Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

PADA

KELUARGA BARU MENIKAH

DI susun oleh :

KELOMPOK I
A JALIL DAMAYANTI DEDY JUENDIHIDAYAT

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN ( STIKES ) M A T A R A M


2012/2013

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr.Wb. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami,sehingga dapat menyelesaikan makalah ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA KELUARGA BARU MENIKAH ini tepat pada waktunya. Makalah ini dapat terselesaikan,tidak lepas dari adanya bantuan dan arahan dari berbagai pihak.Untuk itu melalui kesempatan ini kami tak lupa mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang terlibat membantu kami dalam membuat makalah ini. Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,sehingga mungkin akan dijumpai banyak kekurangan.Oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar makalah yang kami buat selanjutnya bisa lebih baik lagi.Akhir kata kami berharap semoga makalah kami bermanfaat bagi pembaca.

Wassalam

Penyusun

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. RUMUSAN MASALAH C. TUJUAN BAB II : KONSEP DASAR TEORI A. PENGERTIAN B. TUGAS DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA C. TUGAS TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA BARU MENIKAH D. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN TAHAP PERKEMBANAGN KELUARGA BARU MENIKAH BAB III : ASUHAN KEPERAWTAN A. PENGKAJIAN KELUARGA B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA C. PENGKAJIAN LINGKUNGAN D. STRUKTUR KELUARGA E. FUNGSI KELUARGA F. STRESOR DAN KOPING KELUARGA G. HARAPAN KELUARGA H. PEMERIKSAAN FISIK I. ANALISA DATA J. SKORING DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA K. DIAGNOSA KEPERAWATAN L. PERENCANAAN KEPERAWATAN BAB IV : PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Keluarga merupakan bagian dari manusia yang setiap hari selalu berhubungan dengan individu manusia. Keadaan yang harus disadari adalah setiap individu merupakan bagian dari keluarga dan dikeluarga juga semua dapat diekspresikan. Asuhan keperawatan keluarga yaitu suatu rangkaian kegitatan yang diberi via praktek keperawatan pada keluarga. Asuhan keperawatan keluarga digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Agar pelayanan kesehatan yang diberikan dapat diterima oleh keluarga, maka perawat Harus mengerti, memahami tipe dan struktur keluarga, Tahu tingkat pencapaian keluarga dalam melakukan fungsinya dan Perlu paham setiap tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangannya. Status sehat atau sakit dalam keluarga saling mempengaruhi satu sama lain. Suatu penyakit dalam keluarga mempengaruhiseluruh keluarga dansebaliknya mempengaruhi jalanya suatu penyakit dan status kesehatan anggota.Keluarga cenderung dalam pembuatran keputusan dan dan prose terapeutik padasetiap tahap sehat dan sakit pada para anggota keluarga. Keluarga merupakan paraanggota sebuah keluarga baiasanya hidup bersama-sama dalam satu rumahtangga, atau jika mereka hidup secra terpisah, mereka tetap menganggap rumahtangga tersebut sebagai rumag tangga mereka. Dewasa ini banyak kita temukan pasangan-pasangan muda yang baru menikah dan kita ketahui sebagian dari mereka banyak juga yang belum tahu apa-apa saja tugas dari tahap perkembangan keluarga dengan pasangan baru menikah sehingga sering terjadi pertengkaran di antara mereka. Oleh sebab itu, kelompok membuat makalah tentang askep tahap perkembangan keluarga dengan pasangan baru menikah. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis dapat membuat rumusan masalah Askep Tahap Perkembangan Keluarga dengan Pasangan Baru Menikah, yaitu: 1. Apa pengertian Keluarga ? 2. Apa saja tugas tahap perkembangan keluarga dengan pasangan baru menikah ? 3. Bagaimana asuhan keperawatan tahap perkembangan keluarga dengan pasangan baru menikah ? C. TUJUAN Tujuan umum penulisan makalah ini adalah sebagai pemenuhan tugas Komunitas yang berjudul Asuhan Keperawatan Tahap Perkembangan Keluarga dengan Pasangan Baru Menikah. Tujuan khusus penulisan makalah ini adalah menjawab menjabarkan masalah yang ada pada rumusan masalah agar penulis ataupun pembaca mengetahui tentang Askep Keperawatan Keluarga dengan Pasangan Baru Menikah.

BAB II KONSEP DASAR TEORI A. PENGERTIAN Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta : kula dan warga kulawarga yang berarti anggota kelompok kerabat. Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Departemen Kesehatan RI : 1988). Banyak ahli menguraikan pengertian keluarga sesuai dengan perkembangan sosial masyarakat. berikut akan dikemukakan beberapa pengertian keluarga : 1. Reisner (1980) Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak, ibu, adik, kakak, kakek dan nenek. 2. Logans (1979) Keluarga adalah sebuah system social dan kumpulan dari beberapa komponen yang saling berinteraksi satu dengan lainnya. 3. Gillis (1983) Keluarga adalah sebagaimana sebuah kesatuan yang kompleks dengan atribut yang dimiliki tetapi terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing mempunyai arti sebagaimana unit individu. 4. Duvall Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari tiap anggota. 5. Bailon dan Maglaya Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan, atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, saling berinteraksi satu sama lainnya dalam perannya dan menciptakan dan mempertahankan suatu budaya. 6. Johnsons (1992) Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan darah yang sama atau tidak, yang terlibat dalam kehidupan yang terus menerus, yang tinggal dalam satu atap, yang mempunyai ikatan emosional dan mempunyai kewajiban antara satu orang dengan orang yang lainnya. 7. Spradley dan Allender (1996) Satu atau lebih individu yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan emosional, dan mengembangkan dalam interelasi sosial, peran dan tugas B. TUGAS & TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA Pada dasarnya tugas keluarga ada tujuh tugas pokok, sbb : 1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya 2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga. 3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing. 4. Sosialisasi antar anggota keluarga. 5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.

6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga. 7. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya Meskipun setiap keluarga melalui tahapan perkembangannya secara unik, namun secara umum seluruh keluarga mengikuti pola yang sama (Rodgers cit Friedman, 1998) : 1. Pasangan baru (keluarga baru) Keluarga baru dimulai pada saat masing-masing individu laki-laki dan perempuan membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan (psikologis) keluarga masing-masing. 2. Keluarga child-bearing (kelahiran anak pertama) Keluarga yang menantikan kelahiran, dimulai dari kehamilan sampai kelahiran anak pertama dan berlanjut sampai anak pertama berusia 30 bulan 3. Keluarga dengan anak pra-sekola Tahap ini dimulai saat kelahiran anak pertama (2,5 tahun) dan berakhir saat anak berusia 5 tahun. 4. Keluarga dengan anak sekolaH Tahap ini dimulai saat anak masuk sekolah pada usia 6 tahun dan berakhir pada usia 12 tahun. Umumnya keluarga sudah mencapai jumlah anggota keluarga maksimal. 5. Keluarga dengan anak remaja Dimulai pada saat anak pertama berusia 13 tahun dan biasanya berakhir sampai 67 tahun kemudian, yaitu pada saat anak meninggalkan rumah orang tuanya. Tujuan keluarga ini adalah melepas anak remaja dan memberi tanggung jawab serta kebebasan yang lebih besar untuk mempersiapkan diri menjadi lebih dewasa. 6. Keluarga dengan anak dewasa (pelepasan) Tahap ini dimulai pada saat anak pertama meninggalkan rumah dan berakhir pada saat anak terakhir meninggalkan rumah. Lamanya tahap ini tergantung dari jumlah anak dalam keluarga, atau jika ada anak yang belum berkeluarga dan tetap tinggal bersama orang tua. 7. Keluarga usia pertengahan Tahap ini dimulai pada saat anak yang terakhir meninggalkan rumah dan berakhir saat pensiun atau salah satu pasangan meninggal. 8. Keluarga usia lanjut Tahap terakhir perkembangan keluarga ini dimulai pada salah satu pasangan pensiun, berlanjut saat salah satu pasangan meninggal sampai keduanya meninggal. C. TUGAS TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA DENGAN PASANGAN BARU MENIKAH Fase ini dimulai dari saat perkawinan hingga si istri hamil. Fase ini merupakan masa tersulit dalam kehidupan perkawinan, angka perceraian tinggi pada bulan-bulan awal hingga tahun pertama perkawinan. Pasangan jugA harus melakukan penyesuaian kepuasan (mutually satisfactory adjustment) sejak awal perkawinan Keadaan akan makin sulit jika pasangan juga harus melakukan penyesuaian di luar hubungan dengan suami/isterinya, misal : melanjutkan sekolah, tugas luar kota, mobilitas tinggi, tergantung kpd orangtua (tempat tinggal, finansial), hubungan dengan keluarga besar.

Maka ada beberapa tugas perkembangan yang harus dijalani oleh pasangan pada fase pemantapan ini agar bisa menjalani tahap ini dengan baik, antara lain : (Duvall, sociological perspective, 1985) 1. Memantapkan tempat tinggal 2. Memantapkan sistem mendapatkan dan membelanjakan uang 3. Memantapkan pola siapa mengerjakan apa, siapa bertanggung jawab kepada siapa (pembagian peran & tanggung jawab) 4. Memantapkan kepuasan hubungan seksual 5. Memantapkan sistem komunikasi secara intelektual dan emosional 6. Memantapkan hubungan dengan keluarga besar 7. Memantapkan cara berinteraksi dengan teman; kolega dan organisasi 8. Menghadapi kemungkinan kehadiran anak dan perencanaannya 9. Memantapkan filosofi hidup sebagai pasangan suami isteri Tugas perkembangan keluarga baru menikah (Rodgers cit Friedman) : 1. Membina hubungan intim yang memuaskan. a. Akan menyiapkan kehidupan bersama yang baru b. Sumber- sumber dari dua orang yang digabungkan. c. Peran berubah. d. Fungsi baru diterima. e. Belajar hidup bersama sambil penuhi kebutuhan kepribadian yang mendasar. f. Saling mensesuaikan diri terhadap hal yang kecil yang bersifat rutinitas Keberhasilan dalam mengembangkan hubungan terjadi apabila kedua pasangan saling menyesuaikan diri dan kecocokan dari kebutuhan dan minat pasangan. 2. Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis atau membina hubungan dengan keluarga lain, teman dan kelompok sosial; Pasangan menghadapi tugas memisahkan diri dari keluarga asal dan mengupayakan hubungan dengan orang tua pasangan dan keluarga besar lainnya. Loyalitas utama harus dirubah untuk kepentingan perkawinannya. 3. Mendiskusikan rencana memiliki anak atau memilih KB. D. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA DENGAN PASANGAN BARU MENIKAH Asuhan keperawatan keluarga merupakan proses yang kompleks dengan menggunakan pendekatan sistematik untuk bekerjasama dengan keluarga dan individu sebagai anggota keluarga. Tahapan proses keperawatan keluarga meliputi : 1. Pengkajian keluarga dan individu dalam keluarga Yang termasuk dalam pengkajian keluarga adalah : a. Mengidentifikasi data demografi dan sosiokultural b. Data lingkungan c. Struktur dan fungsi keluarga d. Stress dan strategi koping yag digunakan keluarga e. Perkembangan keluarga Yang termasuk dalam pengkajian terhadap individu sebagai anggota keluarga : a. Fisik b. Mental c. Emosi d. Spiritual

2. Perumusan diagnosa keperawatan 3. Penyusunan rencana keperawatan Rencana disusun untuk menentukan prioritas, menetapkan tujuan, identifikasi sumber daya keluarga, dan menyeleksi intervensi keperawatan. 4. Pelaksanaan asuhan keperawatan Perencanaan yang telah disusun dilaksanakan dengan memobilisasi sumbersumber daya yang ada di keluarga, masyarakat dan pemerintah. 5. Evaluasi Pada tahap evaluasi, perawat melakukan penilaian terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan

BAB III PROSES KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.H DAN NY.S (PASANGAN BARU MENIKAH) RT 04 KELURAHAN SAMBI NAE A. PENGKAJIAN KELUARGA 1. DATA UMUM Nama Kepala Keluarga Umur Alamat Pekerjaan Kepala Keluarga Pendidikan Kepala Keluarg 2. Komposisi Keluarga Hub No Nama JK dgn KK 1 Ny. F P : PendiUmur Agama Dikan Islam Status Imunisasi BCG HepatiCamDPT Polio tis pak Ket

: : : : :

Tn. A 22 tahun TANGGA, RT 04 Perajin Bambu SMK

Isteri 20 thn SMA

3. Genogram

4. Tipe Keluarga : Keluarga inti 5. Suku Bangsa Tn. A dan Ny. S sama-sama berasal dari suku Mbojo. Mereka bisa menerima kebiaasaan mereka satu sama lain dan mempunyai kebiasaan yang hampir sama jadi tidak ada kesulitan-kesulitan yang mereka rasakan terhadap perbedaan. 6. Agama Agama Tn. A adalah Islam, begitu pula dengan Ny.F. Tn. A dan Ny. F selalu berusaha untuk memenuhi shalat 5 waktu dan mereka selalu berjamaah di rumah kecuali jika Tn.A dan NyF. sedang kerja, mereka melakukan shalat sendiri-sendiri di tempat kerja. 7. Status Sosial Ekonomi Keluarga Dalam keluarganya yang menjadi tulang punggung adalah Tn. A sebagai kepala rumah tangga. Penghasilan keluarga berdua sekitar Rp 400.000,- sampai dengan Rp 1.000.000./bulannya dan saat ini belum tahu pengelolaannya bagaimana karena masih baru dan belum ada kesepakatan-kesepakatan dalam pengelolaan keuangan nantinya. Sementara ini penghasilan banyak dipergunakan untuk keperluan makan dan lain-lain. Namun, keluarga Tn. A dan Ny. F mempunyai juga tabungan. 8. Aktifitas Rekreasi Keluarga

Keluarga tidak pernah rekreasi secara khusus atau rutin, hanya kadang-kadang saja jika ada acara. B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA 1. Tahap perkembangan keluarga saat ini Keluarga Tn. A dan Ny. F baru menikah 8 bulan yang lalu dan belum mempunyai anak, jadi keluarga Tn. A dan Ny. F berada pada tahap perkembangan keluarga dengan pasangan baru menikah. 2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Saat ini keluarga Ny. F dan Tn. A sebagai keluarga baru belum memiliki anak dan rencana untuk memiliki anak menurut Ny. F nanti setelah 1 tahun menikah, berapa jumlah anak yang diinginkan belum pernah dibicarakan dengan suaminya. Menurut Ny. F saat ini dia dengan suaminya berusaha untuk membina hubungan dengan keluarga lain, teman dan masyarakat sekitar. Menurut Ny. F pula bahwa dirinya dan suaminya mau bekerja mencari uang dulu baru merencanakan punya anak. Saat ini keluarga Ny. F dan Tn. A masih menumpang di rumah orang tuanya Tn. A dan belum ada rencana untuk memiliki rumah sendiri dan rencananya akan tinggal dengan keluarga Ny. F. 3. Riwayat keluarga inti Keluarga Tn. A dan Ny. F terbentuk karena hubungan pacaran di antara keduanya. Ny. F : Menurutnya selama ini dirinya jarang sakit dan hanya batuk pilek biasa saja Tn. A : Menurut Ny. F jika dirinya sakit biasanya berobat di puskesmas atau ke bidan terdekat. 4. Riwayat keluarga sebelumnya Menurut pengakuan keluarga, tidak pernah mengalami sakit berat yang memerlukan perawatan di Rumah Sakit ataupun perawatan di rumah yang lama. Dari riwayat kesehatan keluarga Tn. A tidak ada yang memilki penyakit kronis maupun penyakit keturunan. C. PENGKAJIAN LINGKUNGAN 1. Karakteristik rumah Rumah Keluarga Ny. F dan Tn. A masih menumpang di rumah orang tua Tn. A. Rumah merupakan rumah permanen dengan status kepemilikan milik pribadi orang tua Tn. A. Luas rumah kurang lebih 80 m2. Lantai rumah menggunakan plester kecuali dapur yang masih menggunakan tanah. Rumah memiliki ventilasi tetapi jarang dibuka. Pada ruangan dalam rumah seperti kamar, dapur, ruang tamu cukup gelap karena jendelajendelanya tidak dibuka setiap hari, hanya waktu-waktu tertentu saja jika ada orang di rumah. Menurut Ny. F karena mereka sering keluar kerja sampai sore jadi jendela jarang dibuka. Penerangan di malam hari menggunakan listrik dan kadang dipergunakan juga untuk siang hari karena dalam ruangan tampak gelap. Secara umum ventilasi dan pencahayaan di dalam rumah kurang akibat ventilasi yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Secara umum kebersihan rumah baik, hanya penataan perabotan rumah yang kurang teratur terutama untuk bagian dalam rumah dan dapur. Denah rumah

2. Keadaan lingkungan di luar rumah Rumah memiliki pekarangan yang cukup luas dan ditanami pohon mangga dan rambutan. Kebersihan pekarangan secara umum baik. Keluarga memanfaatkan sumur gali dengan pompa listrik untuk sumber air bersih dan air minum. Keluarga memiliki kamar mandi dengan saluran pembuangan ke kebun di sebelah rumahnya dan hanya dialirkan begitu saja, karena jaraknya cukup jauh dari kamar mandi dialirkan menggunakan pipa melewati jalan kea rah kebun. Keluarga juga telah memiliki jamban jenis leher angsa yang dipergunakan setiap hari dengan septic tank di ujung rumah dengan jarak lebih dari 10 m dari sumur gali. Kebersihan kamar mandi dan jamban cukup. Dalam pengelolaan sampah rumah tangga keluarganya memiliki tempat penampungan berupa lobang yang terdapat di pekarangan samping rumah dan jika sudah penuh biasanya di bakar. Lubang dalam keadaan terbuka. Secara umum kebersihan rumah cukup. 3. Karakteristik tetangga dan komunitas Di wilayah sekitar rumah keluarga Tn. A dan Ny. F jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya cukup dekat. Menurut Ny. F di wilayah RT 04 ini juga memiliki kegiatan seperti Arisan RT, pengajian dan kegiatan lain seperti PKK. Ny. F dan Tn. A sebagai pasangan baru menurutnya belum mengikuti arisan RT. Ny. F dan Tn. A belum mengikuti kegiatan lain di masyarakat karena kesibukannya bekerja. Apalagi menurut Ny. F dirinya termasuk orang baru di lingkungan RT-nya sehingga kadang Cuma ke tetangga saja. 4. Mobilitas geografis keluarga Menurut Ny. F selama ini keluarganya sejak menikah (8 bulan menikah) sering ke tempat ibunya saja. 5. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakan Menurut Ny. F dalam keluarganya ataupun keluarga suaminya tidak terdapat perkumpulan atau pertemuan-pertemuan khusus dan biasanya berkumpul hanya di waktuwaktu tertentu seperti lebaran atau seperti acara pernikahannya kemarin semua keluarga berkumpul. Interaksi keluarga besarnya dengan masyarakat sekitar cukup baik sehingga saat pernikahannya banyak tetanga yang membantu dan di wilayahnya sudah menjadi kebiasaan untuk saling membantu. Keluarga Ny. F dan Tn. A sendiri belum banyak bersosialisasi dengan masyarakat hanya tetangga-tetangga yang dekat rumah saja. 6. Sistem pendukung keluarga Saat ini dalam keluarga tidak terdapat anggota keluarga yang sakit, hubungan satu anggota keluarga dengan yang lainnya cukup baik dan sudah terbiasa saling tolong menolong. D. STRUKTUR KELUARGA 1. Pola komunikasi keluarga Menurut Ny. F dalam keluarganya berkomunikasi biasa menggunakan bahasa bima, menurut Ny. F dirinya juga cepat akrab dengan keluarga suaminya. 2. Struktur kekuatan keluarga Dalam pengambilan keputusan keluarga Tn. A dan Ny. F selalu memutuskan secara bersama-sama atau musyawarah. Perbedaan-perbedaan pendapat yang ada selalu bisa di atasi jika mereka bermusyawarah. 3. Struktur peran (formal dan informal) Dalam keluarga Ny. F, Tn. A sebagai kepala keluarga berkewajiban mencari nafkah untuk keluarga dan dibantu oleh Ny. F yang turut bekerja membantu suaminya tetapi dirinya juga tetap melakukan perannya sebagai isteri yang harus menyiapkan semua

keperluan suaminya di rumah. Menurutnya di rumah jarang masak karena cuma berdua sehingga sering membeli yang sudah jadi saja. 4. Nilai dan norma keluarga Sebagai bagian dari masyarakat jawa dan beragama islam keluarga memiliki nilai-nilai dan norma yang dianut seperti sopan santun terhadap orang tua, suami terhadap isteri. Selama ini dirinya dan suaminya makan bersama kalau malam hari, karena siang hari suaminya kerja sampai sore. E. FUNGSI KELUARGA 1. Fungsi Afektif Menurut Ny. F karena mereka merupakan pasangan baru sampai sejauh ini belum pernah menemukan masalah dan selama mereka pacaran pun jarang sekali mengalami keributan-keributan. Tn. A dan Ny. F selalu memberikan dukungan satu sama lain. Hubungan antara dirinya dengan suaminya sampai sejauh ini baik dan hubungna dengan keluarga besarnya pun baik. Mereka selalu menumbuhkan sikap saling menghargai. 2. Fungsi Sosialisasi Hubungan antara dirinya dengan suaminya sampai sejauh ini baik dan hubungna dengan keluarga besarnya pun baik. Hubungan keluarga dengan orang lain pun baik, terutama tetangga-tetangga terdekat. 3. Fungsi perawatan kesehatan a. Menurut keluarga, masalah kesehatan apa yang sedang dihadapi keluarga (pengertian, tanda dan gejala, faktor penyebab, persepsi keluarga terhadap masalah) : Menurut Ny. F sebenarnya dalam keluarganya belum mengetahui tentang bagaimana mempersiapkan kehamilan dan bagaimana membina keintiman dengan suami. b. Apa yang dilakukan keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan yang sedang dialami : Sejauh ini dirinya hanya bertanya pada teman-temannya. c. Kemana keluarga meminta pertolongan apabila ada anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan : Ke puskesmas atau bidan setempat. d. Tindakan apa yang dilakukan keluarga untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan : Menurut keluarga makan teratur dan istirahat yang cukup banyak membantu dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. 4. Fungsi reproduksi Saat ini Ny. F tidak menggunakan alat kontrasepsi, mereka sering menggunakan cara interuptus, perencanaan kapan akan memiliki anak dan berapa jumlah anak yang diinginkan belum ada. Aktifitas seksual cukup aktif dan menurut Ny. F kadang-kadang mereka merasa takut terjadi kehamilan karena merasa belum siap, menunggu sampai usia pernikahan 1 tahun, tapi kalau memang terjadi kehamilan kami siap menerima saja. Menurut Ny. F selama ini dia belum pernah membaca atau mencoba mempelajari tentang hubungan seksual dan bagaimana seharusnya sebagai seorang wanita dirinya belum tahu, bagaimana menyiapkan kehamilan juga dirinya belum tahu dan menurut Ny. F dirinya juga belum tahu apa yang dimaksud dengan kesehatan reproduksi. 5. Fungsi Ekonomi Ny. F mengatakan penghasilannya dan suaminya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan keluarga Tn. A dan Ny. F tersebut. F. STRESOR DAN KOPING KELUARGA 1. Stressor jangka pendek dan jangka panjang Menurut Ny. F dirinya tidak tahu dari pihak suaminya apakah sedang mengalami beban pikiran atau tidak, tetapi dari dirinya yang jadi stressor adalah adaptasi dengan

rumah tangganya yang masih baru dan dirinya nanti berencana tinggal di rumah ibunya karena ibunya sudah sering sakit-sakitan 2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor Baik, menurut Ny. F dirinya yakin perlakuan dari keluarga suaminya tergantung dari dirinya dan sekarang dirinya sedang berusaha belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik dengan belajar memasak, mengurus suami dan rumah. 3. Strategi koping yang digunakan Untuk menghadapi stressor Ny. F lebih banyak belajar pada orang tuanya tentang cara mengurus rumah tangga. G. HARAPAN KELUARGA Dengan adanya petugas kesehatan yang dating ke rumahnya menurutnya mengharapkan supaya petugas kesehatan bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat dengan penyuluhan-penyuluhan seperti saat ini diharapkan dapat membantu dirinya mempersiapkan bagaimana sebenarnya kesehatan dalam rumah tangga yang baru dibangunnya. H. PEMERIKSAAN FISIK NO Pemeriksaan Fisik 1. Keadaan Umum BB TB Kepala : Rambut Mata Nama Anggota Keluarga Tn. A 60 kg 165 cm Ikal, hitam, dan bersih Konjungtiva an anemis, sclera an ikterik, penglihatan baik sinusitis (-), polip (-), penciuman baik mulut bersih, mukosa lembab, lidah bersih, gigi cukup. Pendengaran baik, serumen (-) Ny. F 42 kg 155 cm Lurus, hitam, halus dan bersih Konjungtiva an anemis, sclera an ikterik, penglihatan baik sinusitis (-), polip (-), penciuman baik mulut bersih, mukosa lembab, lidah bersih, gigi cukup. Pendengaran baik, serumen (-)

2.

Hidung

Mulut

Telinga

3.

Leher JVP Kelenjar Tiroid Dada Mamae Inspeksi

Tidak ada pembesaran vena jugularis Tidak ada pembengkakan

Tidak ada pembesaran vena jugularis Tidak ada pembengkakan

4.

Palpasi

Tidak ada pembengkakan,simetris antara kiri dan kanan Tidak ada pembengkakan

Tidak ada pembengkakan,simetris antara kiri dan kanan Tidak ada pembengkakan

Paru Inspeksi

Palpasi Perkusi Auskultasi Jantung Palpasi Perkusi Auskultasi 5. Abdomen Inspeksi Palpasi Auskultasi Perkusi 6. 7. Genetalia Eksremitas atas dan bawah Inspeksi Perkusi

Saat bernafas tidak menggunakan otot bantuan pernafasan. Tidak ada bengkak, lesi (-) Tidak ada penimbunan cairan Bunyi nafas vesikuler, RR normal Letak normal ics 2 dan 3 5dan 6 Ictus cordis normal yaitu ics 5 dan 6 Irama teratur, suara tambahan tidak ada TD : 120/70 mmHg

Saat bernafas tidak menggunakan otot bantuan pernafasan. Tidak ada bengkak, lesi () Tidak ada penimbunan cairan Bunyi nafas vesikuler, RR normal Letak normal ics 2 dan 3 5dan 6 Ictus cordis normal yaitu ics 5 dan 6 Irama teratur, sura tambahan tidak ada TD : 110/70 mmHg Simetris, warna normal, asites (-) Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan Bising usus (+) Organ pada abdomen normal -

Simetris, warna normal, asites (-) Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan Bising usus (+) Organ pada abdomen normal -

Berfungsi dengan baik Reflek patella (+)

Berfungsi dengan baik Reflek patella (+)

I. ANALISA DATA Data Data Subjektif : - Ny. F mengatakan belum merencanakan kapan akan punya anak dan berapa jumlah anak yang diinginkan - Ny. F mengatakan belum tahu tentang apa itu kesehatan reproduksi - Ny. F mengatakan belum tahu tentang sex yang sehat - Ny. F mengatakan belum tahu apa yang harus dipersiapkan untuk hamil - Ny. F mengatakan rencana punya anak nanti setelah

Kemungkinan Penyebab Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tugas perkembangan keluarga baru menikah

Masalah / Diagnosis Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga baru menikah

usia pernikahan 1 tahun. Data Objektif : - Usia pernikahan 8 bulan - Usia Ny. F 20 tahun dan Tn. A 22 tahun. Data Subjektif : - Ny. F mengatakan malas untuk membuka jendela karena di rumah sering tinggal sendiri Data Objektif : - Ruangan dalam rumah tampak gelap - Jendela sebagian besar tertutup hanya pintu depan yang terbuka - Penataan perabotan kurang teratur terutama bagian dalam rumah dan dapur

Ketidakmampuan keluarga melakukan perawatan rumah yang sehat

Kerusakan pemeliharaan rumah

J. SKORING DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA 1. Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga baru menikah pada keluarga Tn. A b.d ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tugas perkembangan keluarga baru menikah No Kriteria 1. Sifat Masalah Situasi Krisis Skala Bobot 1 Skoring Pembenaran 1/3 x 1 Sifat masalah ini = 1/3 termasuk situasi krisis karena berhubungan dengan suatu kehidupan pernikahan dimana Tn. A dan Ny. F berubah peran menjadi suami dan istri 2/2 x 2 Latar belakang =2 pendidikan Tn. A adalah SMK dan Ny. F adalah SMA, sehingga memudah kan untuk menerima informasi dan penjelasan yang diberikan oleh petugas dan lebih mudah untuk dilakukan intervensi oleh mahasiswa

Kemungkinan masalah dapat di ubah Dengan Mudah 2

Potensi masalah untuk dicegah Tinggi 3

3/3 x 1 =1

Menonjolnya masalah Masalah berat harus segera ditangani 2

2/2 x 1 =1

Potensi masalah untuk dicegah tinggi karena seharusnya Ny. F atau Tn. A bisa menanyakan pada orang tua atau keluarga mereka yang telah berpengalaman menikah Masalah ini harus segera ditangani karena bisa menganggu ketentraman rumah tangga Tn. A dan Ny. F karena mereka sudah 8 bulan menikah dan belum mengetahui tugastugas apa saja bagi pasangan yang baru menikah

Jadi 1/3 + 2 + 1 + 1 = 4 1/3 2. Kerusakan pemeliharaan rumah pada keluarga Tn. A b.d ketidakmampuan keluarga melakukan perawatan rumah yang sehat No Kriteria 1. Sifat Masalah Ancaman Kesehatan Skala Bobot 1 Skoring Pembenaran Sifat masalah ini termasuk ancaman kesehatan karena 2/3 x 1 rumah yang tidak = 2/3 sehat bisa mengancam kesehatan dari anggota keluarga Masalah ini bisa diubah dengan mudah yakni dengan selalu menyempatkan 2/2 x 2 diri untuk bersih=2 bersih rumah dan menata barangbarang yang ada di rumah Tn. A dan Ny. F pada tempatnya Potensi masalah 2/3 x 1 untuk dicegah pada = 2/3 masalah ini cukup

Kemungkinan masalah dapat di ubah Dengan mudah 2

Potensi masalah untuk dicegah

Cukup

Menonjolnya masalah Masalah tidak perlu segera ditangani 1

1/2 x 1 =

karena mungkin waktu Ny. F dan Tn A sedikit karena mereka berdua bekerja sampai sore hari. Tapi hal ini bisa dicegah dengan menyempatkan sebagian waktu mereka Tn. A dan Ny. F mengetahui jika penataan perabotan dalam rumah mereka tidak teratur tapi mereka selalu berusaha meluangkan waktu untuk membersihkan rumah ketika mereka libur saja

Jadi 2/3 + 2 + 2/3 + 1/2 = 3 5/6 K. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA PRIORITAS 1. Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga baru menikah pada keluarga Tn. A b.d ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tugas perkembangan keluarga baru menikah. 2. Kerusakan pemeliharaan rumah pada keluarga Tn. A b.d ketidakmampuan keluarga melakukan perawatan rumah yang sehat L. PERENCANAAN (INTERVENSI) Diagnosa Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga baru menikah pada keluarga Tn. A b.d ketidak mampuan keluarga mengenal masalah tugas perkembangan keluarga baru menikah Tujuan Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan Keluarga memahami tentang tugas perkembangan keluarga baru menikah Kriteria Respon Verbal (RV) Standar Intervensi Keluarga dapat Kontrak dengan menyebutkan keluarga tugas Kaji tingkat perkembangan pengetahuan keluarga keluarga baru tentang tugas menikah perkembangan keluarga baru menikah Jelaskan tentang tugas perkembangan keluarga baru menikah Berikan kesempatan keluarga untuk menanyakan penjelasan yang telah didiskusikan

Keluarga dapat Kaji tingkat menyebutkan pengetahuan keluarga cara menjaga tentang cara menjaga kesehatan kesehatan reproduksi reproduksi wanita wanita Jelaskan tentang kesehatan reproduksi Minta keluarga untuk mengulang kembali materi yang telah dijelaskan Keluarga dapat Kaji pengetahuan menyebutkan keluarga tentang mcam-macam macam-macam alat alat kontrasepsi kontrasepsi untuk menunda Jelaskan tentang alat kehamilan sesuai kontrasepsi yang dengan yang sesuai untuk keluarga ketahui. menunda kehamilan pada pasangan muda Berikan kesempatan pada keluarga untuk bertanya Keluarga bisa Kaji pengetahuan menyebutkan klien tentang sex alasan aktivitas yang sehat sex bisa Jelaskan tentang sex membuat hidup yang sehat dan lebih sehat dan membina hubungan bahagia dalam intim dengan membina pasangan hubungan intim Diskusikan dengan dengan keluarga perencanaan pasangan. keluarganya Bantu keluarga membuat keputusan kapan dan jumlah anak yang diinginkan Kerusakan pemeliharaan rumah b.d ketidakmampuan keluarga melakukan perawatan rumah yang sehat Pemeliharaan rumah menunjang kesehatan keluarga Respon Verbal (RV) Keluarga mampu menjelaskan rumah sehat. Keluarga mampu menyebutkan efek perawatan rumah yang kurang baik terhadap kesehatan Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang rumah sehat Beri pujian atas pengetahuan keluarga Jelaskan tentang rumah sehat Beri kesempatan keluarga untuk

keluarga bertanya Keluarga mampu Jawab pertanyaan merawat dan yang diajukan melakukan keluarga perawatan rumah jeaskan tentang efek yang baik dan rumah tidak sehat sehat dengan terhadap kesehatan cara keluarga keluarga sendiri. Minta keluarga mengulang kembali Kaji pengetahuan keluarga tentang cara melakukan perawatan rumah yang baik dan sehat Beri pujian atas pengetahuan keluarga Jelaskan cara melakukan perawatan rumah yang baik dan sehat 3.4

BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta : kula dan warga kulawarga yang berarti anggota kelompok kerabat. Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Tugas perkembangan keluarga baru menikah (Rodgers cit Friedman) : 1. Membina hubungan intim yang memuaskan. a. Akan menyiapkan kehidupan bersama yang baru b. Sumber- sumber dari dua orang yang digabungkan. c. Peran berubah. d. Fungsi baru diterima. e. Belajar hidup bersama sambil penuhi kebutuhan kepribadian yang mendasar. f. Saling mensesuaikan diri terhadap hal yang kecil yang bersifat rutinitas Keberhasilan dalam mengembangkan hubungan terjadi apabila kedua pasangan saling menyesuaikan diri dan kecocokan dari kebutuhan dan minat pasangan. 2. Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis atau membina hubungan dengan keluarga lain, teman dan kelompok sosial Pasangan menghadapi tugas memisahkan diri dari keluarga asal dan mengupayakan hubungan dengan orang tua pasangan dan keluarga besar lainnya. Loyalitas utama harus dirubah untuk kepentingan perkawinannya. 3. Mendiskusikan rencana memiliki anak atau memilih KB. B. SARAN Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan pada makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan sekali kritik yang membangun bagi makalah ini, agar penulis dapat berbuat lebih baik lagi di kemudian hari. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA L, Jhonson dan Leny R.2010.Keperawatan Keluarga.Yogyakarta :Nuha Medika Gde Manuaba, Ida Bagus. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.Jakarta :Arcan Setiadi.2008.Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga.Yogyakarta:Graha Ilmu Vonz.http://materi-kuliah-akper.blogspot.com/2010/05/perkembangan keluarga.html. 06 Desember 2010, Pukul 20.00 WIB Muslim, Zitalal Khairul.http://duta4diagnosa.blogspot.com/2010/06/tugas-keluarga-dalamperkembangan.html. 06 Desember 2010, Pukul 20.00 WIB Agustiansyah, Tri Aan.http://ners86.wordpress.com/2009/06/01/asuhan-keperawatan-keluargapasangan-baru-menikah-dengan-masalah-kb/.06 Desember 2010, Pukul 20.00 WIB http://ririnr08.student.ipb.ac.id/2010/06/18/11/.06 Desember 2010, Pukul 20.00 WIB