Anda di halaman 1dari 18

Cisplatin Obat Kanker berbasis Platina

Untuk memenuhi tugas matakuliah Bioanorganik

disusun oleh : Amalia Pujiastuti Malla Marchelina Dian Amukti K. 062109009 062109016 062109033

Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan Bogor 2011 / 2012

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Di banyak negara, kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian. Kanker disebabkan oleh berbagai penyebab, tetapi yang terpenting ialah pola hidup tertentu, misalnya merokok, minum minuman keras, atau mengunyah sirih. Namun zat kimia yang terdapat di lingkungan masyarakat dan beberapa obat juga berperan. Karenanya untuk mengurangi insidens kanker, pola hidup yang berbahaya ini perlu diubah. Selain itu, berbagai karsinogen kimia perlu diidentifikasi agar pajanannya pada manusia dapat dihilangkan atau ditekan serendah mungkin. Zat kimia yang pasti dan yang mungkin merupakan karsinogen bagi manusia dicantumkan dalam Apendiks 7-1 (IARC, 1987). Jenis riset lain dilakukan dalam penelitian karsinogenesis untuk memperbaiki berbagai metode yang ada dan merancang metode baru untuk identifikasi zat kimia karsinogen secara cepat dan handal. Metode yang kini tersedia terlalu mahal, makan waktu, atau tidak cukup handal. Masalah ini muncul terutama dari fakta bahwa kanker hanya terjadi sebagai respons terhadap suatu zat kimia lama setelah masuknya ke dalam tubuh. Sering kali zat kimia itu tidak lagi dapat dideteksi di dalam tubuh pada saat tumor itu berkembang. Di samping itu, bahaya karsinogen bagi kesehatan pun berbeda-beda, bergantung bukan saja pada potensinya, cara kerja, atau bobot (luasnya) bukti. Menurut WHO, ada dua faktor yang menyebabkan berkembangnya sel kanker dalam tubuh yaitu faktor lingkungan yang berperan berkisar 80-90% dimana yang termasuk faktor lingkungan meliputi asap rokok (40%), konsumsi makanan (25-30%), dan udara di sekitar tempat tinggal (10%) dan faktor genetik dan mungkin virus sebesar 10-20%. Untuk mengobati penyakit kanker, salah satu caranya adalah dengan kemoterapi yaitu terapi dengan menggunakan obat untuk menghancurkan sel kanker. Beberapa obat yang sering digunakan untuk kemoterapi adalah taxol, cisplatin, dan bleomycin. Khusus untuk cisplatin dalam pengobatan modern sekarang ini telah terbukti sangat efektif untuk mengobati bermacammacam jenis kanker dan paling sering digunakan dalam kemoterapi-kemoterapi kanker.]

B. Tujuan
1. Untuk menjelaskan tentang kanker

2. Untuk menjelaskan tentang logam platina dan aplikasinya 3. Untuk menjelaskan tentang cispatin

BAB II PEMBAHASAN A. Kanker Kanker merupakan penyakit sel yang dicirikan dengan perubahan mekanisme yang mengatur proliferasi (pembelahan) dan diferensiasi sel, sehingga sel tersebut mengalami kelainan kromosom (mutasi) yang menyebabkan siklus sel berlangsung terus menerus (sel terus berproliferasi namun tidak berdiferensiasi). Siklus sel adalah suatu proses pertumbuhan sel yang teratur untuk berduplikasi (menggandakan diri) dan menurunkan informasi genetik dari satu generasi sel ke generasi sel yang berikutnya. Selama proses ini berjalan, DNA harus digandakan secara tepat dan salinan kromosom harus dibagikan tepat sama jumlah pada kedua sel anak yang terbentuk. Kanker dapat timbul karena terjadi mutasi pada sel normal yang disebabkan oleh pengaruh radiasi, virus, hormon dan bahan kimia karsinogen. Satu kali proses mutasi yang terjadi pada DNA belum dapat menimbulkan kanker. Tetapi dibutuhkan ribuan mutasi lagi yang terletak pada gen yang tidak sama. Apabila terjadi banyak mutasi pada DNA, maka sel mulai mengalami perubahan sifat secara perlahan-lahan. Sel yang bermutasi tersebut mulai membelah diri (proliferasi) dan membentuk grup tertentu (klonal) di lokasi tertentu dalam tubuh yang dapat membahayakan jaringan sehat. Tahap dimana sel kanker membentuk klonal inilah yang dinamakan tahap promosi kanker. Promosi ini akan diikuti proliferasi (pembelahan diri sel kanker menjadi banyak) yang kemudian satu atau lebih sel bisa memisahkan diri dari kelompok utamanya untuk berpindah ke tempat lain (metastasis). Untuk memenuhi kebutuhan kelompok sel tersebut, dibentuklah pembuluh darah baru (neoangiogenesis) yang sebenarnya tidak diperlukan oleh jaringan sehat. Sehingga, terbentuklah kanker sebagai jaringan baru dalam tubuh. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri bila badan membutuhkan, misalnya ada sel-sel yang perlu diganti karena mati atau rusak. Sedangkan sel kanker akan membelah diri meskipun tidak diperlukan, sehingga terjadi sel-sel baru yang berlebihan yang tidak memiliki daya atur. Jika berhenti membelah, sel kanker melakukannya pada sembarang

titik dalam siklusnya, bukan pada checkpoint normal saja. Di samping itu, sel kanker dapat terus membelah secara tidak terbatas jika sel tersebut diberi pasokan nutrient secara terusmenerus. Sel kanker memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dengan sel normal. Sel kanker tidak mempunyai control pertumbuhan dan daya lekat sel kanker berkurang atau bahkan tidak ada. Ketidak normalan sel kanker tersebut disebabkan oleh hilangnya mekanisme DNA repair dalam sel. Dengan tidak adanya kemampuan koreksi DNA sebelum sel tersebut membelah, sel menganggap dirinya layak untuk direplikasi. Checkpoint yang merupakan titik pengontrolan yang kritis dimana siklus berhenti dan sinyal terus dapat mengatur siklus sel, sudah tidak memiliki peranan lagi. Sehingga, walaupun sel membawa abnormalitas di dalamnya, tetapi sel tetap akan melewati fase-fase dalam siklus sel secara keseluruhan kemudian membelah. Sifat sel kanker berbeda dari sel tubuh normal karena mitosis sel kanker lebih cepat, tidak normal dan tidak terkendali. Sel itu kemungkinan membuat faktor pertumbuhannya sendiri atau memiliki abnormalitas pada jalur persinyalan yang menghantarkan sinyal faktor pertumbuhan ke system pengontrolan siklus sel tersebut. Dengan regulasi sel seperti itu, proliferasi akan terjadi tak terkendali hingga sel kanker berhasil membentuk klonal (kelompok). Dari klonal tersebut, terdapat kemungkinan akan ada sel yang lepas dari induknya dan mencoba hidup di jaringan lain. Sehingga dapat terbentuk kanker sekunder yang dalam bahasa sehari-hari sering disebut kanker anakan. Penyakit kanker dapat menyerang berbagai macam sel, sel hati, sel kulit, sel jantung, sel darah, sel otak, sel-sel pada saluran pencernaan seperti sel lambung dan usus, sel saluran urine, sel-sel paru-paru, dan sel-sel lainnya. Dikenal beberapa jenis kanker seperti karsinoma, sarkoma, limfoma dan leukemia. B. Platina dan Aplikasinya Logam platina pada awalnya, tahun 1736, dikenal sebagai perak kecil oleh A.de Ulloa (Spanyol), kemudian pada tahun 1741 sebagai emas putih oleh C. Wood(Inggris). Sampai saat ini istilah emas putih dipakai untuk menunjuk pada logam paduan Au-Pd. Pada tahun 1803, Wollaston berhasil mengidentifikasi paladium, pd, dari residu larutan platina yang diendapkan sebagai (NH4)2PtCl6 dalam air raja. Nama paladium diturunkan dari nama dewi kebijakan (Yunani) yaitu Pallas yang paladion, sama dengan nama asteroid baru yang ditemukan.

Nama platinum sendiri berasal dari bahasa spanyol, yaitu platina yang berarti little silver.Platinum selalu ditemukan bersama-sama logam lainnya, seperti iridium, osmium, palladium dan rhodium. Logam-logam ini, di dalam tabel Elemen, termasuk dalam golongan Platinum Group metals (PGMs). Emas dan perak pun termasuk dalam golongan ini. Jadi platinum bukan hanya nama salah satu logam golongan ini tetapi juga nama untuk golongan logam mulia ini. Namun, yang akan kita bahas disini adalah platinum, salah satu logam dari grup logam mulia ini. Diantara logam golongan ini, Platinum memiliki kepadatan nomor tiga setelah Iridium dan Osmium. Kira-kira 12% lebih padat dibanding emas untuk per 1g/cm3. Logam golongan ini merupakan golongan logam terlangka yang bisa ditemukan di lapisan bumi. Sekitar 2-10 ton bijih besi diperlukan untuk mendapatkan 1 ounce Platinum murni. Beberapa sifat platina yang menguntungkan : 1. Platinum tidak mudah teroksidasi, atom platinum bersifat lebih kalalytic. Platinum, Jika sebuah lapisan platinum tergores (secara micro), atom-atom nya tidaklah benar benar hilang, namun cuma bergeser tempat. Artinya, atom platinum masih ada. Platinum yang tidak perlu disepuh. Perhiasan platinum hanya akan mem-polish/burnish platinum anda, tanpa menambahkan bahan lain ke perhiasan platinum anda. Karena sifat inilah, platinum menjadi lebih favorit dibanding emas. 2. Platinum memiliki sifat mekanik, fisik dan elektrik yang sangat menarik. Platinum lebih keras namun juga lebih mudah untuk ditempa. a). Platinum dapat ditempa seperti layaknya aluminum foil, namun lebih tipis dengan ketebalan hanya 100 atom platinum. b). Titik leleh platinum, 1768,3 OC, jauh lebih tinggi dibanding emas, hampir dua kalinya. Ini yang membuat platinum merupakan bahan favorit di laboratorium untuk studi temperatur dan tekanan tinggi. Berbeda dengan emas, Platinum pada suhu tinggi bersifat stabil. c). Campuran platinum dan cobalt akan menghasilkan salah satu magnet terkuat yang kita kenal. 3. Di bidang surface-science, untuk mengamati singe atom, lebih sering digunakan jarum yang terbuat dari platinum. Akan lebih mudah membuat jarum platinum yang diujungnya cuma ada satu atom dibanding menggunakan jarum jenis lain. Dengan ini, resolusi data anda akan jauh lebih tinggi. Sayangnya, jarum platinum sangat lah mahal.

4. Platinum bersifat hypoallergic. Platinum merupakan satu-satunya logam yang cocok sebagai elektroda untuk alat pemicu jantung (heart pacemakers). Selain itu, banyak dalam kasus patah tulang, tulang disambung menggunakan platinum 5. Coba lihat hard disk anda, platinum banyak digunakan dalam pembuatan hard disk saat ini, karena hard disk akan lebih tahan lama.
6. Platinum merupakan bahan non-organik yang dapat digunakan untuk terapi kanker.

Cisplatin atau cisplatinum (cis-diamminedichloridoplatinum(II), CDDP) merupakan kemoterapi yang berbasiskan platinum. Biasanya, Cisplatin digunakan dalam terapi kanker seperti , sarcoma, carcinoma (misalnya, kanker paru-paru dan kanker ovarium), lymphoma dan sel tumor. Platina banyak terkandung dalam obat yang saat ini digunakan oleh klinik untuk mengobati kanker. Obat-obat yang mengndung platina diantaranya cisplatina, karbopalina, dan oksaliplatina. Obat tersebut bekerja mengrusak sel-sel kanker dengan mengganggu DNA melalui intrastrand antar cross link dan protein DNA cross link sehingga dapat mencegah pembelahan sel kanker dan juga pertumbuhannya. Senyawa diaminodiklor ini dari platina (1979) bekerja sitostatis dengan jalan penghambatan sintesis DNA dan RNA. Mirip dengan zat-zat alkilasi, rantai-rantai DNA saling menyambung dengan jembatan-jembatan platina (cross linking). Obat ini terutama digunakan pada kanker testis dan ovarium yang sudah tersebar, biasanya dikombinasii dengan bleomisin dan vinblastin/etoposida. Pada kenker ovarium, dewasanya ini kombinasi dari cisplatin + siklofosamida + paclitaxel dianggap sebagi pilihan pertama. Begitu pula digunakan pada jenis- jenis tumor lain, misalnya dari kepala dan leher, prostat dan kandung kemih. Senyawa koordinasi banyak yang dapat digunakan untuk mengobati penyakitpenyakit tertentu. Cis-diaminadikloroplatina(II) atau cisplatin, cis-[Pt(NH3)2]Cl2, digunakan untuk mengobati penyakit kanker buah pelir dan kanker indung telur. Cisplatin juga sebagai platinol atau cisDDP. Dua buah ikatan Pt-Cl pada cisplatin merupakan ikatan yang kuat tetapi mudah mengalami reaksi substitusi ligan. Di dalam sel-sel kanker diduga dua ligan Clpada cisplatin disubsitusikan oleh dua molekul air membentuk ion kompleks cisdiaminadiaquaplatina(II), cis-[Pt(NH3)2(H2O)2]2+. Ion kompleks ini adalah lebih reaktif terhadap sel-sel kanker dibandingkan cisplatin. Ion cis-[Pt(NH3)2(H2O)2]2+ menyerang DNA didalam sel kanker. Cis-[Pt(NH3)2(H2O)2]2+, setelah melepaskan dua molekul H2O yang

diikatnya, membentuk ikatan dengan atom nitrogen no 7, N(7), yang memiliki pasangan elektron bebas, pada basa nitrogen guanine(G) yang terdapat dalam DNA. Cis-[Pt(NH3)2(H2O)2]2+ dapat membentuk tautan silang (cross link) dengan dua guanine dari unting (strand) yang sama dalam DNA. Terbentuknya tautan silang ini dapat menganggu replikasi sel sehingga dapat menghalangi pertumbuhan sel kanker atau membunuh sel kanker tersebut. Disamping menyerang sel-sel kanker, ternyata cisplatin juga dapat menyerang sel-sel normal sehingga penggunaannya dalam jumlah tertentu dapat memberikan efek samping yang membahayakan penderita kanker. Oleh karena itu diupayakan ditemukan senyawasenyawa lain yang lebih aman. Baberapa senyawa yang digunakan adalah karboplatin dan cis-kloroamina(sikloheksilamina)platina(II) Efek samping yang sering terjadi adalah nausea dan muntah-muntah hebat, juga dapat merusak fungsi ginjal dan telinga (nefro- dan ototoksis). Oleh karena itu senyawa ini dapat dikombinasikan dengan amino-glikosida. Karboplatin (paraplatin) dalah derivate(1986) dengan cara kerja yang hamper sama : penggunaannya terutama pada kanker ovariumm yang bermetastatis. Efek sampingnya mengenai ginjal, telinga dan lambung lebih ringan , tetapi menekan sumsum dengan resiko thrombocytopenia Salah satu senyawa kompleks dari platina(IV) yang aktif terhadap sel-sel kanker adalah cis ,cis ,trans -dikloroamina(sikloheksilamina)bis(asetato)platina(IV). Salah satu senyawa kompleks dari platina(IV) yang aktif terhadap sel-sel kanker biasanya adalah memiliki dua ligan amina primer atau amina sekunder dengan posisi cis, dan dua ligan Cl atau ligan karboksilat. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa transdiklorobis(piridina)platina(II) juga aktif terhadap sel-sel kanker. Sunderman (1984) telah mengemukakan hal-hal berikut sebagai arah penelitian yang paling memberi harapan: kation logam (1) terikat secara kovalen pada DNA,

(2) membentuk hubungan silang (cross-links) antara DNA dan protein atau antara beberapa untaian DNA yang berdekatan, (3) merusak kejituan replikasi DNA dengan mengubah struktur enzim polimerase DNA, (4) menyebabkan transisi helikal dari B-DNA ke Z-DNA, mempengaruhi struktur kramatin, dan (5) terikat pada histon, protein inti nonhiston, atau RNA nukleous, dengan demikian mempengaruhi stnlktur kromatin dan ekspresi gen. C. Cisplatin Untuk mengobati penyakit kanker, salah satu caranya adalah dengan kemoterapi yaitu terapi dengan menggunakan obat untuk menghancurkan sel kanker. Beberapa obat yang sering digunakan untuk kemoterapi adalah taxol, cisplatin, dan bleomycin. Khusus untuk cisplatin dalam pengobatan modern sekarang ini telah terbukti sangat efektif untuk mengobati bermacam-macam jenis kanker dan paling sering digunakan dalam kemoterapi-kemoterapi kanker. Cisplatin atau cisplatinum atau cis diamminedichloroplatinum(II) adalah obat kemoterapi kanker yang berbasis logam platinum. Pada dasarnya senyawa turunan platinum yang menunjukkan antitumor/antikanker telah ribuan yang disintesis. Tetapi hanya 28 dari mereka yang telah diujicoba secara klinis dan hanya 2 yang sangat aktif yaitu cisplatin itu sendiri dan carboplatin. Tabel 1. Status Klinis dan Dosis Limit Keracunan Beberapa Obat Berbasis Platinum Obat Dosis

Platinum (mg/M2) Cisplatin 60-120 Carboplatin Sampai 900 Oxiliplatin 200 Nedaplatin 100-200 JM-216 400 L-NDDP 400

Limit Keracunan Nephrotoxicity Myelosuppression Neuropathy Myelosuppression Myelosuppression Neutropenia, Thrombocytopenia

Status Klinis Diterima di seluruh dunia Diterima di seluruh dunia Diterima di Perancis Diterima di Jepang Ditolak pada fase (II) Fase (II)

AMD-473 BBR3464 Ormaplatin

TBD > 1,1 90

TBD Neutropenia, nausea Unpredictable, Peripheral, Neruotoxicity

Fase (I) Fase (II) Ditolak

Struktur kimia cisplatin adalah cis-PtCl2(NH3)2. Senyawa ini pertama kali ditemukan oleh M. Peyrone (1845) yang berasal dari garam Peyrone dan strukturnya ditentukan kemudian oleh Alfred Werner (1893). Senyawa cisplatin ini disintesis dengan memanfaatkan efek trans antara potassium tetrachloroplatinate(II), K2PtCl4 dengan ligan amina (NH3). Struktur kimia yang terbentuk ini sesuai dengan syarat struktur klasik untuk menjadikan logam platinum memiliki aktivitas anti kanker, yaitu (1) Bilangan oksidasi Pt +2 atau +4, (2) Ligan amina harus dalam posisi cis, (3) Muatan total senyawa kompleks platinum harus netral, (4) Ligan amina (NH3) harus memiliki sedikitnya satu gugus N-H yang tersisa, dan terakhir (5) Gugus pergi harus anion yang kekuatan ikatannya medium seperti klorida atau turunan karboksilat. Cisplatin bekerja sebagai anti kanker dengan cara menempelkan diri pada DNA (deoxyribonucleic acid) sel kanker dan mencegah pertumbuhannya. Pada dasarnya cisplatin secara umum bukanlah merupakan senyawa yang relatif reaktif dan mudah bereaksi secara langsung dengan semua jenis molekul aktif pada sistem biologi termasuk didalamnya basa dari DNA. Tetapi bila senyawa ini terlarut dalam air, ligan kloro pada cisplatin diganti satu persatu oleh ligan air (aqua) melalui reaksi hidrolisis. Selanjutnya ikatan Pt-OH2 yang terdapat dalam senyawa kompleks monoaquaplatina dan diaquaplatina yang terbentuk akan jauh lebih reaktif, sehingga kompleks tersebut akan lebih mudah bereaksi dengan ligan donor beratom nitrogen pada basa DNA. Dewasa ini cisplatin secara luas digunakan untuk mengobati berbagai kanker terutama sangat efektif untuk kanker testicular dan bila dikombinasi dengan obat lain akan bekerja

sangat efektif dalam mengobati kanker ovarian, kanker kandung kemih, kanker paru, kanker kepala dan leher. Kombinasi cisplatin tersebut dapat meliputi kombinasi dengan radioterapi atau dengan obat tertentu seperti pacliataxel, aphidicolin dan hydroxyurea atau 5fluorouracil. Kombinasi antara cisplatin, vinblastine, dan bleomycin akan dapat menyembuhkan 90% kanker testicular. Sedangkan kombinasi dengan cyclohosphoramide, dioxorubicin, dan hexamethylmelamine akan mampu meningkatkan daya hidup pasien yang terkena kanker ovarian yang sudah parah. Untuk kanker paru ataupun kanker paru non sel kecil (NSCLC), dapat avastin mengunakan pada empat antara kombinasi platinum yaitu akan cisplatin/paclitaxel, sangat efektif dalam gemcitabine/cisplatin, cisplatin/docetaxel dan carboplatin/paclitaxel. Selain itu penambahan kombinasi cisplatin/gemcitabine memperpanjang keberlangsungan hidup penderita NSCLC hinga 20-30%. Untuk jenis kanker lain, juga menunjukkan kesensitifan terhadap cisplatin pada beberapa tingkat seperti yang terdapat pada tabel 2. Tabel 2. Aktivitas Biologi Cisplatin Terhadap Berbagai Jenis Kanker Jenis Kanker Testicular Ovarian Kepala dan leher Kandung Kemih Tengkuk, prostat, esophagel NSCL (Paru Non Sel Kecil) Osterogenic Hodgkins Lymphoma Melanoma Dada/Payudara Curable Sensitif Responsive Responsive Resistan Menunjukkan aktivitas Menunjukkan aktivitas Menunjukkan aktivitas Aktivitas terbatas Aktivitas terbatas Sensitifitas

Efek Samping dan Penghantar Obat Cisplatin Cisplatin sebagaimana obat-obat umum lain yang digunakan untuk kemoterapi, juga mempunyai efek samping yang parah. Termasuk didalamnya Neprotoksisitas yang sangat kronis dan berbahaya, tetapi neprotoksisitas ini dapat diminimalisasi dengan cara hidrasi sang pasien dan menggunakan manitol untuk diuretic. Selain itu efek samping yang lain adalah

neurotoksisitas, mual, muntah, keracunan sumsum tulang, kerontokan rambut (alopecia), dan penurunan kekebalan tubuh. Namun untungnya untuk kerontokan rambut dan penurunan kekebalan tubuh umumnya akan kembali normal setelah pengobatan. Dewasa ini untuk mengurangi efek samping dari penggunaan kemoterapi cisplatin, solusinya adalah dengan menggunakan drug delivery (penghantar obat). Salah satunya adalah dengan menggunakan nanohorn. Nanohorn yaitu sejenis nanotube yang salah satu ujung silindernya meruncing dan tertutup seperti tanduk. Nanohorn ini berukuran 100 nanometer yang didalamnya telah terdapat cisplatin yang berukuran 1-2 nanometer. Nanohorn ini bersifat aman bagi tubuh karena berasal dari unsur karbon. Sifat Fisikokimia : Serbuk berwarna kuning atau kristal berwarna kuning. Sedikit larut dalam air, praktis tidak larut dalam alkohol, larut sebagian dalam dimetilformamida. Keterangan : Larutan 0.1 % dalam Na Cl 0,9% mempunyai pH 4.5-6.0 Golongan/kelas terapi : Antineoplastik, Imunosupresan dan obat untuk terapi paliatif. Nama Dagang : Cisplatin Ebewe, Cispletin Kalbe/Nippon Kayaku, Cytosafe Cisplatin, Platinox, Platosin Combiphar/Pharmachemie, Cisplatin DBL, Indikasi : Pengobatan kanker saluran urin, testis, dan ovarium. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Berdasarkan protokol individu verifikasi beberapa dosis cisplatin melebihi 100 mg/m per terapi.

Anak-anak (unlabeled use) : Jadwal dosis intermiten: 37-75 mg/m sekali sehari setiap 2-3 minggu atau 50-100 mg/m selama 4-6 jam sekali setiap 21-28 hari. Jadwal dosis harian: 15-20 mg/m/hari untuk 5 hari setiap 3-4 minggu. Sarkoma osteogenetik atau neuroblastoma: 60-100 mg/m pada hari 1 setiap 3-4 minggu. Kekambuhan tumor otak : 60 mg/m sekali sehari untuk 2 hari berturut-turut setiap 34 minggu. Transfusi sum-sum tulang sel darah: Infus berkelanjutan: dosis tinggi: 55 mg/m/hari untuk 72 jam; dosis total = 165 mg/m

Dewasa: Kanker saluran urin tahap lanjut: 50-70 mg/m setiap 3-4 minggu. Kanker leher dan kepala (unlabeled use): 100-200 mg/m setiap 3-4 minggu. Malignan pleural mesotelioma dalam kombinasi dengan pemetrexed (unlabeled use): 75 mg/m pada hari pertama setiap siklus 21 hari. Kanker ovarium metastatik : 75-100 mg/m setiap 3-4 minggu. Intraperitonial ovarium ritonial : Cisplatin pernah diberikan secara interperitonial dengan natrium tiosulfat sistemik untuk kanker ovarium, dosis dinaikkan sampai 90-270 mg/m pernah diberikan dan dipertahankan selama 4 jam sebelum pembilasan (draining). Kanker testis : 10-20 mg/m/hari untuk 5 hari diulang setiap 3-4 minggu. Dosis untuk kerusakan ginjal: Industri menganjurkan bahwa pengulangan terapi cisplatin tidak diberikan sebelum tercapainya serum kreatitnin <1.5 mg/100 mL dan/atau BUN <25 mg/100 mL.

Farmakologi

Distribusi Cisplatin didistribusikan secara cepat ke jaringan. Konsentrasi tinggi pada ginjal,hati, ovarium, uterus, dan paru, pada Ikatan protein = >90%, pada Metabolisme: Nonenzimatik; inaktif (pada sel darah maupun aliran darah) dengan kelompok sulfahidrill; ikatan kovalen dengan glutation dan tiosulfat, pada T eliminasi: Jarak: 20-30 menit; beta: 60 menit; terminal: ~24 jam; t yang kedua : 44-73 jam, sedangkan Ekskresi: Urin (>90%), feses (10%)

Stabilitas Penyimpanan Simpan vial pada suhu kamar, 15-25C,hindari cahaya matahari langsung, larutan jangan disimpan beku karena dapat menyebabkan terjadinya endapan. Stabilitas larutan tergantung pada konsentrasi ion klorida dan harus disimpan pada larutan natrium klorida (setidaknya NaCl 0.3%). Larutan dalam NaCl, D5/0,45% NaCl atau D5/NaCl sampai mencapai konsentrasi 0.05 2mg/mL stabil selaam 72 jam pada 425C. Larutan infus harus mempunyao konsentrasi NaCl akhir > 0.2%.

Kontraindikasi Hipersensitifitas dengan cisplatin , komponen lain yang mengandung platinum-, atau komponen lain dari sediaan (-anafilaktik pernah dilaporkan), riwayat insufisiensi ginjal, myelosupresi, gangguan pendengaran dan kehamilan

Efek Samping > 10% Neurotoksisitas, periferal neuropati pada dosis dan tegantung durasi, Alopesia ringan, Mual dan muntah (76%-100%), Myelosupresi (25%-30%; gejala ringan pada dosis sedang; gejala ringan sampai sedang pada dosis tinggi), pada Sel darah putih: Ringan, Platelet: Ringan, Onset: 10 hari, Nadir: 14-23 hari, recovery: 21-39 hari, pada Hepatik: Peningkatan level enzim, pada Ginjal: Nefrotoksik (gagal ginjal akut dan insufisiensi ginjal), pada Otis: Ototoksisitas (10%-30%; manifestasi ditunjukkan dengan seringnya frekuensi hilangnya pendengaran; ototoksisitas biasanya tejadi pada anak-anak 1% 10%

Diare. Lokal: Iritasi jaringan., pada <1% (terbatas pada reaksi mengancam jiwa): reaksi anafilaksis, aritmia, pandangan kabur, bradikardi, kebutaan serebral, anemia hemolitik, peningkatan enzim hati, alopesia ringan, mulut kering, optik neuritis, papiledema, pada Periperal dan automatik neuropati, ototoksisitas.Endokrin dan metabolik: Hipokalemia, hipomagnesemia, pada Hetogenik tinggi.Renal: Gagal ginjal akut, peningkatan serum kreatinin, azotemia, pada Miscelleeous: pasien tumor transien, kelainan tumor autoimun Interaksi Dengan Obat Lain : Efek peningkatan/toksisitas: Cisplatin dan asam etekrinat pernah menghasilkan ototoksisitas pada hewan. Penundaan eliminasi bleomisin dengan laju peningkatan filtrasi glomerular. Ketika diberikan sebagai infus berikutnya, studi observasi mengindikasikan adanya potensi toksisitas ketika derivat platinum (karboplatin, cisplatin) diberikan sebelum turunan taksan (docetaksel, paklitasel). Efek penurunan: Natrium tiosulfat dan amifostin secara teori dapat menginaktivasi obat secara sistemik; telah digunakan secara klinik untuk menurunkan toksisitas sistemik pada pemberian cisplatin. Dengan Makanan : Hindari cohosh hitam, dong quai Pengaruh Terhadap Kehamilan sangat berisiko Terhadap Ibu Menyusui : Cisplatin didistribusi ke dalam air susu, dikontarindikasikan untuk ibu menyusui. Peringatan Zat berbahaya apabila digunakan dengan peringatan untuk penanganan dan disposal. Dosis >100 mg/m2 sekali setiap 3-4 minggu jarang digunakan dan harus diverifikasi sesuai prosedur. Semua pasien harus menerima cukup hidrasi, dengan atau tanpa diuretik sebelum diberikan dan selama 24 jam setelah pemberian cisplatin. Penyesuaian dosis pada perbaikan ginjal. Kumulatif toksisitas ginjal dapat terjadi parah. Pasien lanjut usia mungkin sensitif dengan nefrotoksisitas, tentukan dosis dengan hati-hati dan monitoring sedetail mungkin. Toksisitas tergantung dosis

termasuk myelosupresi, mual dan muntah.Ototoksisitas terutama pada anak-anak dengan manifestasi tinnitus atau kehilangan frekuensi pendengaran dan ketulian. Serum magnesium, seperti halnya elektrolit lain, harus dimonitor sebelum dan sesudah selama 48 jam setelah terapi cisplatin.Pada pemberian infus berturut-turut, turunan taksan (doksetaksel, palcitaksel) harus diberikan sebelum pemberian cisplatin (turunan platinum lainnya-carboplatin). Mekanisme Aksi Inhibisi sintesis DNA, pada pembentukan DNA cross-links, denaturasi untai ganda, ikatan kovalen terhadap basa DNA dan merusak fungsi DNA, mampu berikatan pada protein, bentuk isomer cis lebih sitotoksik daripada trans-isomer,keduanya merupakan DNA cross-link, tapi bentuk cis-platinum lebih mudah dikenali oleh enzim sel dan tidak bisa diperbaiki. Cisplatin dapat berikatan dengan guanin pada untai ganda dan kerusakan DNA.

BAB III KESIMPULAN Kanker merupakan penyakit sel yang dicirikan dengan perubahan mekanisme yang mengatur proliferasi (pembelahan) dan diferensiasi sel, sehingga sel tersebut mengalami kelainan kromosom (mutasi) yang menyebabkan siklus sel berlangsung terus menerus (sel terus berproliferasi namun tidak berdiferensiasi). Cisplatin merupakan metal inorganik yang mampu membunuh sel pada semua siklus pertumbuhannya. Mekanisme aksi : menghambat biosintesis DNA dan berikatan dengan DNA membentuk ikatan silang (crosslink). Pengobatan kanker dengan cisplatin yang telah dilakukan selama ini telah memberikan harapan sehat lebih lama bagi banyak penderita kanker. Meskipun cisplatin telah terbukti efektif untuk mengobati kanker, namun geliat penelitian dan pengembangan cisplatin tidak berhenti begitu saja. Berbagai penelitian yang mengarah pada kombinasi dua obat antara cisplatin dengan kandidat obat kanker lainnya masih terus diriset oleh berbagai peneliti sampai sekarang. Selain terapi penggunaan dua obat, tidak tertutup kemungkinan pengkombinasian tiga obat sekaligus sebagaimana terapi bagi penderita kanker paru non sel kecil (NSCLC) yang mengabungkan cisplatin/gemcitabine plus obat anti angiogenik yaitu avastin. Dengan mengerti fenomena-fenomena ilmiah dari cisplatin dan berbagai efek sampingnya diharapkan penelitian-penelitian selanjutnya akan lebih mampu membuat cisplatin ataupun turunan senyawanya menjadi obat kanker yang benar-benar efektif.

DAFTAR PUSTAKA Annymous .2008. Cisplatin. Wikipedia, the free encyclopedia. Annymous.2007. Avastin (R) Peroleh Opini Positif di Eropa untuk Pengobatan Pertama Pengidap Kanker Paru Stadium Lanjut. Antara.co.id Cisplatin. CAS No. 15663-27-1. Report on Carcinogens. Eleventh Edition. Cortino Sukotjo. 2001. Kanker dan Alergi. In Internet Purwadi Raharjo. 2006. Nanokarbon: Penghantar Obat Kanker. Berita Iptek Online Rebecca A. Alderden, Matthew D. Hall, and Trevor W. Hambley. 2006. The Discovery and Development of Cisplatin>. J. Chem. Ed. 83: 728724. Stordal B, Pavlakis N, Davey R. 2007. A systematic review of platinum and taxane resistance from bench to clinic: an inverse relationship. Cancer Treat. Rev. 33 (8): 688703. Sutopo Hadi. 2004. The Chemistry of Cisplatin, cis-[Pt(NH3)2Cl2], an Anti-tumor Drug, in Aqueous Solution. Paper presented on the Final for Indonesian Young