Anda di halaman 1dari 6

Daftar Lengkap Interleukin, Aspek Klinis dan Aspek Biologisnya

Posted on Maret 2, 2012 by Indonesia Resources Interleukin adalah kelompok sitokin (disekresi protein ) yang pertama kali terlihat untuk diekspresikan oleh sel darah putih ( leukosit ). Interleukin jangka berasal dari (antar-) sebagai sarana komunikasi, dan (-leukin) berasal dari fakta bahwa banyak dari protein yang diproduksi oleh leukosit dan bertindak atas leukosit. Interleukin diproduksi oleh berbagai sel tubuh. Fungsi dari sistem kekebalan tubuh tergantung di bagian besar pada interleukin, dan jarang kekurangan dari sejumlah dari mereka telah dijelaskan, lengkap dengan penyakit autoimun atau defisiensi imun. Mayoritas interleukin disintesis oleh helper CD4+ T lymphocytes, serta melalui monosit, makrofag, dan sel endotel. Interleukin mempromosikan pengembangan dan diferensiasi T, B, dan sel-sel hematopoietik. Proses terjadinya penyakit dan berbagau reaksi inflamasi tubuh tergantung dari interaksi yang terdapat diantara virus atau bakteri dan sel yang terdapat pada sistemimmune. Interaksi ini diperantarai oleh sitokin dan kemokin yang diproduksi oleh sel asal atau juga sel pendatang yang terdapat pada daerah keradangan. Sel yang menghasilkan sitokin adalah macrophage/monocyt, dendritic sel, limposit,neutropil, sel endothelial dan fibroblast .Sitokin adalah suatu sentral patogenesa yang akan meningkat jumlahnya bila terdapat suatu penyakit.sitokin adalah protein larut , ia adalah mediator yang dihasilkan oleh sel dalam suatu reaksi radang atau imunologik yang berfungsi sebagai isyarat antara sel sel untukmengatur respon setempat dan kadang kadang juga secara sistemik.Sitokin mempengaruhi peradangan dan imunitas melalui pengaturan pertumbuhan,mobilitas dan diferensiasi lekosit dan sel sel lainnya. Sitokin adalah sentral patogenesa yang akan meningkat jumlahnya bila terdapatsuatu penyakit. Sitokin adalah protein larut , ia adalah mediator peptide yang dihasilkan oleh seldalam suatu reaksi radang atau imunologik , sitokin bereaksi pada penyembuhan host akibat cedera dan berfungsi sebagai isyarat antara sel sel untuk mengaturrespon setempat dan kadang kadang juga secara sistemik. Sitokin yang dihasilkan oleh limfosit disebut dengan limfokin dan yang diproduksioleh macrophage atau monosit disebut dengan monokin. Dalam fungsinya sebagaisignal interseluler, sitokin mengatur respon inflamasi local dan sistemik. Umumnya sitokin bertindak sebagai parakrin ( secara local dekat dengan sel yangmemproduksinya ) atau secara autokrin yaitu langsung bereaksi pada sel yang memproduksinya. Sitokin memodulasi reaksi pejamu terhadap antigen asing atau agentpenyebab cedera dengan cara mengatur penyembuhan. Mobilitas dan diferensiasileukosit beserta sel selnya. Interaksi yang komplek antara limfosit, sel radang danelemen seluler lainnya didalam jaringan juga dimediatori oleh sitokin.Sitokin membantu dalam regulasi dan perkembangan sel sel imun efektor, komunikasi antarsel atau langsung sebagai efektor. Umumnya sitokin disintesa dan disekeresikan dalam bentuk peptide atauglikoprotein dengan BM ( berat molekul ) rendah. Aktifitas sitokin yang sangat spesifik, memudahkan dalam pendeteksian dan identifikasinya, terutama dengan perkembangan tehnologi sekarang ini.Beberapa sitokin diberi nama sesuai dengan aktifitas biologiknya, misal; macrophace activation factor ( MAF), macrophage

migration inhibiting factor ( MIF). Leukositderived chemotactic factor (CTX),limpotoxin ( LT), dan osteoclast activating factor( OAF). Berdasarkan jenis sel penghasil utamanya, sitokin dibedakan dalam monokinsebagai hasil dari monosit atau macrophage dan limfokin sebagai hasil dari limposit. Interleukin adalah sitokin proinflamasi yang berasal dari sel T dan diproduksi utamaoleh sel dengan fenotip Th1/Th0 tetapi bukan pada sel dengan fenotipe Th2. Namun sebagian besar sitokin sudah diubah namanya menjadi interleukin, sesuai dengan peranannya dalam komunikasi antara leukosit. Dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan yang demikian pesat hingga saat ini interleukin telah diidentifikasi sebanyak 35 jenis interleukin berdasarkan fungsi, sumber, Target Receptors dan target cells

Daftar Lengkap Interleukin, Aspek Klinis dam Aspek Biologisnya

Interleukin-1 adalah sebutan bagi beberapa polipeptida sitokina IL-1, IL-1 dan IL1Ra, yang memainkan peran penting dalam regulasi sistem kekebalan dan respon peradangan. IL-1 dan IL-1 masing-masing memiliki berkas genetik IL1A, dan IL1B,pada kromosom 2 deret yang sama yaitu 2q14, dan merupakan sitokina pleiotropik hasil sekresi monosit dan makrofaga berupa prohormon, sebagai respon saat sel mengalami cedera, oleh karena itu menginduksi apoptosis. Interleukin-1 (IL-1) merupakan keluarga dari polipeptida dengan berbagai kegiatan biologis. Setidaknya dua produk gen yang berbeda telah dikloning, ada mungkin lebih. Keluarga IL-1 manusia memainkan peran penting dalam patogenesis banyak penyakit dan fungsi sebagai mediator kunci dari respon host terhadap tantangan infeksi, inflamasi, dan imunologi yang berbeda. IL-1 Recombinant mouse (pI 5) dan recombinant human (pI 7) yang digunakan untuk mengkonfirmasi beberapa sifat biologis IL-1 s tetapi penyelidikan yang cukup besar diperlukan sebelum kegiatan tertentu (unit biologis per miligram protein) ditetapkan untuk setiap bentuk IL-1 human. Beberapa kegiatan IL-1 biologis seperti induksi hati fase akut sintesis protein telah dibuktikan dalam invertebrata dalam evolusi limfosit. IL-1 adalah sangat inflamasi dan meningkatkan konsentrasi metabolit asam arakidonat, terutama prostaglandin E2, di otak, otot, kondrosit, dan fibroblas sinovial. Sintesis leukotrien juga terlibat dalam mekanisme kerja pada jaringan tertentu. Kloning dan ekspresi gen IL-1 human akan memperluas pemahaman kita tentang IL-1 dalam berbagai penyakit melalui sistem deteksi peningkatan dan penggunaan probe cDNA, pengembangan antagonis IL-1, serta penggunaan IL-1 sebagai immunomodulator, saat ini sedang dipertimbangkan. Beberapa pakar menganggap bahwa defisiensi genetik IL1A berperan dalam reumatoid artritis dan Alzheimer. IL-1 merupakan sitokina yang diiris oleh ICE, dan berperan di dalam aktivitas selular seperti proliferasi, diferensiasi dan apoptosis. Induksi COX-2 pada sitokina ini di dalam sistem saraf pusat ditemukan sebagai penyebab hipersensitivitas yang memberikan rasa sakit. Interleukin-2, IL-2 (T Cell Growth Factor, TCGF, lymphokine) adalah sejenis sitokina yang disebut hormon leukositotropik,yang berperan sebagai stimulan dalam proliferasi sel B dan sel T.IL-2 ditelisik

mempunyai fungsi yang serupa dengan IL-15.IL-2 berperan dalam apoptosis sel T yang teraktivasi bukan oleh antigen, hal ini penting untuk mencegah autoimunitas, sedangkan IL-15 berperan dalam pemeliharaan sel T memori. Interleukin-3, IL-3 (multi colony stimulating factor, MULTI-CSF, MCGF, MGC79398, MGC79399 adalah sebuah hormon berjenis sitokina dari kelompok interleukin yang mempunyai potensi untuk memicu proliferasi beragam sel hematopoietik menjadi sel progenitor mieloid, termasuk memicu proliferasi beragam sel mieloid seperti eritrosit, megakariosit, granulosit, monosit dan sel dendritik. IL-3 berperan dalam pelbagai aktivitas selular, seperti perkembangan sel, diferensiasi sel dan apoptosis, serta memiliki potensi neurotropik. Umumnya IL-3 disekresi oleh sel T yang teraktivasi sebagai respon imunitas untuk menstimulasi lebih banyak sel T dari sumsum tulang. Interleukin-4, IL-4 (BSF1, BCGF1, BCGF-1, MGC79402) adalah sitokina pleiotropik yang disekresi oleh sel T yang telah teraktivasi menjadi sel TH2, bersama-sama dengan IL-5 dan IL-13.IL-4 berperan dominan dalam sistem kekebalan dan merupakan faktor yang penting dalam perkembangan hipersensitivitas,dengan fungsi selular yang banyak tumpang-tindih dengan IL-13. Interleukin-5, IL-5 (eosinophil colony-stimulating factor, EDF, TRF) adalah sitokina sekresi sel TH yang berperan dalam perkembangan dan diferensiasi sel B dan eosinofil. Peningkatan rasio IL-5 dilaporkan terkait dengan asma dan sindrom hipereosinofilik, seperti eosinofilia. Tingginya rasio IL-5 juga ditemukan pada penderita penyakit Graves dan tiroiditis Hashimoto. Interleukin-6 (Interleukin 6, Interferon beta-2, IFNB2, B cell differentiation factor, B cell stimulatory factor 2, BSF2, Hepatocyte stimulatory factor, HSF, Hybridoma growth factor, HGF, IL-6) adalah sitokina yang disekresi dari jaringan tubuh ke dalam plasma darah, terutama pada fase infeksi akut atau kronis, dan menginduksi respon peradangan transkriptis melalui pencerap IL-6 RA, menginduksi maturasi sel B.dan pencerap gp130 Interleukin-8, IL 8 adalah hormon golongan kemokina berupa polipeptida dengan massa sekitar 8-10 kDa yang digunakan untuk proses dasar, pengikatan heparin, peradangan dan perbaikan jaringan. Ciri khas IL-8 terdapat pada dua residu sisteina dekat N-terminus yang disekat oleh sebuah asam amino. Tidak seperti sitokina umumnya, IL-8 bukan merupakan glikoprotein. IL-8 diproduksi oleh berbagai macam sel, termasuk monosit, neutrofil, sel T, fibroblas, sel endotelial dan sel epitelial, setelah terpapar antigen atau stimulan radang (ischemia dan trauma). Dua bentuk IL-8 (77 CXC dan 72 CXC) merupakan sekresi neutrofil pada saat teraktivasi. Produksi IL-8 yang berlebihan selalu dikaitkan dengan penyakit peradangan, seperti asma, leprosy, psoriasis dll. IL-8 juga dapat menginduksi perkembangan tumor sebagai salah satu efek angiogenik yang ditimbulkan, selain vaskularisasi. Dari beberapa kemokina yang memicu kemotaksis neutrofil, IL-8 merupakan chemoattractant yang terkuat. Sesaat setelah terpicu, neutrofil menjadi aktif dan berubah bentuk oleh karena aktivasi integrin dan sitoskeleton aktin. Basofil, sel T, monosit dan eosinofil juga menunjukkan respon kemotaktik terhadap IL-8

dengan terpicunya aktivasi integrin yang dibutuhkan untuk adhesi dengan sel endotelial pada saat migrasi. Interleukin-10 (human cytokine synthesis inhibitory factor, TGIF, IL10A, MGC126450, MGC126451, IL-10, CSIF) adalah sitokina yang banyak disekresi oleh monosit, yang memiliki efek pleiotrofik pada sistem kekebalan dan peradangan.[1] Pertama kali IL-10 dikenal karena kemampuannya untuk menghambat aktivasi dan fungsi efektor dari sel T, monosit dan makrofaga.Fungsi rutin IL-10 tampaknya terutama menghambat atau meniadakan respon peradangan, selain mengendalikan perkembangan dan diferensiasi sel B, sel NK, sel TH, sel T CD8, mastosit, granulosit, sel dendritik, keratinosit dan sel endotelial, dan bersifat imunosupresif terhadap sel mieloid. Interleukin 12, IL-12 adalah sejenis sitokina yang biasanya disekresi oleh DC, MAC dan sel B limfoblastoid (NC-37), sebagai respon terhadap stimulasi antigen. IL-12 disebut juga sebagai faktor stimulan sel T, karena berperan dalam diferensiasi sel T CD4 menjadi sel TH0 yang kemudian berkembang menjadi sel TH1. Sel T efektor yang memproduksi IL-12 disebut sel T CD30. IL-12 juga stimulan bagi sitokina IFN- dan TNF-. Stimulasi IFN- dilakukan dengan mengurangi efek sitokina IL-4 yang menjadi regulator IFN-. Lebih lanjut, produksi IFN- akan meningkatkan kadar IP-10 yang bersifat anti-angiogenik (menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru). Interleukin-13, IL-13 adalah sebuah protein dengan fungsi sitokina yang disekresi berbagai sel, tetapi terutama oleh sel TH2. Berbagai efek biologis IL-13, seperti halnya IL-4, terkait dengan sebuah faktor transkripsi yaitu STAT6.

Daftar Lengkap Interleukins:


Name Source
macrophages, B cells, monocytes,dendritic cells

Target receptors
CD121a/IL1R1, CD121b/IL1R2

Target cells
T helper cells B cells NK cells macrophages, endothelium, other

Function
co-stimulation maturation & proliferation activation[ inflammation small amounts induce acute phase reaction, large amounts induce fever stimulates growth and differentiation of T cell response. Can be used in immunotherapy to treat cancer or suppressed for transplant patients. Has also been used in clinical trials (ESPIRIT. Stalwart) to raise CD4 counts in HIV positive patients. differentiation and proliferation of myeloid progenitor cells [35] to e.g. erythrocytes, granulocytes growth and histamine release[35] proliferation and differentiation, IgG1 and IgE synthesis.[35] Important role in allergic response (IgE) proliferation[35] production differentiation, IgA production differentiation into plasma cells antibody secretion differentiation

IL-1

IL-2 IL-3

Th1-cells

CD25/IL2RA, CD122/IL2RB, CD132/IL2RG

activatedT cells and B cells, NK cells, macrophages, oligodendrocytes hematopoietic stem cells mast cells activated B cells

activated T helper cells,[35] mast cells, NK cells, endothelium, eosinophils Th2 cells, just activated naive CD4+ cell, memory CD4+ cells, mast cells, macrophages Th2 cells, mast cells, eosinophils macrophages, Th2 cells, B cells, astrocytes, endothelium

CD123/IL3RA, CD131/IL3RB

IL-4 IL-5 IL-6

CD124/IL4R, CD132/IL2RG

T cells endothelium eosinophils B cells activated B cells plasma cells hematopoietic stem cells

CD125/IL5RA, CD131/IL3RB CD126/IL6RA, CD130/IR6RB

T cells, others Bone marrow stromal cells and thymus stromal cells macrophages, lymphocytes, epithelial cells, endothelial cells CD127/IL7RA, CD132/IL2RG CXCR1/IL8RA, CXCR2/IL8RB/CD128

induces acute phase reaction, hematopoiesis, differentiation, inflammation

IL-7
IL-8 or CXCL8

differentiation and proliferation of lymphoid pre/pro-B cell, pre/pro- progenitor cells, involved in B, T, and NK cell T cell, NK cells survival, development, and homeostasis, proinflammatory cytokines neutrophils, basophils, Neutrophil chemotaxis lymphocytes T cells, B cells macrophages B cells Potentiates IgM, IgG, IgE, stimulates mast cells cytokine production[35] activation [35] inhibits Th1 cytokine production (IFN-, TNF-, IL-2) Stimulation acute phase protein production, osteoclast formation differentiation into Cytotoxic T cells with IL-2,[35] IFN-, TNF-, IL-10 IFN-, TNF- Stimulates growth and differentiation of B cells (IgE), inhibits TH1-cells and the production of macrophage inflammatory cytokines (e.g. IL-1, IL-6), IL-8, IL-10, IL-12 controls the growth and proliferation of B cells, inhibits Ig secretion Induces production of Natural killer cells

IL-9

Th2 cells, specifically by CD4+ CD129/IL9R helper cells

IL-10

monocytes, Th2 cells, CD8+ T CD210/IL10RA, cells, mast cells, macrophages, CDW210B/IL10RB B cell subset

mast cells Th1 cells Th2 cells

IL-11

bone marrow stroma

IL11RA

bone marrow stroma activated [35] T cells, NK cells TH2-cells, B cells, macrophages activated B cells T cells, activated B cells

IL-12

dendritic cells, B cells, T cells, CD212/IL12RB1, macrophages IR12RB2

IL-13

activated Th2 cells, mast cells, IL13R NK cells T cells and certain malignant B cells mononuclear phagocytes (and some other cells), especially IL15RA macrophages following infection by virus(es) lymphocytes, epithelial cells, eosinophils, CD8+ T cells T helper 17 cells (Th17) macrophages CD4 CDw217/IL17RA, IL17RB CDw218a/IL18R1 IL20R IL20R

IL-14

IL-15

IL-16 IL-17 IL-18 IL-19 IL-20

CD4+ T cells (Th-cells) CD4+ chemoattractant epithelium, endothelium, other Th1 cells, NK cells osteoclastogenesis, angiogenesis, inflammatory cytokines Induces production of IFN, NK cell activity regulates proliferation and differentiation of keratinocytes All lymphocytes, dendritic cells costimulates activation and proliferation of CD8+ T cells, augment NK cytotoxicity, augments CD40driven B cell proliferation, differentiation and isotype switching, promotes differentiation of Th17 cells Activates STAT1 and STAT3 and increases production of acute phase proteins such as serum amyloid A, Alpha 1-antichymotrypsin and haptoglobin in hepatoma cell lines Increases angiogenesis but reduces CD8 T-cell infiltration Plays important roles in tumor suppression, wound healing and psoriasis by influencing cell survival. Induces the production IL-4, IL-5 and IL-13, which stimulate eosinophil expansion Enhances secretion of IL-10 and IL-8 and cell surface expression of CD54 on epithelial cells Regulates the activity of B lymphocyte and T lymphocytes Plays a role in immune defense against viruses Plays a role in host defenses against microbes Forms one chain of IL-27

IL-21

activated T helper cells, NKT cells

IL21R

IL-22

IL22R

IL-23 IL-24 IL-25 IL-26 IL-27 IL-28 IL-29 IL-30 IL-31 IL-32

IL23R IL20R LY6E IL20R1 IL27RA IL28R

IL31RA

May play a role in inflammation of the skin Induces monocytes and macrophages to secrete

TNF-, IL-8 and CXCL2 IL-33 IL-35 regulatory T cells Induces helper T cells to produce type 2 cytokine Suppression of T helper cell activation

IL-36

Regulates DC and T cell responses