisipasi publik yang dikemukakan oleh OECD. Selain dari kebijakan yang sudah diterapkan tersebut, beberapa alternatif kebijakan yang dapat ditempuh oleh pemerintah Orange County dapat berupa sebagai berikut: 1) Melakukan publikasi rancangan kebijakan untuk mendapatkan feedback dari masyarakat 2) Melakukan publikasi laporan atas kebijakan publik, contoh laporan keuangan pemerinta, laporan kegiatan dan lainnya, untuk dapat digunakan masyarakat untukmelakukan evaluasi atas kebijakan publik yang sudah dilakukan

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

3) Menggelar forum diskusi publik yang melibatkan elemen masyarakat untuk melakukan penyebaran informasi kebijakan publik 4) Membuka layanan konsultasi dan pengaduan masyarakat Selain alternatif kebijakan diatas, OECD juga sangat menganjurkan untuk melibatkan teknologi komunikasi dan informasi dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan. Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, maka kebijakan yang terkait dengan teknologi komunikasi dan informasi yang dapat ditempuh oleh pemerintah Orange County direkomendasikan sebagai berikut: 1) Membuat laman utama pemerintah Orange County di internet sebagai media publikasi 2) Menganjurkan setiap dinas sebagai bagian dari pemerintahan untuk memiliki laman tersendiri sebagai pendukung laman utama pemerintahan Orange County 3) Memiliki portal web yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk memberikan feedback maupun usulan kebijakan publik. 4) Memiliki layanan call center yang dapat diakses oleh warga masyarakat 24 jam. Selain alternatif kebijakan yang telah direkomendasikan terdapat pula beberapa tindakan yang mungkin perlu dilakukan sebelum penerapan atas suau kebijakan yaitu : 1) Dilakukan uji materiil dihadapan dewan atau senat atas kebijakan yang diambil sebelum ditetapkan menjadi ketentuan secara resmi. 2) Dilakukan sosialisasi untuk penyesuaian atas kebijakan yang dipilih dan agar semua masyarakat mengetahui.

G. Rekomendasi Evaluasi Alternatif Kebijakan. Atas penerapan alternatif kebijakan yang telah dipilih sebelumnya diharapkan adanya alat evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kinerja dari pelaksanaan suatu kebijakan.Terdapat beberapa bentuk instrument untuk mengetahui

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

keberhasilan dan kinerja atas kebijakan.Akan tetapi yang paling tepat untuk menilai kinerja atas kebijakan public participation yang ditetapkan di Orange County adalah dengan mengimplementasikan Balance Score Card (BSC). Dengan menggunakan BSC sebagai alat pengukuran kinerja, kinerja organisasi publik (dalam hal ini pemerintah daerah Orange County) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dapat dilihat secara luas dengan mengidentifikasi keberhasilan organisasi tersebut dari dari empat perspektif berikut: (1) The Learning and Growth Perspective, (2) The Business Process Perspective, (3) The Customer Perspective, dan (4) The Financial Perspective. Penerapan BSC pada organisasi publik membutuhkan sedikit adaptasi, hal ini dikarenakan BSC harus selalu berpedoman pada tujuan organisasi. Pada organisasi publik yang mengedepankan layanan publik, BSC dapat diterapkan dengan memodifikasinya sehingga perspektif pelanggan ditempatkan di puncak, diikuti perspektif finansial, perspektif proses internal, serta perspektif pembelajaran dan inovasi.Modifikasi dengan menempatkan perspektif pelanggan di puncak hirarki mewujudkan bagaimana instansi pemerintah mampu menghasilkan outcome sebagaimana keinginan dan kebutuhan masyarakat. BSC yang dapat diterapkan untuk mengevaluasi penerapan kebijakan oleh pemerintah daerah Orange County seperti pada lampiran II. Pada dasarnya, evaluasi kinerja bukan ditujukan untuk memperbaiki pelayanan, tetapi hanya membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki sehingga bisa lebih fokus. BSC digunakan sebagai alat pendukung untuk komunikasi, motivasi, dan mengevaluasi strategi pemerintah daerah Orange County.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

BAB III SIMPULAN


Dari pembahasan pada bab sebelumnya, kebijakan yang telah diaplikasikan oleh Orange County dalam rangka meningkatkan partisipasi warga masyarakatnya dalam proses perumusan keputusan publik sudah berada pada jalur yang benar, yang dapat kita nilai dari kesesuaian dengan prinsip-prinsip yang dikemukakan oleh OECD, Ide Citizen First pada Orange County telah memenuhi 9 dari 10 prinsip yang dikemukakan. Dalam hal tingkatan partisipasi publik pada Orange County berdasarkan pada tingkatan partisipasi publik yang dikemukakan oleh OECD, tingkatan Konsultasi lebih tepat untuk diterapkan. Tools atau alternative kebijakan dan program yang ada pada tingkatan tersebut dinilai paling cocok dengan kondisi internal maupun eksternal di Orange County.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012

DAFTAR PUSTAKA

Cooper T. L, Bryer T. A, Meek J. W. (2006). Citizen-Centered Collaborative Public Management. Public Administration Review. 66: 76-88. Fred R. David. 2009. Strategic Management. Manajemen Strategis Konsep. Edisi 12 Buku I. Pearson Education. Salemba Empat. Jakarta. OECD. 2001. Citizen as Partners, Information, Consulting, and Public Participation in Policy Making. Organization for Economic Co-operation and Development. Paris. France Smyth P, Reddel T. (2000). Place Management; a New Way Forward in Redessing Social Exclusion in Queensland. National Housing Action. 14(2): 9-14. Smith G, Wales C. (2000). Citizens juries and deliberative democracy. Political Studies. 48: 51-65.

A . Tri Abdiawan Amir, DIV STAN 2012