P. 1
SUKU NIAS

SUKU NIAS

|Views: 156|Likes:
Dipublikasikan oleh Dikha Saputra

More info:

Published by: Dikha Saputra on Jan 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

07/31/2013

$0.99

USD

pdf

text

original

SUKU NIAS Pulau Nias, Indonesia

orang Nias menamakan diri meraka "Ono Niha” (Ono = anak/keturunan. beternak. dan bertukang. . Pulau Batu di selatan. dan lain-lain. A. Selain itu. Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di Pulau Nias. Pulau Senau dan Pulau Lafau di utara. misalnya Pulau Hinako di barat. penduduk yang tidak tinggal di daerah pantai bercocok tanam.Suku Nias Masyarakat Nias tinggal dan menetap di Kabupaten Nias yang terdiri atas satu pulau besar utama dan beberapa pulau-pulau kecil. menangkap ikan di sungai. ada juga yang berburu. Selain itu. Dalam bahasa aslinya. Sebutan desa di Nias adalah banua yang terdiri atas beberapa kampung yang berisi dua puluh sampai dua ratus rumah. Niha = manusia) dan Pulau Nias sebagai "Tano Niha" (Tano = tanah). Mata Pencaharian Mata pencaharian penduduk di daerah pantai adalah nelayan.

Hal itu merupakan hasil kerja keras para penyiar agama Kristen dari Rheinische Mission Gesselsehaft (RMG). . Buddha.B. Agama lain yang ada di Nias. Kepercayaan Orang Nias juga mengenal mitologi. Mitologi orang Nias tersebut berbentuk syair yang ditembangkan yang biasanya disebut hoho. antara lain Islam. C. Biasanya. dan Pelebegu (penyembah adu). Katolik. Agama Agama mayoritas di Nias adalah Kristen Protestan. hoho dinyanyikan pada saat digelarnya pesta-pesta adat.

Kepala mereka dihiasi dengan bulu burung dan tangan mereka membawa tombak dan perisai.D. Teknologi Teknologi suku nias sudah sedikit maju dengan adanya pengaruh dari kebudayaan hindu maupun islam. . pakaian yang terbuat dari sabot ijuk dan serat kulit kayo. Tarian itu bukan untuk menunjukkanperang yang sebenarnya.Masyarakat nias sudah menggunakan alat-alat untuk membantu dalam kegiatan mata pencahariannya.  Kapak Besi (Fato Niha)  Hie Mbawi (Timbangan) E. Para penari mengenakan pakaian tradisional. Kesenian  Tarian Elang (Tari Moyo) Tradisional Nias disebut Maluaya atau Fanarimoyo.

Pada acara itu. Lompatan itu bertujuan menunjukkan kedewasaan seorang pria. Hanya saja persyaratan harus dipenuhi yakni.Suku bangsa Nias yang berasal dari satu satu garis keturunan disebut sisambua mado. Mereka diikat oleh pertalian darah yang dihitung melalui laki-laki. Lompat batu merupakan salah satu contoh budaya yang paling terkenal dan unik. biasanya tinggal dirumah orangtuanya dalam waktu satu. Sampai generasi yang kesembilan perkawinan diantara keturunannya dilarang untuk generasi selanjutnya perkawinan diantara keturunannya tidak menjadi masalah lagi. yaitu mengikuti hitungan hubungan kekerabatan melalui laki-laki. Lompat batu dapat disaksikan di desa Bawomatolua. anak perempuan yang sudah kawin harus keluar dari rumah orangtuanya mengikuti suaminya. Anak laki-laki maupun perempuan mengikuti garis keturunan ayah. dua. F. Apabila anak laki-laki kawin. seorang pria melompat di atas sebuah tumpukan batu dengan ketinggian lebih dari 2 meter. tiga tahun sampai lahir anak pertama. . Tapi. Jadi dengan terjadinya perkawinan ini berarti kawin dalam lingkungan marga atau mado yang sama. Babi tersebut diberikan oleh pihak laki-laki. Setiap nenek moyang dan keluarga keturunannya memiliki atia nadu. atau di desa sekitarnya. Itulah sebabnya di daerah Nias kita jumpai suami/istri yang marganya sama. Sistem Kekerabatan  Garis keturunan Suku bangsa Nias mengikuti garis keturunan patrilineal. Lompat batu (Hombo Batu) Nias memiliki budaya yang sangat menarik. Hilisimaetano. memisahkan atia nadu keturunan tersebut dari kumpulan atia nadu nenek moyang dan membayar pemisahan itu dengan memotong babi sebesar 4 alisi.

H. Suku Nias mengenal huruf vokal a. maka diantara kedua belah pihak sudah terjadi disintegrasi sosial yang mungkin disebabkan oleh sifat. Suku Nias mengenal enam huruf vokal. adalah bahasa yang dipergunakan oleh penduduk di Pulau Nias. cara jalan.e. Bahasa ini dapat dikategorikan sebagai bahasa yang unik karena merupakan satu-satunya bahasa di dunia yang setiap akhiran katanya berakhiran huruf vokal. Bila seseorang tidak bersapaan atau memberi salam kepada yang lain. gaya. . cara berpakaian atau penataan rambutnya yang kurang diterima oleh kebanyakan orang.i.G. Jika sifat di atas tidak ada maka relasi mereka menjadi lebih akrab sehingga setiap bertemu selalu menyapa dengan ucapan “Ya’ahowu” (salam khas Nias) yang dilanjutkan dengan kata “Yae nafoda” atau bologö dödöu. Dalam situasi tersebut kedua belah pihak saling memakan sirih. lö afoda” (ini sirih kita atau maaf kita tidak punya sirih). Setelah itu baru diakhiri dengan salam kembali dan kata “ya’ami ba lala” (selamat jalan) sebagai kata perpisahan.o dan ditambah dengan ö (dibaca dengan “e” seperti dalam penyebutan “enam” ). Bahasa ini merupakan salah satu bahasa di dunia yang masih belum diketahui persis darimana asal bahasa ini. bukan lima seperti di daerah di Indonesia lainnya. Bahasa Bahasa Nias atau Li Niha dalam bahasa aslinya.u. Bahasa Nias merupakan salah satu bahasa dunia yang masih bertahan hingga sekarang dengan jumlah pemakai aktif sekitar 1 juta orang. Pengetahuan  Pendidikan sosial Pemberian salam kepada sesama sangat tinggi nilainya terhadap satu dengan yang lain. tutur bahasa.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->