Anda di halaman 1dari 4

a.

Jelaskan strategi pemasaran untuk industri jasa?

Tiga tipe pemasaran jasa, yaitu : 1. Pemasaran Eksternal Strategi pemasaran eksternal ini dikenal dengan 7 P (product, price, place, promotion, process, personil, and physical facility). 2. Pemasaran Internal Untuk pemasaran jasa tidak cukup hanya dengan pemasaran eksternal (7 P) tetapi harus diikuti pula dengan peningkatan kualitas atau keterampilan para personil yang ada dalam perusahaan. Selain itu juga harus ada kekompakan atau suatu tim yang tangguh dari personil yang ada dalam perusahaan tersebut, khususnya dalam menghadapi para pelanggan sehingga membawa kesan tersendiri yang meyakinkan pelanggan. 3. Pemasaran Interaktif (Interaktif Marketing)

Kepuasan konsumen tidak hanya terletak pada mutu jasa, misalnya, restorannya yang megah dan makanannya yang bergizi. Tetapi, juga harus dipadukan dengan melakukan service quality improvement supaya peningkatan pelayanan benar-benar meyakinkan.

Strategi pemasaran perusahaan jasa yang dapat dilakukan: 1. Tetapkan tujuan penjualanan dengan konsisten

Ini merupakan salah satu konsep yang paling mendasar dari bisnis namun sering terabaikan. Untuk meraih kesuksesan tentunya dengan menetapkan tujuan terlebih dahulu hal ini diharapkan dapat memicu semangat dan memotivasi positif terhadap seluruh pelaku industry jasa tersebut. 2. Memberikan pelayanan secara efisien dan selalu meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai dengan harapan konsumen, secara tidak langsung mampu mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang kita tawarkan. Karena biasanya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama pelayanan yang mereka harapkan, namun harus tetap memenuhi kebutuhan konsumen dengan efisien. Jangan pernah selalu berfikir konsumen sudah puas dengan pelayanan yang diberikan, dan selalu melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan, serta jangan berhenti berimprovisasi dalam meningkatkan layanan. Mengutamakan pelanggan dan terus meningkatkan penjualanan ke konsumen baru, tetapi harus mengutamakan pelanggan tetap, karena merupakan asset besar bagi perusahaan, dan selalu menawarkan layanan khusus dengan harga khusus agar konsumen tersebut loyal terhadap perusahaan.

3.

Dalam menjalankan pemasaran jasa, adanya peran karyawan yang menangani konsumen dengan baik merupakan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Karena kinerja karyawan menentukan citra perusahaan jasa.

4.

Disamping itu, tinggi rendahnya harga yang ditawarkan pelaku bisnis jasa sebaiknya di sesuaikan dengan besar kecilnya manfaat yang diperoleh konsumen dari produk jasa yang kita tawarkan. Semakin besar manfaat atau nilai yang dirasakan konsumen, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan konsumen.

5.

Gunakan perkembangan teknologi serta inovasi untuk menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi terbaik bagi para konsumen. Karena semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin cepat pula pelayanan yang diberikan untuk konsumen. Jika perusahaan termasuk kategori kecil,dapat melakukan sosialisasi network yang tinggi, perluas jaringan dan dengan memberikan email dan kartus bisnis perusahaan.

6.

Sesuaikan budaya yang berkembang saat ini. Karena peluang pasar bisnis jasa juga dipengaruhi dengan budaya yang berkembang saat ini.

b.

Jika anda berlaku sebagai manajer pemasaran di Industri Farmasi, langkahlangkah apa saja yang akan dipersiapkan untuk BPJS?

1.

Dengan melakukan penambahan fasilitas industri termasuk penggunaan mesin berteknologi tinggi. Dengan melakukan ini diharapkan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi. Fasilitas pabrik bertambah, tentunya dapat meningkatkan produksi pabrik, dan tentunya dapat meningkatkan nilai penjualan (added value).

2.

Dengan meningkatkan produktivitas dan menambah produk jenis OGB (Obat Generik Berlogo). Dalam SJSN, dalam melakukan pengobatan akan lebih cenderung menggunakan obat2obat generik, selain harganya yang lebih murah dan tentunya khasiatnya juga sama dengan obat-obat paten. Hal ini tentunya akan meningkatkan kebutuhan obat generik. industri farmasi juga akan meningkatkan produksi obat-obat generik, untuk memenuhi kebutuhan nasional tersebut. Industri farmasi juga menambah produk baru jenis OGB, terutama untuk obat-obatan branded yang saat ini belum tersedia generiknya.

3.

Sosialisasi obat generik berlogo dan melakukan promosi produk. Terkait tren penggunan obat generik di masyarakat, upaya untuk mensosialisasikan

dan meningkatkan citra obat generik di masyarakat tidak pernah berhenti. Industri farmasi juga harus secara konsisten dan terus menerus melakukan edukasi dan sosialisasi OGB. Dan yang perlu diperhatikan, Industri tidak hanya jualan OGB saja, tapi yang terpenting adalah agar masyarakat bisa terbantu dan terlayani dalam jumlah yang lebih besar lagi dengan adanya program program dari pemerintah yang sangat baik ini. 4. Melakukan ekspansi perusahaan (memperluas jaringan distribusi). Ekspansi distribusi obat ini dilakukan dalam rangka memenangkan persaingan dalam merebut pasar farmasi nasional seiring akan diberlakukannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) melalui Badan Penyelenggaraa Jaminan Nasional (BPJS). Ini merupakan bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengharapkan pelayan kesehatan praktis, efisien dan efektif, termasuk dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Industri Farmasi juga dapat melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan jasa asuransi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dilakukan hal ini diharapkan produk yang dihasilkan oleh industri dapat didistribusikan secara merata di seluruh Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
1. Anonim, 2010, Strategi Tepat Pemasaran Jasa, Available at http://bisnisukm.com/strategi-tepat-pemasaran-jasa.html, (diakses 29 Desember 2012). 2. Wiswana, I.M.B., 2010, Strategi Pemasaran Perusahaan Jasa, available at http://madebayu.blogspot.com/2010/05/strategi-pemasaran-perusahaan-jasa.html, (diakses 29 Desember 2012). 3. Anonim, 2012, Strategi Marketing Jasa, available at http://konsultanseojakarta.com/strategi-marketing-jasa.php, (diakses 29 Desember 2012).