P. 1
METODE PELAKSANAN

METODE PELAKSANAN

|Views: 1,016|Likes:
Dipublikasikan oleh Derry Bakhtiar

More info:

Published by: Derry Bakhtiar on Jan 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2014

pdf

text

original

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

KEGIATAN PAKET PEKERJAAN (Tahap 1) LOKASI TAHUN ANGGARAN MOBILISASI Langkah awal untuk pekerjaan ini adalah melakukan Survey lapangan bersama – sama dengan konsultan Pengawas serta pelaksana Lapangan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Bintan guna untuk mendapatkan data-data volume yang akurat untuk memulai pelaksanaan pekerjaan. Sejalan dengan pelaksanaan survey lapangan juga dilaksanakan Mobiliasi Bahan dan Peralatan ke lokasi pekerjaan, material bahan pokok untuk pekerjaan ini diambil dari Quary Bukit Panglong material diangkut dengan mempergunakan Dump Truck dari Bukit Panglong ke Pelabuhan bongkar muat barang di Kijang selanjutnya dari pelabuhan diangkut dengan Motor Pompong ke lokasi pekerjaan dan akan memakan waktu lebih kurang 1 ( satu ) jam perjalanan, bahan bangunan dan material lainnya sebelum diperunakan dilokasi pekerjaan disimpan di gudang Barak. Kemudian dilokasi pekerjaan sekelompok pekerja membuat Base Camp, barak, bengkel, gudang dan lalin lain sebagai pasilitas Kontraktor dan Papan nama Proyek yang telah dipersiapkan dipasang pada pintu masuk lokasi pekerjaan dengan rapi dan kuat sesuai petunjuk direksi pekerjaan. Untuk mendukung efisiensi dan efektifitas kerja yang akan dilaksanakan, dipandang perlu untuk membuat Struktur organisasi lapangan serta Schudule yang dapat memberikan informasi tahap – tahap pekerjaan kapan waktu akan dimulai dan selesainya pekerjaan. TAHAPAN PEKERJAAN : Adapun tahapan-tahapan Penyelesaian Pekerjaan Pembangunan Tambatan kapal di Pulau Bum Baru Desa Numbing ini sebagai berikut : : Pengembangan Kawasan Permukiman Perkotaan : Pembangunan Jalan Lingkungan/Pelantar Kel.Tanjung Unggat : 2013 : Kel. Tanjung Unggat Kota Tanjungpinang

PEKERJAAN PELANTAR BETON
PEKERJAAN ABUTMEN

1. Galian Tanah.
Galian Tanah Pondasi dilakukan untuk pembuatan lobang pondasi tapak untuk pekerjaan Pembangunan Pembangunan Jalan Lingkungan/Pelantar Kel.Tanjung Unggat (Tahap 1) Untuk lobang pondasi dibuat sesuai dengan ukuran yang terdapat didalam gambar kerja, sebelum melakukan pemggalian titik untuk pondasi terlebih dahulu diperiksa apakah sudah pas dan telah mendapat persetujuan dari direksi pekerjaan. Sebelum melakukan penggalian dipastikan seluruh peralatan dan pekerja telah berada di lokasi pekerjaan, lobang pondasi yang akan digali terlebih dahulu diukur dimensinya.

1

Galian dilakukan secara manual oleh sekelompok pekerja hasil galian dibuang keluar lokasi pekerjaan untuk menjaga apabila terjadi hujan tidak mengalami longsor dan menutup lobang galian kembali.

2

Pek. Pengadaan dan Pemancangan Kayu Cerucuk. Pekerjaan pemancangan kayu cerucuk ini dilaksanakan setelah pekerjaan galian tanah betul-betul selesai. Sebelum pemancangan dilakukan dipastikan seluruh bahan atau kayu cerucuk, peralatan dan pekerja telah tersedia dilokasi pekerjaan. Pekerjaan dilaksanakan untuk pengadaan dan pemancanagan Tiang kayu pada Abutmen sesuai dengan gambar kerja. Pemancangan dilakukan dengan posisi tegak, ditekan dengan alat File Diriver Hammer, pemancangan dilaksanakan hingga mendapat tanah keras, bila terdapat penyambungan maka dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan petunjuk direksi pekerjaan. Pemotongan tiang bagian atas dilakukan dengan menggunakan Gergaji hingga pada elevasi tertentu. Pek. Lantai Kerja Beton K – 175. Pekerjaan ini dilaksanakan untuk beton lantai kerja Pasangan batu Abutmen bangunan Tambatan Kapal Pulau Bum Baru Desa Numbing. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan pemancangan kayu cerucuk selesai, beton yang digunakan untuk lantai kerja ini adalah beton K – 175. Sebelum perjan dilaksanakan semua bahan dan peralatan sudah berada dilokasi pekerjaan, Semen, pasir , Kerikil dicampur dengan air dan di aduk dengan mempergunakan Concrite Mixer, kemudian beton cor dituangkan kedalam lobang pondasi dan diratakan dengan mempergunakan alat Bantu. 3. Pek. Tapak Beton K – 200. Pekerjaan dilaksanakan untuk tapak beton K – 200 pasangan batu Abutmen bangunan Tambatan Kapal Pulau Bum Baru desa Numbing. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan pengecoran lantai kerja selesai, beton yang digunakan untuk tapak beton adalah Beton K – 200. Sebelum pekerjaan dilaksanakan semua bahan dan peralatan telah tersedia dilokasi pekerjaan, Semen, pasir kerikil dicampur dengan air dan diaduk dengan mempergunakan Concrite Mixer, kemudian adukan beton dicorkan ke dalam kotak cetakan atau bekesting yang telah disediakan dan dipadatkan dengan Concrite Vibrator sesuai dengan spesifikasi dalam Kontrak. 2. Pasangan Batu. Pekerjaan ini dilakukan untuk pekerjaan yang menggunakan pasangan batu isian 1Pc : 4Ps dan dilakukan setelah pekerjaan lantai kerja selesai dan tapak beton telah terpasang. Sebelum pekerjaan dilakukan seluruh material dan peralatan harus sudah berada di lokasi pekerjaan, Semen pasir cor dicampur dan air dimasukkan kedalam Concrite Mixer diaduk sampai merata sesuai dengan spesifikasi SNI untuk adukan cmp 1 : 4, batu yang akan dipaang harus berada disisi tebing dimana pasangan batu Abutmen yang akan dikerjakan, selanjutnya batu disusun lapis demi lapis dan diberi lapisan adukan beton, dan untuk ukuran dimensinya sesuai dengan Gambar dan petunjuk direksi Teknis.

1.

2

4. Pekerjaan Kolom. Pekerjaan Kolom ini dilakukan bersamaan dengan pekerjaan pasangan batu, pekerjaan Kolom ini menggunakan adukan campuran beton K – 200. Sebelum dilaksanakan pengecoran tiang Kolom seluruh bahan dan peralatan harus sudah berada dilokasi pekerjaan termasuk penyediaan Acuan beton / Bekesting dan besi tulangan sesuai dengan gambar rencana. Pasir cor, kerikil dan semen dicampur dan disiram air kemudian diaduk hinga rata menjadi beton yang diisyaratkan, campuran beton yang telah sesuai dengan persyaratan diangkut dan dicor dengan cara memasukan adukan beton tersebut kedalam bekesting tiang kolom yang telah dipersiapkan terlebih dahulu, kemudian beton diratakan dengan cara mengetuk perlahan – lahan bekesting kolom. Selama pekerjaan pengecoran berlangsung harus selalu memperhatikan bekesting kolom agar tidak terlepas / terbuka. Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan Gambar rencana dan dipasang tegak lurus / vertical.

5.

Pekerjaan Balok. Pekerjaan balok Abutmen ini dilaksanakan setelah pekerjaan pasangan batu selesai dikerjakan. Pekerjaan Balok ini menggunakan adukan campuran Beton K – 200. Sebelum mengerjakan pengecoran balok Abutmen seluruh bahan dan peralatan harus sudah berada dilokasi pekerjaan termasuk penyediaan acuan beton / bekesting dan besi tulangan sesuai dengan Spesifikasi dan gambar rencana. Pasir cor, kerikil dan semen dicampur dan disiram air kemudian diaduk hingga rata menjadi beton yang diisyaratkan, campuran beton yang telah sesuai persyaratan diangkut dan dicor dengan cara memasukkan adukan beton kedalam bekesting balok yang telah dipersiapkan terlebih dahulu, kemudian beton diratakan dan dipadatkan dengan alat Concriten Vibrator. Selama pekerjan pengecoran berlangsung harus selalu memperhatikan bekesting balok agar tidak terlepas atau terbuka. PEKERJAAN DERMAGA. Lingkup dari Pekerjaan Dermaga dan T terdiri dari :

2.

Pek. Pengadaan dan Pemancangan Kayu Cerucuk. Pekerjaan pemancangan kayu cerucuk ini dilaksanakan setelah pekerjaan galian tanah betutl-betul selesai, sebelum pemancangn dimulai dipastikan seluruh bahan atau kayu cerucuk , peralatan dan pekerja telah berada dilokasi pekerjaan. Pemancangan dilakukan dengan posisi tegak dengan mempergubakab alat File Driver Hammer, pemnacangan dilaksanakan sampai mendapat kan tanah keras,

3

bila terdapat penyambungan maka dilaksanakan sesuai dengan petunjuk direksi teknik. 3. Pengadan Tiang Beton. Pekerjaan ini dilaksanakan untuk Pengadaan dan Pemancangan Tiang Beton K200. Sebelum dilaksanakan pengecoran Tiang pancang seluruh Bahan harus sudah berada dilokasi Pekerjaan termasuk penyediaan acusan beton / bekesting dan tulangan yang sesuai dengan gambar rencana.. Pasir cor, kerikil dan semen dicampur dan disiram air kemudian diaduk hingga rata dengan mempergunakan Concrite Mixer sehingga menjadi beton sesuai dengan yang diisyaratkan, kemudian adukan beton dituangkan kedalam bekesting yang telah dipersiapkan kemudiab diratakan dan dipadatkan dengan mempergunakan Concrite Vibrator. Selama pekerjaan Pengecoran berlangsung harus selalu memperhatikan beksting balok agar tidak terlepas atau terbuka.

3.

Pekerjaan lantai kerja Beton K – 125. Pekerjaan dilaksanakan untuk beton lantai kerja Beton Siklopen K - 175 Abutmen Bagunan Tambatan Kapal, pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjan Pemancangan Kayu Cerucok selesai, beton yang diperunakan untuk lantai kerja ini adalah Beton K – 125. Sebelum pekerjaan dilaksanakan semua bahan – bahan telah berada dilokasi pekerjaan, semen , pasir, kerikil dicampur dengan dan diaduk dengan mepergunakan Concrite Mixer sampai rata kemudian adukan beton dituangkan kelantai keruja, dimana pengecoran untuk lantai kerja yang akan dilaksanakan beton coran diratakan dengan mempergunakan alat Bantu. 5. Pekerjaan Tapak Beton K – 200. Pekerjaan ini dilaksanakan untuk tapak beton K – 250 beton siklopen K-175 Abutmen banguna Tambatan Kapal, pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan pengecoran lantai kerja selesai, beton yang dipergunakan untuk tapak beton ini adalah Beton K – 250. Sebelum pekerjaan ini dilaksanakan semua bahan harus telah tersedia diloksi pekerjaan, semen, pasir, kerikil dicampur dengan air dan diaduk dengan mempergunakan Concrite Mixer sampai rata, kemudian adukan beton dituangkan kedalam bekesting Tapak beton dan dipadatkan dengan mempergunakan Concrite Vibrator. 6. Pekerjaan Kolom. Pekerjaan Kolom ini bersamaan dengan pekerjaan Pasangan Batu , pekerjaan kolom ini menggunakan adukan campuran Beton K – 200. Sebelum dilaksanakan pengecoran tiang Kolom seluruh bahan harus telah berada dilokasi pekerjaan termasuk penyediaan Acuan beton / bekesting dan tulamgam yang sesuai dengan gambar rencana, pasir cor, kerikil dan semen dicampur dan disiram dengan air kemudian diaduk hinga rata dengan mepergunakan Concrite Mixer, campuran beton yang telah sesuai dengan persyaratan diangkut dan dicor dengan cara memasukan adukan beton tersebut kedalam bekesting tiang kolom

4

yang telah dipersiapkan terlebih dahulu, kemudian beton diratakan dengan cara mengetuk perlahan – lahan bekesting kolom. Selama pekerjaan pengecoran berlangsung harus bekesting kolom agar tidak terlepas dan terbuka. 7. Pemancangan Tiang Beton. Pekerjaan ini dilaksanakan untuk Pemancangan Tiang Beton sesuai dengan gambar kerja, sebelum dilaksanakan Pemancangan Tiang Kolom seluruh bahan dan peralatan harus sudah tersedia dilokasi pekerjaan. Kedudukan pemancangan harus betul-betul lurus sesuai dengan titik rencana, pemancangan dilaksanakan dengan posisi tegak lurus dengan memperunakan File Driver Hammer, pemancangan hingga mendapat tanah keras. 8. Pekerjaan Balok Melintang dan Memanjang. Pekerjaan balok Melintang dan Memanjang ini dilaksanakan setelah pekerjaan kolom atau tiang pancang dan pemasangan File selesai dilaksanakan.. Sebelum dilaksanakan pengecoran balok melintang dan memanajang seluruh bahan dan peralatan termasuk penyediaan Acuan beton / bekesting betul-betul sudah siap pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan Gambar kerja. selalu memperhatikan

Pasir cor, kerikil dan semen dicampur dan disiram dengan air kemudian diaduk dengan mempergunakan Concrite Mixer hingga rata, campuran beton tersebut kemudian dituangkan kedalam bekesting balok yang sudah dipersiapkan sebelumnya, kemudian beton diratakan dan dipadatkan dengan mempergunakan Concrite Vibrator. Selama pekerjaan pengecoran berlangsung harus selalu memperhatikan bekesting balok agar tidak terlepas dan terbuka. 9. Pekerjaan Lantai. Pekerjaan Lantai ini dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan balok setelah pekerjaan kolom atau tiang pancang dan pemasangan File selesai dilaksanakan. Sebelum dilaksanakan pekerjaan Lantai seluruh bahan dan peralatan harus sudah berada dilokasi pekerjaan, pelaksanaan dilaksanakan dengan cara Pasir Cor, Kerkil dan semen dicampur dan disiram denan air kemudian diaduk dengan memepergunakan Concrite Mixer sehingga menjadi beton cor, campuran beton tersbut kemudian dituangkan kedalam bekesting balok dan lantai yang telah dipersiapkan sebelumnya selanjutnya diratakan dan dipadatkan dengan mempergunakan Concrite Vibrator. Selama pekerjan pengecoran berlansung harus selalu memperhatikan bekesting balok dan lantai agar tidak terlepas dan terbuka.

PEKERJAAN SEMENISASI JALAN
PEKERJAAN AKHIR, DOKUMENTASI DAN PELAPORAN. Pekerjaan ini meliputi dari pekerjaan pembersihan dari sisa – sisa bahan bangunan yang tidak terpakai lagi dan kotoran-kotoran yang terdapat pada areal bangunan yang telah selesai dikerjakan.

5

Setiap pekerjaan harus sudah dalam keadaan siap sesuai dengan Gambar rencana dan bestek. Untuk Back – up hasil pekerjaan mulai dari awal sampai akhir harus didukung dengan Laporan harian, mingguan , bulanan dan As boil Drawing. DEMOBILISASI Pekerjaan Demobilisasi dilaksanakan apabila semua pekerjaan dilapangan betul-betul sudah siap dan telah di PHO ( Final Head Ofer ) atau telah diserahterimakan untuk Pertama kalinya, semua peralatan dan sisa bahan bagunan harus dikembalikan atau dibawah Pulang ketempat semula dengan kata lain dikeluarkan dari lokasi pekerjaan. PENUTUP. Demikianlah Metode Pelaksanaan ini dibuat untuk dapat dipergunakan dan menjadi pedoman dalam pelaksanan Pekerjaan Pembangunan Jalan Lingkungan/Pelantar Kel.Tanjung Unggat (Tahap 1) Tanjungpinang, 31 Januari 2013 PT. TRANSPEC-ASIA KONSTRINDO

MONDRU Direktur

6

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->