Anda di halaman 1dari 5

KLASIFIKASI OTOT

Oleh : Yola Fabyola Wartojo Nim : 1261050235


I. Otot Rangka / Otot Lurik ( Skeletal Muscles ) 1. Otot rangka melekat ke tulang. 2. Berbentuk silindris, memanjang dan relative besar. 3. Memiliki nucleus yang banyak. Dan terletak di pinggir. 4. Panjang otot rangka 10 cm sampai 30 cm dan berdiameter antara 0,1 milimeter dan 0,5 milimeter. 5. Diatur oleh sistem saraf somatik ( somatic nervous sytem ). 6. Bergerak sangat cepat, dapat diatur dan secara sadar ( voluntary ) tetapi cepat lelah. 7. Otot rangka terdiri dari sejumlah serat otot yang terletak sejajar satu sama lain dan disatukan oleh jaringan ikat. Setiap serat otot tersusun atas miofibrilmiofibril. Didalamnya terdapat elemen-elemen sitoskeleton yang terdiri dari : a. Filamen tebal, yang bergaris tengah 12-18 mikrometer dan panjangnya 1,6 mikrometer, terdiri dari protein miosin. b. Filamen tipis, yang bergaris tengah 5-8 nanometer dan panjangnya 1,0 mikrometer, terdiri dari protein aktin. Miofibril berupa serabut ada yang kasar ada yang halus sehingga terkesan terlihat gelap dan terang (lurik). Pita gelap adalah filamen tebal dan pita terang adalah filamen tipis. Sehingga otot ini disebut otot lurik. 8. Embriologi otot rangka : Otot rangka berkembang dari precursor uninukleus yang disebut mioblas. Mereka berproliferasi dan menyatu membentuk sel-sel multinukelus panjang yang sering disebut miotube. Kemudian membentuk, dalam sitoplasmanya, miofibril, unsur kontraktil serat otot yang telah berkembang. Selama pertumbuhan pasca-lahir, serat otot bertambah tebal dan lebar, mencapai diameter 10-70 mikrometer. Yang kemudian akan membesar dan melebar dengan bertambahnya usia. Otot rangka berasal dari mesoderm paraksial, yang membentuk somit dari region oksipitial ke daerah sacral dan somitomer di kepala.

9. Fungsi dari otot rangka adalah : a. Menggerakkan tulang-tulang yang melekat kepadanya sehingga tubuh dapat melakukan aktifitas motorik. b. Digunakan untuk menggerakkan tubuh menjauhi bahaya. 10. Gambar histologis dari otot lurik

http://stevegallik.org/sites/histologyolm.s tevegallik.org/images/SkeletalMuscle_2.jp g

Diambil dari Buku Digital Histology, oleh Alice S Pakurar, Ph.D dan John W Bigbee, Ph.D

II.

Otot Polos ( Smooth Muscles ) 1. Ditemukan di saluran dan organ yang berongga seperti saluran pencernaan, saluran pernafasan, alat reproduksi atau alat genital, pembuluh darah dan pada mata ( otot siliaris, otot konstriktor, otot dilatator pupil ) 2. Berbentuk gelondong, bagian ujungnya menyempit, bagian tengahnya menggelembung. 3. Memiliki satu nucleus dan berbentuk pipih. Sel otot polos tidak terbentang di seluruh panjang otot. Dan terletak di tengah. Kelompok-kelompok sel otot polos tersusun dalam lembaran-lembaran. Pada saat otot berkontraksi sel akan tampak terlipat. 4. Garis tengah 2-10 mikrometer dan panjang 50-400 mikrometer. Contoh : Panjang serat otot polos pada rahim wanita hamil : 0,5 milimeter. Panjang serat otot polos pada dinding usus : 0,2 milimeter. Panjang serat otot polos pada dinding pembuluh darah : 20 mikrometer. 5. Diatur oleh sistem saraf otonom ( autonomic nervous sytem ). 6. Bergerak sangat lambat, tidak bisa diatur dan tidak sadar (involuntary) 7. Sel otot polos terdiri dari 3 jenis filamen yaitu :

a. Filamen tebal miosin, yang lebih panjang daripada yang ada di otot rangka. b. Filamen tipis aktin, yang mengandung tropomiosin tetapi tidak mengandung protein regulatorik troponin. c. Filamen ukuran sedang, yang tidak secara langsung ikut serta dalam kontraksi tetapi merupakan bagian dari sitoskeleton yang menunjang bentuk sel. Sel pada otot polos tidak memperlihatkan pita seperti pada otot rangka karena filamen otot polos tidak membentuk miofibril dan tidak tersusun dalam pola sarkomer. Maka dari itu otot ini disebut otot polos. 8. Embriologi otot polos : Jaringan otot polos berasal dari jaringan lembaga mesoderm ( mesenkim). Mula-mula sel mesenkim ini tumbuh menjadi lonjong seperti kumparan, dan bersamaan dengan itu inti sel pun ikut memanjag. Sel mesenkim yang sudah demikian bentuknya disebut mioblast atau bakal sel otot. Mioblast dalam sitoplasmnya membentuk miofibril-miofibril. Dan bila miofibril sudah terbentuk sel tersebut akan menjadi sel otot polos. Otot polos berdiferensiasi dari mesoderm splanikus yang mengelilingi usus dan turunan-turunannya serta dari ectoderm (otot pupil, kelenjar mamaria, dan kelenjar keringat) 9. Fungsi dari otot polos adalah : a. Untuk mendorong dan mencerna makanan masuk ke lambung hingga anus pada saluran pencernaan. b. Untuk mengatur diameter pembuluh darah. c. Untuk mengontrol diameter pada pupil mata. 10. Gambar histologis dari otot polos :

http://www.histologyworld.com/photoalbum/thumbnails.php?a lbum=24

Diambil dari Buku Digital Histology, oleh Alice S Pakurar, Ph.D dan John W Bigbee, Ph.D

III.

Otot Jantung ( Cardiac Muscle ) 1. Hanya terdapat pada dinding jantung 2. Bentuk dari otot jantung bercabang-cabang. 3. Inti sel 1-2 dan terletak di tengah. 4. Pada sel terdapat garis-garis transversal yang gelap, dinamakan diskus interkularis. 5. Diatur oleh sistem saraf otonom. 6. Terdiri atas unit sel tersendiri dengan panjang sekitar 80 mikrometer dan diameter 15 mikrometer. 7. Otot jantung berseran lintang dengan filamen tebal dan filamen tipis tersusun secara teratur membentuk pola pita seperti pada otot rangka. Bekerja seperti otot polos yaitu tidak diperintah, tidak sadar 8. Embriologi otot jantung adalah : Otot jantung berasal dari mesoderm splanikus yang mengelilingi tabung jantung. 9. Fungsi dari otot jantung adalah Kontraksi otot jantung memompa darah ke seluruh tubuh. 10. Gambar histologi otot jantung :

http://www.kumc.edu/instruction/medici ne/anatomy/histoweb/muscular/large/M usc14.JPG

Diambil dari Buku Digital Histology, oleh Alice S Pakurar, Ph.D dan John W Bigbee, Ph.D

IV.

Daftar Pustaka 1. Bloom dan Fawcett. 2002. Buku Ajar Histologi. Edisi 12. Cetakan 1. Bab 10. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta Hal 233-239 dan 264 2. Sherwood, Lauralee. 2009. Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem. Edisi 6. Bab 18. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta. Hal 276-278, 312 dan 320 3. Alice S. Pakurar, Ph.D dan John W. Bigbee, Ph.D. 2004. Digital Histology An Interactive CD Atlas with Review Text. Bab 7. Inc. Hoboken, New Jersey, United States of America. Hal 61-68 4. Skeletal Muscles. Diunduh dari : http://www.skeletalmusclejournal.com/ 5. Smooth Muscles. Diunduh dari : http://www.uic.edu/classes/phyb/phyb516/smoothmuscleu3.htm 6. Cardiac Muscles. Diunduh dari : http://www.ucl.ac.uk/~sjjgsca/MuscleCardiac.html 7. Musculus ( Otot ). Diunduh dari : http://www.scribd.com/doc/34452620/OTOT-LURIK 8. Embriologi Otot. Diunduh dari : http://dorlandku.blogspot.com/2012/12/embriology-otot.html