Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH PERDAGANGAN INTERNASIONAL

ORGANISASI DAN KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL

NAMA KELOMPOK 6
1. ARDHINI IDIN 2. RESSA RESTIYA V 3. GALUH RATNA MUTIA 4. WILDA MURIDA 5. SURYANI ULYA 6. HENDRA GUMILAR 7. NI NYOMAN SRI SUBAWANTI : A1C 010 041 : A1C 010 061 : A1C 010 071 : A1C 010 077 : A1C 010 083 : A1C 010 107 : A1C 010 111

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MATARAM 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Perdagangan Internasional ini. Serta tidak lupa pula kami panjatkan kepada junjungan alam Nabi besar Muhammad SAW karena beliau lah yang telah mengahantarkan kita semua ke kehidupan seperti sekarang ini. Dengan adanya Makalah Perdagangan Internasional ini, kami mengharapkan agar makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak baik yang menyusun, yang memanfaatkan maupun bagi pembaca. Karena penyusunan makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Perdagangan Internasional, maka kami mengharapkan agar makalah ini dapat memberikan nilai yang memuaskan.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 TUJUAN 1.3 RUMUSAN MASALAH BAB II PEMBAHASAN 2.1 TUJUAN KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL ............................ 2.2 BENTUK-BENTUK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL ........... 2.3 PROSES TAHAPAN KERJASAMA dan INTEGRASI EKONOMI REGIONAL 2.4 INDIKATOR KEBERHASILAN SUATU INTEGRASI EKONOMI..... ........ 2.5 BENTUK-BENTUK ORGANISASI EKONOMI INTERNASIONAL......... . 2.6 DAMPAK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA............................................................... BAB III PENUTUP KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA ................................................................... ................................................................... 25 27 22 8 9 10 11 14 ................................................................... ................................................................... ................................................................... 4 6 7 ................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Di abad ke-21 ini, tidak dapat dipungkiri bahwa ketergantungan antara satu negara dengan negara lainnya semakin besar. Hal ini dikarenakan setiap negara mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam hal memproduksi suatu barang dan jasa yang dibutuhkan oleh warga negaranya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka setiap negara harus melakukan kerjasama dengan negara lain, atau dengan kata lain setiap negara tidak dapat berdiri sendiri. Contoh nyatanya dapat kita lihat dari keberadan barang disekitar kita. Tidak semua dari barang tersebut diperoduksi oleh produsen dalam negeri. Sebagian besar barang-barang yang ada diproduksi oleh negara lain, seperti barang-barang elektronik, dari jepang dan negara produsen elektronik lainnya dan sebaliknya kita mengekspor rempahrempah kenegara-negara di benua eropa. Namun, selain berupa barang, kerja sama antar negara dapat terjadi berupa pinjaman pinjaman yang diperoleh dari luar negeri. Kerja sama antar negara ini dapat kita sebut dengan istilah kerja sama ekonomi internasional. Kerja sama ekonomi internasional adalah hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan-kesepakatan tertentu dengan memegang prinsip keadilan dan saling menguntungkan. Istilah kerjasama ekonomi internasional pastinya sering kita dengar, begitu juga dengan perdagangan internasional. Kerja sama ekonomi internasional tidak sama dengan perdagangan internasional karena kerja sama ekonomi internasional memiliki cakupan yang lebih luas dari perdagangan internasional. Perdagangan internasional merupakan bentuk dari kerja sama ekonomi

internasional. Sebagian orang menganggap bahwa perdagangan internasional identik dengan kerja sama ekonomi internasional atau hubungan ekonomi intemasional. Hal ini sebetulnya keliru. Pengertian kerja sama ekonomi internasional jauh lebih luas dari sekadar perdagangan internasional. Lebih jelas, kerja sama ekonomi internasional mencakup hal-hal berikut: a. Perdagangan internasional. Perdagangan internasional (ekspor-impor) berlaku untuk barang maupun jasa, seperti barang konsumsi dan bahan baku, maupun seperti jasa tenaga ahli dan konsultan. b. Pertukaran sarana atau faktor-faktor produksi, terutama untuk sarana dan prasarana produksi yang mudah bergerak seperti tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, teknologi, dan modal. 4

c. Hubungan utang-piutang, timbul karena adanya dua kegiatan di atas. Perdagangan internasional dan pembayaran atas sarana dan prasarana produksi, umumnya tidak dilakukan secara tunai, melainkan dengan sistem kredit. Dapat disimpulkan bahwa kerja sama ekonomi internasional adalah kerja sama ekonomi yang timbul karena perdagangan internasional dan pertukaran sarana. Seperti yang telah dijelaskan di atas, kelebihan dan kekurangan setiap negara dalam memproduksi barang yang dihasilkan adalah alasan mengapa suatu negara melakukan kerjasama dengan negara lain. Hal tersebut dapat dirincikan sebagai faktor atau alasan yang menyebabkan kerjasama antar negara. Faktor tersebut dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan yang dimiliki negara negara tersebut. Perbedaan yang mendasari adanya kerjasama diantaranya perbedaan kualitas sumber daya manusia / SDM yang dimiliki suatu negara, perbedaan sumber daya alam, perbedaan iklim dan kesuburan tanah, serta perbedaan ideologi. Kualitas sumber daya manusia yang dimiliki suatu negara pastinya berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. semakin maju suatu negara, semakin tinggi tingkat kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Negara maju seperti Amerika serikat, Jepang, dan negara negara di Eropa tentunya memiliki sumber daya manusia yang berbeda dengan negara negara berkembang seperti negara di Afrika dan Asia. Sumber daya manusia negara maju tentunya memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara berkembang. Dengan adanya perbedaan yang lebih baik kemampuan dan

penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka negara berkembang dapat melakukan kerjasama dengan negara maju agar kualitas SDM dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kemampuan dan penguasaan teknologi dan pengetahuan. Sumber daya alam yang dimiliki suatu negara tidaklah sama dengan negara lainnya. ada beberapa negara yang diberikan sumber daya alam yang melimpah namun ada juga negara yang sedikit memiliki sumber daya alam. Selain itu jenis sumber daya alam yang dimiliki sebuah negara tentunya berbeda Perbedaan ini tentunya akan mendorong

terjadinya kerjasama ekonomi antar negara. Seperti yang kita ketahui, negara kita Indonesia merupakan negara penghasil sumber daya alam yang melimpah yang nantinya akan digunakan sebagai bahan baku industri oleh negara lain yang merupakan negara industri namun tidak mampu menghasilkan bahan bakunya sendiri misalnya negara Singapura. Kerjasama ekonomi antar negara juga terjadi akibat adanya perbedaan iklim dan kesuburan tanah. Negara yang beriklim tropis dan subur seperti Indonesia pastinya akan menghasilkan jenis tanaman yang berbeda dengan negara yang beriklim dingin seperti negara negara di benua Eropa. Tanaman yang dapat dihasilkan di negara indonesia 5

tentunya akan diperlukan negara negara di benua Eropa karena ketidakmampuan dari negara negara tersebut akibat perbedaan iklim, dan mereka harus memperolehnya dari negara tropis melalui kerjasama antar negara. Hal selanjutnya yang menjadi faktor pendorong kerja sama antar negara adalah perbedaan ideologi. Perbedaan ideologi antarsuatu wilayah Negara dengan Negara lain dapat memicu konflik antarnegara bahkan menjadi konflik iternasional. konflik yang

disebabkan oleh perbedaan ideologi ini bisa diatasi dengan adanya kerja sama, sehingga tidak memperbesar konflik yang telah ada. Selain perbedaan ideology, kerjasama antar Negara ini juga bisa disebabkan oleh perbedaan imlu pengetahuan dan eknologi. Antara Negara maju dengan Negara berkembang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbeda sehingga Negara berkembang dapat melakukan kerjasama dengan Negara maju. Dengan demikian, Negara-negara berkembang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kerjasama antarnegara tidak hanya disebabkan karena adanya perbedaan melainkan juga disebabkan oleh adanya kesamaan. Diantaranya kesamaan sumber daya alam seperti Negara penghasil minyak yang membentuk suatu kerja sama yang diberi nama OPEC, kesamaan keadaan wilayah seperti Negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara membentuk kerjasama melalui organisasi ASEAN dsb, kesamaan ideology seperti Negaranegara di Atlantik Utara yang berideologi liberal yang membentk NATO, serta kesamaan agama seperti OKI yang merupakan organisasi Negara-negara islam.

1.2 TUJUAN
1. Memenuhi tugas mata kuliah Perdagangan Internasional 2. Memahami tujuan serta dampak dari kerjasama ekonomi internasional 3. Mengetahui tentang organisasi dan peran kerjasama ekonomi internasional

1.3 RUMUSAN MASALAH


1. Apa tujuan kerjasama ekonomi internasional ? 2. Apa saja bentuk-bentuk kerjasama ekonomi internasional ? 3. Bagaimana proses tahapan kerjasama dan integrasi ekonomi regional ? 4. Apakah indikator keberhasilan suatu integrasi ekonomi ? 5. Apa saja bentuk-bentuk organisasi ekonomi internasional? 6. Bagaimana dampak kerjasama ekonomi internasional terhadap perekonomian Indonesia?

BAB II PEMBAHASAN
2.1
TUJUAN KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL Kerja sama ekonomi antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang haruslah saling menguntungkan. Misalnya, negara-negara maju memberi pinjaman modal kepada negara-negara berkembang seperti Indonesia. Kemudian, modal tersebut, misalnya, diinvestasikan untuk membuka kebun-kebun karet. Dengan dibukanya kebun-kebun karet, pendapatan petani karet makin naik. Lapangan kerja juga akan banyak terbuka. Di sisi lain negara maju juga diuntungkan, sebab karet sangat dibutuhkan oleh negara-negara maju untuk memproduksi berbagai barang, seperti ban dan sepatu. Lagi pula, dengan melimpahnya produksi karet, negara-negara maju bisa membeli produk-produk olahan karet dengan harga lebih murah.

Indonesia menganut sistem ekonomi terbuka. Artinya, Indonesia bebas melakukan hubungan atau kerja sama ekonomi dengan negara mana pun, asalkan kerja sama tersebut sating menguntungkan. Hal ini perlu ditekankan sebab akhir-akhir ini banyak urusan ekonomi dicampuradukkan dengan hal-hal lain, seperti masalah politik,berikut adalah beberapa tujuan dari perdagangan internasional: 1. Tujuan kerja sama ekonomi internasional yang pertama adalah untuk membebaskan bangsa-bangsa di dunia dari kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan. Salah satu caranya dengan pemberian bantuan pendidikan. 2. Tujuan kedua adalah untuk membebaskan bangsa-bangsa dari keterbelakangan ekonomi. Untuk itu negara-negara berkembang diberi bantuan modal, teknik, dan manajemen. 3. Tujuan ketiga adalah untuk memajukan perdagangan, yaitu dengan membentuk badan-badan kerja sama ekonomi regional maupun multilateral. 4. Tujuan keempat adalah untuk memajukan pembangunan di negara-negara yang sedang berkembang, yang dilakukan dengan program-program seperti memberi kesempatan pada negara-negara yang sedang berkembang mengekspor barang dan jasanya, memberi kemudahan prosedur ekspor-impor, membantu promosi, serta mencarikan mitra atau rekanan usaha dari negara-negara maju. 8

5. Tujuan kelima adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi 6. Tujuan keenam adalah meningkatkan kestabilan dalam bidang ekonomi 7. Tujuan ketujuh adalah memelihara ketertiban dan perdamaian dunia 8. Tujuan kedelapan adalah mempererat tali persahabatan antar bangsa di dunia

2.2 BENTUK-BENTUK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL

Hubungan kerja sama antarnegara di bidang ekonomi dapat dilakukan dalam


berbagai bentuk. Bentuk kerja samanya ditentukan berdasarkan negara yang mengadakan perjanjian. Berdasarkan jumlah negara yang mengadakan, kerja sama ekonomi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kerja sama ekonomi bilateral dan kerja sama ekonomi multilateral. a. Kerja Sama Ekonomi Bilateral Kerja sama ekonomi bilateral adalah kerja sama ekonomi antara satu negara dengan negara tertentu. Kerja sama tersebut hanya melibatkan dua negara. Contoh: pinjammeminjam modal antara Indonesia dengan Jepang, penyederhanaan tenaga kerja antara Indonesia dengan malaysia.

b. Kerja Sama Ekonomi Multilateral Kerja sama multilateral adalah kerja sama yang dilakukan oleh banyak negara. Kerja sama multilateral dibedakan menjadi dua macam, yaitu kerja sama regional dan kerja sama internasional.

1) Kerja sama regional. Kerja sama regional adalah kerja sama antara beberapa negara dalam satu kawasan. Contoh: ASEAN, MEE, dan lain-lain. 2) Kerja sama internasional. Kerja sama internasional adalah kerja sama antara negaranegara di dunia dan tidak terbatas dalam satu kawasan. Contoh: IMF, ILO, OPEC, dan lainlain.

c. Kerja Sama Ekonomi Sektoral Adalah kerjasama menyangkut sektor/bidang tertentu yang banyak dilakukan oleh negara sedang berkembang dalam bentuk International Commodity Agreement (ICA). Dengan tujuan meningkatkan harga ekspor dan pendapatannya.Ada tiga tipe ICA masing masing

1.Tipe Buffer Stocks dengan cara membeli komoditi untuk menambah stock sewaktu harga jatuh dibawah harga yang disepakati dan selanjutnya menjual stock ke pasar waktu harga komoditi itu tinggi. 2.Tipe Export controls, bertujuan mengatur jumlah komoditi yang boleh diekspor oleh masing-masing negara anggota agar stabilitas harga komoditi yang bersangkutan dapat terjaga. 3.Purchase contract, yaitu persetujuan multilateral dalam jangka panjang antara negara produsen dengan negara konsumen dengan sutu persetujuan dan ketentuan yang telah disepakati bersama.

2.3 PROSES TAHAPAN KERJASAMA DAN INTEGRASI EKONOMI REGIONAL Berdasarkan teori tahapan integrasi ekonomi regional dari Bela Balassa maka roses tahapan kerjasama dan integrasi ekonomi regional (Friedrich, 1974;86-86) adalah sebagai berikut :

1. TPA atau Trade Preferency Arrangement adalah bentuk kerjasama ekonomi regional yang masing-masing anggotanya memberikan preferensi dalam bentuk tariff (fasilitas keringanan bea masuk) dan non-tarif untuk produk orisinal masing-masing Negara anggota. Salah satu contoh adalah TPA antar Negara-negara ASEAN sebelum terbentuknya AFTA. Dalam kerjasama TPA antar Negara-negara anggota ASEAN tersebut, masing-masing negara anggota memberikan preferensi tariff dalam bentuk keringanan bea masuk atau tariff yang lebih murah sebesar 25% s.d 50% untuk produk orisinal yang mereka perdagangkan.

2. FTA atau Free Trade Area adalah suatu bentuk kerjasama ekonomi regional yang perdagangan produk-produk orisinal negara anggotanya tidak di pungut bea masuk atau bebas bea masuk. Dengan kata lain ; internal tariff antara negara anggota menjadi 0%, sedangkan masing-masing negara memiliki eksternal tariff sendirisendiri. Contohnya AFTA yang diawali dengan CEPT (commen effective preferential 10

tariff) yang mulai diberlakukan sejak tanggal 1 Januari 1993. Contoh lain : EFTA (European free trade area), NAFTA (north American free trade area), LAFTA (latin American free trade area) dll. 3. CU atau Customs union adalah bentuk kerjasama ekonomi regional dengan internal tariff untuk produk-produk orisinal dari/ke masing-masing negara anggota yang besarnya 0% atau dibebaskan dari bea masuk, dan eksternal tariff untuk produk yang berasal dari negara bukan anggota untuk seluruh negara anggota adalah sama. Demikian pula halnya dengan penerimaan bea dan cukai atau customs revenue yang merupakan penerimaan bersama atau kolektif.

4. CM atau Common Market adalah suatu bentuk kerjasana ekonomi regional yang memiliki kebebasan bergerak untuk factor produksi, khususnya tenaga kerja (SDM) dari/ke masing-masing negara anggota. Contohnya pasaran bersama eropa (European common market), CACM (central American common market), COMECON (council for mutual economic assistance), CARICOM (Caribbean community and common market), ICM (Islamic common market), ANCOM (Andean common market) dll.

5. EU atau Economic Union, adalah bentuk kerjasama ekonomi regional yang memiliki kesatuan atau persamaan peraturan dalam bidang perpajakan, tenaga kerja, jaminan social, dll. Contohnya EEC (european economic comunity), CAEC(council of arab economic community).

6. MU atau Monetary Union, adalah bentuk kerjasama ekonomi regional yang memiliki kesatuan/persamaan mata uang. Contohnya European community yang memiliki mata uang tunggal, yaitu euro yang diberlakukan mulai tanggal 1 januari 1999.

2.4 INDIKATOR KEBERHASILAN SUATU INTEGRASI EKONOMI Kebijaksanaan dalam rangka integrasi ekonomi ini mempunyai dua efek yang disebut dengan trade creation yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan trade diversion yang dapat menurunkan kesejahteraan. Apabila trade creation yang lebih kuat maka kesejahteraan akan meningkat, tetapi jika trade diversion yang lebih kuat maka kesejahteraan akan menurun.

11

1. Trade Creation

Dengan analisis partal equilibrium, trade creation penggantian dimana produk domestic suatu negara yang melakukan integrasi ekonomi regional melalui pembentukan FTA atau CU dengan produk impor yang lebih murah dari anggota lain. Jika seluruh sumber daya digunakan secara full employment dan dengan melakukan spesialisai berdasarkan comparative advantage, masing-masing negara akan memperoleh dampak positif berupa peningkatan kesejahteraan masyarakan karena memperoleh harga dengan harga yang relative lebih murah. Efek positif dari trade creation ini bukan hanya berlaku untuk negara anggota tetapi juga untuk negara lain yang bukan anggota dengan adanya peningkatan spesialisasi yang mendorong peningkatan impor dari negara lain (rest or the world).

Analisis Trade Ceation Negara Harga sepeda Tarif B M Harga sepeda Sebelum FTA Harga sepeda Setelah FTA $ 80 $ 70 $120 $ 80 $ 90 $120 Indonesia $ 80 0 Singapura $ 70 $ 20 AS $ 100 $ 20

Keterangan : 1) Sebelum FTA (Free Trade Area) anatara Indonesia dengan singapura terbentuk, tidak ada perdagangan atau impor sepeda baik dari sinagpura atau AS. Karena dengan pengenaan tariff bea masuk sebesar $20, maka harga sepeda buatan Indonesia akan selalu lebih murah daripada buatan singapura atau AS. 2) Setelah FTA antara Indonesia dengan singapura terbentuk impor sepeda dari singapura tidak lagi dikenakan tarif bea masuk sehingga tidak lagi dikenakan tarif bea masuk sehingga tercipta perdagangan (impor) sepeda dari singapura dengan harga yang lebih murah ($70). Timbulnya perdangan dalam bentuk impor ini merupakan dampak trade creation dari bentuk free trade area antara Indonesia dengan singapura.

12

2. Trade Diversion

Dengan model analisis yang sama, trade diversion merupakan dampak negative dari impor barang yang harganya relative lebihmurah dari negara bukan anggota FTA atau CU, sehingga akan digantikan dengan impor yang harganya relative lebih mahal dari negara anggota. Hal ini dapat terjadi karena adanya preferential tarif yang diberikan kepada

sesame negara anggota. Dengan demikian, trade diversion dapat mengurangi manfaat yang seharusnya diperoleh dari spesialisasi perdagangan internasional berdasarkan comparative advantage. Ini akibat adanya pergeseran produksi dari negara ( bukan anggota ) yang lebih efisien ke negara ( anggota ) yang kurang efisien. Analisi trade diversion dapat dilakukan secara matematis dengan asumsi dasar dari data sebagai berikut. Analisis trade diversion Negara Harga sepeda Tariff B M Harga sepeda Sebelum FTA Harga sepeda Setelah FTA $120 $100 $110 Indonesia $ 120 0 $ 120 Singapura $ 100 $ 20 $120 USA $ 90 $ 20 $110

Keterangan:

1)

Sebelum FTA ( Free Trade Area ) antara Indonesia dan Singapura terbentuk, tidak ada perdagangan atau impor sepeda dari Singapura, tetapi dari AS. Dengan tarif bea masuk sebesar $ 20 maka harga sepeda buatan AS akan lebih murah daripada buatan Indonesia dan Singapura ( $ 120 ).

2)

Setelah FTA antara Indonesia dan Singapura terbentuk, impor sepeda dari singapura tidak lagi dikenakan tariff bea masuk sehingga tercipta perdagangan ( impor) sepeda dari Singapura dengan harga yang lebih murah ( $ 100 ). Akan tetapi, konsumen Indonesia sebenarnya rugi karena membayar harga sepeda Singapura yang lebih mahal daripada sepeda AS karena tidak dikenakan tarif masuk (hanya $90). Adanya pengalihan impor dari AS menjadi impor dari Singapura yang pada dasarnya merugikan konsumen Indonesia ini disebut trade diversion.

13

2.5 BENTUK-BENTUK ORGANISASI PERDAGANGAN INTERNASIONAL Dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi internasional, dibentuklah organisasi-organisasi kerja sama ekonomi internasional. Berikut ini bentuk-bentuk badan kerja sama antarnegara yang penting bagi Indonesia. a. Organisasi Multilateral Regional

1)

ASEAN ( Association of South East Asian Nation)

ASEAN adalah organisasi yang bertujuan mengukuhkan kerja sama regional negaranegara di Asia Tenggara. ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok oleh lima negara pendiri ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Pada perkembangannya, lima negara Asia Tenggara lainnya yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam ikut bergabung dalam ASEAN. 2) AFTA (ASEAN Free Trade Area) AFTA atau kawasan perdagangan bebas ASEAN adalah forum kerja sama antarnegara ASEAN yang bertujuan menciptakan wilayah perdagangan bebas di seluruh kawasan ASEAN. Konsep perdagangan bebas ini antara lain meliputi penghapusan atau penurunan tarif perdagangan barang sesama negara ASEAN sehingga menurunkan biaya ekonomi. Pembentukan AFTA berawal dari pertemuan anggota ASEAN pada KTT ASEAN ke-4 di Singapura pada Januari 1992. Berikut ini beberapa tujuan AFTA: a) Meningkatkanspesialisasidinegara-negaraASEAN. b) Meningkatkan ekspor dan impor baik bagi ASEAN ataupun di luar ASEAN. c) Meningkatkan investasi bagi negara ASEAN .

14

3) APEC ( Asia Pacific Economic Cooperation)

APEC merupakan forum kerja sama negara di kawasan Asia Pasifik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan investasi di antara sesama negara anggota. Keberadaan APEC atas prakarsa Bob Hawke (perdana menteri Australia). Tujuan dari APEC tertuang dalam Deklarasi Bogor pada tahun 1994, yaitu menetapkan kawasan APEC sebagai kawasan perdagangan dan investasi bebas dan terbuka yang berlaku paling lambat tahun 2020. Untuk negara anggota yang termasuk dalam kategori negara maju, kawasan bebas dan terbuka harus sudah terealisasi paling lambat 2010. Untuk mencapai tujuannya, APEC dalam melakukan kegiatannya selalu berlandaskan pada prinsip kesepakatan bersama yang sifatnya tidak mengikat, dialog terbuka, serta prinsip saling menghargai pandangan dan pendapat seluruh anggota. Keputusan yang diambil oleh APEC dibuat berdasarkan konsensus dan kesepakatan yang sifatnya sukarela. Indonesia merupakan salah satu negara pencetus APEC. Indonesia pernah menjadi tuan rumah pertemuan pemimpin APEC II di kota Bogor pada tahun 1994. Keikutsertaan Indonesia dalam forum APEC diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, investasi, dan perdagangan internasional. Selain itu, keanggotaan Indonesia juga diharapkan dapat memperlancar dan mempererat kerja sama nonekonomi antarsesama negara anggota pada tingkat bilateral maupun multilateral.

4) EU ( European Union)

European Union atau Uni Eropa adalah organisasi kerja sama regional di bidang ekonomi dan politik negara di Eropa. Pembentukan EU berawal dari penandatanganan Traktat Roma tentang pendirian komunitas energi atom (European Atomic Energi 15

Community) dan komunitas Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Lembaga-lembaga tersebut pada tanggal 1 Juli 1967 bergabung menjadi satu organisasi yaitu Masyarakat Eropa (ME) dan kemudian pada tahun 1993 menjadi Uni Eropa. Kegiatan Uni Eropa pada awalnya hanya terbatas di bidang perdagangan. Akan tetapi sejalan dengan pertambahan anggota Uni Eropa, berkembang pula bentuk kerja sama itu. Kerja sama tersebut adalah dalam bidang ekonomi yang lebih luas, seperti kebijakan perpajakan, perindustrian, pertanian, dan politik. Upaya ini dilanjutkan dengan membentuk pasaran bersama, sebuah perjanjian untuk menghapus halangan terhadap mobilitas faktor produksi sesama negara anggota Uni Eropa. Anggota Uni Eropa terdiri atas 27 negara. Negara-negara anggota UE terdiri atas: Irlandia, Inggris, Prancis, Portugal, Spanyol, Italia, Yunani, Austria, Belgia, Luksemburg, Jerman, Belanda, Denmark, Swedia, Finlandia, Polandia, Ceko, Hongaria, Slovenia, Siprus, Malta, Slovakia, Latvia, Lithuania, Estonia, Rumania, Bulgaria. 5) EFTA ( European Free Trade Area)

EFTA didirikan pada tahun 1959 sebagai lembaga kerja sama ekonomi antara negaranegara Eropa yang tidak termasuk MEE. Negara anggota EFTA terdiri atas Austria, Swiss, Denmark, Norwegia, Swedia, dan Portugal. 6) ADB ( Asian Development Bank)

16

ADB atau Bank Pembangunan Asia, didirikan tanggal 19 Desember 1966. ADB berpusat di Manila, Filipina. Tujuan didirikan ADB adalah untuk membantu negara-negara Asia yang sedang membangun dengan cara memberikan pinjaman lunak, yaitu dengan masa pembayaran dalam jangka panjang serta bunga yang rendah. b. Organisasi Multilateral Internasional Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kerja sama ekonomi multilateral adalah kerja sama ekonomi antara dua negara atau lebih yang tidak dibatasi oleh wilayah atau kawasan tertentu. Organisasi multilateral yang paling besar adalah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). PBB adalah organisasi internasional yang dianggap sebagai induk organisasi internasional lainnya. PBB didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945, ditandai dengan penandatanganan Piagam PBB oleh negara anggotanya. Tujuan utama PBB adalah menjamin perdamaian dunia, menjamin berlakunya hak asasi manusia, serta berusaha meningkatkan kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat di seluruh dunia. Untuk melaksanakan perannya di seluruh dunia, PBB membentuk lembaga perwakilan melalui Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council/ECOSOC). ECOSOC dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh organisasi-organisasi khusus PBB yang erat kaitannya dengan tugas-tugas dewan. Berikut ini organisasi khusus PBB yang berada di bawah ECOSOC maupun yang ada kaitannya dengan dewan tersebut. 1) IMF ( International Monetary Found)

IMF atau Dana Moneter Internasional adalah lembaga keuangan internasional yang didirikan untuk menciptakan stabilitas sistem keuangan internasional. IMF didirikan pada tanggal 27 Desember 1945. Markas besar IMF berada di Washington DC, AS. IMF didirikan dengan beberapa tujuan berikut ini. a) Meningkatkan kerja sama keuangan atau moneter internasional dan memperlancar pertumbuhan perdagangan internasional yang berimbang. 17

b) Meningkatkan stabilitas nilai tukar uang dan membantu terciptanya lalu lintas pembayaran antarnegara. c) Menyediakan dana bantuan bagi negara anggota yang mengalami defisit yang bersifat sementara dalam neraca pembayaran. 2) IBRD ( International Bank for Reconstruction and Development )

IBRD disebut juga World Bank atau Bank Dunia. IBRD merupakan organisasi pemberi kredit kepada negara-negara anggota untuk tujuan pembangunan. IBRD didirikan pada tanggal 27 Desember 1947 dan berkedudukan di Washington DC, Amerika Serikat. IBRD berusaha mengumpulkan dana dari para anggota untuk dipinjamkan kepada para anggota yang memerlukan dana untuk pembangunan.Pinjaman yang dibiayai oleh IBRD hanya ditujukan untuk proyekproyek yang positif.

3) WTO ( World Trade Organization )

WTO atau organisasi perdagangan dunia adalah organisasi internasional yang bertugas untuk menata dan memfasilitasi lalu lintas perdagangan antarnegara serta mengatasi perselisihan perdagangan antarnegara. WTO dibentuk pada tahun 1995 sebagai pengganti dari General Agreement on Tariff and Trade (GATT). GATT me-rupakan persetujuan umum tentang tarif dan perdagangan yang dibentuk tahun 1947. Tujuan didirikannya GATT ialah untuk mengurangi hambatan perdagangan antarnegara dengan memerhatikan kepentingan negara yang melakukan transaksi perdagangan. GATT dibubarkan di Jenewa, Swiss pada tanggal 12 Desember 1995. Pembubaran GATT dilakukan setelah organisasi ini berjalan berdampingan dengan WTO. 18

WTO didirikan untuk melaksanakan tugas-tugas berikut ini. a. Memantau pelaksanaan perjanjian dagang. b. Mengevaluasi kebijakan perdagangan nasional negara anggota. c. Sebagai forum negoisasi perdagangan dan aktif menangani setiap konflik perdagangan yang terjadi. d. Memberikan bantuan teknik dan pelatihan untuk negara-negara berkembang. e. Melakukan kerja sama dengan organisasi internasional lainnya. 4) FAO ( Food and Agricultural Organization) FAO adalah organisasi internasional yang bergerak di bidang pangan dan pertanian. FAO didirikan tanggal 16 Oktober 1945 dan berkedudukan di Roma, Italia. Tujuan didirikannya FAO untuk meningkatkan jumlah dan mutu pangan serta menyelenggarakan persediaan bahan makanan dan produksi agraris internasional. Indonesia sebagai anggota FAO pernah menerima penghargaan atas keberhasilannya dalam meningkatkan produksi beras. 5) IFC ( International Finance Corporation)

IFC merupakan bagian dari Bank Dunia. IFC bertugas memberikan bantuan modal kepada pengusaha-pengusaha swasta yang dijamin pemerintahannya serta membantu menyalurkan investasi luar negeri ke negara-negara sedang berkembang. IFC berdiri pada tanggal 24 Juli 1956 dan pusatnya di Washington, Amerika Serikat. 6) ILO ( International Labour Organization)

19

ILO atau Organisasi Perburuhan Internasional yang bertugas mempromosikan keadilan sosial serta hak buruh. ILO dibentuk oleh Liga Bangsa-Bangsa Melalui Traktat Versailes (Treaty of Versailles) pada tahun 1919. Prinsip yang digunakan ILO sebagai dasar kegiatannya adalah perdamaian abadi dapat dicapai jika didasarkan pada keadilan sosial. ILO sebagai salah satu organisasi perburuhan dunia akan memperjuangkan hal-hal berikut ini: a) Penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM). b) Standar hidup yang lebih baik. c) Kondisi kerja yang manusiawi. d) Kesempatan kerja. e) Keamanan ekonomi. Adapun produk yang dihasilkan ILO baik berupa peraturan atau kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, terdiri atas hal-hal berikut ini: a) Batasan lama bekerja ialah 8 (delapan) jam/hari. b) Perlindungan terhadap tenaga kerja wanita (ibu) yang sedang hamil. c) Pengaturan tentang pekerja anak-anak. d) Peningkatan keselamatan kerja. e) Penciptaan kondisi kerja yang kondusif. 7) UNDP ( United Nations Development Program )

UNDP adalah organisasi di bawah PBB yang bertugas memberikan sumbangan untuk membiayai program-program pembangunan terutama bagi negara-negara yang sedang berkembang. UNDP dibentuk pada bulan November 1965.

20

8) UNIDO ( United Nations Industrial Development Organization)

UNIDO merupakan organisasi pembangunan PBB yang bertujuan untuk memajukan perkembangan industri di negara-negara berkembang yaitu dengan memberikan bantuan teknis, program latihan, penelitian, dan penyediaan informasi. UNIDO didirikan pada tanggal 24 Juli 1967. UNIDO berkedudukan di Wina, Austria. Selain organisasi-organisasi ekonomi di atas terdapat pula organisasi internasional lainnya yang berkaitan dengan bidang ekonomi. Akan tetapi organisasi tersebut tidak berada di bawah naungan PBB. Berikut ini bentuk-bentuk lembaga internasional di bidang ekonomi. 1) OPEC ( Organization of Petroleum Exporting Countries)

OPEC adalah organisasi negara-negara pengekspor minyak. OPEC didirikan atas prakarsa lima negara produsen terbesar minyak dunia, yaitu Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela, pada pertemuan tanggal 14 September 1960 di Baghdad, Irak. OPEC berkedudukan di Wina, Austria. OPEC mempunyai beberapa tujuan berikut ini. a) Menyatukan kebijakan perminyakan antara negara-negara anggota.

b) Memenuhi kebutuhan dunia akan minyak bumi. c) Menstabilkan harga minyak dunia. d) Menentukan kebijakan-kebijakan untuk melindungi negara-negara anggota.

21

2) OECD ( Organization for Economic Cooperation and Development)

OECD merupakan organisasi yang bergerak di bidang kerja sama ekonomi dan pembangunan. OECD didirikan pada tahun 1961. Tujuan OECD adalah membentuk kerja sama ekonomi antarnegara anggota. Anggota OECD antara lain Amerika Serikat, Autralia, Austria, Kanada, Jepang, Meksiko, Denmark, Italia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Norwegia, Swedia, Swiss, Turki, Slowakia, Polandia, Selandia Baru, Inggris, Luksemburg, Irlandia, Ceko, Portugal, Belgia, Korea Selatan, Finlandia, Hongaria, dan Yunani. 2.6 DAMPAK KERJASAMA PERDAGANGAN INTERNASIONAL TERHADAP

PEREKONOMIAN INDONESIA Kerja sama ekonomi yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia, baik yang sifatnya regional maupun internasional, tentunya akan memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia. Berikut ini dampak dari kerja sama ekonomi antarnegara. 1. Dampak Positif Kerjasama Ekonomi Internasional terhadap Perekonomian Negara a. Meningkatkan Keuangan Negara Kerja sama ekonomi antarnegara dapat memberikan banyak manfaat bagi indonesia,salah satunya di bidang keuangan. Melalui kerja sama ini Indonesia memperoleh bantuan berupa pinjaman keuangan dengan syarat lunak yang digunakan untuk pembangunan dengan demikian adanya pinjaman keuangan otomatis dapat meningkatkan keuangan negara. b. Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Kerja sama ekonomi dapat menciptakan persaingan yang sehat di antara negaranegara anggota. Persaingan yang sehat ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan produk-produk yang mampu

22

bersaing dengan negara-negara lain. Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat regional dan internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan. c. Meningkatkan Investasi Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menjadi cara menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Banyaknya investor yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan Indonesia. Selain itu, banyaknya investasi dapat juga menambah lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang. d. Menambah Devisa Negara Kerja sama ekonomi antarnegara khususnya di bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa negara. Devisa diperoleh dari kegiatan ekspor barang. Semakin luas pasar akan semakin banyak devisa yang diperoleh negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara. e. Memperkuat Posisi Perdagangan Persaingan dagang di tingkat internasional sangat berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan dan hambatan perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dibuat aturan per-dagangan yang menguntungkan negara-negara anggotanya. Dengan demikian adanya aturan tersebut dapat memperlancar kegiatan ekspor dan impor dan menciptakan perdagangan yang saling menguntungkan. Akibatnya posisi perdagangan dalam negeri semakin kuat. 2. Dampak Negatif Kerjasama Ekonomi Internasional terhadap Perekonomian Negara a. Ketergantungan dengan Negara Lain Banyaknya pinjaman modal dari luar negeri daspat membuat Indonesia selalu tergantung pada bantuan negara lain. Hal ini akan menyebabkan Indonesia tidak dapat menggembangkan pembangunan yang lebih baik.

23

b. Intervensi Asing Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia Sikap ketergantungan yang semakin dalam pada negara lain, dapat menyebabkan negara lain berpeluang melakukan campur tangan pada kebijakan-kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Jika kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah mendapat campur tangan negara lain, hal ini dapat merugikan rakyat. c. Masuknya Tenaga Asing ke Indonesia Alih teknologi yang timbul dari kerja sama ekonomi antarnegara memberi peluang masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Jika hal ini terjadi tenaga kerja Indonesia menjadi tersingkir dan dampaknya terjadi banyaknya pengangguran. d. Mendorong Masyarakat Hidup Konsumtif Barang-barang impor yang masuk ke Indonesia mendorong masyarakat untuk mencoba dan memakai produk-produk impor. Hal ini akan mendorong munculnya pola hidup konsumtif.

24

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
Kerja sama ekonomi internasional adalah hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan-kesepakatan tertentu dengan memegang prinsip keadilan dan saling menguntungkan. kerja sama ekonomi internasional mencakup hal-hal perdagangan internasional, pertukaran sarana dan faktor faktor produksi, dan hubungan utang piutang. Penyebab kerja sama antarnegara antara lain karena adanya perbedaan sumber daya alam, perbedaan iklim dan kesuburan tanah, perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan perbedaan ideologi. Selain itu, kerjasama ekonomi antar negara juga disebabkan adanya kesamaan sumber daya alam, kesamaan keadaan wilayah, kesamaan ideologi, dan kesamaan agama. Adapun tujuan dilakukannya kerjasama ekonomi internasional adalah untuk membebaskan bangsa-bangsa di dunia dari kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan, untuk membebaskan perdagangan, bangsa-bangsa untuk dari keterbelakangan di ekonomi, untuk memajukan sedang

memajukan

pembangunan

negara-negara

yang

berkembang, mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kestabilan dalam bidang ekonomi, memelihara ketertiban dan perdamaian dunia, mempererat tali persahabatan antar bangsa di dunia dan meningkatkan devisa negara. Perdagangan internasional

memungkinkan setiap negara memiliki barang yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri. Bentuk kerjasama ekonomi antarnegara dibedakan menjadi tiga macam yaitu kerjasama ekonomi bilateral, kerjasama ekonomi multilateral, dan kerjasama ekonomi sektoral. Kerjasama ekonomi multilateral dibedakan lagi menjadi kerjasama ekonomi regional dan kerjasama ekonomi internasional. Tahapan Integrasi Ekonomi Internasional terdiri dari 6 tahapan antara lain (1) TPA (Trade Preferency Arrangement) (2) FTA (Free Trade Area) (3) CU (Customs Union) (4) CM (Common Market) (5) EU (Economic Union) (6) MU (Monetery Union). Kebijaksanaan dalam rangka integrasi ekonomi ini mempunyai dua effek yang disebut dengan trade creation yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan trade diversion yang dapat menurunkan kesejahteraan. Apabila trade creation yang lebih kuat 25

maka kesejahteraan akan meningkat, tetapi jika trade diversion yang lebih kuat maka kesejahteraan akan menurun. Organisasi kerjasama ekonomi regional diantaranya ASEAN, AFTA, APEC, EU,

EFTA, dan ADB. Organisasi kerjasama ekonomi internasional diantaranya adalah IMF, IBRD, WTO, FAO, IFC, ILO, UNDP, UNIDO, OPEC, dan OECD. Adapun dampak kerjasama ekonomi internasional terdiri dari dampak positif dan negatif. Dampak positif misalnya adalah meningkatkan keuangan negara, membantu meningkatkan daya saing ekonomi, meningkatkan investasi, menambah devisa negara, dan memperkuat posisi perdagangan. Sedangkan dampak negatifnya diantaranya

ketergantungan dengan negara lain, intervensi asing terhadap kebijakan ekonomi indonesia, masuknya tenaga asing ke indonesia, dan mendorong masyarakat hidup konsumtif.

26

DAFTAR PUSTAKA
BUKU: Pramono, wahyu, dan Wiwit WK, dkk. 2008. Perkembangan Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional.Jakarta:Biro Hubungan dan Studi Internasional Direktorat Internasional Soetrisno P.H.1992. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia edisi 2. Jogjakarta: Andi Offset Hady, Hamdy.2004. Ekonomi Internasional: Teori Dan Kebijakan Perdagangan Internasional.Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia

WEBSITE: http://www.crayonpedia.org http://www.shvoong.com http://www.scribd.com http://www.mozegi.wordpress.com http://www.slideshare.net http://www.lenamegawati.blogspot.com http://www.requestartikel.com

27