P. 1
Standar Biaya Umum TA 2013

Standar Biaya Umum TA 2013

|Views: 143|Likes:
Dipublikasikan oleh Rihan Joey

Permenkeu

Permenkeu

More info:

Published by: Rihan Joey on Jan 29, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

'"EH[,,1il1?

1"^
i ENTERI KEUANGAN

W

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA N O M O R 3 7/ P M K . 2| 2 A L 2 0
a

TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (S) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Pen5rusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2Ol3 1. Peraturan Pemerintah Nomor 9A Tahun 2O1O tentang Penlrusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O1O Nomor I52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 57781; 2. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2O1,O; MEMUTUSKAN:

Mengingat

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan: 1. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negaraf Lerrrbaga yang selanjutnya disingkat RKA-K/L, adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian NegaralLembaga yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 2. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan baik berupa Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam RKA-K/L.
//

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2-

3 . Standar Biaya Masukan adalah satuan biaya berupa harga
satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menJrusun biaya komponen masukan kegiatan. 4 . Standar Biaya Keluaran adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.

5 . Harga Satuan Biaya Masukan adalah nilai suatu barang
yang ditentukan pada waktu tertentu untuk biaya komponen masukan kegiatan. penghitungan

6 . Tarif

Biaya Masukan adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan. biaya yang satuan adalah 7 . Indeks Biaya Masukan masukan gabungan beberapa barang/jasa merupakan untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.

8 . Indeks Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang
menghasilkan satu volume keluaran kegiatan. 9 . Total Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang menghasilkan total volume sebuah keluaran kegiatan. yang Mutlak Jawab Tanggung Pernyataan 1 0 . Surat pernyataan adalah SPTJM selanjutnya disingkat pertanggungjawaban Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas penggunaan jenis satuan biaya di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Pasal 2 Standar Biaya Tahun Anggaran 2OI3 terdiri atas: a. Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2013; dan b. Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3. BAB II STANDARBIAYA MASUKANTAHUNANGGARAN2013 Pasal 3 Anggaran' 2013 (1) Standar Biaya Masukan Tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a berfungsi sebagai acuan bagi'Kementerian Negara/Lembaga untuk menJrusun biaya koinponen masukan kegiatan dalam RKA-K/L berbasis kinerja Tahun Anggaran 2OL3.

r/

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3(21 Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3
.a

sebagai acuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan batas tertinggi yang besaran biayanya tidak dapat dilampaui dalam penJrusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2013.

(3) Dalam

rangka pelaksanaan anggaran, Standar Masukan Tahun Anggaran 2OI3 berfungsi sebagai : a. batas tertinggi; atau b. estimasi.

Biaya

(4) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3 sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan besaran biaya yang tidak dapat dilampaui.

(5) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3
sebagai estimasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi prinsip ekonomis anggaran dengan memperhatikan pada ketentuan efisiensi, efektifitas, serta mengacu peraturan perundang-undangan. Pasal 4 ( 1 ) Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 yang berfungsi sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(21Standar

Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 berfungsi sebagai estimasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 5

Selain Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Menteri Keuangan dapat menyetujui Standar Biaya Masukan lainnya berdasarkan usulan dari Menteri/Pimpinan hal-hal antara lain Lembaga dengan mempertimbangkan sebagai berikut: a. kekhususan satuan biaya yarrg dimiliki Negara/Lembaga; oleh Kementerian tertentu;

b. tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan/atau c. daerah terpencil/daerah perbatasan/pulau terluar.

,/

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4BAB III STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 Pasal 6 ( 1 ) standar 2Ol3 Anggaran Tahun Keluaran Biaya b berfungsi sebagaimana iimaksud dalam Pasal 2 huruf sebagai acuan bagi Kementerian Negara/Lembaga untuk kegiatan dalam RKA-K/L biaya keluaran *"ttfrr"ttt berbasis kinerja Tahun Anggaran 2013. (21Kriteria keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi Standar Anggaran 2OL3 sebagaimana Biaya Keluaran rahun dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. yarrg jelas dalam d. batas tertinggi dalam Anggaran 2Ol3.engan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan.' Standar Keluaran Tahun Anggaran 2}rc berfungsi sebagai : a. Standar Biaya Keluaran berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi anggaran d. . merupakan keluaran kegiatan yang bersifat berulang. b. (21Dalam rangka pelaksanaan anggaran. b. bukan merupakan keluaran kegiatan pengadaan sarana dan prasarana. bukan merupakan keluaran dari Komponen Kegiatan 001 dan Komponen Kegiatan 002. mempunyai pencapaian keluaran. dan/atau Kementerian 2) bahan penghitungaq pagu indikatif Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2OL4. referensi untuk: penyusunan RKA-K/L Biaya Tahun 1) penyusunan prakiraan . (3) standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2Ot3 dapat berupa Indeks Biaya Keluaran atau Total Biaya Keluaran. mempunyai jenis dan satuan yang jelas dan terukur. komponen/tahapan c. Pasal 7 ( 1 ) Dalam rangka perencanaan ar'lggarar:.maju. dan e.

Tahun pen5rusunan Standar Biaya Keluaran Anggaran 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1).q.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5Pasal 8 ( 1 ) Kementerian dan men5rusun Negara/ Lembaga mengusulkan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 kepada Menteri Keuangan c.q. Pasal 9 Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OI3 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. Direktorat Jenderal Anggaran Standar Biaya penelaahan atas usulan melakukan Keluaran Tahun Anggaran 2013. Satuan biaya lain yang tidak termasuk Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 dengan mempertimbangkan kepatutan dan kewajaran harga satuan biaya dimaksud. Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5. (s)Berdasarkan (6) Tata cara penyusunan dan penelaahan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 tercantum dalam Lampiran dari terpisahkan bagian tidak III yang merupakan Peraturan Menteri ini. Kementerian Negar a f Lembaga menggunakan : a. usulan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). negaraf untuk pejabat (41Penggunaan satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai SPTJM yang ditandatangani oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan dilampiri data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan. . dan/atau b. Kementerian Keuangan c. (21Dalam (3) Satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dikecualikan terhadap satuan biaya fasilitas penghasilan dan menambah pegawai negerif non pegawai negeri. Direktur Jenderal Anggaran.

t wffirffi *RW -6BAB IV ftlElffEnl lfl=UANt]AN lNDoNuslA HEPt't. *\N. MARTOWARDOJO Diundangkan di Jakarta pada tanggal9 Maret 2OL2 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. orang setiap Agar pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia' Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Maret 2OL2 MENTERI KEUANGAN. ttd. ttd. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2OI2 NOMOR 287 Salinan sesuai dengan aslinya ENTERIAN ii .Jl-ll( KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan' memerintahkan mengetahuinya. AGUS D./.^m. -.W.

5 miliar f.o0o Rp2. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a.O8O. Nilai pagu dana di atas RpS0 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.430. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.0O0 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.000 Rp3.O0O Rp930. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.0O0 Rp82o.d.d. RplO miliar h.d.O0O Rps. Nilai pagu dana s.d.O0O Rp3.250. Rp2.d. Rp50 miliar j.69O.d.00O . Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas RpSOOmiliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50O miliar s.580. j.0O0 Rp1.d. Nilai pagu dana di atas RpZS miliar s.0O0 Rp2.t97t0\Bl'PUB IND. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.01o. Rp400. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. RpTS miliar k.d. RpSOOmiliar n. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rpl0O miliar s.00O Rp1.d. Rp250 miliar m.d.d.5 miliar s. Rp250 miliar m.61O./ .0OO Rp99O.S miliar f. Rp250juta c.TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 20T3 ' LI K ilBffi fllwft . Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.oOO Rp660.d.0O0 RpSr0. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.0O0 Rp7OO.S miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun PEJABAT PENGUJITAGIHAN &PENANDATANGAN SPM a. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rploojuta s.00O Rp2.O00 Rp48O.58O. Nilai pagu dana di'atas Rp250 miliar s. RpZS miliar k. Rp5 miliar g.d.d.5 miliar s.9rO. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.000 Rp3.d. Rp5O0 miliar n. Rp10 miliar h.000 Rp1.330.OOO Rp72O.O0O Rp2. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.d. Rpt0O juta b. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp5O0juta d. Rps0ojuta d.Rp7S0 miliar o. Rpl miliar e. npSO mitia.d. Rpl triliun p. 1.00O Rp1.d. PEJABAT KUASA PENCGUNA ANGGARAN a.2. Rpl miliar e.d. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s.d. Rp25 miliar i.d.830.000 Rp3.d. Rp10 miliar h.d.O0O Rp6l0.O0O Rp2.d.000 Rp88O. Nilai pagu dana di atas RpZS0 miliar s.5 miliar f.58o.0O0 Rp57O. Nilai pagu dana di atas RplO0juta s. Rp2. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Rp25Ojuta c.d.OO0 Rp61O.d.d. Nilai pagu dana s.O0O I.00O Rp970.250. Nilai pagu dana di atas Rp2S miliar s. Rp25 miliar i.d. Nilai pagu dana di atas RplOOjuta s.580.O0O Rp1.d.78O.0O0 Rp3.d.040. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.23o.520. Rp5OOjuta d.d.620.0O0 Rp1.590.d.110.d. Nilai pagu dana di atas Rp2.d.OO0 Rp2.d.58O. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Nilai pagu dana s.d.08O. Rp750 miliar o.NESIA H*d LAMPIRAN I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDARBIAYA MASUKANTAHUN ANGGARAN 2Oi3 YANG BERFUNGSISEBAGAIBATASTERTINGGI PENIINGGUNC . Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s. Nilai pagu dana di atas Rp2.0O0 Rp3. RpS miliar g.000 Rp1.890.OOO Rp770.'AWAB PENGELOLA NEUAIVGAN r. Rpl triliun p.0OO Rp83O.d.d. Rpl00 miliar l.d. RplOOjuta b. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Rp50 miliar j.44O.0O0 Rpl. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Rp25Ojuta c.0O0 Rp4. Rp500 miliar n. Rp250 miliar m.3. RpS miliar g.OO0 Rps. Rpl triliun Nilai pagu dana di atas Rpl OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp5O0. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun I.000 Rp4. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.850.d.170. RplOOjuta b.05O.000 Rp1. Rp1O0 miliar l. Rpl miliar e.0OO Rp1.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s. Rp25 miliar i. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp50O juta s.250.d. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.O00 Rp4.O0O Rp1.d.000 Rp2.

Rp10 miliar h.000 Rp1.000 Rp3.2. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. Rp75 miliar k. Rp100 miliar l. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d.120.d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rp750 miliar o. Rp25 miliar i. Rp25 miliar i.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s.000 Rp810. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50O miliar s.000 Rp2.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun 2. Rpl0ojuta b. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.000 Rp4.000 Rp3.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.0OO Rp500. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00juta s.000 Rp1. Rpsoojuta d.000 2 HOIiIORARIIIM PE.5 miliar f.'ABAT/PANITIA PENAADAAIiI BARA$G/.d.d.000 Rp2.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. 5 .OO0 Rp1. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2.120.d.020. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s. Rp250 juta c.d.d.580. RpS miliar g.000 Rp4.00O Rp860.5 miliar s.000 Rp1.000 Rp640.'ASA /I'MT LAYAITAN PEIVGADAAIT luLPl 2. RpSO0juta d. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. RpSOmiliar j.d.560. RpS miliar g. Rpl miliar e.d.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun (41 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340.O0O Rp2.090.d. Nilaipagudana s.000 RDg2O-OOO . Rp2S0juta c.000 Rp370.d. Nilai pagu dana di atas RpIOO miliar s.450.d.0OO RpSl0.000 Rp4.550.840.d. Nilai pagu dana di atas Rpl0Ojuta s.d. Rpl triliun p.O00 Rp1.330.d. Rpl0ojuta b.000 Rp1.32O. Rpl0 miliar h. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.000 Rp1.030.d.580. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00 miliar s. Rp2S miliar i.000 Rp2.d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas RpSOO futa s. STAF PENCELOLA/BENDAHARA PENGELUARANPEMBANTU/PETUGASPENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI (PPABP) a.470. RpS00 miliar n. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250juta s.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. RpS miliar g.860. Rp25Omiliar m. 4 .d. I.000 Rp430.d.3. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Rp750 miliar o.5 miliar f. BENDAHARA PENGELUARAN a. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s. PANITIAPENGADAANBARANG (NON KONSTRUKSD a. Rpl miliar OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rpsl0. Nilai pagu pengadaan di atas Rps miliar s.000 RpS.130.5 miliar s.d. PANITIA PENGADAANBARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a.000 Rp6rO.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK t{o lll URAIAN SATUAII (3) BIAYA TA 2OI3 (21 1 .d. RpS0 miliar j.000 Rp310.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2.490.78o.000 Rp2.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.00O Rp760.350.d. Rp2.d. Rpl miliar e.d. Rp500 juta d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp5O0 miliar s. Rp2./ .0OO Rp850. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 Per Paket OP OP OP Rp460.5 miliar f.000 Rp500. Rp5O0miliar n. Nilai pagu pengadaan sampai dengan RplOOjuta b. Rp25Ojuta c. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp1.000 Rp420.780. PEJABAT PENGADAANBARANG/JASA 2. RpTS miliar k.d. Rp25O miliar m.O90.150. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s. Nilaipagudana s.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s.160.d. Rp500 juta d. Rpl triliun p.d.000 Rp570.d.81o.000 Rp680. Nilai pagu pengadaan di atas RplO0 juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2sOjuta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.940. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.000 Rp77O. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.520.000 Rp1. RplO miliar h.0OO Rpl.000 Rp2.d.d.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s. Rp25Ojuta c.000 Rp670. Rp2. Rp50 miliar j.OO0 Rp3.840.270.000 Rp1.000 Rp2.5 miliar s. RptO0 miliar I. Rpl00 miliar l.000 Rp570.000 Rp3.790. Rp75 miliar k.000 Rp980.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1 . Rp7S0 miliar o. Nilai pagu pengadaan sampaidengan RplOOjuta b.000 Rp1.

d Rp750 miliar q.000 Rp2.090.230.OO0 Rp1. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5O0juta s. Rp500 juta f.270.0O0 Rp60O.890.d.d.000 Rpl. n.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp750 miliar s.000 Rp520.510.d RpSO Nflai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s. RpS miliar Rp5 miliar s.000 Rp45O.5 miliar h. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 miliar s.520.OO0 Rp2. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp750 miliar s.840. 3 HOITORARII'M PE.5 miliar Rp2.d.d.d. k. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2.100.640.000 Rp420.000 Rp2. l. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s.000 Rp1.5 miliar f.5 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 rniliar s.d Rpl triliun r.d.'A3AT/PAITITIA 3.O4O.140.000 Rp2. Rpl triliun Rpl triliun SATUI\IT (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP BIAYA TA 2013 t1t e./ .d.d. Rp2.010.d. Rp250 miliar m.d.630. c.000 Rp5.0O0 Rp77O. Rpl00 juta Nilaipagu pengadaan jasalainnya s. Rp25 miliar i. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s. Rploojuta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s.OOO Rp1.0O0 Rp48O.000 Rp2. RpS miliar i. Rpl miliar e.000 Rpl.000 Rp1. atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas (41 Rp1. o. Rp10 miliar j.d.d.000 Rp62O.d. PANITIA PENGADAANJASA (NON KONSTRUKSI) juta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s.OO0 Rp9lO.d.000 Rp1. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s.IT Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLaipagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di QI Rpl miliar s.990.d.520.oO0 000 Rp72O. Rp75 miliar m. RplOO miliar n.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s. Rp100 miliar l.000 Rp3.000 Rp1.450. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas RpSOmiliar s. Rp50Omiliar Rp50O miliar s. Rp5 miliar g.820.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK ilo URAIA.000 Rp3. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rps miliar s.91O. Nilaipagupengadaanjasakonsultansi/jasalainnyadiatas Rp2. Rp750 miliar Rp750 miliar s.d. Rp250 iuta e. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s. Rp2.960.d. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp100 juta s.d.000 Rp2. Rp75 miliar k.d. h.000 Rp2.370.d.000 Rp3.060. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun a.000 Rp2. g.880. i.OO0 Rp4. Rp2.600. Nilai pagu peke{aanlpengadaan di atas Rp250 juta s.000 Rp2. j.d.0O0 Rp3.d.000 R p l . Rp500 juta d. b.d.370.O00 .000 Rp2. Rp500 miliar n.d Rp50O miliar p. PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN/ PENGADAANBARANG/JASA a.d Rp250 miliar o. d. Rp75 miliar Rp75 miliar s. Rpl miliar g.000 PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN/PENGADAANBAMNG/JASA 3.d.d. Rp250 miliar Rp25O miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpsoojuta s.4. RpSOmiliar l. Nilai pagu peke{aan/pengadaan di atas RpS miliar s.650.OO0 Rp1. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rpl0 miliar s.210.000 Rp3.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s.d.230.d. p. 000 Rp91O.000 Rp4. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun Rp330.d. I.d. Rpl .560.750.d.260. Rp100 juta b.d. m.000 Rpl. Rp250 juta c. f.d.000 Rp450.d.5miliars. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s.200. Rp10 miliar Rp10 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s.2.5 miliar s.250.450. PEIVTRIMA IIASIL PEIITRJAAN OB OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP oP' OP Rp33O. Nilai pagu pekeq'aan/pengadaan di atas Rp50 miliar s.000 Rps. Rp25 miliar Rp25 miliar s. Rp50 miliar j. Rp750 miliar o.d. Rp50 miliar Rp50 miliar s.0O0 Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rp450.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s. RplOO miliar Rp10O miliar s.000 2.OO0 Rp1. Rp10 miliar h. Rp25 miliar k.

RpsoOjuta d.d.5 miliar f. Nilaipagudana s. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 4. Nilai pagu dana di atas Rp25Ojuta s-d.o00 Rp730.d. Rp25 miliar i.d. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.000 Rpr.0O0 Rp6l0.5 miliar f.d.d.d.000 Rp880.d.000 Rpr.d.000 Rp2.00O Rp2. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.000 Rp940. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Rpl00 miliar l.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d.oo0 Rp1.5 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.1 10. Rp2. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp25O miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Rpl0ojuta b.OOO 'l/ . Rp5 miliar g.950. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Rp2sojuta c.370.10O. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.O00 Rp3.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK lto URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 (4) IU 4 HONORARIUM PEI{CELOLA 4.000 Rp1.000 Rp430.140.d.3. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d.820.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s.000 Rp1.0O0 Rp2.O00 Rp4.d. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilaipagudana s. RpS00 juta d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 IIOUORARIUM PENGPLOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5. Nilai pagu dana di atas Rp5O0juta s.1 unitAkuntansiringkatKementerianNegara/tembaga(uApA/Barang) Dasar Keputusan Menteri a.d.680.000 Rp570. Rp5O0 miliar n.5 miliar s. Rp500 miliar n.d. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.62O.000 Rp2.00O Rp400. Rp2S0 miliar m.130.000 Rn35O. Rp250juta c.d.2.000 Rp1. RplOOjuta b.d. Rpl triliun p.d. Rp5O0 miliar n.260.d. Pengarah b.72O.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260.d.000 Rp3. Rp250 juta c.d.d.000 Rp3lO.820.0O0 Rp770.450. Rp2. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp10O miliar s.000 Rp89o.000 yangditetapkanatas OB OB OB OB OB Rp7O0.880.0O0 Rp370.000 RpS10. RpZSOmiliar o.I. Nilai pagu dana di atas Rp100juta s. Nilai pagu dana di atas Rp50ojuta s. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s. Rpl miliar e.0o0 Rp1.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Rpl triliun p.170.760. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2.000 Rp420.000 Rp1.d.d. RplO miliar h.260.000 Rp500.d.79O.260. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Nilai pagu dana di atas Rp7S0 miliar Ld. RpS miliar g.380. Ketua/Wakil Ketua e.OOO Rp1.490.000 Rp66O. Rp2.000 Rp3. Rpl rniliar e.d. Rp25 miliar i.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun {3} OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.000 Rp2.d. ANGGOTA a.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp2.000 4. Rpl0 miliar h. RpZS miliar k.000 Rp3.0o0 Rp7OO. Rp75 miliar k.9ro.56O. PNBP (21 ATASAN LANGSUNG BENDAHARA a. Rpl triliun p.000 Rp2. Nilaipagudana s.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d.870.070.500. Rpl miliar e.540.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. BENDAHARA a. Rpl00juta b. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Koordinator d.000 Rp540.d.000 Rp1. RpZS miliar k.000 Rpl. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp2. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Anssota/Petusas OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. Rp750 miliar o.d.030.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Rp2S0 miliar m. PenanggungJawab c.000 Rp3.d.S miliar f.d. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.000 Rpl. Rp50 miliar j.000 Rp600. Rp500 juta d.000 Rp500.280.d.

PenanggungJawab b.GD/ KEGIATAN 8.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAp a.al a.1 6.O0O Ho![oRARruM SATPAM.I 10.2 OJ OJ OJ OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Responden OH 8. PenanggungJawab c. Koordinator peneliti/ perekayasa c. Koordinator c.0o0 Rp2.90o.1 Satpam dan pengemudi I l'2 Petugas Kebersihan dan pramubakti ROIIANIWAN TIM PILAKSAITA KEGIATAN l3. Pengarah b. PenanggungJawab b. Ketua/Wakil Ketua d. Peneliti/Perekayasa pertama Honorarium penunjang penelitian/perekayasaan a. PenanggungJawab b. Koordinator c.2 OJ OJ OJ OJ OJ IIOIIORARIT'M PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN 9.2 Tingkat Pengguna Barang Tingkat Kuasa pengguna Barang PTNELITIAN/PEREKAYASAAN 7.1 Narasumber/pembahas : a' Menteri/pejabat setingkat Menteri/pejabat Negara Lainnva/yang disetarakan b. Koordinator/Ketua d. Peneliti/perekayasa Muda d.3 10.2 OB OB OB OB OB OB OB OB 7.4 Anggota PEIfYULUH I{ON PEGAWAI ITEGERI SLTA Sarjana Muda Sarjana Master (S2) KEBER. Anggota/Petugas PEI{GURUS/PENYIMPAN 6. PElfcEMuDI. Pembantu Lapangan NARASUMBER SETIIIN/IR/ RAKOR/ SOSIALISASI/ DISEMINASI/ I.000. OB OB OB OB OB OB Rp2. Anggota/petugas 5'3 unit Akuntansi Tingkat wilayah (uAPPA/Barang-wlyang ditetapkan atas Dasar sK Eselon I a. Pembantu peneliti/perekayasa b. Peneliti/Perekayasa Utama b. Sekretaris f. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c. Sekretariat peneliti/perekayasaan d.3 Sekretaris 9. Ketua/Wakil Ketua d.l Yang Ditetapkan Oleh presiden a. Pejabat Eselon ll/yang disetarakan d.1 PenanggungJawab 9. ptrucAs ll. Wakil Ketua e. DAN 'RAI''BAKTT IO. Anggota/Petugas 5'4 Unit Akuntansi ringkat Satuan Keq'a (uAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar sI( Eselon II atau unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran/Barar! wuy"t atau Koordinator Unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran WiL].THAN.2 10.5OO.4 Rpr.000 .1 Honorarium Kelebihan Jam penelitian/perekayasaan a. Peneliti/perekayasa Madya c. Pengolah Data e. Ketua/Wakil Ketua d. Koordinator c.2 KetualWakil ketua 9. Petugas Survey f. Pelabat Eselon ItI ke bawah/yang disetarakan Moderator SEJENIS BMN 5.

d Rp25 miliar b.000 Rp460. Rp10Omiliar d.2 16.1 Ketua/Wakil ketua 14.000 Rp250. Sekretaris f.000 Rp450.OO0 Rp400.000 Rp500.d.000 Rp600.000 Rp350.6 Pembuat artikel t6 IIONORARIT'M TIM PEIWI'SI'NAN BT'LETII/MAJALAII 16. Sekretaris f.000 t 7 IIOITORAnIUM TIM PEITGELOLA WEBSITD 17.0OO Rp750.2s0. Nilai pagu dana s.000 Rp330.2 Redaktur 15. Rp50 miliar c. Anggota (3) OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB (41 Rp1.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. Rp200 miliar e.000 Rp810. Rp200 miliar e.3 16.6 Pembuat Artikel 17.000 Rp7s0.000 Rp50o.000 Rp100.0OO Rp22O.OO0 Rp100.00O 1Ii / . Pengarah b.d.000 Rp690.3 Penyunting/Editor 15.0OO Rp750.000 Rp100. Anggota 13. Pengarah b.d.O0O Rp490. Nilai pasu dana di atas Ro2O0 miliar OB OB OB OB OB OB OB OB OB oB.4 Desain Gralis & Fotografer 15.d Rp25 miliar b. PenanggungJawab c.OO0 Rpl5O.d.000 Rp250.IUTJURNAL 15. Ketua d.00O t4 ITONORARIT'M SEKRSTARIAT TIM PELAKSANA KTGIATAIT 14.2 Yang Ditetapkan oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a.000 Rp3Oo.000 Rp350.000 Rp180.o00 Rp450.000 Rpr80. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d.7 Penerjemah l8 OB OB OB OB OB Halaman 1500 karakter Rp500. Nilai pagu dana s.000 Rp1. Wakil Ketua e.5 Sekretariat 15.1 16.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NO URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 tll (21 13. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.00o Rp850. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.2 Anggota OB OB Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp250. Wakil Ketua e.000 Rp300.500. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18. Rp50 miliar c.4 WebAdmin I7.5 Web Developer 17.000 Rp15O.000 Rp4rO.4 16.000 Rp580.000 Rp1.0O0 Rp100.1 ATASAN LANGSUNG PEMECANG KAS/KPA a. Rp350. Pengarah b.1 PenanggungJawab 17.3 Yang Ditetapkm Oleh Pejabat Eselon I a. RplOO miliar d.000 Rp400. Sekretaris f. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.6 PenanggungJawab Redaktur Penyunting/Editor Desain Gra{is & Fotografer Sekretariat Pembuat artikel Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp400.0OO HONORARIIIM PEI{ANGGI'NG} JAWAB PENGELOLA KEUAI{GAIT PADA SATKDR YANG MEIYGELOL^6 AELAITJA PEGAWAI 18.000 Rp500.000 Rp250. Ketua d.O00 Rp4O0.0oo Rp300.00O Rp300.000 Ro570.00O Rp650. Anggoia 13.000 Rp7OO. Nilai pagu dana di atas RpSOmiliar s.0o0.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a.3 Editor 77. PenanggungJawab c.000 l5 IIOITORARII'M TIM PEITYUSI'N.1 PenanggungJawab 15.000 Rp300. Wakil Ketua e.2 Redaktur 17. Ketua d. PenanggungJawab c.d.5 16.

Nilai pagu dana di htas Rpl00 miliar s.tO Anggota l9.000j Rpsso. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar s.3 Narasumber Kelas C | I 22 D/rN HONORARTUM pEtryELEl\rccARA UJrAr{ lVAr{Asr | 22.OPISEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN I 20.000 Rp15. RpSOmiliar miliar OB OB OB OB OB TIUM SIDANC/KOT{FERTNSI I I | I I I I | | | | | | llD&ArDe/IC.5 fim Asistensi | 19.000 Rp41O.0O0 Rpl9O.iaran OH ry .o00l RpssO.OO0 I at strata3 (s3) I Of penguji Disertasi I 22.d.3 Ketua/Wakil Ketua | 20.9 Sekretaris panitia | tS.2 penanggungJawab | | 19.0o0 Rp27O. pendidikan Dasar I pemeriksaan hasil Uiian I b.6 AnCCotaDelegasi RI | 20. Nilai pagu dana di atas Rp25 (41 Rp2OO.2 PenanegungJawab I 20.8 Ketua BidanS | 20.2 Narasumber Kelas B | 21.O00 Rpsso.0OO I il i::::. pendidikan Tinggi I tt Diploma Uillfit/N dan Strata I (St) I pemeriksaan hasil Ujian | "t I Ut pengujiTugas AkhirlSkripsi I Zl Strata 2 (S2) I 4 Pemeriksaan hasil Ujian | Ot penguji Tesis I I I zo.d.0o0 Rp340.OOO c.0001 Rp4OO.l pengawas Ujian | b.O0O Rp25O.7 Koordinator | 20.l Pengarah t9. pendidikan Menengah I ul pemeriksaan hasit Ujian Rp2O.l Narasumber Kelas A | 21. Nilai pagu dana s.OO0 Rp150.12 21 BIAYA NARASUMBER KEiEIATAN DI LUAR NEGERI ISATUAN 2l.d.7 Koordinator | 19. Rp200 miliar e .l 1 Liasion offcer lt ol | 19. Rp400.qIoNAL/MITLTILATERALI I l9.5O0 Mahasiswa/ Mata Ujian trang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian urangl Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian o rang/Mahasiswa Rpl0.000 Rp60O. SOM Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari. pendidikan Dasar I Penyusunan/pembuatan bahan Ujian | 1l .O0ol Rps00.000 Nrrskah/Pelqiaran OH ] Rplso.KTM.12 Stafpendukung | INTDRIYASIOIVAL .d Rp25 miliar b.10 l2o.6 Anggota Detegasi Rt | 19.l7 Liasion Officer (LOl Stafpendukung 120.MENTEBI KEUANGAN REPUBLTK INDONESTA NO flt URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (3) a .O00 Rp470.3 Ketua/Wakil Ketua 19.5 Tim Asistensi | 20. pendidikan Menengah I pemeriksaan hasil Ujian I c.000 Rp24O.8 Ketua Bidang | | 19.4 Ketua Delegasi | 20.2 Honoraium penyelenggara Ujian | a.oO0 RpSO0 Rp4 Rp450.000 Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari )iswa/Mata Ujian iiswa/Mata Ujian RpS.0OO Rp7.r Pengarah Rp250.OO0 Rp400 tl I 20 IHONORARIUM WORKST.O00 Rp27O. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.4 Ketua Detegasi | 19.OOO Rp350.1 Vakasi a.:::l-ll':mbuatan bahan ujian I Nrtskah/Pela.9 Selcetaris | Anggotapaniria 120.OOO Rp65O. Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari BERSKALA INTERflASIONAL Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari RpS50. RptOO miliar d .

000 Rp27.O00 Rpr3.000 Rp29. Golongan I dan II b.000 OH OH OH Rp25.O0O 41.O0O Rpl7.O00 Rp20.OO0 Rp280. / .000 Rp27.OO0 OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH 23 SaTUAN BIAYA UAJIG MAKAII PEGAWAI IIEGERI SIPE (PNSI 23. PendidikanTinggi 1) Diploma I/IIIIII/Man Strata I (Sr) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (S2) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian SATUAIT (3) BIAYA TA 2013 t1l (41 Naskah/Mata Kuliah Rp2sO.000 Rp300.000 Rp29.000 Rp25.OO0 Rp290.1 Golongan I dan II 23. Golongan III c.I UANG LEMBUR a. Golongan II c.000 Rp30O.2 Golongan III 23. Golongan IV 24.000 Rp250. Golongan III d. Golongan IV 2 5 SATUAT| BIAYA UANG SAKI' RAPAT DI DAIAM KAI{TOR DAII UAI'TC MAKAI| LEMBUR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK RplO. Golongm I b.2 UANG MAKAN LEMBUR a.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- NO URAIAIT I2l c.0OO Rp260.3 Golongan IV 24 SATUAIT BIAYA UANG LEMBI'n' 24.

O00 370. ). 5.O00 370. MALUKU UTARA 32.OOO 23.AMPUNG 3ENGKULU 360.000 360. 3ANTEN 12.000 380.000 430. SULAWESI TENGAH 29.O00 370.CEH (3) OH OH OH OH OH OH (4) 360.ooo 410. JAWA TIMUR t7.I. \4ALUKU 3 1 .IALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAIY BIAYA TA 2013 (1) I (2) q. JULAWESI UTARA 25./ .000 370. ).O00 20. KALIMANTAN BARAT 2l (ALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 22. ]UMATERA UTARA tIAU KEPULAUAN RIAU ]AMBI ]UMATERA BARAT ]UMATERA SELATAN . ]ULAWESI SELATAN 24. JAWA BARAT 1 3 .OOO .000 530. 9. SULAWESI TENGGARA 30. YOGYAKARTA 1 6 .000 370.000 360.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -9 - 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PER. 4.000 370. NUSA TENGGARATIMUR 440.000 370. 3. 3 A L I 1 8 . ]ULAWESI BARAT 27. IAWA TENGAH 1 5 . PAPUA BARAT 360.000 370. KALIMANTAN TIMUR 24.000 370.000 420.O00 2.OOO 9t_ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 369:999 380.000 360. 7.I.000 580.000 480. 8. {USA TENGGARA BARAT 19.OOO 480. 6. 3ANGKA BELITUNG 11.OOO 1 0 . P A P U A 33. iORONTALO 26.K. 370:999 430.000 370. JAKARTA t4.000 430.000 420.000 370.000 360.

oob 100.ooo95.000 oo.000 180. rnirrvrnr.000 bo. B A L I 1 6 .000 9s.ooo 85.000 140. SUMATERA SELATAN 8.UANRIAU JAMBI UAT{G HARIAN SATUAN FUUAOARD DI LUAR KOTA +l {3) OH OH OH OH OH -oH OH OH -oiiOH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH -orOH OH OH 120. D.000 95.000 140.- 85.000 130.000 110.OOO 110.000 ios. 0 0 0 --115. JAWA TENGAH 1 5 .OO0 3c.000 4.000 110.000 85.s0.000 95. I-AMPUNG 9 .O00 (61 85.OOO ioo._ ]ULAWESI BARAT 27.ooo r 10.000 95. KALIMANTAN SELATAN 23.I. KALIMANTAN BARAT .000 120. D.000 -*- tos.ooo 30.--z L .000 25.000 30..000 10.ooo s.O00 sb. JAKARTA t4.000 200.000 95.K. PROVINSI 1 T (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPUI. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 io.000 30.000 130.000 r05. SULAWESI TENGAH 120.o00 30.000 105.000 150.000 1 1 0 .000 rg5.000 r00. 6.o00 zs. JUI. BENGKULU 1 0 . -'iq.000 8s. 3ANTEN ! 2 .000 tooobo r00.-ooo 30.OOO Cs.000 50.000 9s.000 150.000 110.000 150.000 95.000 reo.000 30.o00 20. IAWA BARAT 1 3 . J.000 .000 10.000 110.SUMATEM BARAT 7 . iORONTALO _26.ooo 10.000 ob.-PAPUA BARAT ^/ ..000 170.000 - r40. MALUKU 3 1 .000 115.000 .A. DAN UANG WI.000 85.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK SATUAN BIAYA SAKU PAKET UANG IIARIAN PAI{ET FULLBOARD SERTA TULLBOARD DI LUAR KOTA.O00 95..000 10. KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA 25.000 35.000 1 1 0 . JAWA TIMUR 17.000 125.ooo 100.obo 95.000 95.o00 UANG SAKU FULLBOARD EULLDAY/ DI DALAIII HALTDAY DI KOTA DALAII KOTA (51 100.ooo roti.AWESISELATAN 28..000 2.LDAYftIALFDAY DI DALAM KOTA rupiah) No.000 95.000 15.000 30. \4ALUKU UTARA 32.I.000 140. ]ANGI(A BELITUNG 1t.oiiri 95.nArv-rpNcCA2 2 .ooo 30. 0 0 0 -"--110.ooo 130. P A P U A - _?e_ lv!4yPqr 20.000 160.160.OOO 130.boo 120.0d0 15.000 r 15.000 50.obo .O00 106. YOGYAKARTA 1 6 .000 110. NUSA TENGGAM BAMT 1 9 .000 25.000 130. ? 30.6.

ooc l.o00 H 600.o_g! __!z_s.q 360.ooo OH OH -oHt 4nn nnn OH -oC* __q.qqg ___?99'q0_q 91o.Lq.___ _95..-_1.o_o:qgo ".Qgq_.0.000l- I _qel.o_qg _1.0_0_q .420. 580.poo * .QQ( 380.sgo.-BARAf-= l-.000| 4.ooo 400._ ?._0_0( _ q9..goq 1.oog..rsz.q-qq. -.qoo l$o0:g0q| _ ._qgQ.q_0_q0_9..?-6qgg_q.q00_ _ ___. l-.ooo ._0:gg0 _ .Jl_O:qgg | l.LoJq.o00 I .q-qo.000 -_ _ ___45q..470.030.r4_!q5v_ul4-RA _32 PAPUA 33 PAF-u.72o.0OO 7?o.o OH . __!. .99..-47!. . YOGYAKARTA 16_ _ 1 7.0.000 I -ess0eql-_zqq.lqo-qQg p. qqg. _-Lqqp.-_1go_=o_gq _-_9!9:o-o*q OH 4.4go:gqo --+io.400. ---t5-o.?-5_0-.qgq I -_-oH OH 4.___49_q. .o00 __3.q_q-q 1.8r9._ . ._.q2.qqq_ l---s3b"ood .ooo -_9-t1_ _1.3e9:0gq -Zsa.+oo._0_q0 _*. 830.OOO I (6) (71 2 3 5 RIAU JAMBI l--?!*-oH BARAT --oH- 6 _Lq9q.__-2--8_g:O.240.0qgjq0_0.-i._!-?qq._.ooi 510.768.._-?.1q9.000 1.Q99 _.8lp_._o_oq .qgg l--4o8bbo -l}s. l 8 NUSA TENGGARA RAR 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2.oqo__ _ _ 7sQ.lsooob OH --itH . [-lbTooit .000 1....gg1. I J2o.qqq -__-.ggq 720.ooo .Q-00 1.4q0_1q0!1:l.000.g_qq r.9_0_0_ 45O..I.q2g.90 I tisol.pge l'_--. -_qfl.000| 336.-1.000 900.!g _ _______q4q. _ -.000.-ooo 800.OO0 4 -qnn non 1.:1_1260.qqql____9_4!.0q.o.000 lt-- l- _q -:-_ l3 14 LAMPUNG 9_ BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG t'AN'I'EN JAWA BARAT UAWA T I'NIiATI _ls_D.-_i!q.. ---1.000 -.Q99.0-q9 .!'89:q00 I * zao.000 | oH-.000 . l:g_.o-qo_ _ 25q.ooo i .oqq_ 371.qqq.000 I 6_qq.000 __.ooo _ 720..000 | 3zq.gg! _ l.ono _ g l-__1.QF_o.oqo -_i1q.q-o_qI OH __q-09!.000 _.oog .079.-e?o.ooo OH 750.__l.ggQ.9g2:90_0 -___Fsq._-.gqq iao-ooo I rc0.srgri.9q0..150.?1o__og_g_ r.g.?._. _l:229_:g0g_ _.350.g_09 _ lr4s-?.obo OH -oH--_1:5l-q:-009_ .oNcaN UI GOLONGAIT rlrr (8) (21 {CEH SUMATERA UTARA (3) OH OH (4) 4.000 .O00 czg..000 l -OH -oii .0-.ooo __3.3Co.--sgb. PROVINSI SATUAN PA'ABAT NEGARA PF^'ABAT ESELON I/II (5) | 3()R PEJABAT ESELOIV IIt/coLoNGAlf -rv I PF^'ABAT ESELOIY IVlcol.gg_o 3se.iz+.g-0-9.--9-q9.oqq.o00 600.77o.000 _ .ooo .___ .820.-00_0_ -o-H66r.030.OOO .q_ _?LKALIMANTAN TENGAH 3?..-3.s?10_0q .boo.0!g __L11s-qqg I _ r. 6 _ Z 9 1 0 0_ .ibts.Qg(__3110.000 | g.qoq .?.260.oq0 _ ___ -qqq.ooo 460. -_ ..9?p. I 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU _x1_ \.io ____ 41o.-o.0_0q __1.000 I OH __4.-_l. .qq_o. _..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK BIAYA PENGINAPAN PERTIAL/INAN DINAS DALAM ITEGIERI ru TARIF HOTEL lIO.qqo 4t2..__ | _-"oq..q99 l-.SI TENGAH _9.gqq__ _z9gp_o_0" -_.-__1.q00.og..00q L-q12.ooc .6*SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN SULAW!.500.OOO .0J0 _1.-4gq.q99 1._-q. .qgc oH' -.qQg_ 1:11910_00 I _ _ o H .716.oso.1g:0_0_g 400.q9q | 1.ooi_. .99-0.920.u-!lg ___.-.IKALTMANTAN _SELATAN .Q9q iio.Qao.qq:o_o_o_ .oooI ___3.ooo .000 3go. . __ -_-23 IKALIMANTAN TIMUR lsulAwEsr UrARA _?!_ 25 GORONTALo 2.?4q0-0p_ _ .o-qg e!0.__?j1l0_.1?q..-ogq .__ _*_J1_u:.90q.qqg.9?9."ooo .030.-0-Qq I r.000 -.9q!. 4.1.o r i .

_21r_. !21 318 282 382 282 272 322 28'1 ___.nal" Norwegia DWCLlla 504 466 5t2 453 419 4+3 463 464 4LL 416 509 _ .11 431 ------33 352 286 25 Bqsnia Herzegovina 26 27 runanl --_--_-_-'i6 483 457 444 29 rur LLtHal +22 s20 473 379 472 334 353 287 242 372 24r 371 3 1 Serbia _t?s 401 __ ?8? 361 ?12 313 ______.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -12- 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAII DINAS LUAR NEGERI da-lam US$ NO NEGARA GOL. () GOL. 313 286 Ker4jaan Ingsris EROPA SELATAN ___.___!59587 _ 439 534 420 ?1?__ __ _ ___q.l' GOLONGAN (i(./ . A (iIJL. Federasi Jerman-1 8 Belanda 1 9 Swiss EROPA UTARA Denmark Pi"i.O7 2s2 242 241 429 4n6.L.24_L 277 .Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile r) 527 447 473 404 417 368 _" 91q _ 307 o 4 395 464 5 Columbia Peru _ _8_ 9 Suriname 1 0 Ekuador AMERIKA TENGAH 1 1 Mexico L2 Kuba 1 3 Panama EROPA BARAT Austria 1 5 Belgia 436 415 386 383 398 277 323 347 316 242 287 24r 286 241 222 t21 29r 270 240 237 281 277 295 273 221 9. _ !91_ 287 27t 321 _20 2L 22 23 24 _172 453 517 409 465 354 288 432 ?7s _ _____. 318 ?n< 282 28r 27r ?17 414 307 _ _?61 272 _lq_Perancis I 7 Rep._____iff. D AMDRIKA UTARA I .

_ _sq6 +29 425 277 __l._ 342 368 _ -_ _**L9? 342 308 308 273 251 247 282 254 2R6 190 191 186 _ !81_ 2ro 189 184 16.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam US$ NO NEGARA GOL._____9_1.__._ -q99_ _=___30q 197 277 39 Ilzra _-.UWart --- 6 1 rJrDanon 62 Qatar _63 64 T\rrki 65 Pst.qq_ 206 t82 19? r67 196 141 285 319 _ ?7. -293 267 276 257 270 323 365 224 t97 .esultanan Omq4 357 386 358 365 459 _ 353 391 359 _ _2Qq .5 ASIA BARAT 56 \zerbaiia 58 59 lral< nrrlanio 498 397 365 406 459 283 254 ---__-. 4 GOLONGAIT B GOL.0*6297 290 328 AFRIKA BARAT 40 Niseria 4 l 9srlgRal AFRII(A TIMUR Ethiopia 43 Kenva t...-?-186 _ . _ 3q1 361 381 _ 512 387 382 293 _ _.^ 44 I\f a r{ 45 L d t z a u l L i 46 Zimbabwe 47 rvrvzquut\.__1_q_ -. _q_0* 300 247 25I 135 . Arab Emirat rlr _99_ 67 Saudi Adbi".t-97 215 301 l06 2tL 276 254 r97 207 185 / / . A (i()L. C E 33 34 35 36 *33_ Rusia 38 Slovakia EROPA TIMUR Bulsaria wzecn Hongaria Polandia Rumania (s 367 390 320 331 3i3 31 c?c GOL. D 426 421 407 416 .? 334 296 257 276 244 __ __i.// ._____196_ 2to 188 302 .2 244 263 _ _?q3-. -257207 275 364 20t 196 186 2 2 ? ___=--zqg_ __ ____2_qq 196 6 n K._ -___1_82 ___ 216 212 2t5 211 AFRII(A SELATAN- 48 Namibia 1? AFRIKA UTARA y)*gl]. -202 287 212 192 161 201 5 1 Mesir 52 53 Tunisia 54 Sudan OD Libya -.|u5 361 313 276 292 206 291 201 -_.

E Gc|l.. A GOLONGAN GOL. (J (21 ASIA TIMUR 69 Rep. 211 201 L96 t96 t96 196 t96 796 2rI 197 202 204 197 r97 229 272 222 276 237 22I 92 93 94 95 96 Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nueini Fiii 439 392 425 385 363 403 246 387 s53 329 27t 221 224 L92 t79 / .66 241 181 166 181 392 456 352 420 287 334 222 224 212 254 333 82 Philipina 83 84 85 86 87 88 89 Singapura Malaysia fhailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam 90 Kamboia 9 L limor Leste ASIA PASIFIK 4L2 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 221 221.Rakyat Cina 70 Hongkong 7 l Iepqag 72 Korea Selatan 73 Korea Utara ASIA SELATAN 74 Mganistan GOL.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4(dalam US$) NO NEGARA GOL.tJ 385 Bangladesh 76 India 339 352 343 348 351 226 L96 263 77 Pakistan 78 Srilanka 79 ran ASIA TENGAH 80 Uzbekistan 8 1 Kazakhstan ASIA TENGGARA 203 20L 260 173 t67 242 182 t67 202 172 1. D (6) (3) 378 472 519 421 395 (4) (5) 238 320 303 326 238 207 287 262 297 207 206 286 261 296 206 .

470 9.150 3.370 2.660 7.800 t 2 Baghdad 1 3 Baku T4 Bangkok 1 5 Beijing L 6 Beirut 1 7 Beograd 1 8 Berlin 1 9 Bern 20 Bogota 2l Brasilia 22 Bratislava 23 Brussel 24 Bucharest 2 5 Budapest 26 Buenos Aires 27 Oairo 28 Canberra 29 Cape Town 30 3aracas 3 1 Chicago 32 Colombo 2.I30 3.810 3.810 t.360 5.350 4.780 7.so0 1.300 8.890 1.860 t.340 9.470 r.640 7.900 1.150 1.4{o 1.220 8.500 6.890 3.JAKARTA Ekonomi {6) Bislis Bisnis (3) 1.700 4.370 1.760 5.960 4.820 8.330 3.220 7.160 6.600 1.600 1.860 2.440 11.o20 4.010 3.770 6.440 5.690 5.390 12.7tO 2.480 3.204 4.130 6.270 10.900 3.590 5.600 2.510 3.490 3.050 4.730 3.400 3.880 t.r20 5.650 t.500 9.570 4.450 2.920 r.L30 4.680 3.020 5.400 920 2.800 1.260 t.810 6.a20 680 r.490 1.820 ftl 4.500 13.520 1.490 1.960 1.550 5.670 2.010 1.240 2.530 3.830 850 3. (1) I 2 3 4 D PERWAKILAN QI JAI(ARTA.220 3.900 730 1.660 4.610 6.980 1.200 4.910 11.220 4.560 3.920 10.980 4.310 4.500 5.770 2.720 2.110 5.O80 LO.060 1.400 1. Ekonomi PERUIAKILAN Eksekutif AI PERUIAKILAN .sLO 9.060 3.460 5.610 1.890 3.490 5.370 10.450 3.990 3.330 3.60 6.O10 3.999 2.5i0 t.060 3.620 9.150 7.670 3.180 4.000 3.020 5.310 3.91O 7.800 1.780 4.330 7.'ALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGpRT IONE WAYI dalam NO.910 3.330 12.840 7.010 2.520 6.800 t.810 4.890 3.430 6 7 8 9 10 11 Amsterdam Ankara Antananarivo Astana Athena B.770 5.550 5.200 3.s.720 4.830 4.S Begawan - 890 1.OOO 8.320 t6.530 7.buia Addis Ababa Alger Amman 2.220 1.270 4.240 .000 5.310 3.690 7.770 2.240 9_.420 5.0.MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA -15- 30 SATUAN BIAYA TrKET PER.600 2.200 4.860 2.040 6.080 3.730 2.O50 1.520 4.220 880 2.5rO 2.160 2.430 (s) 2.040 5.400 5.790 3./ .010 7.L60 3.680 1.990 10.520 4.330 550 630 890 3.220 3.750 5.240 Eksekutif (8) Abu Dhabi A.660 3.410 7.L70 s8o .140 6.100 2.

510 --z.100 2..O00 3.9-99 * 840 i.190 2.530 5.230 Dili Doha 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Dubai Frankfurt Guangzhou Hamburg Hanoi Harare Havana 3.690 2.270 3.650 7.180 Ekonomi Bisnis Eksekutif 33 Dakar 34 Damascus 35 36 Dar Es Salaam (3) 5.+70 2.tLO 1.730 3.790 1.100 3.O20 4.100 8.240 3.soo 3.890 4.630 8.140 2.oro 2.260 860 1.190 z.530 (41 7.290 1. 1 9 0 2.360 r.080 2.r70 5.220 4.600 r.860 2.940 2.490 1.150 1.320 7.rso 3.300 5.L20 8.630 2.560 1 .350 1.920 1:.400 4.030 3. 510 720 610 1.130 3.t20 4.530 830 750 750 4.640 2.280 3.860 2.950 _ _ _ 7 .630 5.050 5.700 6.290 1.640 2.560 3.000 5.100 2.730 1.610 {s) 2r.920 8.920 6.060 3.630 640 3.660 3.ar9 7.890 3.600 4.1 .2rO 920 2.020 790 1.180 r .LOO 2.O70 1.9r0 370 1.390 2.220 9.660 1.440 9.390 1.0i0 750 _3€99_ 4.700 7.430 4.1.430 10.420 3.930 2.oso a.O40 9.500 3. 11 0 6.060 2.980 .570 2.610 4.390 2.240 5./ .620 8. 1 PERWAKILAN QI JAI{ARTA.330 3.010 7.430 4.400 3.030 2.450 1.100 5.680 4.450 450 2.460 2:9ro 660 890 .500 1.620 Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen 2.490 4.400 3.690 .170 7.170 7.050 880 sso eio 580 340 1.600 3.720 13.590 t.460 3.420 2.930 750 1.140 3.290 4.160 1.800 5.180 7.580 1.500 1.780 1.560 6.670 6.740 2.870 560 360 63 64 65 66 67 68 69 Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles s30 2.060 1.r20 7.r7o.470 2.570 2.410 52 53 Islamabad 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jeddah Jenewa Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston 7.820 1.040 3.7lo 4.840 3.050 7. PERWAKILAN PERUIAKILAN .500 5.820 990 L.420 ro.190 1.800 2.980 1.800 2.660 3.500 2.990 2.150 1.750 3.270 6.600 3.370 810 2.-1.260 37 38 39 40 4l Darwin Davao Citv Den Haag Dhaka 3.9-so 7.050 10. 0 6 9 ?.530 590 980 3.100 .2rO 3.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK lq4ralu vuv NO.340 5.210 4iio 3.900 4.I40 3.r80 1.080 5.600 6.380 2.340 2.720 1.200 3.930 3.100 r.o29__ 1?e_9 2.JAKARTA Ekonomi (6) Blsnis ffl Eksekutif (8) 10.930 3.600 6.950 2.520 3.460 3.

330 2.870 3.t20 1.300 3.020 6.050 6.990 2.OOO 4.740 11.930.050 460 520 790 3.620 10.O70 1.450 3.600 6.560 1.O24 7.340 6.180 2.700 860 t40 1.920 9.480 2 3_102 730 1.360 L.270 650 1.480 3.890 1.370 2.970 2. PERUIAKILAN Ekonoml QI dalam U .100 1.450 1.350 3.O20 4.290 640 1.n 2.850 5.900 1.050 - 2.940 600 3.070 t.360 1.990 5.130 3.860 3.310 640 1.970 3.500 10.460 4.130 1.420 2.240 __ _5:059 __-7.650 960 3.O20 3:110 1.280 10.360 4.690 1.500 3. 7.680 2.300 3.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -17JAI(ARTA.s0o 8.310 730 7ro .130 8.540 1.8-oo 8.7LO 1.690 7.640 3 .500 5.7IO 5.250 Perth Phnom Penh to.350 - i.4LO 3.JAKARTA PERWAKILAN Ekonoml (6) Bisnis Eksekutif {8) 8.060 3.380 6.750 i.430 1.820 4.830 4.760 3.750 2.000 r .420 4.620 7.910 9.gtO 12.230 Eksekutif (3) (sl 7.880 8.20 2.610 5.980 1.8391. 13.230 3.O20 5.450 z./ .900 1.750 8.520 _3.500 4.030 3.650 to.120 2. (1) PERWAKILAN Bisnls {4) 4.580 6.480 4.500 2. 11 0 t.L90 3.aoo 4.030 950 3.500 4.050 L.71O 2.950 2.280 530 t.870 2.380 3.300 3.L40 70 7l 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Madrid Manama Manila Maputo 3.340 4.300 11.410 11 .390 2.1 0 1 2.330 ?'9-99 1.610 7.970 5.320 4.970 Quito Rabat Riyadh 4.r20 4.540 4 .660 2. 1 9 0 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 g6 97 98 99 Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbav Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama Citv Paramaribo Paris Penang 700 1.470 2.260 5.670 8.890 1.520 6.280 1. 11 0 t.130 4.070 8.350 3.580 7.050 920 3.580 4.420 2.890 2.690 Roma San _10_1 Francisco 1"02 Sana'a 103 Santiago 104 Sarajevo 1 0 s Seoul 106 Singapura ro0 3.280 5.180 l:^l.020 2.230 LO.630 880 3.670 600 2.490 9.060 6.440 1.060 8.060 3.890 2.340 4.320 L2.640 6.630 7.31O 570 2.570 7.900 6.370 (71 4.610 5.ee9..670 rr.290 6.590 5.540 7.400 4.630 2.600 4.240 6.r 70 3.030 3.440 NO.510 J.440 2.O40 5.470 6.720 4.1.200 4.300 5.920 3.860 5.t20 2.040 4.370 Port Moresbv Praha Pretoria Pyongyang 3.180 9.980 2.320 2.700 4.260 2.890 6.350 3.

810 1.980 .550 2.250 1.100 5.700 1.100 6.520 2.-6J9: 6.560 // .370 1.810 t.200 1.440 900 1.570 " 1.890 2.970 2.330 3.200 800 4.870 2.800 4.340 1.520 5.r40 7.870 2.120 3.790 2.000 2.t70 1.190 1.670 Suva Sydney Tashkent lawau Teheran Tokyo Toronto oli 3.990 6.380 t.750 950 10.610 750 1.230 7.o70 1.970 1.680 3.500 5.270 4.460 (21 Sofia Songkhla Stockholm (s) 8.580 1.890 2.910 7.420 3.obo 370 2.204 8.090 5.4tO 1.960 t.460 3.460 1.410 950 3.100 2.200 1.230 3.210 (71 4.690 5.9LO 6.670 VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington t26 Wina r 2 7 Windhoek t28 Yangoon L29 Za*reb 2.860 3.160 12.690 4.200 4._e-.204 6.100 1.480 1. P9RWAKILAN Ekonomi f3) 1.380 6.200 5.100 6.580 1.OOO 800 5.440 750 1.400 3.JAKARTA Ekonomi (6) Bisnis Eksekutif (8) 7.740 3.500 7.490 Eksekutif PERWAKILAN .590 3.180 2.250 4.dCo 1.460 1.200 -"t.930 Bisnis (4) 4.740 700 1.190 7.280 t.700 3.500 4.370 3.800 4.810 3.320 3.840 740 600 2.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK INDONESIA -18U NO.410 4.050 8.160 4.510 700 2.890 6.L90 5.370 13.480 2.620 910 3.700 3.200 1.970 5.2tO t.320 4.680 1.480 t.260 750 3.320 950 6. I L07 108 109 110 111 LL2 113 LL4 115 116 t17 118 119 120 12T 122 t23 t24 t25 PERWAKILAN JAI{ARTA.610 2.410 2.620 2.800 3.000 4.930 r .650 3.390 3.280 2.900 4.

Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan (ULP| Pengadaan Barangl JasalUnit Layanan a.TERI INDONESIA REPUBLIK _19_ PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan. Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 1O% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP).00 (seratus iuta rupiah) untuk paket pensadaan iasa . Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK. Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya bedauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran danfatau beban keda Bendahara Pengeluaran sangat berat. Honorarium Pejabat Pengadaan BaranglJasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/Kuasa Pengguna Barang/Jasa melaksanakan untuk pemilihan penyedia barang/jasa penunjukan melalui langsung/pengadaan langsung paket pengadaan untuk barangl pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi 8p10o. d.000.KEUANGAN MEN. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP. 2. Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK. b. e.00o. termasuk PPABP. Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang. c. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang.

6. Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan kepada BMN diberikan pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tusas rutin selaku rus . 3.00(lima puluh juta rupiah). Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam I (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja. sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan.A'. Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang.O0O. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang.O0O. Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan oleh Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk melakukan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a. 4. b.t\f. b. 5. pencatatan. Honorarium Panitia Pengadaan Barang lJasaltJnit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. baik yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi. Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing.ts4i'?3ll -24 konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50. Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang.Sllsf. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data. Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang.

Terhadap pembantu peneliti/perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Sekretariat Peneliti/Perekayasaan. Peneliti/Perekayasa Madya. Honorarium ketentuan: narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelen ggara. Koordinator Peneliti/Perekayasa. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah melakukan pejabat yang untuk dari berwenang penelitian/perekayasaan. Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -21 barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. narasumber dapat . 7 . dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Peneliti/Perekayasa Muda. b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyele nggara I masyarakat.2 Honorarium Penunjang Penelitian/ Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa. 7. Petugas Survey. paling banyak 4 (empat) jam sehari. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/perekayasa. 8. Jumlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengums/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang. Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. Pengolah Data. Catatan: Honorarium penelitianlperekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas. 1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama. Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnyal masyarakat.

g diberi tugas kegiatan panitia melaksanakan sebagai untuk seminar/rakor/sosialisasi/diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara I masyarakat. Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan. Honorarium Satpam. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja. Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (outpuf)jelas dan terukur.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK. Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yarrg berwenang. 11. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan Setingkat berdasarkan surat keputusan Presiden/Menteri/Pejabat Menteri/ Pejabat Eselon I/ KPA. Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja. Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan. L2. Jumlah panitia maksimal lOo/o 1O. harian perjalanan dinas dan honorarium selaku FGD/ Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ Kegiatan Sejenis Honorarium dapat diberikan kepada pegawai negeri yar. c) bersifat temporer. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan. wal meru s tertentu kePada atau "/ . (sepuluh persen) dari jumlah peserta. Untuk satpam. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan. b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya. 13.INDONESIA -22- diberikan uang narasumber. Pengemudi. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya. pengemudi. 9.

pelaksana dan yang sejenis. Honorarium Tim Pengelola Webslte Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola uebsite. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. dan efisien. 16. 15. 18. Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Unsur sekretariat adalah pembantu rlmum. v/ . 14. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/ Menteri. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri f non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan. Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim PenSrusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang. Honorarium Tim Penyusunan Buletin/MaJalah Honorarium tim pen5rusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menJrusun dan menerbitkan buletin/majalah. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara. efektif. dan e) dilakukan secara selektif. 17. Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang.

Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -24- lg Honorarium Sidang/ Konferensi Internasional-KTM. pegawai negeri Gol IV/C ke atas. berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang. Regional/ Multilate ralf SOM {Bilateral/ SOM internasional-KTM. tidak diberi uang harian Berskala kegiatan Workshop/Seminar/Sosialisasi/Sarasehan berskala Honorarium uorkshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara berskala kegiatan workshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional. Honorarium Internasional : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hati setelah kegiatan. 21. 20. duta besar yang menjabat kepala perwakilan. Satuan Biaya Narasumber Kegiatan di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI yang untuk kegiatan workshoplseminar/sosialisasi/sarasehan diselenggarakan di luar negeri. ketua dan wakil ketua iembaga negara. Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan. anggota lembaga negara. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: t hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + t hari setelah kegiatan. sidang/konferensi Honorarium (bilateral/regional/ muliiiateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior offtcial berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang. yang pegawai negeri Narasumber Kelas A non : Narasumber disetarakan dengan menteri. v/ . perwira tinggi TNI/Polri. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Senior OJficiaIMeeting (SOM) Pegawai negeri penyelenggara perjalanan dinas. Narasumber Kelas B yang pegawai negeri non : Narasumber disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan.

vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk. penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi Honorarium pen5rusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1(satu) kali per hari. Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. ujian tengah semester. menengah.it??Xl"1engan rvlb dan perwira menengah Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. dan tinggi. 24. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d. 23. menengah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESTA -25- Narasumber Kelas C pegawai : Narasumber yang non negeri disetarakan dengan pegawai negeri Gol Ill/c . Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor. vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a. Yakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. dilenekapi de surat i oleh peiabat ne ditan r/ . 22. 25. dan tinggi. Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. b. rapat melibatkan eselon I lainnya b. c. Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi. Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNSI Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang berdasarkan jumlah hari masuk kerja. ujian akhir semester dan ujian akhir. Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c.

Uang saku paket fullboard dan fultdag/halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/ pertemuan paket fullb oard dan fulldag / halfdag di dalam kota. e. bagi peserta yang karena untuk faktor tambahan waktu transnortasi memerlukan . Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian NegarafLernbaga paling tinggi eselon I. 26.000. pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara.INDONESIA -26- setingkat eselon ll/kepala satuan kerja. maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c. 27. surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b.000.00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah). Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat. dan f. dan uang saku. pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250. Selama melakukan perjalanan dinas. transpor lokal. menteri serta setingkat menteri).". Satuan Biaya Uang Harian PerJalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan.00 (dua ratus lima puluh ribu dan rupiah). MENTER!KEUANGAN REPUBLIK. Rp130. Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran.190.00 (seratus tiga puluh ribu rupiah).000. Satuan Biaya Uang Harian Paket Fullboard Saku Paket Fullboard serta FulldaglHalfdag di Luar Kota dan Uang di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor kegiatan paket sebagaimana biaya dimaksud satuan dalam rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota. *rrt"i pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a. Rp.

b. Golongan A menteri. 24. Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negerifnon pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. transpor lokal. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk peraturan perundangberdasarkan undangan dan pejabat eselon I. untuk l(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -27 - berangkat/pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku. perwira tinggi TNI/Polri. ketua. Golongan D Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. duta besar luar biasa berkuasa penuh /kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c. utusan khusus presiden (special enuog) dan pejabat lainnya yang setara. pegawai negeri sipil golongan IIIIc sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara. 29. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. uang saku. Golongan B duta besar. . Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: a. pejabat eselon II. c. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. wakil ketua dan anggota lembaga negara. kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaanrlya. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya. dan uang pengmapan. Golongan C d. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. pegawai negeri sipil golongan lV /c ke atas.

2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. belum pernah menikah. anak kandung perempuan. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. atau 3) Klasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D. Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: Undang-Undang ketentuan yang menurut sah a.W.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- egawai Yang melaksanakan perjalanan dinls ke negara Uganda. anak tiri. b. anak tiri. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai silan sendiri. Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negataf pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Neglri y. 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one wag) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya p"*"*"1 udara perjalanan dinas pindah dan diberikan pembeliar. anak kandung. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh iima) tahun. Satuan biaya tiket termasuk biaya untuk satu kali asuransi. besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya. anak tiri perempuan. anak kandung. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM IGUANGAN. ENTERIAN KEPA AGUSD. lit "i jalan (one taagl. . yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab ia tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri. isteri/suami Perkawinan. MENTERI ttd. dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Klasifikasi Firsf diberikan untuk Golongan A. MARTOWARDOIO GIA NIP. c.ng digunakan untuk meiaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya. atau d.

l Rayon I b.00o I 14..O00 12.000 | 11.2 Rayon II d.000 11.000 11.000 11.000 13.1 Rayon I .000 I I I | I I I I I I | | I | 7.000 11.3 d.3 Rayon III b.000 14.3 Rayon III e.OO0 19. Rayon III Dterah Khusus Rayon III PasienRumah Sakit a.t Anggota TNI/POLRI Non Organik a.000 41.000 14.1 Rayon I d.000 27. Rayon I Drerah Khusus Rayon I b.000 36. Rayon II c.OOO 45.000 15.l RayonI .000 20.000 25. RayonII Drerah Khusus Rayon II c.OOO 30.O00 36.oo0 | 14. Operasi Pasukan termasuk creut kapeJ laut/terbang a.nglKaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kati Orang/Kali Orang/Kali Orarg/Kali Orang/KaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Kali Orang/Kali BIAYA TA 2013 (4) rs.2 Rayon II Rayon III ".000 18. Ravon III I I | *1 l"vo"J..000 30.000 41.OOO 34. Rayon I b.2 Rayon II b.000 17.000 l I 11. Anggotayang sakit d.000 32.000 36. Tahanan AnggotaTNl/Polri .O00 14.O00 13.000 15. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c.000 10.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a.000 | 13..3 I I I .000| 14. OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42.000 51.z r<ayonlr .000 34.2 I I I I I I | 7.3 Rayon III c.000 22.000 15. Dikma TNI/Polri b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (dalam NO (i Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yograkarta JawaTimur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa TenggaraTimur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 7 URAIAN SATUAN (21 (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kdi Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Ituli Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orc.OO0 13.OO0 10..000 17.2 Rayon II .OOO 25.000 11.OOO I I r3.OOO I l 14.000 36.000 | 14.000 16.OOO 30.o00 32.000 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAIIAN MAKANAN 7..O00 r 1.

Rayon II c. Rayon I b. Rayon I b.OOO 30.4 7. Rayon I b.000 17. Rayon II c.OOO 546. Rayon III Petugas Pabrik GasAga untuk Lampu Suar a. Rayon II c.7 9.000 36.OOO 30.000 34. Rayon III Mahasiswa Militer/Semi Militer a.000 36.000 Seruice (VTIS) OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.9 7.000 30.5 9.000 25. Rayon I b. Rayon II c.OOO 36.554. Rayon I b.OOO 27.000 36. Rayon III OH OH OH OH OH OH OH OH OH 25. Rayon II c.718. Rayon III Malasiswa/Siswa Sipil a. Rayon III ABKCadangar padaKapal Negara a.859.7 7 . Rayon III Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a. Rayon III Kelompok Tenaga Kesehatair Kerja Pelayaran a.000 482.aOO 30.000 20.OO0 36.000 27.000 36.13 7. Rayon I b.000 32. Rayon II c. Rayon II c.000 32.000 30.OO0 34.000 30.OOO 30. Rayon II c.1 9.OO0 .000 27.000 32. Rayon I b.000 32. Rayon II c.000 36.6 7.000 25.2 9. Rayon lll Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a.000 32.OOO 5. Rayon I b.000 s74.8 Inventaris Kantor Personal Komputer/Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75KYA Genset 10OKVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 59.000 30.11 7. Rayon III ABK Aktif pada Kapal Negara a.000 41.4 9.5 7.15 7. Rayon I b. Rayon II c. Rayon II c. Rayon III RescueTeam a. Rayon III Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Trafrc Information a.14 7. Rayon I b.000 30.ooo 32.6 9. Rayon I b.000 18. Rayon III Petugas Pengamatan Laut a.059.000 OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 7.8 7 .OO0 8. Rayon II c.000 36.o00 32.000 8. Rayon I b.3 9. Rayon III Penjaga Menara Suar (PMS) a.16 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a.000 32.12 7.000 BIAYA KONSI'MSI TAHANAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR 9. Rayon II c.OOO 6.000 37.10 7. Rayon I b.

Strata 3 dan Spesialis2 b.OOO 20.L4 9.Diploma IV dan Strata 1 b.000 145.'ENIS .g 9.. III.4 TogaHakimAgung Toga Hakim Konstitusi Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan P4jak TogalaksapadaPengadilanNegeri/Tinggi I I I I I I Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5. Dari Bahasa Mandarin. Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.000 12.OO0 13.3 70. Ke Bahasa Asing Lainnya INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN II|VENTARIS I I I Halaman Halaman Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 125.000 200.000 1.16 9.o00 300.13 9.343.000 LA.000 145.800. Biaya Hidup dan Biaya Operasional .000 1. Uang Buku dan Referensi per tahun .rN eR -.000 19.000 11.000.000 25.'v I / .100.637.oo0 I I i I I I I OT OT OT OT 1 5 ISATUAIT BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI | 15.2 Halaman Halamaa Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 1 3 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN UNTUKPEGAWN BARU Pegawai/Tahun 1 4 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON.000 145. Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b.72 9. Belanda d.530.t/l/.000 200. Jerman e.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a.750. h^ '€r* wffi@ KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -4- (daIam tYo t URAIAN SATUAN (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun BIAYATA 20L3 (4) t2l g.000 145. Dari Bahasa Asing Lainnya Dari Bahasa Indonesia ke Asing a.000.589.Strata 2 dan Spesialis 1 .000 16.000 2. Ke Bahasa Mandarin.000 5.000 800.11 9.OO0.Diploma IV dan Strata 1 14.200.OO0 2.Diploma III .IA Genset30O KVA Genset350 KVA Genset450 KVA Genset 5O0 KVA I I I I I I I I I I 10.LA7.Strata 2 dan Spesialis 1 Strata 3 dan Spesialis 2 OT OT OT OT OT 15.500.tesinFotokopi Drgftal 1 6 IHOIVORARIUM NARASUMBER KIIUSUSI IPAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA Bulan/Unit Bulan/Unit OJ I I sEMTNAR/RAKoR/sosrALIsAsr/DrsEMINAsr/FGD/TGGIATAN Iunrur KEGIATAN ISE. Dari Bahasa Prancis. Biaya Hidup dan Biaya Operasional .ooo 20. Dari BahasaJepang c. dan Diploma lV/Strata 1 a.326. Ke BahasaJepang c.225.000 800.000 3.Diploma I .000 200.l lO.'EMAIIAN DAN PENGETIKAN 12.754.2 10.000 5.1 ProgramDiploma I.226.OOO 1 0 SATUANBIAYATOGAHA(IMDANJAKSA l0.Z tr.o00 1.000 200.000.340. Ke Bahasa Prancis.LO 9.oo0 1.100.17 Genset 15OKVA Genset 175 KVA Genset200 KVA Genset 250 KVA Genset275k{.Diploma I dan Diploma III . Jerman e. Uang Buku dan Referensi per tahun .O00.500.1 Mesin FotokopiAnalog I f 5.L5 9.250.OOO 16.1 DariBahasa Asing ke Indonesia a. Belanda d.O00 125.000 1.000.GELAR DALAM NEGERI 14.000 12.000 1 1 SATUANBTAYATOGAMAHASISWA ] L2 SATUAN BIAYA PENER.t\\\\\ .O00 I4.

000 36.OOO 29. 2 1 KALIMANTAN TENGAH UnitlTahul Unit/Tahun Unit/Tahun 29.ooo 30. JAKARTA 3 .OOO 29.OOO 3 .OOO 3 .000 29.000 29. 1 8 NUSA TENGGARA BARAT 3 . 3 3 PAPUA BARAT Un t/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun Unit/Tahu1_ Unit/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun 2e.100.OOC 3 . 1 5 D.5 JAMBI 3 . 2 2 KALIMANTAN SELATAN 3 .380.510. YOGYAKARTA 3 .O00 29. 2 7 SULAWESI SELATAN 3 .4OO 29.000 29.1 Pejabat ru NO.230.060. 1 0BANGKA BELITUNG 3 .1 3. 2 9 SULAWESI TENGGARA 3 . 1 3D.K.000 30. PROVINSI SATUAI{ BIAYA TA 2013 (1) (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 1 .-q9_9 29.800. PRIABAT ESELON II 38.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAIiI DAIiI OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17. 2 8 SULAWESI TENGAH 3 . 11 B A N T E N 29:410.oqg 29.3 3.880. 1 4 JAWA TENGAH 3 .450.:090 29. 3 0 MALUKU 3 .190.340.340.000 29. 7 SUMATERA SELATAN 3 .010.000 29. 1 6 JAWA TIMUR 29.880.O00 30.000 3 .860.430. PF^IABAT NEGARA 2 . 2 3 KALIMANTAN TIMUR 29.430.000 29. 8 LAMPUNG 3 .I. 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 3 . PRIABAT ESELON I 3 .430.41o.430.430.000 29.OOO 293_4_q:g_0_o 29.800. 1 2JAWA BARAT 3 .4lO.OO0 29.OOO 3.000 29. 2 4 SULAWESI UTARA 3 . 2 5 GORONTALO 3.230. r 7B A L ] 3 .000 29.560.750.OOO 29.090.430.930.2 3.OOO _ UnitlTalun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .32 PAPUA 3 .840.000 .450._56_0-:. 3 1 MALUKU UTARA 3. 2 0 KALIMANTAN BARAT 3 .4 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU 3.O00 29.I. 9 BENGKULU 3 .000 29. 6 SUMATERA BARAT Ulit/Tahun Unit/Tahun UnitlTahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .26 SULAWESI BARAT un!t/Tahg1 Unit/Tahun Un t/Tahun 2e:21q.O00 29.730.0_00 29.

YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO (3) 25.020.480.000 25.0O0 _ _ ?s.L90.000 25.470.0_0-0 25.530.880..960.000 g:13_g:o_0_0 3.pqq 2q:199:ooo34:3?_9:qOO 26.O00 34. 27.480.480.000 3.000 3.540.290. 19.000 26. 23.380.000 3:539j0_9_g 3.OOO 25.000 3.000 25.000 3 4 .000 3. 1 1 0 .000 3.000 216.000 34 150.000 3.. (21 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.650.300.3:sqO:O-oO 3. 5.2 Operasional lalam NO.99q 26.000 3.000 3:8q0._000 34.OO0 26.000 94 1_10:000 3:190.570. 0 0 0 25. np{e 9_{!t}9gq lShanan Kejaksaan 3 .OO0 34.250. Speed Boat V'i! Unit 2 1 .000 .520. 5 1 0 . PROVINSI RODA EMPAT DOUBLE GARDAN (4) RODA DUA 1) t.630.540.330.OOO34.450.250.020.430. 26 27 28. 0 0 0 3.000 3:189.380. 17. 15.000 2 6 .000 3.480. 10 11 I2 13.000 3.000 26.0O0 17. 6.000 34. 3 1 0 . 3.OOO 34. 1 5 0 .380.000 g.000 3.009 _ es.I. 0 0 0 25.450.qqo.530. 24 25.000 3.000 34.410.. 16.540.000 25.530.340.490.O0O 34.000 26.480. 22.000 . 8 9.530.000 No. 1 1 0 .000 3.000 34.730.:oOO 3. 1 1 0 .000 25.000 25.430.11 0 .24O..000 2s.000 34.000 7.480. 0 0 0 3 4 . 14.0OO 3.000 34. 20.000 34 1 1 0 .250.630.530.OOO 25.540. 18.150.430.500.000 (s) 3.580._31o.000 3.630.630.000 SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH pur:jtwE_srrENGG{RA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT L7.4501099341020-.000 3.430. 0 0 0 25.730.730.699.OOO 3.520. 0 0 0 25.O00 3 4 .000 3 4 .000 3.570.000 _ s ! 1lo:o9o 25. 0 0 0 25.520.690.K..OOO 34.450.380. 4.570.I.ggo 33. 0 0 0 25.240. JAKARTA JAWA TENGAH D. 2. O O O 3.3 Roda 6 & Boqt 26. (1) Uraian Satuan (3) Unit Biaya TA 2013 (4) (2) 1 Roda 6 2 .000 93:920.780.370.680.570.000 34 1 1 0 .000 25.0O0 3.110.540.OOO 34.920.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- t7. 0 0 0 39.200.000 33.000 3 4 .680.000 26.4O0 34 1 1 0 .090.OOO 34.580.000 26.000 34.540.OO0 34.000 3.560.450. 29 30 31 31 33 34.

NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 38. 7 7 0oo0 35. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT t-/ .260.860.7_40.000 42.770.r_Y_OGIIKARTA 1 6 .000 18.090. D.130.130.390. q_ql.930.O0O 9-5.000 41.090.000 17. 6 1 0 . 0 0 0 34.000 37.000 44.900.080.000 18. 31.000 41..MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA L7.77A. BANTEN (3) (41 (s) 1 2 .000 :17:61O:go0 3_1:1.260.000 1 7 .K.000 43.000 44.000 1 8 .890.320. 2 5 0 .0q.000 41.OOO 18.6T0 41.370.OOO35.000 18.130.0003 7 .3-q:13-q:gqq 4 1 .890. 9 9 0 .ooo 42. 7 2 0 .220.420.OOO 18.130. JAKARTA L 4 . KALIMANTAN BARAT 2 t .000 43570.160. 31.420 o00 39.720.860.000 42.000 17.00O 19.740. LAMPUNG 9 .050.860.930.I.OOO 9q'?qo.280.000 17. SULAWESI BARAT 43.260.260.000 3 6 .000 _ 1?10q0.400. 6 7 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8 .O00 36.000 !?.000 43.0O0 18.080. 0 0 0 42. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .550.480.o90 19:0?01ooo37. 1 3 0 .250.590.000 ?7 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 2 9 .720. KEPULAUAN RIAU 5.4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJRI dalam ru PJR RODA EMPAT PJR RODA DUA (< 25O CCI PJR RODA DUA NO.080.890.040.OOO 35.000 40. KALIMANTAN TIMUR 24.:oqo 41.25-0.000 36. JAWA BARAT 1 3 .9o-q 77.OO0 18.000 30.130. 7 7 0000 35.770.430. KALIMANTAN TENGAH 2 2 . RIAU 4 .000 36.000 44.930.930.130. P_. KALIMANTAN SELATAN 42.OOO 18.000 41. JAWA TIMUR 17.930.450.000 43.040.OOO 18. SUMATERA UTARA 3.000 42. BALI 1 8 .870.000 12930:oo9 36.000 42.720. 0 0 0 3 8 .000 42.000 38.000 18.000 _38:720:OO0 18.580. 33.000 oo0 34.4lyEs-l _urARA 2 5 .860.OOO 39. ACEH 2 .650.000 42. BANGKA BELITUNG 11.420-OOO 39j59O:009 43.420. 0 0 0 23. PROVINSI F 75Occl (2) I 1 . 0 0 0 17.970.130.00"0 .000 T7. JAWA TENGAH 1 5 .580.000 39.O80.770.940:OOO 17.OOO 18.770.000t0:1-s_o-:goo 43.080.000 181090:909 37.OOO L7.000 1 7 .260:ooO 43.000 37.000 1 7 .000 36. SULAWESI TENGGARA 42.060.000 42.000 42.000 17. 8 6 0 000 43.930.090. BENGKULU 1 0 .000 17. GORONTALO 2 6 .400.250.OOO 43.000 41.590.000 1 8 250.650.590.000 17.

000 13.000 86._o!9 10.000 10.000 (5) 92.000 10.000 KAL_IMANTAN TIV_UF SULAWESI UTARA m'?llqhql m'ltahun *'/tahut 900 170 168.000 10. D.000 10.000 80.000 173.000 87. NUSA TENGGARA TIMUR -2o.000 154.000 243.00o 106.0-:900 81.000 143.o0o 145. SUMATERA SELATAN BENGKULU BANTEN m'/tahun m'Ttahun tn'/tahun -'ltahun r0.rrt m'ltahurt m'ltahut 1 5 .KALIMANTAN 21.000 10.81:00_g 91.000 10.000 Lu .000 165.000 i 0 .000 10.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI ru GEDUNG BERTINGKAT (4) GEDUNG TIDAI{ BERTINGI{AT HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN I{ANTOR NO.000 148.000 eq:oqo _ 1q.OOO 99.OOC 86:9_0q 82. JAWA TIMUR 153.000 171.000 10.000 10.0o9___ _.000 10.000 143.ooo 188. 9 I1 7 .000 164. 29 30.000 98. 28.000 149.00-9 82.OOO A2. suLA-wESr m'Ttahun m'Ttahun m'7t"hurt _ p'1-t+uq m'ltahun m'ltahun - rai.000 13.C r44. D. 27.O00 157. I PROVINSI Satuan t (21 SUMATERA UTARA RIAU 1 .000 153.000 357.i9-.000 14.00C 10. YOGYAKARTA 1 6 . ACEH (3) m'ltahun 2 3 A qf lFh]1t m'ltahun m'ltaltun KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT T.000 10. .I.000 83:90q 93.000 156.00C r42.000 GORONTALO SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU BSF4r ?6.9J:0oo 97.000 10.000 148.o00 10.OOA L42.000 87.AMPUNG 157.I. JAKARTA L 4 JAWA TENGAH s:l!?l'el m'ltahun m'ltahun 81.000 6 8.000 84. 22 23 24 25.000 106.000 . 31 !r:1!sh\r'.000 165.oo0 _ 87.000 92.000 10.K. m'ltahun m'/tahun KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 145.OOO 1O.9 10.000 146. m:1!4s' mtltahun ls2.OOO .000 10.000 10.000 nf ltanan *'Ttahun *'/tahun *'/tah.000 (6) 10.000 T7 BALI 18 NUSA TENGGARA BARAT BARAT 1 9 .00c . BANGKA BELITUNG t 2 JAWA BARAT 1 3 .000 87.Qq-g i0.000 82-:oo_9 84.000 96.000 1-o-'90.000 13.OOO 162.000 146..000 154.OO.000 13.000 10.000 c.000 MALUKU UTARA 9l P A P U A 33 PAPUABARAT m'Ttahun -27t"h"" 203:0og 138.000 95.000 10.0-90 83.8.

D.000 7. YOGYAI(ARTA 1 6 . 1 0 . SUMATERA UTARA 3.500. 7. BANGKA BELITUNG 11. BANTEN 8.500.000 1 2 . JAWA TENGAH 1 5 .000 p_u_LAwESr_ TENGGARA 7.600.OOO.700.500. NUSA TENGGARA TIMUR 17.000 5 .INDONESIA SATUAN BIAYA SEIIIA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jamf dalam rupiah NO.200.000 7.000 10.OOO 20. JAKARTA L 4 .209.ooo* 8.OO0 11. LAMPUNG 9. KEPULAUAN RIAU 1. D.000 _ 15_:OOo:OOO 7.q:_600:_oog 6.000 1O:50_0:O9O 10. MALUKU 3 1 .I.o00 7. PAPUA BARAT . (1) ACEH 2 .OOO 15. 29. JAWA BARAT 1 3 .200. 27. 2L. 24.ooo 7. 23. JAWA TIMUR L7. MALUKU UTARA 31. BENGKULU 6.000 7.ooo 17. J_414E r_ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN _q.100.OOO:OOq6.OOO.000 9.000 10.OOO.OOO. 25. RIAU 4 .o0o 1_1:000:0o_0 7.500.000 7. PAPUA 3 3 . . 28. PROVINSI BIAYA TA 20L3 (21 _ {3) 6.500.o00 7.OOO 8. 26.700.0oo 7. 22. BALI 1 8 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK.400. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .300.000 7.OOO 3 0 .300.800.OO0.400.200. KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KA_LI\{4NT4N rr}lrlR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH 7.500.ooo_ 11.000.OOO.I.500.O00 .K.000 6.100.

JAWA TENGAH 1 5 .000 17.000 7 9. KALIMANTAN BARAT 2 L ._.000 650.000 _. D.000 710.000 650.009 2.000 1.ZOO:090 1. BANGKA BELITUNG 11.o00 2.I.000 KEPULAUAN RIAU 5 '6 { ly g_r_ _ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN - f.700.000 2.000 820.ooo 760.ooo 2.000 2 2 . MALUKU UTARA 32.000 740.800.000 1.800.000 2.099 3.700. SULAWESI SELATAN 28.600.900.800.000 3.OO0 730.000 1.000 1.00. PAPUA 3 3 .800.000 1.q90 2.300.000 7i0.800. NUSA TENGGARA BARAT L9.900.000.s-00.800.000 649.000 1.000 2.000 1. KALIMANTAN TENGAH . ACEH PROVINSI RODA 4 RODA 6 / BUS SEDANG RODA 6 / BUS BESAR 710.000 1-800.900.ooo 20.000 640. SULAWESI TENGAH 29.800.OOO 1.000 2.000 900.K.000 830.000 3.800.lq00.000.000 1.700.100.000 650.400. B .I.000 2.MEN.B A L 1 8 .900. NUSA TENGGARA TIMUR - isoo.000 730.000 2:boo:ooo 2. !20. JAWA BARAT 1 3 .Q_qg 1.000 2.LOO.000 650.700.000 2.000 3.e00.000 760.000 9.700.800.600.000 750.000 1. 650.000. SULAWESI TENGGARA 30.000 3. GORONTALO 2 6 .500.00_0 2.000 710.000 6s0.9_00 640.700.500.ooo 3.400.ooo 2. D. SULAWESI UTARA 25.900.000 3.800.700.000 2.000 1:900. _1-:7q910_q9 2.900.000 730.OO0 680.000 1. SULAWESI BARAT 2 7 .000 2.TERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA SEUIA KENDARAAN (per delapan jam) ru NO 1 1 .800.000 PA_NJP{_ L 2 .000 -1.900.000 650.0_ 2.000 t.000 2. PAPUA BARAT _ s.900.000 640.100.800.800.000 1.000 2.000 .000 1. LAMPUNG BENGKULU 1 0 .000 650.800.400.200. KALIMANTAN TIMUR 24.000 740. JAKARTA t4.000.000 3.000 640.000 2.000 640..400.500.000 3.OO0 1.300.900.000.ooo 2.s-oo.000 4.ooo 2.000 3.000 2.000 950.ooo 3. MALUKU 3 1 .000 2 3 4.ioo.ioo.000 640.900.000 2.709.700. KALIMANTAN SELATAN 23. JAWA TIMUR 1. SUMATERA UTARA RIAU 2.000 2. YOGYAKARTA 16.100.

OOO.000.l Unit Unit 21.000 366.000 347. 2 . r 8NUSA TENGGARA BARAT 2 t . 2 . 2 L KALIMANTAN TENGAH 21.000.000 362.2.000 372.2.000.000. 3 1 MALUKU UTARA 21.000 350.-.2.2.000 Peiabat Eselon I Peiabat Eselon II 2 1 . 2 .000 348.000.20KALIMANTAN BARAT 2 1 .000. Unit Unit Unit Unit 2r.000.000 366.000.000 349.000.090 355.000 _ Il$r Unit Unit uti! Unit Unit -.O00-000 348. 2 7 SULAWESI SELATAN 2 t .000 355.7 SUMATERA SELATAN 2 I .q9_9 378. 2 .000.000. 2 9SULAWESI TENGGARA 2 L .000.000.000 345.K. 2 .2.000. t 9 \USA TENGGARA TIMUR -U1it.000. 2 . YOGYAKARTA 2 1 .0_. 2 . 2 5 GORONTALO 21.000 . 1 q. 2 . 4 KEPULAUAN RIAU 2r. L 2 'AWA BARAT 2 1 .09. 9 BENGKULU 2L.o00 349. 2 8 SULAWESI TENGAH 2 L .2._099 345.000.000 349.OO0 368.000.2. 2 .r7 ALI B 2 t .000. JAKARTA 2 t .000. 2 .000.5 JAMBI 2 t .000 349.000 349.OOO.000.000.000.000.000. 3 0MALUKU 2 t .000 .I.2. Unit Unit _. 2 .2. 1 3 ). 2 . L TB A N T E N 2 1 . 2 . 389:0. 6 SUMATERA BARAT 21.000 363.000. 2 .000 349.26 SULAWESI BARAT 2 t .2. 2 .000 370.CEH 2r.2 2 t . 2 SUMATERA UTARA 2L.000. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 21.3 R I A U _u"iI Unit Unit 2 r .22 KALIMANTAN SELATAN 2 1 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BTAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PN'ABAT dalam NO PROVTNSI SATUAN BIAYA TA 2013 466.33 PAPUABARAT Unit Unit Unit Unit 364. 2 .32 P A P U A 21. 2 . 1 5 f .. 1 4 'AIil/A TENGAH 2 L 2 .000 350. 8 LAMPUNG 2 I .000. 2 .000 2L..OOO 338. 345. 2 .000 369.24 SULAWESI UTARA 2 L . 1 6 JAWA TIMUR Ugrit Unit Unit Unit Unit Unit _Unit Unit Unit Unit Unit Unit _ 340:900'09q 340. 2 .000 348. 2 .000 376.000 353:00.LO BANGKA BELITUNG 2 I .2.I.

B A L I 1 8 .000. MALUKU 3 1 . 9.OOO 277.000 409.OO0.000. SULAWESI BARAT 27.000 i87.OOO.355.000. I I Unit Unit Unit Unit Unit 302.000.00o 407.000.000.000.000.000.000 271.000 414.000 181.OOO 420.000 422.K.000 181.000 180.000. PAPUA BARAT 23 No.000.000 216.000 262.000 218.000.000.000 277.000 17.000.000 267.056.000.I.000 2 Roda 6 dan/atau Bus Besar Vrl .000 204.000.000. JAWA TIMUR Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit r77.000.000.000.OOO.000.000.000 300.000 306.000 185.000.000. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000.000 1.000 414.000.000 409.000 262.000.000 272. SULAWESI TENGGARA 30. SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8.000 298.000 202.000.000.0O0.O00. SULAWESI SELATAN 28.000.000 179.000 275.000 260.000.000 420. D.000.000.000.000 437.000 302.OOA.000 187.000.000 433.000 +.000 201.000 418.000.000.000.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -12- 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (dalam ru NO PROVINSI SATUAN PICKW MINIBVS DOWLD GARDAN 418.000 271.000 299. SUMATERA UTARA 3.000.OO0 418.000.000.OOO 418.000 s05.000.000 414.000 172.000.000.000 269.000. KEPULAUAN RIAU 5.000 418.000.000 177. SULAWESI TENGAH 29.000.000 180.000.000.000 204.000 271.000. KALIMANTAN SELATAN 23.000 267.000.000.000 267.000 447.000 182.000 435.000.OOO.000 445.000.000 180.000 432.000 271.000 Unit SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASTONAL BUS Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (21 Roda 6 dan/atau Bus Sedang (3) Unit Unit (+l 522.000 425.000 30B.000. SULAWESI UTARA 25. NUSA TENGGARA BARAT i 9 .000.000 181.00o 177.000 182.000 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 438.000.000.000.000 439.000. 3ANGKA BELITUNG 11 3ANTEN 1 2 JAWA BARAT 1 3 .000 316.000 431. YOGYAKARTA 1 6 .000 304.000 208. JAKARTA 1 4 .OOO. JAWA TENGAH 1 5 .000.000.o00 207.000.000 ACEH Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 181. MALUKU UTARA 32.000 181.AMPUNG 272.000.000 417.000 418.I.000 271.000.000.000.000 435.000.000 214.000 418.OOO. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 312.000 449.0o0 170.000.000.000.O00.000. GORONTALO 2 6 .000.000.000 314.000.000 270.o00. RIAU 270.000 270.OOO 3ENGKULU 1 0 .000 271.000 172. P A P U A 3 3 . D.000.000 441. KALIMANTAN TIMUR 2 4 .000 210.000.000.000.000 200.000.000.OOO 2 . .000 206.000.000.000.000.000.000. KALIMANTAN BARAT 2 r .000.000 181.000.OOO 425.000 418. J A M B I 6.000 418.

YOGYAKARTA 1 6 .000.000. BALI .00q.000 2 .0o 29.000. SULAWESI TENGGARA 30. O O O .OOO _-9-0:9.000.000 _ _29:900.090:099 33. Unit 30.000. . LAMPUNG 30.000. KALIMANTAN BARAT 2 L .q-o_o_ 34. GORONTALO 2 6 . .000 28.9:q90.000_. J A M B I 6 u$t Unit I-lfr_it Unit Unit 9yl4trERABARAI SUMATERA SELATAN BENGKULU BANGKA BELITUNG 3l:qoq:qq-o 3 1 . KALIMANTAN SELATAN u41 9ni! uri! Unit Unit Unit Unit Unit _ _ tlnit Unit _.000.000 7: 9 8 .000 11. JAWA TIMUR 17.000 ..:OOO.000 36.000. SULAWESI UTARA 25. O O O .099:-0_q0 31. JAKARTA 1 4 .000. O O O .000_ 33.000 .000. BANTEN t 2 .000 33..92. ___ 30. SULAWESI TENGAH 29.000 _ ..OO9 _3_1.000._ _rt4!.000.000 q0.000.000 31..000 30.000.000 lAlu{_ -9e-. Unit Unit Unit RIAU KEPULAUAN RIAU 30.-ooqpqo_ 37.000 -33j0q0:000 34.OOq.000.OOO.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1324 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN (dalam NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR t4l LAPANGAN (51 12l I .000.000 31.000 TENGGARA BARAT L9.00O 33.000. JAWA BARAT 1 3 .0o0 _ 3l:OOO:qqo .000.ooo. SULAWESI SELATAN 28.0-oo ?9_1q0_o_:0.000 35. U-n!t . MALUKU UTARA 32. 36.000.000 3&000.000.00-oj_00--o- 5.00{ __ 35.K.000 _ 35.ooq:qoo -.33. NUSA TENGG.qgo _ -_35.000 33.000.09_q unit_.-ooo 30.q3:gog:qoq q-s_.OOO -. SUMATERA UTARA 3 4 3 1 .000 34.oo0 19:NUSA _ 29.000.000. SULAWESI BARAT 27.000 29.000 9"it Unit _ Unjt Unit Unit 3 1 .OOO 30..o00 _99.000.O00.0q0 29.000 30.000.000.000 ?8:000. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000 ?.000 34.000j00_0 29:OOO1OOO 19: uqi!. MALUKU 32:000.000. _ Unit Unit 3l:090.009 32.000. JAWA TENGAH 1 5 D.000 30.ooo _3-0. D.OOO 31.000.Ufttl U-ltt .000.I. PAPUABARAT .000. ?8..000. _ ?e.oqg:qog 31.-_ . -__ 31-.ARATIMUR 20.___q9_:09q000 35.I.OOO.qo.00_0 3O.000 23. O O O 33. _3-2:000. t3t V-ri!.00q.OOO. KALIMANTAN TIMUR 24.

YOGYAKARTA JAWA TIMUR 3s0.000 800.ssq'.000.000 _460:0_0.000 450.000 ___q9o:090_ 460.000 450.000 450. ]ULAWESI TENGAH 29.O00 360.000 s40.000 900.000 1.q09 450.000 900. L7 B A L I 1 8 . 6so.s00.o00 400.{WESI UTARA 25.000 650. SUMATERA BARAT RIAU 4so.9-qg 500.O00 360.000 550.O00 610.O00 390.000 1.000 450.000 790.000 390. I(EPULAUAN 5.000 450.000 500.000 390.000 1. BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG 1l BANTEN t 2 .000 450.200.O00 440.000 _ _ .000 500.000 t7l 980.o00 650.000 1.000 610.000 660.000 450.OO0 930. ]UI.000 850. )IUSA TENGGARA BARAT 610.K.000 520.000 550.000 410.000 1.100.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK -L425 SATUAN BIAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS ISTEL} ITO PROVINSI PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610.000 650.O00 900. ]ULAWESI TENGGARA 30.O00 650.qg-o 400. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN 22 KALIMANTAN TENGAH SELATAN __-.000 6 1 0 .O00 440. PAPUABARAT s90. ]ULAWESI SELATAN 24.000 700.000 600.000 900.000 1.'A soPIR/ PTSURUH (6) PAKAIAN KEzuA SATPAM (U \CEFI (2) SUMATERA UTARA (s) 400.000 1.000 1.O00 380.000 900. O O O _* 44_0:qq_q360.000 680.000 500.000 660.000 600.OOO 9 .000 460.000 4s0.000 440.000 500.000 460.000 850.000.000 530.000 800.000 500.1O_O-:0-0_q 400.000 900.000 __ *914.000 450.000 400.000 620. JAWA BARAT 13 D.000 590.OO0 350.OOO PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I PAI{AIAII KER.OO0 450.000 970.I.000 550.000 380.000 500.000 780.300.0oo 440.O00 1qg.O00 3. JAKARTA l4 IJ.000 950.000 440.OOO _ 110jp_o_o 44o.000 sgo.000 600.000 660.000 500.000 SUMATERA SELATAN 8 .000 JAWA TENGAH D.000 440.O00 650.000 900. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.000 440.000 _149:9_0_0_ 390. SULAWESI BARAT 27.000 490.499900.000 6s0.000 520.000 610. J A M B I 6 . LAMPUNG _ _15o.400.O00 650.000 650.000 460.000 390.000.00o 530-OOO 500.000 t"l .000 s9q. GORONTALO 26.000 360.000 500.o00 lo.000 440.000 490.000 490.qq_o 500.000 390.000 24.I.200.000 440.000 390.000 500.0 460.000 500.000 6so.000 440.000 6sq:q0o _ .000 400.000 450. R I A U 4 .000 500.000 340.000 400.000 750.000 650_OOO 1 9 NUSA TDNGGARA TIMUR 20.Q00 380.000 850.000 8so-ooo 910.000 920.000 650.O00 610.000 23 KAL]MANTAN TIMUR 4so.000 900.000 400.000 460.000 610.000 460.09q 430.o00 590.000 6qg:000 _ 6s0.000 850.

000 458.000 260. I I PROVINSI QI ACEH HALFDAY FULLDAY FULT.000 760.040.000 220.OOO 800.350.000 260.000 450.o00 3i0.870.000 1. 2L 22.160.OOO 400.000 910.OOO 300.OOO 400.000 350.000 910. l1 12.000 521.000 310. 29.000 330.OOO 18 t9. 23 24 25.000 350.000 260.000 240. JAKARTA JAWA TENGAH D I. 5 6 7 8 9 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D K.OOO 200. L4 260.000 350.00o 275.000 540.020.OOO 350. 31 32 33 310.OOO 41s.450.000 1.025.000 930.000 310.000 380.000 930..000 930.OO0 350.000 270.000 930.OOO 240.q00 432.OOO 240.000 420.I.000 1.000 400.000 910.OOO 240.000 240:OOO 290.000 910.000 930.000 2.000 240.100.000 260.000 .o00 910.000 500.000 450.000 960.O00 372.300.ooo 825.116.OOO el 435.000 220.240.000 1.120.000 800.020.000 1.ooo 450.032.ooo 930.O00 10.000 545.O00 450.000 310.O00 1.o00 1. JAWA TIMUR 17 ?sq.000 930.000 400.OO0 1.OOO 15.OOO 240.OOO 370.OOO 425. 13.OO0 MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 310.000 450.000 400. YOGYAKARTA BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWES BARAT SULAWES SELATAN SULAWES TENGAH SULAWESI TENGGARA (3) 260.000 1.000 800.000 . 20. 30.000 1.000 370.000 300.oo0 305:O00_ 482.OOO 350.260.O00 250.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1526 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN 26.000 910.OOO (s) 1.1 Menteri & Setingkat Menteri DI LUAR KANTOR ru NO. 1 6 .ooo 400.SOARD 2 3 4.000 1.000 350. 26 27 28.000 930.O00 .

I.AWESISELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29. SUMATERA UTARA 3 RIAU 4 . NUSA TENGGARA TIMUR 20.640.O00 A.CEH 2 .WESI TENGGARA 400.OOO 740.000 336.000 324.000 600.000 760.000 170. KALIMANTAN TIMUR 24.000 820.000 190.000 490.OOO 978. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.000 815.000 640. YOGYAKARTA 1 6 JAWA TIMUR t7 BALl 1 8 NUSA TENGGARA BARAT t9. JAWA TENGAH 1 5 .000 190.OOO 290. J A M B I 6 .16- 26.000 235.000 24t.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK .000 690.000 700.OOO 200.000 274.000 320.000 405. D.000 830.000 190.000 fULLDAY TULLBOEND NO.000 210.O00 250. SULAWESI UTARA 25.000 420.000 210.000 725.K. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN TENGAH 22.000 740.000 190. BANGKA BELITUNG 11 BANTE N L 2 . SUMATERA BARAT 7 .000 188. JAKARTA t4.ooo 300.OOO 340.000 740.000 350. {1} I PROVINSI (21 &l (s) 1.000 181. KALIMANTAN SELATAN 23.000 785.000 287. LAMPUNG 9 .000 210.OOO 740.000 390.I.OOO 350. SULAWESI BARAT 27 SUT. GORONTALO 26.000 LV .000 810. PAPUA BARAT 230.000 280.OOO 280.000 340.000 250.000 730.000 190.000 690.000 1.000 230.000 230. KEPULAUAN RIAU 5.000 340.000 344.000 335.000 280.000 408.000 280.000 379.000 820.000 340.000 337.000 401.OAO 190.000 750.000 675.OOO 770.OOO 744. D.000 800.OO8. SUT-A.000 790.OOO 720.000 270.000 320. SUMATERA SELATAN 8 .000 355.2 Pejabat Eselon I & II dalam ru HALFDAY (3) 207.000 740.000 678.000 165.OOO 185.OOO 280.000.OOO 270.000 645. BENGKULU 10.000 245.000 335.000 456.000 30.000 200.000 280.000 180.000 840.000 190.000 262.000 400.000 280. JAWA BARAT 1 3 .000 1.

000 170.000 145. NUSA TENGGARA BARAT L 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2 t .000 240.000 157.000 165.000 570.o00 275. 13.000 144.OOO 230.000 162.000 228.000 479.000 645.OOO -208.OOO 2 . BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT 192.O00 235.000 205.000 132.000 130.000 240. GORONTALO 26 SULAWESI BARAT 27.000 1.O00 140. SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 230.000 605.000 540.000 230.O00 iab-.OOO D.ooo 310. 8 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG 185.000 280.000 395.000 200. I I PROVINSI HALFDAY (3) i80.000 176. 33.000 FULLDAY HI 300.000 183.000 640.000 200.000 465.000 160.000 564.000 T'L .000 630.000 240.000 630.000 498.OOO 9.000 297.000 210.000 335.000 175. 31 32.000 505.000 205.000 534.3 PeJabat Eselon III Kebawah NO.000 540.000 665.000 180. YOGYAKARTA 1 6 .000 185. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 168. 6.000 132.OOO FULLBOARD (21 ACEH (s) 650.000 480.000 563.OOO 256.000 _ 140.000 433. JAKARTA L+ JAWA TENGAH 1 5 .000 336.000 347. SUMATERA UTARA 3.000 305.000 330.OOO 30.000 550.000 157.O00 t62.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -L7- 26.000 210. SULAWESI UTARA 25. D.000 277.I.I.000 494.000 329.OOO 305.000 160. 10 11 12.000 175.000 251.K.000 540.000 135.000 445.000 576.000 220.000 595.000.000 755.000 705. KALIMANTAN TENGAH 22 KALIMANTAN SELATAN 23 KALIMANTAN TIMUR 24.000 665. JAWA TIMUR L7 BALI 1 8 .000 530.000 260.000 130. KEPULAUAN RIAU 5.000 535. RIAU 4 .000 825.000 288.O00 180.000 150.OOO 228.000 480.000 295.

7 Br .262.ooo 4.000 3 .ozt.9B4.000 3.4L2.OOO 7.OOO 2.081.984.000 2.000 2.OOO 6.000 r.027.000 7.O22.952.000 3.000 2.000 7.00O 2.861.583.519.808.O4O 5.830.829.O54.065.824." MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .568.888.L82.530. 4 7 L 000 4.000 10.000 2.000 15 I6 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAYAPURA JOGJAKARTA KENDAR] KUPANG MAKASSAR MALANG ' 5.000 3.OOO 2.000 9.252.824.000 5.342.23r .658.226. 11 3 .OOO 14.268.316.44O 4 .102.674.065.664.460.OOO .O00 10 11 T2 13 I4 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA GORONTALO JAMBI 7.492.OOO 4.O16.364.OOO 5.000 3.407.995.OOO 8.000 z.OOO 4.000 7.519.OOO 2.Qqo 4.O00 4.ooo 7.OOO 4.000 4.000 4.295.861.695.OOO 4.O00 5.000 10.OOO 5.OOO 5. 4 t 2 000 5.OOO 5.466.OOO 2.000 2.000 3.305.OOO 20 2I 22 23 24 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 25 26 27 28 29 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA t6.182.18- DINAS DALAM NEGERI (PPI 27 SATUANBIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN (dalam ru NO KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) AMBON BALIKPAPAN BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANJARMASIN BISNIS @l (1) 1 2 3 4 5 el JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA 13.000 4.797.285.139.44+.000 3.824.161.230.86t.000 - s.000 13.000 3.348.000 EKONOMI (5) 7.193. 0 0 0 2.000 2.599.081.001.ooo PALU PANGKAL PINANG _3q 31 32 33 34 35 36 37 3B 39 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TERNATE TIMIKA AMBON AMBON AMBON AMBON DENPASAR JAYAPURA KENDARI MAKASSAR MANOKWARI 9.000 3.000 7.000 8.OOO 4.000 3.353.OOO t7 1B L9 JAKARTA JAKARTA MAMUJU MANADO MANOKWARI 1.583.177.OOO 2.OOO 5 .252.000 7.O.856.000 14.000 2.867.OOO I 7 B 9 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA BATAM BENGKULU BIAK DENPASAR 4A67.268.O4O 6.000 3.455.107.000 1.413.OOO 2.824.487.000 7.434.

647.zz.979.445.OOO 15.000 4.000 5.530.000 7.316.00O 6.O00 3.439.q:.O00 12.000 6.OOO 4.487.000 3.674.594.086.000 3.ooo 19.OOO t5.000 8.ooo g0_0 5:B4q 4.702.408.926.199.445.113.OOO 10.760. 7 8 L000 7.O00 3.140.O0_0 5.ooo 9.000 5._6q_9..097.000 9.246.000 1O.236.279. L L 9 oo0 6.O4O 8.OOO !.000 3.445.000 5.996.OO0 5.000 9.000 811_6_1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19(dalam NO {1) KOTA ASAL QI SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN 3) PALU SORONG SURABAYA TERNATE BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG BISNIS @l EKONOMI 40 47 42 43 44 45 46 47 4B 49 50 AMBON AMBON AMBON AMBON 6.OO0 4.739.305.g4z.369.444.1+9.OOO 4.380.380.449.o00 5.835.O00 4.000 9.000 10.OOO BIAK DENPASAR 1 4 .5:3_g.000 BALIKPAPAN 53 54 .000 t2.OOO 3.000 9.295.155.000 3.B_ A_LIKP_APAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN BALIKPAPAN 58 59 BANDA ACEH BANDA ACEH 60 61 BANDA ACEH 62 BANDA ACEH 63 BANDA ACEH 64 BANDAACEH 65 BANDA ACEH 66 BANDAACEH 67 BANDA ACEH 68 69 PALEMBANG TEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN 70 7I 72 73 74 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 10.OOO _6.134.000 5.626.OOO 4.167.493.445.749.OO0 5.947.OOO BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN 6.530.765.637.257.5.OO0 9.000 2..305.ooo 5.OOO 10.076.985.000 5.OOO 4.B4O.OOO 4.000 5.412.OO0 f5) 3.508.000 4.129.990.648.zcg.000 10.803.OOO BANDAR LAMPUNG PADANG PALANGKARAYA 6.o[z.354.OOO 7.664.000 2.354.000 2..O00 9.000 6.O00 to.000 7.000 9.OOO .000 8.798.744.760.000 3.568.749.813.BB91OO0 18.OOO 5_:123.150.000 5.161.L29.150.14_0.000 6.o99_ 5l 52 to.760.OO0 10.O00 6 .OOO 7p_ 76 77 78 79 BO B1 82 B3 B4 BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG JAYAPURA JOGJAKARTA KENDARI BANDARLAMPUNG BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG I\44.000 L/ .504.OOO t2.O00 9.845.000 ro.7r7.ooo L2.00O 19.000 8.OOO BANDA ACEH BANJARMASIN BATAM a.000 18.401.KASSAR MALANG MANADO BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG MATARAM MEDAN 14.071.193.000 11.4B2.

OOO 3.OOO 3.049.+sa.000 2.oes.gos.OOO 9.ooo 8.ooo 4.2}b5.OOO 3.0OO ro.193.856.396. 4:99910_00_ 6.792.OOO 4.OOO 2.O06.000 8.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- ru NO 1 KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3 PALEMBANG BISNIS EKONOMI (21 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 85 86 87 BB B9 90 9L BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO AI 4.000 7.738._qq0_ 8.936.OOO SURABAYA TIMIKA ts.385.OOO 5.000 3.O22. .sst.268.583.000 - JOGJAKARTA _ MAKAS_SAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU - 8.B24.824.ooo 7.000 97 9B 99 100 101 o.000 4.824.13s.OOO 3.000 4.723.000 5.OOO 3.412.000 1.546.OOO 3.OOO 6.ooo i0.000 3.508.000 _ 3_29?:qqo_ 1.000 4.931.ooo 2.000 3.OOO 4.407.369.OOO 4.450.OOO r29 BATAM PONTIANAK 4.000 SURABAYA TANJUNG PANDAN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN roq BANJARMASIN 1 1 0 BANJARMASIN 1_11 BANJARMASIN BANDA ACEH BATAM BIAK DENPA.000 2.49B.375.000 8. 6 2 6oo0 92 93 94 95 96 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BATAM DENPASAR JAKARTA JAMBI JOGJAKARTA PADANG 3.413.000 8.498.370.594.439.289.. 53:Ooq 7.957.942.ooo 7.UUU 2.OOO 4.O22.000 .ooq 5.792.4&.000 120 L2l r22 r23 r24 BAiAM 125 )2Q r27 t28 BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BANDA ACEH DENPASAR JAYAPURA to.027.129.386.i23.SAR JAYAPURA JOGJAKARTA ro.000 10..220.359.000 7.000 4.OOO s_URABAYA TIMIKA 4.OOO 492O:OOO 9.647.316.000 13.OOO 4.476.94L.ooo " 6.OOO 0oo ).958.000 16.000 7.ioo 5.482.707.578.zaz.936.145.O22.OOO 5.000 4.337.000 10.000 -o.AOO 3.701.-395.iiz.000 4.AOO 2.097.263.760.OOO r02 103 104 105 106 t07 108 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG PALEMBANG PANGKALPINANG PEKANBARU SEMARANG SOLO 2.642.OOO ir.OOO 5 .ooo - D.OOO 9.000 2.63i.OO0 /.525.O00 6.000 Ui -tl .936.433.OOO 8..Izg.599.000 4.000 5.000 8.696.000 6.686.OOO )ry 115 116 t!_7_ 118 i19 BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN PEKANBARU SEMARANG SOLO 7.749.380.439.931.OOO 4.717.006.OOO T L 2 BANJARMASIN 1 1 3 BANJARMASIN MEDAN PADANG PALEMBANG 10:516:-00o_ 9.663.000 2.000 3.

893.OOO 5.O00 1.000 11.OO0 6.000 L5.000 9.615.658.472.680.498.OOO 4.664.OO0 PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR PEKANBARU PONTIANAK JAMBI JAMBI TIMIKA BALIKPAPAN BANJ_ARM_A_qr_N DENPASAR JOGJAKARTA KUPANG MAKASSAR MALANG JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI r64 165 r66 167 JAMBI i 6 8 JAMBI L69 JAMBI 170 JAMBI t71 JAMBI L 7 2 JAMBI 173 JAMBI 1 7 4 JAYAPURA MANADO PALANGKARAYA PONTIANAK .477 000 10.O00 7.r82.000 7.OOO 1.861.782.845.AOO 4.O92.589.SEMARANG SOLO 8.193.659.000 8.631.OOO 7.OOO 5.57 158 159 160 161 L62 163 BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MEDAN _.O00 9.942.622 oo0 1 8 .000 9.-99O:O09 10.gb6.OO0 4.728.O75.O00 6.OOO DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MATARAM MEDAN 4.OOO 614?F:OOO 6.551.108.600.000 8.000 11.O00 9.333.O11.653.O00 7.ooo 15.OOO 8.557.000 8.193.873.OOO SOLO SURABAYA TIMIKA PALEMBANG BALIKPAPAN BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA 1.129.000 4.091.541.O00 15.OOO 1.615.000 4.000 5.OOO 7-.952.000 4.B7B.OOO 2.733.145.000 8.000 9.424.2. 7 i 8 ooo 16.OO0 3.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -2r- NO KOTA ASAL am ru SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN {3) SEMARANG BISNIS EKONOMI (1) e 1 3 0 BATAM 1 3 1 BATAM L32 BATAM 1 3 3 BATAM r34 BENGKULU 1 3 5 BIAK 1 3 6 BIAK L37 BIAK l 9 8 BIAK 139 I40 BIAK wl 7.000 2.000 Llt I .000 7.OOO 3.2.883.4+q.140.000 4.000 4.738.707.909.10B.3110-oo 18.145.O00 13.OOO T4T r42 r43 114 145 r46 t!7 t48 r49 150 151 L52 153 154 155 156 1.OOO 3.081.000 6.476.OOO 4.2.407.00O 8.932.000 4.OOO SURABAYA JOGJAKARTA 3.ooo 3.690.000 8.108.27B.000 7.11.439.091.OO0 1€4o:Q09_ 10.32L.42B.995.1 9.OOO 6.353.888.4OO 6.OOO 2.O00 7.444.OOO io.OOO.390.000 2.952.O00 3.278.72e.OOO 6.648.925.OOO 4.000 1.OOO 4.O00 3.000 4.OOO " 6.851.O00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA TIMIKA JAYAPURA KUPANG MAKASSAR ' 16.8.274.733.OOO 8.O49.300.690.000 16.621.568.781.OOO 7.434.OOO 7.915.000 16.O9O 3.O00 8.000 7.899.4OO 4.808.097.OOO 1 2.

140.000 5.000.OOO F_Ar4ryr 196 197 KENDARI 1 9 8 KENDARI 799 KENDARI 200 KENDARI 20L KENDARI 202 KUPANG 203 KUPANG 204 KUPANG 205 KUPANG 206 KUPANG g.840.000 5.108.273.658.000 5.348.000 5.770.289.000 14.o3g.000 10.536.861.000 17.OOO 2TB 21.000 10.o00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA DENPASAR MAKASSAR 9.OOO 12.000 10.000 8.536.969.615.000 16.722.000 ---i.OOO 3.000 6.722.O00 18.000 5.407.OOO 4:931.OOO L75 L76 JAYAPURA JAYAPURA t 7 7 JAYAPURA 178 JAYAPURA 179 JAYAPURA 1 8 0 JAYAPURA 1 8 1 JAYAPURA r82 JOGJAKARTA 1 8 3 JOGJAKARTA 184 (5) 11.263.000 9.OOO 10 129.193.000 MAKASSAR 5.0_0q 5.000 5.322.OOO 4.000 3.000 4.103.381.O00 16.568.000 16.435.:q_59j9OO 9.OOO 5.706.OOO 9.460.723.000 5.798.000 9.os9.OOO 4.000 B.000 3._000 i5.000 6.O00 5.O87.O00 9.102.220.000 3.LO2.455.000 17.000 4.000 185 186 L87 JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG si/22.054.134.MENTEBIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -22- dalam ru NO I KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) MANADO MEDAN BISNIS EKONOMI el 22.000 11.380.000 3.7.466.000 3.663._q37:OOO 11 .327:OO_qLr.204.027.765.O00 B.000 7.717.749.873.519.000 2.ooo_ 2.7_.129.OOO 4.161.567.108.OOO 1BB 189 190 191 193 t94 195 r9_? KENDARI KENDARI JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI PEKANBARU PONTTANAK TIMIKA BANDA ACEH DENPASAR JOGJAKARTA PADANG PALEMBANG 6.O00 11.O00 5.525.311.OOO 8.000 1.659.182.000 4 .OOO 18.OOO 10.166..493:0_0q r0.000 4.786.000 8.OOO 2.893.386.000 7 819.487.776.48r .LO9.OO4 5.1.OOO 8.O22.097. 6 4 8 .787. 3 1i .322.932.O00 10.000 7.O92. 0 0 0 6.9 MALANG ro.167.909.000 P_9NTIAIIAK e.482. 0 0 0 6.327.OOO 5.OOO - 3.953.000 .380.000 7.o0o PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO SURABAYA ?97 208 209 2LO MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR Br4K JAYAPURA KENDARI MANADO TIMIKA BALIKPAPAN 2tr 2L2 2L4 MAKASSAR MALANG ?-r_3 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG 2t5 BA-NDAACPH BANJARMASIN BATAM TQ BI4II JAYAPURA KENDARI 2L7 11.000 8.OOO 9.633.166.ooo 7.O00 2.obii 4.

744.000 5.OOO 8.739.4L7.888.11.OOO PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH 7.OOO 2.O00 5.193.OOO 9.915.000 9.407.BANDA ACEH BANJARMASIN -' - 12.2B4.OO1.OOO 6.000 g:p46.461.000 16.504.385.995.402.000 14.000 4.////I N-ffi-U \W"r[iTg KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -23- dalam ru NO KOTA ASAL QI SATUAN BI AYA TIKET TUJUAN (3) BISNIS I4l EKONOMI 220 221 222 223 224 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 225 226 227 228 229 230 23L 232 PEKANBARU TIMIKA MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MEDAN .750.OOO MATARAM MEDAN 25r 252 253 254 255 256 257 258 259 260 267 262 263 264 2.000 LO.OOO 238 239 240 MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM BATAM BIAK 5.71.937.102.637 oo0 4.000 12.615.000 9.327.OO0 24r 242 243 244 MATARAM MATARAM .000 4.OOO 2.000 233 234 235 236 237 MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM -_PO_l!TTANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMiKA BALIKPAPAN .685.706.N*.000 9.552.065.439.953.000 6.846.696.OOO 9.873.O22.600.OOO 4.000 10.7L7.000 6.8:000 7.O00 4.990.000 3.765.899.000 18.000 10.r72.000 7.OO0 6.OOO 9.OOO 12.744.258.R h e.I\\\\- .738.000 8.000 5.OOO 8.rs3.733.958.000 3.460.000 15.-ooo 7.599.55r.461.546.461.364.504.145.OO0 12.000 _ {5} 6.000 14.ogg s.925.867 ooo 4.0OO MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO 12.000 8_.926.000 5.909.909.000 8.O00 to.262.552.QOO5.000 15.2B4.000 5.012.311.835.OOO 4.000 6.000 4.000 7.246.OOO 4.167.851.000 4.230.092.OOO 8.O55.OOO 8.OOO 6:396.PADANG PALEMBANG PEKANBARU 13.ooo 10.i* -.000 5.134.OOO 3.000 4.000 8.316.718.504.000 9.OOO MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM 245 246 247 248 249 250 10.000 8.0q0.OO4 3.78L.0O0 MATARAM MATARAM PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH 2.O00 13.32t.OOO 4.574.000 11.OOO 4.199.803.OOO 5.OOO 4.546.000 6.OOO 4.OOO 10.000 9.000 4.466.829.000 8.AYapuna-* JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 7.000 9 455.7.000 4.193.246.OOO .803.974.

000 6.878.oob 7.24L.000 6.000 7.000 ' .QOU 7.O00 +.OOO 15.000 4.000 6.O4O 8.888.091.000 4.OOO 3.000 6.631.6 .305. 7 7 1 oo0 9 915.685.936.O00 2.204.ooo 1.]{.000 9.262.038.444.8E3.sioo 3.000 12.797.OOO 7.OOO 4.OOO - 4.2gi.663.187.268.000 3.797.O00 3. O9.198.236.000 6.000 3.829.466.OOO ?\? 3i4 315 316 SOLO SURABAYA SURABAYA SURABAYA 3 1 3 SURABAYA MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA .894.514.Ju 4.469:009 3.000 3.000 7.979.000 4..706.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam rupial NO 1) KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) BATAM BISNIS el PALANGKARAYA rcl B.OOO 9.000 4.O00 6.000 12.000 SS.829.os6.U(JU s.OOO 4.9.589.000 2.000 8.000 1.{.076.s85.Qo9_ 8.000 6.739.000 3.OOO PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG 7.O00 - 3.936.739.685.904.O00 3.OOO 9.423.279.000 6.94L.OOO .OOO 1 6 .4A7.220.252.O22.OOO PANGKALPINANG 29r 298 299 PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA 7.000 3.915.000 8.000 9.000 5.957.000 5.236.OOO 8.OOO 300 301 302 303 304 305 PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG 7.OOO 8.000 1s.086.000 3.OOO 999 307 308 309 310 311 PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR 6.118.OO0 6.000 9.23|.OOO 8.OOO 5.412.OOO 4.642.000 4.OOO 265 266 267 268 269 270 EKONOMI (5) 4.OOO 8..doo 3.578.000 4.7.888.337.210.000 4.OOO +.OOO 27r 272 273 274 275 276 277 PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG e.391.000 _!4AKASSAF TIMIKA i r.845.000 3 915.979.883.883.252.760.140.829.000 3.433..097.OOO 4.744.578.241".161.000 3.?92.466.000 3.OOO B.557.477.94 t.653.8os.626.262.obo 5.OOO 5.0O0 3.O65.O00 278 279 280 287 283 284 PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALU PALU PALU 232 SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG z.765.300.000 3.000 7.878.O22.000 4.840..OOO 5.O4O 4.696.000 .ogo.000 10.OOO r.326.000 7.OOO 4.2.000 5.O00 3 818.659.535.47.O00 3.OOO 5.000 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 2BB PANGKAL PINANG 289 SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN 290 29L 292 293 294 295 296 PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 1.284.808.733.781.060.675.

000 290.I.000 90./ .000 90.000 48.ooo 285.O00 315.000 70.000 125.000 170.O00 B 9 10 11 L2 13 L4 15 i6 LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 91.oo0 82.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 2A SATUAN BIAYA TAKSI PEzuALANAN DIIVAS DALAM NEGERI NO.000 60.OO0 125.000 171.000 70. (1) 1 I PROVINSI QI ACEH SATUAN {3) OK OK OK OK OK OK OK OK BIAYA TA 2013 (41 90.000 48.000 110.O00 50.O00 115.ooo 110.O00 110.I.000 125.O00 72. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK 100.OOO 90.OOO 2 3 4 5 6 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA SUMATERA BARAT SELATAN 70.000 115. JAKARTA OK OK OK OK OK 80.000 KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33 PAPUA BARAT 125.O00 t7 18 19 20 27 22 23 24 25 26 JAWA TENGAH D.000 60.000 60.000 .K.000 120.

29r EROPA BARAT 20 2l Vienna Brussels _ 10.130 7.:357 3.623 8./ .822 L4.702 i.018 2! 874 L 7 325 g.494 16.ii 5.399 16.832 15.5'5-9? ___ _8j900 I7 18 19 r7.47L 6.269 _ '1.518 - i..63sLl.713 4:!7-7 _ 5.335 23.458 8.994 ___3.587 _ _1?.L78 3.966 7.353 12.24t - 9'2773.L87 6.924 6.520 10.428 5 6 7 8 _QtJqwa San Fransisco foronto Vancouver Washington .727 e_.809 6.237 L7.223 3.468 11.s91 3.089 2.399 9.426 11.1.eir LL.2:266 t2.040 6.487 5.1?4 10.970 5.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -2629 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PPI dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA (21 AMERII{A UTARA Eksekutif (3) Bisnis 4 Ekonomi q 1 2 3 4 Chicago Houston Los Angeles L2.749 3.77r 3.240 -9.76r 1.753 New York 14.393 t3.870 .564 7.743 9 10 11 L2 13 t4 15 16 A_MERII{A SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERII{A TENGAH Mexico Citv Havana Panama Citv 18.902 t4.970 5.750 10.

850 5.767 41774 6.q8q 6.982 6.:o-?q 6.478 10.73A 3.393 8.746 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA dalam U NO t KOTA Eksekutif BIAYA TAHUN 2OL3 Bisnis 4 Ekonomi q 2l Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva 22 23 24 3) 10.856 1'e29 5.334 ?.O74 3.631 3.126 6. 4.9gg 8.860 9.O29 7.9L7 10.?5*6 4.143 .383 3.O49 Oslo EROPA SELATAN 35 36 37 38 39 40 4l Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd t7.331 3.9TI 9.446 4.350 - Bratislava 43 Bucharest 44 Kiev 4s-.309 10.825 4.446 14.34t 4.681 3.541 .839 10.033 2.166 5.851 5.778 I4.031 5.433 4.041 3.TOJ?4 LO.331 25 26 rI.980 9.153 4.le3 5.355 3.023 9.945 7.056 3.771.158 9.794 8.92r 6.959 4.Moscow 42 PEqPAlI!4gR_ 6./ .L13 s.464 8.714 6.277 6.333 3.537 4.370 27 28 29 Amsterdam EROPA UTARA Copglhagen Helsinski Stockholm London 31 32 34 9q 93 9:696 10.931 5.753 3.206 3.506 5.773 3.

484 7.777 t2.275 59 60 67 AFRII{A UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat 62 63 64 Tripoli T\rnisia 9.770 4.958 5.915 5.700 7.052 ro.081 9.910 6.72r 4.282 5.6L2 3.473 6._?2_* 53 Antananarive 54 Dar Es Salaam 55 H_etq{g AFRII{A SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg 7.665 5.593 9.94L 11.848 8.tr1 4.551 9.808 6.536 7.975 4.779 8.330 6.438 8.255 7.947 11 11B 5.818 AFRII{A TIMUR 5 1 Addis Ababa Nairobi .281 3.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -28dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA Eksekutif 2 Praque Sofia Warsaw (3) Bisnis 4 Ekonomi 5 46 47 48 8.904 8.I75 Ly .774 8.732 8.900 10.733 5.848 7.451 3.447 +9 50 AFRII{A BARAT Dakkar Abuja 9.000 6.966 LI.820 5.419 6.O37 3.552 8.507 7.706 4.524 56 57 58 18.747 10:6_q0_ 17.555 6.599 5.570 7.24r 14.748 6'1!9 5.

581 2.737 _qq_ Eebp_sl.343 8.205 6.359 4.643 4.298 2.962 80 81 Beijing Hongkong 2.216 8.O28 .727 3.9=9 _2 4.446 6.595 3.684 9.000 77_ Muscat giyadh ASIA TENGAH _ 7 8 _ Tashkent 79 Astana ASIA TIMUR !3.976 5.633 2.623 1.490 3.785 5.449 5.475 3.156 3.835 L.737 7.905 3.469 5.703 5.679 3.727 3.675 I.745 _ 3.878 3.56L 67 68 69 70 7I 72 73 74 75 76 Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah 6:77! 7.283 8.966 82 83 84 85 _OS_ete__ To\yo 3:?o4 3.3?s 3.9q9 Uqrryang Seoul ASIA SELATAN 2.O89 7.148 6.?73 4.f+o 2.617 13.730 2.545 65 66 vteryrqe Baghdad Amman 64oo5.233 L.920 .416 _9.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29 dalam BIAYA TAHUN 2OI3 NO I KOTA Eksekutif 2 ASIA BARAT 3 Bisnis 4 Ekonomi (s) 5.257 1. __ 87 Teheran _ 6:3oJ 4.734 _ 2.545 3.999 2.433 7.864 1.- z.639 5:390_ 6.700 3.66L 8:453 L2.421 3.321 3.43I 4.510 3:110 3.

689 M_-elbqqryg 10_e___ " 1 1 0 Noumea 111 Perth _ 4.628 2.453 918 2.740 4.833 1.628 r.OO9 2.894 1.981 673 r.562 2:4L7 3.o92 2.561 J\2 113 _ f_o1!\{qrepby Sydney 5.252 4.833 L.506 6.226 3.557 t14 Vanimo __ll_s_wgtti[gJo_q_ _ 2.96+ 5.344 2.500 3.427 659 I.627 403 to4 105 106 Singapore Vientiane Yangon ASIA PASIFIK _ ?Q74 I.757 1.?'8F8 3.77r _ _ 8.687 .380 3.558 1.503 9tL 919 823 I.482 88 89 90 91 2.64L 1.318 6.202 997 r.780 1.034 2.9r7 1.6L4 766 1.158 2. 11 9 3.633 2.O25 1.333 L.656 r.237 2.468 2.525 5.940 4.886 6.053 L07 108 Canberra Darwin s.063 5.801 7.398 4.420 1.677 1.2T2 r.150 545 r.413 .900 3:8_14 2.926 4.MENTFRIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30dalam U BIAYA TAHUN 2OT3 NO KOTA Eksekutif Bisnis (4 Ekonomi (5 I 2 Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi 3 3 .235 525 694 585 1.195 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu 1 0 0 Kuala Lumpur 1 0 1 Manila IA2 Penang 1 0 3 Pnom Penh 97 98 99 1 r!7 1 155 2.629 3.501 4.327 92 ASIA TENGGARA Baqdar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi _e_9- 93 94 95 L.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-31 30
SATUAI{ BIAYA PTNYTLENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 3O.f ATKr Langganan Koran/Mqialah, Lampu, Pengamanan Sendiri, Kantong Jamuan

Diplomatik,

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

I

(21
AMERIKA UTARA
Ohicago

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf (41

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

(oBl
(6)

Kantong Diplomatik (kgl

.Iamuan (oHl (8)

(s)
18 18 18 T9

(71
94 94 94 99 106 94 106 106 94

I

1.270

37
37 37 39

2
a.

Houston
Los Angeles

r.220
7.270 t.270

2.521 2.52L
3.420 2.256 1.963

4

5
6 8 9

New York (termasuk KJRI New Yorkl Ottawa
San Fransisco loronto

89 89 89 94

1.307 r.270
I.307

42 37
42 42 37

20
18

100
89 100

Vancouver W3lhi11$on AMERII{A SELATAN

r.307
r.270

20 20
18

2.O3L 3.391
1.553 2.836

100
89

__19 Fogg!q _
11

1.185

L2
13 T4 15 16
L7

Brazilia Boenos Aires

r.478
T,L7O 1.319 1.I70 L.L72 1.001 1.099

38 47
33 42 33 37 32 35

18 22 16

1.1s0
2.L95 )..768

96

153
84 l07 85 95 8l 89

Caracas

20
L6 18 15 17

Paramaribo Santiaso de Chile Quito
Lima

,1.899
1.150

91 113 79 101 80

r.777
1.150

90
77 85

r.262

18 i9

AMERIKA TENGATI Mexico Citv
Havana

1.220

r.220
1.038 _ .
1.985

35 35

L7

2.657

T6
I6

20

Panama Citv EROPA BARAT Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg
Geneva Amsterdam

_ .3q
264 259 269 269 254 334 254 254

._

r.691 2.839

90 88 84

85 83 79

21 22

23 24 25
26

r.947 2.O22

.?.o??
1.910 2.509

22 22 23 23 22
28

-..?,779
3.I20

rs2
r29

2.373
3.O76 2.799 5.368

ry+t27
L66 127 166 L27

r34

103 101 105

105
99

27 28
29

130
99

" _L9_19
1.910

-

2?22
28 22

- 2.690 2.690
2.776

L?7 * _ 9 e

2.509
i 1.90

30

334
254

130
99

2.690

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-32alam

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

(1)

(21
BROPA UTARA
Jopenhagen

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan! (4)

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

Kantong Dlplomatik

(oBl
(6)

(ke)
(71 232
2L3

Jamuan (oH) (8) 110 101 99

(s)
24

3t
32

Helsinski
Stockholm London

2.ILs r.947
1.910 1.966

28r
259 254 26L

3.341
. -2-:_585 3.978 3.749 3.978

33
34

35

Oslo EROPA SELATAN

2.340

3li
145 156 158 161 165 L77 151 177

22 22 22 26

209
2L5

ro2
L27

2F6
108

36
37 38

39 40
4L 42 43

Zaereb Athens Lisbon Madrid Rome

9.+rasvc

1.179 L.275

1.220 t.220 L.270

18 20 20

2.232
2.232 2.776 2.732

rt7
118 12I I23

84 90 91

_?o
2L

93
95

2.732
1.936

r.220
r.220

Eqo.ere4
Vatican EROPA TIMUR

r.220
1.220

22 t9 22

L32
113 86

to2
87

r.669
2.478

ro2
99 86

+ , + ' Bratislava
45 Bucharest

r.220
L.220

t7l 150

22
79 _ 79. 23 I9 .19 19 20

1.668 1.867

t9
47 48 49 50 51

Kig_y -_
Moscow

r:229 _ _ _ . _ ! 4 8 r.220 183

Praque
Sofia

Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar

t.??o
L.220 r.220

_

L48 148 148 161

__ L.73.? 2.375 2.760 _ 2.082 2.O82
2.27L

110 96 95 L17 95

85
i06 85 85 85 93

95 95 103

52 53

n"huie AFRIKA TIMUR Addis Ababa
Nairobi {ntananarive

I.220 _L:22Q

r48
145

6 6

2.34r

2.?eF 2.o7o
7.773

161 158

55
55

53
54 55

2,9?e_
1.895 2.O29

r32
L23 732

sq
D/

Dql Es Qalaee Harare

r.962 2.096

_. 128
i36

5 5 5 5 5

r.967
_ 1.690 7.773

L43 t34 143

13e
148

40 35 35 40 35

ral rr' li

r

KEUANGAN MENTERI HEPUBLIK INDONESIA

33
alam

NO

KOTA

ATK

(orl
(3)

(1) 58 59

(21
AFRII{A SELATAN Windhoek

Langganan Koran/ Mqialah (ekslempar/ bulanf HI

Lampu (buah|

Pengamanan Sendiri

Kantong Diplomatik

(oBl
(6)

(kel
(71 t43

Jamuan (oHl

(s)
o c

t8)
40

2.O29
L.962 1.962 2.096

r32
L28 136

60
61

9sse-lqllr
Johannesburs Maputo AFRII{A UTARA Alsiers Cairo Khartoum Rabbat Iripoli
Iunisia

+?8

5 5

2.398 2.363 1.690
1.805

192
139 148

.1o
40 43

62

L.220
1.170

63
64 65 66 67

t.220

140 L47 151

6 6 7

r.220 r.220
1.220

138

r32
130

6 6 6

1.815 L.493 t.449 i.557 2.L51

139 140 150

40

35 40

r37
131

+o
40
40

r.2L2
1.244

r29
189

A,SIABARAT 68 69
Manama

1.170

4t2

J

51

70
7l 72

Saghdad Amman Kuwait Beirut
Doha

r.220
I.I7O L.T7O

42r
385
363 399 385 381 399 408 372 376 394 376 399 408

5

5
J

r.372 e?8
1..469 1.574

L9+
177 L67 183 177 t75 183

51
47 44 48 47 46

r.220
L.I2O 1..220

5

73
74 7S 76 77 78 79 80 B1

Damascus
Ankara

_9
5 5 5
c

1:515 1.575
2.547 1.250 L.464 1.534 t.469 t.I73 2.547

r.220
t.L70

4a
_ _- . . 4 9 45 46

Abu Dhabi
Sanaa Jeddah

t.L70 L.220

.]97
1.7L 173

Muscat
Riyadh

..-\.r70
1.220

82

Istanbul Dubai A.SIATENGAH

1.220
1.170

5 5 5 5 5

181 L73
183 t87

-

.19
46 48 49

i.250

83 84 85

lashkent

1.220

Astana Baku ASIA TIMUR

1.220 1.220

381 412 439

q
5 6

_ ._ ?.?41
1.150 1.035

2.244 1.150

46 46

1.035

+6
44 45 48 48

86 87 88 89

Beijing

1.220

I-longkong
Osaka

r.270
t.270
1.270

Tolcyo

_ 9 ! _ _ -Uglry-g4e 9 1 Seoul 92 Shanshai

r.229
1.270

r.220

346 346 379 379 365 361 346

6 6 6 6 6 6 6

2.233

?.167
2.055 3.450

47 47 51 51

r.324 2.524
2.233

le

__-. !7

49 47

46 44

170 1.170 5 J _ 2.170 1. L.0s2 1.220 1.170 1.220 t.170 1.t70 r.170 65 60 57 58 89 82 78 79 79 79 81 81 97 98 99 100 Islamabad Karachi New Delhi Mumbai -.329 58 58 59 59 A.1 5 8 6 6 6 6 llq _82 t2s 92 118 89 L23 TL4 LL7 92 86 88 5 5 _ __._22 100 92 1.553 93 94 95 96 t.160 642 1.L7O 1.220 1. l.r20 r.221 - _ .568 642 3.170 5 5 5 4)4r 1.220 52 52 52 5() 6 6 o o 2.8_0-.i70 I.t70 I.170 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila 47 47 47 46 46 37 37 37 47 BgrenePnom Penh 1.362 981 1.170 T.170 r.747 Y/ .229 L.170 1.??.220 52 52 50 52 48 49 o L23 t24 t25 Sydney Valimo L.220 1.221 2.t59 2.2to t.568 2.463 2.170 1.227 1.L79 r._?29 r.Iamuan (oHl {8) (1) (21 ASIA SELATAN Kaboul Ieheran Colombo Dhaka (41 50 46 44 45 45 45 46 46 (sl 6 5 5 5 (71 t.350 1.495 1.265 97L 75 75 75 73 65 83 83 83 B1 81 66 66 66 _-.220 t26 _ L?7 t28 Wellineton Suva Dilli L. 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 J 1.1?o* 37 _ _ .134 1 .7lor.SIATEITGGARA 101 ro2 103 104 105 106 LO7 108 109 110 111 L12 113 Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi 1.9 8 2.90 60 1.220 i.546 2.L70 1..480 942 ___1.329 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -34Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf NO KOTA ATK (orl (3) Lampu (buahl Pengamanan Sendiri (oB) (6) Kantong Diplomatik (kg) .220 1.22I 60 60 60 't5 1.O _ q 0 t.917 83 66 69 87 60 62 78 75 74 75 Singapore Vientiane tt4 Yangon 1 1 5 Songkhla L.2:0-89 I.178 r.220 r.480 5 4 4 83 82 83 66 66 _L!_6 Ett4i"e IL7 Tawau ASIA PASIFIK 1 1 8 Canberra 1 1 9 Darwin L20 Melbourne L 2 t Noumea r22 Perth L23 Port Moresbv L_l70 1.945 1r3.r.840 t23 123 123 133 oo 92 _ .

96q 427 806 837 437 790 _ 1.353 9.353 8.6s9 13.500 9.563 16._ 6 9 1 695 867 609 3:20 309 10 l1 EqC_ota Brazilia Joenos Aires 63 63 A? o 9 9 9 9 9 9 t2 1? 3:7 408 246 264 32s 250 3_50 350 t4 15 l6 lt 93IggqsParamaribo Santiaeo de Chile 72 63 774 616 688 588 645 361 290 ?e_1 qs9.597 t3.038 790 790 1.408 9.562 8.:)_ 585 764 c6J 26 27 2a 29 17.434 1? 80 9 9 9 652 638 609 307 300 247 275 275 232 392 383 350 392 383 44 43 .2 Pemeliharaan. dan Konsumsl Rapat Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unit/ Tahunl Gedung (m2ltahunf t+l Halaman Pengadaan Inventarls Kantor l^"1 tahunl (51 (orl (6) Pakaian Soptr/ Satpam lstell Sewa Kendaraan (harif Sedan Bus t9l Mobtl Boa Konsumsl Rapat loKl (21 AMERIKAUTARA Shicago 2 Houston 2 Ios Aneeles 4 New York _.353 80 80 80 9 9 9 681 320 .q! t3.176 73.825 72 72 20 P-egeEe-c-ry EROPA BARAT Vienna -.ondon t4.776 13.434 33 34 3_q 13.7'90-0 13.q -_9.\?.5?e.309 13 I to Amsterdam OROPA UTARA 2l 1D 9 9 9 9 9 1._J9s ___ 250 261 350 3s0 418 521 366 46 58 4l 52 41 46 39 370 4L3 324 350 Q-ttitgLima 7. Pengadaan tnventaris Kantor.563 72 72 72 72 72 72 tt.176 qq 80 80 72 80 72 9 9 9 o 9 760 745 774 708 695 ?74 _ 731 960 t5L _ _390 293 722 304 722 _ _394 287 642 895 68. Sewa Kendaraan.626 13.309 -t3.5.2 642 895 642 377 287 247 377 247 608 596 619 50 52 52 49 64 49 49 64 49 6_r.O38 - 7il 960 731 s-tis 764 585 790 l9PgI'hecq4 ielsinski Itockholm L.. 303 223 245 .408 8.353 8. 10.t42 12. Pakaian Soplr/Satpam.401 !_r 42 43 Madrid Rome Beograd Vatican 12.9sq 384 3_q-3 387 43 8 l9 IMERII(A TENGATI Mexico Citv Havana 8.O13 3q_ 39 40 _.496 7._ Sttawa 6 Jan Fransisco 7 loronto I Vancouver I iVaqhington $MERIKA SELATAN t3l {61 r0t 409 I rl 46 46 46 8.441 80 72 80 72 72 80 9 9 9 9 9 9 777 7.973 63 63 -. 1 0 9 12.95r 13:9.918 293 300 300 ..MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35- 3o..793 9.639 7. .9s.692 13.97 681 767 767 337 961 320 361 361 300 390 300 300 291 300 400 __400_ 400 409 409 431 400 48 5_l 46 51 5l 46 3s9400 _4_61 409 461 461 4rl9 29r 291 350 350 400 .918 596 585 602 717 352 '242 806 79t 814 969 979 54 50 49 50 60 36 37 11 .001 7.408 9.t47 80 72 80 80 80 9 q 810 745 /rbb 9 9 9 731 753 896 Oslo EROPA SELATAN Saraievo Zagreb thens Lisbon 695 682 702 835 _.176 I7.279.r cl 2l 22 23 Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburs Seneva 72 80 ?1 25 13.9q1 681 9?9 320 a.563 72 I 9 9 9 9 9 9 9 616 667 674 688 702 753 645 753 302 4q3 326 330 337 344 262 26s 275 276 275 295 533 _ 539 550 562 516 602 667 721 729 744 760 41 45 45 46 50 43 q69 Jlo 2e9 _ 6 9 ? at4 698 814 368 50 I ^/ ..2tO 7.

.522 o.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK -36Secta Kendaraan Pengadaan Halaman Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unlt/ Tahrrr I Gedung lm2ltahunf Kantor l^tl tahunf 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 9 o lorl 731 638 631 Pakalan Soplr/ Satpam lstell lharil Konsumsi Rapat Sedan Bus Mobll Box loKl 44 45 46 47 48 49 50 }ROPATIMUR 3ratislava fucharest fiev vloscow >raoue 3.350 350 350 350 25 50 50 50 150 150 3qo 389 -.889 Lt.500 72 72 72 9 9 9 9 304 304 325 259 251 251 ?68 25_t253 27t " 244 236 234 275 275 275 294 350 7to 646 686 8 8 8 8 3s0 233 249 733 62 63 64 OJ {!g!ers Cairo Khartoum Rabbat l nDoll 19.eol 9. 9 9 304 308 329 27s_ 250 zrc . _F?2 _.766 I 1.133 72..367 9 9 63r 688 309 337 5t 2.905 r0.2s6 I 1.889 l l33 7? 72 72 72 72 a2 a2 83 84 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 221 ZIJ 350 _s0-o 458 431 474 458 453 474 484 442 191 367 346 380 JO/ 250 2tJ 9.910 0.t76 1.+z.889 1.032 43 68 69 70 7l 72 73 74 75 76 ]celqeq {mman 11. 72 72 63 77 7A 79 80 8l Muscat Rivadh Istanbul Dubai o.407 _27F 300 505 550 6a2 744 AFRIKA BARAT s2 53 f)ekkar \il.863 72 80 80 80 88 9 9 9 I ssz 436 +5t) 44_7 441 484 444 397 400 436 436 309 309 339 339 20 20 22 22 .766 I 1.154 o.990 rku ISIA TIMUR l€ijing :{onskonp fsaka fokyo 63 63 63 9 acJ .234 \buia AFRII(A TIMUR \ddis Ababa {airobi {nfananerivc 72 72 9 9 ssc 346 315 294 JIJ 204 200 275 275 663 650 tcJ 150 43 42 53 54 J5 I 1.399 0.s00 72 63 9 9 9 9 9 ^_.256 11.496 358 287 372 309 250 275 585 510 791 690 642 845 642 642 49 43 r.?71 275 250 250 250 32 33 30 30 32 30 32 33 350 ISIA TENGAH fashkent \stana 10.9_q 300 350 285 275 225 275 3q0 350 1s0 50 25 50 50 33 34 3l 29 oo 50 50 50 _12= 31 3l 363 3_gg. 250 7lo 663 770 663 8 7 8 8 8 7lo 686 304 275 250 264 733 7to 686 733 58 59 60 61 1.889 72 72 OJ Kuwait Beirut Doha Damascus \nkara \bu Dhabi 3anaa Jeddah 72 o.080 1.275 39_q350 147 469 447 474 444 2rl 275 300 .766 o.l OJI _ 309 309 309 397 275 275 9?F 505 JUC lofia ^/arsaw }rdanesf r.399 tt. 32s 315 2s9 ?4-2 2s9 251 ztJ -...367 4. ?so.644 10.9-. -9sq 300 350 50 4l 51 47 _?_ 9 9 .?99 10.:3ol 287 244 275 275 ?7s 350 350 350 50 50 150 47 50 46 44 lunisia ASIA BARAT Manama 10.623 70.j 12.277 o.277 0.399 l l.133 10.l33 t2 o.154 66 OI 72 63 72 72 72 -?.tl ..766 o.367 1.863 10.s22 9.367 so5 +2 52 42 42 42 46 l8.s00 10._ 27t-275 389 354 359 376 359 2SO . l33 72 63 OJ 56 57 Dar Es Salaam Harare IFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA 1O.--^ 363 300 6s t25 t25 3l 9 9 490 393 419 _.?7r 371 407 407 300 300 33 35 U5 _-86 6t .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37 Pemeliharaan Sesa Kendataan NO KOTA Kendaraan dlnas lUntt/ 1o.s85 10.?."ls 515 137 137 527 527 2.883 2.592 _ .443 3 . 2.737 . 29_7_ 284 9 9 9 9 9 287 287 247 294 294 198 132 t34 s99 509 JIJ 885 420 743 2.229 4.500 7..!37 137 112 lt2 -9?7 527 8ll 811 2.6!7 8.423 4.197 8.064 26 21 22 27 26 26 26 2l 4sg 430 99?.585 8. 112 690 467 --.423 63 63 63 63 63 OJ o 3q1 301 301 294 294 110 140 140 t99 539 g?-.617 7.617 4.563 2.429 420 829 s63 539 533 539 2.101 24 ZJ 72 72 72 72 72 72 72 72 -9 9 Cs+ 334 9 9 9 9 ..t64 9..585 9.e-.t97 9.33r 9.534 2.534 25 25 25 r 0 1 regdql_$ell B_Aeey14! r02 3anokok l03 104 l05 l06 t07 108 l09 110 111 Davao CiW Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumnur Vlanila Penang 4.592 2.767 2.359 9.679 29 31 29 2A 29 28 29 27 27 . 65 / 0 05 56 575 49 5t) sda 923 997 923 2.592 2.475 2.6t7 4.907 9.229 8.. .155 26 26 26 25 25 2l 2l 2l 240 240 430 430 662 662 240 301 240 250 314 301 297 301 240 tt2 140 430 539 430 444 662 429 662 __lt? 240 _ 116 146 1 4 0 .592 2.58s 9._ 98s 923 923 923 Aq7 26 27 28 72 72 72 4s 4a _gqo 557 569 476 2.068 2._ 138 140 tt2.446 792 792 792 8ll 811 2.767 29 29 e?q .704 .437 Gedung lm2ltahunf Ilalaman l^'l tahunl o Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ Satpam Kantor lstell lorl 391 4t9 414 397 397 lharil Sedan Konsumsi Rapat Mobil Box 326 Bus 4t9 4t4 397 397 loKl 2l 2l 20 20 89 Pyongyans 90 91 Seoul Shanehai r0.22L .520 4.-s33.443 2.0'64 2. :JOI 334 321 9 9 9 I 9 334 321 334 311 318 600 156 600 56 56 .229 4. 11 6 2..443 2.767 .064 2.2.732 8.500 7.-2.585 9.475 2.064 2.520 4.500 8.617 7.F63 2. 63 63 72 72 63 63 9 9 9 321 149 575 _.9q3 2.423 55 1?.197 9.500 )ongkhla 72 63 72 72 63 63 [gq'_q!s__.905 9.O04 63 63 63 t12 113 4 l5 l6 17 Pnom Penh Jingapore y'iengane {anson 9.064 2.585 20 2l 22 23 9.475 28 26_ 24 25 ZJ _ 194 134 s.534 2.500 7.592 429 429 8. 662 21 ll8 l9 9.500 63 7.600 644 68 600 56 49 .905 72 80 72 72 92 Guanezhou ASIA SELATAN I 9 9 387 37t 371 465 460 441 441 322 309 309 93 94 95 Kaboul leheran 96 97 98 99 100 lolombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbay ISIATENGGARA 9.617 8.592 2.423 7.2._ fawau TSIA PASIT'IK lanberra Darwin Melboume Noumea Perth Port Moresbv Svdnev Vanimo Wellington Suva Dilli 63 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 I 9 9 9 9 9 s39 2..883 2.

Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/ atau untuk perjalanan yang bersifat rutin. langganan surat kabar/berita wal. alat-alat rumah tangga. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan. Untuk yang mengharuskan kegiatan dalam kabupatenlkota menggunakan atau air maupun moda transportasi udara dan memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan. d.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2OT3 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam KabupatenlKota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. Catatan : yang a. b. barang cetak. Jakarta Utara. terdiri dari alat tulis kantor (ATK). dapat diberikan secara at cost. Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat. dan air minum . Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan. ialah. Jakarta Timur. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama. Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupatenlkota jam pergi pulang (tidak memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. dan Jakarta Selatan. Jakarta Barat. Satuan Biaya Keperluan Sehari-hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal. c.

ABK cadangan pada kapal negara. suar. namrln belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. ABK aktif pada kapal negara. dapat mengalokasikan paling banyak Rp52. petugas pabrik gas aga untuk suar. diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut. penlaga yang bagi biaya biaya menara menara suar. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian. Sementara itu. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. namun belum termasuk perjalanan dinas peserta. Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yar:g digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri.0O0. petugas pengamatan laut. keluarga penjaga menara suar. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara. penyandang masalah kesejahteraan sosial. Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Ttrbuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh. petugas SROP dan VTIS. Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diklat penjenjangan pejabatlpegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu. diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 4O (empat puluh) orang. Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan.000. pasien rumah sakit. Satuan ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. narapidanaf tahanan. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapatlpertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon l/setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai. kelomook kelomDoK ten tenaga Kesenatan kesehatan keri Kefla lv .0O (lima puluh dua juta rupiah) per tahun.

Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: Rayon I : DKI Jakarta. Sumatera Utara. g. Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidanaf tal:'anan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM. Bali. Riau. Lampung. Rayon II : Aceh.ara suar. Sulawesi Tenggara. resclte team. dan mahasiswa militer/semi militer. Kalimanatan Barat. e. Maluku. mahasiswa/siswa sipil. Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. Sulawesi Selatan. Jawa Tengah. Gorontalo. gas disunakan sebasai bahan bakar baei lampu-lampu rnerl. Sumatera Selatan. Jawa Timur.Pihak III. Rayon III : Sulawesi Tengah. Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. Daerah Khusus Rayon I. ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. Bangka Belitung. Kalimantan Selatan. . ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar. Bengkulu. Papua. DI Yograkarta. c. Sulawesi Utara. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). Nusa Tenggara Barat. Jambi. Sulawesi Barat. Papua Barat. Kepulauan Riau. dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yar'g terpencil danfata'u sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon. Sumatera Barat. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP). Maluku Utara. Nusa Tenggara Timur. d. Kalimantan Timur. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) f. Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi. Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Kalimantan Tengah. II. Jawa Barat.

AC Split. 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya untuk Pemeliharaan digunakan Sarana Kantor mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. Satuan atribut/ perlengkapan. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. meliputi: a. Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. dan BNN. b. . serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). dan Hakim Pengadilan Pqjak.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -4r- h. Hakim pada pengadilan negeriltinggi. mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Akademi Migas). 1 0 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik. L 2 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan. Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. kepolisian. khususnya meja dan kursi). Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. mahasiswa/siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan. Printer. 1 1 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi termasuk biaya sudah negeri. Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. i. mahasiswa/siswa militer/semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan. Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. mahasiswa Penerbangan. dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah asli ke dalam bahasa yang diinginkan. Personal Computer/Notebook.

yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor. uang buku dan referensi per tahun. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional. besaran tunjangan tugas belajar merqiuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang T\. Diploma IV atau Strata 1 (satu). Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kemampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai. sudah termasuk toner dan biaya perawatan. pengalokasiannya maksimal IOo/o(sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai. RAB.rnjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana. L 6 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khususf untuk Kegiatan Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD / Ke giatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. l7 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas a tetap dalam kondisi normal vl/ . L4 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana. Diploma III. dan SPTJM.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -42- Pembelian 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama danf atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru.

pertemuan. Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat). tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. roda 6 (enam)/bus dan roda 6 (enam)/bus besar. Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. Gedung/bangunan milik negara. Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jaml Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost. 1 8 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud rnenjagalmempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2Yo (d:ua persen). seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis. b. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. sound system. dan roda 6 (enam)/bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. termasuk untuk moda transportasi L/ . baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan. sudah termasuk sewa meja. roda 6 (enam)/bus sedang. satuan biayanya menggunakan harga pasar. Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. kursi. sosialisasi. L 9 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jaml Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 3O0 (tiga ratus) orang.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -43- dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu, dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien.

2 L Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat
Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II.

22 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional danf atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga. Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan f atau angkutan antar jemput pegawai. Sepanjang diperlukan, dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus , yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar.

23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus

24 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 {Duaf Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi.

25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stelf
Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pi:rencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. b. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per,tahun. c. Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penvediaannva secara selektif. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stg!

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-45-

per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai; 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai, biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. d. Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswaf Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam MahasiswafTaruna diperuntukkan bagi mahasiswaf taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga yang tertentu penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif, paling banyak 2 (dua) stel per tahun. e. Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA, dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. f. Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam, sudah termasuk perlengkapannya (sepatu, baju PDL, kopel, ikat pinggang, tali kurt dan peluit, kaos kaki, topi, kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. Kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. Satuan biaya paket kegiatan rapatfpertemuan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapatlpertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/ Setingkat Menteri; b. Kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon l/Eselon II; c. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III. Satuan biaya paket kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalarnf rnenginap. Komponen naket m akomodasi 1 minuman selamat da

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-46-

dan kudaPan 2 (dua) kali' ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector, podium, fltp chart, uthite board, stand.ard. soind.' sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). b . Paket Fulldag Satuan biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapatlpertemuan yang dilakuka.t di l,.tu,t kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap' ko*pott"n paket mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali, rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali, ruang pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip chart, uthite board, standard sound sgstem, mikropon, alat tulis, air minezx ral, dan permen). Paket Halfdag paket kegiatan Satuan biaya paket hatfday disediakan untuk rapatlpertemuan-yang dilaliukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. Komponen biaya mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali (siang), rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali, Ruang Pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip charL uhite board., standard. sound. sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). Catatan : a. Dalam hal rapat/pertemuan di luar kantor dilakukan secara bersamasama, hotel untuk seluruh pejabat negaraf pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negaraf pegawai negeri. b. Akomodasi paketfullboard diatur sebagai berikut: : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. Kegiatan yang diselenggarakan secara futlboard dapat dilaksanakan, baik di dalam kota maupun di iuar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luar kota, alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost, indeks paket pertemuan lfullboard), dan uang harian paket futlboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). 2) Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota, alokasi pada RKAK/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fuIlboard/fulldag/halfdad, uang saku dan biaya transportasi dalam kota. d. Besaran uang saku untuk kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor, ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. Kegiatan rapatlpertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP| Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberanskatan suatu kota ke bandara kota tuiuan. Satuan bi

t- )/
/

Dalam pelaksanaan anggaran. maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yograkarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yograkarta b) Kembali biaya taksi dari hotellpenginapan (Yoryakarta) ke Bandara Adi Sucipto biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PPf Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP). Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47 - tiket termasuk biaya asuransi. serta setingkat Menteri. Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon IIlkebawah. Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama ialanannya melebihi B (delanan) iam penerbansan {tidak termasuk waktu 29 . Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda. Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. b. b. Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B. Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. b. . satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). Catatan: a. c. 2a Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan menuju taksi dari kantor kedudukan tempat bandarafpelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara / pelabuhan/ terminal/ stasiun kedatangan dan sebaliknya. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a. Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A. dan Pejabat Eselon I. Wakil Menteri Gubernur. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya.

merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar u/ . Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim. Pemeliharaan Halaman. dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. f. Pemeliharaan Kendaraan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -48- transit). merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. berupa: a. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. Jamuan. Pengamanan Sendiri. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. h. Kantong Diplomatik. 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Penpakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri. termasuk biaya bahan bakar. merupakan satuan bia5ra yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya. Kantor/Wisma merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2%o (dua persen). dapat menggunakan tarif bisnis. Satuan biaya pemeliharaan gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara. e. ballpoinf. Lampu. Langganan Koran/Majalah. biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yarrg dapat dipertanggungj awabkan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. b. i. ATK. c. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Duta/Konsul. satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju.

pengalokasiannya maksimal lOo/o (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staffl dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri. Pengadaan Inventaris. Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak. Sewa Kendaraan Sedan. Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan. 1. Pakaian Sopir/Satpam. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri. pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : Provinsi Provinsi dari Satuan Aceh dari Satuan Sumut biava biava L/ .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil dan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Sewa Mesin Fotokopi. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja. Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. 2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara. Pengadaan Kendaraan Operasional Bus. Pemeliharaan Sarana Kantor. k. m. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Roda 4). Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi. Sewa Kendaraan. j. dan Box. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaarl dan Operasional Kendaraan Dinas. dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. Konsumsi Rapat. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan. Bus.

OH Orang/Hari c. OP Orang/Paket f. Oter Orans/Terbitan Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI I(EUANGA\T. OB Orang/Bulan d. OR Orang/Responden h. OJ Orang/Jam b. AGUSD. OT Orang/Tahun e. MARTOWARDOJO G NIP. OK Orang/Kegiatan g. 1 Lli / .W.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -50- Nias Selatan dari Satuan biava Provinsi Sumbar dari Satuan biava Provinsi Sulut dari Satuan Papua Puncak Java biaya Provinsi dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat Pengertian Istilah: a. ttd.

5. menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. 2. Kernenterian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012. menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. pelaporan maupun evaluasi. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan yang rincian dibutuhkan tiap alokasi anggaran komponen/tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2OL3 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. pelaporan dan evaluasi. tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu. 4. menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. perencanaan. pelaksanaan. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB).LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGCARAN 2013 NoMoR 7 lPYIK. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya baik pada perencanaan.OZ 2OI2 3 / MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDARBIAYA KELUARANTAHUN ANGGARAN 2013 A. Pen5rusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar. menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2OL2 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama. 4/'t- . b. pelaksanaan. 6. secara tlmum. 7. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK. Penyusunan dan Peng4juan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam pen5rusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. jasa. biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output. b. biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. misalnya: harga barang. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)/ Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1. 3.

kegiatan dengan cara menilai c. kesesuaian.q. kewajaran alokasi anggaran. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c. b) RAB. B. B . maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun pen5rusunan RAB SBK. c) Contoh Pen5rusunanSBK. Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi SBK.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. C . Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1. meneliti dan menilai penerapan biaya. membuat rekapitulasi usulan SBK sesuaiFormat 4. c) data pendukung (backup data)Aplikasi SBK. Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/Sekretaris Kementerian Negara/Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/ToR. Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c.q. 10. dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan. menyimpan (backup)data usulan SBK. meneliti dan menilai usulan keluaran kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan. dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. 9. b) Dalam hal pen5rusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yar:g digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan. b. menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran lln/Il bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungj awabkan. TOR. dan rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2AI2. danf atau d) data pendukung lainnya yang diperlukan. mengunggah (upload)ftIe backup data usulan SBK ke seruer. dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa: . d. meneliti dan menilai komponenltahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan.

Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keiuaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan. Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/Illlil telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. Direktorat Anggaran lll!fi menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran. Direktorat Anggaran I/Illm mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke seruer. penempatan akun.paling lambat minggu pertama bulan Mei 2OI2. uraian SBK. D . 2. . 4. 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai. 4l penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. 6. mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan rriembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7. catatan. 3. 2. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian NegarafLembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran l/il|m.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung. c. b. 5. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi Kementerian SBK merupakan tiap-tiap daftar SBK Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur AnggaranIlillUI. Dokumen Hasil Penelaahan SBK Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1. tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggarant f. meneliti. yang mencakup: a. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud. besaran SBK yang ditetapkan. e. 2l kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalam Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya. Catatan penelaahan SBK. d. Direktorat Anggaran Il[lm bersama Kementerian NegarafLembaga terkait menyepakati hasil penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran). Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran.

.8 ) .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -4- Format 1 KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon Il/Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume (l) (21 (3) (4) (s) (6) (71 (B) (e) A. . . . Biaya Yang Diperlukan (to) Penanggung jawab (L7l (r N I P . . . . . Gambaran UmuP (i1) B.rgasFungsi/Kebijakan (to) 2. . Metode Pelaksanaan(13) 2. Waktu Pencapaian Keluar2n (1s) E. Dasar Hukum T\. . C. Latar Belakang 1.Tahapan dan Waktu Pelaksanaan (1a) D . . . . Penerima ![anfaaf (12) Strategi Pencapaian Keluaran 1. . . . . .

( 1 2 ) Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan f atau eksternal Kementerian Negara f Lembaga. Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. 200 orang peserta. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5- PETUNJUKPENGISIAN KAI{/TOR KAK/TOR merupakan. Uraian Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. alokasi dana yang keluaran kegiatan. (1s) Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan. RAB yang merupakan rincian dalam pencapaian diperlukan ( 1 6 ) Diisi dengan lampiran . petani. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur. ( 1 3 ) Diisi dengan cara pelaksanaannya atau swakelola. Contoh : pegawai. strategi pencapaian. kegiatan sesuai hasil restrukturisasi (71 Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. termasuk jadwal waktu (time table) pelaksanaan dan keterangan sifat komponenf tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang. gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. 33 laporan LHP. berupa kontraktual (14) Diisi dengan komp onenf tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Contoh: 5 peraturan PMI(. siswa. (e) ( 1 0 ) Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. dan biaya yang diperlukan. waktu pencapaian. penerima manfaat. (8) Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. (s) (6) Diisi nama unit eselonII Diisi nama kegiatan. No (1) (2) (3) (4) Diisi nama unit eselonI. ( 11 ) Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai.

. ( 1 8 ) Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan.MENTEBI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (r7) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon II I KepaIa satker vertikal).

fi1n HeHsI H[il 5x .G r 0q 0a N 9x H ooo p P P P V J ^ x x . z z 5ro N6' -) oq F) AJ H< o H z -r. ts g' t..x zm U. F? 0) i".- i0< !lm :z u! a o + d!D u. FF U .. o o !D $ iv)a .^t3 { *J F) F) *l F) N @ r i\ L'J oj P9(DP dX Al H p u.ln lo lFl t\] z p) H H Al o z o a) o -l H z H ?frF*iL. H P FJ r.e. * .l p) p 5-e5!9 . H <cDFXC!C'dCX It IF' lrt It\) U EF.a Cs) @ '5 { Fi rr 6' tr Hk cffuo o X X X G T N (/t cr p x { X o d N o H tr N F 0q F) . di It 7iK 8zS z mo a> Ez P@6{Oq+ON o--@ e H o . 6' Dr* EH Lox o fq i P Z oi J r'J0) 5F P) aJ x" P g Fl i.) f 6 -F X ! w \ vd H dPHF Hi Hoc qp) F z 0q g) O0) HK PP oop) It 5p w5 H z A) H D @ z H H kti "J o o A) F) E: m p.

Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan.. kajian. Contoh: survey. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011. No Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. | ^.... Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi nama Kementerian Negaraf Lernbaga.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -8PETUNJUK PENGISIANRINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN rincian RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan.. satuan ukur. perjalanan. Diisi jumlah keluaran (lcuantitatifl suatu kegiatan. misalnya: 0i 1 Komponen A OI2 KomponenB dst . jasa profesi. Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran ada (optional). (s) (6) (7) (8) Diisi nama unit eselon II Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan' Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. pembentuk keluaran kegiatan jika (e) (10) (11) (r2) Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. u-torkshop. sosialisasi. volume. jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan. (1) (21 (3) (4) Diisi nama unit eselonI Disi nam a pr o gr am hasil re strukturisasi pro gram. bahan. komponen biaya. . jika ada (oPtional). Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS). Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check lisf (V) untuk termasuk biaya pendukung komponen yang (13) (14) (1s) (16) (17) (18) Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahaPantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan.

. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat lainnya menggunakan data dukung dipertan ggungj awabkan. (2s) {26\ (27) (28]' (2e) (30) (31) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan. Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (L7) dan nomor (19). Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi dengan alokasi keluaran kesiatan. (20) Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (231 (24) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ( 1 e ) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. (2rl (22]' Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK.

IEJ lo l4 F) p z A) SI?F'FSFryST 3 o o 'Jl \) zl <l U I o l ol ll o F >la z FFFH-*Tf. .< ttt m LJ !D' (ne 0) o * a.z E9s3OO3cE + dD. n a F] I :] uc A) 5 A) 5 t\) z x A) z 'U *i a) oq oc o H j g o o p) pr. F o + w Y !) > r1 z z t{l H 't A) A) d z =w i$ 6' ilq 6A) r 2. A) E a N 2 o P.a { . 6 1 F e s E1E s* qr t3 lAt lr+ lo) z 'g Fl o I' n tri 0) o da oq A) FI* l t ' l al F1 F I i >xo tf o P f. P o ' iD 3 d FI cl >l NI >l zl A'.E' o-9 flt 7* 5r: E = Ft HF. ?68 ' o> zz mO @> e.is 6' cEH k r p cSw @ e. Z I P tul rql El I > <l >1 >l >l F:l *i Hi E 6.r i r I u. + . o A) K p) u. gr9 il#' 6'9 7p) KOC H!) p) { "J p E tr\ 3 P A) p s) H Xr . tq Fix oq d H o o\ qF) nlJ '5 . t9 o o o ?4 e A) { p x X o fr o o gq .

Diisi dengan memberikan tanda ctrcck list (V) untuk komponen yang termasuk biava utama. sosialisasi. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. volume. satuan ukur.000 siswa. Contoh: 2. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 0 L L. jasa profesi. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. (12) (13) (14) (1s) (16) (r7) . uorkshop.. Diisi nama keluaran kegiatan. kajian. Diisi hasil dari program. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Contohnya: orangljarn.il- PETUNJUK PENGISIAN RINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponenf tahapan... Diisi volume satuan detil akun. orang/bulan. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung. Diisi satuan ukur detil akun. Contoh: survei. kegiatan.. jumlah volume dan indeks biaya keluaran. terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan. misalnya: 011 KomponenA OL2 Komponen B dst. peserta.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK .orangfhart. (21 (3) (4) Diisi nama unit eselon I Diisi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi penjabaran dari komponenf tahapan pelaksanaan kegiatan. km. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. rincian komponen biaya. bahan.. No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. orang. Diisi nama unit eselon II. perjalanan. (s) (6) (71 (8) (e) (10) (11) Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. m2. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat menggunakan lainnya data dukung dip ertan ggun gjawabkan.

mencakup situasi dan kondisi bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi NIP pejabat penanggungjawab kegiatan. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a I Lembaga. suatu (1e) (20) (2Ll (22) (23) (24) Diisi jumlah total biaya seluruh komponenf tahapan. eselon (271 (28) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Contoh: 2. (2e) (30) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. eselon IV dan pelaksana dari (2s) (261 Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLIK (18) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Diisi keterangan. Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan. @gian dari total biaya dibagi volume.0OO siswa. .

q REPUBT._tJ - Format 4 Lampiran Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBI( Kementerian Ne gara / Lernb aga :. ........ (4) Surat ....KEUANGAN MENTERI INDONESI. ' (l) (2) (31 Tahun A Unit Eselon I... SBK SBK Total Biaya Keluaran SBK Indeks Biaya Keluaran sBI( A (1r) SBK Total Biava l(eluaran SBK Indeks Biaya Keluaran .IK ...

Diisi nama anggaran./t . Diisi NIP pejabatpenandatangar. Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4- PETUNJUK PENGISIANREKAPITULASIUSULAN SBK No Uraian Diisi nama surat usulan SBK. Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Nomor (15). Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan. Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (1) (2J (3) (4) (s) (6) (7) (8) Diisi tahun anggaran berkenaan. (e) (10) (11) Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan. Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Diisi dengan angka 1 (satu).rekapitulasi usulan SBK. Disi tanggal surat usulan SBK. (16). (15) (16) (r7) . indeks biaya keluaran yang yang (r2) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK. Diisi nomor surat usulan SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi besaran besaran dana diusulkan.

Kementerian Negara / Lernbaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (4) (5) (6) (81 (e) (101 SBK (lu Volume (t2l Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (i4l daLam ruDnl No AKUN (15) (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan 1.. (291. .. 2. . ... . (28) Nama/NIP (301 Tanggal (311 Tanda Tangan (321 ...u T A H U NA N G G A R A N : . .1241 Tanggal . 4. Tanggal .. ... 1 2 1 1 Penelaah DJA Tanda Tangan 123l Tanggal ... . .. . . . . . .(271 Penelaah DJA TandaTangan .1221 Nama/NIP 1. . .. ...126l.... 3. .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -15- Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA I(ELUARAN . . . Jumiah Catatari: (2sl (18) (le) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1 .. 2.(. (2s) Tanda Tangan ... Disetujui Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP .. 2.

Diisi volume keluaran kegiatan. (e) (10) ( 11 ) Diisi volume keluaran kegiatan. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. eselon (1s) (16) (17) (18) (1e) (20) (21) (22) (231 (24r. ukur dan jenis keluaran kegiatan. 200 orang peserta. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. (25) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran @elesaian penelaahan. Contoh: 5 peraturan PMK. dari Ditjen . Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara I Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Ne gar a I Lembaga. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK.KEUANGAN MENTEBI INDONESTA REPUBLIK -16- PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negaraf Lembaga. Mator Dtt* ""ttt" *t""n kinerja kegiatan. Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. 33 laporan LHP' Diisi nama SBK. 2OOotangpeserta. Diisi nama unit eselon II (s) (6) (7) (8) Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Dt*ffi (21 (3) (4) Disi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN. 33 laporan LHP' (t2) (13) (14) Diisi total biava keluaran.

menyetujui menyetujui hasil hasil dari Ditjen hasil (26) (27) (28l' menyetujui (2el (30) (31) (321' Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. yang menyetujui hasil . Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon III penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang peneiaahan dari Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Kementerian Negar a I Lembaga. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.

. (23) I Tanggal l22l Nama/NIP 124l Tanggal (2s) Tanda Tangan .. (1s) AKUN (16) Usulan (171 Hasil Penelaahan 2. (28l- Nama/NIP .261 2. . 2. Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP l27l Penelaah DJA Tanda Tangan .|. (30) Tanggal (3U Tanda Tangan (32) .l2el Tanggal . Jumlah Catatan: l20l (18) (1e) Ditelaah Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP T (21) Penelaah DJA Tanda Tangan .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -18- Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (l) : TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a I{egiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (3) (41 (51 (6) (71 (81 (e) (10) SBK (l l) Volume {r2l Total Biaya Keluaran (131 Keterangan (14) dalam No ].

KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLTK

PETUNJUK PENGISIANCATATANPENELAAHAN USULAN SBI{ SEBAGAI INDEI(S BIAYA I{ELUARAN No (1) Uraian
Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian

(21
(3)

Diisi nama unit eselon I

(41

Disi nama program hasil restrukturisasi program.
Diisi nama hasil dari program. Diisi nama unit eselon II. Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan.

(s)
(6)

(7',| (8)

Diisi nama indikator kinerja kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi indeks SBK yang disetujui. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi kode dan uraian akun. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi tentang penelaahan. hal-hal khusus yang terkait dengan proses

(e)
(10) ( 11 )

(r2)
(13)

(14)

(1s)
(16)

(r7l
(18)

(1e)
(20) (2Ll (22)
(23)

Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian NegaralLembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negar a / Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a f Lemb aga. eselon IV dan pelaksana dari

Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.
eselon IV dan pelaksana dart

(24)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.

dari Ditjen

(2s)

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

No

Uraian
Diisi tanda Anggaran. tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen hasil

(261
(27l, (28)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari l(ementerian Negar a f Lem,baga. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.

menyetujui

(2el
(30) (31)

pejabat eselon III yang mg.t penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon penelaahan dari Ditjen Anggaran. III yang

menYetujui menyetujui

hasil hasil

(321

menyetujui

hasil

KEUANGAN MENTERI INDONESIA NEPUELIX - zL -

Format 7
Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REI(APITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI
Kementerian negara/lembaga :
(5)

(r) (21 (31

Tahun Anggaran

No

1
I

Unit Eselon I .SBK 2
Eselon J (61 SBK Total Biava Keluaran sBK A t7l

Volume 3

Besaran

Keterangan

4

5

A
I

(8)

(e)

(10)

2
3

SBK B SBK C . dst

B I 2 3

SBK Indeks Biaya Keluaran (11) sBK A SBK B SBK C . dst

(12)

(13)

(14)

II A 1 2 3

Eselon I
SBK Total Biava I(eluaran

SBI{ A SBK B SBK C . dst

B 1 2

SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C .. dst

3

(1s)
(16)

(18)

lrTl

(le) (20)

dan Uraian persetujuan SBK. nomor (15). (19) dan (20) d. contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. dinas.t Eselon II Kementerian Negara/Lembaga' Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran Ilillml' (r7l (18) (1e) Diisi Nama Direktur AnggaranIlIJlnl (20) Mr Anggaranrlrllrrl Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah telift dari satu halaman. (16).iletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pej abat yang bertanggung jawab. contoh: pelatihan 3o orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi tahun anggaran berkenaan. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Dffi Pengusul. indeks biaya keluaran yang yang Diisi dengan angka 1 (satu). (11) (r2l (13) (14) Diisi besaran besaran dana disetujui (1s) (16) informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dti"i tr*b"h"" indeks biaya keluaran yang disetujui. (18).KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK 22- PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASIUSULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Minas Dtt=t t""gg"l Diisi nomor nota dinas. . (I71. {2) (3) (4) kode bagian (s) (6) Dtt"t (71 (8) Dtt"t SBK T"t"l @me ""*" ""tt "selon I dan kode eselon I. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga @at Dit-t NIP P"l"b. ""t" Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga anggaran. ffi Biaya Keluaran Yang disetujui. informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dtt"t t*"b"h"" Total Biaya Keluaran. keluaran kegiatan yang disetujui' anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (e) (10) Diisi total alokasi keluaran kegiatan.

. . efektif.( 1 ) . .. dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. (21 (3) (4) tc.. . biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui Standar Biaya Keluaran Keuangan dalam penyusunan (SBK) tersebut di Penghitungan satuan biaya tersebut telah dilakukan secara professional. satuan menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas oleh penggunaan Menteri atas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -23' Format 8 SURAT PERNYATAANTANGGUNG JAWAB MUTLAI{ . Kode dan Nama Satuan Kerja Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran Yang bertanda tangan di bawah ini. . NOMOR:... . (6) Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran (71 .. efisien. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

bulan dan tahun. . pejabat Pengguna Anggaran/I(uasa Pengguna (s) (6) (71 (8) Diisi NIP/ NRP. (41 Diisi nama usulan SBK. Diisi tempat. nama Diisi Anggaran. Diisi tahun anggaran berkenaan. tanggal.MENTEHI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -24- TANGGUNG JAWAB MUTLAK PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN No Uraian M (1) (21 (3) ffimakegiatan.

z r! tH z L-J u w z X . o9d Fiold "d n Lp .FI X o 6 H 6'q qs o{ aa o d p F iD x u s UC !) gQl >. o h n0 o o H0q NP ko DP. 0q 0) f! 5 F-'t F r{/ F €|ord ooo trtss g. F 5S @ zg I a trj a 'd t- e (1 \i t{ H= at rv== 9 Z e .H bhi po n -0 .'t E p r:4.'-Fd o^x vL -- 3ZZ z H . r a @ a ag gq co oli d= oJ.fr N.

RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: 1. b.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis LainnYa Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya . Mencermati keluaran kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun. Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis Lainnya. 2. Sifat Biava Pengelolaan data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditinekatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama c.CONTOH 1 SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNANSBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIKINDONESIA Kementerian NegaraI Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung . Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. kegiatan Agung mempunyai Badan Urusan Administrasi Mahkamah Pelaksanaan Pen5rusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/ tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Asune a. . 3.

P Rp n___r(Pxxx'xxx xxx xxx r:r:-__r__.ladikan rekomlnd. .. organisasi dan tata kerja e. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan yang data pendukung lainnya dapat dipertanggungjawabkan ke Biaya dalam Aplikasi Standar dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan ^ c. Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a.1olungKatKan. Rp D* Kp '_ RP Rp Rp n_ KD --rRp Rp '_ t(P Rp p.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27 - d. Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan 1_ Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ' D. Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk t. I Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk diiadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pensadilan k. Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk meniadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkaj ian ketatalaksanaan peradilan s. reKomenqasr bahan-bahan yang berhubungan dengan d.. T:::f:. Persiapan bahan-bahan yang berhubungan organisasi dan tata keria dengan Biaya Pendukung Biava Pendukuns Biaya Pendukung Biava Pendukune Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama e . Pelaporan peniniauan untuk diiadikan rekomendasi 4 .. Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h.Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan I r QK' dibentuk l..asi j. Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan 1. h. Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA xxx xxx xxx )o(x xxx xxx xxx xxx )c(x :orx r^/ . Penelahaan dan pengkaiian organisasi pengadilan f. Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk L Q ' i I. Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk r' " di. " menjadi rekomendasi g.

q. Ree. 6 .an Urusan Aclministrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c. untuk selanjutnya diajukan olJh fepala Bad.ata SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. dilengkapi dengan KAK/TOR. Menyimp an (backup) d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28Dengan demikian SBK yang d"iusulkan untLrk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi Mahkamah Agung RI Kelembagaan Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx. data pindukung lainnya serta data pendukung (baclatp data) Aplikasi SBK.xxx 5 . Itl . Direktur Jenderal Anggaran. Menandatangani gsulan dan rekapitulasi usulan SBK. 7 . Membuat rekapitulasi usulan SBK.

RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya . Dalam rangka pencapaian hai tersebut diatas perlu dilaksanakan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a). q/ . r Pengadilan Negeri Pandeglang. review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan. anggaran. Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/SEK/07 lIIll2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA _29 _ CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara I Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Mahkamah Agung . Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung meliputi peningkatan kelas. prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan.RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Indikator Kineda Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume A. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan. B . Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penJrusunan rencana dan program. Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta pen)rusunan pembakuan sarana kerja.Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Klasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran.

-ab pada kebenaran dan keadilan masyarakat.t datangi lokasi yJng telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadGn dan pembentukan pengadilan dan dengan melibatkan ri"ngadakan plt gt 4i"tt dan evaluasi dengan "". Strategi Pencapaian Keluaran 1.REPUBLTK')"r. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1. .*. 3.grn Vl"fttamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya.iil"n dlbagian tertentu dalam kegiatan review t<epada para organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan.ur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembe'ga penegak hukum yang transparan.i<hirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan.Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yar-Lgaaa ai Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di + lingkungan peradilan yang dipertegas oleTrUidang-Uttd. Terciptanya Organisasi dan Tata Keda baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4. Terciptanya pembakuan barridalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingku.u. SO tafrun tentang eera"dilan Agama. beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum semarang 2) Peradilan Agama : ' Pengadilan agama Muara Bulian ' Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b).Undang51 Undang No. Pengadilan Tinggi Agama Denpasar ' Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat ' Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola. diharapkan pelayanan hukum dapat diperluas kesempatan ni. yaitu.Pembakuan Ketatalaksanaan diiaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosed. apararur p"ru. Pengadilan yang akan dibentuk adalah ' Pengadilan Tinggr Agama Kepulauan Riau . Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2.ttg No. akuntabel dan berkualitas serta memih. akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d). . Undang-Undang No' Tahun 2OO9tentang Peradilan Tata Usaha Negara' c).Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi.J:"'^ MENTERI KEUANGAN . D. Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pemekaran wilayah kabupaten/ kota. Pengadilan Negeri Rangkas Bitung. 49 T-ahun 2OO9. dengan L"ru.asyarakat *"*p"iot"ft sehingga pada b.

2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. Ta}:rap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas ke usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan Perencanaan dan Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana.kg Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan OrganiS-asi Bqdan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi---clan--Tata Laksana. c) Pembakuan Tata Laksana { -- Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain.3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi rekomedasi untuk disampaikan kepadapimpinan untuk ditindaklanjuti \k"-irrstansi terkait.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -31 - 2. b) Reuieu Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradiian untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat. Dari banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tataiaksana dilakukan: . 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya.)Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan peneiaanan-dtrn -pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan. 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi L rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan. 1 =---====. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengddilan--dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lai4 1. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan.

2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi Y?'g sudah ditetapkan. Penanggung Jawab NIP.""*. ttl/ . pelaporan dari loka-t su{ah. Biaya Yang Dibutuhkan Agung Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah .dilikukan peninjauan' kemudian 3) sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dilakukan penghimp. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran terus menerus Keluaran kegiatan y"ttg terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai setiap tahun anggaran.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK ]NDONESIA masuk hingga 1) Pengeiolaan d.RI berjumlah Rp***.ilannya untuk Jisampaikan kepada ditindaklanjuti ke instansi terkait' E."u'" pimpinan untuk dengan jenis perad. F. ..ata dari invetarisir surat usulan yang membentrrk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan' -'*". sebagaimana RAB terlampir' Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

[ t> cDoc Pl m < lj LJ ld irr 6' Qru H HX o a H H $H. J 0 ) P l tqSq Fi B r.1 !) p Er P P ij') a hi a* o 0) F oq D) F. .*' A.J n H p H P H p P Fd o FJ P n s) g) o Fl 0q A) p tJ i\ PA) Eli oC') !'F) oE 5F) rnP np xia brW FI A) H < i'PH HP 0)n P p f' P n o p (l) EflgHF[re*giH :dFTEFE E'FFF< P g. .:R oPf F?(r) E@= cx eP g ["x FH. 5P " E qF r ' o 5P Z o qq p '\ HB . o?FE tsPS tsr'r tr.t H o r-+ u (-- . $ a iE H tu >c IiH.E Pil UH N 6ts.FIEFfi F H HS 6 ii: a L Ep 5 Bn :z o + Hcu p a'l q.PPh' PP.z r !cm I i X- ' 2. p iJ 0) $h FF ho pp w p Ft (l) d.ar fH + E -6' B fi H H $ '5 :F P}JH sd gIPq) f F: € ti X X X X il cffuo 5HF.rP p. o.q '' A.!.HH <pzfr (J) oc t. ci F H H 0c E 6 -1) 5€ irY F EH ffi$ 6StsK' .9) i5 g P Ed irr o l-{ Ol UH otr hr 0) p d1 d n1 c-X o Q ..rJ /tJ 0) B p q9. p..S 0)u.ta Hphjp 8 H w. Ep nt H FPP o 5' F ct }U p H nr '(J ts z * . [ti #B 6 B t il X X X X H H> offi o X X X X t X X { X nP ^.d>pH >oEFF P x .> mc) CD> G!) r< ijP tJ rq FH 5H.O z oFDX <cDFi xc oB :c b) 'dcx :BO (tl t\) ( ! o ts H H N) n 0 q i)o H g- 'd'd FgF w. F E P.| gH 1 X X X X ct X . fiK fi I HE.

H HP Pnl Fg vrd HO 5H HP PH t\) H H t r go E o0) HHH PPY P.tI HH H (^) CJI N H N) (Jl N) H t\) t\) Yo" -e (to ats. ^tD >'u Fl b) HA aA) H.i H H G td H tr o H H .o + (. f o.c4 DF] 4H V) r+ to -o 0i ilo *B$ Fp F)E -. !) H P H I o F. p Fl w o ltr. F.Y H o A) v. g U' o r+ rf tfP D AIFd '\ i) il. uc 0q o H H tr !l rl z H I A) A) a) Al H p) .+ fi F' a) o Uc. H i7r ll H.J. F l. CD DPl EH D)-< rt p s? lv x0q gEU t cr d H 9) H o o a oq X p H a 0c o rd p -. t\) H td'd ia o.J o Fl p) a H . 0) fi Fl 5 xH (aH ti @t n1 o H tJ 11_ )v a r+ $ H 0qtr '^lH H H o P p $ H 15. (h E o Ed n )c o H H H \-. n H H o Ltr.P UP p a. o c+ n H sl F U F) F) H p H tJ U) P{ H H t' F) (t tu o x n a .l FI d: H p t'r) H Fl u 0q tr v) p a o H gq !) gq H '\ p a) H p H p g n H p H oc p !D H A) g F) P 0q X o d1 . p) H p p) ts gq a P< gm Pni r-]g xzm oc o> zz rn 6) u>> I OJ + >z X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X N X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X .. w n1 Ft H }J H fpi!c o a ) F FR ots HH 'U o 13 Ft H H 6. o p) FO rt o P H - r.P r+ a (l U Fl E !) P H FJ CJ. d 0) p) 0l F{ € pl k P p tr' Eg o.

o w H o 'd tt p f|l p H P r+ o Ft o 0q H FX 'H 6h9 -' r n1 H ! F) H s) F) H P * { JC o 0c H E id H oc H H z H P o H 6 X a o 11 Ft e.! F) H gq Fl r+ o r+ P - rt p) o c+ € c'.ts.H @ '-l (Jl a\ (Jl Ctl N) N) H FU'g oo . p H H . oF) ia(D 01 a p Fl H a+ h-t a n r..J o p) n a p H gq p H r-l !l F r< -t t\ F) H p ol p 2.^J oo -.t.H uv PA FF1 F' n1 HH p H o H P o p p p H oHo H n. H tIJ m 0) H !) H I DP h.F D i-J 11 .1 X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X il X X X il X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X H X X X X X il X x X H X X X X X X X X X X H X il t X X X X X X X X X X il X X X n X X X X . p H p (tt . 50 ) -n H D H .l w o o) H 6. .F ) !) H ru o (/) Fl ul N) N) H KP (y H q. o H p) H P pl - gq o I A) v) o H p) F) H H F) p n (/) + 0q H A) H H H p H (h p H P A) p a p H P (l) 0q p) o o H e. H p H rJ H (.= lll m ts4 = I ttl n x= zfm ( c 9t mo >L 9.. 4 vt p H g g ct) r : + i'6 r tu o H i! P. p p E It o F) H 6 uJ H w p) P - F)H -P t+ o Fl t+ nl X H onr P p td p d Fl nt H a-O u. E-i LA.J .1 P F ! p t\) tv H h-l p. lD H H e. |J 'rJ | u . |.i A)p) 4H P ira lv H P.

!.t H {x xa.i .. o! p H w PH p.ts. FE w o $ Do) HK iF) rl H P ts: X o Fl a+ H nL oiAA r+ P n1 'lJ a f.+ 'l A) pl l< um :z L --l qrd xzm oc o> zz mo CD> . P p) i + o nlH @ iJ- ra -- 0q g . H H Frl *b I+ gq gs LJ o H ff A) H g . LM* ' U pn U pl F d.5..!- s) a H F] p) a p H hd F) H |i g) H H o H 0q.t w p H 7i o' H H ar H 15. P H H F*i tr t' nt F) 5F m '(J td Ft H p f1 @ 5 ap{ H H d.1 l4Y F) p H I { 0g Fl F) Ft /\ a '\ H 0a p H o H t) orq p .: Ol irr \J 0) ol N N) td N) o 0q p 0) H ^tf (rl t\) ts N) lJ HH v^- (/l N) g€ l/\H p t\) (n r+ f-'1 'U H ptsu (no F. li H !=. p) iJ o 0q p H p oq H P . nc= o a) A) a+ H p) UFt 'U o oH0 ) F. H Pi o n1 q g) p H . o rl (.1 n i.+ (a |.iHP PH N) H >'! H! aA vn 4. U p ts! F) o H o o (+ I a X 'o H.rd o p Ft H 6 pr 'rJ o H lJ r.z r-tr X X X t t X X X X X X X X X X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X X Rt X X X X X X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X .o1 E5 .N) N) HH t\) N) 6.1. Ed o r.e 'o H H z H FO n o H H tr . p H H a.. p 'i a) p) F) r. $ l{ Hr UH OaHti Yts) l:.(D n E Fr H s) w a) H F) H P . Frl 9) H H F) td H H d 4 p a 7.

i.2 !/ X il il X r z p "d o F X X X X X X X X ot H 0q H 0c X X X nl k € o oq FI - X X . X ii L'J H Fil H .t\) H t-l z H P r+ (u ol F) Fi -'l z 'd H Ul N) o -l Fl n N) *l grl gq F) H P o H nl t tEd E 'Oo id o iiFA H td o p H HS6 ts:! !l-LJ 15.l F) H 0c F) H i) @> .(J o i H o H 0q p) p H 0) H 0q F) lJ p) c/q I H r) t\) H z m H pl orq iJ tr p z td td rl p H o H o !) Tm < u L I 0q 0c A) !D wm n vz --. d ^ p w 9l iJ r -l H t- m p c z n H (h F) H td p) FI .1 U r-l F) H xx -zm oc c)> 7z ilt g p ..

dan 2.lumtafr Institusi Pemahaman Pemerintah yang Memiliki Teknis Sektoral dalam Kela Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah Nondan Pemerintah Institusi 24 Pemerintah Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: diusulkan 1. Dalam program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Bidang Uelalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Ekonomi. Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan Negeri men3aai SBK. WorksLtop Illeqal Loqqinq in ASEAN a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan . -*"**-tt""a) b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2 . Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah Non-Pemerintah.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38- PENYUSUNANSBKINSTITUSIPEMERINTAHDAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMANTEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Kementerian Negara f Lernbaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar NegeriMelalui Kerja Sama AS{AN Diiktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Pemerintah dan Non. serta 3. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan menentukan sifat fi"yr dalarn-komponen/tahapan sebagai berikut: No Sub Keluaran dan TahaPan-TahaPan ASEAN Perencanaan Sifat Biaya Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung 1 .

data pendukung lainnya serta data pendukung (baclatp data)Aplikasi Standar Biaya. 9 .792. Direktur Jenderal Anggaran. Membuat rekapitulasi usulan SBK. Membuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK). 8 .OOO Jumlah Institusi Indeks Biava per institusi = Total Biava dibaei 24 Institusi Rp66. 5. Menyimp an (backup) data SBK.7 92. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c.000 per institusi. Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmasing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biava Rp1. dilengkapi dengan RAB.792. . Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara memasukkan (input/ rincian alokaii anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungiawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66.000 6 .q.OO8.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -39- 4. 7 .6O3.OOO Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Satuan Institusi Biaya Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Rp66.

'. p orq pc F" F' .8.fEiglFrFFqg E ' P . ni I r.Hs) p) cD PB g' A' p H l"_ n. H " Z E9 ' H O FrniFScupE{F 5 9 rd (D H H z FH.r Fl 6 'F d H Fi X X X X X X X X X o F T EH Hg t= J o-E X X X X X X . f l . e z .N) H ts U) H P.u.z lTt 0) E F F. s) H a H F) H o 5 .J 0) F) tJ tD H H $ fl$v-8r.g 9."' t H t .r -* h B H.1. p o 9) H P : g $ Esrs a Fsr + [ ff $ g[r *gHl I aeB i $ B.J< 0) E Pi . 0) H nl H H p z N p) FJ ) p H tH H . KBS -. o !) (Jl N) . 5 HFg "Eq S iJ S F FFSFryFF f tt &ei*'il.8i H g. rnP B> pP rc iJ ts 5. *zui'F 3 ryH HHgHBEBEF: " 9uu PO) natFE'EgFg EE$E EiH o H I= !lm :1 r !gm L_tr XI FX q H 5 6E ' cn> . p.H> ti9iD tri$H I H P '-[ FF $ il 0q A) O o r+ H o H w tr o o pl F) H o p a H -s Iq a\ p) w D E. h' U) s) iJ a N al' t\) H N) t\) D) A H H Hp v) a H .-* hl (-P Frtr X X X X X X X X X X X X cKcu 'itr6' tr kq tl ci tr FI 9) H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X fi x \ a a -t N o r q- \ . H P * 5 d € r^ tE -z cW.> mO <0g (l ) tsF HEd k c0) r '.f Ul N ." s Ea$ F{i m el? H r.q€ F$ '_Fe s-.6 c F F p.FFs Fc.fl o.q ?74-.n: 0) p) i PF'"$EH ff $'B ?o iH oh't.F8.

Es) p t w A) Fl g) p H H H H E. p) H o oi H w o H a a N \o fTl w H v) r+ N) N) H - \o w w o o p) s) P t. p F{ o w p) o z . o A) v) P !) p. o }{ H rrl p H (Jl Ul I w \) B N) ul ul H N) N) o n1 t\) a r a.u @ r+ a 4 H Ul (tl P ul w N) v) N) r-l p FJ (/) t\) t\) t\) a+ H H F Ol N) N) H \o N) H t\) v) A) H D) 0) H v ul N ln Ul t\) H -.t) o d FJ p (tl 6. w F) A) w Ft F] )q H p F) H t0 a 9) g) n) F) H o H w o o A) F) H . p w p Ft nl H Ft H F) Ft' $ H P )c z t) z P a-\ p H P a ffj n H FD H H z /1 U Ft n H z o p Fl n z U P tH P tJ z o p (h H p U) Fl p @ H p a H H. p) F) Fri Ed H H N ts \o w o 0) ft n1 t0 a) a) H D H 5. tH H P t' p H H z s) tp) H H P !D 0) t' !) H. F N) N) N ts P H ! w o 0) wo d o F) A) 5 H p) FJ w w n1 Ft H \o Fil 8.= PS x= zm a> Fz 9"= rnO X X X X X X il X X X X R H X X X X X X X X n X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X il X x X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il H X X X X X X X X X HX X X X t X X X X X fr X X X X X X X X X X X il X X X X X X x X X X X X X X X X X X X X a X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il ..o H H H Frl F A td OJ N) A (. P H H H P P P P F) p A) p) AF t.1 >i. (J) a+ \J o H cr € ' o .

^ o 0q F) - .-.-r! !l Fl . z L.. "J p) 0q F) H tz t> IZ N z d .^ o 00 .J n L. -l (1 l-1 H t'..i a TE ts rE Ctt t\) N) F K n H f1 H \. H P IJ RK hz vt4 A-H P. w o n\ H *l pl p p H d.i €E ?FA E oz €o FZ U Fi \' H o H p 0q H p 0c e oq o o I € lD oP{ o t! b' o (r) { @ N) .a .H r+ o A) L..P F-i z *< :z u{ ttT !!m a FJ p x= zm (fC rv r p' rtAI m6) @> o> zz ..z *l oq p..

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->