P. 1
perbankan materi

perbankan materi

|Views: 165|Likes:
Dipublikasikan oleh Steve Wisnu
materi perbankan
materi perbankan

More info:

Published by: Steve Wisnu on Jan 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2013

pdf

text

original

AKUNTANSI PERBANKAN (IT 022206

)

MISDIYONO (0250) 021 40027400

misdie@staff.gunadarma.ac.id

AKUNTANSI PENANAMAN DANA BANK
PENANAMAN DANA BANK:

1. PENANAMAN DANA DLM ALAT LIKUID 2. PENANAMAN DLM LEMBAGA KEUANGAN 3. PENANAMAN DLM BTK PERKREDITAN 4. PENANAMAN DLM AKTIVA TETAP

AKUNTANSI PENANAMAN DANA BANK

Penanaman dana bertujuan untuk menciptakan pendapatan Bank, melalui penciptaan aktiva produktif yang menghasilkan. Besarnya penempatan dana bank harus diperhitungkan oleh bank agar pendapatan yg dihasilkan dapat membayar biaya dana yang telah dipergunakan, menutupi kebutuhan biaya operasional atau overhead, resiko, dan margin atau laba yang dikehendaki.

KAS DAN BANK
Penanaman dlm kas utk tujuan operasional harus diperhitungkan atas dasar kebutuhan dana rata-rata tunai setiap hari dengan memperhitungkan kebutuhan dana minimum dan syarat minimum yg harus dipelihara oleh suatu bank. BI mewajibkan mempertahankan saldo giro minimal di BI 5 % dari dana masyarakat yg dimiliki. Tujuan pemeliharaan minimum alat likuid ini selain untuk memelihara likuiditas, juga untuk menghindari terjadinya over atau under liquid, memanfaatkan kelebihan dana guna disalurkan kepada aktiva yg dapat menciptakan pendapatan

REMISE
Remise adalah pengiriman uang secara fisik dari suatu bank ke bank lain atau dari suatu cabang ke cabang lain. AKUNTANSI UTK REMISE Bank ABC cab Jakarta mengirim uang secara fisik ke Bank ABC cab Bandung sebesar Rp.500 juta. Bank ABC Jakarta membukukan sbb: D: RAK – Cab Bandung.…….………….Rp. 500.000.000,K: Kas…………………...………………..Rp. 500.000.000,-

Sedang Bank ABC Bandung membukukan sbb: D: Kas.………………………..………….Rp. 500.000.000,K: RAK – Cab Bandung ………………..Rp. 500.000.000,-

PENANAMAN ALAT LIKUID DALAM REKENING BANK LAINNYA Contoh: bila Bank ABC Cab Jakarta membeli Deposito berjangka Bank BCA sebesar Rp.200.000.000,- suku bunga 24 %per tahun, jangka waktu 3 bulan. Disamping itu Bank ABC Jakarta menempatkan sebagaian dananya pada Bank XYZ jakarta untuk call money sebesar Rp. 400.00.000,- dg suku bunga 30 %, dana dapat ditarik sewaktu-waktu. Bank ABC Jakarta juga menempatkan uangnya pada Bank RST Jakarta dalam btk Deposits on Call sebesar Rp. 45.000.000,- suku bunga 26 % per tahun jangka waktu 2 bulan. Pembayaran kepada lembaga keuangan tsb dilakukan atas beban rekening Giro Bank ABC Jakarta pada BI. Bank ABC Jakarta akan mencatat sbb:

D: Bank Lain – Deposito berjangka – Rek Bank BCA………...Rp. 200.000.000,D: Bank Lain – Calls Money – Rek Bank XYZ………………....Rp. 400.000.000,D: Bank Lain – Deposits on Call – Rek Bank RST………….....Rp. 45.000.000,K. Bank Indonesia - Giro . ………………………………………Rp 645.000.000,Pada akhir bulan pertama Bank ABC mencatat: D: Bank Lain – Giro – Rek Bank BCA……………………………....Rp. 4.000.000,D: Bank Lain – Giro – Rek Bank XYZ……………………………….Rp. 10.000.000,D: Bank Lain – Giro – Rek Bank RST…….…………………………Rp. K. Pendapatan Bunga Penempatan – Deposito Berjangka…..…Rp K. Pendapatan Bunga Penempatan – Deposits on Call…..…..…Rp 975.000,4.000.000,975.000,-

K. Pendapatan Bunga Penempatan – Calls Money….……………Rp 10.000.000,-

SURAT BERHARGA
Penanaman dalam surat berharga yaitu penguasaan surat berharga/ instrumen yg ada dalam pasar uang bersifat sementara dan dimaksudkan utk dijual kembali setelah diproyeksikan adanya laba dari surat berharga.
Karena sifatnya sementara maka Surat Berharga memiliki sifat sbb:

1. Dapat diperjual belikan dg cepat 2. Dapat dijual secepatnya bila membutuhkan dana dg segera 3. Bukan bertujuan menguasai perusahaan lain Akuntansi Surat Berharga 1. Pembelian 2. Penjualan 3. Penilaian 4. Disclosure

AKUNTANSI PEMBELIAN SURAT BERHARGA

Pembelian Surat Berharga harus dicatat menurut harga perolehannya, yaitu meliputi: harga pokok surat berharga tsb dan seluruh biaya yg dikeluarkan untuk memperolehnya (komisi dll) Pembelian surat berharga diantara tanggal pembayaran bunga, memiliki konsekuensi pembayaran bunga tsb bukan mrp bagian dari harga perolehan, tetapi dimasukkan dalam pos pendapatan bunga. Perbedaan harga perolehan dengan nilai nominal surat berharga diakui sebagai pendapatan atau beban yg ditangguhkan dan akan diamortisasikan selama jangka waktu surat berharga tersebut.

Bank ABC tanggal 31 Juli 07 membeli selembar Obligasi PT Jasa Marga yg berjangka waktu 10 tahun dg nilai nominal Rp. 1000 juta kurs 98, dg suku bunga 15% per tahun, bunga dibayar setiap tgl 1 Juni dan 31 Desember.
Dua Bulan Bunga yg Belum dibayar 1 Juni

4 Bulan Bunga yang akan diterima

31 Juli

31 Desember

Bunga yg belum dibayar: 2/12 x 15 % x 1000 juta = 25 juta Harga Perolehan = 980 jt (98 % x 1000 jt) Nilai Nominal = 1000 juta Pendapatan yang ditangguhkan = 20 juta

D: Surat Berharga - Obligasi…………………………Rp. 1.000.000.000 D: Pendapatan Bunga Obligasi……………………...Rp. 25.000.000 K: Pendapatan Premi Obligasi yang ditangguhkan…….Rp. 20.000.000 K: Kas………………………………………………..……Rp. 1.005.000.000 Tgl 31 Desember pembayaran bunga akan dicatat: (6/12 x 15 % x 1000 juta) D: Kas……………………..Rp. 75.000.000 K: Pendapatan Bunga…...Rp. 75.000.000
Tgl 31 Des 07 Obligasi harus disajikan dlm neraca, serta hrs dilakukan amortisasi pendapatan bunga yg ditangguhkan, selama 1 tahun dg perhitungan sbb: 20 juta / 10 tahun = 2.000.000 Amortisasi Obligasi tahun 2007: 6/12 x 2 juta = 1 juta D: Pendapatan premi Obligasi yg ditangguhkan ………Rp. 1.000.000 K: Pendapatan Premi Obligasi…………………………...Rp. 1.000.000

Nilai buku obligasi per 31 Des 2007
Surat Berharga – Obligasi = 1.000 juta Pendapatan Obligasi Yg Ditangguhkan = ( 19 juta ) Nilai Buku = 981 juta Bila premi obligasi tidak dicatat, nilai yg disajikan langsung sebesar Harga Perolehannnya sebesar Rp. 980 juta ( 1000 juta – 20 juta) Bila Obligasi PT Jasa Marga dijual pada tgl 31 Maret 2008 dg kurs 101, maka: Harga Jual ( 101 % x 1.000 juta) Bunga hak Bank ABC ( 3/12 x 15 % x 1.000) Kas yg diterima : 1.010.000.000 : 37.500.000 : 1.047.500.000

Sisa Premi Obligasi Premi Awal : 20.000.000 Yang teralokasi (8/12 x 20 juta) : 1.333.333 Sisa Premi : 18.666.667 Alokasi akhir obligasi: 2/12 x 20 juta

: 3.333.333

Pengalokasian terakhir premi obligasi dicatat sbb: D: Pendp Premi Obligasi yang ditangguhkan ….. Rp. 3.333.333 K: Pendapatan Premi Obligasi …….………………..Rp. 3.333.000

Terima Kasih

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->