Anda di halaman 1dari 5

PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU Nomor : 28/Dir/PK/5/20010

Pada hari ini, Jumat tanggal dua puluh delapan bulan Mei tahun dua ribu sepuluh (28 05 20010 ) telah ditanda tangani Perjanjian Kerja oleh dan antara pihak-pihak di bawah ini : 1) Listiana Untari, SSt Ft, sesuai jabatannya sebagai Direktur, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Klinik Fisioterapi Dyananda, berkedudukan di jalan BKR nomor 200 Bandung, selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Dengan 2) Sri Riani, AMF, bertempat tinggal di Jalan Lobak No. 20 RT.06 RW 05 Sendang Guwo Semarang, bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Para pihak dengan ini menerangkan bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah sepakat untuk mengikatkan diri dalam Perjanjian Kerja dengan ketentuan dan syarat syarat sebagai berikut : PASAL 1 STATUS KEPEGAWAIAN PIHAK KEDUA sebagai tenaga Fisioterapi, status kepegawaian sebagai pegawai kontrak Klinik Fisioterapi Dyananda.

PASAL 2 MASA BERLAKU PERJANJIAN KERJA 1. Perjanjian Kerja ini berlaku untuk 1 ( satu ) tahun, terhitung 28 Mei 2010 sampai dengan tanggal 30 April 2011, sejak ditandatangani dan akan tetap berlaku sampai adanya pemberitahuan tertulis oleh satu pihak menghentikan perjanjian. 2. Apabila satu pihak akan menghentikan perjanjian ini, maka 1 (satu ) bulan sebelumnya harus memberitahukan kepada pihak lainnya secara tertulis.

PASAL 3 HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA 1.PIHAK PERTAMA berhak untuk : a. Memberikan penugasan pada pelayanan klinik sesuai dengan kebutuhan b. Menerima hasil kerja yang berkwalitas tinggi dan memberikan kepuasan kepada pelanggan. c. Memberikan penilaian / evaluasi dan sanksi terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA. d. Memutuskan hubungan kerja apabila PIHAK KEDUA melakukan penyimpangan seperti yang diatur dalam peraturan Klinik dan Pimpinan 2.PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk : a. Memberikan informasi Kebijakan / Peraturan klinik dan peraturan lainnya yang terkait dengan pelaksanaan tugas PIHAK KEDUA

b.

Memberikan gaji / upah tetap sebesar Rp 1.200.000 ( satu juta dua ratus ribu )per bulan.

c.

Memberikan insentif / imbalan tidak tetap yang diatur secara umum dalam ketentuan pengimbalan sesuai dengan performance PIHAK KEDUA

d.

Memberikan pemeliharaan kesehatan untuk diri sendiri sesuai dengan standar yang berlaku.

e.

Memberikan cuti / libur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pasal 4 HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA 1.PIHAK KEDUA berhak untuk : a. Menerima informasi informasi yang relevan tentang kebijakan / peraturan peraturan yang berlaku. b. Menerima gaji / upah tetap dan pendapatan tidak tetap yang diatur secara umum dalam ketentuan pengimbalan sesuai dengan performance yang diberikan. c. Menerima pemeliharaan kesehatan dan cuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. d. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. 2.PIHAK KEDUA berkewajiban untuk : a. Mematuhi kebijakan / peraturan peraturan yang berlaku. b. Melaksanakan penugasan yang diberikan sesuai dengan kebijakan, standar pelayanan / prosedur efisien, tepat waktu, etis, dan memberikan kepuasan kepada pelanggan. c. Mengikuti budaya kerja corporate. d. Mempunyai komitmen untuk memberikan pelayanan prima.

e. Bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap pekerjaan yang dilakukan. f. Tidak melanggar norma norma yang berlaku secara umum. Pasal 5 WAKTU KERJA Waktu kerja PIHAK KEDUA diatur dalam peraturan Klinik, yaitu 7 ( tujuh jam ) kerja, dalam 2 ( dua ) shift. Shift pertama :jam 8.00 (delapan ) sampai jam 15.00 ( lima belas ), Shift kedua jam 15.00 ( lima belas ) sampai jam 20.00 ( dua puluh ). Pasal 6 PAJAK PENGHASILAN Pajak Penghasilan ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pasal 7 FASILITAS 1. Selama kontrak berlangsung PIHAK KEDUA memperoleh fasilitas pelayanan kesehatan secara terbatas untuk diri sendiri 2. PIHAK KEDUA tidak memperoleh fasilitas antar jemput untuk pergi dan pulang kerja. Pasal 8 PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA 1. PIHAK PERTAMA berhak untuk melakukan pemutusan hubungan kerja apabila PIHAK KEDUA : a. Melakukan tindak pidana / kejahatan. b. Melanggar peraturan dan tata tertib klinik.

2. Apabila salah satu pihak mengakiri hubungan kerja sebelum berakhirnya masa berlaku Perjanjian Kerja, maka sesuai dengan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan untuk membayar ganti rugi sebesar kontrak 1 (satu) bulan dikalikan dengan sisa waktu kontrak yang belum dijalankan. 3. Ketentuan dalam butir 2 (dua) pasal ini tidak berlaku apabila pemutusan hubungan kerja dilakukan berdasarkan ayat 1 (satu) pasal ini.