Anda di halaman 1dari 2

HIPERTIROID Definisi

Hipertiroid adalah ketidakseimbangan metabolic yang merupakan akibat dari produksi hormone tiroid yang berlebihan. (Doengoes, E. Marilynn. 2000:708). Pengeluaran hormone tiroid yang berlebihan diperkirakan terjadi akibat stimulasi abnormal kelenjar tiroid oleh immunoglobulin dalam darah.

Etiologi
Lebih dari 95% kasus hipertiroid disebabkan oleh penyakit graves, suatu penyakit tiroid autoimun yang antibodinya merangsang sel-sel untuk menghasilkan hormone yang berlebihan. Penyebab hipertiroid lainnya yang jarang selain penyakit graves adalah: Toksisitas pada strauma multinudular Adenoma folikular fungsional ,atau karsinoma(jarang) Adema hipofisis penyekresi-torotropin (hipertiroid hipofisis) Tomor sel benih,missal karsinoma (yang kadang dapat menghasilkan bahan mirip-TSH) atau teratoma (yang mengandung jarian tiroid fungsional) Tiroiditis (baik tipe subkutan maupun hashimato) yang keduanya dapat berhubungan dengan hipertiroid sementara pada fase awal

Patofisiologi
Hipertiroidisme mungkin karena overfungsi keseluruhan kelenjar atau kondisi yang kurang umum, mungkin disebabkan oleh fungsi tunggal atau multipel adenoma kanker tiroid. Juga pengobatan miksedema dengan hormon tiroid yang berlebihan dapat menyebabkan hipertiroidisma. Bentuk hipertiroidisme yang paling umum adalah penyakit graves (goiter difustoksik) yang mempunyai tiga tanda penting, pertama hipertiroidisme, kedua pembesaran kelenjar tiroid (goiter) dan ketiga eksoptalmos (protrusi mata abnormal).Penyakit Graves merupakan kelainan auto imun yang di mediasi oleh anti bodi IgG yang berkaitan dengan reseptor TSH aktif pada permukaan sel-sel tiroid. Penyebab lain hipertiroidisme dapat mencakup goiter nodular toksik, adenoma, toksik (jinak), karsinoma tiroid, tiroiditis subakut dan kronis, ingesti TH. Patofisiologi di balik manisfestasi penyakit hipertiroid Graves dapat dibagi ke dalam dua kategori,pertama,sekunder akibat rangsangan berlebih system saraf adrenergic dan yang kedua, merupakan akibat tingginya kadar TH yang bersirkulasi. Hipertiroidisme ditandai oleh kehilangan pengontrolan normal sekresi hormone tiroid (TH). Karena kerja TH pada tubuh adalah merangsang, maka terjadi hipermestabolisme, yang meningkatkan aktivitas system saraf simpatis. Jumlah TH yang berlebihan menstimulasi system kardiak dan meningkatkan jumlah reseptor beta-adrenergik. Keadaan ini mengarah pada takikardia adan peningkatan curah jantung, volume sekuncup, kepekaan adrenergic, dan aliran darah perifer. Metabolisme sangat meningkat, mengarah pada keseimbangan nitrogen negative, penipisan lemak dan hasil akhir defesiensi nutrisi. Hipertiroidisme juga terjadi dalam perubahan sekresi dan metabolisme hipolatamik, pituitary dan hormone dan hormone gonad. Jika hipertiroidisme terjadi sebelum pubertas, akan terjadi penundaan perkembangan seksual pada kedua jenis kelamin,tetapi pada pubertas mengakibatkan penurunan libido baik pada laki-laki maupun perempuan. Setelah pubertas wanita akan juga menunjukan ketidak teraturan menstruasi dan penurunan fertilitas.

Manifestasi Klinis
Pada stadium yang ringan sering tanpa keluhan. Demikian pula pada orang usia lanjut, lebih dari 70 tahun, gejala yang khas juga sering tidak tampak. Tergantung pada beratnya

hipertiroid, maka keluhan bisa ringan sampai berat. Keluhan yang sering timbul antara lain adalah : Kecemasan,ansietas,insomnia,dan tremor halus Penurunan berat badan walaupun nafsu makan baik Intoleransi panas dan banyak keringat Papitasi,takikardi,aritmia jantung,dan gagal jantung,yang dapat terjadi akibat efek tiroksin pada sel-sel miokardium Amenorea dan infertilitas Kelemahan otot,terutama pada lingkar anggota gerak ( miopati proksimal) Osteoporosis disertai nyeri tulang

Konsumsi Yodium Berlebihan


Kelenjar tiroid memakai yodium untuk membuat hormon tiroid, bila konsumsi yodium berlebihan bisa menimbulkan hipertiroid. Kelainan ini biasanya timbul apabila sebelumnya si pasien memang sudah ada kelainan kelenjar tiroidiodarone (cordarone), suatu obat yang digunakan untuk gangguan irama jantung, juga mengandung banyak yodium dan bisa menimbulkan gangguan tiroid.

Pemeriksaan Hipertiroid
1. T4 Serum Ditemukan peningkatan T4 serum pada hipertiroid.T4 serum normal antara 4,5 dan 11,5 mg/dl (58,5 hingga 150 nmol/L).Kadar T4 serum merupakan tanda yang akurat untuk menunjukkan adanya hipertiroid. 2. T3 Serum Kadar T3 serum biasanya meningkat.Normal T3 serum adalah 70-220 mg/dl (1,15 hingga 3,10 nmol/L). 3. Tes T3 Ambilan Resin Pada hipertiroid, ambilan T3 lebih besar dari 35% (meningkat).Normal ambilan t3 ialah 25% hingga 35% (fraksi ambilan relative: 0,25 hingga 0,35). 4. Tes TSH (Thyroid Stimulating Hormon) Pada hipertiroid ditemukan kenaikan kadar TSH serum 5. Tes TRH (Thyrotropin Releasing Hormon) Tes TRH akan sangat berguna bila Tes T3 dan T4 tidak dapat dianalisa.Pada hipertiroidisme akan ditemukan penurunan kadar TRH serum. 6. ;Tiroslobulin Pemeriksaan Tiroslobulin melalui pemeriksaan radio immunoassay.Kadar tiroslobulin meningkat pada hipertiroid.