Anda di halaman 1dari 2

LEARNING TASK DAY 4 SGD A2

Vignette 1 Setiap orang mengatakan setelah mengkonsumsi banyak daging merasa kenyang lebih lama ketimbang mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dalam jumlah besar. 1. Dapatkah kamu menjelaskan mekanismenya? Daging mengandung protein yang tinggi. Dalam system pencernaan manusia protein dicerna dari lambung hingga usus halus. Dalam lambung protein dicerna oleh enzim pepsin yang hanya aktif pada pH 2 sampai 3. Pepsin mencerna protein kolagen dalam daging. Pencernaan protein di lambung menghasilkan 10-20% dari pencernaan protein total Di usus halus protein dicerna oleh enzim-enzim proteolitik yang dihasilkan oleh pancreas seperti tripsin. Enzim ini memecah polipeptida menjadi dipeptide atau tripeptida. Untuk menjadi molekul asam amino peptide ini kemudian dicerna oleh peptidase yang berasal dari enterosit yang melapisi vili usus halus. Sedangkan untuk karbohidrat pencernaan telah mulai dilakukan ketika makanan memasuki mulut. Di dalam mulut karbohidrat dicerna secara enzimatik oleh enzim amylase/ptyalin yang ada d saliva. Namun karena singkatnya waktu karbohidrat berada di dalam mulut maka yang tercerna hanya 5% dari total karbohidrat. Dalam lambung tidak terjadi lagi pencernaan karbohidrat disebabkan oleh pH lambung yang sangat asam yang menginaktivasi enzim amylase. Pencernaan karbohidrat dimulai lagi ketika kimus memasuki duodenum. Pencernaan karbohidrat di usus halus dipengarusi enzim amylase yang dihasilkan oleh pancreas. 2. Bagaimanakah proses pencernaan (mekanik dan kimiawi) di regulasi di usus ? Secara umum baik di usus halus maupun usus besar makanan dicerna secara mekanik melibatkan proses pencampuran dan pendorongan. Di usus halus makanan dicampur melalui kontraksi segmentasi, dimana usus yang mengalami peregangan akibat adanya kimus mengalami kontraksi konsentris yang menimbulkan segmentasi. Segmentasi ini menyebabkan kimus terpotong menjadi dua sampai tiga kali per menit, dan dengan cara inilah usus halus mencampur makanan dengan sekresi usus halus. Untuk pendorongannya usus halus melakukan gerak peristaltic. Pada usus besar kontraksi mencampur disebut haustrasi, dimana otot-otot dalam usus besar berkontraksi di bagian yang meregang oleh karena kimus, di sisi yang tidak terpengaruh menjadi menonjol membentuk kantung yang disebut haustrasi. Gerakan mendorong untuk usus besar mekanismenya disebut pergerakan massa. Pergerakan massa merupakan jenis peristaltic dimana diawali adanya cincin kontriksi sebagai respon tempat yang teregang kemudian bagian distal yg berkontraksi kehilangan haustrasi yang selanjutnya berkontraksi menjadi satu dan mendorong feses pada segmen tersebut. Secara kimiawi, di usus halus makanan dicerna, diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana melibatkan enzim-enzim yang dihasilkan pancreas, gallbladder, maupun mukosa usus halus sendiri.

LEARNING TASK DAY 4 SGD A2


3. Secara fisiologis, usus memiliki suatu sel di dalam mukosanya yang disebut brunner cell. Sel ini lah yang menghasilkan bikarbonat (HCO3-) yang dapat menetralkan kelebihan asam di usus. 4. Mekanisme penyerapan usus monosakarida dan asam amino hamper sama yaitu melalui transport aktif natrium. Dimana suatu sel di usus halus menurunkan kadar natriumnya sehingga harus menyerap natrium dari lumen usus. Hal ini mengaktifkan suatu transport aktof berupa protein yang akan mengangkut natrium ke dalam sel tersebut. Namun protein ini harus mengangkut zat lain selain natrium yaitu glukosa (monosakarida) dan asam amino. Maka glukosa dan asam amino dapat masuk ke sel tersebut kemudian diteruskan ke aliran darah. Vignette 2 Seorang wanita 65 tahun memiliki kebiasaan defekasi 3 kali sehari setelah makan.