'"EH[,,1il1?

1"^
i ENTERI KEUANGAN

W

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA N O M O R 3 7/ P M K . 2| 2 A L 2 0
a

TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (S) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Pen5rusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2Ol3 1. Peraturan Pemerintah Nomor 9A Tahun 2O1O tentang Penlrusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O1O Nomor I52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 57781; 2. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2O1,O; MEMUTUSKAN:

Mengingat

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan: 1. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negaraf Lerrrbaga yang selanjutnya disingkat RKA-K/L, adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian NegaralLembaga yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 2. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan baik berupa Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam RKA-K/L.
//

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2-

3 . Standar Biaya Masukan adalah satuan biaya berupa harga
satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menJrusun biaya komponen masukan kegiatan. 4 . Standar Biaya Keluaran adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.

5 . Harga Satuan Biaya Masukan adalah nilai suatu barang
yang ditentukan pada waktu tertentu untuk biaya komponen masukan kegiatan. penghitungan

6 . Tarif

Biaya Masukan adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan. biaya yang satuan adalah 7 . Indeks Biaya Masukan masukan gabungan beberapa barang/jasa merupakan untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.

8 . Indeks Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang
menghasilkan satu volume keluaran kegiatan. 9 . Total Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang menghasilkan total volume sebuah keluaran kegiatan. yang Mutlak Jawab Tanggung Pernyataan 1 0 . Surat pernyataan adalah SPTJM selanjutnya disingkat pertanggungjawaban Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas penggunaan jenis satuan biaya di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Pasal 2 Standar Biaya Tahun Anggaran 2OI3 terdiri atas: a. Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2013; dan b. Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3. BAB II STANDARBIAYA MASUKANTAHUNANGGARAN2013 Pasal 3 Anggaran' 2013 (1) Standar Biaya Masukan Tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a berfungsi sebagai acuan bagi'Kementerian Negara/Lembaga untuk menJrusun biaya koinponen masukan kegiatan dalam RKA-K/L berbasis kinerja Tahun Anggaran 2OL3.

r/

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3(21 Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3
.a

sebagai acuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan batas tertinggi yang besaran biayanya tidak dapat dilampaui dalam penJrusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2013.

(3) Dalam

rangka pelaksanaan anggaran, Standar Masukan Tahun Anggaran 2OI3 berfungsi sebagai : a. batas tertinggi; atau b. estimasi.

Biaya

(4) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3 sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan besaran biaya yang tidak dapat dilampaui.

(5) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3
sebagai estimasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi prinsip ekonomis anggaran dengan memperhatikan pada ketentuan efisiensi, efektifitas, serta mengacu peraturan perundang-undangan. Pasal 4 ( 1 ) Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 yang berfungsi sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(21Standar

Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 berfungsi sebagai estimasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 5

Selain Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Menteri Keuangan dapat menyetujui Standar Biaya Masukan lainnya berdasarkan usulan dari Menteri/Pimpinan hal-hal antara lain Lembaga dengan mempertimbangkan sebagai berikut: a. kekhususan satuan biaya yarrg dimiliki Negara/Lembaga; oleh Kementerian tertentu;

b. tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan/atau c. daerah terpencil/daerah perbatasan/pulau terluar.

,/

bukan merupakan keluaran dari Komponen Kegiatan 001 dan Komponen Kegiatan 002. batas tertinggi dalam Anggaran 2Ol3. referensi untuk: penyusunan RKA-K/L Biaya Tahun 1) penyusunan prakiraan . b. (21Kriteria keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi Standar Anggaran 2OL3 sebagaimana Biaya Keluaran rahun dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. komponen/tahapan c. yarrg jelas dalam d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4BAB III STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 Pasal 6 ( 1 ) standar 2Ol3 Anggaran Tahun Keluaran Biaya b berfungsi sebagaimana iimaksud dalam Pasal 2 huruf sebagai acuan bagi Kementerian Negara/Lembaga untuk kegiatan dalam RKA-K/L biaya keluaran *"ttfrr"ttt berbasis kinerja Tahun Anggaran 2013. dan e. (21Dalam rangka pelaksanaan anggaran. b.' Standar Keluaran Tahun Anggaran 2}rc berfungsi sebagai : a.engan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan.maju. mempunyai pencapaian keluaran. bukan merupakan keluaran kegiatan pengadaan sarana dan prasarana. mempunyai jenis dan satuan yang jelas dan terukur. Pasal 7 ( 1 ) Dalam rangka perencanaan ar'lggarar:. . (3) standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2Ot3 dapat berupa Indeks Biaya Keluaran atau Total Biaya Keluaran. Standar Biaya Keluaran berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi anggaran d. merupakan keluaran kegiatan yang bersifat berulang. dan/atau Kementerian 2) bahan penghitungaq pagu indikatif Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2OL4.

Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5. (s)Berdasarkan (6) Tata cara penyusunan dan penelaahan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 tercantum dalam Lampiran dari terpisahkan bagian tidak III yang merupakan Peraturan Menteri ini. (21Dalam (3) Satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dikecualikan terhadap satuan biaya fasilitas penghasilan dan menambah pegawai negerif non pegawai negeri. Direktur Jenderal Anggaran. Kementerian Negar a f Lembaga menggunakan : a. Pasal 9 Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OI3 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri.q. Direktorat Jenderal Anggaran Standar Biaya penelaahan atas usulan melakukan Keluaran Tahun Anggaran 2013. Kementerian Keuangan c. . negaraf untuk pejabat (41Penggunaan satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai SPTJM yang ditandatangani oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan dilampiri data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5Pasal 8 ( 1 ) Kementerian dan men5rusun Negara/ Lembaga mengusulkan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 kepada Menteri Keuangan c. dan/atau b. Satuan biaya lain yang tidak termasuk Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 dengan mempertimbangkan kepatutan dan kewajaran harga satuan biaya dimaksud. usulan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Tahun pen5rusunan Standar Biaya Keluaran Anggaran 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1).q.

*\N.W. AGUS D. ttd. ttd. -.^m.t wffirffi *RW -6BAB IV ftlElffEnl lfl=UANt]AN lNDoNuslA HEPt't. MARTOWARDOJO Diundangkan di Jakarta pada tanggal9 Maret 2OL2 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2OI2 NOMOR 287 Salinan sesuai dengan aslinya ENTERIAN ii .Jl-ll( KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan' memerintahkan mengetahuinya./. orang setiap Agar pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia' Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Maret 2OL2 MENTERI KEUANGAN.

OO0 Rp2.d.d.d. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. Rp25 miliar i. Rp5 miliar g.250. Rp750 miliar o.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.620. RplOOjuta b.O0O Rp3.23o.830.430. 1.d. Rp25Ojuta c. Rp50 miliar j.d. Rp2.'AWAB PENGELOLA NEUAIVGAN r.000 Rp2.5 miliar s. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rpl0O miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d.Rp7S0 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp2.00O Rp970. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana s.d.040. Rpl00 miliar l. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun PEJABAT PENGUJITAGIHAN &PENANDATANGAN SPM a. RplOOjuta b.0O0 Rp1. Rp25 miliar i.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.78O.0O0 Rp7OO.0O0 RpSr0. Rp5OOjuta d.5 miliar f.250. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.d.o0o Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s. Rp500 miliar n. Rp2. Rpl triliun p.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d.NESIA H*d LAMPIRAN I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDARBIAYA MASUKANTAHUN ANGGARAN 2Oi3 YANG BERFUNGSISEBAGAIBATASTERTINGGI PENIINGGUNC . Rp1O0 miliar l.850. Rps0ojuta d. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas RpS0 miliar s.d.O8O.00O Rp1.O0O I. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.0O0 Rp4.0O0 Rp1.d.t97t0\Bl'PUB IND. Rp2. Rp250 miliar m. Rp250juta c.O0O Rp6l0.d.0OO Rp99O. Rpl miliar e.O0O Rp1.d.0OO Rp1.5 miliar f.d.d.590. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.01o. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.000 Rp1.O0O Rp1. Rp250 miliar m. Rpl triliun p. Rp25 miliar i.d.S miliar s. Nilai pagu dana s.000 Rp1. RpZS miliar k.O0O Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s.0O0 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.d.2. npSO mitia. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di'atas Rp250 miliar s.0O0 Rp82o.890. Nilai pagu dana di atas RplOOjuta s.5 miliar s.d.330. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.d.69O.O0O Rps.d.9rO.OO0 Rps.170. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.O0O Rp2.110. Rp400.0O0 Rpl.00O Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.d. RplO miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.61O. Rp75 miliar k. RpSOOmiliar n.d.000 Rp88O. Nilai pagu dana di atas Rp2S miliar s. PEJABAT KUASA PENCGUNA ANGGARAN a. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.d.oOO Rp660.d. RpS miliar g.250. Rpl triliun Nilai pagu dana di atas Rpl OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp5O0.05O. Rpl miliar e.0OO Rp83O.O00 Rp4.d. Nilai pagu dana di atas RpZS miliar s.d.000 Rp4.0O0 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s. Rp25Ojuta c. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Nilai pagu dana di atas RpZS0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.0O0 Rp2. Rp10 miliar h.000 Rp3.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas RpSOOmiliar s.0O0 Rp57O. RpTS miliar k. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.00O .d.d. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp50O miliar s.58o.00O Rp1.d. Nilai pagu dana di atas Rp50O juta s.d.OOO Rp770.d. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s.58O.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.44O.3.580.0O0 Rp3. Nilai pagu dana di atas RplO0juta s.OOO Rp72O. Rpt0O juta b.520.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun I. Nilai pagu dana di atas Rploojuta s.d.OO0 Rp61O. j. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a.O0O Rp930. Rp10 miliar h.580. Nilai pagu dana s. Rp5O0 miliar n.TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 20T3 ' LI K ilBffi fllwft .d.O00 Rp48O.58O.08O./ .S miliar f.d.d.d.000 Rp1. Rp50 miliar j. Rp5O0juta d.

Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.000 Rp1. 4 .d. Nilai pagu pengadaan di atas RplO0 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rpl triliun p.470.000 Rp370.d. RpTS miliar k.d.2. 5 . Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s.000 Rp77O.120.d.000 Rp6rO.000 Rp3.000 Rp2.d.840.270. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun 2.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s.000 Rp2.550.000 Rp2.O00 Rp1. Rp500 juta d.000 Rp640.000 Rp1. RpS miliar g.OO0 Rp3. Rp250 juta c. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s. Nilai pagu pengadaan sampai dengan RplOOjuta b. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.090. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250juta s. Rp2S0juta c.020.580.000 Rp1.OO0 Rp1. RptO0 miliar I. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Rp2. Rp750 miliar o.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK t{o lll URAIAN SATUAII (3) BIAYA TA 2OI3 (21 1 .030.d.d. Rp10 miliar h.5 miliar f.790.0OO Rp850. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun (41 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340.860. I. Rpsoojuta d. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. PANITIA PENGADAANBARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a.000 2 HOIiIORARIIIM PE. Rp500 miliar n.000 Rp1.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2.d. Rp25 miliar i.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.0OO RpSl0.d.000 Rp4.780. RplO miliar h.d.3.5 miliar s.000 Rp2.32O.d. PANITIAPENGADAANBARANG (NON KONSTRUKSD a.d.000 Rp3.81o.d.d.940.520.000 Rp1.000 Rp310.000 Rp680.d. Nilai pagu dana di atas RpIOO miliar s.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. Rpl00 miliar l. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2sOjuta s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s. Rpl triliun p.000 Rp1. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00 miliar s.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rps miliar s.000 Rp2.000 Rp4. Rpl miliar e.5 miliar f.d.000 Rp420. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.78o. Rp2S miliar i.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Nilaipagudana s. Nilai pagu pengadaan di atas RpSOO futa s. Rp5O0miliar n. Rp750 miliar o.d.000 RDg2O-OOO .000 Rp2.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.5 miliar s.O0O Rp2.000 Rp570. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s.d.d.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00juta s. BENDAHARA PENGELUARAN a. RpS miliar g. Rp25 miliar i.0OO Rp500. Rp25Omiliar m.d.d.d.d. Rpl0 miliar h. Nilaipagudana s.'ABAT/PANITIA PENAADAAIiI BARA$G/.000 RpS.d. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d.120. Rp25O miliar m. Rpl miliar OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rpsl0.160.150. RpS00 miliar n.d.d.d. Rpl miliar e. Rp500 juta d.000 Rp430. Rp50 miliar j.d.000 Rp2.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.'ASA /I'MT LAYAITAN PEIVGADAAIT luLPl 2.840.330. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s. RpSOmiliar j. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s. Rp25Ojuta c. Rp7S0 miliar o.d.d. STAF PENCELOLA/BENDAHARA PENGELUARANPEMBANTU/PETUGASPENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI (PPABP) a. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. Nilai pagu pengadaan sampaidengan RplOOjuta b.d.O90.d.450.000 Rp670. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. RpSO0juta d.000 Per Paket OP OP OP Rp460.130.d. Rp75 miliar k.d. Rpl miliar e. Rp25Ojuta c. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1 . Rpl triliun p.000 Rp980.000 Rp570.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50O miliar s.000 Rp1.000 Rp2.00O Rp860. Rp2./ .d. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Rp75 miliar k.5 miliar s. PEJABAT PENGADAANBARANG/JASA 2. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl0Ojuta s.d.5 miliar f.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Rp100 miliar l.0OO Rpl. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp810. Rpl0ojuta b.490.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s. RpS miliar g.350. RpS0 miliar j.580. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp5O0 miliar s.000 Rp4.00O Rp760.560. Rpl0ojuta b.000 Rp500.

k. Rp10 miliar h. c.oO0 000 Rp72O. Rp10 miliar j.d RpSO Nflai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s.000 Rp4. Rp250 miliar Rp25O miliar s.600.d.d.d. Rp750 miliar o.260.d.000 Rp1.d. RpS miliar i.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s.O00 .d.000 Rp1.000 Rp2.510.210.090.0O0 Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rp450. Rpl00 juta Nilaipagu pengadaan jasalainnya s. l. Rpl .370.820.060. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5O0juta s. Rp250 juta c.100.4. Rp75 miliar m. Rp2.d.000 Rp2.370. Rp10 miliar Rp10 miliar s. m.000 Rp3. p. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 rniliar s. Rp50 miliar j.000 Rp2. Rp75 miliar k.d. Nilaipagupengadaanjasakonsultansi/jasalainnyadiatas Rp2. b.000 Rp62O.OO0 Rp1.450. Rp2.0O0 Rp60O.000 Rp1.450.d.010.d.5 miliar f.960. h. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rpl0 miliar s.000 Rp420. I.5 miliar Rp2.000 Rp5.5miliars. Rpl miliar g.0O0 Rp77O.d.91O. o.560. 000 Rp91O.d Rp250 miliar o. RplOO miliar Rp10O miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 miliar s.d.000 Rp2. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2.d.d. Rp25 miliar i. RpSOmiliar l. Rp5 miliar g. n.d Rp750 miliar q.OO0 Rp9lO.640. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s.5 miliar h. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s.520. RpS miliar Rp5 miliar s.d./ . RplOO miliar n.990. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s. j. Rp500 miliar n.'A3AT/PAITITIA 3. Rp25 miliar k. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s.5 miliar s.000 Rpl.d Rp50O miliar p. 3 HOITORARII'M PE. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas RpSOmiliar s.000 Rp1. PANITIA PENGADAANJASA (NON KONSTRUKSI) juta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s.5 miliar s. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun a. i. Rp750 miliar Rp750 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 juta d.d.d.OO0 Rp2.d. Rpl miliar e. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp100 juta s.d.000 Rp520. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s. PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN/ PENGADAANBARANG/JASA a.000 Rp3.d.O4O.000 PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN/PENGADAANBAMNG/JASA 3. Rp250 iuta e.d.000 Rp2.d.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK ilo URAIA. Rp50Omiliar Rp50O miliar s.d.d.270. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp750 miliar s.230.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s. Rp250 miliar m.880.000 Rp450. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s.d.000 Rp3.d. g. Nilai pagu peke{aanlpengadaan di atas Rp250 juta s.0O0 Rp48O.200.000 Rp2. Rp100 juta b. d.OO0 Rp1. f. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp750 miliar s. Rp25 miliar Rp25 miliar s.d.0O0 Rp3.000 Rp3.d.000 Rpl.000 Rp45O. Rpl triliun Rpl triliun SATUI\IT (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP BIAYA TA 2013 t1t e.520. Rp100 miliar l.d. Nilai pagu peke{aan/pengadaan di atas RpS miliar s.OO0 Rp4.000 Rpl.OO0 Rp1.d Rpl triliun r. Rp75 miliar Rp75 miliar s.000 Rp2.d.750. Rp50 miliar Rp50 miliar s.IT Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLaipagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di QI Rpl miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpsoojuta s.000 2. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rps miliar s.000 R p l .d. PEIVTRIMA IIASIL PEIITRJAAN OB OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP oP' OP Rp33O. Nilai pagu pekeq'aan/pengadaan di atas Rp50 miliar s.d.650. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s.840.000 Rp2.890. Rp500 juta f.d.000 Rps. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun Rp330.140. Rp2. Rploojuta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s.000 Rp2. atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas (41 Rp1.OOO Rp1.250.d.630.d.230.2. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s.

Rpl00juta b. Rpl0 miliar h.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 IIOUORARIUM PENGPLOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.370.000 Rpl. Rpl rniliar e.000 Rpl. RplOOjuta b.5 miliar s.380. RpZS miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Rp2. Rp5O0 miliar n. Rpl miliar e.5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Rp5 miliar g. Rp2. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.56O. Rp250 miliar m.d.d. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.d.d.000 Rp66O. Rp750 miliar o.000 Rp540.0o0 Rp1.d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 4. Nilai pagu dana di atas Rp5O0juta s. Nilai pagu dana di atas Rp50ojuta s.490.d.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp25O miliar s.OOO Rp1. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.0o0 Rp7OO.72O. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Ketua/Wakil Ketua e.0O0 Rp370.000 Rp3.d. RpS00 juta d.000 Rp2.880.00O Rp400.820.d. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d.d. Rp50 miliar j.d. Rpl triliun p.000 Rp2. Rp5O0 miliar n.000 Rpr. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25Ojuta s-d. Nilai pagu dana di atas Rp7S0 miliar Ld.d. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d.2.d.1 10. Rp250 juta c. Rp2S0 miliar m.d.000 Rp89o. Rp10 miliar h.S miliar f.260.d.0O0 Rp2. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d.I. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Pengarah b. RpsoOjuta d. RpZS miliar k. Rp750 miliar o.OOO 'l/ . Rpl0ojuta b. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.O00 Rp3.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260.000 Rpr.d. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rpl triliun p.d. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s.000 Rp500.130. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.000 Rp880. BENDAHARA a.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun {3} OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d.0O0 Rp6l0.540. Nilai pagu dana di atas Rp2.10O. RpS miliar g. Rpl triliun p. Rp500 miliar n.140.d.000 Rp500.280.79O. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.o00 Rp730.9ro.680. Nilai pagu dana di atas Rp2.3.000 Rn35O.000 Rp1. Rpl00 miliar l.d. Rp250juta c.oo0 Rp1.d.d. Rpl miliar e.870.0O0 Rp770.000 Rp1.d.450.000 Rp1.d. Rp2.d.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.260.5 miliar s.820.000 Rp600.000 Rp570.d. Nilai pagu dana di atas Rp100juta s.000 Rp3. Rp25 miliar i.d.000 yangditetapkanatas OB OB OB OB OB Rp7O0.170.000 Rp3.d. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp10O miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Rp2sojuta c.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Anssota/Petusas OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. PenanggungJawab c.950.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s. Nilai pagu dana di atas Rp2.d.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK lto URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 (4) IU 4 HONORARIUM PEI{CELOLA 4. Rp50 miliar j. Rp500 juta d.000 Rp420.000 Rp3.62O.d. Nilaipagudana s.000 4.760.000 Rp1.070. RplO miliar h.00O Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.O00 Rp4. RpS miliar g.d. Koordinator d.000 RpS10.1 unitAkuntansiringkatKementerianNegara/tembaga(uApA/Barang) Dasar Keputusan Menteri a.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. PNBP (21 ATASAN LANGSUNG BENDAHARA a.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.500.260.000 Rp940.030. Nilaipagudana s.000 Rp3lO.d.d. Rp50 miliar j. Rp75 miliar k. Nilaipagudana s.5 miliar f.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.000 Rp2. RpZSOmiliar o. ANGGOTA a.000 Rp2.000 Rp430.

Ketua/Wakil Ketua d. DAN 'RAI''BAKTT IO. PElfcEMuDI.000 . Koordinator c. OB OB OB OB OB OB Rp2. Wakil Ketua e.000.O0O Ho![oRARruM SATPAM. Pengarah b.1 Honorarium Kelebihan Jam penelitian/perekayasaan a. Pelabat Eselon ItI ke bawah/yang disetarakan Moderator SEJENIS BMN 5.2 10.1 PenanggungJawab 9. PenanggungJawab b. Pembantu peneliti/perekayasa b. PenanggungJawab b. PenanggungJawab b.GD/ KEGIATAN 8. Pengolah Data e. Pembantu Lapangan NARASUMBER SETIIIN/IR/ RAKOR/ SOSIALISASI/ DISEMINASI/ I.4 Anggota PEIfYULUH I{ON PEGAWAI ITEGERI SLTA Sarjana Muda Sarjana Master (S2) KEBER.I 10.90o. Koordinator c. Koordinator c.4 Rpr.5OO.3 10.THAN. Peneliti/Perekayasa Utama b. Pejabat Eselon ll/yang disetarakan d.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAp a.2 OJ OJ OJ OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Responden OH 8.1 6.3 Sekretaris 9. Sekretariat peneliti/perekayasaan d.1 Narasumber/pembahas : a' Menteri/pejabat setingkat Menteri/pejabat Negara Lainnva/yang disetarakan b.2 KetualWakil ketua 9. PenanggungJawab c.2 OB OB OB OB OB OB OB OB 7. Koordinator/Ketua d.2 OJ OJ OJ OJ OJ IIOIIORARIT'M PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN 9. Ketua/Wakil Ketua d.l Yang Ditetapkan Oleh presiden a. Petugas Survey f. Ketua/Wakil Ketua d. Anggota/Petugas 5'4 Unit Akuntansi ringkat Satuan Keq'a (uAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar sI( Eselon II atau unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran/Barar! wuy"t atau Koordinator Unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran WiL].2 Tingkat Pengguna Barang Tingkat Kuasa pengguna Barang PTNELITIAN/PEREKAYASAAN 7. Anggota/petugas 5'3 unit Akuntansi Tingkat wilayah (uAPPA/Barang-wlyang ditetapkan atas Dasar sK Eselon I a. ptrucAs ll.1 Satpam dan pengemudi I l'2 Petugas Kebersihan dan pramubakti ROIIANIWAN TIM PILAKSAITA KEGIATAN l3. Koordinator peneliti/ perekayasa c.al a. Peneliti/perekayasa Muda d. Peneliti/perekayasa Madya c. Peneliti/Perekayasa pertama Honorarium penunjang penelitian/perekayasaan a. Anggota/Petugas PEI{GURUS/PENYIMPAN 6. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c. Sekretaris f.0o0 Rp2.

Rp200 miliar e.000 Rp400.0OO Rp750. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.3 Yang Ditetapkm Oleh Pejabat Eselon I a.000 Rp460.5 Web Developer 17. Wakil Ketua e.1 ATASAN LANGSUNG PEMECANG KAS/KPA a.000 t 7 IIOITORAnIUM TIM PEITGELOLA WEBSITD 17.d.d Rp25 miliar b.00o Rp850.4 Desain Gralis & Fotografer 15.o00 Rp450.5 Sekretariat 15.000 Rp250.d.d.0O0 Rp100.000 Rp500.000 Rp1.6 PenanggungJawab Redaktur Penyunting/Editor Desain Gra{is & Fotografer Sekretariat Pembuat artikel Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp400.0o0.000 Rp450.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a.000 Rpr80. Pengarah b. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.000 Rp7s0. Rp350. Pengarah b. Anggota (3) OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB (41 Rp1. Ketua d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp350. Wakil Ketua e.3 16. Wakil Ketua e.0oo Rp300.000 Rp7OO.O00 Rp4O0.0OO HONORARIIIM PEI{ANGGI'NG} JAWAB PENGELOLA KEUAI{GAIT PADA SATKDR YANG MEIYGELOL^6 AELAITJA PEGAWAI 18. Nilai pasu dana di atas Ro2O0 miliar OB OB OB OB OB OB OB OB OB oB.IUTJURNAL 15.1 16.000 Rp3Oo.000 Rp50o. Rp200 miliar e. Nilai pagu dana di atas RpSOmiliar s.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a.7 Penerjemah l8 OB OB OB OB OB Halaman 1500 karakter Rp500.6 Pembuat artikel t6 IIONORARIT'M TIM PEIWI'SI'NAN BT'LETII/MAJALAII 16.000 Rp1.00O t4 ITONORARIT'M SEKRSTARIAT TIM PELAKSANA KTGIATAIT 14.OO0 Rp400.000 Rp690. Ketua d.000 Rp100.OO0 Rp100.1 PenanggungJawab 17.00O Rp650.6 Pembuat Artikel 17.d.3 Penyunting/Editor 15. Rp50 miliar c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NO URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 tll (21 13.2 Redaktur 15. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18. Sekretaris f.0OO Rp750.000 Rp250.O0O Rp490.0OO Rp22O.000 Rp600. Anggota 13.d.1 PenanggungJawab 15.2 16. Ketua d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 Rp810. Nilai pagu dana s.OO0 Rpl5O.000 Rp15O.00O 1Ii / .000 Rp300.000 Rp580. RplOO miliar d.000 Rp500.000 Rp330. Pengarah b.000 l5 IIOITORARII'M TIM PEITYUSI'N.000 Rp4rO.5 16.000 Rp250. Anggoia 13. PenanggungJawab c.1 Ketua/Wakil ketua 14.2 Yang Ditetapkan oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a.000 Rp300.000 Rp100.000 Rp350. PenanggungJawab c. Nilai pagu dana s.000 Rp180.4 16. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.3 Editor 77.00O Rp300.d. Rp10Omiliar d.000 Ro570.d Rp25 miliar b.2 Redaktur 17. Sekretaris f.4 WebAdmin I7. Sekretaris f. PenanggungJawab c.500.2 Anggota OB OB Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp250.2s0. Rp50 miliar c.

d.0o0 Rp27O.000 Rp15.3 Ketua/Wakil Ketua 19.7 Koordinator | 19.OOO c.5 Tim Asistensi | 20.7 Koordinator | 20.000j Rpsso.d.2 Honoraium penyelenggara Ujian | a.2 Narasumber Kelas B | 21.000 Rp60O. pendidikan Dasar I Penyusunan/pembuatan bahan Ujian | 1l .r Pengarah Rp250.8 Ketua Bidang | | 19.O0O Rp25O. pendidikan Tinggi I tt Diploma Uillfit/N dan Strata I (St) I pemeriksaan hasil Ujian | "t I Ut pengujiTugas AkhirlSkripsi I Zl Strata 2 (S2) I 4 Pemeriksaan hasil Ujian | Ot penguji Tesis I I I zo.d.MENTEBI KEUANGAN REPUBLTK INDONESTA NO flt URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (3) a .3 Narasumber Kelas C | I 22 D/rN HONORARTUM pEtryELEl\rccARA UJrAr{ lVAr{Asr | 22.000 Nrrskah/Pelqiaran OH ] Rplso.3 Ketua/Wakil Ketua | 20.l Pengarah t9.0OO I il i::::.8 Ketua BidanS | 20.:::l-ll':mbuatan bahan ujian I Nrtskah/Pela.4 Ketua Detegasi | 19.000 Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari )iswa/Mata Ujian iiswa/Mata Ujian RpS.4 Ketua Delegasi | 20. pendidikan Menengah I pemeriksaan hasil Ujian I c.o00l RpssO.qIoNAL/MITLTILATERALI I l9. SOM Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari.oO0 RpSO0 Rp4 Rp450.5 fim Asistensi | 19.0o0 Rp340.OO0 I at strata3 (s3) I Of penguji Disertasi I 22.O00 Rp470.10 l2o.0001 Rp4OO. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar s.000 Rp24O.5O0 Mahasiswa/ Mata Ujian trang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian urangl Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian o rang/Mahasiswa Rpl0. RpSOmiliar miliar OB OB OB OB OB TIUM SIDANC/KOT{FERTNSI I I | I I I I | | | | | | llD&ArDe/IC.9 Selcetaris | Anggotapaniria 120.0O0 Rpl9O.12 21 BIAYA NARASUMBER KEiEIATAN DI LUAR NEGERI ISATUAN 2l.d Rp25 miliar b.KTM.OPISEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN I 20.O00 Rpsso.l pengawas Ujian | b.OO0 Rp150. Rp400. Nilai pagu dana s.2 PenanegungJawab I 20.000 Rp41O.0OO Rp7. pendidikan Menengah I ul pemeriksaan hasit Ujian Rp2O.9 Sekretaris panitia | tS.6 AnCCotaDelegasi RI | 20.l7 Liasion Officer (LOl Stafpendukung 120.O0ol Rps00. Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari BERSKALA INTERflASIONAL Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari RpS50. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.OOO Rp65O.l 1 Liasion offcer lt ol | 19.l Narasumber Kelas A | 21.OO0 Rp400 tl I 20 IHONORARIUM WORKST. Nilai pagu dana di htas Rpl00 miliar s.O00 Rp27O.12 Stafpendukung | INTDRIYASIOIVAL . Rp200 miliar e . RptOO miliar d .1 Vakasi a. Nilai pagu dana di atas Rp25 (41 Rp2OO. pendidikan Dasar I pemeriksaan hasil Uiian I b.iaran OH ry .tO Anggota l9.2 penanggungJawab | | 19.6 Anggota Detegasi Rt | 19.OOO Rp350.

Golongan III c.O0O Rpl7. Golongan I dan II b.000 Rp30O. Golongan IV 2 5 SATUAT| BIAYA UANG SAKI' RAPAT DI DAIAM KAI{TOR DAII UAI'TC MAKAI| LEMBUR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK RplO.000 Rp25.000 Rp27.I UANG LEMBUR a. Golongan III d.1 Golongan I dan II 23.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- NO URAIAIT I2l c.0OO Rp260.O00 Rp20. Golongm I b. / .O00 Rpr3.000 Rp29.000 Rp27.OO0 Rp280.000 Rp300. PendidikanTinggi 1) Diploma I/IIIIII/Man Strata I (Sr) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (S2) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian SATUAIT (3) BIAYA TA 2013 t1l (41 Naskah/Mata Kuliah Rp2sO.OO0 Rp290.2 Golongan III 23.3 Golongan IV 24 SATUAIT BIAYA UANG LEMBI'n' 24.2 UANG MAKAN LEMBUR a.O0O 41.OO0 OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH 23 SaTUAN BIAYA UAJIG MAKAII PEGAWAI IIEGERI SIPE (PNSI 23. Golongan II c.000 Rp29.000 OH OH OH Rp25.000 Rp250. Golongan IV 24.

I. KALIMANTAN BARAT 2l (ALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 22.OOO 23. NUSA TENGGARATIMUR 440.000 420.000 360.000 360. ]UMATERA UTARA tIAU KEPULAUAN RIAU ]AMBI ]UMATERA BARAT ]UMATERA SELATAN . SULAWESI TENGAH 29.ooo 410.O00 20.O00 2. ).I.000 370. P A P U A 33.000 370.000 360. 6. {USA TENGGARA BARAT 19.OOO 9t_ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 369:999 380. IAWA TENGAH 1 5 .K. 3ANGKA BELITUNG 11. JAWA BARAT 1 3 . KALIMANTAN TIMUR 24.AMPUNG 3ENGKULU 360.000 430.000 380. 3.000 530. 3 A L I 1 8 .000 370.000 370.IALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAIY BIAYA TA 2013 (1) I (2) q. JAKARTA t4.000 370. PAPUA BARAT 360. 8. 9.000 430.000 480. JAWA TIMUR t7.000 370. iORONTALO 26. ]ULAWESI SELATAN 24.000 370. \4ALUKU 3 1 . MALUKU UTARA 32.O00 370.000 360. ]ULAWESI BARAT 27. 7. YOGYAKARTA 1 6 .O00 370.CEH (3) OH OH OH OH OH OH (4) 360. 4. SULAWESI TENGGARA 30. 3ANTEN 12. ).KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -9 - 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PER.000 420.000 370.OOO . JULAWESI UTARA 25. 370:999 430.OOO 1 0 . 5./ .000 580.OOO 480.O00 370.

000 r00.000 10. ? 30.000 15.000 1 1 0 .000 10.000 8s. MALUKU 3 1 .000 r 15. 3ANTEN ! 2 .000 150.000 95.O00 (61 85.000 .000 rg5. PROVINSI 1 T (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPUI.nArv-rpNcCA2 2 .000 ios.000 110.LDAYftIALFDAY DI DALAM KOTA rupiah) No. JUI.6.ooo 10.OOO Cs.000 140. NUSA TENGGARA TIMUR 20. rnirrvrnr.oiiri 95.000 85. SULAWESI TENGAH 120.--z L .000 170.ooo 30. KALIMANTAN BARAT ._ ]ULAWESI BARAT 27. KALIMANTAN SELATAN 23. SUMATERA SELATAN 8..- 85. JAKARTA t4.obo 95.160.000 95.000 85..000 95.000 130. NUSA TENGGAM BAMT 1 9 .000 35.000 .000 150.UANRIAU JAMBI UAT{G HARIAN SATUAN FUUAOARD DI LUAR KOTA +l {3) OH OH OH OH OH -oH OH OH -oiiOH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH -orOH OH OH 120.0d0 15.000 140.000 tooobo r00.000 ob.K.SUMATEM BARAT 7 .ooo roti.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK SATUAN BIAYA SAKU PAKET UANG IIARIAN PAI{ET FULLBOARD SERTA TULLBOARD DI LUAR KOTA.000 95.o00 20. D. ]ANGI(A BELITUNG 1t.-PAPUA BARAT ^/ .000 95.000 110.000 120.000 2.AWESISELATAN 28. B A L I 1 6 .o00 zs.s0.000 110.000 reo.000 30.000 50.000 150.000 9s.000 bo.O00 95.000 io.000 1 1 0 .000 110. iORONTALO _26. KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA 25. D.ooo 85.000 9s.O00 sb. BENGKULU 1 0 . JAWA TENGAH 1 5 .-ooo 30. J.OO0 3c.000 105..000 115.000 -*- tos.000 oo.A. DAN UANG WI.000 25.ooo s.000 r05. P A P U A - _?e_ lv!4yPqr 20.000 130.ooo95. YOGYAKARTA 1 6 .000 200.OOO 110.000 140.000 50.ooo 100.OOO 130. I-AMPUNG 9 .000 110.ooo r 10.boo 120.000 125.ooo 130.000 30.O00 106. 6. 0 0 0 -"--110.OOO ioo. 0 0 0 --115. JAWA TIMUR 17.000 95.oob 100.000 25.I.000 4.obo .000 30.o00 UANG SAKU FULLBOARD EULLDAY/ DI DALAIII HALTDAY DI KOTA DALAII KOTA (51 100.ooo 30. \4ALUKU UTARA 32.000 180. -'iq.000 130.000 30.000 10. IAWA BARAT 1 3 .000 95.000 - r40.o00 30.000 160.I..

8r9.g-0-9.r4_!q5v_ul4-RA _32 PAPUA 33 PAF-u.1q9.77o.q9q | 1.qqql____9_4!.Jl_O:qgg | l.000 | oH-.OO0 4 -qnn non 1.oqq.gg1.3Co.s?10_0q .ooo OH 750..000. l-.030.Qgq_.3e9:0gq -Zsa.ooo _ 720.oso.400.OOO I (6) (71 2 3 5 RIAU JAMBI l--?!*-oH BARAT --oH- 6 _Lq9q.ooo -_9-t1_ _1.-3.9?9. -.ibts.ooo OH OH -oHt 4nn nnn OH -oC* __q.500.O00 czg.000 | g._qgQ.ooo __3.o r i ."ooo ..?4q0-0p_ _ .99-0.!g _ _______q4q.000 l -OH -oii .___ _95.000 I OH __4.920. .___49_q.ooo 400. _l:229_:g0g_ _.000 I -ess0eql-_zqq.__ | _-"oq.ooo .350.000 lt-- l- _q -:-_ l3 14 LAMPUNG 9_ BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG t'AN'I'EN JAWA BARAT UAWA T I'NIiATI _ls_D.__-2--8_g:O._0:gg0 _ .150.oog. I 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU _x1_ \.q99 l-.72o. qqg.000 1.qqo 4t2.SI TENGAH _9.0_0q __1.. .q2.0-.--sgb.000 .gg_o 3se.0.:1_1260.o00 __3. .030.-BARAf-= l-.qqq_ l---s3b"ood .0J0 _1..240.-_l.-ooo 800.qgc oH' -.srgri.q-qo.q_ _?LKALIMANTAN TENGAH 3?. 830.-_1. I J2o.boo.-i.o_qg _1.g.ooo 460.qoq .000l- I _qel.-47!.000 | 3zq. _ -.oqq_ 371.og.o OH .9q!.oog .0OO 7?o.g_09 _ lr4s-?.0-q9 .QQ( 380.oqo__ _ _ 7sQ.-0-Qq I r._.0!g __L11s-qqg I _ r.000 900.q_0_q0_9._o_oq ..q_q-q 1.8lp_. .gqq iao-ooo I rc0.079.ooo i .ooo . 6 _ Z 9 1 0 0_ .qqq.1g:0_0_g 400.lqo-qQg p.000 3go. 4.o_o:qgo ".000| 4.QF_o.9q0.!'89:q00 I * zao.OOO .Lq._. _-Lqqp.ooc .Q9q iio.-__1.000 -.. .poo * .._-q.ooo .1.qq:o_o_o_ .000 -._-.9?p. __ -_-23 IKALIMANTAN TIMUR lsulAwEsr UrARA _?!_ 25 GORONTALo 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK BIAYA PENGINAPAN PERTIAL/INAN DINAS DALAM ITEGIERI ru TARIF HOTEL lIO.000 1.99.420.ggQ.?.000 __. -_ ._-?.o00 H 600.q-qq._!-?qq.90 I tisol.IKALTMANTAN _SELATAN ...-e?o.o-qo_ _ 25q.gqq__ _z9gp_o_0" -_.g_qq r.-4gq. .LoJq.1?q.716.00q L-q12..ooi_._0_q0 _*.4q0_1q0!1:l.?1o__og_g_ r._0_0( _ q9.768.io ____ 41o.-_1go_=o_gq _-_9!9:o-o*q OH 4.0q.o_g! __!z_s.?.o00 600.ggq 720.obo OH -oH--_1:5l-q:-009_ .Q-00 1. -_qfl...qq_o..+oo.?-6qgg_q.q00_ _ ___.lsooob OH --itH .qqq -__-.-.qQg_ 1:11910_00 I _ _ o H . PROVINSI SATUAN PA'ABAT NEGARA PF^'ABAT ESELON I/II (5) | 3()R PEJABAT ESELOIV IIt/coLoNGAlf -rv I PF^'ABAT ESELOIY IVlcol.qgq I -_-oH OH 4.ooi 510.q99 1. [-lbTooit .ono _ g l-__1.Qao.qoo l$o0:g0q| _ .__ _*_J1_u:.q 360..q00.o.0qgjq0_0.6*SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN SULAW!.OOO . l 8 NUSA TENGGARA RAR 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2.u-!lg ___. .rsz._.gg! _ l.030.--9-q9.oooI ___3.000| 336.-00_0_ -o-H66r.000.ooo .-_i!q.0.qgg l--4o8bbo -l}s.__?j1l0_. .90q.oNcaN UI GOLONGAIT rlrr (8) (21 {CEH SUMATERA UTARA (3) OH OH (4) 4. YOGYAKARTA 16_ _ 1 7._ ..-1.Qg(__3110.Q99 _.o00 I ._ ?...ooc l.qqg ___?99'q0_q 91o.820.000 -_ _ ___45q. __!.9g2:90_0 -___Fsq..000 .iz+.__l.000 _ .o-qg e!0.260.pge l'_--. ---1..-o.Q99.qqg. l:g_.470.sgo.q2g.goq 1.000 _..000 I 6_qq.9_0_0_ 45O.0_0_q .oq0 _ ___ -qqq.-ogq .q-o_qI OH __q-09!.I.. ---t5-o.. 580.___ .4go:gqo --+io.oqo -_i1q. _.?-5_0-.

313 286 Ker4jaan Ingsris EROPA SELATAN ___.L. Federasi Jerman-1 8 Belanda 1 9 Swiss EROPA UTARA Denmark Pi"i. A (iIJL. !21 318 282 382 282 272 322 28'1 ___. 318 ?n< 282 28r 27r ?17 414 307 _ _?61 272 _lq_Perancis I 7 Rep. () GOL.___!59587 _ 439 534 420 ?1?__ __ _ ___q. D AMDRIKA UTARA I . _ !91_ 287 27t 321 _20 2L 22 23 24 _172 453 517 409 465 354 288 432 ?7s _ _____.O7 2s2 242 241 429 4n6.Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile r) 527 447 473 404 417 368 _" 91q _ 307 o 4 395 464 5 Columbia Peru _ _8_ 9 Suriname 1 0 Ekuador AMERIKA TENGAH 1 1 Mexico L2 Kuba 1 3 Panama EROPA BARAT Austria 1 5 Belgia 436 415 386 383 398 277 323 347 316 242 287 24r 286 241 222 t21 29r 270 240 237 281 277 295 273 221 9.11 431 ------33 352 286 25 Bqsnia Herzegovina 26 27 runanl --_--_-_-'i6 483 457 444 29 rur LLtHal +22 s20 473 379 472 334 353 287 242 372 24r 371 3 1 Serbia _t?s 401 __ ?8? 361 ?12 313 ______._____iff._21r_.l' GOLONGAN (i(./ .nal" Norwegia DWCLlla 504 466 5t2 453 419 4+3 463 464 4LL 416 509 _ .24_L 277 .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -12- 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAII DINAS LUAR NEGERI da-lam US$ NO NEGARA GOL.

Arab Emirat rlr _99_ 67 Saudi Adbi". -293 267 276 257 270 323 365 224 t97 .5 ASIA BARAT 56 \zerbaiia 58 59 lral< nrrlanio 498 397 365 406 459 283 254 ---__-.__.-?-186 _ ._____196_ 2to 188 302 .? 334 296 257 276 244 __ __i._ -q99_ _=___30q 197 277 39 Ilzra _-. 4 GOLONGAIT B GOL. _q_0* 300 247 25I 135 ._ _sq6 +29 425 277 __l.^ 44 I\f a r{ 45 L d t z a u l L i 46 Zimbabwe 47 rvrvzquut\.esultanan Omq4 357 386 358 365 459 _ 353 391 359 _ _2Qq . -257207 275 364 20t 196 186 2 2 ? ___=--zqg_ __ ____2_qq 196 6 n K. -202 287 212 192 161 201 5 1 Mesir 52 53 Tunisia 54 Sudan OD Libya -.0*6297 290 328 AFRIKA BARAT 40 Niseria 4 l 9srlgRal AFRII(A TIMUR Ethiopia 43 Kenva t.// .. D 426 421 407 416 . A (i()L. _ 3q1 361 381 _ 512 387 382 293 _ _.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam US$ NO NEGARA GOL.. C E 33 34 35 36 *33_ Rusia 38 Slovakia EROPA TIMUR Bulsaria wzecn Hongaria Polandia Rumania (s 367 390 320 331 3i3 31 c?c GOL.t-97 215 301 l06 2tL 276 254 r97 207 185 / / ._____9_1._ -___1_82 ___ 216 212 2t5 211 AFRII(A SELATAN- 48 Namibia 1? AFRIKA UTARA y)*gl].UWart --- 6 1 rJrDanon 62 Qatar _63 64 T\rrki 65 Pst._ 342 368 _ -_ _**L9? 342 308 308 273 251 247 282 254 2R6 190 191 186 _ !81_ 2ro 189 184 16.|u5 361 313 276 292 206 291 201 -_.__1_q_ -.qq_ 206 t82 19? r67 196 141 285 319 _ ?7.2 244 263 _ _?q3-.

D (6) (3) 378 472 519 421 395 (4) (5) 238 320 303 326 238 207 287 262 297 207 206 286 261 296 206 . 211 201 L96 t96 t96 196 t96 796 2rI 197 202 204 197 r97 229 272 222 276 237 22I 92 93 94 95 96 Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nueini Fiii 439 392 425 385 363 403 246 387 s53 329 27t 221 224 L92 t79 / . E Gc|l. (J (21 ASIA TIMUR 69 Rep.66 241 181 166 181 392 456 352 420 287 334 222 224 212 254 333 82 Philipina 83 84 85 86 87 88 89 Singapura Malaysia fhailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam 90 Kamboia 9 L limor Leste ASIA PASIFIK 4L2 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 221 221.tJ 385 Bangladesh 76 India 339 352 343 348 351 226 L96 263 77 Pakistan 78 Srilanka 79 ran ASIA TENGAH 80 Uzbekistan 8 1 Kazakhstan ASIA TENGGARA 203 20L 260 173 t67 242 182 t67 202 172 1.. A GOLONGAN GOL.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4(dalam US$) NO NEGARA GOL.Rakyat Cina 70 Hongkong 7 l Iepqag 72 Korea Selatan 73 Korea Utara ASIA SELATAN 74 Mganistan GOL.

720 4.660 7.060 1.610 6.670 3.080 3.330 3.800 t.830 850 3.990 10.330 3.600 2.240 Eksekutif (8) Abu Dhabi A.MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA -15- 30 SATUAN BIAYA TrKET PER.r20 5.240 .220 1.sLO 9.010 1.700 4.110 5.O80 LO.220 7.'ALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGpRT IONE WAYI dalam NO.430 (s) 2.860 2.810 4.450 3.440 11.880 t.510 3.750 5.200 4.900 1.060 3.790 3.220 880 2.060 3.320 t6.490 1.980 1.020 5.490 5.550 5.820 ftl 4.O50 1.310 3.L60 3.60 6.620 9.a20 680 r.220 4./ .610 1.480 3.650 t.600 1.890 1.000 3.400 5.340 9.920 r.140 6.690 5.800 1.890 3.960 4.270 10.350 4.370 2.0.s.500 6.200 3.410 7.520 1.830 4.490 3.530 3.260 t.770 5.130 6.980 4.040 5.800 t 2 Baghdad 1 3 Baku T4 Bangkok 1 5 Beijing L 6 Beirut 1 7 Beograd 1 8 Berlin 1 9 Bern 20 Bogota 2l Brasilia 22 Bratislava 23 Brussel 24 Bucharest 2 5 Budapest 26 Buenos Aires 27 Oairo 28 Canberra 29 Cape Town 30 3aracas 3 1 Chicago 32 Colombo 2.660 4.204 4.010 3.400 1.010 2.150 1.730 3.330 12.050 4.S Begawan - 890 1.160 2.390 12.360 5.420 5.730 2.890 3.770 2.470 9.L70 s8o .220 3.600 2.810 t.330 550 630 890 3.OOO 8.860 t.I30 3.220 8.150 7.330 7.990 3.780 4.530 7.240 9_.670 2.040 6.470 r.900 3.640 7.200 4.4{o 1.370 1.590 5.770 6.370 10.220 3.520 6.240 2.690 7.760 5.buia Addis Ababa Alger Amman 2.960 1.310 4.430 6 7 8 9 10 11 Amsterdam Ankara Antananarivo Astana Athena B.7tO 2.150 3.890 3.020 5.810 3.560 3.520 4.800 1.520 4.570 4.o20 4.310 3.490 1.660 3.160 6.999 2. Ekonomi PERUIAKILAN Eksekutif AI PERUIAKILAN .910 3.770 2.010 7.5i0 t.180 4.500 9.270 4.JAKARTA Ekonomi {6) Bislis Bisnis (3) 1.780 7.O10 3.720 2.920 10.900 730 1.860 2.100 2.300 8.440 5.450 2.500 13.91O 7.L30 4.680 1.910 11.680 3.so0 1.5rO 2.500 5.550 5.000 5.400 920 2.810 6.400 3. (1) I 2 3 4 D PERWAKILAN QI JAI(ARTA.460 5.840 7.820 8.600 1.

240 3.100 2.500 5.730 1.720 13.oso a.920 6.460 3.820 990 L.610 4.660 3.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK lq4ralu vuv NO. 510 720 610 1.390 2.870 560 360 63 64 65 66 67 68 69 Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles s30 2.820 1.990 2.160 1.950 _ _ _ 7 .590 t.630 8.600 3.680 4.L20 8.240 5.280 3.010 7.410 52 53 Islamabad 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jeddah Jenewa Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston 7.560 3.390 1.7lo 4.180 7.640 2.420 3.920 8.130 3.630 2.860 2.940 2.440 9.980 .450 1.800 2.700 7.700 6.050 5.o29__ 1?e_9 2.450 450 2.300 5.390 2.400 3.r20 7.620 Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen 2.600 4.030 2.600 6.260 860 1.630 640 3.430 4.890 4.980 1. 1 9 0 2.170 7.470 2.560 6.100 3.270 3.170 7.210 4iio 3.800 2.600 3.490 1.370 810 2.t20 4.150 1.190 1.r80 1.630 5.950 2.050 880 sso eio 580 340 1.100 8.050 7.420 2.930 750 1.soo 3.360 r.500 2.ar9 7.430 10.2rO 920 2.060 3.340 2.030 3.660 3.660 1.9-99 * 840 i.1.560 1 .100 5.040 3.900 4.O70 1.JAKARTA Ekonomi (6) Blsnis ffl Eksekutif (8) 10.530 (41 7.570 2.100 r.O20 4.520 3.350 1.500 3.320 7.O00 3.430 4.740 2.tLO 1./ .060 2.150 1.100 2.500 1.230 Dili Doha 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Dubai Frankfurt Guangzhou Hamburg Hanoi Harare Havana 3.620 8.140 3..+70 2.190 2.270 6.490 4.9r0 370 1.640 2.330 3.530 830 750 750 4.840 3.670 6. 1 PERWAKILAN QI JAI{ARTA.380 2. 11 0 6.790 1.060 1.2rO 3.400 3.400 4.200 3.rso 3.690 2.r70 5.220 9.r7o.I40 3.080 5.570 2.020 790 1.140 2.610 {s) 2r.530 5.190 z.290 1.530 590 980 3.800 5.510 --z.000 5.920 1:.340 5.080 2.730 3.500 1.-1.600 6.0i0 750 _3€99_ 4.100 .930 2.260 37 38 39 40 4l Darwin Davao Citv Den Haag Dhaka 3.890 3.720 1. PERWAKILAN PERUIAKILAN .290 1.650 7.860 2.930 3.690 .930 3.580 1.050 10.290 4.460 2:9ro 660 890 .460 3.oro 2.780 1.180 Ekonomi Bisnis Eksekutif 33 Dakar 34 Damascus 35 36 Dar Es Salaam (3) 5. 0 6 9 ?.220 4.LOO 2.1 .180 r .9-so 7.O40 9.600 r.420 ro.750 3.

880 8.JAKARTA PERWAKILAN Ekonoml (6) Bisnis Eksekutif {8) 8.gtO 12.130 3.620 10.300 5.130 8.040 4.700 4.420 4.920 9.OOO 4.240 __ _5:059 __-7.71O 2.740 11.320 2.900 6..8-oo 8.940 600 3.490 9.470 6.31O 570 2.1.830 4.t20 2.520 6.130 4.480 4.O40 5.290 640 1.7LO 1.420 2.900 1.350 3.540 1.430 1.850 5.L90 3.410 11 .230 Eksekutif (3) (sl 7.890 1.580 6.180 l:^l.750 i.400 4.750 2.290 6. 11 0 t.630 7.950 2.230 LO.050 6.760 3.050 460 520 790 3.120 2.860 3.050 - 2.600 4.890 1.380 3.520 _3.060 6.870 3.600 6.970 5.700 860 t40 1.920 3.480 3.450 3.330 ?'9-99 1.370 2.060 3.260 5.720 4.570 7.360 4.380 6.310 640 1.690 Roma San _10_1 Francisco 1"02 Sana'a 103 Santiago 104 Sarajevo 1 0 s Seoul 106 Singapura ro0 3.630 2.500 10.200 4.280 10.180 2.970 2.O24 7.050 L. 7.500 4.280 530 t.420 2.300 11.930.590 5.970 Quito Rabat Riyadh 4.300 3.020 6.610 5.340 4.890 6.1 0 1 2.4LO 3.670 600 2.t20 1.20 2.7IO 5.390 2.460 4.250 Perth Phnom Penh to.aoo 4. 11 0 t.540 7.690 7.990 5.500 3.O20 3:110 1.890 2.450 1.900 1./ .640 3 .350 3.370 (71 4.230 3.510 J.500 5.O70 1.350 - i.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -17JAI(ARTA.360 L.440 1.660 2.500 2.890 2.990 2.L40 70 7l 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Madrid Manama Manila Maputo 3.860 5.O20 4.440 NO.650 to.970 3.680 2. (1) PERWAKILAN Bisnls {4) 4.330 2.8391.360 1.060 8.r20 4.450 z. PERUIAKILAN Ekonoml QI dalam U .560 1.030 3.130 1.350 3.000 r .980 1.370 Port Moresbv Praha Pretoria Pyongyang 3.620 7.ee9.100 1.440 2.320 4.340 4.640 6.500 4.020 2.280 1.300 3.910 9.610 5.n 2.750 8. 1 9 0 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 g6 97 98 99 Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbav Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama Citv Paramaribo Paris Penang 700 1.060 3.320 L2.O20 5.240 6.610 7.030 950 3.480 2 3_102 730 1.180 9.540 4 .580 7.580 4.260 2.280 5.470 2.030 3.870 2.650 960 3.820 4.340 6.670 8.670 rr.310 730 7ro .300 3.s0o 8.070 8.r 70 3.690 1. 13.070 t.630 880 3.050 920 3.270 650 1.980 2.

570 " 1.400 3.200 1.440 900 1.890 2.250 4.740 3.200 1.930 r .160 12.260 750 3.810 3.700 3.800 4.420 3.100 1.490 Eksekutif PERWAKILAN .510 700 2.520 2.280 t.870 2.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK INDONESIA -18U NO.590 3.370 3.180 2.810 t.100 6.910 7. P9RWAKILAN Ekonomi f3) 1.obo 370 2.580 1.200 5.790 2.200 4.410 2.860 3.960 t.210 (71 4.500 4.620 2.100 2.200 800 4.120 3.2tO t.610 750 1.320 950 6.-6J9: 6.480 2.390 3.670 VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington t26 Wina r 2 7 Windhoek t28 Yangoon L29 Za*reb 2.580 1.800 3.890 6._e-.970 2.JAKARTA Ekonomi (6) Bisnis Eksekutif (8) 7.970 1.700 1.100 6.230 3.190 1.320 4.740 700 1.460 1.690 4.650 3.270 4.500 5.460 3.370 13.440 750 1.100 5.OOO 800 5.900 4.t70 1.610 2.160 4.190 7.340 1.L90 5.410 950 3.550 2.460 1.560 // .930 Bisnis (4) 4.250 1.dCo 1.090 5.230 7.990 6.520 5.480 1.330 3.204 8.280 2.750 950 10.800 4. I L07 108 109 110 111 LL2 113 LL4 115 116 t17 118 119 120 12T 122 t23 t24 t25 PERWAKILAN JAI{ARTA.o70 1.620 910 3.680 1.480 t.410 4.204 6.500 7.000 2.000 4.810 1.9LO 6.4tO 1.200 -"t.380 t.200 1.870 2.320 3.890 2.460 (21 Sofia Songkhla Stockholm (s) 8.840 740 600 2.680 3.690 5.970 5.050 8.370 1.980 .r40 7.380 6.670 Suva Sydney Tashkent lawau Teheran Tokyo Toronto oli 3.700 3.

Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja.KEUANGAN MEN. Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja. termasuk PPABP. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA. Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 1O% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP).00o. 2. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK.00 (seratus iuta rupiah) untuk paket pensadaan iasa . e. d. Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan (ULP| Pengadaan Barangl JasalUnit Layanan a. Honorarium Pejabat Pengadaan BaranglJasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/Kuasa Pengguna Barang/Jasa melaksanakan untuk pemilihan penyedia barang/jasa penunjukan melalui langsung/pengadaan langsung paket pengadaan untuk barangl pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi 8p10o. Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK.000. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang.TERI INDONESIA REPUBLIK _19_ PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. b. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya. menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya bedauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran danfatau beban keda Bendahara Pengeluaran sangat berat. c.

00(lima puluh juta rupiah). Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang. Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP. 5. Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang. Honorarium Panitia Pengadaan Barang lJasaltJnit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. b. pencatatan. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang. Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a. 4.Sllsf.O0O. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan oleh Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk melakukan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak.ts4i'?3ll -24 konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50.O0O. Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. 6. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data. Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan.t\f. Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan kepada BMN diberikan pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tusas rutin selaku rus . 3. b. sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan. Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam I (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing. baik yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi.A'.

8. Pengolah Data. 7 . Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnyal masyarakat. Jumlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengums/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/perekayasa.2 Honorarium Penunjang Penelitian/ Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa. Terhadap pembantu peneliti/perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah melakukan pejabat yang untuk dari berwenang penelitian/perekayasaan. 1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama. Catatan: Honorarium penelitianlperekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas. narasumber dapat . Sekretariat Peneliti/Perekayasaan. 7. Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. Peneliti/Perekayasa Muda.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -21 barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. Peneliti/Perekayasa Madya. Petugas Survey. paling banyak 4 (empat) jam sehari. Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7. Koordinator Peneliti/Perekayasa. Honorarium ketentuan: narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelen ggara. b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyele nggara I masyarakat.

KEUANGAN MENTERI REPUBLIK. Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan. Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan.g diberi tugas kegiatan panitia melaksanakan sebagai untuk seminar/rakor/sosialisasi/diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara I masyarakat. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya. Jumlah panitia maksimal lOo/o 1O. Untuk satpam. 13.INDONESIA -22- diberikan uang narasumber. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja. 11. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan. c) bersifat temporer. pengemudi. Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yarrg berwenang. 9. wal meru s tertentu kePada atau "/ . Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (outpuf)jelas dan terukur. Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. L2. b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya. Honorarium Satpam. harian perjalanan dinas dan honorarium selaku FGD/ Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ Kegiatan Sejenis Honorarium dapat diberikan kepada pegawai negeri yar. Pengemudi. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan Setingkat berdasarkan surat keputusan Presiden/Menteri/Pejabat Menteri/ Pejabat Eselon I/ KPA. (sepuluh persen) dari jumlah peserta.

dan efisien. Unsur sekretariat adalah pembantu rlmum. v/ . Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim PenSrusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara. Honorarium Tim Penyusunan Buletin/MaJalah Honorarium tim pen5rusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menJrusun dan menerbitkan buletin/majalah. Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/ Menteri. 14. Honorarium Tim Pengelola Webslte Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola uebsite. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri f non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. efektif. 16. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik. 18. pelaksana dan yang sejenis. 15. Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang. 17. dan e) dilakukan secara selektif. Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -24- lg Honorarium Sidang/ Konferensi Internasional-KTM. Regional/ Multilate ralf SOM {Bilateral/ SOM internasional-KTM. Honorarium Internasional : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hati setelah kegiatan. Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan. ketua dan wakil ketua iembaga negara. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas. duta besar yang menjabat kepala perwakilan. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: t hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + t hari setelah kegiatan. anggota lembaga negara. 20. Satuan Biaya Narasumber Kegiatan di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI yang untuk kegiatan workshoplseminar/sosialisasi/sarasehan diselenggarakan di luar negeri. sidang/konferensi Honorarium (bilateral/regional/ muliiiateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior offtcial berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang. yang pegawai negeri Narasumber Kelas A non : Narasumber disetarakan dengan menteri. berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang. : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. tidak diberi uang harian Berskala kegiatan Workshop/Seminar/Sosialisasi/Sarasehan berskala Honorarium uorkshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara berskala kegiatan workshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional. perwira tinggi TNI/Polri. pegawai negeri Gol IV/C ke atas. 21. Narasumber Kelas B yang pegawai negeri non : Narasumber disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. v/ . Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Senior OJficiaIMeeting (SOM) Pegawai negeri penyelenggara perjalanan dinas.

c. Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. 25. b. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c. dilenekapi de surat i oleh peiabat ne ditan r/ . Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNSI Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang berdasarkan jumlah hari masuk kerja. 24. Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi. Yakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi Honorarium pen5rusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. dan tinggi. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a. 23.it??Xl"1engan rvlb dan perwira menengah Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d. Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1(satu) kali per hari. 22. Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. menengah. rapat melibatkan eselon I lainnya b. ujian tengah semester. menengah. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang. ujian akhir semester dan ujian akhir.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESTA -25- Narasumber Kelas C pegawai : Narasumber yang non negeri disetarakan dengan pegawai negeri Gol Ill/c . dan tinggi. vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk. vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan.

26. Satuan Biaya Uang Harian Paket Fullboard Saku Paket Fullboard serta FulldaglHalfdag di Luar Kota dan Uang di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor kegiatan paket sebagaimana biaya dimaksud satuan dalam rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota. bagi peserta yang karena untuk faktor tambahan waktu transnortasi memerlukan . dan uang saku.000. Rp.190. 27. Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b. MENTER!KEUANGAN REPUBLIK.000. *rrt"i pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a. Uang saku paket fullboard dan fultdag/halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/ pertemuan paket fullb oard dan fulldag / halfdag di dalam kota. pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara. dan f. Selama melakukan perjalanan dinas. surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja. Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian.00 (dua ratus lima puluh ribu dan rupiah).00 (seratus tiga puluh ribu rupiah). pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250. transpor lokal. Satuan Biaya Uang Harian PerJalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. Rp130.00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah).". menteri serta setingkat menteri). maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat.000. e.INDONESIA -26- setingkat eselon ll/kepala satuan kerja. Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian NegarafLernbaga paling tinggi eselon I.

ketua. transpor lokal. untuk l(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan. b. wakil ketua dan anggota lembaga negara. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya. pegawai negeri sipil golongan lV /c ke atas. Golongan B duta besar. utusan khusus presiden (special enuog) dan pejabat lainnya yang setara. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. 24. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk peraturan perundangberdasarkan undangan dan pejabat eselon I. c. Golongan C d. uang saku. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: a. perwira tinggi TNI/Polri.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -27 - berangkat/pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku. kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaanrlya. . pegawai negeri sipil golongan IIIIc sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. 29. Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negerifnon pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. dan uang pengmapan. pejabat eselon II. pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c. Golongan D Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. duta besar luar biasa berkuasa penuh /kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. Golongan A menteri.

2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai silan sendiri. belum pernah menikah. b. lit "i jalan (one taagl. Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negataf pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Neglri y. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Klasifikasi Firsf diberikan untuk Golongan A.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- egawai Yang melaksanakan perjalanan dinls ke negara Uganda. anak tiri. anak tiri perempuan. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. . 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one wag) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya p"*"*"1 udara perjalanan dinas pindah dan diberikan pembeliar. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM IGUANGAN. Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: Undang-Undang ketentuan yang menurut sah a. anak kandung perempuan. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh iima) tahun.ng digunakan untuk meiaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya. atau d. besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya. isteri/suami Perkawinan. MARTOWARDOIO GIA NIP. anak tiri. atau 3) Klasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D. anak kandung. dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. MENTERI ttd. yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab ia tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri. c. ENTERIAN KEPA AGUSD.W. Satuan biaya tiket termasuk biaya untuk satu kali asuransi. anak kandung.

z r<ayonlr .t Anggota TNI/POLRI Non Organik a.l RayonI .2 Rayon II .000 11.2 I I I I I I | 7.OOO 30. Tahanan AnggotaTNl/Polri .2 Rayon II b.000| 14.o00 32.3 d.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a.OOO I I r3..O00 12.000 27.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (dalam NO (i Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yograkarta JawaTimur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa TenggaraTimur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 7 URAIAN SATUAN (21 (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kdi Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Ituli Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orc.1 Rayon I .OOO 25.000 41..000 17.3 Rayon III e. Anggotayang sakit d.oo0 | 14.1 Rayon I d.000 36.000 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAIIAN MAKANAN 7.000 11.l Rayon I b. Dikma TNI/Polri b.000 | 14.OOO 45.000 36.000 20.OOO I l 14.OO0 13.000 30. Ravon III I I | *1 l"vo"J.00o I 14.000 17. RayonII Drerah Khusus Rayon II c. Rayon I Drerah Khusus Rayon I b. Rayon II c.3 Rayon III b.O00 13.000 25.nglKaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kati Orang/Kali Orang/Kali Orarg/Kali Orang/KaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Kali Orang/Kali BIAYA TA 2013 (4) rs. OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42.000 22.3 I I I .000 11.000 51.O00 14.000 | 11. Rayon III Dterah Khusus Rayon III PasienRumah Sakit a.000 14.000 15.OOO 34..O00 r 1.2 Rayon II d..000 36.OO0 19.000 15.000 | 13.OO0 10.000 32.O00 36.OOO 30. Operasi Pasukan termasuk creut kapeJ laut/terbang a. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c.000 I I I | I I I I I I | | I | 7.000 41.000 16.000 11.000 18..000 l I 11. Rayon I b.3 Rayon III c.000 15.000 13.000 14.000 34.000 10.2 Rayon II Rayon III ".000 11.

000 18.8 Inventaris Kantor Personal Komputer/Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75KYA Genset 10OKVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 59.000 37.5 9. Rayon I b.8 7 . Rayon I b.000 482. Rayon I b.000 32.9 7. Rayon I b. Rayon II c.OOO 6.000 32.4 7.OOO 30.OO0 34.000 36. Rayon I b.859.000 30. Rayon II c.000 25.000 27. Rayon III Kelompok Tenaga Kesehatair Kerja Pelayaran a. Rayon II c. Rayon I b.1 9.OOO 30.000 41. Rayon II c.000 34.059.000 OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.000 s74.000 36. Rayon II c. Rayon I b.12 7.000 30.000 36. Rayon I b. Rayon II c. Rayon III Mahasiswa Militer/Semi Militer a.000 25.6 7. Rayon III OH OH OH OH OH OH OH OH OH 25.16 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a.000 Seruice (VTIS) OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30. Rayon I b.OO0 8.4 9.000 27.OOO 36.OOO 546. Rayon II c.000 30.000 36. Rayon III Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Trafrc Information a. Rayon III Petugas Pabrik GasAga untuk Lampu Suar a.000 36.000 BIAYA KONSI'MSI TAHANAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR 9.15 7.OOO 27.OOO 5.000 20.14 7. Rayon I b. Rayon I b. Rayon II c. Rayon I b. Rayon III Malasiswa/Siswa Sipil a. Rayon III ABK Aktif pada Kapal Negara a.000 36.OO0 36. Rayon I b.7 7 . Rayon III Penjaga Menara Suar (PMS) a.aOO 30. Rayon II c.000 30. Rayon III Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a.13 7.7 9.000 30.ooo 32.000 17.2 9.554.10 7.o00 32.3 9.11 7.000 8. Rayon III ABKCadangar padaKapal Negara a. Rayon III Petugas Pengamatan Laut a.000 32. Rayon II c.000 32. Rayon lll Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a. Rayon II c.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 7.OOO 30. Rayon II c.5 7.6 9.718.000 32.OO0 . Rayon III RescueTeam a. Rayon II c.000 32.

000 1.000 145.000.000 200.'ENIS . Biaya Hidup dan Biaya Operasional .000 2.Strata 2 dan Spesialis 1 . h^ '€r* wffi@ KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -4- (daIam tYo t URAIAN SATUAN (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun BIAYATA 20L3 (4) t2l g. Biaya Hidup dan Biaya Operasional . Ke Bahasa Mandarin.000 3.Diploma III .16 9.250.343. Jerman e.000 16.3 70.754.OO0. Dari Bahasa Asing Lainnya Dari Bahasa Indonesia ke Asing a.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a.O00.rN eR -. Ke Bahasa Prancis. Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b.tesinFotokopi Drgftal 1 6 IHOIVORARIUM NARASUMBER KIIUSUSI IPAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA Bulan/Unit Bulan/Unit OJ I I sEMTNAR/RAKoR/sosrALIsAsr/DrsEMINAsr/FGD/TGGIATAN Iunrur KEGIATAN ISE.OOO 1 0 SATUANBIAYATOGAHA(IMDANJAKSA l0. Dari Bahasa Prancis.000 19.oo0 I I i I I I I OT OT OT OT 1 5 ISATUAIT BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI | 15.Diploma IV dan Strata 1 b.000 5.226.2 Halaman Halamaa Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 1 3 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN UNTUKPEGAWN BARU Pegawai/Tahun 1 4 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON.OOO 16. Uang Buku dan Referensi per tahun .000 1.000 200.000.l lO.326.O00 I4.000 12. Belanda d. Dari Bahasa Mandarin.Diploma IV dan Strata 1 14.Strata 2 dan Spesialis 1 Strata 3 dan Spesialis 2 OT OT OT OT OT 15.100.t/l/.000 800.O00 125.Diploma I dan Diploma III .72 9.589.1 Mesin FotokopiAnalog I f 5. Ke BahasaJepang c. Dari BahasaJepang c.000 11.000 25.637.500.GELAR DALAM NEGERI 14.530.oo0 1. Jerman e.000 800.000 LA..4 TogaHakimAgung Toga Hakim Konstitusi Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan P4jak TogalaksapadaPengadilanNegeri/Tinggi I I I I I I Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5.L4 9.OO0 13.2 10.o00 300.L5 9.Diploma I .000 12.1 DariBahasa Asing ke Indonesia a. Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.000 200.000 145.100. Uang Buku dan Referensi per tahun .000.225.ooo 20.000 5. III.Z tr.'EMAIIAN DAN PENGETIKAN 12.o00 1.g 9.340.200.13 9.'v I / .LO 9.t\\\\\ . Ke Bahasa Asing Lainnya INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN II|VENTARIS I I I Halaman Halaman Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 125.17 Genset 15OKVA Genset 175 KVA Genset200 KVA Genset 250 KVA Genset275k{.000.000 1.000 145.OO0 2.500.000 200.800.11 9.750.000 1 1 SATUANBTAYATOGAMAHASISWA ] L2 SATUAN BIAYA PENER. dan Diploma lV/Strata 1 a.1 ProgramDiploma I.LA7. Belanda d.Strata 3 dan Spesialis2 b.IA Genset30O KVA Genset350 KVA Genset450 KVA Genset 5O0 KVA I I I I I I I I I I 10.OOO 20.000 145.

1 3.oqg 29.800. PROVINSI SATUAI{ BIAYA TA 2013 (1) (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 1 .430.5 JAMBI 3 . 1 4 JAWA TENGAH 3 . 2 9 SULAWESI TENGGARA 3 .000 29. 1 0BANGKA BELITUNG 3 .090. PRIABAT ESELON II 38. 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 3 .450.O00 29.230.000 .OOO _ UnitlTalun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .O00 29.:090 29.450.340.750.380.OOO 293_4_q:g_0_o 29.560.880.000 36.000 29. 11 B A N T E N 29:410.OOO 29.430.000 29.OOO 3 .I.4 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU 3.3 3.100.O00 29.510.O00 30. 3 1 MALUKU UTARA 3.26 SULAWESI BARAT un!t/Tahg1 Unit/Tahun Un t/Tahun 2e:21q. 1 5 D.32 PAPUA 3 .4lO.430. 2 4 SULAWESI UTARA 3 .430.880. 6 SUMATERA BARAT Ulit/Tahun Unit/Tahun UnitlTahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 ._56_0-:.000 29. 8 LAMPUNG 3 . 2 0 KALIMANTAN BARAT 3 . 2 1 KALIMANTAN TENGAH UnitlTahul Unit/Tahun Unit/Tahun 29.K. YOGYAKARTA 3 .840.OOC 3 .190.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAIiI DAIiI OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17.230.000 29.41o.2 3.OOO 3 .430.OOO 3. 1 3D.0_00 29. 1 6 JAWA TIMUR 29. 2 7 SULAWESI SELATAN 3 .010. 3 3 PAPUA BARAT Un t/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun Unit/Tahu1_ Unit/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun 2e. 2 2 KALIMANTAN SELATAN 3 .I.4OO 29.000 29.930.1 Pejabat ru NO.340. PRIABAT ESELON I 3 .860.000 29.800.000 29. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 29. 7 SUMATERA SELATAN 3 .000 29. 1 8 NUSA TENGGARA BARAT 3 .060.OOO 29.OO0 29. JAKARTA 3 . 2 5 GORONTALO 3. 1 2JAWA BARAT 3 .-q9_9 29. 9 BENGKULU 3 .430.730.OOO 29. 2 8 SULAWESI TENGAH 3 . PF^IABAT NEGARA 2 . 3 0 MALUKU 3 .000 29.000 30. r 7B A L ] 3 .ooo 30.000 3 .

JAKARTA JAWA TENGAH D.699.OOO 25.000 26.K.OO0 34.540.540.000 g:13_g:o_0_0 3.000 3 4 .490.2 Operasional lalam NO.380.480.330.880..000 g.480. 18.150.000 34.250.000 26.000 34 1 1 0 .000 3.380.000 25.020.0O0 _ _ ?s.I. 8 9. 4.240.0_0-0 25.520.O0O 34.O00 3 4 .500.000 34.000 3.000 3.0O0 17.000 (s) 3. 10 11 I2 13.OOO 3.530. 1 1 0 . 20.000 SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH pur:jtwE_srrENGG{RA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT L7.000 25.. (21 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.3 Roda 6 & Boqt 26.000 3.960. 1 5 0 . 6.650. 22.580.000 3.OOO 34.370.630.480.480.000 25.520.530. np{e 9_{!t}9gq lShanan Kejaksaan 3 .0OO 3.380.000 34 1 1 0 . 1 1 0 . 17.690.430. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO (3) 25.570.450. 2.000 3 4 .000 34 150.OO0 34. 0 0 0 25.570. 29 30 31 31 33 34.450.OOO34. Speed Boat V'i! Unit 2 1 .ggo 33.630.480. 0 0 0 3 4 .630.000 7.540.000 _ s ! 1lo:o9o 25.000 3.110.000 3. 0 0 0 25.11 0 . 0 0 0 25._000 34.340.000 3.000 3. 3.000 2 6 .000 3.000 .570.530.380.009 _ es.430. 1 1 0 . O O O 3.O00 34.000 93:920. 24 25.780.520.OOO 25. 0 0 0 39.540.470.530. 23.OOO 34. 0 0 0 25.570.540. PROVINSI RODA EMPAT DOUBLE GARDAN (4) RODA DUA 1) t.000 34.000 34.OOO 34.000 2s..qqo. 0 0 0 25.480.200.920. 0 0 0 25.000 34.630.000 3.99q 26.000 3.560.4501099341020-.3:sqO:O-oO 3.410.000 26. 5 1 0 . 14. 3 1 0 . 19.450.000 No.450.OOO 34.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- t7.000 26.000 34.000 25.000 25. 15.680.:oOO 3.24O.L90. 27.000 3:189.730.I..430. (1) Uraian Satuan (3) Unit Biaya TA 2013 (4) (2) 1 Roda 6 2 ._31o.OO0 26.pqq 2q:199:ooo34:3?_9:qOO 26.000 25.300.000 3.430.680.000 216.000 3:539j0_9_g 3.000 3.000 3. 5.000 3:8q0.000 .000 3.0O0 3.290.250.580.000 25.530.000 26. 0 0 0 3. 16.250.020. 26 27 28.000 94 1_10:000 3:190.090.4O0 34 1 1 0 ..730.000 33.000 3 4 .730.540.

480.000 36.:oqo 41.000 41.000 3 6 .000 43.OOO35.080. 7 2 0 .000 42.160.060.000 41.970.000 43570. 9 9 0 .ooo 42.900. LAMPUNG 9 .OOO 43.O00 36.260.890.260.250.000 41. q_ql.420.930.000 36.000t0:1-s_o-:goo 43.720.r_Y_OGIIKARTA 1 6 . PROVINSI F 75Occl (2) I 1 .000 43.000 1 8 250. JAWA TENGAH 1 5 .770.000 38. P_. 0 0 0 3 8 .390.930.000 42.090.000 1 7 .7_40. KALIMANTAN SELATAN 42.000 43.000 42.000 181090:909 37.420-OOO 39j59O:009 43.580. JAWA BARAT 1 3 .OOO 18.0q.OOO 39.000 17.OOO 18. 33.080.720.260. 8 6 0 000 43. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .770. KALIMANTAN BARAT 2 t .550.860.00O 19.000 37. BANGKA BELITUNG 11.650.930.420 o00 39.860..130. BENGKULU 1 0 .590.130.000 38.000 18. 1 3 0 .080. 31. GORONTALO 2 6 .320.130.000 42. KALIMANTAN TIMUR 24.OOO 18.6T0 41.740.000 17.77A.050.000 1 7 .930. 0 0 0 42.870.000 18. 0 0 0 34.000 18.400.000 12930:oo9 36.130.000 37.370.770.430.090.090.930.000 T7. 6 7 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8 .000 39.000 :17:61O:go0 3_1:1.4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJRI dalam ru PJR RODA EMPAT PJR RODA DUA (< 25O CCI PJR RODA DUA NO.000 17.000 44.860.450. BANTEN (3) (41 (s) 1 2 .720.000 30.OO0 18.940:OOO 17.590.250.280.OOO 35.040. 0 0 0 17.000 42.00"0 .080. ACEH 2 .590.000 42. SULAWESI BARAT 43.000 17.000 !?.000 18. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT t-/ . SULAWESI TENGGARA 42.4lyEs-l _urARA 2 5 .0003 7 .650.000 40.000 44. 0 0 0 23.o90 19:0?01ooo37. D.000 _38:720:OO0 18.000 17. 6 1 0 .O80.220.130.000 42.000 41.OOO 18. KEPULAUAN RIAU 5.K.000 ?7 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 2 9 .O0O 9-5.260.000 1 7 .9o-q 77.930. 2 5 0 .130.000 _ 1?10q0.130. BALI 1 8 .770. 7 7 0oo0 35.000 1 8 .860. SUMATERA UTARA 3.420.000 41.000 42.400.040.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA L7. RIAU 4 .890.3-q:13-q:gqq 4 1 .000 36.000 oo0 34. 31.580.OOO 9q'?qo. 7 7 0000 35.890. JAKARTA L 4 .000 17.I. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .0O0 18.000 44.25-0. JAWA TIMUR 17. NUSA TENGGARA TIMUR 20.260:ooO 43.OOO L7.OOO 18.

27.000 82-:oo_9 84.rrt m'ltahurt m'ltahut 1 5 .000 143._o!9 10.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI ru GEDUNG BERTINGKAT (4) GEDUNG TIDAI{ BERTINGI{AT HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN I{ANTOR NO.000 243.000 10.OOO . JAWA TIMUR 153.000 96.000 KAL_IMANTAN TIV_UF SULAWESI UTARA m'?llqhql m'ltahun *'/tahut 900 170 168.000 357.000 143.000 13.000 87.000 10.000 13.000 156.OOC 86:9_0q 82.. D.000 (6) 10. 22 23 24 25.000 c.OOO A2.oo0 _ 87.000 13.000 Lu .OOO 1O.o0o 145. BANGKA BELITUNG t 2 JAWA BARAT 1 3 .000 nf ltanan *'Ttahun *'/tahun *'/tah.000 10.000 i 0 . m:1!4s' mtltahun ls2.OOO 162.Qq-g i0.000 13.000 87. suLA-wESr m'Ttahun m'Ttahun m'7t"hurt _ p'1-t+uq m'ltahun m'ltahun - rai. JAKARTA L 4 JAWA TENGAH s:l!?l'el m'ltahun m'ltahun 81.K.000 98. D.000 84.00C 10.000 10.000 80.9J:0oo 97.000 148. I PROVINSI Satuan t (21 SUMATERA UTARA RIAU 1 . 31 !r:1!sh\r'.000 10.000 10.000 10.00c .000 10.0-90 83.000 164.O00 157.000 154.000 10.000 6 8. 9 I1 7 .OOA L42.I.000 10.o00 10.000 106.000 146.000 10.OOO 99.0o9___ _.00o 106.000 eq:oqo _ 1q.000 (5) 92.000 87. ACEH (3) m'ltahun 2 3 A qf lFh]1t m'ltahun m'ltaltun KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT T.000 149.KALIMANTAN 21.000 86.ooo 188.81:00_g 91.000 165.000 153.000 173.000 92.I. SUMATERA SELATAN BENGKULU BANTEN m'/tahun m'Ttahun tn'/tahun -'ltahun r0.000 10.i9-.000 1-o-'90.AMPUNG 157.000 171.000 148. NUSA TENGGARA TIMUR -2o.000 MALUKU UTARA 9l P A P U A 33 PAPUABARAT m'Ttahun -27t"h"" 203:0og 138.000 10.000 10.8.000 14.00-9 82.000 95.000 .0-:900 81.000 154. m'ltahun m'/tahun KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 145.000 146.000 10.000 10.000 T7 BALI 18 NUSA TENGGARA BARAT BARAT 1 9 .9 10.000 10.C r44. . 29 30.000 83:90q 93. 28.OO.00C r42.000 GORONTALO SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU BSF4r ?6. YOGYAKARTA 1 6 .000 165.

OOO 3 0 .O00 . JAWA TENGAH 1 5 .ooo* 8. JAWA BARAT 1 3 . BALI 1 8 .I.q:_600:_oog 6.000 6.300.I.o00 7.000 10.400.INDONESIA SATUAN BIAYA SEIIIA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jamf dalam rupiah NO. JAWA TIMUR L7. 7.000 5 .000 7.209.ooo_ 11.ooo 17. (1) ACEH 2 . 2L.200.500.OOO.OOO.300. PAPUA 3 3 .100. 27.OOO.o00 7.000 7. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 . SUMATERA UTARA 3. 25.OOO:OOq6.o0o 1_1:000:0o_0 7. D.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK.000 p_u_LAwESr_ TENGGARA 7.500.000. D. BANTEN 8.OOO 15. YOGYAI(ARTA 1 6 .OOO 20.OOO 8. JAKARTA L 4 .100.0oo 7.800. . 26.000 7.OOO.OO0 11. 29.000 9.500. LAMPUNG 9.000 7.500.K.000 7. 1 0 .000 1O:50_0:O9O 10. BENGKULU 6. 23. J_414E r_ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN _q.700. 22. KEPULAUAN RIAU 1.200. NUSA TENGGARA TIMUR 17.000 1 2 .OO0. MALUKU 3 1 .400.600. BANGKA BELITUNG 11.700. PAPUA BARAT .OOO.500. MALUKU UTARA 31.500.500.ooo 7. RIAU 4 .000 10. 24. KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KA_LI\{4NT4N rr}lrlR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH 7.200.000 _ 15_:OOo:OOO 7. 28. PROVINSI BIAYA TA 20L3 (21 _ {3) 6.

000 2. ACEH PROVINSI RODA 4 RODA 6 / BUS SEDANG RODA 6 / BUS BESAR 710.400. NUSA TENGGARA TIMUR - isoo. MALUKU 3 1 . SULAWESI UTARA 25.009 2.ooo 3. SULAWESI TENGGARA 30.000 640.000 2.ZOO:090 1.e00.000 640. SULAWESI SELATAN 28. SUMATERA UTARA RIAU 2.000 650. NUSA TENGGARA BARAT L9. JAWA BARAT 1 3 .000 730.0_ 2. JAWA TIMUR 1.000 830.000 17.800.000 4.000 3.OOO 1.500. LAMPUNG BENGKULU 1 0 .000 650.000 PA_NJP{_ L 2 .000 .100.000 6s0.000 2.900.OO0 730. MALUKU UTARA 32.900.000 2.000 2.B A L 1 8 .000 2. D.000 2:boo:ooo 2.400.000 -1. JAKARTA t4.100.000 730. KALIMANTAN TENGAH .700.800.OO0 680.900.000 2 2 .000 650. _1-:7q910_q9 2.s-oo. B .000 640.800.000 820.00_0 2.000 KEPULAUAN RIAU 5 '6 { ly g_r_ _ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN - f.000 t.900.000 650.900.s-00.000 2. D.800.000 1.700.800.000 710.000 640. SULAWESI TENGAH 29.000 740.900. 650. YOGYAKARTA 16.300.000 900.000 650.ooo 2.lq00.400.000.000.q90 2.000 3._.800.000 1.000 3.MEN.900.900.000 3.000 1.K.ioo.LOO.000 1.TERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA SEUIA KENDARAAN (per delapan jam) ru NO 1 1 .I.700.000 2. PAPUA 3 3 .000.000.ooo 760.000 1.000 649.000 1.ooo 2.ooo 2.000 2.500.800. KALIMANTAN TIMUR 24.000 760.700.000 1-800.800.709.700.000 2.900. SULAWESI BARAT 2 7 .000.700.. BANGKA BELITUNG 11.400. JAWA TENGAH 1 5 .000 650.800.ooo 3.600.OO0 1. PAPUA BARAT _ s.000 7 9.000 1.000 710.300.000 7i0.000 3.00.100.000 3.000 640.000 740.000 2.I.000 950.099 3.700. !20.200.800.700.ioo.000 2.000 9.900.800.000 2.000 1.000 1. KALIMANTAN SELATAN 23.000 1:900.800.000 3.000 2 3 4.000 750.800.ooo 2.000 2.o00 2.Q_qg 1.500.000 1.ooo 20.000 3.000 1.000 1.600.800. KALIMANTAN BARAT 2 L . GORONTALO 2 6 .000 _.9_00 640.000 2.

OOO 338. 2 .000. 2 SUMATERA UTARA 2L.000.000 .000 370.26 SULAWESI BARAT 2 t . 2 . t 9 \USA TENGGARA TIMUR -U1it.2..000 2L.2 2 t . 2 L KALIMANTAN TENGAH 21.000. 2 . 2 .000.3 R I A U _u"iI Unit Unit 2 r .7 SUMATERA SELATAN 2 I .OOO. 2 .000 372.000 363. 2 8 SULAWESI TENGAH 2 L . 1 4 'AIil/A TENGAH 2 L 2 . 2 .20KALIMANTAN BARAT 2 1 .33 PAPUABARAT Unit Unit Unit Unit 364.000 _ Il$r Unit Unit uti! Unit Unit -.000._099 345. 2 . 6 SUMATERA BARAT 21.l Unit Unit 21.000.2.000 362.2.000. 3 0MALUKU 2 t . 9 BENGKULU 2L.I. 2 9SULAWESI TENGGARA 2 L . 345.0_. 2 .000.000. Unit Unit _.r7 ALI B 2 t . 2 . 1 6 JAWA TIMUR Ugrit Unit Unit Unit Unit Unit _Unit Unit Unit Unit Unit Unit _ 340:900'09q 340. 2 5 GORONTALO 21.000.000.2.000 376.000.000 350.000.000 349.000.000 355.22 KALIMANTAN SELATAN 2 1 .2. 389:0. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 21.000. YOGYAKARTA 2 1 .000 350. 8 LAMPUNG 2 I .K.000 349. 2 . L TB A N T E N 2 1 . 2 .000. 2 .24 SULAWESI UTARA 2 L .2.000.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BTAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PN'ABAT dalam NO PROVTNSI SATUAN BIAYA TA 2013 466.000 349.000 345.000.CEH 2r.000.000.q9_9 378.000. 2 .000 353:00.2.000.000 349.000. Unit Unit Unit Unit 2r.5 JAMBI 2 t . 2 .2. 2 .000 348.000 369. 2 .O00-000 348. 2 .000.32 P A P U A 21. JAKARTA 2 t .I.2. 3 1 MALUKU UTARA 21. 1 q.o00 349. 1 3 )..000 348.-.2. 4 KEPULAUAN RIAU 2r. 2 .000 366.000 Peiabat Eselon I Peiabat Eselon II 2 1 .LO BANGKA BELITUNG 2 I .000.2. L 2 'AWA BARAT 2 1 .000 .000.OO0 368.000 366. 2 . 2 .000.OOO.000 347.000.090 355. 2 7 SULAWESI SELATAN 2 t .000 349. 1 5 f .09. r 8NUSA TENGGARA BARAT 2 t . 2 .

000. PAPUA BARAT 23 No.000.000.000.000 218.000 277.000 187. D.000 314.000 181.000 271.000 312.000.OOO 425.000 272.000.000.000.000. NUSA TENGGARA BARAT i 9 .000 433.000.OO0 418.AMPUNG 272.OOO.000.000 271.0O0.000 271.000 2 Roda 6 dan/atau Bus Besar Vrl .000. YOGYAKARTA 1 6 .000 172.000 +.000.000 262.000.000 s05.000.000 299.000.000 267.0o0 170.000.000 449.000.000 270.000 i87. B A L I 1 8 .000 267.000.000 418.000.000.o00. KEPULAUAN RIAU 5.000 445. KALIMANTAN TIMUR 2 4 .000 202.000 17.000.000 435.000 439. SULAWESI TENGGARA 30. MALUKU UTARA 32.000 418.000.000 201.000 300.000 418.000.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -12- 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (dalam ru NO PROVINSI SATUAN PICKW MINIBVS DOWLD GARDAN 418.000 30B. 3ANGKA BELITUNG 11 3ANTEN 1 2 JAWA BARAT 1 3 .000.000.OOO.000 179.000 271.000 418.000.000.OOO 277.000 204.000 420.000 425.000.000.000 270. JAKARTA 1 4 .000 409. .000.000 275.000.OOO. GORONTALO 2 6 .000 216. MALUKU 3 1 .000. SULAWESI BARAT 27.000.000.000.000.000.OOO.056.000 200.000.OOO 3ENGKULU 1 0 . JAWA TIMUR Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit r77.000 185.000 441. J A M B I 6.000.000 204.000.000.000 181. SULAWESI SELATAN 28.000.000.000 Unit SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASTONAL BUS Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (21 Roda 6 dan/atau Bus Sedang (3) Unit Unit (+l 522.000 177.I.000 ACEH Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 181.000 409.000.OOO 2 .000.000.355.000.000 447.000.000.000.000.000.000 180.000 269. I I Unit Unit Unit Unit Unit 302. P A P U A 3 3 . KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000 180.000.000.000.000 262.000 214.000.000 206.000. 9.000 210.000.000.000.000 414.000 417.000.000 414. SUMATERA UTARA 3.000.000.000.o00 207.000 418.OOO 420.000.OOO 418.000.000.000.000 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 438. KALIMANTAN BARAT 2 r .000 304.000.00o 177.000.OO0.000 181.K. JAWA TENGAH 1 5 .000.000.000.000 414.000.000 316.000 432. SULAWESI TENGAH 29.00o 407.000 181.000.000 208.000 172.000. D.000.000 267.000.O00.I.OOO.000 437.000 1.000.000 271.O00. SULAWESI UTARA 25.000 182.000 180.000 298.000.000.000 431.000.000.000.000.000.000 306.000 302.000 260.000 271.OOA.000.000 418.000. NUSA TENGGARA TIMUR 20. RIAU 270. SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8. KALIMANTAN SELATAN 23.000 435.000 182.000 181.000 422.

t3t V-ri!.000.000.000.ARATIMUR 20. SULAWESI TENGAH 29..000 28.000.000 30. _3-2:000.000 _ .000.000. .000. ___ 30.00_0 3O.000 _ _29:900.. JAWA BARAT 1 3 .000.OOq.000. BANTEN t 2 . 36.q3:gog:qoq q-s_.000.000 35.090:099 33.000.ooo _3-0.000 33.000_.000.000 23. KALIMANTAN SELATAN u41 9ni! uri! Unit Unit Unit Unit Unit _ _ tlnit Unit _.00-oj_00--o- 5.000 TENGGARA BARAT L9.000. O O O . .000 11.000 q0.00O 33. Unit Unit Unit RIAU KEPULAUAN RIAU 30.000.q-o_o_ 34.000 31.9:q90. JAWA TENGAH 1 5 D.000. O O O 33. JAKARTA 1 4 .000 9"it Unit _ Unjt Unit Unit 3 1 .000.oo0 19:NUSA _ 29. -__ 31-.92.-_ .000 31. NUSA TENGG.000.09_q unit_. O O O .OOO 31.oqg:qog 31.OOO _-9-0:9.000.OO9 _3_1.000 3&000.000.0q0 29.000. U-n!t . SULAWESI BARAT 27.Ufttl U-ltt . MALUKU UTARA 32.OOO. MALUKU 32:000.qo.000 -33j0q0:000 34.000 29.ooo.K.00q.-ooo 30. _ Unit Unit 3l:090.000 30. SUMATERA UTARA 3 4 3 1 . J A M B I 6 u$t Unit I-lfr_it Unit Unit 9yl4trERABARAI SUMATERA SELATAN BENGKULU BANGKA BELITUNG 3l:qoq:qq-o 3 1 .000 ?8:000. BALI . KALIMANTAN TIMUR 24. SULAWESI UTARA 25. LAMPUNG 30.000 7: 9 8 . KALIMANTAN BARAT 2 L . Unit 30.000 33.000j00_0 29:OOO1OOO 19: uqi!.000.000 _ 35.ooq:qoo -.000.0o 29.000..000 .000.099:-0_q0 31.000.000.000. SULAWESI TENGGARA 30. D.000 30._ _rt4!.qgo _ -_35. PAPUABARAT .00q.OOO.000.000 .-ooqpqo_ 37.000.OOO -.009 32. _ ?e.000 2 . KALIMANTAN TENGAH 2 2 ..000 34.OOO. ?8.000.00{ __ 35.OOO 30.o00 _99.I.0-oo ?9_1q0_o_:0. YOGYAKARTA 1 6 .0o0 _ 3l:OOO:qqo . O O O .:OOO. GORONTALO 2 6 .I.000.000.000 34.000_ 33.000 ?.33. JAWA TIMUR 17...O00.000 lAlu{_ -9e-.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1324 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN (dalam NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR t4l LAPANGAN (51 12l I .___q9_:09q000 35.000 36. SULAWESI SELATAN 28.

O00 390.OOO 9 .000.o00 590. O O O _* 44_0:qq_q360.000 500.o00 650.000 s9q.200. ]UI. JAKARTA l4 IJ.000 460.000 JAWA TENGAH D.000 450. L7 B A L I 1 8 .000 900.O00 360.000 390.000 700.000 6qg:000 _ 6s0. LAMPUNG _ _15o.499900.000 650_OOO 1 9 NUSA TDNGGARA TIMUR 20.000 390.000 400.000 500.000 1.00o 530-OOO 500.000 920.OOO PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I PAI{AIAII KER.000 520.000 t7l 980.O00 3. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN 22 KALIMANTAN TENGAH SELATAN __-.000 900.000 400.000 650.000 490.000 440.000 520.O00 360.000 460.{WESI UTARA 25.O00 440.000 440.000 660. R I A U 4 .000 450.I.000 490.100.O00 900.0oo 440.ssq'.000 900.000 900.000 440.OO0 930.000 650.O00 380.O00 610. J A M B I 6 .000 340.000 _460:0_0.000 680.000 790.q09 450.000 490.000 500.000 6 1 0 . ]ULAWESI TENGAH 29.I.000 500.000 6sq:q0o _ .000 440. GORONTALO 26.000 780.000 ___q9o:090_ 460.000 6so. JAWA BARAT 13 D.000 1.000 450.9-qg 500.000 650.OOO _ 110jp_o_o 44o.000 650.000 850.000 660.Q00 380.000 400.000 500.000 500.000 500.000 600.000 400. PAPUABARAT s90.000 660.O00 650.000 590.000 t"l .000 1.000 s40.400.000 500.000 460.000 _149:9_0_0_ 390.000 440.000 610.000 410.09q 430.OO0 450. I(EPULAUAN 5.000 440.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK -L425 SATUAN BIAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS ISTEL} ITO PROVINSI PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610.000 450.000 850.000 600.000 24.000 1.000 450.O00 1qg.000 __ *914.000 970.000 550.O00 650.300.000 23 KAL]MANTAN TIMUR 4so.000 460.O00 440.000 610.000 900.000 500.000 1.000 900. SUMATERA BARAT RIAU 4so.000 550.000 900.OO0 350.000 390.000 800.000 390.O00 650.000 SUMATERA SELATAN 8 .000 460.000 1.000 440.000 850.000 380.000 600.000 450.K.000 450.000 610.000 450.000 850.000 8so-ooo 910. 6so.1O_O-:0-0_q 400.o00 lo.000 sgo.0 460.qg-o 400.000 950.s00.000 620.'A soPIR/ PTSURUH (6) PAKAIAN KEzuA SATPAM (U \CEFI (2) SUMATERA UTARA (s) 400.000 390.000.000 800. SULAWESI BARAT 27. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33. YOGYAKARTA JAWA TIMUR 3s0.o00 400.000 750. ]ULAWESI SELATAN 24.000 450.000 6s0.000 530.000 500.000.000 360. ]ULAWESI TENGGARA 30.000 1.200.000 _ _ .qq_o 500.000 550.000 1. BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG 1l BANTEN t 2 .000 4s0.000 500. )IUSA TENGGARA BARAT 610.O00 610.

000 420.OOO 800.000 . 20.O00 450.000 310.OO0 MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 310.000 930.000 450.000 450. 13.000 930.OOO (s) 1.OOO 400.000 240:OOO 290. JAWA TIMUR 17 ?sq.000 760.ooo 400.000 350.000 450.000 400.000 260.020. l1 12.00o 275.000 910.000 500..OOO 350. YOGYAKARTA BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWES BARAT SULAWES SELATAN SULAWES TENGAH SULAWESI TENGGARA (3) 260. 26 27 28.000 930.000 1.000 270.000 910.SOARD 2 3 4.o00 1.000 350.025.O00 10.000 400.160.000 930.300.1 Menteri & Setingkat Menteri DI LUAR KANTOR ru NO.000 .OOO 350.000 220.000 380.000 1.020.O00 . JAKARTA JAWA TENGAH D I.040.870.q00 432.000 330.O00 250.000 910.OOO 300.o00 910.000 350.000 350.000 260.I.OOO 370.OOO 240.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1526 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN 26.000 260. 30.000 545.000 1.000 260.450.000 960. 29.116.000 540.O00 372.120.000 1.OOO 240. 2L 22.000 1.000 310.oo0 305:O00_ 482.OO0 350.OOO 425.000 310. 31 32 33 310.000 930.000 930. 1 6 .000 2.000 800.000 930.o00 3i0.OOO 240.000 300.OOO 240.000 220.OOO 15.000 910.000 240.000 910.350.OOO el 435.000 240.000 521.OOO 41s.ooo 930.OO0 1. L4 260.000 1.000 370.ooo 450.240.000 400. 23 24 25.OOO 400. 5 6 7 8 9 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D K.260.000 800.O00 1.OOO 18 t9.000 1.100.OOO 200.000 458.032. I I PROVINSI QI ACEH HALFDAY FULLDAY FULT.ooo 825.000 1.

OOO 185.000 250.000 725.000 340.000 740. KEPULAUAN RIAU 5.16- 26. BENGKULU 10.000 210.OOO 740.I. KALIMANTAN SELATAN 23.000 790.000 820.OOO 978.000 730. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN TENGAH 22.000 280.000 287.000 fULLDAY TULLBOEND NO.000 180.000 820.000 324.000 810.000 LV .OOO 740.000.000 165.000 320. JAKARTA t4.000 230.000 190.OOO 340.000 340. SULAWESI BARAT 27 SUT.000 336. SULAWESI UTARA 25.000 335.000 785.000 700.000 245. SUT-A.000 190.000 190.000 830.000 235. LAMPUNG 9 .OOO 280.000 170.000 350.000 1. NUSA TENGGARA TIMUR 20.OOO 350.OAO 190.000 750.000 190.000 210. D.OOO 270. JAWA TENGAH 1 5 .OOO 770.000 274.000 420.000 675. JAWA BARAT 1 3 .O00 250.OOO 200. SUMATERA SELATAN 8 .000 230.000 379.000 456. D.000 640.OOO 720.000 30.OOO 280.000 740.000 340.000 1.000 320.000 190. BANGKA BELITUNG 11 BANTE N L 2 . KALIMANTAN TIMUR 24.OOO 744.000 740.OOO 290.000 280. YOGYAKARTA 1 6 JAWA TIMUR t7 BALl 1 8 NUSA TENGGARA BARAT t9.000 405. {1} I PROVINSI (21 &l (s) 1.000 337. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.K.CEH 2 .000 200.000 335.O00 A.000 401.000 181.000 400.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK .000 800.2 Pejabat Eselon I & II dalam ru HALFDAY (3) 207.I.000 188.000 690. SUMATERA UTARA 3 RIAU 4 . GORONTALO 26.000 815.000 190.000 280.000 690.000 490.OO8.000 210.000 840.000 262.000 280.ooo 300.000 355.000 344.640.000 390.000 24t. PAPUA BARAT 230.WESI TENGGARA 400.000 645.AWESISELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29.000 760.000 280. SUMATERA BARAT 7 .000 408.000 600. J A M B I 6 .000 678.000 270.

I.000 _ 140.000 498.000 347.O00 180.000 336.000 480.000 535.O00 235.000 595. SUMATERA UTARA 3.000 183.000 480.000 FULLDAY HI 300.000 251. 31 32.000 145.000 288. BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT 192.000 505.I. SULAWESI UTARA 25.000 260.000 630. D.OOO D.000 605.000 205.000 150.000 705.000 330.000 165.OOO 305.000 200.000 534.000 135.000 540.000 465.000 240.OOO 9.000 295.000 563.OOO 30.000 160.000 755. 8 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG 185.o00 275.3 PeJabat Eselon III Kebawah NO. 13.000 185.000 335.O00 140. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 168.000 240.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -L7- 26.000 210.000 564.000 530.000 540.000 540.000 445.000 200.OOO 256. 10 11 12. NUSA TENGGARA BARAT L 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2 t .000 180.000 297.000.000 144.000 228.ooo 310.000 162.K. 6.000 176.000 132.000 640. KALIMANTAN TENGAH 22 KALIMANTAN SELATAN 23 KALIMANTAN TIMUR 24.000 494. YOGYAKARTA 1 6 .000 645.000 479.000 395.O00 t62.000 280. I I PROVINSI HALFDAY (3) i80.000 665. JAKARTA L+ JAWA TENGAH 1 5 .000 220.OOO 230.000 550.OOO 228.000 1. KEPULAUAN RIAU 5. JAWA TIMUR L7 BALI 1 8 .000 305.000 170.000 157.OOO 2 .000 570.000 277.OOO FULLBOARD (21 ACEH (s) 650.000 205.O00 iab-.000 329. GORONTALO 26 SULAWESI BARAT 27.000 130.000 T'L . 33.000 665.000 630.000 433.000 175.000 825.000 160.000 210.000 157.000 130.000 230.000 175. RIAU 4 .OOO -208. SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 230.000 132.000 576.000 240.

107.000 10.001.583.460.285.268.ooo PALU PANGKAL PINANG _3q 31 32 33 34 35 36 37 3B 39 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TERNATE TIMIKA AMBON AMBON AMBON AMBON DENPASAR JAYAPURA KENDARI MAKASSAR MANOKWARI 9.000 3.000 2.000 2.295.000 7.000 13.000 7.000 10.000 4.OOO 5.952.000 7.664.824.583.OOO 5.000 2.861.OOO .OOO t7 1B L9 JAKARTA JAKARTA MAMUJU MANADO MANOKWARI 1.000 2.OOO 4.OOO 5 .18- DINAS DALAM NEGERI (PPI 27 SATUANBIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN (dalam ru NO KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) AMBON BALIKPAPAN BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANJARMASIN BISNIS @l (1) 1 2 3 4 5 el JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA 13.519.466.674.86t.OOO 2.342.000 3.000 9.027.OOO 4.OOO 7.000 7.316. 4 7 L 000 4.7 Br .081.226.193.44O 4 .230.519.O4O 6.OOO 4. 0 0 0 2.000 3.000 1.OOO 2.434.102.O00 4.824. 11 3 .OOO 5.L82.888.OOO 14.364.23r .O4O 5.000 3.348.177.984.455.000 3 .568.000 r.000 EKONOMI (5) 7.OOO 20 2I 22 23 24 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 25 26 27 28 29 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA t6.856.599.407.O. 4 t 2 000 5.000 5.OOO 5.000 3.Qqo 4.000 - s.O00 10 11 T2 13 I4 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA GORONTALO JAMBI 7.487.000 2.O54.ooo 4.OOO 4.000 3.268.995.OOO 8.000 8.000 3.OOO 2.44+.252.867.000 3.530.353.4L2.000 3.797.065.000 2." MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .065.161.000 4.262.O22.830.OOO I 7 B 9 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA BATAM BENGKULU BIAK DENPASAR 4A67.OOO 2.9B4.O00 5.861.OOO 2.00O 2.000 3.ooo 7.OOO 6.OOO 2.OOO 4.O16.695.305.ozt.252.000 15 I6 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAYAPURA JOGJAKARTA KENDAR] KUPANG MAKASSAR MALANG ' 5.413.000 7.081.139.824.000 14.829.182.492.000 7.808.000 z.000 2.658.000 4.824.

OOO BANDAR LAMPUNG PADANG PALANGKARAYA 6.OOO 10.OO0 10.zcg.000 6.OO0 9.000 10.000 ro.530.000 BALIKPAPAN 53 54 .246.ooo 19.000 2.B_ A_LIKP_APAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN BALIKPAPAN 58 59 BANDA ACEH BANDA ACEH 60 61 BANDA ACEH 62 BANDA ACEH 63 BANDA ACEH 64 BANDAACEH 65 BANDA ACEH 66 BANDAACEH 67 BANDA ACEH 68 69 PALEMBANG TEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN 70 7I 72 73 74 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 10.150.O00 9.OO0 5.000 5.835.000 3.150.000 6..ooo 9.000 3.760.OOO 15..000 8.4B2.637.OOO .000 7.OOO _6.354.000 18.OOO 4.000 8.140.000 6.979.445.155.445.OOO 3.648.739..295.401.493.508._6q_9.626.305.439.279.674.zz.O00 to.161.076.449.000 5.OOO 4.000 11.O0_0 5.O00 3.14_0.113.845.765.760.L29.000 1O.487.647.OO0 f5) 3.071.000 5.412.000 8.744.086.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19(dalam NO {1) KOTA ASAL QI SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN 3) PALU SORONG SURABAYA TERNATE BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG BISNIS @l EKONOMI 40 47 42 43 44 45 46 47 4B 49 50 AMBON AMBON AMBON AMBON 6.00O 19.OOO 7p_ 76 77 78 79 BO B1 82 B3 B4 BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG JAYAPURA JOGJAKARTA KENDARI BANDARLAMPUNG BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG I\44.000 4.O00 9.000 5.5.594.445.ooo g0_0 5:B4q 4.ooo 5.702.OOO BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN 6.000 10.1+9.ooo L2.5:3_g.134.408.O4O 8.664.798.749.380.530.000 9.000 2.316.000 5.000 t2.504.00O 6.000 3.7r7.OOO 4.O00 4.985.KASSAR MALANG MANADO BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG MATARAM MEDAN 14.000 7.193.000 3.760.B4O.000 9.097.000 L/ .380.OOO BANDA ACEH BANJARMASIN BATAM a.000 4.O00 6 .947.990.OOO t2.o[z.OOO 5_:123.305.OO0 5.000 811_6_1.000 9.199.OOO t5.OOO 4.257.O00 3.813.129.568.236.OOO 7.749.000 9.OO0 4.OOO BIAK DENPASAR 1 4 .O00 12. L L 9 oo0 6.354.000 5.o00 5.369.OOO 10.000 3.167. 7 8 L000 7.444.000 9.BB91OO0 18.OOO !.o99_ 5l 52 to.OOO 4.000 5.q:.445.996.803.g4z.926.000 2.

ooo " 6.+sa.000 SURABAYA TANJUNG PANDAN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN roq BANJARMASIN 1 1 0 BANJARMASIN 1_11 BANJARMASIN BANDA ACEH BATAM BIAK DENPA.zaz.000 2.sst.717.439. 6 2 6oo0 92 93 94 95 96 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BATAM DENPASAR JAKARTA JAMBI JOGJAKARTA PADANG 3.OOO 8.OOO 3.SAR JAYAPURA JOGJAKARTA ro.824.027. 53:Ooq 7.268.000 4.OOO 3.ooo 4.413.000 120 L2l r22 r23 r24 BAiAM 125 )2Q r27 t28 BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BANDA ACEH DENPASAR JAYAPURA to.49B.000 3.749.oes.000 3.000 8.OOO 0oo ).663.OOO 9.0OO ro.594.O06.OOO 5.380.OOO 492O:OOO 9.i23._qq0_ 8.375..ooq 5.iiz.000 7.000 .AOO 2.145.000 1.OOO s_URABAYA TIMIKA 4.000 8.476.ooo 8.000 _ 3_29?:qqo_ 1.450.000 10.OOO 9.4&.OOO 4.AOO 3.000 6..701.525.000 13.958.000 8.936.OOO 4.129.824.OOO 4.647.OOO )ry 115 116 t!_7_ 118 i19 BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN PEKANBARU SEMARANG SOLO 7.049.193..856.UUU 2.OOO 4.000 10.936.000 2.OOO ir.OOO 2.000 16.OOO T L 2 BANJARMASIN 1 1 3 BANJARMASIN MEDAN PADANG PALEMBANG 10:516:-00o_ 9.ooo i0.000 4.546.OOO 3.gos.000 -o.OO0 /.386.B24.220.385.000 4.O22.ooo 7.792.000 7.508.OOO 3.599.931.707.OOO 3.94L.OOO 6.OOO 5 .097.13s.578.439. 4:99910_00_ 6.316.ooo - D.337.000 Ui -tl .000 4.263.931.OOO r29 BATAM PONTIANAK 4.738.OOO r02 103 104 105 106 t07 108 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG PALEMBANG PANGKALPINANG PEKANBARU SEMARANG SOLO 2.696.O22.ooo 2.OOO SURABAYA TIMIKA ts.O00 6.936.2}b5.369.760.359.000 5.000 4.412.ioo 5.63i.686.OOO 5.000 2.723.289.583.498.000 - JOGJAKARTA _ MAKAS_SAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU - 8.407.006.OOO 4.000 97 9B 99 100 101 o.000 2.000 3.Izg.433.000 7.000 5.957.ooo 7.396.792.-395.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- ru NO 1 KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3 PALEMBANG BISNIS EKONOMI (21 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 85 86 87 BB B9 90 9L BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO AI 4.000 8.OOO 4. .000 3.000 4.O22.642.000 4.OOO 3.482.942.370.

OOO 7.OOO 3.390.O9O 3.145.O00 15.444.000 2.O49.OOO T4T r42 r43 114 145 r46 t!7 t48 r49 150 151 L52 153 154 155 156 1.57 158 159 160 161 L62 163 BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MEDAN _.728.476.000 7.653.888.000 4.278.OOO 8.O92.OOO 1.OOO 2.O11.551.658.OOO 1 2.O00 9.707.B7B.OOO 4.000 8.557.OOO " 6.2.145.664.OO0 PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR PEKANBARU PONTIANAK JAMBI JAMBI TIMIKA BALIKPAPAN BANJ_ARM_A_qr_N DENPASAR JOGJAKARTA KUPANG MAKASSAR MALANG JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI r64 165 r66 167 JAMBI i 6 8 JAMBI L69 JAMBI 170 JAMBI t71 JAMBI L 7 2 JAMBI 173 JAMBI 1 7 4 JAYAPURA MANADO PALANGKARAYA PONTIANAK .300.680.893.O00 3.000 4.648.O00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA TIMIKA JAYAPURA KUPANG MAKASSAR ' 16.1 9.-99O:O09 10.733.097.OOO 6.424.O75.OOO 4.600.000 4.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -2r- NO KOTA ASAL am ru SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN {3) SEMARANG BISNIS EKONOMI (1) e 1 3 0 BATAM 1 3 1 BATAM L32 BATAM 1 3 3 BATAM r34 BENGKULU 1 3 5 BIAK 1 3 6 BIAK L37 BIAK l 9 8 BIAK 139 I40 BIAK wl 7.622 oo0 1 8 .SEMARANG SOLO 8.942.861.615.333.000 11.O00 13.OO0 4.568.000 5.OO0 6.OOO SURABAYA JOGJAKARTA 3.00O 8.274.000 4.091.4OO 6.353.000 4.OOO 5.OOO 2.OOO 7-.851.32L.O00 6.O00 9.4OO 4.621.000 2.631.932.000 6.OO0 3.129.000 16.781.10B.3110-oo 18.140.193.27B.O00 7.000 9.738.782.615.OOO 614?F:OOO 6.gb6.4+q.995.873.O00 8.498.589.OOO 5.OOO.659.690.108.OOO 1.915.OOO 8.434.733.000 9.000 16.808.845.000 9.883.OOO 4.952.081.952.000 4.72e.000 8.O00 3.439.000 Llt I .000 7.r82.O00 1.O00 7.690.2.000 L5.OOO SOLO SURABAYA TIMIKA PALEMBANG BALIKPAPAN BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA 1.000 1.000 4.000 8.000 8.42B.909.OOO 4.000 7.OO0 1€4o:Q09_ 10.OOO DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MATARAM MEDAN 4.193.477 000 10.AOO 4.000 8.ooo 15.472.8.541.OOO io.091.2.925.000 7.OOO 7.407.000 11.O00 7.11.108.899.ooo 3.OOO 3.OOO 7. 7 i 8 ooo 16.OOO 6.

000 14.000 10.O87.717.000 .O00 18.723.000 10.O00 9.840.953.567.0_0q 5.OOO 10 129.000 17.OOO 5.455.322.LO2.786.000 9.861.ooo_ 2._000 i5.000 5.OOO L75 L76 JAYAPURA JAYAPURA t 7 7 JAYAPURA 178 JAYAPURA 179 JAYAPURA 1 8 0 JAYAPURA 1 8 1 JAYAPURA r82 JOGJAKARTA 1 8 3 JOGJAKARTA 184 (5) 11.000 9.OOO 9.O00 10.493:0_0q r0.o3g.765.380.166.000 8.000 3.O00 16.407.327.435.7.749.000 7 819.466..000 11.380.027.381.722.000 B.103.659.000 6.000 6.000 10.108.OOO 1BB 189 190 191 193 t94 195 r9_? KENDARI KENDARI JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI PEKANBARU PONTTANAK TIMIKA BANDA ACEH DENPASAR JOGJAKARTA PADANG PALEMBANG 6.000 16.140.000 4 .MENTEBIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -22- dalam ru NO I KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) MANADO MEDAN BISNIS EKONOMI el 22.O00 5.525.OOO 4:931. 0 0 0 6.798._q37:OOO 11 .348.776.000 16.OOO 2TB 21.OOO 5.7_.000 8.706.220.167.OOO 8.108.O00 11.054.O92.000 7.000 5.LO9.000 7.134.000 3.OOO 4.322.:q_59j9OO 9.161.182.568.000 5.000 1.909.193.386.O00 B.000 4.OOO 4.893.000 3.OOO 4.O22.289.969.519.000 3.OOO 2.873.536. 3 1i .000 7.327:OO_qLr.000 4.663.460.OOO 10.OOO F_Ar4ryr 196 197 KENDARI 1 9 8 KENDARI 799 KENDARI 200 KENDARI 20L KENDARI 202 KUPANG 203 KUPANG 204 KUPANG 205 KUPANG 206 KUPANG g.097.166.OO4 5.263.o0o PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO SURABAYA ?97 208 209 2LO MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR Br4K JAYAPURA KENDARI MANADO TIMIKA BALIKPAPAN 2tr 2L2 2L4 MAKASSAR MALANG ?-r_3 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG 2t5 BA-NDAACPH BANJARMASIN BATAM TQ BI4II JAYAPURA KENDARI 2L7 11.000 5.OOO 3.000 MAKASSAR 5.932.000 ---i.633.536.000 3.48r . 6 4 8 .os9.000 5.000 5.000 P_9NTIAIIAK e.102.129.000 2.000 185 186 L87 JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG si/22.273.ooo 7.615.OOO 12.obii 4.487.482.000.O00 5.OOO 18.OOO - 3.OOO 8.770. 0 0 0 6.o00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA DENPASAR MAKASSAR 9.O00 2.OOO 9.000 5.204.9 MALANG ro.311.722.1.000 8.658.000 4.787.000 17.

000 _ {5} 6.R h e.246.000 5.461.065.N*.i* -.000 14.402.851.OOO 8.-ooo 7.193.685.QOO5.OOO MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM 245 246 247 248 249 250 10.OO0 12.000 10.OOO 5.O00 to.546.706.765.460.000 4.OOO 2.OOO 8.364.909.BANDA ACEH BANJARMASIN -' - 12.000 10.000 7.461.71.750.I\\\\- .OOO 9.846.OOO 238 239 240 MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM BATAM BIAK 5.000 9.466.O22.AYapuna-* JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 7.000 4.O00 13.246.738.385.OOO 4.134.32t.55r.829.OOO 6.OO0 24r 242 243 244 MATARAM MATARAM .78L.600.OOO 4.873.012.546.11.230.OO1.8:000 7.OOO 9.199.OOO PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH 7.0O0 MATARAM MATARAM PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH 2.0OO MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO 12.803.000 g:p46.000 8_.000 4.145.000 5.PADANG PALEMBANG PEKANBARU 13.000 4.OOO 4.167.7.461.744.OOO 4.000 15.835.926.000 9 455.OOO .000 9.OOO 8.OO4 3.958.000 9.258.262.OOO MATARAM MEDAN 25r 252 253 254 255 256 257 258 259 260 267 262 263 264 2.O00 5.r72.000 6.OOO 4.092.925.000 6.rs3.803.637 oo0 4.O00 4.000 11.OOO 9.000 8.102.615.4L7.000 3.000 7.000 14.327.000 8.552.OOO 10.000 5.000 12.////I N-ffi-U \W"r[iTg KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -23- dalam ru NO KOTA ASAL QI SATUAN BI AYA TIKET TUJUAN (3) BISNIS I4l EKONOMI 220 221 222 223 224 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 225 226 227 228 229 230 23L 232 PEKANBARU TIMIKA MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MEDAN .504.937.000 5.000 6.2B4.0q0.000 9.OOO 4.995.899.OOO 12.974.000 5.000 16.888.316.OOO 4.000 9.2B4.504.311.000 LO.000 233 234 235 236 237 MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM -_PO_l!TTANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMiKA BALIKPAPAN .000 8.439.OO0 6.ooo 10.O55.718.599.7L7.739.000 3.953.909.733.867 ooo 4.OOO 6:396.193.696.ogg s.000 18.000 8.744.OOO 2.990.000 4.552.000 15.574.OOO 8.OOO 3.000 6.504.000 4.915.000 4.000 8.407.

659.957.198.038.000 8.O00 2.doo 3.466.000 6.OOO 4.936.744.OOO 9.OOO 999 307 308 309 310 311 PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR 6.477.060.000 4.OOO 265 266 267 268 269 270 EKONOMI (5) 4.sioo 3.300.OOO 4.OOO .252.781.OOO 4.241".000 4.696.OOO 3.305.OOO 8.O4O 4.000 12.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam rupial NO 1) KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) BATAM BISNIS el PALANGKARAYA rcl B..808.000 1..2.252.663.204.236.OOO 5.845.000 3.878.578.OOO PANGKALPINANG 29r 298 299 PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA 7.829.797.000 6.883.OOO ?\? 3i4 315 316 SOLO SURABAYA SURABAYA SURABAYA 3 1 3 SURABAYA MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA .000 ' .829.OO0 6.OOO 8.OOO PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG 7.O22.883.OOO +.000 6.O00 6.OOO 4.631.000 10.829.653.oob 7.{.000 4.OOO 300 301 302 303 304 305 PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG 7.840.076.091.685.000 _!4AKASSAF TIMIKA i r.000 SS.000 7.000 6.979.466.s85.OOO 27r 272 273 274 275 276 277 PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG e.760.23|.262.000 3.000 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 2BB PANGKAL PINANG 289 SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN 290 29L 292 293 294 295 296 PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 1.O65.433..Qo9_ 8.000 9.279.423.000 4.888.557.936.000 2.OOO 8.000 4.140.469:009 3.OOO 4.000 3.000 3.8os.412.675.000 7.000 3.000 3..OOO - 4.000 4.000 4.739.000 5.O00 3.OOO 7.894.000 5.210.000 6.O00 - 3.000 3.4A7.Ju 4.8E3.161.642.47.086.O00 3.797.obo 5.OOO 9.os6.6 .915.888.94 t.000 7.O22.OOO 5.]{.OOO 8.000 .O4O 8.OOO 5.979.9.904.000 3 915.OOO 1 6 . 7 7 1 oo0 9 915.94L. O9.444.000 8.589.OOO 5.097.000 1s.337.7.OOO r.000 9.000 3.000 9.878.ogo.QOU 7.ooo 1.626.000 7.000 5.2gi.685.326.000 6.O00 3 818.262.220.118.000 3.O00 278 279 280 287 283 284 PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALU PALU PALU 232 SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG z.514.OOO 15.0O0 3.000 3.OOO B.O00 +.284.578.000 6.535.24L.236.268.765.?92.O00 3.187.739.706.U(JU s.391.000 4.000 12.733.

JAKARTA OK OK OK OK OK 80.000 60.000 115.I.O00 115.O00 B 9 10 11 L2 13 L4 15 i6 LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 170.000 91.000 .000 48. (1) 1 I PROVINSI QI ACEH SATUAN {3) OK OK OK OK OK OK OK OK BIAYA TA 2013 (41 90.O00 50.ooo 110.O00 t7 18 19 20 27 22 23 24 25 26 JAWA TENGAH D.000 125.000 KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33 PAPUA BARAT 125.000 110. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK 100.000 290.OO0 125.oo0 82.OOO 90.OOO 2 3 4 5 6 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA SUMATERA BARAT SELATAN 70.000 60.O00 72.000 90.000 90.000 120.I.O00 110.K.000 70./ .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 2A SATUAN BIAYA TAKSI PEzuALANAN DIIVAS DALAM NEGERI NO.000 171.ooo 285.O00 315.000 70.000 60.000 125.000 48.

399 16.994 ___3.832 15.1.335 23.902 t4.1?4 10.468 11.749 3.458 8..63sLl.822 L4.089 2.713 4:!7-7 _ 5.269 _ '1.564 7.ii 5.5'5-9? ___ _8j900 I7 18 19 r7.L87 6.47L 6.29r EROPA BARAT 20 2l Vienna Brussels _ 10.750 10.237 L7.520 10.966 7.130 7.753 New York 14.426 11.s91 3.77r 3.040 6.623 8.870 .494 16.428 5 6 7 8 _QtJqwa San Fransisco foronto Vancouver Washington .702 i.587 _ _1?.223 3.743 9 10 11 L2 13 t4 15 16 A_MERII{A SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERII{A TENGAH Mexico Citv Havana Panama Citv 18.518 - i.eir LL.L78 3.2:266 t2.:357 3.727 e_.399 9./ .970 5.393 t3.353 12.924 6.24t - 9'2773.809 6.018 2! 874 L 7 325 g.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -2629 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PPI dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA (21 AMERII{A UTARA Eksekutif (3) Bisnis 4 Ekonomi q 1 2 3 4 Chicago Houston Los Angeles L2.76r 1.240 -9.970 5.487 5.

O49 Oslo EROPA SELATAN 35 36 37 38 39 40 4l Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd t7.541 ./ .023 9.041 3.TOJ?4 LO.q8q 6.331 25 26 rI.370 27 28 29 Amsterdam EROPA UTARA Copglhagen Helsinski Stockholm London 31 32 34 9q 93 9:696 10.92r 6.34t 4.714 6.794 8.158 9.446 14.056 3.:o-?q 6.L13 s.856 1'e29 5.506 5.851 5.O74 3.464 8. 4.331 3.355 3.771.767 41774 6.033 2.O29 7.982 6.959 4.631 3.446 4.73A 3.206 3.126 6.309 10.433 4.393 8.143 .850 5.9gg 8.350 - Bratislava 43 Bucharest 44 Kiev 4s-.945 7.383 3.Moscow 42 PEqPAlI!4gR_ 6.9TI 9.166 5.681 3.980 9.825 4.773 3.?5*6 4.860 9.333 3.031 5.839 10.478 10.153 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA dalam U NO t KOTA Eksekutif BIAYA TAHUN 2OL3 Bisnis 4 Ekonomi q 2l Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva 22 23 24 3) 10.753 3.9L7 10.334 ?.931 5.746 4.le3 5.277 6.778 I4.537 4.

904 8.281 3.484 7.593 9.599 5.966 LI.570 7.555 6.330 6.770 4.507 7.24r 14.747 10:6_q0_ 17.732 8.910 6.820 5.I75 Ly .72r 4.524 56 57 58 18.451 3.255 7.419 6.808 6.779 8.975 4.O37 3.706 4.700 7.733 5.777 t2.536 7.665 5.tr1 4.848 8.275 59 60 67 AFRII{A UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat 62 63 64 Tripoli T\rnisia 9.848 7.748 6'1!9 5.915 5.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -28dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA Eksekutif 2 Praque Sofia Warsaw (3) Bisnis 4 Ekonomi 5 46 47 48 8.774 8.947 11 11B 5.6L2 3.081 9._?2_* 53 Antananarive 54 Dar Es Salaam 55 H_etq{g AFRII{A SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg 7.958 5.552 8.447 +9 50 AFRII{A BARAT Dakkar Abuja 9.900 10.473 6.052 ro.818 AFRII{A TIMUR 5 1 Addis Ababa Nairobi .551 9.282 5.438 8.94L 11.000 6.

510 3:110 3.727 3.675 I.595 3.416 _9.962 80 81 Beijing Hongkong 2.684 9.643 4.878 3.257 1.421 3.633 2.3?s 3.490 3.730 2.835 L.737 7.O89 7.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29 dalam BIAYA TAHUN 2OI3 NO I KOTA Eksekutif 2 ASIA BARAT 3 Bisnis 4 Ekonomi (s) 5.156 3.976 5.475 3.469 5.- z.700 3.617 13.449 5.966 82 83 84 85 _OS_ete__ To\yo 3:?o4 3.999 2.205 6.679 3.581 2.703 5.43I 4.623 1.433 7.66L 8:453 L2.545 3.343 8.737 _qq_ Eebp_sl.298 2.56L 67 68 69 70 7I 72 73 74 75 76 Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah 6:77! 7.359 4.000 77_ Muscat giyadh ASIA TENGAH _ 7 8 _ Tashkent 79 Astana ASIA TIMUR !3.727 3.?73 4.745 _ 3.785 5.9=9 _2 4. __ 87 Teheran _ 6:3oJ 4.9q9 Uqrryang Seoul ASIA SELATAN 2.639 5:390_ 6.283 8.864 1.446 6.233 L.545 65 66 vteryrqe Baghdad Amman 64oo5.321 3.905 3.O28 .734 _ 2.148 6.920 .216 8.f+o 2.

158 2.740 4.833 L.894 1.063 5.?'8F8 3.053 L07 108 Canberra Darwin s.OO9 2.801 7.77r _ _ 8.628 r.557 t14 Vanimo __ll_s_wgtti[gJo_q_ _ 2.o92 2.453 918 2.689 M_-elbqqryg 10_e___ " 1 1 0 Noumea 111 Perth _ 4.500 3.627 403 to4 105 106 Singapore Vientiane Yangon ASIA PASIFIK _ ?Q74 I.344 2.380 3.886 6. 11 9 3.677 1.833 1.333 L.482 88 89 90 91 2.O25 1.629 3.195 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu 1 0 0 Kuala Lumpur 1 0 1 Manila IA2 Penang 1 0 3 Pnom Penh 97 98 99 1 r!7 1 155 2.525 5.757 1.633 2.981 673 r.398 4.558 1.6L4 766 1.900 3:8_14 2.237 2.940 4.926 4.9r7 1.501 4.64L 1.503 9tL 919 823 I.327 92 ASIA TENGGARA Baqdar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi _e_9- 93 94 95 L.2T2 r.562 2:4L7 3.235 525 694 585 1.318 6.468 2.506 6.150 545 r.252 4.226 3.628 2.413 .780 1.202 997 r.427 659 I.MENTFRIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30dalam U BIAYA TAHUN 2OT3 NO KOTA Eksekutif Bisnis (4 Ekonomi (5 I 2 Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi 3 3 .656 r.034 2.96+ 5.687 .561 J\2 113 _ f_o1!\{qrepby Sydney 5.420 1.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-31 30
SATUAI{ BIAYA PTNYTLENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 3O.f ATKr Langganan Koran/Mqialah, Lampu, Pengamanan Sendiri, Kantong Jamuan

Diplomatik,

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

I

(21
AMERIKA UTARA
Ohicago

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf (41

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

(oBl
(6)

Kantong Diplomatik (kgl

.Iamuan (oHl (8)

(s)
18 18 18 T9

(71
94 94 94 99 106 94 106 106 94

I

1.270

37
37 37 39

2
a.

Houston
Los Angeles

r.220
7.270 t.270

2.521 2.52L
3.420 2.256 1.963

4

5
6 8 9

New York (termasuk KJRI New Yorkl Ottawa
San Fransisco loronto

89 89 89 94

1.307 r.270
I.307

42 37
42 42 37

20
18

100
89 100

Vancouver W3lhi11$on AMERII{A SELATAN

r.307
r.270

20 20
18

2.O3L 3.391
1.553 2.836

100
89

__19 Fogg!q _
11

1.185

L2
13 T4 15 16
L7

Brazilia Boenos Aires

r.478
T,L7O 1.319 1.I70 L.L72 1.001 1.099

38 47
33 42 33 37 32 35

18 22 16

1.1s0
2.L95 )..768

96

153
84 l07 85 95 8l 89

Caracas

20
L6 18 15 17

Paramaribo Santiaso de Chile Quito
Lima

,1.899
1.150

91 113 79 101 80

r.777
1.150

90
77 85

r.262

18 i9

AMERIKA TENGATI Mexico Citv
Havana

1.220

r.220
1.038 _ .
1.985

35 35

L7

2.657

T6
I6

20

Panama Citv EROPA BARAT Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg
Geneva Amsterdam

_ .3q
264 259 269 269 254 334 254 254

._

r.691 2.839

90 88 84

85 83 79

21 22

23 24 25
26

r.947 2.O22

.?.o??
1.910 2.509

22 22 23 23 22
28

-..?,779
3.I20

rs2
r29

2.373
3.O76 2.799 5.368

ry+t27
L66 127 166 L27

r34

103 101 105

105
99

27 28
29

130
99

" _L9_19
1.910

-

2?22
28 22

- 2.690 2.690
2.776

L?7 * _ 9 e

2.509
i 1.90

30

334
254

130
99

2.690

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-32alam

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

(1)

(21
BROPA UTARA
Jopenhagen

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan! (4)

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

Kantong Dlplomatik

(oBl
(6)

(ke)
(71 232
2L3

Jamuan (oH) (8) 110 101 99

(s)
24

3t
32

Helsinski
Stockholm London

2.ILs r.947
1.910 1.966

28r
259 254 26L

3.341
. -2-:_585 3.978 3.749 3.978

33
34

35

Oslo EROPA SELATAN

2.340

3li
145 156 158 161 165 L77 151 177

22 22 22 26

209
2L5

ro2
L27

2F6
108

36
37 38

39 40
4L 42 43

Zaereb Athens Lisbon Madrid Rome

9.+rasvc

1.179 L.275

1.220 t.220 L.270

18 20 20

2.232
2.232 2.776 2.732

rt7
118 12I I23

84 90 91

_?o
2L

93
95

2.732
1.936

r.220
r.220

Eqo.ere4
Vatican EROPA TIMUR

r.220
1.220

22 t9 22

L32
113 86

to2
87

r.669
2.478

ro2
99 86

+ , + ' Bratislava
45 Bucharest

r.220
L.220

t7l 150

22
79 _ 79. 23 I9 .19 19 20

1.668 1.867

t9
47 48 49 50 51

Kig_y -_
Moscow

r:229 _ _ _ . _ ! 4 8 r.220 183

Praque
Sofia

Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar

t.??o
L.220 r.220

_

L48 148 148 161

__ L.73.? 2.375 2.760 _ 2.082 2.O82
2.27L

110 96 95 L17 95

85
i06 85 85 85 93

95 95 103

52 53

n"huie AFRIKA TIMUR Addis Ababa
Nairobi {ntananarive

I.220 _L:22Q

r48
145

6 6

2.34r

2.?eF 2.o7o
7.773

161 158

55
55

53
54 55

2,9?e_
1.895 2.O29

r32
L23 732

sq
D/

Dql Es Qalaee Harare

r.962 2.096

_. 128
i36

5 5 5 5 5

r.967
_ 1.690 7.773

L43 t34 143

13e
148

40 35 35 40 35

ral rr' li

r

KEUANGAN MENTERI HEPUBLIK INDONESIA

33
alam

NO

KOTA

ATK

(orl
(3)

(1) 58 59

(21
AFRII{A SELATAN Windhoek

Langganan Koran/ Mqialah (ekslempar/ bulanf HI

Lampu (buah|

Pengamanan Sendiri

Kantong Diplomatik

(oBl
(6)

(kel
(71 t43

Jamuan (oHl

(s)
o c

t8)
40

2.O29
L.962 1.962 2.096

r32
L28 136

60
61

9sse-lqllr
Johannesburs Maputo AFRII{A UTARA Alsiers Cairo Khartoum Rabbat Iripoli
Iunisia

+?8

5 5

2.398 2.363 1.690
1.805

192
139 148

.1o
40 43

62

L.220
1.170

63
64 65 66 67

t.220

140 L47 151

6 6 7

r.220 r.220
1.220

138

r32
130

6 6 6

1.815 L.493 t.449 i.557 2.L51

139 140 150

40

35 40

r37
131

+o
40
40

r.2L2
1.244

r29
189

A,SIABARAT 68 69
Manama

1.170

4t2

J

51

70
7l 72

Saghdad Amman Kuwait Beirut
Doha

r.220
I.I7O L.T7O

42r
385
363 399 385 381 399 408 372 376 394 376 399 408

5

5
J

r.372 e?8
1..469 1.574

L9+
177 L67 183 177 t75 183

51
47 44 48 47 46

r.220
L.I2O 1..220

5

73
74 7S 76 77 78 79 80 B1

Damascus
Ankara

_9
5 5 5
c

1:515 1.575
2.547 1.250 L.464 1.534 t.469 t.I73 2.547

r.220
t.L70

4a
_ _- . . 4 9 45 46

Abu Dhabi
Sanaa Jeddah

t.L70 L.220

.]97
1.7L 173

Muscat
Riyadh

..-\.r70
1.220

82

Istanbul Dubai A.SIATENGAH

1.220
1.170

5 5 5 5 5

181 L73
183 t87

-

.19
46 48 49

i.250

83 84 85

lashkent

1.220

Astana Baku ASIA TIMUR

1.220 1.220

381 412 439

q
5 6

_ ._ ?.?41
1.150 1.035

2.244 1.150

46 46

1.035

+6
44 45 48 48

86 87 88 89

Beijing

1.220

I-longkong
Osaka

r.270
t.270
1.270

Tolcyo

_ 9 ! _ _ -Uglry-g4e 9 1 Seoul 92 Shanshai

r.229
1.270

r.220

346 346 379 379 365 361 346

6 6 6 6 6 6 6

2.233

?.167
2.055 3.450

47 47 51 51

r.324 2.524
2.233

le

__-. !7

49 47

46 44

170 5 5 5 4)4r 1.553 93 94 95 96 t.1 5 8 6 6 6 6 llq _82 t2s 92 118 89 L23 TL4 LL7 92 86 88 5 5 _ __.350 1. L.329 58 58 59 59 A.L7O 1.90 60 1.546 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -34Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf NO KOTA ATK (orl (3) Lampu (buahl Pengamanan Sendiri (oB) (6) Kantong Diplomatik (kg) .7lor.220 r.220 52 52 50 52 48 49 o L23 t24 t25 Sydney Valimo L.r.480 5 4 4 83 82 83 66 66 _L!_6 Ett4i"e IL7 Tawau ASIA PASIFIK 1 1 8 Canberra 1 1 9 Darwin L20 Melbourne L 2 t Noumea r22 Perth L23 Port Moresbv L_l70 1.170 1.??.265 97L 75 75 75 73 65 83 83 83 B1 81 66 66 66 _-.495 1.1?o* 37 _ _ .220 1._22 100 92 1.i70 I.170 1. 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 J 1.170 1.t70 r.747 Y/ .Iamuan (oHl {8) (1) (21 ASIA SELATAN Kaboul Ieheran Colombo Dhaka (41 50 46 44 45 45 45 46 46 (sl 6 5 5 5 (71 t.227 1.8_0-.178 r.9 8 2.480 942 ___1.L70 1.229 L.463 2.221 2.2:0-89 I.170 65 60 57 58 89 82 78 79 79 79 81 81 97 98 99 100 Islamabad Karachi New Delhi Mumbai -.220 i.L79 r.170 T.917 83 66 69 87 60 62 78 75 74 75 Singapore Vientiane tt4 Yangon 1 1 5 Songkhla L.170 1.160 642 1.O _ q 0 t.362 981 1.220 1.220 1.r20 r.220 52 52 52 5() 6 6 o o 2.220 t.134 1 .220 1.945 1r3.840 t23 123 123 133 oo 92 _ .170 1.2to t.568 2.170 r.t59 2..0s2 1.220 t26 _ L?7 t28 Wellineton Suva Dilli L.22I 60 60 60 't5 1.170 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila 47 47 47 46 46 37 37 37 47 BgrenePnom Penh 1. l._?29 r.221 - _ .329 2.SIATEITGGARA 101 ro2 103 104 105 106 LO7 108 109 110 111 L12 113 Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi 1.t70 I.170 5 J _ 2.568 642 3.170 1.

O13 3q_ 39 40 _.95r 13:9.597 t3.408 8.176 qq 80 80 72 80 72 9 9 9 o 9 760 745 774 708 695 ?74 _ 731 960 t5L _ _390 293 722 304 722 _ _394 287 642 895 68.408 9.2 642 895 642 377 287 247 377 247 608 596 619 50 52 52 49 64 49 49 64 49 6_r. 10.918 293 300 300 .ondon t4.776 13.2 Pemeliharaan.562 8.500 9.353 80 80 80 9 9 9 681 320 .639 7.825 72 72 20 P-egeEe-c-ry EROPA BARAT Vienna -. 303 223 245 .q -_9.5.793 9.O38 - 7il 960 731 s-tis 764 585 790 l9PgI'hecq4 ielsinski Itockholm L.176 73..001 7..:)_ 585 764 c6J 26 27 2a 29 17.7'90-0 13.692 13.401 !_r 42 43 Madrid Rome Beograd Vatican 12.626 13._J9s ___ 250 261 350 3s0 418 521 366 46 58 4l 52 41 46 39 370 4L3 324 350 Q-ttitgLima 7.97 681 767 767 337 961 320 361 361 300 390 300 300 291 300 400 __400_ 400 409 409 431 400 48 5_l 46 51 5l 46 3s9400 _4_61 409 461 461 4rl9 29r 291 350 350 400 .408 9.r cl 2l 22 23 Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburs Seneva 72 80 ?1 25 13.9s.309 -t3.918 596 585 602 717 352 '242 806 79t 814 969 979 54 50 49 50 60 36 37 11 ._ Sttawa 6 Jan Fransisco 7 loronto I Vancouver I iVaqhington $MERIKA SELATAN t3l {61 r0t 409 I rl 46 46 46 8. dan Konsumsl Rapat Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unit/ Tahunl Gedung (m2ltahunf t+l Halaman Pengadaan Inventarls Kantor l^"1 tahunl (51 (orl (6) Pakaian Soptr/ Satpam lstell Sewa Kendaraan (harif Sedan Bus t9l Mobtl Boa Konsumsl Rapat loKl (21 AMERIKAUTARA Shicago 2 Houston 2 Ios Aneeles 4 New York _.496 7. Pakaian Soplr/Satpam.434 33 34 3_q 13._ 6 9 1 695 867 609 3:20 309 10 l1 EqC_ota Brazilia Joenos Aires 63 63 A? o 9 9 9 9 9 9 t2 1? 3:7 408 246 264 32s 250 3_50 350 t4 15 l6 lt 93IggqsParamaribo Santiaeo de Chile 72 63 774 616 688 588 645 361 290 ?e_1 qs9.96q 427 806 837 437 790 _ 1.309 13 I to Amsterdam OROPA UTARA 2l 1D 9 9 9 9 9 1.\?.563 72 72 72 72 72 72 tt.2tO 7..279.t47 80 72 80 80 80 9 q 810 745 /rbb 9 9 9 731 753 896 Oslo EROPA SELATAN Saraievo Zagreb thens Lisbon 695 682 702 835 _.t42 12.6s9 13.353 8. 1 0 9 12.973 63 63 -.441 80 72 80 72 72 80 9 9 9 9 9 9 777 7.q! t3. Pengadaan tnventaris Kantor.176 I7.9q1 681 9?9 320 a.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35- 3o.353 9.. .038 790 790 1.9sq 384 3_q-3 387 43 8 l9 IMERII(A TENGATI Mexico Citv Havana 8.5?e. Sewa Kendaraan.434 1? 80 9 9 9 652 638 609 307 300 247 275 275 232 392 383 350 392 383 44 43 .353 8.563 72 I 9 9 9 9 9 9 9 616 667 674 688 702 753 645 753 302 4q3 326 330 337 344 262 26s 275 276 275 295 533 _ 539 550 562 516 602 667 721 729 744 760 41 45 45 46 50 43 q69 Jlo 2e9 _ 6 9 ? at4 698 814 368 50 I ^/ .563 16.

500 72 72 72 9 9 9 9 304 304 325 259 251 251 ?68 25_t253 27t " 244 236 234 275 275 275 294 350 7to 646 686 8 8 8 8 3s0 233 249 733 62 63 64 OJ {!g!ers Cairo Khartoum Rabbat l nDoll 19. _F?2 _.133 72.133 10.350 350 350 350 25 50 50 50 150 150 3qo 389 -.tl .154 66 OI 72 63 72 72 72 -?.032 43 68 69 70 7l 72 73 74 75 76 ]celqeq {mman 11.9_q 300 350 285 275 225 275 3q0 350 1s0 50 25 50 50 33 34 3l 29 oo 50 50 50 _12= 31 3l 363 3_gg.l OJI _ 309 309 309 397 275 275 9?F 505 JUC lofia ^/arsaw }rdanesf r..s22 9. 72 72 63 77 7A 79 80 8l Muscat Rivadh Istanbul Dubai o.496 358 287 372 309 250 275 585 510 791 690 642 845 642 642 49 43 r.?71 275 250 250 250 32 33 30 30 32 30 32 33 350 ISIA TENGAH fashkent \stana 10.154 o.623 70.863 72 80 80 80 88 9 9 9 I ssz 436 +5t) 44_7 441 484 444 397 400 436 436 309 309 339 339 20 20 22 22 .277 o.367 4.766 I 1..889 l l33 7? 72 72 72 72 a2 a2 83 84 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 221 ZIJ 350 _s0-o 458 431 474 458 453 474 484 442 191 367 346 380 JO/ 250 2tJ 9..905 r0.399 tt.990 rku ISIA TIMUR l€ijing :{onskonp fsaka fokyo 63 63 63 9 acJ .367 so5 +2 52 42 42 42 46 l8.?7r 371 407 407 300 300 33 35 U5 _-86 6t .367 1.t76 1.766 o. 9 9 304 308 329 27s_ 250 zrc .s00 10.275 39_q350 147 469 447 474 444 2rl 275 300 .l33 t2 o.:3ol 287 244 275 275 ?7s 350 350 350 50 50 150 47 50 46 44 lunisia ASIA BARAT Manama 10.766 I 1.+z.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK -36Secta Kendaraan Pengadaan Halaman Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unlt/ Tahrrr I Gedung lm2ltahunf Kantor l^tl tahunf 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 9 o lorl 731 638 631 Pakalan Soplr/ Satpam lstell lharil Konsumsi Rapat Sedan Bus Mobll Box loKl 44 45 46 47 48 49 50 }ROPATIMUR 3ratislava fucharest fiev vloscow >raoue 3.234 \buia AFRII(A TIMUR \ddis Ababa {airobi {nfananerivc 72 72 9 9 ssc 346 315 294 JIJ 204 200 275 275 663 650 tcJ 150 43 42 53 54 J5 I 1.eol 9.j 12..399 0.766 o.889 Lt.863 10.256 11. ?so.399 l l. 32s 315 2s9 ?4-2 2s9 251 ztJ -._ 27t-275 389 354 359 376 359 2SO . -9sq 300 350 50 4l 51 47 _?_ 9 9 .s00 72 63 9 9 9 9 9 ^_.277 0.367 9 9 63r 688 309 337 5t 2.407 _27F 300 505 550 6a2 744 AFRIKA BARAT s2 53 f)ekkar \il.080 1.522 o.889 72 72 OJ Kuwait Beirut Doha Damascus \nkara \bu Dhabi 3anaa Jeddah 72 o.910 0. 250 7lo 663 770 663 8 7 8 8 8 7lo 686 304 275 250 264 733 7to 686 733 58 59 60 61 1.644 10.?99 10..9-.--^ 363 300 6s t25 t25 3l 9 9 490 393 419 _.889 1. l33 72 63 OJ 56 57 Dar Es Salaam Harare IFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA 1O.2s6 I 1.

229 4.905 72 80 72 72 92 Guanezhou ASIA SELATAN I 9 9 387 37t 371 465 460 441 441 322 309 309 93 94 95 Kaboul leheran 96 97 98 99 100 lolombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbay ISIATENGGARA 9.437 Gedung lm2ltahunf Ilalaman l^'l tahunl o Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ Satpam Kantor lstell lorl 391 4t9 414 397 397 lharil Sedan Konsumsi Rapat Mobil Box 326 Bus 4t9 4t4 397 397 loKl 2l 2l 20 20 89 Pyongyans 90 91 Seoul Shanehai r0.732 8.592 2..475 28 26_ 24 25 ZJ _ 194 134 s.767 2.679 29 31 29 2A 29 28 29 27 27 .229 8.520 4.500 )ongkhla 72 63 72 72 63 63 [gq'_q!s__.475 2.9q3 2.064 2.t97 9.905 9.064 2. 29_7_ 284 9 9 9 9 9 287 287 247 294 294 198 132 t34 s99 509 JIJ 885 420 743 2.500 7. 112 690 467 --.O04 63 63 63 t12 113 4 l5 l6 17 Pnom Penh Jingapore y'iengane {anson 9. :JOI 334 321 9 9 9 I 9 334 321 334 311 318 600 156 600 56 56 .443 2.2..064 2.423 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37 Pemeliharaan Sesa Kendataan NO KOTA Kendaraan dlnas lUntt/ 1o.101 24 ZJ 72 72 72 72 72 72 72 72 -9 9 Cs+ 334 9 9 9 9 .58s 9.064 26 21 22 27 26 26 26 2l 4sg 430 99?.585 20 2l 22 23 9.t64 9. 63 63 72 72 63 63 9 9 9 321 149 575 _.197 9.446 792 792 792 8ll 811 2.767 29 29 e?q .423 63 63 63 63 63 OJ o 3q1 301 301 294 294 110 140 140 t99 539 g?-. .423 55 1?.592 2.423 7.883 2.500 8."ls 515 137 137 527 527 2.592 2.600 644 68 600 56 49 .475 2.?.592 2.229 4.534 2._ fawau TSIA PASIT'IK lanberra Darwin Melboume Noumea Perth Port Moresbv Svdnev Vanimo Wellington Suva Dilli 63 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 I 9 9 9 9 9 s39 2.520 4.068 2.359 9.33r 9.197 8.-s33. 662 21 ll8 l9 9._ 98s 923 923 923 Aq7 26 27 28 72 72 72 4s 4a _gqo 557 569 476 2.883 2.534 2.907 9.!37 137 112 lt2 -9?7 527 8ll 811 2.585 9.6t7 4..F63 2.500 7.704 .443 2.0'64 2..585 8.617 4.617 8.e-.585 9.22L .737 .6!7 8.592 _ . 11 6 2..617 7._ 138 140 tt2. 2.563 2.2.155 26 26 26 25 25 2l 2l 2l 240 240 430 430 662 662 240 301 240 250 314 301 297 301 240 tt2 140 430 539 430 444 662 429 662 __lt? 240 _ 116 146 1 4 0 . 65 / 0 05 56 575 49 5t) sda 923 997 923 2.500 63 7.443 3 .767 .500 7..592 429 429 8.617 7.534 25 25 25 r 0 1 regdql_$ell B_Aeey14! r02 3anokok l03 104 l05 l06 t07 108 l09 110 111 Davao CiW Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumnur Vlanila Penang 4.429 420 829 s63 539 533 539 2.-2.s85 10.

langganan surat kabar/berita wal. Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan. barang cetak. ialah. dapat diberikan secara at cost. b.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2OT3 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam KabupatenlKota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. Jakarta Timur. terdiri dari alat tulis kantor (ATK). Jakarta Barat. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama. Catatan : yang a. d. Jakarta Utara. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/ atau untuk perjalanan yang bersifat rutin. dan Jakarta Selatan. c. Untuk yang mengharuskan kegiatan dalam kabupatenlkota menggunakan atau air maupun moda transportasi udara dan memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan. Satuan Biaya Keperluan Sehari-hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal. dan air minum . Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupatenlkota jam pergi pulang (tidak memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. alat-alat rumah tangga.

penlaga yang bagi biaya biaya menara menara suar. ABK aktif pada kapal negara. petugas SROP dan VTIS. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian. keluarga penjaga menara suar. Sementara itu. Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diklat penjenjangan pejabatlpegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu. namrln belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. petugas pabrik gas aga untuk suar. petugas pengamatan laut.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 4O (empat puluh) orang. diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut.000. penyandang masalah kesejahteraan sosial. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapatlpertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon l/setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. dapat mengalokasikan paling banyak Rp52. narapidanaf tahanan. Satuan ini sudah termasuk biaya observasi lapangan.0O0. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. ABK cadangan pada kapal negara. suar. Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Ttrbuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh. namun belum termasuk perjalanan dinas peserta. pasien rumah sakit. Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara. Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yar:g digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri. satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai.0O (lima puluh dua juta rupiah) per tahun. diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik. kelomook kelomDoK ten tenaga Kesenatan kesehatan keri Kefla lv .

Sulawesi Tenggara. Kalimantan Tengah. Jawa Barat. gas disunakan sebasai bahan bakar baei lampu-lampu rnerl. Bali. Rayon II : Aceh. ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. Kepulauan Riau. Sumatera Barat. g. Kalimantan Selatan. Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. Daerah Khusus Rayon I. Riau.Pihak III. Maluku Utara. ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar. Lampung. b. Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. resclte team. Sulawesi Barat. Maluku. Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidanaf tal:'anan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM.ara suar. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar. Bangka Belitung. dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yar'g terpencil danfata'u sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon. . Bengkulu.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) f. mahasiswa/siswa sipil. DI Yograkarta. dan mahasiswa militer/semi militer. Gorontalo. Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). Jambi. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Utara. Kalimanatan Barat. Sumatera Utara. Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi. Papua Barat. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP). e. Sumatera Selatan. c. Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: Rayon I : DKI Jakarta. Jawa Timur. II. Nusa Tenggara Barat. d. Papua. Rayon III : Sulawesi Tengah. Kalimantan Timur. Sulawesi Selatan. Jawa Tengah.

diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). kepolisian. khususnya meja dan kursi). Hakim pada pengadilan negeriltinggi. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan. meliputi: a. 1 0 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. dan Hakim Pengadilan Pqjak. b. Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. mahasiswa/siswa militer/semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL. dan BNN. i. dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah asli ke dalam bahasa yang diinginkan. Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. AC Split. Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik. Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. Akademi Migas). Satuan atribut/ perlengkapan. Printer. Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. Personal Computer/Notebook.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -4r- h. serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. . mahasiswa Penerbangan. L 2 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan. mahasiswa/siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan. 1 1 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi termasuk biaya sudah negeri. mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya untuk Pemeliharaan digunakan Sarana Kantor mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial.

uang buku dan referensi per tahun. L4 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. dan SPTJM. sudah termasuk toner dan biaya perawatan.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -42- Pembelian 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama danf atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional. Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai. Diploma III. L 6 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khususf untuk Kegiatan Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD / Ke giatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. Diploma IV atau Strata 1 (satu). sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana. yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR. RAB. Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kemampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing. besaran tunjangan tugas belajar merqiuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang T\. l7 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas a tetap dalam kondisi normal vl/ .rnjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana. pengalokasiannya maksimal IOo/o(sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai.

roda 6 (enam)/bus sedang. Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. satuan biayanya menggunakan harga pasar. Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. termasuk untuk moda transportasi L/ . Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. sosialisasi.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -43- dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar. L 9 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jaml Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat. b. baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jaml Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. 1 8 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud rnenjagalmempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2Yo (d:ua persen). sudah termasuk sewa meja. menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost. kursi. sound system. Gedung/bangunan milik negara. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). pertemuan. dan roda 6 (enam)/bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. roda 6 (enam)/bus dan roda 6 (enam)/bus besar. seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis. tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 3O0 (tiga ratus) orang. Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat). Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu, dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien.

2 L Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat
Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II.

22 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional danf atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga. Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan f atau angkutan antar jemput pegawai. Sepanjang diperlukan, dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus , yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar.

23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus

24 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 {Duaf Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi.

25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stelf
Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pi:rencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. b. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per,tahun. c. Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penvediaannva secara selektif. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stg!

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-45-

per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai; 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai, biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. d. Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswaf Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam MahasiswafTaruna diperuntukkan bagi mahasiswaf taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga yang tertentu penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif, paling banyak 2 (dua) stel per tahun. e. Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA, dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. f. Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam, sudah termasuk perlengkapannya (sepatu, baju PDL, kopel, ikat pinggang, tali kurt dan peluit, kaos kaki, topi, kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. Kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. Satuan biaya paket kegiatan rapatfpertemuan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapatlpertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/ Setingkat Menteri; b. Kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon l/Eselon II; c. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III. Satuan biaya paket kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalarnf rnenginap. Komponen naket m akomodasi 1 minuman selamat da

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-46-

dan kudaPan 2 (dua) kali' ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector, podium, fltp chart, uthite board, stand.ard. soind.' sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). b . Paket Fulldag Satuan biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapatlpertemuan yang dilakuka.t di l,.tu,t kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap' ko*pott"n paket mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali, rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali, ruang pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip chart, uthite board, standard sound sgstem, mikropon, alat tulis, air minezx ral, dan permen). Paket Halfdag paket kegiatan Satuan biaya paket hatfday disediakan untuk rapatlpertemuan-yang dilaliukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. Komponen biaya mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali (siang), rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali, Ruang Pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip charL uhite board., standard. sound. sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). Catatan : a. Dalam hal rapat/pertemuan di luar kantor dilakukan secara bersamasama, hotel untuk seluruh pejabat negaraf pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negaraf pegawai negeri. b. Akomodasi paketfullboard diatur sebagai berikut: : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. Kegiatan yang diselenggarakan secara futlboard dapat dilaksanakan, baik di dalam kota maupun di iuar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luar kota, alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost, indeks paket pertemuan lfullboard), dan uang harian paket futlboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). 2) Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota, alokasi pada RKAK/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fuIlboard/fulldag/halfdad, uang saku dan biaya transportasi dalam kota. d. Besaran uang saku untuk kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor, ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. Kegiatan rapatlpertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP| Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberanskatan suatu kota ke bandara kota tuiuan. Satuan bi

t- )/
/

maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yograkarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yograkarta b) Kembali biaya taksi dari hotellpenginapan (Yoryakarta) ke Bandara Adi Sucipto biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PPf Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP). Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a. serta setingkat Menteri. Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon IIlkebawah. Wakil Menteri Gubernur. 2a Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan menuju taksi dari kantor kedudukan tempat bandarafpelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara / pelabuhan/ terminal/ stasiun kedatangan dan sebaliknya. Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. dan Pejabat Eselon I. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. c. b. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a. . Dalam pelaksanaan anggaran. b. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. Catatan: a. satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. b. Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda. Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama ialanannya melebihi B (delanan) iam penerbansan {tidak termasuk waktu 29 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47 - tiket termasuk biaya asuransi. Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B.

berupa: a. dapat menggunakan tarif bisnis. Pemeliharaan Kendaraan. c. Satuan biaya pemeliharaan gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara. b. h. i. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yarrg dapat dipertanggungj awabkan. Kantong Diplomatik. Pemeliharaan Halaman. Pengamanan Sendiri. 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Penpakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri. Lampu. Langganan Koran/Majalah. ballpoinf. Kantor/Wisma merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2%o (dua persen). merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik. Jamuan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar u/ . termasuk biaya bahan bakar. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju. ATK. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. e. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Duta/Konsul.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -48- transit). dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. f. Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. merupakan satuan bia5ra yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya.

j. Pakaian Sopir/Satpam. Sewa Kendaraan Sedan. dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. 2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara. Konsumsi Rapat. Sewa Kendaraan. dan Box. Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan. k. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. m. Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. Pengadaan Inventaris. Sewa Mesin Fotokopi. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Roda 4). Pengadaan Kendaraan Operasional Bus.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil dan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam. Pemeliharaan Sarana Kantor. 1. pengalokasiannya maksimal lOo/o (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staffl dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. Bus. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaarl dan Operasional Kendaraan Dinas. pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : Provinsi Provinsi dari Satuan Aceh dari Satuan Sumut biava biava L/ . Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak.

OB Orang/Bulan d. OT Orang/Tahun e. Oter Orans/Terbitan Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI I(EUANGA\T. MARTOWARDOJO G NIP. ttd. OP Orang/Paket f. OR Orang/Responden h.W. OH Orang/Hari c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -50- Nias Selatan dari Satuan biava Provinsi Sumbar dari Satuan biava Provinsi Sulut dari Satuan Papua Puncak Java biaya Provinsi dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat Pengertian Istilah: a. AGUSD. 1 Lli / . OJ Orang/Jam b. OK Orang/Kegiatan g.

biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output. secara tlmum. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan yang rincian dibutuhkan tiap alokasi anggaran komponen/tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2OL3 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a. Penyusunan dan Peng4juan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam pen5rusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. Kernenterian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012. menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. 3. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). perencanaan. 4. misalnya: harga barang. 4/'t- . pelaksanaan. membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)/ Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1. jasa. pelaporan maupun evaluasi. 7. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya baik pada perencanaan. 6. pelaporan dan evaluasi. b. 2. biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2OL2 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama. pelaksanaan. Pen5rusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar. menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu.LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGCARAN 2013 NoMoR 7 lPYIK. b. 5.OZ 2OI2 3 / MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDARBIAYA KELUARANTAHUN ANGGARAN 2013 A.

d. meneliti dan menilai usulan keluaran kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan. dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa: .q. kewajaran alokasi anggaran. danf atau d) data pendukung lainnya yang diperlukan. c) data pendukung (backup data)Aplikasi SBK. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran lln/Il bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. 9. Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c. c) Contoh Pen5rusunanSBK. C . membuat rekapitulasi usulan SBK sesuaiFormat 4. b) RAB. Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1. maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungj awabkan. Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/Sekretaris Kementerian Negara/Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/ToR. TOR.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. menyimpan (backup)data usulan SBK. meneliti dan menilai komponenltahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan. Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi SBK. b) Dalam hal pen5rusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yar:g digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun pen5rusunan RAB SBK. dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan. mengunggah (upload)ftIe backup data usulan SBK ke seruer. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c. dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2AI2.q. meneliti dan menilai penerapan biaya. 10. b. B. kesesuaian. B . kegiatan dengan cara menilai c. menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran. dan rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas.

Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud. mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan rriembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7. 4. Direktorat Anggaran lll!fi menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran. penempatan akun. Direktorat Anggaran I/Illm mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke seruer. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian NegarafLembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran l/il|m. Catatan penelaahan SBK. 4l penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. 2. 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai. d. c. Direktorat Anggaran Il[lm bersama Kementerian NegarafLembaga terkait menyepakati hasil penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran). Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/Illlil telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. meneliti. catatan. Dokumen Hasil Penelaahan SBK Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1. 2. 5. . Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keiuaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan. D . 6.paling lambat minggu pertama bulan Mei 2OI2. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi Kementerian SBK merupakan tiap-tiap daftar SBK Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur AnggaranIlillUI. yang mencakup: a. 2l kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalam Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya. uraian SBK. tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggarant f. 3. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung. besaran SBK yang ditetapkan. e.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -4- Format 1 KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon Il/Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume (l) (21 (3) (4) (s) (6) (71 (B) (e) A. C. . .8 ) . . Dasar Hukum T\. . .rgasFungsi/Kebijakan (to) 2. . . . Biaya Yang Diperlukan (to) Penanggung jawab (L7l (r N I P . . Gambaran UmuP (i1) B. Latar Belakang 1. . . . . . . . Penerima ![anfaaf (12) Strategi Pencapaian Keluaran 1. .Tahapan dan Waktu Pelaksanaan (1a) D . Metode Pelaksanaan(13) 2. . Waktu Pencapaian Keluar2n (1s) E.

200 orang peserta. alokasi dana yang keluaran kegiatan. RAB yang merupakan rincian dalam pencapaian diperlukan ( 1 6 ) Diisi dengan lampiran . gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang. Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur. Contoh : pegawai. (s) (6) Diisi nama unit eselonII Diisi nama kegiatan. berupa kontraktual (14) Diisi dengan komp onenf tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Contoh: 5 peraturan PMI(. No (1) (2) (3) (4) Diisi nama unit eselonI. Uraian Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5- PETUNJUKPENGISIAN KAI{/TOR KAK/TOR merupakan. 33 laporan LHP. kegiatan sesuai hasil restrukturisasi (71 Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. waktu pencapaian. petani. siswa. ( 1 3 ) Diisi dengan cara pelaksanaannya atau swakelola. penerima manfaat. dan biaya yang diperlukan. strategi pencapaian. (1s) Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan. termasuk jadwal waktu (time table) pelaksanaan dan keterangan sifat komponenf tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang. ( 1 2 ) Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan f atau eksternal Kementerian Negara f Lembaga. (8) Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. (e) ( 1 0 ) Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. ( 11 ) Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai.

MENTEBI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (r7) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon II I KepaIa satker vertikal). ( 1 8 ) Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan. .

e.l p) p 5-e5!9 .. ts g' t. * . o o !D $ iv)a .- i0< !lm :z u! a o + d!D u. di It 7iK 8zS z mo a> Ez P@6{Oq+ON o--@ e H o .x zm U..fi1n HeHsI H[il 5x . H <cDFXC!C'dCX It IF' lrt It\) U EF.a Cs) @ '5 { Fi rr 6' tr Hk cffuo o X X X G T N (/t cr p x { X o d N o H tr N F 0q F) .) f 6 -F X ! w \ vd H dPHF Hi Hoc qp) F z 0q g) O0) HK PP oop) It 5p w5 H z A) H D @ z H H kti "J o o A) F) E: m p. H P FJ r. z z 5ro N6' -) oq F) AJ H< o H z -r. F? 0) i".ln lo lFl t\] z p) H H Al o z o a) o -l H z H ?frF*iL.^t3 { *J F) F) *l F) N @ r i\ L'J oj P9(DP dX Al H p u.G r 0q 0a N 9x H ooo p P P P V J ^ x x . FF U . 6' Dr* EH Lox o fq i P Z oi J r'J0) 5F P) aJ x" P g Fl i.

Diisi nama Kementerian Negaraf Lernbaga. kajian. u-torkshop. (s) (6) (7) (8) Diisi nama unit eselon II Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan' Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. ... jika ada (oPtional). | ^. sosialisasi. jasa profesi. (1) (21 (3) (4) Diisi nama unit eselonI Disi nam a pr o gr am hasil re strukturisasi pro gram. Contoh: survey. pembentuk keluaran kegiatan jika (e) (10) (11) (r2) Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. volume. Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran ada (optional). Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. bahan. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. komponen biaya. Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan... Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011. No Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan.. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check lisf (V) untuk termasuk biaya pendukung komponen yang (13) (14) (1s) (16) (17) (18) Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahaPantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan. perjalanan. jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan. Diisi jumlah keluaran (lcuantitatifl suatu kegiatan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -8PETUNJUK PENGISIANRINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN rincian RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan. misalnya: 0i 1 Komponen A OI2 KomponenB dst . Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS). satuan ukur.

Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (L7) dan nomor (19). Diisi dengan alokasi keluaran kesiatan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat lainnya menggunakan data dukung dipertan ggungj awabkan. (20) Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (231 (24) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ( 1 e ) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. (2rl (22]' Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK. Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan. (2s) {26\ (27) (28]' (2e) (30) (31) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga.

A) E a N 2 o P. 6 1 F e s E1E s* qr t3 lAt lr+ lo) z 'g Fl o I' n tri 0) o da oq A) FI* l t ' l al F1 F I i >xo tf o P f. . ?68 ' o> zz mO @> e. tq Fix oq d H o o\ qF) nlJ '5 . n a F] I :] uc A) 5 A) 5 t\) z x A) z 'U *i a) oq oc o H j g o o p) pr.z E9s3OO3cE + dD.E' o-9 flt 7* 5r: E = Ft HF.r i r I u. t9 o o o ?4 e A) { p x X o fr o o gq . P o ' iD 3 d FI cl >l NI >l zl A'. gr9 il#' 6'9 7p) KOC H!) p) { "J p E tr\ 3 P A) p s) H Xr .is 6' cEH k r p cSw @ e.a { .IEJ lo l4 F) p z A) SI?F'FSFryST 3 o o 'Jl \) zl <l U I o l ol ll o F >la z FFFH-*Tf. o A) K p) u.< ttt m LJ !D' (ne 0) o * a. Z I P tul rql El I > <l >1 >l >l F:l *i Hi E 6. F o + w Y !) > r1 z z t{l H 't A) A) d z =w i$ 6' ilq 6A) r 2. + .

jumlah volume dan indeks biaya keluaran. (12) (13) (14) (1s) (16) (r7) . Diisi nama keluaran kegiatan. bahan. Contoh: 2. (s) (6) (71 (8) (e) (10) (11) Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. m2. No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan..orangfhart. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Contoh: survei.. perjalanan. rincian komponen biaya. peserta. Contohnya: orangljarn. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi penjabaran dari komponenf tahapan pelaksanaan kegiatan. orang/bulan. sosialisasi..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK . biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran.. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. uorkshop. terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan. km. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat menggunakan lainnya data dukung dip ertan ggun gjawabkan. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 0 L L. orang. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. kajian. Diisi satuan ukur detil akun. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung. kegiatan.000 siswa. Diisi hasil dari program. (21 (3) (4) Diisi nama unit eselon I Diisi nama program hasil restrukturisasi program.. Diisi nama unit eselon II. misalnya: 011 KomponenA OL2 Komponen B dst. jasa profesi. Diisi volume satuan detil akun. satuan ukur.il- PETUNJUK PENGISIAN RINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponenf tahapan. volume. Diisi dengan memberikan tanda ctrcck list (V) untuk komponen yang termasuk biava utama.

Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan. Contoh: 2.0OO siswa. suatu (1e) (20) (2Ll (22) (23) (24) Diisi jumlah total biaya seluruh komponenf tahapan. (2e) (30) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. @gian dari total biaya dibagi volume.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLIK (18) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). . eselon (271 (28) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Diisi NIP pejabat penanggungjawab kegiatan. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a I Lembaga. Diisi keterangan. eselon IV dan pelaksana dari (2s) (261 Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. mencakup situasi dan kondisi bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan.

SBK SBK Total Biaya Keluaran SBK Indeks Biaya Keluaran sBI( A (1r) SBK Total Biava l(eluaran SBK Indeks Biaya Keluaran . .. (4) Surat ......._tJ - Format 4 Lampiran Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBI( Kementerian Ne gara / Lernb aga :..q REPUBT...IK .....KEUANGAN MENTERI INDONESI. ' (l) (2) (31 Tahun A Unit Eselon I.

Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan. Disi tanggal surat usulan SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari.rekapitulasi usulan SBK. (15) (16) (r7) ./t . Diisi besaran besaran dana diusulkan. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi nama anggaran. dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK. Nomor (15). Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman. Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (1) (2J (3) (4) (s) (6) (7) (8) Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi dengan angka 1 (satu). (16). Diisi NIP pejabatpenandatangar. Diisi nomor surat usulan SBK. dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab. Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. indeks biaya keluaran yang yang (r2) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. (e) (10) (11) Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4- PETUNJUK PENGISIANREKAPITULASIUSULAN SBK No Uraian Diisi nama surat usulan SBK. Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK.

. Jumiah Catatari: (2sl (18) (le) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1 .1221 Nama/NIP 1. Disetujui Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP . .. (2s) Tanda Tangan .... .126l.. .. . ... . ... (291..u T A H U NA N G G A R A N : . . .. Kementerian Negara / Lernbaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (4) (5) (6) (81 (e) (101 SBK (lu Volume (t2l Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (i4l daLam ruDnl No AKUN (15) (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan 1. . 2. 2.1241 Tanggal . 2.. ... .. . 1 2 1 1 Penelaah DJA Tanda Tangan 123l Tanggal ... Tanggal ..(271 Penelaah DJA TandaTangan .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -15- Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA I(ELUARAN .(. . . 4. 3... . . . (28) Nama/NIP (301 Tanggal (311 Tanda Tangan (321 .. .

Contoh: 5 peraturan PMK. 33 laporan LHP' Diisi nama SBK. dari Ditjen . Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Ne gar a I Lembaga. Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK. 200 orang peserta. Mator Dtt* ""ttt" *t""n kinerja kegiatan. ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.KEUANGAN MENTEBI INDONESTA REPUBLIK -16- PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negaraf Lembaga. (25) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran @elesaian penelaahan. Diisi nama unit eselon II (s) (6) (7) (8) Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. eselon (1s) (16) (17) (18) (1e) (20) (21) (22) (231 (24r. 2OOotangpeserta. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN. Dt*ffi (21 (3) (4) Disi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. 33 laporan LHP' (t2) (13) (14) Diisi total biava keluaran. Diisi volume keluaran kegiatan. Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. (e) (10) ( 11 ) Diisi volume keluaran kegiatan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara I Lembaga. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui.

Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Kementerian Negar a I Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon III penelaahan dari Ditjen Anggaran. menyetujui menyetujui hasil hasil dari Ditjen hasil (26) (27) (28l' menyetujui (2el (30) (31) (321' Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. yang menyetujui hasil . Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang peneiaahan dari Kementerian Negaraf Lembaga.

|. (1s) AKUN (16) Usulan (171 Hasil Penelaahan 2. (28l- Nama/NIP . Jumlah Catatan: l20l (18) (1e) Ditelaah Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP T (21) Penelaah DJA Tanda Tangan . 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -18- Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (l) : TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a I{egiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (3) (41 (51 (6) (71 (81 (e) (10) SBK (l l) Volume {r2l Total Biaya Keluaran (131 Keterangan (14) dalam No ].. . (30) Tanggal (3U Tanda Tangan (32) . (23) I Tanggal l22l Nama/NIP 124l Tanggal (2s) Tanda Tangan . Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP l27l Penelaah DJA Tanda Tangan . .l2el Tanggal .261 2.

KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLTK

PETUNJUK PENGISIANCATATANPENELAAHAN USULAN SBI{ SEBAGAI INDEI(S BIAYA I{ELUARAN No (1) Uraian
Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian

(21
(3)

Diisi nama unit eselon I

(41

Disi nama program hasil restrukturisasi program.
Diisi nama hasil dari program. Diisi nama unit eselon II. Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan.

(s)
(6)

(7',| (8)

Diisi nama indikator kinerja kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi indeks SBK yang disetujui. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi kode dan uraian akun. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi tentang penelaahan. hal-hal khusus yang terkait dengan proses

(e)
(10) ( 11 )

(r2)
(13)

(14)

(1s)
(16)

(r7l
(18)

(1e)
(20) (2Ll (22)
(23)

Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian NegaralLembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negar a / Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a f Lemb aga. eselon IV dan pelaksana dari

Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.
eselon IV dan pelaksana dart

(24)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.

dari Ditjen

(2s)

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

No

Uraian
Diisi tanda Anggaran. tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen hasil

(261
(27l, (28)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari l(ementerian Negar a f Lem,baga. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.

menyetujui

(2el
(30) (31)

pejabat eselon III yang mg.t penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon penelaahan dari Ditjen Anggaran. III yang

menYetujui menyetujui

hasil hasil

(321

menyetujui

hasil

KEUANGAN MENTERI INDONESIA NEPUELIX - zL -

Format 7
Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REI(APITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI
Kementerian negara/lembaga :
(5)

(r) (21 (31

Tahun Anggaran

No

1
I

Unit Eselon I .SBK 2
Eselon J (61 SBK Total Biava Keluaran sBK A t7l

Volume 3

Besaran

Keterangan

4

5

A
I

(8)

(e)

(10)

2
3

SBK B SBK C . dst

B I 2 3

SBK Indeks Biaya Keluaran (11) sBK A SBK B SBK C . dst

(12)

(13)

(14)

II A 1 2 3

Eselon I
SBK Total Biava I(eluaran

SBI{ A SBK B SBK C . dst

B 1 2

SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C .. dst

3

(1s)
(16)

(18)

lrTl

(le) (20)

iletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pej abat yang bertanggung jawab. nomor (15). ""t" Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga anggaran. dan Uraian persetujuan SBK. indeks biaya keluaran yang yang Diisi dengan angka 1 (satu). {2) (3) (4) kode bagian (s) (6) Dtt"t (71 (8) Dtt"t SBK T"t"l @me ""*" ""tt "selon I dan kode eselon I. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga @at Dit-t NIP P"l"b. keluaran kegiatan yang disetujui' anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (e) (10) Diisi total alokasi keluaran kegiatan. informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dtt"t t*"b"h"" Total Biaya Keluaran. (11) (r2l (13) (14) Diisi besaran besaran dana disetujui (1s) (16) informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dti"i tr*b"h"" indeks biaya keluaran yang disetujui. Diisi tahun anggaran berkenaan. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Dffi Pengusul. ffi Biaya Keluaran Yang disetujui. (16). (18). (I71. contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. dinas.t Eselon II Kementerian Negara/Lembaga' Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran Ilillml' (r7l (18) (1e) Diisi Nama Direktur AnggaranIlIJlnl (20) Mr Anggaranrlrllrrl Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah telift dari satu halaman. .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK 22- PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASIUSULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Minas Dtt=t t""gg"l Diisi nomor nota dinas. (19) dan (20) d. contoh: pelatihan 3o orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari.

. Kode dan Nama Satuan Kerja Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran Yang bertanda tangan di bawah ini. (21 (3) (4) tc. efektif... (6) Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran (71 .( 1 ) . dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. efisien. saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. . Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. .. NOMOR:. . biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui Standar Biaya Keluaran Keuangan dalam penyusunan (SBK) tersebut di Penghitungan satuan biaya tersebut telah dilakukan secara professional... . satuan menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas oleh penggunaan Menteri atas. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -23' Format 8 SURAT PERNYATAANTANGGUNG JAWAB MUTLAI{ .

bulan dan tahun. . tanggal. pejabat Pengguna Anggaran/I(uasa Pengguna (s) (6) (71 (8) Diisi NIP/ NRP.MENTEHI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -24- TANGGUNG JAWAB MUTLAK PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN No Uraian M (1) (21 (3) ffimakegiatan. Diisi tahun anggaran berkenaan. (41 Diisi nama usulan SBK. Diisi tempat. nama Diisi Anggaran.

'-Fd o^x vL -- 3ZZ z H .fr N. r a @ a ag gq co oli d= oJ. F 5S @ zg I a trj a 'd t- e (1 \i t{ H= at rv== 9 Z e .FI X o 6 H 6'q qs o{ aa o d p F iD x u s UC !) gQl >.'t E p r:4. o h n0 o o H0q NP ko DP. o9d Fiold "d n Lp .z r! tH z L-J u w z X . 0q 0) f! 5 F-'t F r{/ F €|ord ooo trtss g.H bhi po n -0 .

Mencermati keluaran kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun. Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis Lainnya.RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: 1. kegiatan Agung mempunyai Badan Urusan Administrasi Mahkamah Pelaksanaan Pen5rusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung. Sifat Biava Pengelolaan data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditinekatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama c. 3. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/ tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Asune a.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis LainnYa Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya . b. . 2. Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK.CONTOH 1 SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNANSBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIKINDONESIA Kementerian NegaraI Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung .

Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk r' " di.Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan I r QK' dibentuk l. reKomenqasr bahan-bahan yang berhubungan dengan d. Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk meniadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkaj ian ketatalaksanaan peradilan s. Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk t. h. Penelahaan dan pengkaiian organisasi pengadilan f.. Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan 1... Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan 1_ Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ' D. Pelaporan peniniauan untuk diiadikan rekomendasi 4 . Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk L Q ' i I. Rp D* Kp '_ RP Rp Rp n_ KD --rRp Rp '_ t(P Rp p. organisasi dan tata kerja e. Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA xxx xxx xxx )o(x xxx xxx xxx xxx )c(x :orx r^/ . T:::f:.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27 - d.1olungKatKan. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan yang data pendukung lainnya dapat dipertanggungjawabkan ke Biaya dalam Aplikasi Standar dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar..P Rp n___r(Pxxx'xxx xxx xxx r:r:-__r__. Persiapan bahan-bahan yang berhubungan organisasi dan tata keria dengan Biaya Pendukung Biava Pendukuns Biaya Pendukung Biava Pendukune Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama e . " menjadi rekomendasi g.ladikan rekomlnd. .asi j. Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h. I Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk diiadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pensadilan k. Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan ^ c. Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a.

an Urusan Aclministrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c. untuk selanjutnya diajukan olJh fepala Bad. Direktur Jenderal Anggaran.xxx 5 . dilengkapi dengan KAK/TOR. data pindukung lainnya serta data pendukung (baclatp data) Aplikasi SBK. Menandatangani gsulan dan rekapitulasi usulan SBK. Itl . 6 . Menyimp an (backup) d. 7 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28Dengan demikian SBK yang d"iusulkan untLrk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi Mahkamah Agung RI Kelembagaan Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx. Ree.q.ata SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. Membuat rekapitulasi usulan SBK.

Dalam rangka pencapaian hai tersebut diatas perlu dilaksanakan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a).RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya . Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/SEK/07 lIIll2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI. q/ . penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan. Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung meliputi peningkatan kelas. B .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA _29 _ CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara I Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Mahkamah Agung . prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan. Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta pen)rusunan pembakuan sarana kerja. anggaran. Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penJrusunan rencana dan program. review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan.Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Klasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran. r Pengadilan Negeri Pandeglang.RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Indikator Kineda Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume A.

yaitu.u.Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi. SO tafrun tentang eera"dilan Agama. Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pemekaran wilayah kabupaten/ kota. .Undang51 Undang No. 49 T-ahun 2OO9.ttg No. Strategi Pencapaian Keluaran 1.*. beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum semarang 2) Peradilan Agama : ' Pengadilan agama Muara Bulian ' Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b). dengan L"ru.REPUBLTK')"r. Pengadilan Tinggi Agama Denpasar ' Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat ' Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C.grn Vl"fttamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya. akuntabel dan berkualitas serta memih. Pengadilan yang akan dibentuk adalah ' Pengadilan Tinggr Agama Kepulauan Riau . Undang-Undang No' Tahun 2OO9tentang Peradilan Tata Usaha Negara' c). .i<hirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan. diharapkan pelayanan hukum dapat diperluas kesempatan ni. Pengadilan Negeri Rangkas Bitung. Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2.asyarakat *"*p"iot"ft sehingga pada b.t datangi lokasi yJng telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadGn dan pembentukan pengadilan dan dengan melibatkan ri"ngadakan plt gt 4i"tt dan evaluasi dengan "".iil"n dlbagian tertentu dalam kegiatan review t<epada para organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan.Pembakuan Ketatalaksanaan diiaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosed.J:"'^ MENTERI KEUANGAN . apararur p"ru.-ab pada kebenaran dan keadilan masyarakat. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola. 3. akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d).ur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembe'ga penegak hukum yang transparan.Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yar-Lgaaa ai Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di + lingkungan peradilan yang dipertegas oleTrUidang-Uttd. Terciptanya Organisasi dan Tata Keda baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4. D. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1. Terciptanya pembakuan barridalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingku.

1 =---====. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lai4 1. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan. Dari banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tataiaksana dilakukan: . Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -31 - 2. 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi L rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. Ta}:rap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas ke usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan Perencanaan dan Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana. c) Pembakuan Tata Laksana { -- Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain.3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi rekomedasi untuk disampaikan kepadapimpinan untuk ditindaklanjuti \k"-irrstansi terkait. b) Reuieu Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradiian untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan.kg Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan OrganiS-asi Bqdan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi---clan--Tata Laksana.)Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan peneiaanan-dtrn -pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengddilan--dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan.

MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK ]NDONESIA masuk hingga 1) Pengeiolaan d. Biaya Yang Dibutuhkan Agung Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah .. F. sebagaimana RAB terlampir' Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.ilannya untuk Jisampaikan kepada ditindaklanjuti ke instansi terkait' E.RI berjumlah Rp***.dilikukan peninjauan' kemudian 3) sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dilakukan penghimp. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran terus menerus Keluaran kegiatan y"ttg terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai setiap tahun anggaran. ttl/ . . Penanggung Jawab NIP.""*.ata dari invetarisir surat usulan yang membentrrk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan' -'*". pelaporan dari loka-t su{ah. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi Y?'g sudah ditetapkan."u'" pimpinan untuk dengan jenis perad.

ci F H H 0c E 6 -1) 5€ irY F EH ffi$ 6StsK' .| gH 1 X X X X ct X .ta Hphjp 8 H w.HH <pzfr (J) oc t.FIEFfi F H HS 6 ii: a L Ep 5 Bn :z o + Hcu p a'l q.O z oFDX <cDFi xc oB :c b) 'dcx :BO (tl t\) ( ! o ts H H N) n 0 q i)o H g- 'd'd FgF w.ar fH + E -6' B fi H H $ '5 :F P}JH sd gIPq) f F: € ti X X X X il cffuo 5HF.z r !cm I i X- ' 2.E Pil UH N 6ts. .:R oPf F?(r) E@= cx eP g ["x FH. p iJ 0) $h FF ho pp w p Ft (l) d.1 !) p Er P P ij') a hi a* o 0) F oq D) F.!. fiK fi I HE.J n H p H P H p P Fd o FJ P n s) g) o Fl 0q A) p tJ i\ PA) Eli oC') !'F) oE 5F) rnP np xia brW FI A) H < i'PH HP 0)n P p f' P n o p (l) EflgHF[re*giH :dFTEFE E'FFF< P g.9) i5 g P Ed irr o l-{ Ol UH otr hr 0) p d1 d n1 c-X o Q . $ a iE H tu >c IiH. p.rP p. [ti #B 6 B t il X X X X H H> offi o X X X X t X X { X nP ^.d>pH >oEFF P x . o?FE tsPS tsr'r tr.*' A.q '' A. J 0 ) P l tqSq Fi B r.rJ /tJ 0) B p q9. F E P..t H o r-+ u (-- .S 0)u.[ t> cDoc Pl m < lj LJ ld irr 6' Qru H HX o a H H $H. Ep nt H FPP o 5' F ct }U p H nr '(J ts z * .PPh' PP. o. 5P " E qF r ' o 5P Z o qq p '\ HB .. .> mc) CD> G!) r< ijP tJ rq FH 5H.

w n1 Ft H }J H fpi!c o a ) F FR ots HH 'U o 13 Ft H H 6.+ fi F' a) o Uc.l FI d: H p t'r) H Fl u 0q tr v) p a o H gq !) gq H '\ p a) H p H p g n H p H oc p !D H A) g F) P 0q X o d1 . 0) fi Fl 5 xH (aH ti @t n1 o H tJ 11_ )v a r+ $ H 0qtr '^lH H H o P p $ H 15.tI HH H (^) CJI N H N) (Jl N) H t\) t\) Yo" -e (to ats. p Fl w o ltr. d 0) p) 0l F{ € pl k P p tr' Eg o. ^tD >'u Fl b) HA aA) H. !) H P H I o F..H HP Pnl Fg vrd HO 5H HP PH t\) H H t r go E o0) HHH PPY P.P r+ a (l U Fl E !) P H FJ CJ. o c+ n H sl F U F) F) H p H tJ U) P{ H H t' F) (t tu o x n a . CD DPl EH D)-< rt p s? lv x0q gEU t cr d H 9) H o o a oq X p H a 0c o rd p -. g U' o r+ rf tfP D AIFd '\ i) il.o + (. t\) H td'd ia o. f o. F. p) H p p) ts gq a P< gm Pni r-]g xzm oc o> zz rn 6) u>> I OJ + >z X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X N X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X .i H H G td H tr o H H .P UP p a.c4 DF] 4H V) r+ to -o 0i ilo *B$ Fp F)E -.J o Fl p) a H . o p) FO rt o P H - r. H i7r ll H. F l.J. n H H o Ltr. uc 0q o H H tr !l rl z H I A) A) a) Al H p) .Y H o A) v. (h E o Ed n )c o H H H \-.

E-i LA.F ) !) H ru o (/) Fl ul N) N) H KP (y H q.H uv PA FF1 F' n1 HH p H o H P o p p p H oHo H n.1 X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X il X X X il X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X H X X X X X il X x X H X X X X X X X X X X H X il t X X X X X X X X X X il X X X n X X X X ..ts. 4 vt p H g g ct) r : + i'6 r tu o H i! P.^J oo -.1 P F ! p t\) tv H h-l p. p H p (tt . o H p) H P pl - gq o I A) v) o H p) F) H H F) p n (/) + 0q H A) H H H p H (h p H P A) p a p H P (l) 0q p) o o H e. .i A)p) 4H P ira lv H P.J o p) n a p H gq p H r-l !l F r< -t t\ F) H p ol p 2. oF) ia(D 01 a p Fl H a+ h-t a n r. p H H .H @ '-l (Jl a\ (Jl Ctl N) N) H FU'g oo .l w o o) H 6. |J 'rJ | u .. |.o w H o 'd tt p f|l p H P r+ o Ft o 0q H FX 'H 6h9 -' r n1 H ! F) H s) F) H P * { JC o 0c H E id H oc H H z H P o H 6 X a o 11 Ft e. lD H H e. H tIJ m 0) H !) H I DP h.! F) H gq Fl r+ o r+ P - rt p) o c+ € c'. H p H rJ H (.t. 50 ) -n H D H .J .F D i-J 11 .= lll m ts4 = I ttl n x= zfm ( c 9t mo >L 9. p p E It o F) H 6 uJ H w p) P - F)H -P t+ o Fl t+ nl X H onr P p td p d Fl nt H a-O u.

5.rd o p Ft H 6 pr 'rJ o H lJ r.1. p H H a.z r-tr X X X t t X X X X X X X X X X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X X Rt X X X X X X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X .!.!- s) a H F] p) a p H hd F) H |i g) H H o H 0q.1 l4Y F) p H I { 0g Fl F) Ft /\ a '\ H 0a p H o H t) orq p . p 'i a) p) F) r..N) N) HH t\) N) 6.+ 'l A) pl l< um :z L --l qrd xzm oc o> zz mo CD> . o rl (.: Ol irr \J 0) ol N N) td N) o 0q p 0) H ^tf (rl t\) ts N) lJ HH v^- (/l N) g€ l/\H p t\) (n r+ f-'1 'U H ptsu (no F. P H H F*i tr t' nt F) 5F m '(J td Ft H p f1 @ 5 ap{ H H d. p) iJ o 0q p H p oq H P . U p ts! F) o H o o (+ I a X 'o H. $ l{ Hr UH OaHti Yts) l:. Ed o r.i . o! p H w PH p.e 'o H H z H FO n o H H tr . Frl 9) H H F) td H H d 4 p a 7. H H Frl *b I+ gq gs LJ o H ff A) H g .+ (a |.t H {x xa.iHP PH N) H >'! H! aA vn 4. P p) i + o nlH @ iJ- ra -- 0q g . LM* ' U pn U pl F d.o1 E5 .(D n E Fr H s) w a) H F) H P .1 n i.t w p H 7i o' H H ar H 15. li H !=.ts.. H Pi o n1 q g) p H . FE w o $ Do) HK iF) rl H P ts: X o Fl a+ H nL oiAA r+ P n1 'lJ a f. nc= o a) A) a+ H p) UFt 'U o oH0 ) F..

2 !/ X il il X r z p "d o F X X X X X X X X ot H 0q H 0c X X X nl k € o oq FI - X X .t\) H t-l z H P r+ (u ol F) Fi -'l z 'd H Ul N) o -l Fl n N) *l grl gq F) H P o H nl t tEd E 'Oo id o iiFA H td o p H HS6 ts:! !l-LJ 15.(J o i H o H 0q p) p H 0) H 0q F) lJ p) c/q I H r) t\) H z m H pl orq iJ tr p z td td rl p H o H o !) Tm < u L I 0q 0c A) !D wm n vz --.i. X ii L'J H Fil H ..1 U r-l F) H xx -zm oc c)> 7z ilt g p . d ^ p w 9l iJ r -l H t- m p c z n H (h F) H td p) FI .l F) H 0c F) H i) @> .

Dalam program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Bidang Uelalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Ekonomi. Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan Negeri men3aai SBK. serta 3.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38- PENYUSUNANSBKINSTITUSIPEMERINTAHDAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMANTEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Kementerian Negara f Lernbaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar NegeriMelalui Kerja Sama AS{AN Diiktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Pemerintah dan Non. Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah Non-Pemerintah.lumtafr Institusi Pemahaman Pemerintah yang Memiliki Teknis Sektoral dalam Kela Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah Nondan Pemerintah Institusi 24 Pemerintah Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: diusulkan 1. -*"**-tt""a) b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2 . WorksLtop Illeqal Loqqinq in ASEAN a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan . Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan menentukan sifat fi"yr dalarn-komponen/tahapan sebagai berikut: No Sub Keluaran dan TahaPan-TahaPan ASEAN Perencanaan Sifat Biaya Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung 1 . dan 2.

9 . 5. 7 . Membuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK). 8 .OO8. data pendukung lainnya serta data pendukung (baclatp data)Aplikasi Standar Biaya.7 92. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -39- 4. Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmasing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biava Rp1.q. Membuat rekapitulasi usulan SBK.000 6 . Menyimp an (backup) data SBK.6O3.OOO Jumlah Institusi Indeks Biava per institusi = Total Biava dibaei 24 Institusi Rp66.000 per institusi. Direktur Jenderal Anggaran.OOO Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Satuan Institusi Biaya Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Rp66. Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66.792.792. dilengkapi dengan RAB. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara memasukkan (input/ rincian alokaii anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungiawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. .

> mO <0g (l ) tsF HEd k c0) r '.6 c F F p.u.fl o. H P * 5 d € r^ tE -z cW."' t H t . '. rnP B> pP rc iJ ts 5.N) H ts U) H P. 0) H nl H H p z N p) FJ ) p H tH H . s) H a H F) H o 5 .F8. *zui'F 3 ryH HHgHBEBEF: " 9uu PO) natFE'EgFg EE$E EiH o H I= !lm :1 r !gm L_tr XI FX q H 5 6E ' cn> . 5 HFg "Eq S iJ S F FFSFryFF f tt &ei*'il. ni I r.8i H g.f Ul N . o !) (Jl N) .fEiglFrFFqg E ' P . p orq pc F" F' . p o 9) H P : g $ Esrs a Fsr + [ ff $ g[r *gHl I aeB i $ B.q ?74-. KBS -.Hs) p) cD PB g' A' p H l"_ n.8.r Fl 6 'F d H Fi X X X X X X X X X o F T EH Hg t= J o-E X X X X X X ." s Ea$ F{i m el? H r.g 9.r -* h B H.n: 0) p) i PF'"$EH ff $'B ?o iH oh't.z lTt 0) E F F.1.-* hl (-P Frtr X X X X X X X X X X X X cKcu 'itr6' tr kq tl ci tr FI 9) H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X fi x \ a a -t N o r q- \ .J 0) F) tJ tD H H $ fl$v-8r. p. f l .FFs Fc.q€ F$ '_Fe s-.H> ti9iD tri$H I H P '-[ FF $ il 0q A) O o r+ H o H w tr o o pl F) H o p a H -s Iq a\ p) w D E. h' U) s) iJ a N al' t\) H N) t\) D) A H H Hp v) a H . e z . H " Z E9 ' H O FrniFScupE{F 5 9 rd (D H H z FH.J< 0) E Pi .

(J) a+ \J o H cr € ' o . p w p Ft nl H Ft H F) Ft' $ H P )c z t) z P a-\ p H P a ffj n H FD H H z /1 U Ft n H z o p Fl n z U P tH P tJ z o p (h H p U) Fl p @ H p a H H.u @ r+ a 4 H Ul (tl P ul w N) v) N) r-l p FJ (/) t\) t\) t\) a+ H H F Ol N) N) H \o N) H t\) v) A) H D) 0) H v ul N ln Ul t\) H -.t) o d FJ p (tl 6.1 >i. F N) N) N ts P H ! w o 0) wo d o F) A) 5 H p) FJ w w n1 Ft H \o Fil 8. Es) p t w A) Fl g) p H H H H E. p) H o oi H w o H a a N \o fTl w H v) r+ N) N) H - \o w w o o p) s) P t. P H H H P P P P F) p A) p) AF t.= PS x= zm a> Fz 9"= rnO X X X X X X il X X X X R H X X X X X X X X n X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X il X x X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il H X X X X X X X X X HX X X X t X X X X X fr X X X X X X X X X X X il X X X X X X x X X X X X X X X X X X X X a X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il . p) F) Fri Ed H H N ts \o w o 0) ft n1 t0 a) a) H D H 5. tH H P t' p H H z s) tp) H H P !D 0) t' !) H. w F) A) w Ft F] )q H p F) H t0 a 9) g) n) F) H o H w o o A) F) H .o H H H Frl F A td OJ N) A (. p F{ o w p) o z . o }{ H rrl p H (Jl Ul I w \) B N) ul ul H N) N) o n1 t\) a r a. o A) v) P !) p..

P F-i z *< :z u{ ttT !!m a FJ p x= zm (fC rv r p' rtAI m6) @> o> zz .^ o 0q F) - .z *l oq p. z L. w o n\ H *l pl p p H d.-r! !l Fl ... -l (1 l-1 H t'...i €E ?FA E oz €o FZ U Fi \' H o H p 0q H p 0c e oq o o I € lD oP{ o t! b' o (r) { @ N) . H P IJ RK hz vt4 A-H P.J n L. "J p) 0q F) H tz t> IZ N z d .^ o 00 .i a TE ts rE Ctt t\) N) F K n H f1 H \.a .H r+ o A) L.-..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful