LAPORAN PENDAHULUAN DISRITMIA

Oleh : NI MADE SURYANI NIM. P17420612097

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SEMARANG 2013

PENGERTIAN Disritmia adalah kelainan denyut jantung yang meliputi gangguan frekuensi. . Bradikardi sinus juga dijumpai pada olahraghawan berat. antidepresan). penyakit adison. pada hipotermia. batuk. nafas pendek. atau infark miokard. peningkatan tekanan intracranial. panhipopituitarisme). gangguan pada pengaturan susunan syaraf autonom yang mempengaruhi kerja dan irama jantung. gangguan sirkulasi coroner.LAPORAN PENDAHULUAN DISRITMIA I. C. adapun faktor pencetus terjadinya disritmia diantaranya yaitu obat-obatan (digitalis. dan setelah kerusakan bedah nodus SA. pada anoreksia nervosa. D. irama ataupun keduanya. pada keadaan hipoendokrin (miksedema. Bradikardi sinus Bradikardi sinus bisa terjadi karena stimulasi vagal. orang yang sangat kesakitan. anoreksia. KONSEP MEDIS A. B. Disritmia adalah kelainan elektrofisiologi jantung dan terutama kelainan sistem konduksi jantung. intoksikasi digitalis. demam. kelelahan. Jenis disritmia 1. terdiri dari: a. berdebardebar. gangguan keseimbangan elektrolit. reserpin. Manifestasi klinis Manifestasi klinisnya meliputi pusing. nyeri dada. Disritmia nodus sinus. metildopa). Etiologi Disritmia dalam garis besarnya dapat disebabkan oleh peradangan miokard. atau orang yang mendapat pengobatan (propanolol.

anemia. Karakteristik : Frekuensi : 60 sampai 100 denyut per menit Gelombang P : biasanya mempunyai konfigurasi yang berbeda dengan gelombang P yang berasal dari nodus SA. infark. Disritmia atrium. miokardium Atrium yang teregang seperti pada gagal jantung kongestif. dapat tenggelam dalam gelombang T yang mendahuluinya. Tempat lain pada atrium telah menjadi iritabel (peningkatan otomatisasi) dan melepaskan impuls . stress atu kecemasan. cedera. nyeri. interval PR normal Kompleks QRS : biasanya mempunyai durasi normal Hantaran : biasanya normsl Irama : regular 2. hipokalemia (kadar kalium rendah).Karakteristik : Frekuensi : 40 sampai 60 denyut per menit Gelombang P : mendahului setiap kompleks QRS. atau keadaan hipermetabolik. gagal jantung kongestif. syok. interval PR normal Kompleks QRS : biasanya normal Hantaran : biasanya normsl Irama : regular b. Premature atrium contraction Kontraksi Prematur Atrium (PAC = premature atrium contraction) dapat disebabakan oleh iritabilitas otot atrium kerana kafein. terdiri dari: a. keadaan hipermetabolisme. nikotin. Karakteristik : Frekuensi : 100 sampai 180 denyut per menit Gelombang P : mendahului setiap kompleks QRS. kehilangan darah akut. latihan. alcohol. kecemasan. simpatomimetika atau pengobatan parasimpatolitik. Takikardi sinus Takikardi sinus (denyut jantung cepat) dapat disebablkan oleh demam.

Penghantaran impuls melalui jantung sebenartnya masih normal. Interval PR dapat berbeda dengan interval PR impuls yang berasal dari nodus SA. kecuali bila terjadi PAC. Karakteristik : Frekuensi : 150 sampai 250 denyut per menit Gelombang P : ektopik dan mengalami distorsi disbanding gelombang P normal. kelelahan. Flutter atrium Fluter atrium terjadi bila ada titik focus di atrium yang menangkap irama jantung dan membuat impuls antara 250 sampai 400 kali per menit. atau alcohol.12 detik) Kompleks QR : biasanya normal. kafein. sehingga komp. Karakter penting pada disritmia ini adalah terjadinya penyekat terapi pada nodus AV. Curah jantung akan menurun dan dapat terjadi gagal jantung.sebelum nodus SA melepaskan impuls secara normal. tembakau. Dapat dicetuskan oleh emosi. b. Gelombang P akan terjadi lebih awal dalam siklus dan biasanya tidak akan mempunyai jeda kompensasi yang lengkap. interval PR memendek (kurang dari 0. Frekuensi yang sangat tinggfi dapat menyebabkan angina akibat pebnurunan pengisian artei koroner. yang mencegah penghantaran beberapa impuls. menyimpang atau tidak ada. tetapi dapat mengalami distorsi apabila terjadi penyimpangan hantaran Hantaran : biasanya normal Irama : regular c. PAT biasanya tidak berhubungan dengan penyakit jantung organic. Paroxysmal atrium tachicardi Takikardi Atrium Paoksismal (PAT = paroxysmal atrium tachychardia) adalah takikardi atrium yang ditandai dengan awitan mendadak dan penghentian mendadak.leks QRS tak terpengaruh. dapat ditemukan pada awal gelombang T. Inilah tanda penting dari . Hantaran : biasanya normal Irama : regular. pengobatan simpatomimetik. Kompleks QRS : bisa normal.

cor pulmonale. Atrium fibrilasi Fibrilasi atrium (kontraksi otot atrium yang tidak terorganisasi dan tidak terkoordinasi)biasanya berhubungan dengan penyakit jantung aterosklerotik. Ventrikel bigemini Bigemini Ventrikel biasanya diakibatkan oleh intoksikasi digitalis. latihan. c. suatu disritmia yang mengancam jiwa. tergantung jenis penyekatnya (mis. PVC biasa disebabkan oleh toksisitas digitalis. dan CHF. Kompleks QRS : konfigurasinya normal dan waktu hantarannya juga normal. atau kombinasinya) d. 2:1. penyakit arteri koroner. penyakit katup jantung. asidosis. terdiri dari: a.disritmia tipe ini. gagal jantung kongestif. Gelombang ini disebut sebagai gelombang F. Karakteristik : Frekuensi : frekuensi atrium antara 250 sampai 400 denyut per menit Gelombang P : tidak ada. Gelombang T : ada namun bisa tertutup oleh gelombang fluter Irama : regular atau ireguler. Disritmia ventrikel. Penyakit ini biasanya berhubungan dengan penyakit arteri koroner . seperti pada PVC. Ventrikel tachicardi Disritmia ini disebabkan oleh peningkatan iritabilitas miokard. Premature ventrikel contraction Kontraksi premature ventrikel (PVC = premature ventricular contraction) terjadi akibat peningkatan otomatisasi sel otot ventrikel. MI akut. 3.. karena hantran 1 :1 impuls atrium yang dilepaskan 250 sampai 400 kali per menit akan mengakibatkan fibrilasi ventrikel. demam. Istilah bigemini mengacu pada kondisi di mana setiap denyut adalah premature. tirotoksikosis. atau peningkatan sirkulasi katekolamin b. hipokalemia. melainkan diganti oleh pola gigi gergaji yang dihasilkan oleh focus di atrium yang melepaskan impuls dengan cepat. atau penyakit jantung congenital. hipoksia. 3:1.

. maka dapat terjadi henti jantung dan kematian bila fibrilasi ventrikel tidak segera dikoreksi. 4. Pasien biasanya sadar akan adanya irama cepat ini dan sangat cemas. Tanpa penatalaksanaan segera. IM. frekuensi jantung berkurang drastis. b. paru. 5. Karena tidak ada koordinasi aktivitas jantung. AV block second degree Juga disebabkan oleh penyakit jantung organic. Abnormalitas hantaran. jantung. atau intoksikasi digitalis. AV block second degree type 2 e.dan terjadi sebelum fibrilasi ventrikel. AV block second degree type 1 d. terdiri dari: a. Asistole ventrikel Tidak akan terjadi kompleks QRS. Bentuk penyekat ini menghasilkan penurunan frekuensi jantung dan biasanya penurunan curah jantung(curah jantung = volume sekuncup x frekuensi jantung). Seperti otak. Polanya sangat ireguler dan dapat dibedakan dengan disritmia tipe lainnya. AV block third degree (total AV block) Juga berhubungan dengan penyakit jantung organik. denyut nadi dan pernafasan. c. dan kulit. Tidak ada denyut jantung. Hal ini biasanya terlihat pada pasien dengan infark miokard dinding inferior jantung. Pada disritmia ini denyut jantung tidak terdengar dan tidak teraba. asistole ventrikel sangat fatal. Takikardi ventrikel sangat berbahaya dan harus dianggap sebagai keadaan gawat darurat. AV block first degree Biasanya berhubungan dengan penyakit jantung organic atau mungkin disebabkan pleh efek digitalis. intoksikasi digitalis. dan MI. dan tidak ada respirasi. d. Ventrikel fibrilasi Adalah denyutan ventrikel yang cepat dan tak efektif. mengakibatkan penurunan perfusi ke organ vital.

pucat. Selain itu. kemudian menyebabkan penurunan tekanan darah. kemudian mengakibatkan penurunan cardiak output. Penurunan kontraksi jantung menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah juga akan menurun. sianosis. nadi dan respiratori rate (RR) menjadi meningkat. Infark miokard menyebabkan kurang efektifnya otot jantung untuk memompakan darahnya. di antaranya yaitu infark miokard.E. Pathofisiologi Disritmia diakibatkan oleh berbagai faktor. Penurunan cardiak output ini mengakibatkan penurunan perfusi jaringan yang ditandai dengan kulit dingin. akhirnya akan menyebabkan kerusakan otot jantung dan mengakibatkan gangguan transmisi impuls dan akan mengakibatkan disritmia. penurunan perfusi jaringan juga mengakibatkan penurunan kontraksi jantung. .

infark miokard. PATHWAYS Gangguan sirkulasi coroner. kulit dingin.II. gangguan keseimbangan elektrolit Penurunan kardiak output Penurunan perfusi jaringan Sianosis. pucat. HR dan RR meningkat Kemampuan kontraksi otot jantung menurun Penurunan curah jantung Vasodilatasi pembuluh darah Tidak tahu akan penyakit Tekanan darah menurun Kurang pengetahuan Kerusakan otot jantung Gangguan transmisi impuls Disritmia .

e. dorsalis pedis) catat frekuensi. penurunan kontraktilitas miokardia. penurunan nadi. Raba nadi (radial. MASALAH/DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. haluaran urin adekuat. f. bimbingan imajinasi Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi . irama. b. bradikardi. femoral.III. Pantau tanda vital dan kaji keadekuatan curah jantung/perfusi jaringan. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan gangguan konduksi elektrikal. Catat adanya denyut jantung ekstra. disritmia atrial. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan gangguan konduksi elektrikal. Intervensi : a. d. Tentukan tipe disritmia dan catat irama : takikardi. status mental biasa Menunjukkan penurunan frekuensi/tak adanya disritmia Berpartisipasi dalam aktivitas yang menurunkan kerja miokardia. INTERVENSI KEPERAWATAN 1. disritmia ventrikel. IV. amplitudo dan simetris. penurunan kontraktilitas miokardia Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 kali 24 jam diharapkan pasien: Mempertahankan/meningkatkan curah jantung adekuat yang dibuktikan oleh TD/nadi dalam rentang normal. nadi teraba sama. Kurang pengetahuan tentang penyebab atau kondisi pengobatan berhubungan dengan kurang informasi/salah pengertian kondisi medis/kebutuhan terapi. keteraturan. catat frekuensi. c. Auskultasi bunyi jantung. blok jantung Demonstrasikan/dorong penggunaan perilaku pengaturan stres misal relaksasi nafas dalam. 2.

program .g. Anjurkan/catat pendidikan tentang obat. e. Siapkan untuk pemasangan otomatik kardioverter atau defibrilator 2. b. perubahan mental. vertigo. teknik mengevaluasi pacu jantung dan gejala yang memerlukan intervensi medis pemahaman tentang kondisi. d. c. apa yang dilakukan bila dosis terlupakan. Kurang pengetahuan tentang penyebab atau kondisi pengobatan berhubungan dengan kurang informasi/salah pengertian kondisi medis/kebutuhan terapi. Kaji ulang fungsi jantung normal/konduksi elektrikal Jelakan/tekankan masalah aritmia khusus dan tindakan terapeutik pada pasien/keluarga Identifikasi efek merugikan/komplikasiaritmia khusus contoh kelemahan. bagaimana dan kapan minum obat. Kaji ulang kewaspadaan keamanan. Termasuk mengapa obat diperlukan. Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 kali 24 jam diharapkan pasien mampu: Menyatakan pengobatan Menyatakan tindakan yang diperlukan dan kemungkinan efek samping obat Intervensi : a.

Ed. http://www. (2001). Jakarta : EGC. 8.blogspot. Ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. dkk.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Hanafi B.html diakses tanggal 8 januari 2013 pukul 01. dkk. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Jilid I. 3. Alih bahasa Agung Waluyo.10 WIB .10 WIB http://profesinersuh09.10 WIB http://kumpulanmaterikeperawatan. Editor Monica Ester.com/2010/04/askep-disritmia. Smeltzer Suzanne C.scribd. Trisnohadi. (2001). Jakarta : Balai Penerbit FKUI.html diakses tanggal 8 januari 2013 pukul 01.com/2009/05/disritmia.com/doc/88424601/Disritmia diakses tanggal 8 januari 2013 pukul 01.