P. 1
tokoh idola

tokoh idola

|Views: 366|Likes:
Dipublikasikan oleh Imus

More info:

Published by: Imus on Jan 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2015

pdf

text

original

H B Jassin (1917-2000

)
Hans Bague Jassin lahir pada tanggal 13 Juli 1917 di Gorontalo .Ia menyelesaikan pendidikan dasar di HIS Balikpapan ,.Beberapa waktu kemudian keluarga nya pindah ke Pangkalan Brandan . Di kota kecil ini Jassin melanjutkan pendidikan dengan bersekolah di HBS Pangkalan Brandan. Setamat HBS Jassin bekerja secara sukarela di kantor Asisten Residen Gorontalo . Pada tahun 1940 Jassin menerima tawaran Sutan Takdir Alisyahbana untuk bekerja sebagai redaktur di Badan Penerbitan Balai Pustaka . Tanpa disangka pekerjaan tersebut memberikan kesempatan yang luas kepada Jassin untuk mengembangkan kemampuannya sebagai kritikus . Sejumlah tulisan karya Jassin dimuat di beberapa majalah, seperti Panji Pustaka ,Panji Raja , Mimbar Indonesia , Zenith ,Kisah dan Sastra. Jassin pun dikenal sebagai kritikus handal. Sehubungan dengan hal itu , Jassin kemudian diminta untuk mengajar di Universitas Indonesia tempat ia memperoleh gelar sarjan (1957) dan doktor honoris causa (1975). HB Jassin meninggal dunia pada tanggal 11 Maret 2000 di Jakarta. Dalam hasanah kesastraan Indonesia , nama HB Jassin dikenal sebagai kritikus melalui serangkaian karya bunga rampai nya,seperti Gema Tanah Air (1948), K esusastraan Indonesia di Masa Jepang (1948) pujangga Baru , Prosa dan Puisi (1963) dan Angkatan 66 Prosa dan Puisi (1968). pada kemudian hari keberadaan karya antologi tersebut membuat HB Jassin lebih dikenal sebagai seorang kritikus dan mengkonstruksi perkembangan kesastraan Indonesia modern berdasarkan situasi politik yang melatar belakanginya, Berdasarkan kerangka tersebut ,Jassin membagi perkembangan kesastraan Indonesia moder menjadi empat golongan besar ,yakni Angkatan 20(Balai Pustaka )Angkatan 33 (Pujangga baru ) Angkatan 45 dan Angkatan 66 Pembagian ini dianggap sebagai pembagian yang kontroversional.. Sebagai seorang kritikus BH Jassin terjun lansung dalam perkembangan kesastraaan tanah air yang bersipat bipolar , Jassin pernah terlibat dalam serang kaian polemik . Pda masa p[emerintahqan orde lama Jassin terpaksa harus kehimlangan jabatannya di Lembaga Bahasa Nasional dan Universitas Indonesia .Hal tersebut terjadi karena keterlibatannya daslam penandatanganan Manifes Kebudayaan HB Jassin merupakan orang pertama yang melakukan usaha dokummentasi karya sastra sekitar 30 000 buku dan majalah sastra .Atasny tersebut masyarakat mengetahui perkebangan sastra Indonesia hingga tidak kehilangan sejarahnya. Berikut ini sejumlah uku karya sastra HB Jassin . 1.Tifa Penyair dan Daerahnya (1952) 2.KKesusatraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Essay I-IV (1954) 3. Omong-Omong HB Jassin (catatan perjalanan ke Amirika 1958-19590 4.Heboh Sastra 1968 (1970) 5. Sastra Indonesia sebagai Warga Sastra Dunia (1983) 6. Pengarang Indonesia dan Dunianya(1983) 7. Sastra Indonesia dan Perjuangan Bangsa (1993) 8. Koran dan Sastra Indonesia (1994)

Soekarno
Lahir di Surabaya Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya. Semasa menjabat sebagai presiden, ada beberapa karya arsitektur yang dipengaruhi atau dicetuskan oleh Soekarno. Soekarno membidik Jakarta sebagai wajah (muka) Indonesia terkait beberapa kegiatan berskala internasional yang diadakan di kota itu, namun juga merencanakan sebuah kota sejak awal yang diharapkan sebagai pusat pemerintahan di masa datang. Beberapa karya dipengaruhi oleh Soekarno atau atas perintah dan koordinasinya dengan beberapa arsitek seperti Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono, dibantu beberapa arsitek junior untuk visualisasi. Beberapa desain arsitektural juga dibuat melalui sayembara
• • • • • • • • • •

Masjid Istiqlal 1951 Monumen Nasional 1960 Gedung Conefo Gedung Sarinah Wisma Nusantara Hotel Indonesia 1962 Tugu Selamat Datang Monumen Pembebasan Irian Barat Patung Dirgantara Tahun 1955 Ir. Soekarno menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci dan sebagai seorang arsitek, Soekarno tergerak memberikan sumbangan ide arsitektural kepada pemerintah Arab Saudi agar membuat bangunan untuk melakukan sa’i menjadi dua jalur dalam bangunan dua lantai. Pemerintah Arab Saudi akhirnya melakukan renovasi Masjidil Haram secara besarbesaran pada tahun 1966, termasuk pembuatan lantai bertingkat bagi umat yang melaksanakan sa’i menjadi dua jalur dan lantai bertingkat untuk melakukan tawaf Rancangan skema Tata Ruang Kota Palangkaraya yang diresmikan pada tahun 1957

Soekarno untuk pertama kalinya menjadi terkenal ketika dia menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Bagi Soekarno sifat organisasi tersebut yang Jawa-sentris dan hanya memikirkan kebudayaan saja merupakan tantangan tersendiri. Dalam rapat pleno tahunan yang diadakan Jong Java cabang Surabaya Soekarno menggemparkan sidang dengan berpidato menggunakan bahasa Jawa ngoko (kasar). Sebulan kemudian dia mencetuskan perdebatan sengit dengan menganjurkan agar surat kabar Jong Java diterbitkan dalam bahasa Melayu saja, dan bukan dalam bahasa Belanda. Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang merupakan hasil inspirasi dari Indonesische Studie Club oleh Dr. Soetomo.[5] Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927.[13] Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada tanggal 29 Desember 1929 di Yogyakarta dan esoknya dipindahkan ke Bandung, untuk dijebloskan ke Penjara Banceuy.

Bacharuddin Jusuf Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; umur 76 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek. Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto. Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat Presiden (21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 - 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri. Karya Habibie

• • • • •

• •

Proceedings of the International Symposium on Aeronautical Science and Technology of Indonesia / B. J. Habibie; B. Laschka [Editors]. Indonesian Aeronautical and Astronautical Institute; Deutsche Gesellschaft für Luft- und Raumfahrt 1986 Eine Berechnungsmethode zum Voraussagen des Fortschritts von Rissen unter beliebigen Belastungen und Vergleiche mit entsprechenden Versuchsergebnissen, Presentasi pada Simposium DGLR di Baden-Baden,11-13 Oktober 1971 Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der orthotropen Kragscheibe, Disertasi di RWTH Aachen, 1965 Sophisticated technologies : taking root in developing countries, International journal of technology management : IJTM. - Geneva-Aeroport : Inderscience Enterprises Ltd, 1990 Einführung in die finite Elementen Methode,Teil 1, Hamburger Flugzeugbau GmbH, 1968 Entwicklung eines Verfahrens zur Bestimmung des Rißfortschritts in Schalenstrukturen, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1970 Entwicklung eines Berechnungsverfahrens zur Bestimmung der Rißfortschrittsgeschwindigkeit an Schalenstrukturen aus A1-Legierungen und Titanium, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1969 Detik-detik Yang Menentukan - Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, 2006 (memoir mengenai peristiwa tahun 1998) Habibie dan Ainun, The Habibie Center Mandiri, 2009 (memoir tentang Ainun Habibie)

Sumitro Djojohadikusumo

Sumitro Djojohadikusumo adalah Begawan Ekonomi Indonesia. Dia ialah salah satu perancang ekonomi Indonesia awal bersama Bung Hatta, Sjafrruddin Prawiranegara, Margono Djojohadikusumo, Prof. Dr. Soenarjo Kolopaking, I.J. Kasimo, Sartono, Ali Sastroadmidjojo, Prof. Ir. Roesono, Ir. H. Johannes, Wilopo, Prof. Mr. Dr. Soepomo, Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo, Soebadio Sastroatomo, dan Mr. A.A. Maramis yang tergabung dalam Panitia Siasat Pemikir Ekonomi Indonesia. Di era Orde Baru pun namanya tak hilang walaupun beliau kalah pamornya dengan Prof. Dr. Widjojo Nitisastro yang merupakan arsitek ekonomi Orde Baru. Sumitro Djojohadikusumo lahir di Kebumen, 29 Mei 1917, pukul 02.00 dinihari. Ia dibesarkan di Banyumas. Masa kecilnya, ia dididik oleh the Grand Old Man Haji Agus Salim yang mana memberinya pelajaran agama Islam bersama saudara-saudaranya. Sumitro kecil adalah anak yang pemberani. Ketika anak-anak di daerahnya dilarang duduk di bawah pohon beringin menjelang Magrib, Sumitro kecil ‘cuek’ saja terhadap mitos tersebut. Sebaliknya, dia malah duduk di bawah pohon beringin tersebut. Di sisi lain pula, ketika orang di daerahnya ketakutan dengan adanya rumah hantu di sekitar daerah tersebut, Sumitro kecil dengan beraninya mendatangi rumah tersebut semata-mata jiwa keingintahuan dan ‘penasarannya’ terhadap sesuatu. Sumitro kecil juga kerap diajak ayahnya melihat dari dekat kehidupan petani saat itu. Hal ini pula yang sekaligus menarik minat Sumitro terhadap lembaga ekonomi ‘Koperasi’ dan tak pelak disertasinya mengenai ‘Kredit Rakyat Masa Depresi’ terinspirasi dari kehidupan petani yang terkena dampak depresi tahun 1930an. Pada era Orde Lama, ia turut aktif dalam perundingan-perundingan, di antaranya ia pernah menjadi wakil delegasi Indonesia yang hadir dalam perdebatan menentang Agresi Militer II Belanda dalam Sidang Dewan Keamanan PBB di Lake Success, Amerika Serikat, 12 Agustus 1947 bersama dengan Sutan Syahrir, H. Agus Salim, Soejatmoko, dan Charles Tambu. Ia juga menjadi wakil delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, bersama dengan Bung Hatta, Ir. Djuanda, Mr. Mohammad Roem, Prof. Dr. Soepomo, dan beberapa anggota delegasi lainnya. Di masa parlementer, ia terpilih menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, disinilah ia populer akan Rencana Urgensi Perekonomian dan Kebijakan Ekonomi Program Benteng. Di samping itu, ia juga pernah terpilih sebagai lima ahli dunia (bidang ekonomi) oleh Sekjen PBB Dag Hammarskjold untuk menyusun laporan tentang Commodity Trade and Economic Development di New York tahun 1953 . Namun keterlibatannya dalam pembangunan Indonesia awal berakhir, ia lebih memilih ikut bergolak bersama kawan-kawannya dalam PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) tahun 1958 karena kekecewaannya terhadap pemerintahan dan dicap pemberontak oleh Presiden Soekarno. Pada masa Orde Baru, ia tergabung dalam Tim Ekonomi Orde Baru yang dipimpin oleh Prof. Dr. Widjojo Nitisastro bersama Prof. Dr. Ali Wardhana, Drs. Radius Prawiro, Prof. Dr. Ir. Mohammad Sadli, Prof. Dr. Emil Salim, Drs. Frans Seda, dan Prof. Dr. Subroto. Kebijakan tim ekonomi ini tak lain mewarisi keadaan ekonomi pasca demokrasi terpimpin yang carut marut dan inflasi yang sangat tinggi. Terlepas dari kontroversialnya orde ini, kita akan melihat bagaimana Sumitro pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan pernah bersengketa dengan orang-orang yang dekat dengan Soeharto, seperti Jenderal. S. Omar Dhani. Dalam hal itu, Omar Dhani sebagai salah satu ‘jenderal’ Pak Harto meminta agar Sumitro memberi kopi kepada orang terdekatnya sebanyak 2000 ton. Hal tersebut langsung ditentang oleh Sumitro karena dia heran seenaknya saja seorang jenderal seperti itu. Padahal, posisi paling bertanggung jawab ialah berada di tangan Sumitro sebagai Menteri Perdagangan.

G Yusril Ihza Mahendra

uruh Soekarnoputra
Guruh Soekarnoputra atau Lengkapnya Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra (lahir di Jakarta, 13 Januari 1953; umur 60 tahun) adalah anak bungsu dari pasangan presiden pertama RI, Soekarno dan Fatmawati serta adik kandung dari presiden kelima RI.

Sekilas Profil
Sejak kecil, Guruh telah terlatih sebagai penari yang terampil di samping mengasah bakatnya di dunia musik, Ia mendirikan grup kesenian Indonesia yang bernama GSP Production (Gencar Semarak Perkasa) dan juga sebelumnya Swara Mahardhika[2]. Selain itu ia juga pernah mendirikan grup musik Guruh Gipsy dan Gank Pengangsaan bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye. Guruh Soekarnoputra menikah dengan Gusyenova Sabina Padmavati yang berasal dari Uzbekistan. Sebagai bagian dari keluarga besar Bung Karno, Guruh Soekarnoputra juga aktif dalam dunia politik Indonesia dan tercatat sebagai anggota DPR dari PDIP.

Filmografi

Misteri Hantu Selular (2011)

Penghargaan
Tanggal 23 Maret 2011, bertepatan dengan Perayaan Hari Musik Nasional, Guruh menerima Penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia (NBMI) dari Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI).

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra dilahirkan pada tanggal 5 Februari 1956 di Lalang, Manggar, Belitung Timur. Ia merupaka seorang Pakar Hukum Tata Negara. Yusril Izha Mahendra adalah anak dari pasangan Idris dan Nursiha. Ibunya berasal dari Bangkinang kemudian menetap di Belitung, dan dikemudian hari sesuai dengan adat Minangkabau, ia pun menyandang gelar sako (pusaka) sukunya yaitu Datuk Maharajo Palinduang. Sejak masa sekolahnya dulu Yusril Izha Mahendra sudah aktif berorganisasi, ketika bersekolah di SMP Yusril Izha Mahendra menjadi Ketua OSIS kemudian kemudian jabatan ketua OSIS masih dipegangnya di SMA selain di KAPPI tingkat Rayon. Kemudian setelah lulus SMA Yusril Izha Mahendra melanjutkan kuliah ke Universitas Indonesia mengambil ilmu filsafat fakultas sastra dan juga Hukum Tata Negara. Saat kuliah di UI Yusril Izha Mahendra juga terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UI dan bergabung ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) ketika kuliah. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia, Yusril Izha Mahendra melanjutkan S-2 ke University of the Punjab (India) untuk mengambil gelar master kemudian melanjutkan lagi S-3 mengambil spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim di University Sains Malaysia dengan bidang University Sains Malaysia dan berhasil mendapat gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik. Di dunia pendidikan Yusril Izha Mahendra dikenal sebagai Professor dan Pakar Hukum Tata negara, ia berprofesi sebagai dosen di beberapa universitas seperti dosen di fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), kemudian dosen di Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Departemen Kehakiman pada tahun 1983, serta Guru besar di Program Pascasarjana UI dan juga Fakultas Hukum UI. Ia diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia dan mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana. Dalam bidang politik, Yusril Izha Mahendra pernah menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang sejak 1998 hingga 2005, karier politik Yusril Ihza Mahendra tersebut didasari dari keaktifannya di dunia pendidikan dan juga organisasi. Yusril Izha Mahendra juga pernah menjadi anggota organisasi yang berafiliasi kepada Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) yang bernama Pemuda Muslimin. Lebih jauh lagi Yusril Izha Mahendra Izha Mahendra pernah menjadi pengurus Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Ketika Pemilihan Presiden di arena Sidang Umum MPR RI Oktober 1999 Yusril Izha Mahendra yang ketika itu Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) mendapatkan 232 suara, Abdurrahman Wahid yang saat itu menjadi Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 185 suara dan Megawati Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati meraih 305 suara. Atas kesepakatan pentolan Poros Tengah, Amien Rais (PAN), Akbar Tandjung (Partai Golkar), Hamzah Haz (PPP), Matori Abdul Djalil (PKB), dan juga Yusril Izha Mahendra (PBB), akhirnya Yusril Izha Mahendra sepakat mengundurkan diri dari arena pemilihan presiden. Selanjutnya, Poros Tengah memberikan dukungan penuh kepada Gus Dur.Dalam Pemerintahan, Yusril Ihza Mahendra pernah menjabat menteri di 3 kabinet, dalam Kabinet Pemerintahan Indonesia 21 Oktober 2004 – 9 Mei 2007 dengan Presiden Abdurrahman Wahid dipercaya menempati posisi Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri Yusril Izha Mahendra menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong 23 Oktober 1999 – 7 Februari 2001 kemudian pada masa Kabinet Indonesia Bersatu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 9 Agustus 2001 – 21 Oktober 2004 menjadi Menteri Sekretaris Negara hingga akhirnya saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan resuffle Kabinet Indonesia Bersatu Yusril Ihza Mahendra digantikan Hatta Rajasa.

Taufik Hidayat
Taufik Hidayat (lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1981; umur 29 tahun) adalah pemain bulu tangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik Bandung dengan tinggi badan 176 cm. Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini adalah peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak final. Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia dengan mengalahkan permain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final, sehingga menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dan Olimpiade pada saat yang sama. Selain itu, ia juga sedang memegang gelar juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006). Ia tampil di Olimpiade Beijing 2008, namun langsung kalah di pertandingan pertamanya, melawan Wong Choong Hann di babak kedua. Selain itu, dia juga telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka: 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006. Pengalaman lainnya antara lain pada Piala Thomas (2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008) serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, dan 2005). Ia menikahi Ami Gumelar, putri Agum Gumelar dan Linda Amalia Sari. Mereka telah dikaruniai seorang putri pada tanggal 3 Agustus 2007, yang kemudian diberi nama Natarina Alika Hidayat. Kelahiran putrinya ini tepat beberapa hari sebelum ia berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia. Kemudian mereka telah dikaruniai seorang putra pada tanggal 11 Juni 2010, yang kemudian diberi nama Nayutama Prawira Hidayat. Taufik kemudian mundur dari Pelatnas Cipayung pada 30 Januari 2009. Setelah itu ia menjadi pemain profesional. Beberapa waktu lalu ia juga menjalin bisnis dengan Yonex dalam pengadaan alat olahraga. Alasan saya meng idolakan Taufik Hidayat adalah karena saya sangat suka cara bermain bulutangkisnya, dan dia pun sudah sering mendapat gelar pemenang di ajang Internasional saya ingin sekali seperti dia.

Agnes Monica

Bernama lengkap Agnes Monica Muljoto atau biasa di sapa agnes monica, dilahirkan di Jakarta pada tanggal 1 Juli 1986. Ia merupakan anak bungsu dari pasangan Jenny Siswono dan Ricky Suprapto. Ia memiliki seorang kakak laki-laki bernama Steve Muljoto yang kemudian menjadi manajernya. Agnes menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Tarakanita Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikannya ke SLTP Pelita Harapan. Di sekolahnya, Agnes merupakan siswi yang berprestasi di bidang akademik dan sering menerima beasiswa, meskipun ia juga disibukan dengan aktivitas luar sekolah seperti kursus piano, bahasa Inggris, seluncur es, dan bulu tangkis. Bakat Agnes di bidang seni sudah telihat sejak ia masih kanak-kanak, khususnya bidang tarik suara. Selain ditempa di gereja, Agnes juga ikut kursus vokal di beberapa tempat. Saat menginjak usia enam tahun, Agnes memulai kariernya sebagai penyanyi cilik dan merekam album anak-anak pertamanya yang diberi judul Si Meong. Nama Agnes melambung sebagai penyanyi cilik saat ia merilis album keduanya pada tahun 1995 yaitu Yess!, yang merupakan album duet bersama Eza Yayang. Album tersebut dinobatkan sebagai "Album Anak-Anak Terbaik" pada tahun 1999. Album lain yang telah dirilis Agnes yaitu Bala-Bala. Ketiga album tersebut berhasil melejitkan Agnes ke jajaran penyanyi cilik terpopuler di era 1990-an. Selain bernyanyi dan merilis album, Agnes juga menjadi presenter acara anak-anak yaitu Video Anak Anteve (VAN) di Anteve, Tralala-Trilili di RCTI, dan Diva Romeo di Trans TV. Agnes berhasil meraih penghargaan Panasonic Awards untuk "Pembawa Acara AnakAnak Terfavorit" selama dua tahun berturut, 1999 dan 2000. Menginjak usia remaja, Agnes mulai terjun ke dunia seni peran, dimulai dengan penampilannya di sinetron Lupus Millenia dan Mr. Hologram pada tahun 1999. Pada tahun itu, Agnes berhasil menempati urutan pertama jajak pendapat artis beranjak remaja terbaik versi artiscilik.com. Pada tahun 2000, Agnes menjadi pemeran utama di sinetron Pernikahan Dini bersama Sahrul Gunawan. Sinetron inilah yang berhasil melambungkan nama Agnes dan menghapus citranya sebagai seorang artis cilik. Akting Agnes di sinetron tersebut berhasil meraih penghargaan "Aktris Terfavorit" pada Panasonic Awards pada tahun 2001 dan 2002, serta SCTV Awards sebagai "Aktris Ngetop" pada tahun 2002. Pada tahun 2003, Agnes merilis album dewasa pertamanya yang berjudul And the Story Goes, yang kembali melejitkan namanya di industri musik Indonesia. Kesuksesannya di tanah air mendorong Agnes memasang target untuk bisa berkarier di kancah internasional. Pada album keduanya yang dirilis pada tahun 2005, Whaddup A'..?!, ia menggandeng penyanyi asal Amerika Serikat Keith Martin untuk berkolaborasi. Agnes juga terlibat dalam syuting dua serial drama Asia, The Hospital dan Romance In the White House di Taiwan. Agnes berhasil meraih penghargaan dua tahun berturut-turut atas penampilannya di ajang Asia Song Festival di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2008 dan 2009. Pada album ketiganya, Sacredly Agnezious (2009), Agnes mulai terlibat sebagai produser dan penulis lagu. Pada tahun 2010, ia diangkat sebagai salah satu juri pada ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Agnes juga menjadi salah satu pemandu acara pada karpet merah pegelaran American Music Awards 2010 di Los Angeles, Amerika Serikat. Seiring dengan melesatnya Agnes ke puncak popularitas, penampilan dan gaya berbusananya menjadi tren di kalangan anak muda. Selain sukses secara komersial, Agnes juga telah dianugerahi banyak penghargaan, termasuk di antaranya sembilan Anugerah Musik Indonesia, tujuh Panasonic Awards, dan empat MTV Indonesia Awards. Selain itu, Agnes telah dipercaya menjadi duta anti narkoba se-Asia serta duta MTV EXIT dalam memberantas perdagangan manusia.

Ayu Ting Ting
Ayu Rosmalina atau yang di kenal dengan Ayu Ting Ting lahir di Depok, 20 Juni 1990, merupakan salah seorang penyanyi dangdut yang lagi ngetop dengan lagi hits berjudul "alamat palsu". Dara yang kini menginjak usia 19 tahun itu bercerita saat di bangku SMP, mulai dicekoki musik dangdut oleh orangtua. Sang ibunda Umi Khalsum memang seorang penyanyi. Sejak itulah dia ketagihan. Lalu Ayu mencoba berkarier dari panggung ke panggung, dan akhirnya sadar meraup penghasilan dari musik dangdut. "Cuma karena emang sudah ketagihan, dapat uangnya dari situ sudah enak. Aku merasakan seperti apa dan lanjut terus sampai sekarang. Tak berpikir saja bisa jadi pekerjaan,” Pemilik nama asli Ayu Rosmalina juga mengatakan, sebenarnya lebih suka musik Korea Selatan dengan K-Popnya. Namun, mahasiswi dari salah satu universitas swasta di Depok itu merasa sudah kadung cinta dengan dangdut. Pedangdut bernama Ayu Rosmalina ini mengubah namanya saat masuk industri musik menjadi Ayu Ting Ting. dirinya sudah akrab di dunia hiburan sejak umur empat tahun. Ibunya, Umi Khalsum, adalah seorang penyanyi. Tak heran hingga bakat seni dari ibunda turun kepada dara cantik kelahiran Depok, 20 Juni 1992 itu. Singkat cerita, embel-embel nama ‘Ting Ting’ didapatkan Ayu setelah merilis album pertama pada 2007 berjudul ‘Geol Ajep Ajep’. Di dalam album itu ada lagu berjudul Ting Ting. Lalu sang produser mengusulkan agar Ayu memiliki nama panggung Ayu Ting Ting. Perempuan bernama asli Ayu Rosmalina itu pun ingin tampil beda ketimbang penyanyi dangdut lainnya. Ia tak bergaya seksi dan heboh. Ibunda Ayu pun selalu mendampingi setiap kali putrinya pentas. Perjuangan Ayu untuk bisa diterima di industri musik tanpa neko-neko ternyata tidaklah gampang. Namun semua ditekuni dengan ikhlas. Ayu saat ini sedang sangat populer dengan lagunya yang berjudul Alamat Palsu. Undangan wawancara dengan media pun tak pernah berhenti. Bahkan, hingga November mendatang jadwal manggung Ayu sudah penuh. Ya, Ayu beken seperti lirik lagunya yang melekat di kepala pendengar, ‘Di mana..di mana..di mana..sekarang tinggalnya di mana... Biodata / Profile Ayu Ting Ting Nama : Ayu Rosmalina Tempat/tgl lahir : Depok, 20 Juni 1990 Profesi : Penyanyi dangdut, presenter, model Tinggi badan : 160 cm Berat badan : 45 kg Prestasi : Bintang sari ayu 2006, Putri Depok 2006, Mojang Depok, Presenter Kuis (ANTV), Album Dangdut (Geol Ajep2) Album : Dangdut (Rekening Cinta), Goyang Sejati (ANTV), Dangdut Yoo (TPI), Kamera Ria (TVRI), Dangdut Pro (TVRI)

GITA GUTAWA
Aluna Sagita Gutawa (atau lebih dikenal dengan Gita Gutawa; lahir di Jakarta, 11 Agustus 1993; umur 19 tahun) adalah penyanyi remaja Indonesia yang memiliki suara sopran. Aluna Sagita, yang namanya bermakna "alunan nada"[1] adalah seorang penyanyi belia beragama Islam dan merupakan anak dari penata musik Lutfi Andriani - Erwin Gutawa. Mendalami musik sejak kelas 2 SD, Gita yang memiliki karakter suara sopran mampu membawakan lagu ber-genre pop klasik dengan high pitch-nya. Sebelum meluncurkan album self-titled-nya, Gita Gutawa terkenal sebagai penyanyi cilik yang berduet dengan vokalis ADA Band, Dony ‘ADA Band’ dengan lagu "Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah)". Lagu ini menjadi hits dalam album Heaven of Love dan sukses terjual sebanyak lebih dari 850 ribu kopi membawa Donny dan Gita sebagai nominasi Duet Terbaik Kategori Pop AMI Awards. Gita sejak kelas 2 SD mulai belajar piano klasik di Yayasan Musik Jakarta dan kini memperkuat ilmu musiknya dengan mempelajari piano jazz dan gitar akustik. Tidak hanya itu, agar vocal Gita terasah dan mantap, dia berguru di bawah asuhan Aida Swenchen (di PSAI) dan Catharina Leimena. Gita yang juga banyak memiliki prestasi di bidang akademis itu, pernah duet dengan Donny, vokalis ADA Band dalam lagu Yang Terbaik Bagimu. Selain itu juga pernah berduet dengan penyanyi sholawat Hadad Alwi, dalam album Jalan Cinta 2. Berkat suara soprannya, Gita didapuk membawakan soundtrack film. Di antaranya adalah soundtrack untuk film Love dan film fenomenal, Laskar Pelangi. Pelantun single Yang Terbaik Bagimu bersama Ada Band juga laris membintangi berbagai iklan, di antaranya Indomie, Es Krim Wall's Conello dan Pond's. Sukses album terdahulu, pada 2009 Gita bakal meluncurkan album teranyarnya, Harmoni Cinta. Di album ini, Gita banyak terlibat di dalamnya, dengan warna musik yang lebih bervariasi. Bahkan album dengan 12 lagu, bakal ada satu lagu ciptaan Gita, yakni yang berjudul Ayo (Come On). Di album ini edar pada April 2009 ini, Gita juga berkolaborasi dengan musisi Maia Ahmad. Tak hanya mahir berakting di depan layar kaca, namun Gita kini melebarkan sayapnya dengan berakting di belakang layar. Ia dipercaya menjadi pengisi suara dalam film animasi pertama di Indonesia, Meraih Mimpi karya produser Nia Dinata. Pada 25 Februari 2010, Gita menampilkan konser tunggalnya yang bertajuk Kotak Musik Gita. Di sini, sang ayah, Erwin Gutawa bertindak sebagai produser konser. Konser tunggal pertamanya ini mendulang sukses, baik dari penjualan tiketnya yang langsung ludes 1 minggu sebelum hari-H, maupun acaranya. Tata panggung, efek visual dan efek suaranya benar-benar dipersiapkan dengan sangat matang. Begitu pula performa Gita Gutawa dan permainan panggung para penari latar, serta band-nya. Jumat, 13 Agustus Gita Gutawa merilis album ketiganya: Balada Shalawat, sekaligus mengadakan syukuran atas keberhasilannya mempertahankan gelar juara umum kelas-3 SMA Bina Nusantara, dan bersyukur atas hari jadinya yang ke-17 tanggal 11 Agustus 2010. Gita mengajak anak-anak yatim dari panti asuhan Bunda Maryam, dan tentu tak kalah serunya, para member GitaLovers Community yang dipimpin oleh Anggid Suleman sebagai ketua umumnya.

Prestasi
Tahun Penghargaan Kategori Catatan 2007 SCTV Award Penyanyi Ngetop 2008 International Nile Child Song Festival Grand Prize 2008 SCTV Award Album Terbaik 2008 AMI Awards Artis Pendatang Baru Terbaik 2008 AMI Awards Album Terbaik 2009 Indonesia Kids Choice Awards Penyanyi Wanita Terfavorit 2010 Indonesia Kids Choice Awards Penyanyi Wanita Terfavorit

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->