Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Senam hamil sangat diperlukan dalam menunjang proses persalinan yang alamiah, agar tidak berkembang menjadi keadaan pathologis. Dalam kegiatan Antenatal Care, senam hamil perlu dilakukan secara optimal, sehingga didapatkan ibu dan bayi yang sehat. Namun pelaksanaan senam hamil sampai saat ini belum menggembirakan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, sedangkan dari segi waktunya adalah cross sectional, populasinya adalah ibu-ibu hamil yang berada di wilayah Kerja Puskesmas Tanah Merah Bangkalan selama bulan Mei 2004 yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah sampel adalah 60 responden. Variabel idependen dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu. Data dikumpulkan dengan interview dan menggunakan quesioner, dari data yang terkumpul didapatkan mayoritas responden memiliki sikap menolak terhadap pelaksanaan senam hamil, yaitu sebesar 33 orang (55%), sekaligus mempunyai tingkat pendidikan rendah. Sedangkan yang menerima sebesar 27 responden (45%), dengan tingkat pendidikan tinggi sebesar 10 responden (16,66%), dan pendidikan rendah 17 responden (28,33%). Responden dengan tingkat pengetahuan rendah mayoritas menolak, yaitu sebesar 18 responden (30%), namun ada yang menerima yaitu 3 responden (5%), sedangkan responden dengan tingkat pengetahuan sangat kurang, mereka semua menolak terhadap pelaksanaan senam hamil, yaitu sebesar 6 responden (10%). Sehingga dapat dikumpulkan bahwa tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu mempunyai pelaksanaan senam hamil. Kata Kunci : Faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan ibu Senam Hamil.