'"EH[,,1il1?

1"^
i ENTERI KEUANGAN

W

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA N O M O R 3 7/ P M K . 2| 2 A L 2 0
a

TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (S) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Pen5rusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2Ol3 1. Peraturan Pemerintah Nomor 9A Tahun 2O1O tentang Penlrusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O1O Nomor I52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 57781; 2. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2O1,O; MEMUTUSKAN:

Mengingat

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan: 1. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negaraf Lerrrbaga yang selanjutnya disingkat RKA-K/L, adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian NegaralLembaga yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 2. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan baik berupa Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam RKA-K/L.
//

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2-

3 . Standar Biaya Masukan adalah satuan biaya berupa harga
satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menJrusun biaya komponen masukan kegiatan. 4 . Standar Biaya Keluaran adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.

5 . Harga Satuan Biaya Masukan adalah nilai suatu barang
yang ditentukan pada waktu tertentu untuk biaya komponen masukan kegiatan. penghitungan

6 . Tarif

Biaya Masukan adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan. biaya yang satuan adalah 7 . Indeks Biaya Masukan masukan gabungan beberapa barang/jasa merupakan untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.

8 . Indeks Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang
menghasilkan satu volume keluaran kegiatan. 9 . Total Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang menghasilkan total volume sebuah keluaran kegiatan. yang Mutlak Jawab Tanggung Pernyataan 1 0 . Surat pernyataan adalah SPTJM selanjutnya disingkat pertanggungjawaban Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas penggunaan jenis satuan biaya di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Pasal 2 Standar Biaya Tahun Anggaran 2OI3 terdiri atas: a. Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2013; dan b. Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3. BAB II STANDARBIAYA MASUKANTAHUNANGGARAN2013 Pasal 3 Anggaran' 2013 (1) Standar Biaya Masukan Tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a berfungsi sebagai acuan bagi'Kementerian Negara/Lembaga untuk menJrusun biaya koinponen masukan kegiatan dalam RKA-K/L berbasis kinerja Tahun Anggaran 2OL3.

r/

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3(21 Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3
.a

sebagai acuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan batas tertinggi yang besaran biayanya tidak dapat dilampaui dalam penJrusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2013.

(3) Dalam

rangka pelaksanaan anggaran, Standar Masukan Tahun Anggaran 2OI3 berfungsi sebagai : a. batas tertinggi; atau b. estimasi.

Biaya

(4) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3 sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan besaran biaya yang tidak dapat dilampaui.

(5) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3
sebagai estimasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi prinsip ekonomis anggaran dengan memperhatikan pada ketentuan efisiensi, efektifitas, serta mengacu peraturan perundang-undangan. Pasal 4 ( 1 ) Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 yang berfungsi sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(21Standar

Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 berfungsi sebagai estimasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 5

Selain Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Menteri Keuangan dapat menyetujui Standar Biaya Masukan lainnya berdasarkan usulan dari Menteri/Pimpinan hal-hal antara lain Lembaga dengan mempertimbangkan sebagai berikut: a. kekhususan satuan biaya yarrg dimiliki Negara/Lembaga; oleh Kementerian tertentu;

b. tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan/atau c. daerah terpencil/daerah perbatasan/pulau terluar.

,/

' Standar Keluaran Tahun Anggaran 2}rc berfungsi sebagai : a. bukan merupakan keluaran kegiatan pengadaan sarana dan prasarana. b. referensi untuk: penyusunan RKA-K/L Biaya Tahun 1) penyusunan prakiraan .maju. dan e. (21Dalam rangka pelaksanaan anggaran. mempunyai jenis dan satuan yang jelas dan terukur. komponen/tahapan c. Pasal 7 ( 1 ) Dalam rangka perencanaan ar'lggarar:. Standar Biaya Keluaran berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi anggaran d. . batas tertinggi dalam Anggaran 2Ol3. dan/atau Kementerian 2) bahan penghitungaq pagu indikatif Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2OL4. (3) standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2Ot3 dapat berupa Indeks Biaya Keluaran atau Total Biaya Keluaran. (21Kriteria keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi Standar Anggaran 2OL3 sebagaimana Biaya Keluaran rahun dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a.engan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan. merupakan keluaran kegiatan yang bersifat berulang. b. bukan merupakan keluaran dari Komponen Kegiatan 001 dan Komponen Kegiatan 002. yarrg jelas dalam d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4BAB III STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 Pasal 6 ( 1 ) standar 2Ol3 Anggaran Tahun Keluaran Biaya b berfungsi sebagaimana iimaksud dalam Pasal 2 huruf sebagai acuan bagi Kementerian Negara/Lembaga untuk kegiatan dalam RKA-K/L biaya keluaran *"ttfrr"ttt berbasis kinerja Tahun Anggaran 2013. mempunyai pencapaian keluaran.

q. Kementerian Negar a f Lembaga menggunakan : a. (s)Berdasarkan (6) Tata cara penyusunan dan penelaahan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 tercantum dalam Lampiran dari terpisahkan bagian tidak III yang merupakan Peraturan Menteri ini. Direktur Jenderal Anggaran. . (21Dalam (3) Satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dikecualikan terhadap satuan biaya fasilitas penghasilan dan menambah pegawai negerif non pegawai negeri. negaraf untuk pejabat (41Penggunaan satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai SPTJM yang ditandatangani oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan dilampiri data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan. usulan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Direktorat Jenderal Anggaran Standar Biaya penelaahan atas usulan melakukan Keluaran Tahun Anggaran 2013.q. Pasal 9 Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OI3 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. Kementerian Keuangan c. dan/atau b. Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5. Tahun pen5rusunan Standar Biaya Keluaran Anggaran 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Satuan biaya lain yang tidak termasuk Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 dengan mempertimbangkan kepatutan dan kewajaran harga satuan biaya dimaksud.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5Pasal 8 ( 1 ) Kementerian dan men5rusun Negara/ Lembaga mengusulkan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 kepada Menteri Keuangan c.

ttd. AGUS D. MARTOWARDOJO Diundangkan di Jakarta pada tanggal9 Maret 2OL2 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA.t wffirffi *RW -6BAB IV ftlElffEnl lfl=UANt]AN lNDoNuslA HEPt't.Jl-ll( KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan' memerintahkan mengetahuinya.W. *\N. -.^m. orang setiap Agar pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia' Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Maret 2OL2 MENTERI KEUANGAN. ttd. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2OI2 NOMOR 287 Salinan sesuai dengan aslinya ENTERIAN ii ./.

Rpl miliar e.O8O. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rpl0O miliar s.d. 1.78O.0O0 Rp7OO.000 Rp1. Rp5O0juta d.0O0 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.5 miliar f. Rp250 miliar m.d.d.d.d.000 Rp2.S miliar s. Rp10 miliar h.000 Rp88O. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.0O0 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun I.d.OO0 Rp2. Rp25 miliar i.d. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s.d.250. Nilai pagu dana di atas RpZS0 miliar s.d.0O0 Rp57O. Rp5O0 miliar n. Nilai pagu dana di atas RplO0juta s. RplOOjuta b.O0O Rp2. Rpl00 miliar l.58o.61O.0O0 Rp82o.0O0 RpSr0. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.oOO Rp660. Nilai pagu dana di'atas Rp250 miliar s.0OO Rp83O.d.05O.0O0 Rp1.00O Rp970.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.520.S miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. RplOOjuta b. PEJABAT KUASA PENCGUNA ANGGARAN a.110. Rp400.'AWAB PENGELOLA NEUAIVGAN r.OOO Rp72O.d.d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp2S miliar s.000 Rp1.O0O Rp1.08O. Rp250 miliar m.O0O Rp2.0O0 Rpl.d. Nilai pagu dana di atas RplOOjuta s. Rp75 miliar k.040.590.850. Rp25 miliar i.O00 Rp4. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.O0O Rps. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.69O. Rpt0O juta b. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Nilai pagu dana s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun PEJABAT PENGUJITAGIHAN &PENANDATANGAN SPM a.3. Rpl triliun p. Rpl miliar e.830.58O.d.00O Rp2.OOO Rp770. Rpl triliun Nilai pagu dana di atas Rpl OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp5O0.OO0 Rps.o0o Rp2.d.O0O I. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.580. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Rp5 miliar g.9rO.O0O Rp6l0. Nilai pagu dana di atas RpS0 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rploojuta s.00O Rp1.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 Rp3.d.O0O Rp3. RpSOOmiliar n.d. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas RpSOOmiliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.O0O Rp1.d. Rp2.0O0 Rp4.d.d.170. Nilai pagu dana s. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a.O0O Rp930. Rp750 miliar o.d. RplO miliar h.d.d. j.00O Rp1. Rps0ojuta d.890. Rpl miliar e.d. Rp25Ojuta c.620.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.d.NESIA H*d LAMPIRAN I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDARBIAYA MASUKANTAHUN ANGGARAN 2Oi3 YANG BERFUNGSISEBAGAIBATASTERTINGGI PENIINGGUNC . npSO mitia. Rp750 miliar o.330. RpS miliar g.d.d. Rp500 miliar n. Rp50 miliar j.Rp7S0 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp5OOjuta d. Rp25Ojuta c.580. Nilai pagu dana di atas Rp50O juta s./ .d. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.0O0 Rp3.00O .d.01o. Nilai pagu dana s. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s. RpTS miliar k.d. Rp10 miliar h.250. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.430. Rp2.0O0 Rp3.OO0 Rp61O. Rp25 miliar i. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp2.d.d. Rp250juta c. RpS miliar g.5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp1O0 miliar l.d. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.0OO Rp1.d.000 Rp4.d.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.2. Nilai pagu dana di atas Rp50O miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.0O0 Rp1.5 miliar s.58O.d.O00 Rp48O. Nilai pagu dana di atas RpZS miliar s.t97t0\Bl'PUB IND.44O. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s.0OO Rp99O.23o.d.TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 20T3 ' LI K ilBffi fllwft . Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.250. RpZS miliar k.d.d.

0OO Rp500.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00juta s.000 Rp2. Rp100 miliar l. Rpl triliun p. Rp2. RptO0 miliar I. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.5 miliar s. Rpl miliar e.00O Rp760. RpS0 miliar j. Rp75 miliar k. Rp2S miliar i.840. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Rp50 miliar j.d.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2sOjuta s.d.d.150.O90.d. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s. Rpl0 miliar h.000 Rp500. Rp75 miliar k. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. Rp5O0miliar n.d.020.0OO Rp850.d. Rp2.030.5 miliar s. PANITIAPENGADAANBARANG (NON KONSTRUKSD a. BENDAHARA PENGELUARAN a.d. RplO miliar h.000 Rp570.000 Rp980. Rp25Ojuta c. Rp750 miliar o.d. PANITIA PENGADAANBARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a. Rp2S0juta c. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rpl miliar e.'ASA /I'MT LAYAITAN PEIVGADAAIT luLPl 2.120.d.000 Rp1.O0O Rp2.32O. Rpl miliar e. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.OO0 Rp3. 5 . STAF PENCELOLA/BENDAHARA PENGELUARANPEMBANTU/PETUGASPENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI (PPABP) a. Rpsoojuta d. I. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas Rpl0Ojuta s.000 Rp6rO.3.0OO RpSl0.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.000 RDg2O-OOO . Nilai pagu dana di atas Rp2. Rpl00 miliar l. Rp10 miliar h.d. Rp500 juta d. Rp25 miliar i.d.000 Rp1. Nilaipagudana s.d.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00 miliar s. RpS miliar g.00O Rp860.000 Rp2.780.d. Nilai pagu pengadaan di atas RpSOO futa s. Rp25O miliar m.560.450.940.090.5 miliar f. Nilai pagu pengadaan di atas RplO0 juta s. Rpl triliun p.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d.000 Rp3.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.000 Per Paket OP OP OP Rp460.d. RpS00 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s. Rp7S0 miliar o.000 Rp3.000 RpS.000 Rp1.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2.000 Rp4./ . Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Rpl triliun p.000 Rp77O.000 Rp3. Nilai pagu pengadaan sampaidengan RplOOjuta b.000 Rp680. Rp25Ojuta c.000 Rp1.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK t{o lll URAIAN SATUAII (3) BIAYA TA 2OI3 (21 1 .000 Rp2. Rp25Omiliar m. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250juta s.d.000 Rp310. Nilai pagu dana di atas Rp5O0 miliar s.120.d.000 2 HOIiIORARIIIM PE. RpTS miliar k.000 Rp2. 4 .d.000 Rp2.OO0 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun (41 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s. Rpl miliar OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rpsl0. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rps miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun 2.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d.350.d.000 Rp4.000 Rp420.840. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1 .d. Rp500 miliar n. Rp2.d. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s. Rp250 juta c. Nilai pagu pengadaan sampai dengan RplOOjuta b.d.000 Rp430.d.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.0OO Rpl.000 Rp1.000 Rp4.81o.d. RpSOmiliar j.130.000 Rp1.470. Nilaipagudana s.330. Nilai pagu dana di atas RpIOO miliar s.520.d.580. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s. Rpl0ojuta b.d.d.580. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.000 Rp670.5 miliar s. RpS miliar g.d.270.000 Rp810. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Rpl0ojuta b. Rp2S0 miliar m. RpSO0juta d.d.d.d.'ABAT/PANITIA PENAADAAIiI BARA$G/. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50O miliar s.2.000 Rp370.000 Rp570.O00 Rp1.000 Rp640. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s.000 Rp2.d.000 Rp1.790.d.550.d.860. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s. PEJABAT PENGADAANBARANG/JASA 2.000 Rp1.d.d.d.160.000 Rp1.78o.490.

Rp50 miliar Rp50 miliar s. Rp10 miliar h. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s.140. PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN/ PENGADAANBARANG/JASA a. Rp5 miliar g. h. Rp100 juta b. Rp50 miliar j.d.0O0 Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rp450.d.000 Rp420.090.000 Rpl.IT Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLaipagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di QI Rpl miliar s. Rp250 miliar Rp25O miliar s.750. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 rniliar s.d.d. Rp100 miliar l. Rp10 miliar j.O4O. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rps miliar s.000 Rps. Rp250 iuta e. Rp2.990.d Rpl triliun r. Rp750 miliar o.000 Rp1.d.d. 3 HOITORARII'M PE. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s.5 miliar f.OO0 Rp2.OOO Rp1.250. i.000 Rp2. Rpl miliar e.270.d Rp50O miliar p.000 Rp2. Rpl00 juta Nilaipagu pengadaan jasalainnya s.000 Rp5.000 Rp2.d. RpSOmiliar l. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s. RplOO miliar n.d. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun a.d.230.d.000 Rp3. Rp750 miliar Rp750 miliar s.5 miliar s. Rp75 miliar Rp75 miliar s.010.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas RpSOmiliar s.d. Rp2. Rp2.d.630. l.0O0 Rp48O. f. Rpl miliar g. d. RplOO miliar Rp10O miliar s.5miliars. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp750 miliar s.000 Rpl.d.0O0 Rp3.d.OO0 Rp4.d.d.000 Rp4. b.d RpSO Nflai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s. Nilai pagu peke{aan/pengadaan di atas RpS miliar s. Rp250 miliar m. m. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp750 miliar s. PEIVTRIMA IIASIL PEIITRJAAN OB OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP oP' OP Rp33O.000 Rp1.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s.060.640.d.2.0O0 Rp77O. Rp25 miliar i. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpsoojuta s. Rp75 miliar k.d.600. PANITIA PENGADAANJASA (NON KONSTRUKSI) juta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s.200.d.000 Rp3.d.960. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s.91O.5 miliar s.'A3AT/PAITITIA 3. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s.890.d. Rp25 miliar Rp25 miliar s. c.d. Rp10 miliar Rp10 miliar s.000 PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN/PENGADAANBAMNG/JASA 3. Rpl triliun Rpl triliun SATUI\IT (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP BIAYA TA 2013 t1t e. Nilai pagu pekeq'aan/pengadaan di atas Rp50 miliar s.d.000 R p l .000 Rp1.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2.d. j. RpS miliar i.d.OO0 Rp9lO.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK ilo URAIA.d Rp750 miliar q. Rp75 miliar m. 000 Rp91O. atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas (41 Rp1.880.d.450.520.000 Rp2.000 Rp1.000 Rp3.d. p. k. I. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun Rp330.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s. o. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp100 juta s. Nilai pagu peke{aanlpengadaan di atas Rp250 juta s.d.000 Rp2.000 Rpl. Rpl . n.000 Rp2.d. Rp250 juta c.000 Rp45O.000 Rp2.370. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5O0juta s.OO0 Rp1.230.d.000 Rp62O. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s.000 2. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 miliar s.d.000 Rp450.d. Rp500 juta f. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s.840.OO0 Rp1.4.100. Rp500 miliar n.560.260.d Rp250 miliar o.000 Rp3. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s.510.000 Rp2.5 miliar h.820.520. g.oO0 000 Rp72O.5 miliar Rp2.650. Rploojuta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s. Rp50Omiliar Rp50O miliar s.0O0 Rp60O. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rpl0 miliar s. RpS miliar Rp5 miliar s.O00 . Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s.000 Rp520.450.d.d./ .370. Nilaipagupengadaanjasakonsultansi/jasalainnyadiatas Rp2.210.d. Rp25 miliar k.OO0 Rp1. Rp500 juta d.

d.000 Rp3.d.0o0 Rp7OO. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.000 Rp2. Rpl rniliar e.000 Rp89o.d.260.d.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 4.d. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s. Pengarah b. RpZS miliar k. Rpl00 miliar l.oo0 Rp1.9ro. RpsoOjuta d. Rp2. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp7S0 miliar Ld. Nilaipagudana s.030.d.d. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.1 10. Rp5O0 miliar n.820.070. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun {3} OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp500 miliar n.79O.d.000 Rp500.OOO Rp1.5 miliar s.d.680. Rp25 miliar i.000 Rp3.00O Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. RpS00 juta d.000 yangditetapkanatas OB OB OB OB OB Rp7O0.000 Rp1.d.820.000 Rp2.00O Rp400.000 Rp3.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp2. RpZS miliar k. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s. Ketua/Wakil Ketua e. ANGGOTA a.O00 Rp4. Rp5O0 miliar n.000 Rp1.d.000 Rp500.5 miliar s.000 Rpl. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d.3.62O. Rp250 juta c.000 Rp2.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp50ojuta s.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp2.280. Rp250juta c.o00 Rp730.000 Rp66O. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.870. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.d.000 Rpr.10O.d.d.S miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s.000 Rp940.72O.d. Rpl miliar e.000 Rp3.d.d.d. Anssota/Petusas OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340.000 Rp570. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d.540.56O.140.d.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp75 miliar k.d.d.0o0 Rp1.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rp25Ojuta s-d.260.d. Rp2sojuta c.000 Rp2.260.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d.d.5 miliar s. Rpl miliar e.000 Rp2.000 Rn35O. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.0O0 Rp6l0. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp10O miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Rp750 miliar o.000 Rp1.000 4. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.000 Rp430. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. BENDAHARA a.d.000 Rp1. Rpl triliun p. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s.d. PNBP (21 ATASAN LANGSUNG BENDAHARA a. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.1 unitAkuntansiringkatKementerianNegara/tembaga(uApA/Barang) Dasar Keputusan Menteri a. Rpl0ojuta b.d.000 Rp420.000 Rp1.370. Nilai pagu dana di atas Rp25O miliar s.2.130. Rp50 miliar j.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. RpZSOmiliar o. PenanggungJawab c. Rp25 miliar i.000 RpS10.000 Rp540.000 Rpr.0O0 Rp370.950. RplO miliar h.760.O00 Rp3.000 Rpl. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Rpl0 miliar h. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. RplOOjuta b.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.000 Rp600.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK lto URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 (4) IU 4 HONORARIUM PEI{CELOLA 4. Nilaipagudana s.380.d.0O0 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 IIOUORARIUM PENGPLOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5. Rp2.490.880. Rpl00juta b.000 Rp3lO. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Rp5 miliar g. Koordinator d.000 Rp880.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp2. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp100juta s.d.450.d. RpS miliar g.I.500.000 Rp2. Rp250 miliar m.OOO 'l/ .000 Rp2. Rp500 juta d.0O0 Rp770. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.d. Nilai pagu dana di atas Rp5O0juta s. Nilaipagudana s.170.

OB OB OB OB OB OB Rp2. Petugas Survey f. Pengarah b. Peneliti/perekayasa Madya c.2 Tingkat Pengguna Barang Tingkat Kuasa pengguna Barang PTNELITIAN/PEREKAYASAAN 7.3 10. Pelabat Eselon ItI ke bawah/yang disetarakan Moderator SEJENIS BMN 5.0o0 Rp2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAp a. ptrucAs ll. Ketua/Wakil Ketua d. DAN 'RAI''BAKTT IO. Ketua/Wakil Ketua d. Sekretaris f.1 Narasumber/pembahas : a' Menteri/pejabat setingkat Menteri/pejabat Negara Lainnva/yang disetarakan b.al a. PenanggungJawab b. Anggota/petugas 5'3 unit Akuntansi Tingkat wilayah (uAPPA/Barang-wlyang ditetapkan atas Dasar sK Eselon I a.2 OB OB OB OB OB OB OB OB 7. Peneliti/Perekayasa Utama b.4 Rpr. Koordinator peneliti/ perekayasa c. Koordinator/Ketua d. Anggota/Petugas 5'4 Unit Akuntansi ringkat Satuan Keq'a (uAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar sI( Eselon II atau unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran/Barar! wuy"t atau Koordinator Unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran WiL]. Pembantu Lapangan NARASUMBER SETIIIN/IR/ RAKOR/ SOSIALISASI/ DISEMINASI/ I.O0O Ho![oRARruM SATPAM. Koordinator c. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c. Ketua/Wakil Ketua d.l Yang Ditetapkan Oleh presiden a. Wakil Ketua e.1 6.1 Satpam dan pengemudi I l'2 Petugas Kebersihan dan pramubakti ROIIANIWAN TIM PILAKSAITA KEGIATAN l3. Sekretariat peneliti/perekayasaan d. Koordinator c.2 OJ OJ OJ OJ OJ IIOIIORARIT'M PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN 9. PenanggungJawab b. PElfcEMuDI.1 PenanggungJawab 9.5OO.2 10.4 Anggota PEIfYULUH I{ON PEGAWAI ITEGERI SLTA Sarjana Muda Sarjana Master (S2) KEBER. Peneliti/perekayasa Muda d. Anggota/Petugas PEI{GURUS/PENYIMPAN 6.THAN. PenanggungJawab c.000.90o.3 Sekretaris 9.GD/ KEGIATAN 8. Koordinator c. Pembantu peneliti/perekayasa b.2 KetualWakil ketua 9.2 OJ OJ OJ OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Responden OH 8. Pejabat Eselon ll/yang disetarakan d.1 Honorarium Kelebihan Jam penelitian/perekayasaan a.000 . Pengolah Data e.I 10. PenanggungJawab b. Peneliti/Perekayasa pertama Honorarium penunjang penelitian/perekayasaan a.

3 Yang Ditetapkm Oleh Pejabat Eselon I a.000 l5 IIOITORARII'M TIM PEITYUSI'N.d.3 Penyunting/Editor 15. Rp50 miliar c.OO0 Rp100.000 Rp7s0. Rp200 miliar e. Rp350.000 Rp500.0o0.000 Rp690.d Rp25 miliar b.0OO HONORARIIIM PEI{ANGGI'NG} JAWAB PENGELOLA KEUAI{GAIT PADA SATKDR YANG MEIYGELOL^6 AELAITJA PEGAWAI 18.000 Rp450.000 Rp350.6 PenanggungJawab Redaktur Penyunting/Editor Desain Gra{is & Fotografer Sekretariat Pembuat artikel Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp400.2 Redaktur 15. Wakil Ketua e. Sekretaris f.d Rp25 miliar b. Nilai pasu dana di atas Ro2O0 miliar OB OB OB OB OB OB OB OB OB oB.000 Rp460. Wakil Ketua e. Ketua d. PenanggungJawab c.0OO Rp22O.000 Rp250. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.OO0 Rp400.3 Editor 77.000 Rp250.d.2 Anggota OB OB Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp250.000 Rp50o. Sekretaris f.OO0 Rpl5O.00O Rp650.6 Pembuat Artikel 17. Sekretaris f.000 Rp300. Nilai pagu dana s. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NO URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 tll (21 13.000 Rp4rO. Pengarah b.000 Rp350.00O 1Ii / . Rp50 miliar c.000 Rp1.000 Rp810.000 Rp180. Anggoia 13.d.000 Rpr80.000 Rp330.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a.000 t 7 IIOITORAnIUM TIM PEITGELOLA WEBSITD 17. PenanggungJawab c.7 Penerjemah l8 OB OB OB OB OB Halaman 1500 karakter Rp500.000 Rp100.00O t4 ITONORARIT'M SEKRSTARIAT TIM PELAKSANA KTGIATAIT 14.000 Rp7OO.d.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a.3 16.6 Pembuat artikel t6 IIONORARIT'M TIM PEIWI'SI'NAN BT'LETII/MAJALAII 16.2 16. Pengarah b. Rp10Omiliar d. Nilai pagu dana di atas RpSOmiliar s. Nilai pagu dana s.O00 Rp4O0.4 Desain Gralis & Fotografer 15.2 Redaktur 17.00o Rp850. Rp200 miliar e. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.IUTJURNAL 15.d. Anggota (3) OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB (41 Rp1.000 Rp580.0OO Rp750.4 16.d.o00 Rp450. Pengarah b. PenanggungJawab c.5 16.000 Rp250.000 Rp100. Ketua d.1 16.0O0 Rp100.000 Rp600.000 Rp400.5 Sekretariat 15.000 Rp15O. Anggota 13.000 Ro570.1 PenanggungJawab 15. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp1.0oo Rp300.0OO Rp750.1 PenanggungJawab 17.00O Rp300.500.4 WebAdmin I7.O0O Rp490.1 ATASAN LANGSUNG PEMECANG KAS/KPA a.000 Rp300.000 Rp500.2 Yang Ditetapkan oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a. RplOO miliar d.2s0. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18.5 Web Developer 17.000 Rp3Oo. Ketua d. Wakil Ketua e.1 Ketua/Wakil ketua 14.

1 Vakasi a.OOO c.8 Ketua Bidang | | 19.o00l RpssO.4 Ketua Detegasi | 19. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.tO Anggota l9.2 Narasumber Kelas B | 21.10 l2o.OO0 I at strata3 (s3) I Of penguji Disertasi I 22.qIoNAL/MITLTILATERALI I l9.2 Honoraium penyelenggara Ujian | a. SOM Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari.KTM.4 Ketua Delegasi | 20.000 Rp41O.O0O Rp25O.000 Rp24O.000 Nrrskah/Pelqiaran OH ] Rplso.d.l7 Liasion Officer (LOl Stafpendukung 120. Nilai pagu dana s.d. Rp200 miliar e . Nilai pagu dana di atas Rp25 (41 Rp2OO.2 PenanegungJawab I 20. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar s. pendidikan Dasar I Penyusunan/pembuatan bahan Ujian | 1l .3 Ketua/Wakil Ketua | 20.3 Ketua/Wakil Ketua 19. pendidikan Menengah I ul pemeriksaan hasit Ujian Rp2O.O00 Rp470.l Pengarah t9.OO0 Rp150.5O0 Mahasiswa/ Mata Ujian trang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian urangl Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian o rang/Mahasiswa Rpl0.9 Selcetaris | Anggotapaniria 120. RptOO miliar d .7 Koordinator | 19.OOO Rp65O. Rp400.9 Sekretaris panitia | tS.12 Stafpendukung | INTDRIYASIOIVAL .:::l-ll':mbuatan bahan ujian I Nrtskah/Pela.O00 Rp27O.5 Tim Asistensi | 20.iaran OH ry . pendidikan Dasar I pemeriksaan hasil Uiian I b. Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari BERSKALA INTERflASIONAL Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari RpS50. RpSOmiliar miliar OB OB OB OB OB TIUM SIDANC/KOT{FERTNSI I I | I I I I | | | | | | llD&ArDe/IC.0o0 Rp27O.000 Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari )iswa/Mata Ujian iiswa/Mata Ujian RpS.0o0 Rp340.6 AnCCotaDelegasi RI | 20. Nilai pagu dana di htas Rpl00 miliar s.d.O0ol Rps00.000 Rp60O.7 Koordinator | 20.r Pengarah Rp250.000 Rp15.5 fim Asistensi | 19.l pengawas Ujian | b.000j Rpsso.OO0 Rp400 tl I 20 IHONORARIUM WORKST. pendidikan Tinggi I tt Diploma Uillfit/N dan Strata I (St) I pemeriksaan hasil Ujian | "t I Ut pengujiTugas AkhirlSkripsi I Zl Strata 2 (S2) I 4 Pemeriksaan hasil Ujian | Ot penguji Tesis I I I zo.8 Ketua BidanS | 20.0OO Rp7.l 1 Liasion offcer lt ol | 19.d Rp25 miliar b.MENTEBI KEUANGAN REPUBLTK INDONESTA NO flt URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (3) a .0001 Rp4OO.l Narasumber Kelas A | 21.0OO I il i::::.OPISEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN I 20.OOO Rp350.oO0 RpSO0 Rp4 Rp450.2 penanggungJawab | | 19.O00 Rpsso.0O0 Rpl9O.12 21 BIAYA NARASUMBER KEiEIATAN DI LUAR NEGERI ISATUAN 2l.3 Narasumber Kelas C | I 22 D/rN HONORARTUM pEtryELEl\rccARA UJrAr{ lVAr{Asr | 22. pendidikan Menengah I pemeriksaan hasil Ujian I c.6 Anggota Detegasi Rt | 19.

3 Golongan IV 24 SATUAIT BIAYA UANG LEMBI'n' 24. Golongan IV 2 5 SATUAT| BIAYA UANG SAKI' RAPAT DI DAIAM KAI{TOR DAII UAI'TC MAKAI| LEMBUR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK RplO.2 UANG MAKAN LEMBUR a.OO0 OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH 23 SaTUAN BIAYA UAJIG MAKAII PEGAWAI IIEGERI SIPE (PNSI 23. / .2 Golongan III 23. Golongan IV 24. Golongan II c.000 Rp29.1 Golongan I dan II 23.O0O 41.000 OH OH OH Rp25. Golongan III d.000 Rp27.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- NO URAIAIT I2l c.O00 Rpr3.0OO Rp260.000 Rp300.000 Rp27. Golongan I dan II b. Golongan III c.000 Rp30O.OO0 Rp290.O0O Rpl7.I UANG LEMBUR a. PendidikanTinggi 1) Diploma I/IIIIII/Man Strata I (Sr) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (S2) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian SATUAIT (3) BIAYA TA 2013 t1l (41 Naskah/Mata Kuliah Rp2sO.OO0 Rp280. Golongm I b.O00 Rp20.000 Rp250.000 Rp29.000 Rp25.

000 430.000 380.000 370. ).000 370. KALIMANTAN BARAT 2l (ALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 22./ . 370:999 430. 3.IALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAIY BIAYA TA 2013 (1) I (2) q.000 360.CEH (3) OH OH OH OH OH OH (4) 360.OOO 23.000 370.000 360. KALIMANTAN TIMUR 24.OOO 1 0 . 4.O00 370.000 370.OOO .O00 2. iORONTALO 26.000 420.000 370. JULAWESI UTARA 25.AMPUNG 3ENGKULU 360. {USA TENGGARA BARAT 19.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -9 - 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PER.000 420. 9.I.I. ]ULAWESI SELATAN 24.000 360.O00 20. 6. ]UMATERA UTARA tIAU KEPULAUAN RIAU ]AMBI ]UMATERA BARAT ]UMATERA SELATAN . ). NUSA TENGGARATIMUR 440.OOO 9t_ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 369:999 380. 3 A L I 1 8 .000 580. IAWA TENGAH 1 5 .000 370.000 370. SULAWESI TENGAH 29. JAWA BARAT 1 3 .000 430. P A P U A 33. MALUKU UTARA 32.O00 370.K. PAPUA BARAT 360.000 530. 8.OOO 480. SULAWESI TENGGARA 30. JAKARTA t4. ]ULAWESI BARAT 27.000 480.000 360. 7. 3ANGKA BELITUNG 11. JAWA TIMUR t7. \4ALUKU 3 1 . 3ANTEN 12.O00 370. 5. YOGYAKARTA 1 6 .ooo 410.000 370.

IAWA BARAT 1 3 .O00 95. PROVINSI 1 T (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPUI.o00 zs.000 8s.000 30.obo . JAKARTA t4. SUMATERA SELATAN 8.ooo 100.ooo r 10. D.000 170.000 ob.000 15. DAN UANG WI. 3ANTEN ! 2 .000 1 1 0 .OO0 3c. rnirrvrnr.nArv-rpNcCA2 2 .UANRIAU JAMBI UAT{G HARIAN SATUAN FUUAOARD DI LUAR KOTA +l {3) OH OH OH OH OH -oH OH OH -oiiOH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH -orOH OH OH 120.000 95.000 2.ooo 85._ ]ULAWESI BARAT 27.o00 30.O00 sb. D.-ooo 30.K.000 25. ? 30.000 4.. B A L I 1 6 .000 110.000 50.000 95. JAWA TENGAH 1 5 .O00 106..000 150.o00 UANG SAKU FULLBOARD EULLDAY/ DI DALAIII HALTDAY DI KOTA DALAII KOTA (51 100. I-AMPUNG 9 .000 tooobo r00. ]ANGI(A BELITUNG 1t.ooo roti.obo 95.000 30.000 150.000 10.000 r00.- 85. P A P U A - _?e_ lv!4yPqr 20. -'iq.000 110.I.ooo s.000 bo.000 30.000 160.000 25.000 110.ooo 130.000 10.000 95.OOO 130.000 30.000 130.000 105.O00 (61 85.000 115.000 ios.000 rg5.000 125.oob 100.000 reo.OOO ioo..160.000 130. NUSA TENGGAM BAMT 1 9 .000 9s.s0.000 r05.000 110.000 95.000 150.AWESISELATAN 28.000 r 15. KALIMANTAN SELATAN 23.ooo 30.000 -*- tos.LDAYftIALFDAY DI DALAM KOTA rupiah) No.-PAPUA BARAT ^/ . BENGKULU 1 0 .000 85.000 140. 6.OOO Cs.SUMATEM BARAT 7 .000 1 1 0 .oiiri 95.000 85. JAWA TIMUR 17.A. JUI.000 120.000 95.000 .000 - r40.000 io.000 140.boo 120.000 9s. 0 0 0 --115. 0 0 0 -"--110. MALUKU 3 1 .ooo95.o00 20.000 110.000 10.000 130.ooo 30. KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA 25.000 140. \4ALUKU UTARA 32..--z L .000 . YOGYAKARTA 1 6 .000 200.000 oo.000 50.OOO 110. NUSA TENGGARA TIMUR 20. J. iORONTALO _26.I. SULAWESI TENGAH 120.000 180.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK SATUAN BIAYA SAKU PAKET UANG IIARIAN PAI{ET FULLBOARD SERTA TULLBOARD DI LUAR KOTA.6.000 95.0d0 15.000 35.ooo 10.000 95. KALIMANTAN BARAT .

oqo__ _ _ 7sQ.-3.___49_q. l:g_.-1.-i.o-qg e!0.ooo i .ggq 720..000| 336.iz+.oog .000 I 6_qq.goq 1.9q0.oqq.Lq.Q9q iio..000 1. _l:229_:g0g_ _.ooo __3.90q.._o_oq .Qg(__3110.4go:gqo --+io.ooi 510..9_0_0_ 45O.030.__ | _-"oq..o00 I .000 | oH-.0_0_q .o OH .__l.9?p. PROVINSI SATUAN PA'ABAT NEGARA PF^'ABAT ESELON I/II (5) | 3()R PEJABAT ESELOIV IIt/coLoNGAlf -rv I PF^'ABAT ESELOIY IVlcol.lsooob OH --itH .o.000. I J2o.ggQ.qqg ___?99'q0_q 91o.!g _ _______q4q. 830.oqo -_i1q._-.q_0_q0_9.srgri.--sgb.ooi_.rsz. .77o.-_i!q.o_qg _1.Q99.000 1.ibts.ooo .OOO .3Co.q2. -_qfl.500.ooc .ooo OH OH -oHt 4nn nnn OH -oC* __q. -_ .6*SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN SULAW!.gg1.q00_ _ ___.ooo _ 720.._.ooc l.o00 600.000 -._.470.-_1.o r i . .?.8lp_.OO0 4 -qnn non 1.420.-00_0_ -o-H66r.0-.q_q-q 1.-__1.1.820.qgq I -_-oH OH 4..72o..qoq ..000 I -ess0eql-_zqq.240. l 8 NUSA TENGGARA RAR 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2.SI TENGAH _9.o-qo_ _ 25q.000l- I _qel.1q9.768.+oo.0!g __L11s-qqg I _ r.?4q0-0p_ _ .qqo 4t2..260.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK BIAYA PENGINAPAN PERTIAL/INAN DINAS DALAM ITEGIERI ru TARIF HOTEL lIO.030.qgg l--4o8bbo -l}s.qQg_ 1:11910_00 I _ _ o H .__-2--8_g:O.0.-e?o.. ---1. _.000 -_ _ ___45q.-0-Qq I r.?-5_0-.__?j1l0_.Qao..o_o:qgo ".90 I tisol.I..-BARAf-= l-.000 _. _ -.-_l.0OO 7?o."ooo .Jl_O:qgg | l.-.1?q.:1_1260. YOGYAKARTA 16_ _ 1 7.000 I OH __4.920.oooI ___3..99-0.ooo -_9-t1_ _1.400.-_1go_=o_gq _-_9!9:o-o*q OH 4..gqq iao-ooo I rc0. I 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU _x1_ \.0-q9 .Q99 _.00q L-q12.000 3go._ ?.o00 __3...000 .?-6qgg_q.000 __.000 _ .OOO .ooo OH 750.q-qq. l-..poo * .LoJq.ono _ g l-__1.lqo-qQg p. __ -_-23 IKALIMANTAN TIMUR lsulAwEsr UrARA _?!_ 25 GORONTALo 2.q99 l-. .000 lt-- l- _q -:-_ l3 14 LAMPUNG 9_ BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG t'AN'I'EN JAWA BARAT UAWA T I'NIiATI _ls_D. -.0_0q __1.qoo l$o0:g0q| _ .q 360.9g2:90_0 -___Fsq._!-?qq.8r9._0_q0 _*._.-47!.gg! _ l.--9-q9.350.q99 1._0_0( _ q9.og.oso...io ____ 41o.99.?1o__og_g_ r.qqq -__-.-4gq.!'89:q00 I * zao. qqg.9q!. ..oog. .q_ _?LKALIMANTAN TENGAH 3?.ooo 400.g-0-9.9?9.u-!lg ___.716.g_09 _ lr4s-?.079.1g:0_0_g 400.qqq. . 4.o_g! __!z_s.sgo.ooo 460.q00.qq:o_o_o_ .q-o_qI OH __q-09!.QQ( 380.ooo . 6 _ Z 9 1 0 0_ ._ .4q0_1q0!1:l.-ogq ._-?._qgQ.150.qqq_ l---s3b"ood .-o.000.O00 czg.000 -.000 l -OH -oii .OOO I (6) (71 2 3 5 RIAU JAMBI l--?!*-oH BARAT --oH- 6 _Lq9q.q-qo.qqql____9_4!.Q-00 1.qgc oH' -.oqq_ 371.0q.pge l'_--._0:gg0 _ .o00 H 600.000 | g. ---t5-o.000 | 3zq.oNcaN UI GOLONGAIT rlrr (8) (21 {CEH SUMATERA UTARA (3) OH OH (4) 4..000 900. _-Lqqp.qqg.___ _95.g. 580.030.Qgq_.obo OH -oH--_1:5l-q:-009_ .q9q | 1.ooo .ooo .?.r4_!q5v_ul4-RA _32 PAPUA 33 PAF-u.000| 4.gqq__ _z9gp_o_0" -_.boo.0.___ . __!.q2g. .__ _*_J1_u:. [-lbTooit .g_qq r.-ooo 800.0J0 _1.s?10_0q .QF_o.oq0 _ ___ -qqq.IKALTMANTAN _SELATAN .gg_o 3se.000 . .3e9:0gq -Zsa._-q.qq_o.0qgjq0_0.

11 431 ------33 352 286 25 Bqsnia Herzegovina 26 27 runanl --_--_-_-'i6 483 457 444 29 rur LLtHal +22 s20 473 379 472 334 353 287 242 372 24r 371 3 1 Serbia _t?s 401 __ ?8? 361 ?12 313 ______. 313 286 Ker4jaan Ingsris EROPA SELATAN ___._____iff.Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile r) 527 447 473 404 417 368 _" 91q _ 307 o 4 395 464 5 Columbia Peru _ _8_ 9 Suriname 1 0 Ekuador AMERIKA TENGAH 1 1 Mexico L2 Kuba 1 3 Panama EROPA BARAT Austria 1 5 Belgia 436 415 386 383 398 277 323 347 316 242 287 24r 286 241 222 t21 29r 270 240 237 281 277 295 273 221 9.24_L 277 . !21 318 282 382 282 272 322 28'1 ___. _ !91_ 287 27t 321 _20 2L 22 23 24 _172 453 517 409 465 354 288 432 ?7s _ _____. D AMDRIKA UTARA I ./ .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -12- 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAII DINAS LUAR NEGERI da-lam US$ NO NEGARA GOL. 318 ?n< 282 28r 27r ?17 414 307 _ _?61 272 _lq_Perancis I 7 Rep._21r_. A (iIJL.O7 2s2 242 241 429 4n6.l' GOLONGAN (i(. () GOL.L.nal" Norwegia DWCLlla 504 466 5t2 453 419 4+3 463 464 4LL 416 509 _ . Federasi Jerman-1 8 Belanda 1 9 Swiss EROPA UTARA Denmark Pi"i.___!59587 _ 439 534 420 ?1?__ __ _ ___q.

t-97 215 301 l06 2tL 276 254 r97 207 185 / / . D 426 421 407 416 . C E 33 34 35 36 *33_ Rusia 38 Slovakia EROPA TIMUR Bulsaria wzecn Hongaria Polandia Rumania (s 367 390 320 331 3i3 31 c?c GOL.._ -q99_ _=___30q 197 277 39 Ilzra _-.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam US$ NO NEGARA GOL.0*6297 290 328 AFRIKA BARAT 40 Niseria 4 l 9srlgRal AFRII(A TIMUR Ethiopia 43 Kenva t.qq_ 206 t82 19? r67 196 141 285 319 _ ?7.__._ _sq6 +29 425 277 __l.|u5 361 313 276 292 206 291 201 -_._ -___1_82 ___ 216 212 2t5 211 AFRII(A SELATAN- 48 Namibia 1? AFRIKA UTARA y)*gl].esultanan Omq4 357 386 358 365 459 _ 353 391 359 _ _2Qq . -202 287 212 192 161 201 5 1 Mesir 52 53 Tunisia 54 Sudan OD Libya -.__1_q_ -.-?-186 _ . _ 3q1 361 381 _ 512 387 382 293 _ _._____196_ 2to 188 302 . 4 GOLONGAIT B GOL..? 334 296 257 276 244 __ __i._____9_1. -293 267 276 257 270 323 365 224 t97 ._ 342 368 _ -_ _**L9? 342 308 308 273 251 247 282 254 2R6 190 191 186 _ !81_ 2ro 189 184 16. _q_0* 300 247 25I 135 . -257207 275 364 20t 196 186 2 2 ? ___=--zqg_ __ ____2_qq 196 6 n K.5 ASIA BARAT 56 \zerbaiia 58 59 lral< nrrlanio 498 397 365 406 459 283 254 ---__-. A (i()L.UWart --- 6 1 rJrDanon 62 Qatar _63 64 T\rrki 65 Pst.^ 44 I\f a r{ 45 L d t z a u l L i 46 Zimbabwe 47 rvrvzquut\.2 244 263 _ _?q3-.// . Arab Emirat rlr _99_ 67 Saudi Adbi".

E Gc|l. (J (21 ASIA TIMUR 69 Rep. A GOLONGAN GOL. 211 201 L96 t96 t96 196 t96 796 2rI 197 202 204 197 r97 229 272 222 276 237 22I 92 93 94 95 96 Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nueini Fiii 439 392 425 385 363 403 246 387 s53 329 27t 221 224 L92 t79 / .Rakyat Cina 70 Hongkong 7 l Iepqag 72 Korea Selatan 73 Korea Utara ASIA SELATAN 74 Mganistan GOL.66 241 181 166 181 392 456 352 420 287 334 222 224 212 254 333 82 Philipina 83 84 85 86 87 88 89 Singapura Malaysia fhailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam 90 Kamboia 9 L limor Leste ASIA PASIFIK 4L2 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 221 221. D (6) (3) 378 472 519 421 395 (4) (5) 238 320 303 326 238 207 287 262 297 207 206 286 261 296 206 ..tJ 385 Bangladesh 76 India 339 352 343 348 351 226 L96 263 77 Pakistan 78 Srilanka 79 ran ASIA TENGAH 80 Uzbekistan 8 1 Kazakhstan ASIA TENGGARA 203 20L 260 173 t67 242 182 t67 202 172 1.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4(dalam US$) NO NEGARA GOL.

620 9.990 3.980 4.999 2.000 5.900 1.770 5.860 t.880 t.450 3.660 3.400 5.220 4.440 11.OOO 8.890 3.220 8.010 3.780 4.000 3.750 5.820 ftl 4.a20 680 r.370 1.690 5.220 3.320 t6.270 4.480 3.600 1.O50 1.040 5.890 3.240 .050 4.370 10.370 2.770 6.560 3.490 1.340 9.100 2.960 4.110 5. Ekonomi PERUIAKILAN Eksekutif AI PERUIAKILAN .430 6 7 8 9 10 11 Amsterdam Ankara Antananarivo Astana Athena B.670 3.640 7.810 3.680 1.910 3.400 1.790 3.890 1.830 850 3.490 3.L30 4.520 4.'ALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGpRT IONE WAYI dalam NO.4{o 1.010 1.010 7.810 t.920 10.MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA -15- 30 SATUAN BIAYA TrKET PER.960 1.530 3.L70 s8o .520 1.s.330 12.500 5.770 2.200 4.910 11.810 4.610 6.520 6.buia Addis Ababa Alger Amman 2.150 3.980 1.220 7.140 6.330 550 630 890 3.7tO 2.590 5.240 2.150 1.020 5. (1) I 2 3 4 D PERWAKILAN QI JAI(ARTA.860 2.470 9.600 2.200 3.r20 5.900 730 1.060 3.820 8.430 (s) 2.400 3.610 1.450 2.500 13.310 4.220 880 2.O80 LO.220 1.160 2.260 t.240 Eksekutif (8) Abu Dhabi A.800 1.200 4.990 10.770 2.S Begawan - 890 1.160 6.920 r.890 3.5i0 t.o20 4.600 1.220 3.660 7.020 5.660 4.720 2.520 4.680 3.L60 3.080 3.830 4.330 7.500 6.570 4.60 6.730 2.900 3.040 6.310 3.550 5.sLO 9.0.760 5.150 7.500 9.800 1.204 4.010 2.350 4.130 6.810 6.800 t 2 Baghdad 1 3 Baku T4 Bangkok 1 5 Beijing L 6 Beirut 1 7 Beograd 1 8 Berlin 1 9 Bern 20 Bogota 2l Brasilia 22 Bratislava 23 Brussel 24 Bucharest 2 5 Budapest 26 Buenos Aires 27 Oairo 28 Canberra 29 Cape Town 30 3aracas 3 1 Chicago 32 Colombo 2.600 2.730 3.300 8.330 3.060 3.400 920 2.91O 7.800 t.470 r.510 3.180 4.410 7.270 10.310 3.650 t.so0 1.690 7.460 5.O10 3./ .060 1.720 4.240 9_.670 2.I30 3.5rO 2.700 4.440 5.390 12.330 3.360 5.550 5.780 7.420 5.490 5.860 2.JAKARTA Ekonomi {6) Bislis Bisnis (3) 1.840 7.490 1.530 7.

050 7.620 8.600 r.080 5. 1 PERWAKILAN QI JAI{ARTA.9r0 370 1.490 4.140 2.590 t.050 880 sso eio 580 340 1.930 750 1.9-99 * 840 i.930 2.990 2.390 2.690 2.460 3.060 1.I40 3.500 1.560 1 .610 4.030 2.460 2:9ro 660 890 .420 3.870 560 360 63 64 65 66 67 68 69 Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles s30 2.220 4.260 37 38 39 40 4l Darwin Davao Citv Den Haag Dhaka 3.600 6.790 1.320 7.130 3.450 450 2.060 3.r20 7.360 r.050 5.r70 5. 1 9 0 2.100 2.230 Dili Doha 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Dubai Frankfurt Guangzhou Hamburg Hanoi Harare Havana 3.800 2.750 3.t20 4.530 5.L20 8./ . 11 0 6.380 2.170 7.600 3.140 3.370 810 2.2rO 3.190 1.280 3.400 3.LOO 2.610 {s) 2r.040 3.500 2.600 6.O70 1.520 3.730 3.510 --z.150 1. 510 720 610 1.410 52 53 Islamabad 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jeddah Jenewa Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston 7.200 3.r80 1.500 5.430 4.500 3.490 1.530 (41 7.840 3.600 3.930 3.220 9.330 3.930 3.oso a.720 1.180 7.420 2.950 _ _ _ 7 .530 830 750 750 4.700 7.980 .190 z.660 3.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK lq4ralu vuv NO.100 8.260 860 1.290 1.100 3.tLO 1.0i0 750 _3€99_ 4.030 3.240 5.350 1.100 r.780 1.570 2.670 6.390 2. 0 6 9 ?.050 10.O00 3.170 7.460 3.640 2.190 2.900 4.890 3.950 2..180 Ekonomi Bisnis Eksekutif 33 Dakar 34 Damascus 35 36 Dar Es Salaam (3) 5.180 r .560 6.740 2.500 1.100 5.620 Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen 2.640 2.530 590 980 3.400 4.980 1.720 13.400 3.470 2.240 3.560 3.860 2.820 990 L.690 .7lo 4.150 1.r7o.O20 4.020 790 1.800 2. PERWAKILAN PERUIAKILAN .300 5.940 2.2rO 920 2.340 5.700 6.450 1.210 4iio 3.000 5.270 3.soo 3.730 1.920 1:.860 2.800 5.660 1.630 5.580 1.290 1.080 2.430 10.820 1.1.630 640 3.440 9.570 2.-1.340 2.920 6.660 3.oro 2.920 8.010 7.rso 3.1 .100 2.o29__ 1?e_9 2.680 4.630 2.600 4.060 2.420 ro.100 .270 6.650 7.O40 9.290 4.630 8.390 1.890 4.+70 2.430 4.JAKARTA Ekonomi (6) Blsnis ffl Eksekutif (8) 10.160 1.9-so 7.ar9 7.

250 Perth Phnom Penh to.050 6.330 ?'9-99 1.280 10.300 3. 7.650 960 3.L90 3.4LO 3.440 1.r 70 3.660 2.420 2.420 2.120 2.370 Port Moresbv Praha Pretoria Pyongyang 3.850 5.240 __ _5:059 __-7. (1) PERWAKILAN Bisnls {4) 4.060 8.7LO 1.360 4.630 7.890 1.500 4.180 2.470 2.350 3.500 5.750 i.640 3 .420 4.310 730 7ro .020 2.610 7.970 2.020 6.20 2.300 5.580 7.060 6.130 3.460 4.890 2.700 4.8-oo 8.670 8.370 2.610 5.300 3.490 9.890 6.350 - i.440 NO.71O 2.8391.500 3.520 _3.900 1.230 3.950 2.970 3.670 600 2.L40 70 7l 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Madrid Manama Manila Maputo 3.300 11.230 LO.400 4.350 3.280 530 t. 11 0 t.890 1.130 1.570 7.970 5.31O 570 2.310 640 1.920 3.590 5.320 2.350 3.1.380 3.O40 5.580 4.830 4.930.380 6.900 1.290 6.620 7.860 3.100 1.060 3.060 3.650 to.030 3.890 2.450 z.980 2.360 1.320 L2.O20 3:110 1.130 8.t20 2.740 11.720 4.000 r .510 J.430 1.130 4.200 4.050 460 520 790 3.480 2 3_102 730 1.920 9.910 9. 1 9 0 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 g6 97 98 99 Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbav Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama Citv Paramaribo Paris Penang 700 1.480 4.340 4.520 6.450 3.540 4 . PERUIAKILAN Ekonoml QI dalam U .690 1.580 6.880 8.670 rr.O20 5.ee9.050 920 3.640 6.O70 1.r20 4.820 4.330 2.240 6.390 2. 13.610 5.260 5.050 L.690 7.870 2.450 1.340 6.070 8.n 2.600 6./ .990 5..070 t.860 5.290 640 1.410 11 .JAKARTA PERWAKILAN Ekonoml (6) Bisnis Eksekutif {8) 8.600 4.750 2.630 880 3.OOO 4. 11 0 t.620 10.760 3.980 1.050 - 2.O20 4.360 L.990 2.680 2.940 600 3.500 2.030 950 3.540 1.040 4.t20 1.1 0 1 2.870 3.280 5.480 3.aoo 4.300 3.970 Quito Rabat Riyadh 4.280 1.180 l:^l.320 4.7IO 5.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -17JAI(ARTA.440 2.260 2.470 6.700 860 t40 1.030 3.340 4.630 2.270 650 1.900 6.370 (71 4.s0o 8.O24 7.540 7.560 1.gtO 12.500 10.690 Roma San _10_1 Francisco 1"02 Sana'a 103 Santiago 104 Sarajevo 1 0 s Seoul 106 Singapura ro0 3.750 8.230 Eksekutif (3) (sl 7.180 9.500 4.

930 Bisnis (4) 4.680 1.200 -"t.560 // .380 6.620 2.190 7.590 3.280 t.890 2.900 4.790 2.270 4.700 1.870 2.740 3.100 1.870 2.400 3.690 4.800 4.890 2.670 VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington t26 Wina r 2 7 Windhoek t28 Yangoon L29 Za*reb 2.230 7.700 3.370 1.JAKARTA Ekonomi (6) Bisnis Eksekutif (8) 7.550 2.320 3. I L07 108 109 110 111 LL2 113 LL4 115 116 t17 118 119 120 12T 122 t23 t24 t25 PERWAKILAN JAI{ARTA.320 950 6.680 3.200 5.520 5.t70 1.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK INDONESIA -18U NO.100 5.460 1.910 7.890 6.650 3.480 1.280 2.810 3.810 1.980 .120 3.204 6.100 2.410 950 3.o70 1.160 12.800 4.520 2.930 r .000 4.200 1.OOO 800 5.370 13.390 3.610 750 1.320 4.620 910 3.960 t.dCo 1.580 1.460 1.180 2.200 800 4.160 4.500 4.000 2.050 8.440 750 1.700 3.670 Suva Sydney Tashkent lawau Teheran Tokyo Toronto oli 3._e-.9LO 6.480 2.490 Eksekutif PERWAKILAN .750 950 10.260 750 3.500 7.570 " 1.510 700 2.204 8.840 740 600 2.190 1.410 4.370 3.230 3.250 4.340 1.440 900 1.210 (71 4.L90 5.100 6.690 5.200 1.460 (21 Sofia Songkhla Stockholm (s) 8.970 5.740 700 1.610 2.460 3.-6J9: 6.420 3.970 2.410 2.250 1.4tO 1.200 4. P9RWAKILAN Ekonomi f3) 1.090 5.r40 7.330 3.2tO t.810 t.580 1.860 3.100 6.obo 370 2.970 1.200 1.480 t.990 6.500 5.800 3.380 t.

KEUANGAN MEN.00o. e. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang. c. Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja. Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA. d. 2. dengan ketentuan sebagai berikut: a.00 (seratus iuta rupiah) untuk paket pensadaan iasa . Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya. Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 1O% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola. Honorarium Pejabat Pengadaan BaranglJasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/Kuasa Pengguna Barang/Jasa melaksanakan untuk pemilihan penyedia barang/jasa penunjukan melalui langsung/pengadaan langsung paket pengadaan untuk barangl pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi 8p10o. b. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang. menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP).TERI INDONESIA REPUBLIK _19_ PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP. Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK.000. Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan (ULP| Pengadaan Barangl JasalUnit Layanan a. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya bedauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran danfatau beban keda Bendahara Pengeluaran sangat berat. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya. termasuk PPABP.

Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang. Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan oleh Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk melakukan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. 6.O0O.ts4i'?3ll -24 konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50. 5. sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN).t\f. baik yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data.O0O. pencatatan. 3. Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing.00(lima puluh juta rupiah). b.A'. Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan kepada BMN diberikan pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tusas rutin selaku rus . 4. Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP. Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam I (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja. Honorarium Panitia Pengadaan Barang lJasaltJnit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. b. Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan. Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang.Sllsf.

Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. Catatan: Honorarium penelitianlperekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -21 barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7. Honorarium ketentuan: narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelen ggara. 7.2 Honorarium Penunjang Penelitian/ Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa. paling banyak 4 (empat) jam sehari. 7 . Jumlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengums/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang. Pengolah Data. Peneliti/Perekayasa Madya. b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyele nggara I masyarakat. Koordinator Peneliti/Perekayasa. narasumber dapat . dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Sekretariat Peneliti/Perekayasaan. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah melakukan pejabat yang untuk dari berwenang penelitian/perekayasaan. Peneliti/Perekayasa Muda. Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnyal masyarakat. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/perekayasa. Terhadap pembantu peneliti/perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Petugas Survey. 1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama. 8.

Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yarrg berwenang. Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan. Honorarium Satpam. harian perjalanan dinas dan honorarium selaku FGD/ Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ Kegiatan Sejenis Honorarium dapat diberikan kepada pegawai negeri yar. c) bersifat temporer. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan. L2.g diberi tugas kegiatan panitia melaksanakan sebagai untuk seminar/rakor/sosialisasi/diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara I masyarakat. Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (outpuf)jelas dan terukur. Pengemudi. Jumlah panitia maksimal lOo/o 1O. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja. wal meru s tertentu kePada atau "/ . (sepuluh persen) dari jumlah peserta. b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan. Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja. 13.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK. Untuk satpam. pengemudi. 9. 11. Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan Setingkat berdasarkan surat keputusan Presiden/Menteri/Pejabat Menteri/ Pejabat Eselon I/ KPA.INDONESIA -22- diberikan uang narasumber.

Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. 17. dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri. 16.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. 14. Honorarium Tim Pengelola Webslte Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola uebsite. Honorarium Tim Penyusunan Buletin/MaJalah Honorarium tim pen5rusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menJrusun dan menerbitkan buletin/majalah. 18. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri f non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik. Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim PenSrusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. pelaksana dan yang sejenis. v/ . Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/ Menteri. dan e) dilakukan secara selektif. Unsur sekretariat adalah pembantu rlmum. dan efisien. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. efektif. Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara. 15.

Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Senior OJficiaIMeeting (SOM) Pegawai negeri penyelenggara perjalanan dinas. anggota lembaga negara. Narasumber Kelas B yang pegawai negeri non : Narasumber disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. 20. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas. Honorarium Internasional : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hati setelah kegiatan. berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang. yang pegawai negeri Narasumber Kelas A non : Narasumber disetarakan dengan menteri. ketua dan wakil ketua iembaga negara. Satuan Biaya Narasumber Kegiatan di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI yang untuk kegiatan workshoplseminar/sosialisasi/sarasehan diselenggarakan di luar negeri. tidak diberi uang harian Berskala kegiatan Workshop/Seminar/Sosialisasi/Sarasehan berskala Honorarium uorkshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara berskala kegiatan workshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional. pegawai negeri Gol IV/C ke atas. v/ . Regional/ Multilate ralf SOM {Bilateral/ SOM internasional-KTM. sidang/konferensi Honorarium (bilateral/regional/ muliiiateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior offtcial berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -24- lg Honorarium Sidang/ Konferensi Internasional-KTM. perwira tinggi TNI/Polri. duta besar yang menjabat kepala perwakilan. 21. : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: t hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + t hari setelah kegiatan. Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan.

Yakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor. dilenekapi de surat i oleh peiabat ne ditan r/ . b. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d.it??Xl"1engan rvlb dan perwira menengah Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi. menengah. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a. 24. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang. ujian tengah semester. 23. 22. Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. rapat melibatkan eselon I lainnya b. dan tinggi. c. 25. ujian akhir semester dan ujian akhir. penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi Honorarium pen5rusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. dan tinggi. Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c. Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNSI Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang berdasarkan jumlah hari masuk kerja. Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1(satu) kali per hari. menengah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESTA -25- Narasumber Kelas C pegawai : Narasumber yang non negeri disetarakan dengan pegawai negeri Gol Ill/c . vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk.

Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat. Selama melakukan perjalanan dinas. e. pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250. Satuan Biaya Uang Harian PerJalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. Uang saku paket fullboard dan fultdag/halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/ pertemuan paket fullb oard dan fulldag / halfdag di dalam kota. pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara. 26.000.INDONESIA -26- setingkat eselon ll/kepala satuan kerja.000.". dan f.000. bagi peserta yang karena untuk faktor tambahan waktu transnortasi memerlukan . Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian NegarafLernbaga paling tinggi eselon I. Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian.190. maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c. *rrt"i pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a.00 (seratus tiga puluh ribu rupiah). Satuan Biaya Uang Harian Paket Fullboard Saku Paket Fullboard serta FulldaglHalfdag di Luar Kota dan Uang di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor kegiatan paket sebagaimana biaya dimaksud satuan dalam rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota. surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b.00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah). menteri serta setingkat menteri). 27. Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran. dan uang saku. Rp130. MENTER!KEUANGAN REPUBLIK.00 (dua ratus lima puluh ribu dan rupiah). Rp. transpor lokal.

Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. 29. Golongan A menteri. c. uang saku. kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaanrlya. Golongan B duta besar. wakil ketua dan anggota lembaga negara. b. pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. 24. perwira tinggi TNI/Polri. dan uang pengmapan. utusan khusus presiden (special enuog) dan pejabat lainnya yang setara. pejabat eselon II. transpor lokal. pegawai negeri sipil golongan IIIIc sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara. duta besar luar biasa berkuasa penuh /kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: a. ketua. Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negerifnon pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -27 - berangkat/pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk peraturan perundangberdasarkan undangan dan pejabat eselon I. Golongan D Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. untuk l(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan. Golongan C d. . pegawai negeri sipil golongan lV /c ke atas.

lit "i jalan (one taagl. c. MENTERI ttd. 2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. anak tiri. MARTOWARDOIO GIA NIP. atau d. anak tiri perempuan. ENTERIAN KEPA AGUSD. Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negataf pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Neglri y. Satuan biaya tiket termasuk biaya untuk satu kali asuransi. anak tiri. anak kandung perempuan. anak kandung. atau 3) Klasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D. dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one wag) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya p"*"*"1 udara perjalanan dinas pindah dan diberikan pembeliar. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat. belum pernah menikah. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Klasifikasi Firsf diberikan untuk Golongan A. yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab ia tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri. . anak kandung. b. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh iima) tahun.W. Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: Undang-Undang ketentuan yang menurut sah a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- egawai Yang melaksanakan perjalanan dinls ke negara Uganda.ng digunakan untuk meiaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai silan sendiri. isteri/suami Perkawinan. besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM IGUANGAN.

3 Rayon III e.000 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAIIAN MAKANAN 7. Dikma TNI/Polri b.OOO I l 14.000 15.000 22.000 17.2 I I I I I I | 7.000| 14.OO0 19.O00 12.O00 14.OOO 30.000 15.000 32.2 Rayon II d.000 13.000 10. Tahanan AnggotaTNl/Polri .OOO 30.000 34.000 20.3 d.000 14.O00 13.nglKaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kati Orang/Kali Orang/Kali Orarg/Kali Orang/KaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Kali Orang/Kali BIAYA TA 2013 (4) rs.000 36.OOO 34.t Anggota TNI/POLRI Non Organik a.1 Rayon I .000 30.3 Rayon III b.000 14.o00 32.OOO I I r3.000 18. Rayon I b.000 27.OO0 10.000 I I I | I I I I I I | | I | 7.OO0 13.2 Rayon II Rayon III ".000 11. Anggotayang sakit d.000 17. Ravon III I I | *1 l"vo"J.000 16.000 11.000 11.O00 r 1.000 36...000 25.3 I I I .z r<ayonlr .3 Rayon III c.000 | 11.000 15.000 | 14.1 Rayon I d.O00 36.000 51.2 Rayon II b. Rayon I Drerah Khusus Rayon I b.00o I 14.OOO 45.. OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42.000 11. RayonII Drerah Khusus Rayon II c..000 36. Rayon II c.000 l I 11.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (dalam NO (i Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yograkarta JawaTimur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa TenggaraTimur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 7 URAIAN SATUAN (21 (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kdi Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Ituli Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orc. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c.l RayonI .000 41.2 Rayon II .oo0 | 14.000 | 13.OOO 25.l Rayon I b..000 41. Rayon III Dterah Khusus Rayon III PasienRumah Sakit a.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a.000 11. Operasi Pasukan termasuk creut kapeJ laut/terbang a.

Rayon II c. Rayon I b. Rayon III OH OH OH OH OH OH OH OH OH 25. Rayon I b. Rayon III Malasiswa/Siswa Sipil a.OO0 8.5 9. Rayon III Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a.000 30.000 36.000 30.000 30.OO0 34. Rayon III Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Trafrc Information a.000 BIAYA KONSI'MSI TAHANAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR 9. Rayon I b.000 34.000 Seruice (VTIS) OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.12 7.OOO 546.15 7.000 482.859.000 OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.8 Inventaris Kantor Personal Komputer/Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75KYA Genset 10OKVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 59.8 7 .000 32.o00 32. Rayon I b.OOO 30.000 36.OOO 30. Rayon I b.OO0 36.000 27.OOO 36.10 7.000 17.000 36. Rayon I b.OO0 .000 36. Rayon I b.11 7. Rayon II c. Rayon II c.OOO 5. Rayon III ABKCadangar padaKapal Negara a.000 32. Rayon II c.000 36.000 41. Rayon I b. Rayon II c. Rayon II c.14 7. Rayon III Penjaga Menara Suar (PMS) a.000 36. Rayon II c.2 9. Rayon I b.6 9.000 32.7 9.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 7.3 9. Rayon III Petugas Pengamatan Laut a.1 9. Rayon III RescueTeam a. Rayon I b.aOO 30.000 37. Rayon III Kelompok Tenaga Kesehatair Kerja Pelayaran a.000 25.718.000 20.000 30. Rayon lll Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a.059.13 7.7 7 .ooo 32. Rayon III Petugas Pabrik GasAga untuk Lampu Suar a. Rayon I b. Rayon II c. Rayon III Mahasiswa Militer/Semi Militer a.4 9.000 27. Rayon II c.4 7.16 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a.OOO 6. Rayon II c.000 s74.000 32.554.OOO 30.000 8.000 18. Rayon II c.000 30.000 32.9 7.5 7. Rayon II c. Rayon I b. Rayon II c. Rayon III ABK Aktif pada Kapal Negara a.000 25.OOO 27.000 32.6 7. Rayon I b.

Dari Bahasa Mandarin.O00 125.343.000 1.o00 1.OOO 20.OO0. Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.l lO.tesinFotokopi Drgftal 1 6 IHOIVORARIUM NARASUMBER KIIUSUSI IPAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA Bulan/Unit Bulan/Unit OJ I I sEMTNAR/RAKoR/sosrALIsAsr/DrsEMINAsr/FGD/TGGIATAN Iunrur KEGIATAN ISE.000 1 1 SATUANBTAYATOGAMAHASISWA ] L2 SATUAN BIAYA PENER.000 200.500.Diploma IV dan Strata 1 14. Belanda d.OO0 2.000 200.000 145.1 Mesin FotokopiAnalog I f 5. dan Diploma lV/Strata 1 a.100. Uang Buku dan Referensi per tahun ..OOO 1 0 SATUANBIAYATOGAHA(IMDANJAKSA l0.000 12.Diploma I dan Diploma III .17 Genset 15OKVA Genset 175 KVA Genset200 KVA Genset 250 KVA Genset275k{.340.LO 9.530. Dari BahasaJepang c.000.Diploma IV dan Strata 1 b.000 2.000 12.Diploma III .oo0 1.'EMAIIAN DAN PENGETIKAN 12.000 800.250.000 1.Strata 2 dan Spesialis 1 Strata 3 dan Spesialis 2 OT OT OT OT OT 15.000 200. III.000 5.754.000 145.OO0 13.500.000 5.750.200. Jerman e. Ke Bahasa Prancis.637. Dari Bahasa Prancis.800.226.Diploma I .t/l/.4 TogaHakimAgung Toga Hakim Konstitusi Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan P4jak TogalaksapadaPengadilanNegeri/Tinggi I I I I I I Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a.000 200. Uang Buku dan Referensi per tahun .t\\\\\ .2 10.16 9.100.GELAR DALAM NEGERI 14.000 16.000 19.000 145.000.1 ProgramDiploma I.Z tr.o00 300.000 25.Strata 2 dan Spesialis 1 .rN eR -. Belanda d. Dari Bahasa Asing Lainnya Dari Bahasa Indonesia ke Asing a.000 145.326.000 LA.g 9.'ENIS .000.oo0 I I i I I I I OT OT OT OT 1 5 ISATUAIT BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI | 15.O00.000 800.589.72 9.L4 9.OOO 16.000. Ke Bahasa Mandarin.225.000 1.O00 I4.000 3.ooo 20.IA Genset30O KVA Genset350 KVA Genset450 KVA Genset 5O0 KVA I I I I I I I I I I 10.Strata 3 dan Spesialis2 b. Biaya Hidup dan Biaya Operasional .1 DariBahasa Asing ke Indonesia a.L5 9. h^ '€r* wffi@ KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -4- (daIam tYo t URAIAN SATUAN (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun BIAYATA 20L3 (4) t2l g.2 Halaman Halamaa Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 1 3 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN UNTUKPEGAWN BARU Pegawai/Tahun 1 4 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON.3 70. Biaya Hidup dan Biaya Operasional . Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b. Ke BahasaJepang c.000 11. Ke Bahasa Asing Lainnya INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN II|VENTARIS I I I Halaman Halaman Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 125. Jerman e.13 9.LA7.'v I / .11 9.

060.430. 1 2JAWA BARAT 3 .000 30._56_0-:.O00 29.26 SULAWESI BARAT un!t/Tahg1 Unit/Tahun Un t/Tahun 2e:21q. 2 2 KALIMANTAN SELATAN 3 . 1 6 JAWA TIMUR 29. 2 5 GORONTALO 3. PRIABAT ESELON I 3 .380.OOO 293_4_q:g_0_o 29.O00 29.000 29.000 3 .4lO. 11 B A N T E N 29:410.930. 2 9 SULAWESI TENGGARA 3 .000 29.I.430.230. 3 0 MALUKU 3 .450.2 3.750. 6 SUMATERA BARAT Ulit/Tahun Unit/Tahun UnitlTahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .32 PAPUA 3 .:090 29.oqg 29. PRIABAT ESELON II 38.230.000 29.OOO 29.000 29.-q9_9 29.000 36.560.4OO 29.450.090.800.I.000 29.800.41o.5 JAMBI 3 .K.860.ooo 30.OOO 29.430. 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 3 .1 3.OOO 3 .OOO _ UnitlTalun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 . 9 BENGKULU 3 .000 29. 1 0BANGKA BELITUNG 3 .000 29.000 . 2 8 SULAWESI TENGAH 3 . 2 0 KALIMANTAN BARAT 3 .OOC 3 .4 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU 3.000 29. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 29.0_00 29.O00 29. r 7B A L ] 3 .100. 8 LAMPUNG 3 . 2 4 SULAWESI UTARA 3 . JAKARTA 3 .840.430.OOO 3 .510.1 Pejabat ru NO. 3 1 MALUKU UTARA 3.880.O00 30. PF^IABAT NEGARA 2 . 1 4 JAWA TENGAH 3 .3 3.340.430. 2 7 SULAWESI SELATAN 3 .730.000 29. PROVINSI SATUAI{ BIAYA TA 2013 (1) (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 1 . 1 8 NUSA TENGGARA BARAT 3 .340.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAIiI DAIiI OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17. 2 1 KALIMANTAN TENGAH UnitlTahul Unit/Tahun Unit/Tahun 29.OO0 29.OOO 29.430. 1 5 D.190. 3 3 PAPUA BARAT Un t/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun Unit/Tahu1_ Unit/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun 2e.OOO 3.010. 7 SUMATERA SELATAN 3 .000 29. 1 3D. YOGYAKARTA 3 .880.

2 Operasional lalam NO.000 26.000 3:8q0.430.OOO34.480. 5 1 0 ..730.410.450.000 3.009 _ es.ggo 33.380.L90.000 34.000 2s.000 3.570.540.000 25.540. 0 0 0 39.250.480. (21 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.OOO 34.I. 8 9.000 7.000 25.OOO 34. 5.480. 2.OO0 34. 6.680.3:sqO:O-oO 3. 0 0 0 25.O00 34.000 .000 3 4 .570.470..000 25.730.000 34.450.000 34. 22.000 34 1 1 0 .200._31o.000 3.530.OOO 34.380.570. 3 1 0 .4501099341020-.000 3.000 26. 20.110.0_0-0 25.580.K.000 34. Speed Boat V'i! Unit 2 1 .99q 26.450._000 34.000 g.11 0 . 29 30 31 31 33 34.000 34 1 1 0 .530.000 26.0O0 17.480. 23.000 93:920.000 94 1_10:000 3:190.880.690.000 3.650.000 No.540.500.OO0 26. 1 1 0 . YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO (3) 25.530.560.530.000 3. np{e 9_{!t}9gq lShanan Kejaksaan 3 .000 3.430.000 3.0OO 3.330.qqo. 0 0 0 25.920.520.630.000 25.000 3.780. 24 25. 0 0 0 3 4 . 10 11 I2 13.520. 0 0 0 3.OOO 3. 0 0 0 25.000 .480.OO0 34.000 216.I.000 34 150.000 _ s ! 1lo:o9o 25. 0 0 0 25.000 3. 17.020.300.290.3 Roda 6 & Boqt 26. 0 0 0 25.000 3. 1 1 0 .O0O 34.24O.000 25.430.OOO 34.370.000 SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH pur:jtwE_srrENGG{RA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT L7.240. 14..4O0 34 1 1 0 . PROVINSI RODA EMPAT DOUBLE GARDAN (4) RODA DUA 1) t.630. 26 27 28.000 26.630.540.380.680. 18. (1) Uraian Satuan (3) Unit Biaya TA 2013 (4) (2) 1 Roda 6 2 . 0 0 0 25. 27.090.000 3.380.000 3.730.570.250. 1 1 0 .000 25. 4.520.0O0 3.:oOO 3.960.000 2 6 .580.000 3.480. 16.000 3.540.000 3:539j0_9_g 3.000 (s) 3.000 26.000 g:13_g:o_0_0 3.020.530.pqq 2q:199:ooo34:3?_9:qOO 26.000 34.430.O00 3 4 ..490.699.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- t7.630.000 3 4 .0O0 _ _ ?s.000 34. 15..150.540.OOO 25. O O O 3.OOO 25.000 33.000 3:189. JAKARTA JAWA TENGAH D.000 3.450.250.000 3 4 . 1 5 0 . 19.340. 3.000 25.

KALIMANTAN TIMUR 24.r_Y_OGIIKARTA 1 6 .OOO 18. BANGKA BELITUNG 11.000 18.040.0q.0003 7 .000 42.130.OOO 18.860.890.130.000t0:1-s_o-:goo 43. 6 1 0 . BENGKULU 1 0 .K.ooo 42.590.O00 36. D.000 18.480.000 1 8 . 7 7 0000 35.000 43570.420.000 :17:61O:go0 3_1:1.130. PROVINSI F 75Occl (2) I 1 .900. q_ql.090.890.000 40.090.O0O 9-5.000 43.:oqo 41.000 43.770. JAWA TENGAH 1 5 .130.000 41.890. 0 0 0 3 8 .260:ooO 43.6T0 41.970.000 181090:909 37. 7 2 0 .590.000 ?7 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 2 9 .930.260.060.000 44.860.000 1 7 .OOO 39.000 38.OOO35.430.940:OOO 17.860. KALIMANTAN SELATAN 42.400. BANTEN (3) (41 (s) 1 2 .000 30.OOO 18.000 43.000 17. KEPULAUAN RIAU 5.0O0 18.930. SULAWESI BARAT 43.080. LAMPUNG 9 .OOO 43. 6 7 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8 . MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT t-/ .130.000 42. ACEH 2 .000 3 6 .000 41.000 37. KALIMANTAN BARAT 2 t . 7 7 0oo0 35.000 18.O80.770.000 38.550.050.280.930.650.000 _ 1?10q0.220.000 1 7 . 1 3 0 .250.000 1 8 250. SULAWESI TENGGARA 42.000 36.4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJRI dalam ru PJR RODA EMPAT PJR RODA DUA (< 25O CCI PJR RODA DUA NO. NUSA TENGGARA TIMUR 20.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA L7.OOO L7.420-OOO 39j59O:009 43.00O 19. JAWA BARAT 1 3 .000 44.040.000 1 7 .720.00"0 . 0 0 0 34.000 42.160.080.000 36.580. RIAU 4 .000 17.000 oo0 34.260. 33.9o-q 77.000 17. BALI 1 8 .370.080. 0 0 0 17.7_40.090.420 o00 39. SUMATERA UTARA 3.OOO 35.260.250.080.4lyEs-l _urARA 2 5 . GORONTALO 2 6 .930. 9 9 0 .390.580. 31.860.260. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .000 42.000 42. JAKARTA L 4 .720.590.930.930.. 31.77A.OOO 9q'?qo.000 42.25-0.3-q:13-q:gqq 4 1 .OOO 18.320.000 41.000 39.720.000 17.000 44.000 36. 8 6 0 000 43. 0 0 0 23.o90 19:0?01ooo37.420.770.770. 0 0 0 42.OO0 18.000 37.000 12930:oo9 36.450.OOO 18.000 41.000 42.000 18.000 17.000 T7. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000 41.870.000 _38:720:OO0 18.130.740.130.000 42.400. P_.650.000 17.I. JAWA TIMUR 17.000 !?. 2 5 0 .

00o 106.ooo 188.000 10. 22 23 24 25._o!9 10.000 148.000 10.O00 157.000 10.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI ru GEDUNG BERTINGKAT (4) GEDUNG TIDAI{ BERTINGI{AT HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN I{ANTOR NO.000 84.000 83:90q 93.0-:900 81.000 GORONTALO SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU BSF4r ?6.00c .K.000 148. NUSA TENGGARA TIMUR -2o.000 10.8.Qq-g i0.000 96.000 10.0-90 83.000 nf ltanan *'Ttahun *'/tahun *'/tah.000 c.000 KAL_IMANTAN TIV_UF SULAWESI UTARA m'?llqhql m'ltahun *'/tahut 900 170 168.9J:0oo 97.I.00-9 82.OO.000 10. .000 146.000 156. JAWA TIMUR 153.000 13.000 Lu .000 eq:oqo _ 1q.00C r42. JAKARTA L 4 JAWA TENGAH s:l!?l'el m'ltahun m'ltahun 81.000 92.000 10.o00 10.i9-.000 153.000 1-o-'90.000 165.000 10.000 143.. 29 30.81:00_g 91. BANGKA BELITUNG t 2 JAWA BARAT 1 3 .000 143.000 T7 BALI 18 NUSA TENGGARA BARAT BARAT 1 9 .000 10.000 165.000 10.000 6 8.000 164.000 10. m:1!4s' mtltahun ls2. 31 !r:1!sh\r'.OOA L42.000 82-:oo_9 84.OOC 86:9_0q 82.000 MALUKU UTARA 9l P A P U A 33 PAPUABARAT m'Ttahun -27t"h"" 203:0og 138.000 .000 171.AMPUNG 157.OOO 162.OOO 99.000 13.000 173. m'ltahun m'/tahun KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 145.000 13.00C 10.KALIMANTAN 21.000 357. D.000 98.000 10. SUMATERA SELATAN BENGKULU BANTEN m'/tahun m'Ttahun tn'/tahun -'ltahun r0. suLA-wESr m'Ttahun m'Ttahun m'7t"hurt _ p'1-t+uq m'ltahun m'ltahun - rai.000 154.9 10.000 87.OOO 1O.000 106.000 10. YOGYAKARTA 1 6 .000 13. 9 I1 7 .000 146.000 (6) 10.000 i 0 .000 10.rrt m'ltahurt m'ltahut 1 5 .000 95. D.000 80. 28.OOO .o0o 145.OOO A2.000 87.000 (5) 92.000 87.000 10.I. I PROVINSI Satuan t (21 SUMATERA UTARA RIAU 1 .0o9___ _.000 154.000 10.000 10.000 86.000 149.000 14. ACEH (3) m'ltahun 2 3 A qf lFh]1t m'ltahun m'ltaltun KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT T. 27.C r44.oo0 _ 87.000 243.

ooo 7. KEPULAUAN RIAU 1. BENGKULU 6.0oo 7. LAMPUNG 9.q:_600:_oog 6.500.500.ooo* 8.700.000 5 .600.o00 7. J_414E r_ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN _q. JAKARTA L 4 .300.200.OOO. PAPUA 3 3 .000 p_u_LAwESr_ TENGGARA 7. MALUKU 3 1 .000. BALI 1 8 . NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .000 10. 29.000 7.K.000 9.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK.000 10.OOO.I. 1 0 .OOO. BANTEN 8. RIAU 4 . (1) ACEH 2 .000 7.100.OO0 11. YOGYAI(ARTA 1 6 . 28. . SUMATERA UTARA 3. JAWA TIMUR L7. D. KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KA_LI\{4NT4N rr}lrlR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH 7. 26.200.500. BANGKA BELITUNG 11.I. 22. PAPUA BARAT .400.200.000 _ 15_:OOo:OOO 7.O00 .OOO:OOq6. D. JAWA TENGAH 1 5 .800. PROVINSI BIAYA TA 20L3 (21 _ {3) 6.ooo 17.000 1O:50_0:O9O 10. 24.100.000 7.500.OOO 15.OOO 8. NUSA TENGGARA TIMUR 17.OO0.300. 25.o00 7.400. 7.OOO 20.000 1 2 .INDONESIA SATUAN BIAYA SEIIIA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jamf dalam rupiah NO. JAWA BARAT 1 3 . 27.700.500.o0o 1_1:000:0o_0 7.500. 2L.ooo_ 11.000 7.OOO. 23.209. MALUKU UTARA 31.000 7.OOO.000 6.500.OOO 3 0 .

0_ 2. SULAWESI UTARA 25.ooo 2.800. PAPUA 3 3 .000 1. MALUKU 3 1 .OO0 680. ACEH PROVINSI RODA 4 RODA 6 / BUS SEDANG RODA 6 / BUS BESAR 710.I.000 3.000 2. SULAWESI TENGAH 29. BANGKA BELITUNG 11.000 6s0.000.000 2.I.000 2.000 2.K.900. JAWA BARAT 1 3 . 650.o00 2.700.000 650.s-oo. KALIMANTAN TENGAH .000 1.000 PA_NJP{_ L 2 .000 2 3 4.ooo 2.lq00.Q_qg 1.000 1.900.000 1-800.000 710.000 640.100.000 740.000 2.900.000 -1.000 17.700.000 2.800.800.s-00. _1-:7q910_q9 2.OO0 1.000 1. SULAWESI TENGGARA 30. SUMATERA UTARA RIAU 2.000 2.900.000 650.099 3.000 2.ooo 20.000 1.000.ioo. KALIMANTAN BARAT 2 L .000 _.000 1.000 9.000 3.800.000 1:900.000 KEPULAUAN RIAU 5 '6 { ly g_r_ _ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN - f.800. SULAWESI SELATAN 28.OO0 730.600.700.000 740. LAMPUNG BENGKULU 1 0 .TERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA SEUIA KENDARAAN (per delapan jam) ru NO 1 1 .000 640.000 830.000 2 2 .000 760.000. JAWA TENGAH 1 5 .000 650.000 1. SULAWESI BARAT 2 7 .000 710.ooo 760.000 640. KALIMANTAN TIMUR 24.000 649.000. JAKARTA t4.900. !20.900.000 750.ooo 3.000 2. YOGYAKARTA 16.500.800.000 1.q90 2. D.300.00. MALUKU UTARA 32.000 3.400.500.LOO.800.800.800.000 1. GORONTALO 2 6 .MEN.000 2.400.700.000 950.000 2:boo:ooo 2.000 1.000 2.800. NUSA TENGGARA TIMUR - isoo.900.000.000 650. KALIMANTAN SELATAN 23.900.400.000 3.000 7 9.000 1.000 900.ZOO:090 1.900.000 3.800.100.000 650.ooo 3._.000 2.000 640.800.000 2.400.9_00 640.000 .500.000 1.800.600.B A L 1 8 .700. D.000 t.OOO 1.100..000 730.700.000 730.000 3.000 3.700.000 7i0.ooo 2.ioo.000 2.00_0 2.000 640. NUSA TENGGARA BARAT L9.000 3.300. JAWA TIMUR 1. B .900.000 820.e00. PAPUA BARAT _ s.000 650.709.000 4.000 2.009 2.800.ooo 2.200.700.

2 .o00 349. JAKARTA 2 t .2. 2 . 1 6 JAWA TIMUR Ugrit Unit Unit Unit Unit Unit _Unit Unit Unit Unit Unit Unit _ 340:900'09q 340.000.000. 2 9SULAWESI TENGGARA 2 L .000 345.000 348.000 349.20KALIMANTAN BARAT 2 1 .OO0 368.000. 2 .000.2. 1 4 'AIil/A TENGAH 2 L 2 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BTAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PN'ABAT dalam NO PROVTNSI SATUAN BIAYA TA 2013 466.000.O00-000 348. 2 .000.09. 2 7 SULAWESI SELATAN 2 t . YOGYAKARTA 2 1 .000 370.000. 1 5 f .000 350. 2 . 1 3 ).I.2._099 345.000 349. 2 .000.000. 2 .000.000 349.0_.2.000 348.2. 2 .OOO 338.000 362.000. 3 0MALUKU 2 t .q9_9 378. L 2 'AWA BARAT 2 1 .CEH 2r. 4 KEPULAUAN RIAU 2r.000 369.000 347. 345.-. 2 . 2 .000..000 _ Il$r Unit Unit uti! Unit Unit -. 8 LAMPUNG 2 I . 2 .000. 389:0. 2 .2 2 t .I. 3 1 MALUKU UTARA 21.l Unit Unit 21.2. 1 q.000.000.000. 6 SUMATERA BARAT 21.000 372. 2 .000.32 P A P U A 21.r7 ALI B 2 t .000 366.5 JAMBI 2 t . 2 5 GORONTALO 21. 2 . 2 . 2 SUMATERA UTARA 2L.000.000.000 349.000. 2 . Unit Unit Unit Unit 2r.000.24 SULAWESI UTARA 2 L .000 353:00.000 .000.000 363.000. 2 8 SULAWESI TENGAH 2 L . 2 .000.000 366.OOO.000 .LO BANGKA BELITUNG 2 I .090 355. 9 BENGKULU 2L.000.000. 2 .K. 2 .7 SUMATERA SELATAN 2 I . Unit Unit _. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 21.2.2.3 R I A U _u"iI Unit Unit 2 r .000.000 349. L TB A N T E N 2 1 . 2 L KALIMANTAN TENGAH 21. r 8NUSA TENGGARA BARAT 2 t .000 2L.000 355.000 Peiabat Eselon I Peiabat Eselon II 2 1 .2.26 SULAWESI BARAT 2 t .2.22 KALIMANTAN SELATAN 2 1 . 2 .000 350..2.OOO.000.33 PAPUABARAT Unit Unit Unit Unit 364. 2 . t 9 \USA TENGGARA TIMUR -U1it.000 376.

000 298.OOO.000 299. I I Unit Unit Unit Unit Unit 302.000 204.000.000 312.000.000. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000.OO0 418.000 271.000.000 267.000 271.000 ACEH Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 181.000 182.000.000.000 204.000.000.000. .000 201.000 449. GORONTALO 2 6 .000.000 270.000.OOO 2 . KALIMANTAN TIMUR 2 4 . 9.000 Unit SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASTONAL BUS Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (21 Roda 6 dan/atau Bus Sedang (3) Unit Unit (+l 522.000 177. MALUKU UTARA 32. SULAWESI SELATAN 28.000 181.000 304.000 414.000.000 437.000.000 277.000.000.000.000 214.000.000 418.000.000.AMPUNG 272.000.000 432.000 417.000 181.000 s05. KALIMANTAN BARAT 2 r .000.000.000.000.OOO. P A P U A 3 3 . JAWA TIMUR Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit r77.000 316.000.K.000 418.000.000.000 +.000.000 425.000 182.000 271.000 180.000 306.OO0.000 414. D.0o0 170.000.000. RIAU 270.OOO 425. SULAWESI TENGAH 29.o00 207. JAWA TENGAH 1 5 .000 409.OOO.000 185.000. SUMATERA UTARA 3.000 439. SULAWESI UTARA 25.000 270.000.000.000.000 314.000.000.OOO 277.000.000.000.000.000 179.000 262.000.000.000 272.000 262.000.000 200.000.000.000 302.000 435. D.000.000 202.I.00o 177.000.000.056.000 180.00o 407.000.000 267.000 418.000. PAPUA BARAT 23 No.000.000.OOA.000 445.000.OOO 3ENGKULU 1 0 .O00.000. NUSA TENGGARA BARAT i 9 . SULAWESI TENGGARA 30.000. KALIMANTAN SELATAN 23.000.000 433.000.OOO 418.000.000 431.000 271.000.000 187. J A M B I 6. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000 418.000.000.000 172.000. SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8.000.000 208.000.000 414.000.o00.000. KEPULAUAN RIAU 5.000 435.000 1.000 i87.O00.000 418.000.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -12- 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (dalam ru NO PROVINSI SATUAN PICKW MINIBVS DOWLD GARDAN 418. B A L I 1 8 .OOO 420. 3ANGKA BELITUNG 11 3ANTEN 1 2 JAWA BARAT 1 3 .000 267. MALUKU 3 1 .000.000.000.000 181.000 422.000 447.000. YOGYAKARTA 1 6 .000.000.355.000 181.000.000.000 180.000 271.000 17.000 181.OOO.000.000 216.000 2 Roda 6 dan/atau Bus Besar Vrl .000 172.I.000.000 409.000 260.000.000.000.0O0.000.000.000 300. SULAWESI BARAT 27.OOO.000.000 218.000 420.000 210.000 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 438.000.000. JAKARTA 1 4 .000 206.000 271.000.000.000 418.000 441.000 30B.000.000 269.000 275.

.oo0 19:NUSA _ 29.000.q-o_o_ 34. MALUKU 32:000.I. 36. JAWA TIMUR 17. YOGYAKARTA 1 6 . O O O .00q.000.000 31.000 30.000 3&000.000 -33j0q0:000 34.q3:gog:qoq q-s_.000 2 . KALIMANTAN TENGAH 2 2 ... t3t V-ri!. SULAWESI TENGGARA 30.00_0 3O. O O O .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1324 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN (dalam NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR t4l LAPANGAN (51 12l I .000. JAWA BARAT 1 3 .qo.000.000j00_0 29:OOO1OOO 19: uqi!.090:099 33. KALIMANTAN SELATAN u41 9ni! uri! Unit Unit Unit Unit Unit _ _ tlnit Unit _.000.000.0-oo ?9_1q0_o_:0.000 _ _29:900.000.000 _ .OOq.000 TENGGARA BARAT L9.000 30.000 30.000. Unit 30.-ooo 30.00-oj_00--o- 5. .___q9_:09q000 35.000.K.9:q90.000..o00 _99.000.000. SULAWESI TENGAH 29.000 35.000.0o 29.92.00{ __ 35.33.OOO _-9-0:9.09_q unit_.000_.-ooqpqo_ 37. _ Unit Unit 3l:090.000 33. ?8. D.oqg:qog 31.I.000 23.000 34.:OOO.000 ?8:000.000. BANTEN t 2 . ___ 30.-_ .ooo.OO9 _3_1. SULAWESI SELATAN 28. _3-2:000. KALIMANTAN BARAT 2 L . MALUKU UTARA 32.000. -__ 31-.000.OOO -.000 33.000 7: 9 8 . JAWA TENGAH 1 5 D. U-n!t .000 .000.OOO.ooq:qoo -.0q0 29.000.OOO.qgo _ -_35. JAKARTA 1 4 .000 31.000. LAMPUNG 30.000_ 33.000 .000. SULAWESI BARAT 27. NUSA TENGG.ooo _3-0.00O 33.OOO 30.000.000.00q.000.Ufttl U-ltt .. J A M B I 6 u$t Unit I-lfr_it Unit Unit 9yl4trERABARAI SUMATERA SELATAN BENGKULU BANGKA BELITUNG 3l:qoq:qq-o 3 1 .000.000 9"it Unit _ Unjt Unit Unit 3 1 .000 29.000.000._ _rt4!. SUMATERA UTARA 3 4 3 1 . O O O 33. _ ?e. SULAWESI UTARA 25.000 ?.OOO 31.000 lAlu{_ -9e-.000.0o0 _ 3l:OOO:qqo .000 _ 35. PAPUABARAT . KALIMANTAN TIMUR 24.OOO. Unit Unit Unit RIAU KEPULAUAN RIAU 30. BALI .000 q0.000.000.000 36.000 11.000 28..000.O00.000. .000 34.ARATIMUR 20.009 32. O O O .000.099:-0_q0 31. GORONTALO 2 6 .

O00 3.000 610.000 450. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN 22 KALIMANTAN TENGAH SELATAN __-.K.000 490.000 440.000 450.000 __ *914.000 950. J A M B I 6 .OOO PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I PAI{AIAII KER.000 500. BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG 1l BANTEN t 2 .000 850.O00 390.O00 610.000 390.000 800.000 610.I.000 440.000 750.000. SUMATERA BARAT RIAU 4so.000 440.000 850.000 460. JAKARTA l4 IJ.000 490.000 SUMATERA SELATAN 8 .1O_O-:0-0_q 400.000 390.000 340.000 590.000 790. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33. 6so.000 1.000 970.000 520.000 500.000 850.000 450.000 650.000.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK -L425 SATUAN BIAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS ISTEL} ITO PROVINSI PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610.000 24.000 410.000 4s0.000 460.000 450.000 500.o00 lo.O00 610.000 450.000 360.s00.000 920.o00 650.I.000 500. ]ULAWESI TENGAH 29.000 1.000 600.000 450.O00 650. YOGYAKARTA JAWA TIMUR 3s0.000 500. O O O _* 44_0:qq_q360.O00 1qg.000 400.000.000 1.000 t"l .O00 360.O00 360. GORONTALO 26.000 850.OOO _ 110jp_o_o 44o. PAPUABARAT s90.000 23 KAL]MANTAN TIMUR 4so.O00 650.q09 450.000 530.100.000 490.000 460.000 550.000 450.000 900.000 450.O00 380.000 sgo.000 6so.000 _460:0_0.000 6qg:000 _ 6s0.000 1.000 650.000 t7l 980. )IUSA TENGGARA BARAT 610.000 400.OO0 930.000 650.000 6s0.O00 650.000 660. ]ULAWESI TENGGARA 30.000 400.000 450.qg-o 400.000 1.0 460.o00 590.000 660. ]ULAWESI SELATAN 24.000 JAWA TENGAH D.000 900.qq_o 500.000 660.000 500.200.000 500. JAWA BARAT 13 D.O00 440.000 s9q.000 1.000 _149:9_0_0_ 390.000 ___q9o:090_ 460.000 460. I(EPULAUAN 5.499900.Q00 380.000 520.300.9-qg 500.000 390.09q 430.'A soPIR/ PTSURUH (6) PAKAIAN KEzuA SATPAM (U \CEFI (2) SUMATERA UTARA (s) 400.000 _ _ .000 780.000 6 1 0 .000 610.200.0oo 440.000 390.000 1. SULAWESI BARAT 27.000 550.ssq'.000 390.OO0 350.000 650.000 400.000 700.O00 440.000 600. L7 B A L I 1 8 .000 460.000 8so-ooo 910.{WESI UTARA 25.000 500.000 440.000 680.00o 530-OOO 500.000 600.000 900.000 500.000 s40.000 500.000 900.000 900.000 6sq:q0o _ .000 380.000 620.OOO 9 .000 500.000 900.400.000 550.000 440.000 1.O00 900.000 800. R I A U 4 .000 650_OOO 1 9 NUSA TDNGGARA TIMUR 20. LAMPUNG _ _15o.000 440.OO0 450.000 900.000 440.o00 400. ]UI.

26 27 28. 29.OOO 300.116.O00 250.000 910.oo0 305:O00_ 482. 13.300.000 450.OOO 240.O00 1.000 400.000 800.OOO 800.000 910.000 960.100.870.OOO 370.000 458. 30.000 545.OOO 400.000 350.000 350.O00 450.000 930.1 Menteri & Setingkat Menteri DI LUAR KANTOR ru NO.O00 .000 1.o00 1.O00 372.000 . l1 12.000 240.000 760.ooo 400.000 400.OOO 240.040.000 1.000 521.260. I I PROVINSI QI ACEH HALFDAY FULLDAY FULT.00o 275.000 .000 930.000 380.000 350.000 240.025.000 910.000 450.000 370.000 930.SOARD 2 3 4.OO0 1.OOO el 435.ooo 825.240.000 1.000 310.000 330.000 500. L4 260. 23 24 25.000 310.000 2.OOO 350.OOO 425.000 300.020.ooo 450. 1 6 .OOO 200.000 910.000 220.000 930.OOO 240. JAKARTA JAWA TENGAH D I.032.000 240:OOO 290.000 1.000 1.000 930.000 260.000 260.000 350. 5 6 7 8 9 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D K.OOO 400.120.350.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1526 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN 26..000 450. 2L 22.160.000 930. 31 32 33 310.OO0 350.000 1. 20.OOO 41s.000 220.q00 432.000 400.000 260.000 1.000 910.450.000 420.OOO 15.000 1.000 540.000 800.o00 3i0.OOO 240.o00 910. YOGYAKARTA BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWES BARAT SULAWES SELATAN SULAWES TENGAH SULAWESI TENGGARA (3) 260.ooo 930.OOO 18 t9.000 930.OOO (s) 1.O00 10.OOO 350.020.I. JAWA TIMUR 17 ?sq.000 260.000 270.000 310.OO0 MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 310.

000 340.OOO 200.000 725.000 700.000 420.O00 250. SUMATERA BARAT 7 .OOO 350.000 678.O00 A. PAPUA BARAT 230. JAWA BARAT 1 3 .I.OO8.000 181.000 355.OOO 280.000 640.000 180. SULAWESI UTARA 25.OOO 720.000 280.000 320.000 210.000 401.000 210.000 fULLDAY TULLBOEND NO.000 LV .OOO 740.000 1.000 600. {1} I PROVINSI (21 &l (s) 1. JAWA TENGAH 1 5 .000 280.000 810.000 740. KALIMANTAN SELATAN 23.000 190.000 190.OOO 290.OOO 770.000 274.000 337.000 379.000 235. BANGKA BELITUNG 11 BANTE N L 2 .000 210.OOO 740.000 170.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK .000 675. LAMPUNG 9 .000 740.I. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 335.OOO 340. KEPULAUAN RIAU 5.000 324.000 408.000 280.000 350.000 690.000 165.ooo 300. SUMATERA UTARA 3 RIAU 4 . JAKARTA t4.000 230. SUT-A.000 280. GORONTALO 26. SULAWESI BARAT 27 SUT.OOO 744.2 Pejabat Eselon I & II dalam ru HALFDAY (3) 207.AWESISELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29.000 335.000 400.000 1.000 340.000 250.WESI TENGGARA 400.000 30.000 270.000 820.000 790.000 456.000 230.000 344.000 645.000 750.000 830.OOO 270.000 690.000 190.000 190. BENGKULU 10. SUMATERA SELATAN 8 .000 730.000 262.OAO 190.000 820.000 340.K.000 200.000 287. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.000 740.640.000 190.OOO 978.000 390.000 840. YOGYAKARTA 1 6 JAWA TIMUR t7 BALl 1 8 NUSA TENGGARA BARAT t9. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN TENGAH 22.000 24t.000 760. J A M B I 6 .000 190. D.000 320.000 188.000 336.000 490.000.000 800.000 785. D.000 815.16- 26.OOO 185.000 245.000 405. KALIMANTAN TIMUR 24.CEH 2 .000 280.OOO 280.

8 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG 185. 13.O00 iab-.000 T'L .000 665.000 605.000 _ 140.000 170.000 630.000 280.000 564.000 530.OOO 305.000 176. KALIMANTAN TENGAH 22 KALIMANTAN SELATAN 23 KALIMANTAN TIMUR 24.000 200.K.000 132.000 498.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -L7- 26.OOO 30.000 160.I.000 297. RIAU 4 .000 220.000 135.O00 235.000 540.000 240.000 825.000 200.000 465.000 228.000 494.000 570.000 240.000 534.000 230.OOO 2 .000 305.O00 180. 33.000 540.OOO FULLBOARD (21 ACEH (s) 650. JAWA TIMUR L7 BALI 1 8 .OOO 228. SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 230.000 480.O00 140. SULAWESI UTARA 25.000.o00 275.000 535.000 160.000 563. 10 11 12.000 145.000 FULLDAY HI 300.000 288.O00 t62.000 336.000 335.000 180.3 PeJabat Eselon III Kebawah NO.000 150.OOO -208. 6.OOO 256.000 576. JAKARTA L+ JAWA TENGAH 1 5 .000 210.000 175.000 433. KEPULAUAN RIAU 5.000 640.000 144.000 185.ooo 310.000 550.000 175.000 595. SUMATERA UTARA 3.000 130.000 165.000 162.000 251.000 130. 31 32. BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT 192. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 168.000 277.000 665.OOO 9.000 240.000 480.000 295.000 157. GORONTALO 26 SULAWESI BARAT 27.000 395.000 205.000 183.000 479.000 755.000 347. NUSA TENGGARA BARAT L 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2 t . YOGYAKARTA 1 6 .000 210.000 705.OOO D.000 205.000 132.000 1.000 157.000 630.000 505. D.000 540.000 645.OOO 230.000 445.000 330. I I PROVINSI HALFDAY (3) i80.000 329.000 260.I.

000 2.000 3. 0 0 0 2.583.861.226.161.413.OOO .695.177.OOO 4.000 7.000 13.824.230.829.492.9B4.OOO 4.OOO 2.000 3.102.984.658.252.000 7.000 14.ooo PALU PANGKAL PINANG _3q 31 32 33 34 35 36 37 3B 39 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TERNATE TIMIKA AMBON AMBON AMBON AMBON DENPASAR JAYAPURA KENDARI MAKASSAR MANOKWARI 9.000 15 I6 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAYAPURA JOGJAKARTA KENDAR] KUPANG MAKASSAR MALANG ' 5.000 2.193.86t.O00 10 11 T2 13 I4 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA GORONTALO JAMBI 7.268.568.000 3.888.995.18- DINAS DALAM NEGERI (PPI 27 SATUANBIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN (dalam ru NO KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) AMBON BALIKPAPAN BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANJARMASIN BISNIS @l (1) 1 2 3 4 5 el JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA 13.861.ooo 7.O00 5.000 3.000 3.027.OOO 5.OOO 8.295.139.364.000 3.460.L82.001.Qqo 4.000 4.434.674.342.856.268.000 3. 4 7 L 000 4.OOO 2.000 8.OOO t7 1B L9 JAKARTA JAKARTA MAMUJU MANADO MANOKWARI 1.081.262.065.OOO 4.4L2.664.O22. 4 t 2 000 5.519.000 9.O4O 5.OOO 2.O.23r .000 1.OOO 2.305.353.OOO 20 2I 22 23 24 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 25 26 27 28 29 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA t6.OOO 4.824.519.7 Br .530.OOO 5.455.O16.OOO I 7 B 9 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA BATAM BENGKULU BIAK DENPASAR 4A67.OOO 2.407.000 3 .44O 4 .000 10.000 7.808.252.000 - s.824.000 3.000 z.O00 4.867.OOO 7.182.830.000 5.487.000 7.000 3.348.OOO 4.000 3.599.000 2.00O 2.466.000 4.000 4.44+.ooo 4.000 EKONOMI (5) 7.OOO 5 .OOO 5.OOO 6.000 7.000 7.OOO 14.ozt.107.000 2.000 2.OOO 5.824.081.000 r.285.952.000 10.316.000 2.O4O 6.O54." MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 11 3 .000 2.797.OOO 2.065.583.

000 8.O00 to.354.5:3_g.ooo g0_0 5:B4q 4.ooo 19.076.000 9.439.947.O00 3.000 1O.zz.L29.OOO t2.OOO BANDAR LAMPUNG PADANG PALANGKARAYA 6.760.134.00O 6.OOO 4.o00 5.369.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19(dalam NO {1) KOTA ASAL QI SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN 3) PALU SORONG SURABAYA TERNATE BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG BISNIS @l EKONOMI 40 47 42 43 44 45 46 47 4B 49 50 AMBON AMBON AMBON AMBON 6.401.702.00O 19.OO0 5.647.000 3.O4O 8.257.OOO _6.000 5.o99_ 5l 52 to.295.167.412.504.14_0.OOO 15.000 5.113.000 2. 7 8 L000 7.OOO 4.000 9.161.000 6.749.OOO 5_:123.OOO 10.140.OO0 4.000 7.O00 9.000 9.990.071.979.O00 3.OO0 9.o[z.445.648.OOO BIAK DENPASAR 1 4 .ooo L2.000 4.000 7.444.O00 12.150.739.O00 4.086.q:.000 6.097.OOO BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN 6.OOO !.B_ A_LIKP_APAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN BALIKPAPAN 58 59 BANDA ACEH BANDA ACEH 60 61 BANDA ACEH 62 BANDA ACEH 63 BANDA ACEH 64 BANDAACEH 65 BANDA ACEH 66 BANDAACEH 67 BANDA ACEH 68 69 PALEMBANG TEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN 70 7I 72 73 74 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 10.246.760.OOO 3.408.445.000 ro.KASSAR MALANG MANADO BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG MATARAM MEDAN 14.O0_0 5.000 18.568.594.279.5.449.744.000 8.626.OO0 f5) 3.4B2.O00 9.OOO .g4z.926. L L 9 oo0 6.OO0 5.305.000 L/ .OOO 10.749.150.OOO BANDA ACEH BANJARMASIN BATAM a.OOO 4.000 5.000 4.380.674.530..765.508.000 3.000 5.487.835.OOO t5.000 811_6_1.000 t2.813..OOO 4.O00 6 .530.zcg.985.493.000 8.445.B4O.000 2..798.000 3.000 10.316.000 9.OOO 7p_ 76 77 78 79 BO B1 82 B3 B4 BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG JAYAPURA JOGJAKARTA KENDARI BANDARLAMPUNG BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG I\44.760.445.000 2.845.354.000 5.ooo 5.155.000 3.000 5.OO0 10.OOO 7.000 6._6q_9.1+9.803.996.000 BALIKPAPAN 53 54 .000 3.BB91OO0 18.129.380.236.199.ooo 9.000 10.OOO 4.664.637.7r7.193.000 11.000 5.305.000 9.

000 2.ooo " 6.000 7.ooo 4.578.407.000 2.000 6.129.642.193.000 8.000 8.000 10.OOO 9.000 16.000 4.+sa.ioo 5.000 8.O06.O22.546.OOO 4.145.zaz.OOO SURABAYA TIMIKA ts.OOO 5.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- ru NO 1 KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3 PALEMBANG BISNIS EKONOMI (21 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 85 86 87 BB B9 90 9L BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO AI 4.583.525.701.386.sst.OOO 4.OOO 4.000 13.000 3.oes.63i.2}b5.OOO 3.ooo 7.OOO 3.508.O00 6.439.647.792.000 7.OO0 /.370.ooo 2.717.498..931.000 2.359.ooo i0.000 4.000 7.OOO 5 .396.856.049.gos.696.760.000 4.000 5.ooq 5.000 _ 3_29?:qqo_ 1.000 -o.OOO 0oo ).027.000 3.-395.OOO 9.599.OOO T L 2 BANJARMASIN 1 1 3 BANJARMASIN MEDAN PADANG PALEMBANG 10:516:-00o_ 9.936.000 3.006.B24.000 97 9B 99 100 101 o.000 - JOGJAKARTA _ MAKAS_SAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU - 8.000 SURABAYA TANJUNG PANDAN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN roq BANJARMASIN 1 1 0 BANJARMASIN 1_11 BANJARMASIN BANDA ACEH BATAM BIAK DENPA.450.OOO 8.316.UUU 2.OOO s_URABAYA TIMIKA 4.482.289.439.000 ..OOO 2.ooo - D.942.723.O22.000 4.iiz._qq0_ 8.097.4&.OOO 4.O22.686.Izg.749. 4:99910_00_ 6.i23.SAR JAYAPURA JOGJAKARTA ro.000 8.476.OOO r29 BATAM PONTIANAK 4.000 3.13s.412.ooo 7. . 53:Ooq 7.000 4.OOO 3.936.OOO 3.OOO 492O:OOO 9.931.413.824.000 4.OOO 5.268.369.000 120 L2l r22 r23 r24 BAiAM 125 )2Q r27 t28 BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BANDA ACEH DENPASAR JAYAPURA to.OOO 4.OOO 3.824.OOO ir.263.000 4.000 5.957..0OO ro.OOO r02 103 104 105 106 t07 108 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG PALEMBANG PANGKALPINANG PEKANBARU SEMARANG SOLO 2.707.663.000 2.792.220.958.000 Ui -tl .ooo 8.000 1.337.375.738.433.49B. 6 2 6oo0 92 93 94 95 96 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BATAM DENPASAR JAKARTA JAMBI JOGJAKARTA PADANG 3.AOO 2.380.94L.OOO )ry 115 116 t!_7_ 118 i19 BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN PEKANBARU SEMARANG SOLO 7.OOO 4.594.AOO 3.OOO 3.385.000 10.936.OOO 6.

000 11.108.72e.129.B7B.193.O00 7.OOO 4.000 11.915.4+q.861.680.OOO SOLO SURABAYA TIMIKA PALEMBANG BALIKPAPAN BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA 1.851.O00 3.OOO 5.ooo 15.32L.OO0 PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR PEKANBARU PONTIANAK JAMBI JAMBI TIMIKA BALIKPAPAN BANJ_ARM_A_qr_N DENPASAR JOGJAKARTA KUPANG MAKASSAR MALANG JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI r64 165 r66 167 JAMBI i 6 8 JAMBI L69 JAMBI 170 JAMBI t71 JAMBI L 7 2 JAMBI 173 JAMBI 1 7 4 JAYAPURA MANADO PALANGKARAYA PONTIANAK .653.274.000 8.000 16.091.888.659.O00 3.439.O00 9.899.OOO 5.OOO 4.O00 1.300.OOO 1 2.OOO 2.000 Llt I .883.615.551.707.O00 15.000 2.541.-99O:O09 10.OOO 614?F:OOO 6.424.O92.O00 6.193.ooo 3.000 L5.000 4.000 8.000 4.909.OOO io.OOO 8.OO0 6.O00 9.000 9.OOO 1.OO0 1€4o:Q09_ 10.733.AOO 4.2.OOO 1.SEMARANG SOLO 8.145.498.557.444.O9O 3.OOO T4T r42 r43 114 145 r46 t!7 t48 r49 150 151 L52 153 154 155 156 1.OO0 4.000 7.648.11.808.472.000 16. 7 i 8 ooo 16.108.OOO 7.476.140.000 8.622 oo0 1 8 .gb6.097.4OO 4.733.57 158 159 160 161 L62 163 BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MEDAN _.O00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA TIMIKA JAYAPURA KUPANG MAKASSAR ' 16.42B.O11.OOO " 6.OOO 4.4OO 6.845.OOO 4.925.782.658.589.OO0 3.1 9.000 8.942.OOO 7-.O49.O75.000 7.690.r82.781.000 4.000 4.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -2r- NO KOTA ASAL am ru SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN {3) SEMARANG BISNIS EKONOMI (1) e 1 3 0 BATAM 1 3 1 BATAM L32 BATAM 1 3 3 BATAM r34 BENGKULU 1 3 5 BIAK 1 3 6 BIAK L37 BIAK l 9 8 BIAK 139 I40 BIAK wl 7.091.OOO 2.3110-oo 18.000 4.477 000 10.407.995.O00 7.000 5.738.2.000 6.27B.952.000 9.893.145.000 7.081.621.OOO 3.OOO.600.OOO 6.000 2.932.353.OOO DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MATARAM MEDAN 4.OOO 7.873.2.OOO 3.000 8.OOO 8.OOO 6.000 4.000 4.OOO 7.000 7.8.664.568.631.728.690.952.000 1.000 9.O00 7.O00 8.434.333.O00 13.10B.00O 8.390.615.OOO SURABAYA JOGJAKARTA 3.278.

0 0 0 6.460.455.706.327:OO_qLr.327.OOO 8.108.969.os9.000 5.182.OOO 10.289.LO2.000 4 .000 ---i.000 2.000 3.O00 10.000 5.220. 0 0 0 6.000 5.263.204.000 7.380.000 6._000 i5.o0o PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO SURABAYA ?97 208 209 2LO MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR Br4K JAYAPURA KENDARI MANADO TIMIKA BALIKPAPAN 2tr 2L2 2L4 MAKASSAR MALANG ?-r_3 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG 2t5 BA-NDAACPH BANJARMASIN BATAM TQ BI4II JAYAPURA KENDARI 2L7 11._q37:OOO 11 .103.659.7_.OOO 1BB 189 190 191 193 t94 195 r9_? KENDARI KENDARI JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI PEKANBARU PONTTANAK TIMIKA BANDA ACEH DENPASAR JOGJAKARTA PADANG PALEMBANG 6.000 7.000 4.536.O92.536.633.ooo 7.9 MALANG ro.000 185 186 L87 JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG si/22.108.466.OOO 9.000 9.722.OOO L75 L76 JAYAPURA JAYAPURA t 7 7 JAYAPURA 178 JAYAPURA 179 JAYAPURA 1 8 0 JAYAPURA 1 8 1 JAYAPURA r82 JOGJAKARTA 1 8 3 JOGJAKARTA 184 (5) 11.909.027.000 7.000 11.193.787.000 10.O00 18.723.054.000 P_9NTIAIIAK e.000 10.749.obii 4.000 8.953.000 B.O00 5.000 17.O00 11.000 8. 6 4 8 .567.000 16.000 10.OOO - 3.893.167.000 1.O00 16.140.717.722.519.000 3.134.000 5.000 MAKASSAR 5.OOO 4.OOO F_Ar4ryr 196 197 KENDARI 1 9 8 KENDARI 799 KENDARI 200 KENDARI 20L KENDARI 202 KUPANG 203 KUPANG 204 KUPANG 205 KUPANG 206 KUPANG g.OOO 2.322.O87.:q_59j9OO 9.OOO 3.348.129.000 3.000 3.O00 2.OOO 10 129.7.O22.000 14.000 4.525.000 .O00 9.102.000 17.798.840.OO4 5.435.482.O00 5.381.786.LO9.407.OOO 4.000 16.48r .386.493:0_0q r0.000 6.OOO 4.273.OOO 5.322.000 4.OOO 18.o00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA DENPASAR MAKASSAR 9.000 3.380.OOO 4:931.1.568. 3 1i .000 5.O00 B.OOO 8.ooo_ 2.311.663.000 5.OOO 2TB 21.776.OOO 9.000 5.000.873.770.932.OOO 12.MENTEBIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -22- dalam ru NO I KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) MANADO MEDAN BISNIS EKONOMI el 22.o3g.166.861.000 7 819.000 9.487..765.OOO 5.166.658.097.615.000 8.161.0_0q 5.

000 11.55r.000 4.0OO MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO 12.O00 to.385.461.OOO 8.O55.000 4.OO1.OOO 6:396.000 5.552.546.000 8.OOO 4.O00 4.OOO 4.0O0 MATARAM MATARAM PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH 2.OOO 4.246.744.rs3.000 8.OOO 4.739.738.000 12.000 18.925.11.706.OOO .I\\\\- .000 9.000 9.000 233 234 235 236 237 MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM -_PO_l!TTANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMiKA BALIKPAPAN .012.803.OOO 9.OOO 6.000 10.311.990.r72.552.134.OOO 9.926.OOO 5.OOO MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM 245 246 247 248 249 250 10.////I N-ffi-U \W"r[iTg KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -23- dalam ru NO KOTA ASAL QI SATUAN BI AYA TIKET TUJUAN (3) BISNIS I4l EKONOMI 220 221 222 223 224 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 225 226 227 228 229 230 23L 232 PEKANBARU TIMIKA MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MEDAN .000 15.OOO 4.867 ooo 4.000 16.78L.000 3.2B4.364.439.461.OOO 9.000 7.000 8_.000 14.000 _ {5} 6.460.N*.O00 5.000 4.2B4.000 4.466.ooo 10.316.246.835.065.OOO 8.000 4.000 10.000 8.504.615.000 9.QOO5.262.327.829.461.OOO 238 239 240 MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM BATAM BIAK 5.000 6.000 5.O00 13.000 g:p46.i* -.685.000 8.750.899.-ooo 7.OO0 12.000 15.000 4.O22.958.600.000 5.000 6.230.OOO 4.000 9.7L7.092.599.32t.71.000 14.8:000 7.0q0.574.637 oo0 4.OO4 3.OOO 4.OOO MATARAM MEDAN 25r 252 253 254 255 256 257 258 259 260 267 262 263 264 2.000 5.000 4.504.PADANG PALEMBANG PEKANBARU 13.258.851.199.000 6.BANDA ACEH BANJARMASIN -' - 12.402.873.000 3.974.OOO 3.000 LO.504.718.4L7.846.167.696.OOO PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH 7.OOO 2.765.000 8.OO0 24r 242 243 244 MATARAM MATARAM .000 9.AYapuna-* JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 7.909.000 7.OOO 8.000 6.OOO 2.OOO 8.733.915.407.744.909.102.ogg s.OOO 12.7.000 9 455.145.546.937.OOO 10.995.000 5.193.888.193.R h e.953.803.OO0 6.

O00 3.739.O00 2.915.236.076.000 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 2BB PANGKAL PINANG 289 SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN 290 29L 292 293 294 295 296 PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 1.000 3.OOO 27r 272 273 274 275 276 277 PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG e.OOO 300 301 302 303 304 305 PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG 7.000 3.000 4.000 .000 5.O4O 4.000 _!4AKASSAF TIMIKA i r.{.OOO 5.O00 +.doo 3.685.000 SS.979.os6.000 3.Qo9_ 8.OOO 8.000 3.ogo.663.000 9.979.000 9.000 3.210.000 6.466.OOO 9.OOO 8.631.OOO 5.000 1.O00 3.578.685.878.936.OOO 9.QOU 7.OOO 4.808.000 ' .O4O 8.118.O00 3.OOO 5.878.091.000 6.000 4.781.sioo 3.000 1s.904.OOO B.000 8.797.OOO 8.OOO 7.279.OO0 6.000 7.O65.OOO 3.OOO 8.4A7.OOO 4.300.000 5.000 4.888.O00 3 818.659.957.642.oob 7.477.000 7.000 10.161.?92.198.]{.000 7.000 6.444.653..O22.000 3.086.038.883.706.097.OOO PANGKALPINANG 29r 298 299 PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA 7.060.829.000 5.OOO - 4.O00 6.000 3.305. 7 7 1 oo0 9 915.000 4.000 12.OOO 4.000 8.94L.23|.557.514.337.O00 - 3.000 9.765.U(JU s.OOO .OOO ?\? 3i4 315 316 SOLO SURABAYA SURABAYA SURABAYA 3 1 3 SURABAYA MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA .O22.2gi.739.744.8os.252.s85..829.894.6 .845.733.ooo 1.OOO 265 266 267 268 269 270 EKONOMI (5) 4.0O0 3.OOO PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG 7.578.000 4.O00 278 279 280 287 283 284 PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALU PALU PALU 232 SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG z.OOO 999 307 308 309 310 311 PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR 6.883.433.888.412.7.000 3.284.OOO 4.000 6.000 6.000 12.Ju 4.187.391.204.000 4.8E3.626.252.000 2..000 6.2.326.OOO 5.000 3.466.829.000 4.140..797.241".262.236.47.589.OOO +.262.obo 5.000 3 915.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam rupial NO 1) KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) BATAM BISNIS el PALANGKARAYA rcl B.OOO 4.94 t.OOO r.535.9.220.760.OOO 1 6 .000 7.675.000 3.840.000 6.000 4.469:009 3.24L.936. O9.OOO 15.423.268.696.

O00 110.O00 315.000 170.000 KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33 PAPUA BARAT 125.OO0 125.000 115.000 120.ooo 110.000 48.000 110. JAKARTA OK OK OK OK OK 80.I.OOO 2 3 4 5 6 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA SUMATERA BARAT SELATAN 70.000 171.000 125.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 2A SATUAN BIAYA TAKSI PEzuALANAN DIIVAS DALAM NEGERI NO.000 .000 90./ .ooo 285.O00 t7 18 19 20 27 22 23 24 25 26 JAWA TENGAH D.O00 B 9 10 11 L2 13 L4 15 i6 LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 90.O00 115.000 290.OOO 90.000 70.000 91.O00 50.000 70.K.oo0 82. (1) 1 I PROVINSI QI ACEH SATUAN {3) OK OK OK OK OK OK OK OK BIAYA TA 2013 (41 90. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK 100.000 48.O00 72.000 60.000 60.000 125.000 60.I.

223 3./ .458 8.966 7.822 L4.426 11.702 i.970 5.713 4:!7-7 _ 5.809 6..832 15.564 7.24t - 9'2773.130 7.eir LL.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -2629 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PPI dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA (21 AMERII{A UTARA Eksekutif (3) Bisnis 4 Ekonomi q 1 2 3 4 Chicago Houston Los Angeles L2.587 _ _1?.468 11.753 New York 14.5'5-9? ___ _8j900 I7 18 19 r7.:357 3.237 L7.353 12.76r 1.77r 3.29r EROPA BARAT 20 2l Vienna Brussels _ 10.924 6.240 -9.870 .393 t3.1.994 ___3.727 e_.018 2! 874 L 7 325 g.399 16.520 10.089 2.63sLl.269 _ '1.428 5 6 7 8 _QtJqwa San Fransisco foronto Vancouver Washington .040 6.623 8.970 5.1?4 10.2:266 t2.487 5.743 9 10 11 L2 13 t4 15 16 A_MERII{A SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERII{A TENGAH Mexico Citv Havana Panama Citv 18.47L 6.399 9.s91 3.L78 3.749 3.335 23.750 10.L87 6.ii 5.518 - i.494 16.902 t4.

331 25 26 rI.056 3.166 5.q8q 6.773 3.393 8.9TI 9.778 I4.714 6.931 5.851 5.860 9.le3 5.856 1'e29 5.277 6.631 3.92r 6.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA dalam U NO t KOTA Eksekutif BIAYA TAHUN 2OL3 Bisnis 4 Ekonomi q 2l Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva 22 23 24 3) 10.73A 3.537 4.446 14.331 3.Moscow 42 PEqPAlI!4gR_ 6.143 .850 5.839 10.506 5.O29 7.746 4.34t 4.033 2.980 9.206 3.031 5.767 41774 6.9L7 10.L13 s.681 3.478 10.334 ?.126 6.446 4.370 27 28 29 Amsterdam EROPA UTARA Copglhagen Helsinski Stockholm London 31 32 34 9q 93 9:696 10.9gg 8.023 9.771.383 3.158 9.464 8.350 - Bratislava 43 Bucharest 44 Kiev 4s-. 4.041 3.153 4.541 .TOJ?4 LO.:o-?q 6.959 4.433 4.794 8.O49 Oslo EROPA SELATAN 35 36 37 38 39 40 4l Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd t7.355 3.309 10.753 3.945 7.982 6.825 4./ .333 3.O74 3.?5*6 4.

808 6.904 8.524 56 57 58 18.536 7.tr1 4.848 8.330 6.555 6.081 9.72r 4.593 9.451 3.848 7.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -28dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA Eksekutif 2 Praque Sofia Warsaw (3) Bisnis 4 Ekonomi 5 46 47 48 8.700 7.900 10._?2_* 53 Antananarive 54 Dar Es Salaam 55 H_etq{g AFRII{A SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg 7.000 6.419 6.732 8.774 8.282 5.255 7.777 t2.I75 Ly .507 7.665 5.599 5.947 11 11B 5.958 5.484 7.910 6.748 6'1!9 5.275 59 60 67 AFRII{A UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat 62 63 64 Tripoli T\rnisia 9.552 8.770 4.052 ro.570 7.975 4.706 4.733 5.24r 14.820 5.473 6.551 9.O37 3.447 +9 50 AFRII{A BARAT Dakkar Abuja 9.915 5.281 3.779 8.94L 11.818 AFRII{A TIMUR 5 1 Addis Ababa Nairobi .438 8.747 10:6_q0_ 17.6L2 3.966 LI.

595 3.679 3.43I 4.O89 7.233 L.?73 4.905 3.416 _9.510 3:110 3.545 65 66 vteryrqe Baghdad Amman 64oo5.490 3.999 2.639 5:390_ 6.66L 8:453 L2.343 8.000 77_ Muscat giyadh ASIA TENGAH _ 7 8 _ Tashkent 79 Astana ASIA TIMUR !3.298 2.878 3.785 5.216 8.- z.148 6.449 5.359 4.446 6.835 L.f+o 2.9=9 _2 4.283 8.727 3.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29 dalam BIAYA TAHUN 2OI3 NO I KOTA Eksekutif 2 ASIA BARAT 3 Bisnis 4 Ekonomi (s) 5.703 5.545 3.156 3.864 1.475 3.976 5.56L 67 68 69 70 7I 72 73 74 75 76 Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah 6:77! 7.737 _qq_ Eebp_sl.581 2.257 1.3?s 3.675 I.962 80 81 Beijing Hongkong 2.966 82 83 84 85 _OS_ete__ To\yo 3:?o4 3.623 1.684 9.727 3.205 6.730 2.745 _ 3.643 4.734 _ 2. __ 87 Teheran _ 6:3oJ 4.737 7.633 2.700 3.433 7.321 3.469 5.9q9 Uqrryang Seoul ASIA SELATAN 2.O28 .421 3.617 13.920 .

?'8F8 3.420 1.740 4.833 L.780 1.629 3.2T2 r.6L4 766 1.833 1.380 3.318 6.926 4.525 5.398 4.677 1.562 2:4L7 3.558 1.053 L07 108 Canberra Darwin s.9r7 1.195 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu 1 0 0 Kuala Lumpur 1 0 1 Manila IA2 Penang 1 0 3 Pnom Penh 97 98 99 1 r!7 1 155 2.034 2.252 4.627 403 to4 105 106 Singapore Vientiane Yangon ASIA PASIFIK _ ?Q74 I.894 1.327 92 ASIA TENGGARA Baqdar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi _e_9- 93 94 95 L.o92 2.333 L.557 t14 Vanimo __ll_s_wgtti[gJo_q_ _ 2.503 9tL 919 823 I.689 M_-elbqqryg 10_e___ " 1 1 0 Noumea 111 Perth _ 4.628 r.482 88 89 90 91 2.427 659 I.656 r.063 5.940 4.900 3:8_14 2.77r _ _ 8. 11 9 3.633 2.468 2.O25 1.981 673 r.235 525 694 585 1.506 6.453 918 2.344 2.64L 1.226 3.OO9 2.500 3.413 .202 997 r.237 2.628 2.687 .501 4.96+ 5.801 7.561 J\2 113 _ f_o1!\{qrepby Sydney 5.MENTFRIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30dalam U BIAYA TAHUN 2OT3 NO KOTA Eksekutif Bisnis (4 Ekonomi (5 I 2 Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi 3 3 .757 1.150 545 r.158 2.886 6.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-31 30
SATUAI{ BIAYA PTNYTLENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 3O.f ATKr Langganan Koran/Mqialah, Lampu, Pengamanan Sendiri, Kantong Jamuan

Diplomatik,

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

I

(21
AMERIKA UTARA
Ohicago

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf (41

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

(oBl
(6)

Kantong Diplomatik (kgl

.Iamuan (oHl (8)

(s)
18 18 18 T9

(71
94 94 94 99 106 94 106 106 94

I

1.270

37
37 37 39

2
a.

Houston
Los Angeles

r.220
7.270 t.270

2.521 2.52L
3.420 2.256 1.963

4

5
6 8 9

New York (termasuk KJRI New Yorkl Ottawa
San Fransisco loronto

89 89 89 94

1.307 r.270
I.307

42 37
42 42 37

20
18

100
89 100

Vancouver W3lhi11$on AMERII{A SELATAN

r.307
r.270

20 20
18

2.O3L 3.391
1.553 2.836

100
89

__19 Fogg!q _
11

1.185

L2
13 T4 15 16
L7

Brazilia Boenos Aires

r.478
T,L7O 1.319 1.I70 L.L72 1.001 1.099

38 47
33 42 33 37 32 35

18 22 16

1.1s0
2.L95 )..768

96

153
84 l07 85 95 8l 89

Caracas

20
L6 18 15 17

Paramaribo Santiaso de Chile Quito
Lima

,1.899
1.150

91 113 79 101 80

r.777
1.150

90
77 85

r.262

18 i9

AMERIKA TENGATI Mexico Citv
Havana

1.220

r.220
1.038 _ .
1.985

35 35

L7

2.657

T6
I6

20

Panama Citv EROPA BARAT Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg
Geneva Amsterdam

_ .3q
264 259 269 269 254 334 254 254

._

r.691 2.839

90 88 84

85 83 79

21 22

23 24 25
26

r.947 2.O22

.?.o??
1.910 2.509

22 22 23 23 22
28

-..?,779
3.I20

rs2
r29

2.373
3.O76 2.799 5.368

ry+t27
L66 127 166 L27

r34

103 101 105

105
99

27 28
29

130
99

" _L9_19
1.910

-

2?22
28 22

- 2.690 2.690
2.776

L?7 * _ 9 e

2.509
i 1.90

30

334
254

130
99

2.690

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-32alam

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

(1)

(21
BROPA UTARA
Jopenhagen

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan! (4)

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

Kantong Dlplomatik

(oBl
(6)

(ke)
(71 232
2L3

Jamuan (oH) (8) 110 101 99

(s)
24

3t
32

Helsinski
Stockholm London

2.ILs r.947
1.910 1.966

28r
259 254 26L

3.341
. -2-:_585 3.978 3.749 3.978

33
34

35

Oslo EROPA SELATAN

2.340

3li
145 156 158 161 165 L77 151 177

22 22 22 26

209
2L5

ro2
L27

2F6
108

36
37 38

39 40
4L 42 43

Zaereb Athens Lisbon Madrid Rome

9.+rasvc

1.179 L.275

1.220 t.220 L.270

18 20 20

2.232
2.232 2.776 2.732

rt7
118 12I I23

84 90 91

_?o
2L

93
95

2.732
1.936

r.220
r.220

Eqo.ere4
Vatican EROPA TIMUR

r.220
1.220

22 t9 22

L32
113 86

to2
87

r.669
2.478

ro2
99 86

+ , + ' Bratislava
45 Bucharest

r.220
L.220

t7l 150

22
79 _ 79. 23 I9 .19 19 20

1.668 1.867

t9
47 48 49 50 51

Kig_y -_
Moscow

r:229 _ _ _ . _ ! 4 8 r.220 183

Praque
Sofia

Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar

t.??o
L.220 r.220

_

L48 148 148 161

__ L.73.? 2.375 2.760 _ 2.082 2.O82
2.27L

110 96 95 L17 95

85
i06 85 85 85 93

95 95 103

52 53

n"huie AFRIKA TIMUR Addis Ababa
Nairobi {ntananarive

I.220 _L:22Q

r48
145

6 6

2.34r

2.?eF 2.o7o
7.773

161 158

55
55

53
54 55

2,9?e_
1.895 2.O29

r32
L23 732

sq
D/

Dql Es Qalaee Harare

r.962 2.096

_. 128
i36

5 5 5 5 5

r.967
_ 1.690 7.773

L43 t34 143

13e
148

40 35 35 40 35

ral rr' li

r

KEUANGAN MENTERI HEPUBLIK INDONESIA

33
alam

NO

KOTA

ATK

(orl
(3)

(1) 58 59

(21
AFRII{A SELATAN Windhoek

Langganan Koran/ Mqialah (ekslempar/ bulanf HI

Lampu (buah|

Pengamanan Sendiri

Kantong Diplomatik

(oBl
(6)

(kel
(71 t43

Jamuan (oHl

(s)
o c

t8)
40

2.O29
L.962 1.962 2.096

r32
L28 136

60
61

9sse-lqllr
Johannesburs Maputo AFRII{A UTARA Alsiers Cairo Khartoum Rabbat Iripoli
Iunisia

+?8

5 5

2.398 2.363 1.690
1.805

192
139 148

.1o
40 43

62

L.220
1.170

63
64 65 66 67

t.220

140 L47 151

6 6 7

r.220 r.220
1.220

138

r32
130

6 6 6

1.815 L.493 t.449 i.557 2.L51

139 140 150

40

35 40

r37
131

+o
40
40

r.2L2
1.244

r29
189

A,SIABARAT 68 69
Manama

1.170

4t2

J

51

70
7l 72

Saghdad Amman Kuwait Beirut
Doha

r.220
I.I7O L.T7O

42r
385
363 399 385 381 399 408 372 376 394 376 399 408

5

5
J

r.372 e?8
1..469 1.574

L9+
177 L67 183 177 t75 183

51
47 44 48 47 46

r.220
L.I2O 1..220

5

73
74 7S 76 77 78 79 80 B1

Damascus
Ankara

_9
5 5 5
c

1:515 1.575
2.547 1.250 L.464 1.534 t.469 t.I73 2.547

r.220
t.L70

4a
_ _- . . 4 9 45 46

Abu Dhabi
Sanaa Jeddah

t.L70 L.220

.]97
1.7L 173

Muscat
Riyadh

..-\.r70
1.220

82

Istanbul Dubai A.SIATENGAH

1.220
1.170

5 5 5 5 5

181 L73
183 t87

-

.19
46 48 49

i.250

83 84 85

lashkent

1.220

Astana Baku ASIA TIMUR

1.220 1.220

381 412 439

q
5 6

_ ._ ?.?41
1.150 1.035

2.244 1.150

46 46

1.035

+6
44 45 48 48

86 87 88 89

Beijing

1.220

I-longkong
Osaka

r.270
t.270
1.270

Tolcyo

_ 9 ! _ _ -Uglry-g4e 9 1 Seoul 92 Shanshai

r.229
1.270

r.220

346 346 379 379 365 361 346

6 6 6 6 6 6 6

2.233

?.167
2.055 3.450

47 47 51 51

r.324 2.524
2.233

le

__-. !7

49 47

46 44

170 1. l.22I 60 60 60 't5 1._?29 r.553 93 94 95 96 t.220 1.0s2 1.Iamuan (oHl {8) (1) (21 ASIA SELATAN Kaboul Ieheran Colombo Dhaka (41 50 46 44 45 45 45 46 46 (sl 6 5 5 5 (71 t.L79 r.L7O 1.178 r.463 2.170 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila 47 47 47 46 46 37 37 37 47 BgrenePnom Penh 1.2to t.840 t23 123 123 133 oo 92 _ .220 1.i70 I.t70 I.546 2.265 97L 75 75 75 73 65 83 83 83 B1 81 66 66 66 _-.SIATEITGGARA 101 ro2 103 104 105 106 LO7 108 109 110 111 L12 113 Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi 1.r.170 T.480 5 4 4 83 82 83 66 66 _L!_6 Ett4i"e IL7 Tawau ASIA PASIFIK 1 1 8 Canberra 1 1 9 Darwin L20 Melbourne L 2 t Noumea r22 Perth L23 Port Moresbv L_l70 1.350 1.170 1.170 1.480 942 ___1.220 52 52 50 52 48 49 o L23 t24 t25 Sydney Valimo L.9 8 2.t70 r.917 83 66 69 87 60 62 78 75 74 75 Singapore Vientiane tt4 Yangon 1 1 5 Songkhla L.220 1. L.90 60 1..134 1 .945 1r3.329 2.t59 2.221 2.568 2.568 642 3.227 1.220 52 52 52 5() 6 6 o o 2.220 r.229 L.??.8_0-.7lor.2:0-89 I.L70 1.221 - _ .170 5 J _ 2.O _ q 0 t.220 1.170 1.495 1.170 r._22 100 92 1.170 1.220 i.329 58 58 59 59 A.170 65 60 57 58 89 82 78 79 79 79 81 81 97 98 99 100 Islamabad Karachi New Delhi Mumbai -.r20 r.170 5 5 5 4)4r 1. 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 J 1.220 t26 _ L?7 t28 Wellineton Suva Dilli L.160 642 1.1?o* 37 _ _ .362 981 1.220 t.747 Y/ .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -34Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf NO KOTA ATK (orl (3) Lampu (buahl Pengamanan Sendiri (oB) (6) Kantong Diplomatik (kg) .170 1.1 5 8 6 6 6 6 llq _82 t2s 92 118 89 L23 TL4 LL7 92 86 88 5 5 _ __.

O38 - 7il 960 731 s-tis 764 585 790 l9PgI'hecq4 ielsinski Itockholm L.309 13 I to Amsterdam OROPA UTARA 2l 1D 9 9 9 9 9 1.776 13.353 9.918 596 585 602 717 352 '242 806 79t 814 969 979 54 50 49 50 60 36 37 11 . 303 223 245 .309 -t3. 10.97 681 767 767 337 961 320 361 361 300 390 300 300 291 300 400 __400_ 400 409 409 431 400 48 5_l 46 51 5l 46 3s9400 _4_61 409 461 461 4rl9 29r 291 350 350 400 .5.176 I7.597 t3.434 33 34 3_q 13..279.7'90-0 13...2 Pemeliharaan. Sewa Kendaraan.441 80 72 80 72 72 80 9 9 9 9 9 9 777 7.500 9.353 8.408 9.2 642 895 642 377 287 247 377 247 608 596 619 50 52 52 49 64 49 49 64 49 6_r. .562 8.038 790 790 1.96q 427 806 837 437 790 _ 1.q! t3.O13 3q_ 39 40 _.5?e.793 9._ Sttawa 6 Jan Fransisco 7 loronto I Vancouver I iVaqhington $MERIKA SELATAN t3l {61 r0t 409 I rl 46 46 46 8.\?.9q1 681 9?9 320 a.563 72 I 9 9 9 9 9 9 9 616 667 674 688 702 753 645 753 302 4q3 326 330 337 344 262 26s 275 276 275 295 533 _ 539 550 562 516 602 667 721 729 744 760 41 45 45 46 50 43 q69 Jlo 2e9 _ 6 9 ? at4 698 814 368 50 I ^/ .408 8. Pengadaan tnventaris Kantor.825 72 72 20 P-egeEe-c-ry EROPA BARAT Vienna -.353 8.563 72 72 72 72 72 72 tt.563 16.176 qq 80 80 72 80 72 9 9 9 o 9 760 745 774 708 695 ?74 _ 731 960 t5L _ _390 293 722 304 722 _ _394 287 642 895 68.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35- 3o. dan Konsumsl Rapat Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unit/ Tahunl Gedung (m2ltahunf t+l Halaman Pengadaan Inventarls Kantor l^"1 tahunl (51 (orl (6) Pakaian Soptr/ Satpam lstell Sewa Kendaraan (harif Sedan Bus t9l Mobtl Boa Konsumsl Rapat loKl (21 AMERIKAUTARA Shicago 2 Houston 2 Ios Aneeles 4 New York _._ 6 9 1 695 867 609 3:20 309 10 l1 EqC_ota Brazilia Joenos Aires 63 63 A? o 9 9 9 9 9 9 t2 1? 3:7 408 246 264 32s 250 3_50 350 t4 15 l6 lt 93IggqsParamaribo Santiaeo de Chile 72 63 774 616 688 588 645 361 290 ?e_1 qs9.6s9 13.639 7.408 9.353 80 80 80 9 9 9 681 320 .626 13.q -_9.t42 12.. 1 0 9 12.918 293 300 300 .9sq 384 3_q-3 387 43 8 l9 IMERII(A TENGATI Mexico Citv Havana 8.t47 80 72 80 80 80 9 q 810 745 /rbb 9 9 9 731 753 896 Oslo EROPA SELATAN Saraievo Zagreb thens Lisbon 695 682 702 835 _.2tO 7.:)_ 585 764 c6J 26 27 2a 29 17._J9s ___ 250 261 350 3s0 418 521 366 46 58 4l 52 41 46 39 370 4L3 324 350 Q-ttitgLima 7. Pakaian Soplr/Satpam.401 !_r 42 43 Madrid Rome Beograd Vatican 12.176 73.r cl 2l 22 23 Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburs Seneva 72 80 ?1 25 13.9s.973 63 63 -.692 13.001 7.95r 13:9.496 7.ondon t4.434 1? 80 9 9 9 652 638 609 307 300 247 275 275 232 392 383 350 392 383 44 43 .

407 _27F 300 505 550 6a2 744 AFRIKA BARAT s2 53 f)ekkar \il.399 0..277 0.910 0.s22 9.275 39_q350 147 469 447 474 444 2rl 275 300 ..234 \buia AFRII(A TIMUR \ddis Ababa {airobi {nfananerivc 72 72 9 9 ssc 346 315 294 JIJ 204 200 275 275 663 650 tcJ 150 43 42 53 54 J5 I 1. -9sq 300 350 50 4l 51 47 _?_ 9 9 .399 l l.399 tt. 32s 315 2s9 ?4-2 2s9 251 ztJ -.154 o.133 72.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK -36Secta Kendaraan Pengadaan Halaman Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unlt/ Tahrrr I Gedung lm2ltahunf Kantor l^tl tahunf 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 9 o lorl 731 638 631 Pakalan Soplr/ Satpam lstell lharil Konsumsi Rapat Sedan Bus Mobll Box loKl 44 45 46 47 48 49 50 }ROPATIMUR 3ratislava fucharest fiev vloscow >raoue 3. 250 7lo 663 770 663 8 7 8 8 8 7lo 686 304 275 250 264 733 7to 686 733 58 59 60 61 1.s00 10.?71 275 250 250 250 32 33 30 30 32 30 32 33 350 ISIA TENGAH fashkent \stana 10.2s6 I 1.623 70.522 o.9-..256 11.9_q 300 350 285 275 225 275 3q0 350 1s0 50 25 50 50 33 34 3l 29 oo 50 50 50 _12= 31 3l 363 3_gg.367 9 9 63r 688 309 337 5t 2.905 r0.j 12.+z.766 o.863 72 80 80 80 88 9 9 9 I ssz 436 +5t) 44_7 441 484 444 397 400 436 436 309 309 339 339 20 20 22 22 .l OJI _ 309 309 309 397 275 275 9?F 505 JUC lofia ^/arsaw }rdanesf r.154 66 OI 72 63 72 72 72 -?.889 l l33 7? 72 72 72 72 a2 a2 83 84 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 221 ZIJ 350 _s0-o 458 431 474 458 453 474 484 442 191 367 346 380 JO/ 250 2tJ 9.133 10._ 27t-275 389 354 359 376 359 2SO .990 rku ISIA TIMUR l€ijing :{onskonp fsaka fokyo 63 63 63 9 acJ . ?so.s00 72 63 9 9 9 9 9 ^_.766 I 1.766 o.?7r 371 407 407 300 300 33 35 U5 _-86 6t .500 72 72 72 9 9 9 9 304 304 325 259 251 251 ?68 25_t253 27t " 244 236 234 275 275 275 294 350 7to 646 686 8 8 8 8 3s0 233 249 733 62 63 64 OJ {!g!ers Cairo Khartoum Rabbat l nDoll 19. 9 9 304 308 329 27s_ 250 zrc .367 4. 72 72 63 77 7A 79 80 8l Muscat Rivadh Istanbul Dubai o. l33 72 63 OJ 56 57 Dar Es Salaam Harare IFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA 1O.080 1.t76 1.367 so5 +2 52 42 42 42 46 l8.:3ol 287 244 275 275 ?7s 350 350 350 50 50 150 47 50 46 44 lunisia ASIA BARAT Manama 10.367 1.863 10.889 Lt..889 1.277 o.l33 t2 o.tl .--^ 363 300 6s t25 t25 3l 9 9 490 393 419 _..496 358 287 372 309 250 275 585 510 791 690 642 845 642 642 49 43 r.032 43 68 69 70 7l 72 73 74 75 76 ]celqeq {mman 11.766 I 1.eol 9.350 350 350 350 25 50 50 50 150 150 3qo 389 -.644 10.?99 10.889 72 72 OJ Kuwait Beirut Doha Damascus \nkara \bu Dhabi 3anaa Jeddah 72 o. _F?2 _.

679 29 31 29 2A 29 28 29 27 27 .592 2.907 9.229 4.t64 9.?.520 4.500 8."ls 515 137 137 527 527 2.F63 2.443 2._ 138 140 tt2.767 .22L .475 2.500 7.500 )ongkhla 72 63 72 72 63 63 [gq'_q!s__.155 26 26 26 25 25 2l 2l 2l 240 240 430 430 662 662 240 301 240 250 314 301 297 301 240 tt2 140 430 539 430 444 662 429 662 __lt? 240 _ 116 146 1 4 0 .359 9.2..101 24 ZJ 72 72 72 72 72 72 72 72 -9 9 Cs+ 334 9 9 9 9 .443 2. 112 690 467 --.O04 63 63 63 t12 113 4 l5 l6 17 Pnom Penh Jingapore y'iengane {anson 9.197 9..6!7 8.229 8.429 420 829 s63 539 533 539 2._ fawau TSIA PASIT'IK lanberra Darwin Melboume Noumea Perth Port Moresbv Svdnev Vanimo Wellington Suva Dilli 63 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 I 9 9 9 9 9 s39 2..732 8.617 7.229 4.58s 9.600 644 68 600 56 49 .33r 9. 63 63 72 72 63 63 9 9 9 321 149 575 _.617 4.585 8.534 2.617 7.423 55 1?.!37 137 112 lt2 -9?7 527 8ll 811 2.500 7.534 25 25 25 r 0 1 regdql_$ell B_Aeey14! r02 3anokok l03 104 l05 l06 t07 108 l09 110 111 Davao CiW Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumnur Vlanila Penang 4. 2.585 20 2l 22 23 9.592 _ .500 7.592 2.475 28 26_ 24 25 ZJ _ 194 134 s. .500 63 7.563 2.064 2.446 792 792 792 8ll 811 2.737 .767 29 29 e?q .704 .883 2.t97 9.-2.064 2.437 Gedung lm2ltahunf Ilalaman l^'l tahunl o Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ Satpam Kantor lstell lorl 391 4t9 414 397 397 lharil Sedan Konsumsi Rapat Mobil Box 326 Bus 4t9 4t4 397 397 loKl 2l 2l 20 20 89 Pyongyans 90 91 Seoul Shanehai r0.064 26 21 22 27 26 26 26 2l 4sg 430 99?.e-.s85 10.592 2._ 98s 923 923 923 Aq7 26 27 28 72 72 72 4s 4a _gqo 557 569 476 2.423 63 63 63 63 63 OJ o 3q1 301 301 294 294 110 140 140 t99 539 g?-.. :JOI 334 321 9 9 9 I 9 334 321 334 311 318 600 156 600 56 56 .197 8.443 3 .585 9.585 9. 65 / 0 05 56 575 49 5t) sda 923 997 923 2.520 4.423 7.534 2..475 2.767 2.068 2.-s33. 662 21 ll8 l9 9. 29_7_ 284 9 9 9 9 9 287 287 247 294 294 198 132 t34 s99 509 JIJ 885 420 743 2.064 2.2.883 2.0'64 2.423 4.6t7 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37 Pemeliharaan Sesa Kendataan NO KOTA Kendaraan dlnas lUntt/ 1o.905 9.905 72 80 72 72 92 Guanezhou ASIA SELATAN I 9 9 387 37t 371 465 460 441 441 322 309 309 93 94 95 Kaboul leheran 96 97 98 99 100 lolombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbay ISIATENGGARA 9.592 2. 11 6 2.617 8..9q3 2.592 429 429 8.

Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama. ialah. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan. c. b. dapat diberikan secara at cost.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2OT3 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam KabupatenlKota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan. dan Jakarta Selatan. alat-alat rumah tangga. Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat. Catatan : yang a. barang cetak. Untuk yang mengharuskan kegiatan dalam kabupatenlkota menggunakan atau air maupun moda transportasi udara dan memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan. Jakarta Utara. Jakarta Timur. Satuan Biaya Keperluan Sehari-hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal. langganan surat kabar/berita wal. Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupatenlkota jam pergi pulang (tidak memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. dan air minum . Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/ atau untuk perjalanan yang bersifat rutin. d. terdiri dari alat tulis kantor (ATK). Jakarta Barat.

ABK cadangan pada kapal negara. Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yar:g digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri. Satuan ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. pasien rumah sakit. ABK aktif pada kapal negara.0O (lima puluh dua juta rupiah) per tahun. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. dapat mengalokasikan paling banyak Rp52. petugas pengamatan laut. Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan. narapidanaf tahanan. Sementara itu. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara. penyandang masalah kesejahteraan sosial. petugas SROP dan VTIS.000.0O0. Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diklat penjenjangan pejabatlpegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian. satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai. diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik. petugas pabrik gas aga untuk suar. kelomook kelomDoK ten tenaga Kesenatan kesehatan keri Kefla lv .MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 4O (empat puluh) orang. diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut. suar. Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Ttrbuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapatlpertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon l/setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. keluarga penjaga menara suar. namun belum termasuk perjalanan dinas peserta. namrln belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. penlaga yang bagi biaya biaya menara menara suar.

Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: Rayon I : DKI Jakarta. dan mahasiswa militer/semi militer.Pihak III. Sulawesi Barat. Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidanaf tal:'anan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM. c. Kalimantan Selatan. Sumatera Utara. Nusa Tenggara Timur. resclte team. Riau. Kalimantan Timur. Nusa Tenggara Barat. Rayon II : Aceh.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. Papua Barat. Bali.ara suar. b. Rayon III : Sulawesi Tengah. Kepulauan Riau. Daerah Khusus Rayon I. g. Sumatera Barat. . e. d. Maluku. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) f. Kalimantan Tengah. Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. Kalimanatan Barat. ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yar'g terpencil danfata'u sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon. Lampung. Bengkulu. Sumatera Selatan. Jawa Barat. Maluku Utara. Sulawesi Tenggara. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar. gas disunakan sebasai bahan bakar baei lampu-lampu rnerl. Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. mahasiswa/siswa sipil. DI Yograkarta. Sulawesi Selatan. Gorontalo. ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar. Jawa Tengah. Bangka Belitung. Jambi. Sulawesi Utara. II. Jawa Timur. Papua. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP). Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi.

diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah asli ke dalam bahasa yang diinginkan. dan Hakim Pengadilan Pqjak. mahasiswa Penerbangan. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan. . Hakim pada pengadilan negeriltinggi. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. dan BNN. Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. i. mahasiswa/siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan. L 2 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan. Akademi Migas). 1 1 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi termasuk biaya sudah negeri. mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). kepolisian. khususnya meja dan kursi). Satuan atribut/ perlengkapan. Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. Printer. 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya untuk Pemeliharaan digunakan Sarana Kantor mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. meliputi: a. Personal Computer/Notebook. serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. AC Split.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -4r- h. b. mahasiswa/siswa militer/semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL. 1 0 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik.

yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -42- Pembelian 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama danf atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru. Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kemampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing. L 6 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khususf untuk Kegiatan Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD / Ke giatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. besaran tunjangan tugas belajar merqiuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang T\. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor. Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. l7 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas a tetap dalam kondisi normal vl/ . Diploma III. RAB. pengalokasiannya maksimal IOo/o(sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai.rnjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana. Diploma IV atau Strata 1 (satu). dan SPTJM. uang buku dan referensi per tahun. L4 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. sudah termasuk toner dan biaya perawatan. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana.

sudah termasuk sewa meja. baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan. menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost. Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. sosialisasi. kursi. 1 8 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud rnenjagalmempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2Yo (d:ua persen). Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat). Gedung/bangunan milik negara. termasuk untuk moda transportasi L/ . seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis. satuan biayanya menggunakan harga pasar. Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. pertemuan. sound system. b.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -43- dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar. roda 6 (enam)/bus sedang. dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jaml Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). roda 6 (enam)/bus dan roda 6 (enam)/bus besar. dan roda 6 (enam)/bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. L 9 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jaml Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat. Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 3O0 (tiga ratus) orang.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu, dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien.

2 L Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat
Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II.

22 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional danf atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga. Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan f atau angkutan antar jemput pegawai. Sepanjang diperlukan, dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus , yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar.

23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus

24 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 {Duaf Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi.

25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stelf
Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pi:rencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. b. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per,tahun. c. Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penvediaannva secara selektif. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stg!

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-45-

per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai; 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai, biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. d. Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswaf Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam MahasiswafTaruna diperuntukkan bagi mahasiswaf taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga yang tertentu penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif, paling banyak 2 (dua) stel per tahun. e. Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA, dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. f. Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam, sudah termasuk perlengkapannya (sepatu, baju PDL, kopel, ikat pinggang, tali kurt dan peluit, kaos kaki, topi, kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. Kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. Satuan biaya paket kegiatan rapatfpertemuan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapatlpertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/ Setingkat Menteri; b. Kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon l/Eselon II; c. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III. Satuan biaya paket kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalarnf rnenginap. Komponen naket m akomodasi 1 minuman selamat da

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-46-

dan kudaPan 2 (dua) kali' ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector, podium, fltp chart, uthite board, stand.ard. soind.' sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). b . Paket Fulldag Satuan biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapatlpertemuan yang dilakuka.t di l,.tu,t kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap' ko*pott"n paket mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali, rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali, ruang pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip chart, uthite board, standard sound sgstem, mikropon, alat tulis, air minezx ral, dan permen). Paket Halfdag paket kegiatan Satuan biaya paket hatfday disediakan untuk rapatlpertemuan-yang dilaliukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. Komponen biaya mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali (siang), rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali, Ruang Pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip charL uhite board., standard. sound. sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). Catatan : a. Dalam hal rapat/pertemuan di luar kantor dilakukan secara bersamasama, hotel untuk seluruh pejabat negaraf pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negaraf pegawai negeri. b. Akomodasi paketfullboard diatur sebagai berikut: : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. Kegiatan yang diselenggarakan secara futlboard dapat dilaksanakan, baik di dalam kota maupun di iuar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luar kota, alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost, indeks paket pertemuan lfullboard), dan uang harian paket futlboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). 2) Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota, alokasi pada RKAK/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fuIlboard/fulldag/halfdad, uang saku dan biaya transportasi dalam kota. d. Besaran uang saku untuk kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor, ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. Kegiatan rapatlpertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP| Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberanskatan suatu kota ke bandara kota tuiuan. Satuan bi

t- )/
/

c. Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon IIlkebawah. b. . tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Dalam pelaksanaan anggaran. 2a Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan menuju taksi dari kantor kedudukan tempat bandarafpelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara / pelabuhan/ terminal/ stasiun kedatangan dan sebaliknya. satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. dan Pejabat Eselon I. Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. b. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47 - tiket termasuk biaya asuransi. serta setingkat Menteri. maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yograkarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yograkarta b) Kembali biaya taksi dari hotellpenginapan (Yoryakarta) ke Bandara Adi Sucipto biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PPf Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP). Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a. Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda. Wakil Menteri Gubernur. Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A. Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama ialanannya melebihi B (delanan) iam penerbansan {tidak termasuk waktu 29 . Catatan: a. Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. b.

merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. Jamuan. Lampu. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. f. merupakan satuan bia5ra yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma. ballpoinf. Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. berupa: a. satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju. dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya. termasuk biaya bahan bakar. c. e. b. 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Penpakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri. Pengamanan Sendiri. Satuan biaya pemeliharaan gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara. Langganan Koran/Majalah. i.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -48- transit). Pemeliharaan Halaman. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Duta/Konsul. h. dapat menggunakan tarif bisnis. Pemeliharaan Kendaraan. biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yarrg dapat dipertanggungj awabkan. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. Kantong Diplomatik. Kantor/Wisma merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2%o (dua persen). merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. ATK. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar u/ .

dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaarl dan Operasional Kendaraan Dinas. Sewa Kendaraan. pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : Provinsi Provinsi dari Satuan Aceh dari Satuan Sumut biava biava L/ . pengalokasiannya maksimal lOo/o (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staffl dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. Konsumsi Rapat. k. Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan. Pengadaan Inventaris. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Roda 4). merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri. m. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja. 1. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. dan Box. Pemeliharaan Sarana Kantor. Bus. j. Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil dan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Sewa Mesin Fotokopi. 2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam. Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. Pengadaan Kendaraan Operasional Bus. Sewa Kendaraan Sedan. Pakaian Sopir/Satpam. Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan.

OP Orang/Paket f. OB Orang/Bulan d. ttd.W. Oter Orans/Terbitan Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI I(EUANGA\T. MARTOWARDOJO G NIP. OK Orang/Kegiatan g. OR Orang/Responden h.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -50- Nias Selatan dari Satuan biava Provinsi Sumbar dari Satuan biava Provinsi Sulut dari Satuan Papua Puncak Java biaya Provinsi dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat Pengertian Istilah: a. AGUSD. OT Orang/Tahun e. 1 Lli / . OH Orang/Hari c. OJ Orang/Jam b.

jasa. perencanaan. menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. pelaksanaan. 4.LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGCARAN 2013 NoMoR 7 lPYIK. b. 3. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2OL2 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama. tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu. menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a. Pen5rusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar. 5. secara tlmum. misalnya: harga barang. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kernenterian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012. b. pelaksanaan. 6. menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan yang rincian dibutuhkan tiap alokasi anggaran komponen/tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2OL3 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output. pelaporan dan evaluasi. membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)/ Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya baik pada perencanaan. 2. 7.OZ 2OI2 3 / MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDARBIAYA KELUARANTAHUN ANGGARAN 2013 A. menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. Penyusunan dan Peng4juan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam pen5rusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. 4/'t- . pelaporan maupun evaluasi.

membuat rekapitulasi usulan SBK sesuaiFormat 4. B . c) Contoh Pen5rusunanSBK. c) data pendukung (backup data)Aplikasi SBK. b) Dalam hal pen5rusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yar:g digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan. danf atau d) data pendukung lainnya yang diperlukan. menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran. 10. Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c. meneliti dan menilai komponenltahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan. meneliti dan menilai usulan keluaran kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c. b) RAB. mengunggah (upload)ftIe backup data usulan SBK ke seruer.q. dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2AI2. meneliti dan menilai penerapan biaya. dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. B. kegiatan dengan cara menilai c. menyimpan (backup)data usulan SBK. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun pen5rusunan RAB SBK. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran lln/Il bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi SBK. dan rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas. 9. kesesuaian. maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungj awabkan. TOR. d. C . Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/Sekretaris Kementerian Negara/Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/ToR.q. kewajaran alokasi anggaran. Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1. b. dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa: .

Direktorat Anggaran Il[lm bersama Kementerian NegarafLembaga terkait menyepakati hasil penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran). 2. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi Kementerian SBK merupakan tiap-tiap daftar SBK Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur AnggaranIlillUI. b. penempatan akun. mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan rriembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7. d. 2l kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalam Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya. 4. 4l penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. catatan. Direktorat Anggaran I/Illm mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke seruer. Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung. e.paling lambat minggu pertama bulan Mei 2OI2. Dokumen Hasil Penelaahan SBK Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1. . 6. 3. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud. Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/Illlil telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keiuaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan. meneliti. besaran SBK yang ditetapkan. tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggarant f. 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai. Direktorat Anggaran lll!fi menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran. D . 2. 5. yang mencakup: a. Catatan penelaahan SBK. uraian SBK. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian NegarafLembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran l/il|m. c.

Gambaran UmuP (i1) B. Metode Pelaksanaan(13) 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -4- Format 1 KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon Il/Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume (l) (21 (3) (4) (s) (6) (71 (B) (e) A. Penerima ![anfaaf (12) Strategi Pencapaian Keluaran 1. . C. Latar Belakang 1.8 ) . Biaya Yang Diperlukan (to) Penanggung jawab (L7l (r N I P . . . . . .rgasFungsi/Kebijakan (to) 2. . Waktu Pencapaian Keluar2n (1s) E. . . .Tahapan dan Waktu Pelaksanaan (1a) D . . . . . Dasar Hukum T\. . . . .

Contoh : pegawai. strategi pencapaian. No (1) (2) (3) (4) Diisi nama unit eselonI. (s) (6) Diisi nama unit eselonII Diisi nama kegiatan. dan biaya yang diperlukan. Contoh: 5 peraturan PMI(. ( 1 2 ) Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan f atau eksternal Kementerian Negara f Lembaga. ( 1 3 ) Diisi dengan cara pelaksanaannya atau swakelola. gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang. 200 orang peserta. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Uraian Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. ( 11 ) Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai. siswa. Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. RAB yang merupakan rincian dalam pencapaian diperlukan ( 1 6 ) Diisi dengan lampiran . waktu pencapaian. (8) Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. (e) ( 1 0 ) Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5- PETUNJUKPENGISIAN KAI{/TOR KAK/TOR merupakan. petani. penerima manfaat. termasuk jadwal waktu (time table) pelaksanaan dan keterangan sifat komponenf tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang. 33 laporan LHP. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur. kegiatan sesuai hasil restrukturisasi (71 Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. alokasi dana yang keluaran kegiatan. (1s) Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan. berupa kontraktual (14) Diisi dengan komp onenf tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan.

.MENTEBI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (r7) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon II I KepaIa satker vertikal). ( 1 8 ) Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan.

* .^t3 { *J F) F) *l F) N @ r i\ L'J oj P9(DP dX Al H p u. H <cDFXC!C'dCX It IF' lrt It\) U EF. ts g' t. o o !D $ iv)a .) f 6 -F X ! w \ vd H dPHF Hi Hoc qp) F z 0q g) O0) HK PP oop) It 5p w5 H z A) H D @ z H H kti "J o o A) F) E: m p. F? 0) i". 6' Dr* EH Lox o fq i P Z oi J r'J0) 5F P) aJ x" P g Fl i.e. di It 7iK 8zS z mo a> Ez P@6{Oq+ON o--@ e H o .l p) p 5-e5!9 . FF U .x zm U.- i0< !lm :z u! a o + d!D u..ln lo lFl t\] z p) H H Al o z o a) o -l H z H ?frF*iL. z z 5ro N6' -) oq F) AJ H< o H z -r.. H P FJ r.G r 0q 0a N 9x H ooo p P P P V J ^ x x .a Cs) @ '5 { Fi rr 6' tr Hk cffuo o X X X G T N (/t cr p x { X o d N o H tr N F 0q F) .fi1n HeHsI H[il 5x .

komponen biaya.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -8PETUNJUK PENGISIANRINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN rincian RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan. . kajian. sosialisasi. jika ada (oPtional). Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi jumlah keluaran (lcuantitatifl suatu kegiatan. (1) (21 (3) (4) Diisi nama unit eselonI Disi nam a pr o gr am hasil re strukturisasi pro gram. u-torkshop. bahan. jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan.. (s) (6) (7) (8) Diisi nama unit eselon II Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan' Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan. jasa profesi.. Contoh: survey. volume. perjalanan. satuan ukur.. Diisi nama Kementerian Negaraf Lernbaga. Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS). biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. | ^. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check lisf (V) untuk termasuk biaya pendukung komponen yang (13) (14) (1s) (16) (17) (18) Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahaPantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan. Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran ada (optional). pembentuk keluaran kegiatan jika (e) (10) (11) (r2) Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. No Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011. misalnya: 0i 1 Komponen A OI2 KomponenB dst .. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program..

Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ( 1 e ) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan. (20) Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. (2s) {26\ (27) (28]' (2e) (30) (31) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (231 (24) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. (2rl (22]' Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK. Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (L7) dan nomor (19). Diisi dengan alokasi keluaran kesiatan. . Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat lainnya menggunakan data dukung dipertan ggungj awabkan. Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan.

P o ' iD 3 d FI cl >l NI >l zl A'. + .E' o-9 flt 7* 5r: E = Ft HF. gr9 il#' 6'9 7p) KOC H!) p) { "J p E tr\ 3 P A) p s) H Xr .a { .is 6' cEH k r p cSw @ e. 6 1 F e s E1E s* qr t3 lAt lr+ lo) z 'g Fl o I' n tri 0) o da oq A) FI* l t ' l al F1 F I i >xo tf o P f.r i r I u. t9 o o o ?4 e A) { p x X o fr o o gq . ?68 ' o> zz mO @> e. n a F] I :] uc A) 5 A) 5 t\) z x A) z 'U *i a) oq oc o H j g o o p) pr. F o + w Y !) > r1 z z t{l H 't A) A) d z =w i$ 6' ilq 6A) r 2. . o A) K p) u.z E9s3OO3cE + dD. A) E a N 2 o P.< ttt m LJ !D' (ne 0) o * a.IEJ lo l4 F) p z A) SI?F'FSFryST 3 o o 'Jl \) zl <l U I o l ol ll o F >la z FFFH-*Tf. Z I P tul rql El I > <l >1 >l >l F:l *i Hi E 6. tq Fix oq d H o o\ qF) nlJ '5 .

jasa profesi. Diisi nama keluaran kegiatan. satuan ukur. Diisi nama unit eselon II. terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan.. km. Diisi dengan memberikan tanda ctrcck list (V) untuk komponen yang termasuk biava utama. jumlah volume dan indeks biaya keluaran. Contoh: survei. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. Diisi volume satuan detil akun. (s) (6) (71 (8) (e) (10) (11) Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat menggunakan lainnya data dukung dip ertan ggun gjawabkan. bahan. Contohnya: orangljarn. Contoh: 2. kegiatan. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 0 L L. No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi hasil dari program. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. misalnya: 011 KomponenA OL2 Komponen B dst. sosialisasi. orang. peserta.000 siswa. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. (21 (3) (4) Diisi nama unit eselon I Diisi nama program hasil restrukturisasi program. kajian. Diisi satuan ukur detil akun. (12) (13) (14) (1s) (16) (r7) . uorkshop. perjalanan. Diisi penjabaran dari komponenf tahapan pelaksanaan kegiatan. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung. m2.orangfhart.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK . rincian komponen biaya...il- PETUNJUK PENGISIAN RINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponenf tahapan. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan.. orang/bulan.. volume.

Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan. @gian dari total biaya dibagi volume. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a I Lembaga. Contoh: 2.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLIK (18) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). . Diisi NIP pejabat penanggungjawab kegiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. (2e) (30) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran.0OO siswa. mencakup situasi dan kondisi bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan. eselon (271 (28) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. suatu (1e) (20) (2Ll (22) (23) (24) Diisi jumlah total biaya seluruh komponenf tahapan. Diisi keterangan. eselon IV dan pelaksana dari (2s) (261 Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.

KEUANGAN MENTERI INDONESI.... SBK SBK Total Biaya Keluaran SBK Indeks Biaya Keluaran sBI( A (1r) SBK Total Biava l(eluaran SBK Indeks Biaya Keluaran ....q REPUBT. (4) Surat .IK .. .. ' (l) (2) (31 Tahun A Unit Eselon I....._tJ - Format 4 Lampiran Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBI( Kementerian Ne gara / Lernb aga :...

Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan. Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Diisi NIP pejabatpenandatangar./t . Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (1) (2J (3) (4) (s) (6) (7) (8) Diisi tahun anggaran berkenaan. dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. indeks biaya keluaran yang yang (r2) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Nomor (15). Disi tanggal surat usulan SBK. Diisi dengan angka 1 (satu). Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi besaran besaran dana diusulkan.rekapitulasi usulan SBK. (16). (15) (16) (r7) . (e) (10) (11) Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4- PETUNJUK PENGISIANREKAPITULASIUSULAN SBK No Uraian Diisi nama surat usulan SBK. Diisi nama anggaran. dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab. Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi nomor surat usulan SBK.

1 2 1 1 Penelaah DJA Tanda Tangan 123l Tanggal .. . . . . 2.1241 Tanggal .. 3. .. 4.(271 Penelaah DJA TandaTangan ...1221 Nama/NIP 1.. . Disetujui Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP . (2s) Tanda Tangan . Kementerian Negara / Lernbaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (4) (5) (6) (81 (e) (101 SBK (lu Volume (t2l Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (i4l daLam ruDnl No AKUN (15) (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan 1. Tanggal ..126l... .. Jumiah Catatari: (2sl (18) (le) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1 . 2.. 2. ..... (291.u T A H U NA N G G A R A N : . ... . . . . . .. ..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -15- Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA I(ELUARAN . .. .(. . .. (28) Nama/NIP (301 Tanggal (311 Tanda Tangan (321 ..

KEUANGAN MENTEBI INDONESTA REPUBLIK -16- PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK. dari Ditjen . Dt*ffi (21 (3) (4) Disi nama program hasil restrukturisasi program. ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Ne gar a I Lembaga. (25) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran @elesaian penelaahan. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN. Mator Dtt* ""ttt" *t""n kinerja kegiatan. 33 laporan LHP' (t2) (13) (14) Diisi total biava keluaran. (e) (10) ( 11 ) Diisi volume keluaran kegiatan. eselon (1s) (16) (17) (18) (1e) (20) (21) (22) (231 (24r. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi volume keluaran kegiatan. Contoh: 5 peraturan PMK. 33 laporan LHP' Diisi nama SBK. 2OOotangpeserta. 200 orang peserta. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara I Lembaga. Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi nama unit eselon II (s) (6) (7) (8) Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program.

Diisi tanda tangan pejabat eselon III penelaahan dari Ditjen Anggaran. yang menyetujui hasil . Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang peneiaahan dari Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Kementerian Negar a I Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. menyetujui menyetujui hasil hasil dari Ditjen hasil (26) (27) (28l' menyetujui (2el (30) (31) (321' Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.

l2el Tanggal .261 2. (23) I Tanggal l22l Nama/NIP 124l Tanggal (2s) Tanda Tangan .. (30) Tanggal (3U Tanda Tangan (32) . .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -18- Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (l) : TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a I{egiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (3) (41 (51 (6) (71 (81 (e) (10) SBK (l l) Volume {r2l Total Biaya Keluaran (131 Keterangan (14) dalam No ].|. 2. Jumlah Catatan: l20l (18) (1e) Ditelaah Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP T (21) Penelaah DJA Tanda Tangan . Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP l27l Penelaah DJA Tanda Tangan . . (1s) AKUN (16) Usulan (171 Hasil Penelaahan 2. (28l- Nama/NIP .

KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLTK

PETUNJUK PENGISIANCATATANPENELAAHAN USULAN SBI{ SEBAGAI INDEI(S BIAYA I{ELUARAN No (1) Uraian
Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian

(21
(3)

Diisi nama unit eselon I

(41

Disi nama program hasil restrukturisasi program.
Diisi nama hasil dari program. Diisi nama unit eselon II. Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan.

(s)
(6)

(7',| (8)

Diisi nama indikator kinerja kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi indeks SBK yang disetujui. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi kode dan uraian akun. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi tentang penelaahan. hal-hal khusus yang terkait dengan proses

(e)
(10) ( 11 )

(r2)
(13)

(14)

(1s)
(16)

(r7l
(18)

(1e)
(20) (2Ll (22)
(23)

Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian NegaralLembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negar a / Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a f Lemb aga. eselon IV dan pelaksana dari

Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.
eselon IV dan pelaksana dart

(24)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.

dari Ditjen

(2s)

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

No

Uraian
Diisi tanda Anggaran. tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen hasil

(261
(27l, (28)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari l(ementerian Negar a f Lem,baga. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.

menyetujui

(2el
(30) (31)

pejabat eselon III yang mg.t penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon penelaahan dari Ditjen Anggaran. III yang

menYetujui menyetujui

hasil hasil

(321

menyetujui

hasil

KEUANGAN MENTERI INDONESIA NEPUELIX - zL -

Format 7
Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REI(APITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI
Kementerian negara/lembaga :
(5)

(r) (21 (31

Tahun Anggaran

No

1
I

Unit Eselon I .SBK 2
Eselon J (61 SBK Total Biava Keluaran sBK A t7l

Volume 3

Besaran

Keterangan

4

5

A
I

(8)

(e)

(10)

2
3

SBK B SBK C . dst

B I 2 3

SBK Indeks Biaya Keluaran (11) sBK A SBK B SBK C . dst

(12)

(13)

(14)

II A 1 2 3

Eselon I
SBK Total Biava I(eluaran

SBI{ A SBK B SBK C . dst

B 1 2

SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C .. dst

3

(1s)
(16)

(18)

lrTl

(le) (20)

(18). (I71. ""t" Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga anggaran. dan Uraian persetujuan SBK.t Eselon II Kementerian Negara/Lembaga' Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran Ilillml' (r7l (18) (1e) Diisi Nama Direktur AnggaranIlIJlnl (20) Mr Anggaranrlrllrrl Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah telift dari satu halaman. (16). keluaran kegiatan yang disetujui' anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (e) (10) Diisi total alokasi keluaran kegiatan. indeks biaya keluaran yang yang Diisi dengan angka 1 (satu). {2) (3) (4) kode bagian (s) (6) Dtt"t (71 (8) Dtt"t SBK T"t"l @me ""*" ""tt "selon I dan kode eselon I. ffi Biaya Keluaran Yang disetujui. informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dtt"t t*"b"h"" Total Biaya Keluaran. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga @at Dit-t NIP P"l"b. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Dffi Pengusul. . dinas. nomor (15).KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK 22- PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASIUSULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Minas Dtt=t t""gg"l Diisi nomor nota dinas. (19) dan (20) d.iletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pej abat yang bertanggung jawab. (11) (r2l (13) (14) Diisi besaran besaran dana disetujui (1s) (16) informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dti"i tr*b"h"" indeks biaya keluaran yang disetujui. contoh: pelatihan 3o orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi tahun anggaran berkenaan. contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari.

( 1 ) .. (6) Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran (71 .. biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui Standar Biaya Keluaran Keuangan dalam penyusunan (SBK) tersebut di Penghitungan satuan biaya tersebut telah dilakukan secara professional. (21 (3) (4) tc. . . NOMOR:.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -23' Format 8 SURAT PERNYATAANTANGGUNG JAWAB MUTLAI{ . . Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.. efisien. dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Kode dan Nama Satuan Kerja Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran Yang bertanda tangan di bawah ini. saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. . efektif. . . satuan menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas oleh penggunaan Menteri atas...

pejabat Pengguna Anggaran/I(uasa Pengguna (s) (6) (71 (8) Diisi NIP/ NRP. . Diisi tahun anggaran berkenaan. nama Diisi Anggaran. tanggal. (41 Diisi nama usulan SBK. Diisi tempat.MENTEHI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -24- TANGGUNG JAWAB MUTLAK PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN No Uraian M (1) (21 (3) ffimakegiatan. bulan dan tahun.

FI X o 6 H 6'q qs o{ aa o d p F iD x u s UC !) gQl >.'-Fd o^x vL -- 3ZZ z H . 0q 0) f! 5 F-'t F r{/ F €|ord ooo trtss g. r a @ a ag gq co oli d= oJ.H bhi po n -0 . o9d Fiold "d n Lp .z r! tH z L-J u w z X .'t E p r:4.fr N. F 5S @ zg I a trj a 'd t- e (1 \i t{ H= at rv== 9 Z e . o h n0 o o H0q NP ko DP.

Sifat Biava Pengelolaan data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditinekatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama c. Mencermati keluaran kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun. Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis Lainnya. 3.CONTOH 1 SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNANSBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIKINDONESIA Kementerian NegaraI Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung . Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/ tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Asune a. kegiatan Agung mempunyai Badan Urusan Administrasi Mahkamah Pelaksanaan Pen5rusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis LainnYa Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya .RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: 1. 2. . Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. b.

Pelaporan peniniauan untuk diiadikan rekomendasi 4 .1olungKatKan.Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan I r QK' dibentuk l. Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan 1_ Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ' D. Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk t.. Persiapan bahan-bahan yang berhubungan organisasi dan tata keria dengan Biaya Pendukung Biava Pendukuns Biaya Pendukung Biava Pendukune Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama e . h. " menjadi rekomendasi g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27 - d.. . Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk r' " di. Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan ^ c. Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk meniadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkaj ian ketatalaksanaan peradilan s..ladikan rekomlnd. Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h. reKomenqasr bahan-bahan yang berhubungan dengan d. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan yang data pendukung lainnya dapat dipertanggungjawabkan ke Biaya dalam Aplikasi Standar dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Rp D* Kp '_ RP Rp Rp n_ KD --rRp Rp '_ t(P Rp p. Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a. organisasi dan tata kerja e.P Rp n___r(Pxxx'xxx xxx xxx r:r:-__r__. Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan 1. T:::f:. I Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk diiadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pensadilan k. Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA xxx xxx xxx )o(x xxx xxx xxx xxx )c(x :orx r^/ .asi j. Penelahaan dan pengkaiian organisasi pengadilan f. Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk L Q ' i I..

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28Dengan demikian SBK yang d"iusulkan untLrk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi Mahkamah Agung RI Kelembagaan Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx. untuk selanjutnya diajukan olJh fepala Bad. Itl . Menyimp an (backup) d.q.ata SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. 7 . Menandatangani gsulan dan rekapitulasi usulan SBK. 6 . data pindukung lainnya serta data pendukung (baclatp data) Aplikasi SBK. Direktur Jenderal Anggaran. Membuat rekapitulasi usulan SBK.an Urusan Aclministrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c. dilengkapi dengan KAK/TOR. Ree.xxx 5 .

review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan.Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Klasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran. r Pengadilan Negeri Pandeglang. Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/SEK/07 lIIll2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI. Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penJrusunan rencana dan program. prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan. q/ . Dalam rangka pencapaian hai tersebut diatas perlu dilaksanakan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA _29 _ CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara I Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Mahkamah Agung . Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung meliputi peningkatan kelas. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan.RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Indikator Kineda Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume A. B .RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya . anggaran. Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta pen)rusunan pembakuan sarana kerja.

. apararur p"ru. yaitu.-ab pada kebenaran dan keadilan masyarakat. Pengadilan yang akan dibentuk adalah ' Pengadilan Tinggr Agama Kepulauan Riau .grn Vl"fttamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya.i<hirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan.u. 49 T-ahun 2OO9.Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1. .*. SO tafrun tentang eera"dilan Agama. beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum semarang 2) Peradilan Agama : ' Pengadilan agama Muara Bulian ' Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b).ur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembe'ga penegak hukum yang transparan. Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pemekaran wilayah kabupaten/ kota.REPUBLTK')"r.Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yar-Lgaaa ai Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di + lingkungan peradilan yang dipertegas oleTrUidang-Uttd. 3.t datangi lokasi yJng telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadGn dan pembentukan pengadilan dan dengan melibatkan ri"ngadakan plt gt 4i"tt dan evaluasi dengan "". Pengadilan Tinggi Agama Denpasar ' Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat ' Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C. Terciptanya Organisasi dan Tata Keda baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4.Undang51 Undang No. akuntabel dan berkualitas serta memih. Terciptanya pembakuan barridalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingku. diharapkan pelayanan hukum dapat diperluas kesempatan ni. D.Pembakuan Ketatalaksanaan diiaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosed.J:"'^ MENTERI KEUANGAN . dengan L"ru.ttg No.asyarakat *"*p"iot"ft sehingga pada b. Strategi Pencapaian Keluaran 1. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola. akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d).iil"n dlbagian tertentu dalam kegiatan review t<epada para organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan. Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2. Undang-Undang No' Tahun 2OO9tentang Peradilan Tata Usaha Negara' c). Pengadilan Negeri Rangkas Bitung.

c) Pembakuan Tata Laksana { -- Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain. 1 =---====. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lai4 1. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan. b) Reuieu Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradiian untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat.3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi rekomedasi untuk disampaikan kepadapimpinan untuk ditindaklanjuti \k"-irrstansi terkait. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -31 - 2. Ta}:rap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas ke usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan Perencanaan dan Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan. d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengddilan--dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan.kg Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan OrganiS-asi Bqdan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi---clan--Tata Laksana. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan.)Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan peneiaanan-dtrn -pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. Dari banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tataiaksana dilakukan: . 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi L rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan.

ata dari invetarisir surat usulan yang membentrrk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan' -'*".ilannya untuk Jisampaikan kepada ditindaklanjuti ke instansi terkait' E.RI berjumlah Rp***.""*. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi Y?'g sudah ditetapkan. . sebagaimana RAB terlampir' Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Biaya Yang Dibutuhkan Agung Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah .MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK ]NDONESIA masuk hingga 1) Pengeiolaan d. Penanggung Jawab NIP."u'" pimpinan untuk dengan jenis perad.. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran terus menerus Keluaran kegiatan y"ttg terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai setiap tahun anggaran. ttl/ . pelaporan dari loka-t su{ah. F.dilikukan peninjauan' kemudian 3) sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dilakukan penghimp.

o?FE tsPS tsr'r tr. Ep nt H FPP o 5' F ct }U p H nr '(J ts z * . J 0 ) P l tqSq Fi B r. fiK fi I HE.rP p.t H o r-+ u (-- .J n H p H P H p P Fd o FJ P n s) g) o Fl 0q A) p tJ i\ PA) Eli oC') !'F) oE 5F) rnP np xia brW FI A) H < i'PH HP 0)n P p f' P n o p (l) EflgHF[re*giH :dFTEFE E'FFF< P g.FIEFfi F H HS 6 ii: a L Ep 5 Bn :z o + Hcu p a'l q.:R oPf F?(r) E@= cx eP g ["x FH..d>pH >oEFF P x .S 0)u.ar fH + E -6' B fi H H $ '5 :F P}JH sd gIPq) f F: € ti X X X X il cffuo 5HF.[ t> cDoc Pl m < lj LJ ld irr 6' Qru H HX o a H H $H.9) i5 g P Ed irr o l-{ Ol UH otr hr 0) p d1 d n1 c-X o Q .1 !) p Er P P ij') a hi a* o 0) F oq D) F.| gH 1 X X X X ct X .rJ /tJ 0) B p q9.> mc) CD> G!) r< ijP tJ rq FH 5H. $ a iE H tu >c IiH. 5P " E qF r ' o 5P Z o qq p '\ HB .E Pil UH N 6ts.. p iJ 0) $h FF ho pp w p Ft (l) d.q '' A. o.PPh' PP.!. ci F H H 0c E 6 -1) 5€ irY F EH ffi$ 6StsK' .ta Hphjp 8 H w. [ti #B 6 B t il X X X X H H> offi o X X X X t X X { X nP ^.HH <pzfr (J) oc t. p. .*' A. .O z oFDX <cDFi xc oB :c b) 'dcx :BO (tl t\) ( ! o ts H H N) n 0 q i)o H g- 'd'd FgF w.z r !cm I i X- ' 2. F E P.

(h E o Ed n )c o H H H \-.J o Fl p) a H . t\) H td'd ia o.c4 DF] 4H V) r+ to -o 0i ilo *B$ Fp F)E -. CD DPl EH D)-< rt p s? lv x0q gEU t cr d H 9) H o o a oq X p H a 0c o rd p -. o c+ n H sl F U F) F) H p H tJ U) P{ H H t' F) (t tu o x n a .tI HH H (^) CJI N H N) (Jl N) H t\) t\) Yo" -e (to ats.Y H o A) v. g U' o r+ rf tfP D AIFd '\ i) il. p Fl w o ltr.i H H G td H tr o H H .l FI d: H p t'r) H Fl u 0q tr v) p a o H gq !) gq H '\ p a) H p H p g n H p H oc p !D H A) g F) P 0q X o d1 .H HP Pnl Fg vrd HO 5H HP PH t\) H H t r go E o0) HHH PPY P. p) H p p) ts gq a P< gm Pni r-]g xzm oc o> zz rn 6) u>> I OJ + >z X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X N X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X . H i7r ll H.o + (. F. w n1 Ft H }J H fpi!c o a ) F FR ots HH 'U o 13 Ft H H 6. d 0) p) 0l F{ € pl k P p tr' Eg o. n H H o Ltr. o p) FO rt o P H - r.P r+ a (l U Fl E !) P H FJ CJ.P UP p a.. !) H P H I o F. uc 0q o H H tr !l rl z H I A) A) a) Al H p) .J. ^tD >'u Fl b) HA aA) H. 0) fi Fl 5 xH (aH ti @t n1 o H tJ 11_ )v a r+ $ H 0qtr '^lH H H o P p $ H 15.+ fi F' a) o Uc. F l. f o.

p H H .l w o o) H 6.o w H o 'd tt p f|l p H P r+ o Ft o 0q H FX 'H 6h9 -' r n1 H ! F) H s) F) H P * { JC o 0c H E id H oc H H z H P o H 6 X a o 11 Ft e. E-i LA.1 X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X il X X X il X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X H X X X X X il X x X H X X X X X X X X X X H X il t X X X X X X X X X X il X X X n X X X X . . H p H rJ H (..1 P F ! p t\) tv H h-l p. 4 vt p H g g ct) r : + i'6 r tu o H i! P. |.! F) H gq Fl r+ o r+ P - rt p) o c+ € c'. p H p (tt .H @ '-l (Jl a\ (Jl Ctl N) N) H FU'g oo .J ..J o p) n a p H gq p H r-l !l F r< -t t\ F) H p ol p 2.t. oF) ia(D 01 a p Fl H a+ h-t a n r. H tIJ m 0) H !) H I DP h.F D i-J 11 .ts. o H p) H P pl - gq o I A) v) o H p) F) H H F) p n (/) + 0q H A) H H H p H (h p H P A) p a p H P (l) 0q p) o o H e. p p E It o F) H 6 uJ H w p) P - F)H -P t+ o Fl t+ nl X H onr P p td p d Fl nt H a-O u.= lll m ts4 = I ttl n x= zfm ( c 9t mo >L 9.H uv PA FF1 F' n1 HH p H o H P o p p p H oHo H n. lD H H e.F ) !) H ru o (/) Fl ul N) N) H KP (y H q. |J 'rJ | u .^J oo -.i A)p) 4H P ira lv H P. 50 ) -n H D H .

U p ts! F) o H o o (+ I a X 'o H..!.1 l4Y F) p H I { 0g Fl F) Ft /\ a '\ H 0a p H o H t) orq p .1 n i.+ 'l A) pl l< um :z L --l qrd xzm oc o> zz mo CD> . o rl (. H H Frl *b I+ gq gs LJ o H ff A) H g .o1 E5 . nc= o a) A) a+ H p) UFt 'U o oH0 ) F. p) iJ o 0q p H p oq H P .rd o p Ft H 6 pr 'rJ o H lJ r.e 'o H H z H FO n o H H tr .: Ol irr \J 0) ol N N) td N) o 0q p 0) H ^tf (rl t\) ts N) lJ HH v^- (/l N) g€ l/\H p t\) (n r+ f-'1 'U H ptsu (no F.!- s) a H F] p) a p H hd F) H |i g) H H o H 0q.(D n E Fr H s) w a) H F) H P . P H H F*i tr t' nt F) 5F m '(J td Ft H p f1 @ 5 ap{ H H d. o! p H w PH p.N) N) HH t\) N) 6.5. Frl 9) H H F) td H H d 4 p a 7. p H H a.z r-tr X X X t t X X X X X X X X X X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X X Rt X X X X X X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X . Ed o r. LM* ' U pn U pl F d. FE w o $ Do) HK iF) rl H P ts: X o Fl a+ H nL oiAA r+ P n1 'lJ a f. P p) i + o nlH @ iJ- ra -- 0q g . $ l{ Hr UH OaHti Yts) l:.t w p H 7i o' H H ar H 15.i .ts.iHP PH N) H >'! H! aA vn 4.+ (a |.1. p 'i a) p) F) r.t H {x xa. li H !=. H Pi o n1 q g) p H ...

d ^ p w 9l iJ r -l H t- m p c z n H (h F) H td p) FI .2 !/ X il il X r z p "d o F X X X X X X X X ot H 0q H 0c X X X nl k € o oq FI - X X .(J o i H o H 0q p) p H 0) H 0q F) lJ p) c/q I H r) t\) H z m H pl orq iJ tr p z td td rl p H o H o !) Tm < u L I 0q 0c A) !D wm n vz --.l F) H 0c F) H i) @> .t\) H t-l z H P r+ (u ol F) Fi -'l z 'd H Ul N) o -l Fl n N) *l grl gq F) H P o H nl t tEd E 'Oo id o iiFA H td o p H HS6 ts:! !l-LJ 15. X ii L'J H Fil H .1 U r-l F) H xx -zm oc c)> 7z ilt g p .i..

Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah Non-Pemerintah.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38- PENYUSUNANSBKINSTITUSIPEMERINTAHDAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMANTEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Kementerian Negara f Lernbaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar NegeriMelalui Kerja Sama AS{AN Diiktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Pemerintah dan Non. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan menentukan sifat fi"yr dalarn-komponen/tahapan sebagai berikut: No Sub Keluaran dan TahaPan-TahaPan ASEAN Perencanaan Sifat Biaya Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung 1 . -*"**-tt""a) b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2 .lumtafr Institusi Pemahaman Pemerintah yang Memiliki Teknis Sektoral dalam Kela Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah Nondan Pemerintah Institusi 24 Pemerintah Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: diusulkan 1. Dalam program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Bidang Uelalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Ekonomi. Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan Negeri men3aai SBK. serta 3. dan 2. WorksLtop Illeqal Loqqinq in ASEAN a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan .

Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmasing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biava Rp1. 5.OO8.792. dilengkapi dengan RAB.6O3.OOO Jumlah Institusi Indeks Biava per institusi = Total Biava dibaei 24 Institusi Rp66.q.OOO Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Satuan Institusi Biaya Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Rp66. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c. 8 . Direktur Jenderal Anggaran.792. Membuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK). Membuat rekapitulasi usulan SBK.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -39- 4. data pendukung lainnya serta data pendukung (baclatp data)Aplikasi Standar Biaya.000 6 . Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara memasukkan (input/ rincian alokaii anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungiawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. . Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66. Menyimp an (backup) data SBK. 7 .000 per institusi.7 92. 9 .

-* hl (-P Frtr X X X X X X X X X X X X cKcu 'itr6' tr kq tl ci tr FI 9) H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X fi x \ a a -t N o r q- \ . KBS -. ni I r."' t H t .F8. *zui'F 3 ryH HHgHBEBEF: " 9uu PO) natFE'EgFg EE$E EiH o H I= !lm :1 r !gm L_tr XI FX q H 5 6E ' cn> . p orq pc F" F' .fEiglFrFFqg E ' P .n: 0) p) i PF'"$EH ff $'B ?o iH oh't.f Ul N . 0) H nl H H p z N p) FJ ) p H tH H .g 9. s) H a H F) H o 5 . '.H> ti9iD tri$H I H P '-[ FF $ il 0q A) O o r+ H o H w tr o o pl F) H o p a H -s Iq a\ p) w D E. 5 HFg "Eq S iJ S F FFSFryFF f tt &ei*'il.u.8. h' U) s) iJ a N al' t\) H N) t\) D) A H H Hp v) a H .N) H ts U) H P. p o 9) H P : g $ Esrs a Fsr + [ ff $ g[r *gHl I aeB i $ B.fl o.Hs) p) cD PB g' A' p H l"_ n. p.z lTt 0) E F F.J< 0) E Pi .q ?74-. H P * 5 d € r^ tE -z cW.8i H g.> mO <0g (l ) tsF HEd k c0) r '.r Fl 6 'F d H Fi X X X X X X X X X o F T EH Hg t= J o-E X X X X X X .1. rnP B> pP rc iJ ts 5. f l . e z .r -* h B H.J 0) F) tJ tD H H $ fl$v-8r. H " Z E9 ' H O FrniFScupE{F 5 9 rd (D H H z FH. o !) (Jl N) .FFs Fc.6 c F F p." s Ea$ F{i m el? H r.q€ F$ '_Fe s-.

F N) N) N ts P H ! w o 0) wo d o F) A) 5 H p) FJ w w n1 Ft H \o Fil 8.= PS x= zm a> Fz 9"= rnO X X X X X X il X X X X R H X X X X X X X X n X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X il X x X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il H X X X X X X X X X HX X X X t X X X X X fr X X X X X X X X X X X il X X X X X X x X X X X X X X X X X X X X a X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il .o H H H Frl F A td OJ N) A (.t) o d FJ p (tl 6. P H H H P P P P F) p A) p) AF t. p) F) Fri Ed H H N ts \o w o 0) ft n1 t0 a) a) H D H 5. w F) A) w Ft F] )q H p F) H t0 a 9) g) n) F) H o H w o o A) F) H . (J) a+ \J o H cr € ' o . o }{ H rrl p H (Jl Ul I w \) B N) ul ul H N) N) o n1 t\) a r a. Es) p t w A) Fl g) p H H H H E. p w p Ft nl H Ft H F) Ft' $ H P )c z t) z P a-\ p H P a ffj n H FD H H z /1 U Ft n H z o p Fl n z U P tH P tJ z o p (h H p U) Fl p @ H p a H H.1 >i. o A) v) P !) p. p F{ o w p) o z .u @ r+ a 4 H Ul (tl P ul w N) v) N) r-l p FJ (/) t\) t\) t\) a+ H H F Ol N) N) H \o N) H t\) v) A) H D) 0) H v ul N ln Ul t\) H -. tH H P t' p H H z s) tp) H H P !D 0) t' !) H.. p) H o oi H w o H a a N \o fTl w H v) r+ N) N) H - \o w w o o p) s) P t.

z *l oq p.a ..i €E ?FA E oz €o FZ U Fi \' H o H p 0q H p 0c e oq o o I € lD oP{ o t! b' o (r) { @ N) . "J p) 0q F) H tz t> IZ N z d . w o n\ H *l pl p p H d. H P IJ RK hz vt4 A-H P. z L.H r+ o A) L.-.-r! !l Fl .J n L....i a TE ts rE Ctt t\) N) F K n H f1 H \.P F-i z *< :z u{ ttT !!m a FJ p x= zm (fC rv r p' rtAI m6) @> o> zz . -l (1 l-1 H t'.^ o 00 ..^ o 0q F) - .