'"EH[,,1il1?

1"^
i ENTERI KEUANGAN

W

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA N O M O R 3 7/ P M K . 2| 2 A L 2 0
a

TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (S) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Pen5rusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2Ol3 1. Peraturan Pemerintah Nomor 9A Tahun 2O1O tentang Penlrusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O1O Nomor I52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 57781; 2. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2O1,O; MEMUTUSKAN:

Mengingat

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan: 1. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negaraf Lerrrbaga yang selanjutnya disingkat RKA-K/L, adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian NegaralLembaga yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 2. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan baik berupa Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam RKA-K/L.
//

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2-

3 . Standar Biaya Masukan adalah satuan biaya berupa harga
satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menJrusun biaya komponen masukan kegiatan. 4 . Standar Biaya Keluaran adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.

5 . Harga Satuan Biaya Masukan adalah nilai suatu barang
yang ditentukan pada waktu tertentu untuk biaya komponen masukan kegiatan. penghitungan

6 . Tarif

Biaya Masukan adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan. biaya yang satuan adalah 7 . Indeks Biaya Masukan masukan gabungan beberapa barang/jasa merupakan untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.

8 . Indeks Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang
menghasilkan satu volume keluaran kegiatan. 9 . Total Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang menghasilkan total volume sebuah keluaran kegiatan. yang Mutlak Jawab Tanggung Pernyataan 1 0 . Surat pernyataan adalah SPTJM selanjutnya disingkat pertanggungjawaban Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas penggunaan jenis satuan biaya di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Pasal 2 Standar Biaya Tahun Anggaran 2OI3 terdiri atas: a. Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2013; dan b. Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3. BAB II STANDARBIAYA MASUKANTAHUNANGGARAN2013 Pasal 3 Anggaran' 2013 (1) Standar Biaya Masukan Tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a berfungsi sebagai acuan bagi'Kementerian Negara/Lembaga untuk menJrusun biaya koinponen masukan kegiatan dalam RKA-K/L berbasis kinerja Tahun Anggaran 2OL3.

r/

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3(21 Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3
.a

sebagai acuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan batas tertinggi yang besaran biayanya tidak dapat dilampaui dalam penJrusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2013.

(3) Dalam

rangka pelaksanaan anggaran, Standar Masukan Tahun Anggaran 2OI3 berfungsi sebagai : a. batas tertinggi; atau b. estimasi.

Biaya

(4) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3 sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan besaran biaya yang tidak dapat dilampaui.

(5) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3
sebagai estimasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi prinsip ekonomis anggaran dengan memperhatikan pada ketentuan efisiensi, efektifitas, serta mengacu peraturan perundang-undangan. Pasal 4 ( 1 ) Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 yang berfungsi sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(21Standar

Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 berfungsi sebagai estimasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 5

Selain Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Menteri Keuangan dapat menyetujui Standar Biaya Masukan lainnya berdasarkan usulan dari Menteri/Pimpinan hal-hal antara lain Lembaga dengan mempertimbangkan sebagai berikut: a. kekhususan satuan biaya yarrg dimiliki Negara/Lembaga; oleh Kementerian tertentu;

b. tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan/atau c. daerah terpencil/daerah perbatasan/pulau terluar.

,/

(21Dalam rangka pelaksanaan anggaran.maju. (21Kriteria keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi Standar Anggaran 2OL3 sebagaimana Biaya Keluaran rahun dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. referensi untuk: penyusunan RKA-K/L Biaya Tahun 1) penyusunan prakiraan .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4BAB III STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 Pasal 6 ( 1 ) standar 2Ol3 Anggaran Tahun Keluaran Biaya b berfungsi sebagaimana iimaksud dalam Pasal 2 huruf sebagai acuan bagi Kementerian Negara/Lembaga untuk kegiatan dalam RKA-K/L biaya keluaran *"ttfrr"ttt berbasis kinerja Tahun Anggaran 2013. b. batas tertinggi dalam Anggaran 2Ol3. bukan merupakan keluaran dari Komponen Kegiatan 001 dan Komponen Kegiatan 002. b. Standar Biaya Keluaran berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi anggaran d. . mempunyai pencapaian keluaran. bukan merupakan keluaran kegiatan pengadaan sarana dan prasarana. dan/atau Kementerian 2) bahan penghitungaq pagu indikatif Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2OL4. mempunyai jenis dan satuan yang jelas dan terukur. komponen/tahapan c. (3) standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2Ot3 dapat berupa Indeks Biaya Keluaran atau Total Biaya Keluaran. merupakan keluaran kegiatan yang bersifat berulang.engan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 7 ( 1 ) Dalam rangka perencanaan ar'lggarar:. yarrg jelas dalam d.' Standar Keluaran Tahun Anggaran 2}rc berfungsi sebagai : a. dan e.

Pasal 9 Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OI3 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. Tahun pen5rusunan Standar Biaya Keluaran Anggaran 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (s)Berdasarkan (6) Tata cara penyusunan dan penelaahan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 tercantum dalam Lampiran dari terpisahkan bagian tidak III yang merupakan Peraturan Menteri ini. Kementerian Keuangan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5Pasal 8 ( 1 ) Kementerian dan men5rusun Negara/ Lembaga mengusulkan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 kepada Menteri Keuangan c. Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5.q. Direktur Jenderal Anggaran. dan/atau b. (21Dalam (3) Satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dikecualikan terhadap satuan biaya fasilitas penghasilan dan menambah pegawai negerif non pegawai negeri. Kementerian Negar a f Lembaga menggunakan : a. negaraf untuk pejabat (41Penggunaan satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai SPTJM yang ditandatangani oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan dilampiri data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan. .q. usulan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Direktorat Jenderal Anggaran Standar Biaya penelaahan atas usulan melakukan Keluaran Tahun Anggaran 2013. Satuan biaya lain yang tidak termasuk Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 dengan mempertimbangkan kepatutan dan kewajaran harga satuan biaya dimaksud.

^m. AGUS D./. *\N. orang setiap Agar pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia' Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Maret 2OL2 MENTERI KEUANGAN. -. ttd.Jl-ll( KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan' memerintahkan mengetahuinya. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2OI2 NOMOR 287 Salinan sesuai dengan aslinya ENTERIAN ii .t wffirffi *RW -6BAB IV ftlElffEnl lfl=UANt]AN lNDoNuslA HEPt't. MARTOWARDOJO Diundangkan di Jakarta pada tanggal9 Maret 2OL2 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. ttd.W.

OO0 Rp61O.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.O0O Rp1.250. Rp25 miliar i. Rp75 miliar k.0O0 Rp82o.00O Rp2.S miliar s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s. j.d. Nilai pagu dana di atas Rp50O miliar s.05O. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rp1O0 miliar l. Nilai pagu dana di atas Rp2S miliar s.'AWAB PENGELOLA NEUAIVGAN r. Rpt0O juta b.0O0 Rp4.000 Rp1.01o.d. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a.5 miliar f. Nilai pagu dana s.00O . RplOOjuta b.O0O I.110. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.O0O Rp2. Rp2.61O.d. RplOOjuta b. Rp25 miliar i.5 miliar s.d. npSO mitia. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana s. Nilai pagu dana di atas Rploojuta s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.430. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d.O8O.000 Rp3.9rO.d.78O. Rp50 miliar j.d.58o.d.0O0 Rp2. Rpl miliar e. Rpl miliar e.O0O Rp930.d.d. RpS miliar g. PEJABAT KUASA PENCGUNA ANGGARAN a./ . Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. RpTS miliar k.O0O Rp6l0.58O.0O0 Rp3. Rp400.O00 Rp48O.d.d.o0o Rp2.170.OO0 Rps. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s. Rp250 miliar m.TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 20T3 ' LI K ilBffi fllwft .Rp7S0 miliar o. Rp250juta c. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.OOO Rp72O. Rp250 miliar m.d.000 Rp3.5 miliar s.000 Rp4.250.000 Rp2. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rps0ojuta d. Rp50 miliar j.040. Nilai pagu dana di atas RpS0 miliar s. 1.0O0 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420. Rp5 miliar g.d.08O. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di'atas Rp250 miliar s.OO0 Rp2. Rp2.0O0 Rpl.850.000 Rp3.d.580.520.d.000 Rp1.00O Rp970.NESIA H*d LAMPIRAN I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDARBIAYA MASUKANTAHUN ANGGARAN 2Oi3 YANG BERFUNGSISEBAGAIBATASTERTINGGI PENIINGGUNC .d. Rp10 miliar h.d.O00 Rp4. Nilai pagu dana di atas RplO0juta s.O0O Rp2.44O. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. RpSOOmiliar n.0OO Rp99O.250. RpZS miliar k.d.0O0 Rp1. RpS miliar g.0O0 Rp7OO. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun I.0O0 RpSr0.d.3. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun PEJABAT PENGUJITAGIHAN &PENANDATANGAN SPM a.2. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.d.d. Rpl miliar e.d. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas RplOOjuta s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Rp5O0juta d.0O0 Rp1. RplO miliar h.d.d.oOO Rp660.d.000 Rp88O. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.0OO Rp83O. Nilai pagu dana di atas RpSOOmiliar s. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.O0O Rp1. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.00O Rp1.O0O Rps.830.d.23o. Nilai pagu dana s. Rp25Ojuta c. Rp5OOjuta d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d.0OO Rp1. Nilai pagu dana di atas RpZS0 miliar s. Rpl triliun p.d.00O Rp1.d. Nilai pagu dana di atas Rp50O juta s.0O0 Rp3.O0O Rp3.d. Rp5O0 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s.590. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.000 Rp1.0O0 Rp57O. Nilai pagu dana di atas Rp2.d. Rpl00 miliar l.d.d.OOO Rp770.d. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s. Nilai pagu dana di atas RpZS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s.d. Rp25Ojuta c.d.890.d. Rpl triliun Nilai pagu dana di atas Rpl OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp5O0.580.d. Rp2. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d.620.330. Rp250 miliar m.t97t0\Bl'PUB IND. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rpl0O miliar s.S miliar f.69O.58O.d.d.5 miliar f.

d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.000 Rp370. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.000 Rp2.d. RpS0 miliar j.d.550. RpSOmiliar j.000 Per Paket OP OP OP Rp460.00O Rp760. Rpl miliar e.d.0OO Rp850.000 Rp2. Rp25Ojuta c. Rp75 miliar k. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.81o. Nilai pagu pengadaan di atas RpSOO futa s.840. RpS miliar g. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s. Rpsoojuta d.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.00O Rp860. Nilai pagu dana di atas Rp5O0 miliar s.000 Rp1.000 Rp1.d.000 Rp3. Rpl miliar e.000 Rp2. 4 .000 Rp2. Rp10 miliar h.d. Nilai pagu dana di atas RpIOO miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Rp250 juta c. Rpl triliun p. RplO miliar h.000 2 HOIiIORARIIIM PE. I. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2.78o. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rpl00 miliar l. Rp750 miliar o.520. RpS miliar g.d.580.'ABAT/PANITIA PENAADAAIiI BARA$G/. Rpl0ojuta b.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1 . Rp7S0 miliar o. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s.OO0 Rp1. PANITIA PENGADAANBARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a.940. Rp50 miliar j.000 Rp640.000 Rp430. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00juta s.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK t{o lll URAIAN SATUAII (3) BIAYA TA 2OI3 (21 1 .0OO Rp500.5 miliar s. Rpl0 miliar h. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun 2.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260.470.d.d. Rp2S0 miliar m.d. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas RplO0 juta s.000 Rp1.120. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s. Rpl0ojuta b.d. Rpl triliun p.d.330.000 Rp500.d. Rp2. Rp5O0miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s. Nilai pagu pengadaan sampaidengan RplOOjuta b.O90. Rp100 miliar l. Rp500 miliar n./ .000 Rp2.000 Rp1.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250juta s.450.270.d.000 Rp6rO. STAF PENCELOLA/BENDAHARA PENGELUARANPEMBANTU/PETUGASPENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI (PPABP) a. PEJABAT PENGADAANBARANG/JASA 2.d.d.350. Nilai pagu dana di atas Rpl0Ojuta s. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.5 miliar s.000 Rp1.d.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.780. Rp25O miliar m.000 Rp2. RptO0 miliar I.d. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.000 Rp2.2.000 Rp2. Nilaipagudana s.5 miliar s.d.130.860. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s.d.000 Rp310.d.d.000 RpS.840.d.000 Rp1.d. PANITIAPENGADAANBARANG (NON KONSTRUKSD a. Rp75 miliar k. Rp500 juta d.000 Rp3.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun (41 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340.32O.d. Rp750 miliar o.000 Rp1.d.d. Nilaipagudana s.d.160.490.790. BENDAHARA PENGELUARAN a.560. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s.d. Rp25 miliar i.000 Rp570. Rp25Omiliar m.000 Rp77O.d.d.000 Rp4. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.000 Rp4. 5 .120. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2sOjuta s.d.5 miliar f. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Rpl miliar OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rpsl0.0OO RpSl0.000 Rp680.090.d.000 Rp670.OO0 Rp3.000 Rp1. RpTS miliar k.'ASA /I'MT LAYAITAN PEIVGADAAIT luLPl 2.5 miliar f. RpS miliar g.d.d.020. RpS00 miliar n.000 Rp810.000 Rp3. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s.030.000 RDg2O-OOO .d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.580.d.3. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.0OO Rpl. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rps miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.000 Rp1.000 Rp570.000 Rp980. Rp500 juta d. Nilai pagu pengadaan sampai dengan RplOOjuta b.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s. RpSO0juta d.000 Rp420. Rpl miliar e. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50O miliar s.150.5 miliar f.O00 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s. Rp2S0juta c.000 Rp4. Rpl triliun p. Rp25Ojuta c. Rp2S miliar i.O0O Rp2.

450. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas RpSOmiliar s.d. h.d.370. Rp250 iuta e. Rp10 miliar j. k. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rps miliar s.OO0 Rp1. Rp750 miliar Rp750 miliar s.000 Rpl. c.d.d. o.d Rp750 miliar q. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s.d.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s.000 Rp1.d. i.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s.IT Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLaipagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di QI Rpl miliar s.520. Rpl miliar e.d. Rp500 juta d.000 Rp1. I.210. p.000 Rp2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK ilo URAIA. l.d. m. RplOO miliar Rp10O miliar s./ .5 miliar Rp2.d. Rpl triliun Rpl triliun SATUI\IT (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP BIAYA TA 2013 t1t e.100.'A3AT/PAITITIA 3.000 Rp2. PEIVTRIMA IIASIL PEIITRJAAN OB OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP oP' OP Rp33O.260. RpS miliar Rp5 miliar s. Rp25 miliar i.640.000 Rp420.d.140.2. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp100 juta s.000 Rp450.91O.d.d.d. Rp75 miliar Rp75 miliar s.d. 3 HOITORARII'M PE.000 Rp5.000 Rp2. Rp75 miliar k.5miliars. Nilaipagupengadaanjasakonsultansi/jasalainnyadiatas Rp2. RpSOmiliar l.d.O4O.d.d.d.960. Rp5 miliar g.090. Rpl00 juta Nilaipagu pengadaan jasalainnya s.250. Rp50Omiliar Rp50O miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s. PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN/ PENGADAANBARANG/JASA a.d.000 Rp3.OOO Rp1. Rp25 miliar k.oO0 000 Rp72O.000 2.d.5 miliar f.O00 . Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s. Rp50 miliar Rp50 miliar s.650. atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas (41 Rp1. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s. Rp500 miliar n. Rpl miliar g.000 Rp1.OO0 Rp1.d Rp50O miliar p.000 R p l .d. n.000 Rp2.000 Rp2. PANITIA PENGADAANJASA (NON KONSTRUKSI) juta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s. d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpsoojuta s.000 Rp4. Rploojuta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s.230.OO0 Rp9lO.840.820. 000 Rp91O.d. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun Rp330.d Rpl triliun r.d.0O0 Rp3.000 Rpl. Rp250 juta c.000 Rp45O.d. Rp500 juta f. Rp2.200. Rp75 miliar m. g.5 miliar s.d.000 Rp2. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s.000 Rp2. Nilai pagu peke{aanlpengadaan di atas Rp250 juta s.0O0 Rp60O. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s.000 Rp3. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s.d. f. b.450. Rp2.370.0O0 Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rp450.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 miliar s. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun a.000 Rp2. Rp100 miliar l.880. Rp750 miliar o. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s. Rp50 miliar j. Rpl . Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s.630.000 Rps.5 miliar h. Rp250 miliar Rp25O miliar s. Rp2.OO0 Rp1. RplOO miliar n. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s.510.000 Rp3.520.060. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 rniliar s.d. j. Rp10 miliar Rp10 miliar s.000 PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN/PENGADAANBAMNG/JASA 3.0O0 Rp48O.600.d.0O0 Rp77O.560.d Rp250 miliar o.d.000 Rp3.000 Rp62O. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5O0juta s.d.OO0 Rp4.010. Rp10 miliar h.d RpSO Nflai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s. Nilai pagu pekeq'aan/pengadaan di atas Rp50 miliar s. Nilai pagu peke{aan/pengadaan di atas RpS miliar s.d. Rp250 miliar m.890.d.000 Rp2.d.d.OO0 Rp2.000 Rpl.990.000 Rp520. RpS miliar i. Rp100 juta b.270. Rp25 miliar Rp25 miliar s. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rpl0 miliar s.230.000 Rp1. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2.750.5 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp750 miliar s.d.4.

Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp10O miliar s.62O.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK lto URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 (4) IU 4 HONORARIUM PEI{CELOLA 4.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. RpS miliar g.72O.870.950.d. Pengarah b.d. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s. Rp50 miliar j.680. RpZS miliar k.260. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.d.000 Rp3.0O0 Rp6l0. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.000 Rpr.d.d. Rp500 juta d.000 Rpl.130.0O0 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.5 miliar s.000 Rp2.2.d. Rp25 miliar i. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp25O miliar s.OOO Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Anssota/Petusas OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s.000 Rp2.370.d.0O0 Rp770. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.56O.490.880. Rp2sojuta c. Nilai pagu dana di atas Rp100juta s.1 unitAkuntansiringkatKementerianNegara/tembaga(uApA/Barang) Dasar Keputusan Menteri a. Rp25 miliar i.d.5 miliar f. Rpl00 miliar l.000 Rpl. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 4.450.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s. Rp2.000 Rp430.000 Rp500. Nilai pagu dana di atas Rp25Ojuta s-d.d. RplO miliar h. Rp2S0 miliar m.d.d. Rp750 miliar o.000 Rp570.760.S miliar f.d. Rpl triliun p.00O Rp2.d.d.000 Rp600. PenanggungJawab c. Koordinator d.3. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d.000 Rp2.000 Rp880. Nilai pagu dana di atas Rp7S0 miliar Ld.0o0 Rp7OO. Nilaipagudana s.000 Rp2.540. Rpl miliar e. Ketua/Wakil Ketua e. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.000 Rp1. Rp5 miliar g.000 Rp1. RpZSOmiliar o.000 Rp3.d. Rpl rniliar e.d.5 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.820.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Rp2S0 miliar m.820. Rpl triliun p.000 Rp1.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. PNBP (21 ATASAN LANGSUNG BENDAHARA a. Rpl0 miliar h.d.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 IIOUORARIUM PENGPLOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5.500.d.d.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. Rpl00juta b. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 Rp940. Nilaipagudana s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.000 Rp89o.140. RplOOjuta b.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp5O0juta s.OOO 'l/ .d.oo0 Rp1.d. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.000 Rp3lO. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. RpsoOjuta d.d.170.070. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s. Rp250 juta c.d. RpS00 juta d.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.380.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp2.000 Rn35O. Rp750 miliar o.000 Rp420. Rp75 miliar k.O00 Rp3. Rpl triliun p. Rp250juta c. Rp5O0 miliar n.d.260. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun {3} OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.d.0o0 Rp1.280.1 10. Rp2.9ro.d.5 miliar s.d. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d.00O Rp400. Rp250 miliar m.d.000 Rp3. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.o00 Rp730. RpZS miliar k.000 Rpr.d.O00 Rp4.000 Rp66O.d. Rp500 miliar n.d.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.5 miliar f.000 Rp3.d.030.260.000 Rp540.000 4. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rpl0ojuta b. BENDAHARA a. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50ojuta s.d.000 Rp500.10O.I. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rpl miliar e.79O. ANGGOTA a. Rp5O0 miliar n.d.000 Rp1. Nilaipagudana s.000 RpS10.0O0 Rp370.000 yangditetapkanatas OB OB OB OB OB Rp7O0.

2 10. PElfcEMuDI. PenanggungJawab b. Koordinator c. Koordinator peneliti/ perekayasa c. Sekretaris f.2 Tingkat Pengguna Barang Tingkat Kuasa pengguna Barang PTNELITIAN/PEREKAYASAAN 7.2 OB OB OB OB OB OB OB OB 7. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c.THAN.I 10. Pejabat Eselon ll/yang disetarakan d. Ketua/Wakil Ketua d. PenanggungJawab c. Pengolah Data e.90o. OB OB OB OB OB OB Rp2. Koordinator/Ketua d.l Yang Ditetapkan Oleh presiden a. Peneliti/perekayasa Muda d.3 10.1 PenanggungJawab 9.4 Anggota PEIfYULUH I{ON PEGAWAI ITEGERI SLTA Sarjana Muda Sarjana Master (S2) KEBER. Peneliti/Perekayasa Utama b.O0O Ho![oRARruM SATPAM.1 Honorarium Kelebihan Jam penelitian/perekayasaan a. Sekretariat peneliti/perekayasaan d. Pelabat Eselon ItI ke bawah/yang disetarakan Moderator SEJENIS BMN 5. Pembantu peneliti/perekayasa b. Koordinator c.al a. Anggota/Petugas PEI{GURUS/PENYIMPAN 6.1 6. DAN 'RAI''BAKTT IO. Koordinator c. Anggota/Petugas 5'4 Unit Akuntansi ringkat Satuan Keq'a (uAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar sI( Eselon II atau unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran/Barar! wuy"t atau Koordinator Unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran WiL]. Pembantu Lapangan NARASUMBER SETIIIN/IR/ RAKOR/ SOSIALISASI/ DISEMINASI/ I. Ketua/Wakil Ketua d. PenanggungJawab b. PenanggungJawab b. Anggota/petugas 5'3 unit Akuntansi Tingkat wilayah (uAPPA/Barang-wlyang ditetapkan atas Dasar sK Eselon I a.2 OJ OJ OJ OJ OJ IIOIIORARIT'M PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN 9.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAp a.3 Sekretaris 9.1 Narasumber/pembahas : a' Menteri/pejabat setingkat Menteri/pejabat Negara Lainnva/yang disetarakan b.2 KetualWakil ketua 9. Wakil Ketua e.0o0 Rp2. Petugas Survey f.4 Rpr. Pengarah b.000. Peneliti/perekayasa Madya c.1 Satpam dan pengemudi I l'2 Petugas Kebersihan dan pramubakti ROIIANIWAN TIM PILAKSAITA KEGIATAN l3. Peneliti/Perekayasa pertama Honorarium penunjang penelitian/perekayasaan a. ptrucAs ll.GD/ KEGIATAN 8.2 OJ OJ OJ OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Responden OH 8. Ketua/Wakil Ketua d.5OO.000 .

5 16.0oo Rp300.000 Rp810.000 Rp350.000 Rp250. Anggota 13.000 Rp400.1 ATASAN LANGSUNG PEMECANG KAS/KPA a.0o0.6 PenanggungJawab Redaktur Penyunting/Editor Desain Gra{is & Fotografer Sekretariat Pembuat artikel Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp400.0OO Rp750.d.4 WebAdmin I7. Ketua d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp690.1 PenanggungJawab 15. Nilai pagu dana di atas RpSOmiliar s.o00 Rp450. Rp200 miliar e.000 Rpr80.O0O Rp490.000 Rp450. Pengarah b. Nilai pagu dana s.000 Rp330.000 Rp100. Nilai pagu dana s.000 Rp300. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.d. Rp200 miliar e. PenanggungJawab c.3 16.000 Rp250.000 Rp500.000 Rp350. Sekretaris f. Anggota (3) OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB (41 Rp1.500.5 Web Developer 17. Sekretaris f.000 Rp50o.0O0 Rp100.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NO URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 tll (21 13. Anggoia 13.00O 1Ii / .3 Editor 77. Ketua d.d Rp25 miliar b.000 Rp250.2 Redaktur 17.OO0 Rp100.2 Redaktur 15.4 16.4 Desain Gralis & Fotografer 15.OO0 Rpl5O. Wakil Ketua e. RplOO miliar d. Ketua d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Nilai pasu dana di atas Ro2O0 miliar OB OB OB OB OB OB OB OB OB oB.1 PenanggungJawab 17.1 Ketua/Wakil ketua 14.O00 Rp4O0.00O Rp650.000 Rp100. Rp10Omiliar d.000 Rp460.000 Rp1.2 Yang Ditetapkan oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a.IUTJURNAL 15.3 Penyunting/Editor 15.d.000 Rp500.2 Anggota OB OB Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp250.000 Rp3Oo. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18. PenanggungJawab c.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a. Wakil Ketua e.2s0.000 Rp4rO.000 Rp580.000 Rp180.OO0 Rp400.000 Rp600.d.000 Ro570.3 Yang Ditetapkm Oleh Pejabat Eselon I a.0OO HONORARIIIM PEI{ANGGI'NG} JAWAB PENGELOLA KEUAI{GAIT PADA SATKDR YANG MEIYGELOL^6 AELAITJA PEGAWAI 18. Rp350.0OO Rp750.000 Rp7s0.d Rp25 miliar b. Sekretaris f. Rp50 miliar c. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.6 Pembuat Artikel 17.2 16.000 Rp300.000 Rp1.00O Rp300.000 Rp15O.7 Penerjemah l8 OB OB OB OB OB Halaman 1500 karakter Rp500.000 t 7 IIOITORAnIUM TIM PEITGELOLA WEBSITD 17. Pengarah b.000 Rp7OO.1 16.d.d.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a. Wakil Ketua e. PenanggungJawab c. Rp50 miliar c.000 l5 IIOITORARII'M TIM PEITYUSI'N.00O t4 ITONORARIT'M SEKRSTARIAT TIM PELAKSANA KTGIATAIT 14.0OO Rp22O.5 Sekretariat 15.6 Pembuat artikel t6 IIONORARIT'M TIM PEIWI'SI'NAN BT'LETII/MAJALAII 16. Pengarah b.00o Rp850.

O00 Rpsso.9 Selcetaris | Anggotapaniria 120.0O0 Rpl9O.4 Ketua Detegasi | 19.2 PenanegungJawab I 20. pendidikan Menengah I pemeriksaan hasil Ujian I c.8 Ketua Bidang | | 19.OOO Rp65O. Nilai pagu dana s.OOO Rp350.3 Ketua/Wakil Ketua | 20.MENTEBI KEUANGAN REPUBLTK INDONESTA NO flt URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (3) a .7 Koordinator | 20.3 Ketua/Wakil Ketua 19. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.6 AnCCotaDelegasi RI | 20.2 penanggungJawab | | 19.000 Rp15.tO Anggota l9.6 Anggota Detegasi Rt | 19. Nilai pagu dana di htas Rpl00 miliar s.000 Rp60O.r Pengarah Rp250. RpSOmiliar miliar OB OB OB OB OB TIUM SIDANC/KOT{FERTNSI I I | I I I I | | | | | | llD&ArDe/IC. Rp400.5 Tim Asistensi | 20. pendidikan Dasar I Penyusunan/pembuatan bahan Ujian | 1l .000 Rp41O.l7 Liasion Officer (LOl Stafpendukung 120.d Rp25 miliar b.1 Vakasi a. Nilai pagu dana di atas Rp25 (41 Rp2OO.OO0 Rp400 tl I 20 IHONORARIUM WORKST.l pengawas Ujian | b.7 Koordinator | 19.2 Narasumber Kelas B | 21.000j Rpsso.3 Narasumber Kelas C | I 22 D/rN HONORARTUM pEtryELEl\rccARA UJrAr{ lVAr{Asr | 22.d. pendidikan Tinggi I tt Diploma Uillfit/N dan Strata I (St) I pemeriksaan hasil Ujian | "t I Ut pengujiTugas AkhirlSkripsi I Zl Strata 2 (S2) I 4 Pemeriksaan hasil Ujian | Ot penguji Tesis I I I zo.l Narasumber Kelas A | 21.4 Ketua Delegasi | 20.5 fim Asistensi | 19.KTM.0o0 Rp340. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar s.000 Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari )iswa/Mata Ujian iiswa/Mata Ujian RpS.9 Sekretaris panitia | tS.10 l2o.l 1 Liasion offcer lt ol | 19.O0ol Rps00.d. Rp200 miliar e .2 Honoraium penyelenggara Ujian | a.o00l RpssO.0001 Rp4OO. pendidikan Menengah I ul pemeriksaan hasit Ujian Rp2O.O00 Rp470.:::l-ll':mbuatan bahan ujian I Nrtskah/Pela.OO0 I at strata3 (s3) I Of penguji Disertasi I 22. RptOO miliar d . pendidikan Dasar I pemeriksaan hasil Uiian I b.0OO Rp7.O0O Rp25O.l Pengarah t9.OPISEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN I 20.000 Rp24O.12 21 BIAYA NARASUMBER KEiEIATAN DI LUAR NEGERI ISATUAN 2l.iaran OH ry .12 Stafpendukung | INTDRIYASIOIVAL .OOO c.8 Ketua BidanS | 20.0OO I il i::::.0o0 Rp27O.5O0 Mahasiswa/ Mata Ujian trang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian urangl Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian o rang/Mahasiswa Rpl0.d.O00 Rp27O.000 Nrrskah/Pelqiaran OH ] Rplso. SOM Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari.oO0 RpSO0 Rp4 Rp450.qIoNAL/MITLTILATERALI I l9. Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari BERSKALA INTERflASIONAL Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari RpS50.OO0 Rp150.

1 Golongan I dan II 23. Golongan III c.000 Rp30O.000 Rp250.000 Rp27. Golongan III d.000 Rp29.000 Rp29.O0O Rpl7. Golongm I b.I UANG LEMBUR a. Golongan I dan II b.O00 Rp20. PendidikanTinggi 1) Diploma I/IIIIII/Man Strata I (Sr) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (S2) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian SATUAIT (3) BIAYA TA 2013 t1l (41 Naskah/Mata Kuliah Rp2sO.2 Golongan III 23.000 Rp25. Golongan IV 24.OO0 OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH 23 SaTUAN BIAYA UAJIG MAKAII PEGAWAI IIEGERI SIPE (PNSI 23.O00 Rpr3. Golongan IV 2 5 SATUAT| BIAYA UANG SAKI' RAPAT DI DAIAM KAI{TOR DAII UAI'TC MAKAI| LEMBUR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK RplO.000 Rp27.0OO Rp260.OO0 Rp290.O0O 41.3 Golongan IV 24 SATUAIT BIAYA UANG LEMBI'n' 24.OO0 Rp280.000 OH OH OH Rp25. Golongan II c.000 Rp300. / .MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- NO URAIAIT I2l c.2 UANG MAKAN LEMBUR a.

/ . 370:999 430.000 530.I.000 370.000 370. \4ALUKU 3 1 . MALUKU UTARA 32.000 360. 3ANTEN 12. JAWA TIMUR t7. IAWA TENGAH 1 5 .000 430.IALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAIY BIAYA TA 2013 (1) I (2) q. 3.O00 370. JAWA BARAT 1 3 . 7. 4.000 360.O00 370. NUSA TENGGARATIMUR 440.OOO 1 0 . JULAWESI UTARA 25.OOO .000 370. 5. SULAWESI TENGAH 29. KALIMANTAN BARAT 2l (ALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 22. PAPUA BARAT 360.O00 20.ooo 410.000 370. 8. 6. 9.O00 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -9 - 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PER.000 420.000 580.000 370. ]ULAWESI BARAT 27. KALIMANTAN TIMUR 24.OOO 23.000 360. ).000 370.000 430.I.OOO 9t_ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 369:999 380.OOO 480. ]ULAWESI SELATAN 24. {USA TENGGARA BARAT 19. JAKARTA t4.000 380.AMPUNG 3ENGKULU 360. 3 A L I 1 8 . P A P U A 33. iORONTALO 26.000 360.CEH (3) OH OH OH OH OH OH (4) 360.O00 370. 3ANGKA BELITUNG 11.000 420.000 480. ). SULAWESI TENGGARA 30. YOGYAKARTA 1 6 .K.000 370.000 370. ]UMATERA UTARA tIAU KEPULAUAN RIAU ]AMBI ]UMATERA BARAT ]UMATERA SELATAN .

SUMATERA SELATAN 8.-PAPUA BARAT ^/ .000 r05.000 200.OOO ioo.000 30.. P A P U A - _?e_ lv!4yPqr 20.000 125.000 50. SULAWESI TENGAH 120.K.000 .O00 106.000 10. J.obo ._ ]ULAWESI BARAT 27.000 110. JAKARTA t4.000 95. KALIMANTAN BARAT . 0 0 0 -"--110.000 95.OOO 130.o00 UANG SAKU FULLBOARD EULLDAY/ DI DALAIII HALTDAY DI KOTA DALAII KOTA (51 100.000 140.ooo 130.obo 95.ooo95.I.000 85. D.000 ob.000 10.oiiri 95.000 io.000 140.ooo 85.000 110. DAN UANG WI. I-AMPUNG 9 .000 95.000 95.000 rg5.000 50. YOGYAKARTA 1 6 .000 25.LDAYftIALFDAY DI DALAM KOTA rupiah) No.000 150.000 130. 0 0 0 --115.OO0 3c.000 oo.OOO Cs. KALIMANTAN SELATAN 23. ? 30.000 180.000 r 15.o00 20.AWESISELATAN 28.000 35.000 ios.boo 120.000 95.OOO 110. D. JAWA TIMUR 17.000 150.000 170. JUI.000 4.000 30.oob 100. 6.--z L .000 140.000 tooobo r00..ooo 30..000 r00.000 105.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK SATUAN BIAYA SAKU PAKET UANG IIARIAN PAI{ET FULLBOARD SERTA TULLBOARD DI LUAR KOTA. PROVINSI 1 T (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPUI.000 - r40. KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA 25.ooo roti.A. BENGKULU 1 0 .000 95.000 1 1 0 .0d0 15. JAWA TENGAH 1 5 .000 110.ooo 30.-ooo 30.UANRIAU JAMBI UAT{G HARIAN SATUAN FUUAOARD DI LUAR KOTA +l {3) OH OH OH OH OH -oH OH OH -oiiOH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH -orOH OH OH 120..000 1 1 0 .000 15.ooo 10. ]ANGI(A BELITUNG 1t.ooo r 10. NUSA TENGGARA TIMUR 20. rnirrvrnr.O00 sb.000 30.000 130.000 150.ooo 100.O00 95.000 reo. 3ANTEN ! 2 .000 30.000 9s.000 9s.000 -*- tos.000 85.000 115.SUMATEM BARAT 7 .000 8s. IAWA BARAT 1 3 .000 110. MALUKU 3 1 .nArv-rpNcCA2 2 . iORONTALO _26.000 120.I. NUSA TENGGAM BAMT 1 9 . -'iq.s0. \4ALUKU UTARA 32.o00 30. B A L I 1 6 .000 130.000 bo.o00 zs.160.000 10.6.ooo s.O00 (61 85.000 95.000 .000 25.- 85.000 2.000 160.000 110.

..o00 __3.. 830.ooi_._o_oq .0_0q __1._0_q0 _*.__-2--8_g:O.qq_o.ggQ.000 .ooo -_9-t1_ _1.lqo-qQg p.g._ ?.?4q0-0p_ _ .q2. l-. qqg.g_qq r.goq 1.1.00q L-q12.__ | _-"oq..o r i .._-.qgc oH' -.420.500.OOO I (6) (71 2 3 5 RIAU JAMBI l--?!*-oH BARAT --oH- 6 _Lq9q.1q9.?.-_1.000 1.oqo__ _ _ 7sQ._-?.90q.qoq ..ooo OH OH -oHt 4nn nnn OH -oC* __q.000 lt-- l- _q -:-_ l3 14 LAMPUNG 9_ BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG t'AN'I'EN JAWA BARAT UAWA T I'NIiATI _ls_D. -_ .0!g __L11s-qqg I _ r.768.0_0_q ._.000. -_qfl.-__1.. _.q_ _?LKALIMANTAN TENGAH 3?.Qao.716.qgq I -_-oH OH 4.rsz.q-qq.000 I -ess0eql-_zqq.9q!. 4.srgri.240.3e9:0gq -Zsa.s?10_0q ._-q.. YOGYAKARTA 16_ _ 1 7.boo.u-!lg ___. .Q-00 1._ .-0-Qq I r.-BARAf-= l-.ooo i .260.q99 1. l:g_.ooo 400. [-lbTooit .QF_o.!'89:q00 I * zao.ooo .72o.o-qg e!0.oog.lsooob OH --itH .q-o_qI OH __q-09!.-o.ooo 460.?-6qgg_q.ooo OH 750._!-?qq.qqo 4t2.000 I OH __4.qqg.ono _ g l-__1.o00 I .99.__?j1l0_.OOO .. 580.oog .000 ..000.qqq.sgo.q_q-q 1..820.ooo .000 3go.000 | g.9?p..._0:gg0 _ .--9-q9.qqql____9_4!.77o.oqq.io ____ 41o.oqo -_i1q.Jl_O:qgg | l.gqq__ _z9gp_o_0" -_. l 8 NUSA TENGGARA RAR 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2.000 -_ _ ___45q.Lq.000 -. .o OH . _ -.?-5_0-.000 l -OH -oii .OOO .oq0 _ ___ -qqq.0.g_09 _ lr4s-?.--sgb. _-Lqqp. 6 _ Z 9 1 0 0_ .gg1.qqq_ l---s3b"ood .ibts.350.o._.ooc .8lp_.q9q | 1.oso.ooo .9g2:90_0 -___Fsq.470.o_g! __!z_s.SI TENGAH _9. PROVINSI SATUAN PA'ABAT NEGARA PF^'ABAT ESELON I/II (5) | 3()R PEJABAT ESELOIV IIt/coLoNGAlf -rv I PF^'ABAT ESELOIY IVlcol.-3.o00 600.000 I 6_qq.ooo .__l.___49_q.000 1.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK BIAYA PENGINAPAN PERTIAL/INAN DINAS DALAM ITEGIERI ru TARIF HOTEL lIO. -.?1o__og_g_ r._0_0( _ q9.030.q-qo..000 _.90 I tisol.qQg_ 1:11910_00 I _ _ o H .O00 czg.0.4q0_1q0!1:l.1g:0_0_g 400.150.000| 336.!g _ _______q4q.g-0-9. .000 900.-_1go_=o_gq _-_9!9:o-o*q OH 4.-e?o.0J0 _1.4go:gqo --+io. .iz+.q99 l-.q_0_q0_9. I J2o.0OO 7?o.gg! _ l.99-0.9q0.pge l'_--._. _l:229_:g0g_ _.ooo __3.3Co.6*SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN SULAW!..___ .000 | oH-.-ooo 800.Qgq_.0qgjq0_0.:1_1260. __ -_-23 IKALIMANTAN TIMUR lsulAwEsr UrARA _?!_ 25 GORONTALo 2.Q99 _.ooi 510..qqg ___?99'q0_q 91o.000| 4..q00.oqq_ 371.poo * ._qgQ."ooo .-1.9?9.000 | 3zq.Qg(__3110.ggq 720.IKALTMANTAN _SELATAN .+oo. ---1.obo OH -oH--_1:5l-q:-009_ .q2g.o00 H 600.gg_o 3se.I.__ _*_J1_u:.0-q9 .qq:o_o_o_ ..030.o_qg _1. .-i. .OO0 4 -qnn non 1.0-.920.r4_!q5v_ul4-RA _32 PAPUA 33 PAF-u. . I 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU _x1_ \.000l- I _qel.030.oooI ___3.0q.000 _ . .oNcaN UI GOLONGAIT rlrr (8) (21 {CEH SUMATERA UTARA (3) OH OH (4) 4.-.og.-47!.qqq -__-.-_l.o-qo_ _ 25q.1?q.000 -.9_0_0_ 45O.QQ( 380.gqq iao-ooo I rc0.-_i!q.-00_0_ -o-H66r.q 360.400..LoJq.___ _95.000 __.8r9.079.ooc l. ---t5-o..Q9q iio..-4gq.-ogq .qgg l--4o8bbo -l}s.q00_ _ ___.?.Q99.ooo _ 720..qoo l$o0:g0q| _ .o_o:qgo ". __!.

D AMDRIKA UTARA I . A (iIJL.24_L 277 .O7 2s2 242 241 429 4n6.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -12- 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAII DINAS LUAR NEGERI da-lam US$ NO NEGARA GOL.11 431 ------33 352 286 25 Bqsnia Herzegovina 26 27 runanl --_--_-_-'i6 483 457 444 29 rur LLtHal +22 s20 473 379 472 334 353 287 242 372 24r 371 3 1 Serbia _t?s 401 __ ?8? 361 ?12 313 ______.L. 313 286 Ker4jaan Ingsris EROPA SELATAN ___. 318 ?n< 282 28r 27r ?17 414 307 _ _?61 272 _lq_Perancis I 7 Rep./ .___!59587 _ 439 534 420 ?1?__ __ _ ___q._____iff. _ !91_ 287 27t 321 _20 2L 22 23 24 _172 453 517 409 465 354 288 432 ?7s _ _____.l' GOLONGAN (i(.nal" Norwegia DWCLlla 504 466 5t2 453 419 4+3 463 464 4LL 416 509 _ .Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile r) 527 447 473 404 417 368 _" 91q _ 307 o 4 395 464 5 Columbia Peru _ _8_ 9 Suriname 1 0 Ekuador AMERIKA TENGAH 1 1 Mexico L2 Kuba 1 3 Panama EROPA BARAT Austria 1 5 Belgia 436 415 386 383 398 277 323 347 316 242 287 24r 286 241 222 t21 29r 270 240 237 281 277 295 273 221 9. () GOL. Federasi Jerman-1 8 Belanda 1 9 Swiss EROPA UTARA Denmark Pi"i._21r_. !21 318 282 382 282 272 322 28'1 ___.

-?-186 _ .qq_ 206 t82 19? r67 196 141 285 319 _ ?7. D 426 421 407 416 ._____196_ 2to 188 302 . C E 33 34 35 36 *33_ Rusia 38 Slovakia EROPA TIMUR Bulsaria wzecn Hongaria Polandia Rumania (s 367 390 320 331 3i3 31 c?c GOL.^ 44 I\f a r{ 45 L d t z a u l L i 46 Zimbabwe 47 rvrvzquut\.__. 4 GOLONGAIT B GOL.. _q_0* 300 247 25I 135 .esultanan Omq4 357 386 358 365 459 _ 353 391 359 _ _2Qq ._ 342 368 _ -_ _**L9? 342 308 308 273 251 247 282 254 2R6 190 191 186 _ !81_ 2ro 189 184 16.5 ASIA BARAT 56 \zerbaiia 58 59 lral< nrrlanio 498 397 365 406 459 283 254 ---__-._ _sq6 +29 425 277 __l. _ 3q1 361 381 _ 512 387 382 293 _ _. -202 287 212 192 161 201 5 1 Mesir 52 53 Tunisia 54 Sudan OD Libya -._ -q99_ _=___30q 197 277 39 Ilzra _-.|u5 361 313 276 292 206 291 201 -_._ -___1_82 ___ 216 212 2t5 211 AFRII(A SELATAN- 48 Namibia 1? AFRIKA UTARA y)*gl].2 244 263 _ _?q3-.UWart --- 6 1 rJrDanon 62 Qatar _63 64 T\rrki 65 Pst. -293 267 276 257 270 323 365 224 t97 .0*6297 290 328 AFRIKA BARAT 40 Niseria 4 l 9srlgRal AFRII(A TIMUR Ethiopia 43 Kenva t.. A (i()L.__1_q_ -.? 334 296 257 276 244 __ __i.t-97 215 301 l06 2tL 276 254 r97 207 185 / / . Arab Emirat rlr _99_ 67 Saudi Adbi".// .MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam US$ NO NEGARA GOL. -257207 275 364 20t 196 186 2 2 ? ___=--zqg_ __ ____2_qq 196 6 n K._____9_1.

Rakyat Cina 70 Hongkong 7 l Iepqag 72 Korea Selatan 73 Korea Utara ASIA SELATAN 74 Mganistan GOL.tJ 385 Bangladesh 76 India 339 352 343 348 351 226 L96 263 77 Pakistan 78 Srilanka 79 ran ASIA TENGAH 80 Uzbekistan 8 1 Kazakhstan ASIA TENGGARA 203 20L 260 173 t67 242 182 t67 202 172 1.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4(dalam US$) NO NEGARA GOL. E Gc|l.. A GOLONGAN GOL. D (6) (3) 378 472 519 421 395 (4) (5) 238 320 303 326 238 207 287 262 297 207 206 286 261 296 206 . 211 201 L96 t96 t96 196 t96 796 2rI 197 202 204 197 r97 229 272 222 276 237 22I 92 93 94 95 96 Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nueini Fiii 439 392 425 385 363 403 246 387 s53 329 27t 221 224 L92 t79 / .66 241 181 166 181 392 456 352 420 287 334 222 224 212 254 333 82 Philipina 83 84 85 86 87 88 89 Singapura Malaysia fhailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam 90 Kamboia 9 L limor Leste ASIA PASIFIK 4L2 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 221 221. (J (21 ASIA TIMUR 69 Rep.

820 ftl 4.200 3.200 4.620 9.400 1.so0 1.720 4.680 3.240 9_.240 2.770 5.5rO 2.320 t6.890 1.780 4.000 3.490 5.O80 LO.500 5.010 1.440 5.MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA -15- 30 SATUAN BIAYA TrKET PER.990 10.810 6.640 7.400 3.110 5.buia Addis Ababa Alger Amman 2.530 3.450 2.770 2.I30 3.700 4.400 5.450 3.520 4.610 1.270 4.330 7.790 3.60 6.560 3.200 4.600 1. Ekonomi PERUIAKILAN Eksekutif AI PERUIAKILAN .920 10.240 .860 2.430 (s) 2.770 2.OOO 8.370 10.370 2.4{o 1.830 850 3.220 880 2.860 t.810 4.040 6.800 t 2 Baghdad 1 3 Baku T4 Bangkok 1 5 Beijing L 6 Beirut 1 7 Beograd 1 8 Berlin 1 9 Bern 20 Bogota 2l Brasilia 22 Bratislava 23 Brussel 24 Bucharest 2 5 Budapest 26 Buenos Aires 27 Oairo 28 Canberra 29 Cape Town 30 3aracas 3 1 Chicago 32 Colombo 2.800 1.150 3.400 920 2.JAKARTA Ekonomi {6) Bislis Bisnis (3) 1.760 5.800 t.o20 4.920 r.7tO 2.220 1.490 1.130 6.a20 680 r.L60 3.910 3.s.720 2.600 2.140 6.L30 4.040 5.O50 1.980 1.500 9.060 3.660 4.960 1.520 1.690 5.600 2.530 7.060 3.220 8.270 10.410 7.900 730 1.220 3.770 6.680 1.750 5.880 t.330 550 630 890 3.490 1.360 5.890 3.490 3.350 4.000 5.999 2.470 9.91O 7.650 t.010 7.900 1.840 7.900 3.550 5.220 3.300 8.730 3.sLO 9.060 1.430 6 7 8 9 10 11 Amsterdam Ankara Antananarivo Astana Athena B. (1) I 2 3 4 D PERWAKILAN QI JAI(ARTA.'ALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGpRT IONE WAYI dalam NO.010 2.080 3.0.460 5.020 5.810 3.330 3.370 1.660 3.440 11.100 2.220 4.810 t.660 7.980 4.780 7.160 2.860 2.340 9.610 6.890 3.470 r.204 4.670 2./ .5i0 t.600 1.960 4.390 12.500 13.S Begawan - 890 1.160 6.220 7.520 4.730 2.O10 3.820 8.180 4.510 3.520 6.480 3.590 5.010 3.L70 s8o .310 3.550 5.800 1.020 5.890 3.330 12.050 4.500 6.990 3.910 11.330 3.r20 5.690 7.830 4.420 5.310 3.260 t.150 7.240 Eksekutif (8) Abu Dhabi A.670 3.150 1.570 4.310 4.

9-so 7.490 4.800 2.430 10.530 830 750 750 4.tLO 1.290 4.050 5.390 1.2rO 3.890 4.500 1.100 .130 3.560 6.O40 9.330 3.100 5.640 2.930 2.430 4.350 1.290 1.9-99 * 840 i.780 1. PERWAKILAN PERUIAKILAN .530 590 980 3.500 5.150 1.010 7.870 560 360 63 64 65 66 67 68 69 Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles s30 2.400 3.420 3.660 1.100 2.390 2.180 r .260 860 1.soo 3.t20 4.2rO 920 2.440 9.460 2:9ro 660 890 .060 2.100 r.610 {s) 2r.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK lq4ralu vuv NO.980 .610 4.950 _ _ _ 7 .430 4.460 3.450 1.050 880 sso eio 580 340 1.660 3.620 Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen 2.790 1.680 4.950 2. 1 9 0 2.920 1:.720 13.270 3.800 2.260 37 38 39 40 4l Darwin Davao Citv Den Haag Dhaka 3.030 3.080 5.500 3.0i0 750 _3€99_ 4.300 5.190 z.390 2.660 3.170 7.730 1.980 1.LOO 2.rso 3.420 2.860 2.320 7.210 4iio 3.690 2.340 2.930 3.oso a.630 640 3.050 10.230 Dili Doha 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Dubai Frankfurt Guangzhou Hamburg Hanoi Harare Havana 3.740 2.-1.050 7.o29__ 1?e_9 2.600 6.420 ro.O00 3.920 6.100 3.700 7.O20 4.oro 2.560 1 .590 t.530 5.220 4.7lo 4.990 2.500 2.160 1.180 Ekonomi Bisnis Eksekutif 33 Dakar 34 Damascus 35 36 Dar Es Salaam (3) 5. 0 6 9 ?.400 4.370 810 2.630 2.650 7.060 3. 11 0 6.030 2.620 8..720 1.140 2.450 450 2.1 .400 3.150 1.220 9.100 8.280 3.520 3.r20 7. 510 720 610 1.060 1.630 8.570 2.9r0 370 1.+70 2.r80 1.630 5.470 2.340 5.600 6.100 2.920 8.040 3.510 --z.r70 5.190 2.200 3.140 3.020 790 1.170 7.000 5.600 r.380 2. 1 PERWAKILAN QI JAI{ARTA.500 1./ .820 1.670 6.890 3.O70 1.360 r.560 3.JAKARTA Ekonomi (6) Blsnis ffl Eksekutif (8) 10.180 7.570 2.940 2.800 5.690 .410 52 53 Islamabad 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jeddah Jenewa Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston 7.840 3.190 1.L20 8.270 6.730 3.240 5.I40 3.r7o.820 990 L.700 6.860 2.240 3.600 3.1.930 750 1.930 3.600 3.580 1.460 3.600 4.490 1.530 (41 7.080 2.900 4.ar9 7.750 3.290 1.640 2.

t20 2.850 5.440 1.750 8.540 1.050 L.1.510 J.680 2.890 2.630 2.ee9.580 7.060 3. 7.130 1.540 4 .050 6.280 5.030 3.380 6.750 2.320 L2.610 7.410 11 .260 5.970 5.020 6.420 4.180 l:^l.980 2.300 5.860 5.890 1.O20 5.300 11.310 730 7ro .820 4.580 6.990 5.610 5.060 6.580 4.500 5.t20 1.31O 570 2.71O 2.480 4.870 3.630 880 3.20 2.130 3.L90 3.180 9.s0o 8.590 5.250 Perth Phnom Penh to.910 9.470 2.980 1.370 Port Moresbv Praha Pretoria Pyongyang 3.880 8.870 2. 11 0 t. 11 0 t.990 2.OOO 4.070 t.900 6.O20 4.000 r .360 4.450 z.060 8.620 10.370 2.280 530 t.670 8. (1) PERWAKILAN Bisnls {4) 4.130 4.L40 70 7l 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Madrid Manama Manila Maputo 3.290 640 1.500 2.450 3.060 3.570 7.920 9.650 to.900 1.350 3.230 3.aoo 4. PERUIAKILAN Ekonoml QI dalam U .830 4.360 1.520 6.7LO 1.650 960 3.320 2.500 10.350 3.520 _3.760 3.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -17JAI(ARTA.050 920 3.330 2.240 6.440 NO.610 5.300 3.890 2.450 1.270 650 1.640 3 . 1 9 0 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 g6 97 98 99 Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbav Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama Citv Paramaribo Paris Penang 700 1.660 2.350 3.310 640 1.370 (71 4.920 3.540 7.940 600 3.890 6.890 1.470 6.490 9.340 4.180 2.500 4./ .gtO 12.040 4.200 4.320 4.500 3.260 2.480 2 3_102 730 1.670 600 2.420 2.050 - 2.O40 5.300 3.500 4.050 460 520 790 3.560 1.400 4.4LO 3.O20 3:110 1.100 1..430 1.240 __ _5:059 __-7.740 11.690 1.970 Quito Rabat Riyadh 4.7IO 5.030 950 3.720 4.030 3.300 3. 13.700 860 t40 1.230 LO.930.700 4.970 3.340 4.130 8.120 2.950 2.280 1.750 i.600 4.390 2.340 6.900 1.350 - i.440 2.n 2.8391.690 7.330 ?'9-99 1.O24 7.JAKARTA PERWAKILAN Ekonoml (6) Bisnis Eksekutif {8) 8.640 6.970 2.460 4.690 Roma San _10_1 Francisco 1"02 Sana'a 103 Santiago 104 Sarajevo 1 0 s Seoul 106 Singapura ro0 3.280 10.020 2.O70 1.380 3.r 70 3.360 L.480 3.630 7.230 Eksekutif (3) (sl 7.070 8.670 rr.860 3.r20 4.600 6.290 6.1 0 1 2.8-oo 8.420 2.620 7.

440 750 1.420 3.440 900 1.480 t.750 950 10.r40 7.620 910 3.204 6.700 3.210 (71 4.2tO t.980 .890 6.650 3.9LO 6. P9RWAKILAN Ekonomi f3) 1.580 1.590 3.050 8.250 1.100 6.570 " 1.690 5.810 3.810 1.obo 370 2.-6J9: 6.800 4.000 4.460 1.270 4._e-.160 4.410 4.390 3.460 (21 Sofia Songkhla Stockholm (s) 8.690 4.200 -"t.900 4.610 2.520 2.190 7.510 700 2.100 5.910 7.330 3.550 2.560 // .670 VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington t26 Wina r 2 7 Windhoek t28 Yangoon L29 Za*reb 2.340 1.090 5.180 2.370 3.480 2.000 2.370 13.620 2.810 t.460 1.320 950 6.860 3.930 r .dCo 1.700 1.500 7.250 4.200 5.100 2.970 5.800 3.960 t.100 1.260 750 3.890 2.200 1.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK INDONESIA -18U NO.460 3.190 1.790 2.800 4.400 3.500 4.200 1.610 750 1.200 4.930 Bisnis (4) 4.280 2.680 3.410 2.580 1.680 1.740 3. I L07 108 109 110 111 LL2 113 LL4 115 116 t17 118 119 120 12T 122 t23 t24 t25 PERWAKILAN JAI{ARTA.t70 1.740 700 1.870 2.410 950 3.L90 5.100 6.320 4.160 12.840 740 600 2.JAKARTA Ekonomi (6) Bisnis Eksekutif (8) 7.890 2.4tO 1.200 800 4.230 7.970 1.520 5.200 1.280 t.370 1.500 5.320 3.o70 1.230 3.OOO 800 5.120 3.700 3.204 8.380 t.380 6.870 2.670 Suva Sydney Tashkent lawau Teheran Tokyo Toronto oli 3.490 Eksekutif PERWAKILAN .970 2.990 6.480 1.

c.TERI INDONESIA REPUBLIK _19_ PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan (ULP| Pengadaan Barangl JasalUnit Layanan a. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang.00 (seratus iuta rupiah) untuk paket pensadaan iasa . menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan. d. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang. Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA. Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja.000. termasuk PPABP. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya bedauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran danfatau beban keda Bendahara Pengeluaran sangat berat.00o. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP. 2. e. Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya. Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP). Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 1O% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya. b. Honorarium Pejabat Pengadaan BaranglJasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/Kuasa Pengguna Barang/Jasa melaksanakan untuk pemilihan penyedia barang/jasa penunjukan melalui langsung/pengadaan langsung paket pengadaan untuk barangl pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi 8p10o.KEUANGAN MEN.

baik yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi. Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. Honorarium Panitia Pengadaan Barang lJasaltJnit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. 6.Sllsf.ts4i'?3ll -24 konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing. Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan.O0O. 3. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang. Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a.A'. Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam I (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja.O0O. pencatatan. sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan. 4.00(lima puluh juta rupiah). b. Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan kepada BMN diberikan pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tusas rutin selaku rus .t\f. Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang. Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang. 5. b. Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan oleh Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk melakukan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak.

7 . Pengolah Data. paling banyak 4 (empat) jam sehari. Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. Sekretariat Peneliti/Perekayasaan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -21 barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. Peneliti/Perekayasa Madya.2 Honorarium Penunjang Penelitian/ Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa. 8. Honorarium ketentuan: narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelen ggara. Petugas Survey. 1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama. narasumber dapat . Terhadap pembantu peneliti/perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnyal masyarakat. Peneliti/Perekayasa Muda. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/perekayasa. b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyele nggara I masyarakat. Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7. Koordinator Peneliti/Perekayasa. Catatan: Honorarium penelitianlperekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah melakukan pejabat yang untuk dari berwenang penelitian/perekayasaan. dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. 7. Jumlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengums/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang.

Pengemudi. Jumlah panitia maksimal lOo/o 1O. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja. b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya. Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan. Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (outpuf)jelas dan terukur. L2. Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yarrg berwenang.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya. Untuk satpam. 13. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan Setingkat berdasarkan surat keputusan Presiden/Menteri/Pejabat Menteri/ Pejabat Eselon I/ KPA. Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan. wal meru s tertentu kePada atau "/ . 11. c) bersifat temporer.INDONESIA -22- diberikan uang narasumber. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja. Honorarium Satpam. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan. harian perjalanan dinas dan honorarium selaku FGD/ Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ Kegiatan Sejenis Honorarium dapat diberikan kepada pegawai negeri yar. 9. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan.g diberi tugas kegiatan panitia melaksanakan sebagai untuk seminar/rakor/sosialisasi/diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara I masyarakat. pengemudi. Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. (sepuluh persen) dari jumlah peserta.

efektif. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik. dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/ Menteri. Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang. Unsur sekretariat adalah pembantu rlmum. 18. 16. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri f non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan. Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim PenSrusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. pelaksana dan yang sejenis. dan e) dilakukan secara selektif. 17. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang. 14. v/ . 15. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Honorarium Tim Penyusunan Buletin/MaJalah Honorarium tim pen5rusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menJrusun dan menerbitkan buletin/majalah. Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. Honorarium Tim Pengelola Webslte Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola uebsite. Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. dan efisien. Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut.

tidak diberi uang harian Berskala kegiatan Workshop/Seminar/Sosialisasi/Sarasehan berskala Honorarium uorkshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara berskala kegiatan workshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional. Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Senior OJficiaIMeeting (SOM) Pegawai negeri penyelenggara perjalanan dinas. Regional/ Multilate ralf SOM {Bilateral/ SOM internasional-KTM. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas. 21. ketua dan wakil ketua iembaga negara. 20. : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. v/ . Honorarium Internasional : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hati setelah kegiatan. Narasumber Kelas B yang pegawai negeri non : Narasumber disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. anggota lembaga negara. duta besar yang menjabat kepala perwakilan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -24- lg Honorarium Sidang/ Konferensi Internasional-KTM. perwira tinggi TNI/Polri. berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang. yang pegawai negeri Narasumber Kelas A non : Narasumber disetarakan dengan menteri. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: t hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + t hari setelah kegiatan. sidang/konferensi Honorarium (bilateral/regional/ muliiiateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior offtcial berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang. pegawai negeri Gol IV/C ke atas. Satuan Biaya Narasumber Kegiatan di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI yang untuk kegiatan workshoplseminar/sosialisasi/sarasehan diselenggarakan di luar negeri.

vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. dan tinggi. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a. dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. rapat melibatkan eselon I lainnya b. dan tinggi.it??Xl"1engan rvlb dan perwira menengah Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. 23. Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1(satu) kali per hari. c. menengah. penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi Honorarium pen5rusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor. menengah. 24. Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. 25.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESTA -25- Narasumber Kelas C pegawai : Narasumber yang non negeri disetarakan dengan pegawai negeri Gol Ill/c . dilenekapi de surat i oleh peiabat ne ditan r/ . Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d. Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi. vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk. ujian tengah semester. 22. Yakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNSI Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang berdasarkan jumlah hari masuk kerja. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. ujian akhir semester dan ujian akhir. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang. b. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c.

INDONESIA -26- setingkat eselon ll/kepala satuan kerja. Satuan Biaya Uang Harian PerJalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. e. dan f. pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250. bagi peserta yang karena untuk faktor tambahan waktu transnortasi memerlukan . Uang saku paket fullboard dan fultdag/halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/ pertemuan paket fullb oard dan fulldag / halfdag di dalam kota. dan uang saku. Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian NegarafLernbaga paling tinggi eselon I.190. Satuan Biaya Uang Harian Paket Fullboard Saku Paket Fullboard serta FulldaglHalfdag di Luar Kota dan Uang di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor kegiatan paket sebagaimana biaya dimaksud satuan dalam rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota.00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah). MENTER!KEUANGAN REPUBLIK. Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian. maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c.00 (seratus tiga puluh ribu rupiah). menteri serta setingkat menteri). *rrt"i pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a. Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b. Rp.000. pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara. transpor lokal. surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja.". 27. 26. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat.000. Rp130.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dan rupiah). Selama melakukan perjalanan dinas.

duta besar luar biasa berkuasa penuh /kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: a. ketua. b. kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaanrlya.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -27 - berangkat/pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku. utusan khusus presiden (special enuog) dan pejabat lainnya yang setara. Golongan A menteri. uang saku. perwira tinggi TNI/Polri. untuk l(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. pegawai negeri sipil golongan lV /c ke atas. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. Golongan C d. pejabat eselon II. 24. Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negerifnon pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. dan uang pengmapan. wakil ketua dan anggota lembaga negara. 29. pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk peraturan perundangberdasarkan undangan dan pejabat eselon I. c. pegawai negeri sipil golongan IIIIc sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara. Golongan B duta besar. Golongan D Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. . transpor lokal. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya.

Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negataf pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Neglri y. anak tiri. lit "i jalan (one taagl.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- egawai Yang melaksanakan perjalanan dinls ke negara Uganda. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Klasifikasi Firsf diberikan untuk Golongan A. atau d. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. anak kandung. . yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab ia tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri. Satuan biaya tiket termasuk biaya untuk satu kali asuransi. 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one wag) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya p"*"*"1 udara perjalanan dinas pindah dan diberikan pembeliar. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh iima) tahun. dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. anak tiri. isteri/suami Perkawinan. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai silan sendiri. atau 3) Klasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D.ng digunakan untuk meiaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya. 2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. b. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat. anak kandung. ENTERIAN KEPA AGUSD. MARTOWARDOIO GIA NIP. anak tiri perempuan.W. anak kandung perempuan. c. belum pernah menikah. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM IGUANGAN. MENTERI ttd. Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: Undang-Undang ketentuan yang menurut sah a. besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya.

3 I I I .000 41.2 Rayon II b..3 Rayon III b.OOO 45. Rayon I Drerah Khusus Rayon I b.OO0 19.000 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAIIAN MAKANAN 7.000 20.000 51.OOO I l 14.000 36.000| 14.3 d.O00 12.000 32.000 | 13. Rayon I b.OO0 10.nglKaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kati Orang/Kali Orang/Kali Orarg/Kali Orang/KaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Kali Orang/Kali BIAYA TA 2013 (4) rs.2 Rayon II .l Rayon I b.OOO 25.O00 13.2 I I I I I I | 7.000 25.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (dalam NO (i Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yograkarta JawaTimur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa TenggaraTimur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 7 URAIAN SATUAN (21 (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kdi Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Ituli Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orc.OOO I I r3.000 15.000 18.3 Rayon III c.000 30.000 | 11.O00 14. Dikma TNI/Polri b.o00 32.OO0 13.000 11.O00 36.000 I I I | I I I I I I | | I | 7.OOO 30.000 15. Ravon III I I | *1 l"vo"J.000 | 14.z r<ayonlr .000 16...l RayonI .000 17.OOO 30.000 41..000 11.2 Rayon II Rayon III ".000 11.2 Rayon II d.000 34.t Anggota TNI/POLRI Non Organik a. Tahanan AnggotaTNl/Polri .000 17. Rayon III Dterah Khusus Rayon III PasienRumah Sakit a. Rayon II c.O00 r 1.00o I 14.000 36..000 22.000 14.000 10.oo0 | 14. Operasi Pasukan termasuk creut kapeJ laut/terbang a.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a.000 15.000 27. OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42.OOO 34.000 l I 11.000 11.000 11.1 Rayon I d. Anggotayang sakit d. RayonII Drerah Khusus Rayon II c.000 14. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c.000 36.1 Rayon I .3 Rayon III e.000 13.

000 36.9 7.000 482.000 30.14 7.000 Seruice (VTIS) OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.000 41.000 s74.1 9. Rayon III ABK Aktif pada Kapal Negara a.OO0 36.8 7 .000 30.000 30. Rayon I b. Rayon II c.OOO 6. Rayon I b.000 36.OO0 34.6 9.000 27.000 34.OO0 . Rayon II c.5 9. Rayon III Malasiswa/Siswa Sipil a.000 30.000 37. Rayon II c.000 BIAYA KONSI'MSI TAHANAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR 9. Rayon I b. Rayon III Petugas Pabrik GasAga untuk Lampu Suar a. Rayon III Kelompok Tenaga Kesehatair Kerja Pelayaran a. Rayon II c. Rayon I b.718.000 OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.ooo 32.000 36. Rayon III Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Trafrc Information a.2 9. Rayon II c.7 7 .000 20. Rayon III OH OH OH OH OH OH OH OH OH 25. Rayon I b. Rayon I b.000 36.OOO 30.000 25.000 30. Rayon III RescueTeam a.10 7.OOO 5.000 17.000 8. Rayon III ABKCadangar padaKapal Negara a.13 7. Rayon I b. Rayon II c.OOO 36.000 36.aOO 30.OOO 30. Rayon lll Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a.OOO 546. Rayon I b.000 36.OO0 8.8 Inventaris Kantor Personal Komputer/Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75KYA Genset 10OKVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 59.554.4 7.000 32.000 32.4 9.000 32. Rayon III Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a.15 7.12 7. Rayon II c. Rayon III Mahasiswa Militer/Semi Militer a.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 7. Rayon I b.3 9.000 25. Rayon I b.000 32.059. Rayon II c.000 32. Rayon II c.OOO 27.o00 32. Rayon II c. Rayon I b. Rayon II c.16 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a.7 9. Rayon II c. Rayon III Petugas Pengamatan Laut a.11 7.000 18.859.OOO 30.6 7. Rayon I b.5 7.000 32.000 27. Rayon I b. Rayon III Penjaga Menara Suar (PMS) a. Rayon II c.

OOO 16.1 Mesin FotokopiAnalog I f 5. Ke Bahasa Mandarin.000 200.000 200. Dari Bahasa Asing Lainnya Dari Bahasa Indonesia ke Asing a.Z tr. Biaya Hidup dan Biaya Operasional ..750.OO0 13.000 145.250.500.4 TogaHakimAgung Toga Hakim Konstitusi Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan P4jak TogalaksapadaPengadilanNegeri/Tinggi I I I I I I Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5. Biaya Hidup dan Biaya Operasional .000 145.o00 1.11 9.t\\\\\ .000.rN eR -.IA Genset30O KVA Genset350 KVA Genset450 KVA Genset 5O0 KVA I I I I I I I I I I 10.O00. Dari Bahasa Prancis.000 1.g 9. Uang Buku dan Referensi per tahun . Ke Bahasa Asing Lainnya INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN II|VENTARIS I I I Halaman Halaman Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 125.3 70.Strata 2 dan Spesialis 1 .13 9.'EMAIIAN DAN PENGETIKAN 12.000 3.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a.OOO 1 0 SATUANBIAYATOGAHA(IMDANJAKSA l0.O00 I4. Uang Buku dan Referensi per tahun .Diploma IV dan Strata 1 b.340.72 9.LA7.343.oo0 I I i I I I I OT OT OT OT 1 5 ISATUAIT BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI | 15.OOO 20. dan Diploma lV/Strata 1 a.17 Genset 15OKVA Genset 175 KVA Genset200 KVA Genset 250 KVA Genset275k{.800.O00 125.000 1.1 ProgramDiploma I.OO0. Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b.000.000 2.000 5.000 145.637.l lO.L4 9.Diploma I dan Diploma III . Jerman e.1 DariBahasa Asing ke Indonesia a.Strata 2 dan Spesialis 1 Strata 3 dan Spesialis 2 OT OT OT OT OT 15.000 200.000 16.000 200. Ke Bahasa Prancis.000 145.326.16 9.000.000.000 19. Belanda d.100.Strata 3 dan Spesialis2 b.500.GELAR DALAM NEGERI 14.Diploma I .ooo 20.589.t/l/.Diploma III .000 LA.2 10.oo0 1.000 5.LO 9.000 11.100.754.L5 9.2 Halaman Halamaa Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 1 3 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN UNTUKPEGAWN BARU Pegawai/Tahun 1 4 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON. Jerman e. Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.OO0 2.226.o00 300.000 1 1 SATUANBTAYATOGAMAHASISWA ] L2 SATUAN BIAYA PENER. Dari Bahasa Mandarin.'v I / . III.000 800.000 12.530. Ke BahasaJepang c. Belanda d.000 1.000 800.225.000 25.200.tesinFotokopi Drgftal 1 6 IHOIVORARIUM NARASUMBER KIIUSUSI IPAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA Bulan/Unit Bulan/Unit OJ I I sEMTNAR/RAKoR/sosrALIsAsr/DrsEMINAsr/FGD/TGGIATAN Iunrur KEGIATAN ISE.Diploma IV dan Strata 1 14. Dari BahasaJepang c.000 12.'ENIS . h^ '€r* wffi@ KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -4- (daIam tYo t URAIAN SATUAN (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun BIAYATA 20L3 (4) t2l g.

O00 30.000 29.OOO 293_4_q:g_0_o 29._56_0-:.OOO 3 . 8 LAMPUNG 3 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAIiI DAIiI OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17.230. 2 0 KALIMANTAN BARAT 3 .100.450.000 36.OOO 3 . 2 9 SULAWESI TENGGARA 3 .1 3. 11 B A N T E N 29:410.190.000 29.840.430. 2 1 KALIMANTAN TENGAH UnitlTahul Unit/Tahun Unit/Tahun 29.OOO 3. 3 0 MALUKU 3 . PRIABAT ESELON II 38. PF^IABAT NEGARA 2 . 2 4 SULAWESI UTARA 3 . 9 BENGKULU 3 .-q9_9 29. 3 3 PAPUA BARAT Un t/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun Unit/Tahu1_ Unit/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun 2e.000 29.3 3.340.0_00 29.OOO 29.750.000 29. 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 3 .I. PRIABAT ESELON I 3 . 1 6 JAWA TIMUR 29.800.OO0 29.880.000 30.oqg 29.000 .430.K.41o.O00 29.340.O00 29.860.230.:090 29.OOO _ UnitlTalun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .060. 2 5 GORONTALO 3.OOO 29.510. 7 SUMATERA SELATAN 3 . JAKARTA 3 .000 29.26 SULAWESI BARAT un!t/Tahg1 Unit/Tahun Un t/Tahun 2e:21q.I. 2 7 SULAWESI SELATAN 3 .000 29.730.000 29.090.000 29.380.000 29.560. 1 8 NUSA TENGGARA BARAT 3 .430.5 JAMBI 3 .010.32 PAPUA 3 .4lO. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 29. YOGYAKARTA 3 .430. 1 4 JAWA TENGAH 3 .4 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU 3.O00 29.1 Pejabat ru NO.880. 1 5 D.000 3 .ooo 30. 1 0BANGKA BELITUNG 3 . r 7B A L ] 3 .OOC 3 .450.000 29.430.930.OOO 29.430.2 3. 6 SUMATERA BARAT Ulit/Tahun Unit/Tahun UnitlTahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 . 1 3D.4OO 29. 1 2JAWA BARAT 3 . PROVINSI SATUAI{ BIAYA TA 2013 (1) (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 1 .800. 2 2 KALIMANTAN SELATAN 3 . 3 1 MALUKU UTARA 3. 2 8 SULAWESI TENGAH 3 .

24 25.000 26.000 3.OOO34.:oOO 3.570.OOO 25.OO0 34.000 26.000 26.000 3.0O0 _ _ ?s. 10 11 I2 13.480.000 34. 1 5 0 .000 25.000 .330.000 34 1 1 0 .000 25. O O O 3.540.000 3.630. 26 27 28.000 _ s ! 1lo:o9o 25.0OO 3.11 0 .290.000 3.000 34 1 1 0 .530.450. 14. 4.000 3.250. 29 30 31 31 33 34.000 3:8q0.540.000 3..000 25. 1 1 0 .580.730.000 25.520._31o.110.OOO 34.530.520.000 3.560.I.340. (21 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.500.O0O 34. 20.99q 26. 16.250. PROVINSI RODA EMPAT DOUBLE GARDAN (4) RODA DUA 1) t.000 26.ggo 33.OO0 26.680.540.630.430.880.370. 5.000 3:189. 0 0 0 25.000 SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH pur:jtwE_srrENGG{RA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT L7.000 34 150.000 3.090.000 25.000 34.570.000 2s.580. 0 0 0 25.250.000 7.000 (s) 3.690.300.450.570.780.000 94 1_10:000 3:190. 19.480.730.200.020.OOO 34.540.24O.380. 0 0 0 25.540.000 3.000 3. Speed Boat V'i! Unit 2 1 .680.380. 15. 23.480.000 No.530.000 25.530.000 25.0O0 3._000 34.OO0 34.410. JAKARTA JAWA TENGAH D.490.O00 34.000 . 0 0 0 25.OOO 3. 27. 5 1 0 .570.000 3.000 33.000 34. 6.540.000 34.3:sqO:O-oO 3.000 2 6 .000 3 4 . 8 9. 0 0 0 25. 0 0 0 39. 1 1 0 .630. (1) Uraian Satuan (3) Unit Biaya TA 2013 (4) (2) 1 Roda 6 2 .OOO 25.699.O00 3 4 .000 3 4 .000 26.430.0O0 17.009 _ es.4O0 34 1 1 0 .MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- t7.000 3 4 .000 93:920.020. 0 0 0 3 4 .000 3. 3.240. 17.650.730.000 3:539j0_9_g 3.pqq 2q:199:ooo34:3?_9:qOO 26.000 216. 0 0 0 3.520.000 3.000 34.000 g:13_g:o_0_0 3.470.3 Roda 6 & Boqt 26.480. 0 0 0 25..2 Operasional lalam NO.K.960.430.450. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO (3) 25.. 22.4501099341020-. 18.000 3. 3 1 0 .920.000 g.150.000 3. 2.000 34.0_0-0 25.380..qqo.OOO 34.OOO 34.380.450.530.. np{e 9_{!t}9gq lShanan Kejaksaan 3 .000 3.I.430. 1 1 0 .480.L90.630.480.

590.130..940:OOO 17.130.000 41.000 _ 1?10q0.890.060.130.OOO 18.280.000 36. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .130.590.400.000 181090:909 37. GORONTALO 2 6 .OOO 9q'?qo.420.260.930.320. SULAWESI TENGGARA 42.6T0 41.OOO L7. 31.930.000 42.O0O 9-5.000 17. P_.580.000 ?7 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 2 9 .0003 7 . 7 2 0 . 0 0 0 23.930.260.000 43. KALIMANTAN BARAT 2 t . KALIMANTAN SELATAN 42.550.ooo 42.390.000 42.420-OOO 39j59O:009 43. JAWA TIMUR 17.OOO 43. JAWA BARAT 1 3 .650.400. 6 7 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8 .970. JAWA TENGAH 1 5 .000 42.00O 19.000 42. 7 7 0oo0 35.000 42.OOO 35.000 41.4lyEs-l _urARA 2 5 .000 42. q_ql.160. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .000 41.000 37.080.720. 7 7 0000 35.000 18.I.250. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT t-/ .OOO 18.090. SUMATERA UTARA 3.420 o00 39.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA L7.000 1 7 .OO0 18.000 17.000 1 8 250.890.OOO 18.000 1 7 .000 38.OOO35. BANGKA BELITUNG 11.450. 9 9 0 .930.770.930.050. SULAWESI BARAT 43.250. KALIMANTAN TIMUR 24.860.000 17.000 18.000 :17:61O:go0 3_1:1.650.0q.r_Y_OGIIKARTA 1 6 .260. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 42.000 17.000 41.o90 19:0?01ooo37.000 44.430.000 40.000 1 7 .25-0.860.080. BANTEN (3) (41 (s) 1 2 .870.000 17.OOO 39.720.000 43. 31.OOO 18. PROVINSI F 75Occl (2) I 1 . 2 5 0 .7_40.000 42.480.000 44.000 12930:oo9 36.770. 0 0 0 42.000 44.000 !?.:oqo 41.770.860.O80. 6 1 0 . ACEH 2 .260:ooO 43.000t0:1-s_o-:goo 43. KEPULAUAN RIAU 5.130. 0 0 0 17.590.900.000 3 6 .000 37.090.930.000 17.K.000 _38:720:OO0 18.130.77A.000 T7. 1 3 0 .260.420. D. RIAU 4 .000 36.130.000 43570.000 38.OOO 18.770. 33. 0 0 0 34.040.O00 36.040.370. LAMPUNG 9 .9o-q 77.4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJRI dalam ru PJR RODA EMPAT PJR RODA DUA (< 25O CCI PJR RODA DUA NO.000 36.000 39.000 1 8 .740.720.000 18.000 oo0 34. JAKARTA L 4 .0O0 18.220.000 41. BALI 1 8 .580.090.890.000 43.00"0 .000 18.080. 0 0 0 3 8 .3-q:13-q:gqq 4 1 .080. 8 6 0 000 43.860.000 30. BENGKULU 1 0 .

OOO 1O. YOGYAKARTA 1 6 .000 c.000 83:90q 93. SUMATERA SELATAN BENGKULU BANTEN m'/tahun m'Ttahun tn'/tahun -'ltahun r0.000 10.000 148.I.OOO .00o 106.000 14.O00 157.000 (5) 92.000 164.000 6 8.8.OOO 162.ooo 188. m:1!4s' mtltahun ls2.000 13.i9-. I PROVINSI Satuan t (21 SUMATERA UTARA RIAU 1 .000 1-o-'90.0o9___ _. 27. D.000 10.Qq-g i0.000 156.9J:0oo 97.000 154.I.000 96.OO.00-9 82. ACEH (3) m'ltahun 2 3 A qf lFh]1t m'ltahun m'ltaltun KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT T.000 143._o!9 10.000 10. .OOA L42. BANGKA BELITUNG t 2 JAWA BARAT 1 3 .000 10.000 10.000 86.000 165.000 171.000 13.000 10.000 87.000 84. JAKARTA L 4 JAWA TENGAH s:l!?l'el m'ltahun m'ltahun 81.000 (6) 10.000 10.000 146.OOC 86:9_0q 82.000 98.000 10.000 82-:oo_9 84.000 10.000 KAL_IMANTAN TIV_UF SULAWESI UTARA m'?llqhql m'ltahun *'/tahut 900 170 168. JAWA TIMUR 153.00C r42.000 10.000 149.000 GORONTALO SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU BSF4r ?6.000 Lu .00c .81:00_g 91.000 eq:oqo _ 1q.000 143.K.o0o 145.000 T7 BALI 18 NUSA TENGGARA BARAT BARAT 1 9 .OOO 99. 31 !r:1!sh\r'. m'ltahun m'/tahun KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 145.000 nf ltanan *'Ttahun *'/tahun *'/tah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI ru GEDUNG BERTINGKAT (4) GEDUNG TIDAI{ BERTINGI{AT HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN I{ANTOR NO.rrt m'ltahurt m'ltahut 1 5 .000 13.0-90 83.000 243.000 95.000 10.000 i 0 .000 165.000 10.0-:900 81.00C 10.000 10.AMPUNG 157.000 10.000 92.C r44. D.oo0 _ 87. suLA-wESr m'Ttahun m'Ttahun m'7t"hurt _ p'1-t+uq m'ltahun m'ltahun - rai.000 80.000 87. 29 30. NUSA TENGGARA TIMUR -2o.000 357.KALIMANTAN 21.000 154..9 10.o00 10.000 10. 22 23 24 25.000 13.OOO A2.000 153.000 10.000 173.000 87.000 10. 28. 9 I1 7 .000 .000 148.000 MALUKU UTARA 9l P A P U A 33 PAPUABARAT m'Ttahun -27t"h"" 203:0og 138.000 106.000 146.

O00 .OOO:OOq6.000 1O:50_0:O9O 10.OOO 3 0 .OOO.I.OOO.500. RIAU 4 . MALUKU UTARA 31.000 _ 15_:OOo:OOO 7.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK.000 7. JAWA BARAT 1 3 .000.400. 26.200. NUSA TENGGARA TIMUR 17. YOGYAI(ARTA 1 6 .000 7.o0o 1_1:000:0o_0 7.300.0oo 7. 23. 1 0 .000 6.100.OOO 20.ooo 17. BANGKA BELITUNG 11.000 5 . 29. PAPUA BARAT .100.000 7. PAPUA 3 3 . 28. 2L. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 . 22.800. 24. (1) ACEH 2 .I.INDONESIA SATUAN BIAYA SEIIIA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jamf dalam rupiah NO.OOO. BENGKULU 6.OOO 15. LAMPUNG 9.000 7.o00 7.000 1 2 .500. J_414E r_ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN _q.209.ooo 7.700. 27.500.000 9.OOO.OOO 8.OO0 11. MALUKU 3 1 . JAWA TENGAH 1 5 .700. KEPULAUAN RIAU 1.500.K. JAWA TIMUR L7.500. D. 7.300.ooo* 8. SUMATERA UTARA 3. BANTEN 8. D. KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KA_LI\{4NT4N rr}lrlR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH 7. 25.q:_600:_oog 6.500.000 10.o00 7.500.000 10. BALI 1 8 .000 p_u_LAwESr_ TENGGARA 7. JAKARTA L 4 .ooo_ 11.400.000 7. PROVINSI BIAYA TA 20L3 (21 _ {3) 6.200.600.OOO.200. .OO0.

800.700.000.000 650.lq00.000 760.000 1.o00 2.000 2.MEN.I.000 640. GORONTALO 2 6 .900.000 3.ooo 2.800.000 640.800.s-00.000 1.00. KALIMANTAN TENGAH . YOGYAKARTA 16.800. B . SULAWESI UTARA 25.900.ooo 2.009 2.e00.000 2.000 950.000 t. MALUKU UTARA 32.900. MALUKU 3 1 .OO0 730.000 2.00_0 2.800. SULAWESI TENGAH 29.000 2.100. BANGKA BELITUNG 11. JAWA TIMUR 1.000 2.000 1.ooo 20.000 640.000.s-oo.OO0 1.200.000 2 2 .100.000 640.TERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA SEUIA KENDARAAN (per delapan jam) ru NO 1 1 .000 -1.500.ooo 3.q90 2.000 1.000 650.000 9.000 730.000 1. !20.000 3.300. D.400.600. KALIMANTAN SELATAN 23. SULAWESI SELATAN 28.000 740.700.900.000 7i0.800.ooo 760.ooo 3. KALIMANTAN TIMUR 24.000 2.000 .900.800. JAKARTA t4.000 6s0. NUSA TENGGARA TIMUR - isoo. ACEH PROVINSI RODA 4 RODA 6 / BUS SEDANG RODA 6 / BUS BESAR 710.000 2.ooo 2. _1-:7q910_q9 2.OOO 1.900.000 1. NUSA TENGGARA BARAT L9.000 1:900.099 3.700.000 _.9_00 640.OO0 680.900.000 2:boo:ooo 2.000.500.400. LAMPUNG BENGKULU 1 0 .000 2.300.000 7 9.000 640.000 3.000.000.000 730. 650. KALIMANTAN BARAT 2 L .400.000 710.B A L 1 8 .ZOO:090 1.0_ 2.000 650.000 830.000 4.000 710.I._.000 2.ooo 2.LOO. D.000 1.500.000 KEPULAUAN RIAU 5 '6 { ly g_r_ _ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN - f.700.000 820.700.000 650.000 650.709.000 2.800.000 1-800.ioo.700..400.800.000 3.900.000 1.100. JAWA BARAT 1 3 .800.000 2.000 3.000 3.000 650.000 1.900. JAWA TENGAH 1 5 .000 1. SUMATERA UTARA RIAU 2.800. SULAWESI TENGGARA 30. PAPUA 3 3 .000 1.900. SULAWESI BARAT 2 7 .K.000 2.000 649.000 1.800.000 740.000 900.000 2 3 4.ioo.000 750.600.000 2.000 2.800.700.Q_qg 1.000 17.700.000 PA_NJP{_ L 2 .800.000 2. PAPUA BARAT _ s.000 3.000 3.

K.000.000 355.000.2. 8 LAMPUNG 2 I .I.000.q9_9 378.000.000 376.000 .o00 349.LO BANGKA BELITUNG 2 I .000 370. 2 .000 372.000 366. 2 . 2 5 GORONTALO 21. L TB A N T E N 2 1 .000 350.20KALIMANTAN BARAT 2 1 .22 KALIMANTAN SELATAN 2 1 .2._099 345. 2 . 389:0.000 349.CEH 2r. Unit Unit _.000. 2 .000.000. Unit Unit Unit Unit 2r.2.000 369.000 350.000 347.000.000 349.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BTAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PN'ABAT dalam NO PROVTNSI SATUAN BIAYA TA 2013 466..000. 2 . 2 .OOO.000 363.000.2.09. 1 3 ).I.000.000 _ Il$r Unit Unit uti! Unit Unit -. 2 . 1 q.l Unit Unit 21.O00-000 348. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 21.000.-. 2 . 3 0MALUKU 2 t .26 SULAWESI BARAT 2 t . 9 BENGKULU 2L.000 353:00. 1 4 'AIil/A TENGAH 2 L 2 .000 .000. 2 ..2. 2 8 SULAWESI TENGAH 2 L .000 Peiabat Eselon I Peiabat Eselon II 2 1 . 2 .0_. YOGYAKARTA 2 1 .000 2L. 2 .000 366.24 SULAWESI UTARA 2 L . 6 SUMATERA BARAT 21. JAKARTA 2 t .000.2.33 PAPUABARAT Unit Unit Unit Unit 364.OOO.32 P A P U A 21. 2 .2.000.000.2 2 t .000.090 355.000 349.2.000 345. t 9 \USA TENGGARA TIMUR -U1it.OO0 368. L 2 'AWA BARAT 2 1 .5 JAMBI 2 t .7 SUMATERA SELATAN 2 I . 2 . 2 .000.3 R I A U _u"iI Unit Unit 2 r . 2 . 2 . 2 9SULAWESI TENGGARA 2 L . 2 .000 362. 345.000.000. 2 . 4 KEPULAUAN RIAU 2r.000 348.2. 2 . 1 6 JAWA TIMUR Ugrit Unit Unit Unit Unit Unit _Unit Unit Unit Unit Unit Unit _ 340:900'09q 340.000 349.2.000 349.000. 3 1 MALUKU UTARA 21.r7 ALI B 2 t .000. 2 7 SULAWESI SELATAN 2 t .000.000.2.OOO 338.000. 2 .000.000. 2 L KALIMANTAN TENGAH 21. 1 5 f .000 348. r 8NUSA TENGGARA BARAT 2 t . 2 SUMATERA UTARA 2L. 2 .000.

000 17.000 2 Roda 6 dan/atau Bus Besar Vrl .000 260. JAKARTA 1 4 . P A P U A 3 3 .OOO.000 445.000 182.000 201.000 432.000.000.OOO 2 .000 277.000 271.000 262.000 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 438.000 204.000.000 409.000.000.000 298.000 306.000 270.000 271. KALIMANTAN BARAT 2 r . D.000 414.000. SULAWESI TENGGARA 30.000 417.000.000. SULAWESI UTARA 25.000.000 420.000.000.000.000 433.000.000 441.000 267.000.000 +.000 418.000.000 1.000.000 271.000. MALUKU 3 1 .000.000.000.000.000 314.000 181.000 275.000 418.000 204.000.000 431. 3ANGKA BELITUNG 11 3ANTEN 1 2 JAWA BARAT 1 3 .000 437.000 418.000.000 447.OOO 3ENGKULU 1 0 .000. 9.000 439.000 206.OO0 418. B A L I 1 8 .000.000.000 177. SULAWESI TENGAH 29.000.000 200.000.000 30B.000. JAWA TIMUR Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit r77.000.OOA.000 172. SULAWESI SELATAN 28.000.000.000 414.000.000 418.o00.000.000.000 187.000. KALIMANTAN TIMUR 2 4 .OOO 420.355.000.000.000 214.000.000 418.000 210.000 185.000 202.000 267. KEPULAUAN RIAU 5.OOO.000 i87.000.K.000 435.000. GORONTALO 2 6 .000 435.000 180.000.000.I.000 271. .OOO 425. NUSA TENGGARA TIMUR 20. JAWA TENGAH 1 5 .OOO.000.000 181.000.000.000. KALIMANTAN SELATAN 23.000 182.OOO.000.000 179.000 299.000.000.000.000 181. SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8.000 218.000 208.000.000.OOO 418.I.000 316.00o 177.000 272. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000 181.OOO.000 271.000 312.000.0O0.000.000 449.000.000. I I Unit Unit Unit Unit Unit 302.00o 407. SUMATERA UTARA 3.000. NUSA TENGGARA BARAT i 9 .o00 207.000.000 172.000 270.O00.000.000 181.000.AMPUNG 272.000. J A M B I 6.000 216.000.000. YOGYAKARTA 1 6 .000 267.000.000.000 300.000 269.000. MALUKU UTARA 32.000.056.000.000 s05.000 262.000.000.000 Unit SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASTONAL BUS Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (21 Roda 6 dan/atau Bus Sedang (3) Unit Unit (+l 522.000 302.000.O00.000 180.000.000 414.000.000.0o0 170.000.000.000 271. D.000 422.000 409.000.OOO 277.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -12- 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (dalam ru NO PROVINSI SATUAN PICKW MINIBVS DOWLD GARDAN 418.000.000.000. SULAWESI BARAT 27.000.000.000 ACEH Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 181.000 425.000. RIAU 270. PAPUA BARAT 23 No.000.000 304.000.000.000.OO0.000 418.000.000 180.

00-oj_00--o- 5.OOO 31.ARATIMUR 20.000.0o 29.-ooqpqo_ 37.92. MALUKU 32:000. SULAWESI TENGAH 29.000.000 9"it Unit _ Unjt Unit Unit 3 1 .000. LAMPUNG 30.000 29. SULAWESI TENGGARA 30.ooq:qoo -. U-n!t .000 3&000.000.I.000 TENGGARA BARAT L9.33.000. 36. O O O .099:-0_q0 31.000 _ .000 30.Ufttl U-ltt .9:q90. BANTEN t 2 .ooo.000 30. O O O 33.000 _ 35.:OOO.OO9 _3_1.000 _ _29:900.000.000..000.000.000 33.OOq.00{ __ 35.000_ 33. ?8. -__ 31-.000_. KALIMANTAN SELATAN u41 9ni! uri! Unit Unit Unit Unit Unit _ _ tlnit Unit _. _ Unit Unit 3l:090. . O O O . KALIMANTAN BARAT 2 L . SUMATERA UTARA 3 4 3 1 . JAKARTA 1 4 .000 2 .000. SULAWESI SELATAN 28.000.oqg:qog 31. J A M B I 6 u$t Unit I-lfr_it Unit Unit 9yl4trERABARAI SUMATERA SELATAN BENGKULU BANGKA BELITUNG 3l:qoq:qq-o 3 1 ._ _rt4!.0-oo ?9_1q0_o_:0.000.000.000j00_0 29:OOO1OOO 19: uqi!.000..000 30.000 11. SULAWESI UTARA 25. JAWA TENGAH 1 5 D.-_ .090:099 33.qgo _ -_35..q-o_o_ 34.000. .00q.000 33. KALIMANTAN TIMUR 24.009 32. JAWA BARAT 1 3 .O00. BALI . YOGYAKARTA 1 6 .000 34. Unit 30. GORONTALO 2 6 .000.000.000 36.OOO. _ ?e.___q9_:09q000 35.0q0 29.000. t3t V-ri!.000 23. SULAWESI BARAT 27.0o0 _ 3l:OOO:qqo .I.000 7: 9 8 . _3-2:000..OOO -.-ooo 30.. ___ 30. JAWA TIMUR 17.000 ?8:000.000 31.00O 33. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1324 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN (dalam NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR t4l LAPANGAN (51 12l I .000 -33j0q0:000 34.09_q unit_.000.OOO 30.000.000 35.OOO.000 34.000. PAPUABARAT .000.000.000.000. D.000 ?.. O O O . NUSA TENGG.000 . Unit Unit Unit RIAU KEPULAUAN RIAU 30.000 31.K.o00 _99.oo0 19:NUSA _ 29.000 .000.000.000 28.000 q0.000 lAlu{_ -9e-.000. MALUKU UTARA 32.OOO.00_0 3O.q3:gog:qoq q-s_.000.000.OOO _-9-0:9.00q.000.ooo _3-0.qo.000.

000 610.000 450.000 6sq:q0o _ .000 1.000 500.000 650.000 920.000 650.000 _460:0_0.000 650.000 440.200.O00 610.200.o00 590.O00 390.000 1.000 550.000 440. ]UI.000 450. BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG 1l BANTEN t 2 .000 750.000 360.000 530.000 490.000 _ _ .O00 1qg.O00 900. L7 B A L I 1 8 .000 450.000 500.000 610.0oo 440.O00 360.000 __ *914.000 500.O00 650.qg-o 400.000 340.000 680.O00 440.000 1.OO0 450.000.000 400.499900.300.000 440.000 450.000 650_OOO 1 9 NUSA TDNGGARA TIMUR 20.K.000 950.000 520.000 390.000 500.000 t7l 980.000 500.000 450.000 440.000 900. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN 22 KALIMANTAN TENGAH SELATAN __-.'A soPIR/ PTSURUH (6) PAKAIAN KEzuA SATPAM (U \CEFI (2) SUMATERA UTARA (s) 400.000 590.000 490.Q00 380.000 660.OO0 930.OOO _ 110jp_o_o 44o.000 550.000 900.000 1.O00 440.000 850.000 900. YOGYAKARTA JAWA TIMUR 3s0.000 440.000 460.O00 380.000 700.000 t"l .000 1.000 460.000 400.{WESI UTARA 25.400.000 460.000 600.O00 650.09q 430.000 410. PAPUABARAT s90.000.s00. 6so.000 500. GORONTALO 26. JAWA BARAT 13 D.000.000 500.000 390.000 780.000 1.000 800.000 900.100.000 400.000 4s0.O00 3.000 460.000 970. JAKARTA l4 IJ.O00 650.1O_O-:0-0_q 400.000 500. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.000 380.000 520.000 23 KAL]MANTAN TIMUR 4so. )IUSA TENGGARA BARAT 610.000 600.q09 450.000 490.000 8so-ooo 910.000 390. R I A U 4 .OOO PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I PAI{AIAII KER.000 450.OOO 9 . ]ULAWESI TENGGARA 30.I.000 850.000 1. O O O _* 44_0:qq_q360.o00 lo.000 s40.000 500.000 900.000 450. SULAWESI BARAT 27.000 440. J A M B I 6 .000 600.000 620.000 s9q.000 650.000 450.000 900.000 6qg:000 _ 6s0.000 790.000 660. SUMATERA BARAT RIAU 4so. LAMPUNG _ _15o.000 SUMATERA SELATAN 8 .000 800.o00 650.9-qg 500.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK -L425 SATUAN BIAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS ISTEL} ITO PROVINSI PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610.000 610.000 850.000 460.000 6 1 0 . I(EPULAUAN 5.000 850.qq_o 500.O00 610.000 400.000 440.0 460.000 1.000 900.000 550.o00 400.000 sgo.I.000 450.000 390. ]ULAWESI SELATAN 24.000 JAWA TENGAH D.000 6s0. ]ULAWESI TENGAH 29.00o 530-OOO 500.000 660.OO0 350.000 500.O00 360.000 390.ssq'.000 24.000 6so.000 500.000 _149:9_0_0_ 390.000 ___q9o:090_ 460.

o00 3i0.260.116.OOO 240.OOO 800.000 800.000 930.000 1.000 380.040.000 1.000 300.000 220.000 400.000 540.000 260.000 910.000 350. 26 27 28.000 2..ooo 450. 31 32 33 310.000 450.000 240:OOO 290.000 450.000 500.000 450.000 240.120.OOO 350. 5 6 7 8 9 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D K. L4 260.OOO 425.000 310.000 960.000 545. JAKARTA JAWA TENGAH D I.000 330.OOO 200.OOO 240.000 910.OO0 350.O00 250.450.032.OOO 240.o00 1.000 910.000 930.000 270.100.000 910.000 1.000 240.I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1526 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN 26.O00 372.160.350.000 370.000 1.000 1.000 930.000 .000 420.OOO 350.020.q00 432.OOO 240.000 350. 23 24 25.000 521.000 760. 20.1 Menteri & Setingkat Menteri DI LUAR KANTOR ru NO.025.870.OO0 MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 310.240.000 350.OOO 41s. JAWA TIMUR 17 ?sq.000 800.000 350. 2L 22.300.000 220.000 400.ooo 930.OOO el 435. YOGYAKARTA BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWES BARAT SULAWES SELATAN SULAWES TENGAH SULAWESI TENGGARA (3) 260.000 310.000 930.000 .000 260. 29.OOO 18 t9. 13.00o 275.000 910.O00 10.oo0 305:O00_ 482.000 1. l1 12.OOO 370.000 930.000 930.000 310.ooo 825.O00 .O00 450.OOO 15.000 1.OOO 400. I I PROVINSI QI ACEH HALFDAY FULLDAY FULT.000 458.o00 910.OOO 400.000 930.SOARD 2 3 4.OOO 300.000 260.ooo 400.OO0 1. 1 6 .000 260.OOO (s) 1. 30.O00 1.000 400.000 1.020.

000 335.000 210. YOGYAKARTA 1 6 JAWA TIMUR t7 BALl 1 8 NUSA TENGGARA BARAT t9. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.000 690.000 LV .AWESISELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29.000 740. SUMATERA SELATAN 8 .000 740.000 24t.OOO 740.000 190.000 675.000 790.000 750.000 740.000 810.000 270.000 245.000 190.000 344.000.000 335.000 165. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN TENGAH 22.000 230.OO8.16- 26. BANGKA BELITUNG 11 BANTE N L 2 . JAWA BARAT 1 3 . NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 340.000 820.OOO 290.000 250.K.CEH 2 .000 490.000 287.000 210.000 280.000 350.000 180.000 355.000 280.OAO 190.000 840.000 210.000 188.000 190. GORONTALO 26.000 280. LAMPUNG 9 .000 235.000 280. SULAWESI UTARA 25. SULAWESI BARAT 27 SUT.2 Pejabat Eselon I & II dalam ru HALFDAY (3) 207.OOO 978. D.000 340.000 337.000 690.000 280.OOO 340.000 336.000 181.000 200.OOO 744. {1} I PROVINSI (21 &l (s) 1.000 190.000 815.000 262.OOO 350.000 405.WESI TENGGARA 400. KEPULAUAN RIAU 5.000 760.OOO 740.000 420.000 340. BENGKULU 10.000 170.000 600.000 400. PAPUA BARAT 230.OOO 270.000 800.OOO 720.000 fULLDAY TULLBOEND NO.000 785.000 190.ooo 300.000 408.000 390. JAWA TENGAH 1 5 .OOO 280.OOO 185.000 1.OOO 280. D.000 274.000 730.000 379.000 645.O00 A. SUT-A.000 456. KALIMANTAN SELATAN 23.I.000 320.640.000 820.000 1.000 700.000 401.O00 250.000 678.000 30.000 320. KALIMANTAN TIMUR 24.000 640.000 190.I.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK .OOO 200.000 324. J A M B I 6 . JAKARTA t4. SUMATERA UTARA 3 RIAU 4 .000 830.000 230.OOO 770.000 725. SUMATERA BARAT 7 .

O00 235.000 240.000 132.000 347. NUSA TENGGARA BARAT L 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2 t .000 160.OOO FULLBOARD (21 ACEH (s) 650. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 168.O00 t62.000 180.000 336.000 176.000 395.000 144. SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 230.000 570.000 205.000 185.000 530.000 630.000 228. 6.000 550.000 630.ooo 310.000 825.000 540. YOGYAKARTA 1 6 .000 220.000 330.000 205.000 210.000 175.000 465.000 210.000 251.000 305.000 160.000 480. BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT 192. KEPULAUAN RIAU 5.o00 275.000 FULLDAY HI 300.OOO -208.000 479.O00 180.000 240.000 260.000 480.000 665.000 540.000 540.000 1.000 200.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -L7- 26.000 445. 10 11 12.000 230.000 135. KALIMANTAN TENGAH 22 KALIMANTAN SELATAN 23 KALIMANTAN TIMUR 24. 31 32.000 535.000 277. D. 8 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG 185.000 640.OOO 230.000 563.000 645.OOO 30.000 665.000 705.000 595.000 200.000 498.000 T'L .000 534. 13.000 240.OOO 2 .000 297.OOO 305. SUMATERA UTARA 3.OOO 9.OOO 256.000.K.000 280.000 130.000 165.000 564.3 PeJabat Eselon III Kebawah NO.000 162.000 130. JAWA TIMUR L7 BALI 1 8 .000 157.000 505.I.O00 140. I I PROVINSI HALFDAY (3) i80.000 335. 33.000 576.I.000 755.000 _ 140.000 295.000 150.O00 iab-. RIAU 4 .000 329. SULAWESI UTARA 25. JAKARTA L+ JAWA TENGAH 1 5 .000 157.000 175.OOO 228.000 183.000 145.000 494.OOO D. GORONTALO 26 SULAWESI BARAT 27.000 288.000 433.000 170.000 605.000 132.

000 z.000 3.353.OOO 2.305.867.O54.829.000 2.139.000 14.OOO 4.161.OOO 5 .952.18- DINAS DALAM NEGERI (PPI 27 SATUANBIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN (dalam ru NO KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) AMBON BALIKPAPAN BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANJARMASIN BISNIS @l (1) 1 2 3 4 5 el JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA 13.530.000 15 I6 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAYAPURA JOGJAKARTA KENDAR] KUPANG MAKASSAR MALANG ' 5.285.OOO .177.824.OOO 4.000 13.OOO 2.OOO 4.44O 4 .000 4.000 3.000 1.568.268.182.000 7." MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .00O 2.102.252.364.984.824.348.466.226.23r .OOO t7 1B L9 JAKARTA JAKARTA MAMUJU MANADO MANOKWARI 1.065.000 3.000 4.797.193.OOO 2. 4 t 2 000 5.000 3.000 7.OOO 5.OOO 5. 11 3 .O00 5.000 2.O.000 10.OOO 7.081.001.888.519.519.OOO 2.ooo 7.316.262.7 Br .000 9.OOO I 7 B 9 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA BATAM BENGKULU BIAK DENPASAR 4A67.OOO 4.000 2.OOO 20 2I 22 23 24 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 25 26 27 28 29 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA t6.599.487.000 7.000 3.ooo PALU PANGKAL PINANG _3q 31 32 33 34 35 36 37 3B 39 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TERNATE TIMIKA AMBON AMBON AMBON AMBON DENPASAR JAYAPURA KENDARI MAKASSAR MANOKWARI 9.000 2.O16.O22.455.830.107.000 7.583.OOO 6.OOO 4.000 10.664.000 2.4L2.861.O4O 6.268.674.824.065.824.000 3.081.861.413.O00 10 11 T2 13 I4 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA GORONTALO JAMBI 7.295.407.OOO 2.000 7.Qqo 4.ozt.44+.492.000 3.OOO 8.583.460.OOO 5.000 8.9B4.342.OOO 2.OOO 14.L82.86t. 0 0 0 2.000 7.000 3.OOO 5.000 4.808.658.000 3.000 3 .230.000 EKONOMI (5) 7.695.995.000 r.000 - s.000 5.027.O4O 5.856.000 3. 4 7 L 000 4.O00 4.000 2.ooo 4.000 2.252.434.

354..000 2.B_ A_LIKP_APAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN BALIKPAPAN 58 59 BANDA ACEH BANDA ACEH 60 61 BANDA ACEH 62 BANDA ACEH 63 BANDA ACEH 64 BANDAACEH 65 BANDA ACEH 66 BANDAACEH 67 BANDA ACEH 68 69 PALEMBANG TEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN 70 7I 72 73 74 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 10.000 5.OOO 15.000 5.OOO BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN 6.305.739.412.ooo 19.000 3.000 4.000 6.00O 6.279.000 6.000 7.OO0 4.OOO _6.380.947.000 9.B4O.129.O00 9.O00 4.444.000 8.O00 3.4B2.508.O00 3.749.626.979.000 8.155.113.000 2.000 18.305.647. 7 8 L000 7.530.664.000 3.OOO 4.OOO 4.097.O0_0 5.ooo g0_0 5:B4q 4.000 t2.236.000 L/ .O4O 8.401.000 5.000 3.000 11.086.000 6.OOO BANDA ACEH BANJARMASIN BATAM a.760.167.000 2.OOO 10.ooo 9.OOO 10.161.g4z.000 5.504..OOO BIAK DENPASAR 1 4 .199.150.316.000 5.OOO 4.OOO 4.o00 5.7r7.ooo L2.744.530.OOO !.071.OO0 9.000 8.295.000 811_6_1.354.O00 to.000 1O.246.150.OO0 5.ooo 5.OO0 10.KASSAR MALANG MANADO BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG MATARAM MEDAN 14.OOO 3.5:3_g.193.798.zcg.00O 19.845.637.q:.674.493.000 ro.134.380.O00 9.o[z.OOO 7p_ 76 77 78 79 BO B1 82 B3 B4 BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG JAYAPURA JOGJAKARTA KENDARI BANDARLAMPUNG BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG I\44.000 9.zz.835.760.OOO t2.OOO .OOO 7.990.14_0.594.OOO BANDAR LAMPUNG PADANG PALANGKARAYA 6.000 7.BB91OO0 18.000 10.408. L L 9 oo0 6.996.000 4.1+9.OO0 f5) 3.439.OO0 5.369.702.O00 6 .765.000 BALIKPAPAN 53 54 .OOO 5_:123.L29.749.445.000 5.449.OOO 4..803.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19(dalam NO {1) KOTA ASAL QI SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN 3) PALU SORONG SURABAYA TERNATE BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG BISNIS @l EKONOMI 40 47 42 43 44 45 46 47 4B 49 50 AMBON AMBON AMBON AMBON 6.076.445.000 3.445.445._6q_9.o99_ 5l 52 to.487.000 9.568.926.OOO t5.000 9.760.813.000 9.5.140.000 3.O00 12.257.000 5.985.000 10.648.

0OO ro.B24.931.2}b5.000 2.oes.663.578.OOO 3.546.000 10.439.94L.ooo 8.000 SURABAYA TANJUNG PANDAN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN roq BANJARMASIN 1 1 0 BANJARMASIN 1_11 BANJARMASIN BANDA ACEH BATAM BIAK DENPA. 6 2 6oo0 92 93 94 95 96 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BATAM DENPASAR JAKARTA JAMBI JOGJAKARTA PADANG 3.ooo - D.856.525.OOO 4.289.ooo 2.OOO 3.i23.369.O22.936.129.642.000 3.000 2.508.824.-395.OOO 3.049.006.sst.49B.723.ooo " 6.000 4.000 5.13s.OOO )ry 115 116 t!_7_ 118 i19 BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN PEKANBARU SEMARANG SOLO 7.O22.000 4.000 8.482.824.4&.000 1.ioo 5.O06.145.ooo i0.000 2.iiz.385.407.000 97 9B 99 100 101 o.792.OOO 9.OOO 3.097.359.000 13.OOO 6.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- ru NO 1 KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3 PALEMBANG BISNIS EKONOMI (21 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 85 86 87 BB B9 90 9L BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO AI 4.193.370.OOO 5.OOO 9.396.OOO T L 2 BANJARMASIN 1 1 3 BANJARMASIN MEDAN PADANG PALEMBANG 10:516:-00o_ 9.UUU 2.000 6.696.599.686.476.707.316. 53:Ooq 7.583.433.268.ooo 4.OOO 4.000 16.000 4.000 8.+sa.000 5.000 -o.942.936. .000 8.498.ooo 7.000 3.380.000 _ 3_29?:qqo_ 1.Izg.000 4.647.000 8.ooo 7.000 .337. 4:99910_00_ 6.OOO 492O:OOO 9.AOO 3.000 10.OOO 4.OOO 3.OOO s_URABAYA TIMIKA 4.O22.zaz.OOO ir.760.594.220.958.OOO 4.OOO 2._qq0_ 8.000 4.412.AOO 2.000 2.413.957.701.OOO 5 .931.027.386..439.OOO 4.63i.738.000 - JOGJAKARTA _ MAKAS_SAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU - 8.OOO r02 103 104 105 106 t07 108 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG PALEMBANG PANGKALPINANG PEKANBARU SEMARANG SOLO 2.000 3.OOO 8.000 120 L2l r22 r23 r24 BAiAM 125 )2Q r27 t28 BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BANDA ACEH DENPASAR JAYAPURA to.OOO SURABAYA TIMIKA ts.792.000 4.ooq 5.OOO r29 BATAM PONTIANAK 4.OOO 4.000 7.936.O00 6.000 4.375.450.OO0 /.OOO 3.717.263..OOO 5.749.000 7.000 3.SAR JAYAPURA JOGJAKARTA ro..000 Ui -tl .OOO 0oo ).000 7.gos.

707.O00 9.OOO 7-.72e.541.145.AOO 4.893.27B.690.000 9.000 4.690.O75.000 11.2.952.851.O92.439.8.680.782.2.738.O00 1.000 2.10B.899.OO0 6.OOO 2.000 4.OO0 3.108.925.808.OOO DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MATARAM MEDAN 4.O00 3.-99O:O09 10.648.OOO 7.OOO 6.O00 15.000 8.000 8.gb6.000 4.091.000 8.O00 13.589.O00 7.000 9.OOO 8.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -2r- NO KOTA ASAL am ru SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN {3) SEMARANG BISNIS EKONOMI (1) e 1 3 0 BATAM 1 3 1 BATAM L32 BATAM 1 3 3 BATAM r34 BENGKULU 1 3 5 BIAK 1 3 6 BIAK L37 BIAK l 9 8 BIAK 139 I40 BIAK wl 7.O00 6.000 1.OOO T4T r42 r43 114 145 r46 t!7 t48 r49 150 151 L52 153 154 155 156 1.000 8.000 5.OOO 1.000 6.845.O9O 3.472.000 7.434.557.942.1 9.OOO 614?F:OOO 6.4+q.000 11.091.4OO 6.3110-oo 18.OOO 6.32L.O00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA TIMIKA JAYAPURA KUPANG MAKASSAR ' 16.407.274.728.424.SEMARANG SOLO 8.733.000 4.O00 8.00O 8.781.883.000 4.OOO 7.952.11.000 16.OO0 PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR PEKANBARU PONTIANAK JAMBI JAMBI TIMIKA BALIKPAPAN BANJ_ARM_A_qr_N DENPASAR JOGJAKARTA KUPANG MAKASSAR MALANG JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI r64 165 r66 167 JAMBI i 6 8 JAMBI L69 JAMBI 170 JAMBI t71 JAMBI L 7 2 JAMBI 173 JAMBI 1 7 4 JAYAPURA MANADO PALANGKARAYA PONTIANAK .861.O00 7.658.OOO 3.733.097.622 oo0 1 8 .000 8.140.353.000 Llt I .300.000 4.600.O11.57 158 159 160 161 L62 163 BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MEDAN _.568.615.000 2.129.r82.390.278.631.2.O00 7.888.OOO 1 2.145.O49.653.000 9.OOO 4.621.OOO 7.OOO 4.OOO 5.932.O00 3.000 16.ooo 3.000 7.OOO io.ooo 15.000 7.615.OOO 2.081.498.OOO 4.OO0 1€4o:Q09_ 10.OOO.OOO 5.4OO 4.OOO 3.OO0 4.915.42B.000 7.B7B.000 4.995.O00 9.000 L5.OOO " 6.193.873.333.108.OOO SOLO SURABAYA TIMIKA PALEMBANG BALIKPAPAN BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA 1.659.193.OOO 4.909.477 000 10.476.OOO SURABAYA JOGJAKARTA 3.551.OOO 8.OOO 1.444.664. 7 i 8 ooo 16.

000.OOO 18.102. 3 1i .OOO 8.7.770.0_0q 5.659.493:0_0q r0.os9.o3g.O92.O00 5. 6 4 8 .000 3.000 ---i.000 4.O00 9.161.OOO 9.663.717.48r .466.OOO 2TB 21.536.000 7.7_.OOO L75 L76 JAYAPURA JAYAPURA t 7 7 JAYAPURA 178 JAYAPURA 179 JAYAPURA 1 8 0 JAYAPURA 1 8 1 JAYAPURA r82 JOGJAKARTA 1 8 3 JOGJAKARTA 184 (5) 11. 0 0 0 6.000 5.000 4 .000 5.000 185 186 L87 JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG si/22.OOO 2.487.953.OOO 4.786.000 5.OOO 5.798.O00 2.OOO 12.140.000 1.787.519.723.273.311.000 10.LO9.386.407.OOO 4:931.000 5.000 10.455.129.OOO 1BB 189 190 191 193 t94 195 r9_? KENDARI KENDARI JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI PEKANBARU PONTTANAK TIMIKA BANDA ACEH DENPASAR JOGJAKARTA PADANG PALEMBANG 6.:q_59j9OO 9.OOO 10..000 8.658.O22.182.MENTEBIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -22- dalam ru NO I KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) MANADO MEDAN BISNIS EKONOMI el 22.000 3. 0 0 0 6.ooo 7.ooo_ 2.O00 5.166.167.706.108.193.9 MALANG ro.000 .O87.000 16.909.460.381._000 i5.000 9.536.000 17.1.220.000 5.840.633.000 5.OOO 10 129.749.000 7 819.000 3.000 6.OO4 5.722.134.525.000 10.000 4.289.000 3.OOO 4.969.327:OO_qLr.348.OOO 4.000 16.O00 18.OOO 8.O00 B.000 11.054.OOO 5.o00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA DENPASAR MAKASSAR 9.568.obii 4.435.567.000 14.000 7.000 2.000 4.O00 11.166.322.615.000 MAKASSAR 5.027.000 17.000 8.OOO 3.000 6.722.327.873.000 B.000 7.108.932.204.776.893.380.861.OOO 9.765.000 9.OOO - 3.000 3.OOO F_Ar4ryr 196 197 KENDARI 1 9 8 KENDARI 799 KENDARI 200 KENDARI 20L KENDARI 202 KUPANG 203 KUPANG 204 KUPANG 205 KUPANG 206 KUPANG g.103.O00 10.000 5.o0o PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO SURABAYA ?97 208 209 2LO MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR Br4K JAYAPURA KENDARI MANADO TIMIKA BALIKPAPAN 2tr 2L2 2L4 MAKASSAR MALANG ?-r_3 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG 2t5 BA-NDAACPH BANJARMASIN BATAM TQ BI4II JAYAPURA KENDARI 2L7 11.097._q37:OOO 11 .LO2.000 8.O00 16.482.263.322.380.000 P_9NTIAIIAK e.

574.829.739.461.958.000 9.000 5.012.000 _ {5} 6.2B4.BANDA ACEH BANJARMASIN -' - 12.rs3.000 4.O55.599.909.000 11.////I N-ffi-U \W"r[iTg KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -23- dalam ru NO KOTA ASAL QI SATUAN BI AYA TIKET TUJUAN (3) BISNIS I4l EKONOMI 220 221 222 223 224 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 225 226 227 228 229 230 23L 232 PEKANBARU TIMIKA MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MEDAN .O00 to.466.327.000 4.926.311.N*.4L7.925.OOO 4.262.504.915.OOO 4.706.11.R h e.000 3.7.OOO 4.OOO 4.000 7.000 8.460.OOO 4.974.733.316.552.193.364.000 12.546.504.OOO 8.000 LO.000 8.000 10.000 16.000 5.OOO 9.000 9.750.OOO .000 14.000 4.000 9.0OO MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO 12.000 g:p46.193.OOO 5.738.102.600.OOO MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM 245 246 247 248 249 250 10.QOO5.685.461.000 233 234 235 236 237 MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM -_PO_l!TTANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMiKA BALIKPAPAN .246.000 9 455.000 3.O22.0O0 MATARAM MATARAM PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH 2.PADANG PALEMBANG PEKANBARU 13.OO0 24r 242 243 244 MATARAM MATARAM .O00 5.000 8.846.744.637 oo0 4.000 8.199.000 7.461.000 14.32t.OO0 6.000 18.OOO 6:396.065.AYapuna-* JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 7.000 5.7L7.OO1.r72.888.615.803.134.000 6.000 4.0q0.230.I\\\\- .851.552.OO4 3.546.000 15.OOO 9.000 15.765.OOO 8.407.OOO 8.OOO 238 239 240 MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM BATAM BIAK 5.OOO 9.000 10.OOO 10.OOO 12.000 4.937.OOO 6.78L.246.000 8_.O00 13.OOO MATARAM MEDAN 25r 252 253 254 255 256 257 258 259 260 267 262 263 264 2.258.000 4.803.ooo 10.167.867 ooo 4.744.O00 4.873.995.000 4.402.OOO 2.ogg s.899.71.000 5.000 9.696.145.835.000 6.OOO PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH 7.000 6.OOO 8.718.8:000 7.OOO 3.OOO 2.000 9.-ooo 7.000 6.990.439.092.2B4.OO0 12.i* -.OOO 4.953.385.909.OOO 4.504.000 8.000 5.55r.

OOO 265 266 267 268 269 270 EKONOMI (5) 4.578.94L.220.000 4.696.000 6.000 9.000 6.241".OOO 4.OOO 4.060.423.433.000 1s.Ju 4.412.O4O 4.279.{.000 7.OOO 27r 272 273 274 275 276 277 PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG e.000 4.000 10.OOO 5.000 4.936.000 .000 4.QOU 7.O22.000 2.466.000 3 915.OOO 8.642.000 1.OOO PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG 7.OOO 8.663.000 6.]{.840.4A7.140.829.739.000 9.252.OOO 9.808.000 4.oob 7.797.000 4.000 3.000 3.000 12..000 4.535.000 5.94 t.ooo 1.OOO 15.252.894.733.086.O65.8os.OOO 8.300.305.326.878.675.653.6 .198.685.888.000 3.589.2gi.161.236.091.OOO +.OOO 9.466.O4O 8.8E3.os6.883.000 3.000 6.477.000 3.000 ' .469:009 3.236.000 8.OOO 4. O9.OOO 5.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam rupial NO 1) KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) BATAM BISNIS el PALANGKARAYA rcl B.000 3. 7 7 1 oo0 9 915.391.O22.OOO 999 307 308 309 310 311 PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR 6.781.OOO ?\? 3i4 315 316 SOLO SURABAYA SURABAYA SURABAYA 3 1 3 SURABAYA MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA ..000 6.U(JU s.210..659.9.?92.000 12.557.ogo.000 8.Qo9_ 8.OOO 5.204.sioo 3.24L.OOO 5.000 6.OOO 8.829.706.O00 3 818.obo 5.000 _!4AKASSAF TIMIKA i r.OOO r.2.O00 2.O00 278 279 280 287 283 284 PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALU PALU PALU 232 SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG z.284.187.000 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 2BB PANGKAL PINANG 289 SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN 290 29L 292 293 294 295 296 PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 1.915.000 7.262.878.O00 3.118.685.OOO PANGKALPINANG 29r 298 299 PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA 7.000 5.979..000 9.000 4.OOO 4.957.797.038.OOO 4.OOO 3.OO0 6.000 7.765.0O0 3.7.000 6.845.000 3.076.OOO 7.883.000 SS.000 5.760.O00 +.578.OOO - 4.doo 3.s85.O00 6.444.OOO 1 6 .47.739.O00 3.O00 - 3.262.OOO 300 301 302 303 304 305 PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG 7.744.514.OOO .904.OOO B.888.097.979.000 7.337.631.626.000 3.829.936.000 3.O00 3.23|.268.000 3.

K.000 170.000 290.000 48.O00 t7 18 19 20 27 22 23 24 25 26 JAWA TENGAH D.000 110.000 125.000 60.ooo 285.O00 315.I.oo0 82.000 115./ .I.000 60.000 125.O00 50.000 . YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK 100.000 60.OO0 125.OOO 90.000 120.000 70.O00 B 9 10 11 L2 13 L4 15 i6 LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 91.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 2A SATUAN BIAYA TAKSI PEzuALANAN DIIVAS DALAM NEGERI NO.000 48.000 KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33 PAPUA BARAT 125. JAKARTA OK OK OK OK OK 80.O00 110.000 70.000 90. (1) 1 I PROVINSI QI ACEH SATUAN {3) OK OK OK OK OK OK OK OK BIAYA TA 2013 (41 90.O00 72.OOO 2 3 4 5 6 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA SUMATERA BARAT SELATAN 70.000 90.O00 115.000 171.ooo 110.

902 t4.520 10.ii 5.s91 3.:357 3.428 5 6 7 8 _QtJqwa San Fransisco foronto Vancouver Washington .L78 3.587 _ _1?.399 9.832 15.089 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -2629 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PPI dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA (21 AMERII{A UTARA Eksekutif (3) Bisnis 4 Ekonomi q 1 2 3 4 Chicago Houston Los Angeles L2.335 23.966 7.77r 3.eir LL.727 e_..458 8.L87 6.269 _ '1.743 9 10 11 L2 13 t4 15 16 A_MERII{A SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERII{A TENGAH Mexico Citv Havana Panama Citv 18.018 2! 874 L 7 325 g.130 7.623 8.487 5./ .24t - 9'2773.5'5-9? ___ _8j900 I7 18 19 r7.924 6.353 12.994 ___3.29r EROPA BARAT 20 2l Vienna Brussels _ 10.970 5.040 6.494 16.237 L7.1.47L 6.2:266 t2.1?4 10.393 t3.240 -9.750 10.753 New York 14.564 7.63sLl.399 16.870 .970 5.702 i.749 3.822 L4.518 - i.223 3.426 11.468 11.713 4:!7-7 _ 5.809 6.76r 1.

033 2.9L7 10.980 9.277 6.851 5.92r 6.9gg 8.771.478 10.383 3.931 5.:o-?q 6.982 6.753 3.O74 3.850 5.331 3.334 ?.O29 7.023 9.TOJ?4 LO.631 3.794 8. 4.le3 5.143 .825 4.355 3.860 9.773 3.541 .34t 4.839 10.746 4.714 6.166 5.041 3.945 7.126 6.393 8.433 4.464 8.506 5.537 4.767 41774 6.370 27 28 29 Amsterdam EROPA UTARA Copglhagen Helsinski Stockholm London 31 32 34 9q 93 9:696 10.350 - Bratislava 43 Bucharest 44 Kiev 4s-.959 4.206 3./ .158 9.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA dalam U NO t KOTA Eksekutif BIAYA TAHUN 2OL3 Bisnis 4 Ekonomi q 2l Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva 22 23 24 3) 10.778 I4.056 3.681 3.q8q 6.333 3.153 4.856 1'e29 5.?5*6 4.O49 Oslo EROPA SELATAN 35 36 37 38 39 40 4l Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd t7.Moscow 42 PEqPAlI!4gR_ 6.446 4.L13 s.73A 3.9TI 9.031 5.309 10.446 14.331 25 26 rI.

536 7.848 7.570 7.665 5.24r 14.733 5.900 10.052 ro.910 6.732 8.958 5.438 8.473 6._?2_* 53 Antananarive 54 Dar Es Salaam 55 H_etq{g AFRII{A SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg 7.507 7.599 5.552 8.779 8.484 7.94L 11.281 3.848 8.255 7.777 t2.818 AFRII{A TIMUR 5 1 Addis Ababa Nairobi .275 59 60 67 AFRII{A UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat 62 63 64 Tripoli T\rnisia 9.447 +9 50 AFRII{A BARAT Dakkar Abuja 9.747 10:6_q0_ 17.419 6.330 6.947 11 11B 5.915 5.748 6'1!9 5.808 6.904 8.966 LI.820 5.000 6.706 4.6L2 3.700 7.555 6.774 8.770 4.593 9.O37 3.975 4.tr1 4.I75 Ly .551 9.524 56 57 58 18.282 5.72r 4.081 9.451 3.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -28dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA Eksekutif 2 Praque Sofia Warsaw (3) Bisnis 4 Ekonomi 5 46 47 48 8.

490 3.475 3.639 5:390_ 6.785 5.999 2.f+o 2.966 82 83 84 85 _OS_ete__ To\yo 3:?o4 3.835 L.962 80 81 Beijing Hongkong 2.O28 .469 5.343 8. __ 87 Teheran _ 6:3oJ 4.205 6.?73 4.703 5.257 1.283 8.321 3.449 5.679 3.734 _ 2.643 4.510 3:110 3.421 3.148 6.920 .66L 8:453 L2.737 _qq_ Eebp_sl.43I 4.905 3.581 2.56L 67 68 69 70 7I 72 73 74 75 76 Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah 6:77! 7.633 2.446 6.595 3.737 7.9q9 Uqrryang Seoul ASIA SELATAN 2.727 3.000 77_ Muscat giyadh ASIA TENGAH _ 7 8 _ Tashkent 79 Astana ASIA TIMUR !3.- z.3?s 3.700 3.298 2.864 1.675 I.684 9.545 65 66 vteryrqe Baghdad Amman 64oo5.9=9 _2 4.433 7.O89 7.156 3.359 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29 dalam BIAYA TAHUN 2OI3 NO I KOTA Eksekutif 2 ASIA BARAT 3 Bisnis 4 Ekonomi (s) 5.730 2.623 1.216 8.545 3.727 3.976 5.416 _9.878 3.233 L.745 _ 3.617 13.

894 1.677 1.506 6.926 4.063 5.6L4 766 1.333 L.318 6.237 2.64L 1.420 1.o92 2.500 3.OO9 2.398 4.740 4.525 5.501 4.2T2 r. 11 9 3.MENTFRIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30dalam U BIAYA TAHUN 2OT3 NO KOTA Eksekutif Bisnis (4 Ekonomi (5 I 2 Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi 3 3 .558 1.034 2.940 4.453 918 2.344 2.?'8F8 3.380 3.96+ 5.235 525 694 585 1.981 673 r.833 1.801 7.053 L07 108 Canberra Darwin s.158 2.427 659 I.327 92 ASIA TENGGARA Baqdar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi _e_9- 93 94 95 L.195 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu 1 0 0 Kuala Lumpur 1 0 1 Manila IA2 Penang 1 0 3 Pnom Penh 97 98 99 1 r!7 1 155 2.562 2:4L7 3.503 9tL 919 823 I.468 2.633 2.77r _ _ 8.628 r.689 M_-elbqqryg 10_e___ " 1 1 0 Noumea 111 Perth _ 4.413 .557 t14 Vanimo __ll_s_wgtti[gJo_q_ _ 2.252 4.226 3.886 6.628 2.627 403 to4 105 106 Singapore Vientiane Yangon ASIA PASIFIK _ ?Q74 I.900 3:8_14 2.687 .482 88 89 90 91 2.629 3.757 1.150 545 r.780 1.202 997 r.833 L.561 J\2 113 _ f_o1!\{qrepby Sydney 5.656 r.9r7 1.O25 1.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-31 30
SATUAI{ BIAYA PTNYTLENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 3O.f ATKr Langganan Koran/Mqialah, Lampu, Pengamanan Sendiri, Kantong Jamuan

Diplomatik,

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

I

(21
AMERIKA UTARA
Ohicago

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf (41

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

(oBl
(6)

Kantong Diplomatik (kgl

.Iamuan (oHl (8)

(s)
18 18 18 T9

(71
94 94 94 99 106 94 106 106 94

I

1.270

37
37 37 39

2
a.

Houston
Los Angeles

r.220
7.270 t.270

2.521 2.52L
3.420 2.256 1.963

4

5
6 8 9

New York (termasuk KJRI New Yorkl Ottawa
San Fransisco loronto

89 89 89 94

1.307 r.270
I.307

42 37
42 42 37

20
18

100
89 100

Vancouver W3lhi11$on AMERII{A SELATAN

r.307
r.270

20 20
18

2.O3L 3.391
1.553 2.836

100
89

__19 Fogg!q _
11

1.185

L2
13 T4 15 16
L7

Brazilia Boenos Aires

r.478
T,L7O 1.319 1.I70 L.L72 1.001 1.099

38 47
33 42 33 37 32 35

18 22 16

1.1s0
2.L95 )..768

96

153
84 l07 85 95 8l 89

Caracas

20
L6 18 15 17

Paramaribo Santiaso de Chile Quito
Lima

,1.899
1.150

91 113 79 101 80

r.777
1.150

90
77 85

r.262

18 i9

AMERIKA TENGATI Mexico Citv
Havana

1.220

r.220
1.038 _ .
1.985

35 35

L7

2.657

T6
I6

20

Panama Citv EROPA BARAT Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg
Geneva Amsterdam

_ .3q
264 259 269 269 254 334 254 254

._

r.691 2.839

90 88 84

85 83 79

21 22

23 24 25
26

r.947 2.O22

.?.o??
1.910 2.509

22 22 23 23 22
28

-..?,779
3.I20

rs2
r29

2.373
3.O76 2.799 5.368

ry+t27
L66 127 166 L27

r34

103 101 105

105
99

27 28
29

130
99

" _L9_19
1.910

-

2?22
28 22

- 2.690 2.690
2.776

L?7 * _ 9 e

2.509
i 1.90

30

334
254

130
99

2.690

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-32alam

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

(1)

(21
BROPA UTARA
Jopenhagen

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan! (4)

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

Kantong Dlplomatik

(oBl
(6)

(ke)
(71 232
2L3

Jamuan (oH) (8) 110 101 99

(s)
24

3t
32

Helsinski
Stockholm London

2.ILs r.947
1.910 1.966

28r
259 254 26L

3.341
. -2-:_585 3.978 3.749 3.978

33
34

35

Oslo EROPA SELATAN

2.340

3li
145 156 158 161 165 L77 151 177

22 22 22 26

209
2L5

ro2
L27

2F6
108

36
37 38

39 40
4L 42 43

Zaereb Athens Lisbon Madrid Rome

9.+rasvc

1.179 L.275

1.220 t.220 L.270

18 20 20

2.232
2.232 2.776 2.732

rt7
118 12I I23

84 90 91

_?o
2L

93
95

2.732
1.936

r.220
r.220

Eqo.ere4
Vatican EROPA TIMUR

r.220
1.220

22 t9 22

L32
113 86

to2
87

r.669
2.478

ro2
99 86

+ , + ' Bratislava
45 Bucharest

r.220
L.220

t7l 150

22
79 _ 79. 23 I9 .19 19 20

1.668 1.867

t9
47 48 49 50 51

Kig_y -_
Moscow

r:229 _ _ _ . _ ! 4 8 r.220 183

Praque
Sofia

Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar

t.??o
L.220 r.220

_

L48 148 148 161

__ L.73.? 2.375 2.760 _ 2.082 2.O82
2.27L

110 96 95 L17 95

85
i06 85 85 85 93

95 95 103

52 53

n"huie AFRIKA TIMUR Addis Ababa
Nairobi {ntananarive

I.220 _L:22Q

r48
145

6 6

2.34r

2.?eF 2.o7o
7.773

161 158

55
55

53
54 55

2,9?e_
1.895 2.O29

r32
L23 732

sq
D/

Dql Es Qalaee Harare

r.962 2.096

_. 128
i36

5 5 5 5 5

r.967
_ 1.690 7.773

L43 t34 143

13e
148

40 35 35 40 35

ral rr' li

r

KEUANGAN MENTERI HEPUBLIK INDONESIA

33
alam

NO

KOTA

ATK

(orl
(3)

(1) 58 59

(21
AFRII{A SELATAN Windhoek

Langganan Koran/ Mqialah (ekslempar/ bulanf HI

Lampu (buah|

Pengamanan Sendiri

Kantong Diplomatik

(oBl
(6)

(kel
(71 t43

Jamuan (oHl

(s)
o c

t8)
40

2.O29
L.962 1.962 2.096

r32
L28 136

60
61

9sse-lqllr
Johannesburs Maputo AFRII{A UTARA Alsiers Cairo Khartoum Rabbat Iripoli
Iunisia

+?8

5 5

2.398 2.363 1.690
1.805

192
139 148

.1o
40 43

62

L.220
1.170

63
64 65 66 67

t.220

140 L47 151

6 6 7

r.220 r.220
1.220

138

r32
130

6 6 6

1.815 L.493 t.449 i.557 2.L51

139 140 150

40

35 40

r37
131

+o
40
40

r.2L2
1.244

r29
189

A,SIABARAT 68 69
Manama

1.170

4t2

J

51

70
7l 72

Saghdad Amman Kuwait Beirut
Doha

r.220
I.I7O L.T7O

42r
385
363 399 385 381 399 408 372 376 394 376 399 408

5

5
J

r.372 e?8
1..469 1.574

L9+
177 L67 183 177 t75 183

51
47 44 48 47 46

r.220
L.I2O 1..220

5

73
74 7S 76 77 78 79 80 B1

Damascus
Ankara

_9
5 5 5
c

1:515 1.575
2.547 1.250 L.464 1.534 t.469 t.I73 2.547

r.220
t.L70

4a
_ _- . . 4 9 45 46

Abu Dhabi
Sanaa Jeddah

t.L70 L.220

.]97
1.7L 173

Muscat
Riyadh

..-\.r70
1.220

82

Istanbul Dubai A.SIATENGAH

1.220
1.170

5 5 5 5 5

181 L73
183 t87

-

.19
46 48 49

i.250

83 84 85

lashkent

1.220

Astana Baku ASIA TIMUR

1.220 1.220

381 412 439

q
5 6

_ ._ ?.?41
1.150 1.035

2.244 1.150

46 46

1.035

+6
44 45 48 48

86 87 88 89

Beijing

1.220

I-longkong
Osaka

r.270
t.270
1.270

Tolcyo

_ 9 ! _ _ -Uglry-g4e 9 1 Seoul 92 Shanshai

r.229
1.270

r.220

346 346 379 379 365 361 346

6 6 6 6 6 6 6

2.233

?.167
2.055 3.450

47 47 51 51

r.324 2.524
2.233

le

__-. !7

49 47

46 44

L.220 52 52 52 5() 6 6 o o 2.1 5 8 6 6 6 6 llq _82 t2s 92 118 89 L23 TL4 LL7 92 86 88 5 5 _ __.170 1.170 T.7lor.362 981 1._?29 r.L79 r.O _ q 0 t.i70 I.170 1.r20 r.SIATEITGGARA 101 ro2 103 104 105 106 LO7 108 109 110 111 L12 113 Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi 1.220 1.221 - _ .220 t.220 1._22 100 92 1.220 i.495 1.2to t.480 5 4 4 83 82 83 66 66 _L!_6 Ett4i"e IL7 Tawau ASIA PASIFIK 1 1 8 Canberra 1 1 9 Darwin L20 Melbourne L 2 t Noumea r22 Perth L23 Port Moresbv L_l70 1.1?o* 37 _ _ . l.350 1. 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 J 1.329 58 58 59 59 A.134 1 .170 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila 47 47 47 46 46 37 37 37 47 BgrenePnom Penh 1.220 1.170 5 5 5 4)4r 1.170 1.568 642 3.329 2.160 642 1.480 942 ___1.170 65 60 57 58 89 82 78 79 79 79 81 81 97 98 99 100 Islamabad Karachi New Delhi Mumbai -.265 97L 75 75 75 73 65 83 83 83 B1 81 66 66 66 _-.178 r.t70 I.L7O 1.Iamuan (oHl {8) (1) (21 ASIA SELATAN Kaboul Ieheran Colombo Dhaka (41 50 46 44 45 45 45 46 46 (sl 6 5 5 5 (71 t.170 r.22I 60 60 60 't5 1.8_0-.945 1r3.t70 r.220 1.227 1.9 8 2.553 93 94 95 96 t.170 5 J _ 2.r.840 t23 123 123 133 oo 92 _ .90 60 1.170 1.463 2.221 2.??.546 2.170 1.220 t26 _ L?7 t28 Wellineton Suva Dilli L.0s2 1.170 1.2:0-89 I.229 L.220 r..568 2.220 52 52 50 52 48 49 o L23 t24 t25 Sydney Valimo L.917 83 66 69 87 60 62 78 75 74 75 Singapore Vientiane tt4 Yangon 1 1 5 Songkhla L.L70 1.t59 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -34Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf NO KOTA ATK (orl (3) Lampu (buahl Pengamanan Sendiri (oB) (6) Kantong Diplomatik (kg) .747 Y/ .

q -_9..:)_ 585 764 c6J 26 27 2a 29 17.96q 427 806 837 437 790 _ 1.2 Pemeliharaan.279.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35- 3o.408 8.401 !_r 42 43 Madrid Rome Beograd Vatican 12.563 72 I 9 9 9 9 9 9 9 616 667 674 688 702 753 645 753 302 4q3 326 330 337 344 262 26s 275 276 275 295 533 _ 539 550 562 516 602 667 721 729 744 760 41 45 45 46 50 43 q69 Jlo 2e9 _ 6 9 ? at4 698 814 368 50 I ^/ .001 7.176 73.95r 13:9.353 80 80 80 9 9 9 681 320 .309 -t3.918 293 300 300 .O13 3q_ 39 40 _.626 13. Pengadaan tnventaris Kantor.353 8.176 I7.O38 - 7il 960 731 s-tis 764 585 790 l9PgI'hecq4 ielsinski Itockholm L.563 72 72 72 72 72 72 tt.353 8.500 9.9s. Sewa Kendaraan.6s9 13. 1 0 9 12.353 9.825 72 72 20 P-egeEe-c-ry EROPA BARAT Vienna -.434 33 34 3_q 13.2 642 895 642 377 287 247 377 247 608 596 619 50 52 52 49 64 49 49 64 49 6_r. .5?e..408 9.973 63 63 -..496 7.309 13 I to Amsterdam OROPA UTARA 2l 1D 9 9 9 9 9 1.ondon t4.7'90-0 13.441 80 72 80 72 72 80 9 9 9 9 9 9 777 7._ 6 9 1 695 867 609 3:20 309 10 l1 EqC_ota Brazilia Joenos Aires 63 63 A? o 9 9 9 9 9 9 t2 1? 3:7 408 246 264 32s 250 3_50 350 t4 15 l6 lt 93IggqsParamaribo Santiaeo de Chile 72 63 774 616 688 588 645 361 290 ?e_1 qs9.r cl 2l 22 23 Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburs Seneva 72 80 ?1 25 13. 303 223 245 .9sq 384 3_q-3 387 43 8 l9 IMERII(A TENGATI Mexico Citv Havana 8._J9s ___ 250 261 350 3s0 418 521 366 46 58 4l 52 41 46 39 370 4L3 324 350 Q-ttitgLima 7.5.408 9.597 t3. dan Konsumsl Rapat Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unit/ Tahunl Gedung (m2ltahunf t+l Halaman Pengadaan Inventarls Kantor l^"1 tahunl (51 (orl (6) Pakaian Soptr/ Satpam lstell Sewa Kendaraan (harif Sedan Bus t9l Mobtl Boa Konsumsl Rapat loKl (21 AMERIKAUTARA Shicago 2 Houston 2 Ios Aneeles 4 New York _.q! t3.639 7.9q1 681 9?9 320 a.176 qq 80 80 72 80 72 9 9 9 o 9 760 745 774 708 695 ?74 _ 731 960 t5L _ _390 293 722 304 722 _ _394 287 642 895 68. Pakaian Soplr/Satpam.692 13._ Sttawa 6 Jan Fransisco 7 loronto I Vancouver I iVaqhington $MERIKA SELATAN t3l {61 r0t 409 I rl 46 46 46 8.038 790 790 1.t47 80 72 80 80 80 9 q 810 745 /rbb 9 9 9 731 753 896 Oslo EROPA SELATAN Saraievo Zagreb thens Lisbon 695 682 702 835 _.918 596 585 602 717 352 '242 806 79t 814 969 979 54 50 49 50 60 36 37 11 . 10.2tO 7.434 1? 80 9 9 9 652 638 609 307 300 247 275 275 232 392 383 350 392 383 44 43 .563 16.\?.t42 12.97 681 767 767 337 961 320 361 361 300 390 300 300 291 300 400 __400_ 400 409 409 431 400 48 5_l 46 51 5l 46 3s9400 _4_61 409 461 461 4rl9 29r 291 350 350 400 .776 13.562 8.793 9..

234 \buia AFRII(A TIMUR \ddis Ababa {airobi {nfananerivc 72 72 9 9 ssc 346 315 294 JIJ 204 200 275 275 663 650 tcJ 150 43 42 53 54 J5 I 1.407 _27F 300 505 550 6a2 744 AFRIKA BARAT s2 53 f)ekkar \il.eol 9.l33 t2 o.863 72 80 80 80 88 9 9 9 I ssz 436 +5t) 44_7 441 484 444 397 400 436 436 309 309 339 339 20 20 22 22 .275 39_q350 147 469 447 474 444 2rl 275 300 .133 10.--^ 363 300 6s t25 t25 3l 9 9 490 393 419 _.367 so5 +2 52 42 42 42 46 l8..:3ol 287 244 275 275 ?7s 350 350 350 50 50 150 47 50 46 44 lunisia ASIA BARAT Manama 10.399 0. 250 7lo 663 770 663 8 7 8 8 8 7lo 686 304 275 250 264 733 7to 686 733 58 59 60 61 1.080 1.277 0.623 70.256 11. 72 72 63 77 7A 79 80 8l Muscat Rivadh Istanbul Dubai o.367 1.399 tt.367 9 9 63r 688 309 337 5t 2.889 1.496 358 287 372 309 250 275 585 510 791 690 642 845 642 642 49 43 r.9_q 300 350 285 275 225 275 3q0 350 1s0 50 25 50 50 33 34 3l 29 oo 50 50 50 _12= 31 3l 363 3_gg.367 4.?99 10.990 rku ISIA TIMUR l€ijing :{onskonp fsaka fokyo 63 63 63 9 acJ .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK -36Secta Kendaraan Pengadaan Halaman Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unlt/ Tahrrr I Gedung lm2ltahunf Kantor l^tl tahunf 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 9 o lorl 731 638 631 Pakalan Soplr/ Satpam lstell lharil Konsumsi Rapat Sedan Bus Mobll Box loKl 44 45 46 47 48 49 50 }ROPATIMUR 3ratislava fucharest fiev vloscow >raoue 3.644 10.766 o.399 l l.522 o._ 27t-275 389 354 359 376 359 2SO .?7r 371 407 407 300 300 33 35 U5 _-86 6t ..?71 275 250 250 250 32 33 30 30 32 30 32 33 350 ISIA TENGAH fashkent \stana 10.133 72.j 12.9-.889 Lt.s22 9. 9 9 304 308 329 27s_ 250 zrc .2s6 I 1.l OJI _ 309 309 309 397 275 275 9?F 505 JUC lofia ^/arsaw }rdanesf r.t76 1.tl .032 43 68 69 70 7l 72 73 74 75 76 ]celqeq {mman 11.350 350 350 350 25 50 50 50 150 150 3qo 389 -..s00 72 63 9 9 9 9 9 ^_.277 o. 32s 315 2s9 ?4-2 2s9 251 ztJ -. _F?2 _.766 I 1.+z.889 72 72 OJ Kuwait Beirut Doha Damascus \nkara \bu Dhabi 3anaa Jeddah 72 o.s00 10. l33 72 63 OJ 56 57 Dar Es Salaam Harare IFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA 1O.154 66 OI 72 63 72 72 72 -?..766 o. ?so..863 10. -9sq 300 350 50 4l 51 47 _?_ 9 9 .154 o.500 72 72 72 9 9 9 9 304 304 325 259 251 251 ?68 25_t253 27t " 244 236 234 275 275 275 294 350 7to 646 686 8 8 8 8 3s0 233 249 733 62 63 64 OJ {!g!ers Cairo Khartoum Rabbat l nDoll 19.910 0.766 I 1.889 l l33 7? 72 72 72 72 a2 a2 83 84 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 221 ZIJ 350 _s0-o 458 431 474 458 453 474 484 442 191 367 346 380 JO/ 250 2tJ 9.905 r0.

443 2.907 9.197 8.679 29 31 29 2A 29 28 29 27 27 .592 429 429 8.592 2.534 2.592 2.-s33.-2.33r 9.520 4.534 2.617 7.475 2.883 2.064 2.592 _ .732 8.229 4.s85 10.520 4.2.500 8.475 28 26_ 24 25 ZJ _ 194 134 s.22L ..064 2. 29_7_ 284 9 9 9 9 9 287 287 247 294 294 198 132 t34 s99 509 JIJ 885 420 743 2.883 2.585 8..!37 137 112 lt2 -9?7 527 8ll 811 2.t64 9.197 9. .767 29 29 e?q ._ fawau TSIA PASIT'IK lanberra Darwin Melboume Noumea Perth Port Moresbv Svdnev Vanimo Wellington Suva Dilli 63 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 I 9 9 9 9 9 s39 2. 11 6 2.423 55 1?.767 2.443 3 .423 7..592 2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37 Pemeliharaan Sesa Kendataan NO KOTA Kendaraan dlnas lUntt/ 1o.500 )ongkhla 72 63 72 72 63 63 [gq'_q!s__.563 2.423 63 63 63 63 63 OJ o 3q1 301 301 294 294 110 140 140 t99 539 g?-. 662 21 ll8 l9 9.229 8.585 9.0'64 2.O04 63 63 63 t12 113 4 l5 l6 17 Pnom Penh Jingapore y'iengane {anson 9.500 7.737 .F63 2."ls 515 137 137 527 527 2._ 98s 923 923 923 Aq7 26 27 28 72 72 72 4s 4a _gqo 557 569 476 2.068 2.905 9.064 26 21 22 27 26 26 26 2l 4sg 430 99?.585 20 2l 22 23 9.617 4.2.585 9.767 .429 420 829 s63 539 533 539 2.446 792 792 792 8ll 811 2.t97 9. 2.9q3 2.617 7._ 138 140 tt2.443 2.6!7 8.600 644 68 600 56 49 ..064 2.905 72 80 72 72 92 Guanezhou ASIA SELATAN I 9 9 387 37t 371 465 460 441 441 322 309 309 93 94 95 Kaboul leheran 96 97 98 99 100 lolombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbay ISIATENGGARA 9.155 26 26 26 25 25 2l 2l 2l 240 240 430 430 662 662 240 301 240 250 314 301 297 301 240 tt2 140 430 539 430 444 662 429 662 __lt? 240 _ 116 146 1 4 0 .101 24 ZJ 72 72 72 72 72 72 72 72 -9 9 Cs+ 334 9 9 9 9 .704 .475 2.437 Gedung lm2ltahunf Ilalaman l^'l tahunl o Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ Satpam Kantor lstell lorl 391 4t9 414 397 397 lharil Sedan Konsumsi Rapat Mobil Box 326 Bus 4t9 4t4 397 397 loKl 2l 2l 20 20 89 Pyongyans 90 91 Seoul Shanehai r0.534 25 25 25 r 0 1 regdql_$ell B_Aeey14! r02 3anokok l03 104 l05 l06 t07 108 l09 110 111 Davao CiW Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumnur Vlanila Penang 4. 63 63 72 72 63 63 9 9 9 321 149 575 _.6t7 4..359 9. 65 / 0 05 56 575 49 5t) sda 923 997 923 2. 112 690 467 --.58s 9.229 4.?.e-.500 7.592 2.423 4.500 7..617 8.500 63 7. :JOI 334 321 9 9 9 I 9 334 321 334 311 318 600 156 600 56 56 .

Catatan : yang a. dan air minum . Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat. b. terdiri dari alat tulis kantor (ATK). Jakarta Timur. dapat diberikan secara at cost. d. barang cetak. Jakarta Barat. langganan surat kabar/berita wal. Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupatenlkota jam pergi pulang (tidak memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. Untuk yang mengharuskan kegiatan dalam kabupatenlkota menggunakan atau air maupun moda transportasi udara dan memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2OT3 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam KabupatenlKota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. ialah. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan. Satuan Biaya Keperluan Sehari-hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal. alat-alat rumah tangga. dan Jakarta Selatan. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/ atau untuk perjalanan yang bersifat rutin. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama. Jakarta Utara. c. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan.

penyandang masalah kesejahteraan sosial. ABK aktif pada kapal negara. namrln belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan. keluarga penjaga menara suar. namun belum termasuk perjalanan dinas peserta. diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik. kelomook kelomDoK ten tenaga Kesenatan kesehatan keri Kefla lv . Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Ttrbuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh. Sementara itu. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara.0O0. dapat mengalokasikan paling banyak Rp52. Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yar:g digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapatlpertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon l/setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. ABK cadangan pada kapal negara. satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 4O (empat puluh) orang.0O (lima puluh dua juta rupiah) per tahun. petugas pengamatan laut. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan.000. Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diklat penjenjangan pejabatlpegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu. penlaga yang bagi biaya biaya menara menara suar. Satuan ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut. petugas SROP dan VTIS. petugas pabrik gas aga untuk suar. suar. pasien rumah sakit. narapidanaf tahanan.

Jambi. Kalimantan Tengah. Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. gas disunakan sebasai bahan bakar baei lampu-lampu rnerl. Maluku Utara. Kalimantan Selatan. Kalimantan Timur. Gorontalo. Rayon III : Sulawesi Tengah. Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) f. Sulawesi Tenggara. Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi. Sulawesi Selatan. Kepulauan Riau. Sumatera Utara. Nusa Tenggara Timur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. Bangka Belitung. Kalimanatan Barat. Daerah Khusus Rayon I. Sumatera Barat. Papua. Sulawesi Utara. Rayon II : Aceh. Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. g.ara suar.Pihak III. II. DI Yograkarta. e. ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar. resclte team. mahasiswa/siswa sipil. Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Barat. dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yar'g terpencil danfata'u sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon. c. d. Bengkulu. Riau. Maluku. Jawa Barat. b. Sulawesi Barat. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP). Jawa Timur. dan mahasiswa militer/semi militer. Lampung. Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidanaf tal:'anan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM. Papua Barat. Jawa Tengah. Bali. ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. . Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: Rayon I : DKI Jakarta. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar.

L 2 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan. Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. b. Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. dan Hakim Pengadilan Pqjak. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). meliputi: a. i. Personal Computer/Notebook. Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik. dan BNN. serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. mahasiswa/siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan. diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya untuk Pemeliharaan digunakan Sarana Kantor mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. 1 0 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. Satuan atribut/ perlengkapan. 1 1 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi termasuk biaya sudah negeri. Hakim pada pengadilan negeriltinggi. khususnya meja dan kursi).MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -4r- h. . Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. AC Split. Akademi Migas). mahasiswa/siswa militer/semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL. Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. kepolisian. Printer. mahasiswa Penerbangan. dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah asli ke dalam bahasa yang diinginkan. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan.

besaran tunjangan tugas belajar merqiuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang T\. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional. l7 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas a tetap dalam kondisi normal vl/ . dan SPTJM.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -42- Pembelian 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama danf atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. uang buku dan referensi per tahun. RAB. Diploma IV atau Strata 1 (satu). pengalokasiannya maksimal IOo/o(sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai. L 6 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khususf untuk Kegiatan Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD / Ke giatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor. Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai. sudah termasuk toner dan biaya perawatan. Diploma III. yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR.rnjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana. L4 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kemampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana.

Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 3O0 (tiga ratus) orang. sosialisasi. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). pertemuan. Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. satuan biayanya menggunakan harga pasar. 1 8 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud rnenjagalmempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2Yo (d:ua persen). termasuk untuk moda transportasi L/ . Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. kursi. Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis. Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat). Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. roda 6 (enam)/bus dan roda 6 (enam)/bus besar. sudah termasuk sewa meja. sound system. b.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -43- dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jaml Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). roda 6 (enam)/bus sedang. Gedung/bangunan milik negara. dan roda 6 (enam)/bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost. L 9 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jaml Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat. tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu, dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien.

2 L Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat
Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II.

22 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional danf atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga. Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan f atau angkutan antar jemput pegawai. Sepanjang diperlukan, dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus , yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar.

23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus

24 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 {Duaf Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi.

25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stelf
Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pi:rencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. b. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per,tahun. c. Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penvediaannva secara selektif. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stg!

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-45-

per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai; 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai, biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. d. Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswaf Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam MahasiswafTaruna diperuntukkan bagi mahasiswaf taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga yang tertentu penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif, paling banyak 2 (dua) stel per tahun. e. Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA, dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. f. Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam, sudah termasuk perlengkapannya (sepatu, baju PDL, kopel, ikat pinggang, tali kurt dan peluit, kaos kaki, topi, kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. Kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. Satuan biaya paket kegiatan rapatfpertemuan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapatlpertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/ Setingkat Menteri; b. Kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon l/Eselon II; c. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III. Satuan biaya paket kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalarnf rnenginap. Komponen naket m akomodasi 1 minuman selamat da

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-46-

dan kudaPan 2 (dua) kali' ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector, podium, fltp chart, uthite board, stand.ard. soind.' sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). b . Paket Fulldag Satuan biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapatlpertemuan yang dilakuka.t di l,.tu,t kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap' ko*pott"n paket mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali, rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali, ruang pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip chart, uthite board, standard sound sgstem, mikropon, alat tulis, air minezx ral, dan permen). Paket Halfdag paket kegiatan Satuan biaya paket hatfday disediakan untuk rapatlpertemuan-yang dilaliukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. Komponen biaya mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali (siang), rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali, Ruang Pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip charL uhite board., standard. sound. sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). Catatan : a. Dalam hal rapat/pertemuan di luar kantor dilakukan secara bersamasama, hotel untuk seluruh pejabat negaraf pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negaraf pegawai negeri. b. Akomodasi paketfullboard diatur sebagai berikut: : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. Kegiatan yang diselenggarakan secara futlboard dapat dilaksanakan, baik di dalam kota maupun di iuar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luar kota, alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost, indeks paket pertemuan lfullboard), dan uang harian paket futlboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). 2) Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota, alokasi pada RKAK/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fuIlboard/fulldag/halfdad, uang saku dan biaya transportasi dalam kota. d. Besaran uang saku untuk kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor, ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. Kegiatan rapatlpertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP| Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberanskatan suatu kota ke bandara kota tuiuan. Satuan bi

t- )/
/

Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda. Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A. maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yograkarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yograkarta b) Kembali biaya taksi dari hotellpenginapan (Yoryakarta) ke Bandara Adi Sucipto biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PPf Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP). tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a. b. Wakil Menteri Gubernur. Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B. Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. c. b. Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). serta setingkat Menteri. 2a Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan menuju taksi dari kantor kedudukan tempat bandarafpelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara / pelabuhan/ terminal/ stasiun kedatangan dan sebaliknya. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama ialanannya melebihi B (delanan) iam penerbansan {tidak termasuk waktu 29 . tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. dan Pejabat Eselon I. Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon IIlkebawah. b. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47 - tiket termasuk biaya asuransi. Dalam pelaksanaan anggaran. Catatan: a. .

ballpoinf. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar u/ . merupakan satuan bia5ra yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -48- transit). Satuan biaya pemeliharaan gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara. biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yarrg dapat dipertanggungj awabkan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. e. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. Kantong Diplomatik. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. dapat menggunakan tarif bisnis. 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Penpakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri. Jamuan. Pemeliharaan Kendaraan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Duta/Konsul. i. Pemeliharaan Halaman. Kantor/Wisma merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2%o (dua persen). b. f. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. ATK. Pengamanan Sendiri. c. termasuk biaya bahan bakar. berupa: a. h. Lampu. Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik. Langganan Koran/Majalah. dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju.

k. Konsumsi Rapat. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja. Sewa Mesin Fotokopi. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. Pengadaan Kendaraan Operasional Bus. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Roda 4). sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. pengalokasiannya maksimal lOo/o (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staffl dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. j. Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan. pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : Provinsi Provinsi dari Satuan Aceh dari Satuan Sumut biava biava L/ .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil dan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaarl dan Operasional Kendaraan Dinas. Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi. Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. Pengadaan Inventaris. m. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam. dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. Bus. Pakaian Sopir/Satpam. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri. 2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara. dan Box. Pemeliharaan Sarana Kantor. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak. 1. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan. Sewa Kendaraan Sedan. Sewa Kendaraan. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri.

OR Orang/Responden h. OJ Orang/Jam b. OT Orang/Tahun e. ttd. MARTOWARDOJO G NIP. 1 Lli / .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -50- Nias Selatan dari Satuan biava Provinsi Sumbar dari Satuan biava Provinsi Sulut dari Satuan Papua Puncak Java biaya Provinsi dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat Pengertian Istilah: a. AGUSD.W. OP Orang/Paket f. OB Orang/Bulan d. OH Orang/Hari c. Oter Orans/Terbitan Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI I(EUANGA\T. OK Orang/Kegiatan g.

menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK.OZ 2OI2 3 / MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDARBIAYA KELUARANTAHUN ANGGARAN 2013 A. jasa. menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2OL2 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan yang rincian dibutuhkan tiap alokasi anggaran komponen/tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2OL3 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). 3. biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. Kernenterian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012. 5. perencanaan. 4/'t- . biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output. Pen5rusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar. b. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. 2. pelaporan dan evaluasi. pelaksanaan. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK. 7. b. menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)/ Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1.LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGCARAN 2013 NoMoR 7 lPYIK. misalnya: harga barang. menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. 4. Penyusunan dan Peng4juan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam pen5rusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. pelaksanaan. pelaporan maupun evaluasi. secara tlmum. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya baik pada perencanaan. 6.

Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1. meneliti dan menilai usulan keluaran kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan.q. b) Dalam hal pen5rusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yar:g digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan. Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c. maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungj awabkan. b. TOR. dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2AI2. B . Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/Sekretaris Kementerian Negara/Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/ToR. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran lln/Il bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. kewajaran alokasi anggaran. kesesuaian. menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran. membuat rekapitulasi usulan SBK sesuaiFormat 4. dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa: . mengunggah (upload)ftIe backup data usulan SBK ke seruer. c) data pendukung (backup data)Aplikasi SBK. kegiatan dengan cara menilai c.q. c) Contoh Pen5rusunanSBK.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. d. C . B. meneliti dan menilai komponenltahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c. 10. dan rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas. b) RAB. meneliti dan menilai penerapan biaya. Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi SBK. danf atau d) data pendukung lainnya yang diperlukan. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun pen5rusunan RAB SBK. dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. menyimpan (backup)data usulan SBK. 9.

uraian SBK. 2. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi Kementerian SBK merupakan tiap-tiap daftar SBK Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur AnggaranIlillUI. Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/Illlil telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan rriembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7. yang mencakup: a. 2l kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalam Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya. tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggarant f. . d. 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai. Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran. Direktorat Anggaran I/Illm mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke seruer. 4l penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. meneliti. Direktorat Anggaran Il[lm bersama Kementerian NegarafLembaga terkait menyepakati hasil penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran). Dokumen Hasil Penelaahan SBK Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1.paling lambat minggu pertama bulan Mei 2OI2. 6. D . Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keiuaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud. penempatan akun. 3. e. Direktorat Anggaran lll!fi menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran. 2. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian NegarafLembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran l/il|m. catatan. 5. c. besaran SBK yang ditetapkan. b. 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung. Catatan penelaahan SBK.

. . . C. .8 ) . Metode Pelaksanaan(13) 2. . . Gambaran UmuP (i1) B. Penerima ![anfaaf (12) Strategi Pencapaian Keluaran 1. . . Latar Belakang 1. .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -4- Format 1 KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon Il/Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume (l) (21 (3) (4) (s) (6) (71 (B) (e) A. Waktu Pencapaian Keluar2n (1s) E. . . Dasar Hukum T\.Tahapan dan Waktu Pelaksanaan (1a) D . . . Biaya Yang Diperlukan (to) Penanggung jawab (L7l (r N I P .rgasFungsi/Kebijakan (to) 2. . . . . .

Contoh : pegawai. (e) ( 1 0 ) Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. 200 orang peserta. waktu pencapaian. berupa kontraktual (14) Diisi dengan komp onenf tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur. penerima manfaat. strategi pencapaian. No (1) (2) (3) (4) Diisi nama unit eselonI. gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang. RAB yang merupakan rincian dalam pencapaian diperlukan ( 1 6 ) Diisi dengan lampiran .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5- PETUNJUKPENGISIAN KAI{/TOR KAK/TOR merupakan. siswa. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. (1s) Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan. (s) (6) Diisi nama unit eselonII Diisi nama kegiatan. dan biaya yang diperlukan. ( 1 3 ) Diisi dengan cara pelaksanaannya atau swakelola. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. Contoh: 5 peraturan PMI(. termasuk jadwal waktu (time table) pelaksanaan dan keterangan sifat komponenf tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang. (8) Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. kegiatan sesuai hasil restrukturisasi (71 Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. ( 1 2 ) Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan f atau eksternal Kementerian Negara f Lembaga. alokasi dana yang keluaran kegiatan. ( 11 ) Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai. 33 laporan LHP. Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. petani. Uraian Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga.

( 1 8 ) Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan. .MENTEBI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (r7) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon II I KepaIa satker vertikal).

* . F? 0) i".^t3 { *J F) F) *l F) N @ r i\ L'J oj P9(DP dX Al H p u.l p) p 5-e5!9 . o o !D $ iv)a .) f 6 -F X ! w \ vd H dPHF Hi Hoc qp) F z 0q g) O0) HK PP oop) It 5p w5 H z A) H D @ z H H kti "J o o A) F) E: m p. FF U .ln lo lFl t\] z p) H H Al o z o a) o -l H z H ?frF*iL.fi1n HeHsI H[il 5x . z z 5ro N6' -) oq F) AJ H< o H z -r.G r 0q 0a N 9x H ooo p P P P V J ^ x x .x zm U.. H <cDFXC!C'dCX It IF' lrt It\) U EF. 6' Dr* EH Lox o fq i P Z oi J r'J0) 5F P) aJ x" P g Fl i. H P FJ r.- i0< !lm :z u! a o + d!D u.a Cs) @ '5 { Fi rr 6' tr Hk cffuo o X X X G T N (/t cr p x { X o d N o H tr N F 0q F) . di It 7iK 8zS z mo a> Ez P@6{Oq+ON o--@ e H o . ts g' t..e.

komponen biaya. volume. satuan ukur. pembentuk keluaran kegiatan jika (e) (10) (11) (r2) Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. jika ada (oPtional). sosialisasi. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program.. Diisi jumlah keluaran (lcuantitatifl suatu kegiatan.. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011.. | ^. Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran ada (optional). perjalanan. No Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran.. (1) (21 (3) (4) Diisi nama unit eselonI Disi nam a pr o gr am hasil re strukturisasi pro gram. Contoh: survey. (s) (6) (7) (8) Diisi nama unit eselon II Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan' Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. misalnya: 0i 1 Komponen A OI2 KomponenB dst . Diisi nama Kementerian Negaraf Lernbaga. Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS).. . Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check lisf (V) untuk termasuk biaya pendukung komponen yang (13) (14) (1s) (16) (17) (18) Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahaPantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan. jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -8PETUNJUK PENGISIANRINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN rincian RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan. bahan. kajian. Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan. jasa profesi. u-torkshop. Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan.

(2s) {26\ (27) (28]' (2e) (30) (31) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. . (20) Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ( 1 e ) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat lainnya menggunakan data dukung dipertan ggungj awabkan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (L7) dan nomor (19). anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (231 (24) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan. Diisi dengan alokasi keluaran kesiatan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. (2rl (22]' Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK.

F o + w Y !) > r1 z z t{l H 't A) A) d z =w i$ 6' ilq 6A) r 2.z E9s3OO3cE + dD.a { . n a F] I :] uc A) 5 A) 5 t\) z x A) z 'U *i a) oq oc o H j g o o p) pr. tq Fix oq d H o o\ qF) nlJ '5 . t9 o o o ?4 e A) { p x X o fr o o gq . 6 1 F e s E1E s* qr t3 lAt lr+ lo) z 'g Fl o I' n tri 0) o da oq A) FI* l t ' l al F1 F I i >xo tf o P f.< ttt m LJ !D' (ne 0) o * a.IEJ lo l4 F) p z A) SI?F'FSFryST 3 o o 'Jl \) zl <l U I o l ol ll o F >la z FFFH-*Tf. P o ' iD 3 d FI cl >l NI >l zl A'.E' o-9 flt 7* 5r: E = Ft HF. gr9 il#' 6'9 7p) KOC H!) p) { "J p E tr\ 3 P A) p s) H Xr . . A) E a N 2 o P. o A) K p) u. ?68 ' o> zz mO @> e. + .is 6' cEH k r p cSw @ e.r i r I u. Z I P tul rql El I > <l >1 >l >l F:l *i Hi E 6.

Diisi hasil dari program. sosialisasi.. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. uorkshop. kegiatan. rincian komponen biaya. m2. Contoh: 2. misalnya: 011 KomponenA OL2 Komponen B dst. Diisi satuan ukur detil akun. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung. peserta. Diisi nama keluaran kegiatan. kajian. No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat menggunakan lainnya data dukung dip ertan ggun gjawabkan.orangfhart. volume... (12) (13) (14) (1s) (16) (r7) . jasa profesi. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. (21 (3) (4) Diisi nama unit eselon I Diisi nama program hasil restrukturisasi program.il- PETUNJUK PENGISIAN RINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponenf tahapan. (s) (6) (71 (8) (e) (10) (11) Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Diisi nama unit eselon II. jumlah volume dan indeks biaya keluaran..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK . Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 0 L L. satuan ukur.000 siswa. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. bahan. Diisi volume satuan detil akun. orang/bulan.. Contoh: survei. Diisi penjabaran dari komponenf tahapan pelaksanaan kegiatan. km. perjalanan. Contohnya: orangljarn. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Diisi dengan memberikan tanda ctrcck list (V) untuk komponen yang termasuk biava utama. terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan. orang. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM.

Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. eselon IV dan pelaksana dari (2s) (261 Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLIK (18) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). @gian dari total biaya dibagi volume. Diisi keterangan. (2e) (30) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. eselon (271 (28) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a I Lembaga. . Diisi NIP pejabat penanggungjawab kegiatan. suatu (1e) (20) (2Ll (22) (23) (24) Diisi jumlah total biaya seluruh komponenf tahapan. mencakup situasi dan kondisi bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan. Contoh: 2.0OO siswa.

...._tJ - Format 4 Lampiran Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBI( Kementerian Ne gara / Lernb aga :. ...... ' (l) (2) (31 Tahun A Unit Eselon I...q REPUBT. SBK SBK Total Biaya Keluaran SBK Indeks Biaya Keluaran sBI( A (1r) SBK Total Biava l(eluaran SBK Indeks Biaya Keluaran . (4) Surat ..IK ...KEUANGAN MENTERI INDONESI.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4- PETUNJUK PENGISIANREKAPITULASIUSULAN SBK No Uraian Diisi nama surat usulan SBK. Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi dengan angka 1 (satu). (e) (10) (11) Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan. Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman. (15) (16) (r7) . Nomor (15). Diisi nomor surat usulan SBK. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan. Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (1) (2J (3) (4) (s) (6) (7) (8) Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi NIP pejabatpenandatangar. dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab. Diisi nama anggaran. indeks biaya keluaran yang yang (r2) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK.rekapitulasi usulan SBK. Diisi besaran besaran dana diusulkan. Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari./t . dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK. (16). Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Disi tanggal surat usulan SBK.

1 2 1 1 Penelaah DJA Tanda Tangan 123l Tanggal . 3. . Tanggal . ... 4. . .. . . (28) Nama/NIP (301 Tanggal (311 Tanda Tangan (321 . .... . . .... .. . . . 2.u T A H U NA N G G A R A N : .. 2.(271 Penelaah DJA TandaTangan .126l.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -15- Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA I(ELUARAN . .. .(.. Jumiah Catatari: (2sl (18) (le) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1 .1241 Tanggal .. Disetujui Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP .1221 Nama/NIP 1... . Kementerian Negara / Lernbaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (4) (5) (6) (81 (e) (101 SBK (lu Volume (t2l Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (i4l daLam ruDnl No AKUN (15) (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan 1. . (291. . . 2...... (2s) Tanda Tangan ..

33 laporan LHP' Diisi nama SBK. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN. dari Ditjen . Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara I Lembaga. eselon (1s) (16) (17) (18) (1e) (20) (21) (22) (231 (24r. 33 laporan LHP' (t2) (13) (14) Diisi total biava keluaran. Diisi nama unit eselon II (s) (6) (7) (8) Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. 200 orang peserta. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN. ukur dan jenis keluaran kegiatan. Contoh: 5 peraturan PMK.KEUANGAN MENTEBI INDONESTA REPUBLIK -16- PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negaraf Lembaga. (25) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran @elesaian penelaahan. (e) (10) ( 11 ) Diisi volume keluaran kegiatan. Dt*ffi (21 (3) (4) Disi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. 2OOotangpeserta. Diisi volume keluaran kegiatan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Mator Dtt* ""ttt" *t""n kinerja kegiatan. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Ne gar a I Lembaga. Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK.

Diisi tanda tangan pejabat eselon III penelaahan dari Ditjen Anggaran. yang menyetujui hasil . Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang peneiaahan dari Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Kementerian Negar a I Lembaga. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. menyetujui menyetujui hasil hasil dari Ditjen hasil (26) (27) (28l' menyetujui (2el (30) (31) (321' Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.

(28l- Nama/NIP . (1s) AKUN (16) Usulan (171 Hasil Penelaahan 2.|.261 2. . Jumlah Catatan: l20l (18) (1e) Ditelaah Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP T (21) Penelaah DJA Tanda Tangan . (23) I Tanggal l22l Nama/NIP 124l Tanggal (2s) Tanda Tangan .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -18- Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (l) : TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a I{egiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (3) (41 (51 (6) (71 (81 (e) (10) SBK (l l) Volume {r2l Total Biaya Keluaran (131 Keterangan (14) dalam No ]. (30) Tanggal (3U Tanda Tangan (32) . Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP l27l Penelaah DJA Tanda Tangan ..l2el Tanggal . . 2.

KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLTK

PETUNJUK PENGISIANCATATANPENELAAHAN USULAN SBI{ SEBAGAI INDEI(S BIAYA I{ELUARAN No (1) Uraian
Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian

(21
(3)

Diisi nama unit eselon I

(41

Disi nama program hasil restrukturisasi program.
Diisi nama hasil dari program. Diisi nama unit eselon II. Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan.

(s)
(6)

(7',| (8)

Diisi nama indikator kinerja kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi indeks SBK yang disetujui. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi kode dan uraian akun. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi tentang penelaahan. hal-hal khusus yang terkait dengan proses

(e)
(10) ( 11 )

(r2)
(13)

(14)

(1s)
(16)

(r7l
(18)

(1e)
(20) (2Ll (22)
(23)

Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian NegaralLembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negar a / Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a f Lemb aga. eselon IV dan pelaksana dari

Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.
eselon IV dan pelaksana dart

(24)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.

dari Ditjen

(2s)

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

No

Uraian
Diisi tanda Anggaran. tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen hasil

(261
(27l, (28)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari l(ementerian Negar a f Lem,baga. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.

menyetujui

(2el
(30) (31)

pejabat eselon III yang mg.t penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon penelaahan dari Ditjen Anggaran. III yang

menYetujui menyetujui

hasil hasil

(321

menyetujui

hasil

KEUANGAN MENTERI INDONESIA NEPUELIX - zL -

Format 7
Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REI(APITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI
Kementerian negara/lembaga :
(5)

(r) (21 (31

Tahun Anggaran

No

1
I

Unit Eselon I .SBK 2
Eselon J (61 SBK Total Biava Keluaran sBK A t7l

Volume 3

Besaran

Keterangan

4

5

A
I

(8)

(e)

(10)

2
3

SBK B SBK C . dst

B I 2 3

SBK Indeks Biaya Keluaran (11) sBK A SBK B SBK C . dst

(12)

(13)

(14)

II A 1 2 3

Eselon I
SBK Total Biava I(eluaran

SBI{ A SBK B SBK C . dst

B 1 2

SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C .. dst

3

(1s)
(16)

(18)

lrTl

(le) (20)

iletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pej abat yang bertanggung jawab. keluaran kegiatan yang disetujui' anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (e) (10) Diisi total alokasi keluaran kegiatan. dan Uraian persetujuan SBK. {2) (3) (4) kode bagian (s) (6) Dtt"t (71 (8) Dtt"t SBK T"t"l @me ""*" ""tt "selon I dan kode eselon I. (18). Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Dffi Pengusul. (11) (r2l (13) (14) Diisi besaran besaran dana disetujui (1s) (16) informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dti"i tr*b"h"" indeks biaya keluaran yang disetujui. (16).t Eselon II Kementerian Negara/Lembaga' Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran Ilillml' (r7l (18) (1e) Diisi Nama Direktur AnggaranIlIJlnl (20) Mr Anggaranrlrllrrl Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah telift dari satu halaman.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK 22- PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASIUSULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Minas Dtt=t t""gg"l Diisi nomor nota dinas. informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dtt"t t*"b"h"" Total Biaya Keluaran. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga @at Dit-t NIP P"l"b. ffi Biaya Keluaran Yang disetujui. (I71. ""t" Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga anggaran. nomor (15). . (19) dan (20) d. dinas. contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. contoh: pelatihan 3o orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi tahun anggaran berkenaan. indeks biaya keluaran yang yang Diisi dengan angka 1 (satu).

saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. . biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui Standar Biaya Keluaran Keuangan dalam penyusunan (SBK) tersebut di Penghitungan satuan biaya tersebut telah dilakukan secara professional.... dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan.( 1 ) . . satuan menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas oleh penggunaan Menteri atas..MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -23' Format 8 SURAT PERNYATAANTANGGUNG JAWAB MUTLAI{ . (6) Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran (71 . . Kode dan Nama Satuan Kerja Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran Yang bertanda tangan di bawah ini. efektif. . Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. . efisien. . NOMOR:. (21 (3) (4) tc..

MENTEHI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -24- TANGGUNG JAWAB MUTLAK PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN No Uraian M (1) (21 (3) ffimakegiatan. pejabat Pengguna Anggaran/I(uasa Pengguna (s) (6) (71 (8) Diisi NIP/ NRP. . nama Diisi Anggaran. tanggal. (41 Diisi nama usulan SBK. Diisi tempat. bulan dan tahun. Diisi tahun anggaran berkenaan.

r a @ a ag gq co oli d= oJ. o h n0 o o H0q NP ko DP.z r! tH z L-J u w z X .fr N.H bhi po n -0 .FI X o 6 H 6'q qs o{ aa o d p F iD x u s UC !) gQl >.'t E p r:4. o9d Fiold "d n Lp . 0q 0) f! 5 F-'t F r{/ F €|ord ooo trtss g.'-Fd o^x vL -- 3ZZ z H . F 5S @ zg I a trj a 'd t- e (1 \i t{ H= at rv== 9 Z e .

kegiatan Agung mempunyai Badan Urusan Administrasi Mahkamah Pelaksanaan Pen5rusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung. Sifat Biava Pengelolaan data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditinekatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama c. Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. . 2.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis LainnYa Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya .RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: 1. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/ tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Asune a. 3. Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis Lainnya. b. Mencermati keluaran kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun.CONTOH 1 SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNANSBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIKINDONESIA Kementerian NegaraI Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung .

h. " menjadi rekomendasi g. Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk L Q ' i I. Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk r' " di.ladikan rekomlnd. reKomenqasr bahan-bahan yang berhubungan dengan d.1olungKatKan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27 - d. Persiapan bahan-bahan yang berhubungan organisasi dan tata keria dengan Biaya Pendukung Biava Pendukuns Biaya Pendukung Biava Pendukune Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama e .Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan I r QK' dibentuk l. Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h. . Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan 1_ Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ' D. Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk t. Rp D* Kp '_ RP Rp Rp n_ KD --rRp Rp '_ t(P Rp p.. Penelahaan dan pengkaiian organisasi pengadilan f..asi j. I Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk diiadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pensadilan k. Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a. Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA xxx xxx xxx )o(x xxx xxx xxx xxx )c(x :orx r^/ . organisasi dan tata kerja e..P Rp n___r(Pxxx'xxx xxx xxx r:r:-__r__. Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk meniadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkaj ian ketatalaksanaan peradilan s. Pelaporan peniniauan untuk diiadikan rekomendasi 4 . T:::f:.. Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan ^ c. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan yang data pendukung lainnya dapat dipertanggungjawabkan ke Biaya dalam Aplikasi Standar dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan 1.

Menandatangani gsulan dan rekapitulasi usulan SBK. dilengkapi dengan KAK/TOR. data pindukung lainnya serta data pendukung (baclatp data) Aplikasi SBK.q.xxx 5 .ata SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. Ree. Direktur Jenderal Anggaran. 7 . Membuat rekapitulasi usulan SBK. Menyimp an (backup) d. 6 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28Dengan demikian SBK yang d"iusulkan untLrk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi Mahkamah Agung RI Kelembagaan Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx. Itl .an Urusan Aclministrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c. untuk selanjutnya diajukan olJh fepala Bad.

review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya . Dalam rangka pencapaian hai tersebut diatas perlu dilaksanakan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a). B . anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA _29 _ CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara I Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Mahkamah Agung . penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan. Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung meliputi peningkatan kelas. q/ . Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/SEK/07 lIIll2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI. prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan. Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta pen)rusunan pembakuan sarana kerja.RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Indikator Kineda Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume A. r Pengadilan Negeri Pandeglang. Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penJrusunan rencana dan program.Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Klasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran.

.u. . Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2.ur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembe'ga penegak hukum yang transparan.Pembakuan Ketatalaksanaan diiaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosed. akuntabel dan berkualitas serta memih. Pengadilan Negeri Rangkas Bitung.i<hirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan.Undang51 Undang No.Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi. 3. Pengadilan Tinggi Agama Denpasar ' Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat ' Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C.-ab pada kebenaran dan keadilan masyarakat.REPUBLTK')"r. Terciptanya Organisasi dan Tata Keda baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4. 49 T-ahun 2OO9. Pengadilan yang akan dibentuk adalah ' Pengadilan Tinggr Agama Kepulauan Riau .iil"n dlbagian tertentu dalam kegiatan review t<epada para organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan. diharapkan pelayanan hukum dapat diperluas kesempatan ni. akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d). Terciptanya pembakuan barridalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingku.Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yar-Lgaaa ai Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di + lingkungan peradilan yang dipertegas oleTrUidang-Uttd. apararur p"ru. Undang-Undang No' Tahun 2OO9tentang Peradilan Tata Usaha Negara' c).grn Vl"fttamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya. Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pemekaran wilayah kabupaten/ kota. dengan L"ru. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1.t datangi lokasi yJng telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadGn dan pembentukan pengadilan dan dengan melibatkan ri"ngadakan plt gt 4i"tt dan evaluasi dengan "". SO tafrun tentang eera"dilan Agama. D.ttg No. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola.asyarakat *"*p"iot"ft sehingga pada b. beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum semarang 2) Peradilan Agama : ' Pengadilan agama Muara Bulian ' Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b). Strategi Pencapaian Keluaran 1.*. yaitu.J:"'^ MENTERI KEUANGAN .

)Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan peneiaanan-dtrn -pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait.kg Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan OrganiS-asi Bqdan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi---clan--Tata Laksana.3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi rekomedasi untuk disampaikan kepadapimpinan untuk ditindaklanjuti \k"-irrstansi terkait. b) Reuieu Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradiian untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat. d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengddilan--dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan. Dari banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tataiaksana dilakukan: . Urutan kegiatan yang dilakukan antara lai4 1. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -31 - 2. c) Pembakuan Tata Laksana { -- Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan. 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. 1 =---====. Ta}:rap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas ke usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan Perencanaan dan Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana. 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi L rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait.

Kurun Waktu Pencapaian Keluaran terus menerus Keluaran kegiatan y"ttg terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai setiap tahun anggaran. Penanggung Jawab NIP.dilikukan peninjauan' kemudian 3) sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dilakukan penghimp.RI berjumlah Rp***. sebagaimana RAB terlampir' Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. F. pelaporan dari loka-t su{ah. Biaya Yang Dibutuhkan Agung Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah .ata dari invetarisir surat usulan yang membentrrk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan' -'*"..MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK ]NDONESIA masuk hingga 1) Pengeiolaan d. . 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi Y?'g sudah ditetapkan."u'" pimpinan untuk dengan jenis perad.ilannya untuk Jisampaikan kepada ditindaklanjuti ke instansi terkait' E. ttl/ .""*.

:R oPf F?(r) E@= cx eP g ["x FH. J 0 ) P l tqSq Fi B r.PPh' PP.q '' A.*' A.ta Hphjp 8 H w.[ t> cDoc Pl m < lj LJ ld irr 6' Qru H HX o a H H $H.!.O z oFDX <cDFi xc oB :c b) 'dcx :BO (tl t\) ( ! o ts H H N) n 0 q i)o H g- 'd'd FgF w.S 0)u. fiK fi I HE.9) i5 g P Ed irr o l-{ Ol UH otr hr 0) p d1 d n1 c-X o Q .rJ /tJ 0) B p q9.FIEFfi F H HS 6 ii: a L Ep 5 Bn :z o + Hcu p a'l q. 5P " E qF r ' o 5P Z o qq p '\ HB . .ar fH + E -6' B fi H H $ '5 :F P}JH sd gIPq) f F: € ti X X X X il cffuo 5HF.> mc) CD> G!) r< ijP tJ rq FH 5H. p. [ti #B 6 B t il X X X X H H> offi o X X X X t X X { X nP ^.d>pH >oEFF P x .1 !) p Er P P ij') a hi a* o 0) F oq D) F.t H o r-+ u (-- . ci F H H 0c E 6 -1) 5€ irY F EH ffi$ 6StsK' ..rP p. Ep nt H FPP o 5' F ct }U p H nr '(J ts z * .E Pil UH N 6ts..HH <pzfr (J) oc t. .J n H p H P H p P Fd o FJ P n s) g) o Fl 0q A) p tJ i\ PA) Eli oC') !'F) oE 5F) rnP np xia brW FI A) H < i'PH HP 0)n P p f' P n o p (l) EflgHF[re*giH :dFTEFE E'FFF< P g. p iJ 0) $h FF ho pp w p Ft (l) d. F E P. $ a iE H tu >c IiH.| gH 1 X X X X ct X .z r !cm I i X- ' 2. o. o?FE tsPS tsr'r tr.

P UP p a.Y H o A) v. o c+ n H sl F U F) F) H p H tJ U) P{ H H t' F) (t tu o x n a . n H H o Ltr.tI HH H (^) CJI N H N) (Jl N) H t\) t\) Yo" -e (to ats.H HP Pnl Fg vrd HO 5H HP PH t\) H H t r go E o0) HHH PPY P.l FI d: H p t'r) H Fl u 0q tr v) p a o H gq !) gq H '\ p a) H p H p g n H p H oc p !D H A) g F) P 0q X o d1 . H i7r ll H. d 0) p) 0l F{ € pl k P p tr' Eg o.J. F. p Fl w o ltr. F l. f o. uc 0q o H H tr !l rl z H I A) A) a) Al H p) . t\) H td'd ia o. p) H p p) ts gq a P< gm Pni r-]g xzm oc o> zz rn 6) u>> I OJ + >z X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X N X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X . ^tD >'u Fl b) HA aA) H.P r+ a (l U Fl E !) P H FJ CJ. w n1 Ft H }J H fpi!c o a ) F FR ots HH 'U o 13 Ft H H 6. (h E o Ed n )c o H H H \-. g U' o r+ rf tfP D AIFd '\ i) il.+ fi F' a) o Uc. 0) fi Fl 5 xH (aH ti @t n1 o H tJ 11_ )v a r+ $ H 0qtr '^lH H H o P p $ H 15.i H H G td H tr o H H .J o Fl p) a H .o + (.c4 DF] 4H V) r+ to -o 0i ilo *B$ Fp F)E -.. CD DPl EH D)-< rt p s? lv x0q gEU t cr d H 9) H o o a oq X p H a 0c o rd p -. o p) FO rt o P H - r. !) H P H I o F.

50 ) -n H D H . oF) ia(D 01 a p Fl H a+ h-t a n r. lD H H e.1 P F ! p t\) tv H h-l p. E-i LA.J .t.H @ '-l (Jl a\ (Jl Ctl N) N) H FU'g oo . H tIJ m 0) H !) H I DP h. 4 vt p H g g ct) r : + i'6 r tu o H i! P.= lll m ts4 = I ttl n x= zfm ( c 9t mo >L 9.1 X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X il X X X il X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X H X X X X X il X x X H X X X X X X X X X X H X il t X X X X X X X X X X il X X X n X X X X . o H p) H P pl - gq o I A) v) o H p) F) H H F) p n (/) + 0q H A) H H H p H (h p H P A) p a p H P (l) 0q p) o o H e.H uv PA FF1 F' n1 HH p H o H P o p p p H oHo H n.l w o o) H 6. p H H . p p E It o F) H 6 uJ H w p) P - F)H -P t+ o Fl t+ nl X H onr P p td p d Fl nt H a-O u. |.J o p) n a p H gq p H r-l !l F r< -t t\ F) H p ol p 2.^J oo -.. |J 'rJ | u . .i A)p) 4H P ira lv H P..F ) !) H ru o (/) Fl ul N) N) H KP (y H q. p H p (tt .! F) H gq Fl r+ o r+ P - rt p) o c+ € c'.o w H o 'd tt p f|l p H P r+ o Ft o 0q H FX 'H 6h9 -' r n1 H ! F) H s) F) H P * { JC o 0c H E id H oc H H z H P o H 6 X a o 11 Ft e.F D i-J 11 . H p H rJ H (.ts.

e 'o H H z H FO n o H H tr .. Ed o r.t w p H 7i o' H H ar H 15.+ 'l A) pl l< um :z L --l qrd xzm oc o> zz mo CD> . $ l{ Hr UH OaHti Yts) l:. nc= o a) A) a+ H p) UFt 'U o oH0 ) F.z r-tr X X X t t X X X X X X X X X X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X X Rt X X X X X X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X . P H H F*i tr t' nt F) 5F m '(J td Ft H p f1 @ 5 ap{ H H d. o rl (. p H H a.+ (a |.5.(D n E Fr H s) w a) H F) H P .t H {x xa. LM* ' U pn U pl F d.rd o p Ft H 6 pr 'rJ o H lJ r. p) iJ o 0q p H p oq H P .: Ol irr \J 0) ol N N) td N) o 0q p 0) H ^tf (rl t\) ts N) lJ HH v^- (/l N) g€ l/\H p t\) (n r+ f-'1 'U H ptsu (no F.ts.!. FE w o $ Do) HK iF) rl H P ts: X o Fl a+ H nL oiAA r+ P n1 'lJ a f.o1 E5 . o! p H w PH p. H H Frl *b I+ gq gs LJ o H ff A) H g . li H !=. Frl 9) H H F) td H H d 4 p a 7.iHP PH N) H >'! H! aA vn 4. H Pi o n1 q g) p H .i .!- s) a H F] p) a p H hd F) H |i g) H H o H 0q.1 n i.. U p ts! F) o H o o (+ I a X 'o H.N) N) HH t\) N) 6.1 l4Y F) p H I { 0g Fl F) Ft /\ a '\ H 0a p H o H t) orq p . p 'i a) p) F) r.. P p) i + o nlH @ iJ- ra -- 0q g .1.

t\) H t-l z H P r+ (u ol F) Fi -'l z 'd H Ul N) o -l Fl n N) *l grl gq F) H P o H nl t tEd E 'Oo id o iiFA H td o p H HS6 ts:! !l-LJ 15.(J o i H o H 0q p) p H 0) H 0q F) lJ p) c/q I H r) t\) H z m H pl orq iJ tr p z td td rl p H o H o !) Tm < u L I 0q 0c A) !D wm n vz --.l F) H 0c F) H i) @> . X ii L'J H Fil H . d ^ p w 9l iJ r -l H t- m p c z n H (h F) H td p) FI ..1 U r-l F) H xx -zm oc c)> 7z ilt g p .2 !/ X il il X r z p "d o F X X X X X X X X ot H 0q H 0c X X X nl k € o oq FI - X X .i.

Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan Negeri men3aai SBK.lumtafr Institusi Pemahaman Pemerintah yang Memiliki Teknis Sektoral dalam Kela Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah Nondan Pemerintah Institusi 24 Pemerintah Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: diusulkan 1. dan 2. Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah Non-Pemerintah. Dalam program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Bidang Uelalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Ekonomi. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan menentukan sifat fi"yr dalarn-komponen/tahapan sebagai berikut: No Sub Keluaran dan TahaPan-TahaPan ASEAN Perencanaan Sifat Biaya Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung 1 . -*"**-tt""a) b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2 . serta 3.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38- PENYUSUNANSBKINSTITUSIPEMERINTAHDAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMANTEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Kementerian Negara f Lernbaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar NegeriMelalui Kerja Sama AS{AN Diiktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Pemerintah dan Non. WorksLtop Illeqal Loqqinq in ASEAN a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan .

792.000 per institusi. Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66. Membuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK). Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara memasukkan (input/ rincian alokaii anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungiawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar.7 92. Menyimp an (backup) data SBK. data pendukung lainnya serta data pendukung (baclatp data)Aplikasi Standar Biaya. dilengkapi dengan RAB.OO8. .OOO Jumlah Institusi Indeks Biava per institusi = Total Biava dibaei 24 Institusi Rp66. Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmasing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biava Rp1.000 6 .792. 5. Direktur Jenderal Anggaran. 9 .6O3.q. Membuat rekapitulasi usulan SBK.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -39- 4.OOO Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Satuan Institusi Biaya Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Rp66. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c. 8 . 7 .

5 HFg "Eq S iJ S F FFSFryFF f tt &ei*'il. e z . *zui'F 3 ryH HHgHBEBEF: " 9uu PO) natFE'EgFg EE$E EiH o H I= !lm :1 r !gm L_tr XI FX q H 5 6E ' cn> .> mO <0g (l ) tsF HEd k c0) r '.r -* h B H.Hs) p) cD PB g' A' p H l"_ n.q ?74-. ni I r.fEiglFrFFqg E ' P .N) H ts U) H P.J< 0) E Pi . '. H " Z E9 ' H O FrniFScupE{F 5 9 rd (D H H z FH.q€ F$ '_Fe s-.F8. rnP B> pP rc iJ ts 5.1.g 9. 0) H nl H H p z N p) FJ ) p H tH H . KBS -. f l .r Fl 6 'F d H Fi X X X X X X X X X o F T EH Hg t= J o-E X X X X X X ." s Ea$ F{i m el? H r."' t H t . p. h' U) s) iJ a N al' t\) H N) t\) D) A H H Hp v) a H .8i H g.z lTt 0) E F F.J 0) F) tJ tD H H $ fl$v-8r.n: 0) p) i PF'"$EH ff $'B ?o iH oh't.f Ul N .fl o. s) H a H F) H o 5 .6 c F F p.u. p o 9) H P : g $ Esrs a Fsr + [ ff $ g[r *gHl I aeB i $ B.8.FFs Fc. p orq pc F" F' .H> ti9iD tri$H I H P '-[ FF $ il 0q A) O o r+ H o H w tr o o pl F) H o p a H -s Iq a\ p) w D E.-* hl (-P Frtr X X X X X X X X X X X X cKcu 'itr6' tr kq tl ci tr FI 9) H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X fi x \ a a -t N o r q- \ . o !) (Jl N) . H P * 5 d € r^ tE -z cW.

P H H H P P P P F) p A) p) AF t. tH H P t' p H H z s) tp) H H P !D 0) t' !) H. o A) v) P !) p. w F) A) w Ft F] )q H p F) H t0 a 9) g) n) F) H o H w o o A) F) H . (J) a+ \J o H cr € ' o . p w p Ft nl H Ft H F) Ft' $ H P )c z t) z P a-\ p H P a ffj n H FD H H z /1 U Ft n H z o p Fl n z U P tH P tJ z o p (h H p U) Fl p @ H p a H H. p F{ o w p) o z .= PS x= zm a> Fz 9"= rnO X X X X X X il X X X X R H X X X X X X X X n X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X il X x X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il H X X X X X X X X X HX X X X t X X X X X fr X X X X X X X X X X X il X X X X X X x X X X X X X X X X X X X X a X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il . p) F) Fri Ed H H N ts \o w o 0) ft n1 t0 a) a) H D H 5. p) H o oi H w o H a a N \o fTl w H v) r+ N) N) H - \o w w o o p) s) P t. F N) N) N ts P H ! w o 0) wo d o F) A) 5 H p) FJ w w n1 Ft H \o Fil 8.1 >i. o }{ H rrl p H (Jl Ul I w \) B N) ul ul H N) N) o n1 t\) a r a..o H H H Frl F A td OJ N) A (.t) o d FJ p (tl 6.u @ r+ a 4 H Ul (tl P ul w N) v) N) r-l p FJ (/) t\) t\) t\) a+ H H F Ol N) N) H \o N) H t\) v) A) H D) 0) H v ul N ln Ul t\) H -. Es) p t w A) Fl g) p H H H H E.

i a TE ts rE Ctt t\) N) F K n H f1 H \..a .^ o 00 .i €E ?FA E oz €o FZ U Fi \' H o H p 0q H p 0c e oq o o I € lD oP{ o t! b' o (r) { @ N) . -l (1 l-1 H t'.P F-i z *< :z u{ ttT !!m a FJ p x= zm (fC rv r p' rtAI m6) @> o> zz ... w o n\ H *l pl p p H d. "J p) 0q F) H tz t> IZ N z d .H r+ o A) L.z *l oq p..-r! !l Fl .J n L..^ o 0q F) - . z L. H P IJ RK hz vt4 A-H P.-.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful