P. 1
Rangkuman mikrobiologi

Rangkuman mikrobiologi

|Views: 131|Likes:
Dipublikasikan oleh Aditya Dana Iswara
Mikrobiologi fkg
Mikrobiologi fkg

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Aditya Dana Iswara on Jan 29, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

MORFOLOGI DAN SITOLOGI BAKTERI • Biolological Sciences : - Botani - Mikrobiologi - Zoologi protozologi

* Mikrobiologi : Bakteriologi ( kuman2 ) ,Imunologi ( kekebalan ),Mikologi ( jamur ), Fikologi ( Protozoz ) Virulogi ( Virus ) Sejarah perkembangan Ilmu Mikrobiologi • Anton Van Leewenhoek → mikroskop ( 50 – 300 X ) th 1673, Delf Holland menjelaskan : Microbes / jasad renik : - Bentuk batang / rod like - Bentuk bulat / spherical / kokus - Bentuk spiral ( spiral forms ) - Bentuk koma * Edward Jenner th 1749 – 1823 → Vaksinasi thd penyakit Cacar / Variola , Small pox , Cow pox * Louis Pasteur th 1822 – 1885 → fermentasi , enzym * Robert Koch th 1876 → “ Koch,s Postulates “ Isi postulat Koch 1. Mikroorganisme tertentu selalu ditemukan berasosiasi dengan penyakit yang ditimbulkan. 2. Mikroorganisme dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan murni di laboratorium. 3. Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada binatang yang sesuai dapat menimbulkan penyakit. 4. Mikroorganisme tersebut dapat diisolasi kembali dari hewan yang telah terinfeksi tersebut. * Joseph Lister th 1827 – 1912 → Antiseptc surgery , Sterilisasi alat-alat * Paul Ehrlich th 1845 – 1915 → Kemoterapi ( Penisilin ) thd lues / Syphilis * Sir Alexander Fleming → th 1929 penemu Antibiotika / Penisilin th 1945 → Nobel Prize Sel- 2 Prokariot dan Eukariot * Ernst Haekel th 1806 → microbe / jasad renik dalam protista ( third kingdom ) * Roger Stainer th 1957 membagi Protista : 1. Protista tingkat tinggi = Eukariot 2. Protista tingkat rendah = Prokariot

PENGERTIAN DAN DEFINISI * Saprophyte ~ hidup pada bahan organik yang mati * Flora normal : Sel ragi , Stafilokokus , Diphtheroid pd kulit & rambut * Parasite ~ hidup dan mengambil makanan dari jar host Contoh : - Opportunistic parasite = Eschericia coli - Obligate parasite = Bacteroides melaninogenicus MORFOLOGI BAKTERI * Bakteri ( kuman2) → Unicelluler * Struktur sel bakteri terdiri atas : - Dinding sel - Membrane Sitoplasmik - Sitoplasma - Inti * Inti pada Prokariot tidak punya dinding inti dan * Berkembang biak → Binary fision * Susunan / arrangement tergantung → fssion ,arah jurusan, melekat / lepas * Bentuk ( Morfologi ) dasar bakteri : 1. Kokus / bulat 2. Bacillus / batang 3. Spirochaeta = spiral , Vibrio = koma 4. Leptotrichia = filamen * SITOLOGI BAKTERI STRUKTUR SEL BAKTERI : 1. CW = Cell wall = dinding sel OL = Outer layer = Lipopolysaccharide protein IL = Inner layer = peptidoglycan 10 % 2. Ca = Capsule = Selubung 3. CM = Cytoplasmic membrane = Membrane Sitoplasmik 4. DNA = Inti Eukariot punya dinding inti

tipis 10 mm. 1 lapis.5 nm – 10 um ) P = Pilus / Fimbriae ( 3 – 30 nm ) B = Blepharoplast * Dinding Sel : .anthracis * Membrana Sitoplasmik • ( protein – lipid – protein ) = Triple layered Fungsi : . F = Flagellum = Bulu cambuk ( ¢ 12 – 18. lipid dan lipoprotein 0-3% * Capsule = Selubung = Envelope . transport makanan * DNA = Deoxyribonucleic acid Nucleus = inti ( pembawa sifat-2 genetik → single molecule of DNA / khromosoma * Sitoplasma terdiri dari RNA = ribosoma Fungsi : .Patogenitas . Polypeptide Fungsi : .mutans ) Gonococcus : Vagina : B. 2 lapis.Protective thd fagositosis .Semi permiable .tak berhub dg kehidupan bakteri . Cy = Cytoplasm = Sitoplasm 6.Gram positif → Peptidoglycan 70 – 80 % tebal 20-80mm. 7.Osmotic barrier . synthesis .Gram negatif → Peptidoglycan 10 % Lipopolysaccharide15% lipid dan lipoprotein 58% .5.terdiri : Polysaccharide : Pneumococcus. 8. protein 9%.Multi-enzyme system → pernafasan .Enzym system ( sintesa metabolisme ) Mesosome .Adherence : dextrans → kariogenik ( S. .

Peritrichate * Philus / Fimbriae : tdr atas protein Fungsi : .Elastis : Spirochaeta / Spirillum Plasmids ( Extrachromosomal genetic factors ) . Urethra / vagina * Cell wall = dinding sel • Sifat : .1.gonorrhoe .Adhesion : mukosa → “ Fuzzy coat “ .mempengaruhi sifat sel bakteri ( faktor R & C ) .Rigid / kaku .Khromosom – plasmid ( intra dan extra celluler exchange ) * Endospora .0.terdiri atas protein / blepharoplast Fungsi : locomotion / pergerakan Contoh : S.Bactericidal conjugation / bahan genetic .Depot makanan ( glycogen ) * Flagellum = bulu cambuk .S. thyposa Klasifikasi : 1.Circular …………0..tak ada hub dg kehidupan bakteri .pyogenesis : tenggorokan Contoh : N. Lopotrichate 3.Kombinasi pladmid -2 .Reception of Bacteriophage . Monotrichate 2.tak ada hubungan dg kehidupan bakteri . Ampitrichate 4.2 % DNA .bentuk pertahanan bakt thd sifat fisik dan kimia .

sub terminal Contoh : Cl. terminal . flagellin Peptidoglycan cell wall Eukariot :         Dna mengandung membrane nucleus Lebih dari satu kromosom Dna complexed with histo protein Plasmid ditemukan pada Sel membelah secara mitosis Membrane sitopplasma mengandung sterols Flagella mengandung struktur yang kompleks Polysakarid cell wall FISIOLOGI BAKTERI Didalam Fisiologi bakteri ini mencakup : * NUTRISI * GASEOUS REQUIREMENT * TEMPERATUR * KONSENTRASI HIDROGEN NUTRISI : ..Letak spora : sentral .bentuk Vegetatif → batang .bentuk spora : bulat atau lonjong . Baccillus Perbedaan prokariot dan eukariot Prokariot :           Dna berada pada sitoplasma Hanya satu kromosom Dna berhubungan dengan histone Replikasi Sel membelah secara binary Membrane sitoplasma mengandung hopanoid Ada Lipopolisakarida dan teichoid acid Metabolism energy dibentuk di Membrane sitoplasma Flagella mengandung satu protein.diameter spora > atau < dari vegetatifnya . Cl botulinum .tetani .

Organik karbon : → Heterotrophes ( gula-2 ) ( parasit ) HETEROTROPHES CO 2  Pertumbuhan membutuhkan Organik karbon Subdivided ------ .Purines. Magnesium.Chlorid.Clostridium → N dr atmosfir .Streptococcus → media (amino acids) Growth Factors : Bakteri : “ Fastidious “ “ Exacting “ . Zinc / Zi Carbon ( C ) sebagai sumber utama * Klasifikasi : . Potasium ( 10 -10 M ) Phosphate.Karbon dioksida : CO2 untuk Autotrophes ( inorganik ) ( saprofit ) .kebutuhan N ( Nitrogen ) .fusobacterium .PABA.Hematin Contoh : Lactobacillus.Ferrum Micronutrient : Copper / C ( 10 .10 -6 -8 ) -3 -4 .Molybdenum / M.Streptococcus.growth factor ATMOSPHERIC NITROGEN : .  Macronutrient : Sulphat.Salmonella typhi → trytophan .Acetobacter .Rhizobium → Leguminous plant N bebas → N organik ( dipakai sebagai pupuk ) INORGANIK NITROGEN COMPOUNDS Amonia ( NH3 ) Nitrate ( NO3 ) N ----- sintesa sel ( substrat organik karbon) Contoh : Eschericia coli SPESIFIC AMINO ACIDS Essential Metabolite Contoh : .Vitamin .

GASEOUS REQUIREMENT * CO2 * O2 Hampir semua bakteri perlu CO2 dalam jumlah kecil Isolasi I : 5-10 % … ( Heterotroph : sintesa ) CO2 Autrotroph → energy Contoh : Neisseria .Micro Aerophil : << O2 → Streptococcus Sp . Lactobacillus .Aerob obligat : >> O2 → Acetobacter Sp .8 (range) 3. Bacillus Sp TO : 55 C * Therminal death point * Inkubator HIDROGEN CONCENTRATION • • • • * Ion H = pH * Minimum pH = 2. Psychrophilic : . Bacteroides Kebutuhan terhadap Oksigen : .5 → umum Optimum pH = 6.8 * ACIDOGENIC / ACIDOPHILIC * ACIDURIC PH RANGE OF GROWTH ORGANISM Thiobacillus thiooxidant 0. Fusobacterium .Fak Anaerob : + / .5 * Maximum pH = 8.8 ( human patogen ) 0 0 0 Contoh : Streptococcus Sp → pH = 4.Anaerob obligat : tak ada O2 → Clostridium Sp TEMPERATUR 1.5 (ph) . Thermophilic : 30 C-75 C . Mesophilic : 0 C -45 C : Streptococcus Sp TO 37 C 3.6 .O2 → Eschericia coli .9.3 pH optimum = 6.8 C-37 C : Pseudomonas TO 20 C 0 0 0 0 o 0 2.

Org chemolithotroph biasanya b’peran pd p’pelihara’n siklus : nitrogen. sulfur Jenis substrat yg d’oksidasi : H2.chemolithotroph : sb energi mol anorganik .8. NH .3 K’seluruh’n jumlah proses kimia yg t’jadi dlm s’buah sel : 1.0 BACTERIAL METABOLISM Metabolisme 5. Fe 2.3 7. NO . Org methylotroph : . karbon.Lactobacillus pastorianus 3.Metabolisme Bakteri: Autotroph: Photosynthetic bacteria Chemoautotrophic bacteria Heterotroph: Parasite Saprophyte METABOLISME AUTOTROPH B’dasar cara m’peroleh energi : .obligate methylotroph : hanya tumbuh pd senyawa yg tdk m’kandung ikat’n karbon . Katabolisme: P’pecah’n substrat & p’bentuk’an energi .phototroph : sb energi cahaya .methylotroph : sb energi grup methyl yg melekat pd selain atom karbon 1. S . Org phototroph : m’peroleh energi dg cara fotosintesis : reaksi redoks 24+ 22+ .80 Streptococcus viridans 4.facultative methylotroph : mampu tumbuh pd b’bagai sb karbon 3.4 .5 . Anabolisme: Sintesis bbrp senyawa komplek & menggunakan energi 2.

as organik. algae & tumbuhan hijau Bakt fotosintetik → proses fotosintesis → d’hasil’k O2 → reaksi oxygenic photo autotroph tdk dpt m’laksana’k fotosintesis dg k’b’ada’n O2 (non FS) → reaksi anoxygenic photo autotroph (Chlorobium & Chromatium) √ photo heterotroph : cahaya → sb energy. karbohidrat) → sb karbon & ≠ m’hasil’k O2  cont bakt : Chloroflexus (green bacteria non sulfur). bhn.CO2 + energi matahari → karbohidrat + H2 KEBUTUHAN NUTRISI & SUMBER KARBON • Berdasar sumber energi yg d’butuh’k org d’bagi dlm : √ phototroph (sb energi → cahaya) √ chemotroph (sb energi → reaksi oks dr mol organik & anorganik) • Berdasar kebutuhan karbon √ autotroph/ litotroph → CO2 sbg sb karbon utama √ heterotroph/ organotroph → karbon organik sbg sb karbon utama • Kebutuhan sb energi & sb karbon d’gabung: √ photo autotroph : cahaya → sb energi CO2 → sb karbon    org gol ini adl bakt fotosintetik (green bacteria. Organik (alkohol. purple bacteria. cyanobacteri). as lemak. Rhodopseudomonas (purple bacteria non sulfur) √ chemo autotroph : sisa bhn anorganik → sb energi CO2 → sb karbon  cont bakt : Beggiatoa → bhn anorganik (H2S) Thiobacillus thiooxidans → S Nitromonas → NH3 Thiobacillus ferrooxidans → NO & Fe 22+ Pseudomonas carboxyhydrogena → CO √ chemo heterotroph : sb energi maupun sb karbon berasal dr bhn organik (glukosa) berdasar sb molekul organik :  gol saprofit : m’guna’k bhn organik hidup/ mati .

Glikolisis 2.produk samping :CO2 2. gol parasit : m’guna’k bhn makan’n dr inang Pola Perolehan Energi Karbohidrat m’rupa’k sumber utama k’hidup’n : P’pecah’n karbohidrat (katabolisme) ada bbrp cara: • • • RESPIRASI AEROB : – – Cara paling efisien untuk m’hasil’k energi dr glukosa. rangkai’n mol p’angkut yg d’guna’k utk proses redoks √ Ketika elektron mll rantai → p’lepas’n energi scr b’tahap → m’hasil’k ATP .d.p’bentuk’n as. As piruvat → dekarboksilasi → turun’n-nya m’lekat pd Co A → masuk siklus Krebs : . transfer energi potensial dlm bentuk elektron (d’bawa o/ koenzim NAD) √ akhir reaksi siklus Krebs : asetil Co A → dioksidasi ko enzim → direduksi 3. sitrat adl :reaksi biokimia dr s’jml energi kimia potensial (asetil Co A) yg d’lepas scr bertahap. Rantai transport Elektron – – Glikolisis: Several glycolytic pathways Paling banyak d’guna’k: Aerobic respiration Anaerobic respiration Fermentation glukosa-----> asam piruvat + 2 NADH + 2ATP 1. Rantai transport elektron √ t. Kreb Cycle 3. Proses: 1. Sitrat . Siklus Krebs/ TCA/ siklus as.produk penting: NADH & FADH2→ d’simpan dlm glukosa . √ Pd siklus ini.

• • • • – Respirasi aerob d’laksana’k oleh mikroorg yg m’butuh’k oksigen dlm hidupnya : Aseptor elektron terakhir yang dihasilkan : O 2 Tipe fosforilasi : pd tingkat substrat & oksidasi Jml ATP yg d’hasil’k per mol glukosa ≈ 38 Pada Eukariot : glukosa ---> G-6-P--->F-6-P---> 2 piruvat +2ATP + 2NADH – Pada Prokariot : glukosa ---> G-6-P--->F-6-P – Proses t’jadi s’lama transport substrat. m’guna’k aseptor elektron t’akhir : CO3 → CH4 (gas metan)  Nitrate reducer : aseptor elektron t’akhir adl sodium nitrat (NaNO3) 22- . Phosphate b’asal dr phosphoenolpyruvate (PEP) -----> 2 piruvat +2ATP + 2NADH – Kreb cycle: Piruvat + 4NAD + FAD -----> 3CO2 +4NADH + FADH GDP + Pi -----> GTP GTP + ADP -----> ATP + GDP – Rantai transport Elektron 4HADH -----> 12 ATP FADH ------> 2 ATP Glikolisis -----> 8 ATP – Total equation: C6H12O6 + 6O2 ------> 6CO2 + 6H2O + 38 ATP RESPIRASI ANAEROB : Aseptor elektron t’akhir : tidak pernah m’jadi O2. mol anorganik  Sulfate reducer: aseptor elektron t’akhir adl sodium sulfat (Na2 SO4) * Desulfovibrio dpt m’guna’k aseptor elektron t’akhir : SO4 → H2S  Methane reducer: aseptor elektron t’akhir adl CO2 * Bakteri lain.

Yeast c. asam asetat. Homolactic acid Fermentation. ethyl alcohol .< 38 per mol glukosa 2- FERMENTASI :   Glikosis: Glukose ----->2 Piruvat + 2ATP + 2NADH Fermentation pathways : a. Alcoholic Fermentation. E.3. Lactobacilli b. Propionic acid Fermentation Asam piruvat-----> 2 propionic acid.* Pseudomonas & Bacillus dpt m’guna’k aseptor elektron t’akhir : NO3. Asam piruvat -----> Asam Laktat.eg. Mixed acid fermentation Asam piruvat -----> asam laktat. H2 + CO2. eg. Asam piruvat-----> Ethyl alcohol. Streptococci.hanya se-bag proses dlm siklus Krebs b’langsung scr anaerob .Respirasi scr anaerob : d’laksana’k oleh mikroorganisme yg tdk m’butuh’k O2 dlm k’langsung’n hidupnya Tipe fosforilasi adl : Tingkat substrat & oksidasi ATP yg d’hasil’k : >2 . N2O dan N2 Keterangan : . Pseudomonas e. Propionibacterium • • • Hampir semua organisme m’butuh’k oksidasi utk m’peroleh energi.Bakteri yg m’guna’k NO3 & SO4 → m’punya’i peran penting pd siklus nitrogen & sulfur . eg. NO2. Lactobacillus d. butylene glycol. Butylene-glycol Fermentation Asam piruvat -----> 2.coli & bbrp Enterobacter. eg. eg.hasil tdk s’mua d’ angkut dlm rantai transport elektron → ATP yg d’hasil’k kecil . t’utama dr substr karbohidrat Sumber KH yg paling umum d’guna’k adl glukosa p’pecah’n glukosa → proses glikolisis Glikolisis : proses oksidasi glukosa → asam piruvat Tahap glikolisis: . asam suksinat.

glukosa .Embden-Meyerhof-Parnas (glycolytic pathway) -Pentose Phosphate pathway -Entner-Doudoroff pathway T’gantung bakteri dan lingkung’nya..as. b’bagai macam kombinasi ketiga cara digunakan untuk memperoleh energi dan biosintesis intermediate Ketiga cara tersebut pada akhirnya akan menghasilkan asam piruvat yang berguna sebagai kunci perantara metabolisme (intermediate metabolic) PENTOSE PHOSPHATE PATHWAY (HMP shunt) : • • Tdk hanya utk metabolisme glukosa ttp juga utk fermentasi hexosa. lemak √ sintesis steroid + • . subtilis.1 glukosa dg 6 ikat’n karbon → 2 glukosa dg 3 ikat’n karbon (fosforilasi) . Bakteri yg m’guna’k cara ini adl : grup heterolactic fermentor (B. pentosa & KH lain. E. nukleat . E faecalis) Proses : gula dg 6 ikat’n karbon (hexosa) →b’sama’n. coli.as. mesenteroides. L. Amino Jalur ini penghasil NADPH dan NADP NADPH d’guna’k utk : √ proses anabolik d’luar mitokondria √ sintesis as.1 glukosa dg 3 ikat’n karbon → 2 mol as piruvat + ATP (fosforilasi tingkat substrat)  Utk m’oksidasi glukosa bakteri m’punya’i 2 cara alternatif lain selain glikolisis: √ Pentose Phosphat Pathway (Hexose monophosphate shunt =HMP) √ Entner-Doudoroff Pathway Jadi ada 3 cara bakteri dlm memecah gula : . hasil p’pecah’n glukosa .

Azotobacter dan Neisseria) Proses : 1 mol glukosa → 2 mol NADPH + 1 mol ATP • KATABOLISME LIPID & PROTEIN : Utk m’peroleh energi mikro org dpt m’guna’k lipid & protein sbg sumber Bentuk lipid & protein ini hrs d’pecah dlm bentuk yg > simpel utk dpt masuk dlm sel Enzim ekstraseluler lipase d’miliki bakteri dpt m’pecah lipid → as lemak & gliserol glikolisis → as. amino → masuk sel bakteri → deaminase → as.PARASIT. piruvat → masuk siklus √ Gliserol → dihidroksi aseton fosfat → gliseraldehid 3 fosfat → Krebs √ As. Agrobacterium.VIRUS. Pseudomonas. Pathogen=penyakit yg disebabkan oleh mikroorganisme       Virus Bakteri Parasite Fungi Protozoa Prion Paparan agen infeksi Klinikal dan subklinikal     Kematian Carrier Immunity No immunity Factor-faktor yang mempengaruhi transmisi penyakit . organik → masuk siklus Krebs 4+ NH → keluar sel RESPONS IMMUNE MICROORGANISM (BAKTERI. utk : √ sintesis nukleotida & as nukleat ENTNER DOUDOROFF PATHWAY : • d’guna’k o/ bakteri obligate aerob yg k’kurang’n enzim phosphofructokinase utk m’pecah glukosa (Rhizobium. lemak → β oksidasi → asetil ko A → siklus Krebs Enzim ekstraseluler protease & peptidase : m’pecah protein → as.Ribosa.JAMUR) Agent Penyebab Disease.

Agent • • • • • • Infectivity Pathogenicity Virulence Immunogenicity Antigenic stability Survival Environment • • • • • • Host • • • • • • Age Sex Genotype Behaviour Nutritional status Health status Weather Housing Geography Occupational setting Air quality Food Timeline for Infection Dinamika infeksi : Infeksi  latent period  infectious periodnon infeksi Dinamika penyakit: Infeksi inkubasi period symptompatic periodnon diseas Baris pertama pertahanan .

INFα oleh leucocytes INFβ oleh fibroblast INFγ oleh NK sel Sel NK melisiskan berbagai sel yang terinfeksi virus. influenza Menghambat presentasi Ag  MHC-I  tidak dikenali Tc ( dibantu sel NK) . Melibatkan sel darah putih Non respon spesisifik Pathogen yang menyerang ditargetkan pada makrofag Specific response Limfosit menghasilkan antibody RESPONS INNATE PADA VIRUS • • infeksi virus langsung merangsang produksi interferons (INF) merupakan protein. atau glikoprotein Interferons bersifat antivirus  mencegah replikasi virus . RESPONS ADAPTIVE PADA VIRUS Humoral : Ab  menetralkan (membunuh) mencegah adesi AgAb  komplemen lisis Selular : CD4+  sitokin CD8+  MHC-I  Tc  lisis Mekanisme Virus menghindar dari respons imun • • mengubah antigen permukaan  V.      Saliva sebagai antibacterial enzymes tears sebagai antibacterial enzymes skin sebagai pencegah masuk lapisan lendir sebagai perangkap kotoran dan mikroba asam lambung sebagai pembunuh mikroba berbahaya “good” gut bacteria out compete bad Garis pertahan kedua      VIRUS    Merupakan interselular patogen terdiri dari potongan DNA atau RNA Menggunakan asam nukleat dan protein sintetik dari sel host Menginfeksi berbagai populasi sel dengan memanfaatkan molekul permukaan sel normal sebagai reseptor untuk masuk sel.

hijau. IL-18 dan kemokin yang dilepas oleh sel yang terinfeksi virus sel B Ab Virus dapat membunuh atau mengaktifkan sel imunokompeten  HIV menyebabkan imunosupresi • • V. Bacteria Dua tipe infeksi dari bakteri yaitu . Gastrointestinal: Cause most of illness and death of late AIDS. IL-1.bird flu virus H3N2 Subtype . Microsporidia. Symptoms: – – – – Diarrhea Wasting (extreme weight loss) Abdominal pain Infections of the mouth and esophagus. Terdapat 16 subtipe hemagglutinin antigen yang diberi label H1 melalui H16.Hong Kong flu pandemic of 1968 H5N2 Subtype . cytomegalovirus.highly pathogenic in chickens H3N8 Subtype .frequently found in horses H2N2 Subtype . Pathogens: Candida albicans. and Cryptosporidia. Terdapat 9 antigen neuraminidase subtipe berlabel N1 melalui N9. AIDS Associated Disease Categories 1.B. Neuraminidase adalah enzim yang membantu virus untuk adesi kedinding sel. Neuraminidase juga dikenal sebagai sialidase karena terkait dengan sialic glikoprotein dan glikolipid yang ditemukan di dinding sel.Influenza ada 3 tipe: A.Spanish flu pandemic of 1918 and swine flu Hemagglutinin adalah suatu glikoprotein yang mengikat virus ke sel yang terinfeksi.2003 poultry epidemic H1N1 Subtype . Hemagglutinin molekul yang sebenarnya merupakan kombinasi dari tiga identik protein (ditampilkan di sini sebagai abu-abu. TNF.• Mencegah imunitas innate dan adaptive dengan mengikat bbrp sitokin ( IFN gama.Asian flu pandemic of 1957 H7N7 Subtype . dan ungu) yang terikat bersama untuk membentuk bentukan silinder yang panjang. Sebuah mutasi yang berubah hanya satu asam amino dalam struktur protein dapat mengubah sifat antigenik secara signifikan.C           HA= Antigenic driftmutasi NA = Antigenic shift infeksi sel yg sama H5N1 Subtype .

(gram pos / neg) Bakteri ekstraseluler mampu mereplikasi di luar sel host menyebabkan penyakit melalui dua prinsip • • menyebabkan peradangan detruksi jar. (gram pos / neg) Intracellular. Kapsul dari gram negatif dan bakteri gram positif mengandung satu atau lebih asam sialic yang menghambat aktivasi komplemen jalur alternatif Jamur • Tidak mengandung klorofil ( tiga spesies  mold. Variasi genetik dari antigen permukaan adalah salah satu mekanisme yang digunakan oleh bakteri untuk menghindari respons imun dari host . Respons imun terhadap bakteri ekstraseluler ditujukan untuk menghilangkan bakteri dan pada efek menetralkan racun • Respons Imun Bakteri Ektraselular Innatefagosit.• • Extracellular. • • Kerusakan yang disebabakan bakteri ekstraselular : inflamasi dan septik shock Kerusakan yang disebabkan bakteri intraseluler pembentukan Granuloma karena mampu menghambat fusi phagolysosome atau menghasilkan hemolysin untuk memblok spy makrofag tidak mampu membunuh bakteri. complemen Adaptive Th2 Ab Makrofagsitokin inflamasi syok septik Bakteri Intercellular memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dengan meniru Ag self dalam phagocytes  tidak dapat dikenali antibodi. Exotoxins. Penghancuran bakteri intraselular memerlukan respon imun yang sangat berbeda dari tanggapan terhadap bakteri ekstraselular. endotoksin. fungi) .(pus) cont Streptococcus pyogenus menghasilkan racun. yeast.

000 spesies Sebagian kecil berbahaya  mikosis superfisial. • • Imunitas pada fungi • Innate immunity atau sistem kekebalan bawaan neutrofil  bhn fungisidal enzim lisosom makrofag sitokinTNF. . hifa membentuk pada suhu kamar. sistemik (spt histoplasmosis dan koksidiomikosis mrp jamur bebas dialam masuk paru2 Rute infeksi endogen atau eksogen Bahaya terutama pada px imunodifisiensi • • Morfologi jamur    JAMUR • infeksi jamur eukariota cenderung menyebabkan infeksi yang serius terutama pada individu dengan gangguan imunitas Mediator utama bawaan kekebalan terhadap jamur adalah neutrofil. individu dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat tidak rentan terhadap infeksi jamur oportunistik Tidak diketahui tentang kemampuan jamur untuk menghindari dari kekebalan host Hypae (benang) yang membentuk miselium Ragi Jamur patogen banyak dimorfik.• • 100.cutan. tetapi ragi pada suhu tubuh. IL-12 Jamur intraseluler dieliminer oleh mekanisme yang sama dengan bakteri intraselular  Th1 protektif. Th2 merusak host • Imuniti parasite • infeksi parasit menyebabkan lemahnya respons innate dan adanya kemampuan parasit untuk menghindari respon imun Respons terhadap protozoa intraselular ditengahi oleh TH1-dipicu makrofag kekebalan terhadap infeksi cacing diperantarai oleh sel TH2. IgE dan mast cells / basofil • • Innate Immunity Parasites • Parasit Protozoa dan cacing masuk dalam pembuluh darah dapat tetap hidup dan bereplikasi karena resistan terhadap respons imun innate Parasites biasanya resistan pada complement. Imunitas Spesifik pada Parasit Respon imun spesifik pada Parasit ber-beda2 Kekebalan selular adalah pertahanan utama terhadap protozoa yang bertahan dalam makrofag. supcutan.

graft. mengembangkan kista yang resisten terhadap tanggapan kekebalan. Pertahanan : • • Kalah  sakit Menang  tidak sakit / sembuh . dll) Peranan Immune system 1. Antigen masking adalah bentuk efektif respon imun penghindaran beberapa parasit. makanan.Protozoa yang meniru di dalam sel dan merangsang sel host melisiskan CTL. mirip dengan virus cytopathic.obat. mekanisme untuk variasi antigen permukaan. • • Respon Imun Mengapa drg memerlukan kuliah Immunology? • Beberapa penyakit dalam rongga mulut merupakan bagian dari respons imun misal : – – – • Periodontal disease Caries Sjögren’s Syndrome Tindakan dalam terapi saat ini dan yang akan datang mengharuskan dokter gigi untuk mengetahui sistem imun penderita Kelainan sistemik berhubungan dengan infeksi rongga mulut Diperlukan kerjasama antar profesi secara profesional • • Difinisi • • • • • Immunity = Daya Tahan atau perlawanan terhadap Antigen Immune System = kumpulan molekul dan sel yang memfasilitasi perlawanan terhadap Antigen Immune response = Koordinasi reaksi dari sel dan molekul terhadap antigen Immunology pathogens = study of Immune system and its responses to invanding Antigen = non self ( mikroba. Antibodi IgE dan eosinofil pertahanan terhadap infeksi cacing Mekanisme penghindaran Parasit • Evolusi sebagai Adaptasi parasit  kemampuan untuk menghindari dan menolak respons imun.

spesifik) Innate immunity : Pada orang sehat Pertahanan 1 : kulit.• • Hiperaktif  hipersensitivitas Hipoaktif  sakit 2.native. Keseimbangan : • • rusak  diganti penyimpangan  autoimun 3.mukosa.flora dll Pertahanan 2 : sel phagositik (PMN dll) sel NK. Pengawasan : • monitor sel abnormal  gagal  Ca IMMUNE SYSTEM 1.non spesifik) 2.interferon Komplemen Sifat : Tidak spesifik Proteksi jangka pendek Tidak tergantung pada interaksi Antigen Antibodi ADAPTIVE IMMUNITY • • • • • • • humoral  limfosit B (Ag extraseluler) seluler  limfosit T (Ag intraseluler) 4 ciri khas Adaptive Immunity : Spesivisitas antigenik Diversitas Memori Pengenalan self dan nonself Antigen dan antibody • Immunogens– suatu bahan yang dapat menimbulkan respons imun host .CRP.Innate immunity (natural. Adaptive immunity (aquired.

batuk.asam lamb. lisozim. lacrimal apparatus. mucous membaran . defecation dan vomiting Faktor kimiawi : sebun.cilia. tetapi bila diikat dengan molekul yang besar (carrier) dapat menimbulkan respons imun • Antibody (Ab) – Immunoglobulins (Ig) – glikoprotein yang diproduksi oleh host untuk mengikat antigen pada bagian antigenic determinant dari antigen (epitope) ‘specific’ – dapat mengenali kembali apabila antigen tersebut menstimulasi kembali (tetapi adakalanya terjadi reaksi silang) – Antigen Kompleksitas Ukuran molekul : sifat kimia dan fisik  monomer < polimer : BM diatas10.• Antigens (Ag) – suatu bahan yang akan bereaksi dengan produk dari respons imun ( misal : antibodi) – Hapten adalah suatu bahan dengan berat molekul yang sangat kecil. Cara Pemberian : IM < sub cutans < IV Antibodi • • • • • • • • Terdapat 5 klas antibodi Struktur Ab : Y-type Heavy chain (rantai berat) Light chain (rantai ringan) Antigen binding site Constant fragmen (Fc) Antigen binding fragmen (Fab) Innate Immunity Garis Pertahanan pertama • Faktor Fisik / Mekanik : epidermis kulit. epiglotis.. lactoferin (ASI).000 Dalton Dosis : minimal  maksimaltinggi  toleransi imunologik. bersin. urine. vaginal secretions • COMPLEMEN .

membunuh/melisiskan virus dan sel neoplasma CRP (C Reactive Protein) : titer 100 x bila terjadi infeksi. IFN juga diprod oleh virus yg menginfeksi sel • Selular • • Sel phagosit : neutrof il.C4. CHEMOKINES . INTERLUKIN.C2.alternativ dan Lectin Nomenklatur C1q. fagositosis ADAPTIVE IMMUNITY Humoral : Ag extraseluler sel B Ig + memori Selular : Ag Intraseluler sel T  Tc + memori Ada 3 cell Surface protein yang berinteraksi dengan Ag selama respons adaptive Immunity • • • Ig (Ab)  limf B berinteraksi langsung dg Ag ekstraseluler MHC  pada permukaan APC TCRs (T Cell reseptor) CYTOKINES. IFN γ mengaktivkan neutrofil dan makrofag. eosinofil. makrofag NK sel : mengeluarkan granula berisi perforin dan granzymes.C6789 Interferon : IFN α.s. Secara continue C (C3) ada dlm sirkulasi jumlah = Ig (1-2 mg/ml) dan bersifat termolabil Merupakan proten zymogen (=pro enzim)  aktif stl terjadi pemecahan menjadi fragmen kecil (a) dan besar (b) kecuali C2 Aktiv ditandai dengan bar cascade • • • • • Terdiri dari 3 jalur : klasik.• Sistim Complement (C) merupakan bagian innate dan adaptive immunity.C5.ß memprotek host cell yang tdk terinfeksi Virus supaya host memproduksi protein anti virus (AVPs) untuk memcegah virus bereplikasi. mengaktifkan C.r.C3.

PENYIMPANGAN SISTEM IMUN .• Respons imun merupakan interaksi yang kompleks antara berbagai sel yang berbeda. sel Tc • IL-4 : Diproduksi oleh Th2 promosi switching IgG  IgE • • • IL-5 : promosi switching IgA  IgE IL-8 kemotaktran untuk sel sel dalam sistem imun dan pagositik pada reaksi inflamasi IL-12 : disebut “Magic Bullet” =ditemukan th 1980 diproduksi oleh sel B dan makrofag dalam merespons infeksi HIV. diproduksi oleh sel yang bekerja dalam sistim imun terutama sel T Nama tergantung yang memproduksi Fungsi : Regulasi sistim imun lokal Respons sistim inflamatori Hemophoisis (dalam bentuk GF) Proses Biologi lain • • • IL-1 = TNF bekerja secara averlaping Mempromosi respons imun humoral maupun selular. sel NK. measles IL-12 menurun sehingga mudah terkena sec infeksi IL-12 menghambat pertumbuhan tumor.Bekerja pada sel-sel inflamatori • IL-2 Diproduksi oleh sel Th Stimulasi sel B.sebab IL-12 mengaktifasi Th1  chronic inflammatory diseases (arthritis)  obat mujarap ? • • IFN α dan ß antiviral IFN γ aktifasi makrofag hypersensitivity FUNGSI RESPON IMUN    Pertahanan Homeostasis Perondaan: bertugas untuk waspada dan mengenal adanya perubahan-perubahan dan secara cepat membuang sel-sel yang abnormal tsb. dalam komunikasi tersebut dibutuhkan sel perantara disebut dengan Cytokines.

membran mukosa saluran pencernaan dan pernafasan. Protein protektif: sistem komplemen dan interferon. Sel T yang lain mengatur respons imun. Imunitas terbentuk setelah terkena antigen Imunitas hasil kerja limfosit B dan limfosit T. sel yang bersilia.terjadi diversifikasi limfosit selama proses maturasi. kelenjar minyak.asma alergika. dan cairan tubuh lain. Reaksi inflamasi Sel Natural Killer: membunuh virus dan tumor dengan cara kontak sel ke sel. protein yang mampu menetralkan antigen. seperti rinitis . Sel B matur di bone marrow. Reseptor dan antigen sering disebut lock and key. penyakit atopik digunakan untuk menggambarkan sekumpulan penyakit keturunan yang berhubungan dengan IgE.  Gangguan morfologis. contoh : tidak berkembangnya kelenjar timus Gangguan fungsional : toleransi imunologik karena lumpuhnya mekanisme respon imun hipersensitivitas Gangguan fungsi homeostatik : otoimun Gangguan surveillance: pertumbuhan sel-sel ganas   SISTEM IMUN NON SPESIFIK  Pertahanan awal: kulit. Limfosit mengenal antigen karena memiliki molekul reseptor pada permukaannya. Antibodi ini disekresikan ke darah. Limfosit T menyerang langsung ke sel yang terkena antigen. Bahanbahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen. limfa. padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik.           Hipersensitivitas  adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Bekerja ketika pertahanan non spesifik gagal. sel T matur di kelenjar thymus Limfosit B membuat sel plasma menghasilkan antibodi. Penyakit atopik ditandai dengan kecenderungan untuk menghasilkan antibodi IgE terhadap alergen    . Jutaan antigen yang berbeda --. tubuh manusia bereakasi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya.

4. Reaksi hipersensitif tipe I atau reaksi anafilaktik. . 3. Reaksi hipersensitif tipe III atau kompleks imun.    Berdasarkan kecepatan reaksinya tipe I. II dan III termasuk tipe cepat karena diperantarai oleh respon humoral (melibatkan antibodi) tipe IV termasuk tipe lambat. Reaksi hipersensitif tipe II atau sitotoksik. berasal dari makanan. Alergen bisa berasal dari berbagai jenis dan masuk ke tubuh dengan berbagai cara. dll Menurut Gell dan Coombs ada 4 tipe reaksi hipersensitif yaitu : 1.  melalui saluran pernapasan. melalui suntikan atau bisa juga timbul akibat adanya kontak dengan kulit seperti. Reaksi hipersensitif tipe IV atau reaksi yang diperantarai sel. logam perhiasan atau jam tangan. kosmetik. 2.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->