'"EH[,,1il1?

1"^
i ENTERI KEUANGAN

W

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA N O M O R 3 7/ P M K . 2| 2 A L 2 0
a

TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (S) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Pen5rusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2Ol3 1. Peraturan Pemerintah Nomor 9A Tahun 2O1O tentang Penlrusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O1O Nomor I52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 57781; 2. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2O1,O; MEMUTUSKAN:

Mengingat

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan: 1. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negaraf Lerrrbaga yang selanjutnya disingkat RKA-K/L, adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian NegaralLembaga yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 2. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan baik berupa Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam RKA-K/L.
//

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2-

3 . Standar Biaya Masukan adalah satuan biaya berupa harga
satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menJrusun biaya komponen masukan kegiatan. 4 . Standar Biaya Keluaran adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.

5 . Harga Satuan Biaya Masukan adalah nilai suatu barang
yang ditentukan pada waktu tertentu untuk biaya komponen masukan kegiatan. penghitungan

6 . Tarif

Biaya Masukan adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan. biaya yang satuan adalah 7 . Indeks Biaya Masukan masukan gabungan beberapa barang/jasa merupakan untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.

8 . Indeks Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang
menghasilkan satu volume keluaran kegiatan. 9 . Total Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang menghasilkan total volume sebuah keluaran kegiatan. yang Mutlak Jawab Tanggung Pernyataan 1 0 . Surat pernyataan adalah SPTJM selanjutnya disingkat pertanggungjawaban Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas penggunaan jenis satuan biaya di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Pasal 2 Standar Biaya Tahun Anggaran 2OI3 terdiri atas: a. Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2013; dan b. Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3. BAB II STANDARBIAYA MASUKANTAHUNANGGARAN2013 Pasal 3 Anggaran' 2013 (1) Standar Biaya Masukan Tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a berfungsi sebagai acuan bagi'Kementerian Negara/Lembaga untuk menJrusun biaya koinponen masukan kegiatan dalam RKA-K/L berbasis kinerja Tahun Anggaran 2OL3.

r/

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3(21 Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3
.a

sebagai acuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan batas tertinggi yang besaran biayanya tidak dapat dilampaui dalam penJrusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2013.

(3) Dalam

rangka pelaksanaan anggaran, Standar Masukan Tahun Anggaran 2OI3 berfungsi sebagai : a. batas tertinggi; atau b. estimasi.

Biaya

(4) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3 sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan besaran biaya yang tidak dapat dilampaui.

(5) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3
sebagai estimasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi prinsip ekonomis anggaran dengan memperhatikan pada ketentuan efisiensi, efektifitas, serta mengacu peraturan perundang-undangan. Pasal 4 ( 1 ) Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 yang berfungsi sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(21Standar

Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 berfungsi sebagai estimasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 5

Selain Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Menteri Keuangan dapat menyetujui Standar Biaya Masukan lainnya berdasarkan usulan dari Menteri/Pimpinan hal-hal antara lain Lembaga dengan mempertimbangkan sebagai berikut: a. kekhususan satuan biaya yarrg dimiliki Negara/Lembaga; oleh Kementerian tertentu;

b. tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan/atau c. daerah terpencil/daerah perbatasan/pulau terluar.

,/

mempunyai pencapaian keluaran. Pasal 7 ( 1 ) Dalam rangka perencanaan ar'lggarar:. bukan merupakan keluaran dari Komponen Kegiatan 001 dan Komponen Kegiatan 002.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4BAB III STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 Pasal 6 ( 1 ) standar 2Ol3 Anggaran Tahun Keluaran Biaya b berfungsi sebagaimana iimaksud dalam Pasal 2 huruf sebagai acuan bagi Kementerian Negara/Lembaga untuk kegiatan dalam RKA-K/L biaya keluaran *"ttfrr"ttt berbasis kinerja Tahun Anggaran 2013. referensi untuk: penyusunan RKA-K/L Biaya Tahun 1) penyusunan prakiraan . b. . komponen/tahapan c.maju. dan e.engan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan. mempunyai jenis dan satuan yang jelas dan terukur. dan/atau Kementerian 2) bahan penghitungaq pagu indikatif Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2OL4. (3) standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2Ot3 dapat berupa Indeks Biaya Keluaran atau Total Biaya Keluaran. Standar Biaya Keluaran berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi anggaran d.' Standar Keluaran Tahun Anggaran 2}rc berfungsi sebagai : a. bukan merupakan keluaran kegiatan pengadaan sarana dan prasarana. b. (21Kriteria keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi Standar Anggaran 2OL3 sebagaimana Biaya Keluaran rahun dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. (21Dalam rangka pelaksanaan anggaran. merupakan keluaran kegiatan yang bersifat berulang. yarrg jelas dalam d. batas tertinggi dalam Anggaran 2Ol3.

Pasal 9 Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OI3 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. Tahun pen5rusunan Standar Biaya Keluaran Anggaran 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan/atau b. (s)Berdasarkan (6) Tata cara penyusunan dan penelaahan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 tercantum dalam Lampiran dari terpisahkan bagian tidak III yang merupakan Peraturan Menteri ini. negaraf untuk pejabat (41Penggunaan satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai SPTJM yang ditandatangani oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan dilampiri data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan.q. Kementerian Negar a f Lembaga menggunakan : a. Satuan biaya lain yang tidak termasuk Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 dengan mempertimbangkan kepatutan dan kewajaran harga satuan biaya dimaksud. . usulan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5Pasal 8 ( 1 ) Kementerian dan men5rusun Negara/ Lembaga mengusulkan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 kepada Menteri Keuangan c. Kementerian Keuangan c. Direktorat Jenderal Anggaran Standar Biaya penelaahan atas usulan melakukan Keluaran Tahun Anggaran 2013. (21Dalam (3) Satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dikecualikan terhadap satuan biaya fasilitas penghasilan dan menambah pegawai negerif non pegawai negeri. Direktur Jenderal Anggaran.q.

t wffirffi *RW -6BAB IV ftlElffEnl lfl=UANt]AN lNDoNuslA HEPt't. *\N. AGUS D.Jl-ll( KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan' memerintahkan mengetahuinya. -.W. ttd. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2OI2 NOMOR 287 Salinan sesuai dengan aslinya ENTERIAN ii . ttd. MARTOWARDOJO Diundangkan di Jakarta pada tanggal9 Maret 2OL2 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA.^m. orang setiap Agar pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia' Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Maret 2OL2 MENTERI KEUANGAN./.

58o. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.9rO. Rp2. Rp25 miliar i.d.520.d.000 Rp88O.590.d. Rp250juta c.330.d.890.d.5 miliar s.000 Rp3.O8O.d. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Rp5O0 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun PEJABAT PENGUJITAGIHAN &PENANDATANGAN SPM a. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Rp5O0juta d. Nilai pagu dana di atas RpZS miliar s.d.78O. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana s.000 Rp1.d. Rp50 miliar j.O0O Rps.O00 Rp4. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.23o. RpS miliar g.d. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s. RplOOjuta b. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d.S miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.o0o Rp2. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di'atas Rp250 miliar s.d./ .OOO Rp72O.0O0 Rp3.000 Rp3.0O0 Rp7OO. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rpl0O miliar s.Rp7S0 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Rpl00 miliar l. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.850. npSO mitia.d.d.830.08O.000 Rp1. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.620. RpZS miliar k.d. Rp400.580.5 miliar s.d.0OO Rp83O.d. Nilai pagu dana di atas RpZS0 miliar s.00O Rp1.d. Rpl miliar e. RpSOOmiliar n. Rp750 miliar o.01o. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.61O. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun I. 1. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.0O0 Rp57O. Rpl miliar e.170.O0O I.d.000 Rp2.d.O0O Rp930. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d.00O Rp2. Nilai pagu dana di atas Rploojuta s.0O0 Rp3.t97t0\Bl'PUB IND. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp50O miliar s. Rp25Ojuta c. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas RpS0 miliar s.00O Rp1. Rp2.000 Rp4.d.d.d.d.0O0 Rp4. RpS miliar g. Rpt0O juta b. Nilai pagu dana di atas RplO0juta s.d.0O0 Rp82o. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s.2.d. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp5OOjuta d.110. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. j. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.NESIA H*d LAMPIRAN I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDARBIAYA MASUKANTAHUN ANGGARAN 2Oi3 YANG BERFUNGSISEBAGAIBATASTERTINGGI PENIINGGUNC .d.d.69O.5 miliar f.TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 20T3 ' LI K ilBffi fllwft .0O0 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp2.000 Rp3. Nilai pagu dana s. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp10 miliar h.040.0O0 Rp2. Rpl miliar e. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s.3.d.250.O0O Rp2.d.O0O Rp2.oOO Rp660.d. RplO miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a. RplOOjuta b. RpTS miliar k. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas RplOOjuta s.44O. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.0O0 Rpl.d.d.58O.d.d.OO0 Rp61O. Rpl triliun Nilai pagu dana di atas Rpl OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp5O0. Rps0ojuta d. Rpl triliun p.O0O Rp3.d. Rp25 miliar i.O0O Rp1.d. Nilai pagu dana di atas Rp2S miliar s.O0O Rp1.O0O Rp6l0.0O0 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420. Nilai pagu dana s. Rp1O0 miliar l.d.d. Rp750 miliar o.05O.OO0 Rp2.00O .S miliar f.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas RpSOOmiliar s.00O Rp970.d. Rp2.250.0O0 RpSr0.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.0OO Rp1.O00 Rp48O.58O.OO0 Rps.OOO Rp770. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.5 miliar f.0O0 Rp1.d.250. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.0OO Rp99O. Rp25Ojuta c. Rp250 miliar m.430.d.580. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50O juta s. PEJABAT KUASA PENCGUNA ANGGARAN a.'AWAB PENGELOLA NEUAIVGAN r.

Rp75 miliar k.000 2 HOIiIORARIIIM PE. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.000 Rp3.000 Rp1. Rpl0ojuta b.d.d.000 Rp2. Rp50 miliar j.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp77O. RpS miliar g.d. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Nilai pagu pengadaan sampaidengan RplOOjuta b. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Rp75 miliar k.120.d.270.090.0OO Rp500.d. Rp2. Nilaipagudana s. STAF PENCELOLA/BENDAHARA PENGELUARANPEMBANTU/PETUGASPENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI (PPABP) a.d. RpS00 miliar n. RpSOmiliar j.'ASA /I'MT LAYAITAN PEIVGADAAIT luLPl 2. Rp7S0 miliar o.O00 Rp1.470. Rpl0 miliar h.5 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s.000 Rp310. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun (41 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.d. RpSO0juta d.d.020. RpTS miliar k. Rp25O miliar m.d.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00juta s.d.000 RDg2O-OOO .d.000 Rp670. Rp5O0miliar n. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s.000 Rp430.000 Rp3.860. Rpl0ojuta b.580.580.d.d.0OO RpSl0. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s.d.940.000 Rp500.81o.d.000 Rp4.O90. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Rp250 juta c./ . Nilai pagu dana di atas Rp5O0 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1 . Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00 miliar s.d. Nilaipagudana s. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp2.32O. Rpl triliun p. Rpl00 miliar l. Rp25 miliar i.d. I. Rp10 miliar h.d. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.5 miliar f.2. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl0Ojuta s.d.000 Rp1. Rp25Ojuta c.d. Rp750 miliar o. Rp25Ojuta c. RpS miliar g. Nilai pagu pengadaan di atas RplO0 juta s. Rp2S0 miliar m. RptO0 miliar I. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.000 Per Paket OP OP OP Rp460.790. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun 2.d.000 Rp980.d. PEJABAT PENGADAANBARANG/JASA 2.5 miliar f.000 Rp4. Rpl triliun p. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s.000 Rp4.000 Rp3.000 Rp1.d.000 Rp640. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2sOjuta s.00O Rp760. Rp25 miliar i.490. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s. Rpl triliun p.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rps miliar s.d.OO0 Rp1. Rpl miliar e. Rp2.O0O Rp2.520. RplO miliar h.d.130.d.0OO Rpl. Rp500 juta d.000 Rp6rO.d.d. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s.000 Rp1.000 Rp680. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250juta s.000 Rp2.000 Rp370. 4 .330.d.550. Rp100 miliar l.d.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. Rpl miliar e.000 Rp1. Rpsoojuta d. Rp500 juta d. Rp750 miliar o.780.3.d.d. Nilai pagu pengadaan di atas RpSOO futa s.78o. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s.000 Rp2.d.000 RpS.560.000 Rp810. PANITIAPENGADAANBARANG (NON KONSTRUKSD a.000 Rp2. RpS0 miliar j.d. Rp2. RpS miliar g.450.150. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. Rp500 miliar n.840.000 Rp1. PANITIA PENGADAANBARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a.350. Nilai pagu pengadaan sampai dengan RplOOjuta b.160.5 miliar s.'ABAT/PANITIA PENAADAAIiI BARA$G/. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s.120. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. 5 . Rp2S miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.000 Rp2.000 Rp420.000 Rp2.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.000 Rp570. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s.d.d.000 Rp570.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK t{o lll URAIAN SATUAII (3) BIAYA TA 2OI3 (21 1 .00O Rp860.d.OO0 Rp3. Rpl miliar OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rpsl0.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. BENDAHARA PENGELUARAN a. Nilai pagu dana di atas RpIOO miliar s.000 Rp2.840.d.5 miliar f.0OO Rp850. Rp25Omiliar m. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50O miliar s. Rp2S0juta c.030.

370.000 Rpl. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp750 miliar s.100. f. d.d. n.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK ilo URAIA.960.000 Rp3.000 2. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp100 juta s. RplOO miliar Rp10O miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s.0O0 Rp3. b. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s. Rpl miliar g. Rp500 miliar n./ .d.'A3AT/PAITITIA 3. Rp250 miliar m.2.510. p. Rp10 miliar j.000 Rp45O.000 PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN/PENGADAANBAMNG/JASA 3.0O0 Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rp450.d.370.600.5 miliar Rp2.d. Rp10 miliar h. I.750.d. Rp500 juta d.640. 3 HOITORARII'M PE. Rp250 iuta e.d.890.000 Rp1. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s.000 Rp2.d Rp50O miliar p. Rploojuta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 miliar s.d Rp250 miliar o.000 Rp2. PEIVTRIMA IIASIL PEIITRJAAN OB OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP oP' OP Rp33O. PANITIA PENGADAANJASA (NON KONSTRUKSI) juta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s. 000 Rp91O. atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas (41 Rp1. Rp50 miliar j.000 Rp62O.000 Rp520.450.d. Rp25 miliar k.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s.000 Rp2.O4O.000 Rp3.d Rp750 miliar q.d. RpSOmiliar l.840.d.d. g.d RpSO Nflai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s.000 Rp1.210.000 Rp2. o. Rp250 miliar Rp25O miliar s.OO0 Rp9lO.650. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5O0juta s.d.990. Rp75 miliar m. Rp5 miliar g. m.000 Rpl.d.820.270. Rp50 miliar Rp50 miliar s.d.oO0 000 Rp72O.000 Rp5. Rp100 juta b.230. PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN/ PENGADAANBARANG/JASA a.5miliars. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun Rp330.d.230.0O0 Rp77O.d Rpl triliun r. Rp75 miliar Rp75 miliar s.060.OO0 Rp1. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s.000 Rp4. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rpl0 miliar s.d.IT Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLaipagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di QI Rpl miliar s.d.000 Rp2. Rp250 juta c.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s.4. Rp50Omiliar Rp50O miliar s.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s.000 Rp2.140. c. Rp750 miliar Rp750 miliar s. Rp2.000 Rpl.000 Rp2. Nilaipagupengadaanjasakonsultansi/jasalainnyadiatas Rp2.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rps miliar s.d.d.O00 .d. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s. Rp25 miliar Rp25 miliar s.OO0 Rp4.d. Nilai pagu peke{aanlpengadaan di atas Rp250 juta s. RpS miliar i.d.5 miliar s.d.560.d.d. h.d. k. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s.250. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s. Rp75 miliar k. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas RpSOmiliar s.0O0 Rp48O.000 R p l . Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpsoojuta s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s. Rp2.d.5 miliar h. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 rniliar s.000 Rp450.OOO Rp1.d. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun a.d. Rpl .91O.OO0 Rp1. Rpl triliun Rpl triliun SATUI\IT (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP BIAYA TA 2013 t1t e. Rp10 miliar Rp10 miliar s.d. Rpl00 juta Nilaipagu pengadaan jasalainnya s.000 Rp3.5 miliar f. l.630. i.520.000 Rp1. Rp100 miliar l.520.d.OO0 Rp1.200. RpS miliar Rp5 miliar s.d.000 Rp2.090.000 Rps. Rp25 miliar i.0O0 Rp60O. Rpl miliar e. Rp750 miliar o.000 Rp3. j. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s.OO0 Rp2. Rp500 juta f. Nilai pagu pekeq'aan/pengadaan di atas Rp50 miliar s.d. RplOO miliar n.000 Rp420.010.5 miliar s.450. Nilai pagu peke{aan/pengadaan di atas RpS miliar s.000 Rp2.880.260. Rp2.000 Rp1.

d.000 Rpl.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp50ojuta s. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.000 Rpr.450.56O.000 Rp880. Rp250 miliar m. Rpl00 miliar l.0o0 Rp7OO. RpZS miliar k.000 Rp540.540.000 Rpr. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp2. RpS miliar g. Rp2.260. Rpl triliun p. Rp25 miliar i.260.1 unitAkuntansiringkatKementerianNegara/tembaga(uApA/Barang) Dasar Keputusan Menteri a.d.d.d.820.000 Rp420.d. Nilaipagudana s.d.000 Rp2.000 Rp66O. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 4.0O0 Rp2.d.d. Rp750 miliar o.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK lto URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 (4) IU 4 HONORARIUM PEI{CELOLA 4.2.d. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Nilaipagudana s.000 Rpl. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s.000 Rp3. RplOOjuta b.OOO 'l/ . Rp50 miliar j.5 miliar f.490. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rp2S0 miliar m.000 Rp2.d.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260.d.280. Nilai pagu dana di atas Rp25Ojuta s-d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.62O.070. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s.000 Rp2.000 Rp89o.000 Rp1.000 yangditetapkanatas OB OB OB OB OB Rp7O0. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.000 Rp430.870. Rp25 miliar i. RpZSOmiliar o.680.880.140. Rp250 juta c.130. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.500. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilaipagudana s. Rpl triliun p.000 Rp2.000 RpS10. BENDAHARA a.d.000 Rp1.d.d. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.I.000 Rp1.760. Rp500 miliar n. RpsoOjuta d. RpS00 juta d.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp100juta s. Rpl miliar e. Rp5O0 miliar n.OOO Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.950.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 IIOUORARIUM PENGPLOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5. Rpl0ojuta b. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.0o0 Rp1.d. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp25O miliar s.000 Rp1.d.d.79O. PenanggungJawab c.d. Rp75 miliar k.d.d.d. Rp250juta c.72O. Rp5 miliar g.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. ANGGOTA a.000 Rp3. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp10O miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.820. Nilai pagu dana di atas Rp5O0juta s.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.1 10. Rp25 miliar i.260. RplO miliar h.000 Rp2. Anssota/Petusas OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. PNBP (21 ATASAN LANGSUNG BENDAHARA a.5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.O00 Rp4.000 Rn35O.0O0 Rp370. Nilai pagu dana di atas Rp2.3. Pengarah b.0O0 Rp770. Rpl00juta b.5 miliar s. Koordinator d. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.S miliar f. Rp750 miliar o.oo0 Rp1.d. RpS miliar g.d.170. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rpl triliun p. Rp2sojuta c.00O Rp400.000 Rp3.d.000 4.0O0 Rp6l0.d.00O Rp2.000 Rp2.9ro. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.000 Rp600. RpZS miliar k.5 miliar s.370. Rp10 miliar h. Rp5O0 miliar n.000 Rp2. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun {3} OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.000 Rp500.10O.000 Rp3lO.000 Rp570.380.000 Rp940. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.O00 Rp3. Rp2. Ketua/Wakil Ketua e. Rp500 juta d.o00 Rp730.d.000 Rp1. Rpl rniliar e.d.000 Rp500.d. Nilai pagu dana di atas Rp7S0 miliar Ld. Rpl0 miliar h.000 Rp3.d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.030.d.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAp a.2 Tingkat Pengguna Barang Tingkat Kuasa pengguna Barang PTNELITIAN/PEREKAYASAAN 7.2 OB OB OB OB OB OB OB OB 7. PenanggungJawab c.1 Narasumber/pembahas : a' Menteri/pejabat setingkat Menteri/pejabat Negara Lainnva/yang disetarakan b.2 KetualWakil ketua 9. Sekretaris f. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c. Sekretariat peneliti/perekayasaan d.GD/ KEGIATAN 8. Pembantu peneliti/perekayasa b. PElfcEMuDI.4 Rpr.1 Satpam dan pengemudi I l'2 Petugas Kebersihan dan pramubakti ROIIANIWAN TIM PILAKSAITA KEGIATAN l3. Koordinator c.O0O Ho![oRARruM SATPAM. Ketua/Wakil Ketua d.al a. Peneliti/perekayasa Muda d. DAN 'RAI''BAKTT IO. Peneliti/Perekayasa pertama Honorarium penunjang penelitian/perekayasaan a.4 Anggota PEIfYULUH I{ON PEGAWAI ITEGERI SLTA Sarjana Muda Sarjana Master (S2) KEBER. Pembantu Lapangan NARASUMBER SETIIIN/IR/ RAKOR/ SOSIALISASI/ DISEMINASI/ I. Koordinator peneliti/ perekayasa c. PenanggungJawab b.000 . Anggota/Petugas 5'4 Unit Akuntansi ringkat Satuan Keq'a (uAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar sI( Eselon II atau unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran/Barar! wuy"t atau Koordinator Unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran WiL].1 PenanggungJawab 9.THAN. Petugas Survey f. Peneliti/perekayasa Madya c.I 10. Koordinator/Ketua d. Pelabat Eselon ItI ke bawah/yang disetarakan Moderator SEJENIS BMN 5. PenanggungJawab b.5OO.2 OJ OJ OJ OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Responden OH 8.000. Ketua/Wakil Ketua d. OB OB OB OB OB OB Rp2. Koordinator c. Pengarah b. ptrucAs ll.2 10. Wakil Ketua e. Ketua/Wakil Ketua d. Anggota/petugas 5'3 unit Akuntansi Tingkat wilayah (uAPPA/Barang-wlyang ditetapkan atas Dasar sK Eselon I a.0o0 Rp2.1 6.3 Sekretaris 9. Koordinator c. Pengolah Data e.3 10. Peneliti/Perekayasa Utama b. Anggota/Petugas PEI{GURUS/PENYIMPAN 6. PenanggungJawab b.2 OJ OJ OJ OJ OJ IIOIIORARIT'M PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN 9.90o.l Yang Ditetapkan Oleh presiden a.1 Honorarium Kelebihan Jam penelitian/perekayasaan a. Pejabat Eselon ll/yang disetarakan d.

Rp10Omiliar d.OO0 Rpl5O.000 Rp50o.2 16.4 Desain Gralis & Fotografer 15. Sekretaris f. PenanggungJawab c.000 Rp330.7 Penerjemah l8 OB OB OB OB OB Halaman 1500 karakter Rp500. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. PenanggungJawab c.000 Rpr80.d.000 Rp1.000 Rp4rO.000 Rp500.000 Rp300.3 Editor 77. RplOO miliar d. Rp350.6 Pembuat artikel t6 IIONORARIT'M TIM PEIWI'SI'NAN BT'LETII/MAJALAII 16. Rp200 miliar e.d.00O Rp650.d Rp25 miliar b. Rp200 miliar e.1 Ketua/Wakil ketua 14.000 Rp100.000 Rp690. Pengarah b. Sekretaris f.d Rp25 miliar b.0O0 Rp100.1 PenanggungJawab 15.3 Yang Ditetapkm Oleh Pejabat Eselon I a.000 Rp580.d.0OO Rp750.000 Rp7OO.0OO Rp22O.1 PenanggungJawab 17.2s0.000 Rp250.000 Rp810.2 Redaktur 17.00O t4 ITONORARIT'M SEKRSTARIAT TIM PELAKSANA KTGIATAIT 14.IUTJURNAL 15. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18.000 Rp7s0.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a.5 Sekretariat 15. Anggoia 13.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a. Nilai pagu dana s.3 Penyunting/Editor 15. Nilai pasu dana di atas Ro2O0 miliar OB OB OB OB OB OB OB OB OB oB.000 Rp15O.6 PenanggungJawab Redaktur Penyunting/Editor Desain Gra{is & Fotografer Sekretariat Pembuat artikel Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp400.0o0.5 Web Developer 17.000 Rp450.500.000 Rp400.000 Rp180. Rp50 miliar c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NO URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 tll (21 13.000 Rp600. Pengarah b. PenanggungJawab c.2 Anggota OB OB Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp250.1 ATASAN LANGSUNG PEMECANG KAS/KPA a.000 Rp250. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. Pengarah b.000 Rp100.1 16.000 Rp500.5 16.d.000 Rp3Oo. Rp50 miliar c.2 Yang Ditetapkan oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a.000 Rp460.o00 Rp450.0OO HONORARIIIM PEI{ANGGI'NG} JAWAB PENGELOLA KEUAI{GAIT PADA SATKDR YANG MEIYGELOL^6 AELAITJA PEGAWAI 18. Ketua d.d. Wakil Ketua e.0OO Rp750. Anggota (3) OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB (41 Rp1.O0O Rp490.00o Rp850.OO0 Rp400. Sekretaris f.000 Rp350.O00 Rp4O0.OO0 Rp100. Ketua d. Nilai pagu dana di atas RpSOmiliar s.00O 1Ii / . Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 Ro570.3 16. Ketua d.0oo Rp300. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.4 WebAdmin I7.000 l5 IIOITORARII'M TIM PEITYUSI'N. Wakil Ketua e.2 Redaktur 15.d. Nilai pagu dana s. Anggota 13.00O Rp300. Wakil Ketua e.000 t 7 IIOITORAnIUM TIM PEITGELOLA WEBSITD 17.000 Rp1.000 Rp300.6 Pembuat Artikel 17.000 Rp250.000 Rp350.4 16.

000 Rp60O.000 Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari )iswa/Mata Ujian iiswa/Mata Ujian RpS. Nilai pagu dana di htas Rpl00 miliar s. pendidikan Menengah I pemeriksaan hasil Ujian I c.l pengawas Ujian | b.KTM.3 Narasumber Kelas C | I 22 D/rN HONORARTUM pEtryELEl\rccARA UJrAr{ lVAr{Asr | 22.000j Rpsso.OOO Rp350.2 penanggungJawab | | 19. Nilai pagu dana s.10 l2o.2 PenanegungJawab I 20.9 Selcetaris | Anggotapaniria 120.0o0 Rp27O.4 Ketua Detegasi | 19.0OO Rp7.OPISEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN I 20.O00 Rpsso.6 AnCCotaDelegasi RI | 20.12 Stafpendukung | INTDRIYASIOIVAL .3 Ketua/Wakil Ketua 19.0OO I il i::::.:::l-ll':mbuatan bahan ujian I Nrtskah/Pela.000 Rp15.5 fim Asistensi | 19.2 Narasumber Kelas B | 21.000 Rp24O. SOM Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari.O0ol Rps00. RpSOmiliar miliar OB OB OB OB OB TIUM SIDANC/KOT{FERTNSI I I | I I I I | | | | | | llD&ArDe/IC.iaran OH ry .d.OO0 Rp400 tl I 20 IHONORARIUM WORKST. pendidikan Menengah I ul pemeriksaan hasit Ujian Rp2O.0001 Rp4OO. Rp400.qIoNAL/MITLTILATERALI I l9.d.OO0 I at strata3 (s3) I Of penguji Disertasi I 22. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar s.1 Vakasi a.oO0 RpSO0 Rp4 Rp450.3 Ketua/Wakil Ketua | 20. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.r Pengarah Rp250.l Pengarah t9.000 Rp41O. pendidikan Dasar I pemeriksaan hasil Uiian I b.O00 Rp27O.7 Koordinator | 20.o00l RpssO.7 Koordinator | 19. Rp200 miliar e .tO Anggota l9.MENTEBI KEUANGAN REPUBLTK INDONESTA NO flt URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (3) a .l7 Liasion Officer (LOl Stafpendukung 120.O0O Rp25O.000 Nrrskah/Pelqiaran OH ] Rplso.6 Anggota Detegasi Rt | 19.2 Honoraium penyelenggara Ujian | a.OOO Rp65O.8 Ketua BidanS | 20.12 21 BIAYA NARASUMBER KEiEIATAN DI LUAR NEGERI ISATUAN 2l.8 Ketua Bidang | | 19.l Narasumber Kelas A | 21.4 Ketua Delegasi | 20. Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari BERSKALA INTERflASIONAL Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari RpS50.O00 Rp470.d.9 Sekretaris panitia | tS.5O0 Mahasiswa/ Mata Ujian trang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian urangl Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian o rang/Mahasiswa Rpl0.l 1 Liasion offcer lt ol | 19. Nilai pagu dana di atas Rp25 (41 Rp2OO.0o0 Rp340.OOO c. pendidikan Dasar I Penyusunan/pembuatan bahan Ujian | 1l .0O0 Rpl9O. pendidikan Tinggi I tt Diploma Uillfit/N dan Strata I (St) I pemeriksaan hasil Ujian | "t I Ut pengujiTugas AkhirlSkripsi I Zl Strata 2 (S2) I 4 Pemeriksaan hasil Ujian | Ot penguji Tesis I I I zo.5 Tim Asistensi | 20.OO0 Rp150.d Rp25 miliar b. RptOO miliar d .

2 Golongan III 23.2 UANG MAKAN LEMBUR a. / .3 Golongan IV 24 SATUAIT BIAYA UANG LEMBI'n' 24.000 Rp300.O00 Rpr3.O0O Rpl7. Golongan III c.O00 Rp20. Golongan I dan II b.000 Rp29.000 Rp30O.O0O 41. PendidikanTinggi 1) Diploma I/IIIIII/Man Strata I (Sr) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (S2) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian SATUAIT (3) BIAYA TA 2013 t1l (41 Naskah/Mata Kuliah Rp2sO.OO0 OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH 23 SaTUAN BIAYA UAJIG MAKAII PEGAWAI IIEGERI SIPE (PNSI 23.0OO Rp260.1 Golongan I dan II 23. Golongan III d.I UANG LEMBUR a.OO0 Rp290.000 Rp27. Golongan IV 24.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- NO URAIAIT I2l c.000 Rp25. Golongm I b.OO0 Rp280. Golongan II c.000 OH OH OH Rp25. Golongan IV 2 5 SATUAT| BIAYA UANG SAKI' RAPAT DI DAIAM KAI{TOR DAII UAI'TC MAKAI| LEMBUR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK RplO.000 Rp29.000 Rp250.000 Rp27.

PAPUA BARAT 360.O00 20. MALUKU UTARA 32.000 370. iORONTALO 26.OOO 23.O00 370.O00 2. JAKARTA t4. ]UMATERA UTARA tIAU KEPULAUAN RIAU ]AMBI ]UMATERA BARAT ]UMATERA SELATAN . JULAWESI UTARA 25.I.000 360. 3ANGKA BELITUNG 11. P A P U A 33.000 360. 4. 3.000 430.000 370.000 360. {USA TENGGARA BARAT 19.OOO .000 360.000 480. 3ANTEN 12. ]ULAWESI SELATAN 24. NUSA TENGGARATIMUR 440.000 420.O00 370./ .IALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAIY BIAYA TA 2013 (1) I (2) q. ]ULAWESI BARAT 27.000 580. ). KALIMANTAN BARAT 2l (ALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 22.000 370.000 420. JAWA BARAT 1 3 . ). 9. 7.000 430. JAWA TIMUR t7.O00 370.000 370.ooo 410. 6. IAWA TENGAH 1 5 . \4ALUKU 3 1 .K. 8. 370:999 430.CEH (3) OH OH OH OH OH OH (4) 360.OOO 480.OOO 1 0 .000 370. YOGYAKARTA 1 6 .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -9 - 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PER. KALIMANTAN TIMUR 24.000 370.000 370. 3 A L I 1 8 .OOO 9t_ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 369:999 380. SULAWESI TENGAH 29.000 370.000 530.AMPUNG 3ENGKULU 360.I.000 380. 5. SULAWESI TENGGARA 30.

000 r05.000 170.OOO Cs. -'iq.000 120._ ]ULAWESI BARAT 27.000 10.000 8s.000 35.000 bo. ]ANGI(A BELITUNG 1t. KALIMANTAN SELATAN 23.nArv-rpNcCA2 2 . IAWA BARAT 1 3 .UANRIAU JAMBI UAT{G HARIAN SATUAN FUUAOARD DI LUAR KOTA +l {3) OH OH OH OH OH -oH OH OH -oiiOH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH -orOH OH OH 120.000 rg5. JAWA TENGAH 1 5 .000 125.000 95.oiiri 95.000 10.000 ..000 110. KALIMANTAN BARAT .000 150.000 130.oob 100.000 ios.000 180.o00 UANG SAKU FULLBOARD EULLDAY/ DI DALAIII HALTDAY DI KOTA DALAII KOTA (51 100. J. B A L I 1 6 . DAN UANG WI.OOO 110.LDAYftIALFDAY DI DALAM KOTA rupiah) No.ooo 10.000 95.O00 106.000 25. ? 30.OOO 130.000 140.--z L .ooo 130.-ooo 30.ooo roti.0d0 15.o00 zs..s0.000 4.000 85.000 200.ooo 85.boo 120.I. JUI.ooo r 10.000 - r40. MALUKU 3 1 .. BENGKULU 1 0 .O00 95.000 10.000 95.000 110.OO0 3c.I.obo 95.ooo95.000 150.000 95.000 150.000 95.000 -*- tos.000 2.000 15.000 oo.000 25.000 50. P A P U A - _?e_ lv!4yPqr 20. 6.OOO ioo.000 .000 140.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK SATUAN BIAYA SAKU PAKET UANG IIARIAN PAI{ET FULLBOARD SERTA TULLBOARD DI LUAR KOTA. 3ANTEN ! 2 . 0 0 0 -"--110.O00 (61 85.000 130.SUMATEM BARAT 7 .000 30.A.000 85.000 105.000 1 1 0 . iORONTALO _26.ooo s.O00 sb.-PAPUA BARAT ^/ .o00 30.000 tooobo r00.AWESISELATAN 28.000 110.000 95. rnirrvrnr.000 1 1 0 . SULAWESI TENGAH 120.000 130.000 9s.000 30.ooo 100.000 ob.ooo 30.6.ooo 30.000 140. D.000 reo.000 io. 0 0 0 --115. NUSA TENGGAM BAMT 1 9 .000 110. YOGYAKARTA 1 6 .000 95.000 110.000 160.000 r 15.K. I-AMPUNG 9 .000 50.obo . JAWA TIMUR 17.. PROVINSI 1 T (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPUI.000 r00.000 30. \4ALUKU UTARA 32.000 30.160. D. KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA 25. SUMATERA SELATAN 8. NUSA TENGGARA TIMUR 20.- 85.000 9s. JAKARTA t4.o00 20.000 115.

6 _ Z 9 1 0 0_ .400.OO0 4 -qnn non 1.240.ooo 460.oso.768.-o.g-0-9.ooc l. I J2o.ibts.o00 600.-_i!q.Qgq_.obo OH -oH--_1:5l-q:-009_ .poo * .pge l'_--._!-?qq.ooo OH 750.__ | _-"oq.-i.QQ( 380.gg! _ l.o-qo_ _ 25q.q-qq.___49_q.--sgb. . l 8 NUSA TENGGARA RAR 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2.?4q0-0p_ _ .!g _ _______q4q.?.r4_!q5v_ul4-RA _32 PAPUA 33 PAF-u. ---1."ooo . .0.9_0_0_ 45O.__ _*_J1_u:.o r i .0q.9g2:90_0 -___Fsq. qqg.q_0_q0_9. __!.?-5_0-.o00 H 600.?1o__og_g_ r.ooo .SI TENGAH _9.90q. 580.___ .000 lt-- l- _q -:-_ l3 14 LAMPUNG 9_ BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG t'AN'I'EN JAWA BARAT UAWA T I'NIiATI _ls_D.qgc oH' -.gg1._0:gg0 _ .g_09 _ lr4s-?.000 -.8r9.-1.Q99.qqg ___?99'q0_q 91o.000. 4.goq 1.0J0 _1.-.0!g __L11s-qqg I _ r.oqq.000 __.000 1.000l- I _qel.-00_0_ -o-H66r.0qgjq0_0.ggQ.000 -_ _ ___45q. ._0_0( _ q9.1?q.ono _ g l-__1.-ooo 800. l:g_.ooo _ 720.0.o OH . _l:229_:g0g_ _.1.ooo OH OH -oHt 4nn nnn OH -oC* __q._ .-_l.000 I OH __4.00q L-q12.OOO I (6) (71 2 3 5 RIAU JAMBI l--?!*-oH BARAT --oH- 6 _Lq9q..q_ _?LKALIMANTAN TENGAH 3?. -_ .6*SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN SULAW!.0-q9 .OOO .gg_o 3se.oog.000 I -ess0eql-_zqq.0OO 7?o.q99 1.99-0.000 | 3zq.ggq 720..Jl_O:qgg | l.q99 l-.000 l -OH -oii .000| 336.o_qg _1.9?p. .9?9.ooo ._-q.q00..oqq_ 371.QF_o.150.q-qo.-0-Qq I r.qqq_ l---s3b"ood ..-BARAf-= l-.O00 czg.Q99 _. -_qfl.!'89:q00 I * zao.__-2--8_g:O.lsooob OH --itH .-e?o._. I 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU _x1_ \. _ -.420.oNcaN UI GOLONGAIT rlrr (8) (21 {CEH SUMATERA UTARA (3) OH OH (4) 4.000| 4.qqq -__-.000 I 6_qq.ooi_...000 .000 _ .470.q-o_qI OH __q-09!.q 360.0_0_q .io ____ 41o. -. [-lbTooit .qoq .LoJq. ._o_oq .qoo l$o0:g0q| _ . YOGYAKARTA 16_ _ 1 7. _-Lqqp.Qao. .qQg_ 1:11910_00 I _ _ o H .0_0q __1. PROVINSI SATUAN PA'ABAT NEGARA PF^'ABAT ESELON I/II (5) | 3()R PEJABAT ESELOIV IIt/coLoNGAlf -rv I PF^'ABAT ESELOIY IVlcol.-ogq ._0_q0 _*.ooo 400._ ?..q00_ _ ___.--9-q9.000. __ -_-23 IKALIMANTAN TIMUR lsulAwEsr UrARA _?!_ 25 GORONTALo 2.__?j1l0_.8lp_.-3.500.:1_1260.000 900. .sgo.oqo__ _ _ 7sQ.gqq iao-ooo I rc0..Q-00 1.qq:o_o_o_ ..oq0 _ ___ -qqq. _.qqql____9_4!.___ _95.oooI ___3.-4gq.gqq__ _z9gp_o_0" -_.1q9..000 1.o00 __3.?-6qgg_q.ooo .Q9q iio._.ooc .qqo 4t2.920.q_q-q 1..og.030.079.u-!lg ___.350.9q!.000 -.-_1go_=o_gq _-_9!9:o-o*q OH 4.030..q9q | 1.3Co..o-qg e!0.ooo -_9-t1_ _1.Lq.g.o.000 _.72o.q2g.000 | g.030..000 .OOO .oog .boo.qgg l--4o8bbo -l}s.4q0_1q0!1:l.iz+.000 3go.Qg(__3110.716..1g:0_0_g 400.g_qq r.ooo __3..99.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK BIAYA PENGINAPAN PERTIAL/INAN DINAS DALAM ITEGIERI ru TARIF HOTEL lIO.o_g! __!z_s.s?10_0q .-47!.qqq.ooi 510.q2.qq_o. ---t5-o._.__l. l-.9q0.4go:gqo --+io.0-.._-?.rsz..qqg.?.o_o:qgo ".820.-__1.ooo ..o00 I ._qgQ. 830.000 | oH-..oqo -_i1q. .qgq I -_-oH OH 4.-_1.3e9:0gq -Zsa.lqo-qQg p.ooo i ..I._-.77o.260.srgri.90 I tisol.+oo.IKALTMANTAN _SELATAN ..

D AMDRIKA UTARA I .11 431 ------33 352 286 25 Bqsnia Herzegovina 26 27 runanl --_--_-_-'i6 483 457 444 29 rur LLtHal +22 s20 473 379 472 334 353 287 242 372 24r 371 3 1 Serbia _t?s 401 __ ?8? 361 ?12 313 ______. 313 286 Ker4jaan Ingsris EROPA SELATAN ___.nal" Norwegia DWCLlla 504 466 5t2 453 419 4+3 463 464 4LL 416 509 _ .L._21r_. 318 ?n< 282 28r 27r ?17 414 307 _ _?61 272 _lq_Perancis I 7 Rep.24_L 277 . A (iIJL._____iff. () GOL.O7 2s2 242 241 429 4n6.___!59587 _ 439 534 420 ?1?__ __ _ ___q.l' GOLONGAN (i(./ . !21 318 282 382 282 272 322 28'1 ___. Federasi Jerman-1 8 Belanda 1 9 Swiss EROPA UTARA Denmark Pi"i. _ !91_ 287 27t 321 _20 2L 22 23 24 _172 453 517 409 465 354 288 432 ?7s _ _____.Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile r) 527 447 473 404 417 368 _" 91q _ 307 o 4 395 464 5 Columbia Peru _ _8_ 9 Suriname 1 0 Ekuador AMERIKA TENGAH 1 1 Mexico L2 Kuba 1 3 Panama EROPA BARAT Austria 1 5 Belgia 436 415 386 383 398 277 323 347 316 242 287 24r 286 241 222 t21 29r 270 240 237 281 277 295 273 221 9.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -12- 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAII DINAS LUAR NEGERI da-lam US$ NO NEGARA GOL.

MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam US$ NO NEGARA GOL.^ 44 I\f a r{ 45 L d t z a u l L i 46 Zimbabwe 47 rvrvzquut\._ -q99_ _=___30q 197 277 39 Ilzra _-.2 244 263 _ _?q3-._ _sq6 +29 425 277 __l.-?-186 _ . -257207 275 364 20t 196 186 2 2 ? ___=--zqg_ __ ____2_qq 196 6 n K.0*6297 290 328 AFRIKA BARAT 40 Niseria 4 l 9srlgRal AFRII(A TIMUR Ethiopia 43 Kenva t.// ._____196_ 2to 188 302 ._ -___1_82 ___ 216 212 2t5 211 AFRII(A SELATAN- 48 Namibia 1? AFRIKA UTARA y)*gl].UWart --- 6 1 rJrDanon 62 Qatar _63 64 T\rrki 65 Pst.__. 4 GOLONGAIT B GOL. Arab Emirat rlr _99_ 67 Saudi Adbi"._____9_1. _q_0* 300 247 25I 135 . A (i()L..|u5 361 313 276 292 206 291 201 -_.qq_ 206 t82 19? r67 196 141 285 319 _ ?7.? 334 296 257 276 244 __ __i. -293 267 276 257 270 323 365 224 t97 ..t-97 215 301 l06 2tL 276 254 r97 207 185 / / .esultanan Omq4 357 386 358 365 459 _ 353 391 359 _ _2Qq . -202 287 212 192 161 201 5 1 Mesir 52 53 Tunisia 54 Sudan OD Libya -.__1_q_ -. D 426 421 407 416 .5 ASIA BARAT 56 \zerbaiia 58 59 lral< nrrlanio 498 397 365 406 459 283 254 ---__-. _ 3q1 361 381 _ 512 387 382 293 _ _. C E 33 34 35 36 *33_ Rusia 38 Slovakia EROPA TIMUR Bulsaria wzecn Hongaria Polandia Rumania (s 367 390 320 331 3i3 31 c?c GOL._ 342 368 _ -_ _**L9? 342 308 308 273 251 247 282 254 2R6 190 191 186 _ !81_ 2ro 189 184 16.

A GOLONGAN GOL. (J (21 ASIA TIMUR 69 Rep.Rakyat Cina 70 Hongkong 7 l Iepqag 72 Korea Selatan 73 Korea Utara ASIA SELATAN 74 Mganistan GOL.66 241 181 166 181 392 456 352 420 287 334 222 224 212 254 333 82 Philipina 83 84 85 86 87 88 89 Singapura Malaysia fhailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam 90 Kamboia 9 L limor Leste ASIA PASIFIK 4L2 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 221 221. 211 201 L96 t96 t96 196 t96 796 2rI 197 202 204 197 r97 229 272 222 276 237 22I 92 93 94 95 96 Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nueini Fiii 439 392 425 385 363 403 246 387 s53 329 27t 221 224 L92 t79 / . E Gc|l.tJ 385 Bangladesh 76 India 339 352 343 348 351 226 L96 263 77 Pakistan 78 Srilanka 79 ran ASIA TENGAH 80 Uzbekistan 8 1 Kazakhstan ASIA TENGGARA 203 20L 260 173 t67 242 182 t67 202 172 1.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4(dalam US$) NO NEGARA GOL.. D (6) (3) 378 472 519 421 395 (4) (5) 238 320 303 326 238 207 287 262 297 207 206 286 261 296 206 .

530 3.530 7.310 3.340 9.880 t.O80 LO.500 13.0.400 920 2.890 3.890 3.830 850 3.I30 3.770 5.240 9_.220 1.520 4.140 6.770 2.410 7.810 4.330 550 630 890 3.670 2.430 6 7 8 9 10 11 Amsterdam Ankara Antananarivo Astana Athena B.960 4.920 10.820 8.so0 1.800 1.500 9.300 8.180 4.450 3.370 1.750 5.91O 7.400 1.640 7.040 5.990 3.60 6.700 4.330 3.350 4.204 4.800 t.310 3.L70 s8o .110 5.240 Eksekutif (8) Abu Dhabi A.220 3.600 1.7tO 2.860 2.220 4. Ekonomi PERUIAKILAN Eksekutif AI PERUIAKILAN .600 2.660 4.980 4.150 7.920 r.520 6.220 7.450 2.550 5.660 3.760 5.320 t6.220 8.040 6.010 3.660 7.720 2.000 5.600 1.5rO 2.810 6.500 6.620 9.5i0 t.890 1.430 (s) 2.980 1.s.MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA -15- 30 SATUAN BIAYA TrKET PER.840 7.910 3.330 12.780 4. (1) I 2 3 4 D PERWAKILAN QI JAI(ARTA.060 3.S Begawan - 890 1.730 2.480 3.800 1.490 3.100 2.890 3.490 5./ .'ALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGpRT IONE WAYI dalam NO.600 2.400 5.680 1.440 11.470 9.670 3.730 3.160 6.OOO 8.010 7.610 1.690 5.020 5.200 4.010 1.000 3.550 5.810 t.130 6.a20 680 r.650 t.470 r.610 6.860 t.160 2.770 6.060 3.270 4.240 2.220 880 2.900 3.510 3.L60 3.800 t 2 Baghdad 1 3 Baku T4 Bangkok 1 5 Beijing L 6 Beirut 1 7 Beograd 1 8 Berlin 1 9 Bern 20 Bogota 2l Brasilia 22 Bratislava 23 Brussel 24 Bucharest 2 5 Budapest 26 Buenos Aires 27 Oairo 28 Canberra 29 Cape Town 30 3aracas 3 1 Chicago 32 Colombo 2.200 3.960 1.060 1.490 1.900 730 1.390 12.790 3.O50 1.270 10.220 3.360 5.490 1.400 3.310 4.420 5.010 2.910 11.o20 4.370 2.150 3.JAKARTA Ekonomi {6) Bislis Bisnis (3) 1.4{o 1.150 1.570 4.820 ftl 4.560 3.900 1.720 4.990 10.780 7.830 4.L30 4.260 t.520 4.690 7.370 10.r20 5.buia Addis Ababa Alger Amman 2.020 5.520 1.330 3.240 .810 3.200 4.330 7.460 5.590 5.500 5.440 5.O10 3.050 4.680 3.999 2.770 2.080 3.sLO 9.860 2.

640 2.-1.370 810 2.rso 3.9-so 7.420 3.7lo 4.780 1.I40 3.860 2.050 880 sso eio 580 340 1.660 1.920 1:.930 750 1.050 10.720 1.600 4.1.560 1 .950 2.tLO 1.9r0 370 1.950 _ _ _ 7 .990 2.180 r .080 5.160 1.560 3.r20 7.520 3.980 1.220 4.r70 5.220 9.soo 3.000 5.450 1.170 7.190 z.400 3.800 2.630 8.100 3.O40 9.530 830 750 750 4.030 2.260 860 1.130 3.930 2.190 2.320 7.660 3.O20 4.690 2.870 560 360 63 64 65 66 67 68 69 Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles s30 2.290 1./ .060 1.100 2.200 3.1 .150 1.570 2.340 2.700 7.040 3.340 5.270 6.190 1.150 1.400 4.360 r. 1 9 0 2.530 (41 7.530 5.430 4.140 2.300 5.170 7.490 1.380 2.010 7.2rO 920 2.680 4.030 3.800 2.460 2:9ro 660 890 .420 2.420 ro.440 9.920 8.610 {s) 2r.690 .670 6.180 Ekonomi Bisnis Eksekutif 33 Dakar 34 Damascus 35 36 Dar Es Salaam (3) 5.820 1.390 2.640 2.050 7.510 --z.580 1.500 1.800 5.180 7.410 52 53 Islamabad 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jeddah Jenewa Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston 7.610 4.630 2.730 1.210 4iio 3.L20 8.290 4.890 3.100 r.400 3.JAKARTA Ekonomi (6) Blsnis ffl Eksekutif (8) 10.460 3.720 13.450 450 2..750 3.890 4.940 2.470 2.600 r.100 5.980 .620 8.060 2.500 3.600 6.920 6.230 Dili Doha 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Dubai Frankfurt Guangzhou Hamburg Hanoi Harare Havana 3.290 1.oso a. 1 PERWAKILAN QI JAI{ARTA.930 3.240 3.t20 4.500 5.600 3. PERWAKILAN PERUIAKILAN .900 4.460 3.390 1.LOO 2.+70 2.600 6.260 37 38 39 40 4l Darwin Davao Citv Den Haag Dhaka 3.700 6.0i0 750 _3€99_ 4.560 6.630 5.660 3.O00 3.ar9 7.930 3.590 t.650 7.730 3.860 2.570 2.100 2.r7o.100 8.060 3.2rO 3.630 640 3.O70 1.r80 1.790 1.oro 2.500 2.600 3.100 .500 1.820 990 L.390 2.020 790 1.840 3.280 3.350 1.270 3.240 5. 510 720 610 1.430 4.330 3. 11 0 6. 0 6 9 ?.530 590 980 3.050 5.140 3.430 10.740 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK lq4ralu vuv NO.o29__ 1?e_9 2.490 4.9-99 * 840 i.080 2.620 Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen 2.

070 t.000 r .180 l:^l.280 5.n 2.690 7.130 4.O20 5.O40 5.350 3.350 3.180 2.050 920 3.590 5.7IO 5.1 0 1 2.100 1.290 6.690 1.470 2.71O 2.620 7.070 8.700 860 t40 1.890 6.890 2.060 6.480 3.200 4.660 2.970 3.380 3.060 3.050 - 2.040 4.300 11.120 2.930.890 1.250 Perth Phnom Penh to.680 2.440 NO.900 1.750 i.980 2.630 2.4LO 3. 1 9 0 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 g6 97 98 99 Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbav Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama Citv Paramaribo Paris Penang 700 1.050 460 520 790 3.8-oo 8.20 2.500 2.300 3.O20 4.370 (71 4.570 7.420 2.340 6.r20 4.740 11.130 8. 11 0 t.450 1.350 3.390 2.650 960 3.ee9.260 2.580 6. 7.950 2.360 4.940 600 3.500 4.420 4.O20 3:110 1.480 2 3_102 730 1.560 1.620 10.460 4.580 4.750 8.230 Eksekutif (3) (sl 7.300 3.31O 570 2.310 730 7ro .670 600 2.970 Quito Rabat Riyadh 4.600 6./ .500 10.450 3.980 1.230 LO.580 7.820 4.720 4.8391.490 9.s0o 8.990 2.230 3.540 1.540 4 .760 3.030 3.L40 70 7l 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Madrid Manama Manila Maputo 3.670 8.370 2.500 3.870 2.440 1.480 4.370 Port Moresbv Praha Pretoria Pyongyang 3.030 3.470 6.180 9.500 4.350 - i.280 530 t.240 __ _5:059 __-7.280 1.430 1.320 4.020 2.360 L.890 2.750 2.410 11 .130 1.1.900 6.340 4.260 5.t20 2.650 to.300 5.050 L.OOO 4.300 3.970 5. (1) PERWAKILAN Bisnls {4) 4.O24 7.130 3.030 950 3.870 3. 13.700 4.830 4.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -17JAI(ARTA.900 1.860 3.320 2.450 z.320 L2.060 3.970 2. 11 0 t. PERUIAKILAN Ekonoml QI dalam U .JAKARTA PERWAKILAN Ekonoml (6) Bisnis Eksekutif {8) 8.850 5.910 9.400 4.t20 1.270 650 1.990 5.420 2.510 J.290 640 1.050 6.280 10..L90 3.240 6.630 7.610 5.610 7.aoo 4.360 1.330 2.520 6.600 4.060 8.920 3.440 2.630 880 3.310 640 1.920 9.r 70 3.880 8.380 6.890 1.860 5.520 _3.7LO 1.640 6.610 5.gtO 12.670 rr.690 Roma San _10_1 Francisco 1"02 Sana'a 103 Santiago 104 Sarajevo 1 0 s Seoul 106 Singapura ro0 3.500 5.340 4.O70 1.540 7.020 6.640 3 .330 ?'9-99 1.

700 1.670 VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington t26 Wina r 2 7 Windhoek t28 Yangoon L29 Za*reb 2.800 3.230 3. P9RWAKILAN Ekonomi f3) 1.200 1.930 Bisnis (4) 4.280 t.100 6.320 950 6.obo 370 2.840 740 600 2.100 1.480 t.740 700 1.320 3.100 5.890 2.670 Suva Sydney Tashkent lawau Teheran Tokyo Toronto oli 3.550 2.750 950 10.4tO 1.370 13.dCo 1.980 .t70 1.200 5.460 (21 Sofia Songkhla Stockholm (s) 8.230 7.200 1.460 3.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK INDONESIA -18U NO.970 1.100 2._e-.500 7.L90 5.204 6.160 12.410 4.570 " 1.380 6.440 750 1.260 750 3.9LO 6.330 3.810 1.200 1.580 1.650 3.690 4.410 2.370 1.610 750 1.190 7.460 1.860 3.490 Eksekutif PERWAKILAN .560 // .180 2.200 800 4.r40 7.380 t.190 1.870 2.250 1.900 4.520 2.890 2.930 r .420 3.700 3.520 5.280 2.500 5.970 5.800 4.200 4.620 910 3. I L07 108 109 110 111 LL2 113 LL4 115 116 t17 118 119 120 12T 122 t23 t24 t25 PERWAKILAN JAI{ARTA.590 3.620 2.460 1.700 3.320 4.610 2.910 7.480 2.o70 1.270 4.500 4.000 4.740 3.680 1.210 (71 4.960 t.OOO 800 5.800 4.510 700 2.990 6.-6J9: 6.810 t.100 6.480 1.090 5.680 3.2tO t.120 3.580 1.340 1.870 2.JAKARTA Ekonomi (6) Bisnis Eksekutif (8) 7.204 8.370 3.410 950 3.890 6.440 900 1.250 4.390 3.690 5.160 4.050 8.810 3.790 2.000 2.970 2.400 3.200 -"t.

Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan (ULP| Pengadaan Barangl JasalUnit Layanan a. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja.00o. Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya. Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK. e. termasuk PPABP. Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya bedauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran danfatau beban keda Bendahara Pengeluaran sangat berat. b. menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan.00 (seratus iuta rupiah) untuk paket pensadaan iasa . Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 1O% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola.TERI INDONESIA REPUBLIK _19_ PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. Honorarium Pejabat Pengadaan BaranglJasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/Kuasa Pengguna Barang/Jasa melaksanakan untuk pemilihan penyedia barang/jasa penunjukan melalui langsung/pengadaan langsung paket pengadaan untuk barangl pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi 8p10o. c. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP). d. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA. 2.KEUANGAN MEN.000. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang.

Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan kepada BMN diberikan pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tusas rutin selaku rus .O0O. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang. Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang. baik yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi.A'. Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a. Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan oleh Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk melakukan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP. 5. Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang.O0O. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang.t\f. 4. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data. Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam I (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja.ts4i'?3ll -24 konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50. 6. 3. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing. b. Honorarium Panitia Pengadaan Barang lJasaltJnit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. b.00(lima puluh juta rupiah). pencatatan. Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan.Sllsf. sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan.

Koordinator Peneliti/Perekayasa. 7 . Honorarium ketentuan: narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelen ggara. Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnyal masyarakat.2 Honorarium Penunjang Penelitian/ Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa. b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyele nggara I masyarakat. 7. Terhadap pembantu peneliti/perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Jumlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengums/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -21 barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. Sekretariat Peneliti/Perekayasaan. Pengolah Data. Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. 1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama. paling banyak 4 (empat) jam sehari. Peneliti/Perekayasa Muda. 8. Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7. Petugas Survey. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah melakukan pejabat yang untuk dari berwenang penelitian/perekayasaan. Peneliti/Perekayasa Madya. narasumber dapat . Catatan: Honorarium penelitianlperekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/perekayasa. dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur.

L2. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja. c) bersifat temporer. Untuk satpam. (sepuluh persen) dari jumlah peserta. pengemudi. harian perjalanan dinas dan honorarium selaku FGD/ Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ Kegiatan Sejenis Honorarium dapat diberikan kepada pegawai negeri yar. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan Setingkat berdasarkan surat keputusan Presiden/Menteri/Pejabat Menteri/ Pejabat Eselon I/ KPA. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja. wal meru s tertentu kePada atau "/ . Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yarrg berwenang. Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan. Jumlah panitia maksimal lOo/o 1O. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya. Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (outpuf)jelas dan terukur. Honorarium Satpam. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan. Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan.g diberi tugas kegiatan panitia melaksanakan sebagai untuk seminar/rakor/sosialisasi/diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara I masyarakat. b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya.INDONESIA -22- diberikan uang narasumber.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK. 13. Pengemudi. 11. 9.

Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang. Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. Honorarium Tim Pengelola Webslte Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola uebsite. 16. v/ . Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. 17. 15. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Unsur sekretariat adalah pembantu rlmum. Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim PenSrusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. 18.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/ Menteri. dan efisien. efektif. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri f non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang. 14. Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. dan e) dilakukan secara selektif. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik. dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Honorarium Tim Penyusunan Buletin/MaJalah Honorarium tim pen5rusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menJrusun dan menerbitkan buletin/majalah. pelaksana dan yang sejenis. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -24- lg Honorarium Sidang/ Konferensi Internasional-KTM. pegawai negeri Gol IV/C ke atas. ketua dan wakil ketua iembaga negara. sidang/konferensi Honorarium (bilateral/regional/ muliiiateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior offtcial berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang. tidak diberi uang harian Berskala kegiatan Workshop/Seminar/Sosialisasi/Sarasehan berskala Honorarium uorkshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara berskala kegiatan workshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional. Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan. Regional/ Multilate ralf SOM {Bilateral/ SOM internasional-KTM. 21. berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang. v/ . anggota lembaga negara. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: t hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + t hari setelah kegiatan. Satuan Biaya Narasumber Kegiatan di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI yang untuk kegiatan workshoplseminar/sosialisasi/sarasehan diselenggarakan di luar negeri. 20. Narasumber Kelas B yang pegawai negeri non : Narasumber disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. perwira tinggi TNI/Polri. : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Senior OJficiaIMeeting (SOM) Pegawai negeri penyelenggara perjalanan dinas. duta besar yang menjabat kepala perwakilan. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas. Honorarium Internasional : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hati setelah kegiatan. yang pegawai negeri Narasumber Kelas A non : Narasumber disetarakan dengan menteri.

Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi. b. ujian akhir semester dan ujian akhir.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESTA -25- Narasumber Kelas C pegawai : Narasumber yang non negeri disetarakan dengan pegawai negeri Gol Ill/c . c. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. menengah. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c. Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. dan tinggi. Yakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. 22. Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor. vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk. dilenekapi de surat i oleh peiabat ne ditan r/ . menengah. Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. dan tinggi. vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1(satu) kali per hari. ujian tengah semester. 24. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d. Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNSI Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang berdasarkan jumlah hari masuk kerja. 25. penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi Honorarium pen5rusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. rapat melibatkan eselon I lainnya b.it??Xl"1engan rvlb dan perwira menengah Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a. Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. 23.

Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran. 27. Satuan Biaya Uang Harian Paket Fullboard Saku Paket Fullboard serta FulldaglHalfdag di Luar Kota dan Uang di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor kegiatan paket sebagaimana biaya dimaksud satuan dalam rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota. Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian.00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah). e. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat.000. *rrt"i pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a. Rp130.00 (dua ratus lima puluh ribu dan rupiah). transpor lokal. surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja. pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara.INDONESIA -26- setingkat eselon ll/kepala satuan kerja. pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250. menteri serta setingkat menteri).000. Rp. Selama melakukan perjalanan dinas. dan f.00 (seratus tiga puluh ribu rupiah). maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c. dan uang saku.000. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b. Satuan Biaya Uang Harian PerJalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. Uang saku paket fullboard dan fultdag/halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/ pertemuan paket fullb oard dan fulldag / halfdag di dalam kota. bagi peserta yang karena untuk faktor tambahan waktu transnortasi memerlukan .". MENTER!KEUANGAN REPUBLIK. Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian NegarafLernbaga paling tinggi eselon I.190. 26.

. duta besar luar biasa berkuasa penuh /kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. 29. pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c. untuk l(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. uang saku. pejabat eselon II. Golongan D Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. pegawai negeri sipil golongan IIIIc sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara. dan uang pengmapan. b. 24. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. perwira tinggi TNI/Polri. Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: a. Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negerifnon pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. Golongan C d. kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaanrlya. wakil ketua dan anggota lembaga negara. transpor lokal. Golongan A menteri. Golongan B duta besar. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya. c. pegawai negeri sipil golongan lV /c ke atas. ketua. utusan khusus presiden (special enuog) dan pejabat lainnya yang setara.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -27 - berangkat/pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk peraturan perundangberdasarkan undangan dan pejabat eselon I.

2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai silan sendiri. . besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya.W. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Klasifikasi Firsf diberikan untuk Golongan A. anak kandung. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- egawai Yang melaksanakan perjalanan dinls ke negara Uganda. anak kandung perempuan. isteri/suami Perkawinan. dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM IGUANGAN. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh iima) tahun. Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negataf pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Neglri y. anak kandung. yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab ia tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri. anak tiri. atau d. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat. lit "i jalan (one taagl. 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one wag) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya p"*"*"1 udara perjalanan dinas pindah dan diberikan pembeliar.ng digunakan untuk meiaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya. anak tiri. Satuan biaya tiket termasuk biaya untuk satu kali asuransi. MENTERI ttd. ENTERIAN KEPA AGUSD. atau 3) Klasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D. anak tiri perempuan. b. belum pernah menikah. MARTOWARDOIO GIA NIP. c. Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: Undang-Undang ketentuan yang menurut sah a.

000 11.O00 14.OO0 10. Dikma TNI/Polri b.000 36.000 32.nglKaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kati Orang/Kali Orang/Kali Orarg/Kali Orang/KaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Kali Orang/Kali BIAYA TA 2013 (4) rs. OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c.000 I I I | I I I I I I | | I | 7.00o I 14.000 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAIIAN MAKANAN 7.000 | 13.1 Rayon I .000 18.000 41.000 10. Anggotayang sakit d.000 11.1 Rayon I d.000 20.000 22.2 Rayon II . Operasi Pasukan termasuk creut kapeJ laut/terbang a.OOO I l 14. Rayon I Drerah Khusus Rayon I b.l Rayon I b.t Anggota TNI/POLRI Non Organik a. Tahanan AnggotaTNl/Polri .OOO 45.3 Rayon III c.000 17.z r<ayonlr ..000 11.OOO 30..000 l I 11. Rayon II c.2 Rayon II b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (dalam NO (i Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yograkarta JawaTimur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa TenggaraTimur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 7 URAIAN SATUAN (21 (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kdi Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Ituli Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orc.O00 r 1.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a.2 I I I I I I | 7.000 30.O00 36.000 13.000| 14.OOO I I r3.000 | 11.000 14.O00 13. Rayon III Dterah Khusus Rayon III PasienRumah Sakit a.3 Rayon III e.3 I I I .000 36.3 Rayon III b.000 16..000 11.2 Rayon II Rayon III ". RayonII Drerah Khusus Rayon II c.000 11. Rayon I b.2 Rayon II d.000 34.o00 32.000 17.3 d.000 15.000 27..000 25.000 15..OOO 30.000 41.000 51.000 15.OO0 19.l RayonI .oo0 | 14. Ravon III I I | *1 l"vo"J.O00 12.000 36.OOO 25.OO0 13.OOO 34.000 | 14.000 14.

Rayon lll Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a. Rayon III Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Trafrc Information a.000 41.000 37.000 18. Rayon I b. Rayon III RescueTeam a.859. Rayon III ABK Aktif pada Kapal Negara a.000 30. Rayon II c.000 32. Rayon III Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a.000 20.000 32.11 7. Rayon I b. Rayon I b.aOO 30. Rayon II c.OOO 6.000 8.o00 32.5 9.OOO 27. Rayon II c.000 32.OOO 5.OOO 546.000 30.000 482. Rayon III Kelompok Tenaga Kesehatair Kerja Pelayaran a.ooo 32. Rayon I b.OO0 34. Rayon I b.1 9. Rayon I b.059.000 25.OOO 30.16 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a. Rayon III Malasiswa/Siswa Sipil a.000 30. Rayon II c.7 7 .000 36. Rayon III Petugas Pabrik GasAga untuk Lampu Suar a. Rayon III OH OH OH OH OH OH OH OH OH 25.8 7 .7 9. Rayon II c.000 36.OO0 . Rayon I b.000 BIAYA KONSI'MSI TAHANAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR 9.5 7. Rayon I b.000 30.000 36.OOO 30.4 7.000 32.000 30.13 7.000 34.6 9. Rayon III Mahasiswa Militer/Semi Militer a. Rayon I b. Rayon II c.2 9. Rayon II c.OOO 30. Rayon I b.000 Seruice (VTIS) OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.14 7.554. Rayon I b.12 7.15 7.000 s74.OO0 8. Rayon II c.000 36.OO0 36.000 27.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 7.3 9. Rayon II c.000 32. Rayon II c.9 7.000 27.OOO 36.10 7. Rayon I b.4 9. Rayon I b. Rayon II c.6 7. Rayon III Petugas Pengamatan Laut a.718. Rayon III Penjaga Menara Suar (PMS) a.000 36.000 OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30. Rayon II c.000 32. Rayon II c.000 36.000 25. Rayon III ABKCadangar padaKapal Negara a.000 17.8 Inventaris Kantor Personal Komputer/Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75KYA Genset 10OKVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 59.

oo0 1.000 12.000 2.326.l lO.OO0 13.530.000 5.800.L4 9.340.000 3.589.Strata 2 dan Spesialis 1 .000.1 Mesin FotokopiAnalog I f 5. III.000 145.226.000 200. Ke Bahasa Prancis.Strata 2 dan Spesialis 1 Strata 3 dan Spesialis 2 OT OT OT OT OT 15.Strata 3 dan Spesialis2 b. h^ '€r* wffi@ KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -4- (daIam tYo t URAIAN SATUAN (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun BIAYATA 20L3 (4) t2l g.IA Genset30O KVA Genset350 KVA Genset450 KVA Genset 5O0 KVA I I I I I I I I I I 10. Biaya Hidup dan Biaya Operasional .GELAR DALAM NEGERI 14.100. Uang Buku dan Referensi per tahun .o00 1.343..1 ProgramDiploma I.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a.000 1.2 Halaman Halamaa Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 1 3 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN UNTUKPEGAWN BARU Pegawai/Tahun 1 4 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON.200. Jerman e.000 16.LA7.LO 9.rN eR -.13 9.000 LA.Diploma I .000 800.000 145.Diploma I dan Diploma III .000.000 200.72 9.Diploma IV dan Strata 1 b.11 9.16 9. Belanda d.000.000 1 1 SATUANBTAYATOGAMAHASISWA ] L2 SATUAN BIAYA PENER.t/l/.250. Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b.Diploma III .000 12.2 10.000 5.L5 9.'EMAIIAN DAN PENGETIKAN 12.O00 I4.Diploma IV dan Strata 1 14.OOO 1 0 SATUANBIAYATOGAHA(IMDANJAKSA l0. Belanda d.tesinFotokopi Drgftal 1 6 IHOIVORARIUM NARASUMBER KIIUSUSI IPAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA Bulan/Unit Bulan/Unit OJ I I sEMTNAR/RAKoR/sosrALIsAsr/DrsEMINAsr/FGD/TGGIATAN Iunrur KEGIATAN ISE.000 145. Dari Bahasa Asing Lainnya Dari Bahasa Indonesia ke Asing a.000 800.Z tr. Ke BahasaJepang c.ooo 20.000 11.OO0 2.OO0.000 1. Dari Bahasa Prancis.000 1. Ke Bahasa Mandarin.100. Ke Bahasa Asing Lainnya INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN II|VENTARIS I I I Halaman Halaman Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 125.1 DariBahasa Asing ke Indonesia a.000 200.O00 125.o00 300.225.'ENIS .17 Genset 15OKVA Genset 175 KVA Genset200 KVA Genset 250 KVA Genset275k{.500.t\\\\\ . dan Diploma lV/Strata 1 a.3 70.oo0 I I i I I I I OT OT OT OT 1 5 ISATUAIT BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI | 15.000 145. Biaya Hidup dan Biaya Operasional .O00.637. Uang Buku dan Referensi per tahun .g 9.000 25.500. Dari BahasaJepang c. Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.000 19.OOO 16.750.'v I / .754.OOO 20. Dari Bahasa Mandarin.4 TogaHakimAgung Toga Hakim Konstitusi Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan P4jak TogalaksapadaPengadilanNegeri/Tinggi I I I I I I Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5.000.000 200. Jerman e.

3 3.32 PAPUA 3 .4lO.840.000 29.ooo 30.OOO 3 .510.O00 29.000 30.090. 2 2 KALIMANTAN SELATAN 3 .100. 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 3 . 3 3 PAPUA BARAT Un t/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun Unit/Tahu1_ Unit/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun 2e. PROVINSI SATUAI{ BIAYA TA 2013 (1) (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 1 .750. 2 5 GORONTALO 3.0_00 29._56_0-:.060.800.OO0 29.430.010.230.OOC 3 .4 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU 3.860.430.930.000 29.340.430.800. 2 9 SULAWESI TENGGARA 3 . 1 5 D.1 3. 2 7 SULAWESI SELATAN 3 . 2 1 KALIMANTAN TENGAH UnitlTahul Unit/Tahun Unit/Tahun 29. 1 2JAWA BARAT 3 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAIiI DAIiI OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17.O00 29.430.O00 30.2 3.oqg 29.000 36. 2 8 SULAWESI TENGAH 3 . 7 SUMATERA SELATAN 3 .000 29. r 7B A L ] 3 .OOO 29.000 29.000 29.000 29.730.000 29.000 29. 9 BENGKULU 3 .OOO 293_4_q:g_0_o 29.O00 29.OOO 29.560. PF^IABAT NEGARA 2 .450. YOGYAKARTA 3 . 8 LAMPUNG 3 .:090 29. 1 0BANGKA BELITUNG 3 . 3 1 MALUKU UTARA 3.K.1 Pejabat ru NO. 6 SUMATERA BARAT Ulit/Tahun Unit/Tahun UnitlTahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 . 1 6 JAWA TIMUR 29. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 29.-q9_9 29.000 29.340.41o.I.450.380. 3 0 MALUKU 3 .OOO 3 . 1 3D.000 3 .430.000 . PRIABAT ESELON II 38.I. 2 0 KALIMANTAN BARAT 3 . 2 4 SULAWESI UTARA 3 .230. 1 8 NUSA TENGGARA BARAT 3 .190. JAKARTA 3 .5 JAMBI 3 .26 SULAWESI BARAT un!t/Tahg1 Unit/Tahun Un t/Tahun 2e:21q.OOO _ UnitlTalun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 . 1 4 JAWA TENGAH 3 .OOO 29. PRIABAT ESELON I 3 .OOO 3. 11 B A N T E N 29:410.880.4OO 29.430.000 29.880.

PROVINSI RODA EMPAT DOUBLE GARDAN (4) RODA DUA 1) t.000 26. (21 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D. 1 1 0 .O0O 34.450.570. 0 0 0 25.520..0O0 _ _ ?s.I.000 25.000 25.430. 14.480.430. 20.000 3.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- t7. 2.000 216. 1 1 0 . O O O 3.000 (s) 3.530. 23.000 3.540.580. 19.530.000 33.520.000 No.0OO 3. 29 30 31 31 33 34. 27. 1 1 0 .570.000 3. 15.2 Operasional lalam NO.11 0 .250. 24 25.540.000 3.000 34.000 2 6 .730. 0 0 0 25. 0 0 0 39.380.0O0 3.I. Speed Boat V'i! Unit 2 1 .000 7..OO0 34. 18.680.OOO 3.000 3 4 .630._31o.000 g:13_g:o_0_0 3. 0 0 0 25.250. 4.3 Roda 6 & Boqt 26.000 3 4 .730.000 3.290.540._000 34.000 3.000 3.150. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO (3) 25.4O0 34 1 1 0 .450.000 .000 3.370.000 3.020.OOO 34.780.730.000 2s.000 3:539j0_9_g 3.000 25.650. 5 1 0 . 5.OO0 26.3:sqO:O-oO 3.000 34.000 34.000 34 1 1 0 .630.520.630.200.000 g.330.0_0-0 25.880.240. 0 0 0 3.580.OOO 34.000 25.000 3.000 26.090.000 25.000 3. 3.530. 3 1 0 .99q 26.OOO 25.0O0 17.540.500.480.410.490. 26 27 28.000 25..000 34.380.960. 0 0 0 25.OOO34.009 _ es.4501099341020-.000 3.000 SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH pur:jtwE_srrENGG{RA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT L7. 0 0 0 3 4 .000 94 1_10:000 3:190. 22.430.000 3 4 .630.020.250.470.380.24O.000 .000 34 1 1 0 .000 34.O00 3 4 .L90.000 _ s ! 1lo:o9o 25. (1) Uraian Satuan (3) Unit Biaya TA 2013 (4) (2) 1 Roda 6 2 .K.000 3:189.OO0 34.000 3.570.560.000 3.430.OOO 25.380.110. 16..540.. 0 0 0 25.OOO 34.OOO 34.450.480.690. 6.O00 34.000 26.000 25.ggo 33.000 3:8q0.000 26.450. 17.480.480.920.000 3.340.570.pqq 2q:199:ooo34:3?_9:qOO 26. JAKARTA JAWA TENGAH D.530. np{e 9_{!t}9gq lShanan Kejaksaan 3 . 0 0 0 25.530.540.480.300.000 93:920.000 3.:oOO 3. 10 11 I2 13. 1 5 0 .000 34 150.699.680.000 26.000 34. 8 9.qqo.

000 37.000 44.130.930.000 43.130.. 0 0 0 42.040.480.770. JAWA TIMUR 17.000 43.720.420.000 43570. KALIMANTAN TIMUR 24.OOO 39.000 36.420-OOO 39j59O:009 43.000 oo0 34. 0 0 0 3 8 .OOO 9q'?qo.00"0 . RIAU 4 .260.220. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 42.000 !?.370.550.000 41.000 39.040. BANGKA BELITUNG 11.000 17.OOO L7. JAWA BARAT 1 3 .0O0 18.000t0:1-s_o-:goo 43. ACEH 2 .590. 0 0 0 34.130. q_ql.770. 6 1 0 . PROVINSI F 75Occl (2) I 1 . JAWA TENGAH 1 5 .OO0 18.890.ooo 42.o90 19:0?01ooo37.000 181090:909 37.000 ?7 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 2 9 .130.450.000 30.740.000 3 6 .000 44.930.OOO 18. 2 5 0 .130.050.390.000 _ 1?10q0.:oqo 41.160.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA L7.K. KEPULAUAN RIAU 5. KALIMANTAN BARAT 2 t .590.r_Y_OGIIKARTA 1 6 .7_40. P_.000 18. BALI 1 8 .060. GORONTALO 2 6 .000 18.000 1 7 . MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT t-/ . 7 7 0oo0 35.590.000 42.870.000 42.770.890.090.000 18.720. 8 6 0 000 43. BANTEN (3) (41 (s) 1 2 . JAKARTA L 4 .430. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 . 7 7 0000 35.000 40.940:OOO 17.900.000 37.000 36.080.000 1 8 250.000 1 8 .000 17.000 42.O00 36.250.000 12930:oo9 36.O80. 31.OOO 18.090.O0O 9-5.00O 19.000 1 7 .420 o00 39. 33.000 18.650.9o-q 77. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .260:ooO 43.000 42.0q.000 :17:61O:go0 3_1:1.320. 6 7 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8 .130.4lyEs-l _urARA 2 5 .080.250.400.000 41.000 T7. D.930.420.3-q:13-q:gqq 4 1 .280.000 17.000 44. KALIMANTAN SELATAN 42. 7 2 0 .860.930.000 1 7 .4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJRI dalam ru PJR RODA EMPAT PJR RODA DUA (< 25O CCI PJR RODA DUA NO. 0 0 0 17.260.930. SULAWESI TENGGARA 42.OOO 18.260.000 42.080.OOO 18. 0 0 0 23. LAMPUNG 9 .OOO35.650.720.130. 31.000 41.000 42.OOO 18.OOO 35.080.860.000 17.860.970.930.580.000 41. BENGKULU 1 0 .000 _38:720:OO0 18.000 38.000 41.77A. SUMATERA UTARA 3.000 43.I.860. SULAWESI BARAT 43.090.000 38.000 17.000 36. 9 9 0 .260.400.580.6T0 41.25-0. 1 3 0 .0003 7 .OOO 43.770.000 42.000 17.890.

00c .000 13.000 148. SUMATERA SELATAN BENGKULU BANTEN m'/tahun m'Ttahun tn'/tahun -'ltahun r0. NUSA TENGGARA TIMUR -2o.000 10.000 87.00C r42.ooo 188.000 98.00-9 82.9 10.000 c. 29 30. D.000 GORONTALO SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU BSF4r ?6.00o 106.i9-.000 1-o-'90.rrt m'ltahurt m'ltahut 1 5 .C r44.OOC 86:9_0q 82.000 10.000 (6) 10. BANGKA BELITUNG t 2 JAWA BARAT 1 3 .81:00_g 91..000 106. JAWA TIMUR 153.0-90 83. ACEH (3) m'ltahun 2 3 A qf lFh]1t m'ltahun m'ltaltun KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT T.0o9___ _.000 149.000 6 8.000 156. m:1!4s' mtltahun ls2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI ru GEDUNG BERTINGKAT (4) GEDUNG TIDAI{ BERTINGI{AT HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN I{ANTOR NO.000 87.AMPUNG 157.000 153. . 28.000 10.000 nf ltanan *'Ttahun *'/tahun *'/tah.000 10.000 148. 31 !r:1!sh\r'.000 Lu .000 154.00C 10.000 96.8.000 10.000 80. suLA-wESr m'Ttahun m'Ttahun m'7t"hurt _ p'1-t+uq m'ltahun m'ltahun - rai.000 T7 BALI 18 NUSA TENGGARA BARAT BARAT 1 9 .OOO .000 10.000 165.OOO 1O.000 10.000 95.Qq-g i0. 9 I1 7 .000 146.000 10. I PROVINSI Satuan t (21 SUMATERA UTARA RIAU 1 .000 143.OOO A2.o00 10.I.OOA L42.000 10.K.000 87.000 13.000 14.0-:900 81.o0o 145.000 86.KALIMANTAN 21.OOO 162.000 10.000 13.000 84.OO.000 10.000 171. m'ltahun m'/tahun KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 145.000 .000 82-:oo_9 84.000 243.000 10.000 10.000 KAL_IMANTAN TIV_UF SULAWESI UTARA m'?llqhql m'ltahun *'/tahut 900 170 168._o!9 10. JAKARTA L 4 JAWA TENGAH s:l!?l'el m'ltahun m'ltahun 81.oo0 _ 87.OOO 99.000 10.000 10.000 154. 27.000 10. YOGYAKARTA 1 6 .000 173.9J:0oo 97.O00 157.000 i 0 .000 eq:oqo _ 1q.000 13. D.000 143.000 83:90q 93.000 357.I.000 165. 22 23 24 25.000 MALUKU UTARA 9l P A P U A 33 PAPUABARAT m'Ttahun -27t"h"" 203:0og 138.000 10.000 92.000 164.000 (5) 92.000 146.

NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .600. PAPUA 3 3 .000 9. 24.100. D.500.500.OO0. J_414E r_ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN _q.O00 . BALI 1 8 . BANGKA BELITUNG 11.500.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK.000 1 2 .000 10. MALUKU UTARA 31.700.000 6. D.209.000 7.0oo 7. JAWA BARAT 1 3 . MALUKU 3 1 .INDONESIA SATUAN BIAYA SEIIIA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jamf dalam rupiah NO. 27.000 7. (1) ACEH 2 . 22.000.000 1O:50_0:O9O 10.300. YOGYAI(ARTA 1 6 .OOO 15.000 _ 15_:OOo:OOO 7.OOO.ooo 17. 2L.000 7.I.ooo* 8. JAKARTA L 4 .OOO 8. 7.200.000 5 .400. NUSA TENGGARA TIMUR 17. 1 0 . 28.OOO.o0o 1_1:000:0o_0 7.400.o00 7. JAWA TIMUR L7.300. SUMATERA UTARA 3.000 7. PAPUA BARAT . LAMPUNG 9.ooo 7. BANTEN 8. KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KA_LI\{4NT4N rr}lrlR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH 7.100.OO0 11.000 p_u_LAwESr_ TENGGARA 7. 29. PROVINSI BIAYA TA 20L3 (21 _ {3) 6.I. 23. 25.ooo_ 11. KEPULAUAN RIAU 1. 26.K.q:_600:_oog 6.OOO 20.200.000 7. .OOO.500.500.200.OOO 3 0 .000 10.500. RIAU 4 .800. BENGKULU 6.500.700.OOO.o00 7. JAWA TENGAH 1 5 .OOO:OOq6.OOO.

D.800. MALUKU UTARA 32. JAWA BARAT 1 3 . MALUKU 3 1 .000 750. ACEH PROVINSI RODA 4 RODA 6 / BUS SEDANG RODA 6 / BUS BESAR 710.I.MEN.000 1.800. JAWA TENGAH 1 5 . 650.000 2.000 _.000 2.100.000 650.000 2 2 .500. BANGKA BELITUNG 11.000 740.000 2.200.700.000 2 3 4.000 PA_NJP{_ L 2 . SUMATERA UTARA RIAU 2.000 650.900.000 1.K.400.000 1. JAKARTA t4.000 2.000 2. SULAWESI SELATAN 28.100.700.800.00_0 2.000 3.900.000 1. JAWA TIMUR 1.000 760.000 3. YOGYAKARTA 16.800.000 650.800.ooo 2.800.000 9.q90 2.700.900.OO0 1.000 2.000 650.000 7i0.000 KEPULAUAN RIAU 5 '6 { ly g_r_ _ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN - f.I.000 1.800.e00.000 640.000 2.000 2.OO0 730.ioo.000 3.000 649.s-oo.TERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA SEUIA KENDARAAN (per delapan jam) ru NO 1 1 .000 6s0.000 t.000 2.000 -1.500. _1-:7q910_q9 2.099 3.000 640. B . LAMPUNG BENGKULU 1 0 .600.000 1.900.000 650.000.800. NUSA TENGGARA TIMUR - isoo.300.ooo 3. PAPUA 3 3 .700. NUSA TENGGARA BARAT L9.500.700. KALIMANTAN TENGAH .000 710.400.000 3. SULAWESI TENGAH 29.000 1.o00 2.000 2:boo:ooo 2.400.000 2.900.800.000 1-800.s-00.ioo.0_ 2.900. PAPUA BARAT _ s.000 640.800.000 730.000 950.000 3.000 2.000 2.000 4.900.ooo 2.900.000.ooo 2.800.700.000.. KALIMANTAN TIMUR 24.000 3.100.000 1.lq00.Q_qg 1.000 .000 1.000. !20.000 3.900.ooo 760. D. SULAWESI BARAT 2 7 .000 640.000 740.000 730. SULAWESI TENGGARA 30.000 1.OOO 1.300.LOO.000 3.800.400.000 1.000 17.000 650.ZOO:090 1.000 710. SULAWESI UTARA 25._.00.009 2.000 1.700.000 2.600.000 7 9. GORONTALO 2 6 .000 1:900.900.000 830.ooo 2.B A L 1 8 . KALIMANTAN SELATAN 23. KALIMANTAN BARAT 2 L .OO0 680.000 640.709.ooo 20.800.700.000 900.000 2.800.ooo 3.000.000 2.000 820.9_00 640.

2 .OOO 338.000 355. L TB A N T E N 2 1 . 2 . 2 .I.r7 ALI B 2 t . 2 .2. r 8NUSA TENGGARA BARAT 2 t . 2 7 SULAWESI SELATAN 2 t . Unit Unit _.000 347. 2 SUMATERA UTARA 2L.000.000.000 350. 345.7 SUMATERA SELATAN 2 I .000. 2 9SULAWESI TENGGARA 2 L . 2 .000 369.000 349.000 348.2. 2 . 1 3 ).000 2L. 3 1 MALUKU UTARA 21. 2 . JAKARTA 2 t .000.OO0 368.000 349.CEH 2r.000.2.000.000. 2 . 2 .000.000. 2 . 2 3 KALIMANTAN TIMUR 21. 1 6 JAWA TIMUR Ugrit Unit Unit Unit Unit Unit _Unit Unit Unit Unit Unit Unit _ 340:900'09q 340. 2 . 2 . L 2 'AWA BARAT 2 1 .3 R I A U _u"iI Unit Unit 2 r .-.2. 2 L KALIMANTAN TENGAH 21.000 353:00. 2 5 GORONTALO 21. 2 .I.2.000.20KALIMANTAN BARAT 2 1 .000 345.q9_9 378. 2 8 SULAWESI TENGAH 2 L .000. 2 .000.000. 1 4 'AIil/A TENGAH 2 L 2 .OOO.000 _ Il$r Unit Unit uti! Unit Unit -. 2 .000 349.000 372.000 .22 KALIMANTAN SELATAN 2 1 .000.2.000.000.000 370. YOGYAKARTA 2 1 .000.000.000 349.000 363.32 P A P U A 21. Unit Unit Unit Unit 2r.OOO.000.O00-000 348.090 355.000 366. 4 KEPULAUAN RIAU 2r. 1 5 f . 1 q.2.l Unit Unit 21.K.000 350.26 SULAWESI BARAT 2 t . t 9 \USA TENGGARA TIMUR -U1it.000 362.000 .000._099 345.000. 2 . 2 . 389:0.000.000.000. 2 .000 376.5 JAMBI 2 t .000 348.000. 8 LAMPUNG 2 I .000.000.2 2 t ..000. 9 BENGKULU 2L.LO BANGKA BELITUNG 2 I .2.2..000 Peiabat Eselon I Peiabat Eselon II 2 1 .2. 2 .24 SULAWESI UTARA 2 L . 6 SUMATERA BARAT 21.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BTAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PN'ABAT dalam NO PROVTNSI SATUAN BIAYA TA 2013 466. 3 0MALUKU 2 t . 2 . 2 .0_.o00 349.000 366.33 PAPUABARAT Unit Unit Unit Unit 364.2.000 349.09.

000.000 418.000.000. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 299.000 i87.000 187.000.000. NUSA TENGGARA BARAT i 9 .000.000 ACEH Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 181.00o 407.000. KALIMANTAN SELATAN 23.000 432.000.000 447.000 262.OOA.000 435. SULAWESI BARAT 27.000. JAWA TENGAH 1 5 .000. SULAWESI TENGGARA 30.000 425.000.000 418.000 417.I.000 449.000. . JAKARTA 1 4 .000 306.000.000. J A M B I 6. SULAWESI SELATAN 28. D.000 316.000.000 2 Roda 6 dan/atau Bus Besar Vrl .000 418.000.000 214.000. YOGYAKARTA 1 6 .000. SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8.000.o00 207.000.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -12- 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (dalam ru NO PROVINSI SATUAN PICKW MINIBVS DOWLD GARDAN 418. SUMATERA UTARA 3. MALUKU 3 1 .000 445. KALIMANTAN BARAT 2 r .000 269.000 204.000.000 181.000.000 271.355.000.000.000.000 414.000.000 312.000 302.000 271. D.0O0.000 200.000 206.000.OOO 277. RIAU 270.000 172.000 272.000.000.000.000 267.000 271. PAPUA BARAT 23 No.000 271.OOO.000 422.000.000 418.000 181.000 182.000 439.000 201.000 437. MALUKU UTARA 32.OOO.o00.000.000 180.000 267.000. SULAWESI UTARA 25.000.000.000 314.000 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 438.000 17.000.000.OOO.000.000.000 262.000.000.000.000 267.000.000. P A P U A 3 3 . SULAWESI TENGAH 29.000.000 298.000.000 172.000.000 270.OOO.000 441.000 Unit SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASTONAL BUS Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (21 Roda 6 dan/atau Bus Sedang (3) Unit Unit (+l 522.000.0o0 170. B A L I 1 8 .OOO 425.000 182.000.000 300.000 270.000.000.000 277.000 216.000 433.000. KEPULAUAN RIAU 5.000 260.000.000.000.000 +.000.000.000 1.000 177.000 180.000.000.000 431.000 180.000.000.OOO 2 .AMPUNG 272.000 30B.000 208.000.000 271.000 414.000.000 181.000 420. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000.OO0.000 210.000.OOO 418.000 202.000. JAWA TIMUR Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit r77.000.OOO 3ENGKULU 1 0 .000 204.000. KALIMANTAN TIMUR 2 4 .000.000.000.000 409.000.056.000.000 218.00o 177.000.000.000 304.000 418.OO0 418. GORONTALO 2 6 .000.000 181.000 435.000.K.000 181.000 409.O00.000.000.000 185. 9.000.000. I I Unit Unit Unit Unit Unit 302.000.000 275.000.000.OOO.000 418.000 271.000 s05.000.000 179.000 414.000.OOO 420.I. 3ANGKA BELITUNG 11 3ANTEN 1 2 JAWA BARAT 1 3 .000.O00.000.000.

OO9 _3_1.000 9"it Unit _ Unjt Unit Unit 3 1 .000 30.000.000.000_.000 34.000 _ 35. PAPUABARAT . O O O 33.000 _ _29:900.000.oo0 19:NUSA _ 29.000 30.000 .000 lAlu{_ -9e-.000 11.000.000_ 33.-ooo 30.000.000.000.000. SULAWESI TENGGARA 30. ?8.000.OOO.000. O O O ._ _rt4!.-ooqpqo_ 37.00O 33. O O O .qo. SULAWESI BARAT 27.000 TENGGARA BARAT L9.000 31.09_q unit_.qgo _ -_35.000.q-o_o_ 34.:OOO.000 ?8:000. JAKARTA 1 4 .000 34.000 31.000.0o0 _ 3l:OOO:qqo . GORONTALO 2 6 . BALI . SUMATERA UTARA 3 4 3 1 .000 2 . J A M B I 6 u$t Unit I-lfr_it Unit Unit 9yl4trERABARAI SUMATERA SELATAN BENGKULU BANGKA BELITUNG 3l:qoq:qq-o 3 1 .OOO.. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .ARATIMUR 20.000.ooq:qoo -. JAWA TIMUR 17. t3t V-ri!.Ufttl U-ltt .000 33.000 q0.000 35. YOGYAKARTA 1 6 ..000j00_0 29:OOO1OOO 19: uqi!.000 3&000.000. .000.000 -33j0q0:000 34. JAWA TENGAH 1 5 D.000.00q.090:099 33. MALUKU 32:000.0o 29.099:-0_q0 31. JAWA BARAT 1 3 .000 30.000.33.000. 36. NUSA TENGG.000. LAMPUNG 30.O00.q3:gog:qoq q-s_.000.0q0 29.ooo. SULAWESI UTARA 25.___q9_:09q000 35. D.000 28.OOO -.00-oj_00--o- 5.000.K.000. KALIMANTAN SELATAN u41 9ni! uri! Unit Unit Unit Unit Unit _ _ tlnit Unit _.-_ .ooo _3-0. ___ 30.OOO.000.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1324 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN (dalam NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR t4l LAPANGAN (51 12l I .000..000. _ Unit Unit 3l:090.. U-n!t .I.OOq.000.000 _ .000 36.000 . BANTEN t 2 .00_0 3O.000..000 ?. SULAWESI TENGAH 29.0-oo ?9_1q0_o_:0.o00 _99.00{ __ 35.oqg:qog 31.000.I. _3-2:000. Unit 30.000.000.000. KALIMANTAN BARAT 2 L .009 32. _ ?e.OOO _-9-0:9.9:q90.. SULAWESI SELATAN 28.00q.OOO 31. MALUKU UTARA 32.000.000 33.000 7: 9 8 . .000 29. O O O .92. KALIMANTAN TIMUR 24. -__ 31-.000 23. Unit Unit Unit RIAU KEPULAUAN RIAU 30.OOO 30.

000 450.000 550.000 500.O00 610.000 __ *914.000 s40.s00. LAMPUNG _ _15o.O00 360.000 s9q.O00 440.000 660.000 400.000 500.000 380.qg-o 400.000 500.000 900.OO0 450.000 6 1 0 .000 1.100.000 6so.000 sgo.000 520.000 8so-ooo 910.000 650.200.000 900.000 610.000 6qg:000 _ 6s0. BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG 1l BANTEN t 2 .300.qq_o 500. O O O _* 44_0:qq_q360.O00 390.000 24.OO0 350.I.O00 360.000 850. JAKARTA l4 IJ.000 390.000 440.0 460.000 500.000 610.499900.000 900.000 550.000 400.000 620.000 440.O00 380.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK -L425 SATUAN BIAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS ISTEL} ITO PROVINSI PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610.000 700.'A soPIR/ PTSURUH (6) PAKAIAN KEzuA SATPAM (U \CEFI (2) SUMATERA UTARA (s) 400.000 530.OOO 9 .K. SUMATERA BARAT RIAU 4so. J A M B I 6 .O00 900.000 850.O00 650.000 6s0.000 400.000 440.000 600.000 SUMATERA SELATAN 8 .000 450.000 450. R I A U 4 .000 970.09q 430.OOO PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I PAI{AIAII KER.000 340. ]ULAWESI TENGAH 29.000 450.000 850.000 410.000 450.000 490.000 4s0.000 780.O00 3.q09 450.400.{WESI UTARA 25.000 360.000 JAWA TENGAH D.000 660.200.000 500. YOGYAKARTA JAWA TIMUR 3s0.000 23 KAL]MANTAN TIMUR 4so.000 650.000 _ _ . ]UI.000 920.000 1.o00 lo.000 450.000 600.000 1. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN 22 KALIMANTAN TENGAH SELATAN __-. 6so.000 440.000 950.I.000 _149:9_0_0_ 390.000 900.000 440.o00 590.000 680.000 500.000 460.000 900.ssq'.000 500. GORONTALO 26.000 ___q9o:090_ 460.000.000 1. ]ULAWESI TENGGARA 30.o00 650.OO0 930.000 900.0oo 440.000 750.000 520.O00 650.000 450.000 600. )IUSA TENGGARA BARAT 610. I(EPULAUAN 5.000 1.000 590.000 850.000 450.Q00 380.9-qg 500.000 660.000 790.000 1.o00 400. ]ULAWESI SELATAN 24.000 460.000 500.000 460.O00 1qg.000 440.O00 440.000 460. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33. JAWA BARAT 13 D. SULAWESI BARAT 27.000 650_OOO 1 9 NUSA TDNGGARA TIMUR 20.000 500.000 460.000.000 t"l .000 800.1O_O-:0-0_q 400.000 450.000 650.000 550.000 800.000 500.O00 610.000 390.O00 650.OOO _ 110jp_o_o 44o.000 1.000 390.000 400.000 610.000 t7l 980. PAPUABARAT s90.000 _460:0_0.000 500.00o 530-OOO 500.000.000 6sq:q0o _ .000 440.000 900.000 390.000 650.000 390.000 490.000 1.000 490. L7 B A L I 1 8 .

.OO0 MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 310.O00 10. l1 12.000 350.000 545.OO0 350.000 930.I. 2L 22.000 540.ooo 825.040.000 300.o00 3i0.000 450.120. JAKARTA JAWA TENGAH D I. 31 32 33 310.1 Menteri & Setingkat Menteri DI LUAR KANTOR ru NO.OOO 400.000 400.000 910.025.000 930.000 260.000 1.100.000 910.000 310.116.000 1.000 910.000 800.O00 1.870.000 260.000 930.000 1.000 1.000 350.000 420.ooo 400.000 1.000 350.OOO 240.OOO 350.160. 5 6 7 8 9 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D K.o00 910.00o 275.350.020.000 240.000 330.oo0 305:O00_ 482. 20.000 220.O00 .q00 432.O00 450.000 .000 260.000 910.O00 372.OO0 1.OOO 370.000 910.020.000 400.000 800.000 450.000 . 23 24 25.OOO 240.OOO 200.OOO 800.SOARD 2 3 4.OOO 350.000 930.OOO 400.000 370.OOO 425.000 760.o00 1. I I PROVINSI QI ACEH HALFDAY FULLDAY FULT.000 220.O00 250.000 1. 30.260.000 458.OOO 15.OOO 18 t9. 29.OOO (s) 1.000 500.000 1.000 380.ooo 450.OOO 240.OOO el 435.000 240:OOO 290.ooo 930. 1 6 .OOO 41s. 26 27 28.032. L4 260.000 260. JAWA TIMUR 17 ?sq.450.000 270.000 310.240.OOO 240.000 450. YOGYAKARTA BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWES BARAT SULAWES SELATAN SULAWES TENGAH SULAWESI TENGGARA (3) 260.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1526 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN 26.000 400.000 1.000 960.000 240.000 350.000 310.000 2. 13.300.000 930.000 930.000 930.OOO 300.000 521.

NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 280.000 210. KALIMANTAN TIMUR 24.000 405.OOO 280.000 188.OAO 190.000 190.000 280.WESI TENGGARA 400.K.000 820.000 740.000 200.000 190.000 262.O00 A.000 245.ooo 300.000 280.000. BENGKULU 10.000 790.AWESISELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29.16- 26.000 400.000 210.000 760.000 820. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33. {1} I PROVINSI (21 &l (s) 1. D.000 456. SULAWESI BARAT 27 SUT. SUT-A.000 340. JAKARTA t4.OOO 290.000 320. BANGKA BELITUNG 11 BANTE N L 2 .000 420.000 190.000 490.000 810.000 690. KALIMANTAN SELATAN 23.000 250.000 800.000 190. KEPULAUAN RIAU 5.000 335. J A M B I 6 .000 725. SUMATERA SELATAN 8 .000 335.000 830.000 750.000 675.000 401. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN TENGAH 22.000 340. SULAWESI UTARA 25.000 678.000 180. JAWA TENGAH 1 5 .000 344.000 785.000 170.000 336.I.000 815. D. PAPUA BARAT 230.000 320.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK .000 640.OOO 740.OOO 978.000 408.OOO 720.000 740.000 1.OOO 740.OO8.000 379. YOGYAKARTA 1 6 JAWA TIMUR t7 BALl 1 8 NUSA TENGGARA BARAT t9. LAMPUNG 9 .000 230.000 230.000 840.000 1.O00 250.000 287.000 690.000 fULLDAY TULLBOEND NO. JAWA BARAT 1 3 .000 270.OOO 185.000 280.640.OOO 350.OOO 270.000 181.CEH 2 .000 235.I.000 24t.000 700. SUMATERA BARAT 7 .000 280.000 165.000 337.000 350.000 274.OOO 744.000 190.000 340.000 210.OOO 200. SUMATERA UTARA 3 RIAU 4 .000 324.OOO 340.000 600. GORONTALO 26.000 390.000 30.OOO 770.000 190.000 740.000 645.000 730.OOO 280.000 LV .2 Pejabat Eselon I & II dalam ru HALFDAY (3) 207.000 355.

000 210. NUSA TENGGARA BARAT L 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2 t .000 157. RIAU 4 .000 160.000 705.OOO 256. SULAWESI UTARA 25.000.000 605.000 183. BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT 192.000 144. SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 230.ooo 310.OOO -208.000 165.000 530.O00 iab-.000 280.000 645.000 T'L .OOO 2 .000 260.000 329.000 240.000 465.I.000 295.000 175.000 1. YOGYAKARTA 1 6 .000 150. D.000 395.OOO 9.O00 t62.000 230.000 130.000 175.000 534. 33. KEPULAUAN RIAU 5.000 480.000 540.000 433.000 240.000 576.000 145.000 335.000 563.000 205.000 205.000 305.000 347.000 288. 13.000 479. JAWA TIMUR L7 BALI 1 8 . MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 168.000 480.000 336. GORONTALO 26 SULAWESI BARAT 27.000 132.000 494.000 180.000 570.000 185.000 277.000 130.3 PeJabat Eselon III Kebawah NO.000 640.000 630.000 228.000 540.000 445.I.000 FULLDAY HI 300.o00 275.O00 235.O00 180.000 297.000 535.K. 6. 31 32.000 210.OOO 228.000 135.000 630.000 825.000 505.OOO 305.000 157.000 550.000 132. I I PROVINSI HALFDAY (3) i80.OOO 230.000 564. JAKARTA L+ JAWA TENGAH 1 5 .OOO 30.000 220. 8 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG 185.OOO D.000 176.000 251.000 755. SUMATERA UTARA 3.O00 140.000 540.000 162.000 200.OOO FULLBOARD (21 ACEH (s) 650. KALIMANTAN TENGAH 22 KALIMANTAN SELATAN 23 KALIMANTAN TIMUR 24.000 665. 10 11 12.000 200.000 665.000 330.000 240.000 498.000 595.000 _ 140.000 160.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -L7- 26.000 170.

808.466.44O 4 .081.OOO 2.O00 10 11 T2 13 I4 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA GORONTALO JAMBI 7.000 10.000 r.23r .177.OOO 2.O16.102.000 3.OOO 5.000 9.ooo 7.161.O22.OOO 4.OOO 2.824." MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .829.268.O54.OOO 4.455.OOO 4.027.000 3.139.081.O.000 7.342.867.OOO 20 2I 22 23 24 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 25 26 27 28 29 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA t6.O4O 6.000 13.000 2.000 1.295.OOO 14.407.OOO 8.000 - s.000 3.000 7.252.000 7.000 z.316.226.000 4.18- DINAS DALAM NEGERI (PPI 27 SATUANBIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN (dalam ru NO KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) AMBON BALIKPAPAN BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANJARMASIN BISNIS @l (1) 1 2 3 4 5 el JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA 13.000 7.182.O4O 5.000 2.519.4L2.000 15 I6 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAYAPURA JOGJAKARTA KENDAR] KUPANG MAKASSAR MALANG ' 5.000 7.830.OOO 2.86t.952.530.000 EKONOMI (5) 7.000 14.000 10.000 2.305. 4 7 L 000 4.065.107.000 3.000 7.583.000 2.O00 4.000 3.413.824.888.252.824.9B4.44+.487.861.364.ooo 4.OOO I 7 B 9 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA BATAM BENGKULU BIAK DENPASAR 4A67.000 2.OOO 2.OOO 5.568.000 3 .285.797.OOO 4. 0 0 0 2.824. 4 t 2 000 5.001.658.OOO t7 1B L9 JAKARTA JAKARTA MAMUJU MANADO MANOKWARI 1.OOO 7.262.000 4.434.L82.861.OOO 6.O00 5.995.ozt.000 2.OOO 5 .000 2.000 3.348.000 8.000 4.000 3.Qqo 4.583.492.599.519.00O 2. 11 3 .856.OOO 2.OOO 5.230.OOO .193.695.065.353.000 3.664.ooo PALU PANGKAL PINANG _3q 31 32 33 34 35 36 37 3B 39 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TERNATE TIMIKA AMBON AMBON AMBON AMBON DENPASAR JAYAPURA KENDARI MAKASSAR MANOKWARI 9.674.984.OOO 5.000 3.460.268.7 Br .OOO 4.000 5.000 3.

OOO 10.._6q_9.OOO 10.000 5.305.000 6.OOO 7p_ 76 77 78 79 BO B1 82 B3 B4 BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG JAYAPURA JOGJAKARTA KENDARI BANDARLAMPUNG BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG I\44.594.760.354.000 6.000 10.647.O00 to.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19(dalam NO {1) KOTA ASAL QI SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN 3) PALU SORONG SURABAYA TERNATE BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG BISNIS @l EKONOMI 40 47 42 43 44 45 46 47 4B 49 50 AMBON AMBON AMBON AMBON 6.161.140.193.000 3.000 ro.000 5.O00 9.000 3.14_0.000 7.739.o00 5.ooo g0_0 5:B4q 4.000 8.199.979.071.q:.985.BB91OO0 18.00O 19.129.749.B_ A_LIKP_APAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN BALIKPAPAN 58 59 BANDA ACEH BANDA ACEH 60 61 BANDA ACEH 62 BANDA ACEH 63 BANDA ACEH 64 BANDAACEH 65 BANDA ACEH 66 BANDAACEH 67 BANDA ACEH 68 69 PALEMBANG TEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN 70 7I 72 73 74 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 10.5:3_g.803.4B2.OOO t5.OOO BANDAR LAMPUNG PADANG PALANGKARAYA 6.OOO 15.835.445..445.O00 4.000 7.000 9.o[z.150.408.O00 12.637.167.OOO 4.OOO 7.845.134.504. 7 8 L000 7.257.236.OOO 4.401.O00 3.295.OO0 4.zz.530.OOO 3.KASSAR MALANG MANADO BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG MATARAM MEDAN 14.000 11.000 10.097.246.OOO 4.000 8.449.760.OOO BANDA ACEH BANJARMASIN BATAM a.380.OOO 4.ooo 9.000 5.316.113.OO0 5.OOO BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN 6.648.000 3.568.OOO t2.OOO .744.O4O 8.000 9.674.g4z.000 BALIKPAPAN 53 54 .760.OO0 5.926.OOO 4.155.150.000 4.000 9.000 2.O00 3.000 811_6_1.947.996.380.000 2.279.813.OOO 5_:123.445.000 5.487.ooo L2.702..086.OO0 10.000 9.000 5.000 8.OOO BIAK DENPASAR 1 4 .OO0 f5) 3.000 3.439.00O 6.508.O00 9.765.7r7.369.444.445.798.626.530.664.B4O.ooo 19.1+9.412.000 6.000 9.000 3.076.000 1O.5.000 t2.L29.749.000 L/ .354.O0_0 5.000 4.990.ooo 5. L L 9 oo0 6.493.OOO _6.OOO !.000 5.zcg.000 5.o99_ 5l 52 to.OO0 9.305.000 18.000 2.O00 6 .

583.000 _ 3_29?:qqo_ 1.13s.000 2.407.000 1.OOO )ry 115 116 t!_7_ 118 i19 BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN PEKANBARU SEMARANG SOLO 7.OOO r02 103 104 105 106 t07 108 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG PALEMBANG PANGKALPINANG PEKANBARU SEMARANG SOLO 2.gos.000 4.508.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- ru NO 1 KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3 PALEMBANG BISNIS EKONOMI (21 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 85 86 87 BB B9 90 9L BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO AI 4.369.OOO 4.OOO 0oo ).OOO 4.316.O22.ooo 7.oes.000 7.385.000 3.63i.OOO 4.396.476.000 5.000 8.ooo 4.000 4.220.578.594.000 8..931.SAR JAYAPURA JOGJAKARTA ro.000 3.193.0OO ro.OOO 9.000 16. 53:Ooq 7.412.936.94L.OOO 2.380. 6 2 6oo0 92 93 94 95 96 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BATAM DENPASAR JAKARTA JAMBI JOGJAKARTA PADANG 3.OOO ir.957.OOO 9.647.000 SURABAYA TANJUNG PANDAN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN roq BANJARMASIN 1 1 0 BANJARMASIN 1_11 BANJARMASIN BANDA ACEH BATAM BIAK DENPA.000 Ui -tl .OOO SURABAYA TIMIKA ts.ooo - D.936.OOO 8.498.738..OOO 3.OOO 5.958.717.337.439.000 3.000 8..000 8.000 4.000 120 L2l r22 r23 r24 BAiAM 125 )2Q r27 t28 BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BANDA ACEH DENPASAR JAYAPURA to.359.663.000 2.942.Izg.433.OOO 4.000 7.642.696.i23.129.OOO 4.iiz.ioo 5.000 10.000 2.000 97 9B 99 100 101 o.OO0 /.O06.370.546.006.000 6.000 4.439.000 5.760.AOO 3.-395.792.000 4.824.OOO 3.749.O22.450.OOO T L 2 BANJARMASIN 1 1 3 BANJARMASIN MEDAN PADANG PALEMBANG 10:516:-00o_ 9.OOO 3.268.000 10.000 .sst.482.ooo 2.OOO 3.OOO 3.ooq 5.686.OOO 5 .263.000 3.000 4.931. 4:99910_00_ 6.027.O22._qq0_ 8.413.AOO 2.856.824. .097.000 13.2}b5.723.ooo " 6.ooo i0.525.4&.000 4.+sa.386.zaz.OOO 4.O00 6.B24.UUU 2.000 2.375.701.49B.707.289.000 7.792.OOO 492O:OOO 9.ooo 7.OOO 6.145.OOO 5.ooo 8.599.000 -o.049.000 - JOGJAKARTA _ MAKAS_SAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU - 8.OOO s_URABAYA TIMIKA 4.936.OOO r29 BATAM PONTIANAK 4.OOO 3.

873.899.OOO 4.000 8.2.SEMARANG SOLO 8.-99O:O09 10.000 7.995.32L.615.108.424.OOO 5.915.O75.000 2.O00 3.000 9.OOO.658.8.O92.680.557.57 158 159 160 161 L62 163 BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MEDAN _.OOO 7.621.O00 7.145.OOO T4T r42 r43 114 145 r46 t!7 t48 r49 150 151 L52 153 154 155 156 1.690.11. 7 i 8 ooo 16.O49.648.O00 9.O00 8.808.631.193.gb6.AOO 4.000 2.000 L5.600.472.407.861.888.782.000 7.476.OOO 7.081.2.000 4.OOO " 6.781.O00 13.091.589.OOO 614?F:OOO 6.OO0 6.OOO 4.091.O00 15.664.OOO 7-.00O 8.O00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA TIMIKA JAYAPURA KUPANG MAKASSAR ' 16.OOO 1.000 6.733.000 9.140.OOO 2.B7B.909.000 8.OOO io.733.193.952.851.OOO 4.353.4+q.000 11.690.OO0 1€4o:Q09_ 10.129.OOO 3.O00 9.274.OOO DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MATARAM MEDAN 4.000 4.ooo 15.OO0 3.OOO 8.000 4.000 7.000 7.4OO 4.000 8.000 1.4OO 6.883.000 4.707.OOO 6.300.O11.145.000 Llt I .108.568.659.551.42B.O00 1.OOO 2.942.000 8.477 000 10.738.000 4.000 9.O00 7.097.3110-oo 18.OOO 6.390.439.10B.OOO 3.000 4.OOO 4.278.OOO 8.O00 6.O00 7.000 4.OOO 1.O00 3.ooo 3.893.498.000 8.r82.OOO 5.27B.653.444.OO0 4.OOO 7.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -2r- NO KOTA ASAL am ru SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN {3) SEMARANG BISNIS EKONOMI (1) e 1 3 0 BATAM 1 3 1 BATAM L32 BATAM 1 3 3 BATAM r34 BENGKULU 1 3 5 BIAK 1 3 6 BIAK L37 BIAK l 9 8 BIAK 139 I40 BIAK wl 7.845.932.OOO SOLO SURABAYA TIMIKA PALEMBANG BALIKPAPAN BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA 1.728.622 oo0 1 8 .2.OOO SURABAYA JOGJAKARTA 3.OO0 PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR PEKANBARU PONTIANAK JAMBI JAMBI TIMIKA BALIKPAPAN BANJ_ARM_A_qr_N DENPASAR JOGJAKARTA KUPANG MAKASSAR MALANG JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI r64 165 r66 167 JAMBI i 6 8 JAMBI L69 JAMBI 170 JAMBI t71 JAMBI L 7 2 JAMBI 173 JAMBI 1 7 4 JAYAPURA MANADO PALANGKARAYA PONTIANAK .333.72e.541.OOO 1 2.000 16.O9O 3.615.434.000 5.952.000 16.000 11.925.1 9.

O00 10.000 3.722.749.000 17.909.o00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA DENPASAR MAKASSAR 9.460.658.407.000 5.054.O87.466.OOO L75 L76 JAYAPURA JAYAPURA t 7 7 JAYAPURA 178 JAYAPURA 179 JAYAPURA 1 8 0 JAYAPURA 1 8 1 JAYAPURA r82 JOGJAKARTA 1 8 3 JOGJAKARTA 184 (5) 11._q37:OOO 11 .482.obii 4.455.140.717.O92.380.000 8.487.OOO 10.9 MALANG ro.OOO 5.48r .108.633.322.000 16.000 14.129.OOO 18.0_0q 5.182.659.289.000 3.o3g.873.000 3..166.OOO 1BB 189 190 191 193 t94 195 r9_? KENDARI KENDARI JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI PEKANBARU PONTTANAK TIMIKA BANDA ACEH DENPASAR JOGJAKARTA PADANG PALEMBANG 6.O00 11.348.536. 3 1i .103.567.204.786.OOO 9.ooo_ 2.1.787.000 5.000 4.000 1.220.840.LO2.000 10.166.893.263.706.7.167.798.134.000 4 .000 4.OOO 2.493:0_0q r0.000 P_9NTIAIIAK e.O00 2.000 7 819.000 9.O00 18.O22.663.OOO 9.000.OOO F_Ar4ryr 196 197 KENDARI 1 9 8 KENDARI 799 KENDARI 200 KENDARI 20L KENDARI 202 KUPANG 203 KUPANG 204 KUPANG 205 KUPANG 206 KUPANG g. 0 0 0 6.o0o PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO SURABAYA ?97 208 209 2LO MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR Br4K JAYAPURA KENDARI MANADO TIMIKA BALIKPAPAN 2tr 2L2 2L4 MAKASSAR MALANG ?-r_3 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG 2t5 BA-NDAACPH BANJARMASIN BATAM TQ BI4II JAYAPURA KENDARI 2L7 11.322.000 MAKASSAR 5.000 6.000 9._000 i5.000 5.OOO - 3.000 7.765.435.102.OOO 4.932.000 8.LO9.000 10.000 3.519.536.OOO 4.OOO 12.000 4.327:OO_qLr.386.311.ooo 7.861.770.000 5.OO4 5.OOO 8.000 2.381.:q_59j9OO 9.MENTEBIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -22- dalam ru NO I KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) MANADO MEDAN BISNIS EKONOMI el 22.000 6.380.os9.000 7.953.OOO 4.776.000 B.722.OOO 3.161.108.027.O00 5.525.000 17. 0 0 0 6.000 11.OOO 2TB 21.000 8.097.OOO 4:931.O00 16.000 185 186 L87 JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG si/22.723.000 3.000 10.OOO 5.273. 6 4 8 .7_.OOO 8.568.000 5.000 5.O00 9.000 ---i.000 7.969.O00 B.327.000 16.193.OOO 10 129.O00 5.000 5.615.000 .

552.O22.4L7.000 8.PADANG PALEMBANG PEKANBARU 13.OOO 4.AYapuna-* JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 7.2B4.11.7L7.BANDA ACEH BANJARMASIN -' - 12.461.546.461.000 8_.O00 to.846.8:000 7.OO1.000 10.851.OOO 12.829.744.000 3.OO0 24r 242 243 244 MATARAM MATARAM .733.600.32t.000 9.364.504.615.000 4.167.696.574.546.r72.000 14.990.311.O55.873.000 11.OOO .899.909.OOO 9.000 9.706.O00 4.000 5.000 8.7.OOO 3.246.685.0OO MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO 12.835.rs3.000 233 234 235 236 237 MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM -_PO_l!TTANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMiKA BALIKPAPAN .OOO 4.974.000 7.OOO MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM 245 246 247 248 249 250 10.ooo 10.OOO 4.867 ooo 4.000 6.385.407.OOO 4.000 14.888.QOO5.OOO 8.552.744.000 4.000 5.OO4 3.000 10.OOO 8.OOO 2.193.OOO 6:396.000 4.000 3.71.750.000 7.000 8.OOO 2.OO0 6.I\\\\- .000 18.000 16.000 4.78L.637 oo0 4.065.461.000 4.765.O00 5.////I N-ffi-U \W"r[iTg KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -23- dalam ru NO KOTA ASAL QI SATUAN BI AYA TIKET TUJUAN (3) BISNIS I4l EKONOMI 220 221 222 223 224 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 225 226 227 228 229 230 23L 232 PEKANBARU TIMIKA MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MEDAN .000 8.OOO 10.246.193.718.504.599.000 5.i* -.439.145.915.402.199.000 5.55r.466.000 g:p46.000 _ {5} 6.739.134.937.O00 13.926.OO0 12.000 6.092.316.OOO 5.N*.000 LO.000 8.504.0q0.738.000 4.000 9.000 4.0O0 MATARAM MATARAM PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH 2.995.OOO 238 239 240 MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM BATAM BIAK 5.OOO 9.000 6.OOO 4.000 12.102.000 9.-ooo 7.OOO PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH 7.958.000 9.000 5.262.OOO 8.012.OOO 8.ogg s.OOO MATARAM MEDAN 25r 252 253 254 255 256 257 258 259 260 267 262 263 264 2.OOO 9.327.000 15.460.953.909.OOO 4.000 9 455.803.000 6.803.925.R h e.258.230.2B4.000 15.OOO 4.OOO 6.

268.OOO 8.220.060.s85.888.000 10.514.765.000 5.O00 3.000 9.210.076.845.O00 +.000 9.578.ooo 1.883.8E3.7.O22.O00 278 279 280 287 283 284 PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALU PALU PALU 232 SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG z.OOO 7.000 8.535.OOO 300 301 302 303 304 305 PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG 7.OO0 6.878.187.O00 3.466.957.840..OOO 5.sioo 3.94L.000 3..696.000 4.198.578.OOO B.706. 7 7 1 oo0 9 915.000 6.252.878.000 3.252.204.OOO 5.904.O00 - 3.OOO 27r 272 273 274 275 276 277 PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG e.979.O00 6.241".000 3.000 9.760.797.300.000 12.279.829. O9.000 3.OOO 4.000 3.685.466.797.000 3 915.469:009 3.O00 3.118.653.OOO r.915.000 6.659.000 3.O4O 8.O00 2.337.OOO 8.OOO PANGKALPINANG 29r 298 299 PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA 7.936.2gi.000 1.000 7.631.412.326.OOO 3.OOO ?\? 3i4 315 316 SOLO SURABAYA SURABAYA SURABAYA 3 1 3 SURABAYA MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA .000 SS..091.642.23|.OOO 999 307 308 309 310 311 PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR 6.24L.obo 5.097.9.781.979.000 1s.626.000 4.589.OOO 4..477.000 .Ju 4.ogo.OOO 1 6 .OOO 8.000 2.Qo9_ 8.OOO 4.OOO PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG 7.000 7.305.000 3.4A7.000 4.000 4.733.829.000 3.94 t.000 4.QOU 7.883.oob 7.391.OOO 4.038.OOO 15.OOO +.?92.000 3.000 6.000 5.685.423.8os.284.0O0 3.744.433.000 8.140.O00 3 818.000 6.OOO 8.OOO 5.2.000 4.6 .000 7.O65.086.47.000 ' .MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam rupial NO 1) KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) BATAM BISNIS el PALANGKARAYA rcl B.888.000 4.OOO 265 266 267 268 269 270 EKONOMI (5) 4.894.739.739.000 12.OOO 9.262.161.{.OOO .675.000 3.000 6.236.829.doo 3.os6.000 _!4AKASSAF TIMIKA i r.000 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 2BB PANGKAL PINANG 289 SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN 290 29L 292 293 294 295 296 PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 1.U(JU s.000 6.936.663.O22.O4O 4.557.]{.000 7.808.236.OOO 4.OOO 9.000 4.262.000 5.444.OOO 5.OOO - 4.000 6.

000 60.O00 50.000 91.O00 315.000 171./ .000 170.K.000 110.000 .ooo 110.000 60.I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 2A SATUAN BIAYA TAKSI PEzuALANAN DIIVAS DALAM NEGERI NO. JAKARTA OK OK OK OK OK 80.000 115.O00 B 9 10 11 L2 13 L4 15 i6 LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.I.000 125.O00 t7 18 19 20 27 22 23 24 25 26 JAWA TENGAH D.000 KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33 PAPUA BARAT 125.000 290.000 125.000 90. (1) 1 I PROVINSI QI ACEH SATUAN {3) OK OK OK OK OK OK OK OK BIAYA TA 2013 (41 90.OOO 2 3 4 5 6 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA SUMATERA BARAT SELATAN 70.000 48.O00 115. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK 100.000 90.O00 72.OOO 90.000 70.O00 110.000 120.000 60.000 48.OO0 125.oo0 82.000 70.ooo 285.

47L 6.269 _ '1./ .970 5.335 23.564 7.587 _ _1?.089 2.130 7.822 L4.399 16.966 7.832 15.353 12.487 5.518 - i.809 6.749 3.L87 6..702 i.994 ___3.713 4:!7-7 _ 5.970 5.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -2629 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PPI dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA (21 AMERII{A UTARA Eksekutif (3) Bisnis 4 Ekonomi q 1 2 3 4 Chicago Houston Los Angeles L2.76r 1.870 .eir LL.468 11.s91 3.623 8.924 6.L78 3.393 t3.520 10.743 9 10 11 L2 13 t4 15 16 A_MERII{A SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERII{A TENGAH Mexico Citv Havana Panama Citv 18.426 11.040 6.399 9.:357 3.2:266 t2.750 10.494 16.ii 5.018 2! 874 L 7 325 g.5'5-9? ___ _8j900 I7 18 19 r7.1.29r EROPA BARAT 20 2l Vienna Brussels _ 10.1?4 10.753 New York 14.63sLl.458 8.902 t4.24t - 9'2773.77r 3.237 L7.428 5 6 7 8 _QtJqwa San Fransisco foronto Vancouver Washington .240 -9.223 3.727 e_.

681 3.753 3.023 9.746 4.O49 Oslo EROPA SELATAN 35 36 37 38 39 40 4l Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd t7.839 10. 4.Moscow 42 PEqPAlI!4gR_ 6.O29 7.309 10.O74 3.9gg 8.:o-?q 6.041 3.825 4.778 I4.143 .464 8.206 3.771.033 2.9TI 9.794 8.851 5./ .331 3.506 5.370 27 28 29 Amsterdam EROPA UTARA Copglhagen Helsinski Stockholm London 31 32 34 9q 93 9:696 10.446 14.767 41774 6.?5*6 4.031 5.383 3.331 25 26 rI.333 3.34t 4.277 6.166 5.L13 s.982 6.153 4.393 8.433 4.le3 5.541 .446 4.980 9.q8q 6.350 - Bratislava 43 Bucharest 44 Kiev 4s-.334 ?.959 4.850 5.126 6.773 3.TOJ?4 LO.537 4.056 3.631 3.73A 3.478 10.158 9.92r 6.945 7.856 1'e29 5.9L7 10.860 9.714 6.355 3.931 5.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA dalam U NO t KOTA Eksekutif BIAYA TAHUN 2OL3 Bisnis 4 Ekonomi q 2l Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva 22 23 24 3) 10.

507 7.848 8._?2_* 53 Antananarive 54 Dar Es Salaam 55 H_etq{g AFRII{A SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg 7.818 AFRII{A TIMUR 5 1 Addis Ababa Nairobi .MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -28dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA Eksekutif 2 Praque Sofia Warsaw (3) Bisnis 4 Ekonomi 5 46 47 48 8.536 7.915 5.774 8.484 7.904 8.6L2 3.777 t2.820 5.555 6.910 6.552 8.330 6.958 5.O37 3.747 10:6_q0_ 17.700 7.281 3.451 3.570 7.94L 11.419 6.900 10.282 5.593 9.599 5.447 +9 50 AFRII{A BARAT Dakkar Abuja 9.255 7.706 4.975 4.081 9.733 5.473 6.I75 Ly .848 7.tr1 4.438 8.052 ro.966 LI.732 8.000 6.551 9.779 8.665 5.947 11 11B 5.770 4.808 6.24r 14.524 56 57 58 18.748 6'1!9 5.72r 4.275 59 60 67 AFRII{A UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat 62 63 64 Tripoli T\rnisia 9.

737 7.962 80 81 Beijing Hongkong 2.700 3.298 2.595 3.623 1.66L 8:453 L2.233 L.617 13.416 _9.359 4.421 3.000 77_ Muscat giyadh ASIA TENGAH _ 7 8 _ Tashkent 79 Astana ASIA TIMUR !3.679 3.905 3.633 2.56L 67 68 69 70 7I 72 73 74 75 76 Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah 6:77! 7.148 6.43I 4.475 3.920 .9q9 Uqrryang Seoul ASIA SELATAN 2.510 3:110 3.205 6.966 82 83 84 85 _OS_ete__ To\yo 3:?o4 3.734 _ 2.727 3.684 9.283 8.f+o 2.737 _qq_ Eebp_sl.9=9 _2 4.703 5.343 8.727 3.O28 .469 5.639 5:390_ 6.643 4.449 5.999 2.835 L.878 3.321 3.257 1.745 _ 3.730 2.581 2.216 8.545 3.3?s 3.O89 7.156 3.864 1.785 5.675 I.433 7.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29 dalam BIAYA TAHUN 2OI3 NO I KOTA Eksekutif 2 ASIA BARAT 3 Bisnis 4 Ekonomi (s) 5.- z.545 65 66 vteryrqe Baghdad Amman 64oo5. __ 87 Teheran _ 6:3oJ 4.490 3.446 6.?73 4.976 5.

77r _ _ 8.64L 1.96+ 5.2T2 r.558 1.757 1.468 2.333 L.427 659 I.940 4.981 673 r.398 4.053 L07 108 Canberra Darwin s.482 88 89 90 91 2.628 r.689 M_-elbqqryg 10_e___ " 1 1 0 Noumea 111 Perth _ 4.894 1.MENTFRIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30dalam U BIAYA TAHUN 2OT3 NO KOTA Eksekutif Bisnis (4 Ekonomi (5 I 2 Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi 3 3 .9r7 1.252 4.344 2.557 t14 Vanimo __ll_s_wgtti[gJo_q_ _ 2.833 1.OO9 2.629 3.237 2.034 2.677 1.?'8F8 3.420 1. 11 9 3.628 2.501 4.886 6.453 918 2.562 2:4L7 3.801 7.503 9tL 919 823 I.500 3.740 4.627 403 to4 105 106 Singapore Vientiane Yangon ASIA PASIFIK _ ?Q74 I.150 545 r.235 525 694 585 1.327 92 ASIA TENGGARA Baqdar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi _e_9- 93 94 95 L.202 997 r.o92 2.900 3:8_14 2.687 .561 J\2 113 _ f_o1!\{qrepby Sydney 5.318 6.506 6.O25 1.780 1.063 5.656 r.926 4.6L4 766 1.633 2.833 L.413 .380 3.525 5.226 3.195 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu 1 0 0 Kuala Lumpur 1 0 1 Manila IA2 Penang 1 0 3 Pnom Penh 97 98 99 1 r!7 1 155 2.158 2.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-31 30
SATUAI{ BIAYA PTNYTLENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 3O.f ATKr Langganan Koran/Mqialah, Lampu, Pengamanan Sendiri, Kantong Jamuan

Diplomatik,

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

I

(21
AMERIKA UTARA
Ohicago

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf (41

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

(oBl
(6)

Kantong Diplomatik (kgl

.Iamuan (oHl (8)

(s)
18 18 18 T9

(71
94 94 94 99 106 94 106 106 94

I

1.270

37
37 37 39

2
a.

Houston
Los Angeles

r.220
7.270 t.270

2.521 2.52L
3.420 2.256 1.963

4

5
6 8 9

New York (termasuk KJRI New Yorkl Ottawa
San Fransisco loronto

89 89 89 94

1.307 r.270
I.307

42 37
42 42 37

20
18

100
89 100

Vancouver W3lhi11$on AMERII{A SELATAN

r.307
r.270

20 20
18

2.O3L 3.391
1.553 2.836

100
89

__19 Fogg!q _
11

1.185

L2
13 T4 15 16
L7

Brazilia Boenos Aires

r.478
T,L7O 1.319 1.I70 L.L72 1.001 1.099

38 47
33 42 33 37 32 35

18 22 16

1.1s0
2.L95 )..768

96

153
84 l07 85 95 8l 89

Caracas

20
L6 18 15 17

Paramaribo Santiaso de Chile Quito
Lima

,1.899
1.150

91 113 79 101 80

r.777
1.150

90
77 85

r.262

18 i9

AMERIKA TENGATI Mexico Citv
Havana

1.220

r.220
1.038 _ .
1.985

35 35

L7

2.657

T6
I6

20

Panama Citv EROPA BARAT Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg
Geneva Amsterdam

_ .3q
264 259 269 269 254 334 254 254

._

r.691 2.839

90 88 84

85 83 79

21 22

23 24 25
26

r.947 2.O22

.?.o??
1.910 2.509

22 22 23 23 22
28

-..?,779
3.I20

rs2
r29

2.373
3.O76 2.799 5.368

ry+t27
L66 127 166 L27

r34

103 101 105

105
99

27 28
29

130
99

" _L9_19
1.910

-

2?22
28 22

- 2.690 2.690
2.776

L?7 * _ 9 e

2.509
i 1.90

30

334
254

130
99

2.690

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-32alam

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

(1)

(21
BROPA UTARA
Jopenhagen

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan! (4)

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

Kantong Dlplomatik

(oBl
(6)

(ke)
(71 232
2L3

Jamuan (oH) (8) 110 101 99

(s)
24

3t
32

Helsinski
Stockholm London

2.ILs r.947
1.910 1.966

28r
259 254 26L

3.341
. -2-:_585 3.978 3.749 3.978

33
34

35

Oslo EROPA SELATAN

2.340

3li
145 156 158 161 165 L77 151 177

22 22 22 26

209
2L5

ro2
L27

2F6
108

36
37 38

39 40
4L 42 43

Zaereb Athens Lisbon Madrid Rome

9.+rasvc

1.179 L.275

1.220 t.220 L.270

18 20 20

2.232
2.232 2.776 2.732

rt7
118 12I I23

84 90 91

_?o
2L

93
95

2.732
1.936

r.220
r.220

Eqo.ere4
Vatican EROPA TIMUR

r.220
1.220

22 t9 22

L32
113 86

to2
87

r.669
2.478

ro2
99 86

+ , + ' Bratislava
45 Bucharest

r.220
L.220

t7l 150

22
79 _ 79. 23 I9 .19 19 20

1.668 1.867

t9
47 48 49 50 51

Kig_y -_
Moscow

r:229 _ _ _ . _ ! 4 8 r.220 183

Praque
Sofia

Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar

t.??o
L.220 r.220

_

L48 148 148 161

__ L.73.? 2.375 2.760 _ 2.082 2.O82
2.27L

110 96 95 L17 95

85
i06 85 85 85 93

95 95 103

52 53

n"huie AFRIKA TIMUR Addis Ababa
Nairobi {ntananarive

I.220 _L:22Q

r48
145

6 6

2.34r

2.?eF 2.o7o
7.773

161 158

55
55

53
54 55

2,9?e_
1.895 2.O29

r32
L23 732

sq
D/

Dql Es Qalaee Harare

r.962 2.096

_. 128
i36

5 5 5 5 5

r.967
_ 1.690 7.773

L43 t34 143

13e
148

40 35 35 40 35

ral rr' li

r

KEUANGAN MENTERI HEPUBLIK INDONESIA

33
alam

NO

KOTA

ATK

(orl
(3)

(1) 58 59

(21
AFRII{A SELATAN Windhoek

Langganan Koran/ Mqialah (ekslempar/ bulanf HI

Lampu (buah|

Pengamanan Sendiri

Kantong Diplomatik

(oBl
(6)

(kel
(71 t43

Jamuan (oHl

(s)
o c

t8)
40

2.O29
L.962 1.962 2.096

r32
L28 136

60
61

9sse-lqllr
Johannesburs Maputo AFRII{A UTARA Alsiers Cairo Khartoum Rabbat Iripoli
Iunisia

+?8

5 5

2.398 2.363 1.690
1.805

192
139 148

.1o
40 43

62

L.220
1.170

63
64 65 66 67

t.220

140 L47 151

6 6 7

r.220 r.220
1.220

138

r32
130

6 6 6

1.815 L.493 t.449 i.557 2.L51

139 140 150

40

35 40

r37
131

+o
40
40

r.2L2
1.244

r29
189

A,SIABARAT 68 69
Manama

1.170

4t2

J

51

70
7l 72

Saghdad Amman Kuwait Beirut
Doha

r.220
I.I7O L.T7O

42r
385
363 399 385 381 399 408 372 376 394 376 399 408

5

5
J

r.372 e?8
1..469 1.574

L9+
177 L67 183 177 t75 183

51
47 44 48 47 46

r.220
L.I2O 1..220

5

73
74 7S 76 77 78 79 80 B1

Damascus
Ankara

_9
5 5 5
c

1:515 1.575
2.547 1.250 L.464 1.534 t.469 t.I73 2.547

r.220
t.L70

4a
_ _- . . 4 9 45 46

Abu Dhabi
Sanaa Jeddah

t.L70 L.220

.]97
1.7L 173

Muscat
Riyadh

..-\.r70
1.220

82

Istanbul Dubai A.SIATENGAH

1.220
1.170

5 5 5 5 5

181 L73
183 t87

-

.19
46 48 49

i.250

83 84 85

lashkent

1.220

Astana Baku ASIA TIMUR

1.220 1.220

381 412 439

q
5 6

_ ._ ?.?41
1.150 1.035

2.244 1.150

46 46

1.035

+6
44 45 48 48

86 87 88 89

Beijing

1.220

I-longkong
Osaka

r.270
t.270
1.270

Tolcyo

_ 9 ! _ _ -Uglry-g4e 9 1 Seoul 92 Shanshai

r.229
1.270

r.220

346 346 379 379 365 361 346

6 6 6 6 6 6 6

2.233

?.167
2.055 3.450

47 47 51 51

r.324 2.524
2.233

le

__-. !7

49 47

46 44

9 8 2.170 1.170 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila 47 47 47 46 46 37 37 37 47 BgrenePnom Penh 1.170 r.350 1.329 58 58 59 59 A.22I 60 60 60 't5 1.t59 2.221 2.362 981 1.568 2.220 52 52 50 52 48 49 o L23 t24 t25 Sydney Valimo L.7lor. 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 J 1.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -34Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf NO KOTA ATK (orl (3) Lampu (buahl Pengamanan Sendiri (oB) (6) Kantong Diplomatik (kg) .L70 1.170 1.t70 r.134 1 .480 942 ___1.220 t.553 93 94 95 96 t.r20 r._22 100 92 1.1 5 8 6 6 6 6 llq _82 t2s 92 118 89 L23 TL4 LL7 92 86 88 5 5 _ __.220 r.220 1.220 52 52 52 5() 6 6 o o 2.i70 I.229 L.??.O _ q 0 t.221 - _ .220 i.t70 I.227 1.480 5 4 4 83 82 83 66 66 _L!_6 Ett4i"e IL7 Tawau ASIA PASIFIK 1 1 8 Canberra 1 1 9 Darwin L20 Melbourne L 2 t Noumea r22 Perth L23 Port Moresbv L_l70 1.2:0-89 I.568 642 3.495 1._?29 r.L7O 1.747 Y/ .90 60 1.0s2 1.917 83 66 69 87 60 62 78 75 74 75 Singapore Vientiane tt4 Yangon 1 1 5 Songkhla L.170 65 60 57 58 89 82 78 79 79 79 81 81 97 98 99 100 Islamabad Karachi New Delhi Mumbai -.2to t.170 1.178 r. l.220 1..8_0-.546 2.220 1.L79 r.329 2.170 1.r.170 1.945 1r3.170 5 J _ 2.Iamuan (oHl {8) (1) (21 ASIA SELATAN Kaboul Ieheran Colombo Dhaka (41 50 46 44 45 45 45 46 46 (sl 6 5 5 5 (71 t.SIATEITGGARA 101 ro2 103 104 105 106 LO7 108 109 110 111 L12 113 Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi 1.170 1.1?o* 37 _ _ .463 2.160 642 1.220 1.220 t26 _ L?7 t28 Wellineton Suva Dilli L.170 5 5 5 4)4r 1.840 t23 123 123 133 oo 92 _ .265 97L 75 75 75 73 65 83 83 83 B1 81 66 66 66 _-. L.170 T.

95r 13:9.:)_ 585 764 c6J 26 27 2a 29 17.7'90-0 13.5.408 9.434 33 34 3_q 13.6s9 13.q! t3.793 9.441 80 72 80 72 72 80 9 9 9 9 9 9 777 7._ Sttawa 6 Jan Fransisco 7 loronto I Vancouver I iVaqhington $MERIKA SELATAN t3l {61 r0t 409 I rl 46 46 46 8. dan Konsumsl Rapat Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unit/ Tahunl Gedung (m2ltahunf t+l Halaman Pengadaan Inventarls Kantor l^"1 tahunl (51 (orl (6) Pakaian Soptr/ Satpam lstell Sewa Kendaraan (harif Sedan Bus t9l Mobtl Boa Konsumsl Rapat loKl (21 AMERIKAUTARA Shicago 2 Houston 2 Ios Aneeles 4 New York _.038 790 790 1.279.918 596 585 602 717 352 '242 806 79t 814 969 979 54 50 49 50 60 36 37 11 .\?.692 13. 10. Pakaian Soplr/Satpam. .626 13.001 7..MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35- 3o.500 9. 303 223 245 .2 Pemeliharaan.353 9.408 9.401 !_r 42 43 Madrid Rome Beograd Vatican 12.q -_9.2tO 7. 1 0 9 12.562 8.408 8.2 642 895 642 377 287 247 377 247 608 596 619 50 52 52 49 64 49 49 64 49 6_r.5?e.O13 3q_ 39 40 _.434 1? 80 9 9 9 652 638 609 307 300 247 275 275 232 392 383 350 392 383 44 43 . Pengadaan tnventaris Kantor..176 73.973 63 63 -.309 -t3.9sq 384 3_q-3 387 43 8 l9 IMERII(A TENGATI Mexico Citv Havana 8.496 7...825 72 72 20 P-egeEe-c-ry EROPA BARAT Vienna -.563 16._J9s ___ 250 261 350 3s0 418 521 366 46 58 4l 52 41 46 39 370 4L3 324 350 Q-ttitgLima 7.918 293 300 300 . Sewa Kendaraan._ 6 9 1 695 867 609 3:20 309 10 l1 EqC_ota Brazilia Joenos Aires 63 63 A? o 9 9 9 9 9 9 t2 1? 3:7 408 246 264 32s 250 3_50 350 t4 15 l6 lt 93IggqsParamaribo Santiaeo de Chile 72 63 774 616 688 588 645 361 290 ?e_1 qs9.96q 427 806 837 437 790 _ 1.ondon t4.t47 80 72 80 80 80 9 q 810 745 /rbb 9 9 9 731 753 896 Oslo EROPA SELATAN Saraievo Zagreb thens Lisbon 695 682 702 835 _.176 I7.353 8.97 681 767 767 337 961 320 361 361 300 390 300 300 291 300 400 __400_ 400 409 409 431 400 48 5_l 46 51 5l 46 3s9400 _4_61 409 461 461 4rl9 29r 291 350 350 400 .776 13.9s.309 13 I to Amsterdam OROPA UTARA 2l 1D 9 9 9 9 9 1.353 80 80 80 9 9 9 681 320 .353 8.r cl 2l 22 23 Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburs Seneva 72 80 ?1 25 13.563 72 72 72 72 72 72 tt.563 72 I 9 9 9 9 9 9 9 616 667 674 688 702 753 645 753 302 4q3 326 330 337 344 262 26s 275 276 275 295 533 _ 539 550 562 516 602 667 721 729 744 760 41 45 45 46 50 43 q69 Jlo 2e9 _ 6 9 ? at4 698 814 368 50 I ^/ .t42 12.176 qq 80 80 72 80 72 9 9 9 o 9 760 745 774 708 695 ?74 _ 731 960 t5L _ _390 293 722 304 722 _ _394 287 642 895 68.639 7.9q1 681 9?9 320 a.O38 - 7il 960 731 s-tis 764 585 790 l9PgI'hecq4 ielsinski Itockholm L.597 t3.

399 l l..2s6 I 1. -9sq 300 350 50 4l 51 47 _?_ 9 9 .eol 9.277 0.s00 72 63 9 9 9 9 9 ^_.t76 1.l33 t2 o.910 0.s00 10.--^ 363 300 6s t25 t25 3l 9 9 490 393 419 _.863 72 80 80 80 88 9 9 9 I ssz 436 +5t) 44_7 441 484 444 397 400 436 436 309 309 339 339 20 20 22 22 .367 so5 +2 52 42 42 42 46 l8.032 43 68 69 70 7l 72 73 74 75 76 ]celqeq {mman 11.496 358 287 372 309 250 275 585 510 791 690 642 845 642 642 49 43 r.133 10.889 l l33 7? 72 72 72 72 a2 a2 83 84 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 221 ZIJ 350 _s0-o 458 431 474 458 453 474 484 442 191 367 346 380 JO/ 250 2tJ 9.9-.522 o..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK -36Secta Kendaraan Pengadaan Halaman Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unlt/ Tahrrr I Gedung lm2ltahunf Kantor l^tl tahunf 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 9 o lorl 731 638 631 Pakalan Soplr/ Satpam lstell lharil Konsumsi Rapat Sedan Bus Mobll Box loKl 44 45 46 47 48 49 50 }ROPATIMUR 3ratislava fucharest fiev vloscow >raoue 3. 9 9 304 308 329 27s_ 250 zrc .766 o.256 11.?7r 371 407 407 300 300 33 35 U5 _-86 6t .766 I 1. _F?2 _.766 I 1.350 350 350 350 25 50 50 50 150 150 3qo 389 -.889 Lt.+z.tl ..275 39_q350 147 469 447 474 444 2rl 275 300 .l OJI _ 309 309 309 397 275 275 9?F 505 JUC lofia ^/arsaw }rdanesf r.367 1.367 9 9 63r 688 309 337 5t 2.990 rku ISIA TIMUR l€ijing :{onskonp fsaka fokyo 63 63 63 9 acJ . 32s 315 2s9 ?4-2 2s9 251 ztJ -.399 0..?71 275 250 250 250 32 33 30 30 32 30 32 33 350 ISIA TENGAH fashkent \stana 10.154 66 OI 72 63 72 72 72 -?.623 70.889 72 72 OJ Kuwait Beirut Doha Damascus \nkara \bu Dhabi 3anaa Jeddah 72 o.399 tt.9_q 300 350 285 275 225 275 3q0 350 1s0 50 25 50 50 33 34 3l 29 oo 50 50 50 _12= 31 3l 363 3_gg.234 \buia AFRII(A TIMUR \ddis Ababa {airobi {nfananerivc 72 72 9 9 ssc 346 315 294 JIJ 204 200 275 275 663 650 tcJ 150 43 42 53 54 J5 I 1.s22 9.407 _27F 300 505 550 6a2 744 AFRIKA BARAT s2 53 f)ekkar \il.889 1. ?so.500 72 72 72 9 9 9 9 304 304 325 259 251 251 ?68 25_t253 27t " 244 236 234 275 275 275 294 350 7to 646 686 8 8 8 8 3s0 233 249 733 62 63 64 OJ {!g!ers Cairo Khartoum Rabbat l nDoll 19.154 o.j 12.863 10.:3ol 287 244 275 275 ?7s 350 350 350 50 50 150 47 50 46 44 lunisia ASIA BARAT Manama 10. 250 7lo 663 770 663 8 7 8 8 8 7lo 686 304 275 250 264 733 7to 686 733 58 59 60 61 1. 72 72 63 77 7A 79 80 8l Muscat Rivadh Istanbul Dubai o.._ 27t-275 389 354 359 376 359 2SO .905 r0.644 10.133 72.766 o.277 o.080 1.367 4. l33 72 63 OJ 56 57 Dar Es Salaam Harare IFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA 1O.?99 10.

2.592 2..534 2.883 2.064 2.767 29 29 e?q .-s33.9q3 2.O04 63 63 63 t12 113 4 l5 l6 17 Pnom Penh Jingapore y'iengane {anson 9._ fawau TSIA PASIT'IK lanberra Darwin Melboume Noumea Perth Port Moresbv Svdnev Vanimo Wellington Suva Dilli 63 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 I 9 9 9 9 9 s39 2. .229 8.423 55 1?.737 .F63 2. 65 / 0 05 56 575 49 5t) sda 923 997 923 2.500 8..443 2.475 28 26_ 24 25 ZJ _ 194 134 s. :JOI 334 321 9 9 9 I 9 334 321 334 311 318 600 156 600 56 56 .229 4.617 8. 29_7_ 284 9 9 9 9 9 287 287 247 294 294 198 132 t34 s99 509 JIJ 885 420 743 2. 63 63 72 72 63 63 9 9 9 321 149 575 _.585 20 2l 22 23 9.064 26 21 22 27 26 26 26 2l 4sg 430 99?.446 792 792 792 8ll 811 2.767 2.6t7 4.907 9.617 4.197 9.6!7 8.585 8.600 644 68 600 56 49 .423 63 63 63 63 63 OJ o 3q1 301 301 294 294 110 140 140 t99 539 g?-.22L .534 25 25 25 r 0 1 regdql_$ell B_Aeey14! r02 3anokok l03 104 l05 l06 t07 108 l09 110 111 Davao CiW Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumnur Vlanila Penang 4.t64 9.155 26 26 26 25 25 2l 2l 2l 240 240 430 430 662 662 240 301 240 250 314 301 297 301 240 tt2 140 430 539 430 444 662 429 662 __lt? 240 _ 116 146 1 4 0 .064 2.101 24 ZJ 72 72 72 72 72 72 72 72 -9 9 Cs+ 334 9 9 9 9 .359 9.0'64 2.443 2.t97 9.429 420 829 s63 539 533 539 2.905 72 80 72 72 92 Guanezhou ASIA SELATAN I 9 9 387 37t 371 465 460 441 441 322 309 309 93 94 95 Kaboul leheran 96 97 98 99 100 lolombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbay ISIATENGGARA 9._ 138 140 tt2..585 9.767 ..520 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37 Pemeliharaan Sesa Kendataan NO KOTA Kendaraan dlnas lUntt/ 1o.883 2.443 3 .563 2.732 8.437 Gedung lm2ltahunf Ilalaman l^'l tahunl o Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ Satpam Kantor lstell lorl 391 4t9 414 397 397 lharil Sedan Konsumsi Rapat Mobil Box 326 Bus 4t9 4t4 397 397 loKl 2l 2l 20 20 89 Pyongyans 90 91 Seoul Shanehai r0.592 2.704 .534 2.500 63 7.500 7.520 4.229 4.-2.592 2.e-.2. 662 21 ll8 l9 9.500 7."ls 515 137 137 527 527 2.475 2.592 2._ 98s 923 923 923 Aq7 26 27 28 72 72 72 4s 4a _gqo 557 569 476 2. 112 690 467 --.068 2..475 2.585 9.423 4.33r 9.423 7.679 29 31 29 2A 29 28 29 27 27 .2.500 7..s85 10. 11 6 2.592 _ .500 )ongkhla 72 63 72 72 63 63 [gq'_q!s__.?.617 7.905 9.617 7.58s 9.064 2.197 8.592 429 429 8.!37 137 112 lt2 -9?7 527 8ll 811 2.

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2OT3 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam KabupatenlKota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. Satuan Biaya Keperluan Sehari-hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal. dan air minum . barang cetak. c. d. ialah. langganan surat kabar/berita wal. Untuk yang mengharuskan kegiatan dalam kabupatenlkota menggunakan atau air maupun moda transportasi udara dan memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/ atau untuk perjalanan yang bersifat rutin. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan. Jakarta Barat. terdiri dari alat tulis kantor (ATK). dan Jakarta Selatan. Catatan : yang a. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama. b. Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupatenlkota jam pergi pulang (tidak memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. dapat diberikan secara at cost. alat-alat rumah tangga. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan. Jakarta Timur. Jakarta Utara. Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat.

diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut. Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Ttrbuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh.0O (lima puluh dua juta rupiah) per tahun.0O0. ABK cadangan pada kapal negara. Sementara itu. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian. pasien rumah sakit.000. keluarga penjaga menara suar. penlaga yang bagi biaya biaya menara menara suar. kelomook kelomDoK ten tenaga Kesenatan kesehatan keri Kefla lv . narapidanaf tahanan. petugas pengamatan laut. ABK aktif pada kapal negara. penyandang masalah kesejahteraan sosial. Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan. satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai. dapat mengalokasikan paling banyak Rp52. namun belum termasuk perjalanan dinas peserta. Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yar:g digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 4O (empat puluh) orang. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapatlpertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon l/setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. namrln belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diklat penjenjangan pejabatlpegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu. petugas pabrik gas aga untuk suar. petugas SROP dan VTIS. suar. Satuan ini sudah termasuk biaya observasi lapangan.

Sumatera Selatan. dan mahasiswa militer/semi militer. e. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). Kalimantan Tengah. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP). c. Jawa Tengah. Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. II. resclte team. Nusa Tenggara Timur. Kepulauan Riau. Sumatera Barat. Papua Barat. Papua. gas disunakan sebasai bahan bakar baei lampu-lampu rnerl. Jawa Timur. dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yar'g terpencil danfata'u sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon. Nusa Tenggara Barat. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) f. ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar. Riau. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. Sulawesi Barat. Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. Sumatera Utara. Maluku. d. mahasiswa/siswa sipil. DI Yograkarta. Sulawesi Utara.Pihak III. Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi. Jawa Barat. Rayon III : Sulawesi Tengah. Sulawesi Selatan. Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidanaf tal:'anan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM. Gorontalo. Maluku Utara. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar. Lampung. Sulawesi Tenggara. ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. Bengkulu.ara suar. Bali. Kalimantan Selatan. Bangka Belitung. Kalimanatan Barat. Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. Daerah Khusus Rayon I. Kalimantan Timur. Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: Rayon I : DKI Jakarta. Rayon II : Aceh. g. b. Jambi.

Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. 1 1 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi termasuk biaya sudah negeri.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -4r- h. L 2 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan. 1 0 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. kepolisian. b. mahasiswa/siswa militer/semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL. Satuan atribut/ perlengkapan. dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah asli ke dalam bahasa yang diinginkan. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan. khususnya meja dan kursi). meliputi: a. diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. dan Hakim Pengadilan Pqjak. Printer. 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya untuk Pemeliharaan digunakan Sarana Kantor mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. mahasiswa/siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan. Personal Computer/Notebook. Hakim pada pengadilan negeriltinggi. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). dan BNN. AC Split. Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. i. serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Akademi Migas). Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik. Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. mahasiswa Penerbangan. .

RAB. L4 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. uang buku dan referensi per tahun. sudah termasuk toner dan biaya perawatan.rnjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -42- Pembelian 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama danf atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru. l7 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas a tetap dalam kondisi normal vl/ . pengalokasiannya maksimal IOo/o(sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai. yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR. Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kemampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional. Diploma III. besaran tunjangan tugas belajar merqiuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang T\. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana. dan SPTJM. L 6 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khususf untuk Kegiatan Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD / Ke giatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai. Diploma IV atau Strata 1 (satu).

baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -43- dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar. dan roda 6 (enam)/bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. pertemuan. Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 3O0 (tiga ratus) orang. Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. sound system. termasuk untuk moda transportasi L/ . b. 1 8 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud rnenjagalmempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2Yo (d:ua persen). Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. roda 6 (enam)/bus dan roda 6 (enam)/bus besar. Gedung/bangunan milik negara. dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. roda 6 (enam)/bus sedang. sosialisasi. seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis. menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). kursi. satuan biayanya menggunakan harga pasar. L 9 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jaml Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jaml Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat). sudah termasuk sewa meja.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu, dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien.

2 L Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat
Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II.

22 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional danf atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga. Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan f atau angkutan antar jemput pegawai. Sepanjang diperlukan, dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus , yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar.

23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus

24 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 {Duaf Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi.

25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stelf
Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pi:rencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. b. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per,tahun. c. Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penvediaannva secara selektif. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stg!

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-45-

per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai; 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai, biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. d. Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswaf Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam MahasiswafTaruna diperuntukkan bagi mahasiswaf taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga yang tertentu penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif, paling banyak 2 (dua) stel per tahun. e. Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA, dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. f. Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam, sudah termasuk perlengkapannya (sepatu, baju PDL, kopel, ikat pinggang, tali kurt dan peluit, kaos kaki, topi, kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. Kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. Satuan biaya paket kegiatan rapatfpertemuan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapatlpertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/ Setingkat Menteri; b. Kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon l/Eselon II; c. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III. Satuan biaya paket kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalarnf rnenginap. Komponen naket m akomodasi 1 minuman selamat da

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-46-

dan kudaPan 2 (dua) kali' ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector, podium, fltp chart, uthite board, stand.ard. soind.' sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). b . Paket Fulldag Satuan biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapatlpertemuan yang dilakuka.t di l,.tu,t kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap' ko*pott"n paket mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali, rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali, ruang pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip chart, uthite board, standard sound sgstem, mikropon, alat tulis, air minezx ral, dan permen). Paket Halfdag paket kegiatan Satuan biaya paket hatfday disediakan untuk rapatlpertemuan-yang dilaliukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. Komponen biaya mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali (siang), rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali, Ruang Pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip charL uhite board., standard. sound. sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). Catatan : a. Dalam hal rapat/pertemuan di luar kantor dilakukan secara bersamasama, hotel untuk seluruh pejabat negaraf pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negaraf pegawai negeri. b. Akomodasi paketfullboard diatur sebagai berikut: : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. Kegiatan yang diselenggarakan secara futlboard dapat dilaksanakan, baik di dalam kota maupun di iuar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luar kota, alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost, indeks paket pertemuan lfullboard), dan uang harian paket futlboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). 2) Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota, alokasi pada RKAK/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fuIlboard/fulldag/halfdad, uang saku dan biaya transportasi dalam kota. d. Besaran uang saku untuk kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor, ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. Kegiatan rapatlpertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP| Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberanskatan suatu kota ke bandara kota tuiuan. Satuan bi

t- )/
/

maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yograkarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yograkarta b) Kembali biaya taksi dari hotellpenginapan (Yoryakarta) ke Bandara Adi Sucipto biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PPf Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP). Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon IIlkebawah. Catatan: a. b. 2a Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan menuju taksi dari kantor kedudukan tempat bandarafpelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara / pelabuhan/ terminal/ stasiun kedatangan dan sebaliknya. Wakil Menteri Gubernur. b. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama ialanannya melebihi B (delanan) iam penerbansan {tidak termasuk waktu 29 . serta setingkat Menteri. satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). b. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a. Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A. c. Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. . Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda. dan Pejabat Eselon I. Dalam pelaksanaan anggaran. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a. Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47 - tiket termasuk biaya asuransi. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara.

Pemeliharaan Kendaraan. b. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. c. Kantong Diplomatik. Pemeliharaan Halaman. Kantor/Wisma merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2%o (dua persen). biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yarrg dapat dipertanggungj awabkan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju. dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. Lampu. 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Penpakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Duta/Konsul. merupakan satuan bia5ra yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma. Satuan biaya pemeliharaan gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. Jamuan. e. i. dapat menggunakan tarif bisnis. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar u/ . ATK. ballpoinf. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. Langganan Koran/Majalah. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya. berupa: a. Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -48- transit). Pengamanan Sendiri. f. h. termasuk biaya bahan bakar.

2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara. Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. Pemeliharaan Sarana Kantor. Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak. k. m. Konsumsi Rapat. Sewa Kendaraan. Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi. Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan. j. pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : Provinsi Provinsi dari Satuan Aceh dari Satuan Sumut biava biava L/ . sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan. Pakaian Sopir/Satpam. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam. 1. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil dan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Sewa Mesin Fotokopi. Sewa Kendaraan Sedan. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Roda 4). Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri. Pengadaan Kendaraan Operasional Bus. dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. Bus. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. pengalokasiannya maksimal lOo/o (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staffl dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. dan Box. Pengadaan Inventaris. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaarl dan Operasional Kendaraan Dinas. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri.

OR Orang/Responden h. 1 Lli / . Oter Orans/Terbitan Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI I(EUANGA\T. ttd.W. OT Orang/Tahun e. OP Orang/Paket f. OK Orang/Kegiatan g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -50- Nias Selatan dari Satuan biava Provinsi Sumbar dari Satuan biava Provinsi Sulut dari Satuan Papua Puncak Java biaya Provinsi dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat Pengertian Istilah: a. AGUSD. OJ Orang/Jam b. OB Orang/Bulan d. MARTOWARDOJO G NIP. OH Orang/Hari c.

jasa. menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a. 4/'t- . membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)/ Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan yang rincian dibutuhkan tiap alokasi anggaran komponen/tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2OL3 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. secara tlmum. 2. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. perencanaan. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya baik pada perencanaan.OZ 2OI2 3 / MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDARBIAYA KELUARANTAHUN ANGGARAN 2013 A. pelaksanaan. biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output. b. 4. 5. Kernenterian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012. menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. pelaporan maupun evaluasi. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2OL2 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama.LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGCARAN 2013 NoMoR 7 lPYIK. menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. misalnya: harga barang. b. Pen5rusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar. 3. pelaksanaan. Penyusunan dan Peng4juan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam pen5rusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. 7. pelaporan dan evaluasi. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. 6. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK. tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu.

Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran lln/Il bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. b) Dalam hal pen5rusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yar:g digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan. C . b. kegiatan dengan cara menilai c. dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa: . Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2AI2. 10.q. B . Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1. maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungj awabkan. menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran. meneliti dan menilai penerapan biaya. c) Contoh Pen5rusunanSBK. b) RAB. dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan. meneliti dan menilai usulan keluaran kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan. Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/Sekretaris Kementerian Negara/Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/ToR. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun pen5rusunan RAB SBK. dan rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas. danf atau d) data pendukung lainnya yang diperlukan. Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi SBK. d. TOR.q. membuat rekapitulasi usulan SBK sesuaiFormat 4. kesesuaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c. menyimpan (backup)data usulan SBK. B. mengunggah (upload)ftIe backup data usulan SBK ke seruer. kewajaran alokasi anggaran. 9. meneliti dan menilai komponenltahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan. dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. c) data pendukung (backup data)Aplikasi SBK.

penempatan akun. mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan rriembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7. Dokumen Hasil Penelaahan SBK Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung. Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/Illlil telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai. 2. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi Kementerian SBK merupakan tiap-tiap daftar SBK Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur AnggaranIlillUI. c. uraian SBK. Direktorat Anggaran Il[lm bersama Kementerian NegarafLembaga terkait menyepakati hasil penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran). 5. yang mencakup: a. meneliti. Direktorat Anggaran I/Illm mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke seruer. Direktorat Anggaran lll!fi menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran. tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggarant f. catatan. 6. 2. 3.paling lambat minggu pertama bulan Mei 2OI2. Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran. 4. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian NegarafLembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran l/il|m. Catatan penelaahan SBK. 2l kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalam Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya. e. D . Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keiuaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan. besaran SBK yang ditetapkan. d. . 4l penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. b.

. . . . . Penerima ![anfaaf (12) Strategi Pencapaian Keluaran 1. Waktu Pencapaian Keluar2n (1s) E. . C. . Gambaran UmuP (i1) B. . Biaya Yang Diperlukan (to) Penanggung jawab (L7l (r N I P . . . .rgasFungsi/Kebijakan (to) 2. Metode Pelaksanaan(13) 2. .8 ) . .Tahapan dan Waktu Pelaksanaan (1a) D . . . Latar Belakang 1. . Dasar Hukum T\.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -4- Format 1 KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon Il/Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume (l) (21 (3) (4) (s) (6) (71 (B) (e) A. . .

dan biaya yang diperlukan. (8) Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. waktu pencapaian. Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. ( 1 2 ) Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan f atau eksternal Kementerian Negara f Lembaga. (s) (6) Diisi nama unit eselonII Diisi nama kegiatan. strategi pencapaian. siswa. No (1) (2) (3) (4) Diisi nama unit eselonI. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5- PETUNJUKPENGISIAN KAI{/TOR KAK/TOR merupakan. ( 11 ) Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai. 33 laporan LHP. Contoh : pegawai. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. berupa kontraktual (14) Diisi dengan komp onenf tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. RAB yang merupakan rincian dalam pencapaian diperlukan ( 1 6 ) Diisi dengan lampiran . kegiatan sesuai hasil restrukturisasi (71 Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. Uraian Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. (e) ( 1 0 ) Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. Contoh: 5 peraturan PMI(. gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang. alokasi dana yang keluaran kegiatan. (1s) Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan. termasuk jadwal waktu (time table) pelaksanaan dan keterangan sifat komponenf tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang. 200 orang peserta. penerima manfaat. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. ( 1 3 ) Diisi dengan cara pelaksanaannya atau swakelola. petani.

MENTEBI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (r7) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon II I KepaIa satker vertikal). ( 1 8 ) Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan. .

.G r 0q 0a N 9x H ooo p P P P V J ^ x x .ln lo lFl t\] z p) H H Al o z o a) o -l H z H ?frF*iL. o o !D $ iv)a .- i0< !lm :z u! a o + d!D u.) f 6 -F X ! w \ vd H dPHF Hi Hoc qp) F z 0q g) O0) HK PP oop) It 5p w5 H z A) H D @ z H H kti "J o o A) F) E: m p. z z 5ro N6' -) oq F) AJ H< o H z -r. di It 7iK 8zS z mo a> Ez P@6{Oq+ON o--@ e H o .x zm U. * . H <cDFXC!C'dCX It IF' lrt It\) U EF.e. ts g' t. F? 0) i".fi1n HeHsI H[il 5x . FF U . 6' Dr* EH Lox o fq i P Z oi J r'J0) 5F P) aJ x" P g Fl i. H P FJ r..l p) p 5-e5!9 .^t3 { *J F) F) *l F) N @ r i\ L'J oj P9(DP dX Al H p u.a Cs) @ '5 { Fi rr 6' tr Hk cffuo o X X X G T N (/t cr p x { X o d N o H tr N F 0q F) .

satuan ukur. Contoh: survey.. Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS). bahan. volume. Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran ada (optional). (1) (21 (3) (4) Diisi nama unit eselonI Disi nam a pr o gr am hasil re strukturisasi pro gram. Diisi nama Kementerian Negaraf Lernbaga. jika ada (oPtional). komponen biaya...KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -8PETUNJUK PENGISIANRINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN rincian RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan. (s) (6) (7) (8) Diisi nama unit eselon II Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan' Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check lisf (V) untuk termasuk biaya pendukung komponen yang (13) (14) (1s) (16) (17) (18) Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahaPantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan. jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan. sosialisasi. pembentuk keluaran kegiatan jika (e) (10) (11) (r2) Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. . u-torkshop. perjalanan. | ^.. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011.. Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi jumlah keluaran (lcuantitatifl suatu kegiatan. misalnya: 0i 1 Komponen A OI2 KomponenB dst . jasa profesi. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. No Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. kajian.

Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (L7) dan nomor (19). Diisi dengan alokasi keluaran kesiatan. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. (2rl (22]' Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat lainnya menggunakan data dukung dipertan ggungj awabkan. (20) Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. . anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (231 (24) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ( 1 e ) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan. (2s) {26\ (27) (28]' (2e) (30) (31) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan.

is 6' cEH k r p cSw @ e. o A) K p) u. tq Fix oq d H o o\ qF) nlJ '5 . Z I P tul rql El I > <l >1 >l >l F:l *i Hi E 6.r i r I u.IEJ lo l4 F) p z A) SI?F'FSFryST 3 o o 'Jl \) zl <l U I o l ol ll o F >la z FFFH-*Tf.< ttt m LJ !D' (ne 0) o * a. gr9 il#' 6'9 7p) KOC H!) p) { "J p E tr\ 3 P A) p s) H Xr .z E9s3OO3cE + dD. 6 1 F e s E1E s* qr t3 lAt lr+ lo) z 'g Fl o I' n tri 0) o da oq A) FI* l t ' l al F1 F I i >xo tf o P f. t9 o o o ?4 e A) { p x X o fr o o gq .a { . n a F] I :] uc A) 5 A) 5 t\) z x A) z 'U *i a) oq oc o H j g o o p) pr. . + . F o + w Y !) > r1 z z t{l H 't A) A) d z =w i$ 6' ilq 6A) r 2. P o ' iD 3 d FI cl >l NI >l zl A'.E' o-9 flt 7* 5r: E = Ft HF. ?68 ' o> zz mO @> e. A) E a N 2 o P.

. Diisi hasil dari program. uorkshop. jumlah volume dan indeks biaya keluaran. terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan. orang/bulan... Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. satuan ukur. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan.. Contohnya: orangljarn. Contoh: 2..000 siswa. peserta. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat menggunakan lainnya data dukung dip ertan ggun gjawabkan. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. Diisi dengan memberikan tanda ctrcck list (V) untuk komponen yang termasuk biava utama. (21 (3) (4) Diisi nama unit eselon I Diisi nama program hasil restrukturisasi program. misalnya: 011 KomponenA OL2 Komponen B dst. orang. km. (s) (6) (71 (8) (e) (10) (11) Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. perjalanan. jasa profesi. kajian. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama unit eselon II. m2. Contoh: survei.orangfhart. (12) (13) (14) (1s) (16) (r7) . sosialisasi. rincian komponen biaya. Diisi satuan ukur detil akun. Diisi nama keluaran kegiatan.il- PETUNJUK PENGISIAN RINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponenf tahapan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK . Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 0 L L. volume. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung. bahan. Diisi volume satuan detil akun. kegiatan. Diisi penjabaran dari komponenf tahapan pelaksanaan kegiatan.

Diisi NIP pejabat penanggungjawab kegiatan. eselon (271 (28) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi keterangan. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a I Lembaga.0OO siswa. suatu (1e) (20) (2Ll (22) (23) (24) Diisi jumlah total biaya seluruh komponenf tahapan. mencakup situasi dan kondisi bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan. @gian dari total biaya dibagi volume.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLIK (18) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. . Contoh: 2. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. (2e) (30) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. eselon IV dan pelaksana dari (2s) (261 Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.

..._tJ - Format 4 Lampiran Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBI( Kementerian Ne gara / Lernb aga :. . SBK SBK Total Biaya Keluaran SBK Indeks Biaya Keluaran sBI( A (1r) SBK Total Biava l(eluaran SBK Indeks Biaya Keluaran .KEUANGAN MENTERI INDONESI.q REPUBT....IK ..... (4) Surat . ' (l) (2) (31 Tahun A Unit Eselon I.....

Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan. Diisi nomor surat usulan SBK. (e) (10) (11) Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan. Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4- PETUNJUK PENGISIANREKAPITULASIUSULAN SBK No Uraian Diisi nama surat usulan SBK. Disi tanggal surat usulan SBK. dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab. (16). Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (1) (2J (3) (4) (s) (6) (7) (8) Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. indeks biaya keluaran yang yang (r2) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Nomor (15)./t . (15) (16) (r7) . Diisi NIP pejabatpenandatangar. Diisi nama anggaran.rekapitulasi usulan SBK. Diisi dengan angka 1 (satu). Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi besaran besaran dana diusulkan. Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman.

(.1221 Nama/NIP 1. Kementerian Negara / Lernbaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (4) (5) (6) (81 (e) (101 SBK (lu Volume (t2l Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (i4l daLam ruDnl No AKUN (15) (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan 1..(271 Penelaah DJA TandaTangan .. 3........ 2. . .. . .. . . Tanggal . 2..u T A H U NA N G G A R A N : .. Disetujui Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP . 1 2 1 1 Penelaah DJA Tanda Tangan 123l Tanggal . . ..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -15- Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA I(ELUARAN .1241 Tanggal .. (291. . . . . . . (28) Nama/NIP (301 Tanggal (311 Tanda Tangan (321 .. Jumiah Catatari: (2sl (18) (le) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1 . . .. (2s) Tanda Tangan . . 4.... ... 2.126l. . .

Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi volume keluaran kegiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Dt*ffi (21 (3) (4) Disi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN. Mator Dtt* ""ttt" *t""n kinerja kegiatan. (25) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran @elesaian penelaahan. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. eselon (1s) (16) (17) (18) (1e) (20) (21) (22) (231 (24r. 2OOotangpeserta. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. (e) (10) ( 11 ) Diisi volume keluaran kegiatan. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN. 200 orang peserta. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara I Lembaga. 33 laporan LHP' Diisi nama SBK. 33 laporan LHP' (t2) (13) (14) Diisi total biava keluaran. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. Diisi nama unit eselon II (s) (6) (7) (8) Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Contoh: 5 peraturan PMK.KEUANGAN MENTEBI INDONESTA REPUBLIK -16- PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Ne gar a I Lembaga. Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK. ukur dan jenis keluaran kegiatan. dari Ditjen .

yang menyetujui hasil . Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang peneiaahan dari Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat eselon III penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Kementerian Negar a I Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. menyetujui menyetujui hasil hasil dari Ditjen hasil (26) (27) (28l' menyetujui (2el (30) (31) (321' Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.

(23) I Tanggal l22l Nama/NIP 124l Tanggal (2s) Tanda Tangan .|.. Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP l27l Penelaah DJA Tanda Tangan . . (1s) AKUN (16) Usulan (171 Hasil Penelaahan 2. (30) Tanggal (3U Tanda Tangan (32) . Jumlah Catatan: l20l (18) (1e) Ditelaah Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP T (21) Penelaah DJA Tanda Tangan .l2el Tanggal . .261 2. (28l- Nama/NIP .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -18- Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (l) : TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a I{egiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (3) (41 (51 (6) (71 (81 (e) (10) SBK (l l) Volume {r2l Total Biaya Keluaran (131 Keterangan (14) dalam No ]. 2.

KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLTK

PETUNJUK PENGISIANCATATANPENELAAHAN USULAN SBI{ SEBAGAI INDEI(S BIAYA I{ELUARAN No (1) Uraian
Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian

(21
(3)

Diisi nama unit eselon I

(41

Disi nama program hasil restrukturisasi program.
Diisi nama hasil dari program. Diisi nama unit eselon II. Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan.

(s)
(6)

(7',| (8)

Diisi nama indikator kinerja kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi indeks SBK yang disetujui. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi kode dan uraian akun. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi tentang penelaahan. hal-hal khusus yang terkait dengan proses

(e)
(10) ( 11 )

(r2)
(13)

(14)

(1s)
(16)

(r7l
(18)

(1e)
(20) (2Ll (22)
(23)

Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian NegaralLembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negar a / Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a f Lemb aga. eselon IV dan pelaksana dari

Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.
eselon IV dan pelaksana dart

(24)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.

dari Ditjen

(2s)

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

No

Uraian
Diisi tanda Anggaran. tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen hasil

(261
(27l, (28)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari l(ementerian Negar a f Lem,baga. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.

menyetujui

(2el
(30) (31)

pejabat eselon III yang mg.t penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon penelaahan dari Ditjen Anggaran. III yang

menYetujui menyetujui

hasil hasil

(321

menyetujui

hasil

KEUANGAN MENTERI INDONESIA NEPUELIX - zL -

Format 7
Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REI(APITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI
Kementerian negara/lembaga :
(5)

(r) (21 (31

Tahun Anggaran

No

1
I

Unit Eselon I .SBK 2
Eselon J (61 SBK Total Biava Keluaran sBK A t7l

Volume 3

Besaran

Keterangan

4

5

A
I

(8)

(e)

(10)

2
3

SBK B SBK C . dst

B I 2 3

SBK Indeks Biaya Keluaran (11) sBK A SBK B SBK C . dst

(12)

(13)

(14)

II A 1 2 3

Eselon I
SBK Total Biava I(eluaran

SBI{ A SBK B SBK C . dst

B 1 2

SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C .. dst

3

(1s)
(16)

(18)

lrTl

(le) (20)

dinas. (11) (r2l (13) (14) Diisi besaran besaran dana disetujui (1s) (16) informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dti"i tr*b"h"" indeks biaya keluaran yang disetujui.t Eselon II Kementerian Negara/Lembaga' Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran Ilillml' (r7l (18) (1e) Diisi Nama Direktur AnggaranIlIJlnl (20) Mr Anggaranrlrllrrl Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah telift dari satu halaman. ffi Biaya Keluaran Yang disetujui. {2) (3) (4) kode bagian (s) (6) Dtt"t (71 (8) Dtt"t SBK T"t"l @me ""*" ""tt "selon I dan kode eselon I. nomor (15). (19) dan (20) d. keluaran kegiatan yang disetujui' anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (e) (10) Diisi total alokasi keluaran kegiatan. (16). Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Dffi Pengusul. indeks biaya keluaran yang yang Diisi dengan angka 1 (satu). Eselon II Kementerian Negara/Lembaga @at Dit-t NIP P"l"b. (18). informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dtt"t t*"b"h"" Total Biaya Keluaran. contoh: pelatihan 3o orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. . ""t" Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga anggaran.iletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pej abat yang bertanggung jawab. (I71. dan Uraian persetujuan SBK.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK 22- PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASIUSULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Minas Dtt=t t""gg"l Diisi nomor nota dinas. Diisi tahun anggaran berkenaan.

satuan menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas oleh penggunaan Menteri atas.. biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui Standar Biaya Keluaran Keuangan dalam penyusunan (SBK) tersebut di Penghitungan satuan biaya tersebut telah dilakukan secara professional. saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. (6) Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran (71 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -23' Format 8 SURAT PERNYATAANTANGGUNG JAWAB MUTLAI{ . . efektif..... efisien. Kode dan Nama Satuan Kerja Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran Yang bertanda tangan di bawah ini. . . Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.( 1 ) . dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. . . . (21 (3) (4) tc. NOMOR:.

pejabat Pengguna Anggaran/I(uasa Pengguna (s) (6) (71 (8) Diisi NIP/ NRP. Diisi tahun anggaran berkenaan.MENTEHI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -24- TANGGUNG JAWAB MUTLAK PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN No Uraian M (1) (21 (3) ffimakegiatan. bulan dan tahun. nama Diisi Anggaran. tanggal. (41 Diisi nama usulan SBK. . Diisi tempat.

o9d Fiold "d n Lp .fr N.H bhi po n -0 . F 5S @ zg I a trj a 'd t- e (1 \i t{ H= at rv== 9 Z e .z r! tH z L-J u w z X . o h n0 o o H0q NP ko DP.'t E p r:4. 0q 0) f! 5 F-'t F r{/ F €|ord ooo trtss g. r a @ a ag gq co oli d= oJ.'-Fd o^x vL -- 3ZZ z H .FI X o 6 H 6'q qs o{ aa o d p F iD x u s UC !) gQl >.

b. kegiatan Agung mempunyai Badan Urusan Administrasi Mahkamah Pelaksanaan Pen5rusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung. 2. 3. Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis LainnYa Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya .RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: 1. Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis Lainnya. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/ tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Asune a.CONTOH 1 SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNANSBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIKINDONESIA Kementerian NegaraI Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung . Sifat Biava Pengelolaan data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditinekatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama c. . Mencermati keluaran kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun.

Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a... reKomenqasr bahan-bahan yang berhubungan dengan d. Pelaporan peniniauan untuk diiadikan rekomendasi 4 . Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan 1_ Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ' D.. Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk meniadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkaj ian ketatalaksanaan peradilan s. Rp D* Kp '_ RP Rp Rp n_ KD --rRp Rp '_ t(P Rp p.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27 - d.P Rp n___r(Pxxx'xxx xxx xxx r:r:-__r__. Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan 1. " menjadi rekomendasi g. Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk L Q ' i I.Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan I r QK' dibentuk l. T:::f:. h. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan yang data pendukung lainnya dapat dipertanggungjawabkan ke Biaya dalam Aplikasi Standar dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk r' " di. organisasi dan tata kerja e. Persiapan bahan-bahan yang berhubungan organisasi dan tata keria dengan Biaya Pendukung Biava Pendukuns Biaya Pendukung Biava Pendukune Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama e . Penelahaan dan pengkaiian organisasi pengadilan f.ladikan rekomlnd. I Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk diiadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pensadilan k. Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA xxx xxx xxx )o(x xxx xxx xxx xxx )c(x :orx r^/ .. . Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk t.1olungKatKan.asi j. Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h. Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan ^ c.

Ree. 7 .xxx 5 . Direktur Jenderal Anggaran. Menandatangani gsulan dan rekapitulasi usulan SBK. Menyimp an (backup) d. Itl .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28Dengan demikian SBK yang d"iusulkan untLrk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi Mahkamah Agung RI Kelembagaan Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx. Membuat rekapitulasi usulan SBK.ata SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. dilengkapi dengan KAK/TOR. data pindukung lainnya serta data pendukung (baclatp data) Aplikasi SBK. untuk selanjutnya diajukan olJh fepala Bad.q. 6 .an Urusan Aclministrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c.

Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/SEK/07 lIIll2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI. Dalam rangka pencapaian hai tersebut diatas perlu dilaksanakan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a). Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penJrusunan rencana dan program. Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta pen)rusunan pembakuan sarana kerja.RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Indikator Kineda Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume A.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya . Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung meliputi peningkatan kelas. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan. anggaran. prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan. q/ .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA _29 _ CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara I Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Mahkamah Agung . review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan.Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Klasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran. B . r Pengadilan Negeri Pandeglang.

Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pemekaran wilayah kabupaten/ kota. akuntabel dan berkualitas serta memih. Undang-Undang No' Tahun 2OO9tentang Peradilan Tata Usaha Negara' c).Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi. yaitu. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola. 49 T-ahun 2OO9.Pembakuan Ketatalaksanaan diiaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosed.asyarakat *"*p"iot"ft sehingga pada b. Pengadilan Tinggi Agama Denpasar ' Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat ' Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C.-ab pada kebenaran dan keadilan masyarakat. akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d). Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1. Terciptanya Organisasi dan Tata Keda baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4. Strategi Pencapaian Keluaran 1. Terciptanya pembakuan barridalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingku.Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yar-Lgaaa ai Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di + lingkungan peradilan yang dipertegas oleTrUidang-Uttd.iil"n dlbagian tertentu dalam kegiatan review t<epada para organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan. beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum semarang 2) Peradilan Agama : ' Pengadilan agama Muara Bulian ' Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b). SO tafrun tentang eera"dilan Agama. D.t datangi lokasi yJng telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadGn dan pembentukan pengadilan dan dengan melibatkan ri"ngadakan plt gt 4i"tt dan evaluasi dengan "". apararur p"ru. diharapkan pelayanan hukum dapat diperluas kesempatan ni.J:"'^ MENTERI KEUANGAN .ur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembe'ga penegak hukum yang transparan. Pengadilan Negeri Rangkas Bitung. 3.u. . Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2.*.grn Vl"fttamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya.REPUBLTK')"r. . dengan L"ru.ttg No.Undang51 Undang No.i<hirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan. Pengadilan yang akan dibentuk adalah ' Pengadilan Tinggr Agama Kepulauan Riau .

d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengddilan--dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan. Dari banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tataiaksana dilakukan: . 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi L rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -31 - 2. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan.3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi rekomedasi untuk disampaikan kepadapimpinan untuk ditindaklanjuti \k"-irrstansi terkait. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan. 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan.kg Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan OrganiS-asi Bqdan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi---clan--Tata Laksana. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait.)Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan peneiaanan-dtrn -pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. c) Pembakuan Tata Laksana { -- Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain. b) Reuieu Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradiian untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat. Ta}:rap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas ke usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan Perencanaan dan Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lai4 1. 1 =---====.

. ttl/ . Penanggung Jawab NIP."u'" pimpinan untuk dengan jenis perad. sebagaimana RAB terlampir' Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran terus menerus Keluaran kegiatan y"ttg terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai setiap tahun anggaran.dilikukan peninjauan' kemudian 3) sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dilakukan penghimp.ilannya untuk Jisampaikan kepada ditindaklanjuti ke instansi terkait' E. pelaporan dari loka-t su{ah.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK ]NDONESIA masuk hingga 1) Pengeiolaan d. . 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi Y?'g sudah ditetapkan. F. Biaya Yang Dibutuhkan Agung Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah .RI berjumlah Rp***.ata dari invetarisir surat usulan yang membentrrk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan' -'*".""*.

9) i5 g P Ed irr o l-{ Ol UH otr hr 0) p d1 d n1 c-X o Q .PPh' PP.!.O z oFDX <cDFi xc oB :c b) 'dcx :BO (tl t\) ( ! o ts H H N) n 0 q i)o H g- 'd'd FgF w. p iJ 0) $h FF ho pp w p Ft (l) d. .d>pH >oEFF P x . [ti #B 6 B t il X X X X H H> offi o X X X X t X X { X nP ^.| gH 1 X X X X ct X .. o.S 0)u.ta Hphjp 8 H w.E Pil UH N 6ts.:R oPf F?(r) E@= cx eP g ["x FH.J n H p H P H p P Fd o FJ P n s) g) o Fl 0q A) p tJ i\ PA) Eli oC') !'F) oE 5F) rnP np xia brW FI A) H < i'PH HP 0)n P p f' P n o p (l) EflgHF[re*giH :dFTEFE E'FFF< P g. fiK fi I HE. 5P " E qF r ' o 5P Z o qq p '\ HB .z r !cm I i X- ' 2. .[ t> cDoc Pl m < lj LJ ld irr 6' Qru H HX o a H H $H.t H o r-+ u (-- . p.1 !) p Er P P ij') a hi a* o 0) F oq D) F. $ a iE H tu >c IiH.FIEFfi F H HS 6 ii: a L Ep 5 Bn :z o + Hcu p a'l q. F E P.. Ep nt H FPP o 5' F ct }U p H nr '(J ts z * .rJ /tJ 0) B p q9.q '' A.ar fH + E -6' B fi H H $ '5 :F P}JH sd gIPq) f F: € ti X X X X il cffuo 5HF.rP p.*' A. o?FE tsPS tsr'r tr. ci F H H 0c E 6 -1) 5€ irY F EH ffi$ 6StsK' . J 0 ) P l tqSq Fi B r.> mc) CD> G!) r< ijP tJ rq FH 5H.HH <pzfr (J) oc t.

J. w n1 Ft H }J H fpi!c o a ) F FR ots HH 'U o 13 Ft H H 6.H HP Pnl Fg vrd HO 5H HP PH t\) H H t r go E o0) HHH PPY P.c4 DF] 4H V) r+ to -o 0i ilo *B$ Fp F)E -. t\) H td'd ia o. 0) fi Fl 5 xH (aH ti @t n1 o H tJ 11_ )v a r+ $ H 0qtr '^lH H H o P p $ H 15. !) H P H I o F. (h E o Ed n )c o H H H \-. ^tD >'u Fl b) HA aA) H. F. CD DPl EH D)-< rt p s? lv x0q gEU t cr d H 9) H o o a oq X p H a 0c o rd p -.tI HH H (^) CJI N H N) (Jl N) H t\) t\) Yo" -e (to ats. g U' o r+ rf tfP D AIFd '\ i) il.o + (. uc 0q o H H tr !l rl z H I A) A) a) Al H p) . o p) FO rt o P H - r..P r+ a (l U Fl E !) P H FJ CJ. p Fl w o ltr. p) H p p) ts gq a P< gm Pni r-]g xzm oc o> zz rn 6) u>> I OJ + >z X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X N X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X . f o. d 0) p) 0l F{ € pl k P p tr' Eg o.P UP p a.J o Fl p) a H . F l. H i7r ll H.Y H o A) v. n H H o Ltr.i H H G td H tr o H H .+ fi F' a) o Uc. o c+ n H sl F U F) F) H p H tJ U) P{ H H t' F) (t tu o x n a .l FI d: H p t'r) H Fl u 0q tr v) p a o H gq !) gq H '\ p a) H p H p g n H p H oc p !D H A) g F) P 0q X o d1 .

o w H o 'd tt p f|l p H P r+ o Ft o 0q H FX 'H 6h9 -' r n1 H ! F) H s) F) H P * { JC o 0c H E id H oc H H z H P o H 6 X a o 11 Ft e. p p E It o F) H 6 uJ H w p) P - F)H -P t+ o Fl t+ nl X H onr P p td p d Fl nt H a-O u. |J 'rJ | u . .F D i-J 11 .J o p) n a p H gq p H r-l !l F r< -t t\ F) H p ol p 2..^J oo -. oF) ia(D 01 a p Fl H a+ h-t a n r.= lll m ts4 = I ttl n x= zfm ( c 9t mo >L 9. E-i LA..H uv PA FF1 F' n1 HH p H o H P o p p p H oHo H n.i A)p) 4H P ira lv H P.1 X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X il X X X il X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X H X X X X X il X x X H X X X X X X X X X X H X il t X X X X X X X X X X il X X X n X X X X . p H p (tt . o H p) H P pl - gq o I A) v) o H p) F) H H F) p n (/) + 0q H A) H H H p H (h p H P A) p a p H P (l) 0q p) o o H e.l w o o) H 6. H p H rJ H (.J .ts. H tIJ m 0) H !) H I DP h.F ) !) H ru o (/) Fl ul N) N) H KP (y H q. |.t. lD H H e.1 P F ! p t\) tv H h-l p. p H H . 4 vt p H g g ct) r : + i'6 r tu o H i! P. 50 ) -n H D H .! F) H gq Fl r+ o r+ P - rt p) o c+ € c'.H @ '-l (Jl a\ (Jl Ctl N) N) H FU'g oo .

LM* ' U pn U pl F d.t w p H 7i o' H H ar H 15.(D n E Fr H s) w a) H F) H P . Ed o r.rd o p Ft H 6 pr 'rJ o H lJ r. p) iJ o 0q p H p oq H P .N) N) HH t\) N) 6.i .!.: Ol irr \J 0) ol N N) td N) o 0q p 0) H ^tf (rl t\) ts N) lJ HH v^- (/l N) g€ l/\H p t\) (n r+ f-'1 'U H ptsu (no F.5.o1 E5 .1 l4Y F) p H I { 0g Fl F) Ft /\ a '\ H 0a p H o H t) orq p . o rl (.!- s) a H F] p) a p H hd F) H |i g) H H o H 0q..+ (a |. P p) i + o nlH @ iJ- ra -- 0q g .+ 'l A) pl l< um :z L --l qrd xzm oc o> zz mo CD> .iHP PH N) H >'! H! aA vn 4. $ l{ Hr UH OaHti Yts) l:. H Pi o n1 q g) p H . li H !=. nc= o a) A) a+ H p) UFt 'U o oH0 ) F..t H {x xa. U p ts! F) o H o o (+ I a X 'o H. P H H F*i tr t' nt F) 5F m '(J td Ft H p f1 @ 5 ap{ H H d. H H Frl *b I+ gq gs LJ o H ff A) H g ..1.e 'o H H z H FO n o H H tr . Frl 9) H H F) td H H d 4 p a 7.1 n i. p 'i a) p) F) r. p H H a. o! p H w PH p. FE w o $ Do) HK iF) rl H P ts: X o Fl a+ H nL oiAA r+ P n1 'lJ a f.ts.z r-tr X X X t t X X X X X X X X X X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X X Rt X X X X X X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X .

2 !/ X il il X r z p "d o F X X X X X X X X ot H 0q H 0c X X X nl k € o oq FI - X X . X ii L'J H Fil H .1 U r-l F) H xx -zm oc c)> 7z ilt g p . d ^ p w 9l iJ r -l H t- m p c z n H (h F) H td p) FI .(J o i H o H 0q p) p H 0) H 0q F) lJ p) c/q I H r) t\) H z m H pl orq iJ tr p z td td rl p H o H o !) Tm < u L I 0q 0c A) !D wm n vz --.l F) H 0c F) H i) @> .t\) H t-l z H P r+ (u ol F) Fi -'l z 'd H Ul N) o -l Fl n N) *l grl gq F) H P o H nl t tEd E 'Oo id o iiFA H td o p H HS6 ts:! !l-LJ 15.i..

WorksLtop Illeqal Loqqinq in ASEAN a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan . Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan Negeri men3aai SBK. dan 2.lumtafr Institusi Pemahaman Pemerintah yang Memiliki Teknis Sektoral dalam Kela Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah Nondan Pemerintah Institusi 24 Pemerintah Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: diusulkan 1. serta 3. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan menentukan sifat fi"yr dalarn-komponen/tahapan sebagai berikut: No Sub Keluaran dan TahaPan-TahaPan ASEAN Perencanaan Sifat Biaya Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung 1 . Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah Non-Pemerintah. Dalam program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Bidang Uelalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Ekonomi. -*"**-tt""a) b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2 .MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38- PENYUSUNANSBKINSTITUSIPEMERINTAHDAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMANTEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Kementerian Negara f Lernbaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar NegeriMelalui Kerja Sama AS{AN Diiktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Pemerintah dan Non.

Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c. Menyimp an (backup) data SBK.OOO Jumlah Institusi Indeks Biava per institusi = Total Biava dibaei 24 Institusi Rp66. 7 .000 per institusi.000 6 .OOO Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Satuan Institusi Biaya Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Rp66. Membuat rekapitulasi usulan SBK.OO8.792. dilengkapi dengan RAB. Membuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK).KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -39- 4. 5.7 92.792. Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66. 8 .q.6O3. 9 . Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmasing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biava Rp1. . data pendukung lainnya serta data pendukung (baclatp data)Aplikasi Standar Biaya. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara memasukkan (input/ rincian alokaii anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungiawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Direktur Jenderal Anggaran.

1. p. p o 9) H P : g $ Esrs a Fsr + [ ff $ g[r *gHl I aeB i $ B. H " Z E9 ' H O FrniFScupE{F 5 9 rd (D H H z FH. e z .q€ F$ '_Fe s-. KBS -.r Fl 6 'F d H Fi X X X X X X X X X o F T EH Hg t= J o-E X X X X X X .f Ul N .FFs Fc." s Ea$ F{i m el? H r. f l . s) H a H F) H o 5 . p orq pc F" F' .fl o. rnP B> pP rc iJ ts 5.> mO <0g (l ) tsF HEd k c0) r '. *zui'F 3 ryH HHgHBEBEF: " 9uu PO) natFE'EgFg EE$E EiH o H I= !lm :1 r !gm L_tr XI FX q H 5 6E ' cn> .z lTt 0) E F F.J 0) F) tJ tD H H $ fl$v-8r.n: 0) p) i PF'"$EH ff $'B ?o iH oh't.-* hl (-P Frtr X X X X X X X X X X X X cKcu 'itr6' tr kq tl ci tr FI 9) H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X fi x \ a a -t N o r q- \ .Hs) p) cD PB g' A' p H l"_ n.8i H g. ni I r. h' U) s) iJ a N al' t\) H N) t\) D) A H H Hp v) a H .F8.fEiglFrFFqg E ' P .g 9.q ?74-. o !) (Jl N) .r -* h B H.N) H ts U) H P. H P * 5 d € r^ tE -z cW.8.6 c F F p."' t H t . 5 HFg "Eq S iJ S F FFSFryFF f tt &ei*'il.u.J< 0) E Pi . 0) H nl H H p z N p) FJ ) p H tH H . '.H> ti9iD tri$H I H P '-[ FF $ il 0q A) O o r+ H o H w tr o o pl F) H o p a H -s Iq a\ p) w D E.

p w p Ft nl H Ft H F) Ft' $ H P )c z t) z P a-\ p H P a ffj n H FD H H z /1 U Ft n H z o p Fl n z U P tH P tJ z o p (h H p U) Fl p @ H p a H H. tH H P t' p H H z s) tp) H H P !D 0) t' !) H.. (J) a+ \J o H cr € ' o . P H H H P P P P F) p A) p) AF t. p) F) Fri Ed H H N ts \o w o 0) ft n1 t0 a) a) H D H 5. Es) p t w A) Fl g) p H H H H E. o }{ H rrl p H (Jl Ul I w \) B N) ul ul H N) N) o n1 t\) a r a.= PS x= zm a> Fz 9"= rnO X X X X X X il X X X X R H X X X X X X X X n X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X il X x X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il H X X X X X X X X X HX X X X t X X X X X fr X X X X X X X X X X X il X X X X X X x X X X X X X X X X X X X X a X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il . p) H o oi H w o H a a N \o fTl w H v) r+ N) N) H - \o w w o o p) s) P t.1 >i.o H H H Frl F A td OJ N) A (.u @ r+ a 4 H Ul (tl P ul w N) v) N) r-l p FJ (/) t\) t\) t\) a+ H H F Ol N) N) H \o N) H t\) v) A) H D) 0) H v ul N ln Ul t\) H -.t) o d FJ p (tl 6. o A) v) P !) p. w F) A) w Ft F] )q H p F) H t0 a 9) g) n) F) H o H w o o A) F) H . F N) N) N ts P H ! w o 0) wo d o F) A) 5 H p) FJ w w n1 Ft H \o Fil 8. p F{ o w p) o z .

-r! !l Fl .H r+ o A) L. -l (1 l-1 H t'. "J p) 0q F) H tz t> IZ N z d .i a TE ts rE Ctt t\) N) F K n H f1 H \.. w o n\ H *l pl p p H d.i €E ?FA E oz €o FZ U Fi \' H o H p 0q H p 0c e oq o o I € lD oP{ o t! b' o (r) { @ N) .z *l oq p.^ o 00 .-. H P IJ RK hz vt4 A-H P.a .P F-i z *< :z u{ ttT !!m a FJ p x= zm (fC rv r p' rtAI m6) @> o> zz ..J n L. z L...^ o 0q F) - ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful